Jan 13, 2013

COHERENTISM





 Ass jika ingin membaca COHERENTISM, bisa konek berikut:


Wss Wr Wb

11 comments:

  1. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori kebenaran koherensi atau konsistensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Teori ini berpendapat bahwa kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar. Suatu proposisi benar jika proposisi itu berhubungan (koheren) dengan proposisi-proposisi lain yang benar atau
    pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Dengan demikian suatu putusan dianggap benar apabila mendapat penyaksian (pembenaran) oleh putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah diketahui,diterima dan diakui benarnya. Karena sifatnya demikian, teori ini mengenal tingkat-tingkat kebenaran. Di sini derajat koherensi merupakan ukuran bagi derajat kebenaran.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori koherensi atau konsistensi ini berkembang pada abad ke-19 dibawah pengaruh hegel dan
    diikuti oleh pengikut madzhab idealism. Di antaranya seorang filsuf Britania F. M Bradley (1864-1924). Idealisme epistemology berpandangan bahwa obyek pengetahuan, atau kualitas yang kita serap dengan indera kita itu tidaklah berwujud terlepas dari kesadaran tentang objek tersebut. Karenanya, teori ini lebih sering disebut dengan istilah subjektivisme. Pemegang teori ini, atau kaum idealism berpegang, kebenaran itu tergantung pada orang yang menentukan sendiri kebenaran pengetahuannya tanpa memandang keadaan real peristiwa-peristiwa. Manusia adalah ukuran segala-galanya, dengan cara demikianlah interpretasi tentang kebenaran telah dirumuskan kaum idealisme.

    ReplyDelete
  3. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Perspektif Sudarminta (Zaprulkhan, 2016:112-113), teori kebenaran koherensi berakar pada dua hal: 1) fakta bahwa matematika dan logika adalah sistem deduktif yang ciri hakikinya dalam konsistensi, dan 2) sistem metafisika rasionalistik yang sering kali mengambil inspirasi dari matematika. Karena dua akar ini, maka tidak mengherankan bahwa kaum Rasionalis dan Positivis Logis menekankan teori kebenaran koherensi. Teori kebenaran koherensi secara prinsipil berpijak pada sistem matematika dan logika formal.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami coherentism atau koherentisme merupakan suatu teori tentang pembenara secara epistimologis. Hal ini bermakna bahwa suatu keyakinan/pendapat dianggap benar apabila keyakinan atau pendapat tersebut berasal dari sistem yang koheren. Suatu sistem keyakinan akan menjadi koheren apabila keyakinan tersebut harus menyatu antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lain. Semakin kuat hubungannya maka sistem yang terbentuk juga akan semakin kuat.

    ReplyDelete
  5. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. saya harus jujur, saya butuh waktu yang panjang untuk memahami hal yang satu ini. ketimbang paham-paham yang lain yang telah saya komentari, untuk sementara inilah yang paling sulit saya pahami. Semoga secepatnya saya bisa mendapat pencerahan.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Coherentism merupakan teori tentang bagaimana kepercayaan dapat dibuktikan secara teoritis. Sehingga di dalam kita mengkaji suatu teori kita harus benar-benar secara mendalam untuk mempelajari baik dari asal-usulnya maupun terhadap perkembangan dari teori tersebut. Dengan melakukan hal tersebut kita dapat melakukan uji coba terhadap teori yang bersangkutan agar diperoleh sebuah pembuktian yang bersifat teoritis.

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177709251005

    Assalamualaikum prof,
    Koherentisme merupakan teori pembenaran epistemik. Koherentisme menyatakan bahwa semua kepercayaan mempunyai kedudukan epistemik yang sama sehingga tidak perlu ada pembedaan antar kepercayaan dasar dan kepercayaan simpulan. Suatu kepercayaan sudah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya kalau kepercayaan itu koheren atau konsisten dengan keseluruhan system kepercayaan yang selama ini diterima kebenarannya. Koherentisme meliputi koherentisme garis keras dan koherentisme moderat. Koherentisme garis keras mengatakan bahwa suatu system jaringan disebut koheren, tidak hanya jika komponen kepercayaan yang membentuknya konsisten satu sama lain, tetapi juga jika secara logis saling mengimplikasikan. Sedangkan koherentisme moderat berpandangan bahwa suatu system jaringan kepercayaan disebut koheren apabila komponen kepercayaan yang membentuk system jaringan kepercayaan itu lebih dari sekedar konsisten satu sama lain, namun tidak perlu harus sampai secara logis saling mengimplikasikan.

    ReplyDelete
  8. Gina Sasmita Pratma
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Coherentism merupakan suatu bentuk penalaran di mana kebenaran atau kepalsuan keyakinan didefinisikan oleh koherensi dengan pengetahuan dan pengalaman yang dipercaya (yang ada) sebelumnya. Dengan demikian, coherentism akan menemukan suatu kebenaran atau kepalsuan dengan cara menganalisis apakah terdapat koherensi antara sesuatu yang akan diketahui kebenaran atau kepalsuannya tersebut dengan pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya (melakukan kajian). Akan tetapi sebenarnya, kebenaran menurut pandangan manusia itu relatif, hanya kebenaran dari Allah lah yang absolute.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang diberikan di atas. Kali ini, merupakan ilmu yang baru bagi saya. Koherentisme adalah bentuk penalaran dimana keyakinan dan kebenaran didefinikan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dipercaya yang terjadi sebelumnya. Koherentisme berpandangan bahwa semua kepercayaan mempunyai kedudukan epistemik yang sama sehingga tidak perlu ada perdebatan dan perbedaan antar kepercayaan baik secara dasar maupun simpulan. Suatu kepercayaan sudah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya kalau kepercayaan itu koheren atau konsisten dengan keseluruhan sistem kepercayaan yang selama ini diterima kebenarannya. Sebenarnya saya belum terlalu yakin apakah saya sudah paham dengan materi ini atau belum. Semoga dapat dijelaskan lebih lanjut oleh bapak pada perkuliahan di kelas. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  11. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillah..
    Koheren sering diartikan sebagai hubungan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Sesuatu disebut koheren dengan sesuatu yang lain apabila hal tersebut saling berkaitan dan konsisten satu sama lain. Yang dapat saya pahami dari konsep ini adalah bahwa ilmu yang ada pada seseorang saling berkaitan satu sama lain dari masa lalu ke masa sekarang. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menerima suatu pengetahuan baru, terkadang seseorang bias terhadap pengetahuan yang telah dia dapatkan sebelumnya. Dia akan meng-crosscheck kebenaran pengetahuan baru tersebut dan menolak semua pengetahuan baru yang tidak koheren dan konsisten dengan pengetahuan yang ia peroleh sebelumnya. Secara spiritualitas, hal ini mungkin bisa disebut baik karena dengan demikian kepercayaannya terhadap Tuhan tidak bisa diganggu gugat, akan tetapi sebaiknya dalam hal lain seseorang tidak terlalu 'saklek'terhadap pengetahuan-pengetahuan yang ia peroleh sebelumnya karena bisa jadi pengetahuan yang lampau tersebut mempunyai titik kelemahan yang bisa diperbaiki dengan adanya pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete