Sep 20, 2013

Elegi Wancara dengan Dr Marsigit, MA bidang Pendidikan




by Marsigit 

EDUCATION

What subjects do you teach? What types of students do you have?
Mathematics Education
Philosophy of Mathematics Education

Epistemology
Psychology of mathematics education
Research on mathematics education
English for mathematics education
Method of teaching learning of mathematics
Philosophy
Microteaching
Lesson Study
Educational Management
Curriculum Development
Peer Teaching
International Perspective of Education
Ideology of Education
Can you provide a link to a site where we can see something about what you do or the center where you work?
http://staff.uny.ac.id
How have your past experiences prepared you for teaching? How did you become interested in education?
I develop the schema before teaching.
I perceive education is belong to students
Who was your most influential teacher and why?
My influential figure is Paul Ernest, Jaworsky, Ebbutt and Straker, Piaget, Immanuel Kant
What is your educational philosophy?
My educational philosophy is progressive, democratic, student centred, constructivist, facilitating, education for all, liberating, collaboration, sharing, education as a need, development, ...
What is the most challenging aspect of teaching for you?
The challenging aspect of education is how to improve individual human resources and its society
What kind of relationship do you have with your students?
I try to FACILITATE their learning. Students are adults and active learners. They should take their responsibility in their learning. They are the counterpart of their teachers. The teacher should promote communication in an unlimited time and space.
What is the secret to instilling interest in knowledge?
The secret is not instilling but constructing
What is your philosophy on homework and grading?
Homework is just for preaparation/apperception for next activity
There is no the best grading.
Is it possible to teach creativity? how?
Creativity can not be teach, but it need to be facilitated and encouraged. Creativity is something life. So the nature of students is their creativity. Creativity will come out from mutual synergistic interaction among students, teachers, environment and its society in the context of space and time.
How do you establish authority? What do you do when a discipline problem arises?
It is very bad if the teacher think authority first. It should be the last. It is better if the authority is the results of a process. So the teacher will get his authority in nature.
How do you individualize your teaching? How do you handle the different ability levels of students in classes?
We need various method, resources and schema in order to facilitate differences and individual. Teacher should facilitate individual students to learn. There are various schema: schema of teaching, schema of interaction, and schema of achieving students' competencies. Method of teaching should flexible and dynamic.
What cooperative learning means to you. How have you used it?
I prefer cooperative approach than competitive one. Cooperation starts from the opens of mind, ability to hear, wishes to receive, good perception, positive thinking, ability to response, ability to deliver question, wishes to share, develop similar goal, develop similar method and scheme, provide space and time.
What do you expect from your supervisor? What qualities would you like to have in your principal?
Principal should understand philosophy to get clear picture of education; and should have concrete action to get meaningful educational practices.
What issues in education are of greatest concern to you?
My biggest issues of education is how to liberate education and education as a need. The key words of education issues are critical thinking, communication and universal.
Would it be a good thing if teachers had economic incentives based on student performance?
No, it is not good. Teachers' incentives should not directly based on students performance. Because education is for a longer term program
Besides more financial resources, what do today's schools lack?
Schools lack of vision and capacity and lack of collaborations
What are some ways you have incorporated technology into the classroom.
Technology should be perceived as a tool for communicating and promote interaction among the students and teachers.
In light of new technologies, do we need to reinvent the school, its methods and objectives?
To some extent, technology is teachers' creativity
If you could create the ideal school, what would it be like?
The ideal school should be a laboratory for students' development
What do you think schools will be like in 20 years?
In 20 years to come, the schools will influenced by mix factors e.g. local, national, international, etc
What are your professional goals? Where do you want to be in five years?
My professional goal is HRD. In 5 years to come I want to contribute/share my capacity systemically, rather than individual or a small group.
What qualities would you need to see in someone before advising him/her to go into teaching?
The teacher should make sure that education is the process of translating and to be translated.

Update, 2012
Yogyakarta

72 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Setelah membaca elegi wawancara dengan Profesor di bidang pendidikan, saya dapat menyimpulkan bahwa dalam pendidikan, sosok guru bukanlah hanya sekedar menyampaikan ilmu yang dimilkinya kepada para siswa, namun guru harus bisa mengetahui karakteristik siswanya, guru harus mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa, dan membuat siswa lebih kreatif dalam pembelajaran. Tetapi, itu semua akan susah tercapai jika fasilitas terbatas, kemudian karakteristik setiap siswa itu berbeda, jadi guru akan kesulitan dalam menyampaikan ilmunya, jika guru tidak bisa memahami bagaimana karakteristik siswanya. Dan jika fasilitas sudah ada, guru harus bisa memaksimalkan fasilitas tersebut, hingga tujuan pembelajaran tercapai.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mendapatkan bahwa ternyata wawancara juga bisa dilakukan oleh mesin. Jika tidak ada manusia yang membaca jawaban pak Marsigit atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, pak Marsigit seperti merefleksikan diri sendiri. Namun yang menarik adalah, ternyata dalam merefleksikan diri sendiri, kita bisa mengenali hakikat diri sendiri juga menjelaskan hakikat konsep-konsep yang berhubungan dengan atribut diri. Seperti dalam dialog wawancara ini, pak Marsigit menjelaskan tentang bagaimana mengajarkan kreativitas, apa itu kooperatif learning, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  3. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak, artikel tersebut sangat bermanfaat bagi saya dan menambah pengetahuan saya. Antara lain bahwa sejatinya hubungan guru dengan siswa adalah guru memfasilitasi kebutuhan siswa. Siswa adalah pembelajar yang aktif.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Banyak yang berkata bahwa guru adalah pekerjaan yang mulia, menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Guru bertanggung jawab pada perkembangan siswa , karena waktu yang siswa gunakan disekolah lebih banyak daripada dirumah.

    ReplyDelete
  5. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam bacaan tersebut dituliskan bahwa "we should take our responsibility in our learning". Kita sebagai mahasiswa yang secara alami sudah dapat berpikir dewasa seharusnya sadar bahwa belajar merupakan tanggung jawab kita sendiri. Belajar merupakan kewajiban dan kebutuhan, jadi kita tidak harus menunggu perintah dari dosen hanya untuk belajar.

    ReplyDelete
  6. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan adalah milik siswa, tugas dan peran guru bukanlah mentransfer ilmunya kepada siswa tetapi bagaimana ia mampu memfasilitasi siswa untuk mencapai prestasi optimalnya. Untuk mencapai itu tidak bisa dilakukan dengan usaha yang biasa-biasa saja. Guru harus terus belajar agar menjadi pendidik yang inovatif dan fasilitator terbaik untuk siswa.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. menarik sekali membaca elegi wawancara Prof. Marsigit. Dari wawancara tersebut saya memperoleh beberapa ilmu baru. Pendidika di Indonesia harus mulai maju ke arah pendidikan yang inovatif. Hal ini agar Indonesia mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

    ReplyDelete
  8. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi wawancara dengan Prof Dr Marsigit diatas salah satu hal yang menurut saya menarik adalah bahwa hubungan antara pendidik dan peserta didik adalah pendidik sebagai fasilitator dalam suatu kegiatan pembelajaran. Peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut untuk membangun pengetahuan peserta didik secara mandiri.

    ReplyDelete
  9. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi diatas juga menjelaskan bahwa kreativitas tidak dapat diajarkan. Kreativitas adalah sesuatu yang hidup. Kreativitas bisa muncul dari hubungan yang bersinergi antara siswa, guru, lingkungan dan kegiatan sosial dalam konteks ruang dan waktu. Guru bertugas untuk memfasilitasi kreativitas yang muncul dari siswa.

    ReplyDelete
  10. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dijelaskan bahwa dalam pembelajaran dikenalkan skema pembelajaran, pembelajaran dengan pengenalan peta konsep sangat baik bagi siswa, karena dengan peta konsep siswa mengetahui ruang lingkup pembelajaran yang dilakukan, dan melatih kreatifitas dan daya ingat siswa sehingga pengetahuan yang didapat akan tersimpan pada long term memory siswa karena kemampuan visual sangat berguna dalam memahami maupun mengingat materi.

    ReplyDelete
  11. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menarik bahwa "Creativity can not be teach, but it need to be facilitated and encouraged.". saya setuju, artinya peran guru sebagai fasilitator memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya dalam memahami materi yang dipelajari, maka dari itu pembuatan perangkat pembelajaran LKS sangat berpengrauh terhadap kegiatan mengkonstruk pengetahuan siswa. kegiatan belajar menjadi student-centered.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pada dasarnya proses pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi oleh semua komponen yang terlibat dalam pembelajaran di kelas, baik antara guru dengan siswa, maupun antara sesama siswa itu sendiri. Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mencapai tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru melaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.

    ReplyDelete
  13. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Elegi wawancara dengan Bapak, saya sepakat bahwa kreatifitas itu bukan diciptakan oleh guru. Tetapi memberikan trik trik yang membuat siswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya. Karena sejati guru itu adalah fasilitator tetapi tetap mengawasi.

    ReplyDelete
  14. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran di kelas sebaiknya menyenangkan bagi siswa karena di mana awal sebagian besar kebutuhan mereka akan terpenuhi . Tapi fakta bahwa ada benar-benar menjadi sekolah yang membosankan bagi sebagian siswa. Hal itu berkaitan dengan adanya sesuatu yang salah dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Guru harus menggunakan pembelajaran inovatif agar bisa membuat siswa mencintai matematika.

    ReplyDelete
  15. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajran di kelas harus berorientasi pada kebutuhan siswa . Inilah konsep daru kurikulum 2013. Peran guru sebagai fasilitator harus mampu memfasilitasi kebutuhan belajar siswa . Guru yang sebenarnya adalah guru yang mampu memfasilitasi kebutuhan belajar siswa.

    ReplyDelete
  16. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Guru hendaklah berusaha memberikan hal-hal terbaik bagi siswanya. Menjadikan siswa sebagai partner guru. Sehingga bisa membuat siswa menyadari betapa berharganya proses belajar itu. Serta pentingngya menjaga komunikasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dalam bidang pendidikan. Komunikasi yang baik akan menjadikan semua elemen merasa nyaman

    ReplyDelete
  17. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Setelah membaca elegi diatas saya menjadi termotivasi. Bahwasannya pendidikan tidak hanya sekedar transfer pengetahuan dari seorang guru kepada siswanya. Pendidikan perlu dipahami maknanya secara menyeluruh. Seorang pendidik perlu memiliki ideologi jelas yang menjadi visinya, memandang siswa sebagai subyek belajar yang difasilitasinya, kreativitas tidak diajarkan namun difasilitasi kemunculannya. Yang tidak kalah pentingnya, guru harus memastikan bahwa pendidikan adalah proses menerjemahkan dan diterjemahkan. Dipandang sebuah proses, maka guru selalu dinamis untuk meningkatkan kapasitas dirinya agar visi besar pendidikan dapat dicapai.

    ReplyDelete
  18. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru adalah salah satu contoh teladan bagi siswa selain sebagai fasilitator dan motivator. Oleh karena itu hendaknya guru memiliki pengetahuan yang lebih banyak dan lebih luas bila dibandingkan dengan siswa. Guru harus mempunyai berbagai variasi metode pembelajaran agar pembelajaran yang berlangsung di kelas inovatif, kreatif, interaktif dan semakin menambah tingkat keaktifan siswa serta motivasi siswa dalam mempelajari topik yang dibahas dikelas. Guru harus dapat membantu siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, agar pengetahuan yang didapatkan siswa tidak berakhir sia-sia dan terus melekat dalam pikiran siswa. Guru juga harus memfasilitasi semua siswa dengan kemampuan, karakteristik, minat dan bakat siswa yang beranekaragam. Oleh karena itulah guru sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  19. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    guru merupakan fasilitator bagi siswa. guru harus mampu untuk memfasilitasi siswa untuk berpikir dan bertindak kreatif. tugas seorang guru adalah untuk membantu siswa mengonstruk pengetahuan siswa, bukan untuk menanam pengetahuan pada siswa.

    ReplyDelete
  20. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya menemukan suatu hal yang menarik, ya itu "I perceive education is belong to students", hal ini menurut saya mengutamakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, selama ini saya masih kesulitan dalam mengimplementasikanpembelajaran yang berpusat pada siswa. Saya termotivasi untuk terus belajar setelah membaca postingan ini, terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Thanks a lot, Mr. Marsigit

    In the science philosophy class, it is true that I feel that I have the opportunity and the push to think deeper or rather philosophize. Hopefully I can take advantage of this opportunity and motivation, and hopefully I will not get caught up in the philosophy trap that already mentioned in another elegy.

    ReplyDelete
  22. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Thank you so much for sharing this sir. As you said above, 'The challenging aspect of education is how to improve individual human resources and its society' The real purpose of education indeed is how to achieve humanity by human themselves. We do not expect students to only master at their subject but also how contribute to their society at its finest.

    ReplyDelete
  23. Junianto
    17709251065
    PM C

    Elegi inimenggambarkan tentang bagaimana menjadi seorang pendidik. Paradigma yang ada dilingkungan kita saat ini ada guru sebagai pengajar dan satu-satunya sumber ilmu. Paradigma yang seperti ini seharusnya sudah mulai kita minimalisir, karena pada hakikatnya guru adalah seorang fasilitator. Paradigma ini menjelaskan bahwa siswa adalah subjek belajar dan guru sebagai fasilitator yang membersamai siswa dalam mencapai hal tersebut. Guru juga bukan satu-satunya sumber belajar karena siswa mampu untuk menemukan konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Saya tertarik untuk menanggapi jawaban pertanyaan tentang apa yang diharapkan dari pengawas dan kualitas dari principal. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tentu diperlukan orang-orang yang mengerti filsafat pendidikan. Terutama bagi orang-orang yang memiliki wewenang di dalam membuat kebijakan pendidikan dan mengawasi pendidikan. Seperti halnya ketika proses penyusunan kurikulum pendidikan matematika, harus melibatkan orang-orang yang benar-benar memahami pendidikan dan yang tidak kalah pentingnya ialah mengerti praktiknya di lapangan.

    ReplyDelete
  25. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang ada di kehidupan haruslah berkesinambungan dan harus stabil. Pendidikan yang dilakukan terus menerus akan menjadi semakin mudah dilakukan karena akan terus berkembang dan masalah-masalah yang sering timbul akan semakin mudah diselesaikan. Dengan demikian pendidikan yang ada akan menjadi jaminan bagi generasi-generasi berikutnya. Pendidikan matematika yang menjadi fokus saya juga harus mendapatkan perhatian menurut saya. Pendidikan matematika di Indonesia harus membedakan antara pendidikan mateamtika untuk dewasa atau untuk anak-anak. Harus mengajarkan materi dari yang konkret ke yang abstrak dan mempermudah siswa memperoleh prestasi tertinggi di dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  26. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Education in one place that many people will stay there. Although it is formal or unformal. Education alway be needed by all people. If someone say that he/she doesn’t need an education, i personally not in one way with him/her. We life in many environments. So, education is the way how people can adapt their self with new environments. Anything we do is some education. So the meaning of education is very very large. We cannot define education is something that be done in some formal place or time. Because like what i say before, everytime we do some education doing. But we never feel it. We only focus on what we do without any thinking what we do is some education. Good education will creat a good people, and also a worse education wil creat a bad people. Something taht educate us is our experiences. If we cannot devide all our experiences that can be done or not, we will be a worse man that only can do what we do, without any thninking.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  27. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dari isi wawancara tersebut, saya tertarik dengan jawaban-jawaban yang diuraikan. Guru merupakan fasilitator pendidikan bagi siswa. jadi pendidikan itu adalah milik siswa. guru hanya membantu serta memperbaiki sistem pendidikan yang sudah diterapkan. Sehingga sumber daya manusia yang sudah ada dapat terbentuk dengan apiknya. Menurut saya bukan hanya guru yang harus bertanggung jawab atas dunia pendidikan, tetapi siswa pun begitu. Secara sadar, aktif, dan konsisten harus ditanamkan dalam diri mereka untuk dapat menimba ilmu dengan ikhlas dan tujuan yang sudah pasti. Seperti semoboyan Ki Hajar Dewantara, guru itu sebagai panutan, memberi semangat, dan mendorong siswa dalam menimba ilmu. Menjadi guru itu suatu hal yang mulia. Karena mereka harus mengahadapi siswa dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Bukan ilmu sepele yang dimiliki guru, tetapi harus memiliki kompetensi dan pengetahuan untuk mengahadapi berbagai latar belakang itu.

    ReplyDelete
  28. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap pembelajaran yang Bapak lakukan memanglah sangat menerapkan pembelajaran yang demokratis, dimana mahasiswa sangat dapat menyampaikan pertanyaan, ide, gagasan. Dalam pembelajaran demokratis yang diterapkan menekankan pada komunikasi dua arah antara dosen dengan mahasiswa. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan cara memfasilitasi proses belajar dan kreativitas mahasiswa yang diwujudkan melalui membaca dan menuangkan pikiran dalam sebuah tulisan.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih pak atas postingannya, wawancara yang menarik untuk disimak. Saya tertarik dengan pendapat Prof. yang mengatakan "The key words of education issues are critical thinking, communication and universal." karena dengan ketiga isu itulah kita bisa mendapatkan pendidikan atau ilmu pengetahuan. Isu-isu tersebut membuat pendidikan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman atau bahkan Isu-isu tersebut yang membentuk perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  30. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sangat kagum dengan jawaban-jawaban yang Bapak berikan. Setelah menyimak dialog dan membacanya dengan penuh perhatian saya merasakan efek yang positif dalam diri saya. Saya menjadi sadar bahwa pendidikan itu identik dengan proses jangka panjang dan bersifat dinamis baik itu untuk para pendidik maupun peserta didik. Saya menjadi termotivasi untuk membangun diri saya menjadi peserta didik yang dapat mengkolaborasikan antara pemikiran, pengalaman, teknologi dan kemampuan sosial. Terima kasih Pak untuk pengalaman yang sudah diberikan. Wawancara di atas menurut saya sangat menginspirasi. Satu hal yang mampu menggugah hati saya adalah filosofi pendidikan yang Bapak miliki. Semoga perlahan saya dapat merasakan filosofi pendidikan tersebut. Nilai-nilai yang sangat humanis. Memfasilitasi dalam belajar adalah hal yang dapat memberikan ruang bagi saya. Semoga Bapak dapat terus berkontribusi dalam pendidikan di negeri ini.

    ReplyDelete
  31. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Suasana pembelajaran yang diharapkan siswa adalah suasana pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan sesuai dengan kebutuhan guru. Untuk itu proses pembelajaran seharusnya berorientasi pada siswa, sedangkan peran guru hanyalah sebagai fasilitator. Memfasilitasi kebutuhan siswa selama proses pembelajaran, tetapi dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing siswa juga. Tetapi pada realitasnya masih banyak sekolah-sekolah yang hanya membuat siswa-siswanya bosan untuk belajar, tentu saja hal tersebut berkaitan dengan adanya sesuatu yang tidak tepat dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sangat menarik membaca pertanyaan dan jawaban yang tertulis dalam skrip wawancara di atas. Salah satu pertanyaan dan jawaban yang menarik untuk ditanggapi adalah pertanyaan What kind of relationship do you have with your students? Mengajar di perguruan tinggi berarti seorang dosen harus menyadari bahwa yang diajar sudah memasuki usia dewasa. Perkembangan berpikir orang dewasa sudah pasti berbeda dengan anak-anak. Sebagai fasilitator, seorang dosen berusaha menyediakan fasilitas belajar yang tidak terbatas sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di kelas. Terbukti pada saat belajar mata kuliah Filsafat Ilmu, blog dan makalah-makalah yang disediakan Pak Marsigit adalah bentuk dari fasilitasi dari seorang dosen. Di kelas, Pak Marsigit membuka kesempatan untuk bertanya. Ini adlaah bentuk fasilitasi lain yang disediakan oleh Pak Marsigit sebagai dosen.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pemberian tugas rumah sebagai suatu bentuk evaluasi siswa atas pemahaman materi di kelas dan sebagai pemberian tanggung jawab kepada siswa. Kemudian berdasarkan bacaan di atas, pemberian tugas adalah sebagai langkah apersepsi dan persiapan bagi siswa untuk pembelajaran berikutnya. Dengan harapan apabila siswa sudah memiliki apersepsi yang baik maka akan lebih mudah untuk mempelajari materi yang berikutnya.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Permasalahan atau gap yang timbul pada pendidikan di sekolah pada saat ini adalah kelas yang terlalu besar padahal idealnya pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila kelasnya tidak terlalu besar dalam hal ini siswa tidak terlalu banyak, dan juga jumlah laboratorium di sekolah-sekolah banyak yang masih kurang memadai, baik dari segi fasilitas dan dari segi rasio antara jumlah lab dengan rombel.

    ReplyDelete
  35. Riandika Ratnsari
    17709251043
    PPs PM B

    Di lingkungan sekolah guru sebagai orang tua bagi siswa. Tugas guru ada membuat siswa yang awalnya tidak bisa menjadi bisa. Guru bertugas untuk mentransfer suatu ilmu kepada siswa. Selain itu, seorang guru juga harus membentuk karakter siswa. Di dalam proses pembelajaran guru memiliki banyak peranan, salah satunya sebagai fasilitator. Guru harus bisa membentuk konsep dalam benak siswa dengan cara mengajak siswa berfikir kritis. Siswa diminta untuk memikirkan pemecahan suatu masalah menurut pemikiran mereka sehingga mereka memiliki ide yang berbeda antara satu dengan yang lain dalam memecahkan masalah. Selanjutnya, tugas guru memberikan penegasan/penguatan materi, dengan cara seperti itu, siswa akan lebih mudah di dalam memahami materi.

    ReplyDelete
  36. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Guru selain mengajar di kelas juga harus bisa memfasilitasi siswa supaya berpikir kreatif dan berwawasan luas. Salah satu caranya adalah dengan memberikan link terkait materi pembelajaran maupun yang terkait dengan pembelajaran tersebut. Sehingga siswa dapat belajar diluar kelas, dimanapun dan kapanpun. Saya stuju dengan pendapat prof bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan tuntutan perkembangan jaman dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa. Sesuai perkembangan jaman supaya mudah terserap di dunia kerja, sesuai kebutuhan siswa supaya siswa belajar dengan senang dan bermakna.



    G

    ReplyDelete
  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dari postingan ini saya mendapati bahwa guru sebagai fasilitator untuk mendorong siswa menemukan kreativitasnsya.Siswa lebih berperan aktif dibandingkan guru.Sistem pembelajaran adalah sebuah proses panjang.Penekanannya bukan pada penilaian tapi lebih kepada proses.Dari interaksi atau proses belajar mengajar di dalam kelas guru dapat mengamati hal-hal apa saja yang menjadi masalah ketika proses pembelajaran berlangsung.Dari maslah tersebut guru dapat menemukan terobosan baru untuk mengembang teori atau metode di dalam mengajar.

    ReplyDelete
  38. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    What qualities would you need to see in someone before advising him/her to go into teaching?
    The teacher should make sure that education is the process of translating and to be translated.
    Cuplikan wawancara tersebut menunjukkan bahwa pendidikan adalah proses menerjemahkan dan untuk diterjemahkan. Hal ini mejadi titik poin penting bagi seluruh stackholder dunia pendidikan. Guru bukan lagi sebagai sumber informasi utama dalam pendidikan. Siswa bukan hanya menerima lagi, tetapi juga mencari dan menemukan sendiri. Guru hanya sebagai fasilitator sedangkan siswa berhak berkreativitas dengan pengetahuannya dalam melakukan proses belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  39. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Postingan ini memeberikan gambaran kepada saya apa yang sebagiknya dipersiapka sebelum mengajar,saat mengajar, dan setelah mengajar seperti mengevaluasi pembelajaran. Hal ini akan semakin memberikan gambaran saat mengajar tersebut. Saya juga akan mencoba menjawab pertanyaan “How have your past experiences prepared you for teaching?” . Jawaban saya adalah saat saat awal-awal saya mengajar saya benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari LKS, RPP, modul, dll. Namun saat sekarang sudah mengajar apalagi berbeda kelas saya merasa kesulitan untuk membagi waktu dalam mempersiapkan mengajar minimal saya mempersiapkan 1 haru sebelum pembelajaran. Oleh karena itu apakah terdapat tips-tips bagaimana menghadapi masalah saya ini? Terima kasih

    ReplyDelete
  40. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya mendapatkan poin penting bahwa pendididikan itu harusnya bersifat demokratis, berpusat pada siswa, membangun pengetahuan siswa dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Sehingga dalam pembelajaran guru sebaiknya bertindak sebagai fasilitator dan motivator,bukan bertindak hanya sebagai pemberi atau pentransfer ilmu. Sehingga dalam pembelajaran siswa dapat dibimbing untuk dapat membangun pengetahuannya melalui pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Selain itu, dalam pembelajran guru sebaiknya dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada, sehingga pembelajaran dapat dinimati oleh semua siswa yang pada umumnya memiliki karakteristik yang berbeda. Terimakasih

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Sebelum kita mengajarkan suatu ilmu, kita harus membangun suatu skema terlebih dahulu, karena skema itu penting. Skema dibentuk untuk menjadi dasar agar sesuatu itu mudah untuk dipelajari. Dengan skema, kita akan bisa mengetahui apa hubungan pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lainnya. Oleh karena itu, dalam mengajarkan suatu ilmu, kita juga harus menjelaskan ke orang lain mengenai bagaimana hubungan antar pengetahuan itu, agar dapat diterima dengan baik oleh siswa.

    ReplyDelete
  42. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Thanks Prof for this post. Actually, I am amazed with your answers to the these questions. You always have a different view from others and I think that is good. I am interested in your statement that you prefer a cooperative rather than a competitive approach. Whereas that I know, the vision of a school is to make the school has competitive climate. Is this a mistake or misinterpretation? Maybe we need further evaluation.

    ReplyDelete
  43. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setelah membaca wawancara di atas, saya dapat mengambil kesimpulan yaitu guru hendaknya dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. Hal ini agar siswa dapat aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan guru juga harus bervariasi, tidak hanya ekspositori dan ceramah saja.

    ReplyDelete
  44. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Membaca elegi seakan dapat bekal dalam mengajar. Bahwa sesungguhnya guru adalah fasilitator dalam pembelajaran. Guru harus merancang pembelajaran yang progresif, demokratis, dan mendukung pembangunan pengetahuan oleh siswa. Siswa perlu diberi pengalaman-pengalaman dalam belajar karena di samping membuat pembelajaran itu bermakna , hal ini juga mengembangkan kreativitas siswa. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila melalui pembelajaran siswa mengalami keterbukaan pikiran dan pengembangan kreativitas. Maka untuk mencapai itu, guru harus melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode dengan mempertimbangkan perbedaan karakter dan cara pikir siswa.

    ReplyDelete
  45. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari wawancara di atas, terlihat bahwa Prof. dan pemikiran-pemikirannya sungguh sangat visioner. Perihal ucapan Prof. tentang "Creativity can not be teach, but it need to be facilitated and encouraged", saya rasa sebagai pendidik, guru memiliki peran besar disini. Kreativitas merupakan salah satu bentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi yang akan sangat berguna apabila dimiliki oleh siswa. Karena itu, sudah sewajarnya guru-guru menyiapkan dan menyajikan pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kreatif siswa.

    ReplyDelete
  46. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Benar bahwa guru harus dapat memfasilitasi pembelajaran siswa namun siswa juga harus dilatih untuk memiliki tanggung jawab atas diri mereka sendiri dan apa yang mereka lakukan baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu guru juga harus dapat mengembangkan komunikasi yang baik antara dirinya dan siswanya, jika diperkenankan menambahkan maka guru dapat lebih mendekati siswa sehingga image guru tidak seram bagi siswa, dengan tanpa meninggalkan kewibawaan seorang guru. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  47. Menukil pendapat Prof. Marsigit bahwa pendidikan ialah proses terjemah dan diterjemahkan. Proses ini tidak hany terjadi satu arah, melainkan selain sari guru ke siswa juga dari siswa ke guru. Dalam interaksi yang terjadi di kelas, guru menerjemahkan bahasa matematika yang ada ke dalam bahasa anak-anak (siswa), kemudian siswa menerjemahkan kembali penjelasan atau instruksi atau suasana pembelajaran ke dalam bahas yang mudah dimengerti baginya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  48. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi wawancara ini saya dapatkan hubungan erat antara proses pembelajaran dengan hasil pembelajaran di masyarakat. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk memiliki tanggungjawab sebagai seorang pembelajar. Seorang pembelajar akan aktif belajar dan bertanya, guru atau dosen sebagai fasilitator untuk menguji hipotesis-hipetesis yang kita dapatkan dari hasil belajar. Benar belajar adalah proses terjemah dan menerjemahkan.

    ReplyDelete
  49. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari dialog di atas terdapat berbagai macam pandangan Pak Marsigit terkait dengan dunia pendidikan. Semuanya dapat menjadi masukan saya dalam memikirkan, merencanakan, dan menjalankan kegiatan pembelajaran baik sebagai pelajar maupun pendidik. Salah satu hal yang menarik bagi saya ialah bahwa Pak Marsigit mencoba memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan belajarnya. Salah satu fasilitas yang saya rasakan iala bacaan di blog ini. Menurut saya fasilitas ini sangat baik karena sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa.

    Sesuai dengan karakteristik mahasiswa karena pembelajaran melaui membaca dank omen blog ini dilaukan oleh mahasiswa yang notabene suda memiliki kemandirian belajar. Sehingga penilaian berdasarkan seberapa besar tanggung jawab mahasiswa terhadap tugas dan kegiatan pembelajarannya. Sesuai dengan kebutuhan mahasiswa karena fasilitas berupa bacaan di blog ini berbasis online. Sehingga dapat diakses kapan dan dimanapun oleh mahasiswa. Sehingga dalam membaca bisa lebih fleksibel.

    ReplyDelete
  50. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    I am very grateful to have the opportunity to read this elegi and become one of the prof students. Marsigit. I am always amazed by the statement and the way of teaching father and father's thoughts, how to realize the goal and the noble ideals to educate and educate the life of the nation, where should a teacher should assume that education belongs to students. thus education will be more democratic, not authoritarian, learning will be more conceptual collaboration, sharing, because education is the need for all to develop science and quality self. Teachers should be able to play a role to improve human resources and surrounding areas, so he will be more responsible with the growth and development of students through learning that is building. All of them become input and motivation for me in thinking, planning, and running learning activities properly and correctly. Thanks Prof.

    ReplyDelete
  51. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan, yang sangat bermanfaat untuk kita sebagai calon guru dan guru. Secara garis besar pembelajaran pada umumnya menurut Beliau Bapak Marsigit yaitu pembelajaran yang filsafatnya berasal dari Paul Ernest, Jaworsky, Ebbutt and Straker, Piaget, Immanuel Kant. Pembelajaran yang mengutamakan demokrasi, berpusat pada siswa karena memang siswa adalah sebagai subjeknya bukan objeknya, yang kontruktifistik dimana memang pembelajaran yang seperti ini lebih bermakna. Sehingga peran guru di sini yaitu sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  52. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel wawancara diatas diperoleh bahwa dengan memfasilitasi pembelajaran merupakan salah satu hubungan yang perlu dikembangkan antara guru dan siswa. Hal ini dikarenakan siswa adalah orang dewasa dan pelajar yang aktif, sehingga mereka lah yang bertanggung jawab dengan pmebelajaran mereka sendiri. Dalam hal ini siswa dijadikan sebagai rekan guru.

    ReplyDelete
  53. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Membaca transkrip hasil wawancara ini menambah wawasan saya mengenai bagaimana pendidikan seharusnya. Saya setuju dan tertarik dengan jawaban Pak Marsigit yang mengatakan bahwa dalam pbm mtk itu kita memerlukan variasi baik itu metode, sumber, skema untuk memfasilitasi siswa dengan perbedaan karakteristik itu mampu belajar, sehingga metode pbm itu harus fleksibel dan dinamik. Karakteristik setiap siswa dalam kelas berbeda-beda dan hal itu tidak dapat diabaikan oleh guru, guru tidak bisa hanya merancang pembelajaran yang hanya mendukung si quick learner saja tanpa juga memerhatikan si slow learner. Si quick learner dapat belajar tanpa harus menunggu si slow learner dan si slow learner dapat belajar dengan sendiri. Oleh karena itu dalam pbm mtk guru dapat menggunakan beragam perangkat pembelajaran sesuai dengan kemampuan anak masing-masing. Sekian dan Terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  54. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Bagi saya wawancara diatas sangat menginspirasi. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bisa bergabung di mata kuliah filsafat ilmu bersama Prof. Marsigit. Ada pernyataan Bapak yang menarik perhatian saya tentang sekolah yang ideal menurut Bapak adalah sekolah seharusnya menjadi laboratorium untuk membangun pengetahuan siswa. Ide ini bisa menjadi saran atau masukan terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  55. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Saya ingin menambahkan, menurut saya laboratorium tidak hanya sebatas ruang kelas berbentuk balok. Sebenarnya lingkungan alam di sekitar kita bisa menjadi laboratorium untuk membangun pengetahuan siswa. Saya masih bercita-cita ingin membuat sekolah peradaban di kampung halaman orangtua saya, disana lingkungan masih kental dengan ladang/sawah, laut dengan hasilnya yang melimpah, kebun karet dan kebun sawit. Saya ingin menggunakan lingkungan alam ciptaan Allah Swt untuk memfasilitasi belajar siswa dengan metode pembelajaran yang menarik. Semoga Allah masih menjaga cita-cita saya ini. Aamiin

    ReplyDelete
  56. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya setuju dengan pendapat Prof Mrsigit bahwa sebelum mengajar perlu mengembangkan skema. Dengan adanya skema ini, pembelajaran menjadi terarah. Guru menghargai apa yang siswa sudah tau, dan untuk mencapai suatu kompetensi yang baru materi apa sajakah yang harus dikuasai oleh siswa. Sehingga, pembelajaran menjadi milik siswa, bukan hanya mengikuti kehendak guru.
    Saya juga setuju dengan jawaban Prof. Marsigit bahwa, guru haruslah jadi fasilitator siswa dalam pembelajaran. Karena siswa sudah dianggap dewasa, dan aktif mencari informasi tugas guru hanya menjembatani apabila ada kesulitan. Akan tetapi, jangan lupakan bahwa guru haruslah sering-sering berkomunikasi

    ReplyDelete
  57. Dalam pembelajaran, bapak cenderung lebih memilih cooperative dari pada competitif. dengan alasan bahwa pembelajaran cooperative lebih terbuka, mampu mendengar, berharap menerima, persepsinya bagus dan sebagainya karena pembelajaran kooperatif dilakukan dengan lingkungan sosial. Melibatkan peran teman sebagai subjek aktif yang akan saliing membantu dalam pembelajaran. Kemudian saya juga setuju dengan pembelajaran yang bebas sesuai dengan kebutuhan saja. Pembelajaran yang demokratis, berpusat pada siswa, meski sulit diterapkan, namun jika sudah dapat di terapkan akan menjadi baik.

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Guru adalah salah satu contoh teladan bagi siswa selain sebagai fasilitator dan motivator. Oleh karena itu hendaknya guru memiliki pengetahuan yang lebih banyak dan lebih luas bila dibandingkan dengan siswa. Guru harus mempunyai berbagai variasi metode pembelajaran agar pembelajaran yang berlangsung di kelas inovatif, kreatif, interaktif dan semakin menambah tingkat keaktifan siswa serta motivasi siswa dalam mempelajari topik yang dibahas dikelas. Guru harus dapat membantu siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, agar pengetahuan yang didapatkan siswa tidak berakhir sia-sia dan terus melekat dalam pikiran siswa. Guru juga harus memfasilitasi semua siswa dengan kemampuan, karakteristik, minat dan bakat siswa yang beranekaragam. Oleh karena itulah guru sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  59. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan wawancara di atas, dapat disimpulkan, bawa dalam pembelajaran sangat dibutuhkan adanya kreatifitas yang mendukung untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, demokratis dan membangun pengetahuan oleh siswa. Sebagai aktor pendidikan, peran guru dinilai sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana tersebut. Dengan menerapkan pendekatan/metode atau strategi yang cocok untuk mengembangkan kreativitas anak, sehingga pelajaran tidak menjadi monoton dan agar anak tidak bosan.

    ReplyDelete
  60. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Mengenali diri sendiri adalah hal yang harus dilakukan seseorang guna melihat apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus ditingkatkan. Bagaimana cara kita mengajar, apa tujuan pembelajaran kita, kemana peserta didik akan diarahkan dalam pembelajaran, dan pertanyaan-pertanyaan lain seharusnya kita renungkan. Sebelum memahami peserta didik, alangkah baiknya pendidik mengenali dirinya sendiri terlebih dahulu

    ReplyDelete
  61. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    terimakasih atas postingan-postingan yang diberikan di blog ini. memalui blog ini saya banyak belajar mengenai filsafat dan pendidikan. dalam pembelajaran seharusnya guru seharusnya memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan peserta didiknya, guru menyesuaikan kemampuan peserta didiknya, jangan sampai dibalik menjadi siswa yang harus menyesuaikan guru,

    ReplyDelete
  62. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “I wish to work with all types of person. If you chose to works with a certain person, it means that you reduce your world of life”. Saya setuju dengan hal tersebut karena memang tantangan dalam hidup adalah ketika kita bekerja dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak sejalan dengan kita. Namun itulah hal yang akan menggoreskan pengalaman-pengalaman mengesankan yang nantinya bisa kita kenang selalu.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. menarik sekali membaca elegi wawancara Prof. Marsigit. Dari wawancara tersebut saya memperoleh beberapa ilmu baru. Pendidika di Indonesia harus mulai maju ke arah pendidikan yang inovatif. Hal ini agar Indonesia mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain

    ReplyDelete
  64. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang ada di kehidupan haruslah berkesinambungan dan harus stabil. Pendidikan yang dilakukan terus menerus akan menjadi semakin mudah dilakukan karena akan terus berkembang dan masalah-masalah yang sering timbul akan semakin mudah diselesaikan. Dengan demikian pendidikan yang ada akan menjadi jaminan bagi generasi-generasi berikutnya. Pendidikan matematika yang menjadi fokus saya juga harus mendapatkan perhatian menurut saya. Pendidikan matematika di Indonesia harus membedakan antara pendidikan mateamtika untuk dewasa atau untuk anak-anak. Harus mengajarkan materi dari yang konkret ke yang abstrak dan mempermudah siswa memperoleh prestasi tertinggi di dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  65. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas artikelnya, Prof. Saya terkesima dengan jawaban-jawaban Prof. Terima kasih telah menambah pengetahuan saya mengenai pendidikan. Semoga ke depan, saya bisa menerapkan apa-apa yang telah saya peroleh dan menjadi guru yang inspiratif dan inovatif sehingga bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan menciptakan generasiyang tidak hanya unggul dalam intelektual, namun juga anggun dalam moral.

    ReplyDelete
  66. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof untuk elegi yang disampaikan. Sya setuju dengan pernyataan ‘I Perceive education is belong to student’ sebagai seorang pendidik pelu memiliki pemikiran bahwa pembelajaran itu miki siswa, sehingga guru dapat benar-benar memberi dan memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar. Seorang guru juga perlu untuk mempersiapkan pembelajaran dengan baik, menjadi fasilitator bagi siswa baik secara berkelompok maupun individu saat siswa belajar.

    ReplyDelete
  67. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih Prof atas artikelnya, dari artikel tersbut banyak ilmu yang saya dapatkan yang nantinya akan menjadi bekal saya untuk menjadi guru yang inovatif dan juga kreatif sehingga mampu membuat siswa menjadi siswa yang tidak biasa-biasa saja dan juga untuk menjadikan indonesia menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  68. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Ada kalimat yang sangat menarik untuk saya, “Creativity can not be tach, but it need to be facilitated and encourage”.
    Bahwa krativitas itu tidak bisa diajarkan. Guru tidak bisa mengajarkan kreativitas kepada siswa, karena kreativitas tiap siswa itu berbeda-beda. Kreativitas itu hasil dari pemikiran siswa. Sebagai guru, tidak dapat memaksakan suatu kreativitas terhadap siswa, siswa harus dibiarkan mengembangkan kreativitasnya sebebas-bebasnya agar dapat mengekspresikan pemikiran mereka. Guru hanya perlu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kreativitas, serta mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam mengembangkan kreativitasnya.

    ReplyDelete
  69. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof. sangat inspiratif. Dari wawancara tersebut saya tertarik dengan pernyataan Prof. Marsigit yang menyatakan “I develop schema before teaching”. Saya setuju dengan penyataan Prof. Marsigit tersebut. Bahwa pengembangan skema sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan skema kita dapat mengetahui prior knowlede yang dibutuhkan oleh siswa untuk menguasai kompetensi matematika, kompetensi yang akan dijelaskan kepada siswa saat ini, dan kelanjutan dari kompetensi yang sudah dipelajari siswa. Dengan skema pembelajaran matematika yang berlangsung akan menajdi lebih komprehensif, bekesinambungan dan berkelanjutan.

    ReplyDelete
  70. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terimakasih Prof, sangat menarik. Membaca elegi ini memberikan saya pembelajaran kelak menjadi guru. Tugas guru itu sangat banyak, tidak hanya menyampaikan pembelajaran saja, namun juga harus mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna sekaligus mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa seperti kreativitas. Seperti yang Prof sampaikan bahwa kreativitas tidak dapat diajarkan, namun perlu difasilitasi dan didorong. Inilah salah satu yang dapat dijadikan tugas guru bagaimana memfasilitasi dan mengembangkan kreativitas siswa-siswanya yang beragam.

    ReplyDelete
  71. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Saya tertarik dengan kalimat yang menunjukan bahwa kreatifitas itu tidak dapat diajarkan, akan tetapi kreatifitas dapat difasilitasi. Hal ini memberikan pandangan bagaimana cara kami selaku calon pendidik untuk mengembangkan kreatifitas dari peserta didik. Karena, dengan adanya ilmu di atas saya menjadi tahu bahwa untuk meningkatkan kreatifitas dari peserta didik tidak perlu adanya pengajaran khusus terkait kreatifitas kan tetapi dapat difasilitasi supaya peserta didik mampu membangun kreatifitasnya sendiri. Kreatifitas adalah kemampuan manusia dalam proses berpikirnya, sehingga jika kita ingin memfasilitasi kreatifitas siswa, kita perlu memfasilitasi proses berpikir dari siswa.

    ReplyDelete