Jan 22, 2013

Elegi Pemberontakan Para Berhenti




Elegi Pemberontakan Para Berhenti
Oleh Marsigit

Elegi ini sengaja dibiarkan terbuka. Pembaca dipersilahkan untuk membuat Comment, Tesis, Analisis, atau Sintesis, perihal apa saja baik secara Formalnya maupun Substansinya jika Elegi ini diteruskan. Siapa saja yang terlibat, apa yang dibicarakan, kemudian referensi yang mungkin digunakan. Apa hubunannya dengan Elegi-elegi terdahulu. Apa juga kemungkinan kelanjutan dari Elegi ini. Selamat memikirkannya. Semoga kita semua memperoleh kecerdasan Pikir dan Hati. Amin


82 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi ini menurut saya, berhenti adalah suatu keadaan yang diam dan tidak bergerak serta tidak berpindah. Dengan berhenti maka tidak akan ada lagi kemajuan atau pencapaian – pencapaian dalam hidup. Namun terkadang manusia memerlukan saat – saat dimana harus berhenti. Berhenti sejenak dan berefleksi serta menikmati segala hal yang diciptakan oleh Tuhan. Pada intinya, berhenti disini merupakan suatu ungkapan syukur kepada Tuhan atas yang sudah diterima dalam hidup.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berhenti adalah suatu kata yang mana itu menagndung makna sudah melakaukan, stop, tamat ataupun sebagainya.. kita sebagai manusia pasti emeiliki sifat berhenti. Berhenti dalam segala sesuatau hal yang berhubungan dengan suatau aktivitas. Berhenti juga identik dengan aktivitas yang kita lakukan. Berhenti juga akan memnentuka diri kita nanatinya seperti apa jika kita berhenti dalam suatu ilmu pengethuan maka mungkin kita sudah merasa mampu

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Berhenti, menurut saya tidak ada yang namanya berhenti. Sebab waktu selalu berjalan, bumi selalu berputar dan siang malam selalu berganti. Bahkan saat manusia tidur sebenarnya sel-sel dalam tubuh terus bekerja untuk memperbaiki diri. Berhenti hanya berlaku pada mereka yang menyerah, tidak mau meneruskan kegiatan yang telah dimulai.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Berhenti itu hanya melekat pada orang yang menyerah. Pada orang yang pantang menyerah hanya ada berubah, terus berjalan dan berubah menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bismillahirrohmanirrohim...
    Tesis yang saya ajukan adalah bahwa yang fatal ketika kita berhenti berpikir maka logos adalah mitos. Mengapa demikian? Berhenti berpikir berarti berhenti pula otak kita dan fungsinya untuk mencari tesis dan antitesis dari suatu pengetahuan. Tugas kita sebagai manusia adalah terus berpikir, sehingga kita dapat mencapai logos.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kesimpulan dari artikel di atas adalah agar para pembaca mempelajari sejarah filsafat. Dalam khasanah keilmuan, maka sejarah filsafat dapat dipelajari melalui time line filsafat. Filsafat itu adalah pemikiran-pemikiran para filsuf. Maka untuk belajar filsafat kita harus mempelajari pemikiran-pemikiran para filsuf yang merentang dari waktu ke waktu. Tentu saja pemikiran para filsuf tersebut saling berkaitan. Jika dilihat dari segi sejarahnya pemikiran seorang filsuf di era modern ini pastilah menacu pada pemikiran filsuf di era sebelumnya yang akhirnya mencitakan sintetis atau pemikiran baru. Dan tentu saja pemikiran filsuf pada era sebelumnya juga mengacu pada pemikiran filsuf pada era sebelum sebelunya lagi dan seterusnya

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Berhenti merupakan suatu titik dimana seseorang tidak melakukan hal apapun. Berhenti dalam bertindak berarti seseorang itu sedang diam. Namun, walaupun diam, belum tentu seseorang itu berhenti dalam berpikir. Karena sedang diam pun pikiran manusia bisa saja tetap bekerja. Karena berpikir tidak terikat pada ruang dan waktu. Itulah pikiran manusia. Sesungguhnya berpikir tentang fenomena hidup adalah berfilsafat. Dengan demikian, bagi filsafat tidak ada kata berhenti.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Berhenti atau tidak melakukan apaun bahkan tidak berpikir apapun. Berhenti artinya tidak mau melakukan perubahan. Atau berhenti dapat diartikan juga sebagai beristirahat kemudian melanjutkan aktivitas kembali. Jika kita mengalami aktivitas yang monoton dan begitu-begitu saja, maka kita harus berhenti untuk memikirkan sesuatu yang akan berdampak lebih baik dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berhenti tidak selalu buruk. Berhenti memang biasanya diartikan tidak melakukan apapun. Kita sebagai manusia tidak boleh berhenti untuk berikhtiar, tidak boleh berhenti berusaha apapun hasilnya. Namun dari ikhtiar kita itu kita pun kadang harus berhenti, dimana di dalam aktivitas berhenti itu kita bersyukur kepada Allah atas apa yang sudah Dia berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berhenti bisa merupakan sesuatu yang baik namun bisa juga merupakan sesuatu yang buruk. Sebagai contoh, seseorang yang dahulunya suka mencuri kemudian ia berhenti melakukan kegiatan tersebut maka berhenti tersebut termasuk hal yang baik. Di lain pihak, contoh berhenti yang merupakan hal yang buruk adalah berhenti mengingat Allah, berhenti mencari ilmu karena merasa sudah pandai. Berhenti bisa bersifat sementara atau permanen. Contoh berhenti yang sementara adalah ketika kita berhenti berjalan. Contoh berhenti yang permanen adalah berhentinya bernafas ketika kita mati. Berhenti belum tentu tidak bergerak sebagai contoh ketika kita berhenti berjalan sesungguhnya masih ada yang bergerak dalam diri kita yaitu aliran darah kita.

    ReplyDelete
  11. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada kalanyaseorang manusia berhenti dari kemungkaran. Namun hal yang terburuk adalah berhenti dari sifat sustain. Sehingga ilomu yang dimiliki oleh manusia hanyalah mengendap dalam dirinya. Namun banyak gojolak dalam diri manusia untuk berhenti dari berhenti. Berhenti dari berhenti pikiran manusia yang ingin sekali dikenal oleh manusia lain. Untuk menguji kepandaian dari pikiran sang manusia Sehingga para berhenti akan berhenti dari berhenti menuju jalan yang lebih baik, melangkah kedepan menuju masa depan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat muncul karena adanya keraguan terhadap sesuatu. Keraguan tersebut dilandasi atas sesuatu yang telah diketahui dan dipertanyakan karena belum jelas kebenarannya. Selama manusia tidak puas untuk memahami sesuatu yaitu dengan memiliki rasa keingintahuan atau hasrat bertanya yang tinggi, disitulah filsafat akan senantiasa ada. Filsafat hanya akan berhenti kala manusia berhenti mempertanyakan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Berhenti adalah sebuah kata yang menggambarkan tidak terjadinya kehidupan. Dunia ini akan terhenti jika ruang dan waktu itu diambil oleh Sang Pencipta. Sang Pencipta sebagai kausa Prima sebagai penentu dari setiap keberhentian jalannya dunia ini. Kita sebagai manusia yang masih diberikan wadah dan isi untuk bergelut di ruang dan waktu yang masih diberikan oleh Kausa Prima haruslah memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baikya agar mampu bersaing menembus ruang dan waktu sampai pada level spiritual yang pada dasarnya tidak bisa di pikirkan tapi hanya mampu diyakini sebagai sebuah keyakinan agama kepercayaan yang mengatur koridor habluminallah dan habluminnas di sisi kehidupan. Teruslah berusaha dan berdoa sebagai penyeimbang antara interaksi fatal dan vital. Agar hidup ini lebih bermakna dan berfaedah.

    ReplyDelete
  14. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Berhenti dapat diartikan mengakhiri segala sesuatu baik itu suatu proses, kegiatan, atau aktivitas. Berhenti dapat disesuaikan dengan ruang dan waktu. Berhenti tidak terbatas pada perilaku atau perbuatan, berhenti juga berlaku pada tulisan, ucapan, pikiran, dan perasaan. Dalam menjalani hidup ini, ibaratnya kita menjalani proses dari kita lahir hingga kita meninggal dunia. Ketika kita meninggal dunia maka semua proses akan berhenti. Dan kita akan memulai kehidupan baru di dunia akhirat.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam belajar dan mendalami filsafat, hendaknya kita mendalami iman dan takwa kepada Tuhan YME. Ketika kita tidak mendalami iman dan takwa kepada Tuhan YME, kita terjebak dalam filsafat, dan hal inilah yang harus kita hindari. Belajar filsafat bukan sekedar belajar tetapi kita harus benar-benar mendalami dan menghayati dalam kehidupan sehari-sehari. Filsafat itu sangat penting. Melalui elegi-elegi ini, banyak manfaat yang dapat kita ambil sebagai pedoman dalam menjalani hidup ini. Hendaknya kita senantiasa dengan tulus hati berfilsafat, kita membaca elegi-elegi yang ada ini, dan kita mengamalkan dalam kehidupan kita. Jangan pernah berhenti dalam berproses. Karena perjalanan hidup ini sangat panjang. Akan ada hikmah dibalik setiap proses yang kita lewati.

    ReplyDelete
  16. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Para berhenti akan memberontak karena mungkin tidak ada yang berhenti secara mutlak. Semua akan mengisi ruang dan waktunya masing-masing. Benda-benda tidak dikatakan berhenti jika sudah tidak dipakai lagi. Benda tersebut tetap ada mengisi ruang dan waktunya meskipun sudah berubah warna menjadi kusam. Berhenti jika sudah datangnya kiamat. Tetapi tidak untuk manusia dan amalnya. Justru manusia akan memulai babak baru lagi setelah kiamat. Dan hal itu pun tidak akan berhenti karena di akhirat itu kekal. Kekal di neraka. “singgah” di neraka kemudian ke surga. Atau kekal di surga. Jadi tidak ada kata berhenti untuk manusia.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Berhenti memiliki arti yang luas dan beragam. Menurut saya, manusia yang berhenti bukanlah manusia yang mati jasadnya, namun mati hatinya. Sebagai contoh: para pahlawan alaupun mati, jasanya akan tetap dikenang. Pengorbanan2 beliau tidak berhenti dihargai oleh penerus2nya. Berbeda lagi dengan manusia yang mati hatinya, yang tidak berguna bagi yang lain. Walaupun secara fisik ia hidup, ia tidak dianggap oleh orang lain.

    ReplyDelete
  18. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi pemberontakan para berhenti, konteks ini dapat menimbulkan persepsi yang sangat beragam dan dapat menggambarkan berbagai hal, yang mana tidak terlepas dari situasi yang menyertai. Menurut saya pemberontakan para berhenti dapat pula dibahasakan dengan berbicara dalam diam. Diam merupakan bahasa yang bersifat pasif. Ini juga dapat diartikan wujud pengekspersian emosi seseorang, seperti rasa marah. Hal ini bertujuan agar seseorang terhindar dari rasa amarah yang berada di luar kendali diri dan hal-hal yang bersifat negatif.

    Dalam sudut pandang islami, ada pemberontakan dengan berdiam diri, yang mana kembali memupuk kekuatan rohani dan merenungkan diri serta mencurahkan masalah-masalah kehidupan duniawi kepada Sang-Khaliq. Untuk melakukan hal tersebut seseorang rela meninggalkan aktivitas yang berkaitan dengan duniawi dalam rentang waktu tertentu dan semata-mata hanya untuk beribadah. Hal ini bertujuan untuk mencapai ketenangan bathin agar kerikil-kerikil yang menutupi hati dapat terkikis. Tentunya, seseorang mendapatkan dorongan-dorongan baru yang bersifat positif dan dapat kembali berpikir cerdas.

    ReplyDelete
  19. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Filsafat berupaya menggali ilmu secara terus-menerus tanpa berhenti. Sejak manusia lahir hingga mati, manusia akan terus melalui proses berfikir. Jadi dalam berfilsafat, tidak ada kata berhenti berfikir. Berhenti berfikir jika pola pikir sudah tidak sejalan dengan olah hati. Dimensi spiritualitas menjadi satu-atunya alasan berhenti, karena spiritualitas adalah suatu keyakinan hakiki yang tak terbantahkan dan menjadi pedoman hidup manusia.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berhenti berarti tidak bergerak, dan berhenti adalah keadaan tidak bergerak namun setelah bergerak. Sehingga berhenti adalah proses interval antara pergerakan. Ketika kita kaitkan dengan berfilsafat berhenti dapat diartikan sebagai proses untuk tidak mempelajari para filsuf untuk sementara waktu, atau bahkan untuk waktu yang lama. Berhenti yang terlalu lama akan menghambat proses berpikir kita, hendaknya kita tidak berhenti dalam segala perbuatan baik, namun terkadang kita butuh untuk berhenti, maka berhenti yang sebentar itu kita umpamakan sebagai istirahat. Ketika pikiran kacau, maka berhentilah, kemudian lanjutkan kembali.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Elegi Pemberontakan Para Berhenti". Bisa jadi yang memberontak adalah kita. Bisa jadi yang memberontak adalah kesadaran kita. Bisa jadi yang memberontak adalah ilmu. Tiada ilmu yang berhenti, bukan? Maka benar-benar bisa jadi dia si pemberontaknya. Tapi bisa jadi pula saya salah. Bila salah, wahh panjang betul kesalahanku. Sudah beberapa waktu ini saya keukeuh dengan definisi bahwa ilmu itu tidak akan berhenti. Sebenarnya saya tetaplah masih menyetujuinya. Ilmu selalu dalam garis proses, tidalah ilmu yang berhenti. Maka tidak adalah seorang jawara pada perlombaan yang tidak memiliki titik usai. Maka di sini adalah kita, yang harus sadar dengan ruang dan waktu. Apakah wajar kita berhenti? Sedangkan ilmu yang kita cari teruslah berlari.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Mati berarti seseorang tersebut berhenti dari berpikir, karena dalam filsafat sebenar-benarnya filsafat adalah berfikir. Apablia seseorang berhenti berpikir disebabkan oleh kejelasan, karena saat seseorang sudah jelas maka dia sudah menganggap proses berpikir telah selesai sehingga dia tidak berpikir lagi atau dapat dikatakan mati. Selain itu berhenti berarti tidak bergerak lagi atau dapat dikatakan tetap. Berhenti juga berarti tidak berusaha kembali. Behenti dalam mencari ilmu merupakan hal yang berbahaya, karena dalam mencari ilmu dikatakan pendidikan sepanjang hayat. Artinya selama masih hidup tidak ada kata berhenti dalam mencari ilmu. Apabila dalam mencari ilmu berhenti maka hal tersebut menandakan kematian berpikir dari manusia.

    ReplyDelete
  23. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Filsafat memiliki ruang lingkup yang luas tanpa ada batasan-batasan tertentu, sehingga dalam belajar filsafat tidak ada yang namanya berhenti terutama dalam hal berfikir, senantiasa tidak pernah merasa puas, selalu meragu (bukan dalam konteks hati/spiritual), selalu ingin mencari tahu serta selalu bertanya-tanya, sejatinya itulah yang dinamakan dengan sebenar-benarnya hidup sebab filsafat akan berhenti bila manusia telah berhenti mempertanyakan sesuatu.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Berhenti dalam segala hal apapun akan terncam oleh mitos, saat kita tidak lagi bergerak dan menganggap suatu hal sudah pada titik terakhir dan tidak lagi bisa berkemabang, maka saat itulah mitos datang pada pikiran kita, dan bahayanya jika pikiran sudah terperangkap mitos bisa jadi hati akan kacau. Jika kita berhenti dalam kehidupan itulah sebenar-benar kematian, karena pada saat kematian itulah segala sesuatu akan berhenti menurut dimensi yang mati. Jika berhenti dalam pikiran, perbuatan, dan lain sebagainya, maka bersiaplah menjadi orang yang merugi. Itulah tanda-tanda diri yang tidak bisa menggapai ikhlas pikir maupun ikhlas hati.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Inti dari filsafat adalah olah pikir sehingga bisa dikatakan berfilsafat itu artinya berpikir. Sehingga dalam filsafat “berhenti” memiliki arti ketika seseorang sedang tidak berpikir maka dia sedang berhenti. “Berhenti” bukan lah suatu hal yang buruk, karena baik atau buruk sesuatu itu tergantung pada ruang dan waktunya. Apabila seseorang sudah merasakan lelah dalam berpikir maka dia dianjurkan untuk berhenti dan istirahat sejenak. Karena otak juga merupakan organ manusia yang memiliki keterbatasan dan organ ini juga bisa kelelahan. Akan tetapi ketika kita berhenti sejenak untuk berpikir sebenarnya otak tidak benar-benar berhenti bekerja, otak pada bawah sadar tetap melakukan aktifitasnya misalnya memerintahkan paru-paru, hidung, dll untuk bernafas.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Di dalam menggapai sesuatu kita perlu melibatkan diri di dalamnya,perlu mengenalnya, perlu mengetahui seluk beluknya.Hal yang pasti terjadi dalam menggapai hal tersebut akan ada hambatan, tantangan ,rintangan, serta godaan.Kita dihadapkan dengan pilihan –pilihan karena sebenar-benar hidup dalah pilihan.Pilihan berhenti atau melanjutkan perjalanan.Bagaikan menggapai sebuah ilmu akan ada kerikil-kerikil tajam di tengah jalan yang senantiasa menghampiri.Matahari menyengat kulit dan keringat bercucuran mengalir di sekujur tubuh.Jika kita berhenti di tengah jalan berarti kita berada pada keragu-raguan.Keragu-raguan akan berwujud menjadi mitos.Sebab ilmu itu bersifat kontiyu terus,terus dan terus berlanjut.Untuk menghindari adanya hal tersebut,sertakan ikhtiar dan doa serta memohon ampun kepada Allah SWT .

    ReplyDelete
  27. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof Marsigit atas ketersediannya untuk membuat elegi tak berisi ini agar kami sebagai mahasiswa mampu berpikir dan mencurahkan cara berpikirnya dalam ranah filsafat. "Elegi Pemberontak Para Berhenti", yang pertama kali di benak saya adalah subjek-subjek seperti kita yang enggan ikhlas dalam menuntut ilmu hingga akhirnya ketidakpuasan itu dikeluarkan dan ditunjukkan pada ruang dan waktunya. Jika kita analisis dan kita ibaratkan, apakah setiap anak yang belajar di sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan karena tergerak oleh hati mereka, tentu tidak. Semua berawal dari tuntutan. Ia dituntut untuk datang ke sekolah, kemudian bersosial dengan teman, lalu tiba intinya yaitu belajar bersama guna menyerap ilmu pengetahuan dan informasi. Berangkat dari para berhenti, dapat diartikan sebagai bagaimana peran siswa di sekolah apakah ia langsung aktif dan berpartisipasi dengan segala pembelajaran yang ada, tentu tidak. Siswa yang berkarakter mungkin mampu, namun tidak dengan siswa yang tidak. Dia mampu mencurahkan segala kitidaknyamannan dia dan mungkin akan melakukan segala sesuatu yang terjadi diluar dugaan. Bak para pemberontak, setiap insan terlebih siswa mereka juga manusia, yang juga tidak mau dan bersedia terus menerus hidup dalam tuntutan. Sehingga seyogyanya bagaimana caranya agar para pendidik atau oranglain disekililingnya mampu menjadikan dia "para berjalan" yang aktif bukan "para berhenti" yang pasif, supaya mereka mampu mengahadapi segala yang ada dan yang mungkin ada terutama hambatan, rintangan,dan tantangan di kemudian hari. Wallahu'alam bishowab, saya selalu berdoa semoga apa yang saya pahami di setiap elegi bapak bukanlah mitos belaka, amin.

    ReplyDelete
  28. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alikum wr.wb

    Elegi pemberontakan para berhenti. Pemberontakan adalah perlawanan. Berhenti adalah terdiam. Tidak semua perlawanan mengarah kearah yang negatif dan terdiam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Terdiam yang dimaksud adalah berpikir dalam diam. Perlawanan dalam diam adaalah perlawanan untuk melawan hal yang negatif agar yang psotif dapat ditegakkan, yang perlu dilakukan adalah berpikir dengan cermat. berpikir untuk mencapai sebuah perencanaan yang matang untuk melakukan perlawanan yang bijak.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Filsafat berasal dari pemikiran para filsuf. Kemudian, kita sebagai manusia yang mempelajari filsafat, maka secara tidak langsung, kita mempelajari pemikiran para filsuf. Berfilsafat artinya berpikir secara radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Sehingga, ia tidak pernah terpaku hanya kepada satu fenomena tertentu dan tidak akan berhenti pada satu jawaban tertentu. Filsafat berupaya untuk menemukan jawaban dari akar permasalahan yang ada dan mencari hakikat yang sesungguhnya dari segala sesuatu. Filsafat akan tetap ada, dan akan terus ada selama kehidupan manusia. Filsafat akan berhenti pada saat manusia telah berhenti mempertanyakan segala sesuatu. Sehingga makna berhenti menurut saya, ketika tidak ada lagi kehidupan yang mengakibatkan tidak ada seorangpun yang akan melakukan berbagai kegiatan.

    ReplyDelete
  30. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Elegi Pemberontakan Para Berhenti. Berhenti ialah tidak bergerak, bergerak menuju diam. Namun pada dasarnya tidak ada yang benar benar berhenti didunia ini. semua nya bergerak teratur ruang dan waktu. bahkan ketika kita berniat menghentikan badan untuk istirahat sejenak saja semua sesuai dengan ruang dan waktu nya. berhenti karena memang waktu nya berhenti. jadi sebenar-benarnya berhenti ialah bergerak dan sebenar-benarnya bergerak ialah berhenti.

    ReplyDelete
  31. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Di dalam elegi-elegi yang lain, berhenti selalu dijudge sebagai keadaan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa berhenti ialah mitos. Misalnya jika kita merasa sudah memahami suatu ilmu atau menggapai sesuatu kemudian berhenti berusaha, maka kita telah terjebak mitos. Namun, jika kita memperluas lagi pemikiran dan pembicaraan kita, berhenti tidak selalu merupakan keadaan negatif. Misalnya, ketika kita berdoa, untuk dapat berdoa secara kusyu kita harus berhenti berpikir dan berhenti melakukan aktivitas lain yang tidak terkait dengan berdoa. Selain itu, kita juga harus berhenti ketika pikiran-pikiran kita telah melampaui batas. Maka hakekat, etik dan estetika berhenti pun relatif terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berhenti tidak sama dengan selesai karena ada istlah berhenti sejenak. Bisa saja dengan berhenti maka akan dapat menentukan ulang apakah arah yang diambil sebelumnya sudah tepat atau belum. Kesempatan untuk berpikir kembali akan lebih luas. Berhenti tidak akan pernah benar-benar berhenti apabila hayat masih dikandung badan. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang berpikir. Bahkan ketika tidur saja masih banyak hal-hal yang sering terlintas di pikiran. Jadi, selama masih hidup, berhenti tidak akan pernah benar-benar berhenti.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sepertinya elegi tentang nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, keadilan, dan berpikir positif menarik untuk dibahas. Semoga bapak akan terus menuliskan elegi-eleginya di dalam blog ini sebagai bahan pembelajaran untuk pembaca dalam menemukan nilai-nilai kehidupan secara substansial dalam bacaan-bacaan yang menarik.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berhenti ialah ketika tidak meneruskan lagi apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Makna berhenti akan bernilai baik atau buruk itu relatif berdasarkan ruang dan waktunya. Ketika seseorang yang dulunya memiliki kebiasaan yang tidak baik seperti merokok, kemudian akhirnya ia sadar dan ingin berhenti dari merokok ini, maka berhenti yang ia lakukan adalah hal yang baik. Akan tetapi, jika seseorang merasa bahwa ilmu yang ia miliki sudah cukup baginya dan tidak ingin lagi menuntut ilmu atau berhenti menuntut ilmu, maka berhenti yang ia lakukan adalah hal yang tidak baik. Dengan demikian, berhenti itu relatif nilai kebaikannya, sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  35. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Elegi pemberontakan para berhenti. Menurut saya, beranjak dari tema tersebut, para berhenti memberontak karena berhenti sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang kurang baik, contoh:berhenti belajar, berhenti berpikir, dan berhenti berusaha. Para berhenti memberontak karena dari berbagai anggapan tidak baik terhadap berhenti, berhenti juga mempunyai sifat yang baik. Karena ada kalanya, kita harus berhenti pada ruang dan waktu yang tepat. Contoh paling simple dapat dilihat pada saat seseorang makan. Apakah dia akan terus menerus makan walaupun sudah kenyang? Apa sebaiknya dia tidak sebaiknya berhenti makan? Tentu saja tidak. Disinilah, pentingnya untuk berhenti. Contoh yang lebih kompleks dapat dilihat pada saat seseorang terus menerus mengira-ngira bagaimanakah bentuk Tuhan? Tentu saja orang tersebut akan terjebak pada imajinasinya, karena orang tersebut belum pernah bertemu Tuhan sehingga mungkin hidupnya menjadi kurang terarah. Disinilah, menurut saya perlunya 'berhenti'.

    ReplyDelete
  36. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Berhenti. Sesungguhnya berhenti adalah pilihan. Berhenti tak selamanya buruk. Bagaimana dengan: berhenti berbuat jahat, berhenti mengeluh, berhenti menyalahkan orang lain.
    Berhenti itupun harus sesuai ruang dan waktunya. Berhenti sejenak, karena lelah. Berhenti seutuhnya untuk meninggalkan yang buruk. Menuju ke arah lebih baik tentu merupakan pilihan selanjutnya. Jika berhenti itu pilihan, maka memulai kembali atau bahkan memulai dari awal sesuatu yang baru merupakan kelanjutan dari pilihan untuk berhenti.

    ReplyDelete
  37. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berhenti bisa didefinisikan berhenti pikiran dan jasad. Berhenti pikiran artinya ia sudah tidak mau berpikir lagi. Jika diibaratkan ia seperti mayat hidup. Namun demikian, proses berhentinya berpikir dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal karena seseorang itu tidak memiliki keinginan untuk berpikir, sedangkan faktor eksternal dipengarihi oleh kemampuan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan terutama pada otak. Sehingga kemampuan untuk berpikir menjadi terhenti.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berhenti yang selanjutnya adalah berhenti jasad, yaitu ketika manusia meninggal dunia. Semua fungsi organ tubuhnya berhenti. Setiapn makhluk yang ada dunia ini pasti akan mengalami kematian tinggal kapan waktunya saja yang belum tidak dapat diketahui oleh siapapun kecuali Tuhan. Karena semua yang terjadi di dunia ini merupakan kuasa Tuhan yang tidak ada satupun yang dapat menandingi kekuasaanNYA. Namun demikian, meskipun kita telah meninggal dan semua organ sudah berhenti berfungsi, akan ada yang tidak berhenti jika saat kita hidup mengamalkan amalan yang pahalanya dapat mengalir terus kepada kita meskipun saat kita sudah meninggal.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan pendapat saya mengenai amal yang tidak berhenti meskipun kita telah meningal dunia yaitu terdapat tiga hal yang termuat dalam hadits berikut.
    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
    Selain itu, Allah juga akan memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat meski hanya sebesar dzarrah atau debu:
    “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An Nisaa’ 40]
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini, maksud dari pemberontakan para berhenti maksudnya jika kita memandang sesuatu itu berhenti sebagai berakhir dan tidak terulang lagi, maka itu dikatakan mitos. Apabila kita sudah merasa paham dan jelas dengan sesuatu dan berhenti untuk mempelajarinya berarti itu mitos. Kita sudah malas untuk mempelajarinya lagi. Karena pada dasarnya hidup ini itu siklik dan linear, berulang kembali membentuk lingkaran spiral dan linear. Maka maksud dari berhenti adalah berhenti melakukan suatu hal, kemudian nanti akan dimulai lagi. Oleh karena itu jangan malas untuk selalu berpikir dan belajar.

    ReplyDelete
  41. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berhenti bisa diartikan ketika seseorang tidak berpikir (secara filsafat). Berhenti berpikir merupakan musuh dalam berfilsafat karena berhenti berpikir merupakan mitos. Berhenti jika dinaikkan ke spiritual, maka berkaitan dengan berhentinya kehidupan. Kehidupan adalah proses yang dilewati setiap orang yang terlahir di dunia, hingga pada saatnya ia kembali ke pencipta. Mulai dari seseorang dilahirkan sampai ajal menjemputnya. Sampai saat itu tiba maka kehidupan di dunia seseorang tadi akan berhenti. Berhentinya sebuah kehidupan di dunia ditandai dengan kematian. Berhenti bernapas, behenti melihat, berhenti mendengar, berhenti meraba, berhenti mengecap menandakan bahwa poses, aktivitas maupun kegiatan di dunia sudah berakhir. Meskipun seseorang meninggal dan ditandai dengan berhenti fungsi organ dan tubuhnya, namun masih ada yang tidak akan berhenti untuk menjadi bekal di kehidupan akhiratnya kelak, yaitu amal jariyah yang dilakukannya di dunia, seperti memberikan ilmu yang bermanfaat, sedekah, dan doa anak yang sholeh/sholehah.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam menjalani kehidupan, manusia berada di dalam beberapa dimensi, ada saatnya untuk lahir da nada saatnya untuk mati, ada saatnya untuk memulai dan ada saatnya untuk berhenti. Ketika memulai segala sesuatu, manusia biasanya didorong dengan perasaan yang menggebu-gebu, berusaha untuk maksimal dan saat di mana segala harapan dirancang, namun setelah melewati beberapa proses ada saatnya untuk jenuh dan berhenti melakukan aktivitas tersebut. Begitu pula dengan tanaman, saat baru tumbuh ia terlihat sangat hijau dan segar sehingga sangat indah dipandang. Namun, seiring berjalannya waktu ada saatnya tanaman menguning dan membusuk.
    Bagi saya berhenti adalah berhenti adalah fase di mana kita menemukan perenungan yang sangat mendalam, berfikir reflektif tentang apa yang telah kita lakukan selama ini. Sehingga, ketika mampu beriengkarnasi dan memulai kehidupan yang baru dengan semangat yang baru. Jadi, berhenti bagi saya bukanlah akhir dari segalanya, namun ia adalah momentum reflektif terdalam manusia.

    ReplyDelete
  43. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sesungguhnya hidup itu mencari tempat pemberhentian, namun sesungguhnya tempat pemberhentian setiap manusia adalah sesuai tujuan. Maka tempat pemberhatian sesungguhnya adalah tujuan. Pada hakekatnya berhenti pada suatu hal maka berarti memulai awal yang baru terhadap suatu hal yang lainnya. Maka berhentilah sesuai dengan tempat tujuan anda, namun sebenar-benarnya tempat pemberhentian adalah sesuai dengan pikiran dan tujuan hidup anda. Namun apakah tempat pemberhentian yang hakiki?.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  44. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada awal dan ada akhir. Ada saatnya berjalan dan ada saatnya untuk berhenti. Semua itu terikat dengan ruang dan waktu. Sebagi makhluk hidup, kita akan terus miliki rasa pikir selama kita hidup dan masih terikat dengan ruang dan waktu. Kita berhenti berarti kita berada di suatu ruang dan waktu yang sudah jelas juga ikut berhenti. Maka semua itu adalah akhir dari kehidupan yang semenatra. Karena sesunguhnya tidak ada kata berhenti, sesudah disini pasti ada ruang dan waktu yang lebih kekal dan abadi. Maka semua itu hanyalah mitos belaka. Tidak benar jika kita tidak berpikir tetapi kta berada di lorong yang terang. Maka hendaknya kita terus do’a, do’a, dan berdo’a untuk kelangsungan hidup di kemudian hari.

    ReplyDelete
  45. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sebelumnya terimakasih pak telah memberikan wadah untuk kami sebagai mahasiswa untuk mngelolah pikiran sehingga mendapatkan pengetahuan dan dapat menyampaikan kembali pemikiran-pemikiran tersebut di dalam blog ini.

    Pemberontakan para berhenti.
    Pemberontakan terjadi karena terdapat sesuatu hal yang tidak sesuai dengan salah satu sisi. Pemberontakan para berhenti terjadi karena berhenti 1 diharuskan untuk berhenti pada daerah A sedangkan berhenti 1 melihat berhenti 2 melanjutkan ke daerah B. Kemudian berhenti 2 berhenti pada daerah B, berhenti 2 memberontak kenapa berhenti 2 harus berhenti di daerah B padahal berhenti 2 masih ingin dan masih sanggup melanjutkan ke daerah-daerah yang lain. Namun, dari setiap pemberontakan itu terdapat suatu hal yang dapat diambil pelajarannya. Mungkin di daerah pemberhentian itu merupakan suatu yang terbaik untuk setiap para berhenti.

    ReplyDelete
  46. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berhenti bisa saja mengakhiri dari segala proses, bisa juga memaksa mengakhiri sebuah berhenti, berhenti bisa juga mati, berhenti pikiran sama saja mati pikiran, sama saja manusia sebagai patung. Maka berhenti bukan sebuah mitos, namun dapat menyebabkan seseorang menjadi mitos, Berhenti yang ideal, terlepas dari mitos yakni berhenti yang berarti awal suatu proses yang baru. Selesai dari suatu urusan dan melakukan urusan yang lain. Semoga berhenti ini maksimal dan bermanfaat dan berhenti pada tujuan yang tepat maka mari selalu bersyukur, berdoa, ikhtiar dan berpikir kepada Allah SWT. Terima Kasih

    ReplyDelete
  47. Istilah “berhenti” berkontradiksi dengan “mulai”, karena hampir setiap hal di dunia memiliki kontradiksisnya tersendiri. Jika manusia memulai kehidupan saat dilahirkan ke dunia, maka manusia akan berhenti dalam kehidupan saat meninggalkan dunia. Dalam menuju ke “berhenti”, maka banyak sekali proses dari jalan yang harus dilalui manusia, banyak belokan, persimpangan, rintangan, dan hal-hal menarik yang dilihat dan dialamai oleh manusia dalam menempuh perjalanan menuju “berhenti”. Sebaik-baik manusia adalah “berhenti” pada saat yang tepat, keadaan yang tepat, dan tempat yang tepat.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berhenti adalah diam, tidak bergerak, tidak maju, tidak mundur, tidak mencoba, tidak berpikir, serta banyak arti berhenti lainnya tergantung ruang dan waktu. Dalam upaya menggapai logos, berhenti adalah mitos. Maka tiada kata selesai dalam menggapai logos. Dalam menggapai logos, kita harus terus mencari. Dalam menggapai logos apabila kita berhenti, maka kita telah termakan oleh mitos. Karena itulah kita tidak boleh berhenti menggapai logos hingga berhenti kehidupan kita.

    ReplyDelete
  49. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  50. Junianto
    PM C
    1709251065

    Menurut saya tidak ada satu hal pun di dunia yang berhenti secara permanen. Ketika suatu benda dalam pandangan kita sedang berhenti maka sejatinya dia sedang bergerak. Minimal benda itu berggerak bersama rotasi dan revolusi bumi. Begitu juga kehidupan manusia sebagai makhluk hidup. Secara logika, benda mati yang terlihat berhenti saja tetap bergerak maka makhluk hidup juga demikian adanya. Manusia yang sedang terdiam/ berhenti sejatinya dia juga sedang bergerak untuk tumbuh. Kehidupan manusia juga senantiasa berjalan tanpa berhenti.

    ReplyDelete
  51. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sebenar-benar berhenti adalah tidak berhenti. Berhenti pada suatu keadaan, tidak menjadikan kita lantas tidak lagi mengalami keadaan itu lagi. Berhenti makan, tidak lantas kita tidak makan lagi. Mungkin saat ini orang berhenti makan pagi, tapi kemudian nanti makan lagi di malam hari. Mungkin saat ini orang berhenti nonton TV, tetapi kemudian esok hari menonton TV kembali. Berhentinya suatu aktivitas adalah merupakan awal mulai dari aktivitas yang lain. Contohnya: aaya berhenti menonton TV, maka inilah awal saya menunaikan ibadah Sholat Dzuhur. Maka sesungguhnya selama hidup ini, tidak ada istilah berhenti, karena hidup adalah suatu rangkaian aktivitas yang sambung menyambung, terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  52. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saya berpikir mungkin ada makna tersirat dari senagaja dikosongkannya artikel kali ini. Karena judul elegi ini mengandung kata BERHENTI maka komentar-komentar sebagian besar mengarah pada beragam makna dan interpretasi mengenai berhenti. Tanpa disadari pada saat membicarakan berhenti, kita masih tidak dapat berhenti untuk berpikir dan menulis mengenai berhenti. Lalu apakah hakikat berhenti? Bagaimanakan sesuatu dikatakan berhenti? Apakah kita dapat menggapai berhenti apabila kita masih dapat memikirkannya bahkan mencoba menuliskan tentang berhenti? Karena forum ini bebas maka saya sedari tadi hanya menuliskan apa yang saya pikirkan dan mungkin tanpa notion yang berkualitas, terima kasih Pak Prof sudah memberikan wadah untuk menuliskan pikiran kami.

    ReplyDelete
  53. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi pemberontakan para berhenti menunjukkan ketidakmauan untuk berhenti, karena berhenti berarti mati. Dalam berfilsafat, seseorang yang berhenti berpikir, berarti dia telah mati. Berhenti berpikir disebabkan suatu penyakit, yaitu malas membaca. Oleh karena itu, agar kita tidak mati, kita harus rajin-rajin membaca untuk mengolah kemampuan kita dalam berpikir.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hermeneutika dalam kehidupan itu sangatlah penting karena hal ini akan membuat manusia itu berkembang dan akan sesuai dengan yang ada di dalam ruang dan waktu. Hermeneutika kehidupan manusia harus secara terus menerus dilakukan agar manusia itu mengerti apa hakikat hidup dan apa hakikat dari atas sesuatu yang ada dan mungkin ada. Jika memang kegiatan hermeneutika kehidupan dari manusia itu berhenti, maka pada dasarnya manusia akan menjadi mayat hidup yang tidak mengerti apa-apa dan tidak tau apa yang seharusnya mereka lakukan dalam kehidupan mereka sehingga akan menyebabkan depresi yang akan menimbulkan pada bunuh diri yang sering terjadi di negara luar seperti jepang dan lainnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  55. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  56. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi pemberontakan para berhenti.
    Dari elegi ini ada yang unik yaitu bahwasanya elegi ini bahkan hanya berhenti pada judul dan tidak dilanjutkan. Bapak membiarkan kami merangkai sendiri elegi kami. Mengenai berhenti itu apa dan bagaimana? Sempat saya fikirkan bahwa berhenti mungkin merupakan kata-kata pangkal sehingga tak dapat diartikan lagi.
    Kemudian setelah berrfikiir sejenak, berhenti adalah keadaan nol dimana seseorang tidak ingin maju maupun mundur. Berhenti dapat dipandang dari keadaan lelah, maupun keadaan sudah cukup dan tidak perlu lagi. Perspektif berhenti sendiri ada banyak. Berhemti berjalan, berhenti berfikir, berhenti berharap bahkan berhenti bernafas. Semua adalah kegiatan keberhentian.

    ReplyDelete
  57. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sombong, angkuh, merasa dirinya paling mengerti, paling paham, merasa tidak perlu lagi berfikir dan belajar adalah sifat manusia yang sepertinya sulit dihilangkan. Kita sebagai hambaNya hanya dapat berusaha, berdo'a dan beristighfar memohon ampun dengan segala kekurangan, keterbatasan dan ketidaksempurnaan yang dimiliki.
    Sifat sombong sangat menyesatkan, orang yang sudah merasa bisa tidak mau belajar lagi akan sangat rugi, karena sesungguhnya ilmu itu tidak ada batasannya dan dengan sifat sobong tersebut seseorang tidak akan mendapatkan wahyu dari ilmu-ilmu yang sebenarnya mereka belum ketahui.

    ReplyDelete
  58. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Para berhenti menurut saya adalah orang yang sombong, yang merasa sudah pintar sehingg berhenti untuk berjuang dan bersungguh-sungguh mencari ilmu. Elegi ini dapat dikaitkan dengan kondisi guru saat ini, yaitu malas untuk meningkatkn kualitas diri maupun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  59. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Saat menjalani kehidupan adakalanya manusia berharap untuk berhenti di tengah jaln, enggan untuk menyelesaikan perjalanan. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, bisa jadi karena kurang menerima keadaan, kurang bersyukur, sehingga ingin sgera mengakhiri. Padahal dalam agama telah diajarkan bahwa manusia tidak ada waktu untuk berhenti belajar dan berproses sampai ajal menjemput. Oleh karenanya manfaatkan waktu ini untuk senantiasa belajar dan berproses.

    ReplyDelete
  60. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Berhenti dari kebaikan adalah mitos. Maka jangan berhenti yang menjadikan sebagai mitos, tetapi berhentilah dari yang menyebabkan mitos. Karena mitos itu adalah sifat yang diperoleh jika kita menelan suatu ilmu baru yang kita peroleh dengan mentah-mentah. Langkah kita terhenti pada menerima, padahal sebenarnya-benarnya kita memahami suatu ilmu adalah jika kita menemukan hakekatnya dan kita memperoleh logosnya, bukan sekedar mendapat mitosnya.

    ReplyDelete
  61. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Berhenti memiliki banyak makna, ia tidak bisa diartikan hanya dengan satu arti yang tunggal. Berhenti berdoa berarti sombong. Berhenti berfikir adalah bodoh. Berhenti berdetak bagi jantung adalah mati. Berhenti di jalan raya yang banyak kendaraan adalah macet. Berhenti berempati adalah egois. Berhenti adalah sifatnya mitos. Dunia selalu berputar, hidup senantiasa berjalan, bila kita berhenti kita akan dimakan oleh monsternya ruang dan waktu. Berhenti adalah lawannya inovasi. Guru yang tidak melakukan inovasi akan ketinggalan zaman. Pembelajarannya membosankan. Murid-muridnya tidak antusias. Pembelajaran tidak menarik. Tujuan pendidikan tidak dicapai.

    ReplyDelete
  62. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berhenti bisa merupakan sesuatu yang baik namun bisa juga merupakan sesuatu yang buruk. Sebagai contoh, seseorang yang dahulunya suka mencuri kemudian ia berhenti melakukan kegiatan tersebut maka berhenti tersebut termasuk hal yang baik. Di lain pihak, contoh berhenti yang merupakan hal yang buruk adalah berhenti mengingat Allah, berhenti mencari ilmu karena merasa sudah pandai. Berhenti bisa bersifat sementara atau permanen. Contoh berhenti yang sementara adalah ketika kita berhenti berjalan. Contoh berhenti yang permanen adalah berhentinya bernafas ketika kita mati. Berhenti belum tentu tidak bergerak sebagai contoh ketika kita berhenti berjalan sesungguhnya masih ada yang bergerak dalam diri kita yaitu aliran darah kita.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Berhenti, menurut saya tidak ada yang namanya berhenti. Sebab waktu selalu berjalan, bumi selalu berputar dan siang malam selalu berganti. Bahkan saat manusia tidur sebenarnya sel-sel dalam tubuh terus bekerja untuk memperbaiki diri. Berhenti hanya berlaku pada mereka yang menyerah, tidak mau meneruskan kegiatan yang telah dimulai.

    ReplyDelete

  64. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Berdasarkan dari judulnya yaitu elegi pemberontak para berhenti, kemudian saya pahami berdasarkan ilmu yang saya peroleh dari elegi-elegi yang terdahulu, maka yang saya ingat bahwa berhenti adalah mitos. Bukan berhenti yang sebagai mitos, tetapi berhentilah yang menyebabkan mitos. Karena mitos itu adalah sifat yang diperoleh jika kita menelan suatu ilmu baru yang kita peroleh dengan mentah-mentah. Langkah kita terhenti pada menerima, padahal sebenarnya-benarnya kita memahami suatu ilmu adalah jika kita menemukan hakekatnya dan kita memperoleh logosnya, bukan sekedar mitos. Selain itu, kata berhenti jika kita relasikan dengan kegiatan menutut ilmu, maka yang diperoleh adalah berhenti menutut ilmu. Berhenti menutut ilmu inilah yang kita sebut sebagai sombong pada dunia pengetahuan. Seseorang yang berhenti berarti telah merasa cukup dengan ilmu yang diperoleh sehingga dia merasa tidak perlu lagi mencari ilmu yang lain, maka hal itulah sebenar-benarnya sombong. Pada hakekatnya menutut ilmu adalah dari lahir sampai mati.

    ReplyDelete
  65. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam melakukan aktifitasnya, manusia pasti akan merasakan lelah atau jika telah sampai pada tujuannya maka kegiatan itu akan dihentikan. Tentu hal ini wajar dilakukan karena manusia memiliki keterbatasan kemampuan fisik yang mengharuskannya berhenti. Namun berhenti yang baik apabila nanti dilanjutkan kembali melakukan kegiatan produktifnya. Sedangka berhenti yang buruk apabila ia tela merasa puas dengan pencapaiannya lalu benar-benar berhenti. Contoh berhenti yang tidak baik apabila kita telah merasa bahwa ilmu yang kita pelajari sudah banya dan merasa kita telah pintar sehingga merasa puas dan tidak mau belajar lagi. Berhenti yang demikian disebabkan oleh kesombongan, sedangkan kesombongan itu sifatnya syaitan. oleh sebab itu, marilah kita jangan pernah berhenti dalam melakukan kegiatan yang produktif selama kita masih mampu melakukannya.

    ReplyDelete
  66. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berhenti berarti tidak bergerak dan berhenti adalah keadaan tidak bergerak namun setelah bergerak. Sehingga berhenti adalah proses interval antara pergerakan. Ketika kita kaitkan dengan berfilsafat berhenti dapat diartikan sebagai proses untuk tidak mempelajari para filsuf sementara waktu, atau bahkan untuk waktu yang lama. Berhenti yang terlalu lama akan menghambat proses berpikir kita, hendaknya kita tidak berhenti dalam segala perbuatan baik, namun terkadang kita butuh untuk berhenti, maka berhenti yang sebentar itu kita umpamakan sebagai istirahat. Ketika pikiran kacau, maka berhentilah, kemudian lanjutkan kembali.

    ReplyDelete
  67. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tiadalah sebenar-benarnya manusia berhenti. Setelah mati pun mati belum dapat berhenti karena harus melewati alam berikutnya. Dunia yang tiada hentinya melakukan perubahan dan kemajuan menuntut manusia untuk tidak pernah berhenti pula. Apabila manusia berhenti, maka manusia akan termakan mitos dan terperangkap dalam ruang dan waktu yang tidak tepat. Maka tiadalah jalan terbaik selain dengan ikhlas hati dan jenih pikir untuk terus bergerak mengejar logos

    ReplyDelete
  68. Assalamualaikum Wr. Wb. Ada banyak hal yang membingungkan selama membaca elegi yang bapak tulis. Salah-satunya adalah elegi ini. Ketika membayangkan pemberontakan para berhenti saya membayangkan sosok berhenti sebagai makhluk yang mencoba untuk memperjuangkan hakikatnya sebagai berhenti. Ia memberontak dari gerakan. Ia memberontak dari hokum dialektika kehidupan. Mungkin jika pemberontakan itu berhasil, maka berakhir pula kehidupan ini, karena semuanya akan berhenti pada satu titik di mana gerak tak lagi bergerak. Membingungkan.

    ReplyDelete
  69. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berhenti merupakan kondisi dimana seseorang tidak melakukan perubahan, baik secara langsung mapuan secara tidak langsung. Seseorng jika berhenti terlalu lama akan terkena mitos. Ketika seseorang terlalu nyaman dengan kondisinya dan hingga tidak mau bergerak, maka itulah yang dinamakan berhenti ditempat. Semoga kita terheindar dari perilaku berhenti.

    ReplyDelete
  70. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Berhenti berarti tidak bergerak lagi atau dapat dikatakan tetap. Berhenti juga berarti tidak berusaha kembali. Behenti dalam mencari ilmu merupakan hal yang berbahaya, karena dalam mencari ilmu dikatakan pendidikan sepanjang hayat.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  71. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Selama masih hidup tidak ada kata berhenti dalam mencari ilmu. Apa bila dalam mencari ilmu berhenti maka hal tersebut menandakan kematian berpikir dari manusia. dan hal itu merupakan suatu hal yang sangat membahayakan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  72. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kehidupan yang ada di dunia ini bersifat kontradiksi. Jika ada awal maka ada akhir. Akhir merupakan batas perjuangan kita atau dapat dikatakan titik berhentinya. Hidup manusia dimulai ketika diberikan ruh oleh Tuhan dan berhenti ketika Tuhan menarik ruh tersebut kembali. Aka tetapi berhenti hidup adalah kuasa Tuhan, tidak akan sanggup kita untuk memikirkannya. Jika kita memikirkan bahwa kita mengetahui akhir/berhenti maka itu berarti dia telah menjadi sombong.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  73. Berhentinya kehidupan adalah kuasa Tuhan dan hanya Tuhan yang tau. Namun ada pula berhenti yang merupakan ulah dari manusia itu sendiri, yaitu berhenti berpikir. Hidup manusia adalah terjemah dan menerjemahkan, bagaimana mungkin dia bisa melakukannya jika berhenti berpikir. Dengan berhenti berpikir itu berarti manusia sudah terkena dengan mitosnya sendiri, dan berhenti yang seperti itu membuat ilmu dan ibadah menjadi tidak bermakna.

    ReplyDelete
  74. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dikatakan kalau berhenti itu selalu buruk. Sedangkan penjelasan umumnya yaitu jika sesuatu semua yang ada dan yang mungkin ada bisa jadi patung filsafat jika keadaan berhenti dari satu , atau beberapa, atau semua sifat-sifatnya. Sehingga nasihat dari banyak elegi juga mengatakan agar tidak menjadi patung filsafat, atau orang yang berhenti maka kita senantiasa bergerak dan berubah agar senantiasa memenuhi sifat-sifat kita selayaknya, memenuhi tugas tugas kita maka kita bisa terbebas dari patung filsafat tersebut. Kemudian tak lupa pula untuk memohon perlindungan dan kekuatan agar tidak menjadi yang berhenti itu.
    Namun para berhenti disini melakukan pemberontakan, dimana letak pemberontakkannya yaitu tidak semua berhenti itu buruk. Berhenti yang baik yaitu berhenti dari keburukan. Lalu contohnya apa? Contohnya yaitu orang yang sering berbohong dan ia mencoba untuk berhenti berbohong. Dan contoh yang lain. Disini kita belajar bahwa memamg kebenaran di dunia itu relatif. Salah satunya yaitu berhenti ini.

    ReplyDelete
  75. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Contoh lain dalam pendidikan yaitu. Misalkan seorang guru berhenti untuk menggunakan metode tradisional. Dan beralih menggunakan metode pembelajaran yang inovatif. Disinilah letak pemberontakan berhenti itu. contoh lain, misalkan seorang siswa berhenti dari hanya mendengarkan gurunya yang ceramah. Ia mencoba untuk menanya, mencari tahu dan menemukan pengetahuannya sendiri. dan sikap-sikap yang lain. Sehingga melalui filsafat ini kita dibukakan pandangan kita tentang sesuatu dengan pandangan yang luas. Tetapi dengan landasan yang tetap lurus dan ikhlas. Semoga kita semua bisa berhenti dari hal-hal keburukan yang kita lakukan. Aamiin

    ReplyDelete
  76. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Seseorang yang berhenti adalah orang yang pernah mengalami keputus-asaan. Terdapat 2 jenis keputus-asaan, putus asa sementara dan dan putus asa yang disebabkan oleh tradisi, pekerjaan, karakter personal, atau keputusanaan yang disebabkan oleh kebiasaan buruk, pikiran negatif, lemahnya kepercayaan diri, dan kurangnya kerja. Hal ini adalah hal yang berbahaya, hal tersebut disebut dengan malas. Keadaan tersebut disebabkan oleh kurangnya rasa syukur dan tidak memiliki motivasi untu merubah hiduo kearah yang lebih baik. Semoga kita semua terhindar dari sifat tersebut.

    ReplyDelete
  77. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Pemberontakan para berhenti adalah symbol perlawanan terhadap hokum dialektika yang terus berjalan. Dalam kondisi apapun, para berhenti tidak akan memenangkan pemberontakan itu sampai ketika Tuhan telah memberhentikan waktu bagi kehidupan. Pemberontakan para berhenti adalah representasi dari kemunduran. Dalam konteks personal misalnya, pemberontakan para berhenti terwujud dalam sikap malas, lepas tanggungjawab, dan tak mampu memberikan reaksi terhadap kehidupan. Wallahu a’lam bishawab.

    ReplyDelete
  78. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kodrat alami hidup adalah bergerak dan berubah. Tidak ada yang tetap. Maka dari itu manusia butuh dan perlu untuk terus bergerak agar ia dapat mengikuti perubahan. Merasa dirinya sudah cukup puas dengan yang didapat sehingga ia memutuskan untuk berhenti dan menikmati kenyamanan di situasinya itu, berarti ia telah terjebak dalam mitos. Jika tidak segera tersadar, ia akan tergilas, ia akan menjadi tertinggal. Karena disaat ia berhenti yang lain terus melakukan pergerakan. Maka dari itu, sebenar-benar hidup di dunia adalah bergerak.

    ReplyDelete
  79. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    dalam hidup ini kita selalu bergerak, berinteraksi dengan apa yang ada di luar diri kita. bergerak dsini juga dapat diartika berikhtiar. sebenar-benarnya hidup adalah ikhtiar dan doa. sempga kita tergolong ke dalam hamba yang selalu berikhtiar untuk menggapai ridho Allah SWT. Aaamiin Allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  80. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pandangan saya tentang "Berhenti" adalah saat telah mencapai apa yang diharapkan dan dicita-citakan. Saat seseorang mengklaim dirinya "Berhenti", maka seharusnya ia telah puas atas pencapaian dirinya dan yakin bahwa "Berhenti" merupakan hal terakhir yang harus ia lakukan. Namun jika tujuan dari seseorang (katakanlah mahasiswa) belum tercapai, maka ia tidak pantas mengatakan "Berhenti". Andaikan seseorang belum tiba pada tujuan akhirnya dan telah mengatakan "Berhenti", mungkin ia lelah, mungkin ada yang terlupa dan harus ia selesaikan, atau mungkin ia bosan dan merasa tidak sanggup untuk terus maju. Kuncinya hanya pada kata "Terus". Jika seorang mahasiswa jenuh, lelah dan bosan, maka bukan kata "Berhenti" yang seharusnya diucapkan. Berhentilah sementara untuk istirahat, tenangkan pikiran dan siap untuk "Terus".

    ReplyDelete
  81. Aji Pangestu
    15301241009
    P.Matematika I 2015
    Segala yang ada di dunia ini pada hakikatnya adalah dinamis. Semua bergerak sesuai dengan kehendakNYA. Berhenti adalah diam, tidak bergerak. Berhenti berarti istirahat, namun tidak selamanya berhenti adalah berhenti.

    ReplyDelete