Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

35 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori belajar koneksionisme adalah teori bahwa belajar adalah suatu proses “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara Stimulus dan Respons.Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.Teori koneksionisme adalah teori belajar yang menekankan stimulus dan respon. Pada teori ini proses perkembangan perilaku dapat diukur, di amati oleh respon pelajaran terhadap rangsangan. Kemudian terdapat kritik terhadap teori koneksionisme yakni teori koneksionisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.

    ReplyDelete
  2. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model mental atau fenomena perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Koneksionisme berusaha untuk menjelaskan bagaimana cara kerja kemampuan intelektual menggunakan model neural networks’ or ‘neural nets’. Dengan model tersebut maka manusia dapat memahami cara kerja otak dan pikiran serta kemampuannya. Ini digunakan sebagai alternative penjelasan sampai ditemaukan model yang mirip dengan aslinya.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jaringan atau hubungan dapat menyatukan berbagai hal yang berbeda ataupun sama dengan satu tujuan untuk saling menguatkan. Dari sekian banyak hubungan yang terjalin ada salah satu hal yang menarik yaitu hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dalam jaringan otaknya. Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya, manusia dapat berpikir sehingga manusia dapat mampu menciptakan otak secerdas komputer. Dibalik kecerdasan manusia, dia masih memiliki keterbatasn yang tidak bisa dijangkau manusia. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Koneksionisme adalah suatu gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf . Jaringan saraf adalah model sederhana dari otak terdiri dari sejumlah besar unit bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. bobot model efek dari sinapsis yang menghubungkan satu neuron ke yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk belajar keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Filsuf telah tertarik pada koneksionisme karena menjanjikan memberikan alternatif untuk teori klasik dari pikiran: pandangan luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan komputer digital pengolahan bahasa simbolik.

    Pendekatan koneksionisme untuk kecerdasan buatan yang berkembang dari upaya untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja pada tingkat saraf dan, khususnya, bagaimana orang belajar dan mengingat. (Untuk itu, pendekatan ini kadang-kadang disebut sebagai komputasi neuronlike.) Pada tahun 1943 neurofisiologi Warren McCulloch dari University of Illinois dan matematika Walter Pitts dari University of Chicago menerbitkan sebuah risalah berpengaruh pada jaringan saraf dan robot, yang menurut setiap neuron di otak adalah prosesor digital sederhana dan otak secara keseluruhan adalah bentuk mesin komputasi.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Connectionism merupakan pendekatan dalam pembelajaran dengan melihat proses pembelajaran sebagai proses terjadinya hubungan antara stimulus atau rangsangan dengan respon atau antara respon dengan penguatan (reinforcement).

    ReplyDelete
  6. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Prinsip koneksionisme adalah bahwa fenomena mental dapat digambarkan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Misalnya, unit dalam jaringan bisa mewakili neuron dan koneksi bisa mewakili sinapsis seperti di otak manusia. Salah satu tokoh yang menganut koneksionisme ini adalah Thorndike. Thorndike mengembangkan teori koneksionisme dalam belajar. Menurut Thorndike, dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap pancaindera dengan kecenderungan untuk bertindak atau hubungan antara stimulus dan respon.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model mental atau fenomena perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi sederhana unit

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Dalam bidang pendidikan, koneksionisme merupakan salah satu teori belajar. Teori belajar koneksionisme adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874/ 1949) berdasarkan eksperimen yang ia lakukan pada tahun 1890-an. Eksperimen Thondike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar. Inti dari teori koneksionisme yaitu mempelajari tentang hubungan antara stimulus dan respon. Dengan mengetahui hubungan tersebut, guru dapat menerapkannya dalam pembelajaran yaitu dengan memberi sebuah stimulus, sehingga siswa memberikan respon yang baik. Kuat tidaknya hubungan juga dipengaruhi adanya reinforcement atau penguat, yakni berupa hadiah.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Connectionism merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menghubungkan antara stimulus dengan respon. Penghubung diantara stimulus dan respons memiliki dimensi kuat dan lemah. Oleh karena itu, jikalau lemah maka perlu upaya meningkatkannya dengan cara memberikan penguatan (reinforcement).

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016


    Koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah
    laku manusia yang memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi
    respon terhadap lingkungan dimana pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Teori belajar ini
    sering disebut Stimulus-Respon psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran (reward) penguatan dari lingkungan. Dengan demikian dalam
    tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral
    dengan stimulusnya.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Connectionism, sebuah pendekatan terhadap kecerdasan buatan yang dikembangkan dari upaya untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja pada tingkat saraf dan, khususnya, bagaimana orang belajar dan mengingat. (Oleh karena itu, pendekatan ini kadang-kadang disebut sebagai komputasi neuron.)
    kecerdasan buatan disini merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk menghubungkan suatu stimulus yang diberikan dan bagaimana respon yang dihasilkan oleh otak.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Koneksionisme adalah ilmu kognitif yang bertujuan menjelaskan kemampuan kecerdasan manusia dengan cara menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf disederhanakan model otak kiri yang terdiri dari sebagian besar unit yang disebut dengan young analog neuron, secara bersama – sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unitnya. Para koneksionis membuat kemajuan yang signifikan dalam memperlihatkan kemampuan dari jaringan saraf untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Tiga percobaan terkenal yang telah mendorong untuk percaya bahwa JST model yang baik dari kecerdasan manusia.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pendekatan koneksi yang berlaku saat ini pada awalnya dikenal sebagai pemrosesan terdistribusi paralel (PDP). Itu adalah pendekatan jaringan syaraf tiruan yang menekankan sifat paralel dari pemrosesan saraf, dan sifat terdistribusi representasi saraf. Ini menyediakan kerangka kerja matematis umum bagi para periset untuk dioperasikan. Kerangka kerja tersebut melibatkan delapan aspek utama:
    • Satu set unit pemrosesan, ditunjukkan oleh satu set bilangan bulat.
    • Aktivasi untuk setiap unit, ditunjukkan oleh vektor fungsi bergantung waktu .
    • Fungsi output untuk setiap unit, ditunjukkan oleh vektor fungsi pada aktivasi.
    • Pola konektivitas antar unit, ditunjukkan oleh matriks bilangan real yang menunjukkan kekuatan koneksi.
    • Aturan propagasi menyebarkan aktivasi melalui koneksi, ditunjukkan oleh fungsi pada output unit.
    • Aturan aktivasi untuk menggabungkan masukan ke unit untuk menentukan aktivasi barunya, ditunjukkan oleh fungsi pada aktivasi dan propagasi saat ini.
    • Aturan belajar untuk memodifikasi koneksi berdasarkan pengalaman, ditunjukkan oleh perubahan bobot berdasarkan jumlah variabel.
    • Lingkungan yang menyediakan sistem dengan pengalaman, ditunjukkan oleh rangkaian vektor aktivasi untuk beberapa subset unit.

    ReplyDelete
  14. fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. teori ini dikembangkan oleh Thorndike. teori ini emandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Ciri dan teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulusnya.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Setiap makhluk hidup itu dalam tingkah lakunya itu merupakan hubungan antara stimulus dan respon disebut teori koneksionisme. Belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya. Dalam artian dengan adanya stimulus itu maka diharapkan timbulah respon yang maksimal teori ini sering juga disebut dengan teori trial and error. Dalam teori ini orang yang bisa menguasai hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya maka dapat dikatakan orang ini merupakan orang yang berhasil dalam belajar. Adapun cara untuk membentuk hubungan stimulus dan respon ini dilakukan dengan ulangan-ulangan.

    ReplyDelete
  16. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berdasarkan bahan bacaan diatas dapat saya rangkum bahwa Connectionism adalah salah satu bagian dari teori-teori pengkondisian (conditioning Teories). Menurut Edward L. Thorndike (1874-1949) adalah seorang psikolog Amerika terkemuka yang teori belajar-koneksionisme-dominan di AS selama paruh waktu pertama di abad 20-an (Mayer: 2003). Tidak seperti psikolog yang terdahulu, dia lebih tertarik dalam pendidikan dan terutama pada belajar, transfer, perbedaan individu, dan kecerdasan. Dia menerapkan pendekatan eksperimental dengan mengukur hasil pencapaian siswa sekolah. Thorndike beberapa kali menerima penghargaan karena dampak yang ia berikan untuk kemajuan pendidikan, penghargaan tertingginya diberikan oleh Divisi Pendidikan psikologis dari American Psychological Association untuk kontribusinya di dunia psikologi pendidikan.

    ReplyDelete
  17. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Koneksionisme merupakan sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan saraf tiruan atau seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Prinsip koneksionis utamanya adalah bahwa fenomena mental dapat dijelaskan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan sering seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Dalam kebanyakan model koneksionis, jaringan berubah dari waktu ke waktu. Aspek terkait erat dan sangat umum model koneksionis adalah aktivasi. Setiap saat, sebuah unit dalam jaringan memiliki aktivasi, yang merupakan nilai numerik dimaksudkan untuk mewakili beberapa aspek dari unit.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Koneksionisme merupakan suatu pendekatan yang melibatkan psikologi kognitif dan melibatkan jaringan syaraf. Teori belajar ini ditemukan dan dikembangkan oleh Thorndike. Eksperimennya tentang stimulus dan respon menggunakan binatang. Dari hasil temuannya itu dapat diaplikasikan dalam pembelajaran yang menekankan pada stimulus dan respon siswa sehingga guru dapat menyusun pembelajaran yang sesuai dengan bagaimana menstimulus siswa sampai dengan merespon pembelajaran yang diberikan.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Menurut Edward Lee Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau gerakan/tindakan. Teori pembelajaran ini juga sering disebut sebagai teori “Trial and Eror”. Sampai saat ini pun teori belajar ini masih sering digunakan dalam pembelajaran, walaupun teori ini sudah sangatlah lama.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Connectionism adalah suatu ilmu kognitif yang berharap bisa menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai 'jaringan syaraf tiruan' atau 'jaring saraf'). Jaringan syaraf tiruan adalah model otak yang disederhanakan yang terdiri dari sejumlah besar unit (analog neuron) bersama dengan bobot yang mengukur kekuatan koneksi antar unit. Bobot model ini menggambarkan efek sinapsis yang menghubungkan satu neuron dengan neuron lainnya. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, pembacaan, dan pendeteksian struktur gramatikal sederhana.Para filsuf tertarik pada keterkaitan karena berjanji untuk memberikan alternatif teori pemikiran klasik: pandangan yang dipegang luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan pemrosesan komputer digital dengan bahasa simbolis. Persis bagaimana dan sejauh mana paradigma connectionist merupakan tantangan terhadap klasisisme telah menjadi perdebatan panas dalam beberapa tahun terakhir.

    ReplyDelete
  21. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionis utama adalah bahwa fenomena budi dapat dideskripsikan melalui jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan seringkali seragam. Wujud koneksi dan satuan-satuan antara satu model dan model lain mungkin berbeda. Misalnya, neuron dapat dikatakan sebagai satuan, sementara sinapsis merupakan koneksinya.

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Koneksionisme adalah paham mengenai perilaku yaitu merupakan kumpulan dari satuan-satuan yang saling berkoneksi. Dalam pandangan filsafat, memang apa yang terjadi saat ini adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Seperti diketahui bahwa segala apa yang ada di dunia ini sifatnya berubah-ubah, selisih satu detik pun pasti akan berubah, seperti detik ini saya menarik nafas, detik berikutnya saya menghembuskan nafas. Semua itu saling berhubungan, berturutan, atau berhubungan sebab-akibat.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sistem koneksionis umumnya belajar dengan mendeteksi pola statistik yang rumit hadir dalam jumlah besar data. Hal ini sering membutuhkan deteksi isyarat rumit untuk respon yang tepat untuk masukan yang diberikan, arti-penting yang sering berbeda dengan konteks. Hal ini dapat membuat sulit untuk menetukan dengan tepat bagaimana sistem koneksionis diberikan memanfaatkan unit dan koneksi untuk mencapai tujuan yang ditepatkan untuk itu.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Koneksi berarti hubungan atau jaringan. Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf. Prinsip dari teori koneksionisme adalah belajar itu merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak, proses pembentukan conneksi antara stimulus dan respons. Dalam dunia pendidikan matematika mengenal istilah koneksi matematis yang merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki siswa. Kemempuan koneksi matematik sangat penting karena akan membantu penguasaan pemahaman konsep dan membantu menyelesaikan tugas pemecahan masalah melalui keterkaitan antara konsep matematika dan antara konsep matematika dengan konsep dalam disiplin lain.

    ReplyDelete
  25. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koneksionisme merupakan sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang menggunakan model matematis, yang dikenal sebagai jaringan koneksi atau jaringan syaraf. Seringkali, koneksionisme berupa unit pemrosesan neuron yang sangat saling berhubungan. Koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan matematika yang menunjang pemahaman siswa. Misalnya saja, untuk mempelajari konsep yang baru dalam matematika, maka siswa perlu mengoneksikan dengan pengetahuan sebelumnya. Kemudian jika siswa dihadapkan pada masalah non rutin, yang dalam proses pengerjaannya membutuhkan konsep lain untuk memecahkannya, maka kemampuan koneksi matematis siswa dituntut.

    ReplyDelete
  26. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Koneksi berarti hubungan atau jaringan. Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf). Dalam bidang pendidikan, koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau gerakan/tindakan. Teori pembelajaran ini juga sering disebut sebagai teori “Trial and Eror”, karena dari mencoba maka kita akan mendapatkan sebuah pembelajaran.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tahun 1940-an koneksionisme mulai dirintis, dan telah menarik banyak perhatian pada tahun 1960-an. Terdapat kelemahan dalam dalam teknik pemodelan koneksionis yang terungkap dengan cepat. Hal ini menyebabkan berkurangnya minat dalam penelitian koneksionis. Akibatnya aliran dananya berkurang. Akhirnya mengalami kebangkitan koneksionisme pada tahun 1980-an. Koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan syaraf tiruan.

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koneksionisme sebagai teori belajar yang dikembangkan oleh Thorndike, memandang bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atua gerakan/tindakan. Dengan kata lain, perubahan tingkah laku itu boleh berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau non-konkret (tidak bisa diamati).

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber yang telah diberikan. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf.

    ReplyDelete
  30. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksi, tapi bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan syaraf tiruan. Dalam dunia penidikan, beberapa teori yang mengusik pikiran para kritikus pendidikan salah satunya adalah connectionism. Teori ini dikembangkan oleh Thorndike, ia berpendapat bahwa Connectionism pada dasarnya adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus dan respon yang terhubung dengan motif internal individu. Sebagai contoh, stimulus berupa sebuah buku, tidak akan menimbulkan respon yang diharapkan dari individu yang merasa lapar. Individu yang lapar akan merespon jika stimulus yang hadir berupa makanan. Individu yang dalam kondisi kelaparan lebih membutuhkan makanan, daripada buku.

    ReplyDelete
  31. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Koneksionisme merupakan suatu pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, Ilmu Syaraf, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses kemunculan dari jaringan saling berhubungan dari satuan sederhana yang diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf tiruan.

    ReplyDelete
  32. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah. Selanjutnya aliran ini banyak dibahas ke dalam teori belajar.

    ReplyDelete
  33. Teori connectionism dikembangkan oleh Thorndike, ia berpendapat bahwa Connectionism pada dasarnya adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus dan respon yang terhubung dengan motif internal individu. Adanya hubungan antara stimulus yang mempengaruhi motif internal yang kemudian diwujudkan ke dalam perilaku. Motif internal dapat diketahui ketika suatu stimulus mengasilkan suatu perilaku.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Connectionism merupakan pendekatan dimana pengetahuan, kognitif, atau pikiran berhubungan dengan mental atau kebiasaan seseorang. Connectionism merupakan suatu kegiatan yang mengkoneksikan antara kemampuan kita dengan tingkah laku atau tindakan. Dengan adanya Connectionism maka akan ada sebab dan akibat yang saling mempengaruhi.

    ReplyDelete
  35. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Menurutnya, dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra, sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

    ReplyDelete