Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

15 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori belajar koneksionisme adalah teori bahwa belajar adalah suatu proses “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara Stimulus dan Respons.Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.Teori koneksionisme adalah teori belajar yang menekankan stimulus dan respon. Pada teori ini proses perkembangan perilaku dapat diukur, di amati oleh respon pelajaran terhadap rangsangan. Kemudian terdapat kritik terhadap teori koneksionisme yakni teori koneksionisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.

    ReplyDelete
  2. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model mental atau fenomena perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Koneksionisme berusaha untuk menjelaskan bagaimana cara kerja kemampuan intelektual menggunakan model neural networks’ or ‘neural nets’. Dengan model tersebut maka manusia dapat memahami cara kerja otak dan pikiran serta kemampuannya. Ini digunakan sebagai alternative penjelasan sampai ditemaukan model yang mirip dengan aslinya.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jaringan atau hubungan dapat menyatukan berbagai hal yang berbeda ataupun sama dengan satu tujuan untuk saling menguatkan. Dari sekian banyak hubungan yang terjalin ada salah satu hal yang menarik yaitu hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dalam jaringan otaknya. Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya, manusia dapat berpikir sehingga manusia dapat mampu menciptakan otak secerdas komputer. Dibalik kecerdasan manusia, dia masih memiliki keterbatasn yang tidak bisa dijangkau manusia. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Koneksionisme adalah suatu gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf . Jaringan saraf adalah model sederhana dari otak terdiri dari sejumlah besar unit bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. bobot model efek dari sinapsis yang menghubungkan satu neuron ke yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk belajar keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Filsuf telah tertarik pada koneksionisme karena menjanjikan memberikan alternatif untuk teori klasik dari pikiran: pandangan luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan komputer digital pengolahan bahasa simbolik.

    Pendekatan koneksionisme untuk kecerdasan buatan yang berkembang dari upaya untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja pada tingkat saraf dan, khususnya, bagaimana orang belajar dan mengingat. (Untuk itu, pendekatan ini kadang-kadang disebut sebagai komputasi neuronlike.) Pada tahun 1943 neurofisiologi Warren McCulloch dari University of Illinois dan matematika Walter Pitts dari University of Chicago menerbitkan sebuah risalah berpengaruh pada jaringan saraf dan robot, yang menurut setiap neuron di otak adalah prosesor digital sederhana dan otak secara keseluruhan adalah bentuk mesin komputasi.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Connectionism merupakan pendekatan dalam pembelajaran dengan melihat proses pembelajaran sebagai proses terjadinya hubungan antara stimulus atau rangsangan dengan respon atau antara respon dengan penguatan (reinforcement).

    ReplyDelete
  6. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Prinsip koneksionisme adalah bahwa fenomena mental dapat digambarkan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Misalnya, unit dalam jaringan bisa mewakili neuron dan koneksi bisa mewakili sinapsis seperti di otak manusia. Salah satu tokoh yang menganut koneksionisme ini adalah Thorndike. Thorndike mengembangkan teori koneksionisme dalam belajar. Menurut Thorndike, dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap pancaindera dengan kecenderungan untuk bertindak atau hubungan antara stimulus dan respon.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model mental atau fenomena perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi sederhana unit

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Dalam bidang pendidikan, koneksionisme merupakan salah satu teori belajar. Teori belajar koneksionisme adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874/ 1949) berdasarkan eksperimen yang ia lakukan pada tahun 1890-an. Eksperimen Thondike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar. Inti dari teori koneksionisme yaitu mempelajari tentang hubungan antara stimulus dan respon. Dengan mengetahui hubungan tersebut, guru dapat menerapkannya dalam pembelajaran yaitu dengan memberi sebuah stimulus, sehingga siswa memberikan respon yang baik. Kuat tidaknya hubungan juga dipengaruhi adanya reinforcement atau penguat, yakni berupa hadiah.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Connectionism merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menghubungkan antara stimulus dengan respon. Penghubung diantara stimulus dan respons memiliki dimensi kuat dan lemah. Oleh karena itu, jikalau lemah maka perlu upaya meningkatkannya dengan cara memberikan penguatan (reinforcement).

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016


    Koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah
    laku manusia yang memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi
    respon terhadap lingkungan dimana pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Teori belajar ini
    sering disebut Stimulus-Respon psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran (reward) penguatan dari lingkungan. Dengan demikian dalam
    tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral
    dengan stimulusnya.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Connectionism, sebuah pendekatan terhadap kecerdasan buatan yang dikembangkan dari upaya untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja pada tingkat saraf dan, khususnya, bagaimana orang belajar dan mengingat. (Oleh karena itu, pendekatan ini kadang-kadang disebut sebagai komputasi neuron.)
    kecerdasan buatan disini merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk menghubungkan suatu stimulus yang diberikan dan bagaimana respon yang dihasilkan oleh otak.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Koneksionisme adalah ilmu kognitif yang bertujuan menjelaskan kemampuan kecerdasan manusia dengan cara menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf disederhanakan model otak kiri yang terdiri dari sebagian besar unit yang disebut dengan young analog neuron, secara bersama – sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unitnya. Para koneksionis membuat kemajuan yang signifikan dalam memperlihatkan kemampuan dari jaringan saraf untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Tiga percobaan terkenal yang telah mendorong untuk percaya bahwa JST model yang baik dari kecerdasan manusia.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pendekatan koneksi yang berlaku saat ini pada awalnya dikenal sebagai pemrosesan terdistribusi paralel (PDP). Itu adalah pendekatan jaringan syaraf tiruan yang menekankan sifat paralel dari pemrosesan saraf, dan sifat terdistribusi representasi saraf. Ini menyediakan kerangka kerja matematis umum bagi para periset untuk dioperasikan. Kerangka kerja tersebut melibatkan delapan aspek utama:
    • Satu set unit pemrosesan, ditunjukkan oleh satu set bilangan bulat.
    • Aktivasi untuk setiap unit, ditunjukkan oleh vektor fungsi bergantung waktu .
    • Fungsi output untuk setiap unit, ditunjukkan oleh vektor fungsi pada aktivasi.
    • Pola konektivitas antar unit, ditunjukkan oleh matriks bilangan real yang menunjukkan kekuatan koneksi.
    • Aturan propagasi menyebarkan aktivasi melalui koneksi, ditunjukkan oleh fungsi pada output unit.
    • Aturan aktivasi untuk menggabungkan masukan ke unit untuk menentukan aktivasi barunya, ditunjukkan oleh fungsi pada aktivasi dan propagasi saat ini.
    • Aturan belajar untuk memodifikasi koneksi berdasarkan pengalaman, ditunjukkan oleh perubahan bobot berdasarkan jumlah variabel.
    • Lingkungan yang menyediakan sistem dengan pengalaman, ditunjukkan oleh rangkaian vektor aktivasi untuk beberapa subset unit.

    ReplyDelete
  14. fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. teori ini dikembangkan oleh Thorndike. teori ini emandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Ciri dan teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulusnya.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Setiap makhluk hidup itu dalam tingkah lakunya itu merupakan hubungan antara stimulus dan respon disebut teori koneksionisme. Belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya. Dalam artian dengan adanya stimulus itu maka diharapkan timbulah respon yang maksimal teori ini sering juga disebut dengan teori trial and error. Dalam teori ini orang yang bisa menguasai hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya maka dapat dikatakan orang ini merupakan orang yang berhasil dalam belajar. Adapun cara untuk membentuk hubungan stimulus dan respon ini dilakukan dengan ulangan-ulangan.

    ReplyDelete