Jan 13, 2013

TELEOLOGICAL ARGUMENT





Ass, jika ingin membaca tentang Teleological Argument, bisa konek berikut:


Wss Wr Wb

7 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman istilah teleologis berasal dari istilah bahasa Yunani yaitu telos yang bermakna “tujuan”. Sedangkan teleologikal argument adalah suatu argumen tentang keberadaan Tuhan sebagai pencipta segala sesuatu, dan Tuhan merupakan tujuan dari segala sesuatu. Maka dalam menjalani kehidupan kita hendaknya memandang bahwa kelak kita akan menuju ke Tuhan dan menghadap ke Tuhan. Maka dengan tujuan tersebut kita hendaknya mengikuti jalan yang ditunjukkan Tuhan kepada kita melalui kitab suci dan utusan-Nya.

    ReplyDelete
  2. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. secara singkat, berdasar pada link yang baca sajikan, saya mengartikan teleological argument sebagai suatu pemikiran tentang konsep penciptaan oleh suatu zat yang maha cerdas. Dalam agama-agama samawai termasuk Islam di dalamnya, zat yang maha cerdas adalah Allah SWT. Kemahacerdasan Allah bukan suatu hal yang lahir dari dugaan melainkan melalui bukti-bukti kebesaran-Nya yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Wallahualam bi shawab.

    ReplyDelete
  3. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177709251005

    Assalamualaikum prof,
    Teleological argument adalah suatu pendapat tentang keberadaan Tuhan. Argumen teleologi tentang Tuhan merupakan bangunan pemikiran berdasarkan keteraturan alam semesta, keindahan alam semesta, dan juga kebertujuan kehidupan di alam semesta. Menurut pendapat ini semuanya itu mengarah pada kondisi tertentu yang sudah final. Perencana yang menciptakan alam semesta dan tujuan akhir dari alam semesta yang dimaksud oleh pendapat ini adalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  4. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Teleological argument ialah sebuah argumen tentang keberadaan Tuhan berdasarkan bukti yang ada. Dari sisi agama Islam, percaya akan keberadaan Tuhan (Allah SWT) disebut sebagai iman yakni rukun iman yang pertama (percaya kepada Allah SWT). Keberadaan Allah SWT itu ada dapat kita lihat dari semua ciptaannya. Seperti firman Allah dalam QS Al-Baqarah : 164 yang berbunyi "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, . . . ; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan". Oleh karena itu,orang yang cerdasialah orang yang dapat melihat tanda-tanda keesaan Allah SWT dan beriman kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Salah satu bukti rasional bahwa Allah itu benar-benar ada oleh beberapa filsuf terkenal seperti Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, dan Immanuel Kant adalah Teleological Argument, bahwa segala sesuatu ada tujuannya. Misalnya: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar. Karena segala sesuatu memiliki tujuan, berarti seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dijadikan oleh yang mengatur tujuan itu, di mana pengatur tujuan tersebut adalah Allah.

    ReplyDelete
  6. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang diberikan di atas. Paham atau konsep teleologika ini benar-benar menunjukkan kekuasaan Tuhan dan manusia harus berhati hati dalam menguasai konsep ini. Teleologikal argument adalah suatu argumen tentang keberadaan Tuhan sebagai pencipta segala sesuatu, dan Tuhan merupakan tujuan dari segala sesuatu. Mempertanyakan keberadaan Tuhan diluar batas akal dan pikiran bukanlah sesuatu yang boleh dan sah-sah dilakukan. Sebagai manusia beriman dan berlandaskan islam sebagai pedoman, terdapat batas-batas kita dalam mengetahui seluk beluk tentang Tuhan. Semakin kita ingin tahu semakin kita mencari dan khawatirnya semkain kita tidak mempercayaiNya. Oleh karenanya, akal pikiran yang dikaruniai Allah tentu harus digunakan sebaik mungkin tanpa harus keluar dan menyimpang dari koridor yang sewajarnya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  7. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Teleologi bertitik berat pada tujuan dari suatu kejadian. Baik buruknya suatu hal dinilai dari tujuan atau akibat dari dari hal tersebut. Sedangkan argumen teleologikal merupakan argumen mengenai keberadaan Tuhan dilihat dari sesuatu yang ada di alam semesta. Sebagai manusia yang bisa berpikir sebaiknya kita bisa menyadari adanya Tuhan dengan melihat penciptaan alam semesta. Penciptaan yang didesain secara sempurna ini tidak mungkin dilakukan oleh makhluk yang tidak sempurna, apalagi manusia sehingga kebenaran dzat yang agung adalah benar adanya. Kita sebaiknya percaya akan keberadaan Tuhan yang memulai penciptaan alam semesta, kita juga sebaiknya percaya bahwa tujuan akhirnya adalah Tuhan juga, untuk menggapai ridho Allah SWT.

    ReplyDelete