Feb 12, 2013

The Role of Cognitive Development Theory for Mathematics Education


By. Marsigit

Theories about how children think and learn have been put forward and debated by philosophers, educators and psychologists for centuries; however, the contemporary thinking about education, learning and teaching is not 'brand new'; certain theories have been absorbed and transformed over time or translated into modern terms; and, some of them become prominent and influential (Wood, 1988).There is no question at all to the fact that anything related to the term 'cognitive development' is greatly embeded to the work of two greatest figures of developmental psychology in twentieth century, Jean Piaget and Lev Vygotsky.

Piaget's influence on the primary mathematics curriculum and on research developmental psychology has been immense; Vygotsky's work has been gaining in influence over the past ten years. Traditionally, primary education has looked to child development and psychology for theoretical guidance and underpining (Gipps, 1994); Piaget's positive contribution, however, was both to start a theoretical debate about young children's intellectual development and to encourage the close observation of children; Vygotsky, the Russian psychologist, has given us a number of crucial insights into how children learn, of which to have particular consequences for classroom.

Observing child's behaviours when she interacts with surrounding objects or people, may be the starting point to discuss about the mechanisms of her cognitive development. In the interactions she may look at the object, take hold of it, listen to the sound or talk to the people; more than just these, she may also categorize, memorize or even make the plan for a certain activity. Such behaviour is taken for granted, much is automatic, yet for it happen at all requires the utilization of complex cognitive processes (Turner, 1984).

By perceiving or attending to the visual and auditory surroundings, she may keep these in her mind. Her recognition of the functions of the objects, for example that the chair has the function for sitting, is related to the using of her memories and her developing the concepts of a 'chair'. Cognitive processes underlie the ability to solve problems, to reason and to learn. Implicitly, the above proposition lead that the term of 'cognitive development' is associated with the development of the processes and the content to which these processes are applied. Behaviourists characterize internal processes by associating them with the 'stimulus-response'.

The reason why a person gives a particular response to a particular stimulus was thought to be either because the two were associated in some way, that is, the response was 'conditioned', or because the appearance of this response had been rewarded previously (Turner, 1984). Information-processing approach assumes that a person who perceives stimuli, stores it, retrieves it, and uses it (ibid, 5); information is transformed in various ways at certain stages in its processing.

Piaget (1969) admitted that any explanation of the child's development must take into consideration two dimensions: an ontogenetic dimension and a social dimension (in the sense of the transmission of the successive work of generations). Piaget used a biological metaphor and characterized mathematical learning as a process of conceptual reorganization. At the heart of Piaget's theory is the idea of structure; cognitive development, and in particular the emergence of operational thought, is characterized in term of the emergence of new logical or logico-mathematical structures. Further, Light states that Piaget's theory has a functional aspect, concerned with intelligence as adaptation, with assimilation, accommodation and equilibration; his main contribution and influence lay in his structural account of cognition.

Central to Piaget's view of the child is the assumption that the child actively constructs his own ways of thinking through his interactions with the environment (ibid, p.216). Piaget used observations of his own children to formulate some aspects of the development of intelligence. Absolutists view mathematical truth as absolute and certain; and, progressive absolutists view that value is attached to the role of the individual in coming the truth (Ernest, 1991). They see that humankind is seen to be progressing, and drawing nearer to the perfect truths of mathematics and mathematics is perceived in humanistic and personal terms and as a language (ibid, p.182).

Piaget provides 'a license for calling virtually anything a child does education (McNamara, 1994); moreover, an analysis of the development of the progressive movement in the UK suggests that it was only after child-centered methods were established in some schools that educationists turned to psychologists such as Piaget to provide a theoretical justification for classroom practice. The other foundation for a number studies in Psychology, in which Piaget played a prominent part, seems to be influenced greatly by Durkheim's assumption, as Luria cited that the basic processes of the mind are not manifestations of the spirit's inner life or the result of natural evolution, but rather originated in society. And Vygotsky stressed on using socio-cultural as the process by which children appropriate their intellectual inheritance.

Reference:
Ernest, P.,1991, The Philosophy of Mathematics Education, London : The Falmer Press.
Gipps, C., 1994, 'What we know about effective primary teaching' in Bourne, J., 1994, Thinking Through Primary Practice, London : Routledge.
McNamara, D., 1994, Classroom pedagogy and primary practice, London : Routledge.
Piaget, J. and Inhelder, B., 1969, The psychology of the child, London : Routledge & Kegan Paul.
Turner, J.,1984, Cognitive Development and Education, London: Methuen.
Vygotsky, L.S, 1966, 'Genesis of the higher mental functions' in Light, P. et al. , 1991, Learning to Think : Child Development in Social Context 2, London : Routledge.
Wood, D., 1988, How Children Think & Learn, Oxford: Basil Blackwell.

43 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Piaget menjelaskan bahwa ada dua dimensi dalam perkembangan anak, mereka dimensi ontogenetic dan dimensi sosial. Dalam dimensi sosial, anak harus mengembangkan cara mereka sendiri berpikir melalui interaksi dengan lingkungan. Jadi, mereka akan lebih aktif. Di Inggris Raya membuktikan bahwa perkembangan anak akan berkembang jika metode pengajaran di kelas adalah siswa-berpusat.

    ReplyDelete
  2. Teori perkembangan kognitif yang paling banyak didasarkan pada karya Piaget dan lev Vigotsky. Selain empat tahap perkembangan kognif yang disampaikan Piaget. Piaget juga menjelaskan bagaimana seseorang menerima pengetahuannya yaitu melalui adaptasi dan keseimbangan. Adaptasi terdiri dari asimilasi dan akomodasi. Asimilasi berarti mengingat kembali pengetahuan yang telah dipelajarinya. Seorang yang telah diajari tentang kucing akan menyebut nama kucing ketika melihat kucing itulah asimilasi. Tetapi ketika melihat harimau di kebun binatang walapun bentuknya seperti kucing tetapi lebih besar maka akan terjadi akomodasi, mendapat pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan sebelumnya.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    “Indahnya perbedaan”, adalah kalimat yang sangat sering kita dengar. Adanya perbedaan akan membuat sesuatu hal lebih berwarna. Begitu juga dalam hal pola pikir anak didik yang berbeda-beda. Piaget mengungkapkan bahwa setiap anak memiliki struktur kognitif yang berbeda-beda. Oleh karena itu sebagai calaon guru kita hrus mampu memahami peserta didik kita yang tentunya struktur kognitifnya berbeda-beda. Kita hrus mampu menjadi fasilitator bagi mereka.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016


    Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar. dengan berbagai macam pengamatan dan pengalamannya telah memberi kita sejumlah wawasan penting tentang bagaimana anak belajar, yang memiliki konsekuensi khusus untuk kelas Mengamati perilaku anak saat berinteraksi dengan objek atau orang di sekitarnya, mungkin merupakan titik awal untuk mendiskusikan mekanisme perkembangan kognitifnya.

    ReplyDelete
  5. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam pembelajaran matematika diperlukan interaksi dengan benda – benda di sekitar untuk menjadi titik awal pembahasan suatu materi. Dari hal – hal seperti itu membuat siswa melakukan pengamatan langsung. Sehingga keingintahuan tentang konsep awal siswa meningkat. Perkembangan kognitif akan berkembang dengan maksimal apabila prior knowledge dimiliki siswa telah mantap.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Piaget (1969) mengakui bahwa penjelasan perkembangan anak harus mempertimbangkan dua dimensi: dimensi ontogenetik dan dimensi sosial (dalam arti transmisi karya generasi berturut-turut). Piaget menggunakan metafora biologis dan mengkarakterisasi pembelajaran matematika sebagai proses reorganisasi konseptual. Inti teori Piaget adalah gagasan tentang struktur; Perkembangan kognitif, dan khususnya munculnya pemikiran operasional, ditandai dengan munculnya struktur logis atau log-matematis baru. Lebih jauh lagi, Light menyatakan bahwa teori Piaget memiliki aspek fungsional, berkaitan dengan kecerdasan sebagai adaptasi, dengan asimilasi, akomodasi dan ekuilibrasi; Kontribusi dan pengaruhnya utamanya terletak pada catatan struktural tentang kognisi.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Karya Jean Piaget tentang kognitif anak-anak Pengembangan, khususnya dengan konsep kuantitatif, Telah mengumpulkan banyak perhatian di bidang pendidikan. Piaget mengeksplorasi kognitif anak-anak Pengembangan untuk mempelajari minat utamanya terhadap genetik epistemologi. Setelah menyelesaikan doktornya, dia Menjadi tertarik dengan proses dimana anak-anak Mencapai jawaban mereka; Dia menggunakan percakapan sebagai a
    Berarti menyelidiki pemikiran anak berdasarkan Prosedur eksperimental yang digunakan dalam psikiatri Mempertanyakan. Salah satu kontribusi teori Piagetian menyangkut Tahap perkembangan kognisi anak-anak. Dia bekerja Pada perkembangan kuantitatif anak telah disediakan Pendidik matematika dengan wawasan penting tentang bagaimana caranya Anak-anak belajar konsep dan gagasan matematis. Ini Artikel menjelaskan tahapan perkembangan kognitif dengan Sebuah penekanan pada pentingnya matematika Pengembangan dan memberikan saran untuk perencanaan Instruksi matematika

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pengetahuan dikonstruksi secara kolaboratif antar individual dan keadaan tersebut dapat disesuaikan oleh setiap individu. Proses dalam kognisi diarahkan melalui adaptasi intelektual dalam konteks sosial budaya. Untuk membahas tentang mekanisme perkembangan kognitif anak berawal dari pengamatan perilaku anak ketika berinteraksi dengan orang-orang dan benda-benda disekelilingnya. Walaupun dalam interaksi tersebut memburuhkan proses yang komplek untuk mengetahui perkembangan kognitifnya. Proses kognitif mendasari kemampuan untuk memecahkan masalah, untuk berpikir dan belajar.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Dalam perkembangan peserta didik terdapat berbagai macam aliran salah satunya adalah aliran psikologi kognitif. Beberapa teori yang membahas seperti Piaget. Dimana Piaget menjelaskan tahap perkembangan kognitif anak sesuai umurnya dan proses berpikirnya. Kemudian Bruner mengenai 3 proses belajar anak dari enaktif, ikonik hingga simbolik. Geslat mengemukakan tahap yang harus diperhatikan guru ketika mengajar. Brownell pembelajaran bermakna dan berdasarkan pengertian. Dienes mengenai tahap-tahap belajar matematika sesuai usia (karena berdasarkan teori Piaget) yaitu mulai dari bermain hingga formalisasi. Kemudian masih banyak lagi ahli maupun teori ynag mengungkap perkembangan kognitif anak. Dan dalam mengajarkan matematika, guru dapat mengacu pada salah satu teori di atas sesuai dengan kebutuhan.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Teori perkembangan kognitif Piaget banyak mempengaruhi dunia pendidikan, terutama pendidikan kognitif pada masa anak – anak sampai remaja.

    ReplyDelete
  11. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. Teori perkembangan kognitif dan teori perkembangan piaget mempunyai sumbangan yang besar dalam bidang pendidikan diantaranya :Pendidikan anak didik berkembang secara perlahan dengan tahapan-tahapannya, mulai dari yang konkrit ke abstrak, mulai dari tahap sensorimotor ke pemikiran formal, Pendidik perlu mengerti tahap perkembangan anak didik sehingga dapat membantu anak didik secara lebih tepat, Karena pengetahuan adalah konstruksi anak didik sendiri, anak didik harus dibantu aktif dalam mengolah, mendalami, dan membangun pengetahuannya. Seluruh metode pendidikan perlu menekankan keaktifan anak didik, Pendidik perlu menciptakan suasana yang menantang anak didik berfikir, merumuskan pikirannya, serta mengekspresikan apa yang anak didik ketahui.

    ReplyDelete
  12. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa perilaku anak ketika ia berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya atau orang, bisa menjadi titik awal untuk membahas atau meneliti bagaimana tingkat perkembangan kognitif anak tersebut. Dalam berbagai interaksi yang ia lakukan membutuhkan pemanfaatan proses kognitif yang kompleks, sehingga akan tampak bagaimana ia melakukan berbagai tindakan sebagai efek dari perkembangan kognitifnya. Siswa secara bertahap akan mengetahui fungsi-fungsi, kinerja, atau hal-hal lain yang dapat ia temukan dalam interaksi dengan objek-objek tertentu. Sehingga dari sini siswa dapat mengkonstruksi sendiri dengan apa yang mereka temukan pada lingkungan sekitar mereka.

    ReplyDelete
  13. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori perkembangan yang disampaikan oleh Piaget dapat membantu guru dalam menyusun metode pembelajaran yang tepat agar disesuaikan dengan perkembangan siswa. Teori Piaget membantu guru untuk pembelajaran dari mulai ranah konkrit sampai dengan abstrak. Dengan teori itu dapat membantu guru menyusun materi dan soal sesuai dengan perkembangan siswa. Selain itu guru juga harus dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri melalui pembelajaran yang diberikan oleh guru karena guru berperan sebagai fasilitator dan pusat pembelajaran ada pada siswa.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Teori kognitif memiliki dua tokoh yaitu Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Menurut Jean Piaget, pembelajaran matematika perlu memberhatikan tingkat perkembangan siswa. Misal saat SD siswa baru pada tahap operasional konkret, maka pembelajaran matematika haruslah kontekstual. Siswa SMP dan SMA sudah pada tahap operasional formal, maka pada SMP dan SMA siswa sudah mampu untuk mulai bermatematika formal. Menurut Lev Vigotsky kemampuan kognitif berkembang karena lingkungan sosial, oleh karena itu pembelajaran kooperatif akan lebih efektif. Contohnya, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif seting STAD merupakan pendekatan yang tepat, karena pendekatan pembelajaran kooperatif seting STAD lebih efektif daripada pendekatan pembelajaran konvensional, dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematika siswa.

    ReplyDelete
  15. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Teori perkembangan kognitif yang paling banyak didasarkan pada karya Piaget dan lev Vigotsky. Piaget menekankan pada keaktifan individu dalam mengkonstruk pengetahuaannya. Pengetahuan dibangun sendiri oleh anak yang sedang belajar. Piaget menyoroti bagaimana anak mengkonstruksi pengetahuan dari berinteraksi dengan pengalaman dan objek yang dihadapi. Sedangkan Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan.
    Piaget memandang anak-anak belajar melalui penemuan individual, sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukannya peranan orang dewasa dan anak-anak lain untuk memfasilitasi anak membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Piaget’s yang mementingkan perkembangan intelektual anak berlangsung melalui tahap terdefinisi, bahwa anak-anak mengembangkan konsep mereka melalui interaksi dengan lingkungan, dan untuk sebagian besar tahun utama kebanyakan anak berada dalam tahap operasi konkrit. Sehingga anak di bawah kearah yang real. Dengan adanay teori piaget akan mampung mambngun struktur pengetahuan siswa itu nanti kedepannya.

    ReplyDelete
  17. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Peran teori perkembangan kognitif dalm pembelajaran matematika yaitu suatu bentuk representasi pola pikir siswa dari apa yang mereka temukan sebagai konsep matematika. Teori perkembangan kognitif banyak dikembangkan oleh beberapa ahli diantaranya yaitu piaget dan vygotsky. Teori belajar yang dikemukakan Piaget berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Dimana setiap tahap perkembangan intelektual dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Sedangkan Vygotsky lebih menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan, karena interaksi sosial tersebut dengan orang lain merupakan faktor terpenting yang dapat memicu perkembangan kognitif seseorang.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perkembangan kognitif anak memang dicetuskan oleh Piaget dalam tujuannya sebagai pedoman sejauh mana tingkatan berpikir anak. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan tingkatan berpikir mereka. Misalnya pembeda antara pembelajaran matematika anak SD dengan anak SMA. Light dalam elegi ini menyoroti bahwa teori Piaget hanya melulu tentang kognitif saja. Padahal, tahapan berpikir anak harus memperhatikan dua dimensi, yaitu ontogenetik dan dimensi sosial. Dimensi ontogenetik berkaitan dengan inteligen siswa, yaitu proses adapsi pengetahuan, asimilasi kemudian akomodasi untuk mencapai keseimbangan. Akan lebih baik jika teori Piaget ini dipadukan dengan teori Vygotsky tentang dimensi sosial yaitu kegiatan belajar siswa sebagai aktivitas sosial, misalnya emlalui diskusi atau kerja kelompok.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Piaget menyakini bahwa anak-anak secara alami mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia. Piaget mengemukakan dalam teorinya bahwa kemampuan kognitif manusia terdiri atas empat tahapan yaitu tahap sensorimotor, tahap pra operasional, tahap operasi kongkret, dan tahap operasi formal.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori tentang belajar selalu berkembang dari waktu ke waktu. Teori belajar terbaru bersifat melengkapi teori belajar sebelumnya. Teori tentang bagaimana anak berpikir dan belajar telah diajukan dan diperdebatkan oleh para filsuf, pendidik, dan psikolog selama berabad-abad; Namun, pemikiran kontemporer tentang pendidikan, pembelajaran dan pengajaran bukanlah hal yang baru. Teori-teori tertentu telah diserap dan diubah dari waktu ke waktu atau diterjemahkan ke dalam istilah modern. Dan, beberapa di antaranya menjadi menonjol dan berpengaruh (Wood, 1988). Tidak ada pertanyaan sama sekali bahwa ada sesuatu yang berhubungan dengan istilah 'perkembangan kognitif' yang sangat disematkan pada karya dua figur terbesar psikologi perkembangan di abad kedua puluh. Jean Piaget dan Lev Vygotsky.

    ReplyDelete
  21. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa Piaget dengan teori perkembangan anak. Teori perkembangan Piaget dengan konsep kecerdasan seperti halnya sistem biologi membangun struktur untuk berfungsi, pertumbuhan kecerdasan ini dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial, kematangan dan ekuilibrasi. Semua organisme dilahirkan dengan kecenderungan untuk beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungannya. Cara beradaptasi berbeda bagi setiap individu, begitu juga proses dari tahap yang satu ke tahap yang lain dalam satu individu. Adaptasi terjadi dalam proses asimilasi dan akomodasi. Kita merespon dunia dengan menghubungkan pengalaman yang diterima dengan pengalaman masa lalu kita (asimilasi), sedangkan setiap pengalaman itu berisi aspek yang mungkin saja baru sama sekali. Aspek yang baru inilah yang menyebabkan terjadinya dalam struktur kognitif (akomodasi). Asimilasi adalah proses merespon pada lingkungan yang sesuai dengan struktur kognitif seseorang. Tetapi proses pertumbuhan intelektual tidak akan ada apabila pengalaman yang ditangkap tidak berbeda dengan skemata yang ada oleh sebab itu diperlukan proses akomodasi, yaitu proses yang merubah struktur kognitif. Bagi Piaget proses akomodasi tersebut dapat disamakan dengan belajar. Konsep ini mejelaskan tentang perlunya guru memilih dan menyesuaikan materi berpijak dari ide dasar yang diketahui anak, untuk kemudian dikembangkan dengan stimulasi lebih luas misalnyadalam bentuk pertanyaan sehingga kemampuan anak meningkat dalam menghadapi pengalaman yang lebih kompleks.

    ReplyDelete
  22. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Piaget meyakini bahwa anak-anak secara alami mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia. Teori Piaget memiliki beberapa persamaan dengan Teori Vygotsky, yaitu: pertama, keduanya mengakui adanya pengetahuan atau konsep awal; Kedua, meraka sepakat pengetahuan dibangun oleh si pembelajar, Piaget lebih menekankan peran personal, sedangkan Vygotsky lebih menekankan peran sosiokultural.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar, sedangkan karya Vygotsky mulai berpengaruh selama sepuluh tahun terakhir. Pemikiran Piaget memulai debat teoritis tentang perkembangan intelektual anak-anak dan untuk mendorong pengamatan anak-anak secara dekat, sedangkan Vygotsky memberi wawasan penting tentang bagaimana anak belajar, yang memiliki konsekuensi khusus untuk kelas.

    ReplyDelete
  24. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemampuan kognitif siswa disuatu kelas pastilah berbeda. ada siswa yang kemampuannya tinggi, sedang dan rendah. Oleh karena itu sebagai guru harus benar-benar menyikapi dengan bijak. Tidak bisa menyamakan kemampuan siswa satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  25. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam perkembangan siswa terdapat berbagai macam teori belajar misalnya teori psikologi kognitif. Salah satunya yaitu teori belajar Piaget. Menurut Piaget, tahap perkembangan intelektual anak secara kronologis terjadi 4 tahap. Urutan tahap-tahap ini tetap bagi setiap orang, akan tetapi usia kronologis memasuki setiap tahap bervariasi pada setiap anak. Keempat tahap dimaksud adalah sebagai berikut: (1) Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun), (2) Tahap pra operasional (umur 2-7 tahun), (3) Tahap operasi kongkret (umur 7-11 tahun), (4) Tahap operasi formal (umur 11 ke atas).

    ReplyDelete
  26. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Teori perkembangan kognitif yang dikembangkan oleh Piaget berperan penting dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika. Dalam teorinya tersebut, Piaget membahas bagaimana cara siswa belajar. Teorinya ikut mewarnai model-model, pendekatan-pendekatan, dan strategi-strategi yang dilaksanakan dalam pembelajaran matematika. Hal ini tampak dalam kegiatan pembelajaran yang menginginkan adanya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered), yang dengan aktivitasnya mampu mengkonstuksi pengetahuan atau konsep matematika dengan memperhatikan perbedaan individual tanpa mengesampingkan interaksi sosial.

    ReplyDelete
  27. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Teori Perkembangan Kognitif sangat berpengaruh terhadap pembelajaran matematika. Teori ini digunakan untuk mencari metode pembelajaran yang cocok diterapkan oleh guru kepada siswa di tingkat perkembangan tertentu. Dengan memilih metode yang tepat, diharapkan siswa mampu menerima dan belajar dengan baik

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Piaget berpendapat bahwa siswa akan aktif mengkontruksi pengetahuannya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. Secara filsafat, siswa akan mendapatkan ilmu apabila dia telah melewati pembelajaran dengan sensasi pengalaman hidupnya. Dengan interaksinya dengan lingkungan (dalam bentuk kegiatan siswa), siswa akan mendapat banyak pengalaman dan akan lebih mudah memahami suatu konsep ilmu

    ReplyDelete
  29. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Teori Vygotsky mendasari adanya model pembelajaran konstruktivisme. Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang siswa yang aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh siswa itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus-menerus melalui proses rekonstruksi.

    ReplyDelete
  30. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Menurut Piaget bahwa kognitif anak selalu berkembang. Perkembangan kognitif tersebut harus diketahui oleh guru, karena dengan mengetahui perkembangan kognitif siswa nya maka guru dapat mengetahui adanya tahap-tahap perkembangan tertentu pada kemampuan berpikir anak di kelasnya. Dengan demikian guru bisa memberikan perlakuan yang tepat bagi siswanya, misalnya dalam memilih cara penyampaian materi bagi siswa, penyediaan alat-alat peraga dan sebagainya, sesuai dengan tahap perkembangan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh siswa masing-masing. Guru perlu mencermati apakah symbol-simbol matematika yang digunakan guru dalam mengajar cukup mudah dipahami siswa, dengan mengingat tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  31. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ada alasan mengapa seseorang memberikan respon tertentu terhadap stimulus tertentu dianggap baik karena keduanya terkait dalam beberapa cara, yaitu, respon yang dikondisikan, atau karena penampilan respon ini telah dihargai sebelumnya. Pendekatan pemrosesan informasi mengasumsikan bahwa seseorang yang merasakan rangsangan akan mengambil, mengolah dan menggunakannya. Informasi ditransformasikan dalam berbagai cara pada tahap tertentu dalam pengolahannya.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bicara mengenai peranan teori cognitif dalam matematika ialah sangat penting. Karena denga teori kognitif maka para guru harus mengetahui beban kerja anak karena sitiap anak memiliki kapasitasnya sendiri sendiri. Serata dalam teori cognitive, ada banyak factor seperti intrinsic cognitive load dan ekstrinsik cognitive load sehingga penyerapan materi matematika siswa harus diperhatika. Seperti materinya aatau contoh yang diberikan a\ialah well defined atau ill defined oleh siswa.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Mengamati perilaku anak ketika ia berinteraksi dengan benda-benda atau orang-orang di sekitarnya, mungkin menjadi titik awal untuk membahas tentang mekanisme perkembangan kognitifnya. Dalam interaksi, anak mungkin melihat objek, memegang, mendengarkan suara atau berbicara dengan orang lain. Selain itu dia juga dapat mengkategorikan, menghafal atau bahkan membuat rencana untuk aktivitas tertentu.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dengan mengamati atau memperhatikan lingkungan visual dan auditori, anak dapat menyimpannya dalam pikirannya. Maka akan muncul pengakuan anak dari fungsi objek. Sehingga proses kognitif mendasari kemampuan untuk memecahkan masalah, untuk berpikir dan belajar.

    ReplyDelete
  35. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Teori belajar kognitif fokus kepada bagaimana siswa belajar, menurut teori belajar yang digagas oleh Piaget, bagaimana bentuk siswa belajar, yaitu asimilasi mengintegrasikan pengalaman baru kedalamskema yang ada di dalam pikirannya, kemudian akomodasi merupakan memodifikasi skema yang telah ada sesuai dengan rangsangan pengetahuannya, selanjutnya ekuilibrum yaitu menggabungkan antara asimilasi dan akomodasi. Di dalam pembelajaran matematika juga menggunakan konsep teori belajar demikian.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pemikiran kontemporer tentang pendidikan, pembelajaran dan pengajaran bukanlah sesuatu yang baru karena teori-teori yang ada di dalamnya diserap dan diubah dari waktu ke waktu atau dari pendapat para filsuf dan diterjemahkan ke dalam yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman. Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar serta perkembangan intelektual anak-anak dan sedangkan Vygotsky menjelaskan mengenai bagaimana anak belajar dengan konsekuensi khusus untuk kelas. Piaget dikenal dengan schemata yang diperoleh ketika siswa memperoleh skema-skema yang akan membentuk struktur kognitif sedangkan Vygotsky terkenal dengan ZPD (Zone of Proximal Development) yaitu jarak antara perkembangan aktual dengan perkembangan potensial.

    ReplyDelete
  37. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam pembelajaran matematika saat ini, teori perkembangan kognitif memang memiliki peran yang besar. Cara belajar yang sebaiknya dilakukan memang sudah banyak dikemukakan, beberapa diantaranya oleh Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Pembelajaran matematika saat ini pun sudah berbeda, karena pebelajaran sudah tidak lagi berpusat pada guru, namun juga berpusat pada siswa. Saat ini siswa diminta untuk membangun pengetahuan sendiri dan guru sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  38. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Diakui bahwa level kognitif respon siswa dalam matematika ditentukan tidak hanya oleh kemampuan siswa, namun juga keterampilan dimana guru mampu melibatkan siswanya dalam aktivitas matematika. Hal ini memerlukan perkembangan pendekatan ilmu pendidikan dalam matematika yang sifatnya sensitif dan berkaitan dengan sasaran serta budaya siswa. Siswa yang diberi label “kurang mampu dalam matematika” bisa secara cepat meningkatkan level kinerjanya ketika mereka terlibat secara sosial dan budaya dalam aktivitas terkait matematika (Mellin-Olsen, 1987)

    ReplyDelete
  39. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Diakui bahwa level kognitif respon siswa dalam matematika ditentukan tidak hanya oleh kemampuan siswa, namun juga keterampilan dimana guru mampu melibatkan siswanya dalam aktivitas matematika. Hal ini memerlukan perkembangan pendekatan ilmu pendidikan dalam matematika yang sifatnya sensitif dan berkaitan dengan sasaran serta budaya siswa. Siswa yang diberi label “kurang mampu dalam matematika” bisa secara cepat meningkatkan level kinerjanya ketika mereka terlibat secara sosial dan budaya dalam aktivitas terkait matematika (Mellin-Olsen, 1987)

    ReplyDelete
  40. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Berbeda dengan teori behavioristik, teori kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.

    ReplyDelete
  41. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Adapun aplikasi teori kognitif dalam pembelajaran antara lain : Keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan, untuk meningkatkan minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa, materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks, perbedaan individu pada siswa perlu diperhatikan karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar.

    ReplyDelete
  42. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  43. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Piaget dan Vygotsky merupakan dua orang tokoh konstruktivisme. Teori yang dikembangkan Piaget didasarkan pada asumsi bahwa orang berusaha memahami dunianya dan secara aktif menciptakan pengetahuan melalui pengalaman langsung dengan berbagai objek, orang, dan ide. Vygotsky menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan aspek yang fundamental pada suksesnya perkembangan intelektual dan kognitif. Baik Piaget maupun Vygostsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, tetapi Piaget melihat bahwa interraksi yang paling membantu adalah interaksi antarsebaya karena sebaya berdiri di posisi sejajar dan dapat saling menantang pikiran masing-masing. Di sisi lain, Vygotsky melihat bahwa perkembangan kognitif anak dibantu oleh interaksi denganorang-orang yang lebih mampu atau lebih maju pemikirannya.

    ReplyDelete