Jan 13, 2013

CRITICISM




Ass, jika ingin membaca tentang Criticism, bisa konek berikut:


Wss

15 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dulu menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham Rasionalisme dan faham Empirisme, yang mana kedua faham tersebut berlawanan.Kant menjelaskan konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Kata kritik secara harfiah berarti “pemisahan”.Filsafat Kant bermaksud membeda-bedakan antara pengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang tiada kepastiannya. Ia ingin membersihkan pengenalan dari keterikatannya kepada segala penampakan yang bersifat sementara.

    ReplyDelete
  2. Kritisisme berasal dari kata kritika yang merupakan kata kerja dari krinein yang atinya memeriksa dengan teliti, menguji, membeda-mbedakan. Menurut I. Kant, kritisime diartikan sebagai pembelajaran yang menyelidiki batasan-batsan kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Rasio hanya mampu menjangkau gejala atau fenomenanya saja. Pengenalan manusia atas semua sesuatu itu diperoleh atas perpaduan antara peranan unsur a priori yang berasal dari rasio dan peranan unsur aposteriori yang berasal dari pengalamn yang berupa materi. Pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh manusia harus dipertanggungjawabkan. Pengetahuan tersebut harus diuji dan diteliti.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Terimakasih atas refrensi yang di berikan Prof Marsigit, dari sini dapat menambah kata pengertian paham filsafat baru yaitu criticism dimana pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant. Immanuel Kant mengkritisi Rasionalisme dan Empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Menonjolkan satu unsur dengan mengabaikan yang lain hanya akan menghasilkan sesuatu yang berat sebelah. Kant jelas-jelas menolak cara berfikir seperti ini. Karena itu, Kant menawarkan sebuah konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Kata kritik secara harfiah berarti “pemisahan”. Dengan kritisisme, Imanuel Kant mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Crtiticism adalah sebuah cabang filsafat yakni kritik terhadap gagasan-gagasan yang telah dibuat oleh orang terdahulu. Dimana dalam sejarah perjalan filsafat Immanuel Kant mengkritik tentang paham rasionalisme dan empirisme. Sehingga criticism adalah sebuah usaha untuk mengkritik dari karya seseorang dengan tujuan untuk perbaikannya dimasa yang akan datang dengan mengemukakan argumen-argumen yang logis.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Criticism dipandang sebagai kecaman, kecaman bisa disebabka dari apa saja dan datang dari mana saja.Kecaman biasanya munculakibat dari kesenjangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Kritikan ini terjadi sebagai suatu pengungkapan ketidaksetujuan sesorang terhadap suatu fenomena. Kritikan bisa menjadi positif ketika kita menerima dengan ikhlas atas kritikan yang kita dapat, jadikan sebuah krikan sebagai refleksi diri menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Criticism mempunyai arti untuk teori kritis dalam arti sempit dan luas dalam filsafat dan sejarah ilmu-ilmu sosial. Teori kritis memberdakan tujuan, metode, teori, dan bentuk penjelasan dari pemahaman ilmu alam dan ilmu sosial. Dengan demikian teori ini dapat menjauhkan manusia yang mempunyai ilmu dan keikhlasan hati agar mereka tidak selalu diperalat oleh keadaan yang ada tetapi mereka dapat menolaknya.

    ReplyDelete
  7. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kritik dilontarkan untuk memberikan komentar yang bertujuan untuk mengungkapkan kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada segala hal dengan harapan dapat diadakan perbaikan-perbaikan selanjutnya. Kritik seringkali diungkapkan ketika kita tidak setuju atau berbeda dengan pendapat-pendapat yang dikemukakan. Manusia haruslah selalu berpikir kritis karena tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna, pasti akan selalu memiliki celah dan kekurangan yang harus diperbaiki. Dengan Kritik yang membangun maka sejatinya manusia telah berusaha untuk membuat kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Kritik hanya dilakukan pada sesuatu yang tidak sempurna, maka janganlah sekali-kali manusia mengkritik Allah SWT yang merupakan sang penciptanya, karena sesunggunya Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    salah satu arti dari kritisme merupakan teori dapat dibedakan dari teori tradisional. Menurut tujuan praktis dari teori ini adalah untuk emansipasi manusia, yaitu untuk membebaskan manusia dari keadaan yang memperbudak mereka.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Criticism berarti kecaman. Biasanya, kata-kata kritik lebih condong ke dalam pengertian negatif. Yaitu yang berkaitan dengan bentuk-bentuk protes yang berupa kata-kata pedas karena tidak sesuai dengan suatu hal. Namun, kritik dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Biasanya orang yang mendapat sebuah kritikan, mereka langsung menganggapnya salah pada suatu hal. Padahal, kritik dapat dijadikan sebuah acuan untuk memperbaiki diri. Kritik yang bagus adalah kritik yang membangun, artinya kritikan yang bertujuan untuk memperbaiki sesuatu. Dan lebih baik lagi jika diikuti dengan beberapa saran yang membangun pula. Akan tetapi, dalam mengkiritsi sesuatu tentunya kita harus jeli dan tidak sembarangan. Jangan sampai kita hanya termakan stigma atau hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Maka, jadilah pengkritik yang cerdas, yang tahu apa yang dia kritik dan tidak asal mengkritik.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kritik merupakan bentuk penolakan atau protes karena tidak ada kesepahaman diantara mereka. Kritik memiliki dampak positif maupun negatif tergantung ruang dan waktu. Kritik umumnya negatif, namun ada juga yang positif yaitu kritik yang membangun sehingga dapat lebih baik dari sebelumnya. Jadi, criticism menunjuklkan bahwa sebenar-benar manusia tiada sempurna, dan manusia merupakan makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain untuk menilai diri kita agar dapat introspeksi diri.

    ReplyDelete
  11. Pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant dimana Kant mengkritisi Rasionalisme dan Empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Tugas akal merupakan yang mengatur data-data indrawi, yaitu dengan mengemukakan “putusan-putusan”. Sebgaimana kita melihat sesuatu, maka sesuatu itu ditrasmisikan ke dalam akal, selanjutnya akal mengesaninya. Hasil indra diolah sedemikian rupa oleh akal, selanjutnya bekerja dengan daya fantasi umtuk menyusun kesan-kesan itu sehingga menjadi suatu gambar yang dikuasai oleh bentuk ruang dan waktu. Dengan Kritisisme yang diciptakan oleh Immanuel Kant, hubungan antara rasio dan pengalaman menjadi harmonis, sehingga pengetahuan yang benar bukan hannya pada rasio, tetapi juga pada hasil indrawi. Kant memastikan adanya pengetahuan yang benar-benar “pasti”, artinya menolak aliran skeptisisme, yaitu aliran yang menyatakan tidak ada pengetahuan yang pasti.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam tujuannya kritik yang diberikan bersifat membangun untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. dengan demikian kritik bisa saja bersifat positive tapi juga bisa berlawanan jika kita melihat dari sisi bahwa kritik merupakan bentuk dari ketidaksukaan terhadap sesuatu.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kritisisme dalam filsafat merupakan pandangan yang dimulai dari menyelediki rasio dan batasannya. Pelopor dari kritisisme adalah Immanuel Kant. Immanuel Kant mengkritisi rasionalisme dan empirisme yang hanya berpihak pada satu sudut pandang dari dua pemahaman, yaitu satunya pengetahuan berasal dari akal dan yang kedua pengetahuan berasal dari pengalaman. Kant menolak pemikiran ini, oleh karena itu ia menawarkan pandangan kritisisme sebagai sintesis dari resionalisme dan empirisme.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Teori Kritis memiliki makna yang sempit dan luas dalam filsafat dan sejarah ilmu sosial. "Teori Kritis" dalam arti sempit menunjuk beberapa generasi filsuf Jerman dan teoretikus sosial dalam tradisi Marxis Eropa Barat yang dikenal sebagai Sekolah Frankfurt. Menurut teori-teori ini, teori "kritis" dapat dibedakan dari teori "tradisional" sesuai dengan tujuan praktis tertentu: sebuah teori sangat penting sejauh ia menginginkan "emansipasi dari perbudakan" manusia, bertindak sebagai "pengaruh membebaskan ... ", Dan bekerja" untuk menciptakan dunia yang memenuhi kebutuhan dan kekuatan "manusia (Horkheimer 1972, 246). Karena teori semacam itu bertujuan untuk menjelaskan dan mengubah semua keadaan yang memperbudak manusia, banyak "teori kritis" yang lebih luas telah dikembangkan. Mereka telah muncul sehubungan dengan banyak gerakan sosial yang mengidentifikasi beragam dimensi dominasi manusia dalam masyarakat modern. Namun, dalam pengertian yang luas dan sempit, teori kritis memberikan dasar deskriptif dan normatif untuk penyelidikan sosial yang bertujuan mengurangi dominasi dan meningkatkan kebebasan dalam segala bentuknya.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Adanya kekeliruan dan pertentangan–pertentangan mengenai bermacam-macam ajaran, memaksa kita untuk mempertanggung jawabkan pengetahuan kita. Sistem yang mencoba untuk mempertanggungjawabkan pengetahuan kita itu dinamakan dengan kritika atau kritisisme. Kritisisme berasal dari kata kritika yang merupakan kata kerja dari krinein yang atinya memeriksa dengan teliti, menguji, membeda-bedakan. Adapun pengertian yang lebih lengkap adalah pengetahuan yang memeriksa dengan teliti, apakah pengetahuan kita itu sesuai dengan realita dan bagaimanakah kesesuainnya dengan kehidupan kita. Selain itu kritisime juga diartikan sebagai pembelajaran yang menyelidiki batasan-batasan kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia.

    ReplyDelete