Jan 13, 2013

CONSEQUENTIALISM




Ass, jika ingin membaca tentang Consequentialism, bisa konek berikut:


Wss

35 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar (atau kelalaian dari akting) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah bahasa Inggris, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan cukup moral penting, metode apapun untuk mencapai itu diterima. Konsekuensialisme biasanya dibedakan dari etika deontologis dan etika moralitas.

    ReplyDelete
  2. Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berpegang pada konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya (konsekuensi). Moral dari aliran konsekuensialisme adalah bahwa setiap perbuatan sebenarnya memiliki konsekuensi kebaikkan dan konsekuensi baik ini yang menjadi fokus dari ajarannya. Konsekuensi mementingkan pada hasil akhir yang menjadi akibat. Jika akibat yang dihasilkan baik maka apa yang dilakukan merupakan suatu hal yang baik. Hasil akhir yang dinilai baik atau buruknya bukan pada awalan atau proses yang dilakukan.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Consequentialism adalah sebuah etika yang bersandar pada konsekuensi prilaku seseorang yang merupakan sebagai dasar utama terhadap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari prilaku seseorang. Jadi setiap prilaku atau tingkah laku yang kita kerjakan pasti mempunyai konsekuensi, yang pada akhirnya setiap aktivitas kita mempunyai konsekuensi yang mesti kita tanggung.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Consequentialism ini mengingatkan saya pada pepatah “apa yang kau tanam itu yang akan kau petik”. Konsekuensi ini hadir setelah adanya perbuatan yang dilakukan. Baik atau buruknya suatu perbuatan kita akan menentukan konsekuensi yang akan didapat. Konsekuensi baik atau buruk inilah yang akan kita terima sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan, konsekuensi ini mengajarakan sesorang pada keikhlasan.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Di sini saya memberikan tambahan berdasarkan beberapa referensi yang saya peroleh, konsekuensialisme (consequentialisms jamak) merupakan Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu. Keyakinan bahwa konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Consequentialism merupakan pandangan mengenai moralitas yang berasal dari keseluruhan hak manusia. Semua yang terjadi merupakan konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Adapun pandangan ketidaksetujuan mengenai sebuah konsekuensi yaitu konsekuensi dapat menyebarkan kebahagiaan dan meringankan penderitaan, membuat sebebas mungkin di dunia, serta untuk kelangsungan hidup yang semua akan menerima konsekuensialisme.

    ReplyDelete
  7. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsekuensialime dapak kita katakan juga sebagai buah atau akibat dari suatu tindakan atau perilaku. Konsekuensi juga dijadikan sebagai dasar yang utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Tindakan yang secara moral benar akan menghasilkan hasil yang benar pula atau konsekuensi. Ada konsekuensi dari setiap tindakan dan pilihan yang kita ambil, maka kita harus berhati-hati dalam berperilaku dan bertindak, apa yang kita petik maka itulah yang kita dapatkan, apa yang kita tanam itulah yang akan kita panen. Konsekuensi secara ekstrim dapat menimbulkan paham untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Apapun caranya atau metodenya pasti dilakukan, selama metode itu dapat membawanya untuk mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    paham koseuensialisme merupakan paham yang menyatakan bahwa benar atau salah suatu tindakan dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan. perbuatan yang benar akan menghasilkan kebaikan, sedangkan berbuat kesalahan akan mendapatkan konsekuensi.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Konsekuensialisme merupakan kelas teori etika normatif yang mengatakan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku tersebut. Hal ini dapat diartikan pula bahwa penilaian tentang benar salah perilaku seseorang itu dilihat pada konsekuensinya atau akibatnya. Dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang dibenarkan secara moral akan menghasilkan sesuatu yang baik. Namun, pandangan ekstrim dari paham ini yaitu gagasan bahwa jika suatu tujuan merupakan moral yang sangat penting, maka segala cara yang digunakan untuk mencapai tujuan itu dapat diterima. Tentunya dari segi agama, hal ini tidak dibenarkan. Menghalalkan segala cara itu bertentangan dengan moral agama. Walaupun konsekuensinya tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun, kelak diakhirat pasti ada balasannya. Hal yang dapat diambil dari paham ini yakni kita dapat menggunakannya untuk mengontrol perilaku kita. karen setiap perilaku pasti ada konsekuensinya baik ataupun buruk.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Konsekuensi merupakan dampak/buah dari suatu tindakan. Segala hal yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya. Dengan adanya konsekuensi, maka kita harus waspada dan berhati-hati terhadap apa yang kita lakukan. Jadi, sebelum bertindak, pikirkan dahulu.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsekuensialisme yakni teori dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi dari setiap apa yang kita lakukan. Sehingga harus bisa mempertimbangkan segala sesuatu baik atau buruk yang hendak kita lakukan dengan segala konsekuensi tindakan yang ada.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    berdasarkan artikel yang saya baca tentang Konsekuensialisme, seperti namanya, adalah pandangan bahwa sifat normatif hanya bergantung pada konsekuensi. Pendekatan umum ini dapat diterapkan pada tingkat yang berbeda dengan sifat normatif yang berbeda dari berbagai jenis hal, namun contoh yang paling menonjol adalah konsekuensialisme tentang kebenaran moral tindakan, yang berpendapat bahwa apakah suatu tindakan secara moral benar hanya bergantung pada konsekuensi tindakan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Konsekuensialisme adalah teori etika normative yang memegang konsekuensi perilaku seseorang yang menjadi dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dalam pandangan ini tindakan yang secara moral adalah suatu yang benar akan menghasilkan hasil yang baik. Filsafat lain yang kontras dengan konsekuensialisme adalah filsafat deontologis, moralitas, pragmatis.
    Mohon dikoreksi apabila terjadi kesalahan dalam pemahaman dan pemaknaan dari saya.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Konsekuensi adalah kelas teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Jadi, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral (atau penghilangan dari tindakan) adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. Dalam bentuk ekstrem, gagasan tentang konsekuensialisme biasanya dienkapsulasi dalam pepatah , " akhirnya membenarkan cara ", berarti bahwa jika sebuah tujuan secara moral cukup penting, metode apa pun untuk mencapainya dapat diterima.
    Konsekuensinya biasanya dikontraskan dengan etika deontologi (atau deontologi ), dalam deontologi tersebut, di mana peraturan dan kewajiban moral bersifat sentral, memperoleh kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari sifat tingkah laku itu sendiri dan bukan hasil dari perilaku tersebut. Hal ini juga dikontraskan dengan etika kebajikan, yang berfokus pada karakter agen dan bukan pada sifat atau konsekuensi dari tindakan (atau kelalaian ) itu sendiri, dan etika pragmatis yang memperlakukan moralitas seperti sains: maju secara sosial selama masa paksa, Sehingga ada kriteria moral yang harus direvisi. Teori konsekuenistik berbeda dalam bagaimana mereka mendefinisikan barang-barang moral.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Teori konsekuensialisme ini menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari berbagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete
  16. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Konsekuensinya adalah teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Jadi, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. Dalam bentuk ekstrim ada yang mengatakan bahwa jika sebuah tujuan secara moral cukup penting, metode apa pun untuk mencapainya dapat diterima. Misalnya : mencuri bisa dianggap merupakan suatu perbuatan baik, jika perbuatan tersebut memberikan konsekuensi yang baik. Seperti kisah Sunan Kalijaga yang mencuri/merampok dari para bangsawan kaya (yang kikir dan tidak mempedulikan masyarakat) dan membagikan hasil curian/rampokannya pada masyarakat miskin, akan dianggap sebagai perbuatan baik.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. konsekuensialisme meruapakan Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu, dimana menuntut kita untuk memperhitungkan dengan cermat sebuah konsekuensi baik dan buruk dari sebuah perilaku yang dilakukan oleh kita. Keyakinan bahwa konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Disini kita ketahui bahwa konsekuensialisme berasal dari kata konsekuensi yang dapat diartikan sebagai akibat dari tindakan atau pemikiran yang telah diambil atau dilaksanakan. Berdasarkan salah satu sumber di atas, konsekuensialisme adalah paham atau teori tentang etika normatif dengan pandangan bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Artinya setiap perilaku dari seseorang akan mendapat balasan atau konsekuensinya. Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Consequentialism merupakan teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Jadi dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Maka pengaruh dalam perilaku yaitu agar perilaku yang buruk segera dibenahi agar tidak menimbulkan konsekuensi yang buruk terhadap hidup.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Konsekuensialisme adalah suatu pandangan bahwa moralitas adalah tentang menghasilkan konsekuensi yang tepat dari keseluruhan konsekuensi. Disini ungkapan "konsekuensi keseluruhan" adalah suatu tindakan yang berarti segala sesuatu yang ditimbulkan adalah tindakan, termasuk tindakan itu sendiri. Misalnya, jika kita berpikir bahwa keseluruhan poin moralitas adalah (a) menyebarkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan, atau (b) menciptakan kebebasan sebanyak mungkin di dunia, atau (c) untuk mempromosikan kelangsungan hidup spesies kita, Maka Anda menerima konsekuensialisme. Meskipun ketiga pandangan tersebut tidak setuju tentang jenis konsekuensi apa, mereka setuju bahwa konsekuensinya adalah semua yang penting. Jadi, mereka setuju bahwa konsekuensialisme itu benar adanya. Utilitarianisme John Stuart Mill dan Jeremy Bentham adalah contoh konsekuensialisme yang terkenal. Sebaliknya, teori deontologis John Locke dan Immanuel Kant tidak penting.Konsekuensinya kontroversial. Berbagai pandangan nonconsequentialist adalah bahwa moralitas adalah semua tentang melakukan tugas seseorang, menghormati hak, mematuhi alam, menaati Tuhan, mematuhi hati sendiri, mengaktualisasikan potensi dirinya sendiri, masuk akal, menghormati semua orang, atau tidak mencampuri orang lain-tidak peduli konsekuensinya.

    ReplyDelete
  21. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Semenjak Anscombe menuliskan Modern Moral Philosophy, ia mengatakan bahwa kebaikan normatif tergantung pada konsekuensinya. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya (konsekuensi).

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Konsekuensialisme berasal dari kata dasar konsekuensi, konsekuensi pada paham ini memiliki peranan besar, yaitu sebagai tolok ukur dalam menilai kebenaran. Tindakan yang baik pasti akan menghasilkan yang baik pula, karena itu merupakan sebuah konsekuensi. Begitu pula tindakan atau moral yang buruk, konsekuensinya adalah akan menghasilkan keburukan pula. Jadi pokoknya adalah dari tindakannya, bukan hanya sekedar sifatnya. Orang yang bersifat buruk jika bertindak benar pasti hasilnya juga akan benar.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam penggunaan yang sebenarnya, istilah "konsekuensialisme" tampaknya digunakan sebagai istilah kemiripan untuk mengacu pada setiap keturunan utilitarianisme klasik yang tetap cukup dekat untuk leluhur dalam hal penting. Tentu saja, filsuf yang berbeda melihat hal yang berbeda dengan yang penting. Oleh karena itu, tidak ada kesepakatan yang teori dihitung sebagai konsekuensialis bawah definisi ini. filsuf lain lebih memilih definisi yang lebih luas yang tidak memerlukan teori moral untuk menjadi agen netral agar konsekuensialis(Bennett 1989; Broome 1991, 5-6 dan Skorupski 1995). Kritik agen netrailitas kemudian dapat dipahami sebagai diarahkan terhadap salah satu bagian dari utilitarianisme klasik yang tidak perlu diadopsi oleh setiap teori moral yang konsekuensialis.

    ReplyDelete
  24. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Konsekuensialisme dalam artikel pada link kedua dipaparkan sebagai kelas teori etika normatif yang berpendapat bahwa konsekuensi dari tindakan seseorang adalah dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Hal ini berarti setiap tindakan yang kita lakukan, baik itu baik ataupun buruk, maka akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan yang kita lakukan itu. Inilah yang disebut dengan konsekuen. Sama halnya resiko baik atau buruk yang kita terima sebagai hasil atas perbuatan kita.

    ReplyDelete
  25. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebagai manusia dalam menjalani hidup ini pasti memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai. Peniliain bagaimana baik maupun buruknya perilaku orang ialah dilihat dari apakah perilaku tersebut menunjang proses pencapaian tujuan hidupnya atau sebaliknya menghambat cita-cita tersebut. Perilaku atau tindakan yang dilakukan tersebut akan membawa akibat baik yang ditimbulkannya lebih banyak dibandingkan dengan mnculnya akibat buruk, begitupun sebaliknya. Maka tindakan tersebut dapat dikatakan benar hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan atau sesuatu yang berkaitan dengan tindakan. Hal ini disebut juga dengan konsekuesionalisme yang memandang bahwa sifat normatif hanya tergantung pada konsekuensi.

    ReplyDelete
  26. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Konsekuensialisme dalam teori etika, menjawab “apa yang harus kita lakukan” dengan konsekuensi dari berbagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat dari konsekuensialisme adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Kelemahan dari teori ini bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas link yang telah diberikan. Setelah saya membaca tentang konsekuensialisme yang dapat saya pahami adalah paham koseuensialisme merupakan paham yang menyatakan bahwa benar atau salah suatu tindakan dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan. Nila benar maka hasilnya baik tabi bila salah maka akan memperoleh konsekuensi.

    ReplyDelete
  28. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Konsekuensialisme adalah teori etika normatif yang berpendapat bahwa dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari suatu perilaku adalah konsekuensi dari tindakan seseorang. Menurut sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. konsekuensialisme biasanya juga berkaitan dengan etika deontologi (atau deontologi), dalam deontologi tersebut, di mana peraturan dan kewajiban moral bersifat sentral, memperoleh kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari sifat tingkah laku itu sendiri dan bukan hasil dari perilaku tersebut. Beberapa berpendapat bahwa teori konsekuensial dan deontologis tidak harus saling eksklusif. Sebagai contoh, T. M. Scanlon memajukan gagasan bahwa hak asasi manusia, yang umumnya dianggap sebagai konsep "deontologis", hanya dapat dibenarkan dengan mengacu pada konsekuensi memiliki hak-hak tersebut. Demikian pula, Robert Nozick mengemukakan sebuah teori yang sebagian besar bersifat konsekuensialis, namun menggabungkan "hambatan samping" yang tidak dapat diganggu gugat yang membatasi tindakan agen yang diizinkan dilakukan.

    ReplyDelete
  29. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Konsekuensialisme menyatakan bahwa tindakan yang benar adalah dengan memaksimalkan kebaikan secara keseluruhan dan meminimalkan kerugian secara keseluruhan. Konsekuensialisme bertujuan untuk memaksimalkan hasil akhir sebuah tindakan atau keputusan. Kebenaran dari suatu pebuatan bergantung pada konsekuensinya. Terdapat kesulitan untuk benar-benar memprediksi konsekuensi dari suatu tindakan, terutama untuk melihat jauh ke depan. Dalam dunia kita yang kompleks modern, suatu hasil biasanya merupakan hasil dari banyak faktor yang tidak terduga.

    ReplyDelete
  30. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berpandangan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku itu. Menurut konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya berarti bahwa jika tujuan adalah dengan moral yang cukup penting, metode apapun untuk mencapai itu dapat diterima. Pada intinya konsekuensialime ini hanya melihat konsekuensi atau akibat perilaku sebagai penentuan nilai kebenarannya tanpa melihat proses.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Konsekuensialisme adalah sebuah pandangan bahwa status deontis (kewajiban) tindakan seseorang ditentukan oleh bagaimana hasilnya pada peringkat relatif terhadap orang-orang didekatnya dari alternatif yang tersedia pada beberapa peringkat evaluatif. Konsekuensialisme membicarakan tentang moralitas, rasionalitas, dan atau interkoneksi antara keduanya.

    ReplyDelete
  32. Menurut sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah sesuatu yang akan menghasilkan hasil, atau konsekuensi yang baik. Ada sebab ada akibat. Sebab-sebab yang baik akan menhasilkan akibat-akibat yang baik. Apa yang dilakukan saat ini akan mempunyai hasil saat nanti.

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Consequentialism merupakan paham yang memegang teguh bahwa konsekuensi merupakan hasil dari suatu keputusan baik itu berupa kebenaran atau kesalahan yang mempunyai akibat sendiri-sendiri. Oleh karena itu, dengan adanya kosekuensi akan mengakibatkan seseorang akan berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai tujuannya.

    ReplyDelete
  34. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat moral dikenal sebagai nama salah satu dari dua kelompok besar teori etika normative (konsekuensialis dan nonkonsekuensialis. Teori etika konsekuensialis menilai baik buruk atausalah benar suatu tindakan dari akibat atau konsekuensinya. Karena itu etika konsekuensialis biasa disebut juga teologis) dari kata Yunani telos = akhir. Suatu tindakan secara moral baik atau benar apabila berakibat baik. Sebaliknya, teori etika nonkonsekuensialis menilai salah benar atau baik buruk suatu tindakan tidak tergantung dari akibatnya melainkan dari sifat wajibnya tindakan itu sendiri.

    ReplyDelete
  35. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori konsekuensialis pertama kali menjadi populer di abad ke-18 oleh para filsuf yang ingin cara cepat untuk menilai suatu tindakan moral dengan menarik pengalaman, bukan dengan menarik usus intuisi atau daftar panjang tugas dipertanyakan. Bahkan, fitur yang paling menarik dari konsekuensialisme adalah bahwa hal itu menarik bagi konsekuensi diamati publik dari suatu tindakan. Kebanyakan versi konsekuensialisme yang lebih tepat dirumuskan dari prinsip umum di atas. Secara khusus, teori konsekuensialis bersaing menentukan konsekuensi untuk kelompok yang terkena dampak dari orang yang relevan. Tiga subdivisi konsekuensialisme muncul: Egoisme Etis: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan hanya ke agen melakukan tindakan." Etika Altruisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan bagi semua orang kecuali agen." Utilitarianisme: "suatu tindakan secara moral benar jika konsekuensi dari tindakan yang lebih menguntungkan daripada menguntungkan untuk semua orang."

    ReplyDelete