Feb 12, 2013

The Role of Cognitive Development Theory for Mathematics Education


By. Marsigit

Theories about how children think and learn have been put forward and debated by philosophers, educators and psychologists for centuries; however, the contemporary thinking about education, learning and teaching is not 'brand new'; certain theories have been absorbed and transformed over time or translated into modern terms; and, some of them become prominent and influential (Wood, 1988).There is no question at all to the fact that anything related to the term 'cognitive development' is greatly embeded to the work of two greatest figures of developmental psychology in twentieth century, Jean Piaget and Lev Vygotsky.

Piaget's influence on the primary mathematics curriculum and on research developmental psychology has been immense; Vygotsky's work has been gaining in influence over the past ten years. Traditionally, primary education has looked to child development and psychology for theoretical guidance and underpining (Gipps, 1994); Piaget's positive contribution, however, was both to start a theoretical debate about young children's intellectual development and to encourage the close observation of children; Vygotsky, the Russian psychologist, has given us a number of crucial insights into how children learn, of which to have particular consequences for classroom.

Observing child's behaviours when she interacts with surrounding objects or people, may be the starting point to discuss about the mechanisms of her cognitive development. In the interactions she may look at the object, take hold of it, listen to the sound or talk to the people; more than just these, she may also categorize, memorize or even make the plan for a certain activity. Such behaviour is taken for granted, much is automatic, yet for it happen at all requires the utilization of complex cognitive processes (Turner, 1984).

By perceiving or attending to the visual and auditory surroundings, she may keep these in her mind. Her recognition of the functions of the objects, for example that the chair has the function for sitting, is related to the using of her memories and her developing the concepts of a 'chair'. Cognitive processes underlie the ability to solve problems, to reason and to learn. Implicitly, the above proposition lead that the term of 'cognitive development' is associated with the development of the processes and the content to which these processes are applied. Behaviourists characterize internal processes by associating them with the 'stimulus-response'.

The reason why a person gives a particular response to a particular stimulus was thought to be either because the two were associated in some way, that is, the response was 'conditioned', or because the appearance of this response had been rewarded previously (Turner, 1984). Information-processing approach assumes that a person who perceives stimuli, stores it, retrieves it, and uses it (ibid, 5); information is transformed in various ways at certain stages in its processing.

Piaget (1969) admitted that any explanation of the child's development must take into consideration two dimensions: an ontogenetic dimension and a social dimension (in the sense of the transmission of the successive work of generations). Piaget used a biological metaphor and characterized mathematical learning as a process of conceptual reorganization. At the heart of Piaget's theory is the idea of structure; cognitive development, and in particular the emergence of operational thought, is characterized in term of the emergence of new logical or logico-mathematical structures. Further, Light states that Piaget's theory has a functional aspect, concerned with intelligence as adaptation, with assimilation, accommodation and equilibration; his main contribution and influence lay in his structural account of cognition.

Central to Piaget's view of the child is the assumption that the child actively constructs his own ways of thinking through his interactions with the environment (ibid, p.216). Piaget used observations of his own children to formulate some aspects of the development of intelligence. Absolutists view mathematical truth as absolute and certain; and, progressive absolutists view that value is attached to the role of the individual in coming the truth (Ernest, 1991). They see that humankind is seen to be progressing, and drawing nearer to the perfect truths of mathematics and mathematics is perceived in humanistic and personal terms and as a language (ibid, p.182).

Piaget provides 'a license for calling virtually anything a child does education (McNamara, 1994); moreover, an analysis of the development of the progressive movement in the UK suggests that it was only after child-centered methods were established in some schools that educationists turned to psychologists such as Piaget to provide a theoretical justification for classroom practice. The other foundation for a number studies in Psychology, in which Piaget played a prominent part, seems to be influenced greatly by Durkheim's assumption, as Luria cited that the basic processes of the mind are not manifestations of the spirit's inner life or the result of natural evolution, but rather originated in society. And Vygotsky stressed on using socio-cultural as the process by which children appropriate their intellectual inheritance.

Reference:
Ernest, P.,1991, The Philosophy of Mathematics Education, London : The Falmer Press.
Gipps, C., 1994, 'What we know about effective primary teaching' in Bourne, J., 1994, Thinking Through Primary Practice, London : Routledge.
McNamara, D., 1994, Classroom pedagogy and primary practice, London : Routledge.
Piaget, J. and Inhelder, B., 1969, The psychology of the child, London : Routledge & Kegan Paul.
Turner, J.,1984, Cognitive Development and Education, London: Methuen.
Vygotsky, L.S, 1966, 'Genesis of the higher mental functions' in Light, P. et al. , 1991, Learning to Think : Child Development in Social Context 2, London : Routledge.
Wood, D., 1988, How Children Think & Learn, Oxford: Basil Blackwell.

18 comments:

  1. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Menurut Piaget, metode pengajaran matematika dalam bentuk ceramah memang baik bagi orang yang sudah dewasa akan tetapi akan banyak menyebabkan hambatan bagi murid yang masih dalam tingkat pengajaran yang masih rendah. Piaget juga menekankan hal pokok dalam pengajaran matematika terhadap siswa bahwa pengajaran matematika tidak boleh melupakan peran setiap kegiatan-kegiatannya, khususnya terhadap anak-anak.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  2. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Dari bacaan diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Luria menyebutkan, proses dasar pikiran bukanlah berasal dari manifestasi kehidupan batin roh atau hasil dari alam, melainkan suatu evolusi yang berasal dari masyarakat. Kemudian Vygotsky melalui sosio-budaya menekankan adanya proses dimana siswa menyesuaikan warisan intelektual mereka.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Elegi ini menekankan bagaimana interaksi sosial bisa menjadi dasar terhadap kemampuan kognitif siswa. Kemampuan kognitif ttidak hanya didapatkan melalui buku apa yang dibaca oleh siswa tapi juga diperoleh melalui interaksi sosial siswa terhadap lingkungan sekitar. Interaksi tersebut bisa berupa diskusi baik dalam situasi formal (di dalam kelas) maupun diskusi informal.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan siswa untuk berpikir. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan siswa dalam belajar karena sebagian aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah berpikir. Dalam kehidupannya, mungkin saja siswa dihadapkan pada persoalan-persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak. Sebelum siswa mampu menyelesaikan persoalan, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.

    ReplyDelete
  6. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan siswa untuk berpikir. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan siswa dalam belajar karena sebagian aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah berpikir. Dalam kehidupannya, mungkin saja siswa dihadapkan pada persoalan-persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak. Sebelum siswa mampu menyelesaikan persoalan, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.

    ReplyDelete
  7. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Menanggapi kalimat pada artikel ini “Central to Piaget's view of the child is the assumption that the child actively constructs his own ways of thinking through his interactions with the environment”, ini ada kaitannya dengan proses mental pada anak. Berpikir atau proses mental anak tidak sekedar pada hasilnya dan mengutamakan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran serta memaklumi adanya perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan yang dapat dipengaruhi oleh perkembangan intelektual anak. Di sini, teori dasar perkembangan kognitif dari Piaget mewajibkan guru agar pembelajaran diisi dengan kegiatan interaksi inderawi antara siswa dengan benda-benda dan fenomema konkrit yang ada di lingkungan serta dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir.

    ReplyDelete
  8. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar saat ini. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam penerapannya. Jean Piaget menekankan bahwa perkembangan anak harus melalui beberapa tahapan dan tidak dapat dipengaruhi oleh orang lain. sedangkan Vygotsky menekankan pada penggunaan sosial-budaya sebagai proses di- mana anak-anak sesuai dengan warisan intelektual mereka. Interaksi anak dengan objek atau orang-orang di sekitarnya dapat menjadi stimulus perkembangan kognitif mereka. Seperti mereka dapat mengenali sebuah kursi di ruang kelas dan mengetahui fungsi kursi tersebut adalah sebagai tempat duduk. Atau mereka dapat berbicara dengan orang lain, serta mengorganisasikan suatu aktivitas bersama. Perkembangan kognitif anak tidak dapat dikategorikan dalam satu ruang dan waktu sehingga disarakan kepada guru untuk melakukan pengamatan terhadap masing-masing individu untuk mendapatkan pembelajaran yang optimal.

    ReplyDelete
  9. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dalam menerima suatu informasi, seorang anak akan menggabungkan informasi baru dengan informasi yang telah ada dalam skema anak tersebut. Bila penggabungan informasi tersebut berjalan lancar, maka akan terjadi keadaan seimbang (equilibrium). Karenanya dalam pembelajaran matematika guru harus menggali pengetahuan prasyarat siswa sebelum menuju ke materi inti melalui pertanyaan-pertanyaa. Kognisi siswa akan berkembang dengan keaktifan mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Seorang anak akan lebih mudah menangkap suatu pengetahuan bila ia terlibat dalam interaksi sosial, misal dengan sesama teman sebayanya.

    ReplyDelete
  10. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Seperti yang ada dalam tulisan ini, piaget menyatakan bahwa metode ceramah dalam pembelajaran matematika adalah hal yang cukup baik bila dilaksanakan pada orang yang sudah dewasa. tetapi bagi siswa yang baru mengenal dan memahami matematikam maka hal ini akan menjadi hambatan bagi siswa. Piaget juga mengemukakan bahwa pentingnya interaksi siswa dengan lingkungan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  11. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Dalam penelitian tentang perkembangan kognitif anak sebenarnya bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan pola pikir dan cara berpikir anak yang tentunya dikaitkan dengan saat belajar. Tingkat kesulitan materi pelajaran sangat memperhatikan tingkatan berpikir anak, sehingga dalam memberikan materi pelajaran memang harus menyesuaikan porsi pola pikir anak agar materi yang diajarkan adalah sesuai konsumsi anak pada masanya.

    ReplyDelete
  12. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Metode ceramah memang baik untuk orang dewwasa namun tidak untuk young learners. Untuk mengenalkan sesuatu yang baru kepada orang yang baru memahami lebih baik dimulai dengan mengenalkan benda-benda yang konkret atau dihubungkan dengan konteks masalah dunia yang nyata agar dapat lebih memahami. Apalagi pembelajaran matematika yang masalahnya memang terkait dengan kehidupan sehari hari. Dengan melakukan metode tersebut maka cara berpikir anak pun akan terbantu untuk berkembang.

    ReplyDelete
  13. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dalam struktur kognitif setiap individu harus ada keseimbangan antara asimilasi dengan akomodasi. Keseimbangan (equilibrium) ini untuk mendeteksi persamaan dan perbedaan yang terdapat pada stimulus-stimulus yang dihadapi. Perkembangan kognitif pada dasarnya adalah perubahan dari keseimbangan yang telah dimiliki ke keseimbangan baru yang diperolehnya (Erman Suherman dkk, 2001). Berdasarkan hasil penelitiannya, Piaget mengemukakan bahwa ada empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis (menurut usia).

    ReplyDelete
  14. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Teori perkembangan kognitif menurut Piaget dikenal sebagai konstruktivisme. Teori ini menyatakan bahwa siswa mampu mengkonstruksi pikiran mereka sendiri, sehingga bukan menjadi penerima informasi yang bersifat pasif. Siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan tahapan perkembangan berpikirnya. Dalam proses belajar, pengamatan menjadi hal yang paling penting, yang dapat menimbulkan kesan yang lebih lama dan membekas pada siswa. Selain itu, Menurut Piaget proses belajar merupakan suatu proses asimilasi dan akomodasi informasi ke dalam struktur mental. Sedangkan teori Vygotsky dikenal sebagai konstruktivisme sosial, yaitu belajar dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun objek fisik. Interaksi tersebut memiliki peran penting terhadap perkembangan anak. Pengetahuan akan tersusun atau terbangun di dalam pikiran sendiri ketika ia berupaya untuk mengorganisasikan pengalaman barunya berdasar pada kerangka berpikir yang sudah ada di dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  15. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Hal yang perlu diperhatikan dalam elegi ini mengacu pada Piaget (1969) mengakui bahwa setiap penjelasan tentang perkembangan anak harus mempertimbangkan dua dimensi yaitu dimensi ontogenetik dan dimensi sosial sebagai transmisi karya generasi penerus. Piaget menggunakan metafora biologis dan mengkarakterisasi pembelajaran matematika sebagai proses reorganisasi konseptual. Di jantung teori Piaget adalah gagasan struktur; perkembangan kognitif, dan khususnya munculnya pemikiran operasional, dicirikan dengan istilah munculnya struktur logis atau logico-matematika yang baru.

    ReplyDelete
  16. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Peran teori pengembangan kognitif untuk pendidikan matematika sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Pandangan piaget yaitu asumsi bahwa anak akan membangun cara berpikirnya sendiri melaui interaksinya dengan lingkungan. Sehingga mempengaruhi perkembangan kognitif anak yang diperlukan guna menjadi sarana penting dalam kemampuan siswa untuk berpikir.

    ReplyDelete
  17. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Perkembangan kognitif dalam pendidikan matematika dapat difasilitasi dengan teori belajar konstruktivisme maupun behaviorisme. Tulisan di ataspun ingin memaparkan perbedaan pendapat tentang bagaimana pembelajaran kognitif siswa menurut Piaget dan Vygotsky. Menurut Piaget proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya. Dalam teori ini, yang ditekankan adalah adanya stimulus-respon. Sedangkan Vygotsky menekankan bahwa dalam pembelajaran terhadap ZPD (Zone Proximal Development). Jika dalam teori Piaget guru menggunakan stimulus, dalam Vigotsky guru membutuhkan scaffolding.

    ReplyDelete