Jan 13, 2013

CONSTRUCTIVISM




Ass, jika ingin membaca tentang Constructivism, bisa konek berikut:


Wss

40 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Konstruktivisme adalah teori pengetahuan yang berpendapat bahwa manusia menghasilkan pengetahuan dan makna dari interaksi antara pengalaman dan ide-ide mereka. Ini telah mempengaruhi sejumlah disiplin, termasuk psikologi, sosiologi, pendidikan dan sejarah ilmu pengetahuan. Selama masa bayi, itu adalah interaksi antara pengalaman manusia dan refleks atau perilaku-pola. Jean Piaget disebut sistem ini pengetahuan skema. Konstruktivisme bukan merupakan pedagogi tertentu, meskipun sering bingung dengan konstruksionisme, teori pendidikan yang dikembangkan oleh Seymour Papert, terinspirasi oleh ide-ide pembelajaran konstruktivis dan pengalaman dari Piaget. Teori Piaget belajar konstruktivis telah telah luas berdampak pada teori dan metode pengajaran dalam pendidikan belajar dan tema yang mendasari banyak gerakan reformasi pendidikan. Dukungan penelitian untuk teknik mengajar konstruktivis telah dicampur, dengan beberapa penelitian yang mendukung teknik ini dan penelitian lainnya bertentangan hasil tersebut.

    ReplyDelete
  2. Pandangan konstruktivisme secara formal dijelaskan oleh Piaget. Piaget menjelaskan bahwa bagaimana informasi yang diperoleh dari lingkungan dan ide dari individu berinteraksi dan hasilnya diinternalisasi dikembangkan oleh pembelajar. Piaget menidentifikasi proses akomodasi dan asimilasi sebagai kunci dari interaksi ketika individu pembelajar mengkonstruk pengetahuan mereka dari pengalamannya.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Teori Konstruktivisme bagi kita calon pendidik memang tidak asing mendengarnya yaitu sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Menurut filsafat konstruktivisme yang berbeda dengan filsafat klasik, pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) peserta didik sendiri yang sedang belajar.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Konstruktivisme merupakan pembelajaran yang sedang hangat-hangat diterapkan dalam dunia pendidikan, karena pada dasarnya semua manusia sudah mempunyai bekal dalam pikirannya sehingga tugas dari seorang guru adalah bagaimana dia bisa mengkonstruk pemikiran siswa tersebut. Jadi konstruktivisme itu adalah bagaimana manusia bisa menghasilkan pengetahuan dari interaksi antara pengalamannya dan yang sedang dihadapinya.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Constructivisme mempunyai pandangan bahwa kemampuan berasal dari dirinya sendiri. Dalam membangun pengetahuan si constructivisme ini tentu memiliki dasar untuk membentuk pengetahuan baru . Maka dari itu diperlukan banyak mengamati hal yang baru, banyak membaca, mencoba hal yang baru, dengan demikian seseorang akan lebih mudah untuk membentuk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Constructivism merupakan sudut pandang filosofis mengenai sifat pengetahuan. Pandnagan Constructivism menurut Piaget difokuskan pada bagaimana manusia membuat makna yang hubungannya antara interaksi dan pengalaman dan ide-ide manusia dan Constructivism meneliti interaksi antara pengalaman manusia dan refleks melalui pola perilaku. Constructivism tidak mengacu pada pedagogi tertentu, teori Piaget mengenai pembelajaran Constructivisme mengenai sifat pelajar, pentingnya latar belakang dan budaya dari peserta didik, tanggung jawab peserta didik untuk belajar, metode diskusi dan motivasi dalam belajar.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Aliran Konstruktivisme ini memang sangat digenjarkan pada era sekarang. Berdasarkan definisinya, Constructivism adalah suatu ajaran atau paham yang menekankan bahwa seseorang diberi kebebasan untuk mengkonstruk/membangun konsep dan pengetahuan melalui pengalaman yang dialami sendiri. Paham inilah yang saat ini digalakan guna meningakatkan mutu pendidikan dan kualitas proses pembelajaran. Di sekolah, dapat menerapkan paham ini untuk keberhasilan pembelajaran dengan memberikan kegiatan atau aktivitas kepada siswa berupa kerja berkelompok. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat menjadi fasilitator. Siswa diberi kesibukan berupa kegiatan, sehingga mereka dapat menggunakan paham heuristik untuk menemukan konsep yang akan dicari. Lama-kelamaan siswa akan terbiasa kritis, aktif dankreatif.

    ReplyDelete
  8. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konstruktivisme menjadi suatu paham yang sedang banyak dianut oleh orang saat ini, terutama dalam praktek pendidikan. Konstruktivisme kaitannya dengan pendidikan maka teori ini mengenai hakikat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana manusia memahami pengalaman mereka. Artinya, mengkonstruksi dalam pembelajaran, siswa diberikan kesempatan unutk membentuk dan membangun pemahaman mereka sendiri tentang pengalaman-pengalaman belajarnya. Jika sedang belajar matematika biarkan mereka memahami apa yang mereka pelajari tentang matematika sesuai dengan pemahamnya masing-masing. Hal tersebut diyakini dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna tidak hanya sekedar aktivitas untuk mendapatkan pengetahuan yang diberikan guru, tetapi mereka juga dapat menemukan pemahamannya sendiri terkait dengan pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Konstruktivisme merupakan salah satu teori belajar yang berpandangan bahwa siswa seharusnya belajar dengan cara membentuk pengetahuannya sendiri. Saat ini, paham konstruktivisme lah yang mendominasi pembelajaran di berbagai negara termasuk di Indonesia. Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Misalnya, pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan. Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi tersebut mempunyai tempat. Konstruktivis ini dikritik oleh Vygotsky, yang menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial. Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktivisme sosial.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Constructivism merupakan suatu sudut pandang filosofis yang menekankan dalam hal mengkonstruk atau membangun konsep berdasarkan pengalaman. Konsep dibangun atas dasar konsep-konsep yang telah ada sebelumnya. Untuk menghubungkan antara konsep satu dengan yang lainnya dibutuhkan pembelajaran yang tidak cukup hanya dengan yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu, perlu adanya kreativitas, kritis, dan inovatif dalam membangun konsep yang baru.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kontruksi yang berarti bersifat membangun. Sedangkan Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia secara bertahap, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Sehingga paham ini percaya bahwa apa yang dikerjakan manusia itu membentuk dirinya sendiri. Sehingga pembentukannya memerlukan pengalaman, baik pengalaman fisis maupun pengalaman mental.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Konstruktivisme dalam etika adalah pandangan bahwa sejauh ada kebenaran normatif, misalnya, kebenaran tentang apa yang harus kita lakukan, mereka dalam beberapa hal ditentukan oleh proses ideal dari pertimbangan rasional, pilihan, atau kesepakatan.
    Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. membangun disini bermakna menyusun pengetahuan yang diberikan oleh guru dengan pemikirannya sendiri.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PM-D 2016

    Konstruktivisme merupakan sudut pandang filosofi mengenai sifat suatu pengetahuan. Konstruktivisme berasal dari kata konstruktiv dan isme. Konstruktiv berarti bersifat membina, memperbaiki, dan membangun. Sedangkan Isme dalam kamus Bahasa Inonesia berarti paham atau aliran. Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang berpandangan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui hasil konstruksi pemikiran sendiri. Para konstruktivis menjelaskan bahwa satu-satunya sarana yang tersedia bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu adalah pancaindranya, yaitu interaksi dengan objek dan lingkungan dengan melihat, mendengar, menjamah, mencium, dan merasakannya. Dari sentuhan indrawi itu seseorang membangun gambaran dunianya.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Konstruktivisme dapat merujuk pada:
    • Konstruktivisme (seni) , sebuah gerakan seni awal abad ke-20 yang memuji seni sebagai praktik untuk tujuan sosial
    • Konstruktivisme (hubungan internasional) , sebuah teori yang menekankan karakter hubungan internasional yang dibangun secara sosial
    • Konstruktivisme (filsafat pendidikan) , sebuah teori tentang sifat pembelajaran yang berfokus pada bagaimana manusia membuat makna dari pengalaman mereka
    o Metode pengajaran konstruktivisme , berdasarkan teori pembelajaran konstruktivis
    • Konstruktivisme (matematika) , pandangan filosofis yang menegaskan perlunya membangun objek matematika untuk membuktikan bahwa itu ada.
    • Konstruktivisme (sekolah kejiwaan) , pendekatan psikologis yang mengasumsikan bahwa pengetahuan manusia itu aktif dan konstruktif
    • Arsitektur konstruksionis , sebuah gerakan arsitektur di Rusia pada 1920-an dan 1930-an
    • Epistemologi konstruktivisme , sebuah filsafat yang mempertahankan bahwa sains terdiri dari konstruksi mental yang diciptakan sebagai hasil pengukuran alam
    • Konstruktivisme sosial , sebuah teori bahwa pembangunan manusia terletak dan pengetahuan sosial dibangun melalui interaksi dengan orang lain

    ReplyDelete
  15. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menurut pengembang filsafat konstruktivisme Mark Baldawin dan diperdalam oleh Jean Piaget menganggap bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hannya dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya. pengetahuan diperoleh dengan cara dibangun dari pengetahuan atau pengalaman yang telah ada, yang kemudian disusun menjadi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  16. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut pandangan konstruktivisme, tidak ada koneksi langsung antara mengajar dan belajar, karena pengetahuan guru tidak dapat disampaikan kepada siswa, pikiran guru tidak bisa diakses oleh siswa dan sebaliknya. Ini mendukung gagasan bahwa siswa aktif membangun pembelajaran mereka sendiri melalui asimilasi dan akomodasi struktur kognitif, suatu proses yang dipengaruhi oleh pengalaman siswa, tetapi tergantung pada apakah sifat dasar struktur ada untuk memungkinkan diperolehnya konsep.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri (Von Glasersfeld dalam Bettencourt, 1989 dan Matthews, 1994). Von Glaserdfeld menegaskan bahwa pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas). Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan (Bettencourt, 1989). Maka pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya. Piaget (Suparno, 1997) menyatakan proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru.
    Dalam proses pendidikan, aliran konstruktivisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi. Peserta didik harus aktif mengembangkan pengetahuan, sehingga peserta didik memiliki kreativitas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, aliran ini mengutamakan peran peserta didik dalam berinisiatif.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Constructivism atau lebih dikenal dengan nama konstruktivisme adalah berkaitan dengan bagaimana mengkonstruk atau membangun sendiri pengetahuan. Konstruktivisme erat kaitannya dengan pembelajaran, sehingga dalam dunia pendidikan dikenal teori pembelajaran konstruktivisme. Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan teori pembelajaran kognitif yang baru dalam psikologi pendidikan yang menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Menurut teori ini, satu prinsip paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan dibenaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberikan siswa kesempatan untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan membelajarkan siswa dengan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Konstruktivisme menjadi hal yang banyak digunakan ketika konstruktivisme menekankan bahwa siswa harus mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Salah satu teori konstruktivisme yang bahyak digunakan yaitu teori perkembangan mental oleh Piaget. Dengan mempelajari teori yang disampaikan oleh Piaget akan membantu para guru untuk menyusun suatu pembelajaran yang mengaktifkan siswa dan membawa siswa kepada arah mampu mengkonstruk atau membangun pengetahuannya sendiri. Dengan teori konstruktivisme yang ada dapat pula memperkaya pengetahuan guru dan membantu guru menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam halaman wikipedia konstruktivisem didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Konstrutivisem juga tidak asing bagi kita calon guru, karena dengan menerepakan cara belajar secara konstruktis, sebagai calon guru pun mengharapkan bahwa siswa pun bisa berpikir secara konstruktivis.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Constructivism adalah suatau paradigma tentang mengajar dan pembelajaran. All about teaching and learning. Konstruktivisme pada dasarnya adalah sebuah teori - berdasarkan observasi dan studi ilmiah - tentang bagaimana orang belajar. Dikatakan bahwa orang membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri tentang dunia, melalui mengalami hal-hal dan merenungkan pengalaman tersebut. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru, kita harus mendamaikannya dengan gagasan dan pengalaman kita sebelumnya, mungkin mengubah apa yang kita yakini, atau mungkin membuang informasi baru itu tidak relevan. Bagaimanapun, kita adalah pencipta aktif pengetahuan kita sendiri. Untuk melakukan ini, kita harus bertanya, mengeksplorasi, dan menilai apa yang kita ketahui.
    Guru yang menggunakan konstruktivis mendorong siswa untuk terus menilai bagaimana aktivitas membantu mereka mendapatkan pemahaman. Dengan mempertanyakan diri dan strategi mereka, siswa di kelas konstruktivis idealnya menjadi "pelajar yang ahli." Ini memberi mereka alat yang selalu meluas untuk terus belajar. Dengan lingkungan kelas yang terencana, para siswa belajar CARA BELAJAR

    ReplyDelete
  22. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari konstruksi (bentukan) manusia itu sendiri. Manusia menkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan mereka. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang sesuai. Filsafat konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia melalui interaksi dengan objek, fenomena dan lingkungan.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam pelaksanaan teori konstruktivisme ini tentunya terdapat kesulitan-kesulitan. dalam link pada artikel diatas dikemukakan dua kesulitan, diantaranya adalah:
    Kesulitan pertama adalah bahwa konstruktivisme datang dalam beberapa varietas, yang masing-masing mengklaim ceruk yang berbeda dalam meta-etika, dan beberapa mengklaim ada ruang sama sekali. kekhawatiran kesulitan kedua dimana untuk menempatkan konstruktivisme di peta metaethical dalam kaitanya dengan realisme dan anti-realismem ini adalah istilah seni, dan itu sangat ditentang yang memandang count sebagai realis dan yang sebagai anti realist.

    ReplyDelete
  24. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Terimakasih atas link yang telah Bapak berikan, dapat menambah referensi saya mengenai arti sesungguhnya dari konstruktivisme.
    kontruktivisme adalah terkait bagaimana membangun pengetahuan, dalam proses pembelajaran kontruktivisme penting untuk mencapai meaningfull learning dimana pembelajaran dikatakan berkamna ketika siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016


    Pada dasarnya konstruktivisme merupakan teori yang menjelaskan mengenai bagaimana manusia belajar atau mendapat pengetahuannya. Kontruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari, yang menekankan pembentukan pengetahuan oleh penerima pengetahuan itu. Proses belajar dianggap terjadi karena orang lain. Teori ini sangat mendukung dalam pembelajaran, karena kemampuan siswa untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas pengetahuannya semakin luas.

    ReplyDelete
  26. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat dengan artikel yang ada di link di atas, bahwa konstruktivisme sering diidentikkan dengan intuisi, meski intuisi hanya merupakan satu program konstruktivis. Intuisiisme berpendapat bahwa dasar matematika terletak pada intuisi matematikawan individu, sehingga membuat matematika menjadi aktivitas subyektif secara intrinsik. Artinya bahwa dalam mengkonstruksi pengetahuan, maka siswa membutuhkan intuisi dalam berpikir, sama halnya dengan ingin memecahkan masalah maka harus berpikir kreatif. Intuisi sangat berperan dalam proses pembentukan pengetahuan seseorang. Konstruktivisme juga berkaitan erat dengan metode pembelajaran inovatif yang dicanangkan oleh Kurikulum 2013 seperti Discovery Learning dan Inquiry.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Konstruktivisme merupakan pandangan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia dibangun oleh dirinya sendiri yang dibentuk melalui nilai-nilai masyarakat, sejarah, praktik, institusi, dan lainnya. Dengan mengkosntruk berbagai hal maka manusia memperoleh pengetahuan tersenut. Manusia merupakan mahluk individual yang dikonstruksikan melalui sebuah realitas sosial. Konstruktivisme ini bukanlah gagasan baru. Sesungguhnya berbagai hal yang telah dilalui dalam kehidupan merupakan himpunan dan pembinaan dari berbagai pengalaman yang diperoleh. Hal ini menbuat seseorang memiliki pengetahuan sehingga menjadi lebih dinamis. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun pengetahuan sesuai dengan pengalamannya.

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Von Glaserfeld menuturkan bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri. Von Glaserfeld membedakan tiga level konstruktivisme dalam kaitan hubungan pengetahuan dan kenyataan, yakni konstruktivisme radikal, realisme hipotesis, dan konstruktivisme yang biasa. Konstruktivisme radikal memandang bahwa pengetahuan adalah suatu pengaturan atau organisasi dari suatu obyek yang dibentuk oleh seseorang. Mengesampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai kriteria kebenaran. Kita hanya tahu apa yang dikonstruksi oleh pikiran kita. Pengetahuan bukanlah representasi kenyataan. Konstruktivisme hipotesis memandang bahwa pengetahuan sebagai suatu hipotesis dari suatu struktur kenyataan dan sedang berkembang menuju pengetahuan yang sejati yang dekat dengan realitas. Konstruktivisme yang biasa memandang bahwa pengetahuan sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari kenyataan suatu objek (Suparno, 2012).

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya catutkan constructivism dari sumber pertama yaitu Wikipedia. Dalam sumberini constructivism merujuk keberbagai hal. Saya ambil yang menyangkut matematika. Constuctivism (Matematika) merupakan pandangan filosofis yang menegaskan perlunya membangun objek matematika untuk membuktikan bahwa itu ada. Maksudnya dlam menggapai objek matematika formal maka siswa diajak untuk membangun pengetahuannya dari objek-objek yang siswa kenal. Dan dengan aktivitas yang dirancang oileh guru maka siswa merekonstruksi pengetahuan sehingga mencapai objek matematika formal.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya catutkan constructivism dari sumber kedua yaitu dari Stanford. Konstruktivisme dalam etika adalah pandangan tentang sejauh mana kebenaran normatif ada. Misalnya, kebenaran tentang apa yang harus manusia lakukan, dalam beberapa hal ditentukan oleh proses ideal dari pertimbangan rasional, pilihan, atau kesepakatan. Dalam mendefinisikan konstruktivisme secara metaetika, seseorang menghadapi dua kesulitan utama. Kesulitan pertama adalah bahwa konstruktivisme muncul dalam beberapa varietas, masing-masing mengklaim ceruk yang berbeda dalam metaetika, dan beberapa orang mengklaim tidak ada tempat sama sekali. Kesulitan kedua menyangkut tempat menempatkan konstruktivisme pada peta metaetical dalam kaitannya dengan realisme dan anti-realisme.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk sumber ketiga belum bias say abaca dikeranakan bacaannya tidak gratis. Yang hanya saya dapatkan adalah bahwa constructivism situ menyakunt tentang semua alam dari intusi. Sehingga dalam merekonstruksi pengetahuan maka haruslah memerlukan intuisi dalam hal yang akan direkonstruksi. Terima kasih atas berbagai sumber yang telah diberikan, semoga dapat bermaat untuk pengetahuan saya dan teman-teman sekalian.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber bacaan yang telah diberikan. Menurut teori Konstruktivisme yang ditulis di wikipedia pengetahuan dibangun dalam manusia ketika informasi datang ke dalam kontak dengan pengetahuan yang ada yang telah dikembangkan oleh pengalaman. Ini berakar pada psikologi kognitif dan biologi dan pendekatan pendidikan yang meletakkan penekanan pada pengetahuan cara dibuat dalam rangka untuk beradaptasi dengan dunia.Konstruksi adalah jenis filter yang kita pilih untuk menempatkan lebih dari realitas kita untuk mengubah realitas kita dari kekacauan untuk memesan.

    ReplyDelete
  33. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Konstuktivisme dikemas dalam proses “mengkonstruksi”, bukan menerima pengetahuan. Kata konstruktivisme biasanya dipakai dalam bidang pendidikan, sosial, seni, dll. Dalam dunia pendidikan, pengembang filsafat konstruktivisme adalah Mark Baldawin dan diperdalam oleh Jean Piaget menganggap bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

    ReplyDelete
  34. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Konstrukstivisme berisi pandangan bahwa aspek-aspek penting hubungan internasional dikonstruksi oleh sejarah dan masyarakat, bukan dampak mutlak dari sifat manusia atau ciri khas politik dunia lainnya.

    ReplyDelete
  35. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Dalam pandangan konstruktivisme, kebenaran merupakan inter-subjektivitas, maka apa yang dianggap benar sekedar apa yang disepakati (dunia sosial). walau, kebenaran pada dirinya sendiri adalah benar. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.

    ReplyDelete
  36. Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Konstuktivisme dikemas dalam proses “mengkonstruksi”, bukan menerima pengetahuan. Pembelajar aktif untuk menyusun pengetahuan atau informasi baru. Pengetahuan dan informasi baru dikaitkan dengan struktur yang telah diketahuinya. Dalam pendidikan, konstruktivisme menunjukkan bahwa siswa yang menyusun sendiri pengetahuan berdasarkan pengalaman pembelajaran yang telah dilakukan. Siswa mengaitkan pengetahuan, konsep baru dengan yang telah diketahuinya sehingga menjadi pengetahuan baru atau melengkapi pengetahuan yang telah dimilikinya. Dalam dunia pendidikan, pengembang filsafat konstruktivisme adalah Mark Baldawin dan diperdalam oleh Jean Piaget menganggap bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Contructivism merupakan landasan berfikir dalam pembelajaran kontekstual. Contructivism merupakan sebuah teori dalam pembelajaran. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman. Sehingga pengalaman belajar itu penting dalam membangun pengetahuan itu sendiri. Mengkonstruk pengetahuan terjadi ketika pengetahuan baru yang kita peroleh bertemu dengan pengetahuan yang telah kita peroleh sebelumnya. Diharapkan dengan pengalaman belajar, seseorang akan lebih memahami dan mengerti dikarenakan pembelajaran tersebut lebih bermakna karena terlibat langsung dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    mengkonstruk pengetahuan nya sendiri untuk siswa adalah salah satu tujuan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, guru dapat membantu siswa dengan cara memfasilitasi siswa sehingga siswa dapat ada arahan dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri, dengan siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri berarti siswa paham dengan materi, namun jika siswa diebrikan materi secara isntan maka akan membunuh kreatifitas siswa, dan siswa akan cenderung ingin mengambil cara instan. hal ini kurang baik untuk perkembangan pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  39. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil dari konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui serangkaian aktivitas seseorang. Siswa membentuk skema, kategori konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Menurut teori konstruktivime pengetahuan tidak dapat di transfer begitu saja dari pikiran guru kepada pikiran siswa artinya, siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  40. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa. Pembelajaran konstruktivisme memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang tepat.

    ReplyDelete