Jan 13, 2013

CONSEQUENTIALISM




Ass, jika ingin membaca tentang Consequentialism, bisa konek berikut:


Wss

51 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Disini kita ketahui bahwa konsekuensialisme berasal dari kata konsekuensi yang dapat diartikan sebagai akibat dari tindakan atau pemikiran yang telah diambil atau dilaksanakan. Berdasarkan salah satu sumber di atas, konsekuensialisme adalah paham atau teori tentang etika normatif dengan pandangan bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Artinya setiap perilaku dari seseorang akan mendapat balasan atau konsekuensinya. Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Consequentialism merupakan teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Jadi dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Maka pengaruh dalam perilaku yaitu agar perilaku yang buruk segera dibenahi agar tidak menimbulkan konsekuensi yang buruk terhadap hidup.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Konsekuensialisme adalah suatu pandangan bahwa moralitas adalah tentang menghasilkan konsekuensi yang tepat dari keseluruhan konsekuensi. Disini ungkapan "konsekuensi keseluruhan" adalah suatu tindakan yang berarti segala sesuatu yang ditimbulkan adalah tindakan, termasuk tindakan itu sendiri. Misalnya, jika kita berpikir bahwa keseluruhan poin moralitas adalah (a) menyebarkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan, atau (b) menciptakan kebebasan sebanyak mungkin di dunia, atau (c) untuk mempromosikan kelangsungan hidup spesies kita, Maka Anda menerima konsekuensialisme. Meskipun ketiga pandangan tersebut tidak setuju tentang jenis konsekuensi apa, mereka setuju bahwa konsekuensinya adalah semua yang penting. Jadi, mereka setuju bahwa konsekuensialisme itu benar adanya. Utilitarianisme John Stuart Mill dan Jeremy Bentham adalah contoh konsekuensialisme yang terkenal. Sebaliknya, teori deontologis John Locke dan Immanuel Kant tidak penting.Konsekuensinya kontroversial. Berbagai pandangan nonconsequentialist adalah bahwa moralitas adalah semua tentang melakukan tugas seseorang, menghormati hak, mematuhi alam, menaati Tuhan, mematuhi hati sendiri, mengaktualisasikan potensi dirinya sendiri, masuk akal, menghormati semua orang, atau tidak mencampuri orang lain-tidak peduli konsekuensinya.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Semenjak Anscombe menuliskan Modern Moral Philosophy, ia mengatakan bahwa kebaikan normatif tergantung pada konsekuensinya. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya (konsekuensi).

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Konsekuensialisme berasal dari kata dasar konsekuensi, konsekuensi pada paham ini memiliki peranan besar, yaitu sebagai tolok ukur dalam menilai kebenaran. Tindakan yang baik pasti akan menghasilkan yang baik pula, karena itu merupakan sebuah konsekuensi. Begitu pula tindakan atau moral yang buruk, konsekuensinya adalah akan menghasilkan keburukan pula. Jadi pokoknya adalah dari tindakannya, bukan hanya sekedar sifatnya. Orang yang bersifat buruk jika bertindak benar pasti hasilnya juga akan benar.

    ReplyDelete
  6. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam penggunaan yang sebenarnya, istilah "konsekuensialisme" tampaknya digunakan sebagai istilah kemiripan untuk mengacu pada setiap keturunan utilitarianisme klasik yang tetap cukup dekat untuk leluhur dalam hal penting. Tentu saja, filsuf yang berbeda melihat hal yang berbeda dengan yang penting. Oleh karena itu, tidak ada kesepakatan yang teori dihitung sebagai konsekuensialis bawah definisi ini. filsuf lain lebih memilih definisi yang lebih luas yang tidak memerlukan teori moral untuk menjadi agen netral agar konsekuensialis(Bennett 1989; Broome 1991, 5-6 dan Skorupski 1995). Kritik agen netrailitas kemudian dapat dipahami sebagai diarahkan terhadap salah satu bagian dari utilitarianisme klasik yang tidak perlu diadopsi oleh setiap teori moral yang konsekuensialis.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Konsekuensialisme dalam artikel pada link kedua dipaparkan sebagai kelas teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Hal ini berarti setiap tindakan yang kita lakukan, baik itu baik ataupun buruk, maka akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan yang kita lakukan itu. Inilah yang disebut dengan konsekuen. Sama halnya resiko baik atau buruk yang kita terima sebagai hasil atas perbuatan kita.

    ReplyDelete
  8. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebagai manusia dalam menjalani hidup ini pasti memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai. Peniliain bagaimana baik maupun buruknya perilaku orang ialah dilihat dari apakah perilaku tersebut menunjang proses pencapaian tujuan hidupnya atau sebaliknya menghambat cita-cita tersebut. Perilaku atau tindakan yang dilakukan tersebut akan membawa akibat baik yang ditimbulkannya lebih banyak dibandingkan dengan mnculnya akibat buruk, begitupun sebaliknya. Maka tindakan tersebut dapat dikatakan benar hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan atau sesuatu yang berkaitan dengan tindakan. Hal ini disebut juga dengan konsekuesionalisme yang memandang bahwa sifat normatif hanya tergantung pada konsekuensi.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Konsekuensialisme dalam teori etika, menjawab “apa yang harus kita lakukan” dengan konsekuensi dari berbagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat dari konsekuensialisme adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Kelemahan dari teori ini bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas link yang telah diberikan. Setelah saya membaca tentang konsekuensialisme yang dapat saya pahami adalah paham koseuensialisme merupakan paham yang menyatakan bahwa benar atau salah suatu tindakan dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan. Nila benar maka hasilnya baik tabi bila salah maka akan memperoleh konsekuensi.

    ReplyDelete
  11. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Konsekuensialisme adalah teori etika normatif yang berpendapat bahwa dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari suatu perilaku adalah konsekuensi dari tindakan seseorang. Menurut sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. konsekuensialisme biasanya juga berkaitan dengan etika deontologi (atau deontologi), dalam deontologi tersebut, di mana peraturan dan kewajiban moral bersifat sentral, memperoleh kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari sifat tingkah laku itu sendiri dan bukan hasil dari perilaku tersebut. Beberapa berpendapat bahwa teori konsekuensial dan deontologis tidak harus saling eksklusif. Sebagai contoh, T. M. Scanlon memajukan gagasan bahwa hak asasi manusia, yang umumnya dianggap sebagai konsep "deontologis", hanya dapat dibenarkan dengan mengacu pada konsekuensi memiliki hak-hak tersebut. Demikian pula, Robert Nozick mengemukakan sebuah teori yang sebagian besar bersifat konsekuensialis, namun menggabungkan "hambatan samping" yang tidak dapat diganggu gugat yang membatasi tindakan agen yang diizinkan dilakukan.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat moral dikenal sebagai nama salah satu dari dua kelompok besar teori etika normative (konsekuensialis dan nonkonsekuensialis. Teori etika konsekuensialis menilai baik buruk atausalah benar suatu tindakan dari akibat atau konsekuensinya. Karena itu etika konsekuensialis biasa disebut juga teologis) dari kata Yunani telos = akhir. Suatu tindakan secara moral baik atau benar apabila berakibat baik. Sebaliknya, teori etika nonkonsekuensialis menilai salah benar atau baik buruk suatu tindakan tidak tergantung dari akibatnya melainkan dari sifat wajibnya tindakan itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori konsekuensialis pertama kali menjadi populer di abad ke-18 oleh para filsuf yang ingin cara cepat untuk menilai suatu tindakan moral dengan menarik pengalaman, bukan dengan menarik usus intuisi atau daftar panjang tugas dipertanyakan. Bahkan, fitur yang paling menarik dari konsekuensialisme adalah bahwa hal itu menarik bagi konsekuensi diamati publik dari suatu tindakan. Kebanyakan versi konsekuensialisme yang lebih tepat dirumuskan dari prinsip umum di atas. Secara khusus, teori konsekuensialis bersaing menentukan konsekuensi untuk kelompok yang terkena dampak dari orang yang relevan. Tiga subdivisi konsekuensialisme muncul: Egoisme Etis: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan hanya ke agen melakukan tindakan." Etika Altruisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan bagi semua orang kecuali agen." Utilitarianisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan untuk semua orang."

    ReplyDelete
  14. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Hidup ini tidak lepas dari konsekuensi dari segala tindakan yang kita ambil. Ada konsekuensi baik maupun buruk. Semua ada balasannya. Paham ini memandang bahwa Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.konsekuensi dalam hal ini dapat juga diartikan dengan tanggung jawab dari sebuah tindakan yang kita pilih, manusia pun mau tidak mau akan mendapati paham konsekuensi ini.

    ReplyDelete
  15. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konsekuensi merupakan akibat atau pertanggung jawaban dari setiap perbuatan yang kita lakukan, sedangkan konsekuenisme adalah merupakan aliran filsafat yang memandang bahwa nilai moral atau suatu tindakan ditentukan oleh hasilnya. Seringkali kita mendengar bahwa konsekuensi dalam hal pengambilan keputusan, konsekuensi inilah merupakan hal atau pertanggung jawaban dalam setiap keputusan, sehingga hendaknya manusia memikirkan segala keputusan agar tidak menyesal dengan konsekuensi yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Konsekuensialisme merupakan bagian dari teori etika normatif yang meyakini bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu hal yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi yang baik. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan adalah cukup “hal itu” saja, setiap metode atau cara untuk mencapai “hal itu” tersebut akan diterima.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber wikipedia di atas, consequentialism mengatakan bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk menilai apakah perilaku tersebut benar atau salah. Jadi dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral apabila tindakan tersebut menghasilkan hasil atau memiliki konsekuensi yang baik. Dalam menjalani kehidupan dan dalam mengambil suatu tindakan, semuanya ada konsekuensinya masing-masing. Oleh karena itu, selektiflah dalam memilih tindakan agar tindakan tersebut berkonsekuensi baik sesuai dengan ruang dan waktunya agar perilaku yang kita telah pilih dan lakukan tersebut merupakan hal yang dipandang benar dari segi moral.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Konsekuensialisme merupakan teori etika normatif yang mengajarkan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama dalam setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku tersebut. Teori ini menjawab apa yang harus dilakukan baik tingkah laku, tulisan, dan ucapan dengan memandang konsekuensi dari berbagai jawaban. Paham ini berpegang pada prinsip bahwa suatu tindakan itu benar secara moral jika konsekuensinya membawa lebih keuntungan daripada kerugian, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar. Teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete
  19. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang disajikan di atas. Dari artikel-artikel tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa konsekuensialisme merupakan bagian dari teori etika normatif yang meyakini bahwa dampak/ akibat dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Teori konsekuensialis populer pada abad ke-18 oleh para filsuf yang ingin cara cepat untuk menilai suatu tindakan moral dengan menarik pengalaman, bukan dengan menarik intuisi atau daftar panjang tugas dipertanyakan. Teori ini menjawab apa yang harus dilakukan baik perilaku, tulisan, dan perkataan dengan memandang konsekuensi atau akibat dari berbagai jawaban. Pentingnya seseorang memikirkan segala konsekuensi dari apa yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga, itu juga lah yang menstimulus dirinya untuk kritis, dengan memikirkan segala konsekuensi, dampak, sebab dan akibat dari keputusan yang dilakukannya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  20. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Bedasarkan link yang telah dibagikan, Consequentialism adalah bagian dari teori etika normatif yang mengatakan bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang (dampak/akibat dari perilaku seseorang) adalah hal utama untuk setiap penilainan tentang salah atau benarnya tindakan atau perilkau tersebut. Jadi dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral apabila tindakan tersebut menghasilkan hasil atau memiliki konsekuensi yang baik. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang mempunyai akal sehat untuk berpikir, bepikirlah sebelum bertindak dengan memikirkan tujuan dari tindakan dan konsekuensi dari hasil tindakan tersebut.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu perbedaan mendasar dalam etika adalah apakah suatu tindakan dinilai dalam hal kebenaran intrinsik atau dalam hal konsekuensi yang diakibatkan. Konsekuensialisme menyatakan bahwa tindakan yang benar adalah dengan memaksimalkan kebaikan secara keseluruhan atau meminimalkan kerugian secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  22. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Paham Consequentialism memandang bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Selain itu, dengan adanya konsekuensi maka seseorang akan menjadi lebih tertib dan disiplin terhadap peraturan yang dibuat. Di dalam kelas guru juga boleh membuat konsekuensi bagi siswa yang malas dan kurang semangat untuk mengikuti pembelajaran dengan catatan konsekuensi yang dibuat harus dalam ranah untuk mendidik prilaku dan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  23. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Konsekuensialisme merupakan paham yang menerapkan nilai kebenaran pada suatu "konsekuensi". Artinya konsekuensi dari tindakan seseorang menjadi dasar utama pada penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari suatu perilaku. Maka, secara tersirat sudah terlihat jika tindakan benar dari sudut pandang konsekuensialisme secara moral adalah tindakan yang menghasilkan sesuatu yang baik. Refleksi bagi kita semua, karena segala yang kita lakukan di dunia ini memiliki konsekuensi masing-masing, maka marilah berhati-hati dalam berbuat, alangkah lebih baik jika yang segala kita perbuat adalah perbuatan yang membawa dampak positif bagi diri kita dan lingkungan sekitar. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  24. Consequentialism merupakan akibat atau dampak dari apa yang telah kita perbuat, baik dalam bentuk moral maupun dalam bentuk fisik. Umumnya konsekuensi direalisasikan dalam bentuk hukuman atau sanksi bagi yang melanggar aturan yang dibuat. Di dalam proses pembelajaran diperbolehkan menggunakan hukuman bagi siswa yang malas dan kurang memiliki motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran, namun guru harus paham bahwa hukuman yang diberikan harus bersifat mendidik dan bertujuan untuk membangkitkan motivasi siswa, dan bukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  25. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Konsekuensialisme erat hubungannya dengan etika, pandangan ini mengedepankan konsekuensi sebagai landasan atas segala prilaku. Artinya, sesuatu yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan dari pada merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Konsekuensialisme sangat penting digunakan dalam pembuatan hukum atau kebijakan publik karena teori ini memandang dampak dari sebuah keputusan yang bagaimana berpengaruh pada orang banyak

    ReplyDelete
  26. Setiap hal yang dilakukan atau diperbuat oleh manusia pasti akan menimbulkan balasan/respon dari dunia di sekitar manusia tersebut. Hal yang dihadapi atau diterima oleh manusia tersebuat adalah konsekuentialisme, yang mana ada yang bersifat positif dan negative, tergantung bagaimana manusia itu bertindak, dan tergantung bagaimana manusia itu memandang konsekuentialisme sebagai apa, jika manusia tersebut memandang secara positif maka berarti itu adalah hal yang baik buat dirinya, jika memandang secara negative maka hal tersebut adalah buruk buat dirinya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Konsekuensialisme merupakan teori yang membicarakan perilaku, tindakan, dan juga etika baik terhadap orang, benda, keadaan, maupun yang lainnya. Jika terhadap orang atau manusia, perilaku seseorang harus sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga dengan adanya aturan, perilaku seseorang dapat diukur kebenaran dan kesalahannya, dengan koherensi juga perilaku lebih terbatasi untuk tidak keluar dari norma-norma yang berlaku. Teori ini sangat bermanfaat sekali, sehingga perlu diterapkan sejak dini mungkin supaya ketika dia mengambil suatu keputusan, dia juga mengetahui akibat dari keputusan yang diambilnya.

    ReplyDelete
  28. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa consequentialism adalah paham atau teori mengenai norma etik yang menekankan bahwa konsekuensi atau hasil dari perilaku seseorang merupakan dasar untuk menilai baik atau buruknya perilaku tersebut. Sehingga menurut para penganut konsekuensialisme, tindakan yang baik secara moral adalah tindakan yang memberikan hasil yang baik. Sehingga menurut paham ini, Jika tujuan kita baik, maka metode apapun yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut harus dianggap baik pula

    ReplyDelete
  29. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Consequentialism adalah suatu pandangan bahwa konsekuensi menunjukkan baik buruknya tindakan atau moralitas sesorang. Konsekuensi diartikan sebagai suatu dampak, akibat, bahkan tindak lanjut dari perbuatan seseorang. Tindakan, moral, atau usaha yang baik tentu akan mendapatkan konsekuensi yang baik seperti berupa penghargaan, image, dan lain sebagainya. Tindakan, moral atau usaha yang buruk, tentu akan mendapat konsekuensi yang buruk pula seperti hukuman, gunjingan, dan sebagainya. Begitulah paham Consequentialism memandang konsekuensi sebagai output dari suatu perbuatan.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita hidup di dunia ini sebenarnya hanyalah menumpang untuk mencari ilmu dan bersilaturahim sebanyak-banyaknya dengan orang sekitar. Namun, sebenarnya apa yang kita lakukan ini suatu saat memberikan dampak yang baik. Sehingga hidup di dunia ini tidak boleh semena-mena saja atau seenak diri sendiri, karena pada dasarnya selalu ada saja akibat dari apa yang kita kerjaka, akibat tersebut bisa dikatakan juga sebagai takdir.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Junianto
    PM C
    Dari sumber yang Prof posting, bisa saya pahami bahwa consequantialism merupakan paham mengatakan bahwa konsekuensi/ akibat dari perilaku seseorang merupakan dasar untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Maka dari itu, dalam pandangan saya segala sesuatu yang terjadi pasti mempunyai sebab akibat dna tidak ada begitu saja. Ini juga merupakan salah satu rambu-rambu bahwa dalam melakukan segala tindakan harus hati-hati.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Konsekuensialisme merupakan pandangan bahwa sifat normatif hanya tergantung pada konsekuensi. Pendekatan umum ini dapat diterapkan pada tingkat yang berbeda dengan sifat normatif yang berbeda untuk berbagai macam hal. Contoh konsekuensialisme misalnya tentang kebenaran moral dari suatu tindakan, yang menyatakan bahwa apakah suatu tindakan yang secara moral benar hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan tersebut atau segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan itu, misalnya motif di balik tindakan. Kehidupan kita sendiri juga tidak lepas dari konsekuensi. Setiap pilihan dan tindakan kita pasti ada konsekuensinya. Ada konsekuensinya ketika kita memilih untuk mengerjakan tugas, demikian pula pasti ada konsekuensinya ketika kita memilih untuk tidak mengerjakan. Kita masing-masing memiliki pilihan dan harus mau menerima konsekuensi yang ada. Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya, baik yang baik maupun yang buruk. Terimakasih. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  33. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan pemahaman saya dari beberapa referensi yang terdapat dalam postingan di atas, qonsequentialism merupakan suatu pandangan bahwa sifat normatif hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan seseorang, dimana dasar utama penilaiannya adalah tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Maka dari sudut pandang qonsequentialism tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Sedangkan tindakan salah dari qonsequentialism lebih cenderung terhadap “membenarkan cara”, dalam artian ketika mencapai hasil cara apapun yang dilakukan dapat diterima.

    ReplyDelete
  34. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Consequentialism merupakan salah satu teori normatif yang memegang teguh bahwa konsekuensi merupakan hasil dari suatu keputusan baik itu berupa kebenaran atau kesalahan yang mempunyai akibat sendiri-sendiri. Oleh karena itu, dengan adanya kosekuensi akan mengakibatkan seseorang akan berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai tujuannya.

    ReplyDelete
  35. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pandangan yang melihat bahwa sifat normatif bergantung pada konsekuensi dari tindakan seseorang disebut dengan consequantilism. Dasar penilaian dari pandangan ini yaitu dari kebenaran atau kesalahan dari perilaku seseorang. Kebenaran seseorang itu dilihat dari apa yang dihasilkan sedangkan kesalahan yang dilakukan seseorang itu lebih ke kegiatan membenarkan segala cara untuk mencapai hasil sehingga dapat diterima.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Suatu kejadian hendaknya menjadikan manusia semakin dewasa, masa lalu adalah pelajaran untuk menjadi lebih baik. Banyak peristiwa dimasa lalu yang terulang kembali dimasa sekarang. Paham yang menyatakan dalam alam semesta ada keteraturan sehingga suatu peristiwa akan terulang kembali adalah Unifotmitarianisme. Disini dijelaskan bahwa Keseragaman yang diamati di masa lalu akan muncul pada masa kini maupun masa depan.
    Lebih lanjut, uniformitarianisme adalah asumsi bahwa hukum alam yang berlaku sekarang selalu beroperasi di jagad ini baik pada masa lampau maupun di tempat manapun di jagad ini.

    ReplyDelete
  37. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Consequentialism merupakan salah satu Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu. (Etika) Keyakinan bahwa konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.
    Konsekuensialisme. Teori ini menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Kelemahan dari teori ini bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    ReplyDelete
  38. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Consequentalism adalah paham yang lebih memandang cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan apakah itu baik atau buruk . Jika baik, maka tidak masalah untuk melakukannya, tetapi jika buruk maka tidak perlu untuk dilakukan karena masih ada banyak cara-cara lain yang sesuai dengan aturan yang dianggap baik . Karena ada beberapa orang yang mencapai tujuan diinginkan dengan melakukan semua hal apaun tanpa melihat cara yang digunakan sesuai atau tidak. Oleh karena itu, kita dalam mencapai suatu tujuan sebaiknya sesuai dengan ruang dan waktu, sesuai dengan norma yang ada sehingga tidak merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  39. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Konsekuensi adalah imbalan atau balasan yang didapatkan manusia dalam perjalanan kehidupannya. Konsekuensi ini dapat berupa konsekuensi baik maupun buruk. Dalm paham ini memiliki keyakinan bahwa seseorang yang melakukan tindakan baik akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya manusia hendaknya berjalan pada kebenaran agar mendapatkan balasan yang baik pula.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Consequentalism merupakan teori yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Dalam hidup ini, setiap pilihan yang kita pilih, setiap tindakan yang kita lakukan pastilah memberikan konsekuensi. Maka dalam memilih atau melakukan sesuatu kita harus menimbang apakah konsekuensi yang dihasilkan dari pilihan atau tindakan kita merupakan suatu hal yang baik atau buruk.

    ReplyDelete
  41. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Prinsip konsekuensialisme menilai suatu perbuatan berdasarkan konsekuensi dari perbuatan tersebut. Paham ini memberikan gambaran bahwa setiap perilaku atau hal yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau akibat yang bisa berdampak positif atau negatif baik bagi kita sendiri maupun orang lain. Orang dengan paham ini mempercayai bahwa selalu ada konsekuensi dari berbagai pandangan berdasarkan apa yang terjadi dan siapa yang bereaksi. Suatu hal yang buruk di mata seseorang boleh jadi baik pula di mata orang lain. Kita tidak akan pernah tau bagaimana orang akan memandang apa yang kita lakukan karena selalu ada sudut pandang dan persepsi yang berbeda dari masing-masing individu, sehingga hal yang dapat kita lakukan adalah menghindari kemungkinan-kemungkinan berbuat yang tidak baik untuk memperkecil konsekuensi yang negatif.

    ReplyDelete
  42. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Teori konsekuensialisme ialah teori yang menjawab apa yang harus kita lakukan dengan mempertimbangkan konsekuensi dari perbuatan yang akan kita lakukan tersebut. Manfaat teori ini ialah bahwa dalam bersikap/ bertindak/ berperilau/ membuat keputusan kita harus memikirkan dan mempertimbangkan konsekuensinya terlebih dahulu. Dalam filsafat dikatakan bahwa kita harus melaukan apa yang kita pikirkan. implikasinya adalah sebelum bertindak kita harus memikirkan terlebih dahulu akibat dari perilaku tersebut. Sengan demikian kita akan lebih bisa terhindar dari kesalahan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  43. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Konsekuensialisme adalah kemungkinan pandangan yang paling maju dari suatu etika, yang menurutnya kelayakan suatu etika dari suatu tindakan sebanding dengan konsekuensinya. Secara khusus, konsekuensialisme menyatakan bahwa di antara semua kemungkinan program aksi, pihak tersebut harus mengejar salah satu yang secara keseluruhan membawa jumlah terbesar yang baik - atau, dalam jargon, salah satu yang memaksimalkan baik. Meskipun mungkin memiliki memiliki prekursor, pandangan ini tidak memainkan peran utama dalam filsafat kuno.

    ReplyDelete
  44. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Konsekuensialisme aadalah teori tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai konsekuensi dari berbagai hal. Konsekuensialisme mencari konsekuensi yang paling membawa keuntungan melebihi segala hal yang merugikan. Namun, tidak lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasil teori ini.

    ReplyDelete
  45. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Consequentialism adalah pemikiran yang menyatakan bahwa segala tindakan kita akan menimbulkan atau mengakibatkan tindakan lain. Atau dengan kata lain semua perbuatan yang kita lakukan akan mempunyai balasannya atau efeknya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  46. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Konsekunsialisme adalah suatu teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Konsekuensialisme adalah pandangan bahwa moralitas adalah tentang menghasilkan konsekuensi yang tepat dari keseluruhan konsekuensi. Keseluruhan konsekuansi yang dimaksud adalah hasil dari suatu tindakan.

    ReplyDelete
  47. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Consequentialism merupakan kelas teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Jadi, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral (atau kelalaian dari tindakan) adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Paham ini berlaku hukum sebab akibat, dimana segala sesuatu merupakan hasil dari tindakan yang dilakukan.

    ReplyDelete
  48. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Konsekuensialisme berasal dari kata dasar konsekuensi, artinya segala sesuatu memiliki konsekuensi masing-masing. Oleh sebab itu, dalam paham ini onsekuensi memiliki peranan besar. Setiap tindakan baik yang kita lakukan akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, karena itu merupakan sebuah konsekuensi. Begitu pula dengan keburukan yang kita lakukan, konsekuensinya tentu adalah akan menghasilkan keburukan pula. Pelajaran penting yang dapat kita ambil adalah, jika memang kita menginginkan kebaikan maka lakukanlah kebaikan demi kebaikan, kemudian akan tercipta rangkaian kebaikan.

    ReplyDelete
  49. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Paham ini menganggap bahwa konsekuensi dari perbuatan seseorang merupakan dasar untuk menilai apakah perbuatan itu benar atau salah. Jika seseorang berbuat kemudian konsekuensinya baik berarti perbuatannya benar, begitupun jika konsekuensinya buruk berarti perbuatannya salah. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang menjadi calo masuk PTN ini merupakan tindak kecurangan, berarti perbuatan tersebut adalah perbuatan yang salah.

    ReplyDelete
  50. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Paham consequentialism menilai baik buruk atau salah benar suatu tindakan dari akibat atau konsekuensinya. Paham ini mengingatkan kita pada pepatah lama, apa yang disemai, itulah yang akan kau dapatkan. Konsekuensi hadir setelah adanya perbuatan yang kita lakukan, baik buruknya perbuatan kita menentukan konsekuensi seperti apa yang akan kita terima. Konsekuensi erat hubungannya dengan penyesalan, karena biasanya setiap perlakuan buruk yang kita lakukan menimbulkan penyesalan dalam diri. Konsekuensi inilah yang harus kita terima. Belajar menerima konsekuensi mengajarkan seseorang pada keikhlasan.

    ReplyDelete
  51. konsekuensialisme Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu. Konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran perlu dipahami adanya konsekuensi dari setiap sikat dan hal yang dilakukan oleh siswa serta guru agar, mereka dapat memikirkan tindakan agar muncul konsekuensi yang baik. Terima Kasih.

    ReplyDelete