Jan 13, 2013

SOPHISM





Ass, jika ingin membaca tentang Sophism, bisa konek berikut:


Wss

18 comments:

  1. Sophism merupakan metode untuk mengajar. Sofis berasal dari kata sophia dan sophos yang berarti kebijaksanaan. Sebutan sofis diberikan kepada para guru yang mengembara dari kota ke kota untuk memberi pengajaran. Tetapi kemudian para sofis tersebut tidak lagi mempertahankan kehormatannya sebagai guru tanpa mengindahkan disiplin ilmu pengetahuan dan hanya menekankan cara-cara yang menguntungkan. Asal menguntungkan tanpa mempertimbangkan moral. Itulah yang di kecam oleh Sokrates dan Plato. Istilah sofis menjadi kurang baik dan bagi cendekia berganti istilah menjadi filsuf. Para sofis mempunyai pendapat yang membuahkan kebhinekaan yang terkadang saling bertentangan. Kebenaran menadi dikesampingkan. Masalah ini menumbuhkan relativisme terhadap pemikiran.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kata sofis (sophistÄ“s) berasal dari Yunani yakni dari kata sophia dan sophos, yang berarti "kebijaksanaan" atau “bijaksana” (masing-masing) sejak zaman Homer. Kata-kata itu awalnya digunakan untuk menggambarkan keahlian dalam pengetahuan atau kerajinan tertentu. Secara bertahap, bagaimanapun, kata juga datang untuk menunjukkan kebijaksanaan umum dan khususnya kebijaksanaan tentang urusan manusia (misalnya, dalam politik, etika, atau manajemen rumah tangga). Sofisme adalah metode pengajaran. Di Yunani kuno, sofis adalah kategori guru yang mengkhususkan diri dalam menggunakan teknik filsafat dan retorika untuk tujuan mengajar "keunggulan" atau "kebajikan" untuk negarawan muda dan bangsawan.

    Sofis bisa digambarkan baik sebagai guru dan filsuf, perjalanannya di sekitar Yunani mengajarkan kepada siswa berbagai keterampilan hidup, terutama retorika dan berbicara di depan umum. Ini adalah kualitas yang berguna dari waktu kewaktu, di mana kemampuan persuasif memiliki pengaruh besar pada kekuasaan politik seseorang dan kekayaan ekonomi. Athena menjadi pusat aktivitas sofis, karena kebebasan kota berbicara bagi warga semua warga dan menjadi kekayaan sumber daya. Ada banyak perbedaan antara ajaran Sofis, dan mereka kuliah pada mata pelajaran yang beragam seperti semantik dan retorika, ontologi, epistemologi. Sofis mengajarkan keyakinan mereka untuk harga yang cukup besar.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sophism merupakan suatu sikap bahwa kebenaran itu relatif adanya. Yang pertama mempraktekannya disebut kaum sofis yang merupakan suatu kelompok cendekiawan yang pandai dalam berpidato pada zaman Yunani Kuno. Melalui pidato kaum sofis selalu berusaha mempengaruhi banyak orang dengan argumentasinya yang menyesatkan dan merujuk kepada orang-orang yang pandai. Kaum sofis ini lahir pada saat terjadi perubahan politik dan ekonomi di Athena, sehingga kaum ini sangat berpenaruh pada kehidupan politik dan ekonomi athena saat itu.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk menjadi seorang yang bijaksana dan memiliki banya pengalaman bukanlah hal yang mudah, orang seperti ini memiliki banyak hal yang harus melekan pelajai dan pahami. Bijaksana menurut saya merupakan proses pendewasaan diri untuk dapat memahami kondisi yang ada. Pengalaman adalah guru yang berharga, dengan pengalaman manusia diajarkan untuk dapat belajar hal-hal baru dari pengalamnnya, mengambil hikmah dari yang terjadi dan merubah diri menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Secara etimologi, kata sophist dari bahasa Yunani berasal dari kata sophia yang berarti kearifan atau kebijaksanaan dan sophos yang berarti bijaksana. Sedangkan sophism merupakan sebuah metode pengajaran. Pada jaman Yunani Kuno, sofis merupakan sebutan bagi guru atau cendekiawan yang mengajarkan keunggulan dan kebajikan dengan teknik filsafat dan retorika untuk para negarawan muda atau bangsawan. Namun, dibalik itu, praktik yang sebenarnya adalah untuk mencari uang. Para sopis hanya mengajar mereka yang punya uang atau kekuasaan. Karenanya hal ini mendapat kecaman dari Socrates yang digambarkan Plato dalam dialog-dialognya. Pada karyanya tersebut, sofis digambarkan sebagai seorang yang munafik atau penipu. Setelahnya, sebutan bagi cendekiawan atau guru yang mengajarkan kebijaksanaan dengan teknik filsafat disebut sebagai filsuf.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sumber-sumber yang ada meujukkan bahwa Sophism merupakan hakekat dimana seseorang menggunakan kebijaksanaaannya untuk bermasayarakat. Berkaca pada kehidupan negara Indonesia, kebijaksanaan dijujung tinggi. Terlebih pada mereka kaum dewasa dan berpengalaman. Pemerintah harus bijak sana membuat kebijakan yang tidak merugikan. Misalnya dalam dunia pendidikan, sesuai pasal pada UUD 1945 telah disebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Maka dari itu, perlu toleransi dan sikap peduli pada saudara timur kita yang kurang dalam akses pendidikan.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Tidak mudah menjadi guru yang baik, menyenagkan, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil salah satunya bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda.
    Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bijak dalam menyikapi suatu hal tidaklah mudah. Arif, adil, dan ikhlas dalam menggapai suatu tujuan serta menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik tentunya melalui proses yang panjang. Banyak kontradiksi dalam setiap menggapai suatu tujuan untuk menjadi pribadi yang baik khususnya bijaksana, namun segala sesuatunya tidaklah terlepas dari niatnya. Jadi, segala sesuatunya diawali dengan niat, serta dilaksanakan dengan ikhlas hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    sophistes berati cendikiawan,jadi berkonotasi baik. Hal terpenting munculnya Sofisme ini adalah mempunyai peran sangat penting dalam rangka menyiapkan kelahiran pemikiran filsafat Yunani klasik yang dipelopori Socrates, Plato, Aristoteles. Sofisme sendiri merupakan suatu aliran atau ajaran , tetapi lebih pada gerakan bidang intelektual yang disebabkan oleh pengaruh kepesatan minat orang terhadap filsafat. Menurut mereka manusia tidak mengetahui kebenaran mengenai alam dan jagat raya. Pusat perhatian para sofis terhadap manusia,tercermin dari kata kata terkenal Protagoras : “ manusia adalah ukuran segala-galanya (man is the measure of all things)”

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    sophism merupakan suatu metode pembelajaran. sophism dapat digambarkan baik sebagai guru dan filsuf. namun ada perbedaan antara para sophist dari guru-guru lain di Yunani kuno adalah kekayaan pengetahuan dan dialek mereka yang berkaitan dengan retorika. yang sebagaimana kita ketahui bahwa retorika merupakan sikap kita dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan

    ReplyDelete
  11. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sophisme adalah pemikiran yang tampaknya saja lurus, runtut dan sah, tetapi karena menyimpang dari hukum-hukum berpikir, menghasilkan suatu kesesatan. Sofisme dalam definisi modern merupakan argumen munafik yang digunakan untuk menipu seseorang. Di Yunani kuno, sofis adalah kategori guru yang mengkhususkan diri dalam menggunakan alat filsafat dan retorika untuk tujuan mengajar atau kebajikan terutama untuk negarawan muda dan bangsawan.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada abad ke-4 nama sophistes khusus dipakai untuk guru-guru yang berkeliling dari kota ke kota dan memainkan peranan penting dalam masyarakat Yunani sekitar paruh abad ke-5. Namun pada kemudian hari nama “Sofis” menjadi tidak seharum sebelumnya. Dalam bahasa Inggris, kata “sophist” menunjukkan seseorang yang menipu orang lain dengan menggunakan argumentasi-argumentasi yang tidak sah. Sokrates, Plato, dan Aristoteles dengan kritiknya pada kaum Sofis menyebabkan nama “Sofis” makin mencerminkan citra buruk. Salah satu tuduhannya adalah ahwa para Sofis meminta uang untuk pengajaran yang mereka berikan. Dalam dialog Protagoras, Plato mengatakan bahwa para Sofis merupakan “pemilik warung yang menjual barang rohani”. Dan Aristoteles mengarang buku Sophistikoi elenchoi (Cara-cara berargumentasi kaum Sofis); maksudnya cara berargumentasi yang tidak sah. Dari hal-hal tersebutlah sehingga nama kaum Sofis pada saat ini memiliki kesan buruk. Plato lah yang paling bertanggung jawab atas pandangan modern terhadap Sophist.
    Plato menggambarkan ciri-ciri seorang Sophist sebagai:
    1) Seorang yang mata duitan
    2) Seorang yang memakai sulap retorika dan ambigiusitas bahasa dalam rangka meraih dan mendukung rasionalitas yang menyesatkan
    3) Seorang yang tidak perduli dengan kebenaran dan keadilan, melainkan hanya sekedar mencari kekuasaan dengan segala cara agar menang
    4) Menolak Ilmu dan keyakinan
    5) Memiliki cara pandang relatif, skeptic dan agnostic dalam rangka mengikuti kemana arah argumen mengalir, untuk mendapatkan argumentasi yang paling kuat demi memenangkan perdebatan
    6) Suka membantah (guibber) meski telah ada bukti-bukti yang jelas
    7) Menuruti selera pribadinya dan tidak perduli dengan pendapat orang lain

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kata Yunani sophist , yang terbentuk dari kata benda sophia , 'wisdom' atau 'learning', memiliki pengertian umum 'seseorang yang melakukan kebijaksanaan atau pembelajaran'. Seperti sophia dapat menunjuk jenis keahlian tertentu dan juga keagungan umum dalam perilaku hidup dan jenis wawasan yang lebih tinggi yang terkait dengan pelihat dan penyair, kata yang aslinya dimaksudkan sebagai 'sage' atau 'expert'. Pada abad ke lima SM, istilah tersebut tetap mempertahankan pengertian aslinya yang tidak spesifik, selain diterapkan secara khusus pada tipe intelektual baru, pendidik profesional yang berkeliling dunia dengan menawarkan pengajaran dalam berbagai mata pelajaran, dengan topik tertentu. Penekanan pada keterampilan berbicara di depan umum dan keberhasilan hidup. Munculnya profesi baru ini, yang merupakan perpanjangan dari bidang baru dari tradisi reruntuhan hulu keliling (pembacaan puisi, terutama Homer), merupakan respons terhadap berbagai perkembangan sosial, ekonomi, politik dan budaya pada masa itu. Meningkatnya kekayaan dan kecanggihan intelektual kota-kota Yunani, terutama Athena, menciptakan permintaan akan pendidikan tinggi di luar landasan dasar tradisional dalam keterampilan baca tulis, aritmatika, musik dan fisik

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sofisme dalam definisi modern merupakan argumen munafik yang digunakan untuk menipu seseorang. Di Yunani kuno, sofis adalah kategori guru yang mengkhususkan diri dalam menggunakan alat filsafat dan retorika untuk tujuan mengajar, atau kebajikan terutama untuk negarawan muda dan bangsawan. Ajaran Sofisme ada juga pengaruhnya yang positif yaitu melahirkan banyak orang terampil disamping itu akal manusia dihargai. tetapi segi negatifnya menjadikan orang tidak bertanggung jawab atas ucapan-ucapannya, sebab apa yang dikatakan hari ini untuk sesuatu,bisa saja hari esoknya berlainan dengan alasan bahwa kebenaran hanyalah berlaku sementara. Sophis digambarkan sebagai "munafik" atau "menipu", maka makna istilah modern.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dapat kita ketahui bahwa shopism merupakan paham yang sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaran. Hal ini karena shopism merupakan istilah untuk suatu kebijaksanaan atau belajar. Para penganut shopism adalah kaum yang pertama kali dalam sejarah menggelar pendidikan untuk kaum muda pada ssat itu . Pada zamannya, kaum shopism dianggap sebagai nama suatu kelompok cendekiawan. Selain itu para menganut shopism mengembangkan ilmu dalam beretorika. Hal ini karena mereka mengembangkan berbagai teknik berpidato dan berdebat. Ketrampilan ini masa itu sangat dibutuhkan oleh para elit Atena untuk berbicara di depan umum atau untuk menyamoaikan sesuatu kepada rakyat, khusunya ketika menghadapi perdebatan dalam sidang dewan mahkamah Atena.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sophism adalah suatu metode pengajaran. Di Yunani Kuno, guru yang mengkhususkan diri menggunakan teknik filsafat dan retorika untuk tujuan mengajarkan kebajikan merupakan guru yang sophism. Namun kebaikan yang diberikan tersebut tidak dengan percuma maka terkadang kurang bagus juga dampaknya. Dari hal ini dapat diambil pelajaran bahwa menjadi guru haruslah ikhlas, mengajar dengan sepenuh hati dan tulus agar ilmu yang diberikan benar – benar bermanfaat dan siswa tidak merasa terbebani mengikuti pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sofisme merupakan metode pengajaran. Pada Yunani kuno, sofis merupakan kategori guru yang mengkhususkan diri dalam menggunakan teknik filsafat dan retorika untuk tujuan mengajar "keunggulan" atau "kebajikan" untuk negarawan muda dan bangsawan. Hal seperti ini adalah proses pegajaran yang dibuat agar pola pikir siswa dapat berubah. Hal ini biasanya cenderung pada siswa yang memiliki kecerdasan di atas orang pada umumnya, namun saat ini kecerdasan pun disalahgunakan menjadi hal yang negatif.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Sophism adalah suatu paham bagaimana guru mengajar dengan bijaksana. Kalau berbicara bijaksana. Secara epistimologi sikap bijaksana adalah sikap tepat dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa sehingga memancarlah keadilan, ketawadluan dan kebeningan hati. Bagaimana sih menjadi guru yang bijaksana? Maka menjadi guru/ orang yang bijaksana adalah orang yang senantiasa menggunakan akal dan pikirannya dalam menhadapi atau memutuskan sesuatu persoalan. Seorang guru dikatakan bijaksana apabila dalam menghadapi setiap persoalan senantiasa dipertimbangkan dengan akal sehat dan berdasarkan ilmu pengetahuan. Ia tidak reaktif dan emosional. Misalnya, apabila dia menghadapi siswa yang melakukan kesalahan, ia tidak dengan serta merta menyalahkan , mencela, memaki, dan menghukum siswa.Guru yang bijaksana merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa-siswinya. Ia tidak memaksakan kehendaknya sendiri pada anak-anak. Dalam memberi tugas tidak berlebihan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan siswa. Bijaksana dalam dunia pendidikan dapat juga diartikan:
    1. Memberi tugas tanpa harus membebankan kepada siswa.
    2. Menghukum siswa yang bersalah tanpa harus menyakiti.
    3. Mengingatkan dan meluruskan siswa yang salah tanpa harus mempermalukan
    4. Mendidik siswa sesuai dengan keadaan dan kemampuan mereka.
    5. Menguji dan menilai siswa dengan kemampuan yang dimiliki.
    (sumber: http://lintas-guru.blogspot.co.id/2015/10/pribadi-guru-yang-bijaksana.html)

    ReplyDelete