Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

9 comments:

  1. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Menurutnya, dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra, sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

    ReplyDelete
  2. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Koneksionisme erat kaitannya dengan keterhubungan dimana terdiri dari unsure unsur atau unit unit yang berhubungan satu sama lain. Kalau di filsafat, kita juga melakukan koneksi pada peristiwa yang terjadi, bahwa setiap kejadian adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Dalam dunia ini hukum sebab akibat berlaku sampai kapanpun. Atau dapat juga diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang psikologi kognitif,kognitif pemikiran, kognitif pengetahuan, sebagai model mental atau fenomena perilaku yang penting.

    ReplyDelete
  3. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    koneksi adalah hubungan, hubungan yang dapat memudahkan segala kegiatan atau urusan. Sedangkan connectionism adalah hal yang terkait dengan stimulus dan juga respon, dengan kata lain connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang didalamnya menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Dan dengan koneksi dapat menyatukan beberapa hal yang sama ataupun beda.

    ReplyDelete
  4. Sepemahaman kami koneksionisme adalah merupakan suatu teori awal dari behaviorisme. Salah satu tokoh yang erat hubungannya dengan koneksionisme adalah Edward L Thorndike. Dia menyatakan bahwa menyatakan bahwa perilaku respond terhadap stimulus tertentu dibentuk oleh suatu rangkaian kegiatan coba-coba (Trial and error) yang mempengaruhi neural connections antara stimulus dan respond yang paling diinginkan.

    Ia memahami bahwa perubahan adptif pada perilaku binatang dapat dianalogikan pada pembelajaran pada manusia dan mengusulkan rangkaian perilaku tersebut (connection) bisa diprediksi oleh penerapan dua hukum, yaitu:

    1. Law of Effect (Hukum Efek)
    Hukum efek menyatakan bahwa tingkah laku respon yang paling dekat diikuti oleh hasil yang memuaskan dapat dipastikan untuk menjadi pola yang mapan dan menjadi teladan. Respon yang sama akan diberikan apabila stimulus yang sama diberikan lagi.

    2. Law of Exercise (Hukum Latihan)
    Hukum latihan menyatakan bahwa perilaku akan semakin kokoh apabila hubungan stimulus-respon sering dilakukan.

    ReplyDelete
  5. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Connectionism merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada kemampuan kognitif, neurosains, dan kemampuan berfikir dan bernalar. Kemampuan connectionism sangat baik dikembangkan dan dipertajam di dalam setiap diri peserta didik khususnya di dalam pelajaran matematika sehingga siswa dapat memanipulasi persamaan-persamaan maupun soal-soal matematika terutama dalam proses pengerjaannya. Kemampuan ini juga memperkuat siswa dalam membentuk peta konsep serta struktur matematika sehingga guru akan sangat terbantu di dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber wikipedia di atas, connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Pikiran dan perilaku yang timbul dari diri kita, tentu merupakan hasil dari hubungan antara beberapa hal seperti pengetahuan awal yang kita miliki, pengalaman, wawasan, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, setiap orang pasti pikiran dan perilakunya berbeda-beda. Sehingga, dalam menjalani hidup ini kita harus saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Koneksionisme merupakan pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Pendekatan ini memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Dalam teori belajar, koneksionisme menekankan pada tingkah laku manusia. Teori ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Koneksionisme mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, pembentukan reaksi atau respon, latihan, dan mekanisme hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh menurut teori ini adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori ini tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran, penguatan, dan pengulangan dari lingkungan.

    ReplyDelete
  8. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Secara bahasa arti dari connection adalah hubungan. Connestionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan yang menghubungkan antara perilaku (mental) dan pengetahuan (berpikir). Connection juga dapat diartikan sebagai stimulus yang dapat di timbulkan berdasarkan proses yang dihubungkan dengan proses yang bervariasi.

    ReplyDelete
  9. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang disajikan di atas. Dari artikel-artikel di atas saya dapat memahami bahwa koneksionisme merupakan suatu teori awal dari behaviorisme. Salah satu tokoh yang erat hubungannya dengan koneksionisme adalah Edward L Thorndike. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana memiliki keterkaitan dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Seperti dalam filsafat, ilmu koneksi ini bak intuisi yang seperti "ketika aku membaca elegi ini aku paham karena aku masih ingat dengan elegi sebelumnya", sedangkan dalam matematika konsep ini disebut sebagai kemampaun koneksi matematika, dimana konsep matematika yang dipelajari hari ini berkiatan dan berhubungan denga materi berikutnya, Sehingga amatlah penting sifat dan sikap ini untuk dikuasai oleh siswa. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete