Feb 12, 2013

Identification the Problems on The Effort to Improve Teaching Learning Practice


Followings are problems identified by the Participants of Technical Guidance to Prepare International Class for Secondary Mathematics, National Department of Education, Indonesia.
Venue: Hotel Sahid, Yogyakarta, Indonesia, Day/date: Sunday November 23, 2008

1. Slamet Mulyadi, SPd (SMPN14 Ambon, Maluku)
- Communication in English
2. B. Ginanto, Drs (SMP N3 Purworejo, Central Jawa)
- How to asses the success of teaching learning process
- How to implement classroom-based assesment
3. Sukamti, SPd (SMPN5 Sragen Central Jawa)
- How to promote motivation
- How to involve students participation
4. Puji Astuti, SPd (SMPN1 Surakarta Central Jawa)
- How to set up scenario for students activities
- How to develop student worksheet?
5. Laminto, Drs (SMPN1 Sukoharjo Central Jawa)
- How to promote student's appreciation to others students' works
- How to develop time allocation
6. Regina Sandehang, SPd (SMPN1 Bitung North Sulawesi)
- How to promote student centered teaching learning
7. Suyono, SPd (SMPN1 Bireuen Aceh)
- The extent of the influences of ICT toward the students competencies
- How to promote teaching learning in which the students enjoy
8. Furnaningtyas, SPd (SMPN2 Penajam East Kalimantan)
- How to improve the results of the summative test
- Hoe to prepare and to implement pre-test and post test?
9. Lis Suharyani, SPd (SMPN1 Metro Lampung)
- The dilemma between finishing the curriculum and emphasizing the process of teaching learning?
10. Hasman, SPd Ing (SMPN 14 Ambon, Maluku)
- In the case of English, the teacher should improve pronounciation skill
11. Martutwuri Handayani SPd (SMPN1 Magelang, Central Jawa)
- How to develop ICT in teaching learning
- The weakness of peer teaching activities
12. Arie Wahyuningsih, SPd (SMPN 2 Temanggung, Central Jawa)
- The dilemma between teacher centered and students centered
- How to make in balance between students freedom to express their ideas and student freedom to do whatever they like.
Supervisor: Marsigit

3 comments:

  1. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Banyak sekali masalah-masalah sebagai usaha untuk bagaimana mengimprove atau mengembangkan praktek pembelajaran, contohnya adalah seperti pada bacaan diatas disajikan beberapa masalah yang sebenarnya sangat umum terjadi tetapi tidak mudah juga untuk mengatasinya, salah satu yang akan saya bahas adalah mengenai how to promote motivation atau bagaimana untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, dari pengetahuan yang saya tahu motivasi ada dari dalam atau intrinsik dan ada yang dari luar atau ekstrinsik, disinilah bagaimana guru harus bisa memancing siswa untuk termotivasi belajar dengan memberikan apresiasi dan pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengembagkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  2. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Akan ada banyak masalah yang timbul dalam bidang pendidikan, khususnya dalam rangka untuk mengembangkan pembelajaran. Bacaan diatas merupakan secuil permasalahan dari masalah-masalah yang ada. Saya akan membahas mengenai, the dilemma between teacher centered and students centered, dua hal ini masih sangat hangat untuk dibahas. Pembelajaran teacher centered/ berpusat kepada guru merupakan tipe yang telah digunakan dalam kurun waktu yang lama sehingga menjadi kebiasaan bagi guru dan siswa. Kebiasaan guru menyuapi dan siswa disuapi, artinya dalam pembelajaran ini guru hanya sekedar transfer knowledge seolah-olah siswa merupakan wadah kosong yang bisa terus menampung ilmu pengetahuan. Dalam pembelajaran seperti ini guru akan lebih banyak bicara dan siswa cenderung pasif. Tentunya hal ini tidak sehat bagi perkembangan anak. Kepasifan seperti ini juga lah yang membuat kreativitas anak tidak berkembang.

    ReplyDelete
  3. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berbeda dengan pembelajaran students centered/ berpusat pada siswa. Pada pembelajaran ini siswa dibiarkan berkembang membentuk ilmu pengetahuannya sendiri. Jika ia menemukan dan membentuk ilmunya sendiri, itu akan lebih berkesan dan ia akan selalu mengingatnya. Pada pembelajaran ini guru berperan sebagai fasilitator siswa. Guru memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan dalam membentuk pengetahun siswa. Selain itu guru juga sebagai pengawas, pengawas jalannya siswa dalam membentuk pengetahuan sehingga jika ada yang kesulitan guru dapat memberikan clue dan agar tujuan pembelajaran pada hari itu dapat tercapai. Tidak dapat dipungkiri bahwa waktu belajar di sekolah sangatlah terbatas, untuk itu guru perlu mengawasi jalannya pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.