Jan 13, 2013

SOPHISM





Ass, jika ingin membaca tentang Sophism, bisa konek berikut:


Wss

14 comments:

  1. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sophist berasal dari kata yunani Sophistikos, Sophistes berarti “bijaksana, pintar, halus”, dari kata ini Sophist diartikan sebagai seorang yang mencintai kebijaksanaan. Kata Sophist dalam budaya yunani pra-socrates digunakan untuk sinonim dari filosof, professor ataupun guru. Mereka yang memiliki ketrampilan khusus sebagai pembuat kereta perang, senjata dan alat-alat pertempuran disebut sebagai Sophist. Istilah Sophist sudah dikenal bahkan sebelum thales (550 SM) abad ke-6 SM, dengan makna ini Thales bisa disebut juga sebagi seorang Sophist (filosof). Kata Sophist mengalami perubahan makna ketika memasuki Athena pada pertengahan abad ke-5 SM. Sophist menjadi hanya sebagai nama sebuah gerakan guru keliling yang mengajar untuk mendapatkan uang. Mereka mengajari anak-anak bangsawan Athena, dan mereka yang mampu membayar; cara berdebat, retorika dan orator. Ketrampilan tersebut dibutuhkan oleh masyarakat Athena untuk membela diri dalam persidangan dihadapan dewan mahkamah Athena yang berjumlah 1505 orang dalam arena yang luas sehingga membutuhkan cara mengartikulasikan suara dalam ketrampilan orasi.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada kemudian hari nama “Sofis” tentu tidak harum. Akibatnya masih terlihat dalam bahasa-bahasa modern. Dalam bahasa Inggris misalnya kata “sophist” menunjukkan seseorang yang menipu orang lain dengan mempergunakan argumentasi-argumentasi yang tidak sah. Cara berargumentasi yang dibuat dengan maksud itu dalam bahasa Inggris disebut “sophism” atau “sophistery”. Terutama Sokrates, Plato dan Aristoteles denga kritiknya atas kaum Sofis menyebabkan nama “sofis” berbau jelek. Salah satu tuduhan adalah bahwa para Sofis meminta uang untuk pengajaran yang mereka berikan. Dalam dialog Protagoras, Plato mengatakan bahwa para Sofis merupakan “pemilik warung yang menjual barang rohani” (313 c). dan Aristoteles mengarang buku yang berjudul Sophistikoi elenchoi (cara-cara berargumentasi kaum Sofis); maksudnya cara berargumentasi yang tidak sah. Demikianlah para Sofis memperoleh nama yang jelek, hal mana masih dapat dirasakan sampai pada hari ini

    ReplyDelete
  3. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Sofisme erat kaitannya dengan kebijaksanaan atau bijaksana. Implikasi pada kehidupan sekarang, sifat ini bagus untuk diterapkan di berbagai aspek kehidupan manusia. Karena dengan kebijaksanaan kita bisa menghadapi berbagai permasalahan hidup dengan baik. Dengan kebajikan yang disadari manusia akan membentuk kedamaaian satu dengan yang lain manusia, karena kebajikan itu menular jika dihayati dan diperhatikan. Paham ini berkembang pada era pra Socrates.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Sofisme suatu sikap yang berpendapat bahwa kebenaran itu relatif adanya. Disebut demikian karena yang pertama-tama mempraktikkannya adalah kaum sofis, nama suatu kelompok cendekiawan yang mahir berpidato pada zaman Yunani kuno. Mereka selalu berusaha memengaruhi khalayak ramai dengan argumentasi-argumentasi yang disampaikan melalui pidato-pidato. dalam hal ini sofisme erat kaitannya dengan kebijaksanaan atau bijaksana. Implikasi pada kehidupan sekarang, sifat ini bagus untuk diterapkan di berbagai aspek kehidupan manusia. Karena dengan kebijaksanaan kita bisa menghadapi berbagai permasalahan hidup dengan baik. Dengan kebajikan yang disadari manusia akan membentuk kedamaaian satu dengan yang lain manusia, karena kebajikan itu menular jika dihayati dan diperhatikan. Paham ini berkembang pada era pra Socrates.

    ReplyDelete
  5. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    PPs PM B


    Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna, kadang saya berpikir bahwa ilmu pengetahuan (seperti rumus matematika, fisika, kimia, dll) bukanlah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Maksudnya adalah berdasarkan pengalaman saya belajar matematika saya mengetahui rumus tersebut dari buku atau guru yang menyampaikan dan rumus tersebut berdasarkan kesepakatan yang telah dibuktikan, tapi apakah biasa menjamin rumus terebut bmemang rumus yang sebenarnya. Siapa tahu rumus yang selama ini ditemukan tersebut memiliki kekurangan yang tidak disampaikan ole penemunya. Refleksinta dari paham sophisme adalah kadang sering bertanya untuk apa belajar materi tertentu seeti matriks, program linier, atau transformasi geometri apabila jaman sudah modern seperti sekarang. Kita dapat menggunakan komputer dalam membantu menyeesaikan semua permasalahan dengan cepat dan tepat. Tidak perlu menggunakan rumus-rumus untuk menyelesaiakn masalah bahkan untuk perhitungan kompleks saja kita bisa menggunakan excell. Tapi hal itu merupakan terjebak dalam filsafatnya karena kita harus bisa menanamkan sophisme (bisa saja ilmu itu bukan ilmu abadi dan bersifat sementara) dan dapat ditemukan ilmu yang lain/sebenarnya saat siswa mempelajari dasarnya.

    ReplyDelete
  6. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sophism dalam bahasa yunani berarti kebijaksanaan atau bijaksana. Sofis dapat digambarkan sebagai seorang guru dan juga filsuf. Beliau adalah guru yang mengaplikasikan atau memberikan nilai-nilai filsafatnya. Plaro berusaha untuk memisahkan sofis dan filauf, dimana sofis adalah orang yang membuat hidupnya melalui penipuan, dan filsuf adalah pencinta kebijaksanaan yang mencari kebenaran. Untuk memberikan filsuf kepercayaan yang lebih besar, kaum sofis harus menerima konotasi negatif.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami sofisme adalah suatu metode pengajaran. Di Yunani kuno, sofis adalah kategori guru yang mengkhususkan diri untuk menggunakan teknik filsafat dan retorika dengan tujuan mengajarkan "keunggulan" atau "kebajikan" serta “kebijaksanaan: untuk negarawan muda dan bangsawan. Hal ini sebetulnya adalah proses pengajaran yang dibuat-buat agar siswa mengikuti pola pikir seseorang. Hal ini pada awalnya digunakan untuk mengistilahkan untuk orang-orang yang cerdas, akan tetapi pada saat ini kadang kecerdasan ini disalahgunakan dan disalahartikan untuk hal-hal yang tidak baik, sehingga bernilai negatif.

    ReplyDelete
  8. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Sejauh ini, pengetahuan saya masih sangat terbatas tentang sophisme. Yang saya ketahui dari sophisme adalah hal tersebut merujuk pada kaum shopis pada masa Yuniani kuno. Kaum sophis dianggap memiliki kemampuan retorika yang baik, namun kaum shopis sering dinilai negatif karena kemampuan retorikanya tidak sejalan dengan sikapnya yang cenderung pragmatis. Sama seperti kebanyakan para politisi di negera ini yang terlalu banyak berjanji dengan kata-kata indah, namun lemah dalam realisasinya.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sophism ialah nama yang diberikan kepada sekelompok filsuf yang hidup dan berkarya pada zaman yang sama dengan Sokrates. Sophism disebut juga sebagai guru retorika dan pembicara publik yang populer sehingga kaum sophism ini mempunyai pengaruh yang besar karena kepandaiannya dalam beretorika. Hal ini tentu di zaman sekarang. Orang yang pandai dalam beretorika biasanya dapat mempengaruhi orang banyak. Akan tetapi sebaiknya, orang-orang tersebut bukan hanya pandai beretorika saja tetapi juga dibarengi dengan tindakan nyata. Kita juga sebagai pendengar hendaknya kritis terhadap pernyataan-pernyataan orang-orang yang bertorika agar tidak salah dalam mempersepsikan sesuatu.

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sophisme dalam definisi modern adalah argumen yang sangat bagus yang digunakan untuk menipu seseorang. Di Yunani kuno, para sophis diajarkan untuk menggunakan alat-alat filsafat dan retorika dengan tujuan mengajarkan keunggulan, atau kebajikan - terutama kepada negarawan muda dan bangsawan. Kecanggihan dianggap sebagai argumen khusus yang digunakan untuk menipu seseorang. Tujuan dari sebuah sophisme sering membuat penonton percaya bahwa penulis atau pembicara lebih pintar daripada sebenarnya. Misalnya, menuduh orang lain menyesatkan karena menggunakan teknik persuasi. Ada juga beberapa pihak yang menganggap sophism adalah paham yang bersifat persuasi, atau mengajak orang lain dan melakukan kegiatan yang diinginkan. Sophism memerlukan kemampuan dapat menarik orang ikut dalam kegiatan yang diinginkannya dengan mudah.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Sofisme ialah suatu sikap yang berpendapat bahwa kebenaran ialah bersifat relatif. Interpretasinya merupakan kebebasan manusia. Ajaran ini berasal dari para sofis pada zaman Yunani kuno. Kaum sofis selalu berusaha memengaruhi orang-orang dengan argumentasi-argumentasi yang menyesatkan dan disampaikan melalui pidatonya agar terkesan kehebatannya sebagai orator ulung. Ajaran ini dianggap sebagai ajaran yang tidak baik karena menyalahi etika dan moral. Para kaum sofis dianggap menggunakan kebebasan dengan cara yang salah untuk kepentingan dirinya sendiri. Dalam definisi modern, sofisme merupakan argumen munafik yang digunakan untuk menipu seseorang.

    ReplyDelete
  12. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Paham sophist ini memberikan kita pandangan bahwa salah satu indicator kesuksesan hidup adalah jika bisa bersikaf bijak, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Karena sebenar-benarnya bijaksana adalah bisa mengambil suatu keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi. Namun terkadang mengucapkan tidak semudah melakukan sehingga ada kalanya kita memerlukan do’a kepada sang pencipta untuk diberikan suatu petunjuk, salah satunya adalah dengan sholat Istiqoroh.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, thank you prof. Marsigit for providing the above links. From the articles above, I now know that Sofism is closely related to the wise. The nature of this wisdom is very important to be applied in everyday life. Sophism is a name given to a group of philosophers who lived and worked in the same age as Socrates. Sophism is also called as a teacher of popular rhetoric and public speaker so that these sophists have a great influence because of their versatility in language. However, in today's it would be nice if we are not only clever in speaking but also must be smart and quick in acting. So, do not let us be like most of the politicians in this country who promise too much with beautiful words, but weak in its implementation. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete