Feb 12, 2013

The Role of Cognitive Development Theory for Mathematics Education


By. Marsigit

Theories about how children think and learn have been put forward and debated by philosophers, educators and psychologists for centuries; however, the contemporary thinking about education, learning and teaching is not 'brand new'; certain theories have been absorbed and transformed over time or translated into modern terms; and, some of them become prominent and influential (Wood, 1988).There is no question at all to the fact that anything related to the term 'cognitive development' is greatly embeded to the work of two greatest figures of developmental psychology in twentieth century, Jean Piaget and Lev Vygotsky.

Piaget's influence on the primary mathematics curriculum and on research developmental psychology has been immense; Vygotsky's work has been gaining in influence over the past ten years. Traditionally, primary education has looked to child development and psychology for theoretical guidance and underpining (Gipps, 1994); Piaget's positive contribution, however, was both to start a theoretical debate about young children's intellectual development and to encourage the close observation of children; Vygotsky, the Russian psychologist, has given us a number of crucial insights into how children learn, of which to have particular consequences for classroom.

Observing child's behaviours when she interacts with surrounding objects or people, may be the starting point to discuss about the mechanisms of her cognitive development. In the interactions she may look at the object, take hold of it, listen to the sound or talk to the people; more than just these, she may also categorize, memorize or even make the plan for a certain activity. Such behaviour is taken for granted, much is automatic, yet for it happen at all requires the utilization of complex cognitive processes (Turner, 1984).

By perceiving or attending to the visual and auditory surroundings, she may keep these in her mind. Her recognition of the functions of the objects, for example that the chair has the function for sitting, is related to the using of her memories and her developing the concepts of a 'chair'. Cognitive processes underlie the ability to solve problems, to reason and to learn. Implicitly, the above proposition lead that the term of 'cognitive development' is associated with the development of the processes and the content to which these processes are applied. Behaviourists characterize internal processes by associating them with the 'stimulus-response'.

The reason why a person gives a particular response to a particular stimulus was thought to be either because the two were associated in some way, that is, the response was 'conditioned', or because the appearance of this response had been rewarded previously (Turner, 1984). Information-processing approach assumes that a person who perceives stimuli, stores it, retrieves it, and uses it (ibid, 5); information is transformed in various ways at certain stages in its processing.

Piaget (1969) admitted that any explanation of the child's development must take into consideration two dimensions: an ontogenetic dimension and a social dimension (in the sense of the transmission of the successive work of generations). Piaget used a biological metaphor and characterized mathematical learning as a process of conceptual reorganization. At the heart of Piaget's theory is the idea of structure; cognitive development, and in particular the emergence of operational thought, is characterized in term of the emergence of new logical or logico-mathematical structures. Further, Light states that Piaget's theory has a functional aspect, concerned with intelligence as adaptation, with assimilation, accommodation and equilibration; his main contribution and influence lay in his structural account of cognition.

Central to Piaget's view of the child is the assumption that the child actively constructs his own ways of thinking through his interactions with the environment (ibid, p.216). Piaget used observations of his own children to formulate some aspects of the development of intelligence. Absolutists view mathematical truth as absolute and certain; and, progressive absolutists view that value is attached to the role of the individual in coming the truth (Ernest, 1991). They see that humankind is seen to be progressing, and drawing nearer to the perfect truths of mathematics and mathematics is perceived in humanistic and personal terms and as a language (ibid, p.182).

Piaget provides 'a license for calling virtually anything a child does education (McNamara, 1994); moreover, an analysis of the development of the progressive movement in the UK suggests that it was only after child-centered methods were established in some schools that educationists turned to psychologists such as Piaget to provide a theoretical justification for classroom practice. The other foundation for a number studies in Psychology, in which Piaget played a prominent part, seems to be influenced greatly by Durkheim's assumption, as Luria cited that the basic processes of the mind are not manifestations of the spirit's inner life or the result of natural evolution, but rather originated in society. And Vygotsky stressed on using socio-cultural as the process by which children appropriate their intellectual inheritance.

Reference:
Ernest, P.,1991, The Philosophy of Mathematics Education, London : The Falmer Press.
Gipps, C., 1994, 'What we know about effective primary teaching' in Bourne, J., 1994, Thinking Through Primary Practice, London : Routledge.
McNamara, D., 1994, Classroom pedagogy and primary practice, London : Routledge.
Piaget, J. and Inhelder, B., 1969, The psychology of the child, London : Routledge & Kegan Paul.
Turner, J.,1984, Cognitive Development and Education, London: Methuen.
Vygotsky, L.S, 1966, 'Genesis of the higher mental functions' in Light, P. et al. , 1991, Learning to Think : Child Development in Social Context 2, London : Routledge.
Wood, D., 1988, How Children Think & Learn, Oxford: Basil Blackwell.

52 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori perkembangan yang disampaikan oleh Piaget dapat membantu guru dalam menyusun metode pembelajaran yang tepat agar disesuaikan dengan perkembangan siswa. Teori Piaget membantu guru untuk pembelajaran dari mulai ranah konkrit sampai dengan abstrak. Dengan teori itu dapat membantu guru menyusun materi dan soal sesuai dengan perkembangan siswa. Selain itu guru juga harus dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri melalui pembelajaran yang diberikan oleh guru karena guru berperan sebagai fasilitator dan pusat pembelajaran ada pada siswa.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Teori kognitif memiliki dua tokoh yaitu Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Menurut Jean Piaget, pembelajaran matematika perlu memberhatikan tingkat perkembangan siswa. Misal saat SD siswa baru pada tahap operasional konkret, maka pembelajaran matematika haruslah kontekstual. Siswa SMP dan SMA sudah pada tahap operasional formal, maka pada SMP dan SMA siswa sudah mampu untuk mulai bermatematika formal. Menurut Lev Vigotsky kemampuan kognitif berkembang karena lingkungan sosial, oleh karena itu pembelajaran kooperatif akan lebih efektif. Contohnya, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif seting STAD merupakan pendekatan yang tepat, karena pendekatan pembelajaran kooperatif seting STAD lebih efektif daripada pendekatan pembelajaran konvensional, dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematika siswa.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Teori perkembangan kognitif yang paling banyak didasarkan pada karya Piaget dan lev Vigotsky. Piaget menekankan pada keaktifan individu dalam mengkonstruk pengetahuaannya. Pengetahuan dibangun sendiri oleh anak yang sedang belajar. Piaget menyoroti bagaimana anak mengkonstruksi pengetahuan dari berinteraksi dengan pengalaman dan objek yang dihadapi. Sedangkan Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan.
    Piaget memandang anak-anak belajar melalui penemuan individual, sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukannya peranan orang dewasa dan anak-anak lain untuk memfasilitasi anak membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Piaget’s yang mementingkan perkembangan intelektual anak berlangsung melalui tahap terdefinisi, bahwa anak-anak mengembangkan konsep mereka melalui interaksi dengan lingkungan, dan untuk sebagian besar tahun utama kebanyakan anak berada dalam tahap operasi konkrit. Sehingga anak di bawah kearah yang real. Dengan adanay teori piaget akan mampung mambngun struktur pengetahuan siswa itu nanti kedepannya.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Peran teori perkembangan kognitif dalm pembelajaran matematika yaitu suatu bentuk representasi pola pikir siswa dari apa yang mereka temukan sebagai konsep matematika. Teori perkembangan kognitif banyak dikembangkan oleh beberapa ahli diantaranya yaitu piaget dan vygotsky. Teori belajar yang dikemukakan Piaget berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Dimana setiap tahap perkembangan intelektual dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Sedangkan Vygotsky lebih menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan, karena interaksi sosial tersebut dengan orang lain merupakan faktor terpenting yang dapat memicu perkembangan kognitif seseorang.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perkembangan kognitif anak memang dicetuskan oleh Piaget dalam tujuannya sebagai pedoman sejauh mana tingkatan berpikir anak. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan tingkatan berpikir mereka. Misalnya pembeda antara pembelajaran matematika anak SD dengan anak SMA. Light dalam elegi ini menyoroti bahwa teori Piaget hanya melulu tentang kognitif saja. Padahal, tahapan berpikir anak harus memperhatikan dua dimensi, yaitu ontogenetik dan dimensi sosial. Dimensi ontogenetik berkaitan dengan inteligen siswa, yaitu proses adapsi pengetahuan, asimilasi kemudian akomodasi untuk mencapai keseimbangan. Akan lebih baik jika teori Piaget ini dipadukan dengan teori Vygotsky tentang dimensi sosial yaitu kegiatan belajar siswa sebagai aktivitas sosial, misalnya emlalui diskusi atau kerja kelompok.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Piaget menyakini bahwa anak-anak secara alami mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia. Piaget mengemukakan dalam teorinya bahwa kemampuan kognitif manusia terdiri atas empat tahapan yaitu tahap sensorimotor, tahap pra operasional, tahap operasi kongkret, dan tahap operasi formal.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori tentang belajar selalu berkembang dari waktu ke waktu. Teori belajar terbaru bersifat melengkapi teori belajar sebelumnya. Teori tentang bagaimana anak berpikir dan belajar telah diajukan dan diperdebatkan oleh para filsuf, pendidik, dan psikolog selama berabad-abad; Namun, pemikiran kontemporer tentang pendidikan, pembelajaran dan pengajaran bukanlah hal yang baru. Teori-teori tertentu telah diserap dan diubah dari waktu ke waktu atau diterjemahkan ke dalam istilah modern. Dan, beberapa di antaranya menjadi menonjol dan berpengaruh (Wood, 1988). Tidak ada pertanyaan sama sekali bahwa ada sesuatu yang berhubungan dengan istilah 'perkembangan kognitif' yang sangat disematkan pada karya dua figur terbesar psikologi perkembangan di abad kedua puluh. Jean Piaget dan Lev Vygotsky.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa Piaget dengan teori perkembangan anak. Teori perkembangan Piaget dengan konsep kecerdasan seperti halnya sistem biologi membangun struktur untuk berfungsi, pertumbuhan kecerdasan ini dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial, kematangan dan ekuilibrasi. Semua organisme dilahirkan dengan kecenderungan untuk beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungannya. Cara beradaptasi berbeda bagi setiap individu, begitu juga proses dari tahap yang satu ke tahap yang lain dalam satu individu. Adaptasi terjadi dalam proses asimilasi dan akomodasi. Kita merespon dunia dengan menghubungkan pengalaman yang diterima dengan pengalaman masa lalu kita (asimilasi), sedangkan setiap pengalaman itu berisi aspek yang mungkin saja baru sama sekali. Aspek yang baru inilah yang menyebabkan terjadinya dalam struktur kognitif (akomodasi). Asimilasi adalah proses merespon pada lingkungan yang sesuai dengan struktur kognitif seseorang. Tetapi proses pertumbuhan intelektual tidak akan ada apabila pengalaman yang ditangkap tidak berbeda dengan skemata yang ada oleh sebab itu diperlukan proses akomodasi, yaitu proses yang merubah struktur kognitif. Bagi Piaget proses akomodasi tersebut dapat disamakan dengan belajar. Konsep ini mejelaskan tentang perlunya guru memilih dan menyesuaikan materi berpijak dari ide dasar yang diketahui anak, untuk kemudian dikembangkan dengan stimulasi lebih luas misalnyadalam bentuk pertanyaan sehingga kemampuan anak meningkat dalam menghadapi pengalaman yang lebih kompleks.

    ReplyDelete
  10. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Piaget meyakini bahwa anak-anak secara alami mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia. Teori Piaget memiliki beberapa persamaan dengan Teori Vygotsky, yaitu: pertama, keduanya mengakui adanya pengetahuan atau konsep awal; Kedua, meraka sepakat pengetahuan dibangun oleh si pembelajar, Piaget lebih menekankan peran personal, sedangkan Vygotsky lebih menekankan peran sosiokultural.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar, sedangkan karya Vygotsky mulai berpengaruh selama sepuluh tahun terakhir. Pemikiran Piaget memulai debat teoritis tentang perkembangan intelektual anak-anak dan untuk mendorong pengamatan anak-anak secara dekat, sedangkan Vygotsky memberi wawasan penting tentang bagaimana anak belajar, yang memiliki konsekuensi khusus untuk kelas.

    ReplyDelete
  12. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemampuan kognitif siswa disuatu kelas pastilah berbeda. ada siswa yang kemampuannya tinggi, sedang dan rendah. Oleh karena itu sebagai guru harus benar-benar menyikapi dengan bijak. Tidak bisa menyamakan kemampuan siswa satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam perkembangan siswa terdapat berbagai macam teori belajar misalnya teori psikologi kognitif. Salah satunya yaitu teori belajar Piaget. Menurut Piaget, tahap perkembangan intelektual anak secara kronologis terjadi 4 tahap. Urutan tahap-tahap ini tetap bagi setiap orang, akan tetapi usia kronologis memasuki setiap tahap bervariasi pada setiap anak. Keempat tahap dimaksud adalah sebagai berikut: (1) Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun), (2) Tahap pra operasional (umur 2-7 tahun), (3) Tahap operasi kongkret (umur 7-11 tahun), (4) Tahap operasi formal (umur 11 ke atas).

    ReplyDelete
  14. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Teori perkembangan kognitif yang dikembangkan oleh Piaget berperan penting dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika. Dalam teorinya tersebut, Piaget membahas bagaimana cara siswa belajar. Teorinya ikut mewarnai model-model, pendekatan-pendekatan, dan strategi-strategi yang dilaksanakan dalam pembelajaran matematika. Hal ini tampak dalam kegiatan pembelajaran yang menginginkan adanya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered), yang dengan aktivitasnya mampu mengkonstuksi pengetahuan atau konsep matematika dengan memperhatikan perbedaan individual tanpa mengesampingkan interaksi sosial.

    ReplyDelete
  15. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Teori Perkembangan Kognitif sangat berpengaruh terhadap pembelajaran matematika. Teori ini digunakan untuk mencari metode pembelajaran yang cocok diterapkan oleh guru kepada siswa di tingkat perkembangan tertentu. Dengan memilih metode yang tepat, diharapkan siswa mampu menerima dan belajar dengan baik

    ReplyDelete
  16. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Piaget berpendapat bahwa siswa akan aktif mengkontruksi pengetahuannya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. Secara filsafat, siswa akan mendapatkan ilmu apabila dia telah melewati pembelajaran dengan sensasi pengalaman hidupnya. Dengan interaksinya dengan lingkungan (dalam bentuk kegiatan siswa), siswa akan mendapat banyak pengalaman dan akan lebih mudah memahami suatu konsep ilmu

    ReplyDelete
  17. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Teori Vygotsky mendasari adanya model pembelajaran konstruktivisme. Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang siswa yang aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh siswa itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus-menerus melalui proses rekonstruksi.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pemikiran kontemporer tentang pendidikan, pembelajaran dan pengajaran bukanlah sesuatu yang baru karena teori-teori yang ada di dalamnya diserap dan diubah dari waktu ke waktu atau dari pendapat para filsuf dan diterjemahkan ke dalam yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman. Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar serta perkembangan intelektual anak-anak dan sedangkan Vygotsky menjelaskan mengenai bagaimana anak belajar dengan konsekuensi khusus untuk kelas. Piaget dikenal dengan schemata yang diperoleh ketika siswa memperoleh skema-skema yang akan membentuk struktur kognitif sedangkan Vygotsky terkenal dengan ZPD (Zone of Proximal Development) yaitu jarak antara perkembangan aktual dengan perkembangan potensial.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam pembelajaran matematika saat ini, teori perkembangan kognitif memang memiliki peran yang besar. Cara belajar yang sebaiknya dilakukan memang sudah banyak dikemukakan, beberapa diantaranya oleh Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Pembelajaran matematika saat ini pun sudah berbeda, karena pebelajaran sudah tidak lagi berpusat pada guru, namun juga berpusat pada siswa. Saat ini siswa diminta untuk membangun pengetahuan sendiri dan guru sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  20. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Diakui bahwa level kognitif respon siswa dalam matematika ditentukan tidak hanya oleh kemampuan siswa, namun juga keterampilan dimana guru mampu melibatkan siswanya dalam aktivitas matematika. Hal ini memerlukan perkembangan pendekatan ilmu pendidikan dalam matematika yang sifatnya sensitif dan berkaitan dengan sasaran serta budaya siswa. Siswa yang diberi label “kurang mampu dalam matematika” bisa secara cepat meningkatkan level kinerjanya ketika mereka terlibat secara sosial dan budaya dalam aktivitas terkait matematika (Mellin-Olsen, 1987)

    ReplyDelete
  21. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Diakui bahwa level kognitif respon siswa dalam matematika ditentukan tidak hanya oleh kemampuan siswa, namun juga keterampilan dimana guru mampu melibatkan siswanya dalam aktivitas matematika. Hal ini memerlukan perkembangan pendekatan ilmu pendidikan dalam matematika yang sifatnya sensitif dan berkaitan dengan sasaran serta budaya siswa. Siswa yang diberi label “kurang mampu dalam matematika” bisa secara cepat meningkatkan level kinerjanya ketika mereka terlibat secara sosial dan budaya dalam aktivitas terkait matematika (Mellin-Olsen, 1987)

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Berbeda dengan teori behavioristik, teori kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.

    ReplyDelete
  23. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Adapun aplikasi teori kognitif dalam pembelajaran antara lain : Keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan, untuk meningkatkan minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa, materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks, perbedaan individu pada siswa perlu diperhatikan karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar.

    ReplyDelete
  24. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Piaget dan Vygotsky merupakan dua orang tokoh konstruktivisme. Teori yang dikembangkan Piaget didasarkan pada asumsi bahwa orang berusaha memahami dunianya dan secara aktif menciptakan pengetahuan melalui pengalaman langsung dengan berbagai objek, orang, dan ide. Vygotsky menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan aspek yang fundamental pada suksesnya perkembangan intelektual dan kognitif. Baik Piaget maupun Vygostsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, tetapi Piaget melihat bahwa interraksi yang paling membantu adalah interaksi antarsebaya karena sebaya berdiri di posisi sejajar dan dapat saling menantang pikiran masing-masing. Di sisi lain, Vygotsky melihat bahwa perkembangan kognitif anak dibantu oleh interaksi denganorang-orang yang lebih mampu atau lebih maju pemikirannya.

    ReplyDelete
  25. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Selamat pagi Prof. Marsigit, semoga Tuhan selalu memberikan perlindungan dan diberi kesehatan kepada Bapak. Aamiin.
    Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak dikarenakan sudah memberi tambahan wawasan saya dalam bidang ilmu psikologi terkhusus pada perkembangan kognitif yang telah difokuskan pada bidang matematika. Saya menjadi lebih tahu lagi dimana biasanya jika hanya dalam ilmu psikologi, hal ini hanya dibahas secara mendalam dalam ranah psikologi perkembangan, psikologi kognitif, psikologi pendidikan dan psikologi umum. Saya juga tertarik dengan pendekatan secara behaviorisme yang mana individu akan memperlihatkan suatu perilaku melalui stimulus-respon dan hal ini biasa disebut dengan "conditioning". Ciri khas lainnya adalah adanya pemberian punishment dan reward sebagai bentuk intervensi terhadap perilaku yang menyimpang. Setelah membaca ulasan di atas, saya semakin menyadari bahwa ilmu psikologi dapat diterapkan dalam segala bidang.

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam proses pembelajaran, perkembangan kognitif sangat berperan.Piaget telah mengungkapkan perkembangan intelektual anak-anak sedangkan Vygotsky mengungkapkan bagaimana anak-anak belajar, yang memiliki konsekuensi tertentu untuk kelas. Titik awal mekanisme perkembangan kognitif adalah mengamati kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan konsep yang selanjutnya akan dihasilkan respon. Metode yang berpusat pada anak (student center) telah memberikan pembenaran teoritis untuk praktik di kelas yang telah dikemukakan Piaget sebelumnya. Kemudian menurut Vygotsky penggunaan sosio-kultural sebagai proses dimana anak-anak sesuai dengan warisan intelektual mereka. Hal ini menunjukkan manusia terlihat sedang maju, dan semakin dekat dengan kebenaran matematika dan matematika yang sempurna dirasakan dalam istilah humanistik dan personal dan sebagai bahasa

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, perkembangan dalam dunia pembelajaran pasti sejalan dengan teori perkembangan kognitif. Demikian halnya pada pembelajaran matematika. Teori perkembangan kognitif pastilah sangat berpengaruh terhadap pembelajaran matematika, misalnya teori Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran matematika yaitu dari pembelajaran yang berpusat kepada guru menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa dimana siswa difasilitasi oleh guru untuk beraktifitas di mana dengan aktifitas tersebut siswa membangun pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  28. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Belajar ialah berusaha untuk memperoleh suatu ilmu dan terdapat perubahan tingkah laku atau tanggapan yang berasal dari pengalaman. Dalam prosesnya dalam pembelajaran, lingkungan berperan dalam respon terhadap situasi tertentu. Hal ini sejalan dengan adanya perkembangan teori belajar dari para ahli. Seperti dalam ulasan Bapak, memang terdapat beberapa teori yang berkembang dalam pendidikan, khususnya pendidikan matematika. Piaget dan Vygotski merupakan dua tokoh yang menekankan pada konstruktivisme, dimana pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif siswa. Meskipun keduanya berpendapat sama tentang konstruktivitas dalam pengetahuan, namun terdapat perbedaan dalam cara memperoleh ilmu pengetahuan. Menurut saya, cara terbaik bagi seorang siswa untuk mempelajari suatu ilmu atau prinsip dalam matematika yaitu dengan mengkonstruksi atau melakukan penyusunan sebagai suatu konsep maupun prinsip.

    ReplyDelete
  29. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Teori perkembangan kognitif menurut Piaget dikenal sebagai konstruktivisme. Teori ini menyatakan bahwa siswa mampu mengkonstruksi pikiran mereka sendiri, sehingga bukan menjadi penerima informasi yang bersifat pasif. Siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan tahapan perkembangan berpikirnya. Dalam proses belajar, pengamatan menjadi hal yang paling penting, yang dapat menimbulkan kesan yang lebih lama dan membekas pada siswa. Selain itu, Menurut Piaget proses belajar merupakan suatu proses asimilasi dan akomodasi informasi ke dalam struktur mental. Sedangkan teori Vygotsky dikenal sebagai konstruktivisme sosial, yaitu belajar dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun objek fisik. Interaksi tersebut memiliki peran penting terhadap perkembangan anak. Pengetahuan akan tersusun atau terbangun di dalam pikiran sendiri ketika ia berupaya untuk mengorganisasikan pengalaman barunya berdasar pada kerangka berpikir yang sudah ada di dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  30. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut Piaget, teori perkembangan kognitif siswa ialah proses dimana siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri di dalam pikirannya. Dengan kata lain, ada proses kognitif yang terjadi di dalam diri siswa ketika mereka mempelajari sesuatu. Sedangkan Vygotsky mengatakan bahwa teori perkembangan kognitif siswa merupakan gabungan antara proses kgonitif yang terjadi di dalam diri siswa serta interaksinya dengan lingkungannya. Dengan demikian, proses belajar yang dilakukan siswa melibatkan proses kognitif di dalam dirinya dan lingkungannya. Sehingga, proses belajar yang dilakukan sebaiknya memaksimalkan proses kognitif siswa dan mengkondusifkan lingkungan belajar siswa.

    ReplyDelete
  31. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Dalam suatu pendidikan, hal penting yang harus diperhatikan adalah kesuksesan peserta didik dalam belajarnya. Seiring perkembangan zaman banyak penelitian yang dilakukan terkait peserta didik, semua itu memunculkan berbagai teori, salah satunya adalah teori tentang perkembangan kognitif anak. Anak memiliki perkembangan kognitifnya seiring bertambahnya usia. Penemuan teori ini selanjutnya berpengaruh pada proses kegiatan pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang dilakukan hendaknya disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Selain itu pada teori perkembangan mengatakan bahwa seorang anak dapat membangun pengetahuan kognitifnya sendiri. Pernyataan tersebut juga harus diperhatikan dalam implementasi pembelajaran. Ketika pembelajaran, guru harus selalu mengingat perannya yaitu sebagai fasilitator. Guru berusaha untuk memfasilitasi setiap anak agar dapat mengembangkan kognitifnya sendiri. Sehingga pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  32. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Anak atau siswa memiliki kemampuan yang beragam dalam berfikir dan bernalar. Sesuai dengan teori bandura dan gagne, umumnya anak-anak mempunyai gaya berfikir yang bersifat meniru atau mencontoh dari guru ataupun orang yang memberikan pembelajaran kepada mereka. Sehingga dengan memperhatikan hal tersebut guru harus mempersiapkan dengan baik pembelajaran yang akan dilakukan agar di dalam proses belajar, siswa tidak mengalami kesalahan dalam meniru atau mencontoh serta menerapkan konsep yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  33. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Perkembangan cara berpikir anak selalu menarik didiskusikan. Pandangan ini bermula dari Piaget yang seolah-oleh pada zamannya membuka diskusi mengenai cara berpikir anak. Beberapa tahun belakangan Vygotsky, psikolog Rusia, hadir membuka diskusi baru mengenai cara belajar anak. Anak tidak hanya memiliki kemampuan untuk meraba, melihat dan merasakan suatu objek untuk dapat memahami konsep, namun ia juga telah dapat mengkategorikan dan mengelompokan perbedaan-perbedaan yang diamatinya. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran sangat pesat berkembang, semoga dialog-dialog intelektual tetap hadir agar dapat mencapai kebijakan yang dapat memerdekakan anak.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701231032
    PEP S2 B


    Perkembangan kognitif pada seorang anak membawa pengaruh besar pada sistem pembelajaran yang akan diterimanya. Hal ini menunjukkan jika menjadi hal yang snagat sakral dan penting bagi guru untuk memahami teori perkembangan anak. Dengan memahaminya, maka guru akan menyusun strategi pembelajaran yang tepat sasaran dan efektif. Lewat postingan di atas, saya semakin menyadari jika membaca pikiran-pikiran para filsuf akan membawa kita pada keterbukaan pikir. Kita akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru, selain itu kita juga akan melewati tahap refleksi berkaitan dengan teori yang kita baca (bagaimana teori itu berlaku pada diri dan lingkungan saya). Kita juga akan melewati tahap analisis dan sisntesis terhadap hal-hal bau tersebut.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Asssalamu'alaikum wr.wb

    piaget theory focuses on children's education, which is then developed by other educational experts, such as Zoltan Paul Dienes who proposed a theory named after him, the Dienes Theory. This theory also focuses on education, especially mathematics in children. this theory states that mathematics can be learned through games.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Mathematics teachers should know the cognitive development theory of mathematics education. Teachers will start by observing students activities related to do interacting with surrounding objects or people. It will indicates the initial perspective of students cognitive development. Teachers will be able to indicate the students’ initial cognitive development from some simple beaviours such as the way they talk to the people, listen to the sound, or make some plans for some certain activities.

    ReplyDelete
  37. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Teori kognitif berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Teori kognitif tidak semata-mata mementingkan hasil, lebih dari pada itu bahwa proses pembelajaran adalah yang lebih penting. Dengan proses pembelajaran yang baik, maka anak akan dapat membentuk konsepnya. Dengan demikian maka, anak dapat lebih mudah untuk membangun konsep selanjutnya yang saling berkaitan.

    ReplyDelete
  38. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Piaget mempengaruhi kurikulum matematika dasar dan perkembangan penelitian psikologi. Untuk memulai perdebatan teoritis tentang pengembangan dan mendorong pengamatan terhadap intelektual anak dapat dilakukan dengan mengamati perilaku anak ketika ia berinteraksi dengan benda-benda atau orang-orang di sekitarnya. Pengamatan atau menghadiri ke lingkungan visual dan auditori, kita dapat mengetahui bagaimana psikologinya. Dengan pengetahuan dan pertimbangan psikologi yang dimiliki anak, maka kita dapat menyesuaikannya dengan pembelajaran matematika bagaimana yang harus diterapkan.

    ReplyDelete
  39. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “Bhineka tunggal ika”, adalah kalimat yang merupakan semboyan dari bangsa indonesia yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Adanya perbedaan akan membuat sesuatu hal lebih berwarna. Begitu juga dalam hal pola pikir anak didik yang berbeda-beda. Piaget mengungkapkan bahwa setiap anak memiliki struktur kognitif yang berbeda-beda. Oleh karena itu sebagai calaon guru kita hrus mampu memahami peserta didik kita yang tentunya struktur kognitifnya berbeda-beda. Kita hrus mampu menjadi fasilitator bagi mereka.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Vygotsky dan Piaget merupakan dua tokoh besar dalam teori perkembangan kognitif. Piaget bahkan menjadikan anak-anaknya sebagai bahan eksperimen nya mengenai teori perkembanganya tersebut. Perilaku seorang dewasapun mendapat pengaruh kuat dari bagaimana pengalaman kecilnya. Masa kecil memang masa yang krusial dalam pembentukan karakter, dan saat dewasa awal adalah masa-masa krusial dalam pembentukan kehidupan yang mapan sesuai kemampuan masing-masing

    ReplyDelete
  41. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Perilaku anak ketika ia berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya atau orang, bisa menjadi titik awal untuk membahas atau meneliti bagaimana tingkat perkembangan kognitif anak. Dalam berbagai interaksi yang ia lakukan membutuhkan pemanfaatan proses kognitif yang kompleks, sehingga akan tampak bagaimana ia melakukan berbagai tindakan sebagai efek dari perkembangan kognitifnya. Siswa secara bertahap akan mengetahui fungsi-fungsi, kinerja, atau hal-hal lain yang dapat ia temukan dalam interaksi dengan objek-objek tertentu. Anak secara aktif membangun cara berpikir sendiri melalui interaksi dengan lingkungan, bahwa perkembangan anak harus mempertimbangkan dua dimensi yaitu dimensi ontogenetic dan dimensi sosial, tidak mungkin anak bisa berkembang hanya dengan dirinya sendiri tanpa ada interaksi dengan lingkungan. Hal ini berkaitan juga dengan pentingnya pengalaman untuk melatih intuisi matematika siswa, semakin banyak siswa melakukan interaksi dengan obyek-obyek di sekelilingnya, semakin bertambah pula hal-hal baru yang akan ia dapatkan melalui berbagai pengamatan dan penelitian. Kesimpulannya, aspek sosial, di mana siswa berinteraksi, di mana siswa bersosialisasi, sangat penting bagi perkembangan kognitif siswa.

    ReplyDelete
  42. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut teori kognitif, siswa memproses informasi yang diterimanaya melalui panca indera di daam working memory dengan menggunakan atau meminjam informasi di longterm memori yang kemudian disimpan ke dala longterm memory kembali. Penentu dari seberapa siswa sukses dalam belajar ialah seberapa berhasil atau efektif ia dalam mengola informasi yang diperoleh menjadi sebuah pengetahuan. Dengan kata lain, proses yang ada di daam working memori sangat berpengaruh. Cara untuk menigkatkan kapasitas working memori ialah dengan menurutkan beban kognitif siswa. Terdapat dua beban kognitif siswa dalam mempelajari suatu ilmu, yaitu beban materi yang sulit serta penyajian materi yang kurang baik. Beban materi yang sulit tidak bisa dihindari oleg guru, sebab secara natural memang materi matematika itu semakin komplek dan abstrak seiring tuntutan kurikulum matematika siswa ditinjau dari jenjang sekolahnya. Yang dapat guru usahakan ialah menurunkan beban kognitif dengan cara menyajikan materi dengan menarik. Tentu hal ini diperukan usaha guru untuk menciptakan pembelajaran dengan metode yang bervariatif serta inovatif.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mempelajari perkembangan anak memang susah-susah gampang. Perbedaan individu memang begitu sulit digeneralisasikan. Siswa menerima stimulus atau rangsangan dari berbagai sumber, dan respon setiap orang akan berbeda-beda tergantung pada intuisi atau pengalamannya. Anak yang pernah melihat pesawat sebelumnya pasti akan langsung berpikir mengenai terbang jika melihat pesawat dalam bentuk lain, atau sebuah helikopter. Namun anak yang sama sekali belum pernah melihat alat transportasi udara akan membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi apa yang terjadi sehingga ia dapat mengambil kesimpulan benda apakah yang sedang dilihatnya. Kapasitas working memory masing-masing individu berbeda-beda, maka orang mungkin membutuhkan beberapa kali membaca kalimat untuk mengingatnya. Sendangkan bagi sebagian orang cukup sekali membaca saja. Oleh sebab itu kurikulum yang begitu padat tidak terlalu bagus untuk perkembangan kongnitif siswa. Hal ini akan semakin membuat siswa tertekan sehingga muncul ketidakpeduliannya terhadap memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  44. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pengaruh Piaget terhadap kurikulum matematika primer dan psikologi perkembangan penelitian sangat besar, sedangkan karya Vygotsky mulai berpengaruh selama sepuluh tahun terakhir. Pemikiran Piaget memulai debat teoritis tentang perkembangan intelektual anak-anak dan untuk mendorong pengamatan anak-anak secara dekat, sedangkan Vygotsky memberi wawasan penting tentang bagaimana anak belajar, yang memiliki konsekuensi khusus untuk kelas.

    ReplyDelete
  45. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  46. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dalam proses pembelajaran, perkembangan kognitif sangat berperan. Piaget telah mengungkapkan perkembangan intelektual anak-anak sedangkan Vygotsky mengungkapkan bagaimana anak-anak belajar, yang memiliki konsekuensi tertentu untuk kelas. Titik awal mekanisme perkembangan kognitif adalah mengamati kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan konsep yang selanjutnya akan dihasilkan respon.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  47. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Perkembangan teori kognitif sangat berpengaruh kepada pembelajaran matematika. dengan adanya teroi perkembangan kognitif ini guru mampu mengetahui bagaimana kognitif siswa dalam mempelajarai matematika. Piaget mengatakan bahwa kurikulum matematika primer dan piskologi perkembanganmemiliki pengaruh yang sangat besar.

    ReplyDelete
  48. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Piaget dan Vygotsky merupakan dua orang tokoh konstruktivisme. Teori yang dikembangkan Piaget didasarkan pada asumsi bahwa orang berusaha memahami dunianya dan secara aktif menciptakan pengetahuan melalui pengalaman langsung dengan berbagai objek, orang, dan ide. Vygotsky menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan aspek yang fundamental pada suksesnya perkembangan intelektual dan kognitif. Baik Piaget maupun Vygostsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, tetapi Piaget melihat bahwa interraksi yang paling membantu adalah interaksi antarsebaya karena sebaya berdiri di posisi sejajar dan dapat saling menantang pikiran masing-masing. Di sisi lain, Vygotsky melihat bahwa perkembangan kognitif anak dibantu oleh interaksi denganorang-orang yang lebih mampu atau lebih maju pemikirannya.

    ReplyDelete
  49. Dengan menggunakan pandangan berdasarkan teori piaget tentang anak seharusnya membangun pengetahuannya dengan pikirannya sendiri melalui berbagai interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran. Dengan adanya serangkaian kegiatan dalam pembelajaran matematika, maka akan mendukung siswa untuk berfikir lebih keatif.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  50. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menurut saya teori kemampuan berpikir menurut Piaget yang berdasarkan umur sebenarnya tidak dipengaruhi oleh umur saja, namun pengalaman dalam belajar juga turut mendukung perkembangan kognitif siswa. Apalagi di zaman sekarang yang sudah berbeda dengan zaman Piaget. Sekarang setiap anak dapat dengan mudah mempelajari materi yang mungkin sebenarnya belum harus dia pelajari namun karena perkemangan teknologi yang semakin maju membuat anak tersebut dapat dengan mudah mempelajari materi tersbeut. Sehingga untuk era sekarang saya lebih setuju selain perkembangan berpikir karena umur maka hal ynag tidak kalah penting adalah pengalaman.

    ReplyDelete
  51. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Terdapat banyak teori tentang perkembangan kognitif anak. Salah satunya adalah pandangan Piaget tentang anak bahwa anak secara aktif membangun cara berpikirnya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. Maka berdasarkan pendapat Piaget ini, guru perlu pengembangkan pembelajaran berbasis aktivitas. Dengan pembelajaran berbasis aktivitas anak akan berinteraksi dengan lingkungannya. Dan dengan berinteraksi dengan lingkungannya tersebut seorang anak akan membangun pengetahuan dan cara berpikirnya sendiri.

    ReplyDelete