Jan 13, 2013

CONSTRUCTIVISM




Ass, jika ingin membaca tentang Constructivism, bisa konek berikut:


Wss

57 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Constructivism atau lebih dikenal dengan nama konstruktivisme adalah berkaitan dengan bagaimana mengkonstruk atau membangun sendiri pengetahuan. Konstruktivisme erat kaitannya dengan pembelajaran, sehingga dalam dunia pendidikan dikenal teori pembelajaran konstruktivisme. Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan teori pembelajaran kognitif yang baru dalam psikologi pendidikan yang menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Menurut teori ini, satu prinsip paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan dibenaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberikan siswa kesempatan untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan membelajarkan siswa dengan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Konstruktivisme menjadi hal yang banyak digunakan ketika konstruktivisme menekankan bahwa siswa harus mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Salah satu teori konstruktivisme yang bahyak digunakan yaitu teori perkembangan mental oleh Piaget. Dengan mempelajari teori yang disampaikan oleh Piaget akan membantu para guru untuk menyusun suatu pembelajaran yang mengaktifkan siswa dan membawa siswa kepada arah mampu mengkonstruk atau membangun pengetahuannya sendiri. Dengan teori konstruktivisme yang ada dapat pula memperkaya pengetahuan guru dan membantu guru menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam halaman wikipedia konstruktivisem didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Konstrutivisem juga tidak asing bagi kita calon guru, karena dengan menerepakan cara belajar secara konstruktis, sebagai calon guru pun mengharapkan bahwa siswa pun bisa berpikir secara konstruktivis.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Constructivism adalah suatau paradigma tentang mengajar dan pembelajaran. All about teaching and learning. Konstruktivisme pada dasarnya adalah sebuah teori - berdasarkan observasi dan studi ilmiah - tentang bagaimana orang belajar. Dikatakan bahwa orang membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri tentang dunia, melalui mengalami hal-hal dan merenungkan pengalaman tersebut. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru, kita harus mendamaikannya dengan gagasan dan pengalaman kita sebelumnya, mungkin mengubah apa yang kita yakini, atau mungkin membuang informasi baru itu tidak relevan. Bagaimanapun, kita adalah pencipta aktif pengetahuan kita sendiri. Untuk melakukan ini, kita harus bertanya, mengeksplorasi, dan menilai apa yang kita ketahui.
    Guru yang menggunakan konstruktivis mendorong siswa untuk terus menilai bagaimana aktivitas membantu mereka mendapatkan pemahaman. Dengan mempertanyakan diri dan strategi mereka, siswa di kelas konstruktivis idealnya menjadi "pelajar yang ahli." Ini memberi mereka alat yang selalu meluas untuk terus belajar. Dengan lingkungan kelas yang terencana, para siswa belajar CARA BELAJAR

    ReplyDelete
  5. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari konstruksi (bentukan) manusia itu sendiri. Manusia menkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan mereka. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang sesuai. Filsafat konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia melalui interaksi dengan objek, fenomena dan lingkungan.

    ReplyDelete
  6. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam pelaksanaan teori konstruktivisme ini tentunya terdapat kesulitan-kesulitan. dalam link pada artikel diatas dikemukakan dua kesulitan, diantaranya adalah:
    Kesulitan pertama adalah bahwa konstruktivisme datang dalam beberapa varietas, yang masing-masing mengklaim ceruk yang berbeda dalam meta-etika, dan beberapa mengklaim ada ruang sama sekali. kekhawatiran kesulitan kedua dimana untuk menempatkan konstruktivisme di peta metaethical dalam kaitanya dengan realisme dan anti-realismem ini adalah istilah seni, dan itu sangat ditentang yang memandang count sebagai realis dan yang sebagai anti realist.

    ReplyDelete
  7. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Terimakasih atas link yang telah Bapak berikan, dapat menambah referensi saya mengenai arti sesungguhnya dari konstruktivisme.
    kontruktivisme adalah terkait bagaimana membangun pengetahuan, dalam proses pembelajaran kontruktivisme penting untuk mencapai meaningfull learning dimana pembelajaran dikatakan berkamna ketika siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016


    Pada dasarnya konstruktivisme merupakan teori yang menjelaskan mengenai bagaimana manusia belajar atau mendapat pengetahuannya. Kontruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari, yang menekankan pembentukan pengetahuan oleh penerima pengetahuan itu. Proses belajar dianggap terjadi karena orang lain. Teori ini sangat mendukung dalam pembelajaran, karena kemampuan siswa untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas pengetahuannya semakin luas.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat dengan artikel yang ada di link di atas, bahwa konstruktivisme sering diidentikkan dengan intuisi, meski intuisi hanya merupakan satu program konstruktivis. Intuisiisme berpendapat bahwa dasar matematika terletak pada intuisi matematikawan individu, sehingga membuat matematika menjadi aktivitas subyektif secara intrinsik. Artinya bahwa dalam mengkonstruksi pengetahuan, maka siswa membutuhkan intuisi dalam berpikir, sama halnya dengan ingin memecahkan masalah maka harus berpikir kreatif. Intuisi sangat berperan dalam proses pembentukan pengetahuan seseorang. Konstruktivisme juga berkaitan erat dengan metode pembelajaran inovatif yang dicanangkan oleh Kurikulum 2013 seperti Discovery Learning dan Inquiry.

    ReplyDelete
  10. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Konstruktivisme merupakan pandangan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia dibangun oleh dirinya sendiri yang dibentuk melalui nilai-nilai masyarakat, sejarah, praktik, institusi, dan lainnya. Dengan mengkosntruk berbagai hal maka manusia memperoleh pengetahuan tersenut. Manusia merupakan mahluk individual yang dikonstruksikan melalui sebuah realitas sosial. Konstruktivisme ini bukanlah gagasan baru. Sesungguhnya berbagai hal yang telah dilalui dalam kehidupan merupakan himpunan dan pembinaan dari berbagai pengalaman yang diperoleh. Hal ini menbuat seseorang memiliki pengetahuan sehingga menjadi lebih dinamis. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun pengetahuan sesuai dengan pengalamannya.

    ReplyDelete
  11. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Von Glaserfeld menuturkan bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri. Von Glaserfeld membedakan tiga level konstruktivisme dalam kaitan hubungan pengetahuan dan kenyataan, yakni konstruktivisme radikal, realisme hipotesis, dan konstruktivisme yang biasa. Konstruktivisme radikal memandang bahwa pengetahuan adalah suatu pengaturan atau organisasi dari suatu obyek yang dibentuk oleh seseorang. Mengesampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai kriteria kebenaran. Kita hanya tahu apa yang dikonstruksi oleh pikiran kita. Pengetahuan bukanlah representasi kenyataan. Konstruktivisme hipotesis memandang bahwa pengetahuan sebagai suatu hipotesis dari suatu struktur kenyataan dan sedang berkembang menuju pengetahuan yang sejati yang dekat dengan realitas. Konstruktivisme yang biasa memandang bahwa pengetahuan sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari kenyataan suatu objek (Suparno, 2012).

    ReplyDelete
  12. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya catutkan constructivism dari sumber pertama yaitu Wikipedia. Dalam sumberini constructivism merujuk keberbagai hal. Saya ambil yang menyangkut matematika. Constuctivism (Matematika) merupakan pandangan filosofis yang menegaskan perlunya membangun objek matematika untuk membuktikan bahwa itu ada. Maksudnya dlam menggapai objek matematika formal maka siswa diajak untuk membangun pengetahuannya dari objek-objek yang siswa kenal. Dan dengan aktivitas yang dirancang oileh guru maka siswa merekonstruksi pengetahuan sehingga mencapai objek matematika formal.

    ReplyDelete
  13. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya catutkan constructivism dari sumber kedua yaitu dari Stanford. Konstruktivisme dalam etika adalah pandangan tentang sejauh mana kebenaran normatif ada. Misalnya, kebenaran tentang apa yang harus manusia lakukan, dalam beberapa hal ditentukan oleh proses ideal dari pertimbangan rasional, pilihan, atau kesepakatan. Dalam mendefinisikan konstruktivisme secara metaetika, seseorang menghadapi dua kesulitan utama. Kesulitan pertama adalah bahwa konstruktivisme muncul dalam beberapa varietas, masing-masing mengklaim ceruk yang berbeda dalam metaetika, dan beberapa orang mengklaim tidak ada tempat sama sekali. Kesulitan kedua menyangkut tempat menempatkan konstruktivisme pada peta metaetical dalam kaitannya dengan realisme dan anti-realisme.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk sumber ketiga belum bias say abaca dikeranakan bacaannya tidak gratis. Yang hanya saya dapatkan adalah bahwa constructivism situ menyakunt tentang semua alam dari intusi. Sehingga dalam merekonstruksi pengetahuan maka haruslah memerlukan intuisi dalam hal yang akan direkonstruksi. Terima kasih atas berbagai sumber yang telah diberikan, semoga dapat bermaat untuk pengetahuan saya dan teman-teman sekalian.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber bacaan yang telah diberikan. Menurut teori Konstruktivisme yang ditulis di wikipedia pengetahuan dibangun dalam manusia ketika informasi datang ke dalam kontak dengan pengetahuan yang ada yang telah dikembangkan oleh pengalaman. Ini berakar pada psikologi kognitif dan biologi dan pendekatan pendidikan yang meletakkan penekanan pada pengetahuan cara dibuat dalam rangka untuk beradaptasi dengan dunia.Konstruksi adalah jenis filter yang kita pilih untuk menempatkan lebih dari realitas kita untuk mengubah realitas kita dari kekacauan untuk memesan.

    ReplyDelete
  16. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Konstuktivisme dikemas dalam proses “mengkonstruksi”, bukan menerima pengetahuan. Kata konstruktivisme biasanya dipakai dalam bidang pendidikan, sosial, seni, dll. Dalam dunia pendidikan, pengembang filsafat konstruktivisme adalah Mark Baldawin dan diperdalam oleh Jean Piaget menganggap bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

    ReplyDelete
  17. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    mengkonstruk pengetahuan nya sendiri untuk siswa adalah salah satu tujuan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, guru dapat membantu siswa dengan cara memfasilitasi siswa sehingga siswa dapat ada arahan dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri, dengan siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri berarti siswa paham dengan materi, namun jika siswa diebrikan materi secara isntan maka akan membunuh kreatifitas siswa, dan siswa akan cenderung ingin mengambil cara instan. hal ini kurang baik untuk perkembangan pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil dari konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui serangkaian aktivitas seseorang. Siswa membentuk skema, kategori konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Menurut teori konstruktivime pengetahuan tidak dapat di transfer begitu saja dari pikiran guru kepada pikiran siswa artinya, siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  19. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa. Pembelajaran konstruktivisme memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang tepat.

    ReplyDelete
  20. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Konstruktivisme erat kaitannya adalah berkaitan dengan bagaimana mengkonstruk atau membangun sendiri pengetahuan. Paham ini merupakan paham pembelajaran yang menitik beratkan pada langkah-langkah dalam mempelajari ilmu pengetahuan sesuai dengan langkah atau sintaks yang sesuai. Dalam matakuliah psikologi pendidikan lebih dalam juga diketahui ada konstruktivis sosial dimana pengaruh sosial juga mempengaruhi seseorang dalam membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  21. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Konstruktivisme dalam filsafat pendidikan didefinisikan sebagai suatu teori tentang sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana menciptakan suatu makna dari sebuah pengalaman. Belajar matematika menurut paham konstruktivisme merupakan proses dimana siswa secara aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika mereka sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi proses kontruksi dan membimbing siswa mengkonstruk pengetahuannya, dengan siswa membangun pengetahuan mereka sendiri, pengetahuan yang mereka peroleh melalui pengalaman belajar tersebut akan lebih bermakna dibandingkan dengan pengetahuan yang hanya diberikan secara instan oleh guru.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Konstruksi berasal dari kata construct yang artinya membangun. Konstruktivisme dalam dunia pendidikan maksudnya adalah ideologi yang meyakini bahwa pendidikan seharusnya bersifat membangun. Yaitu dalam proses pembelajaran hendaknya merupakan proses membangun pengetahuan dala artian membangun pemahaman akan pengetahuan dari peserta didik, tidak hanya serta merta perpindahan informasi dari guru (sumber belajar) ke peserta didik. Karena dengan membangun pemahaman sendiri tersebut bagi peserta didik akan lebih bermakna pembelajarannya.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709241003
    S2 P.Mat A 2017

    Constructivism merupakan proses membangun atau menyusun pengetahun baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Berbeda dengan behaviorism, menurut constructivism, pengetahuan tidak diperoleh dari luar secara pasif atau ditanamkan saja kepada siswa, tetapi pengetahuan yang baik ialah pengetahuan yang dibangun sendiri dari dalam diri siswa. Oleh karena itu, proses pembelajaran di kelas sebaiknya mendorong siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya atau siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuannya dan guru hanya sebagai fasilitator saja. Pengetahuan yang dibangun sendiri oleh siswa akan lebih bermakna bagi mereka.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Konstruktivisme merupakan pandangan yang beranggapan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui hasil konstruksi dari interaksi antara pengalaman dan ide. Teori konstruktivisme ini telah memberikan banyak pengaruh pada teori dan metode pengajaran yang mendasari gerakan perubahan pada dunia pendidikan. Model pembelajaran konstruktivisme menyatakan bahwa dalam prose pemerolehan pengetahuan diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini dapat diatasi melalui pengetahuan yang dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, dalam pembelajaran konstruktivism, siswa aktif secara mental membangun pengetahuannya yang dilandasi oleh struktur kognitif yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  25. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017
    Assalamu'alaikum wr wb.
    Konstruktifis adalah sudut pandang filosofis tentang sifat pengetahuan. Kontrustifis beraati pembangunana. Didalam dunia pendidikan konstruktifis dapat diartikan adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang mana siswa dilibatkan secara langsung (aktif) dalam penemuan sebuah teori atau konsep (skema). Pada penemuan atau pembangunan konsep atau skema, seseorang atau siswa melakukan penarikan sebuah kesimpulan berdasarkan penggabungan antara pengalaman dan ide.

    ReplyDelete
  26. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang disajikan di atas. Seperti yang pernah saya baca bahwa konstruktivisme didefinisikan sebagai suatu teori tentang sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana menciptakan suatu makna dari sebuah pengalaman. Konstruksi berasal dari kata "construct" yang artinya membangun, maksudnya pengetahuan tidak diperoleh dari luar secara pasif atau ditanamkan saja kepada siswa, tetapi pengetahuan yang baik ialah pengetahuan yang dibangun sendiri dari dalam diri siswa. Teori sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam kurikulum 2013, dimana pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga siswa sendiri yang harus membangun pengetahuan nya dari pengetahuan yang ia miliki sebelumnya dan pengalaman yang pernah ia alami. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  27. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada yang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh tiap-tiap orang. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi melainkan suatu proses yang berkembang terus-menerus. Dan dalam proses itulah keaktivan dan kesungguhan seseorang dalam mengejar ilmu akan sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  28. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kontruktivism merupakan kemampuan untuk memahami suatu gelaja yang terjadi dilingkungan sekitar dengan menggunkan pemahaman apriori dan aposteriori. Jika dihubungkan dengan kegiatan belajar, pembelajaran konstruktivis memberikan manfaat kepada siswa untuk mengerti matematika dengan caranya sendiri dan dengan cara yang bervariasi sesuai dengan kemampuan belajar yang dimiliki mereka sebelumnya.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kontruktivisme merupakan faham yang artinya membangun, berasal dari kata to contruct. Maka paham kontruktivisme ini membawa saya pada pemahaman jika segala sesuatu yang kita miliki tidak ada yang kita dapatkan secara sekonyong-konyong, melainkan dibangun sedikit demi sedikit melewati suatu proses, tahap demi tahap lewat pengetahuan dan pengalaman. Kontruktivisme dalam perilaku sehari-hari sebenarnya bukan merupakan ide baru, apa yang kita lalui dalam kehidupan ini adalah himpunan dari pengalaman dan pengalaman.

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Konstruktivisme secara umum dapat diartikan sebagai membangun, namun secara khusus dapat dimaknai berbeda sesuai dengan konteks penggunaannnya. Konteks tersebut dapat berupa bidang seni, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya. Hal yang menjadi titik perhatian saya adalah konstruktivisme dalam pendidikan. Pembelajaran dalam pandangan konstruktivisme merupakan tindakan mencipta sesuatu dari apa yang dipelajari oleh peserta didik. Dalam hal ini, anak didiorong untuk aktif membina pengetahuan berdasarkan pengalaman belajarnya sendiri, harapannya proses ini dapat mempengaruhi antara pembelajarannya yang lalu terhadap pembelajarannya kini.

    ReplyDelete
  31. Terimakasih atas sharing alamat web nya bapak. Kontruktivisme secara bahasa berarti membangun. Dalam dunia pendidikan istilah konstruktivisme sangat erat hubungannya dalam proses pembelajaran. Belajar adalah proses dalam mengkontruksi/membangun pengetahuan dari diri siswa dengan menggunakan akal pikiran siswa sendiri. Guru memfasilitasi siswa atau membantu siswa untuk mengkontruksi pengetahuannya melalui pendidikan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  32. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Konstruktivisme merupakan pandangan filsuf mengenai pengetahuan. Para filsuf meyakini bahwa pengetahuan manusia bukanlah hasil tiruan dari realitas melainkan konstruksi diri kita sendiri. Artinya pengetahuan yang ada dalam diri kita merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalamannya, baik pengalaman melihat, mendengar, meraba, maupun merasa. Seperti contohnya pada waktu perkuliahan filsafat ilmu, Pak Masigit membawa sebuah benda X di mana mahasiswa tidak mengetahui apa benda X tersebut, ketika benda X sudah diberitahukan namanya, untuk menambah pengetahuan mahasiswa, Pak Masigit memberikan benda tersebut kepada seluruh mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat merasakannya. Itulah salah satu contoh dari mengkonstruksikan pengetahuan.

    ReplyDelete
  33. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa constructivism atau konstruktivisme dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dalam filsafat pendidikan, konstruktivisme adalah teori yang menekankan pada sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana seseorang memaknai pengalamannya. Berangkat dari hal itu, metode pembelajaran konstruktivis adalah metode pembelajaran yang memfasilitasi siswa dalam memaknai pengalaman belajarnya.

    ReplyDelete
  34. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Konstruktivisme erat kaitannya dengan istilah “membangun” atau “build”. Dalam suatu sumber disebutkan bahwa Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Sumber lain menyebutkan bahwa Konstruktivisme merupakan landasan berfikir atau filosofi dari pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan disusun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Disebutkan pula bahwa pengetahuan bukanlah konsep atau seperangkat fakta-fakta, atau kaidah yang diambil dan diingat. Seseorang harus mengkontruksi pengetahuan tersebut dan memberi makna lewat pengalaman nyata.

    ReplyDelete
  35. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seorang guru seharusnya berfikir terhadap muridnya secara constructivisme, dimana mereka beranggapan bahwa kemampuan seorang murid itu akan berkembang dengan baik dan sesuai dengan harapan murid jika mereka mulai membangun epengetahuan mereka secara mandiri dengan bimbingan dari fasilitator yang memumpuni seperti guru salah satu contohnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  36. Junianto
    PM C

    Konstruktivisme mengandung makna membangun. Dalam dunia pendidikan, paham ini percaya bahwa belajar adalah proses membangun pengetahuan dan tidak harus ada perubahan tingkah laku. Hal ini disebabkan karena proses membangun itu terjadi di pikiran siswa. Teori ini juga mengandung arti bahwa dalam belajar, siswa harus melakukan kegiatan untuk mendapatkan pengalaman guna membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  37. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum..
    Secara filsafat menurut wikipedia, konstruktivisme merupakan sudut pandang filosofis tentang sifat pengetahuan. Terdapat banyak aliran dalam konstruktivisme, tetapi yang paling terkenal ialah Jean Piaget, teorinya fokus pada bagaimana manusia memaknai interaksi antara pengalaman dan ide mereka. Konstruktivisme tidak asing dalam pendidikan dan pembelajaran. Paham ini menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan suatu konstruksi kita sendiri. Kita harus membangun pengetahuan kita sendiri. Pengetahuan didapat setelah seseorang atau sebagai akibat suatu pengalaman yang mengkonstruksi kognitif. Pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan seperti kita menuang air kedalam botol. Berdasarkan paham ini seseorang tersebut harus dapat menyesuaikan dengan keadaan dan melakukan konstruksi terhadap pengetahuan itu. Konstruktivisme berhubungan dengan pengalaman, pengalaman seseorang tentang dunia akan membuat dirinya membangun dan membentuk dunia sebagaimana mestinya. Menurut paham ini tanpa pengalaman seseorang tidak akan membentuk pengetahuan. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  38. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan pemahaman saya dari beberapa referensi yang terdapat dalam postingan di atas, constructivism merupakan suatu pandangan tentang sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana manusia membuat makna dari pengalaman mereka. Metafisik dari constructivism ini sebenarnya terkait dengan sejauh ada kebenaran normatif, fakta-fakta normatif yang tidak dipatuhi oleh fakta-fakta normatif yang independen, sesuai dengan beberapa kondisi pilihan yang ditentukan, dimana keberadaan kebenaran normatif bersifat obyektif dan terlepas dari penilaian yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Contructivism merupakan landasan berfikir dalam pembelajaran kontekstual. Contructivism merupakan sebuah teori dalam pembelajaran. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman. Sehingga pengalaman belajar itu penting dalam membangun pengetahuan itu sendiri. Mengkonstruk pengetahuan terjadi ketika pengetahuan baru yang kita peroleh bertemu dengan pengetahuan yang telah kita peroleh sebelumnya. Diharapkan dengan pengalaman belajar, seseorang akan lebih memahami dan mengerti dikarenakan pembelajaran tersebut lebih bermakna karena terlibat langsung dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pembelajaran kontekstual berlandasakan dengan Kontruktivisme. Karena kontruktivisme ini memang terkenal dalam pembelajaran. Kontruktivisme memiliki pandangan bahwa pengetahuan itu diperoleh dari proses baik melihat, mendengar, mencoba dan lain sebagainya. Sehingga pengalaman-pengalaman belajar itu sangat baik untuk siswa, karena dengan pengalaman belajar tersebut proses membangun pengetahuan terjadi, dengan melalui proses itu pengetahuan siswa akan terbentuk.

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Konstruktivisme menganggap dunia ini sebagai konstruksi pengetahuan. Pengetahuan itu dibangun oleh diri sendiri, bagaimana pemikiran itu berkembang dalam diri setiap individu. Maka konstruktivism dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang paling mempengaruhi konstruksi pengetahuan adalah banyaknya pengalaman. Semakin banyak pengalaman, maka semakin kompleks kontruksi pengetahuan yang terbentuk dalam diri individu. Orang belajar karena mereka menemukan masalah, masalah ditemukan ketika mereka melakukan sesuatu. Maka orang yang tidak melakukan apa-apa sama halnya dengan orang yang tidak belajar. Oleh karena itu, kita sebaiknya terus belajar, belajar bukan hanya diperoleh dari sekolah saja tetapi bisa juga diperoleh dari sebuah pengalaman hidup.

    ReplyDelete
  42. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Konstruksivisme marupakan teori yang menjelaskan mengenai bagaimana manusia belajar atau mendapat sesuatu. Dalam dunia pendidikan, konstruksivime sangat dibutuhkan. Dengan kontruksivisme siswa diajak untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan dalam pelajaran, siswa akan lebih aktif karena pembelajaran berpusat pada siswa bukan lagi berpusat dengan guru. Disini akan melatih siswa untuk berani mengungkapkan ide.

    ReplyDelete
  43. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
    Menurut faham konstruktivis pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari orang yang mengenal sesuatu (skemata). Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain, karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang diketahuinya. Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif di mana terjadi proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu keseimbangan sehingga terbentuk suatu skema (jamak: skemata) yang baru. Seseorang yang belajar itu berarti membentuk pengertian atau ……pengetahuan secara aktif dan terus-menerus (Suparno, 1997).

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Konstruktivisme ialah pembelajaran yang bersifat generatif dimana suatu tindakan yang menciptakan sesuatu dari apa yang telah dipelajari. Jadi lebih ditekankan pada pemikiran pribadi dalam menciptakan sesuatu atau membangun sendiri pengetahuannya. Meskipun pada realitasnya ada beberapa pengaruh yang mengakibatkan seseorang memiliki pengetahuannya sendiri, misalnya lingkungan sosial

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dari https://en.wikipedia.org/wiki/Constructivism saya peroleh bahwa konstruktivisme dalam filsafat pendidikan adalah sebuah teori tentang sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana manusia membuat makna dari pengalaman mereka. Sedangkan konstruktivisme dalam matematika merupakan pandangan yang menegaskan perlunya membangun sebuah objek matematik untuk membuktikan bahwa ia ada. Maka dalam pendidikan matematika, konstruktivisme merupakan sebuah metode yang berfokus bagaimana siswa memperoleh makna dari pengalaman mereka untuk membuktikan bahwa sebuah objek matematika itu ada.

    ReplyDelete
  47. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Konstruktivisme merupakan landasan berfikir dari pembelajaran konstektual yang meyakini bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak tiba-tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang sudah siap untuk diambil dan dihafalkan. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

    ReplyDelete
  49. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Teori konstruktivisme ialah teori belajar dimana siswa atau anak menciptakan suatu makna dari apa yang dipelajari. Implikasinya dalam pembelajaran ialah sebagai berikut:
    1. Siswa aktif membangun pengetahuannya melaui pengalaman yang ia peroleh atau miliki
    2. Siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri
    3. Siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dulu dengan pengetahuan yang sekarang untuk mencipatakan pengetahuan baru
    4. Guru menggunakan metode pembelajaran yang menarik agar siswa termotivasi untuk belajar

    ReplyDelete
  50. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Menurut EduTech Wiki, Konstruktivisme adalah teori pembelajaran pertama berdasarkan pada gagasan bahwa pengetahuan dibangun oleh orang yang berpengetahuan berdasarkan aktivitas mental. Peserta didik dianggap organisme aktif mencari makna. Konstruktivisme didirikan pada premis bahwa, dengan merefleksikan pengalaman kita, kita membangun pemahaman kita sendiri hidup didunia secara sadar . Setiap dari kita menghasilkan "aturan" kita sendiri dan "model mental," yang kita gunakan untuk memahami pengalaman kita. Belajar, oleh karena itu, hanya proses penyesuaian model mental kita untuk mengakomodasi pengalaman baru. Konstruksi makna awalnya mungkin menanggung sedikit hubungan dengan realitas (seperti dalam teori naif anak-anak), tetapi akan menjadi semakin lebih kompleks, berbeda dan realistis seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  51. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Constructivism adalah teori yang berkaitan dengan sifat belajar manusia yang berfokus pada bagaimana manusia membuat arti dari pengalamannya. Atau dengan kata lain contructivism adalah teori yang mengatakan bahwa pembelajaran/pengetahuan manusia terbentuk melalui aktivitas/interaksi yang dilakukannya untuk membangun penegtahuan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Konstruksivisme dalam filsafat pendidikan adalah suatu pandangan dimana seseorang membuat makna dari pengalaman yang telah dilaluinya. Orang tersebut membangun sendiri pengalamannya unutk membentuk pengetahuan yang baru, baik untuk diri sendiri mapuan orang lain.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Konstruktivisme adalah aliran yang memandang bahwa pengetahuan, ide, gagasan, dan sebagainya adalah hasil dari konstruksi atau membangun. Paham ini yang saat ini tengah dikampanyekan sebagai paradigma dalam pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Di era saat ini, proses belajar mengajar bukan lagi kegiatan transfer ilmu dari guru ke siswa. Namun lebih kepada bagaimana siswa membangun pengetahuannya secara mandiri dengan bantuan atau bimbingan guru. Siswa menjadi pusat dari kegiatan, siswa adalah yang aktif, siswa yang mencari dan mengkonstruksi pengetahuan. Dengan demikian potensi dalam diri siswa akan berkembang lebih optimal dibanding dengan ketika hanya menerima pengetahuan dari guru.

    ReplyDelete
  54. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kalau di dunia pendidikan, ada yang namanya aliran konstruktivism. Pengetahuan dibentuk dalam stuktur konsep seseorang. Struktur konsep membentuk pengetahuan jika konsep itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. Jadi pengetahuan itu dibangunbukan dipersesi secara langsung oleh indra. Semua pengetahuan terbentuk di dalam pikiran kemudian mengkonstruksikan apa yang diketahuinya berdasarkan pengalaman.

    ReplyDelete
  55. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ada banyak aliran dan paham dalam pendidikan matematika, salah satunya adalah konstruktivisme. Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil dari konstruksi (bentukan) kita sendiri. Paham ini dikenal sebagai salah satu dasar dalam pembelajaran kontekstual yang menekankan pada adanya kemampuan siswa memperoleh informasi dari pengetahuan sebelumnya dan membangun pengetahuan baru dari masalah yang dihadapi siswa. pembiasaan penerapannya dalam pembelajaran tentu diharapkan akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan pembelajaran matematika akan dirasa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  56. Aliran kontruktifiksme memandnag bahwa proses kebenaran dibangun secara generatif. Dalam proses Pendidikan aliran kontruktivisme menghendaki bahwa siswa dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal dan kontruktif untu menyesuaiakan diri menggapai tujuan pembelajaran dan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi. Selain itu siswa harus aktif dalam mengembangkan kemampuan dan kreatif menciptakan hal hal baru. Terima Kasih

    ReplyDelete