Feb 12, 2013

The Nature of Mathematics and School Mathematics




By Marsigit
Yogyakarta State University


Mathematics ideas comprise thinking framed by markers in both time and space. However, any two individuals construct time and space differently, which present difficulties for people sharing how they see things.

Further, mathematical thinking is continuous and evolutionary, whereas conventional mathematics ideas are often treated as though they have certain static qualities. The task for both teacher and students is to weave these together. We are again face with the problem of oscillating between seeing mathematics extra-discursively and seeing it as a product of human activity (Brown, T, 1994).
Paul Ernest (1994) provokes the nature of mathematics through the following questions:
“What is mathematics, and how can its unique characteristics be accommodated in a philosophy? Can mathematics be accounted for both as a body of knowledge and a social domain of enquiry? Does this lead to tensions? What philosophies of mathematics have been developed? What features of mathematics do they pick out as significant? What is their impact on the teaching and learning of mathematics? What is the rationale for picking out certain elements of mathematics for schooling? How can (and should) mathematics be conceptualized and transformed for educational purposes? What values and goals are involved? Is mathematics value-laden or value-free? How do mathematicians work and create new mathematical knowledge? What are the methods, aesthetics and values of mathematicians? How does history of mathematics relate to the philosophy of mathematics? Is mathematics changing as new methods and information and communication technologies emerge?”

In order to promote innovation in mathematics education, the teachers need to change their paradigm of what kinds of mathematics to be taught at school. Ebbutt, S. and Straker, A. (1995) proposed the school mathematics to be defined and its implications to teaching as the following:
a.Mathematics is a search for patterns and relationship
As a search for pattern and relationship, mathematics can be perceived as a network of interrelated ideas. Mathematics activities help the students to form the connections in this network. It implies that the teacher can help students learn mathematics by giving them opportunities to discover and investigate patterns, and to describe and record the relationships they find; encouraging exploration and experiment by trying things out in as many different ways as possible; urging the students to look for consistencies or inconsistencies, similarities or differences, for ways of ordering or arranging, for ways of combining or separating; helping the students to generalize from their discoveries; and helping them to understand and see connections between mathematics ideas. (ibid, p.8)

b.Mathematics is a creative activity, involving imagination, intuition and discovery
Creativity in mathematics lies in producing a geometric design, in making up computer programs, in pursuing investigations, in considering infinity, and in many other activities. The variety and individuality of children mathematical activity needs to be catered for in the classroom. The teacher may help the students by fostering initiative, originality and divergent thinking; stimulating curiosity, encouraging questions, conjecture and predictions; valuing and allowing time for trial-and-adjustment approaches; viewing unexpected results as a source for further inquiry; rather than as mistakes; encouraging the students to create mathematical structure and designs; and helping children to examine others’ results (ibid. p. 8-9)

c.Mathematics is a way of solving problems
Mathematics can provide an important set of tools for problems- in the main, on paper and in real situations. Students of all ages can develop the skills and processes of problem solving and can initiate their own mathematical problems. Hence, the teacher may help the students learn mathematics by: providing an interesting and stimulating environment in which mathematical problems are likely to occur; suggesting problems themselves and helping students discover and invent their own; helping students to identify what information they need to solve a problem and how to obtain it; encouraging the students to reason logically, to be consistent, to works systematically and to develop recording system; making sure that the students develop and can use mathematical skills and knowledge necessary for solving problems; helping them to know how and when to use different mathematical tools (ibid. p.9)

d.Mathematics is a means of communicating information or ideas
Language and graphical communication are important aspects of mathematics learning. By talking, recording, and drawing graphs and diagrams, children can come to see that mathematics can be used to communicate ideas and information and can gain confidence in using it in this way. Hence, the teacher may help the students learn mathematics by: creating opportunities for describing properties; making time for both informal conversation and more formal discussion about mathematical ideas; encouraging students to read and write about mathematics; and valuing and supporting the diverse cultural and linguistic backgrounds of all students (ibid. p.10)

References:
Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved

60 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika sekolah penting diterapkan di sekolah agar sesuai dengan perkembangan siswa. Matematika juga harus sesuai dengan kebutuhan siswa, artinya jangan sampai matematika untuk level yang tinggi diberikan kepada siswa di jenjang pendidikan yang rendah. Matematika juga merupakan kegiatan pemecahan masalah, oleh karena itu hendaknya guru mampu mengaktifkan siswa melalui kegiatan pembelajaran dan mengarahkan siswa melalui pemecahan masalah agar siswa dapat semakin mengembangkan kemampuannya dalam bidang matematika.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ebbutt, S. dan Straker, A. telah mengusulkan matematika sekolah untuk didefinisikan dan implikasinya untuk mengajar sesuai yang telah disebutkan dalam artikel. Sedangkan Erman Suherman (2003:3) menyatakan bahwa agar tujuan pembelajaran matematika tercapai, maka pembelajaran yang diterapkan hendaknya memenuhi empat pilar pendidikan, yaitu: (1) learning to know; (2) learning to do; (3) learning to be; (4) learning to live together. Belajar untuk mengetahui sesuatu (learning to know about) artinya belajar memahami pengetahuan matematika (konsep, prinsip, idea, teorema). Sedangkan belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do) berarti belajar melaksanakan prses matematika sesuai dengan kemampuan dasar matematika jenjang sekolah yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pembelajaran yang inovatif tentu menjadi pembelajaran yang diidam-idamkan dalam dunia pendidikan, karena dapat memaksimalkan fungsi pembelajaran. Namun dalam prakteknya sangat sedikit guru yang mampu menjadikan pembelajaran menjadi inovatif, kompetensi guru yang rendah menjadi salah satu sebab kenapa pembelajaran belum inovatif. Pada dasarnya paradigma mengajar lah yang harus dirubah terlebih dahulu oleh guru, guru harus mengetahui apa yang perlu di ajarkan dan bagaimana mengajar suatu materi dengan baik. Jenis yang seperti apa yang perlu diajarkan. jika ketiga poin tersebut terpenuhi kemungkinan pembelajaran akan menjadi inovatif.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam rangka untuk mempromosikan inovasi dalam pendidikan matematika, guru perlu mengubah paradigma mereka tentang jenis matematika apa yang harus diajarkan di sekolah. Diantaranya matematika adalah kegiatan problem solving. Salah satu implikasi dari pandangan ini adalah guru dituntut mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk memecahkan persmasalahan. Namun pemecahan masalah yang dimaksud bukan hanya masalah matematika, melainkan keterampilan penyelesain masalah dalam kehidupan sehari- hari.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ide matematika itu tergantung ruang dan waktu itu sendiri. Yang mana ruang dan waktu itu d]adalah hal yang sangat lazim kita temui dan hal yang sangat sering kita dengar apabila memahami elegi-elegi ini. Demikian juga dengan matematika . kita mendefinisikan matematika itu sesuai dengan ruang dan waktu yang terjadi. Sehingga kita memunculkan bebagai definis matematika. Dalam pembelajaran matematika di sekolah. Juga hal seperti itu terjadi. Sehingga Paul Ernest (1994) yang dalam psikologinya menyatakan bahwa bagaimana mengakomodasikan matematik aitu. Sehingga teori piaget yang menjelaskana bagaimana suatu informasi itu diperoleh adanya working memeory dan long term memory dan asimilasi dan akomodasi dari suatau informasi.

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam tulisan ini (Butt dan Straker, (1995)) menyatakan hakekat Matematika Sekolah memeiliki implikasi terhadap pengajaran yaitu sebagai berikut:
    1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan,
    2. Matematika adalah kegiatan problem solving,
    3. Matematika adalah kegiatan investigasi,
    4. Matematika adalah komunikasi.
    Dimana, Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubngan yang artinya bahwa matemtika itu mencari hubungan antara suatu kejadian dengan kejadian lain, menghubungkan konsep dengna konsep lain atau bahkan menghubungkan konsep matemtika dengan kehidupan sehari-hari. Matematika adalah kediatan problem solving yang artinya adalah matemtika itu suatu kegiatan memecahkan masalah dengan menggunakan ilmu atau konsep yang telah dimiliki. Dan untuk point ketiga dan keempat dapat dijadikan sebagai asas pragrmatis dari matematika yaitu melakukan investigasi untuk menyelesaikan masalah dan selanjutnya akan terjalin komunikasi di dalamnya, baik itu antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa ataupun siswa dengan orang lain disekitarnya.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika sekolah merupakan kegiatan penelusuran pola, interaksi, komunikasi, pemecahan masalah, dan berpikir kritis dalam lingkup pendidikan. Matematika dan matematika sekolah saling mendukung dalam menciptakan ilmu-ilmu matematika yang baru. Akantetapi, keduanya memiliki perbedaan dan karakteristik masing-masing serta implementasi yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas sangat bermanfaat khususnya bagi calon guru, karena artikel tersebut memberikan inovasi-inovasi dalam pembelajaran matematika. Seperti yang telah disebutkan, guru hendaknya mengubah paradigma dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Saya setuju dengan pendapat Ebbut S dan Straker A, mereka menyebutkan beberapa definisi matematika.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan. Maksudnya, guru mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola, melakukan percobaan dengan berbagai cara, serta mendorong siswa untuk mampu menarik kesimpulan. Kemudian matematika juga sebagai kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan. Dalam hal ini, guru dapat mendorong siswa untuk berfikir kritis, aktif, tidak malu bertanya, dan mampu memunculkan ide-ide atau gagasan dalam pembelajaran. Selain itu, matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving). Dengan kegiatan pemecahan masalah ini, guru membantu siswa memecahkan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri, mendorong siswa berfikir logis, serta mengembangkan kompetensi dan keterampilan siswa untuk memecahkan berbagai persoalan. Selanjutnya, matematika dapat didefinisikan sebagai alat untuk berkomunikasi.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keempat definisi matematika dapat membantu kita untuk mempersiapkan atau sebagai bekal agar mampu menjadi guru yang aktif, inovatif, dan kreatif. Guru hendaknya mampu mengajak siswanya, dengan kata lain mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswanya. Sehingga, proses pembelajaran pun lebih menyenangkan dan bermakna.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. berpikir matematis berkaitan dengan ruang dan waktu. Bagaimana cara seseorang memandang matematika akan berbeda bergantung pada ruang dan waktunya. matematika dibedakan menjadi dua jenis yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Matematika sekolah ialah matematika yang dipelajari siswa di sekolah. Matematika sekolah merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan pemecahan masalah, kegiatan investigasi dan matematika sebagai alat untuk berkomunikasi.

    ReplyDelete
  12. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika Murni dan Matematika Sekolah, mana yang lebih dulu ada? Hal ini pernah saya temukan pada mata kuliah filsafat ilmu. Keduanya adalah irisan dari matematika. Matematika Sekolah menekankan pada matematika realita dengan memperhatikan keadaan psikologi siswa. Matematika sekolah di hubungkan dengan kehidupan nyata agar siswa lebih mudah untuk memahami dan tidak takut dengan matematika.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika memiliki karakteristik memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola piker deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengajarkan matematika sekolah kepada siswa.

    ReplyDelete
  14. Munaya Nikma Rosyada
    1430141002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk merubah paradigma mengenai jenis matematika yang diajarkan di sekolah, guru perlu memahami matematika seperti apa yang cocok, yaitu matematika sekolah. Matematika sekolah memiliki hakekat pembelajarannya. Matematika sebagai kegiatan mencari pola dan hubungan, matematika sebagai aktivitas berkreasi yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan, matematika sebagai pemecahan masalah, dan matematika sebagai kegiatan mengkomunikasikan informasi atau ide.

    ReplyDelete
  15. Munaya Nikma Rosyada
    1430141002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika sebagai kegiatan mencari pola dan hubungan diartikan sebagaiaktivitas siswa untuk membentuk hubungan-hubungan dari ide-ide yang terpisah. Guru dapat membantu siswa dengan memberi kesempatan bagi mereka untuk menemukan dan menginvestigasi pola, menjelaskan hubungan yang ditemukan, mendukung eksplorasi dan eksperimen, serta memahami hubungan-hubungan tersebut dalam matematika

    ReplyDelete
  16. Munaya Nikma Rosyada
    1430141002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika dapat melatih kreativitas. Dengan aktivitas yang dirancang untuk melatih kreativitas tersebut, muncul keingintahuan siswa dan akhirnya menjalankan intuisinya untuk berfikir secara murni dan beragam, untuk menghasilkan struktur dan desain matematika. Matematika sebagai jalan untuk memecahkan masalah berarti matematika dapat menyediakan ‘alat’ untuk memecahkan masalah. Guru memberi fasilitas kepada siswa dengan cara memberikan masalah matematrika yang menarik dan kontekstual, membantu siswa dalam mengidentifikasi info yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah dan bagaimana mencari info tersebut, memotivasi siswa untuk berfikir logis, konsisten, sistematis, dan memastikan siswa menggunakan keterampilan matematikanya.

    ReplyDelete
  17. Munaya Nikma Rosyada
    1430141002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika sebagai kegiatan mengkomunikasikan bisa diterapkan guru dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi secara formal maupun informal tentang ide-ide matematika, memotivasi siswa untuk membaca dan menulis, serta mendukung budaya dan kemampuan linguistik siswa yang berbeda-beda. Dengan menerapkan matematika sekolah, guru diharapkan mampu secara maksimal untuk memfasilitasi siswa dalam melatih kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, komunikasi antar teman, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan aktif

    ReplyDelete
  18. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakikat dari matematika itu sendiri terkait dengan matematika dilihat dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sementara itu, hakikat dari matematika sekolah sebagaimana matematika yang didefinisikan oleh Ebbut dan Straker (1995) bahwa matematika adalah pencarian akan pola dan hubungan; aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan; cara menyelesaikan masalah; sarana untuk mengkomunikasikan informasi atau gagasan.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam tulisan ini, saya melihat dominasi matematika sekolah dibanding matematika murni. Sehingga saya menyimpulkan bahwa sudut pandang yang diambil dalam tulisan ini adalah berdasarkan matematika yang sosial-konstruktivis. Pandangan sosial-konstruktivis memang lebih kompatibel dengan anak-anak usia sekolah secara umum. Karena matematika sebagai ilmu yang tidak dirasakan secara langsung keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari, harus ramah memperkenal diri. Berbeda apabila, memang dilingkungan tersebut, matematika sudah sangat akrab di telinga masyarakat, maka matematika sekolah menjadi tidak menarik bagi lingkungan tersebut, karena membosankan dan kurang menantang.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika sekolah dan matematika sebagai ilmu adalah dua hal yang berbeda. Matematika sekolah adalah sebuah aktivitas sosial yang dilakukan antara guru dan murid ataupun antara murid dengan murid. Sedangkan matematika sebagai ilmu adalah hirarki ilmu yang disusun atas intuisi yang ada hubungan dengan ruang dan waktu. Sehingga memang tidak bisa disamakan antara matematika sekolah dan matematika sebagai ilmu.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Matematika murni adalah matematika yang tidak memikirkan tujuan praktisnya sama sekali. Sepertinya kalau ia mempelajari bilangan, maka ia tidak menghubungkannya dengan banyaknya bunga adenium yang dimiliki, atau kalau mempelajari bentuk, ia tidak menghubungkannya dengan sebuah pot bunga. Matematika murni melepaskan dirinya dari keseharian kita, sehingga ketika guru menghadirkannya di dalam kelas, untuk mereka seusia siswa sekolah jelas tidak mudah tertarik. Apalagi disiplin berpikir sangat mutlak dalam memecahkan masalah matematika. Yaitu, abstraksi dan pembuktian. matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi dan alam.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Hal ini berarti matematika sekolah tidak sepenuhnya sama dengan matematika sebagai ilmu. Diantara perbedaannya yaitu penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya, dan tingkat keabstrakannya. Matematika sekolah yang dipilih adalah matematika yang dapat menata nalar, membentuk kepribadian, menanamkan nilai, memecahkan masalah, dan melakukan tugas tertentu.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika sekolah merupakan matematika yang disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Agar siswa menyenangi matematika maka menurut (Ebbut and Straker, 1995) guru tidak seharusnya menggunakan definisi matematika aksiomatis, melainkan mendefinisikan matematika sebagai matematika sekolah.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika sekolah merupakan matematika yang disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Agar siswa menyenangi matematika maka menurut (Ebbut and Straker, 1995) guru tidak seharusnya menggunakan definisi matematika aksiomatis, melainkan mendefinisikan matematika sebagai matematika sekolah.

    ReplyDelete
  25. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Banyak siswa berpikir bahwa matematika itu adalah ilmu yang hanya berhubungan dengan hitung menghitung, dan tak asing lagi matematika merupakan pelajaran yang sulit, dan pada akhirnya siswa takut pada matematika, ini yang sering saya lihat, adik saya dan anak disekitar di sekitar saya, beranggapan seperti itu. Karena memang pada kenyataanya guru memberi materi dan metode yang monoton. Sungguh ironi memang, jadi saya setuju dengan artikel di atas. Menurut saya inovasi disini memang sangat perlu utamanya memberi citra matematika itu sendiri. Guru hendaknya dapat memberi pemahaman baru bahwa matematika itu memiliki implikasi pada kehidupan. Memiliki sifat mengembangkan kreatifitas, terdapat filosofi bahwa mempelajari matematika sangat bermanfaat, bahkan menumbuhkan sikap peduli pada sekitar. Misalnya pada penghematan penggunaan air, listrik. Sehingga ilmu itu dapat bermanfaat bagi siswa mereka.
    Jadi guru perlu mengubah paradigma matematika disekolah itu berbeda dengan matematika di atas. Dimana matematika sekolah menurut Ebbut da Straker, A. (1995) matematika yaitu kegiatan mencari pola dan hubungan, kegiatan untuk kreativitas yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan, kegiatan pemecahan masalah serta kegiatan untuk mengkomunikasikan informasi atau ide.

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pemikiran matematis bersifat kontinu dan evolusioner, sedangkan gagasan matematika konvensional sering diperlakukan seolah-olah memiliki sifat statis tertentu. Tugas guru dan siswa adalah menenunnya bersama-sama. Pembelajaran matematika pada kurikulum 2013, menuntut siswa dalam berkreativitas, mencari pola dan hubungan, kegiatan dalam imajinasi, berintuisi, dan mengkomunikasikan informasi.Sebagai fasilitaor proses pembelajaran tersebut dapat terwujud apabila seorang pendidik dapat menerapkan student center dan tidak lagi menerapkan pembelajaran tradisional. Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan proses menemukan konsep sendiri dapat menjadi alternatif dalam mewujudkan proses tersebut. LKS dapat membantu siswa dalam pembelajaran student center karena siswa akan menggunakan hasil pemikiran dan diskusinya untuk mengerjakan kegiatan dalam LKS, selain itu campur tangan guru dalam pembelajaran hanya sebagai fasilitator saja dan membuat pembelajaran tidak hanya satu arah saja.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami ada dua pandangan yang berbeda dalam memandang matematika. Yaitu matematika sebagai ilmu (pure mathematics) yang lebih cenderung ke rasionalisme dan pandangan yang lain adalah matematika sekolah yang lebih cenderung ke empirisme yaitu matematika adalah aktivitas. Pembelajaran matematika disekolah merupakan suatu kegiatan sosial antara guru dengan siswa, serta siswa dengan siswa. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut mereka saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan tujuan memahami suatu konsep atau permasalahan terkait matematika. Tentu saja dalam memahami konsep matematika siswa terikat dengan intuisinya, dan ruang dan waktu yang mengikat dirinya pada saat itu.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Seperti yang telah diungkapkan dalam postingan yang lain, pada hakekatnya matematika murni bersifat abstrak, formal, dan fondasional. Maka anak-anak yang kodratnya berada pada ranah konkret tidak akan mampu bergaul dengan matematika murni. Maka perlu ada alat yang menjembatani antara matematika murni dengan dunia anak-anak. Ebutt dan Staker telah memunculkan gagasan yang disebut sebagai matematika sekolah. Matematika ini lebih cocok untuk bisa dikomunikasikan pada siswa. Menurut mereka, matematika adalah kegiatan mencari pola dan hubungan, matematika adalah kegiatan kreatif, melibatkan imaginasi intuisi dan penemuan, matematika adalah proses pemecahan masalah, matematika adalah mengkomunikasikan informasi dan ide.

    ReplyDelete
  29. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pernah dikemukakan sebelumnya bahwa ciri-ciri matematika antara lain obyeknya bersifat abstrak, memperhatikan semesta pembicaraan, pola pemikirannya deduktif, dan lain-lainnya. Akan tetapi, perlu dibedakan antara matematika murni dengan matematika sekolah. Matematika murni atau matematika untuk orang dewasa yang dipelajari ialah definisi, teorema, pembuktian, dan lainnya. Sedangkan untuk matematika sekolah, hal yang dipelajari ialah obyek-obyek konkret yang dapat dijangkau oleh pemikiran siswa sekolah dasar. Siswa dapat belajar matematika dengan melihat benda-benda konkrt yang ada di sekitarnya. Adapaun 4 prinsip matematika sekolah yakni matematika mencari pola hubungan, matematika meliputi aktivitas kreatif (melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan), matematika dalah cara menyelesaikan masalah, matematika adalah sarana untuk mengkomunikasikan informasi atau gagasan. Oleh karena itu, seyogyanyalah seorang pendidik memperhatikan subyek yang sedang belajar matematika agar tidak terjadi kesenjangan.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Matematika dan matematika sekolah secara makna mempelajari hal yang sama, tetapi secara pembelajaran bisa jadi berbeda. Pure mathematics bersifat konsisten dan tidak kontradiktif, sedangkan school mathematics penuh dengan inkonsisten dan kontradiktif. Sebagai contohnya, 2 = 2 (Pure mathematics) sedangkan 2 mungkin tidak sama dengan 2 untuk matematika sekolah, karena adanya ketidakkonsistenan dan kontradiksi. Melalui guru lah diperlukan perubahan paradigma tentang jenis matematika apa yang harus diajarkan di sekolah sehingga dapat melakukan inovasi dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  31. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Memperbaiki pradigma dalam memandang keaadan anak di dalam aktivitas belajar menjadi pandang perlu.Melihat sejauh mana anak-anak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa adanya penekanan gurunya.Belajar alami dimana gurunya berperan sebagai fasilitator bukan terjun terlalu dalam pada dunia anak.Kesempatan dan waktu mungkin bagi anak suatu yang berharga.Maka guru dapat memberikan peluang kepada anak untuk lebih bebbas dalam berpikir dan bertindak.Karena pembelajaran sifatnya bertahap-tahap dan berkelanjutan

    ReplyDelete
  32. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Thanks Prof. Marsigit for the very useful knowledge above. The thing that I can understand is the pure mathematical nature of Paul Ernest is the basis for the formation of school math ideas by S. Ebbutt and A. Straker. The questions by Paul Ernest are the true nature of mathematics, but they are not exactly applicable to students. That is, the students' mathematical learning at school should be appropriate to the age and stages of thinking development. So with the kind of mathematics that is worth taught in school by S. Ebbutt and A. Straker about mathematics is the search for patterns and relationships; creative activity, involving imagination, intuition and discovery; how to solve problems; and as a means of communicating information or ideas, is appropriate enough to be given to students at school. Thus, teachers become easy in communicating and facilitating learning math students at school.

    ReplyDelete
  33. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  34. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Untuk dapat memahmi masalah pembelajaran matematika, kita memulai dari pemahaman atas pandangan bermatematika. Ada gagasan yang menandakan matematika dibingkai oleh ruang dan waktu atau kontinu, dan ada yang memandang sebagai matematika sebagai konsep ilmu yang statis. Sudah menjadi peran guru untuk dapat menjembatani dan menenun konsep tersebut menjadi terapan yang dapat mendukung aktivitas pembelajaran siswa. Pada dasarnya pembelajaran matematika haruslah mencari pola hubungan, sebagai sarana ruang kreatif, pemecahan masalah dan sebagai sarana komunikatif atas informasi dan gagasan.

    ReplyDelete
  35. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    I totally agree with Ebbutt, S. and Straker who propose the description of school mathematics. Based on Ebbut and Starker, Mathematics is 1) a search for patterns and relationship; 2) creative activity, involving imagination, intuition and discovery ; 3) a way of solving problems 4) a means of communicating information or ideas. I will explain deeply about mathematics is a way of solving problems. Solving problems in mathematics is not only about solving math questions by using formula. Solving problems is also covers solving students’ daily life problems. This is also related to the connection between mathematics and lifes. This is also about math contextual teaching and learning (CTL) who give opportunity to students to learn mathematics from their experience.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Jika matematika murni langsung diberikan kepada siswa maka siswa tidak dapat menyerapnya dengan maksimal. Lebih dari itu siswa tidak akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Siswa akan menganggap bahwa matematika itu sulit dan tidak menyenangkan. Dengan demikian maka perlu diberikan matematika sekolah, yang dimaksud disini adalah matematika yang berkaitan langsung dengan kehidupan lingkungan siswa. Sehingga siswa dapat lebih paham dan tahu aplikasinya dalam kehidupan. Dengan kondisi yang demikian maka siswa akan lebih menyukai matematika dan sedikit demi sedikit akan menghilagkan paradigma bahwa matematika itu sulit.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk menginovasi pembelajaran dalam pendidikan matematika, guru perlu mengubah paradigma tentang jenis matematika yang diajarkan di sekolah. Ebbutt menyarankannya yakni dengan menganggap matematika untuk mencari pola dan hubungan, matematika sebagai kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan, matematika sebagai cara untuk memecahkan masalah, dan matematika sebagai cara mengkomunikasikan informasi atau ide.

    ReplyDelete
  38. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan artikel ini. Artikel ini semakin memperjelas bahwa antara matematika murni dengan matematika sekolah itu berbeda dan saling terikat antara ruang dan waktu. Seperti yang telah dijelaskan oleh tulisan-tulisan sebelumnya bahwa dalam mengajarkan matematika kepada anak-anak, guru hendaklah mengahadirkan matematika yang telah diubah dan dikonsepkan terkait dengan dunia nyata.
    Seperti yang dijelaskan oleh Ebbutt S. dan Straker A. bahwa dalam mempromosikan inovasi pembelajaran matematika, hendaklah mengimplikasikan pembelajaran seperti berikut: (1) mencarikan pola dan hubungan antara gagasan matematika, (2) melibatkan aktivitas kreatif dan imajinatif dalam memahami matematika, (3) melibatkan keterampilan dan proses problem solving ketika menghadapi permasalahan matematika, (4) mengkomunikasikan informasi atau gagasan matematika yang digambarkan dalam grafik, dll.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menurut Ebbut and Straker guru tidak seyogyanya menggunakan definisi matematika aksiomatis, melainkan mendefinisikan matematika sebagai matematika sekolah untuk membuat siswa menyenangi matematika. Yaitu dengan mendefinisikan sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan,kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan,kegiatan problem solving,dan alat berkomunikasi.

    ReplyDelete
  40. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Pembelajaran matematika pada kurikulum 2013, menuntut siswa dalam berkreativitas, mencari pola dan hubungan, kegiatan dalam imajinasi, berintuisi, dan mengkomunikasikan informasi. Sebagai fasilitator proses pembelajaran tersebut dapat terwujud apabila seorang pendidik dapat menerapkan student center dan tidak lagi menerapkan pembelajaran tradisional. Penggunaan LKS dan proses menemukan konsep sendiri dapat menjadi alternatif dalam mewujudkan proses tersebut

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  41. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Mempromosikan inovasi dalam pendidikan matematika, guru perlu mengubah paradigma mereka tentang apa jenis matematika yang akan diajarkan di sekolah . Ebbutt , S. dan Straker , A. mengusulkan matematika sekolah untuk didefinisikan dan implikasinya untuk mengajar sebagai berikut :
    a.Mathematics ialah mencari pola dan hubungan
    b.Mathematics merupakan kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi , intuisi dan penemuan
    c.Mathematics adalah cara pemecahan masalah
    d.Mathematics sebagai sarana mengkomunikasikan informasi atau ide-ide. Dalam hal ini yang paling penting bahwa matematika adalah melakukan sesuatu bukan hanya sekedar menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  42. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik, Matematika sekolah merupakan bagian dari matematika, yaitu matematika yang diajarkan di sekolah sehingga memiliki karakteristik yang lebih rinci. Matematika sekolah dipandang sebagai kegiatan atau aktivitas. Seperti yang telah disebutkan di atas, matematika sekolah memiliki definisi sebagai berikut: matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan, matematika sebagai aktivitas kreatif, kegiatan yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan discovery, matematika sebagai kegiatan penyelesaian masalah, serta matematika sebagai alat mengkomunikasikan ide. Namun saat ini di Indonesia, cara pandang mengenai pendidikan matematika seperti disebutkan diatas, masih dalam taraf usaha awal. Sebagai contoh, siswa terkadang hanya menuliskan simbol matematika tanpa tahu artinya, sehingga matematika belum dapat disebut sebagai alat komunikasi.

    ReplyDelete
  43. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematika salah satu fungsinya adalah sebagai media komunikasi untuk menyampaikan informasi atau ide. Matematika adalah bagaimana menyampaikan suatu ide kepada orang lain agar orang lain dapat memahaminya dan juga bagaimana mendengarkan dan menerima ide dari orang lain dengan menggunakan gambar, diagram, grafik, dan lain-lain. Komunikasi merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, komunikasi matematika merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika menurut NCTM.

    ReplyDelete
  44. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Imajinasi dan kemampuan berpikir kreatif serta intuitif merupakan salah satu kemampuan yang dituju dalam pembelajaran matematika. Soal-soal matematika dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari solusi dengan cara atau langkah apapun selagi langkah tersebut sesuai dengan teorema dan aksioma-aksioma yang ada dan dapat diterima secara logis maka jawabannya akan sama dengan cara lain yang ditempuh oleh siswa lain yang juga sesuai dengan teorema dan aksioma matematika. Kreativitas siswa dalam hal ini sangat diperlukan untuk mencari solusi suatu permasalahan matematika, begitu juga dengan intuisinya.

    ReplyDelete
  45. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya rasa dengan adanya penyampaian manfaat dalam matematika dapat menjadi acuan untuk perbaikan dalam pembelajaran matematika yang menurut siswa matematika hanya sekedar rumus saja. Selain itu guru juga dapat memunculkan kebermanfaatan matematika melalui pemberian motivasi-motivasi dan amsalah yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka bukan hanya soal cerita yang kadang-kadang menurut siswa tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

    ReplyDelete
  46. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Hal ini berarti matematika sekolah tidak sepenuhnya sama dengan matematika sebagai ilmu. Diantara perbedaannya yaitu penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya, dan tingkat keabstrakannya. Matematika sekolah yang dipilih adalah matematika yang dapat menata nalar, membentuk kepribadian, menanamkan nilai, memecahkan masalah, dan melakukan tugas tertentu.

    ReplyDelete
  47. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  48. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pembelajaran dengan metode tradiosonal adalah metode yang berpusat pada guru. guru menjelaskan dengan ceramah. Saat ini pembelajaran tradisional itu dianggap tidak efektif bila diterapkan, karena membuat siswa menjadi pasif, kurang kreatif dan hanya sebagai objek pembelajaran. Padahal pembelajaran yng efektif adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi aktif dan dapat membangun pengetahuannya sedniri sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna. Jika di dalam proses pembelajaran matematika, matematika yang diajarkan pada anak sekolah adalah matematika sekolah. Dimana prosesm pembeljarannya mencari pola dan hubungan yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan, sehingga nantinya dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan sehari-hari.

    ReplyDelete
  49. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mathematics as a communication meaning is one of the most grateful thing we have to be focus on. A lot of people has abandoned this magical issue, because it may not look as important as others. Communicating ideas is very important since every kind of work needs a verbal skill to at least talking to customer, client, students, parents, driver, etc. Everyone needs to communication what they're thinking. By mastering mathematics it would help students to construct their ability to use charts, diagrams, or even math sentences to describe a phenomenon or situation. Students will be able to communicate in such a clever way rather that just being locked out in the edge.

    ReplyDelete
  50. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Matematika memiliki karakteristik tersendiri yang juga berkaitan dnegan karakteristik pendidikan di sekolah. Maka, dalam membelajarkan matematika diperlukan pengetahuan yang tepat tentang keduanya agar guru dapat melakukan pembelajaran yang inovatif. Paradigma yang ada pada guru matematika di Indonesia telah menghambat dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, perlunya merubah paradigma guru matematka di Indonesia dalam hal pembelajaran matematika menjadi paradigm yang mendukung pembelajaran inovatif. Paradigma-paradigma inovatif tersebuti ialah matematika merupakan pencarian pola dan hubungan; matematika adalah aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan; matematika adalah cara untuk memecahkan masalah; serta, matematika adalah saran untuk mengkomunikasikan informasi atau gagasan.

    ReplyDelete
  51. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Matemaika dapat digunakan untuk mempermudah hidup manusia. Dengan mengetahu sifat dari matematika dan matematika sekolah, maka kita akan mengetahui kapan matematika dapat digunakan. Pembelajran matematika menggunakan berbagai macam pembelajarn dan disesuaikan dengan subjek yang mempelajarinya. Sehingga matematika akan berasa mudah untuk dipahamai ileh berbagai kalangan.

    ReplyDelete
  52. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    As a teacher, we should know that mathematics in school or mathematics for younger learner is different from pure mathematics. Mathematics in school should be a searching process of pattern and relationship, mathematics should be an activity, mathematics as a problem solving activity, and then mathematics should be a communication. Mathematics is everything that exist in the students daily life. So that students will easier and happier in learning mathematics.

    ReplyDelete
  53. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Terima kasih Pak Marsigit karena telah menambah wawasan kita mengenai bagaimana sesungguhnya matematika sekolah itu. Saya setuju sekali dengan semua isi pendapat Ebbutt, S. and Straker, A.
    Matematika adalah mencari pola dan hubungan. Suatu konsep dipahami oleh siswa melalui serangakain aktivitas dan kemudian dari aktivitas tersebut siswa mencari pola-polanya dan menghubungkanya dengan konsep yang di pelajari, Sehingga matematika sekolah tidak bisa jika dianjarkan melalui definisi, karena definis akan justru membatasi/mengekang siswa dalam mencari pola dan hubungan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  54. Assalamualaikum, wr.wb.
    Selain itu definisi juga membatasi kesempatan siswa untuk mengutarakan pendapat atau ide-idenya. Padahal matematika sekolah adalah kontruktivis dan berorientasi kepada siswa, jika siswa tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat/ide-idenya maka pbmnya tidak akan kontruktivis dan student centered lagi. Oleh karean itu mtk sekolah bukanlah matematika yang dipahami melalui definisi.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  55. Sesungguhnya matematika murni itu sangatlah luas pembahasannya yang sesungguhnya menyangkut atau berhubungan juga dengan bidang ilmu lainnya. Namun jika kita hubungakan dengan matematika di sekolah maka kita bisa menganggap bahwa matematika di sekolah adalah bagian dari matematika murni, dan bukan sebaliknya. Siswa di sekolah tidak akan mampu mempelajari matematika murni secara keseluruhan. Mereka hanya mengabstraksi matematika yang berada nyata ada dan dekat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  56. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    Pps PM A

    Matematika memiliki banyak definisi menurut orang yang berbeda-beda. Dalam bacaan ini matematika menurut Ebbutt dan Straker terdiri dari empat kegiatan yang berpusat kepada siswa, yaitu menemukan pola dengan menginvestigasi, melakukan kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan, kemudian dengan adanya proses penemuan tersebut siswa diharapkan dapat memecahkan masalah yang dihadapi, dan pada akhirnya siswa mampu menjadikan matematika sebagai cara mengkomunikasikan informasi atau idenya. Maka tugas guru adalah bagaimana cara agar kegiatan yang dilakukan siswa tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memperoleh tujuan pendidikan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  57. Dalam ilmu matematika di bedakan menjadi dua yakni matematika secara murni dan pendidikan matematika. Meskipun berasal dari induk yang sama, namun proses pembelajajran kepada subyek maupun obyek belajar harus memiliki nilai yang berbeda karena subyek atau obyek yang mempelajari kedua hal tersebut dari segi psikologis dan kemampuan berpikir. Oleh karena itu, untuk menghindari kerancuan dalam proses pembelajaran, maka dalam pendidikan matematika perlu mengembangkan paradikma bahwa (1) Mathhematics adalah pencarian pola dan hubungan, (2) Matematika adalah aktivitas kreatif, melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan , (3) Matematika adalah cara untuk memecahkan masalah, (4) Matematika adalah sarana untuk mengkomunikasikan informasi atau gagasan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  58. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Sebagai upaya mengembangkan inovasi dalam pendidikan matematika, guru perlu mengubah paradigm pembelajaran dari matematika murni menjadi matematika sekolah. Ebbut dan Stratker mengusulkan definisi matematika sekolah yaitu matematika adalah pencarian pola dan hubungan, matematika adalah aktivitas kreatif, matematika adalah cara untuk memecahkan masalah, dan matematika merpuakan sarana untuk mengkomunikasikan inormasi atau gagasan. Untuk memenuhi definisi matematika sekolah ini guru perlu mengembangkan pemebelajaran berbasis aktivitas dimana siswa dapat mengembangkan kretifitas, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasinya.

    ReplyDelete
  59. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Matematika murni dan matematika pendidikan merupakan dua konsepsi yang berbeda. Matematika murni yang sarat akan definisi, teorema, pembuktian, menalar dan sebagainya tentu berbeda dengan matematika endidikan yang ditujuakn untuk membelajarkannya kepada para siswa. Jika kita memberikan konsep matematika kepada siswa dengan leksikal, memberikan teorema definisi dan sebagainya, tentu sisa akan merasa asing dan tidak terlibat sama sekali dengan apa yang mereka pelajari. Padahal proyek guru ialah membelajarkan matematika sedemikian sehingga siswa dapat mewarisi dan mengaplikasikan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan lainnya dalam kehidupan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  60. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Pembelajaran matematika di sekolah perlu adanya sebuah inovasi untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa. Matematika merupakan sebuah pencarian pola-pola dan menghubungkannya. Matematika dapat dianggap sebagai jaringan ide yang saling terkait. Kedua matematika adalah kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan. Ketiga matematika adalah cara memecahkan masalah matematika dapat memberikan serangkaian solusi. Siswa dapat mengembangkan keterampilan dan proses pemecahan masalah dan dapat memulai masalah matematika mereka sendiri. Keempat matematika merupakan sarana mengkomunikasikan informasi atau ide, bahasa dan komunikasi grafis yang merupakan aspek penting dari pembelajaran matematika

    ReplyDelete