Jan 13, 2013

CONSEQUENTIALISM




Ass, jika ingin membaca tentang Consequentialism, bisa konek berikut:


Wss

8 comments:

  1. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat moral dikenal sebagai nama salah satu dari dua kelompok besar teori etika normative (konsekuensialis dan nonkonsekuensialis. Teori etika konsekuensialis menilai baik buruk atausalah benar suatu tindakan dari akibat atau konsekuensinya. Karena itu etika konsekuensialis biasa disebut juga teologis) dari kata Yunani telos = akhir. Suatu tindakan secara moral baik atau benar apabila berakibat baik. Sebaliknya, teori etika nonkonsekuensialis menilai salah benar atau baik buruk suatu tindakan tidak tergantung dari akibatnya melainkan dari sifat wajibnya tindakan itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori konsekuensialis pertama kali menjadi populer di abad ke-18 oleh para filsuf yang ingin cara cepat untuk menilai suatu tindakan moral dengan menarik pengalaman, bukan dengan menarik usus intuisi atau daftar panjang tugas dipertanyakan. Bahkan, fitur yang paling menarik dari konsekuensialisme adalah bahwa hal itu menarik bagi konsekuensi diamati publik dari suatu tindakan. Kebanyakan versi konsekuensialisme yang lebih tepat dirumuskan dari prinsip umum di atas. Secara khusus, teori konsekuensialis bersaing menentukan konsekuensi untuk kelompok yang terkena dampak dari orang yang relevan. Tiga subdivisi konsekuensialisme muncul: Egoisme Etis: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan hanya ke agen melakukan tindakan." Etika Altruisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan bagi semua orang kecuali agen." Utilitarianisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan untuk semua orang."

    ReplyDelete
  3. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Hidup ini tidak lepas dari konsekuensi dari segala tindakan yang kita ambil. Ada konsekuensi baik maupun buruk. Semua ada balasannya. Paham ini memandang bahwa Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.konsekuensi dalam hal ini dapat juga diartikan dengan tanggung jawab dari sebuah tindakan yang kita pilih, manusia pun mau tidak mau akan mendapati paham konsekuensi ini.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konsekuensi merupakan akibat atau pertanggung jawaban dari setiap perbuatan yang kita lakukan, sedangkan konsekuenisme adalah merupakan aliran filsafat yang memandang bahwa nilai moral atau suatu tindakan ditentukan oleh hasilnya. Seringkali kita mendengar bahwa konsekuensi dalam hal pengambilan keputusan, konsekuensi inilah merupakan hal atau pertanggung jawaban dalam setiap keputusan, sehingga hendaknya manusia memikirkan segala keputusan agar tidak menyesal dengan konsekuensi yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Konsekuensialisme merupakan bagian dari teori etika normatif yang meyakini bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu hal yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi yang baik. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan adalah cukup “hal itu” saja, setiap metode atau cara untuk mencapai “hal itu” tersebut akan diterima.

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber wikipedia di atas, consequentialism mengatakan bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk menilai apakah perilaku tersebut benar atau salah. Jadi dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral apabila tindakan tersebut menghasilkan hasil atau memiliki konsekuensi yang baik. Dalam menjalani kehidupan dan dalam mengambil suatu tindakan, semuanya ada konsekuensinya masing-masing. Oleh karena itu, selektiflah dalam memilih tindakan agar tindakan tersebut berkonsekuensi baik sesuai dengan ruang dan waktunya agar perilaku yang kita telah pilih dan lakukan tersebut merupakan hal yang dipandang benar dari segi moral.

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Konsekuensialisme merupakan teori etika normatif yang mengajarkan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama dalam setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku tersebut. Teori ini menjawab apa yang harus dilakukan baik tingkah laku, tulisan, dan ucapan dengan memandang konsekuensi dari berbagai jawaban. Paham ini berpegang pada prinsip bahwa suatu tindakan itu benar secara moral jika konsekuensinya membawa lebih keuntungan daripada kerugian, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar. Teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete
  8. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang disajikan di atas. Dari artikel-artikel tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa konsekuensialisme merupakan bagian dari teori etika normatif yang meyakini bahwa dampak/ akibat dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Teori konsekuensialis populer pada abad ke-18 oleh para filsuf yang ingin cara cepat untuk menilai suatu tindakan moral dengan menarik pengalaman, bukan dengan menarik intuisi atau daftar panjang tugas dipertanyakan. Teori ini menjawab apa yang harus dilakukan baik perilaku, tulisan, dan perkataan dengan memandang konsekuensi atau akibat dari berbagai jawaban. Pentingnya seseorang memikirkan segala konsekuensi dari apa yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga, itu juga lah yang menstimulus dirinya untuk kritis, dengan memikirkan segala konsekuensi, dampak, sebab dan akibat dari keputusan yang dilakukannya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete