Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

32 comments:

  1. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Connectionism adalah sebuah pendekatan dalam ilmu kognitif yang menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Connectionism juga dikenal Teori Thorndike menganggap belajar merupakan proses pembentukan koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini lekat dengan ciri belajar Trial and Error sebagai pendorong atas aktivitas belajar, ada yang situasi eliminasi respon yang gagal dan ada usaha kemajuan untuk mencapai tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas sharing link nya bapak. Manusia yang dianugrahi dengan ribuan syaraf yang mana manusia itu sendiri belum dapat menemukan berapa panjangnya ssyaraf berfikir manusia. Kemampuan otak manusia pun memiliki macam-macam fungsi. Seperti halnya syaraf pada otak manusia yang saling terhubung satu sama lain saat ada stimulus, maka syaraf-syaraf tersebut akan saling berhubungan yang kemudian akan bersama-sama memberikan respon terhadap hal yang telah terjadi. Hal itulah ilustrasi dari kemampuan intelektual manusia, pendekatan dalam ilmu kognitif yang dikenal dengan konektionisme.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  3. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa connectionism atau koneksionisme adalah sekumpulan pendekatan dalam bidang kecerdasan artifisial, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains dan filsafat pikirang yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang berkaitan satu sama lain.

    ReplyDelete
  4. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Koneksionisme merupakan pendekatan khusunya dalam bidang psikologi kognitif, sains kognitif, filsafat pikirian, dsb. Salah satu koneksionisme dalam bidang psikologi kognitif adalah teori belajar yang ditemukan oleh filsuf Thorndike yaitu teori belajar koneksi. Eksperiment yang mendasari teorinya ini dilakukan pada hewan-hewan, diantaranya kucing dan anjing untuk mengetahui fenomena-fenomena belajar. Teori belajar koneksinisme mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses mengingat dan menghubungkan antara stimulus dan respons.

    ReplyDelete
  5. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Istilah connectionism diperkenalkan oleh Donald hebb pada sekitar tahun 1940’an. Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari unit-unit sederhana yang saling berhubungan. Dalam pembelajaran matematika, juga dikenal teori koneksi matematis yaitu: Koneksi matematika antar materi, antar satu bab dengan bab yang lain serta koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  6. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Teroi conectionism disini memberikan arti bahwa segala sesuatu itu sebenarnya saling bersinergi satu sama lain. begitu juga dengan kemampuan seseorang, sebenarnya kemampuan seseorang itu memiliki hubungan dengan hal-hal yang ada pada diri mereka seperti dengan pengalaman yang mereka peroleh. Jika dalam ilmu psikologi, kita dapat menjadi orang yang memiliki kesulitan belajar jika selalu dapat menghubungkan antara satu materi dengan materi-materi yang telah dipelajarinya, hal ini merupakan suatu proses struktur cognitive dimana working memoey mencoba untuk menarikinformasi yang telah ada pada long term memory dengan baik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  7. Junianto
    PM C
    Konektivisme merupakan paham yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Yang bisa saya pahami dari teori adalah bahwa semua pendekatan yang kita gunakan baik diberbagai bidang, semuanya memiliki hubungan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Dengan kata lain ada semua bidang itu harus saling bersinergi agar tujuan bisa tercapai.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Sejujurnya saya masih belum begitu paham mengenai koneksionisme, namum saya mencoba membuat suatu refleksi dari membaca ketiga sumber bacaan yang bapak berikan. Koneksionisme adalah suatu pendekatan pada studi tentang kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan saraf tiruan. Para filsuf tertarik pada koneksionisme karena koneksionisme memberikan sebuah alternatif pemahaman pada teori klasik pikiran, pandangan luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan komputer digital dalam memproses bahasa simbolik. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionisme adalah bahwa fenomena mental dapat digambarkan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan seringkali seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Misalnya, unit dalam jaringan dapat mewakili neuron dan koneksi bisa mewakili sinapsis seperti di otak manusia. Mohon Prof. Marsigit bersedia memberiakn koreksi apabila terdapat kesalahan. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  9. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan pemahaman saya dari beberapa referensi yang terdapat dalam postingan di atas, istilah connectionism pertama kali dikenalkan oleh Donald Hebb pada tahun 1940an. Secara sederhana connectionism adalah suatu pendekatan yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan.
    Connectionism merupakan gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap bisa menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan adalah model otak yang disederhanakan yang terdiri dari sejumlah besar unit (analog neuron) bersama dengan bobot yang mengukur kekuatan koneksi antar unit. Bobot model ini menggambarkan efek sinapsis yang menghubungkan satu neuron dengan neuron lain.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Connectionism merupakan pendekatan dimana pengetahuan, kognitif, atau pikiran berhubungan dengan mental atau kebiasaan seseorang. Connectionism merupakan suatu kegiatan yang membentuk (mengkoneksi) antara kemampuan kita dengan tingkah laku atau tindakan. Dengan adanya Connectionism maka akan ada sebab dan akibat yang saling mempengaruhi.

    ReplyDelete
  11. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Setelah saya membaca beberapa referensi yang sudah diberikan pada link-link yang tertera di postingan ini, Connectism merupakan suatu pendekatan yang menjelaskan mengenai hubungan antara pengetahuan, kognitif, atau pikiran dengan mental atau kebiasaan seseorang. Dalam dunia pendidikan atau dalam psikologi belajar, Connectism ini sama dengan teori behaviorism yang diperkenalkan oleh Thorndike meski dalam referensi di atas teori connectisme ini diperkenalkan oleh Hebb pada tahun 1940-an. Menurut Thorndike seseorang itu dapat belajar jika diberi stimulus dan respon yang keduanya memiliki hubungan dalam membentuk prilaku serta kemampuan berpikir siswa. Sehingga penting bagi guru untuk memahami berbagai teori-teori yang dapat mendukung kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  12. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Conestionism adalah paham yang menyatakan bahwa hidup itu karena adanya suatu interaksi atau hubungan. Interaksi manusia satu dengan manusia yang lainnya . Interaksi terjadi akibat dari stimulus dan respon. Stimulus berasal dari rangsangan dan respon adalah akibat dari rangsangan yang diberikan. Maka sebenar-benar hidup adalah stimulus dan respon. Ada akhir karena ada awal, ada awal maka menyebabkan ada akhir. Begitu pula perilaku manusia, berperilaku baik atau buruk pasti ada sebabnya. Jika dikaitkan dengan pembelajaran matematika, setiap materi pada matematika itu saaling interaksi, materi sebelum dan materi sesudahnya. Materi pelajaran matematika dengan materi pelajaran yang lainya saling berhubungan.

    ReplyDelete
  13. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dapat di jabarkan bahwa koneksionisme ialah sebuah teori yang paling awal dari rumpun behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). pada prinsip pertama teori koneksionisme ialah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Sebagai contoh, ketika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan matematika, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar matematika akan menghasilkan prestasi memuaskan.

    ReplyDelete
  14. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Koneksionisme adalah pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Menurut Edward Lee Thorndike belajar adalah suatu proses atau hubungan antara stimulus dan Respons. Pada penelitiannya Edward menggunakan hewan-hewan, terutama kucing.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017
    Connectionism pada dasarnya adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus (S) dan respon (R) terhubung dengan motif internal individu. Sebagai contoh, stimulus berupa sebuah buku, tidak akan menimbulkan respon yang diharapkan dari individu yang merasa lapar. Individu yang lapar akan merespon jika stimulus yang hadir berupa makanan. Individu yang dalam kondisi kelaparan lebih membutuhkan makanan, daripada buku.

    ReplyDelete
  16. Dengan memahami prinsip connectionism ini, maka tugas pertama pendidik di dalam kelas adalah, membuat anak didiknya memahami manfaat pelajaran yang akan disampaikan. Manfaat yang dimaksud tentunya bukan manfaat yang “di awang-awang”, tetapi manfaat praktis yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut prinsip connectionism, mata pelajaran yang tidak dipahami manfaat kesehariannya, akan sulit pula dipahami oleh siswa. Andaikata pelajaran itu dapat dihafalkan, akan cepat sekali dilupakan, karena apa saja yang tidak dibutuhkan pasti akan dibuang.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menurut teori connectionism, belajar adalah proses melakukan koneksi-koneksi antara stimulus dengan respon. Contohnya adalah aktivitas melakukan trial and error yang mana seseorang bisa menjadikan suatu kegagalan menjadi sebuah tantangan dan pengalaman untuk perbaikan ke depannya. Kita bisa tahu bahwa kita berhasil atau tidak karena adanya keberanian untuk mencoba, apabila tidak mencoba maka kita tidak akan pernah tahu apakah kita berhasil atau tidak.

    ReplyDelete
  18. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Koneksi atau hubungan yang melandasi adanya paham koneksionisme. Dalam paham ini terdapat unsur-unsur yang saling terkait atau memiliki hubungan. Seperti halnya ketrkaitan kehidupan manusia dengan masa lampau, kehidupan manusia sekarang tidaklah lepas dari masa lalu. Oleh kerananya hubungan sebab akibat berlaku.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan (https://en.wikipedia.org/wiki/Connectionism). Koneksionime ini dapat dipandang sebagai sebuah jaringan atau skema yang saling menghubungkan antara hal-hal sederhana yang saling terkait. Di dalam pikiran kita, pengetahuan juga saling terkait membentuk sebuah skema. Semakin rapi skema yang kita miliki semakin mudah kita memanggil pengetahuan kita kembali.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Menurutnya, dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra, sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

    ReplyDelete
  21. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Koneksionisme adalah teori belajar yang dipopulerkan oleh Thorndike, berlandaskan pada kepercayaannya bahwa dalam belajar terjadi interaksi antara stimulus dan respon sehingga menghasilkan perilaku dan reaksi yang berbeda-beda dari setiap individu. Namun kemudian teori ini mendapatkan kritik karena koneksionisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pada teori koneksionisme mengalami ketergantungan terhadap perilaku yang diamati untuk menjelaskan pelajaran, serta masih banyak bentuk kritikan terhadap teori koneksionisme, maka teori tersebut mengalami pergeseran ke teori kognitivisme.

    ReplyDelete
  22. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan referensi Wikipedia yang Bapak sharing di atas, Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940an. Dalam pembelajaran, connectionism melihat bagaimana anak dapat mengkoeksikan kognitifnya untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  23. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut Torndike, koneksionisme ialah hubungan antara stimulus dan respon dalam suatu proses belajar. Stimulus akan membeli pesan ke pancaindera sedangkan respon akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Implikasi dari teori ini dalam kegiatan pembelajaran ialah subjek atau siswa diberikan suatu permasalahan atau problem dan siswa diberikan kesmpatan untuk melakukan coba-coba atau trial and error dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Kelemahan dari penggunaan teori ini dalam proses pembelajaran yaitu pengetahuan yang diperoleh siswa tida bermakna karena siswa cenderung hanay berfokus untuk menemukan jawaban tanpa memperdulikan prosesnya. Selain itu ada kemungkinan siswa hanya beruntung dalam mengerjakan tanpa tahu langkah sebenarnya dalam menyelesaikan masalah tersebut.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menurut Encyclopedia of Philosophy , Koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan syaraf tiruan. Seringkali, ini datang dalam bentuk yang sangat saling berhubungan, neuron-seperti unit pengolahan. Tidak ada garis pemisah yang tajam antara koneksionisme dan neuroscience komputasi, tapi koneksionis cenderung lebih sering untuk abstrak jauh dari rincian spesifik dari fungsi saraf untuk fokus pada proses kognitif tingkat tinggi (misalnya, pengakuan, memori, pemahaman, kompetensi tata bahasa dan penalaran) . Selama masa kejayaan ideologi koneksionisme pada akhir abad kedua puluh, para pendukungnya bertujuan untuk menggantikan banding teoritis aturan formal inferensi dan kalimat-seperti representasi kognitif dengan banding ke pengolahan paralel pola difus aktivitas saraf.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dalam wikipedia disebutkan bahwa koneksionisme merupakan pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, ilmu syaraf, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental dan perilaku merupakan proses yang muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Koneksionisme beranggapan bahwa manusia, dalam hidupnya, selalu membentuk tata jawaban dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara stimulus dan response

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Connectionism adalah pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat, yang memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Atau dnegan kata lain teori yang mengatakan bahwa semua aspek manusia, seperti kecerdasan, hati, pikiran, sifat, dsb saling berhubungan satu sama lain. paling tidak hubungan sebab-akibat
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Connectionism adalah pendekatan yang mempelajari kognisi manusia menggunakan model matematis, yang dikenal sebagai jaringan koneksi atau jaringan syaraf tiruan. Connectionism dapat juga diartikan sebagai sebuah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah connectionism ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940an. Ada banyak bentuk koneksi, tapi bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan syaraf tiruan.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang saya pahami dari koneksionisme adalah sebuah paham yang menganggap setiap hal merupakan kumpulan dari satuan-satuan yang saling berkoneksi. Jika kita pahami dalam kehidupan ini setiap hal yang terjadi saling berkaitan dan merupakan sebab – akibat. A terjadi kerena B, dan A menyebabkan terjadinya C, dan seterusnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa segala apa yang ada di dunia ini sifatnya berubah-ubah dan bergerak, perubahan ini terjadi dalam hitungan detik bahkan lebih cepat dari itu. Misalnya saja satu detik lalu saya menarik nafas, kemudian sekarang saya menghembuskan nafas. Keduanya terjadi saling berhubungan, berturutan, dan merupakan hubungan sebab-akibat. Hal-hal lain pun demikian dalam hidup, saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  30. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam filsafat, connectionism merupakan seperangkat pendekatan pada filsafat pikiran. Filsafat pikiran sendiri merupakan cabang filsafat yang mempelajari sifat-sifat pikiran. Hal yang dipelajari disini berkaitan dengan hubungan mental, pikiran, dan tubuh. Menarik jika mengambil contoh pada pembelajaran di kelas, mental siswa dalam belajar tentu akan mempengaruhi pikirannya, sehingga kalu mentalnya tidak bagus siswa akan merasa cemas dalam belajar. Namun jika mental siswa positif maka belajar akan nyaman dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Jaringan atau hubungan dapat menyatukan beberapa hal yang saling sama atau berbeda yang pada umumnya untuk saling menguatkan. Dari banyaknya hubungan yang terjalin, salah satu yang menarik adalah hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dalam jaringan otaknya. Begitu dahsyatnya ciptaan Allah SWT yang membuat manusia dapat berfikir hingga mampu menciptakan otak secerdas komputer, teknologi robot, sistem komunikasi dan kemajuan lainnya. Namun dibalik kecerdasan itu semua, manusia masih memiliki keterbatasan yang tidak bisa menjangkau kesempurnaan.

    ReplyDelete


  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    conestivisme dipahami sebagai hubungan atau jalinan komunikasi untuk mempelajari kognisi manusia. Aliran konektivisme sangat penting untuk dilakukan dalam pendidikan guna mengembangkan pendidikan yang melek dan komunikatif dengan perkembangan zaman. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah dnegan memanfaatkan teknologi dan berbagai inovasi pendidikan untuk menggapai tujuan yang ditetapkan. Terima Kasih

    ReplyDelete