Jan 13, 2013

CONSEQUENTIALISM




Ass, jika ingin membaca tentang Consequentialism, bisa konek berikut:


Wss

15 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar (atau kelalaian dari akting) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah bahasa Inggris, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan cukup moral penting, metode apapun untuk mencapai itu diterima. Konsekuensialisme biasanya dibedakan dari etika deontologis dan etika moralitas.

    ReplyDelete
  2. Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berpegang pada konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya (konsekuensi). Moral dari aliran konsekuensialisme adalah bahwa setiap perbuatan sebenarnya memiliki konsekuensi kebaikkan dan konsekuensi baik ini yang menjadi fokus dari ajarannya. Konsekuensi mementingkan pada hasil akhir yang menjadi akibat. Jika akibat yang dihasilkan baik maka apa yang dilakukan merupakan suatu hal yang baik. Hasil akhir yang dinilai baik atau buruknya bukan pada awalan atau proses yang dilakukan.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Consequentialism adalah sebuah etika yang bersandar pada konsekuensi prilaku seseorang yang merupakan sebagai dasar utama terhadap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari prilaku seseorang. Jadi setiap prilaku atau tingkah laku yang kita kerjakan pasti mempunyai konsekuensi, yang pada akhirnya setiap aktivitas kita mempunyai konsekuensi yang mesti kita tanggung.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Consequentialism ini mengingatkan saya pada pepatah “apa yang kau tanam itu yang akan kau petik”. Konsekuensi ini hadir setelah adanya perbuatan yang dilakukan. Baik atau buruknya suatu perbuatan kita akan menentukan konsekuensi yang akan didapat. Konsekuensi baik atau buruk inilah yang akan kita terima sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan, konsekuensi ini mengajarakan sesorang pada keikhlasan.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Di sini saya memberikan tambahan berdasarkan beberapa referensi yang saya peroleh, konsekuensialisme (consequentialisms jamak) merupakan Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu. Keyakinan bahwa konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Consequentialism merupakan pandangan mengenai moralitas yang berasal dari keseluruhan hak manusia. Semua yang terjadi merupakan konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Adapun pandangan ketidaksetujuan mengenai sebuah konsekuensi yaitu konsekuensi dapat menyebarkan kebahagiaan dan meringankan penderitaan, membuat sebebas mungkin di dunia, serta untuk kelangsungan hidup yang semua akan menerima konsekuensialisme.

    ReplyDelete
  7. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsekuensialime dapak kita katakan juga sebagai buah atau akibat dari suatu tindakan atau perilaku. Konsekuensi juga dijadikan sebagai dasar yang utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Tindakan yang secara moral benar akan menghasilkan hasil yang benar pula atau konsekuensi. Ada konsekuensi dari setiap tindakan dan pilihan yang kita ambil, maka kita harus berhati-hati dalam berperilaku dan bertindak, apa yang kita petik maka itulah yang kita dapatkan, apa yang kita tanam itulah yang akan kita panen. Konsekuensi secara ekstrim dapat menimbulkan paham untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Apapun caranya atau metodenya pasti dilakukan, selama metode itu dapat membawanya untuk mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    paham koseuensialisme merupakan paham yang menyatakan bahwa benar atau salah suatu tindakan dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan. perbuatan yang benar akan menghasilkan kebaikan, sedangkan berbuat kesalahan akan mendapatkan konsekuensi.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Konsekuensialisme merupakan kelas teori etika normatif yang mengatakan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Hal ini dapat diartikan pula bahwa penilaian tentang benar salah perilaku seseorang itu dilihat pada konsekuensinya atau akibatnya. Dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang dibenarkan secara moral akan menghasilkan sesuatu yang baik. Namun, pandangan ekstrim dari paham ini yaitu gagasan bahwa jika suatu tujuan merupakan moral yang sangat penting, maka segala cara yang digunakan untuk mencapai tujuan itu dapat diterima. Tentunya dari segi agama, hal ini tidak dibenarkan. Menghalalkan segala cara itu bertentangan dengan moral agama. Walaupun konsekuensinya tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun, kelak diakhirat pasti ada balasannya. Hal yang dapat diambil dari paham ini yakni kita dapat menggunakannya untuk mengontrol perilaku kita. karen setiap perilaku pasti ada konsekuensinya baik ataupun buruk.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Konsekuensi merupakan dampak/buah dari suatu tindakan. Segala hal yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya. Dengan adanya konsekuensi, maka kita harus waspada dan berhati-hati terhadap apa yang kita lakukan. Jadi, sebelum bertindak, pikirkan dahulu.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsekuensialisme yakni teori dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi dari setiap apa yang kita lakukan. Sehingga harus bisa mempertimbangkan segala sesuatu baik atau buruk yang hendak kita lakukan dengan segala konsekuensi tindakan yang ada.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    berdasarkan artikel yang saya baca tentang Konsekuensialisme, seperti namanya, adalah pandangan bahwa sifat normatif hanya bergantung pada konsekuensi. Pendekatan umum ini dapat diterapkan pada tingkat yang berbeda dengan sifat normatif yang berbeda dari berbagai jenis hal, namun contoh yang paling menonjol adalah konsekuensialisme tentang kebenaran moral tindakan, yang berpendapat bahwa apakah suatu tindakan secara moral benar hanya bergantung pada konsekuensi tindakan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Konsekuensialisme adalah teori etika normative yang memegang konsekuensi perilaku seseorang yang menjadi dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dalam pandangan ini tindakan yang secara moral adalah suatu yang benar akan menghasilkan hasil yang baik. Filsafat lain yang kontras dengan konsekuensialisme adalah filsafat deontologis, moralitas, pragmatis.
    Mohon dikoreksi apabila terjadi kesalahan dalam pemahaman dan pemaknaan dari saya.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Konsekuensi adalah kelas teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Jadi, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral (atau penghilangan dari tindakan) adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. Dalam bentuk ekstrem, gagasan tentang konsekuensialisme biasanya dienkapsulasi dalam pepatah , " akhirnya membenarkan cara ", berarti bahwa jika sebuah tujuan secara moral cukup penting, metode apa pun untuk mencapainya dapat diterima.
    Konsekuensinya biasanya dikontraskan dengan etika deontologi (atau deontologi ), dalam deontologi tersebut, di mana peraturan dan kewajiban moral bersifat sentral, memperoleh kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari sifat tingkah laku itu sendiri dan bukan hasil dari perilaku tersebut. Hal ini juga dikontraskan dengan etika kebajikan, yang berfokus pada karakter agen dan bukan pada sifat atau konsekuensi dari tindakan (atau kelalaian ) itu sendiri, dan etika pragmatis yang memperlakukan moralitas seperti sains: maju secara sosial selama masa paksa, Sehingga ada kriteria moral yang harus direvisi. Teori konsekuenistik berbeda dalam bagaimana mereka mendefinisikan barang-barang moral.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Teori konsekuensialisme ini menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari berbagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete