Jan 10, 2013

Elegi Menyimak Refleksi Spiritual (Islam) Sdri Siti Nurchoiriyah



Siti Nurchoiriyah (09301244051)
S1 Pendidikan Matematika Swadaya Angkatan 2009, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
http://www.blogger.com/profile/12418300442334549836


Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai ‘kebahagiaan’ dengan bahasa perasaannya masing-masing. Pada masa sekarang ini manusia mencoba meraihnya dengan membuat ungkapan-ungkapan batin lewat visualisasi fisik yang banyak menguras waktu, harta, tenaga dan pikiran. Kesemuanya itu rela ia korbankan untuk melampiaskan perasaan batinnya, meski terkadang pengungkapannya itu kurang masuk akal sehat.

Kebahagiaan dalam format berfikir mereka adalah suatu bentuk idealisme yang bisa membuat perasaannya bergolak dan orang lain yang memperhatikannya ikut hanyut dalam gerak rasa yang dimainkannya.

Dan memang kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya.

Allah, yang kalau manusia mengetahui adalah sumber gagasan abstrak yang bisa menjadi eksak dalam pandangan orang-orang pilihan-Nya. Allah menyapa manusia ketika ia ingin mencapai gagasan abstrak kebahagiaannya itu dengan kata ‘Aku dekat’ (bahkan lebih dekat daripada urat leher).

Selanjutnya Allah menciptakan sebuah nama yang kemudian diiringi dengan nama-nama lain-Nya yang indah (hal ini yang Dia ajarkan pertama kali kepada Adam As.) sebagai jembatan penghubung antara Pencipta (Khaliq) dan yang dicipta (makhluk).

Pemahaman kita tentang Tuhan (makrifat) kepada-Nya sesungguhnya menggambarkan cakrawala pandang kita tentang Tuhan. Agama dan setiap golongan dalam suatu umat memiliki kacamata berbeda dalam memandang gagasan tentang Tuhan yang sebenarnya. Inilah Aqidah (tujuan) hidup, dan sumber kebahagiaan yang banyak orang cari sekarang ini.

Makrifat (pengenalan) akan Tuhan itu diawali dengan menyebut Nama-Nya, yakni Dzikir kepada Sang Pencipta. Dengan dzikir (ingat) inilah muncul istilah jauh dekatnya manusia kepada Tuhan yang menciptakannya.

Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan sumber kehidupan. Sesosok makhluk merupakan gambaran sebuah komponen elektronik, yang apabila tidak berhubungan dengan sumber energi listrik, maka ia tidak akan hidup. 


Dan juga apabila ia hanya berhubungan dengan hanya satu sumber ia juga tidak akan berjalan, karena harus memiliki dua kutub, positif dan negatif (ada takdir baik dan buruk). 

Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.

59 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fitrah manusia selalu menginginkan kehidupan dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang semestinya dicari dan dikejar adalah kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dengan kata lain, manusia senantiasa mengarahkan hidupnya dan menjalankan aktivitas agar memperoleh keselamatan tidak hanya di dunia melainkan di akhirat.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat dengan kalimat terkahir dalam penutup refleksi dari Sdri Siti Nurchoiriyah bahwa orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati. Seintens apa frekuensi kita dalam berdzikir (mengingat Allah SWT) menunjukkan sebesar apa keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang diidam-idamkan oleh manusia sebenarnya adalah amal dan ibadahnya kepada Allah yang merupakan tujuan akhir manusia. Semoga kita semua senantiasa merefleksikan diri kita sudah pantaskah kita mendapatkan kebahagiaan dengan kualitas dzikir kita yang sekarang.

    ReplyDelete
  3. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah adalah maha dekat, lebih daripada urat nadi kita sekalipun. Allah memiliki beberapa nama yang dikenal sebagai Asmaul Husna, nama-nama itulah yang sebagai penguhubung antara pencipta dengan yang dicipta. Karena dzikir, muncul istilah jauh dekatnya manusia dengan Allah. Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan pencipta.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Tujuan dalam hidup kita adalah menggapai kebahagiaan bukan hanya kebahagian di dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat tentunya. Dan untuk mencapai kedua kebahagiaan tersebut seyogyanya kita selalu berusaha untuk melakukan hal-hal yang terbaik. Setiap kebahagiaan seseorang memiliki tolak ukur yang berbeda-beda namun hal yang sama-sama dilakukan oleh setiap orang dalam menggapai kebahagiaan yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya yaitu dengan memperkokoh iman dan islam.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua manusia pastinya mengingikan kebahagian di dunia dan di akhirat. Bukan salah satu saja namun keduanya. Sehingga dalam mensyukuri seluruh rahmat yang diberikan oleh Allah, maka sebaik-baiknya manusia secara khusuk dalam beribadah. Dan setiap berdoa juga merefleksikan dirinya dan meminta ampun atas segala kekhilafan yang dilakukan. Sehingga dapat mendapatkan ketentraman hati dalm menyikapi seluruh masalah di dunia.

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebahagiaan terbesar seorang hamba adalah ketika manusia dapat meraih kebahagiaan yang hakiki yaitu di akhirat kelak. Itulah yang harus kita ikhtiarkan yaitu untuk dapat dekat dengan Allah. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk dapat dekat dengan Allah adalah dengan berdzikir.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Tujuan dalam hidup kita adalah menggapai kebahagiaan dan tentu untuk mencapai kebahagiaan tersebut seyogyanya kita selalu berusaha. Setiap orang tentu memiliki ukuran kebahagiaan sendiri-sendiri dan usaha untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut juga berbeda-beda. Meskipun tujuan dan cara untuk mendapatkan kebahagiaan berbeda namun ada satu hal yang sama-sama dilakukan oleh setiap orang dalam menggapai kebahagiaan yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara berdzikir.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkadang kita mencari bahagia terlalu jauh, padahal bahagia itu dekat. Ada pada setiap hati yang bersyukur. Maka biasakan kita untuk mensyukuri nikmat-Nya, agar senantiasa kita dapat merasakan kebahagiaan. Kita sebagai hamba-Nya tak bisa lepas dari kerisauan berbagai macam hal. Maka tugas kita adalah berikhtiar dan berdoa. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya: “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padaNyalah keselamatanku” (Maz 62: 1) maka hendaklah kita senantiasa bersandar pada Allah dan berdoa senantiasa berdoa padaNya.

    ReplyDelete
  9. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini menyadarkan saya bahwa fenomena sekarang ini yang sedang marak terjadi yaitu manusia berlomba-lomba untuk mencapai bahagiannya. Dengan kriteria bahagiapun mereka berbeda-beda dan mengupayakan dengan segala cara. Bahagia menurut manusiapun dicapai dengan banyak cara sebanyak cara yang ada dan yang mungkin ada. Ada dengan cara menggapai cita-cita ada yang dengan berlibur dll, masih banyak cara yang ada yang semilyar pangkat semilyar saya menyebutkan belum selesai. Karena yang mencapainya manusia yang bersifat plular. Sedangkan sejatinya bahagia apa bila dinaikkan pada posisi spiritualitas yaitu bahagia bertemu padaNya Sang Pencipta dan berada disurganya. Karena bahagiannya di dunia adalah suatu yang semu.
    Demikian pula karena bahagia, sedih senang di dunia adalah suatu ujian maka bagaimana kita mengatur rasa yang telah ada seperti bahagia n sedih itu tetap seimbang. Bagaimana rasa yang ada itu tidak meleburkan rasa cinta dan sayang kita pada Sang Pencipta. Semoga kelak kita adalah orang yang diperkenankan menggapai kebahagiaan sejati di Surga kelak, yaitu bertemu Allah SWT. Aamiin ya robbalalamin.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar elegi menarik dan bermanfaat
    Lewat elegi ini, satu kali lagi saya menemukan definisi kematian. Ya begitulah filsafat, lewatnya aku belajar menjadi orang yang terbuka. Bagaimana tidak? dengan belajar berfilsafat inilah kita tidak dapat egois dengan menetapkan satu definisi saja terkait suatu objek. Dan kali ini, definisi kematian lainnya yang ku dapati. Terimakasih saudari Siti, lewat anda saya mendapatkan satu definisi baru tentang kematian. "Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati". Dan saat ini tinggalah saya mencocokan keadaan saya dengan definisi tersebut. Hidupkah saya? atau matikah saya? Bismillahhirohmanirrahim. Semoga kita selalu dala lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  11. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B


    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Kebahagiaan itulah yang diilustarikan dalam elegi di atas.Memunculkan makna bahagia dalam hidup merupakan hajat setiap orang.Hal itu tidak dapat dipungkiri.Berbagai ragam perspektifnya masing-masing mendefinisikan tentang kebahgiaan.Ada yang mengatakan bahwa kebahgiaan itu adalah ketiki kita mendapatkan apa yang kita inginkan, ada yang mengatakan kebahagiaan itu ketika memiliki banyak harta dan sebagainya.Namun yang demikian itu, belum juga mampu mengungkapkan makna bahagia.Andaikan kita mampu mengerti seberapa dalamnya hati kita, tentu kita akan merujuk pada satu nama yaitu Allah SWT.Tempat kita melabuhkan hati kita sepenuhnya.Tempat menyandarkan hati-hati kita yang telah patah.Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Maka dengan Kasih dan Sayang-Nya, Allah akan memeluk dan mendekap hati kita.Sering dinasehatkan dalam elegi sebelumnya yaitu menjemput Allah dengan doa dan zikir.Sebab di dalam doa dan zikir kita menemukan ketenangan di dalam hati.Dan ketenangan di dalam hati itu merupakan kebahagiaan.

    ReplyDelete
  12. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Segala yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah SWT, dan manusia merupakan ciptaan-Nya yang paling sempurna, karena memiliki hati nurani dan hawa nafsu. Manusia diciptakan agar senantiasa mengingat dan beribadah kepada Allah SWT. Maka sudah seharusnya kita sebagao manusia untuk senantiasa berusaha selalu ingat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kami dan kita semua bisa menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dengan segala apa yang yang telah dianugerahkan kepada kita.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Manusia dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan makhluk Allah SWT. Tujuan utama allah SWT menciptakan manusia adalah agar manusia dapat menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Tugas utama manusia adalah beribadah dan menyembah Allah SWt, menjalani perintahnya serta menjauhi larangannya. Dalam perjalanannya, tentu manusia akan merasakan berbagai macam perasaan. Seperti yang diulas dalam elegi ini, salah satu perasaan tersebut adalah rasa bahagia. Definisi bahagia setiap orang tentu berbeda-beda. Kebahagiaanpun tidak dapat diukur berdasarkan materi. Sudah sewajarnya manusia ingin mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, seyogyanya ia tetap mengingat akan Allah SWT yang Maha segalaNya ketika ia mendapatkan suatu kebahagiaan. Karena bahagia itu tergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  14. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setiap manusia senantiasa berusaha menggapai kebahagiaannya masing-masing dengan caranya masing-masing, oleh karena itu bahagia menurut seseorang yang satu tentu berbeda dengan orang yang lainnya. Jika menurut pendapat saya sebagai muslim, bahagia itu ketika hati, lisan, ucapan, pikiran, perbuatan senantiasa ikhlas karena Allah, dan selalu bersyukur atas semua yang telah Allah berikan, maka disitulah rasa bahagia, nyaman, dan damai yang sebenar-benar dari Allah. Tentu dengan begitu kita merasa dekat dengan Allah, dan selalu ingat kepada-Nya. Itulah sebenar-benar hidup, selalu ingat kepada Allah. Dan sebenar-benar mati adalah melupakan-Nya.

    ReplyDelete
  15. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    usaha dan doa adalah kiat yang harus dilakukan untuk menggapai kebahagiaan. kebahagiaan masing-masing individu pasti lah berbeda. maka usaha yang dilakukan untuk menggapai kebahagiaannya pun pasti berbeda-beda. namun satu hal yang pasti apapun usaha yang dilakukan harus diselingi dengan berdoa. karena doa adalah senjata manusia dalam menggapai sesuatu.

    ReplyDelete
  16. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Kebahagiaan memang suatu hal yang menjadi tujuan hidup manusia. Setiap dari manusia mencari kebahagiaan bahkan dengan mengorbankan segala yang ada. Kebahagiaan adalah anugerah dari Allah. Sehingga di dalam mencari kebahagiaan harus selalu ingat kepada Allah SWT, berdoa dan memohon dengan sepenuh keikhlasan hati kepada Allah. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif bagi setiap manusia, bagaimana manusia dapat mengelola rasa dengan baik sehingga mampu menciptakan kebahagiaan dalam dirinya. Kebahagiaan yang berasal dari ridho Allah akan selalu menciptakan kenyamanan bagi manusia.

    ReplyDelete
  17. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177709251005

    Assalamualaikum prof,
    Dengan senantiasa mengingat Allah dan memautkan hati kita pada Allah, maka kebahagiaan dengan sendirinya akan hadir. Sejatinya kebahagiaan yang seharusnya kita cari bukanlah kebahagiaan semu yang ada di dunia. Kebahagiaan yang lebih hakiki ialah kebahagiaan kita di kehidupan akhirat kita kelak. Setiap urusan kita hendaknya diperuntukkan untuk beribadah kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Apabila kita percaya bahwa janji Allah itu pasti, kita tidak akan pernah merasa kekurangan satu apapun, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, karena nikmat Allah sungguh luar biasa. Semakin kita mengenal Allah, semakin besar kecintaan kita kepada-Nya.

    ReplyDelete
  18. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ketika ditanya apa yang diinginkah oleh manusia dalam kehidupannya, tentu kebanyakan manusia akan menjawab kebahagaiaan. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bagaimana mendapatkan kebahagiann yang haqiqi. Kebahagiaan sering dicari dengan berkumpul bersama teman-teman, jalan-jalan, berbelanja, menonton, mengumpulkan harta, mencari pekerjaan yang dianggap pekerjaan yang gengsinya tinggi, melakukan berbagai operasi badan agar terlihat lebih cantik/tampan, dan lain-lainnya. Terkadang kita lupa bahwa kebahagiaan itu akan kita dapatkan jika kita bersyukur terhadap apa yang sudah kita miliki sekarang, selalu mengingat (berdzikir) kepada Allah, mengikuti sunah Rasulullah SAW dan bermanfaat bagi orang banyak. Dan puncaknya, kebahagiaan ialah ketika nanti di alam akhirat kita dapat bertemu Allah SWT dan berkumpul bersama-sama lagi dengan orang-orang yang kita cintai di surga-Nya.

    ReplyDelete
  19. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel menarik diatas. Alhamdulillah kali ini saya kembali lagi membaca elegi ritual ikhlas, setelah saya banyak belajar tentang aliran-aliran filsafat pada sepekan terakhir ini. Setiap manusia yang merasa hidup, pastilah bertujuan untuk mendapat kebahagiaan. Namun kebahagiaan yang dirasakan manusia hanyalah bersifat relatif dan sementara. Kebahagiaan merupakan perasaan yang dititipkan oleh Allah, jika kita merasakan kehadirannya maka aura positif lah yang ada pada kita, jika kita tidak merasa kebahagiaan itu hadir di hati kita, maka segala sesuatunya akan menjadi negatif dan sia-sia. Dan memang kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki adalah ketika kita selalu ingat dengan Allah, dan selalu mendekatkan diri padaNya. Maka segala yang mudah maupun sulit, akan ada hikmah dan membawa kebahagiaan sendiri untuk kita. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  20. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tujuan Hidup. Dua kata ini memang singkat tapi dua kata ini adalah kata yang paling berpengaruh dalam pola kehidupan seseorang dari dia lahir sampai meninggal. Manusia hidup tentu saja mempunyai tujuan. Jika seorang manusia sudah tak punya tujuan hidup maka mati lebih baik baginya. Karena hidupnya pasti akan menderita serba terombang-ambing oleh semua ketidak pastian yang akan terus datang menghampirinya.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    anusia yang tidak punya tujuan hidup layaknya sampah ditengah lautan yang terombang ambing oleh ombak kesana dan kemari tak jelas arahnya. Artinya jika manusia tak punya tujuan hidup maka pastilah menjadi manusia yang mudah dipermainkan oleh orang lain, terutama oleh setan-setan terkutuk yang nampak maupun tak nampak mata yang tujuan setan itu sendiri adalah menjerumuskan manusia kedalam kesengsaraan dan kebinasaan tanpa ujung. Apalagi sebagai seorang muslim harus mempunyai tujuan yang jelas dan paten agar selamat didunia dan diakhirat.

    ReplyDelete
  22. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan kapasitas otak yang terbatas yang telah dikaruniai oleh Allah swt kepada kita, maka tindakan yang kita lakukan adalah mengoptimalisasikan segala kesempatan yang diberikan oleh allah untuk selalu berusaha belajar dan terus belajar untuk menuntut ilmu, karena waktu yang diberikan oleh Allah untuk mengisi kapasitas yang telah diberikan tidak akan berulang. Sehingga memberikan kita kesadaran bahwa betapa pentingnya sebuah kesempatan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki.

    ReplyDelete
  23. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Apabila kita ingin menjadi lebih dekat dengan sesuatu maka kita harus mengenal sesuatu itu terlebih dahulu. Sama halnya saat kita ingin mendekatkan diri kepada Tuhan maka dengan cara mengenal sifat-sifat Tuhan kita kan lebih dekat kepada-Nya. Saya pernah mendengar saat seseorang belum fokus dalam beribadah atau solat bisa jadi hal tersebut dikarenakan karena orang tersebut belum mengetahui arti bacaan pada solat jadi hanya sekedar menghafalnya saja. Hal tersebut akan berbeda apabila dia mengetahui arti dari bacaan tersebut maka dia akn lebih mengingat maksud dari gerakan solat tersebut. Sehingga dapat disimpulkan saat kita ingin lebih dekat kepada Tuhan kita harus mau mengetahui dan mengenal sifat-sifat Tuhan, dengan cara semakin mendekatkan diri dan berdzikir.

    ReplyDelete
  24. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Setiap umat di dunia memiliki kepercayaan dan keyakinan sendiri-sendiri yang sudah dipercayainya. Pertanyaan saya “Apakah orang yang beragama atheis tidak mempunyai Tuhan atau yang berada di atasnya?” dulu saya berpikiran bahwa dia tidak percaya akan sesuatu hal yang menciptakan dunia dengan siisinya, tetapi saya pernah melihat cuplikan video di internet. Disana didalam pesawat, ada seorang penumpang atheis, yang ditanyai orang sebelahnya. “apakah kamu tidak percaya adanya Tuhan?” kemudian ia menajawab “saya tidak percaya dengan hal yang seperti itu”. Beberapa jam kemudian, pesawat mengalami goncangan yang lumayan dahsyatnya, orang disamping itu berdoa meminta keselamatan kepada Tuhannya dan tak disangka, orang atheis itu pun ikut berdoa dan menyebut kata Tuhan. Semua orang akan bersumber melalui hati dan pikirannya secara otomatis dengan sang Penciptanya. Hanya saja, godaan setan yang selalu membujuk kita ke jalan yang salah.

    ReplyDelete
  25. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tujuan hidup manusia di dunia adalah kebahagian dan kedamaian, namun kebahagian dan kedamaian sering kali ditafsirkan dalam bentuk kebahagiaan material. Hal ini mengakibatkan keserakahan, nafsu duniawi dan cita-cita akan kuasa yang menjadi dominasi dalam kehidupan manusia. Dalam memandang kebahagiaan, kita harus memahaminya dengan cara berfikir yang reflektif dan perasaan yang tenang. Doa merupakan upaya reflektif yang sangat mendalam, sehingga kedamaian yang dihasilkan tidak bersifat sementara atau materialistik.

    ReplyDelete
  26. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Islam adalah agama yang mencangkup keseluruhan kehidupan, dari lahir hingga mati, dari bangun tidur hingga saat tidurpun tercangkup dalam islam. Atau bisa dibilang islam itulah sebenarnya jalan kehidupan, dan tujuan dari islam sendiri adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Maka apabila tujuan manusia itu bahagia, maka sebenar-benar nya bahagia itu adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT. Semoga kita bisa selalu beribadah ikhlas kepada Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Manusia yang baik yaitu manusia dapat merefleksikan apa yang telah dia lakukan, dalam artian manusia itu dapat mengetahui dirinya sendiri, dapat mengetahui kesalahannya untuk senantiasa memperbaiki diri. Setiap agama tentunya mengajarkan kebaikan untuk menjadikan umatnya menjadi orang yang baik. Tujuan umat beragama khususnya umat Islam adalah mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhir. Maka, sebaik-baiknya umat yaitu yang mau memperbaiki diri dan menyadari kesalahannya.

    ReplyDelete
  28. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    “Manusia dengan pikirannya selalu berusaha mencari kebahagiaan dengan perasanna masing-masing“. Kalimat tersebut benar adanya, namun lebih spesifik lagi bahwa kebahagiaan yang hakiki yang diperoleh manusia jika ia mampu mendekat dan benar-benar dekat dengan Allah SWT serta mendapatkan Ridho Nya. Oleh karena itu untuk menggapai kebahagiaan tersebut perlu adanya pengenalan , pemahaman tentang Allah SWT serta menghayati sepanjang hidup bahwa Allah SWT swlalu bersama kita , mengawasi kita dengan sangat dekat leboh dekat dari urat nadi manusia. Terima Kasih

    ReplyDelete
  29. Terimakasih atas sharing tulisan dari salah satu mahasiswa yang bapak ampuh mata kuliahnya. Tulisan di atas sungguh bagus dan menginsirasi. Seorang hamba haruslah melakukan proses makrifat akan siapa Tuhannya yaitu Allah. Dengan cara ber-dzikir manusia sudah semestinya selalu mengingat apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita, sesuatu yang jika manusia menghitungnya tidak akan terbatas jumlah anugrahnya, itulah guna akal pikiran yang telah Allah berikan untuk berfikir tentang yang manusia telah dapatkan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan elegi ini. Dari elegi ini saya banyak belajar bahwa dekat dengan Allah SWT bukanlah dekat dalam konteks kita sebagai manusia. Dalam artian bukan dekat duduknya atau dekat posisinya dengan seseorang, bukan. Dekat dengan Allah SWT, sang Maha Pencipta berarti kita mengenal-Nya dengan selalu menyebut nama-Nya dan mengingat-Nya dalam setiap langkah dan gerak-gerik kita. Semuanya dapat diwujudkan melalui dzikir kepada kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Seperti yang diuraikan dalam artikel bahwa kebahagiaan adalah bentuk yang abstrak , sesuatu yang tinggi. Saya rasa tidak hanya bahagia, rasa sedih pun begitu. Pada masa sekarang ini, manusia selalu mengungkapkan keduanya lewat media sosial bahkan sering tidak bisa membedakan hal yang bisa dibagi dan tidak bisa. Cara mngekspresikan kebahagiaan cukuplah dengan bersyukur pada Tuhan dan hanya pada Tuhan saja lah kita berkeluh kesah dan tidak perlu menunjukkan kesedihan kita secara berlebihan pada makhluk.

    ReplyDelete
  32. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dzikir dapat diartikan sebagai mengingat Allah SWT. Dzikir menjadi penghubung antara manusia dengan Allah SWT. Dengan berdzikir akan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Jika kita senantiasa berdzikir kepada Allah, senantiasa mengingat Allah, mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, maka Allah juga akan dekat kepada kita. Karena itulah penting untuk selalu mengingat Allah, berdzikir dalam setiap kesempatan yang kita miliki. Semoga kita senantiasa di mudahkan untuk mengingat Allah dalam setiap nafas dalam hidup kita. Amin.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Manusia hidup tujuannya adalah untuk menuju kebahagiaan lahir dan batin. Kebahagian lahir batin ini bisa ditempuh dengan usaha dan doa. Usaha tanpa doa tidak akan bermakna seperti layaknya doa tanpa usaha. Keduanya saling beriringan untuk menuju kebahagiaan yang hakiki. Dzikir sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk sarana untuk senantiasa mengingat Allah, karena manusia membutuhkan pertolongan Allah di setiap detik dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  34. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pada hakikatnya dalam hidup seorang manusia dengan pikirannya pasti selalu berusaha mencari kebahagiaan dengan perasannya masing-masing. Terkadang juga kita berpikiran bahwa kebahagiaan itu baru dapat kita maknai atau kita rasakan setelah merasakan kesedihan. Namun secara lebih spesifik, kebahagiaan yang hakiki akan diperoleh manusia jika ia mampu bersyukur dan mendekat yang benar-benar dekat dengan Allah SWT untuk mendapatkan Ridho Nya. Oleh karena itu untuk menggapai kebahagiaan tersebut perlu adanya pengenalan, pemahaman tentang Allah SWT serta menghayati sepanjang hidup bahwa Allah SWT selalu berada sangat dekat lebih dekat dari urat nadi manusia itu sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  35. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, menurut saya manusia yang ingin berkembang adalah manusia dapat merefleksikan apa yang telah dia lakukan, dapat mengetahui kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya dan kemudian berusaha memperbaiki agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan yang dapat menjadikan umatnya menjadi orang yang baik. Tujuan umat beragama khususnya umat Islam adalah mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhir. Maka, sebaik-baiknya umat yaitu yang mau merefleksi dirinya sendiri kemudian memperbaiki kesalaha yang diperbuatnya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  36. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sepertinya setiap orang pernah merasa bahagia, meski sedikit, kecil atau ukuran yang lain yang mana masing-masing kebahagian yang manusia rasakan relatif terhadap masing-masing individunya. Saat itulah kembali harus kita ingat bahwa kebahagiaan itu atas rahmat dan nikmat-Nya maka tak ada salahnya kita spiritualkan kebahagian tersebut untuk bersyukur. Bisa jadi rasa syukur itu kita ungkapkan dalam hati, melalui dzikir atau beribadah yang lain. Namun yang terjadi sekarang, terkadang kita lupa bersyukur dan justru merayakannya di depan hamba yang lain. Padahal harusnya saat itulah seorang hamba dapat mengenali Tuhannya, hingga rasa kedekatannya mampu dirasakan.

    ReplyDelete
  37. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebaik-baik manusia hidup di Dunia ini adalah mereka yang melakukan apa yang diperintahkan oleh Alloh SWt dan menajauhi apa yang dilarangNya. Seseorang jika selalu mengingat kedua hal tersebut, sesungguhnya mereka telah mengakui keberadaan Tuhan sehingga memiliki sifat Khouf (Takut) yang hakiki untuk melakukan kesalahan kepadanNya. Jadi, seseorang yang selalu menjalankan kedua hal tersebut, niscaya orang tersebut akan selalu terjaga untuk melakukan perbuatan yang buruk terhadap diri sendiri sekalipun.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  38. Junianto
    PM C

    Saya sependapat dengan artikel ini. Kebahagiaan memang bisa dikatakan adalah sesuatu yang abstrak dan tidak nyata. Tetapi, secara batin kebahagiaan itu bisa dirasakan dan bisa menimbulkan ketenangan kepada yang mengalaminya. Bahkan, ketenangan yang dialami bisa melebihi ketenangan karena benda konkret. Berangkat dari sini bisa kita pahami bahwa kebahagiaan itu memang bukan ranah indera manusia tetapi ranah spiritual yang berkaitan dengan nilai-nilai Ketuhanan. Seseorang yang bahagia saya artikan sebagai seseorang yang mampu mengaitkan dan mendekatkan dirinya kepada Tuhan melalui agama yang dianutnya.

    ReplyDelete
  39. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Manusia sebagai hamba Allah sudah seharusnya senantiasa mengingat dan beribadah kepada Allah. Cara untuk berkomunikasi antara manusia dan Allah adalah melalui doa dan dzikir. Manusia dapat bersyukur, berkeluh kesah, memohon ampun melalui doa. Sedangkan dzikir adalah sarana untuk memuji kepada Allah. Dzikir juga dilakukan untuk menenangkan hati dan pikiran. Sehingga hidup manusia akan lebih tenang dan bahagia.

    ReplyDelete
  40. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Saya setuju dengan pendapat saudari Siti Nurchoiriyah bahwa manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai kebahagiaan menurut kadar masing-masing. Manusia selalu berusaha untuk menggapai rasa puas dan bahagia dalam hatinya sehingga ia rela untuk berkorban tenga, materi, waktu hanya untuk melampiaskan perasaan batinyya. Oleh karena itu, kita sebaiknya menyadari bahwa kepuasan hati itu tidak hanya soal duniawi saja. Kepuasan hati/batin itu didapatkan dengan selalu memngingat kepada Allah. Selalu menjadikan hati ini tertuju kepada Allah semata.

    ReplyDelete
  41. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Memang sangat benar seperti yang disampaikan diatas, bahwa kebanyakan manusia memandang kebahagiaan sebagi sesuatu yang bersifat material, namun kita sering lupa bahwa kebahagiaan sesungguhnya adlah memperoleh ampunan dari Allah. Karena dunia yang kita jalani ini pada hakekatnya adalah perjalanan yang mengarah pada kahidupan yang kekal diakhirat. Kalimat terahir dalam elegi diatas sangatlah menarik, yaitu orang yang mengingat Allah berarti ia hidup, dan yang meluapakannya berarti ia mati. Saya sangat setuju dengan kalimat ini, karena memang benar adanya semakin kita jauh darin Allah semakin tidak berkahnya hidup yang kita jalani, maka untuk mecapai keberkahan itu maka sering-seringlah mengingat Allah, agar hidup semakin berkah. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  42. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan sumber kehidupan, siapa lagi kalau bukan Allah. Sesosok makhluk merupakan gambaran sebuah komponen elektronik, yang apabila tidak berhubungan dengan sumber energi listrik, maka ia tidak akan hidup. Manusia pun harusnya merasa "low battery" jika jauh dengan Tuhannya, karena yang menghidupkan manusia hanyalah Allah, yang memberikan kesehatan dan energi untuk beraktivitas pun hanya Allah

    ReplyDelete
  43. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Saya sependapat dengan arti artikel di atas dan menjadikan saya tahu bahwa kebahagiaan merupakan tujuan dalam hidup kita. Untuk mendapatkan ini kita harus selalu ingat kepada Tuhan. Kita bisa melakukan hal ini jika kita ingin berdzikir kepada Allah. karena Dzikir ialah salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Allah.

    ReplyDelete
  44. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kebahagiaan. Saya jadi ingat pertanyaan saya mengenai kebahagiaan yang saya ajukan kepada Prof. Marsigit. Apakah ada kebahagiaan yang haqiqi itu?. Saat itu kemudian dijelaskan kurang lebih bahwa bahagia adalah bergantung dari ruang dan waktunya, dan untuk saat itu (14September 2017) bahwa kebahagiaan haqiqi adalah bisa menggapai surga.

    ReplyDelete
  45. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kebahagian adalah sesuatu yang abstrak, yang mana itu muncul pada dalm diri seseorang. Kadangkala kita mengungkapkan kebahagian yang kita rasakan melalui tingkah laku kita, namun ada kalanya tingkah laku kita tidak cukup untuk mengungkapkan seberapa besar kebahagiaan yang kita rasakan. Kita akan selalu diselimuti kebahagiaan ketika kita selalu mengingat Allah dan merasakan kedekatan yang sangat intens denganNya. Hal yang dapat kita lakukan agar selalu ingat dan dekat dengan Allah adalah berdzikir dengan ikhlas dan menjalankan perintahNya. Dengan begitu kita akan selalu merasakan kehadiran Allah disetiap langkah yang kita ambil sehingga kebahagian selalu mewarnai kehidupan ini. Terimakasih

    ReplyDelete
  46. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Hubungan antara manusia dan Allah adalah hubungan tertinggi dari manusia. Manusia berkomunikasi dengan Tuhan melalui dzikir. Di saat berdzikir inilah manusia mencurahkan segala keluh kesah, rasa syukur dan lain sebagainya. Dengan berdzikir inilah manusia menjadi lebih dekat kepada Allah bahkan ada perkataan yang menyatakan bahwa dengan berdzikir maka Allah dekat dengan manusia dan lebih dekat dari pada urat leher. Saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.

    ReplyDelete
  47. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Menjadi bahagia atau memperoleh kebahagiaan adalah dambaan bagi setiap orang. Semua orang tentu ingin bahagia, dan tidak ada yang ingin sengsara. Namun, definisi kebahagiaan ini tidaklah sama antara satu orang dengan orang lain. Ada orang yang menganggap bahagia adalah jika memiliki banyak harta. Ada orang yang menganggap bahagia adalah jika memiliki pangkat yang tinggi. Padahal banyak orang kaya yang tidak bahagia dikarenakan kekhawatirannya dalam menjaga kekayaannya, ia takut hartanya dicuri oleh orang lain. Orang yang jabatannya tinggi pun belum tentu bahagia, karena ia khawatir jabatannya bisa diambil alih oleh orang lain. Maka jika kita ingin meraih kebahagiaan yang hakiki, adalah dengan kembali kepada aturan yang sudah dibuatNya. Dan mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan pada kita. jangan menunggu bahagia untuk bersyukur, tapi bersyukurlah maka kita akan bahagia.

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira saat hidup di dunia akan tetapi kecemasan, kegalauan dan penyesalan itu merusak rasa gembira yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan mereka. Kebahagiaan itu terdapat dalam sikap taat kepada Allah dan mendapat ridho-Nya, menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya

    ReplyDelete

  49. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Banyak orang mengungkapkan bahwa saya ingin hidup bahagia, lalu seperti apakah bahagia itu sebenarnya, bagaimana perwujudannya dan bagaimana kita dapat menggapainya? Sesuai dengan elegi diatas, bahagia adalah sesuatu yang abstrak, sesuatu yang oeleh pemiliknya diungkapakan dengan cara yang berbeda-beda. Banyak dari mereka berusaha menvisualisasikannya sehingga orang-orang yang melihatnya pun akan ikut mengalir bersama kebahagiaan yang dibawa. Banyak definisi bahagia menurut masing-masing orang. Dari satu dengan yang satu tentunya berbeda. Namun, bagi muslim khususnya seharusnya bahagia itu tiba ketika kita dekat dengan Allah. Menurut logika awam saya, ketika kita dekat dengan Allah, maka kita akan selalu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki dan datanglah rasa bahagia itu dengna sendirinya.

    ReplyDelete
  50. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Spiritual adalah fondasi sekaligus pelindung dari kehidupan m Jika tidak ada spiritual tentu saja manusia akan terombang-ambing dan berakhir pada Black Hole, kemudian hilang. Tentu saja manusia harus mengetahui mengenai hablumminallah, dimana manusia harus mempunyai hubungan dengan Sang Khalik. Tidak akan ditemukan kebahagiaan apabila tidak berpegang pada Allah, karena hidup akan hampa tanpa Tuhan. Dzikir dan doa adalah suatu bentuk syukur dari manusia atas segala keberkahan dan cobaan yang diberikan Allah sebagai tanda bahwa manusia masih diberi kesempatan untuk hidup. Jika kita ikhlas dan bertawakkal kepada Allah maka ketenangan akan mengisi hati kita. Ketenangan adalah kunci dari kebahagiaan.

    ReplyDelete
  51. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menyimak refleksi spiritual islam Sdri Siti Nurchoiriyah menjelakan bahwa kita hendaknya selalu mengingat Allah SWT. Kebahagiaan di dunia hanyalah bersifat sementara, kebahagiaan merupakan bentuk yang abstrak, dan merupakan sesuatu yang tinggi sebagai tujuan hidup. Kedekatan kita dengan sang pencipta akan menambah bahagia dan banyaknya rasa syukur kita kepada Allah SWT, dengan selalu berdzikir maka kita akan mengingat namaNya, dan dengan mengingat namaNya berarti kita hidup.

    ReplyDelete
  52. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Elegi mengenai spiritual akan bermuara pada Tuhan yaitu Allah SWT. sebagai seorang yang beriman, maka hal mendasar yang harus dimiliki adalah aqidah. Aqidah merupakan keyakinan yang harus dimiliki agar tujuan hidup dapat dicapai dengan landasan agama. Dalam prosesnya maka diperlukan komunika antara hamba dan penciptanya, yaitu melalui dzikir dan doa. Selalu mengingat Allah seraya menjalankan perintah-Nya. Karena orang yang selalu ingat kepada Allah maka Allah akan mengingat hambanya.

    ReplyDelete
  53. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tujuan hidup manusia di muka bumi adalah untuk beribah kepada Allah SWT. Oleh karena itu segala perbuatan kita hendaklah diniat untuk ibadah kepadanya. Di samping itu, kita juga dituntun untuk mampu menggali potensi yang telah Tuhan titipkan, yaitu potensi takdir dan ikhtiar. Kita tidak boleh pasrah terhadap apa yang akan terjadi namun harus menunjukkan usaha atas kebajikan apa yang kita kehendaki. Ikhtiar didukung dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih adalah modal kita selamat dunia akhirat.

    ReplyDelete
  54. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam hidup manusia selalu ingin meraih kebahagiaan. Segala hal dia lakukan untuk menggapai kebahagiaan. Kebahagian itu ada 2 yaitu kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Kebahagiaan di dunia dan di akhirat tergantung pada takdir dan ikhtiarnya. Janganlah kita sekuat tenaga, berikhtiar sebesar mungkin hanya untuk mengejar kebahagiaan dunia.Karena kebahagiaan dunia hanyalah bersifat sementara.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  55. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bersyukur adalah salah satu cara agar mendapat kebahagiaan. Melihat keatas sekali-kali memang perlu untuk motivasi diri, namun jangan lupa, bahwa banyak yang tidak seberuntung diri kita. Selalu bersyukur, mendekatkan diri pada Allah, selalu beramal shaleh, segala perbuatan disertai dengan keihklasan dan penuh keimanan mengharap ridha Allah dan sesuai tuntunan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya kebahagiaan akan menghampiri diri.

    ReplyDelete
  56. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas eleginya, pak. Menurut saya, tulisan ini sederhana namun bernas, juga mudah untuk dipahami. Tulisan ini setidaknya menambah spirit kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya berharap ada banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan menulis seperti sdri Siti. Semoga apa yang dituliskan dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin!!

    ReplyDelete
  57. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hanya dengan menyebut nama Allah lah hati menjadi tenang. Hal ini ketika kita mengalami kegelihana dan kegundahan yang tak terkira rasanya, curahkan semua kegelihana tersebutkepada Allah semata. Karena hal ini telah dijamin dalam kitab Al Quran bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra'du: 28). Dengn demikinan setujulah saya dengan kalimat “Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.”

    ReplyDelete
  58. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari tulisan ini, hal yang dapat saya ambil adalah bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya terjadi ketika seorang hamba dekat dengan Tuhannya. Dia tidak mengharapkan penilaian makhluk manapun karena baginya Allah lah sebaik-baik penilai. Terkadang seseorang merasa sangat bahagia ketika keinginan-keinginannya terpenuhi, ketika penampilannya dapat memukau ribuan pasang mata, dsb. Jika hanya nafsu duniawi yang diikuti maka kebahagian yang dibuat itu hanyalah semu, akan ada ruang di hati yang berbisik bahwa "aku belum bahagia" dan pada akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan adalah kehidupan yang penuh rasa syukur atas segala karunia Allah SWT.

    ReplyDelete