Jan 13, 2013

FICTIONALISM





Ass, jika ingin membaca tentang Fictionalism, bisa konek berikut:


Wss

10 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fictionalism adalah pandangan dalam filsafat yang menurut pernyataan yang tampaknya deskripsi dunia tidak dapat dianggap seperti itu, tapi malah harus dipahami sebagai kasus "membuat percaya", berpura-pura untuk mengobati sesuatu yang benar secara harfiah ("berguna fiksi "). Dua hal penting fictionalism adalah fictionalism modal yang dikembangkan oleh Gideon Rosen, yang menyatakan bahwa kemungkinan dunia, terlepas dari apakah mereka ada atau tidak, mungkin menjadi bagian dari wacana yang berguna, dan fictionalism matematika yang dianjurkan oleh Hartry Field, yang menyatakan bahwa pembicaraan tentang angka dan objek matematika lainnya tidak lebih dari kenyamanan untuk melakukan ilmu pengetahuan. Juga dalam meta-etika, ada posisi setara disebut fictionalism moral (diperjuangkan oleh Richard Joyce). Banyak versi modern fictionalism dipengaruhi oleh karya Kendall Walton dalam estetika.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Fictionalism adalah pandangan dalam filsafat yang menggambarkan dunia tidak dianggap seperti kenyataannya, namun dipahami sebagai sebuah kasus yang berpura-pura. Klaimnya dibuat dalam wacana yang tidak terbaik yang bisa dilihat untuk tujuan kebenaran secara harfiah tetapi lebih dianggap sebagai semacam ‘fiksi’.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Fictionalism merupakan pandangan dalam filsafat yang menyatakan bahwa deskripsi dunia tidak dapat ditafsirkan begitu saja tetapi harus dipahami terlebih dahulu sebagai kasus yang dapat membuat percaya, dan berupaya untuk mengobati sesuatu secara harfiah. Dalam Fictionalism terdapat dua pernyataan bahwa kemungkinan dunia terlepas dari apakah ada atau tidak. Dalam matematika, Fictionalism dinyatakan oleh Harty Field bahwa pembicaraan mengenai angka dan benda-benda matematika tidak lebih dari sebuah kenyamanan untuk melakukan ilmu. Terdapat 3 tesis mengenai Fictionalism yaitu klaim yang dibuat dalam wacana diambil sebagai kebenaran (benar atau salah), domain wacana harus ditafsirkan berdasarkan nilainya tanpa dikurangi, dan tujuan dari wacana di setiap domain yang diberikan tidak benar tetapi mencakup seperti kesederhanaan, ruang lingkup yang jelas.

    ReplyDelete
  4. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Terimakasih atas refrensi yang di berikan Prof Marsigit, dari sini dapat menambah kata pengertian pham filsafat baru yaitu fictionalism. Pada refrensi lain saya menemukan bahwa fiksionalisme adalah gagasan terbaik sebagai sebuah reaksi terhadap platonisme matematika. Platonisme adalah (a) tinjauan yang ada tentang objek matematika yang bersifat abstrak (yaitu objek matematika nonspatiotemporal), dan (b) kalimat serta teori-teori matematika dimana kita dapat memberikan gambaran yang benar tentang objek-objek. Misalnya : dalam tinjauan platonis, kalimat “3 adalah bilangan prima” memberikan sebuah gambaran yang terus terang tentang sebuah nama objek tertentu, angka 3 memiliki arti yang sama pada kalimat “Planet Mars itu berwarna merah” memberikan sebuah gambaran tentang Mars. Akan tetapi Mars adalah sebuah objek fisik, sedangkan angka 3 (sesuai dengan platonisme) adalah sebuah obyek abstrak. Hal ini Platonis memberitahukan kepada kita bahwa objek abstrak adalah semua yang bersifat non fisik, non mental, non ruang, non temporal, non sebab. Jadi dalam tinjauan ini, angka 3 ada bebas dalam diri dan pikiran kita, tetapi tidak ada dalam ruang ataupun waktu, bukan berupa objek fisik atau mental, dan tidak masuk kedalam sebab hubungan dengan objek lain.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fictionalism sama halnya dengan fiksi. Fiksi dipahami sebagai suatu kasus yang berpura-pura. Fictionalism terdapat dua pernyataan bahwa kemungkinan dunia terlepas dari apakah ada atau tidak.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Fictionalism adalah pandangan dalam filsafat yang menyatakan bahwa dunia itu harus dipahami sebagai sebuah kasus “make believe”, memperlakukan sesuatu sebagai literatur yang benar. Fictionalisme terbagi menjadi dua, yakni fictionalisme modal yang dipelopori oleh Gideon Rosen dan fictionalisme matematika yang dikemukakan oleh Harty Field. Dalam matematika, aliran ini mengungkapkan tentang keberadaan matematika sebagai sesuatu yang fiksi atau tidak nyata. Fisnionalisme adalah sebuah tinjauan tentang kalimat dan teori-teori matematika yang mengartikan tentang objek-objek matematika yang bersifat abstrak seperti pendapat-pendapat dalam platonisme, tetapi tidak ada benda abstrak, sehingga teori-teori matematika menjadi tidak benar. Karena itu, ide yang mengatakan bahwa “3 adalah bilangan prima” adalah salah atau tidak benar, untuk alasan yang sama, mengatakan bahwa “peri itu murah hati” adalah salah karena tidak ada orang seperti peri, jadi tidak ada sesuatu seperti angka tiga.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Fictionalism adalah pandangan dalam filsafat yang menurut pernyataan yang tampaknya deskripsi dunia tidak boleh ditafsirkan seperti itu, melainkan harus dipahami sebagai kasus "membuat percaya", berpura-pura untuk mengobati sesuatu yang benar secara harfiah

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Fictionalism adalah suatu sudut pandang filsafat bahwa dunia harus dipahami sebagai suatu kasus. Segala yang ada dan yang mungkin ada jika engkau pikirkan itu benar, namun ketika sudah di luar pikiran, kebenaran itu relatif terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Fictionalisme ialah pandangan yang bahwa pengalaman beserta hubungannya (kategorinya) hanyalah sebagai ketentuan yang diterima orang yang masih perlu diatur dan dikuasai. Sehingga para fiksionalis berpikir bahwa mempunyai paham ini merupakan ide yang terbaik dalam menanggapi platonisme. Jadi, kebenaran hanyalah hipotesis kerja (persangkaan belaka) yang masih perlu diuji lagi kepastiannya.

    ReplyDelete
  10. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Perbedaan kedua adalah antara fiktifisme hermeneutik dan revolusioner. Fiksi fenomenologis tentang wacana D adalah tesis tentang sifat sebenarnya wacana: menurut fiksi fenomenologis, sebenarnya kita tidak mengarahkan pada kebenaran literal tapi hanya muncul atau berpura-pura melakukannya. Fiktifisme revolusioner, sebaliknya, menegaskan bahwa ketika terlibat dalam D kita seharusnya hanya membuat pernyataan berpura-pura seperti itu; Inti keterlibatan dalam D akan dicapai dengan berpura-pura. Jelas, fiktifisme hermeneutik dan revolusioner adalah tesis yang berbeda dan harus dievaluasi secara terpisah. Dalam diskusi selanjutnya di bagian

    ReplyDelete