Jan 22, 2013

Elegi Pemberontakan Para Berhenti




Elegi Pemberontakan Para Berhenti
Oleh Marsigit

Elegi ini sengaja dibiarkan terbuka. Pembaca dipersilahkan untuk membuat Comment, Tesis, Analisis, atau Sintesis, perihal apa saja baik secara Formalnya maupun Substansinya jika Elegi ini diteruskan. Siapa saja yang terlibat, apa yang dibicarakan, kemudian referensi yang mungkin digunakan. Apa hubunannya dengan Elegi-elegi terdahulu. Apa juga kemungkinan kelanjutan dari Elegi ini. Selamat memikirkannya. Semoga kita semua memperoleh kecerdasan Pikir dan Hati. Amin


39 comments:

  1. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam menjalani kehidupan, manusia berada di dalam beberapa dimensi, ada saatnya untuk lahir da nada saatnya untuk mati, ada saatnya untuk memulai dan ada saatnya untuk berhenti. Ketika memulai segala sesuatu, manusia biasanya didorong dengan perasaan yang menggebu-gebu, berusaha untuk maksimal dan saat di mana segala harapan dirancang, namun setelah melewati beberapa proses ada saatnya untuk jenuh dan berhenti melakukan aktivitas tersebut. Begitu pula dengan tanaman, saat baru tumbuh ia terlihat sangat hijau dan segar sehingga sangat indah dipandang. Namun, seiring berjalannya waktu ada saatnya tanaman menguning dan membusuk.
    Bagi saya berhenti adalah berhenti adalah fase di mana kita menemukan perenungan yang sangat mendalam, berfikir reflektif tentang apa yang telah kita lakukan selama ini. Sehingga, ketika mampu beriengkarnasi dan memulai kehidupan yang baru dengan semangat yang baru. Jadi, berhenti bagi saya bukanlah akhir dari segalanya, namun ia adalah momentum reflektif terdalam manusia.

    ReplyDelete
  2. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sesungguhnya hidup itu mencari tempat pemberhentian, namun sesungguhnya tempat pemberhentian setiap manusia adalah sesuai tujuan. Maka tempat pemberhatian sesungguhnya adalah tujuan. Pada hakekatnya berhenti pada suatu hal maka berarti memulai awal yang baru terhadap suatu hal yang lainnya. Maka berhentilah sesuai dengan tempat tujuan anda, namun sebenar-benarnya tempat pemberhentian adalah sesuai dengan pikiran dan tujuan hidup anda. Namun apakah tempat pemberhentian yang hakiki?.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada awal dan ada akhir. Ada saatnya berjalan dan ada saatnya untuk berhenti. Semua itu terikat dengan ruang dan waktu. Sebagi makhluk hidup, kita akan terus miliki rasa pikir selama kita hidup dan masih terikat dengan ruang dan waktu. Kita berhenti berarti kita berada di suatu ruang dan waktu yang sudah jelas juga ikut berhenti. Maka semua itu adalah akhir dari kehidupan yang semenatra. Karena sesunguhnya tidak ada kata berhenti, sesudah disini pasti ada ruang dan waktu yang lebih kekal dan abadi. Maka semua itu hanyalah mitos belaka. Tidak benar jika kita tidak berpikir tetapi kta berada di lorong yang terang. Maka hendaknya kita terus do’a, do’a, dan berdo’a untuk kelangsungan hidup di kemudian hari.

    ReplyDelete
  4. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sebelumnya terimakasih pak telah memberikan wadah untuk kami sebagai mahasiswa untuk mngelolah pikiran sehingga mendapatkan pengetahuan dan dapat menyampaikan kembali pemikiran-pemikiran tersebut di dalam blog ini.

    Pemberontakan para berhenti.
    Pemberontakan terjadi karena terdapat sesuatu hal yang tidak sesuai dengan salah satu sisi. Pemberontakan para berhenti terjadi karena berhenti 1 diharuskan untuk berhenti pada daerah A sedangkan berhenti 1 melihat berhenti 2 melanjutkan ke daerah B. Kemudian berhenti 2 berhenti pada daerah B, berhenti 2 memberontak kenapa berhenti 2 harus berhenti di daerah B padahal berhenti 2 masih ingin dan masih sanggup melanjutkan ke daerah-daerah yang lain. Namun, dari setiap pemberontakan itu terdapat suatu hal yang dapat diambil pelajarannya. Mungkin di daerah pemberhentian itu merupakan suatu yang terbaik untuk setiap para berhenti.

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berhenti bisa saja mengakhiri dari segala proses, bisa juga memaksa mengakhiri sebuah berhenti, berhenti bisa juga mati, berhenti pikiran sama saja mati pikiran, sama saja manusia sebagai patung. Maka berhenti bukan sebuah mitos, namun dapat menyebabkan seseorang menjadi mitos, Berhenti yang ideal, terlepas dari mitos yakni berhenti yang berarti awal suatu proses yang baru. Selesai dari suatu urusan dan melakukan urusan yang lain. Semoga berhenti ini maksimal dan bermanfaat dan berhenti pada tujuan yang tepat maka mari selalu bersyukur, berdoa, ikhtiar dan berpikir kepada Allah SWT. Terima Kasih

    ReplyDelete
  6. Istilah “berhenti” berkontradiksi dengan “mulai”, karena hampir setiap hal di dunia memiliki kontradiksisnya tersendiri. Jika manusia memulai kehidupan saat dilahirkan ke dunia, maka manusia akan berhenti dalam kehidupan saat meninggalkan dunia. Dalam menuju ke “berhenti”, maka banyak sekali proses dari jalan yang harus dilalui manusia, banyak belokan, persimpangan, rintangan, dan hal-hal menarik yang dilihat dan dialamai oleh manusia dalam menempuh perjalanan menuju “berhenti”. Sebaik-baik manusia adalah “berhenti” pada saat yang tepat, keadaan yang tepat, dan tempat yang tepat.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berhenti adalah diam, tidak bergerak, tidak maju, tidak mundur, tidak mencoba, tidak berpikir, serta banyak arti berhenti lainnya tergantung ruang dan waktu. Dalam upaya menggapai logos, berhenti adalah mitos. Maka tiada kata selesai dalam menggapai logos. Dalam menggapai logos, kita harus terus mencari. Dalam menggapai logos apabila kita berhenti, maka kita telah termakan oleh mitos. Karena itulah kita tidak boleh berhenti menggapai logos hingga berhenti kehidupan kita.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Junianto
    PM C
    1709251065

    Menurut saya tidak ada satu hal pun di dunia yang berhenti secara permanen. Ketika suatu benda dalam pandangan kita sedang berhenti maka sejatinya dia sedang bergerak. Minimal benda itu berggerak bersama rotasi dan revolusi bumi. Begitu juga kehidupan manusia sebagai makhluk hidup. Secara logika, benda mati yang terlihat berhenti saja tetap bergerak maka makhluk hidup juga demikian adanya. Manusia yang sedang terdiam/ berhenti sejatinya dia juga sedang bergerak untuk tumbuh. Kehidupan manusia juga senantiasa berjalan tanpa berhenti.

    ReplyDelete
  10. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sebenar-benar berhenti adalah tidak berhenti. Berhenti pada suatu keadaan, tidak menjadikan kita lantas tidak lagi mengalami keadaan itu lagi. Berhenti makan, tidak lantas kita tidak makan lagi. Mungkin saat ini orang berhenti makan pagi, tapi kemudian nanti makan lagi di malam hari. Mungkin saat ini orang berhenti nonton TV, tetapi kemudian esok hari menonton TV kembali. Berhentinya suatu aktivitas adalah merupakan awal mulai dari aktivitas yang lain. Contohnya: aaya berhenti menonton TV, maka inilah awal saya menunaikan ibadah Sholat Dzuhur. Maka sesungguhnya selama hidup ini, tidak ada istilah berhenti, karena hidup adalah suatu rangkaian aktivitas yang sambung menyambung, terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saya berpikir mungkin ada makna tersirat dari senagaja dikosongkannya artikel kali ini. Karena judul elegi ini mengandung kata BERHENTI maka komentar-komentar sebagian besar mengarah pada beragam makna dan interpretasi mengenai berhenti. Tanpa disadari pada saat membicarakan berhenti, kita masih tidak dapat berhenti untuk berpikir dan menulis mengenai berhenti. Lalu apakah hakikat berhenti? Bagaimanakan sesuatu dikatakan berhenti? Apakah kita dapat menggapai berhenti apabila kita masih dapat memikirkannya bahkan mencoba menuliskan tentang berhenti? Karena forum ini bebas maka saya sedari tadi hanya menuliskan apa yang saya pikirkan dan mungkin tanpa notion yang berkualitas, terima kasih Pak Prof sudah memberikan wadah untuk menuliskan pikiran kami.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi pemberontakan para berhenti menunjukkan ketidakmauan untuk berhenti, karena berhenti berarti mati. Dalam berfilsafat, seseorang yang berhenti berpikir, berarti dia telah mati. Berhenti berpikir disebabkan suatu penyakit, yaitu malas membaca. Oleh karena itu, agar kita tidak mati, kita harus rajin-rajin membaca untuk mengolah kemampuan kita dalam berpikir.

    ReplyDelete
  13. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hermeneutika dalam kehidupan itu sangatlah penting karena hal ini akan membuat manusia itu berkembang dan akan sesuai dengan yang ada di dalam ruang dan waktu. Hermeneutika kehidupan manusia harus secara terus menerus dilakukan agar manusia itu mengerti apa hakikat hidup dan apa hakikat dari atas sesuatu yang ada dan mungkin ada. Jika memang kegiatan hermeneutika kehidupan dari manusia itu berhenti, maka pada dasarnya manusia akan menjadi mayat hidup yang tidak mengerti apa-apa dan tidak tau apa yang seharusnya mereka lakukan dalam kehidupan mereka sehingga akan menyebabkan depresi yang akan menimbulkan pada bunuh diri yang sering terjadi di negara luar seperti jepang dan lainnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi pemberontakan para berhenti.
    Dari elegi ini ada yang unik yaitu bahwasanya elegi ini bahkan hanya berhenti pada judul dan tidak dilanjutkan. Bapak membiarkan kami merangkai sendiri elegi kami. Mengenai berhenti itu apa dan bagaimana? Sempat saya fikirkan bahwa berhenti mungkin merupakan kata-kata pangkal sehingga tak dapat diartikan lagi.
    Kemudian setelah berrfikiir sejenak, berhenti adalah keadaan nol dimana seseorang tidak ingin maju maupun mundur. Berhenti dapat dipandang dari keadaan lelah, maupun keadaan sudah cukup dan tidak perlu lagi. Perspektif berhenti sendiri ada banyak. Berhemti berjalan, berhenti berfikir, berhenti berharap bahkan berhenti bernafas. Semua adalah kegiatan keberhentian.

    ReplyDelete
  16. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sombong, angkuh, merasa dirinya paling mengerti, paling paham, merasa tidak perlu lagi berfikir dan belajar adalah sifat manusia yang sepertinya sulit dihilangkan. Kita sebagai hambaNya hanya dapat berusaha, berdo'a dan beristighfar memohon ampun dengan segala kekurangan, keterbatasan dan ketidaksempurnaan yang dimiliki.
    Sifat sombong sangat menyesatkan, orang yang sudah merasa bisa tidak mau belajar lagi akan sangat rugi, karena sesungguhnya ilmu itu tidak ada batasannya dan dengan sifat sobong tersebut seseorang tidak akan mendapatkan wahyu dari ilmu-ilmu yang sebenarnya mereka belum ketahui.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Para berhenti menurut saya adalah orang yang sombong, yang merasa sudah pintar sehingg berhenti untuk berjuang dan bersungguh-sungguh mencari ilmu. Elegi ini dapat dikaitkan dengan kondisi guru saat ini, yaitu malas untuk meningkatkn kualitas diri maupun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  18. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Saat menjalani kehidupan adakalanya manusia berharap untuk berhenti di tengah jaln, enggan untuk menyelesaikan perjalanan. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, bisa jadi karena kurang menerima keadaan, kurang bersyukur, sehingga ingin sgera mengakhiri. Padahal dalam agama telah diajarkan bahwa manusia tidak ada waktu untuk berhenti belajar dan berproses sampai ajal menjemput. Oleh karenanya manfaatkan waktu ini untuk senantiasa belajar dan berproses.

    ReplyDelete
  19. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Berhenti dari kebaikan adalah mitos. Maka jangan berhenti yang menjadikan sebagai mitos, tetapi berhentilah dari yang menyebabkan mitos. Karena mitos itu adalah sifat yang diperoleh jika kita menelan suatu ilmu baru yang kita peroleh dengan mentah-mentah. Langkah kita terhenti pada menerima, padahal sebenarnya-benarnya kita memahami suatu ilmu adalah jika kita menemukan hakekatnya dan kita memperoleh logosnya, bukan sekedar mendapat mitosnya.

    ReplyDelete
  20. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Berhenti memiliki banyak makna, ia tidak bisa diartikan hanya dengan satu arti yang tunggal. Berhenti berdoa berarti sombong. Berhenti berfikir adalah bodoh. Berhenti berdetak bagi jantung adalah mati. Berhenti di jalan raya yang banyak kendaraan adalah macet. Berhenti berempati adalah egois. Berhenti adalah sifatnya mitos. Dunia selalu berputar, hidup senantiasa berjalan, bila kita berhenti kita akan dimakan oleh monsternya ruang dan waktu. Berhenti adalah lawannya inovasi. Guru yang tidak melakukan inovasi akan ketinggalan zaman. Pembelajarannya membosankan. Murid-muridnya tidak antusias. Pembelajaran tidak menarik. Tujuan pendidikan tidak dicapai.

    ReplyDelete
  21. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berhenti bisa merupakan sesuatu yang baik namun bisa juga merupakan sesuatu yang buruk. Sebagai contoh, seseorang yang dahulunya suka mencuri kemudian ia berhenti melakukan kegiatan tersebut maka berhenti tersebut termasuk hal yang baik. Di lain pihak, contoh berhenti yang merupakan hal yang buruk adalah berhenti mengingat Allah, berhenti mencari ilmu karena merasa sudah pandai. Berhenti bisa bersifat sementara atau permanen. Contoh berhenti yang sementara adalah ketika kita berhenti berjalan. Contoh berhenti yang permanen adalah berhentinya bernafas ketika kita mati. Berhenti belum tentu tidak bergerak sebagai contoh ketika kita berhenti berjalan sesungguhnya masih ada yang bergerak dalam diri kita yaitu aliran darah kita.

    ReplyDelete
  22. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Berhenti, menurut saya tidak ada yang namanya berhenti. Sebab waktu selalu berjalan, bumi selalu berputar dan siang malam selalu berganti. Bahkan saat manusia tidur sebenarnya sel-sel dalam tubuh terus bekerja untuk memperbaiki diri. Berhenti hanya berlaku pada mereka yang menyerah, tidak mau meneruskan kegiatan yang telah dimulai.

    ReplyDelete

  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Berdasarkan dari judulnya yaitu elegi pemberontak para berhenti, kemudian saya pahami berdasarkan ilmu yang saya peroleh dari elegi-elegi yang terdahulu, maka yang saya ingat bahwa berhenti adalah mitos. Bukan berhenti yang sebagai mitos, tetapi berhentilah yang menyebabkan mitos. Karena mitos itu adalah sifat yang diperoleh jika kita menelan suatu ilmu baru yang kita peroleh dengan mentah-mentah. Langkah kita terhenti pada menerima, padahal sebenarnya-benarnya kita memahami suatu ilmu adalah jika kita menemukan hakekatnya dan kita memperoleh logosnya, bukan sekedar mitos. Selain itu, kata berhenti jika kita relasikan dengan kegiatan menutut ilmu, maka yang diperoleh adalah berhenti menutut ilmu. Berhenti menutut ilmu inilah yang kita sebut sebagai sombong pada dunia pengetahuan. Seseorang yang berhenti berarti telah merasa cukup dengan ilmu yang diperoleh sehingga dia merasa tidak perlu lagi mencari ilmu yang lain, maka hal itulah sebenar-benarnya sombong. Pada hakekatnya menutut ilmu adalah dari lahir sampai mati.

    ReplyDelete
  24. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam melakukan aktifitasnya, manusia pasti akan merasakan lelah atau jika telah sampai pada tujuannya maka kegiatan itu akan dihentikan. Tentu hal ini wajar dilakukan karena manusia memiliki keterbatasan kemampuan fisik yang mengharuskannya berhenti. Namun berhenti yang baik apabila nanti dilanjutkan kembali melakukan kegiatan produktifnya. Sedangka berhenti yang buruk apabila ia tela merasa puas dengan pencapaiannya lalu benar-benar berhenti. Contoh berhenti yang tidak baik apabila kita telah merasa bahwa ilmu yang kita pelajari sudah banya dan merasa kita telah pintar sehingga merasa puas dan tidak mau belajar lagi. Berhenti yang demikian disebabkan oleh kesombongan, sedangkan kesombongan itu sifatnya syaitan. oleh sebab itu, marilah kita jangan pernah berhenti dalam melakukan kegiatan yang produktif selama kita masih mampu melakukannya.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berhenti berarti tidak bergerak dan berhenti adalah keadaan tidak bergerak namun setelah bergerak. Sehingga berhenti adalah proses interval antara pergerakan. Ketika kita kaitkan dengan berfilsafat berhenti dapat diartikan sebagai proses untuk tidak mempelajari para filsuf sementara waktu, atau bahkan untuk waktu yang lama. Berhenti yang terlalu lama akan menghambat proses berpikir kita, hendaknya kita tidak berhenti dalam segala perbuatan baik, namun terkadang kita butuh untuk berhenti, maka berhenti yang sebentar itu kita umpamakan sebagai istirahat. Ketika pikiran kacau, maka berhentilah, kemudian lanjutkan kembali.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tiadalah sebenar-benarnya manusia berhenti. Setelah mati pun mati belum dapat berhenti karena harus melewati alam berikutnya. Dunia yang tiada hentinya melakukan perubahan dan kemajuan menuntut manusia untuk tidak pernah berhenti pula. Apabila manusia berhenti, maka manusia akan termakan mitos dan terperangkap dalam ruang dan waktu yang tidak tepat. Maka tiadalah jalan terbaik selain dengan ikhlas hati dan jenih pikir untuk terus bergerak mengejar logos

    ReplyDelete
  27. Assalamualaikum Wr. Wb. Ada banyak hal yang membingungkan selama membaca elegi yang bapak tulis. Salah-satunya adalah elegi ini. Ketika membayangkan pemberontakan para berhenti saya membayangkan sosok berhenti sebagai makhluk yang mencoba untuk memperjuangkan hakikatnya sebagai berhenti. Ia memberontak dari gerakan. Ia memberontak dari hokum dialektika kehidupan. Mungkin jika pemberontakan itu berhasil, maka berakhir pula kehidupan ini, karena semuanya akan berhenti pada satu titik di mana gerak tak lagi bergerak. Membingungkan.

    ReplyDelete
  28. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berhenti merupakan kondisi dimana seseorang tidak melakukan perubahan, baik secara langsung mapuan secara tidak langsung. Seseorng jika berhenti terlalu lama akan terkena mitos. Ketika seseorang terlalu nyaman dengan kondisinya dan hingga tidak mau bergerak, maka itulah yang dinamakan berhenti ditempat. Semoga kita terheindar dari perilaku berhenti.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Berhenti berarti tidak bergerak lagi atau dapat dikatakan tetap. Berhenti juga berarti tidak berusaha kembali. Behenti dalam mencari ilmu merupakan hal yang berbahaya, karena dalam mencari ilmu dikatakan pendidikan sepanjang hayat.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Selama masih hidup tidak ada kata berhenti dalam mencari ilmu. Apa bila dalam mencari ilmu berhenti maka hal tersebut menandakan kematian berpikir dari manusia. dan hal itu merupakan suatu hal yang sangat membahayakan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kehidupan yang ada di dunia ini bersifat kontradiksi. Jika ada awal maka ada akhir. Akhir merupakan batas perjuangan kita atau dapat dikatakan titik berhentinya. Hidup manusia dimulai ketika diberikan ruh oleh Tuhan dan berhenti ketika Tuhan menarik ruh tersebut kembali. Aka tetapi berhenti hidup adalah kuasa Tuhan, tidak akan sanggup kita untuk memikirkannya. Jika kita memikirkan bahwa kita mengetahui akhir/berhenti maka itu berarti dia telah menjadi sombong.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  32. Berhentinya kehidupan adalah kuasa Tuhan dan hanya Tuhan yang tau. Namun ada pula berhenti yang merupakan ulah dari manusia itu sendiri, yaitu berhenti berpikir. Hidup manusia adalah terjemah dan menerjemahkan, bagaimana mungkin dia bisa melakukannya jika berhenti berpikir. Dengan berhenti berpikir itu berarti manusia sudah terkena dengan mitosnya sendiri, dan berhenti yang seperti itu membuat ilmu dan ibadah menjadi tidak bermakna.

    ReplyDelete
  33. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dikatakan kalau berhenti itu selalu buruk. Sedangkan penjelasan umumnya yaitu jika sesuatu semua yang ada dan yang mungkin ada bisa jadi patung filsafat jika keadaan berhenti dari satu , atau beberapa, atau semua sifat-sifatnya. Sehingga nasihat dari banyak elegi juga mengatakan agar tidak menjadi patung filsafat, atau orang yang berhenti maka kita senantiasa bergerak dan berubah agar senantiasa memenuhi sifat-sifat kita selayaknya, memenuhi tugas tugas kita maka kita bisa terbebas dari patung filsafat tersebut. Kemudian tak lupa pula untuk memohon perlindungan dan kekuatan agar tidak menjadi yang berhenti itu.
    Namun para berhenti disini melakukan pemberontakan, dimana letak pemberontakkannya yaitu tidak semua berhenti itu buruk. Berhenti yang baik yaitu berhenti dari keburukan. Lalu contohnya apa? Contohnya yaitu orang yang sering berbohong dan ia mencoba untuk berhenti berbohong. Dan contoh yang lain. Disini kita belajar bahwa memamg kebenaran di dunia itu relatif. Salah satunya yaitu berhenti ini.

    ReplyDelete
  34. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Contoh lain dalam pendidikan yaitu. Misalkan seorang guru berhenti untuk menggunakan metode tradisional. Dan beralih menggunakan metode pembelajaran yang inovatif. Disinilah letak pemberontakan berhenti itu. contoh lain, misalkan seorang siswa berhenti dari hanya mendengarkan gurunya yang ceramah. Ia mencoba untuk menanya, mencari tahu dan menemukan pengetahuannya sendiri. dan sikap-sikap yang lain. Sehingga melalui filsafat ini kita dibukakan pandangan kita tentang sesuatu dengan pandangan yang luas. Tetapi dengan landasan yang tetap lurus dan ikhlas. Semoga kita semua bisa berhenti dari hal-hal keburukan yang kita lakukan. Aamiin

    ReplyDelete
  35. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Seseorang yang berhenti adalah orang yang pernah mengalami keputus-asaan. Terdapat 2 jenis keputus-asaan, putus asa sementara dan dan putus asa yang disebabkan oleh tradisi, pekerjaan, karakter personal, atau keputusanaan yang disebabkan oleh kebiasaan buruk, pikiran negatif, lemahnya kepercayaan diri, dan kurangnya kerja. Hal ini adalah hal yang berbahaya, hal tersebut disebut dengan malas. Keadaan tersebut disebabkan oleh kurangnya rasa syukur dan tidak memiliki motivasi untu merubah hiduo kearah yang lebih baik. Semoga kita semua terhindar dari sifat tersebut.

    ReplyDelete
  36. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Pemberontakan para berhenti adalah symbol perlawanan terhadap hokum dialektika yang terus berjalan. Dalam kondisi apapun, para berhenti tidak akan memenangkan pemberontakan itu sampai ketika Tuhan telah memberhentikan waktu bagi kehidupan. Pemberontakan para berhenti adalah representasi dari kemunduran. Dalam konteks personal misalnya, pemberontakan para berhenti terwujud dalam sikap malas, lepas tanggungjawab, dan tak mampu memberikan reaksi terhadap kehidupan. Wallahu a’lam bishawab.

    ReplyDelete
  37. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kodrat alami hidup adalah bergerak dan berubah. Tidak ada yang tetap. Maka dari itu manusia butuh dan perlu untuk terus bergerak agar ia dapat mengikuti perubahan. Merasa dirinya sudah cukup puas dengan yang didapat sehingga ia memutuskan untuk berhenti dan menikmati kenyamanan di situasinya itu, berarti ia telah terjebak dalam mitos. Jika tidak segera tersadar, ia akan tergilas, ia akan menjadi tertinggal. Karena disaat ia berhenti yang lain terus melakukan pergerakan. Maka dari itu, sebenar-benar hidup di dunia adalah bergerak.

    ReplyDelete
  38. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    dalam hidup ini kita selalu bergerak, berinteraksi dengan apa yang ada di luar diri kita. bergerak dsini juga dapat diartika berikhtiar. sebenar-benarnya hidup adalah ikhtiar dan doa. sempga kita tergolong ke dalam hamba yang selalu berikhtiar untuk menggapai ridho Allah SWT. Aaamiin Allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  39. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pandangan saya tentang "Berhenti" adalah saat telah mencapai apa yang diharapkan dan dicita-citakan. Saat seseorang mengklaim dirinya "Berhenti", maka seharusnya ia telah puas atas pencapaian dirinya dan yakin bahwa "Berhenti" merupakan hal terakhir yang harus ia lakukan. Namun jika tujuan dari seseorang (katakanlah mahasiswa) belum tercapai, maka ia tidak pantas mengatakan "Berhenti". Andaikan seseorang belum tiba pada tujuan akhirnya dan telah mengatakan "Berhenti", mungkin ia lelah, mungkin ada yang terlupa dan harus ia selesaikan, atau mungkin ia bosan dan merasa tidak sanggup untuk terus maju. Kuncinya hanya pada kata "Terus". Jika seorang mahasiswa jenuh, lelah dan bosan, maka bukan kata "Berhenti" yang seharusnya diucapkan. Berhentilah sementara untuk istirahat, tenangkan pikiran dan siap untuk "Terus".

    ReplyDelete