Jan 22, 2013

Elegi Pemberontakan Para Berhenti




Elegi Pemberontakan Para Berhenti
Oleh Marsigit

Elegi ini sengaja dibiarkan terbuka. Pembaca dipersilahkan untuk membuat Comment, Tesis, Analisis, atau Sintesis, perihal apa saja baik secara Formalnya maupun Substansinya jika Elegi ini diteruskan. Siapa saja yang terlibat, apa yang dibicarakan, kemudian referensi yang mungkin digunakan. Apa hubunannya dengan Elegi-elegi terdahulu. Apa juga kemungkinan kelanjutan dari Elegi ini. Selamat memikirkannya. Semoga kita semua memperoleh kecerdasan Pikir dan Hati. Amin


29 comments:

  1. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Elegi pemberontakan para berhenti. Berhenti disini tentu mempunyai beberapa maksud, bisa saja berhenti dalam pembuatan elegi, berhenti dalam membaca elegi, berhenti dalam mengomentari elegi, atau mungkin yang lainnya. Kata berhenti seolah-olah seperti tidak melakukan perbuatan yang seperti biasanya lagi. Jika berhenti untuk berbuat yang tidak baik, maka kita telah melakukan hal yang baik, namun jika berhenti untuk melakukan kebaikan maka kita telah melakukan hal yang buruk dan merugikan. Dalam melakukan sesuatu harus didasari pada hal yang jelas dan sudah dipikirkan terlebih dahulu apa dampak yang akan terjadi. Sama seperti halnya berhenti melakukan sesuatu. Kita harus memikirkan akankah keputusan kita baik ataukah tidak. Jangan memutuskan untuk berhenti jika hal tersebut dapat merugikan. Jadi, pikirkanlah apa yang akan akan diakibatkan oleh keputusan kita, jangan sampai kemudian kita menyesal. Selalu dekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa ikhlas dalam melakukan segala hal, agar mendapatkan ridhonya dan senantiasa selalu dibimbing ke jalan yang baik dan benar.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Wajar saat adanya pemberontakan dari para berhenti. Sebenar-benarnya berhenti tak akan mampu melepaskan diri dari para mulai. Tidak ada berhenti tanpa memulai. Saat seseorang berhenti tidur, maka ia mulai untuk melakukan sesuatu selain tidur. Dalam pikiranpun, saat seseorang berhenti memikirkan objek A, dengan sendirinya ia memulai untuk memikirkan objek lain. Tidaklah mampu berhenti berjalan tanpa mulai. Saat seseorangpun berhenti bernafas, maka ia memulai kehidupan setelah kematian.
    Pemberontakan para berhenti karena tak mampu berdiri sendiri dan tak mampu mendefinisikan dirinya sendiri. Para berhenti mestinya paham bahwa keberadaannya dengan memulai adalah diterjemahkan dan menterjemahkan. Mereka akan saling bergandengan dalam siklus kehidupan.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  3. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Para berhenti dapat diibaratkan seperti mitos. Mengapa? Karena mitos berarti tidak berpikir, berhenti berpikir karena sudah merasa mantap akan sesuatu. Padahal filsafat itu pikiran kita, artinya dalam ketika ingin berfilsafat maka ia harus senantiasa berpikir. Tetapi tidak cukup berpikir saja, ia juga harus melibatkan hatinya dalam berpikir agar tidak salah langkah. Para berhenti akan memberontak ketika manusia senantiasa menggunakan pikiran dan hatinya dan selalu merefleksikan diri.

    ReplyDelete
  4. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Berhenti.
    Teringat sebuah kalimat bijak “jangan berhenti saat kamu lelah, berhentilah saat kamu selesai”.
    Adalah kalimat penyemangat bermakna perjuangan, kekuatan, kewajiban, pantang menyerah dan keikhlasan. Jangan berhenti saat lelah, Jangan berhenti saat susah, Jangan berhenti saat gundah, Jangan berhenti saat payah, Ikhlaskan semua perjuanganmu dan percayalah Allah telah menyiapkan hadia yang amat indah diujung perjuanganmua. Jangan berhenti, karena alasan-alasanmu untuk berhenti sesungguhnya ingin berontak dan mengatakan “Selesaikan”.

    ReplyDelete
  5. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Berhenti bisa diartikan sebagai akhir dan awal. Akhir dari sesuatu yang sudah ada dan awal bagi sesuatu yang baru. Dalam kehidupan, orang yang berhenti adalah orang yang terancam kematian, misalnya berhenti bernafas, berhenti bergerak, berhenti berpikir, berhenti belajar dll. Ketika seseorang berhenti maka ada ruang dan waktu dari seseorang tersebut yang sedang terancam kematian.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Elegi pemberontakan para berhenti disini bisa berarti berhenti dari melakukan sesuatu yang seharusnya dikerjakan. Melakukan sesuatu memang harus didasari rasa tulus ikhlas untuk mengerjakan sesuatu. Jangan sampai semangat itu pudar dan berhenti ditengah jalan saat sedang melakukan sesuaut yang seharusnya diselesaikan hingga tuntas. Untuk menghadapinya tentu saja perlu membentengi diri dan terus berikhtiar sambil terus mengucap rasa syukur kepada Allah
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  8. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, disitulah duduk yang namanya keikhlasan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) dari yang ada melalui mengada (ikhtiar). Perjalanan kita sebagai manusia berada dalam satuan waktu antara awal dan akhir. Perjalanan tersebut terdiri dari fase-fase atau masa. Awal tak selamanya jadi awal, karena awal bisa menjadi akhir bagi sesuatu yang lain. Begitu pula dengan akhir yang juga bisa menjadi awal bagi sesuatu yang lainnya lagi. Sebenar-benarnya akhir bisa diartikan sebagai berhenti, berhenti untuk memulai, berhenti untuk membuat awal, berhenti dalam belajar, berhenti berpikir kritis. Dan sebenar-benarnya berhenti adalah mati. Pergunakanlah waktu yang kita miliki sebaik mungkin untuk berbuat hal-hal baik.

    ReplyDelete
  9. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan elegi pemberontakan para berhenti diatas, saya ingin membuat pendapat saya terhadap berhenti. Berhenti menurut saya adalah tidak bergerak pada ruang dan waktunya. Berhenti itu relatif. Hal itu karena, tergantung kita melihat dari sisi mana. Misal kita menganggap sebuah mobil sedang berhenti di pinggir jalan raya. Tetapi dilihat dari ruang dan waktunya mobil itu tetap bergerak mengikuti pergerakan bumi yang mengitari matahari. Jadi, menurut saya berhenti disini tergantung apa yang dilihat dan bagaimana melihatnya.

    ReplyDelete
  10. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan panjang mengemban amanah dari Sang Maha Pencipta. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah tau, kapan berjalanan ini akan berakhir. Justru, sebenarnya tiadalah akhir dari sebuah kehidupan. Karena berhentinya kehidupan di suatu alam, menandakan awal perjalanan di alam yang baru. Oleh karena itu, sebenar-benar hidup adalah berproses, sebenar-benar hidup adalah bergerak. Sebenar-benar hidup adalah mempersiapkan diri untuk kembali pulang kepada Sang Pemberi Kehidupan.

    ReplyDelete
  11. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Saat menjalani kehidupan adakalanya manusia berharap untuk berhenti di tengah jaln, enggan untuk menyelesaikan perjalanan. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, bisa jadi karena kurang menerima keadaan, kurang bersyukur, sehingga ingin sgera mengakhiri. Padahal dalam agama telah diajarkan bahwa manusia tidak ada waktu untuk berhenti belajar dan berproses sampai ajal menjemput. Oleh karenanya manfaatkan waktu ini untuk senantiasa belajar dan berproses.

    ReplyDelete
  12. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Kata “Berhenti” jika dikaitkan dengan hal-hal yang positif, maka maknanya jadi tidak baik. MIsalkan dalam hidup ini kita “berhenti berpikir”, maka hidup kita tak lain hanyalah sebuah formalitas atau hidup yang tanpa makna. Begitu dahsyatnya kekuatan sebuah pikiran, sehingga seorang biasa dapat menjadi seseorang yang luar biasa. Seseorang akan mendapatkan hikmah yang besar dari sesuatu hal kecil yang akan menjadikan hidup mereka lebih berarti, seperti yang telah orang-orang besar dapatkan jauh sebelum mereka besar. Oleh karena itu janganlah BERHENTI untuk berpikir dan memaknai hidup.

    ReplyDelete
  13. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018
    Saya menafsirkan elegi pemberontakan para berhenti ini sebagai permulaan dari elegi para mulai. Berhenti berarti mengakhiri untuk melakukan suatu hal, akan tetapi sedang merencanakan atau memulai untuk melakukan sesuatu yang lain. Sebagai contoh, ketika seseorang berhenti membaca buku bisa jadi ia sedang mengambil jeda untuk melanjutkan chapter selanjutnya atau memang telah menyelesaikan buku tersebut. Menyelesaikan satu buku bukan berarti dia akan berhenti membaca buku yang lainnya. Sehingga dalam elegi ini masih terdapat elegi-elegi lain yang sedang menanti untuk diutarakan kembali.

    ReplyDelete
  14. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Zona nyaman merupakan penghambat bagi manusia, untuk bermalas-malasan karena merasa telah menggapai hal yang diinginkan padahal yang digapai hanya bersifat manipulatif saja. Bila seseorang telah berada dalam zona nyamannya, maka dia dapat terlena dan berhenti untuk menggapai hakekat/kebenaran. Tidak mudah untuk memulainya lagi, manusia akan menemui banyak kendala. Selama menjalani kehidupan di dunia, manusia akan terus berproses dan belajar. Hanya mereka yang menyia-nyiakan hidupnya lah yang memutuskan untuk berhenti menggapai kebenaran.

    ReplyDelete
  15. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Pemberontakan para berhenti dimaksudkan adalah jangan pernah berhenti dengan apa yang dikerjakan karena apa yang telah dikerjakan adalah sebuah pilihan yang harus dipertanggung jawabkan. Jika kita melakukan hal yang baik maka teruskan melakukannya tanpa berhenti sampai menembus ruang dan waktu. Tetapi jika kita melakukan hal yang buruk, berhenti sejenak untuk merefleksikan diri namun merefleksikan diri di sini tidaklah berhenti karena selalu berpikir untuk selalu berbuat baik ke depannya.

    ReplyDelete
  16. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pada persimpangan lampu lalu lintas semua kendaraan berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah. Jika lelah berlari maka berhentilah. Kegiata-kegiatan tersebut merupakan bentuk contoh dari kegiatan berhenti. Bisa saja berhenti sebentar agar bisa berlanjut lagi, bisa sajja berhenti selamanya agar tidak berlanjut. Tidak mau melakukan suatu kegiatan atau hal atau bahkan berpikir merupakan bentuk berhentinya kehidupan. Maksudnya, berpikir saja tidak mau atau berpikir saja hanya sampai situ tidak mau dilanjutkan berpikir sama saja memutuskan untuk menyerah.

    ReplyDelete
  17. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Kata berhenti dapat saya maknai sebagai dua hal, berhenti untuk sementara kemudian melanjutkan proses, atau berhenti dengan benar-benar tidak melanjutkan lagi apa yang sudah dilakukan. Pemberhentian yang sementara dapat membawa angin segar apabila diiringi dengan refleksi yang dilakukan selama prosesnya. Pemberhentian tanpa melakukan kelanjutan dari apa yang sudah dimulai juga berarti positif apabila dimaknai dengan berhenti dalam hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  18. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Pemberontakan para berhenti mungkin bisa dimaksudkan bahwa dalam menjalani kehidupan tentu segala sesuatunya terus berjalan, berpacu pada ruang dan waktu. Saat si berhenti yang memang sesuai namanya memiliki keinginan untuk berhenti, sedangkan hidup ini terus berjalan bagaikan perputaran roda. Bukankah kehidupan sebenar-benarnya berhenti saat dunia ini berakhir (kita sebut dengan kiamat). Jadi para berhenti disini dimaksudkan atau ditujukan bagi orang-orang yang sudah berputus asa dalam hidupnya, yang sudah malas berjuang.

    ReplyDelete
  19. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Berhenti ini saya rasa tidak sejalan dengan filsafat. Ketika kita berhenti berfikir, maka, kita akan berhenti untuk melakukan segala hal. Kita tidak bisa lagi menggenggam dunia jika kita berhenti untuk berfikir.

    ReplyDelete
  20. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Di dalam elegi-elegi yang lain, berhenti selalu dijudge sebagai keadaan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa berhenti ialah mitos. Misalnya jika kita merasa sudah memahami suatu ilmu atau menggapai sesuatu kemudian berhenti berusaha, maka kita telah terjebak mitos. Namun, jika kita memperluas lagi pemikiran dan pembicaraan kita, berhenti tidak selalu merupakan keadaan negatif. Misalnya, ketika kita berdoa, untuk dapat berdoa secara kusyu kita harus berhenti berpikir dan berhenti melakukan aktivitas lain yang tidak terkait dengan berdoa. Selain itu, kita juga harus berhenti ketika pikiran-pikiran kita telah melampaui batas. Maka hakekat, etik dan estetika berhenti pun relatif terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  21. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Elegi ini tidak tertulis atau tergambar seperti biasa mungkin karena sesuai dengan judulnya elegi para berhenti. Berhenti berarti tidak lagi melakukan aktivitas baik aktivitas pikir maupun tindakan. Berhenti tentunya didasari oleh sebuah alasan yang jelas. Bisa karena ceritanya sudah selesai atau mungkin lebih baik untuk tidak diteruskan. terimakasih

    ReplyDelete
  22. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Berhenti merupakan kata yang memiliki makna yang berbeda sesuai dengan ruang dan waktu. Berhenti dalam menjalankan sesuatu memiliki alasan sendiri. Selagi masih mampu berjuang maka kata berhenti tidak berlaku. Tak akan pernah berhenti selagi waktu masih berputar. Berhenti dalam berpikir berarti sudah terjebak dalam mitos, tapi berhenti sejenak dalam berpikir bisa jadi bukan mitos namun intropeksi,. Namun sebenar-benarnya orang hidup tidak terlepas dari berpikir. Jadi pemberontakan para berhenti mengakui bahwa dirinya juga penting.

    ReplyDelete
  23. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Selain itu Berhenti sering dikonotasikan dengan makna negative, Berhenti bekerja, berhenti berpikir, berhenti bergerak, berhenti berolahraga, berhenti makan-makanan bergizi dan lain-lain. Namun dilain sisi kata berhenti juga bisa digunakan untuk kata yang baik Berhenti bermaksiat, berhenti berbuat dosa, berhenti mencuri, berhenti makan ketika sudah kenyang. Jadi pemberontakan para berhentit menganggap dirinya juga penting untuk mengakhiri suatu kata atau perbuatan yang dikonotasikan sesuai presepsi masing-masing entah itu berawalan negative atau positif.

    ReplyDelete
  24. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dari Elegi ini saya mendapati bahwa berhenti merupakan tanda kita mati. Apabila kita berhenti berpikir bahwa itu lah tandanya kita sebenar-benarnya mati. Sebenar-benar orang yang hidup adalah orang yang berpikir. Manusia banyak sekali di muka bumi ini, tapi jangan sampai kita menjadi para berhenti, masuk ke dalam kategori orang-orang yang tidak berpikir. Berhenti berpikir membuat kita terjebak di dalam kebodohan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  25. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Elegi pemberontak para berhenti ini bisa saja menggambarkan sesuatu yang semestinya baik untuk tetap dilakukan. namun, karena ada keraguan oleh si para berhenti maka dia tidak mampu lagi melanjutkannya. hal baik ini bisa berupa berpikir ikhlas, belajar filsafat, jadi peribadi yang cendekia dan bernurani dan sebagainya. dan untuk elegi ini bisa juga dilibatkan para mulai dan para pemroses, dimana keduanya ini adalah sosok yang berpengaruh dalam perjuangan si para berhenti ini.

    ReplyDelete
  26. M. Ikhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Judul elegi di atas tentunya mengundang tanda tanya. Apalagi tanpa penceritaan kisah sebagaimana elegi-elegi lainnya. "Berhenti" di sini tidak dimaknai sebagai titik akhir, melainkan upaya untuk mengajak pembaca melakukan refleksi dan terlibat aktif menuangkan pikirannya. Jika "berhenti" dimaknai dengan sebenar-benarnya berhenti, maka ia menjadi mitos dan kontradiktif dengan elegi-elegi sebelumnya yang banyak mengungkap ihtiar, proses, dan dinamis. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan kata-kata seperti menggapai, menemukan, meningkatkan, dan sebagainya.
    Sebagai para pengada yang mengada, pembaca diharapkan dapat melakukan apa yang dinyatakan oleh Rene Descartes, "Cogito Ergo Sum". Dengan begitu, pembaca termotivasi untuk meningkatkan kualitas dirinya (pikiran dan hatinya) dengan ikhlas sehingga bisa mengembangkan logosnya dan memanfaatkannya secara bijak.
    Sebagaimana pernah Prof tulis dalam sebuah elegi, "Jika ingin tahu dunia, tengoklah pikiranmu". Dalam elegi kosong ini, sepertinya Prof mencoba memancing pembaca untuk merefleksikan hasil kerja mengetahui apa yang ada dan yang mungkin ada dalam konteks ruang dan waktunya. Semoga kita senantiasa dalam ampunan dan lindungan-Nya sebelum "berhenti" benar-benar menjadi "berhenti" sesuai kehendak-Nya karena Dialah sebenar-benar yang punya kuasa atas "berhenti" tersebut.
    Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Hidup ini ibarat sebuah spiral yang merentang dari masa tadi ke masa nanti. Sebagaimana spiral, setiap titik adalah akhir sekaligus awal. Maka dalam hidup, setiap akhir adalah awal, setiap berhenti adalah mulai. Pemberontakan para berhenti karena sejatinya kehidupan tidak pernah benar-benar berhenti, setidaknya sampai Tuhan meminta kehidupan utnuk berhenti. Bahkan ketika seorang manusia mati, kehidupan tidak berhenti. Setelahnya, akan terjadi proses penguraian jasad secara biologis, atau, bagi manusia yang percaya adanya kehidupan setelah kematian, jiwanya akan memulai proses kehidupan baru di alam lain. Demikian saya mencoba memaknai elegi para berhenti.

    ReplyDelete
  28. Syaiful Syamsuddin
    19701261002
    S3 PEP 2019

    Assalamu alaikum wr.wb
    Berhenti dapat diartikan mengakhiri suatu proses, kegiatan, atau aktivitas. Sesuatu yang berproses dapat diakhiri dengan sesuatu yang dinamakan “berhenti”. Dalam filsafat berhenti menurut saya dapat diterapkan menurut ruang dan waktunya. Berhenti dapat mengandung makna positif dan makna negatif. Berhenti dalam artian yang positif adalah berhenti dalam hal melakukan hal-hal yang tidak berguna dan cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain. Sedangkan sebaliknya berhenti dalam artian negatif misalnya berhenti menuntut ilmu, berhenti dalam kejujuran, atau berhenti melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

    ReplyDelete
  29. Jewish Van Septriwanto
    19709251077
    S2 PM D 2019

    Terima kasih prof untuk tulisan ini, Berhenti dapat diartikan berakhir, selesai, beristirahat, berjeda. Sesungguhnya sesuatu yang diawali dengan “mulai” maka akan mengalami berhenti, berakhir, atau berjeda. Ketika hidup kita berhenti, maka itu adalah mati. Berhenti dari kehidupan di dunia, atau berjeda usai kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat. Ketika saya belajar filsafat, saya merasa bukan sekedar belajar, namun sekaligus beribadah pada-Nya. Dengan adanya elegi-elegi saya dibawa ke arah yang begitu dekat dengan Tuhan. Ketika perkuliahan filsafat berakhir maka proses pembelajaran filsafat dalam diri saya bukanlah berhenti, bukan pula berhenti beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Maka sesungguhnya itu adalah sebenar-benar pemberontakan si pembelajar filsafat. Kalau pun kita berhenti belajar filsafat, maka itu hanyalah dalam konteks perkuliahan, namun dalam kehidupan tentunya kitaharus dan terus membaca fenomena yang ada di bumi-Nya ini untuk mengambil hikmah di baliknya sehingga menambah ketakwaan kepada Tuhan

    ReplyDelete