Jan 17, 2013

Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu




Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu. Sekali lagi, untuk mengimbangi pengembaraan pikiran kita yang jauh menembus melampaui Ruang dan Waktu, maka Elegi berikut saya tarik ke depan untuk bisa dibaca bagi yang mungkin belum membacanya. Elegi ini termasuk ranah Aksiologi/Etik/Estetika. Selamat membaca.

 Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu
Oleh: Marsigit

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Hah... tiadalah satupun di depanku bisa lepas dari kendaliku.


Selama ini aku merasa punya kelebihan. Aku merasa tiada satu halpun di dunia ini lepas dari kesadaranku. Aku merasa lebih dari orang-orang disekitarku. Aku bahkan merasa kemampuanku bisa mengendalikan apapun yang aku inginkan. Hah.. orang-orang itu. Di hadapanku, mereka itu tidaklah lebih dari hanya kecoa-kecoa. Jika aku mau maka aku bisa tentukan semua nasib-nasibnya. Yah dasar aku. Aku memang sudah kondhang, dan ketenaranku itu akan aku pertahankan hingga titik darah penghabisan. Tetapi siapalah berani menghalangi setiap langkahku. Kiranya tak ada orang sebanding dengan diriku. Oleh karena itu mengapa aku harus risau. Ah risau tidak ada gunanya. Aku pun tidak memerlukan jasa baiknya. Aku paling banter hanya perlu mereka sebagai bahan bakarku. Yah jika mereka berbaik-baik dan membawa manfaat padaku maka barulah aku singkap ujung mataku. Tiadalah catatan dan kamusnya bahwa diriku tidak dapat menggapai tujuan-tujuan dan keinginanku. Mereka baru bangun aku sudah berpikir. Mereka baru mulai berpikir, aku sudah bertindak. Mereka baru mulai bertindak, aku sudah selesai. Lalu apalah daya mereka.

Makhluk Pemangsa Ruang dan Waktu
Maka tiadakah daya dan pikiran mereka mampu menghalangiku. Oleh karena kedudukanku yang istimewa maka tentulah aku harus dan harus mempunyai hak istimewa bagi mereka. Aku adalah previligeku. Maka kareka kuasaku yang berlebih bagi mereka maka aku tentulah punya hak atas mereka. Aku umumkan sepihak dan hanya perlu sepihak saja. Aku tidak memerlukan persetujuannya. Kalau perlu aku paksakan saja. Karena mareka sesungguhnya tiadalah arti bagiku. Aku adalah keinginanku. Aku adalah ambisiku. Yah, jika mereka ramai menamaiku bahwa aku adalah nafsuku, peduli amat. Biarkan mereka berkata semaunya. Bahkan jika mereka katakan bahwa aku adalah syaitannya, aku juga tidak perduli. Peduli amat, syaitan dan bukan kan tergantung kacamatanya. Jika kacamataku adalah sensualku maka syaitan itu bisa saja bidadariku. Demikainlah gumamku. Siapakah ingin menguji diriku? Siapakah ingin menjadi kompetitorku. Mari kita bertarung di sembarang ruang dan waktu pun aku okey-okey saja. Ha..ha..ha..sebenar-benar diriku adalah pemangsa ruang dan waktu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu memberi perintah kepada wakilnya:

Wahai wakilku tahukah engkau apa tugas-tugasmu? Aku mengangkatmu bukanlah sekedar kebetulan. Aku sengaja mengangkatmu untuk menyubur-suburkan aku. Aku kuutus engkau pergi kemanapun untuk mencari bahan bakar penyuburku. Maka, patuh adalah absolut untuk mu. Kamu hanya boleh melaporkan yang baik-baik saja kepadaku. Yakinkan bahwa di dunia ini tidak ada yang melebihiku. Jika kau temukan ada orang yang melebihiku, maka segera musnahkanlah. Jika engkau tidak mampu maka laporkanlah kepadaku. Jika engkau tidak lapor kepadaku maka engkau pulalah yang akan aku musnahkan.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu mencari tempat berteduh:
Aduhai tidak kusangka aku menemukan tempat begitu teduhnya bagiku. Ah ada makanan juga di sini. Tetapi mengapa aku musti perlu tempat berlindung. Ah keparat. Bukankah seyogyanya aku itu yang menjadi pelindung bagi mereka. Mengapa mesti aku menemukan istilah bahwa aku mesti berlindung. Walaupun tempat berlindungku sekedar tempat. Andaikata ini bukan tempat. Andaikata ini sesama manusia pasti sudah aku hancurkan.

Tempat berteduh ternyata bisa berkata:
Wahai seseorang yang tidak tahu diri. Mengapa engkau datang bertamu tidak meminta ijin terlebih dulu. Lebih dari itu, disamping tidak sopan engkau juga telah memakan makanan yang ada di sini tanpa ijin juga. Lebih dari itu, engkau juga telah bergumam ingin menghancurkanku. Sungguh angkau adalah orang yang tidak tahu balas berbudi. Engkau lahap dan telan apapun yang ada di depanmu. Engkau rampas setiap hak-hak orang lain. Engkau rampas setiap kesempatan yang ada. Engkau tulisi kertas putihku. Engkau koreksi pekerjaanku tanpa legalitas. Bahkan engkau butakan penglihatanmu. Engkau tidak dapat membedakan batas-batas wilayahku. Engkau tidak mau membaca tanda-tanda. Engkau telah berlaku begitu sombongnya. Engkau telah berlaku sebagai hakim bagi semua manusia. Engkau ambil aku setiap saat, tetapi engkau campakkan pula aku setiap saat. Pantaslah kemudian jika orang-orang menyebutmu sebagai pemangsa ruang dan waktu. Sebenar-benar pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena engkau tidak mau tahu kepada siapa engkau bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa engkau menuntut hak. Tidak kenal waktu karena engkau tidak peduli kapan engkau bicara, kapan engkau bertindak dan bagaimana engkau bertindak. Sungguh luar biasakah engkau itu. Perilakumu tidak hanya merugikan mereka, tetapi telah mengeliminasi mereka. Tahukah engkau dosa-dosa yang engkau tanggung? Mengeliminasi sifat-sifat sesama tidak lian tidak bukan adalah membunuh sebagian karakter mereka. Maka terkutuklah engkau, wahai pemakan ruang dan waktu. Tetapi ingatlah bahwa aku tidaklah dalam posisi membetul-betulkan perilakumu. Bahkan sebaliknya, jika engkau masih mau, maka aku masih akan menawarkan perlindunganku kepadamu dari teriknya matahari. Itulah semata-mata fungsi dan tugasku, yaitu menolong sesama.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Ha..ha..dari banyak kalimatmu yang tidak enak, maka kalimat terakhirmu itulah yang masih bagus. Jika memang engkau mempunyai tugas menolong sesama, maka sekarang akan engkau uji dirimu itu. Tolong pinjamkan pada diriku anak panah dan pedangmu itu kepadaku, karena aku memerlukannya untuk berperang.

Tempat berteduh:
Tengoklah pada lengan dan leherku. Jikalau engkau cermat maka apakah warna darahku itu. Warna darahku adalah putih, itu artinya aku memang ditakhdirkan untuk selalu ikhlas membantu orang lain. Maka apapun permintaanmu kepadaku, begitu memang telah engkau lantunkan, aku kabulkan. Maka ambillah anak panah dan pedangku itu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Terimakasih. Ha..ha.. dasar bodoh. Ketahuilah wahai tempat berlindung, karena dungumu, maka engkau tidak mengetahui bahayamu. Ketahuilah, orang pertama yang akan kubunuh dengan pedangmu ini tidak lain tidak bukan adalah dirimu itu.
Maka terimalah tebasan padangku ini. (Dalam cerita, matilah tempat berteduh tersebut).

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai semuanya, dimanakah engkau semua. Inilah diriku. Jika tiadalah yang menemuiku maka aku akan protes dan menggugat siapakah penyebab adaku ini.
Mengapa aku harus diciptakan di dunia ini? Kalaupun pertanyaanku tiadalah yang menjawab, maka akan aku bunuh pula sang penciptaku.

Hamba penjaga ruang dan waktu datang:
Astaghfirullah aladzhim, ya Allah ampunilah segala dosa dan kekhilafanku. Ampunilah dosa-dosa leluhurku. Ampunilah dosa-dosa para pemimpinku. Ampunilah dosa-dosa orang-orang yang telah berbuat aniaya dan berbuat kerusakan di atas bumi ini. Ya Allah ya Robbi, turunkan dan berikan rakhmat danhidayah Mu kepada orang-orang yang sabar dan tawakal. Tiadalah daya dan upayaku kecuali atas ridhlo dan kehendakmu ya Allah.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu berjumpa hamba penjaga ruang dan waktu

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai orang asing yang berperilaku aneh. Aku perhatikan engkau komat-kamit sendiri. Sedang bicara apakah engkau. Orang seburuk engkau kenapa engkau duduk di situ. Bukankah tempatmu itu hanya pantas bagi tempat duduk orang-orang seperti ku. Kenapa juga engkau mempunyai banyak harta dan peralatan di situ? Bukankah harta dan peralatan itu hanyalah orang-orang sepertiku yang pantas memilikinya. Aneh juga, mengapa engkau mempunyai banyak rencana-rencana? Bukankah rencana-rencana itu sesungguhnya akulah yang paling pantas memilikinya? Aneh pula mengapa engkau punya banyak program-program, bukankah program-program itu, akulah yang paling pantas mengembangkannya. Aneh pula mengapa engkau punya banyak teman-teman, bukankah teman-temanmu itu sesungguhnya paling pantas adalah temanku. Coba lihat rencanamu, oh kaya beginikah rencanamu itu? Mengapa rencanamu tidak sesuai dengan pikiranku. Kenapa engkau sempat pula berpikir, bukankah hanya dirikulah orang yang paling berhak berpikir? Kenapa engkau sempat menulis, bukankah itu sebenar-benar adalah hak istimewaku? Kenapa engkau sempat bicara lantang, bukankah itu juga hak istimewaku? Maka tidak terimalah diriku ini atas keadaan ini. Tetapi kenapakah engkau tidak duduk di antara ruang-ruang, karena ketika engkau duduk disitulah aku akan mudah memangsamu. Dan kenapa pula engkau tidak duduk di antara waktu-waktu, karena ketika engkau duduk di situlah aku akan lebih mudah memangsamu. Aku tidak peduli engkau kena kutukan atau bukan. Tetapi aku juga tidak peduli titah nenek moyangmu bahwa janganlah berkeliaran di waktu maghrib. Aku tidak pedula nenek moyangmu mengutukku sebagai candik ala.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Alhamdullilah, bahwa Tuhan telah memberi aku kesempatan bersilaturakhim kepadamu. Semoga keselamatan ada pada diri anda dan tentunya diriku juga. Amien.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Hah, jangan sok pura-pura alim. Pakai doa-doa segala. Ini, ni ini, engkau tidak becus. Kamu punya banyak hal tetapi semuanya tidak ada yang tepat. Ketahuilah bahwa tepat tidaknya sesuatu milikmu itu jika sesuai dengan pikiranku. Maka tiadalah sebenar-benar kebenaran, jika dia berada di luar diriku. Maka semestinyalah bahwa engkau seharusnya selalu minta ijin kepadaku sebelum engkau melakukan berbagai hal. Tetapi yang sebenar-benar terjadi adalah aku tidak akan pernah ridhlo kepadamu walaupun engkau sudah minta restu kepadaku sekalipun. Satu-satunya ikhlasku adalah jikalau engkau enyah dari depanku. Maka terimalah pukulan dan tebasan padangku ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu tersungkur terkena pedangnya sendiri

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wadala .. oh kenapa Tuhan tidak adil? Kenapa musti aku bisa dikalahkan oleh seseorang buruk rupa. Wahai orang buruk rupa, apa pula yang engkau lakukan kepadaku sehingga aku tersungkur, terkena pedangku sendiri.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah aku tidak berbuat apa-apa terhadapmu. Tetapi ulah perbuatan dirimu sendirilah yang telah menyebabkan engkau jatuh tersungkur.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Tidak mungkin. Aku tahu persis bahwa engkaulah yang memukulku.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Terserah dirimulah. Tetapi perlu engkau ketahui bahwa yang sebenar-benar terjadi adalah kamu telah diperingatkan oleh Tuhan atas perilakumu yang merusak di atas bumi ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wah semakin sombong saja engkau ini. Coba kalau aku mampu berdiri, pasti engkau sudah ku bunuh.

Hamba penjaga ruang dan waktu:

Ketahuilah, inilah sebenar-benar yang akan terjadi. Umurmu tidak akan lama lagi. Adalah kodrat Nya bahwa engkau segera akan mati dan akan menghuni neraka jahanam. Inilah sebenar-benar peringatan agar manusia ingat dan paham akan ruang dan waktu. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Maka sebenar-benar dirimu adalah godfathernya orang-orang yang tidak kenal dan tidak mau tahu ruang dan waktu. Bukankah mengurusi hal yang bukan haknya itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah pekerjaan yang melampaui batas itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menggunakan peralatan tidak sesuai dengan peruntukannya, itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah memaksakan kehendak itu pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan wewenang itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah usul yang tidak proporsional itu juga pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah terlambat kerja itu pertanda bahwa engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah terlambat shalat itu pertanda engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah promosi diri berlebihan itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berpakaian yang tidak pantas itu juga pertanda tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berbicara yang tidak sopan itu juga tidak kenak ruang dan waktu? Dan inapropriate behaviour itu juga tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menyalahi prosedur itu juga tidak kenal ruang waktu. Bukankah orang jawa mengatakan bahwa orang-orang demikian sering disebut pula “nggege mangsa”. Jikalaulah tidak demikian maka ada orang menyebutnya sebagai meritokrasi, yaitu ikhtiar, yaitu kerja keras, yaitu perjuangan, yaitu mengisi kemerdekaan. Bukankah Wal a’sri artinya adalah demi masa.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah sadar ruang dan waktu itu sebenar-benarnya adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Itulah sebenar-benar hermeneutika. Maka agar engkau sadar ruang dan waktu, maka pandai-pandailah menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan. Bukankah kita belajar sejak nenek moyang bahwa sebenar-benar rakhmat adalah bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Itulah sebenar-benar orang Jawa mengatakan sebagai “ruwatan” adalah cara agar orang menjadi sadar ruang dan waktu. Maka perlulah diruwat bagi orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu agar dunia menjadi tenteram dan damai. Maka yang sebenar-benar terjadi pada dirimu inilah sebuah ruwatan dimana engkau sebagai Bathara Kala, yaitu orang yang tidak paham ruang dan waktu, diruwat tertembus oleh senjata Cakra nya Bathara Khrisna, yaitu perlambang orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Kematianmu adalah kematian Bathara Kala, yaitu kematiannya orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu. Kemenanganku adalah kemenangannya Batara Khrisna, yaitu kemenangan bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Maka ingat dan waspadalah wahai orang-orang untuk selalu ingat ruang dan waktu. Maka waktu atau mandala itu memang senjatanya sang raja dewa. Orang Jawa menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan tema Ruwatan, yaitu matinya Sang Batara Kala, si pemangsa ruang dan waktu, agar masyarakat mampu belajar dan menghargai ruang dan waktu.

Datanglah seorang hamba menggapai ruang dan waktu

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Terimakasih hamba penjaga ruang dan waktu. Sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menyaksikan semuanya yang terjadi. Lebih dari itu, aku bahkan mendengar semua yang engkau katakan. Maka terimakasihlah aku kepadamu yang telah menolongmu dari kekejaman Makhluk pemangsa ruang dan waktu.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah engkau telah mati karena dibunuh Makhluk pemangsa ruang dan waktu?

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Wahai hamba penjaga ruang dan waktu. Sesungguhnya atas jasa dan keikhlasan para saudara-saudara dan akar-rumput disekitarku itulah aku dapat bangkit kembali. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah kata kematian itu ada pada diriki. Karena sebenar-benar diriku adalah tempat berteduh bagi mereka. Aku adalah kendarannya mereka. Aku adalah sistemnya mereka. Aku adalah fasilitas bagi mereka. Aku yang satu adalah mereka yang banyak. Aku yang banyak bisa juga dia yang satu. Aku boleh koperasi. Aku boleh organisasi. Aku boleh fakultas. Aku boleh jurusan. Aku boleh bis kota. Aku boleh pegadaian. Aku boleh komputer. Aku boleh sekolahan. Aku boleh laboratorium. Aku boleh sepatu. Aku boleh baju. Aku boleh kacamata. Dan aku boleh apa saja selama engkau dan mereka bermaksud menggunakanku. Sehingga aku pun bisa sebagai badanmu, jikalau engkau telah mengaku sebagai rohmu. Maka sebenar-benar diriku adalah hamba menggapai ruang dan waktu.

45 comments:

  1. Manusia harus sadar akan ruang dan waktunya. Ruang dan waktu bagi manusia adalah selalu menggapai ketakwaan. Takwalah yang selalu diingat dalam hati dan pikiran dan dijalankan. Karena dengan takwa maka perjalanan manusia di dunia akan selamat. Tempatkan nafsu selalu beserta dengan ketakwaan. Nafsu ingin memiliki digunakan untuk mencapai rasa takwa. Apa yang dimiliki dengan cara-cara yang benar dan tidak menjadikannya terlalu bangga dengannya, karena semua hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Disitulah terkadang terjadi kesombongan manusia, ketika dia diberikan kelebihan oleh Allah maka dia akan merasa dialah yang paling segala-segalanya dan lainnya hanya mahluk yang tidak berarti didepannya, dia tidak sadar bahwa kehidupan didunia siklis yang penuh dengan misteri. Maka tiadalah sesuatu yang bisa melawan kesombongan kecuali orang-orang yang ikhlas dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, karena tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi ini saya tertarik pada satu hal, saat ada seseorang yang ikhlas dalam menolong, pasti ada pula orang yang memanfaatkannya. Bahkan ada juga yang dengan teganya menjatuhkannya sampai lembah paling terdalam. Mungkin semua itu dirasa tidak adil, ketika kita sudah memberikan segalanya, namun masih ada pula yang tidak tau diri untuk tetap menjatuhkan kita. Namun sejahat-jahanya bahkan semena-menanya orang pasti akan mendapat balasan pada suatu saat nanti, entah dari sesamanya, atau dari Sang Pencipta langsung.
    Sebagai manusia memang alangkah baiknya kita tetap erperilaku dengan memanusiakan manusia dan selalu bercermin apakah kita mau jika diperlakukan seperti yang akan kita lakukan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini mengajarkan kita untuk sopan dan menghargai ruang dan waktu. Sebagai pengingat diri dalam beriskap hendaknya kita hati-hati dalam berucap dan bersikap lihatlah ruang dan waktunya. Kesesuaian sikap kita terhadap ruang dan waktu. Saya teringat saat Pak Prof bercerita tentang pakaian hangat yang bapak kenakan saat melakukan ibadah umroh, setelah bapak umroh bapak menyimpan pakain itu, karena tidak sesuai dengan ruang dan waktu jika dikenakan di rumah. Maka segala sesuatu hal yang harus kita sadari adlah keberadaan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sebagai seseorang yang berilmu maka kita harus mengetahui apa itu ruang dan waktu. Selain itu, kita juga harus dapat menempatkan segala sesuatu sebagaimana ruang dan waktu yang sesuai dengannya. Segala sesuatu itu pasti ada batasan ruang dan waktunya yang tidak dapat dilampaui begitu saja. Jika kita melakukan segala sesuatu tidak pada tempatnya dalam arti tidak mengenal ruang dan waktu yang semestinya, maka kita sendiri akan celaka oleh karena perbuatan yang kita lakukan itu.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu adalah bagaimana seorang manusia mampu memanfaatkan ruang dan waktunya dalam hidup di dunia ini. Seorang manusia hendaknya bisa menyesuaikan ruang dalam segala keadaan dan sadar akan waktu, bahwa manusia hidup di dunia hanyalah sementara. Sehingga jika manusia sudah paham dan mengerti akan ruang dan waktu, niscaya akan selamat di dunia dan akhirat.melakukan segala sesuatu yang menempati ruang dan waktu dengan sesuai ketentuan yang ada, dan mudah mudahan kita menjadi orang yang tidak menyalahi ruang dan waktu kita.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi seorang Hamba menggapai ruang dan waktu mengajarkan kita bahwa tidak mudah bagi seseorang untuk menggapai kesadaran ruang dan waktu. Inilah manusia yang ada sekarang dimana individu itu selalu merasa lebih tinggi dari segalanya dan merasa semua yang ada pada dirinya merupakan ketidakadilan atas semua yang terjadi selalu menyalahkan segala sesuatu yang terjadi tanpa kemauan untuk introspeksi diri terlebih dahulu. Mengurusi hal-hal yang bukan haknya, melakukan pekerjaan dengan melampaui batas, menggunakan alat yang tidak sesuai dengan kegunaannya, memaksakan kehendak orang lain, menginginkan segala sesuatu diluar batas kemampuan dan kewenangannya, berbicara tidak sopan dan hal yang paling membahayakan dalam hidup ialah mendahulukan pekerjaan lain sehingga terlambat dalam melaksanakan sholat wajib, hal yang demikian yang dinamakan dengan orang yang tidak sadar dengan ruang dan waktu. Dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan bertawakal dan beribadah dengan sebaik-baiknya dengan mengharap ridho Allah semoga kita dijauhkan dengan ketidaksadaran akan ruang dan waktu. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Dari elegi ini, orang sombong akan kehilangan karena sombong. Orang-orang yang tulus maka dia akan menang. Hamba penggapai Ruang Dan Waktu selalu tulus untuk membantu orang lain, untuk memberikan fasilitas, dan membantu orang lain. Orang-orang seperti ini adalah tujuan kami dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benar orang beruntung ialah ketika sadar dan ikhlas akan ruang dan waktu. Dalam menggapai ruang dan waktu memang tidaklah mudah, namun sudah sepantasnya manusia berikhtiar. Jika tidak demikian, maka kesombongan yang akan menang karena mengedepankan egonya. Jadi, menggapai ruang dan waktu itu didasari ikhlas pikiran dan ikhlas hati serta sadar akan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Orang yang hebat adalah orang yang dapat menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu. Seseorang yang bersikap, berucap dan bertindak sesuai ruang dan waktunya. Sebagai manusia, kita tidak pernah benar-benar mengenal ruang dan waktu tapi kita berusaha mengenal dan memahami ruang dan waktu. Namun kenyataannya, manusia cenderung mengabaikan dan melupakan akan ruang dan waktu, mereka sombong akan apa yang telah dimiliki, tidak menempatkan dirinya sesuai ruang dan waktu, mengabaikan kapan harus bersikap, berucap dan bertindak dengan tepat. Keikhlasan, sabar dan tawakal merupakan kunci agar kita terhindar dari ruang dan waktu yang salah. Ikhlas dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, diiringi dengan kesabaran dalam menghadapi segala hambatan/rintangan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT (Tawakal). Dengan sikap ikhlas, sabar, dan tawakal kita akan terhindar dari sikap memaksakan kehendak dalam segala keadaan.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dunia ini terikat dengan ruang dan waktu. Sehingga dalam kehidupan di dunia ini jelas bahwa manusia mempunyai ruang dan waktu yang terbatas. Sadar akan begitu, marilah sebagai manusia untuk pandai dalam memposisikan diri dalam bertindak dan berbicara dengan siapapun. Karena manusia diciptakan oleh Allah sebagai kalifah di muka bumi ini, sehingga manfaatkanlah sebaik- baiknya ruang dan waktu itu.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menempatkan posisi pada tempatnya seperti memposisikan diri pada ruang dan waktu. Ruang dan waktu bagaimana memandang dari sudut pandang mayoritas maupun minoritas. Bagi kaum mayoritas mungkin pandangan minoritas adalah suatu yang aneh atau tidak lazim, namun hal itu sah - sah saja. Mengapa demikian? Karena ruang dan waktu mereka berbeda. Karena ruang dan waktu seutuhnya adalah milikmu sendiri.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu.
    begitulah kutipan yang ada di artikel di atas. bahwasanya ruang dan waktu bisa membuat kita terlena dengan hal-hal yang menjauhkan kita dari tujuan utama hidup kita. sehingga kita lalai dalam mempersiapkan apa yang seharusnya dipersiapkan, dan pada hari itu tiba, yang datang hanyalah penyesalan.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pemangsa ruang dan waktu dalam elegi ini adalah seseorang yang tidak kenal ruang dan waktu. Jadi siapapun orangnya bisa terancam menjadi Pemangsa ruang dan waktu. Sebagai contoh pemangsa ruang dan waktu adalah orang-orang yang suka ; mengurusi hak orang lain, bekerja melampaui batasnya, menggunakan peralatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, memaksakan kehendak pada orang lain, menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan wewenang, mengusulkan sesuatu yang tidak proporsional, terlambat bekerja, terlambat kuliah dan masih banyak lagi contoh-contoh pemangsa ruang dan waktu.Sedangkan hamba yang berusaha menggapai ruang dan waktu adalah sebuah wadah yang harus dipertanggung jawabkan, misalnya sebuah sistem, lembaga, atau organisasi. Dimana ketiga contoh tersebut adalah tempatnya berlindung dan sistemnya dari orang-orang yang menggunakannya.Sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita harus sopan terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan semua makhluk di dunia ini begitu adanya diciptakan oleh Yang Menguasai Ruang dan Waktu, yaitu Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
    Oleh karena itu sangatlah sombong manusia-manusia yang lupa akan ruang dan waktu, yaitu manusia-manusia yang tidak bisa menempatkan dirinya kapan harus bersikap, berucap dan berbuat?
    Agar bisa terhindar masuk dalam ruang dan waktu yang salah, menurut saya hanyalah dengan jalan IHLAS, SABAR, dan TAWAKAL. Ihlas dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, diiringi dengan kesabaran dalam menghadapi segala hambatan/rintangan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Kuasa (Tawakal).
    Dengan sikap IHLAS, SABAR dan TAWAKAL kita akan terhindar dari sikap memaksakan kehendak dalam segala keadaan.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tidak mudah untuk terampil menyesuaikan diri denga ruang dan waktu, tetapi jika kita mau berusaha tentunya kita akan mampu untuk mencapainya. Seseorang yang tidak mau menyesuaikan dengan ruang dan waktu, maka dia masih memiliki sifat egois yang tinggi. Selain itu dia juga dapat kita sebut sebagai orang yang sombong karena dia memaksakan kehendak bahwa apapun yang terjadi harus sesuai dengna keinginannya. Tetapi sesungguhnya hal itu akan merugikan dirinya sendiri seperti yang digambarkan pada elegi ini.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi ini, saya semakin memahami bagaimana kita harus menghormati ruang dan waktu. Seseorang yang telah mampu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu berarti dia telah memahami bagaimana bersikap santun kepada sesama makhluk hidup, tidak hanya kepada manusia tetapi juga seluruh makhluk ciptaan Allah. Namun, memang untuk terampil menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu, memerlukan banyak pengalaman dan pengarahan dari orang yang berpengalaman.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Ruang dan waktu adalah dua hal yang selalu terkait dan saling melengkapi dalam kehidupan ini. Namun yang harus disadari adalah bahwa dalam hidup, ruang dan waktu akan terus bergulir, tidak akan pernah kembali terulang. Untuk itulah manusia harus sadar akan ruang dan waktu agar ruang dan waktu tidak berbalik arah menjadi bencana dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas bahwa ruang dan waktu bisa membunuh. Di sini yang dimaksud dapat membunuh karakter dan kepercayaan diri seseorang. inilah ada istilah yang bisa kita dengar dengan jebakan ruang dan waktu, jika seseorang tidak dapat mengontrol hati dan pikirannya, maka dirinya akan terjebak antara ruang dan waktunya sendiri, membuat dirinya seperti kehilangan arah.

    Dan hal ini telah dijelaskan dalam Alqur’an bahwa : 1. Demi masa
    2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
    3. Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.
    Jelas bahwa sungguh merugilah orang yang tertipu dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sebenar – benar kebenaran tidak ada yang benar selain kebenaran dari Tuhan. Kiranya pesan itu yang dapat saya ambil dari elegi di atas. Sepandai – pandainya manusia dan sekuat – kuatnya manusia tidak ada yang mampu mengalahkan kekuasaan Tuhan. Dan bagaimanapun manusia hidup itu selalu membutuhkan Tuhan, oleh karena itu diatas segala – galanya manusia membutuhkan Tuhan sebagai tempat berlindung. Manusia jika sudah memahami ruang dan waktunya akan dapat memahami hidupnya. Maka dari itu hindari sifat sombong dan sifat – sifat buruk lain yang di larang oleh Tuhan.

    ReplyDelete
  20. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Jikalau manusia sembarangan berada pada ruang yang tidak tepat atau waktu yang tidak tepat, sesungguhnya ia telah tidak tahu diri dan tidak menyadari akan kesalahannya kecuali jika ia dengan sengaja melakukannya. Sebagai manusia kita harus berusaha ruang dan waktu yang tepat bagi kita untuk saat ini, besok, kelak, jam berikutnya, atau bahkan menit berikutnya.Orang yang dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya dengan penuh kesadara, tentulah tiada merugi. Alangkah lebih indah jika manusia bisa memahami maksud dan tujuan sebenarnya manusia diciptakan di muka bumi ini. Keserakahan bukanlah sesuatu yang harus dikejar, namun merupakan sesuatu yang harus di buang jauh-jauh. Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia berdampinngan dengan mahluk-mahluk ciptaan Tuhan yang lain, Kita saling membutuhkan, ada porsi hak yang harus dituntut dan tidak boleh direbut orang lain.

    ReplyDelete
  21. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sebagai seorang manusia kita harus dapat memanfaatkan waktu dengan baik. waktu bukan dibagi bagi tetapi dimanfaatkan dengan baik. waktu terasa berlalu begitu cepat, oleh karenanya sebaik mungkin kita manfaatkan waktu agar tidak berlalu dengan sia-sia.

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Apakah semua dimensi terbatas oleh ruang dan waktu?

    ReplyDelete

  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D
    Kita harus selalu berada diruang dan waktu kita. Ruang dan waktu adalah suatu bagian diaman dengan adanya ruang dan waktu kita bisa melaukan apa yang kita inginkan apabila ruang waktu kita berbeda maka kita tidak bsia melanjtkan apa yang kita laukan. Nafsu ingin memiliki digunakan untuk mencapai rasa takwa. Apa yang dimiliki dengan cara-cara yang benar dan tidak menjadikannya terlalu bangga dengannya, karena semua hanya milik Allah SWT.Maka tiadalah sesuatu yang bisa melawan kesombongan kecuali orang-orang yang ikhlas dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, karena tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Hidup ini tak lepas dari ruang dan waktu. Kita sebagai manusia hendaknya dapat menggunakan waktu sebaik mungkin agar kita tidak merasa rugi dengan waktu yang kita gunakan selama ini. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan semua makhluk di dunia ini begitu adanya diciptakan oleh Yang Menguasai Ruang dan Waktu, yaitu Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita hendaknya dapat memposisikan diri dengan orang lain, baik ketika berbicara, bertindak ataupun hal lainnya. Kita harus melihat dengan siapakah kita berbicara dan kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Kehidupan manusia itu tidaklah lama, oleh karena itu kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  26. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Sekali lagi kita diingatkan agar jangan sombong akan apa yang dimiliki, karena pada akhirnya manusia akan kembali pada kematian. Segala yang dilakukan harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebagai manusia harus pandai-pandai menempatan diri, jangan memaksakan ruang dan waktu untuk menyesuaikan dengan diri. Hargai ruang dan waktu dan manfaatkan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  27. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini memberikan gambaran kepada kita semua bahwa kita membutuhkan kesadaran akan ruang dan waktu yang ada dan yang mungkin ada. Sangatlah sulit bagi seseorang untuk menyadarinya. Tujuan hidup manusia adlah kematian, maka kita sebagai manusia harus pandai dalam menempatkan diri, di ruang mana dan kapan waktunya kita harus menyesuaikan diri. Oleh karena ini, kita hendaknya mempersiapkan dengan melakukan yang terbaik dalam menembus ruang dan waktu sehingga tujuan hidup kita tercapai.

    ReplyDelete
  28. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Seseorang yang mampu menggapai ruang dan waktu adalah orang yang bijak. Bijak artinya tepat dalam memilih, tepat dalam bertindak dan lainnya. dengan kata lain, apa yang ia pilih dan lakukan sesuai dengan keadaan yang ia hadapi. Bisa juga dikatakan bahwa orang itu memilih dan melakukan hal yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Karena dalam kehidupan ini, orang mengalami dan menghadapi ruang dan waktu yag berbeda dalam suatu waktu. Sehingga ia harus menyesuaikan dirinya. Orang yang mampu menyesuaikan diri inilah yang mampu menggapai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sebagai manusia kita harus paham akan arti ruang dan waktu. Kita harus mampu menempatkan segala hal berdasarkan ruang dan waktunya. Sesuatu hal yang ditempatkan pada ruang dan waktu yang benar akan menghasilkan sesuatu yang benar juga, begitu juga sebaliknya. Tak lupa juga, agar kita dijauhkan dari kesalahan kita dalam hal meletakkan sesuatu pada ruang dan waktu tertentu, kita harus banyak-banyak memohon ampun kepada Allah dan berdoa untuk selalu dituntun dalam jalan yang benar.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap makhluk ciptaan Tuhan pasti memiliki dimensinya sendir. Bahkan ruang dan waktunya sendiri. Lebih spesifiknya manusia, pasti akan berinteraksi dengan manusia lain. Saling tolong menolong sudah kewajibannya. Namun ada kalanya manusia yang ikhlas menolong itu dimanfaatkan sikapnya itu oleh orang lain. Namun janganlah pikir demikian selagi orang itu ikhlas menolong pasti ada hadiahnya sendiri oleh Tuhan. Karena Tuhan yang tahu mana yang baik dan buruk untuk hambanya. Sehingga bukan urusan lagi manusia mongomentari hal tersebut. Serahkan saja pada Tuhan sang pemberi rahmat.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kembali bicara masalah ruang dan waktu, manusia tidak bias mngulang kewaktu yang dahulu. Sehingga jika manusia berbuat salah pada masa lalu segeralah berdoa meminta ampunan Tuhan. Karena Tuhan yang hanya dapat mengampuni kelahan manusia pada masa lalu. Sedangkan manusia tidak bias mengulang atau terbang lagi ke masa lalu.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bicara lagi mengenai ruang dan waktu, manusia secara fosok memang terbatasi oleh ruang dan waktu. Karena sudah takdirnya manusia terbatasi ruang dan waktu. Namun janganlah bersedih hati, karena manusia diberikan pikiran yang dapat menembus ruang dan waktu. Kenapa, contoh mudahnya saja pikiran ahli-ahli sekarang masihkah pada jaman sekarang. Masih kan, walau fisiknya sudah tidak ada di ruang waktu ini namun ide-ide dari pikirannya masih bergentayangan di ruang waktu ini. Sehingga pikiran manusia menjadi pengada dan mengada di ruang dan waktu yang akan berjalan nantinya.

    ReplyDelete
  33. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menggapai ruang dan waktu tentu dibutuhkan kesadaran didalamnya. Kesadaran terhadap ruang dan waktu merupakan level dari kesadaran seseorang untuk memahami keadaan diri sendiri terhadap ruang yang ditinggali dan waktu yang tengah ditempuh. Mampu untuk menjawab atas suatu pertanyaan yang terkait ruang menunjukkan kesadaran terhadap ruang. Sadar akan ruang berarti diri seseorang mengetahui keberadaannya dimana dan apa yang dilakukan. Mampu mempergunakan kesempatan dalam arti memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya menunjukkan kesadaran terhadap waktu. Sadar akan waktu berarti diri seseorang menyadari maksud dari keberadaannya, kapan akan meninggalkan tempat ia berada.

    ReplyDelete
  34. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ruang dan waktu adalah duu hal yang tidak dapat dipisahkan di muka bumi ini. Keduanya sangat terkait. Jika kita ingin hiduplebih berfaedah maka hargailah ruang dan waktu dengan melakukan hal yang bermanfaat selagi ruang dan waktu masih berpihak sama kita, masih diberi kesempatan kepada kita untuk berjuang di dalamnya. Maka sebaik-baik hidup adalah menghargai ruang dan waktu ke jalan yang tepat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkanNya.

    ReplyDelete
  35. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Manusia yang menyadari ruang dan waktu selalu berhati-hati. Setiap memikirkan keberadaannya di ruang dan waktu tertentu, dia selalu meragukan, apakah dia sudah sesuai dengan ruang dan waktu. Karena keyakinan yang berlebihan dapat menimbulkan kesombongan. Kesombongan terhadap ruang dan waktu dapat menutup diri dari ilmu. Sehingga tidak ada yang akan didapatkan oleh seseorang yang terlalu yakin dengan ruang dan waktunya, bahkan dirinya sendiri akan hilang keberadaannya termakan oleh mitos.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Orang yang sopan adalah orang yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan ruang dan waktunya. Susah memang untuk menggapai ruang dan waktu, tetapi kita dapat berusaha untuk menyesuaikan diri kita dengan ruang dan waktu yang ada. seseorang dikatakan bisa menggapai ruang dan waktu, maka seseorang tersebut juga bisa untuk tidak berlaku dholim. karena dholim adalah perbuatan yang tidal sesuai dengan ruang dan waktunya. jadi, dapat disimpulkan bahwa orang baik, sholeh adalah orang yang dapat menggapai ruang dan waktu

    ReplyDelete
  38. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia itu terikat ruang dan waktu di dalam dunia ini. Sebaiknya dalam melakukan suatu hal kita sebaiknya selalu menyesuaikan antara situasi dan kodisinya dalam setiap waktu. Selain itu yang harus kita lakukan adalah memposisikan diri dengan orang lain, baik ketika berbicara maupun bertindak.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebenar-benarnya hidup ini yaitu menerjemahkan dan diterjemahkan. Manusia hidup didunia tidaklah abadi, hendaknya manusia dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin

    ReplyDelete
  40. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Dalam elegi tersebut kita dihadapkan pada makhluk pemangsa ruang dan waktu yang sombong dengan kemampuannya. Kesombongannya membawa dia bertemu dengan tempat berteduh yang sama-sama angkuh dengan kemampuannya. Mereka bertemu dengan makhluk penjaga ruang dan waktu. Makhluk ruang dan waktu membuat mereka tersungkur oleh perang mereka sendiri. Elegi tersebut membuat kita merefleksi diri tentang bagaimana kita menghadapi dimensi ruang dan waktu kita, sehingga kita diingatkan untuk tidak bermain dengan sedang kita sendiri.

    ReplyDelete
  41. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu ini berdasarkan kacamata saya yaitu bagaimana kita menempatkan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya, jangan berlebih-lebihan. Karena setiap sesuatu pasti memiliki ruang dan waktunya masing-masing, ketika kita tidak menempatkan sesuai dengan dimensi ruang dan waktunya akan memberikan kesombongan kepada kita, akibatnya seseorang akan menjadi takabur.

    ReplyDelete
  42. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruang dan waktu akan terus berjalan seiring dengan berputarnya bumi mengelilingi porosnya. Ruang dan waktu akan berhenti ketika hari kiamat tiba. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan ruang dan waktu dengan sebaik mungkin, sehingga kita tidak akan menyesal di kemudian hari.

    ReplyDelete
  43. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita ingin sukses, hendaklah menerapkan kriteri filsafat yaitu sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Sesungguhnya yang menjadi masalah adalah bagaimana dalam hidup ini mempunyai keterampilan menggapai ruang dan waktu. Dalam upaya menggapai ruang dan waktu maka memerlukan perbendaharaan kata karena sebenar-benar dunia itu adalah bahasa. Maka dalam filsafat bahasa (analitik) menerangkan bahwa duniaku itu adalah kata-kataku. Maka sesungguhnya sebenar-benar kata-katamu menunjukkan duniamu. Maka berhati-hatilah dalam berkata. Karena dunia ke atas menjadi spiritual, maka kata-katamu itu adalah doa (dilihat dari sisi spiritulitasnya). Maka perjuangan hidup yang benar adalah menggapai ruang dan waktu yang bijaksana. Dalam filsafat kita dapat membangun dunia dari yang ada dan mungkin ada. Lalu agar kita dapat membangun dunia maka diperlukan keterampilan menembus ruang dan waktu. Kemudian agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar dan baik sesuai tujuan maka diperlukan perbendaharaan kata.

    ReplyDelete
  44. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Melalui elegi ini, kita belajar bahwa dalam melakukan segala sesuatu hendaknya dikondisikan dengan ruang dan waktu. Ruang dan waktu adalah dua hal yang selalu ada yang belum dapat terpikirkan ketidakadaannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus dapat menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktu, artinya kapanpun dan dimanapun kita berada harus dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Kita harus bisa memposisikan diri kita dengan orang lain, baik ketika berbicara, bertindak ataupun dalam hal lain. Janganlah kita menganggap remeh dengan orang lain. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Gunakan waktu yang ada sebaik mungkin, dengan melakukan hal-hal yang baik, yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  45. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Kita harus sadar ruang dan waktu. Agar kita menyadari ruang dan waktu maka kita harus pandai-pandai menterjemahkan dan ikhlas untuk diterjemahkan. Mengetahui saja tidaklah cukup, kita juga harus mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Tanpa adanya serangan dari luar, dengan sendirinya tidak sadar ruang dan waktu mencelakan dirinya sendiri. Dia akan berbuat kerusakan terhadap dirinya dan orang lain. Maka sungguh merugilah orang yang tidak sadar ruang dan waktu.

    ReplyDelete