Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

57 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Koneksionisme merupakan sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan saraf tiruan atau seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Prinsip koneksionis utamanya adalah bahwa fenomena mental dapat dijelaskan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan sering seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Dalam kebanyakan model koneksionis, jaringan berubah dari waktu ke waktu. Aspek terkait erat dan sangat umum model koneksionis adalah aktivasi. Setiap saat, sebuah unit dalam jaringan memiliki aktivasi, yang merupakan nilai numerik dimaksudkan untuk mewakili beberapa aspek dari unit.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Koneksionisme merupakan suatu pendekatan yang melibatkan psikologi kognitif dan melibatkan jaringan syaraf. Teori belajar ini ditemukan dan dikembangkan oleh Thorndike. Eksperimennya tentang stimulus dan respon menggunakan binatang. Dari hasil temuannya itu dapat diaplikasikan dalam pembelajaran yang menekankan pada stimulus dan respon siswa sehingga guru dapat menyusun pembelajaran yang sesuai dengan bagaimana menstimulus siswa sampai dengan merespon pembelajaran yang diberikan.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Menurut Edward Lee Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau gerakan/tindakan. Teori pembelajaran ini juga sering disebut sebagai teori “Trial and Eror”. Sampai saat ini pun teori belajar ini masih sering digunakan dalam pembelajaran, walaupun teori ini sudah sangatlah lama.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Connectionism adalah suatu ilmu kognitif yang berharap bisa menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai 'jaringan syaraf tiruan' atau 'jaring saraf'). Jaringan syaraf tiruan adalah model otak yang disederhanakan yang terdiri dari sejumlah besar unit (analog neuron) bersama dengan bobot yang mengukur kekuatan koneksi antar unit. Bobot model ini menggambarkan efek sinapsis yang menghubungkan satu neuron dengan neuron lainnya. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, pembacaan, dan pendeteksian struktur gramatikal sederhana.Para filsuf tertarik pada keterkaitan karena berjanji untuk memberikan alternatif teori pemikiran klasik: pandangan yang dipegang luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan pemrosesan komputer digital dengan bahasa simbolis. Persis bagaimana dan sejauh mana paradigma connectionist merupakan tantangan terhadap klasisisme telah menjadi perdebatan panas dalam beberapa tahun terakhir.

    ReplyDelete
  5. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionis utama adalah bahwa fenomena budi dapat dideskripsikan melalui jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan seringkali seragam. Wujud koneksi dan satuan-satuan antara satu model dan model lain mungkin berbeda. Misalnya, neuron dapat dikatakan sebagai satuan, sementara sinapsis merupakan koneksinya.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Koneksionisme adalah paham mengenai perilaku yaitu merupakan kumpulan dari satuan-satuan yang saling berkoneksi. Dalam pandangan filsafat, memang apa yang terjadi saat ini adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Seperti diketahui bahwa segala apa yang ada di dunia ini sifatnya berubah-ubah, selisih satu detik pun pasti akan berubah, seperti detik ini saya menarik nafas, detik berikutnya saya menghembuskan nafas. Semua itu saling berhubungan, berturutan, atau berhubungan sebab-akibat.

    ReplyDelete
  7. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sistem koneksionis umumnya belajar dengan mendeteksi pola statistik yang rumit hadir dalam jumlah besar data. Hal ini sering membutuhkan deteksi isyarat rumit untuk respon yang tepat untuk masukan yang diberikan, arti-penting yang sering berbeda dengan konteks. Hal ini dapat membuat sulit untuk menetukan dengan tepat bagaimana sistem koneksionis diberikan memanfaatkan unit dan koneksi untuk mencapai tujuan yang ditepatkan untuk itu.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Koneksi berarti hubungan atau jaringan. Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf. Prinsip dari teori koneksionisme adalah belajar itu merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak, proses pembentukan conneksi antara stimulus dan respons. Dalam dunia pendidikan matematika mengenal istilah koneksi matematis yang merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki siswa. Kemempuan koneksi matematik sangat penting karena akan membantu penguasaan pemahaman konsep dan membantu menyelesaikan tugas pemecahan masalah melalui keterkaitan antara konsep matematika dan antara konsep matematika dengan konsep dalam disiplin lain.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koneksionisme merupakan sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang menggunakan model matematis, yang dikenal sebagai jaringan koneksi atau jaringan syaraf. Seringkali, koneksionisme berupa unit pemrosesan neuron yang sangat saling berhubungan. Koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan matematika yang menunjang pemahaman siswa. Misalnya saja, untuk mempelajari konsep yang baru dalam matematika, maka siswa perlu mengoneksikan dengan pengetahuan sebelumnya. Kemudian jika siswa dihadapkan pada masalah non rutin, yang dalam proses pengerjaannya membutuhkan konsep lain untuk memecahkannya, maka kemampuan koneksi matematis siswa dituntut.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Koneksi berarti hubungan atau jaringan. Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf). Dalam bidang pendidikan, koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau gerakan/tindakan. Teori pembelajaran ini juga sering disebut sebagai teori “Trial and Eror”, karena dari mencoba maka kita akan mendapatkan sebuah pembelajaran.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tahun 1940-an koneksionisme mulai dirintis, dan telah menarik banyak perhatian pada tahun 1960-an. Terdapat kelemahan dalam dalam teknik pemodelan koneksionis yang terungkap dengan cepat. Hal ini menyebabkan berkurangnya minat dalam penelitian koneksionis. Akibatnya aliran dananya berkurang. Akhirnya mengalami kebangkitan koneksionisme pada tahun 1980-an. Koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan syaraf tiruan.

    ReplyDelete
  12. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koneksionisme sebagai teori belajar yang dikembangkan oleh Thorndike, memandang bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atua gerakan/tindakan. Dengan kata lain, perubahan tingkah laku itu boleh berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau non-konkret (tidak bisa diamati).

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber yang telah diberikan. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf.

    ReplyDelete
  14. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksi, tapi bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan syaraf tiruan. Dalam dunia penidikan, beberapa teori yang mengusik pikiran para kritikus pendidikan salah satunya adalah connectionism. Teori ini dikembangkan oleh Thorndike, ia berpendapat bahwa Connectionism pada dasarnya adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus dan respon yang terhubung dengan motif internal individu. Sebagai contoh, stimulus berupa sebuah buku, tidak akan menimbulkan respon yang diharapkan dari individu yang merasa lapar. Individu yang lapar akan merespon jika stimulus yang hadir berupa makanan. Individu yang dalam kondisi kelaparan lebih membutuhkan makanan, daripada buku.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Menurutnya, dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra, sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

    ReplyDelete
  16. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Koneksionisme erat kaitannya dengan keterhubungan dimana terdiri dari unsure unsur atau unit unit yang berhubungan satu sama lain. Kalau di filsafat, kita juga melakukan koneksi pada peristiwa yang terjadi, bahwa setiap kejadian adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Dalam dunia ini hukum sebab akibat berlaku sampai kapanpun. Atau dapat juga diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang psikologi kognitif,kognitif pemikiran, kognitif pengetahuan, sebagai model mental atau fenomena perilaku yang penting.

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    koneksi adalah hubungan, hubungan yang dapat memudahkan segala kegiatan atau urusan. Sedangkan connectionism adalah hal yang terkait dengan stimulus dan juga respon, dengan kata lain connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang didalamnya menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Dan dengan koneksi dapat menyatukan beberapa hal yang sama ataupun beda.

    ReplyDelete
  18. Sepemahaman kami koneksionisme adalah merupakan suatu teori awal dari behaviorisme. Salah satu tokoh yang erat hubungannya dengan koneksionisme adalah Edward L Thorndike. Dia menyatakan bahwa menyatakan bahwa perilaku respond terhadap stimulus tertentu dibentuk oleh suatu rangkaian kegiatan coba-coba (Trial and error) yang mempengaruhi neural connections antara stimulus dan respond yang paling diinginkan.

    Ia memahami bahwa perubahan adptif pada perilaku binatang dapat dianalogikan pada pembelajaran pada manusia dan mengusulkan rangkaian perilaku tersebut (connection) bisa diprediksi oleh penerapan dua hukum, yaitu:

    1. Law of Effect (Hukum Efek)
    Hukum efek menyatakan bahwa tingkah laku respon yang paling dekat diikuti oleh hasil yang memuaskan dapat dipastikan untuk menjadi pola yang mapan dan menjadi teladan. Respon yang sama akan diberikan apabila stimulus yang sama diberikan lagi.

    2. Law of Exercise (Hukum Latihan)
    Hukum latihan menyatakan bahwa perilaku akan semakin kokoh apabila hubungan stimulus-respon sering dilakukan.

    ReplyDelete
  19. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Connectionism merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada kemampuan kognitif, neurosains, dan kemampuan berfikir dan bernalar. Kemampuan connectionism sangat baik dikembangkan dan dipertajam di dalam setiap diri peserta didik khususnya di dalam pelajaran matematika sehingga siswa dapat memanipulasi persamaan-persamaan maupun soal-soal matematika terutama dalam proses pengerjaannya. Kemampuan ini juga memperkuat siswa dalam membentuk peta konsep serta struktur matematika sehingga guru akan sangat terbantu di dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber wikipedia di atas, connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Pikiran dan perilaku yang timbul dari diri kita, tentu merupakan hasil dari hubungan antara beberapa hal seperti pengetahuan awal yang kita miliki, pengalaman, wawasan, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, setiap orang pasti pikiran dan perilakunya berbeda-beda. Sehingga, dalam menjalani hidup ini kita harus saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Koneksionisme merupakan pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Pendekatan ini memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Dalam teori belajar, koneksionisme menekankan pada tingkah laku manusia. Teori ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Koneksionisme mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, pembentukan reaksi atau respon, latihan, dan mekanisme hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh menurut teori ini adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori ini tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran, penguatan, dan pengulangan dari lingkungan.

    ReplyDelete
  22. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Secara bahasa arti dari connection adalah hubungan. Connestionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan yang menghubungkan antara perilaku (mental) dan pengetahuan (berpikir). Connection juga dapat diartikan sebagai stimulus yang dapat di timbulkan berdasarkan proses yang dihubungkan dengan proses yang bervariasi.

    ReplyDelete
  23. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang disajikan di atas. Dari artikel-artikel di atas saya dapat memahami bahwa koneksionisme merupakan suatu teori awal dari behaviorisme. Salah satu tokoh yang erat hubungannya dengan koneksionisme adalah Edward L Thorndike. Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana memiliki keterkaitan dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Seperti dalam filsafat, ilmu koneksi ini bak intuisi yang seperti "ketika aku membaca elegi ini aku paham karena aku masih ingat dengan elegi sebelumnya", sedangkan dalam matematika konsep ini disebut sebagai kemampaun koneksi matematika, dimana konsep matematika yang dipelajari hari ini berkiatan dan berhubungan denga materi berikutnya, Sehingga amatlah penting sifat dan sikap ini untuk dikuasai oleh siswa. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  24. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sepengetahuan saya koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dari beberapa sumber di atas saya melihat jika koneksionisme berhubungan dengan jaringan syaraf tiruan. Secara tersurat saya membaca statement bahwa koneksionisme merupakan seperangkat pendekatan berupa kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Dari sinilah saya mulai menghubungkan, pada statement tersebut muncul kata "saling menghubungkan" yang merupakan makna dari koneksi itu sendiri. Akan tetapi saya berusaha melihat lebih dalam lagi, apa sesungguhnya makna konektivisme ini. Saya melihat jika penggunaan metode saraf tiruan ini dimaksudkan untuk menjelaskan kemampuan intelektual. Pada bagian inilah muncul hubungan hubungan pada sejumlah unit yang menghasilkan model otak.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Connectionism adalah sebuah pendekatan dalam ilmu kognitif yang menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Connectionism juga dikenal Teori Thorndike menganggap belajar merupakan proses pembentukan koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini lekat dengan ciri belajar Trial and Error sebagai pendorong atas aktivitas belajar, ada yang situasi eliminasi respon yang gagal dan ada usaha kemajuan untuk mencapai tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  27. Terimakasih atas sharing link nya bapak. Manusia yang dianugrahi dengan ribuan syaraf yang mana manusia itu sendiri belum dapat menemukan berapa panjangnya ssyaraf berfikir manusia. Kemampuan otak manusia pun memiliki macam-macam fungsi. Seperti halnya syaraf pada otak manusia yang saling terhubung satu sama lain saat ada stimulus, maka syaraf-syaraf tersebut akan saling berhubungan yang kemudian akan bersama-sama memberikan respon terhadap hal yang telah terjadi. Hal itulah ilustrasi dari kemampuan intelektual manusia, pendekatan dalam ilmu kognitif yang dikenal dengan konektionisme.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  28. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa connectionism atau koneksionisme adalah sekumpulan pendekatan dalam bidang kecerdasan artifisial, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains dan filsafat pikirang yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang berkaitan satu sama lain.

    ReplyDelete
  29. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Koneksionisme merupakan pendekatan khusunya dalam bidang psikologi kognitif, sains kognitif, filsafat pikirian, dsb. Salah satu koneksionisme dalam bidang psikologi kognitif adalah teori belajar yang ditemukan oleh filsuf Thorndike yaitu teori belajar koneksi. Eksperiment yang mendasari teorinya ini dilakukan pada hewan-hewan, diantaranya kucing dan anjing untuk mengetahui fenomena-fenomena belajar. Teori belajar koneksinisme mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses mengingat dan menghubungkan antara stimulus dan respons.

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Istilah connectionism diperkenalkan oleh Donald hebb pada sekitar tahun 1940’an. Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari unit-unit sederhana yang saling berhubungan. Dalam pembelajaran matematika, juga dikenal teori koneksi matematis yaitu: Koneksi matematika antar materi, antar satu bab dengan bab yang lain serta koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  31. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Teroi conectionism disini memberikan arti bahwa segala sesuatu itu sebenarnya saling bersinergi satu sama lain. begitu juga dengan kemampuan seseorang, sebenarnya kemampuan seseorang itu memiliki hubungan dengan hal-hal yang ada pada diri mereka seperti dengan pengalaman yang mereka peroleh. Jika dalam ilmu psikologi, kita dapat menjadi orang yang memiliki kesulitan belajar jika selalu dapat menghubungkan antara satu materi dengan materi-materi yang telah dipelajarinya, hal ini merupakan suatu proses struktur cognitive dimana working memoey mencoba untuk menarikinformasi yang telah ada pada long term memory dengan baik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  32. Junianto
    PM C
    Konektivisme merupakan paham yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Yang bisa saya pahami dari teori adalah bahwa semua pendekatan yang kita gunakan baik diberbagai bidang, semuanya memiliki hubungan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Dengan kata lain ada semua bidang itu harus saling bersinergi agar tujuan bisa tercapai.

    ReplyDelete
  33. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Sejujurnya saya masih belum begitu paham mengenai koneksionisme, namum saya mencoba membuat suatu refleksi dari membaca ketiga sumber bacaan yang bapak berikan. Koneksionisme adalah suatu pendekatan pada studi tentang kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan saraf tiruan. Para filsuf tertarik pada koneksionisme karena koneksionisme memberikan sebuah alternatif pemahaman pada teori klasik pikiran, pandangan luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan komputer digital dalam memproses bahasa simbolik. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionisme adalah bahwa fenomena mental dapat digambarkan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan seringkali seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Misalnya, unit dalam jaringan dapat mewakili neuron dan koneksi bisa mewakili sinapsis seperti di otak manusia. Mohon Prof. Marsigit bersedia memberiakn koreksi apabila terdapat kesalahan. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  34. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan pemahaman saya dari beberapa referensi yang terdapat dalam postingan di atas, istilah connectionism pertama kali dikenalkan oleh Donald Hebb pada tahun 1940an. Secara sederhana connectionism adalah suatu pendekatan yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan.
    Connectionism merupakan gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap bisa menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan adalah model otak yang disederhanakan yang terdiri dari sejumlah besar unit (analog neuron) bersama dengan bobot yang mengukur kekuatan koneksi antar unit. Bobot model ini menggambarkan efek sinapsis yang menghubungkan satu neuron dengan neuron lain.

    ReplyDelete
  35. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Connectionism merupakan pendekatan dimana pengetahuan, kognitif, atau pikiran berhubungan dengan mental atau kebiasaan seseorang. Connectionism merupakan suatu kegiatan yang membentuk (mengkoneksi) antara kemampuan kita dengan tingkah laku atau tindakan. Dengan adanya Connectionism maka akan ada sebab dan akibat yang saling mempengaruhi.

    ReplyDelete
  36. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Setelah saya membaca beberapa referensi yang sudah diberikan pada link-link yang tertera di postingan ini, Connectism merupakan suatu pendekatan yang menjelaskan mengenai hubungan antara pengetahuan, kognitif, atau pikiran dengan mental atau kebiasaan seseorang. Dalam dunia pendidikan atau dalam psikologi belajar, Connectism ini sama dengan teori behaviorism yang diperkenalkan oleh Thorndike meski dalam referensi di atas teori connectisme ini diperkenalkan oleh Hebb pada tahun 1940-an. Menurut Thorndike seseorang itu dapat belajar jika diberi stimulus dan respon yang keduanya memiliki hubungan dalam membentuk prilaku serta kemampuan berpikir siswa. Sehingga penting bagi guru untuk memahami berbagai teori-teori yang dapat mendukung kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Conestionism adalah paham yang menyatakan bahwa hidup itu karena adanya suatu interaksi atau hubungan. Interaksi manusia satu dengan manusia yang lainnya . Interaksi terjadi akibat dari stimulus dan respon. Stimulus berasal dari rangsangan dan respon adalah akibat dari rangsangan yang diberikan. Maka sebenar-benar hidup adalah stimulus dan respon. Ada akhir karena ada awal, ada awal maka menyebabkan ada akhir. Begitu pula perilaku manusia, berperilaku baik atau buruk pasti ada sebabnya. Jika dikaitkan dengan pembelajaran matematika, setiap materi pada matematika itu saaling interaksi, materi sebelum dan materi sesudahnya. Materi pelajaran matematika dengan materi pelajaran yang lainya saling berhubungan.

    ReplyDelete
  38. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dapat di jabarkan bahwa koneksionisme ialah sebuah teori yang paling awal dari rumpun behaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). pada prinsip pertama teori koneksionisme ialah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Sebagai contoh, ketika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan matematika, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar matematika akan menghasilkan prestasi memuaskan.

    ReplyDelete
  39. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Koneksionisme adalah pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Menurut Edward Lee Thorndike belajar adalah suatu proses atau hubungan antara stimulus dan Respons. Pada penelitiannya Edward menggunakan hewan-hewan, terutama kucing.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017
    Connectionism pada dasarnya adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus (S) dan respon (R) terhubung dengan motif internal individu. Sebagai contoh, stimulus berupa sebuah buku, tidak akan menimbulkan respon yang diharapkan dari individu yang merasa lapar. Individu yang lapar akan merespon jika stimulus yang hadir berupa makanan. Individu yang dalam kondisi kelaparan lebih membutuhkan makanan, daripada buku.

    ReplyDelete
  41. Dengan memahami prinsip connectionism ini, maka tugas pertama pendidik di dalam kelas adalah, membuat anak didiknya memahami manfaat pelajaran yang akan disampaikan. Manfaat yang dimaksud tentunya bukan manfaat yang “di awang-awang”, tetapi manfaat praktis yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut prinsip connectionism, mata pelajaran yang tidak dipahami manfaat kesehariannya, akan sulit pula dipahami oleh siswa. Andaikata pelajaran itu dapat dihafalkan, akan cepat sekali dilupakan, karena apa saja yang tidak dibutuhkan pasti akan dibuang.

    ReplyDelete
  42. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menurut teori connectionism, belajar adalah proses melakukan koneksi-koneksi antara stimulus dengan respon. Contohnya adalah aktivitas melakukan trial and error yang mana seseorang bisa menjadikan suatu kegagalan menjadi sebuah tantangan dan pengalaman untuk perbaikan ke depannya. Kita bisa tahu bahwa kita berhasil atau tidak karena adanya keberanian untuk mencoba, apabila tidak mencoba maka kita tidak akan pernah tahu apakah kita berhasil atau tidak.

    ReplyDelete
  43. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Koneksi atau hubungan yang melandasi adanya paham koneksionisme. Dalam paham ini terdapat unsur-unsur yang saling terkait atau memiliki hubungan. Seperti halnya ketrkaitan kehidupan manusia dengan masa lampau, kehidupan manusia sekarang tidaklah lepas dari masa lalu. Oleh kerananya hubungan sebab akibat berlaku.

    ReplyDelete
  44. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan (https://en.wikipedia.org/wiki/Connectionism). Koneksionime ini dapat dipandang sebagai sebuah jaringan atau skema yang saling menghubungkan antara hal-hal sederhana yang saling terkait. Di dalam pikiran kita, pengetahuan juga saling terkait membentuk sebuah skema. Semakin rapi skema yang kita miliki semakin mudah kita memanggil pengetahuan kita kembali.

    ReplyDelete
  45. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Menurutnya, dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra, sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

    ReplyDelete
  46. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Koneksionisme adalah teori belajar yang dipopulerkan oleh Thorndike, berlandaskan pada kepercayaannya bahwa dalam belajar terjadi interaksi antara stimulus dan respon sehingga menghasilkan perilaku dan reaksi yang berbeda-beda dari setiap individu. Namun kemudian teori ini mendapatkan kritik karena koneksionisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pada teori koneksionisme mengalami ketergantungan terhadap perilaku yang diamati untuk menjelaskan pelajaran, serta masih banyak bentuk kritikan terhadap teori koneksionisme, maka teori tersebut mengalami pergeseran ke teori kognitivisme.

    ReplyDelete
  47. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan referensi Wikipedia yang Bapak sharing di atas, Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940an. Dalam pembelajaran, connectionism melihat bagaimana anak dapat mengkoeksikan kognitifnya untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  48. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut Torndike, koneksionisme ialah hubungan antara stimulus dan respon dalam suatu proses belajar. Stimulus akan membeli pesan ke pancaindera sedangkan respon akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Implikasi dari teori ini dalam kegiatan pembelajaran ialah subjek atau siswa diberikan suatu permasalahan atau problem dan siswa diberikan kesmpatan untuk melakukan coba-coba atau trial and error dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Kelemahan dari penggunaan teori ini dalam proses pembelajaran yaitu pengetahuan yang diperoleh siswa tida bermakna karena siswa cenderung hanay berfokus untuk menemukan jawaban tanpa memperdulikan prosesnya. Selain itu ada kemungkinan siswa hanya beruntung dalam mengerjakan tanpa tahu langkah sebenarnya dalam menyelesaikan masalah tersebut.

    ReplyDelete
  49. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menurut Encyclopedia of Philosophy , Koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan syaraf tiruan. Seringkali, ini datang dalam bentuk yang sangat saling berhubungan, neuron-seperti unit pengolahan. Tidak ada garis pemisah yang tajam antara koneksionisme dan neuroscience komputasi, tapi koneksionis cenderung lebih sering untuk abstrak jauh dari rincian spesifik dari fungsi saraf untuk fokus pada proses kognitif tingkat tinggi (misalnya, pengakuan, memori, pemahaman, kompetensi tata bahasa dan penalaran) . Selama masa kejayaan ideologi koneksionisme pada akhir abad kedua puluh, para pendukungnya bertujuan untuk menggantikan banding teoritis aturan formal inferensi dan kalimat-seperti representasi kognitif dengan banding ke pengolahan paralel pola difus aktivitas saraf.

    ReplyDelete
  50. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dalam wikipedia disebutkan bahwa koneksionisme merupakan pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, ilmu syaraf, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental dan perilaku merupakan proses yang muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Koneksionisme beranggapan bahwa manusia, dalam hidupnya, selalu membentuk tata jawaban dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara stimulus dan response

    ReplyDelete
  51. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Connectionism adalah pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat, yang memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Atau dnegan kata lain teori yang mengatakan bahwa semua aspek manusia, seperti kecerdasan, hati, pikiran, sifat, dsb saling berhubungan satu sama lain. paling tidak hubungan sebab-akibat
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Connectionism adalah pendekatan yang mempelajari kognisi manusia menggunakan model matematis, yang dikenal sebagai jaringan koneksi atau jaringan syaraf tiruan. Connectionism dapat juga diartikan sebagai sebuah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan.

    ReplyDelete
  53. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Connectionism adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat pikiran, yang memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses yang muncul dari jaringan unit sederhana yang saling berhubungan. Istilah connectionism ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940an. Ada banyak bentuk koneksi, tapi bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan syaraf tiruan.

    ReplyDelete
  54. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang saya pahami dari koneksionisme adalah sebuah paham yang menganggap setiap hal merupakan kumpulan dari satuan-satuan yang saling berkoneksi. Jika kita pahami dalam kehidupan ini setiap hal yang terjadi saling berkaitan dan merupakan sebab – akibat. A terjadi kerena B, dan A menyebabkan terjadinya C, dan seterusnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa segala apa yang ada di dunia ini sifatnya berubah-ubah dan bergerak, perubahan ini terjadi dalam hitungan detik bahkan lebih cepat dari itu. Misalnya saja satu detik lalu saya menarik nafas, kemudian sekarang saya menghembuskan nafas. Keduanya terjadi saling berhubungan, berturutan, dan merupakan hubungan sebab-akibat. Hal-hal lain pun demikian dalam hidup, saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam filsafat, connectionism merupakan seperangkat pendekatan pada filsafat pikiran. Filsafat pikiran sendiri merupakan cabang filsafat yang mempelajari sifat-sifat pikiran. Hal yang dipelajari disini berkaitan dengan hubungan mental, pikiran, dan tubuh. Menarik jika mengambil contoh pada pembelajaran di kelas, mental siswa dalam belajar tentu akan mempengaruhi pikirannya, sehingga kalu mentalnya tidak bagus siswa akan merasa cemas dalam belajar. Namun jika mental siswa positif maka belajar akan nyaman dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  56. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Jaringan atau hubungan dapat menyatukan beberapa hal yang saling sama atau berbeda yang pada umumnya untuk saling menguatkan. Dari banyaknya hubungan yang terjalin, salah satu yang menarik adalah hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dalam jaringan otaknya. Begitu dahsyatnya ciptaan Allah SWT yang membuat manusia dapat berfikir hingga mampu menciptakan otak secerdas komputer, teknologi robot, sistem komunikasi dan kemajuan lainnya. Namun dibalik kecerdasan itu semua, manusia masih memiliki keterbatasan yang tidak bisa menjangkau kesempurnaan.

    ReplyDelete


  57. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    conestivisme dipahami sebagai hubungan atau jalinan komunikasi untuk mempelajari kognisi manusia. Aliran konektivisme sangat penting untuk dilakukan dalam pendidikan guna mengembangkan pendidikan yang melek dan komunikatif dengan perkembangan zaman. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah dnegan memanfaatkan teknologi dan berbagai inovasi pendidikan untuk menggapai tujuan yang ditetapkan. Terima Kasih

    ReplyDelete