Jan 10, 2013

Elegi Menyimak Refleksi Spiritual (Islam) Sdri Siti Nurchoiriyah



Siti Nurchoiriyah (09301244051)
S1 Pendidikan Matematika Swadaya Angkatan 2009, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
http://www.blogger.com/profile/12418300442334549836


Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai ‘kebahagiaan’ dengan bahasa perasaannya masing-masing. Pada masa sekarang ini manusia mencoba meraihnya dengan membuat ungkapan-ungkapan batin lewat visualisasi fisik yang banyak menguras waktu, harta, tenaga dan pikiran. Kesemuanya itu rela ia korbankan untuk melampiaskan perasaan batinnya, meski terkadang pengungkapannya itu kurang masuk akal sehat.

Kebahagiaan dalam format berfikir mereka adalah suatu bentuk idealisme yang bisa membuat perasaannya bergolak dan orang lain yang memperhatikannya ikut hanyut dalam gerak rasa yang dimainkannya.

Dan memang kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya.

Allah, yang kalau manusia mengetahui adalah sumber gagasan abstrak yang bisa menjadi eksak dalam pandangan orang-orang pilihan-Nya. Allah menyapa manusia ketika ia ingin mencapai gagasan abstrak kebahagiaannya itu dengan kata ‘Aku dekat’ (bahkan lebih dekat daripada urat leher).

Selanjutnya Allah menciptakan sebuah nama yang kemudian diiringi dengan nama-nama lain-Nya yang indah (hal ini yang Dia ajarkan pertama kali kepada Adam As.) sebagai jembatan penghubung antara Pencipta (Khaliq) dan yang dicipta (makhluk).

Pemahaman kita tentang Tuhan (makrifat) kepada-Nya sesungguhnya menggambarkan cakrawala pandang kita tentang Tuhan. Agama dan setiap golongan dalam suatu umat memiliki kacamata berbeda dalam memandang gagasan tentang Tuhan yang sebenarnya. Inilah Aqidah (tujuan) hidup, dan sumber kebahagiaan yang banyak orang cari sekarang ini.

Makrifat (pengenalan) akan Tuhan itu diawali dengan menyebut Nama-Nya, yakni Dzikir kepada Sang Pencipta. Dengan dzikir (ingat) inilah muncul istilah jauh dekatnya manusia kepada Tuhan yang menciptakannya.

Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan sumber kehidupan. Sesosok makhluk merupakan gambaran sebuah komponen elektronik, yang apabila tidak berhubungan dengan sumber energi listrik, maka ia tidak akan hidup. 


Dan juga apabila ia hanya berhubungan dengan hanya satu sumber ia juga tidak akan berjalan, karena harus memiliki dua kutub, positif dan negatif (ada takdir baik dan buruk). 

Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.

14 comments:

  1. Kebahagiaan menjadi pusat tujuan manusia. Manusia mencari kebahagiaan dengan berbagai cara. Apakah harta membuat manusia bahagia? Jawabnya bisa iya, tetapi orang banyak harta ada yang tidak bahagia. Apakah kehormatan atau kedudukan membuat manusia bahagia? Jawabnya bisa iya, tetapi orang yang berkedudukan ada yang tidak bahagia. Apakah rupa fisik membuat manusia bahagia? Jawabnya bisa iya, tetapi ada yng fisiknya sempurna tetapi tidak bahagia. Kebahagiaan yang dapat diucapkan, dikatakan, dirasakan hanya bersifat terbatas. Kebahagiaan, semoga dapat kita peroleh, yang hakiki adalah dekatnya kita dengan Allah SWT. Allah SWT menjadi sumber dari segala kebahagiaan dan semoga kita dapat memperoleh kebahagiaan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Tuhanku, dalam elegi ini setiap orang itu menginginkan kebahagiaan, walaupun kebahagiaan setiap orang itu berbeda tujuannya, bahkan kadar ahagia seseorang pun berbeda-beda. Kita akan selalu bahagia jika kita selalu ingat akan Tuhan. bahkan Tuhan yang selalu memberikan kehidupan tidak menuntut apa pun dari kita. Ingat pada Tuhan, itulah pertanda kita hidup. Namun jika kita hidup dan lupa akan Tuhan, sesungguhnya kta sudah mati, karena dengan Tuhan yang selalu sabar dan mengasihi kita saja lupa, maka tak ada gunanya hidup di dunia ini.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Manusia merupakan ciptaan-nya yang memiliki akal pikiran nafsu yang memberikanya keleluasaan untuk berapresiasi. Namun kadang apresiasi yang dilakukan melampaui batas-batas kewajaran. Tindakan seringkali berlebihan hanya untuk memberikan kepuasan. Koridor aturan Sang Pencipta pun kadang sedikit diburamkan agar dapat mendapat perijinan dari dalam hati sendiri untuk melakukan sesuka hati, Namun sesungguhnya perlu diingat bahwa segala sesuatu akan tunduk pada penciptanya, segala sesuatu dikelola oleh penciptanya. Kebahagiaan akan dirasakan oleh seorang manusia jika dia menyadari bahwa segala yang diterima bersumber dari Allah swt. Kebahagian yang abstrak itu bisa dirasakan ketika kita berserah diri kepadaNya, mensyukuri atas segala yang limpahkan, dan menyadari bahwa tiada daya dan upaya selain karena-Nya.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang kebahagian. Setiap manusia berusaha menggapai kebahagian dengan caranya masing-masing. Memang benar bahwa kebahagian adalah tujuan tertinggi sehingga terkadang orang mengejarnya mengabaikan yang buruk. Namun, sebagai umat beragama kita tahu tentang arti kebahagian menurut agama kita masing-masing. Sesungguhnya kebahagiaan akhiratlah yang semestinya kita dambakan. Manusia saat ini sering terperdaya oleh godaan syaitan untuk mengejar kebahagian dunia saja dengan mengabaikan kebahagiaan akhirat yang dapat diraih dengan selalu beribadah dan melakukan segala perintah-Nya serta menjahui larangan-Nya. Selain itu, saat ini kita sebagai manusia mengukur kebahagiaan berdasarkan kekayaan. Seakan-akan kaya menjadi tujuan hidup di dunia ini. Padahal tidaklah demikian, tentunya kita mengetahui bahwa orang kaya belum tentu bahagia.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jalan kebahagiaan merupakan jalan yang diimpikan setiap manusia, mempunyai bentuk yang abstrak. Sehingga untuk meraih kebahagian yang sebenar- benarnya (hakiki) yaitu dengan beramal shaleh disertai dengan penuh keimanan dan keihklasan mengharap ridha Allah. Menyebut namanya berkali-kali di setiap setelah solat yaitu dzikir, akan menjadi awal kita menghubungkan kepada Allah SWT. Orang yang tidak melakukan usaha-usahanya untuk mendapatkan kebahagian yaitu dengan dekat kepada Sang Pencipta, sebenarnya hatinya semakin lama semakin mati.

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Semua manusia pasti menginginkan kebahgiaan, namun kebahagaian yang hakiki itu tidak akan didapatkan di dunia ini. Karena dunia ini dijadikan sebagai cobaan bagi manusia, yang namanya cobaan tentu tidak akan ada kebahagiaan yang hakiki. Di dunia ini semuanya diciptakan berpasang-pasangan yakni selalu ada kontradiksi, siapapun dia pasti akan mengalami rasa resah, gelisah, sengsara, bahagia, namun semuanya itu hanyalah sementara karena kita bereda dalam ruang dan waktu. Maka salah satu cara mendapatkan bahagia didunia ini yakni dengan melakukan perintah Rasulullah, mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana Allan berfirman dalam al-Qur'an yang kira-kira artinya "cukuplah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram". Jadi, kalau ingin bahagia maka dekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya setuju jika orang yang selalu mengingat Allah di setiap detak jantung dan hembusan nafasnya bahkan setiap aliran darahnya maka orang itu benar-benar hidup dan jika ia melupakan Allah berarti ia mati. Kebahagiaan selalu menyertai orang yang bersyukur kepada Allah, kebahagiaan itu kita yang membuat melalui ridho Allah. Kebahagiaan merupakan bentuk idealisme seseorang dan bentuk abstrak yang akan membawa rasa di dalam hatinya. Allah SWT mempunyai nama-nama yang baik dan indah yaitu Asmaul Husna yang jika kita dapat menjaga dengan menghafalkanya, merenungkan maknanya dan mengamalkan kandungannya serta mengingat adanya kebaikan yang banyak dalam asmaul husna maka Allah menjanjikan kita masuk surga. Dengan demikian kita harus selalu mengingat dan berusaha dekat dengan Allah melalui dzikir kita.

    ReplyDelete
  8. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia seringkali berbuat khilaf dan tidak menyadari keberadaan tuhan yang sangat dekat dengan dirinya. Apabila manusia sadar dan meyakini betapa tuhan sangat dekat dengan dirinya dan selalu mengawasi setiap gerak-geriknya maka malu dan takutlah dia apabila berbuat tidak sesuai dengan ajaran-ajaran yang diperintahkan Tuhan kepadanya dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang olehNYA.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya.. Kebahagiaan terbesar manusia adalah ketika manusia tersebut dapat dengan Allah. Itulah yang harus kita ikhtiarkan yaitu untuk dapat dekan dengan Allah. Salah satu uhaha kita untuk dapat dekat denganAllah adalah dengan Zikir.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.
    Manusia yang tidak ingat sang pencipta termasuk orang yang sombong. Bahagia di dunia, tidak ingat Allah maka Allah akan mematikan hatinya, walau hidup senang di dunia namun dia akan merasa sepi di dunia dan di akherat. semoga kita senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan senang dan duka. karena senang dan duka adalah nikmat dari Allah.

    ReplyDelete
  11. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dzikrulloh yang berarti mengingat Alloh. Setiap nafas yang berhembus, setiap waktu jantung berdetak, dan setiap langkah yang kau tuju selalu ada sandaran hati. Hidup bukan tentang apa yang kita cari, namun seberapa banyak yang kita syukuri.

    ReplyDelete
  12. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Setiap orang pasti mengingkan kebahagiaan. Namun, antara yang satu dengan lainnya mempunyai definisi untuk kebahagiaannya masing-masing. Kebanyakan dari mereka, mendefinisikan kebahagiaan merupakan sebuah keinginan pribadi yang selalu terpenuhi, dan kebanyakan berbentuk material. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sadar akan makna dunia, yang ibaratnya hanya “mampir ngombe”, mereka akan mencari kebahagiaan haqiqi. Kebahagiaan tersebut dapat diraih hanya ketika mereka dekat dengan Sang Khaliq, Tuhan Yang Maha Esa. Makna kebahagiaan bagi mereka lebih kepada ketentraman hati dan pikiran karena selalu bersandar kepada Allah SWT di setiap langkah kehidupannya. Terlepas dari apa yang terlihat dimata orang lain, meskipun kekurangan dari berbagai segi, misal ekonomi, mereka tetap akan merasa bahagia dan merasa cukup. Karena itu hanyalah “mampir ngombe”, hanya sementara. Yang mereka cari adalah kebahagiaan kekal di akhirat kelak. Tak ayal bahwa orang-orang yang telah merasakan semua kenikmatan dunia masih merasa haus dan haus, karena mereka tidak mendapatkan ketenangan hati dan pikiran, karena mereka tidak bersandar kepada Sang Khaliq. Oleh karena itu, mari kita mendekat kepada Sang Pencipta, pemberi segala kebahagiaan yang haqiqi, kebahagiaan kekal, dan yang sebenar-benar bahagia.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    mengingat sang pencipta akan senantiasa mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan dan membuat kita untuk senantiasa melaksanakan kewajiban dan meninggalkan laranganNya. karena dengan dzikir kita menyadari bahwa Allah selalu mengawasi hamba-hambaNya.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016


    “Kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya.”
    Ya, saya setuju dengan pernyataan di atas. Saya menjadi bertanya – tanya apa dan bagaimana gambaran nyata dari suatu kebahagiaan. Kebahagiaan yang dapat saya temui hanya berupa perasaan yang tidak dapat digambarkan dengan bentuk apa pun dan dibandingkan dengan kejadian apa pun antara satu kebahagiaan dengan kebahagiaan lainnya. Mengapa demikian? Jelas, karena perbedaan ruang dan waktu di antara kejadian – kejadian tersebut. Siapa di dunia ini yang tak menginginkan kebahagiaan? Bahkan orang yang akan meninggalkan dunia sekalipun ingin mendapatkan kebahgiaan setelah ia tiada. Oleh karena itu kebahagiaan adalah pusat tujuan hidup. Kebahagiaan yang kekal abadi adalah kebahagiaan setelah kehidupan di dunia, yaitu kebahagiaan akhirat. Semoga kita semua dapat merasakan kebahagiaan akhirat untuk waktu yang lama tersebut.

    ReplyDelete