Jan 17, 2013

Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu




Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu. Sekali lagi, untuk mengimbangi pengembaraan pikiran kita yang jauh menembus melampaui Ruang dan Waktu, maka Elegi berikut saya tarik ke depan untuk bisa dibaca bagi yang mungkin belum membacanya. Elegi ini termasuk ranah Aksiologi/Etik/Estetika. Selamat membaca.

 Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu
Oleh: Marsigit

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Hah... tiadalah satupun di depanku bisa lepas dari kendaliku.


Selama ini aku merasa punya kelebihan. Aku merasa tiada satu halpun di dunia ini lepas dari kesadaranku. Aku merasa lebih dari orang-orang disekitarku. Aku bahkan merasa kemampuanku bisa mengendalikan apapun yang aku inginkan. Hah.. orang-orang itu. Di hadapanku, mereka itu tidaklah lebih dari hanya kecoa-kecoa. Jika aku mau maka aku bisa tentukan semua nasib-nasibnya. Yah dasar aku. Aku memang sudah kondhang, dan ketenaranku itu akan aku pertahankan hingga titik darah penghabisan. Tetapi siapalah berani menghalangi setiap langkahku. Kiranya tak ada orang sebanding dengan diriku. Oleh karena itu mengapa aku harus risau. Ah risau tidak ada gunanya. Aku pun tidak memerlukan jasa baiknya. Aku paling banter hanya perlu mereka sebagai bahan bakarku. Yah jika mereka berbaik-baik dan membawa manfaat padaku maka barulah aku singkap ujung mataku. Tiadalah catatan dan kamusnya bahwa diriku tidak dapat menggapai tujuan-tujuan dan keinginanku. Mereka baru bangun aku sudah berpikir. Mereka baru mulai berpikir, aku sudah bertindak. Mereka baru mulai bertindak, aku sudah selesai. Lalu apalah daya mereka.

Makhluk Pemangsa Ruang dan Waktu
Maka tiadakah daya dan pikiran mereka mampu menghalangiku. Oleh karena kedudukanku yang istimewa maka tentulah aku harus dan harus mempunyai hak istimewa bagi mereka. Aku adalah previligeku. Maka kareka kuasaku yang berlebih bagi mereka maka aku tentulah punya hak atas mereka. Aku umumkan sepihak dan hanya perlu sepihak saja. Aku tidak memerlukan persetujuannya. Kalau perlu aku paksakan saja. Karena mareka sesungguhnya tiadalah arti bagiku. Aku adalah keinginanku. Aku adalah ambisiku. Yah, jika mereka ramai menamaiku bahwa aku adalah nafsuku, peduli amat. Biarkan mereka berkata semaunya. Bahkan jika mereka katakan bahwa aku adalah syaitannya, aku juga tidak perduli. Peduli amat, syaitan dan bukan kan tergantung kacamatanya. Jika kacamataku adalah sensualku maka syaitan itu bisa saja bidadariku. Demikainlah gumamku. Siapakah ingin menguji diriku? Siapakah ingin menjadi kompetitorku. Mari kita bertarung di sembarang ruang dan waktu pun aku okey-okey saja. Ha..ha..ha..sebenar-benar diriku adalah pemangsa ruang dan waktu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu memberi perintah kepada wakilnya:

Wahai wakilku tahukah engkau apa tugas-tugasmu? Aku mengangkatmu bukanlah sekedar kebetulan. Aku sengaja mengangkatmu untuk menyubur-suburkan aku. Aku kuutus engkau pergi kemanapun untuk mencari bahan bakar penyuburku. Maka, patuh adalah absolut untuk mu. Kamu hanya boleh melaporkan yang baik-baik saja kepadaku. Yakinkan bahwa di dunia ini tidak ada yang melebihiku. Jika kau temukan ada orang yang melebihiku, maka segera musnahkanlah. Jika engkau tidak mampu maka laporkanlah kepadaku. Jika engkau tidak lapor kepadaku maka engkau pulalah yang akan aku musnahkan.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu mencari tempat berteduh:
Aduhai tidak kusangka aku menemukan tempat begitu teduhnya bagiku. Ah ada makanan juga di sini. Tetapi mengapa aku musti perlu tempat berlindung. Ah keparat. Bukankah seyogyanya aku itu yang menjadi pelindung bagi mereka. Mengapa mesti aku menemukan istilah bahwa aku mesti berlindung. Walaupun tempat berlindungku sekedar tempat. Andaikata ini bukan tempat. Andaikata ini sesama manusia pasti sudah aku hancurkan.

Tempat berteduh ternyata bisa berkata:
Wahai seseorang yang tidak tahu diri. Mengapa engkau datang bertamu tidak meminta ijin terlebih dulu. Lebih dari itu, disamping tidak sopan engkau juga telah memakan makanan yang ada di sini tanpa ijin juga. Lebih dari itu, engkau juga telah bergumam ingin menghancurkanku. Sungguh angkau adalah orang yang tidak tahu balas berbudi. Engkau lahap dan telan apapun yang ada di depanmu. Engkau rampas setiap hak-hak orang lain. Engkau rampas setiap kesempatan yang ada. Engkau tulisi kertas putihku. Engkau koreksi pekerjaanku tanpa legalitas. Bahkan engkau butakan penglihatanmu. Engkau tidak dapat membedakan batas-batas wilayahku. Engkau tidak mau membaca tanda-tanda. Engkau telah berlaku begitu sombongnya. Engkau telah berlaku sebagai hakim bagi semua manusia. Engkau ambil aku setiap saat, tetapi engkau campakkan pula aku setiap saat. Pantaslah kemudian jika orang-orang menyebutmu sebagai pemangsa ruang dan waktu. Sebenar-benar pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena engkau tidak mau tahu kepada siapa engkau bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa engkau menuntut hak. Tidak kenal waktu karena engkau tidak peduli kapan engkau bicara, kapan engkau bertindak dan bagaimana engkau bertindak. Sungguh luar biasakah engkau itu. Perilakumu tidak hanya merugikan mereka, tetapi telah mengeliminasi mereka. Tahukah engkau dosa-dosa yang engkau tanggung? Mengeliminasi sifat-sifat sesama tidak lian tidak bukan adalah membunuh sebagian karakter mereka. Maka terkutuklah engkau, wahai pemakan ruang dan waktu. Tetapi ingatlah bahwa aku tidaklah dalam posisi membetul-betulkan perilakumu. Bahkan sebaliknya, jika engkau masih mau, maka aku masih akan menawarkan perlindunganku kepadamu dari teriknya matahari. Itulah semata-mata fungsi dan tugasku, yaitu menolong sesama.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Ha..ha..dari banyak kalimatmu yang tidak enak, maka kalimat terakhirmu itulah yang masih bagus. Jika memang engkau mempunyai tugas menolong sesama, maka sekarang akan engkau uji dirimu itu. Tolong pinjamkan pada diriku anak panah dan pedangmu itu kepadaku, karena aku memerlukannya untuk berperang.

Tempat berteduh:
Tengoklah pada lengan dan leherku. Jikalau engkau cermat maka apakah warna darahku itu. Warna darahku adalah putih, itu artinya aku memang ditakhdirkan untuk selalu ikhlas membantu orang lain. Maka apapun permintaanmu kepadaku, begitu memang telah engkau lantunkan, aku kabulkan. Maka ambillah anak panah dan pedangku itu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Terimakasih. Ha..ha.. dasar bodoh. Ketahuilah wahai tempat berlindung, karena dungumu, maka engkau tidak mengetahui bahayamu. Ketahuilah, orang pertama yang akan kubunuh dengan pedangmu ini tidak lain tidak bukan adalah dirimu itu.
Maka terimalah tebasan padangku ini. (Dalam cerita, matilah tempat berteduh tersebut).

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai semuanya, dimanakah engkau semua. Inilah diriku. Jika tiadalah yang menemuiku maka aku akan protes dan menggugat siapakah penyebab adaku ini.
Mengapa aku harus diciptakan di dunia ini? Kalaupun pertanyaanku tiadalah yang menjawab, maka akan aku bunuh pula sang penciptaku.

Hamba penjaga ruang dan waktu datang:
Astaghfirullah aladzhim, ya Allah ampunilah segala dosa dan kekhilafanku. Ampunilah dosa-dosa leluhurku. Ampunilah dosa-dosa para pemimpinku. Ampunilah dosa-dosa orang-orang yang telah berbuat aniaya dan berbuat kerusakan di atas bumi ini. Ya Allah ya Robbi, turunkan dan berikan rakhmat danhidayah Mu kepada orang-orang yang sabar dan tawakal. Tiadalah daya dan upayaku kecuali atas ridhlo dan kehendakmu ya Allah.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu berjumpa hamba penjaga ruang dan waktu

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai orang asing yang berperilaku aneh. Aku perhatikan engkau komat-kamit sendiri. Sedang bicara apakah engkau. Orang seburuk engkau kenapa engkau duduk di situ. Bukankah tempatmu itu hanya pantas bagi tempat duduk orang-orang seperti ku. Kenapa juga engkau mempunyai banyak harta dan peralatan di situ? Bukankah harta dan peralatan itu hanyalah orang-orang sepertiku yang pantas memilikinya. Aneh juga, mengapa engkau mempunyai banyak rencana-rencana? Bukankah rencana-rencana itu sesungguhnya akulah yang paling pantas memilikinya? Aneh pula mengapa engkau punya banyak program-program, bukankah program-program itu, akulah yang paling pantas mengembangkannya. Aneh pula mengapa engkau punya banyak teman-teman, bukankah teman-temanmu itu sesungguhnya paling pantas adalah temanku. Coba lihat rencanamu, oh kaya beginikah rencanamu itu? Mengapa rencanamu tidak sesuai dengan pikiranku. Kenapa engkau sempat pula berpikir, bukankah hanya dirikulah orang yang paling berhak berpikir? Kenapa engkau sempat menulis, bukankah itu sebenar-benar adalah hak istimewaku? Kenapa engkau sempat bicara lantang, bukankah itu juga hak istimewaku? Maka tidak terimalah diriku ini atas keadaan ini. Tetapi kenapakah engkau tidak duduk di antara ruang-ruang, karena ketika engkau duduk disitulah aku akan mudah memangsamu. Dan kenapa pula engkau tidak duduk di antara waktu-waktu, karena ketika engkau duduk di situlah aku akan lebih mudah memangsamu. Aku tidak peduli engkau kena kutukan atau bukan. Tetapi aku juga tidak peduli titah nenek moyangmu bahwa janganlah berkeliaran di waktu maghrib. Aku tidak pedula nenek moyangmu mengutukku sebagai candik ala.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Alhamdullilah, bahwa Tuhan telah memberi aku kesempatan bersilaturakhim kepadamu. Semoga keselamatan ada pada diri anda dan tentunya diriku juga. Amien.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Hah, jangan sok pura-pura alim. Pakai doa-doa segala. Ini, ni ini, engkau tidak becus. Kamu punya banyak hal tetapi semuanya tidak ada yang tepat. Ketahuilah bahwa tepat tidaknya sesuatu milikmu itu jika sesuai dengan pikiranku. Maka tiadalah sebenar-benar kebenaran, jika dia berada di luar diriku. Maka semestinyalah bahwa engkau seharusnya selalu minta ijin kepadaku sebelum engkau melakukan berbagai hal. Tetapi yang sebenar-benar terjadi adalah aku tidak akan pernah ridhlo kepadamu walaupun engkau sudah minta restu kepadaku sekalipun. Satu-satunya ikhlasku adalah jikalau engkau enyah dari depanku. Maka terimalah pukulan dan tebasan padangku ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu tersungkur terkena pedangnya sendiri

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wadala .. oh kenapa Tuhan tidak adil? Kenapa musti aku bisa dikalahkan oleh seseorang buruk rupa. Wahai orang buruk rupa, apa pula yang engkau lakukan kepadaku sehingga aku tersungkur, terkena pedangku sendiri.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah aku tidak berbuat apa-apa terhadapmu. Tetapi ulah perbuatan dirimu sendirilah yang telah menyebabkan engkau jatuh tersungkur.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Tidak mungkin. Aku tahu persis bahwa engkaulah yang memukulku.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Terserah dirimulah. Tetapi perlu engkau ketahui bahwa yang sebenar-benar terjadi adalah kamu telah diperingatkan oleh Tuhan atas perilakumu yang merusak di atas bumi ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wah semakin sombong saja engkau ini. Coba kalau aku mampu berdiri, pasti engkau sudah ku bunuh.

Hamba penjaga ruang dan waktu:

Ketahuilah, inilah sebenar-benar yang akan terjadi. Umurmu tidak akan lama lagi. Adalah kodrat Nya bahwa engkau segera akan mati dan akan menghuni neraka jahanam. Inilah sebenar-benar peringatan agar manusia ingat dan paham akan ruang dan waktu. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Maka sebenar-benar dirimu adalah godfathernya orang-orang yang tidak kenal dan tidak mau tahu ruang dan waktu. Bukankah mengurusi hal yang bukan haknya itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah pekerjaan yang melampaui batas itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menggunakan peralatan tidak sesuai dengan peruntukannya, itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah memaksakan kehendak itu pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan wewenang itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah usul yang tidak proporsional itu juga pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah terlambat kerja itu pertanda bahwa engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah terlambat shalat itu pertanda engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah promosi diri berlebihan itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berpakaian yang tidak pantas itu juga pertanda tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berbicara yang tidak sopan itu juga tidak kenak ruang dan waktu? Dan inapropriate behaviour itu juga tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menyalahi prosedur itu juga tidak kenal ruang waktu. Bukankah orang jawa mengatakan bahwa orang-orang demikian sering disebut pula “nggege mangsa”. Jikalaulah tidak demikian maka ada orang menyebutnya sebagai meritokrasi, yaitu ikhtiar, yaitu kerja keras, yaitu perjuangan, yaitu mengisi kemerdekaan. Bukankah Wal a’sri artinya adalah demi masa.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah sadar ruang dan waktu itu sebenar-benarnya adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Itulah sebenar-benar hermeneutika. Maka agar engkau sadar ruang dan waktu, maka pandai-pandailah menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan. Bukankah kita belajar sejak nenek moyang bahwa sebenar-benar rakhmat adalah bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Itulah sebenar-benar orang Jawa mengatakan sebagai “ruwatan” adalah cara agar orang menjadi sadar ruang dan waktu. Maka perlulah diruwat bagi orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu agar dunia menjadi tenteram dan damai. Maka yang sebenar-benar terjadi pada dirimu inilah sebuah ruwatan dimana engkau sebagai Bathara Kala, yaitu orang yang tidak paham ruang dan waktu, diruwat tertembus oleh senjata Cakra nya Bathara Khrisna, yaitu perlambang orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Kematianmu adalah kematian Bathara Kala, yaitu kematiannya orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu. Kemenanganku adalah kemenangannya Batara Khrisna, yaitu kemenangan bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Maka ingat dan waspadalah wahai orang-orang untuk selalu ingat ruang dan waktu. Maka waktu atau mandala itu memang senjatanya sang raja dewa. Orang Jawa menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan tema Ruwatan, yaitu matinya Sang Batara Kala, si pemangsa ruang dan waktu, agar masyarakat mampu belajar dan menghargai ruang dan waktu.

Datanglah seorang hamba menggapai ruang dan waktu

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Terimakasih hamba penjaga ruang dan waktu. Sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menyaksikan semuanya yang terjadi. Lebih dari itu, aku bahkan mendengar semua yang engkau katakan. Maka terimakasihlah aku kepadamu yang telah menolongmu dari kekejaman Makhluk pemangsa ruang dan waktu.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah engkau telah mati karena dibunuh Makhluk pemangsa ruang dan waktu?

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Wahai hamba penjaga ruang dan waktu. Sesungguhnya atas jasa dan keikhlasan para saudara-saudara dan akar-rumput disekitarku itulah aku dapat bangkit kembali. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah kata kematian itu ada pada diriki. Karena sebenar-benar diriku adalah tempat berteduh bagi mereka. Aku adalah kendarannya mereka. Aku adalah sistemnya mereka. Aku adalah fasilitas bagi mereka. Aku yang satu adalah mereka yang banyak. Aku yang banyak bisa juga dia yang satu. Aku boleh koperasi. Aku boleh organisasi. Aku boleh fakultas. Aku boleh jurusan. Aku boleh bis kota. Aku boleh pegadaian. Aku boleh komputer. Aku boleh sekolahan. Aku boleh laboratorium. Aku boleh sepatu. Aku boleh baju. Aku boleh kacamata. Dan aku boleh apa saja selama engkau dan mereka bermaksud menggunakanku. Sehingga aku pun bisa sebagai badanmu, jikalau engkau telah mengaku sebagai rohmu. Maka sebenar-benar diriku adalah hamba menggapai ruang dan waktu.

36 comments:

  1. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Konsep hermenutika hidup berhubungan erat dalam ruang dan waktu. Dalam menjalani kehidupan, manusia memerlukan kesadaran akan ruang dan waktu, kesadaran dalam menempatkan diri pada waktu dan kondisi yang tepat, maka tidaklah salah apabila manusia dikategorikan kehilangan akal apabila tidak sadar akan keberadaan ruang dan waktu. Memahami ruang dan waktu dala, kehidupan memerlukan keikhlasan dari manusia untuk menerjemahkan dan diterjemahkan, memahami dan dipahami.

    ReplyDelete
  2. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Sikap yang ditunjukkan oleh makhluk pemangsa ruang dan waktu adalah kesombongan yang melebihi batas ruang dan waktunya, untuk menggapai ruang dan waktu bukanlah dilihat dari kesombongan akan tetapi kemampuan menterjemahkan dan diterjemahkan dengan hati dan pikiran yang jernih itulah yang disebut dengan hermenetika. Pandai-pandailah dalam menterjemahkan dan memposisikan diri sesuai dengan batas ruang dan waktunya. Sebenar-benarnya ruang dan waktu adalah hermenetika.

    ReplyDelete
  3. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bukankah hamba yang menggapai ruang dan waktunya adalah hamba yang mengenali dirinya, karena segala sesuatunya selalu terikat oleh ruang dan waktu sesuai dengan konteks yang terjadi. Maka sebenar-benar perbuatan adalah sesuai dengan ruang dan waktunya. Tidaklah dibenarkan apabila seorang hamba melampaui batas ruang dan waktunya. Dan sebenar-benarnya diriku adalah hamba yang menggapai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Apa yang dilakukan manusia harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika salah terhadap ruang dan waktu maka dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik. misalnya saja ada orang yang sombong karena memiliki kekuasaan yang lebih tinggi, kekayaan yang lebih banyak, kekuatan yang lebih hebat, dan lain sebagainya. Sombong merupakan hal tidak baik. Jika berprilaku sombong dalam hal untuk menonjolkan diri terhadap sesama manusia itu merupakan hal yang salah. Namun jika sombong terhadap ajakan setan maka itu merupakan perbuatan yang baik karena hal itu dapat membantu kita untuk tetap teguh dalam kebaikan dan terbebas dari godaan syeitan. Oleh karena itu, jika berbuat harus dapat meyesuaikan ruang dan waktu agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  5. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Siapa saja bisa menjadi seorang hamba menggapai ruang dan waktu. Saat seseorang mendeklarasikan dirinya sebagai hamba menggapa ruang dan waktu, maka lawannya adalah pemangsa ruang dan waktu. Pemangsa itu adalah dirinya sendiri, yaitu keegoisan. Keegoisan membawa seseorang merasa hebat, tidak memandang yang lain tidak lebih hebat darinya. Keegoisan juga membuat seseorang cepat puas dan tidak mau belajar lagi. Padahal objek dunia ini luas sekali, yaitu mencakup yang ada dan yang mungkin ada. Artinya pengetahuan diluar diri kita itu sangatlah banyak dan kita berpotensi untuk menggapainya.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  6. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dalam menjalani kehidupan, manusia memerlukan kesadaran akan ruang dan waktu. Artinya ia harus memiliki kesadaran untuk selalu berusaha memposisikan diri/menempatkan diri pada waktu dan kondisi yang tepat. Untuk dapat mencapai kesadaran tersebut maka seseorang harus mempunyai keikhlasan yang tertanam pada pikiran dan hatinya.

    ReplyDelete
  7. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Seseorang harus memiliki kesadaran terhadap ruang dan waktu yang ada dan yang mungkin ada supaya memperoleh keberhasilan pemahaman filsafat. Meskipun untuk menggapai kesadaran itu harus perlu melewati step by step proses yang bisa dikatakan rumit dan pemahaman dengan tingkat yang tinggi. Kalau kata pepatah “hasil tidak akan mengkhianati proses”.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  8. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Menggapai ruang dan waktu adalah sadar dan tekun, sedangkan lawannya adalah lalai. Lalai adalah penyakit mematikan jika tetap menggerogot badan. Apakah sedang terancam kesesatan Prof saat diri menyadari bahwa sedang lalai namun tetap berdiam diri tanpa usaha menggapai ruang dan waktu? Nampaknya iya yaa?
    Sungguh bukan lalai saja yang berbahaya, terjebak ruang dan waktu juga berbahaya. Menyadari bahwa sedang lalai namun tetap berdiam diri tanpa usaha menggapai ruang dan waktu adalah sedang terjebak ruang dan waktu.
    Naudzubillah.

    ReplyDelete
  9. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Hal yang paling penting dalam hidup ini adalah mengenai kesadaran ruang dan waktu. Jika manusia menyadari ruang dan waktunya sendiri maka ia akan mampu memposisikan dirinya dengan baik dalam lingkungannya. Hanya dirinya sendirilah yang mampu mengukur ruang dan waktunya, bukan orang lain. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa orang yang mampu memahami ruang dan waktu adalah orang yang bisa mengenali dan memahami dirinya sendiri.

    Wa'alaikumsalam Wr.Wb

    ReplyDelete
  10. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Bahayanya berfilsafat jika tidak memperhatikan ruang dan waktu, parsial, dan salah paham. Secara ruang dan waktu karena jika engkau hidup disini, belum tentu hidup disana. Kehidupan manusia adalah ruang dan waktu maka sebenar-benarnya hidup adalah ruang dan waktu. Intuisi pertama adalah ruang dan waktu.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  11. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat siang Prof.
    Menggapai ruang dan waktu adalah dambaan. Sebenar-benarnya dambaan adalah milik Tuhan. Artinya menggapi ruang dan waktu dapat diartikan bertemu dengan Tuhan. Menumbuhkan rasa syukur akan membuat kita mampu ikhlas dalam menjalani kehidupan. Rasa ikhlas yang dimiliki akan membuat kita yakin dan sadar akan kemampuan yang dimiliki. Tatkala kita juga dapat membuat kesalahan. Ketika kondisi ini terjadi, refleksi diri adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan sehingga mampu memperbaiki diri. Terima kasih.

    ReplyDelete
  12. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah tentang dirimu sendiri, terkait tentang benar dan salah itu pun tergantung pada ruang dan waktu. Segala sesuatunya yang benar menurut seseorang bisa dikatakan benar tergantung pada ruang dan waktu yang melatarbelakanginya, sekalipun benar menurut orang tersebut maka bisa menjadi salah untuk orang yang lain. Di dalam filsafat salah itu benar, hal ini karena semua hal terkait dengan ruang dan waktu, maka menjawab salah itu adalah benar ketika kita belum mengetahui jawaban yang benar. Nilai yang jelek dari hasil menjawab pertanyaan dengan salah itu merupakan contoh dari Fallibilisme, yaitu prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah.

    ReplyDelete
  13. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu. Sebenar-benar pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena engkau tidak mau tahu kepada siapa engkau bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa engkau menuntut hak. Tidak kenal waktu karena engkau tidak peduli kapan engkau bicara, kapan engkau bertindak dan bagaimana engkau bertindak. Inilah sebenar-benar peringatan agar manusia ingat dan paham akan ruang dan waktu. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Bukankah sadar ruang dan waktu itu sebenar-benarnya adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Itulah sebenar-benar hermeneutika. Maka agar engkau sadar ruang dan waktu, maka pandai-pandailah menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan.

    ReplyDelete
  14. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018


    Seorang manusia hidup terbatas pada ruang dan waktu.
    Jika seorang merasa diri mengenal ruang dan waktu hidupnya tentu orang tersebut telah mengenal ruang dan waktunya. Ruang dan waktu hanya sebagai pembatas hidup untuk terus berbuat baik. Karena ruang dan waktu dinamis bisa berhenti dan berlanjut kapan saja. Jika hidup siap dan bermakna makna saat ruang dan wakru berhenti maka akan menjadi berkat jika tidak maka hidup adalah musibah.

    ReplyDelete
  15. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Kesadaran ruang dan waktu sangat pentinga bagi manusia. Manusia yang bijaksana adalah manusia yang mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya. Sehebat apapun, sepandai apapaun seseorang, jika ia tidak dapat menggunakan kemampuan dan kepandaiannya sesuai ruang dan waktunya, maka sejatinya ia terancam pemangsa ruang dan waktu. Mengenali diri, meningkatkan kualitas diri, menambah wawasan, adalah salah satu cara agar dapat menjadi manusia yang sadar akan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  16. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Ruang dan waktu di dunia ini akan terus berjalan dan berputar. Seseoranga yang mengingin sehat jiwa dan raganya maka akan berusaha untuk senantiasa menjaganya, Manusia yang senantiasa tabah, ikhlas dalam menghadapi masalah dan cobaan hidup serta menjalani peristiwa demi peristiwa kehidupan sesuai ruang dan waktu. Itulah salah satu kiat khusus manusia dalam menjalani lorong ruang dan waktu yang bwlum tahu ujungnya.

    ReplyDelete
  17. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Selain yang sudah dijelaskan pada artikel ini, menggapai ruang dan waktu dapat pula diimplikasikan dalam salah satu amalan manusia yaitu senantiasa bersilaturrahim. Melalui silaturrahim, manusia saling berinteraksi, saling menerjemahkan dan diterjemahkan, dan saling bersintesis, sehingga satu sama lain semakin bijak dalam menjalani hidup. Silaturrahim dapat memperpanjang umur dan menambah rejeki, sehingga melalui bersilaturrahim, setiap amal dan pemikiran manusiapun dapat menggapai ruang dan waktu. Kebermanfaatan manusia pun tidak hanya untuk di sini dan saat ini melainkan berdampak kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun.

    ReplyDelete
  18. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Ketika kita tidak memiliki kesadaran terhadap ruang dan waktu maka kita akan termasuk kedalam manusia yang merugi. Tidak mudah untuk menjadi seseorang yang paham dan peka terhadap dimensi ruang dan waktu. Belajarlah untuk menjadi bijaksana, yang paham dan ikhlas agar dapat menjadi pribadi yang sadar akan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Ketika seseorang mendeklarasikan dirinya untuk menjadi hamba, maka sesungguhnya ia sedang menggapai ruang dan waktu. Jika ia berlaku diluar batas ruang dan waktu, maka ia sebenarnya sedang berhadapan dengan ruang dan waktu tersebut. seseorang yang terbebas dari ruang dan waktunya, bisa saja ia akan menjadi orang yang sombong. Padahal tidak seharusnya seseorang berlaku sombong terhadap apa yang ia miliki, baik derajat yang lebih tinggi, kekayaan yang melimpah, kekuatan yang lebih besar, dan lain sebagainya. Bagaimanapun kesombongan merupakan salah satu bentuk perilaku yang tidak terpuji. Selain itu, keegoisan sering menghinggapi hati manusia. Ia merasa menjadi orang yang sudah hebat dan cepat puas dengan apa yang telah ia capai sehingga ia tidak mau untuk belajar lagi. Kesombongan dan keegoisan berada di luar ruang dan waktunya. Sehingga untuk menghindari hal-hal tersebut seseorang harus menyesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Kita hidup tidak terlepas dari ruang dan waktu. Ruang dan waktu pun saling berkesiambungan seperti wadah dan isinya. Untuk menggapai ruang dan waktu yang tepat kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita hadapi pada saat ini bahwa kita sadar berada dalam ruang dan waktu yang tepat. Karena adanya ruang dan waktu kita hidup, tanpa adanya ruang dan waktu kita tidak akan ada.

    ReplyDelete
  21. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari ruang dan waktu. Setiap kejadian atau peristiwa dalam hidup manusia pasti terjadi pada suatu konsep ruang. Dan dalam waktu, kehidupan manusia tidak mungkin terlepas dari waktu, waktu akan saling berkesinambungan. Waktu lampu tentu akan mempengaruhi kehidupan kita di masa sekarang, dan masa sekarang tentu akan menentukan hidup kita di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  22. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3



    Kehidupan manusia tidak terlepas dari ruang dan waktu. Sebenar-benar hamba adalah hamba yang sadar akan ruang dan waktu. Menyadari ruang dan waktu berkaitan erat dengan menerjemahkan dan diterjemahkan. Oleh karena itu, kita harus selalu menyadari ruang dan waktu sehingga kita tidak menjadi 'bathara kala'.

    ReplyDelete
  23. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kesadaran terhadap ruang dan waktu merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dimiliki. Kesadaran terhadap ruang dan waktu tersebut dapat diartikan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Dengan kesadaran terhadap ruang dan waktu, segala tindakan, perbuatan, ucapan, dan seluruh kegaiatannya akan sesuai dengan peruntukannya, sesuai tempatnya, sesuai waktunya, sesuai konteksnya, sesuai batasnya, dan lain sebagainya. Bahkan berbuat baik pun harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Tidak sembarang berbuat kebaikan dapat menjadi baik apabila tidak sesuai dengan ruang dan waktunya, bahkan hanya akan mendatangkan kerugian.

    ReplyDelete
  24. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Aktivitas manusia baik berpikir maupun bertindak selalu berada atau terikat ruang dan waktu. Berpikir dan bertindak haruslah sesuai dengan dimensi ruang dan dengan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Intinya segala sesuatu yang dibuat haruslah memikirkan dampaknya pada ruang dan waktu. Sehingga hal-hal yang dilakukan tepat pada ruang dan waktunya. terimasih

    ReplyDelete
  25. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Hidup adalah menembus ruang dan waktu. Setiap detik hidup manusia selalu berubah mengikuti ruang dan waktu. Tidak ada satupun mahluk Alloh yang tidak selalu mengikuti ruang dan waktu. Perubahan-perubahan yang terjadi sudah kodrat hidup manusia. Maka dari itu yang bisa manuisa lakukan ikhtiar dengan ikhlas, berdoa penuh pengharapan, dan pasrahkan semuanya kepada Alloh SWT

    ReplyDelete
  26. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Tidak semua orang mampu menggapai kesadaran ruang dan waktu, karena terkadang ruang dan waktu tidak pernah menyadarkan keberadaan kita. artinya kita sering lalai terhadap apa yag kita pikirkan dan yang kita inginkan , terkadang selalu mengedepankan ego sendiri tanpa melihat ruang dan waktunya. Selalu menjadi pribadi yang ikhlas dimanapun berada, apapun keadaannya dan menjadi pribadi yang baik akan menjadi dengan mudah untuk sadar terhadap ruang dan waktu kita berada.

    ReplyDelete
  27. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Salah satu manfaat kita mempelajarai filsafat untuk menyadari ruang dan waktu. Sebagai manusia kita harus menyadari bahwa kita hidup di dalam ruang dan waktu yang terbatas. Jangan sampai kita menyia-nyiakan ruang dan waktu yang ada. Bagaimana kita bertindak di dalam ruang dan waktu itulah yang akan menentukan kemana akhir kita kelak. Manusia hanya hidup sementara di dalam ruang yang terbatas. Jadi berbuat sebaik-baiknya dalam waktu dan kesempatan yang masih kita miliki.

    ReplyDelete
  28. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu menunjukkan bahwa setiap hamba diciptakan untuk menjadi apapun, semua tergantung pada kesadaran dan kapasitasnya untuk menjadi yang diinginkannya. seseorang yang jauh dari kesadarannya bisa saja akan menjadi hamba pemangsa ruang dan waktu dan seseorang yang dengan penuh kesadarannya maka akan menjadi hamba menggapai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. M. Ikhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kesadaran akan ruang dan waktu adalah hal penting sebab dengan itu manusia bisa menempatkan diri dengan baik, tidak terjebak ke dalam mitos dan kesombongan. "Di atas langit ada langit" dan "Hidup ibarat roda yang berputar", demikianlah ujaran bijak yang mengingatkan bahwa tidak sepatutnya kita bersikap sombong. Sudah banyak contoh kisah bagaimana kesombongan membawa pada kehancuran.
    Hal lain yang penting dicermati terkait dengan kesadaran akan ruang dan waktu adalah hal kelalaian. Lalai dalam memahami dan memanfaatkan ruang dan waktu akan membawa pada kerugian. Dalam bahasa agama (Islam) disebutkan bahwasanya manusia adalah tempatnya salah, lupa, dan lalai. Ini menunjukkan keterbatsan yang dimiliki oleh manusia, di samping kelebihan yang dimilikinya. Sebaik-baik sikap adalah memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan dan kelalaian, berdo'a dengan ikhlas agar terhindar dari perbuatan sombong dan lalai serta berserah diri sepenuh hati. Semoga Allah senantiasa melindungi kita hal-hal yang dilarang-Nya. Aamiin.
    Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  30. Dhamar Widya Safitri
    19701251009
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum.
    Semua yang manusia lakukan melibatkan ruang dan waktu. Namun, jangan sampai manusia tersebut menjadi pemangsa ruang dan waktu, tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena tidak mau tahu kepada siapa bicara, apa yang dibicarakan, dan kepada siapa menuntut hak. Tidak kenal waktu karena tidak peduli kapan bicara, kapan bertindak dan bagaimana bertindak. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika manusia sudah tidak sadar akan ruang dan waktu.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Setelah membaca elegi di atas, yang saya pahami adalah makhluk pemangsa ruang dan waktu adalah ego manusia, hamba penjaga ruang dan waktu adalah iman dan akal sehat, dan hamba menggapai ruang dan waktu adalah intuisi. Egoisme dan ambisi manusia sering kali mengaburkan intuisinya sehingga ia kehilangan kemampuan memahami ruang dan waktunya, melupakan jati dirinya, tidak peduli pada sekitarnya, bahkan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya hingga rela membunuh iman dan akal sehatnya. Maka, sebaik-baik manusia dalam memahami ruang dan waktu adalah ia yang senantiasa menjaga ketajaman intuisi dan berpegang teguh pada iman dan akal sehat.

    ReplyDelete
  32. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Setiap makhluk hendaknya bersikap sopan dan bijak terhadap ruang dan waktu. Segala yang nampak dan tersembunyi, itu tergantung ruang dan waktu. Segala yang ada dan mungkin ada, itupun bergantung pada ruang dan waktu. Segala yang nyata dan abstrak, itu tergantung ruang dan waktu. Keterikatan pada ruang dan waktu mengajarkan kita untuk senantiasa menjauhi sifat sombong. Kesombongan itu kelihatannya kecil, namun jika dibiarkan tetap bersarang, maka dia akan menggerogoti apa-apa di dunia ini termasuk iman. Tuhan adalah segalanya, maka tiada pantas kiranya ciptaan sang Pencipta menganggap rendah sang Khalik dan mengagung-agungkan dirinya yang sejatinya dia sebatas pada ciptaan.

    ReplyDelete
  33. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Hermeneutika hidup erat kaitannya dengan ruang dan waktu. Bahwa hidup terus berjalan sesuai dengan dimensi ruang dan waktu, dan terus berkembang membentuk siklus yang tidak berhenti. Dalam menjalani hidup, manusia hendaknya menyadari tentang hal itu, dengan demikian maka dia akan menyadari bahwa dirinya tidak boleh sombong ketika mendapat banyak nikmat, begitu juga tidak harus tetap bersyukur ketika sedang berada diposisi yang sulit, karena sejatinya hidup akan terus berputar. Dengan memahami hermeneutika hidup, manusia akan senantiasa dekat dengan Tuhannya.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  34. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D
    Assalamualaikum wr.wb
    Dalam bertindak, bertutur kata, berpakaian, kita harus mengenal ruang dan waktu. Orang yang tidak mengenal ruang dan waktu dapat menjadi perusak di muka bumi ini. Orang yang tidak dapat meyesuaikan diri dengan sekitarnya disebut orang yang tidak kenal ruang waktu. Orang yang tidak empan papan juga disebut dengan orang yang tidak kenal ruang dan waktu. Orang yang tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik juga disebut orang yang tidak mengenal ruang dan waktu. Seperti yang telah difirmankan Allah dalam Quran Surat Al-‘Ashr bahwasanya sungguh dalam kerugian orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan masanya (waktunya) dengan sebaik-baiknya. Melalui surat ini Allah telah memperingatkan umatnya untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar mereka tidak dalam kerugian. Oleh karena itu, kita harus mampu me-manage waktu kita agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.

    ReplyDelete
  35. Syaiful Syamsuddin
    19701261002
    S3 PEP 2019

    Assalamu alaikum wr.wb
    Ruang dan waktu adalah dua hal yang selalu terkait dalam kehidupan ini. Namun yang harus disadari adalah bahwa dalam hidup, ruang dan waktu akan terus bergulir, tidak akan pernah kembali terulang. Untuk itulah manusia harus sadar akan ruang dan waktu agar ruang dan waktu tidak berbalik arah menjadi bencana dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas bahwa ruang dan waktu bisa membunuh. Di sini yang dimaksud dapat membunuh karakter dan kepercayaan diri seseorang. inilah ada istilah yang bisa kita dengar dengan jebakan ruang dan waktu, jika seseorang tidak dapat mengontrol hati dan pikirannya, maka dirinya akan terjebak antara ruang dan waktunya sendiri, membuat dirinya seperti kehilangan arah.

    ReplyDelete
  36. Jewish Van Septriwanto
    19709251077
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Terima kasih untuk tulisan ini prof, Jika kita ingin sukses, hendaklah menerapkan kriteri filsafat yaitu sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Sesungguhnya yang menjadi masalah adalah bagaimana dalam hidup ini mempunyai keterampilan menggapai ruang dan waktu. Dalam upaya menggapai ruang dan waktu maka memerlukan perbendaharaan kata karena sebenar-benar dunia itu adalah bahasa. Maka dalam filsafat bahasa (analitik) menerangkan bahwa duniaku itu adalah kata-kataku. Maka sesungguhnya sebenar-benar kata-katamu menunjukkan duniamu. Maka berhati-hatilah dalam berkata. Karena dunia ke atas menjadi spiritual, maka kata-katamu itu adalah doa (dilihat dari sisi spiritulitasnya). Maka perjuangan hidup yang benar adalah menggapai ruang dan waktu yang bijaksana. Dalam filsafat kita dapat membangun dunia dari yang ada dan mungkin ada. Lalu agar kita dapat membangun dunia maka diperlukan keterampilan menembus ruang dan waktu. Kemudian agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar dan baik sesuai tujuan maka diperlukan perbendaharaan kata.

    ReplyDelete