Sep 20, 2013

Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih




Oleh Marsigit

Wartawan:
Apa yang engkau maksud elegi?

Orang tua berambut putih:
Elegi itu adalah nyanyian susah

Wartawan:
Kenapa engkau gunakan elegi sebagai judul setiap karangan bebasmu?

Orang tua berambut putih:
Untuk menggambarkan betapa susahnya memahami isi karyaku itu.

Wartawan:
Kenapa engkau buat elegi-elegi?

Orang tua berambut putih:
Elegi adalah salah satu cara yang aku gunakan untuk mengkomunikasikan filsafat tanpa menyebut-sebut filsafat.

Wartawan:
Apa maksud tanpa menyebut-sebut filsafat?

Orang tua berambut putih:
Biasanya orang berpendapat filsafat itu sulit. Banyak juga orang yang berpendapat bahwa filsafat itu tak bermanfaat atau bahkan sesat.

Wartawan:
Lantas, kalau memang demikian, lalu kenapa?

Orang tua berambut putih:
Justeru itulah, melalui elegi-elegi aku ingin menunjukkan bahwa tidaklah demikian. Filsafat itu sangat dekat dan dekat sekali dengan kita. Bahkan aku dapat katakan bahwa filsafat itu adalah diri kita. melalui elegi itu aku juga berusaha menunjukkan bahwa kajian filsafat itu banyak manfaatnya dan langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia.

Wartawan:
Lalu apa yang dimaksud dengan tanpa menyebut-sebut filsafat?

Orang tua berambut putih:
Tantangan bagi orang yang berfilsafat adalah bagaimana menjelaskan filsafat itu dengan bahasa yang paling mudah dipahami. Sedangkan kata filsafat itu sendiri merupakan istilah yang sulit dipahami.

Wartawan:
Bagaimana awalnya engkau membuat elegi.

Orang tua berambut putih:
Elegi itu muncul sebagai kebutuhan. Aku merasa perlu mengembangkan komunikasi filsafat dalam bentuk yang netral, tidak menyuruh, tidak memaksa, lebih bersifat empati tetapi tetap memuat tesis-tesis filsafat.

Wartawan:
Apa referensi yang engkau gunakan untuk membuat elegi?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa referensi itu ada banyak ragamnya. Sumber pertama yang langsung dari pelakunya, itu disebut sumber primer (pertama). Jika sumber itu merupakan penuturan dari orang lain, maka sumber tersebut disebut sumber seconder (kedua). Sedangkan elegi-elegi ini aku susun berdasarkan refleksi pengalamanku. Balam elegi-elegi ini, sumber pertama dan kedua adalah sebagai inspirasi saja. Sedangkan yang paling pokok dan paling banyak adalah refleksi
pengalaman saya setelah membaca filsafat dan mengalami kehidupan langsung.

Wartawan:
Metode apa yang anda gunakan untuk menyusun elegi?

Orang tua berambut putih:
Untuk menyususun elegi ini, aku menggunakan beberapa peralatan meliputi: bahasa analog, reduksi atau penyederhanaan, kelengkapan, pengandaian, personifikasi, pengembangan pola, korespondensi (isomorphisma), teleologi, phenomenologi, induksi, deduksi, berpikir kritis, membuat pertanyaan-pertanyaan, membuat figur orang tua berambut putih, komunikasi,
menterjemahkan dan diterjemahkan.

Wartawan:
Siapakah orang tua berambut putih.

Orang tua berambut putih:
Orang tua berambut putih adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu berasal dari pertanyaan-pertanyaan, jawaban-jawaban, sampai batas pikiranmu. Maka orang tua berambut putih itu dapat berupa pertanyaan-pertanyaan, tesis-tesis, anti-tesis, sintesis, dan semuanya yang tergolong olah pikir. Jadi orang tua berambut putih itu juga bisa berarti filsafat. Jika dia diartikan sebagai sipembawa pesan filsafat, bolehlah, khusus dalam elegi ini, jika engkau artikan bahwa elegi itu adalah dosen filsafat, setidak-tidaknya orang tua berambut putih itu adalah pikiranku, yaitu pikiran seorang Marsigit.

Wartawan:
Bagaimana seseuatu elegi itu muncul?

Orang tua berambut putih:
Sekali lagi aku katakan bahwa elegi itu muncul karena kebutuhan. Ketika aku melihat situasi lingkungan tertentu dimana saya merasa perlu mengungkapkannya maka aku buatlah elegi.

Wartawan:
Kenapa antara beberapa elegi ada yang terkesan kontradiksi?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa hidup itu kontradiksi. Hakekat berubah dan hakekat diam itu kelihatannya kontradiksi. Tetapi keduanya itu ada. Maka aku mengkhawatirkan jika ada seseorang hanya berhenti sampai hakekat perubahan saja, karena hal yang demikian berarti dia hanya berpikir parsial.

Wartawan:
Kenapa kuliah filsafat pendidikan matematika, kelihatannya lebih banyak filsafatnya, lalu apa hubungan antara filsafat dan filsafat matematika?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa filsafat itu dapat ditaruh di depan apapun. Maka kita punya filsafat matematika, filsafat pendidikan, filsafat seni, filsafat negara, filsafat umum, filsafat alam, ..dst. Apapun filsafatnya, maka filsafat itu selalu mempunyai 3 jalur utama yaitu ontologi (ilmu hakekat), epistemologi (ilmu cara), dan aksiologi (etik dan estetika). Hal yang paling berat bagi orang yang ingin mempelajari filsafat adalah pada bagian depan, yaitu ada filsafat umum. Jika ini sudah dipahami, maka untuk mempelajari filsafat-filsafat yang lain, misalnya filsafat pendidikan matematika, kita tinggal tarik analogi-analogi dan benang merahnya.

Wartawan:
Apakah akan ada elegi-elgi tentang matematika atau pendidikan matematika.

Orang tua berambut putih:
Tentu bisa saja hal demikian itu dibuat oleh para mahasiswa untuk latihan.

Wartawan:
Apa sebetulnya tujuan utama atau visi dibuatnya elegi.

Orang tua berambut putih:
Elegi dibuat sebagai sarana berlatih memberbincangkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka mahasiswa matematika itu perlu kemampuan memperbincangkan semua matematika yang ada dan yang mungkin ada. Sebagai seorang guru, maka perlu mempunyai keterampilan memperbincangkan semua yang ada dan yang mungkin ada.

Wartawan:
Apa yang dimaksud sebagai memperbincangkan.

Orang tua berambut putih:
Bukan subyek yang bicara, bukan dosen yang bicara, bukan guru yang bicara. Jika mereka itu yang bicara, maka bicaranya bersifat otoriter, merayu, membujuk atau memaksa para siswa untuk percaya. Tetapi yang bicara adalah para obyek, para mahasiswa dan pada siswa serta semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka sebetulnya yang ada dan yang mungkin ada itu berhak bicara. Jika anda telah mampu memperbincangkan mereka maka kemampuanmu itu mempunyai dimensi setingkat lebih tinggi.

Wartawan:
Apa yang engkau maksud dengan yang ada dan yang mungkin ada?

Orang tua berambut putih:
Yang ada dan yang mungkin ada itu adalah obyek kajian filsafat.

Wartawan:
Apakah engkau akan terus membuat elegi?

Orang tua berambut putih:
Belum tahu, karena elegi merupakan kebutuhan.

Apa sisi kelemahan elegi:
Satu-satunya kelemahan atau sisi kekurangan elegi adalah jika dia digunakan tidak sesuai ruang dan waktunya.

Wartawan:
Apa yang dimaksud digunakan tidak sesuai ruang dan waktunya?

Orang tua berambut putih:
Elegi itu hanya untuk sarana berpikir filsafat. Itu saja hanya salah satu. Jadi porsinya memang perlu dibatasi. Dia juga bukan suatu topik pembelajaran. Jadi elegi itu tidak cocok untuk digunakan pada pembelajaran disekolah. Tetapi substansinya itulah yang di ambil.

Wartawan:
Apa yang dimaksud substansi?

Orang tua berambut putih:
Seorang guru matematika hendaknya tidak hanya hapal rumus. Jika seorang guru matematika mendidik siswa dengan hanya menghapal rumus, itu namanya mitos. Maka guru seharusnya mengetahui apa makna dibalik dalil Pythagoras. Maka guru juga berusaha agar siswanya mengetahui apa makna dibalik dalil Pythagoras. Begitu saja maksudnya.

Wartawan:
Apa beda mitos dan patung filsafat? Apa beda logos dan orang tua berambut putih?

Orang tua berambut putih:
Mitos adalah patung filsafat. Logos adalah orang tua berambut putih.

Wartawan:
Mengapa sering banyak cerita dalam elegi selalu berakhir kepada hati atau Tuhan?

Orang tua berambut putih:
Filsafat itu tergantung orangnya. Dia bisa berangkat dari mana saja, melalui mana saja, dan berhenti di mana saja dan tentu kapan saja. Elegi-elgi ini setidaknya menggambarkan keadaan diriku atau filsafatku.

Wartawan:
Bagaimana peran para filsof?

Orang tua berambut putih:
Filsafat adalah pikiran para filsuf. Jadi tiadalah artinya kita bicara filsafat jika kita tidak membicarakan pikiran para filsufnya.

Wartawan:
Tetapi kenapa dalam elegi ini jarang muncul pemikiran para filsuf?

Orang tua berambut putih:
Pemikiran mereka tersembunyi atau muncul secara implisit.

Wartawan:
Terimakasih

Orang tua berambut putih:
Terimakasih kembali.

32 comments:

  1. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat siang, Prof.
    Elegi itu muncul karena sebuah kebutuhan. Kebutuhan ini disadari oleh Prof, bahwa mahasiswa perlu diberikan elegi. Yang maksudnya adalah agar mahasiswa mudah memahami filsafat yang sulit. Bahkan untuk memahami kata filsafat saja sudah sulit adanya. Membaca elegi seperti yang dianjurkan oleh Prof adalah upaya agar mahasiswa bisa memperbincangkan objek filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Ada dan yang mungkin ada keberadaannya sangat luas. Demikian filsafatpun sangat luas. Meskipun demikian elegi yang ditulis masih sulit, namun banyak nilai yang bisa diambil dan menjadi pengetahuan dalam melawan para mitos.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Elegi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengomunikasikan filsafat tanpa menyebut-sebut filsafat. Elegi juga merupakan kebutuhan dan sebagai sarana berpikir filsafat. Selama ini filsafat dianggap sebagai suatu hal yang sulit dipahami, sehingga dimunculkanlah elegi-elegi ini untuk membuktikan bahwa anggapan tersebut salah. Filsafat sesungguhnya sangat dekat dan dekat sekali dengan kita. Elegi-elegi ini membantu dalam menjelaskan filsafat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Dengan hal ini, maka diharapkan dapat merubah pandangan terhadap filsafat yang sulit dipahami menjadi filsafat yang mudah dipahami dan bermanfaat dalam kehidupan manusia.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Elegi merupakan jembatan pesan dari sipembawa pesan filsafat secara tersirat melalui bahasa maupun cerita khiasan yang akan memunculkan apa yang ada dan mungkin ada dalam pikiran setiap pembacanya. Elegi itu murni dibuat oleh sipembuatnya tanpa mengabaikan ilmu-ilmu filsafat dari para Filsufnya. Hasil dari intepretasi makna yang tersirat dalam elegi-legi tersebut, itulah yang menjadi filsafat dari sipembacanya atau pembacanya sendirilah yang langsung melahirkan filsafatnya sendiri. Itulah kenapa dikatakan sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Maka elegi ini akan memberikan ruang dan waktu kepada orang lain untuk berikhtiar dalam filsafat demi terlahirnya filsafat yang hidup. Filsafat yang hidup disini maksudnya adalah filsafat yang tidak diperoleh seluruhnya dari orang lain tapi diperoleh dari hasil usaha olah pikirnya sendiri dalam memahami filsafat.

    ReplyDelete
  4. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Sebuah ilmu mendasari dalam semua kejadian. Filsafat adalah ilmu yang menelusuri setiap hakekat dalam suatu kejadian. Dalam dunia pendidikan, penguasaan terhadap filsafat merupakan sebuah kebutuhan dimana dengan memahami filsafat maka seorang pengajar akan peka terhadap sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dengan memahami hakekat dan subjek filsafat maka pengajar akan menjadikan sebuah pelajaran yang objektif, tidak otoriter. Maksud pembelajaran objektif adalah agar siswa menangkap pelajaran sebagai sebuah logos, bukan hanya mitos belaka. Oleh karena itu hakekat sebuah ilmu harus dipahami oleh seorang pengajar.

    ReplyDelete
  5. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Seperti pada postingan-postingan sebelumnya, dalam keadaan apapun sudah termasuk kegiatan filsafat. filsafat yang tidak beraturan skemanya tetap dianggap filsafat meskipun maknanya akan berbeda di setiap orang karena filsafat merupakan pendapat orang lain tentang sesuatu dan dipikirkan sendiri dulu baru diberikan kepada orang lain yang mau menerima ide filsafat dari orang tersebut. Filsafat ada yang memiliki strutur ada pula yang tidak karena berfilsafat sama halnya dengan berpikir terserah kita dengan batasan yang kita tentukan sendiri. Tinggal bagaimana menjelaskan ide filsafat dalam diri sendiri ini kepada filsuf lainnya di luar lingkunga.

    ReplyDelete
  6. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Seperti yang selama ini saya verna dalam perkuliahan filsafat bahwa filsafat itu adalah tergantung ruang dan waktu. Demikian dengan elegi yang merupakan cara penyampaian filsafat tanpa menyebut-nyebut filsafat. Banyak orang merasa filsafat sulit dipahami karena sejatinya banyak menggunakan analog. Analog itu tidak sekedar sama tapi analog itu komformitas dua keadaan atau dua dunia.
    Bahasa analog merupakan bahasa metafisik, dimana metafisik itu ialah maksudnya ada dalam makna sebaliknya. Jadi yang kita lihat, dengar dan rasakan itu merupakan kualitas pertama, sedangkan metafisik merupakan kualitas kedua, ketiga, dan seterusnya. Sampai kapan? tidak akan berakhir, ini yang dinamakan dengan infinitrigres. Misalnya hati, hati bisa bermakna doa, spiritual, kuasa Tuhan.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  7. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Elegi yang menarik yaitu tentang elegi itu sendiri. Elegi muncul karena suatu kebutuhan. Dimana Pak Marsigit merasa bahwa mahasiswanya perlu untuk membaca elegi. Melalui elegi mahasiswa diharapkan bisa memahami filsafat yang dikenal sulit dengan bahasa yang lebih sederhana. Melalui elegi kita menyadari bahwa filsafat yang selama ini kita anggap rumit ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari elegi-elegi yang ditulis oleh pak Marsigit selalu muncul Orang Tua Berambut putih yang merupakan Ilmu Pengetahuan. Jadi disamping berusaha untuk menyampaikan filsafat tanpa menyebut-sebut filsafat itu sendiri. Melalui membaca elegi-elegi ini tanpa disadari di pembaca telah berfilsafat. Karena olah pikir setiap orang itu berbeda maka setiap pembaca yang membaca elegi ini akan memiliki pemikiran yang berbeda-beda yang merupakan proses mereka berfilsafat.

    ReplyDelete
  8. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Elegi merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan makna dari sesuatu yang berhubungan dengan hakekat filsafat tanpa menyebutkan kata filsafat di dalamnya. Seperti elegi-elegi yang sudah pernah saya baca, meskipun menggunakan bahasa yang sulit dipahami namun hal tersebut dapat melatih daya berpikir dari si pembaca, menemukan makna tersirat yang terdapat pada elegi-elegi tersebut. Karena sebenar-benar filsafat adalah berpikir, maka secara tidak langsung elegi yang sulit dipahami membuat si pembaca menjadi berpikir kembali dan secara tidak langsung berfilsafat.

    ReplyDelete
  9. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Elegi merupakan suatu istilah untuk suatu ungkapan. Elegi dibuat untuk membincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Maka, kita harus dapat mengungkapkan yang ada dan yang mungkin ada. Berfilsat yakni tergantung ruang dan waktu, sehingga berfilsafat tergantung apa yang ada di pikiran kita.yang mana elegi ini menggambarkan keadaan dan berfilsafat kita.

    ReplyDelete
  10. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Elegi merupakan sarana bagi kita untuk dapat memahami filsafat. Untuk dapat memahami elegi sendiri dibutuhkan suatu pemikiran yang kritis. Hal ini dikarenakan kata atau bahasa yang ada dalam elegi tersebut merupakan sebuah bahasa analog, pengandaian atau penyederhanaan. Berelegi merupakan cara kita untuk dapat berpikir sesuai dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu yang harus kita lakukan yaitu terus membaca dan membaca elegi-elegi yang ada dengan tujuan agar kita tidak terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah.

    ReplyDelete
  11. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Guru bertugas memfasilitasi siswa dalam belajar. Demikian halnya pula dengan dosen yang bertugas untuk memfasilitasi mahasiswa dalam belajar. Dalam hal ini, Prof Marsigit berupaya memfasilitasi mahasiswa dalam belajar filsafat melalui elegi-elegi yang ada di blog ini. Menurut pendapat saya, elegi-elegi ini sangat bermanfaat. Ada kalanya memang kita lebih mudah memahami sesuatu tanpa perlu menyebut-nyebut istilahnya. Karena bisa jadi yang membuat sesuatu menjadi sulit bukanlah esensinya tetapi bisa jadi karena istilah-istilah yang digunakan. Oleh karena itu, elegi-elegi ini sangat bermanfaat dalam memahami filsafat tanpa perlu menyebut-nyebut istilah filsafat.

    Selain itu, pada dasarnya manusia memang harus peka terhadap hal-hal disekitanya. Dan untuk mampu memahami sesuatu hal, manusia perlu menterjemahkan dan diterjemahkan. Mampu memahami apa yang terjadi di sekitar, apa yang dibutuhkan, dan apa tindakan yang bisa kita lakukan.

    ReplyDelete
  12. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Dari artikel tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa elegi adalah penyederhanaan filsafat. Prof Marsigit menulis elegi supaya kuta tidak merasa filsafat menjadi suatu hal yang sulit. Pikiran parafilsuf pun secara implisit ada dalam setiap elegi yang dituliskan. Hal seperti ini bisa juga kita ajarkan kepada siswa. Jika matematika dianggap sulit, maka, kita menyederhanakan materi supaya siswa merasa lebih mudah untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  13. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Melalui elegi-elegi yang saya baca dari blog ini, pemikiran saya terhadap filsafat menjadi lebih terbuka. Sebelumnya saya memikirkan apa kaitan filsafat dengan Pendidikan Matematika. Namun, setelah membaca elegi-elegi, tampak bahwa filsafat itu justru sangat dekat dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Objek yang dapat menjadi kajiannya sangat banyak, meliputi yang ada dan yang mungkin ada, tidak terkecuali dengan Pendidikan Matematika. Elegi-elegi disajikan dengan cara yang menarik dan bahasa yang menarik pula. Hebatnya lagi, elegi dapat memberikan nasihat tanpa terkesan menggurui.

    ReplyDelete
  14. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Seorang guru tentunya diwajibkan untuk memberikan pemahaman materi yang baik kepada siswanya. Pembelajaran yang dilakukan di kelas bukan hanya sebagai transfer ilmu dari guru ke siswa, melainkan harus memberikan pemahaman kepada siswa tentang manfaat yang diperoleh jika mampu memahami ilmu tersebut. Selain itu seorang guru harus mampu untuk memikirkan sebuah cara agar siswanya paham dengan yang disampaikan.

    ReplyDelete
  15. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Benar adanya bahwa elegi-elegi ini membantu memahami filsafat. Di satu sisi, filsafat terlihat lebih sederhana dengan sajian yang terdapat dalam elegi-elegi ini. Elegi-elegi dengan makna yang langsung dapat ditangkap pemula dalam berfilsafat membuktikan bahwa elegi ini sungguh sederhana untuk dipelajari. Artinya apa yang disajikan adalah hal umum yang pernah diketahui sebelumnya. Di sisi lainnya, filsafat juga terlihat semakin kompleks. Artinya terdapat sajian yang membuat pemula dalam berfilsafat kesulitan memahami filsafat itu sendiri. Kesulitan ini melahirkan kebiasaan, yaitu kebiasaan menafsirkan filsafat sebagai apa yang ada dan mungkin ada dalam pikiran serta sesuai dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu, berfilsafat dengan bantuan elegi-elegi memiliki dampak yang beranekaragam pula. Terima kasih.

    ReplyDelete
  16. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Elegi-elegi yang Bapak tulis dalam blog ini membantu saya untuk memahami filsafat itu sendiri, walaupun tidak seluruhnya paham. Walaupun awalnya sulit, dengan membaca terus menerus, akan membuat kita terbiasa untuk memahami makna tersirat yang ingin disampaikan.

    ReplyDelete
  17. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Seperti yang telah dipaparkan di atas, elegi adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan filsafat tanpa menyebut-nyebut filsafat. Filsafat itu sangat dekat dan dekat sekali dengan kita. Bahkan dapat dikatakan bahwa filsafat itu adalah diri kita. melalui elegi Prof Marsigit juga berusaha menunjukkan bahwa kajian filsafat itu banyak manfaatnya dan langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia. Saat melaksanakan perkuliahan filsafat di kelas, Pak Marsigit sering mengingatkan agar kita membaca elegi-elegi yang ada di blog beliau secara ikhlas. Hal ini diperlukan agar kita dapat semakin banyak memperoleh intisari dan makna pada elegi-elegi yang telah beliau tampilkan.

    ReplyDelete
  18. 132. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya beberapa kali menanyakan dalam pikiran sendiri mengapa bapak mengajarkan filsafat melalui elegi yang bahasanya seperti sulit tetapi sederhana. Ternyata penggunaan elegi elegi agar kami mahasiswa dapat belajar filsafat tanpa menyebut filsafat. Tetapi secara langsung dapat mengembang filsafat ilmu. Elegi hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk mempelajari filsafat ilmu. Elegi berisi objek kajian filsafat yang ada dan yang mungkin. Penggunaan elegi juga manfaatnya utuk menghindari opini tidak baik tentang belajar filsafat. Elegi elegi bapak juga membuat kami pembaca semakin ingin membaca dan penasaran sekaligus menghibur karena dikemas dengan beragam baik melalui ontologi, pengandaian, personifikasi dan macam-macam cara penyajian lainnya. terimakasih

    ReplyDelete
  19. 133. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    pertanyaan saya mengenai siapa orang tua berambut putih yang dimaksud dalam setiap elegi bapak di jelaskan di elegi ini. sebelumnya saya berpikir bahwa orang tua berambut putih juga bisa jadi pak prof sendiri bisa jadi juga bukan. Namun saya akhirnya mengetahui bahwa Orang tua berambut putih adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu berasal dari pertanyaan-pertanyaan, jawaban-jawaban, sampai batas pikiranmu. Maka orang tua berambut putih itu dapat berupa pertanyaan-pertanyaan, tesis-tesis, anti-tesis, sintesis, dan semuanya yang tergolong olah pikir. Jadi orang tua berambut putih itu juga bisa berarti filsafat. Jika dia diartikan sebagai sipembawa pesan filsafat, bolehlah, khusus dalam elegi ini, jika engkau artikan bahwa elegi itu adalah dosen filsafat, setidak-tidaknya orang tua berambut putih itu adalah pikiranku, yaitu pikiran seorang prof Marsigit. terimakasih

    ReplyDelete
  20. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Elegy merupakan salah satu cara sarana penyampaian pesan dalam belajar filsafat, dalam setiap elegy ini kita dilatih untuk berpikir dalam menemukan makna tersirat yang ingin disampaikan penulis. Filsafat itu pikiran para filsuf, sehingga pikiran-pikiran para filsuf tersebut tertuang dalam elegy-elegi tersebut secara mplisit, dengan membaca setiap elegy-elegi akan menyadarkan kita bahwa filsafat itu dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

    ReplyDelete
  21. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Pada awal elegi ini disebutkan bahwa elegi itu adalah nyanyian susah, maka wajar saja jika selama ini saya susah memahami elegi-elegi. Elegi merupakan kebutuhan yang digunakan untuk mengembangkan komunikasi filsafat yang lebih netral, tidak menyeluruh, tidak memaksa, lebih bersifat empati tetapi tetap memuat tesis-tesis filsafat. Dan benar, bahwa dengan adanya elegi-elegi ini dapat memudahkan kita kapanpun dan dimanapun untuk menambah pengetahuan filsafat tanpa terikat ruang dan waktu (artinya tidak harus selalu dikelas). Kemudahan aksesnya pun dapat membantu saya agar apa yang saya akses menjadi lebih bermanfaat lagi. setiap orang mampu membuat elegi, karena elegi merupakan alat komunikasi filsafat dan filsafat merupakan dirimu dan pikiranmu.

    ReplyDelete
  22. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Elegi ini dibuat khususnya untuk membahas filsafat yang dikemas dalam dialog agar mudah dipahami makananya oleh pembaca. Hal seperti itu dimaksudkan karena mempelajari filsafat itu sulit sehingga dengan adanya elegi diharapkan dapat belajar filsafat lebih mudah. Namun, walaupun ada elegi-elegi itu, terkadang masih juga sulit untuk memahami filsafatnya, tetapi banyak pelajaran yang bisa diambil maknanya karena filsafat dekat dengan kehidupan kita. Dalam membaca elegi, orang tua berambut putih akan terus hidup mengaktifkan indera dan memori kita.

    ReplyDelete
  23. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Bagi orang awam, hal-hal yang dibicarakan secara filsafat bukanlah hal penting dan hanya akan membuang waktu serta pikirannya saja. Orang awam tidak akan mengerti jika memang mereka sendiri tidak mau mengerti. Oleh karena itu. disinilah elegi hadir sebagai penghubung dunia manusia awam dengan dunia filsafat.

    ReplyDelete
  24. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Setelah membaca artikel di atas, saya menjadi tahu mengenai arti keberadaan elegi. Elegi adalah salah satu jalan seseorang berfilsafat tanpa harus merasa kesusahan. Elegi sendiri ternyata tercipta jika ada sesuatu yang harus dikomunikasikan melalui filsafat. Jika begitu banyak elegi yang ada, maka begitu banyak pula komunikasi filsaafat yang kita butuhkan. Maka dari itu, sebuah keberuntungan kita dapat membaca elegi melalui refleksi online yang kita lakukan ini.

    ReplyDelete
  25. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dulu, saya beranggapan bahwa filsafat itu merupakan suatu ilmu yang sangat sulit untuk dipahami. Apalagi ilmu filsafat ini baru diperoleh di perguruan tinggi dan saya pun belum menempuh mata kuliah tersebut. Namun, dengan adanya elegi-elegi yang Pak Marsigit buat, saya menjadi sedikit bisa memahami tentang filsafat, walaupun tak jarang saya masih sulit untuk memahami elegi-elegi yang Bapak buat. Elegi-elegi ini memberikan berbagai pelajaran hidup. Dari sini saya menyadari bahwa sesungguhnya filsafat itu dekat sekali dengan kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  26. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Hakekat dari elegi adalah suatu bentuk komunikasi filsafat tanpa menyebut-nyebut filsafat. Elegi menggunakan bahasa analog, reduksi atau penyederhanaan, kelengkapan,pengandaian, personifikasi, pengembangan pola, korespodensi, teleologi, phenomenologi,induksi, deduksi, berpikir kritis, membuat pertanyaan-pertanyaan, komunikasi,membuat figure orang tua berambut putih. Penggunaan elegi sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  27. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dari sini saya jadi tahu banyak apa, mengapa dan untuk apa elegi dibuat. Elegi yang ada mampu mmbuat kita berpikir dan secara mengalir itu juga membuat kita belajar berfilsafat yaitu dengan memikirkan yang ada dan yang mungkin ada. Elegi juga merupakan seni yang didalamnya terkandung majas-majas dan kata-kata konotasi maupun pemisalan yang bisa kita analisis sehingga mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Elegi juga merupakan kisah dari hidup seseorang dimana ada cerita ada perasaan dan juga penyelesaian masalah. Elegi juga sebagai wakil dari pemikiran para filsuf yang didalamnya terkandung macam-macam aliran filsafat yang dibahasakan menjadi bahasa kasus sehari-hari atau yang sedang terjadi. Dan elegi juga berupa bacaan orang-orang sadar karena didalamnya banyak sekali ilmu yang bisa kita ambil. Karena ilmu bisa diperoleh ketika kita sadar.

    ReplyDelete
  28. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Skema filsafat yang tidak beraturan tetap dianggap berfilsafat meskipun maknanya akan berbeda di setiap orang. Hal ini dikarenakan filsafat merupakan pendapat orang lain tentang sesuatu yang dipikirkan sendiri lalu diberikan kepada orang lain yang mau menerima pemikiran dari orang tersebut. Filsafat ada yang memiliki berstruktur ada pula yang tidak berstruktur karena berfilsafat sama halnya dengan pikiran kita dengan batasan yang kita tentukan sendiri. Tinggal bagaimana menjelaskan ide filsafat dalam diri sendiri ini kepada orang lain.

    ReplyDelete
  29. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dalam membaca berbagai elegi di blog Bapak, dapat diketahui bahwa orang tua berambut putih merupakan ilmu pengetahuan. Untuk memperoleh suatu ilmu filsafat melalui elegi-elegi yang ada membutuhkan rasa ikhlas. Harus ikhlas menyadari bahwa filsafat itu merupakan ilmu yang sangat dekat dengan kita dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  30. hendra b.
    18701261008
    PEP S3 2018

    elegi ini sudah sesuai dengan tujuan pembuatannya, tanpa sadar membaca elegi-elegi ini telah mengajak pembaca dengan sukarela ikut berpartisipasi dalam berfilsafat, gaya komunikasi yang digunakan adalah bahasa yang sering dipakai pada masayrakat umum. semoga elegi-elegi ini bisa menjadi khazanah keilmuan dan bahan refrensi tambahan dalam berfilsafat dengan menggunakan analogi.

    ReplyDelete
  31. Desi Nurwidawati
    S3 PEP 18701261009

    Elegi berambut putih adalah elegi ilmu pengetahuan yang digapainya harus dengan belajar dan ikhlas. Sangat lah mustahil selama hidup kita tidak bersinggungan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan akan membawa kita kepada derajat lebih baik, sebagaimana dalam Islam beriman harus didasari dengan ilmu.

    ReplyDelete
  32. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Dulu saya juga beranggapan seperti yang dikatakan oleh orang berambut putih bahwa “Biasanya orang berpendapat filsafat itu sulit. Banyak juga orang yang berpendapat bahwa filsafat itu tak bermanfaat atau bahkan sesat.” Nah ini karena dulu waktu S1 dan S2 masih berorientasi pada matakuliah. Padahal seharusnya, filsafat merupakan suatu tindakan, suatu aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia, dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis.

    ReplyDelete