Jan 13, 2013

COHERENTISM





 Ass jika ingin membaca COHERENTISM, bisa konek berikut:


Wss Wr Wb

36 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sepenangkapan saya koherentisme menyatakan suatu kebenaran jika proposisi itu konsisten dengan proposisi lain yang sudah diterima atau diketahui kebenarannya. Kebenaran yang tidak dapat diragukan lagi, suatu kepercayaan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya jika kepercayaan itu koheren atau kosisten dengan keseluruhan sistem kepercayaan yang selama ini diterima kebenarannya. Jika ada kesalahan mohon koreksinya, terimakasih.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam fisika. Teori Koherensi memandang bahwa kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar. Suatu proposisi benar jika proposisi itu berhubungan (koheren) dengan proposisi-proposisi lain yang benar atau pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Koherentism yang merupakan paham tentang sebuah kebenaran dimana sesuatu pernyataan akan benar jika konsisten dengan pernyataan yang lain yang dapat diterima sebagai benar atau kepercayaan untuk menjadi koheren, keyakinan yang membentuk harus "menyatu" dengan satu sama lain. Pernyataan benar ini lazimnya bersifat khusus untuk suatu bidang tertentu. Seperti kebenaran religius diterima benar dan valid hanya yang meyakininya saja sebagai pemeluk agamanya. Oleh karena itu, kebenaran koheren merupakan indikasi atau teori kebenaran.

    ReplyDelete
  4. Ada dua jenis yang berbeda dari coherentism yaitu teori koherensi kebenaran; dan teori koherensi keputusan. Coherentism adalah pandangan tentang struktur dan sistem pengetahuan, atau pembenaran keyakinan. Sebagai teori kebenaran, coherentism membatasi kalimat yang benar dengan beberapa set tertentu dari kalimat. Kebenaran seseorang jika dan hanya koheren dengan semua atau sebagian keyakinan orang lainnya. Matematika sebagai ilmu mungkin bagi yang menggeluti matematika akan mengatakan benar kemudian akan dikembangkan matematika menjadi sebuah ilmu.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Coherentism adalah nama yang diberikan untuk beberapa teori-teori filsafat dalam epistemologi modern. Ada dua jenis yang berbeda dari coherentism yakni teori koherensi kebenaran dan teori koherensi pembenaran. kebenaran koheren dibagi antara pendekatan antropologis, yang hanya berlaku untuk jaringan lokal ( 'benar dalam sampel yang diberikan dari suatu populasi, mengingat pemahaman kita tentang populasi'), dan pendekatan yang dinilai atas dasar universal. Pendekatan antropologis lebih tepat untuk teori korespondensi kebenaran, sedangkan teori-teori universalnya adalah pengembangan kecil dalam filsafat analitik. Teori coherentist pembenaran, dapat ditafsirkan baik yang berkaitan dengan teori kebenaran koheren. Coherentism adalah pandangan tentang struktur dan sistem pengetahuan, atau keyakinan lain yang dibenarkan. Tesis coherentist ini biasanya diformulasikan dalam bentuk penolakan sebaliknya, seperti fondasionalisme dogmatis, yang tidak memiliki kerangka bukti-teoritis, atau teori korespondensi, yang tidak memiliki universalisme.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Coherentism merupakan teori filsafat dalam epistemologi modern. Coherentism dibedakan menjadi 2 yaitu teori koherensi kebenaran dan teori koherensi pembenaran. Sedangkan teori koherensi kebenaran dibagi menjadi dua yaitu pendekatan antropologis dan pendekatan universal yang merupakan pengembangan dari filsafat analitik. Dengan demikian Coherentism merupakan bentuk penalaran mengenai kebenaran keyakinan yang dipadukan secara koheren antara pengetahuan seseorang dan pengalaman seseorang menenai segala macam hal.

    ReplyDelete
  7. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Teori kebenaran koherensi dianut oleh kaum rasionalis. Menurut teori ini, kebenaran tidak ditemukan dalam kesesuaian antara proposisi dengan kenyataan, melainkan dalam relasi antara proposisi baru dengan proposisi yang sudah ada sebelumnya dan telah diakui kebenarannya. Suatu pengetahuan, teori, pernyataan proposisi, atau hipotesis dianggap benar kalau sejalan dengan pengetahuan, teori, proposisi, atau hipotesis lainnya. Artinya proposisi itu konsisten dengan proposisi sebelumnya yang dianggap benar. Matematika dan ilmu-ilmu pasti sangat menekankan teori kebenaran koherensi.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Coherentism adalah pandangan tentang struktur pembenaran atau pengetahuan. Tesis coherentist ini biasanya diformulasikan dalam bentuk penolakan fondasionalisme bertentangan nya. Coherentism demikian klaim, minimal, bahwa tidak semua pengetahuan dan keyakinan istirahat dibenarkan akhirnya pada dasar pengetahuan noninferential atau keyakinan dibenarkan.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Coherentism adalah aliran filsafat tentang teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsisten. Teori koherensi memandang bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu dapat diterima secara logis, teori ini juga memandang bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan yang lain sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai sesuatu yang benar. Nilai kebenaran pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah koheren atau konsisten. Benarnya aksioma itu konsisten atau koheren. Yang konsisten atau koheren tersebut merupakan matematika sebagai ilmu untuk orang dewasa. Yang konsisten atau koheren tersebut bila dinaikkan menjadi transendentalisme, dinaikkan lagi menjadi spiritual dan semakin ke atas menjadi kebenaran tunggal yaitu mono dan menjadi aliran monisme.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    COHERENTISM adalah suatu teori kebenaran. Dalam teori kebenaran, seseorang akan meyakini apa yang ia percaya. Apa yang ia percaya itu sesuai atau koheren dengan sesuatu yang konsisten dan kuat sehingga ia dapat sepenuhnya yakin. Biasanya sesuatu dianggap koheren jika ia begitu yakin dan memahami betul apa yang ia percaya tersebu

    ReplyDelete
  11. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Coherentism merupakan suatu paham kebenaran dari proposisi-proposisi yang telah ada yang telah diyakini kebenarannya dan dapat dipertanggungjawabkan isinya.

    ReplyDelete
  12. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Coherentism adalah nama yang diberikan untuk teori-teori filsafat dalam epistemologi modern. Ada dua jenis coherentism. Salah satunya adalah teori koherensi kebenaran; yang lain, teori koherensi pembenaran. Suatu hal dikatakan benar apabila pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan terdahulu yang dianggap benar. Teori kebenaran ini juga sering disebut dengan teori konsistensi. Teori ini sama dengan penarikan kesimpulan secara deduktif yakni dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus. Kebenaran matematika lebih condong kepada teori kebenaran koherensi (konsistensi). Matematika ialah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koheren. Sistem matematika disusun di atas beberapa dasar pernyataan yang dianggap benar yakni aksioma. Aksioma-aksioma tersebut kemudian diturunkan menjadi beberapa teorema. Di atas teorema maka dikembangkan kaidah-kaidah matematika yang secara keseluruhan merupakan suatu sistem yang konsisten. Plato dan Aristoteles mengembangkan teori koherensi berdasarkan pola pemikiran yang dipergunakan Euclid dalam menyusun ilmu ukurnya. Selain itu, teori koherensi juga terdapat pada penarikan kesimpulan secara logis dalam logika matematika yakni silogisme. Silogisme ditandai dengan adanya dua pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata logika berupa implikasi misal jika a maka b dan jika b maka c. Berdasarkan metode silogisme, maka dari kedua premis tersebut dapat ditarik kesimpulan yaitu jika a maka c.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    jika ditelusuri dari segi bahasa coherentism (terhitung) (filsafat) Suatu bentuk penalaran di mana kebenaran atau kepalsuan keyakinan didefinisikan oleh koherensi dengan sisa pengetahuan dan pengalaman orang percaya.
    Teori coherentist pembenaran ciri pembenaran epistemik sebagai milik keyakinan hanya jika keyakinan yang merupakan anggota dari satu set yang koheren.
    dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koherensi merupakan keyakinan yang dimiliki sesuai dengan pengalaman seseorang yang terpercaya dan dapat dibuktikan kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Coherentism adalah teori pembenaran yang epistemic. Hal ini menyiratkan bahwa untuk sebuah kebenaran harus memiliki system yang koheren dimana semua itu berawal dari keyakinan. Koherensi digunakan untuk melibatkan beberapa komponen, yaitu konsistensi logis, hubungan jelas, dan berbagai hubungan yang induktif. Selain itu tesis dari coherentist ini biasanya diformulasikan dalam bentuk penolakan sebaliknya, seperti fondasionalisme dogmatis, yang tidak memiliki kerangka bukti-teoritis, atau teori korespondensi, yang tidak memiliki universalisme.

    ReplyDelete
  15. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sebagai teori kebenaran, koherensi membatasi kalimat yang benar kepada orang-orang yang bersatu dengan beberapa rangkaian kalimat tertentu. Keyakinan seseorang adalah benar jika dan hanya jika itu koheren dengan semua atau sebagian besar keyakinannya yang lain (sebenarnya). Terminologi koherensi kemudian dikatakan berkorelasi dengan kebenaran melalui beberapa konsep tentang apa yang memenuhi semua kebenaran, seperti kemutlakan atau universalisme. Istilah selanjutnya menjadi kualifikasi dari apa yang dimaksud dengan pernyataan kebenaran, dan pernyataan kebenaran kemudian memutuskan apa yang dimaksud dengan keyakinan sejati. Biasanya, koherensi diambil untuk menyiratkan sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar konsistensi. Pernyataan yang komprehensif dan memenuhi persyaratan pisau cukur Madam biasanya lebih diutamakan.

    ReplyDelete
  16. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Orang bisa mempertahankan posisi bahwa keyakinan menurunkan justifikasi mereka dengan menginklusikan ke dalam serangkaian keyakinan yang berkoherensi satu sama lain sebagai keseluruhan. Pendukung dari pandangan semacam ini disebut kaum koherentis. Seorang pendukung koherentisme kemudian memandang justifikasi sebagai saling mendukung timbal-balik antar berbagai keyakinan, dan bukan serangkaian keyakinan yang tidak simetris satu dengan lainnya. Menurut pandangan ini, sebuah keyakinan menurunkan justifikasinya tidak mendasarkan dirinya pada satu atau lebih keyakinan, tetapi karena statusnya sebagai anggota dari serangkaian keyakinan yang semuanya cocok satu sama lain dalam cara yang benar.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Coherentism merupakan suatu paham tentang kebenaran, dimana kebenaran yang ada di dunia ini memiliki hubungan antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lainnya. Semua yang dilakukan oleh manusia itu memiliki sebab dan akibat atau hubungan antara yang diperbuat dengan yang dihasilkan. Berbuat jahat akan mendapat balasan yang tidak mengenakkan bagi manusia, dan jika berbuat baik maka kebahagiaan yang akan diperoleh manusia.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan link di atas bahwa coherentism adalah teori pembenaran epistemik. Ada dua jenis yang berbeda coherentism. Salah satu mengacu pada teori koherensi kebenaran, yang membatasi benar kalimat yang benar berpadu dengan menetapkan ditentukan beberapa kalimat. Kepercayaan seseorang benar hanya dalam kasus ini selaras dengan semua atau sebagian besar keyakinan mereka yang lain. Biasanya, koherensi diambil untuk menyiratkan sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar konsistensi. Contoh ilustrasi dari coherentism: ada sebuah proposisi A yaitu, “Dia lapar”. Maka proposisi ini akan terjutifikasi oleh proposisi B, “Dia mau makan”. Ketika proposisi B ingin dijustifikasi, maka proposisi B akan mengambil proposisi A sebagai justifikasi, yakni “Dia mau makan” karena “Dia lapar”. Dengan demikian, setiap proposisi dari ruang lingkup proposisi-proposisi terliputi dengan justifikasinya sendiri. Jadi, proposisi A meliputi pembenaran untuk proposisi B, begitu juga proposisi B untuk pembenaran proposisi A. Sehingga dapat disimpulkan bahwa A koheren dengan B, begitu juga sebaliknya

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut artikel yang saya baca, koherenisme adlaah nama yang diberikan kepada beberapa teori filosofis pada epistemologi modern. Ada dua jenis koherensi yang berbeda yaitu teori koherensi tentang kebenaran dan teori koherensi tentang pembenaran. Sebagai teori epistemologis, koherentisme menentang fondasionalisme dogmatis dan juga infinitisme melalui desakannya terhadap definisi. Dalam pengertian epistemologis, hal ini adalah teori tentang bagaimana kepercayaan dapat dibuktikan secara teoritis.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pemahaman saya tentang koherensi adalah keterpaduan. Biasanya, koherensi ini diambil untuk melibatkan tiga komponen: konsistensi logis, hubungan penjelasan, dan berbagai hubungan induktif (tidak jelas). Ada dua jenis koheren yang berbeda yaitu teori koherensi tentang kebenaran dan teori koherensi pembenaran. dua hal yang dipadukan mempunyai hubungan saling membenarkan, maka itulah yang disebut koheren

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan artikel tersebut dapat saya tarik pengertian bahwa coherenisme adalah teori pembenaran epistemis. Ini menyiratkan bahwa karena kepercayaan untuk dibenarkan itu harus termasuk dalam sistem keyakinan yang koheren. Agar sistem kepercayaan menjadi koheren, keyakinan bahwa membentuk sistem itu harus "bersatu" satu sama lain. Biasanya, koherensi ini diambil untuk melibatkan tiga komponen: konsistensi logis, hubungan penjelasan, dan berbagai hubungan induktif (tidak jelas). Rival versi coherentism menguraikan hubungan ini dengan cara yang berbeda. Mereka juga berbeda pada peran koherensi yang tepat dalam membenarkan keyakinan: dalam beberapa versi, koherensi diperlukan dan cukup untuk pembenaran, namun di pihak lain hanya diperlukan.

    ReplyDelete
  22. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Coherentism adalah nama yang diberikan untuk teori-teori filosofis tertentu dalam epistemologi modern studi pengetahuan. Ada dua jenis yang berbeda coherentism salah satunya adalah teori koherensi kebenaran, yang lain teori koherensi pembenaran. Teori coherentist pembenaran ciri pembenaran epistemik sebagai milik kepercayaan hanya jika keyakinan bahwa adalah anggota dari satu set yang koheren. Apa yang membedakan coherentism dari teori lain pembenaran adalah bahwa himpunan adalah pembawa utama pembenaran. Sebagai teori epistemologis, coherentism menentang fondasionalisme dan infinitism dan upaya untuk menawarkan solusi untuk argumen kemunduran.

    ReplyDelete
  23. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Koherentisme berasal dari kata dasar koheren yang artinya adalah beraneka ragam. Koherentisme adalah aliran filsafat yang pandangannya sejalan dengan Holisme, yaitu memandang sesuatu sebagai suatu paket atau sistem yang tidak dapat terpisah satu-persatu unsur-unsurnya. Mempercayai bahwa sesuatu berasal dari unsur-unsur yang beraneka ragam, dan untuk memahaminya haruslah memahami dalam satu paket seperti suatu sistem. Seperti halnya ilmu, ilmu pengetahuan merupakan suatu sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang berbeda, namun akan bermakna jika dipahamisecara bersama.

    ReplyDelete
  24. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    ketidaksepakatan atas teori korespondensi yang dilontarkan oleh hegel dan Kant menimbulkan sebuat teori baru yang disebut dengan teori Coherentism. Coherentism biasanya percaya dengan "konsep holism" namun demikian teori konspe holism tidak memberikan jawaban bagaimana cara menberikan justifikasi dari kepercayaan kita. berbeda dengan teori coherentism yang sesuai namanya memberikan jawaban dengan sifat koherensi.

    ReplyDelete
  25. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koherentisme berasal dari bahasa Latin yaitu cohaerere yang berarti melekat, tetep menyatu, dan bersatu. Menurut teori ini, ukuran kebenaran adalah hamorni internal proposisi-proposisi dalam suatu sistem tertentu. Suatu proposisi dikatakan benar kalau proposisi itu konsisten dengan proposisi lain yang sudah diterima atau diketahui kebenarannya. Dengan kata lain, proposisi baru dikatakan benar kalau proposisi itu dapat dimasukkan ke dalam suatu sistem tanpa mengacaukan keharmonisan internal sistem tersebut. Teori pembenaran koherentisme erat terkait dengan teori kebenaran koheren atau padangan tentang kenyataan yang disebut idealisme. Adapun, filsuf idealis pada abad ke 19 yang menganut teori pembenaran koherentisme diantaranya Hegel dan Bradley.

    ReplyDelete
  26. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Koheren itu tentang kebenaran. Koherenisme adalah pandangan tentang struktur dan sistem pengetahuan, atau keyakinan yang dibenarkan. Tesis koherentis biasanya dirumuskan dalam bentuk penyangkalan yang bertentangan, seperti foundationalism dogmatis, yang tidak memiliki kerangka teori-bukti, atau teori korespondensi, yang tidak memiliki universalisme.

    ReplyDelete
  27. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Koherensi merupakan salah satu epistemologi, yaitu salah satu cara memperoleh pengetahuan. Seperti dalam epistemologi matematika, sebagai matematikawan, sudah sepatutnya kita berpikir secar rasional, koheren, aksiomatis deduktif, dengan alur yang tersruktur sebagai anti-tesis dalam berpikir, sehingga logos yang kita peroleh. Koheren ini juga termasuk dalam salah satu teori tentang kebenaran matematika. Pengetahuan matematika dianggap benar jika pemerolehannya bersifat koheren, artinya saling berkaitan dan berhubungan antara satu konsep dengan konsep yang lain.

    ReplyDelete
  28. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Coherentism merupakan teori pembenaran epistemic yang memiliki arti bahwa untuk keyakinan dibenarkan itu harus berada dalam sistem yang koheren dari keyakinan. Agar sistem kepercayaan koheren maka keyakinan yang membentuk sistem tersebut harus "menyatu" antara satu dengan lainnya. Koherensi melibatkan tiga komponen antara lain konsistensi logis, hubungan yang jelas, dan hubungan berbagai induktif. Teori koherensi pembenaran harus dibedakan dari teori koherensi kebenaran. Pertama untuk teori bagi keyakinan atau seperangkat keyakinan yang dibenarkan, atau untuk subjek dapat dibenarkan dalam memegang keyakinan atau seperangkat keyakinan. Kedua untuk teori bagi keyakinan dengan proposisi benar. Kebenaran adalah tujuan dari keyakinan, kepalsuan adalah suatu kesalahan.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca pendapat yang ada di http://www.iep.utm.edu/coherent coherentism adalah teori pembenaran epistemik. Ini menyiratkan bahwa untuk suatu keyakinan untuk dibenarkan harus milik sistem yang koheren keyakinan. Untuk sistem kepercayaan untuk menjadi koheren, keyakinan yang membentuk sistem yang harus "bersatu" dengan satu sama lain. Biasanya, koherensi ini diambil untuk melibatkan tiga komponen: konsistensi logis, hubungan jelas, dan berbagai hubungan induktif (non-jelas). Versi saingan coherentism menguraikan hubungan ini dengan cara yang berbeda. Mereka juga berbeda pada peran yang tepat dari koherensi dalam membenarkan keyakinan: dalam beberapa versi, koherensi perlu dan cukup untuk pembenaran, tetapi di lain itu hanya diperlukan.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Coherentism adalah pandangan tentang struktur pembenaran atau pengetahuan. Tesis coherentist ini biasanya diformulasikan dalam bentuk penolakan fondasionalisme bertentangan nya. Coherentism demikian klaim, minimal, bahwa tidak semua pengetahuan dan sisanya keyakinan dibenarkan akhirnya pada dasar pengetahuan noninferential atau keyakinan dibenarkan.

    ReplyDelete
  31. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Koherenisme adalah nama yang diberikan pada beberapa teori filosofis dalam epistemologi modern. Ada dua jenis koheren yang berbeda. Salah satunya adalah teori koherensi tentang kebenaran; Yang lain, teori koherensi pembenaran. Koherenisme adalah pandangan tentang struktur dan sistem pengetahuan, atau keyakinan yang dibenarkan. Tesis koherentis biasanya dirumuskan dalam bentuk penyangkalan yang bertentangan, seperti foundationalism dogmatis, yang tidak memiliki kerangka teori bukti, atau teori korespondensi, yang tidak memiliki universalisme. Kontrafaktualisme, melalui kosa kata yang dikembangkan oleh David K. Lewis dan banyak teori dunianya. Meskipun populer di kalangan filsuf, memiliki efek untuk menciptakan ketidakpercayaan yang luas terhadap universal di antara para akademisi. Banyak kesulitan terletak di antara koherensi hipotetis dan aktualisasi efektifnya. Koherenisme mengklaim, setidak-tidaknya, bahwa tidak semua pengetahuan dan kepercayaan yang dibenarkan pada dasarnya didasarkan pada pengetahuan noninferensial ATAU kepercayaan yang dibenarkan. Untuk mempertahankan pandangan ini, mereka mungkin berpendapat bahwa konjungsi (AND) lebih spesifik, dan dengan demikian dapat dipertahankan lebih banyak, daripada disjunctions (OR).

    ReplyDelete
  32. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Coherentism merupakan nama yang diberikan untuk sebuah teori filsafat beberapa dalam epistemologi modern, studi pengetahuan. Ada dua jenis yang berbeda dari coherentism. Salah satunya adalah teori koherensi kebenaran, yang lainnya adalah teori koherensi pembenaran. Teori coherentist pembenaran ciri pembenaran epistemik sebagai milik keyakinan. Koherentisme juga merupakan istilah dalam epistimologi modern tentang teori filsafat mengenai studi pengetahuaan, yakni pandangan tentang struktur pembenaran dari pengetahuan. Suatu pernyataan dianggap benar ketika pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Koherenisme adalah teori pembenaran yang merupakan saingan dari paham fondasionalisme. Tidak seperti foundationalists, koherentis menolak gagasan bahwa keyakinan individu dibenarkan dengan disimpulkan dari keyakinan lain. Sebaliknya, menurut koherenisme, keseluruhan sistem kepercayaan dibenarkan karena koherensi mereka. Koherensi terdiri dari tiga elemen. Sebuah keyakinan ditetapkan koheren sejauh konsistensi, kohesif, dan komprehensif.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Coherentism merupakan teori kebenaran. Sebuah pernyataan dikatakan benar jika penyataan lain juga mempunyai pandangan yang sama. Kepercayaan seseorang itu benar jika dan hanya jika sebagian besar juga menganggap kepercayaan itu benar. Berbicara mengenai coherence, bahwa coherence merupakan gaya berbicara yang abstrak mengenai sesuatu hal yang mana orang-orang juga mengetahuinya, tanpa memperhatikan hal tersebut benar adanya.

    ReplyDelete
  35. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori kebenaran koherensi atau konsistensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Teori ini berpendapat bahwa kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar. Suatu proposisi benar jika proposisi itu berhubungan (koheren) dengan proposisi-proposisi lain yang benar atau
    pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Dengan demikian suatu putusan dianggap benar apabila mendapat penyaksian (pembenaran) oleh putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah diketahui,diterima dan diakui benarnya. Karena sifatnya demikian, teori ini mengenal tingkat-tingkat kebenaran. Di sini derajat koherensi merupakan ukuran bagi derajat kebenaran.

    ReplyDelete
  36. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori koherensi atau konsistensi ini berkembang pada abad ke-19 dibawah pengaruh hegel dan
    diikuti oleh pengikut madzhab idealism. Di antaranya seorang filsuf Britania F. M Bradley (1864-1924). Idealisme epistemology berpandangan bahwa obyek pengetahuan, atau kualitas yang kita serap dengan indera kita itu tidaklah berwujud terlepas dari kesadaran tentang objek tersebut. Karenanya, teori ini lebih sering disebut dengan istilah subjektivisme. Pemegang teori ini, atau kaum idealism berpegang, kebenaran itu tergantung pada orang yang menentukan sendiri kebenaran pengetahuannya tanpa memandang keadaan real peristiwa-peristiwa. Manusia adalah ukuran segala-galanya, dengan cara demikianlah interpretasi tentang kebenaran telah dirumuskan kaum idealisme.

    ReplyDelete