Sep 20, 2013

Elegi Memahami Sang Kanopi




Oleh Marsigit

Precil:

Wah untung ada selembar daun padi ini. Jika tidak ada daun ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Ular Kecil itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik daun padi. Hemm..jadi..selembar daun padi ini telah menyelamatkan nyawaku.

Ular Kecil:
Wah untung ada selembar daun padi ini. Jika tidak ada daun ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Buaya Kecil itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik daun padi. Hemm..jadi..selembar daun padi ini telah menyelamatkan nyawaku.

Buaya Kecil:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Ular Besar itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Ular Besar:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Buaya Raksasa itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Buaya Raksasa:
Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditembak oleh si Pemburu itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Pemburu:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah dimangsa oleh si Buaya Raksasa itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Kanopi:

Hei..hei sebentar..Pada awalnya bicaramu itu urut dan enak di dengar. Tetapi setelah sampai Buaya Raksasa dan Pemburu..saya jadi agak bingung. Wahai sebuah pohon, apa yang sebenarnya terjadi? Engkau itu menyelamatkan si Buaya Raksasa atau si Pemburu?

Sebuah Pohon:
Oh Kanopi tuanku. Maafkanlah diriku. Bukankah aku hanya menjalankan sifat-sifat seperti sifat-sifat yang engkau jalankan pula.

Kanopi:
Lho..sifat yang bagaimana?

Sebuah Pohon:

Sifatku hanyalah sebatas sebagai pembatas. Sebagai sebuah pembatas maka kemampuanku juga terbatas. Karena kemampuanku adalah terbatas maka nilaiku adalah juga terbatas. Keterbatasan nilaiku itu ditandai dengan sifat yang aku timbulkan atau sifat yang mereka peroleh. Maka nilaiku itu tidaklah bersifat universal. Pada suatu saat aku dianggap menguntungkan oleh subyek yang satu, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh subyek yang lainnya.

Kanopi:
Bagaimana daun padi? Apakah betul apa yang dikatakan oleh sebuah pohon itu?

Daun Padi:
Pada suatu saat saya dianggap menyelamatkan seekor Precil, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh seekor Ular Kecil. Pada suatu saat yang lain aku dianggap menyelamatkan seekor Ular Kecil tetapi pada saat yang sama lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Buaya Kecil. Pada saat yang lain yang lainnya aku dianggap menyelamatkan seekor Buaya Kecil tetapi pada saat yang sama yang lain yang lainnya yang lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Ular Besar.

Kanopi:
Wah kalau begitu saya ingin melihat kinerja para kanopi.

Anak Kecil:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka mainanku pasti direbut oleh Anak Besar itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan permainanku.

Anak Besar:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Awam itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Orang Dewasa Awam:

Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Profesional itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Orang Dewasa Profesional:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Awam itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Kanopi:
Sebenter..sebentar.. Pada awalnya bicaramu itu urut dan enak di dengar. Tetapi setelah sampai
pada Orang Dewasa Awam dan Orang Dewasa Profesional saya jadi agak bingung. Wahai sebuah Pintu, apa yang sebenarnya terjadi? Engkau itu menyelamatkan Orang Dewasa Awam atau Orang Dewasa Profesional?

Pintu:
Oh..maaf sang Kanopi ...Maafkanlah diriku. Bukankah aku hanya menjalankan sifat-sifat seperti sifat-sifat yang engkau jalankan pula.

Kanopi:
Lho..sifat yang bagaimana?

Pintu:
Sifatku hanyalah sebatas sebagai pembatas. Sebagai sebuah pembatas maka kemampuanku juga terbatas. Karena kemampuanku adalah terbatas maka nilaiku adalah juga terbatas. Keterbatasan nilaiku itu ditandai dengan sifat yang aku timbulkan atau sifat yang mereka peroleh. Maka nilaiku itu tidaklah bersifat universal. Pada suatu saat aku dianggap menguntungkan oleh subyek yang satu, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh subyek yang lainnya.

Kanopi:
Konkritnya?

Pintu:

Orang Dewasa Awam atau Orang Dewasa Profesional pada saat yang sama bisa menilai diriku secara berbeda, tetapi juga bisa memberikan penilaian yang sama. Semua itu tergantung keadaan mereka. Tetapi pada kesempatan ini akun ingin bertanya kepada engkau wahai Kanopi. Jika engkau tidak bisa menjawab pertanyaanku ini janganlah engkau mengaku-aku sebagai pemimpinku.

Kanopi:

Silahkan..apa pertanyaanmu?

Pintu:

Apakah Kanopi bisa ikut disalahkan dan menanggung dosa-dosa atas peran dan fungsinya? Sampai di mana batasan sang Kanopi itu?

Kanopi:

Oh..ah..aku agak ragu. Dikarenakan aku terlalu sibuk melayani fungsi-fungsi ku maka aku tidak pernah memikirkan segala pertanyaanmu itu. Oh siapakah yang dapat membantu diriku menjawab pertanyaan-pertanyaan sang Pintu ini?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai semua Kanopi...seperti apa yang selalu aku janjikan, maka aku selalu datang pada setiap orang yang bertanya apapun pertanyaanmu itu. Ada baiknya kita menyaksikan kejadian-kejadiannya dulu sebelum anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Pemimpin Utama:
Hemm..situasinya sangat sulit. Jika Kanopi ini tidak berfungsi maka bisa terancam kedudukanku. Seluruh wargaku tanpa kecuali ingin menghancurkan dirimu. Oh Kanopiku..teguhkan dan mantapkan langkahmu itu, untuk saat ini aku betul-betul mengandalkan dirimu. Hidup matiku tergantung dirimu. Maka apapun syarat-syarat yang engkau minta, pasti aku penuhi, yang penting jagalah diriku agar sifatku yang satu ini jangan sampai terungkap. Wahai Pemimpin Madya apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Pemimpin Madya:
Wahai Pemimpin Utama tuanku. Aku persembahkan seluruh hidupku untuk menjadi Kanopimu. Aku akan menjaga bahkan kulitmu tidak akan pernah tersentuh selama aku masih mampu menghirup udara.

Pemimpin Utama:
Hemm...situasinya kok masih stagnan. Bagaimana rakyatku bisa maju dan sejahtera jika mereka hobinya berlindung dibalik Kanopi-Kanopi? Oh..Kanopi..Kanopi..engkau memang betul-betul kejam. Engkau itu betul-betul musuh rakyat dan bangsaku. Wahai Pemimpin Madya apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Pemimpin Madya:
Wahai Pemimpin Utama tuanku. Aku persembahkan seluruh hidupku untuk membongkar Kanopi-Kanopi itu. Aku adalah panglimamu yang terdepan dalam memberantas Kanopi-Kanopi itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Kanopi apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Kanopi:
Wahai Orang Tua Berambut Putih...jangan bingungkanlah diriku itu. Aku betul-betul bingung menyaksikan kelakuan Pemimpin Utama. Lebih bingung lagi ketika menyaksikan kelakuan Pemimpin Madya. Wahai Orang Tua Berambut Putih...apakah sebetul-betulnya batasan Kanopi itu?

Orang Tua Berambut Putih:

Itulah yang terjadi. Kita telah dan sedang menyaksikan Pemimpin Utama bingung. Jika Pemimpin Utama bingung maka Pemimpin Madya tentu bingung. Maka semua rakyat tentu akan bingung juga.

Kanopi:
Lalu..apa kaitannya pemimpin bingung dengan Kanopi?

Orang Tua Berambut Putih:

Kanopi bisa berupa apa saja. Jika dia adalah benda mati maka dia mempunyai nilai-nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif, tergantung subyek pelakunya. Tetapi Kanopi itu juga bisa berupa subyek hidup. Tidak hanya itu saja, Kanopi ternyata juga bisa berupa suatu Sistem. Jika engkau bicara sistem, maka Kanopi itu ternyata juga bisa pemerintahan, negara, institusi, rejim, kelompok negara. Dibalik Kanopi negatif itulah bercokol korupsi, kolusi, nepotisme, penyelewengan Bank Century, dst. Maka setinggi-tinggi Kanopi negatif itu adalah perbuatan para bajul barat, syaetan, thek-thekan, ancak ogro...itulah para prajuritnya Black Hole Diraja. Itulah perilaku para noekapital dan neopragmatis. Sedangkan Kanopi positif itu hadirlah para malaikat di situ. Kanopi positif itulah doa-doamu, ...itulah Kuasa Tuhan YME. Dibalik Kanopi positif itulah keikhlasan dan daya kritismu. Sungguh Allah SWT telah menciptakan bermacam-macam hal agar manusia memikirkannya. Maka berlindunglah dan mohon syafaatlah keharibaan Allah SWT. Sehebat-hebat Kanopi negatif tidaklah akan mampu menghadapi Kanopi positif. Sehebat-hebat kelakuan negatif Pemimpin Utama, tidaklah mampu dia melindungi dan mempertahankannya. Segala puji dan syukur hanya untuk Mu ya Allah. Amiin.

54 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, kanopi menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai kemampuannya. Hal ini dapat menguntungkan, dapat pula merugikan. Kanopi juga bisa dikaitkan dengan apa saja tergantung pada konteks yang dibicarakan. Misalnya sebuah benda mati bisa dijadikan penolong atau bukan penolong. Kanopi juga bisa berupa subyek hidup ataupun suatu sistem. Oleh karena itu alangkah baiknya jika memunculkan kanopi yang positif agar yang merasakannya juga terbiasa dengan sikap positif.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dalam kisah elegi ini saya memahami bahwa kanopi yang dimaksud merupakan pembatas untuk melindungi antara dua hal. Sehingga kanopi dapat bersifat positif atau bersifat negative. Dalam kanopi dapat menjadi suatu sistem. Misalnya dalam pendidikan kanopi negative dapat di misalkan sebagai masalah jika pada waktu ujian terjadi kecurangan dan saling bekerja sama dalam menyelesaikan soal. sedangkan kanopi positif dapat dimisalkan sebagao do'a-do'a yang kita panjatkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Point penting dari elegi ini, bahwa Kanopi bisa berupa apa saja. Jika dia adalah benda mati maka dia mempunyai nilai-nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif, tergantung subyek pelakunya. Tetapi Kanopi itu juga bisa berupa subyek hidup maupun sistem. Setinggi-tinggi Kanopi negatif itu adalah perbuatan para bajul barat, syaetan, thek-thekan, ancak ogro...itulah para prajuritnya Black Hole Diraja. Sedangkan Kanopi positif itu hadirlah para malaikat di situ. Kanopi positif itulah doa-doamu, ...itulah Kuasa Tuhan YME. Dibalik Kanopi positif itulah keikhlasan dan daya kritis kita. Oleh karena itu, Sehebat-hebat kelakuan negatif Pemimpin Utama, tidaklah mampu dia melindungi dan mempertahankannya. Demikianlah sebenar-benar Kanopi.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    pada dasarnya di dunia ini ada untung dan rugi nya. sebagai pembatas, Kanopi bisa berupa apa saja. Jika dia adalah benda mati maka dia mempunyai nilai-nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif, tergantung subyek pelakunya, bagaimana para pelaku tersebut memandangnya dari sudut mana, positif kah atau negatifkah..

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Segala sesuatu yang ada didunia ini tentu mempunyai batasan sisi positif dan negatif. Kadang kala sisi negatif nya timbul dari hal positif namun tidak jarang kalau sisi positif datang setelah adalahnya sisi negatif. Sehingga perlu adanya kanopi. Kanopi berwujud sebagai pembatas antara positif dan negatif. Selayaknya pembatas kanopi memiliki fungsi sesuai ruang dan waktu dan penggunanya.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam hidup terkadang kita membutuhkan kanopi untuk membiarkan sesuatu tidak terlalu terbuka. Kanopi juga dilakukan untuk memberi batasan pada penglihatan orang lain. Namun, sudah menjadi ketentuan setiap yang ada dan mungkin ada di muka bumi menjadi baik atau buruk bergantung bagaimana kita menginginkannya. Kita bisa menjadikan sesuatu menjadi baik atau buruk. Maka, sebijak-bijaknya penggunaan kenopi ialah untuk menutupi hal baik agar mencapai tawadhu, bukan menutupi hal buruk kemudian berperan dalam kepura-puraan atau kepalsuan.

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kanopi dapat dipahami melalui tiga aspek pada filsafat yaitu (1) Ontologi, bahwasanya kanopi bisa berupa apa saja, bisa positif (contohnya: doa yang dipanjatkan manusia kepada Allah) atau negatif (contohnya: korupsi, penyelewengan dan bank Century, dan bentuk kriminal lainnya) tergantung pada subjek pelakunya; (2) Epistemologi, bahwasanya kanopi bersifat hanya sebagai pembatas, misalnya pembatas baik dan buruk; (3) Aksiologi, bahwasanya dibalik kanopi positif ada keikhlasan hati dan daya kritis.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Elegi diatas meneceritakan bagaimana seorang kanopi yang memiliki keterbatasan, kitabtahu bahwa elegi-elegi yang sebelumnya bahwa manusia itu memiliki kterbatasan, memiliki batas dalam hal apapun, tidak ada yang sempurna. Hidup pada elegi di atas juga bisa dikatakan hidup serba salah, bahwa pernyataan “Pada suatu saat saya dianggap menyelamatkan seekor Precil, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh seekor Ular Kecil. Pada suatu saat yang lain aku dianggap menyelamatkan seekor Ular Kecil tetapi pada saat yang sama lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Buaya Kecil. Pada saat yang lain yang lainnya aku dianggap menyelamatkan seekor Buaya Kecil tetapi pada saat yang sama yang lain yang lainnya yang lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Ular Besar.” Pernyataan itu serba salah. Itulah yang terjadi pada kanopi.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam KBBI Kanopi berarti tirai, dalam hal ini tirai adalah benda mati yang fungsinya sebagai pembatas. Karena sebagai pembatas, maka dia bisa jadi membatasi dan menutupi, baik sebagai kanopi positif atau kanopi negatif. Misal saja dalam pembelajaran, maka kanopi negatif bisa jadi menutupi guru yang bertindak otoriter dari siswa.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Suatu kanopi dapat berupa benda hidup, benda mati, maupun suatu sistem. Suatu subjek bisa memehami suatu kanopi dengan pandangan yang berbeda-beda. Suatu kanopi yang berbentuk sistem boleh jadi telah kita rasakan secara langsung misalnya saja dalam dunia pendidikan yang mana cukup sesuai dengan cerita tersebut bahwa sang pemimpin merasa bingung. Kurikulum pendidikan Indonesia kurang sesuai dengan peta pendidikan. Kurikulum indonesia seperti masih bingung untuk memilih ideologi pendidikan yang mana yang akan digunakan sehingga terdapat beberapa elemen yang mengikuti ideologi pendidikan A sedangkan beberapa elemen yang lain mengikuti ideologi pendidikan B.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kanopi yang menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai dengan kepandaiananya. Kanopi memiliki dua arah yang saling berlawanan. Ibaratkan sisi ingkar dan sisi taat. Dalam hal ini masuk ke dalam dimensi spiritual. Jika telah masuk di dalam sisi ingkar akan sulit baginya untuk keluar. Sepandai – pandainya kanopi sisi ingkar tidak akan mampu menghadapi kanopi sisi ingkar.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kanopi ini menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai kemampuannya,dapat menguntungkan dapat pula merugikan. Hakekat dari kanopi adalah bisa berupa apa saja, bisa positif dan bisa negatif tergantung subyek pelakunya.Contoh kanopi negatif korupsi, kolusi, nepotisme,penyelewengan bank Century. Contoh kanopi positif adalah doa-doa manusia.Jadi sehebat-hebat kanopi negatif tidak akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kanopi adalah gabaran dari manusia,manusia yang kadang bisa bernilai positif maupun bernilai negatif, semua itu tergantung pada ruang dan waktu dimana kita berada. Kanopi bernilai positif maka akan berakibat positif pula terhadap lingkungan. Begitu pula sebaliknya jika bernilai negatif pasti akan berakibat negatif pula terhadap lingkungan.

    ReplyDelete
  14. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    kanopi adalah pembatas. kanopi bisa berfungsi hanya membatasi dari sesuatu ke sesuatu yang lain atau juga berfungsi saling membatasi antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. kanopi bisa bersifat positif dan negatif. kanopi bersifat positif menuntun sesuatu ke jalan yang baik dan benar. kanopi negatif menuntun sesuatu ke perbuatan yang salah dan buruk. akhirnya, agar kita terlindung dari kanopi yang tidak tepat, maka hendaknya kita senantiasa berdoa meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam elegi diatas kita sudah diperlihatkan sebuah ilmu yaitu sesuatu hal bisa dikatakan menguntungkan atau merugikan tergantung pada cara melihatnya atau mengetahui kondisinya. Suatu hal itu menjadi sama atau berbeda tergantung yang menjalankannya. Kita janganlah sekali-kali menilai suatu negatif tanpa melihat sebab akibatnya. Siapa tahu hal yang kira negatif ternyata memiliki hal yang penting dan positif dimasa depan atau buat diri kita nanti. Maka kita harus lebih mempertajam hati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kanopi merupakan pembatas. Segala sesuatu yang ada didunia ini tentu mempunyai batasan sisi positif dan negatif, begitu juga manusia. Manusia kadang bisa sebagai mahluk yang bernilai positif ataupun bernilai negatif, itu bergantung pada ruang dan waktu dimana kita berada. Kanopi bernilai positif maka akan berakibat positif pula terhadap lingkungan sekitar. Begitu pula sebaliknya, jika bernilai negatif akan berakibat negatif terhadap situasi sekitar. Pada keadaan tertentu bisa bernilai positif atau negatif secara bersamaan.

    ReplyDelete
  18. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2914

    Dari elegi memahami sang kanopi ini saya memperoleh bahwasanya kanopi meeupakan suatu pembatas yang sifatnya terbatas. Kanopi dapat bernilai positif maupun negatif bagi tiap tiap subyek. Kanopi bisa berupa benda hidup, benda mati maupun sistem. Kanopi yang berupa sistem seringkali kita kenal rezim,institusi, dan lain sebagainya dalak lingkup negara. Dibalik kanopi negatif, banyak bersembunyi korupsi, atau tindak kejahatan lainnya. sedangkan kanopi posituf adalah doa, sikap kritis, dll. Sejatinya kanopi negatif tak akan mampu mengalahkan kanopi positif, tak selamanya kejahatan dapat terlindungi.

    ReplyDelete
  19. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Hakikatnya suatu benda dapat berfungsi baik atau tidak baik, positif atau negatif berdasar pada penggunanya. Demikian pula halnya dalam elegi ini bahwa kanopi sebagai pelindung dan sebagai pelindung dia dapat bersifat negatif dan positif tergantung bagaimana konteksnya. Suatu benda yang dipandang positif oleh orang lain, bisa saja dipandang negatif oleh orang lain. Olehnya itu memandang sesuatu baik buruknya kembali pada subjek yang memandangnya. Karena sudut pandang tiap subjek akan berbeda satu dan lainnya.

    ReplyDelete
  20. Baik dan buruk, positif dan negatif, kanan dan kiri adalah dualisme. Benda-benda yang ada di dunia diciptakan untuk membantu manusia, namun jika disalahgunakan malah akan merugikan manusia. Benda-benda mati akan berguna (bernilai positif) atau malah merugikan (bernilai negatif) tergantung kita yang menggunakannya. Dalam dunia ini, kita sebagai manusia juga diberikan kesempatan menjalankan peran berupa jabatan/profesi atau apapun sekarang ini dengan pilihan, yaitu cara benar (positif) atau salah (negatif). Hubungan yang dekat dengan berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa dan menjadikan Tuhan sebagai sandaran hidup kita akan membantu kita memancarkan hal-hal positif untuk melawan segala hal-hal negatif. Karena betapapun bujuk rayu untuk melakukan hal negatif, jika kita mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan maka kita akan menang melawan hal negatif yang dunia tawarkan. Pilihan berada pada diri manusia, pilih kanan atau kiri, pilih baik atau buruk.

    ReplyDelete
  21. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari keanggunan ini kita tahu bahwa Setiap hal yang ada sisi negatif dan sisi positifnya, itu sesuai subjek yang digunakan. Segala sesuatu yang pasif bisa berupa sistem, pemerintahan atau status atau setiap pemikiran. Jadi jika ada korupsi, nepotisme itu solder dari Syaitan, dan kapan kebaikan berasal dari doa kita dan dari Allah. Jadi pesan saya adalah selalu menggunakan setiap pemikiran untuk melakukan kebaikan, jadi kasihan pemikiran itu tidak salah tapi kita selalu mendzalimi nya. Kanopi ini menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai kemampuannya,dapat menguntungkan dapat pula merugikan. Kanopi negatif perbuatan syaton sedangkan kanopi positif terdapat malaikat. Maka mintalah perlindungan kepada Allah SWT. Hakekat dari kanopi adalah bisa berupa apa saja, bisa positif dan bisa negatif tergantung subyek pelakunya. Contoh kanopi negatif korupsi, kolusi, nepotisme,penyelewengan bank Century. Contoh kanopi positif adalah doa-doa manusia.Jadi sehebat-hebat kanopi negatif tidak akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui elegi ini saya belajar memahami kanopi. Kanopi hanyalah pembatas, positif atau negatifbya adalah milik pelaku atau subjeknya. Ketergantungan akan subjeknya inilah yang membuat kanopi terbatas. Maka kanopi tak dapat disalahkan atas kesalahan subjeknya. Karena pada dasarnya dia hanyalah diam tak banyak tahu.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kanopi adalah pembatas yang membatasi daerah yang positif atau baik dan daerah yang negatif atau buruk. Pembatas sangat diperlukan untuk Pembatasan ini tergantung dari darimana seseorang itu memandang ruang dan waktunya. Kanopi positif akan menghasilkan sesuatu hal yang positif juga, begitu juga sebaliknya, kanopi negatif akan menghasilkan sesuatu hal yang negatif.

    ReplyDelete
  24. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kanopi bisa berupa apa saja. Kanopi bisa berupa subyek mati tetapi juga bisa berupa subjek hidup. Kanopi juga bisa berupa suatu Sistem. Ketika kanopi berupa benda mati maka dia mempunyai nilai-nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif, tergantung subyek pelakunya. Sehebat-hebat Kanopi negatif tidaklah akan mampu menghadapi Kanopi positif. Kita sebagai manusia memiliki nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif. Tergantung orang lain memandang kita. Orang-orang yang memiliki sifat negatif pada akhirnya tidak akan mampu menghadapi orang-orang yang memiliki sifat positif. Maka kita sebagai manusia cepat-cepatlah memohon kepada ALLAH agar selalu diberi petunjuk yang benar dan selalu diberi perlindungan akan bahaya.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut pemahaman saya, sesuatu hal itu dapat memiliki banyak presepsi. Tinggal bagaimana kita meilihat dari sudut pandang yang mana. Sehingga sebelum kita menghakimi sesuatu, kita harus tau hal tersebut sebenarnya bagaiman. Jangan hanya melihat dari salah satu sudut pandang tapi hal tesrbut dapat dipandang dari banyak hal.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi memahami sang kanopi di atas, menurut saya ilmu jga bisa dipandang positif dan negatif tergantung dari subyek atau pelakunya. Ketika ilmu digunakan dengan baik, dengan ikhlas dan selalu mengingat Tuha YME agar ilmu yang digunakan mendapat berkah maka ilmu ikut akan bermanfaat bagi banyak orang. Sebaliknya jika ilmu itu digunakan oleh orang jahat atau bersifat negatif, serta ilmu hanya digunakan untuk mengikuti nafsu yang ada sehingga menjadi sombong maka ilmu itu tidak akan bermanfaat.

    ReplyDelete
  27. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kanopi bisa positif, bisa juga menjadi negatif. Semuanya kembali lagi pada pribadi kita masing-masing. Sebaik-baik keberadaan kita adalah bisa bermanfaat bagi sekeliling kita. Keinginan semua orang adalah bisa menjadi pribadi yang baik, tidak merugikan sekitar kita. Namun, terkadang keinginan tak sesuai dengan keadaan. Inginnya menjadi pribadi yang baik. Namun apadaya. Manusia mudah sekali dijebak dan terjebak dalam sistem negatif hanya untuk kenikmatan dan kesenangan sesaat. Dan melalui doa-doa kita itulah kekuatan yang menjadi pelindung diri ini agar selalu di jalur yang semestinya. Banyak-banyaklah mendekatkan diri dan meminta ampun pada Allah agar diampuni dosanya dan dihindarkan dari jalan yang tidak benar.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi memahami kanopi mengajarkan kita bahwa kita harus selalu bersyukur akan semua yang terjadi dalam hidup kita. Karena tanpa kita sadari Allah telah menyelamatkan hidup kita dari segala sesuatu baik itu hal kecil maupun hal besar dalam hidup kita. Dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh dan ikhlas maka kita akan dijauhkan dari segala mara bahaya yang pasti ada dalam setiap kaki kita melangkah.

    ReplyDelete
  29. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Semua makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan. Mereka diberikan kebaikan dan keburukan. Ketika menjalankan kebaikan maka akan memperoleh manfaat sedangkan keburukan akan menghasilkan kerugian. Manusia adalah makhluk sosial yang diciptakan Tuhan untuk dapat mengetahui hal atau sikap baik dan buruk. Sikap baik itu asalnya dari Tuhan sedangkan sikap buruk berasal dari godaan syetan. Maka dari itu manusia diberikan pilihan menjadi orang baik atau buruk, dan yang membatasi segala sikap manusia itu adalah hati mereka sendiri. Sehingga kita makhluk hidup dapat menjadi makhluk yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri melainkan bermanfaat untuk orang lain pula.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    hal yang bisa saya ambil dari percakapan diatas adalah bahwasanya didunia ini pasti add baik dan ada buruknya, dan itu disebabkan oleh ulah manuasia, kanopi sendiri merupakan pembatas yang ada batasannya, kanopi posisit itu adalah doa dan sikap sikap yang baik sedangkan kanopi negatif adalah korupsi dan perilaku tidak terpuji lainnya.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mendapatkan bahwa kita tidak bisa selalu menyenangkan orang lain, ada saja yang tidak suka. Jika memilih berbuat baik pada orang itu, orang yang lain belum tentu senang. Namun yang menarik dalam elegi ini, kanopi sebetulnya tidak memilih antara mau melindungi buaya raksasa atau pemburu. Kanopi hanya seperti itu saja. Dia tulus ikhlas untuk Allah, bukan untuk manusia maupun buaya. Hasilnya antara manusia maupun buaya berterimakasih atas kehadiran kanopi tersebut. Seandainya manusia ataupun buaya menyalahkan kanopi, dari awal kanopi memang sudah seperti itu. Sehingga dia tidak perduli lagi dengan penilaian manusia atau buaya. Yang terpenting adalah Allah senang dengan yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  32. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini, saya memahami mengenai kanopi, yakni hanyalah sebatas sebagai pembatas. Baik buruknya tergantung pada subyeknya. Dapat juga menguntungkan atau merugikan pada waktu yang sama. Menurut saya, hal ini dapat berkaitan dengan suatu ilmu yang dapat bermanfaat bagi siswa yang siap menerima ilmu tersebut, namun juga dapat menjadi bencana apabila siswa tidak siap menerimanya. Guru yang hanya sebatas mentransfer ilmu tanpa mengetahui kesiapan siswa akan berdampak negatif bagi siswa, dan sebaliknya Guru yang memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya akan membuat siswa berkembang kedepannya.

    ReplyDelete
  33. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa kanopi merupakan batasan. Kanopi memiliki dua sifat yaitu positif dan negatif. Kanopi membatasi pemikiran manusia agar tidak melebihi batas kemampuannya. Kanopi bergantuk pada yang ada dan mungkin ada yang sedang di bahas.

    ReplyDelete
  34. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Segala hal di dunia ini memiliki sisi positif dan negatif. Manusia semestinya memilih sisi positif dengan selalu berdoa dan memohon pertolongan Tuhan.

    ReplyDelete
  35. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tuhan menciptakan seuatu itu berpasang-pasangan, ada laki-laki ada perempuan, ada perbuatan yang baik dan ada perbuatan yang buruk. kanopi sendiri sebagai pembatas antara sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk. tinggal bagaimana kita menyikapinya, tentunya diharapkan perilaku yang kita lakukan di dunia ini berorientasi pada perilaku yang baik.

    ReplyDelete
  36. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Jika kita aplikasikan elegi di atas ataupun kita andaikan dengan kehidupan kita sehari-hari. Tokoh seperti hewan, padi dan pohon kita ibaratkan sebagai manusia. Ia yang selalu melindungi sesamanya, ia yang bermanfaat untuk saudaranya. Sejatinya hidup adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  37. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014.

    Hal yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah bahwa pada setiap hal akan selalu​ ada kanopi, kanopi dapat berupa benda mati, benda hidup, atau sistem yang intinya selalu memiliki dua sifat yaitu positif dan negatif, negatif ketika dipengaruhi syaitan atau pengaruh buruk lainnya, dan positif ketika dipengaruhi oleh malaikat atau pengaruh baik lainnya. Dan kita seharusnya selalu melakukan hal yang mengandung kanopi positif.

    ReplyDelete
  38. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D 16
    Kanopi disini dapat berubah menjadi positif dan negatif tergantung subyeknya. Kanopi dapat berupa sistem. Kanopi pula dapat berubah menjadi subyeknhidup. Suatu hal/sistem/kontrol semua tergantung yang memegangnya penguasanya. Mau dbawa kemana sistem itu dan seperti apa sistem itu, positif/negatif.

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia pasti memiliki keterbatasannya sendiri. Namun janganlah sedih atas keterbatasnmu jangin pikirkan pula menguntungkan atau merugikan keterbatasna itu. Karena Tu\han pasti emlebihkan sesuatu dalam dirimu atas keterbatasnmu itu. Sehingga dalam menjadi manusia yang baik. Maka hendaklah menjadi manfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Bukan malah seimbang atau malah merugikan diri sendiri atau orang lain.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi memahami sang kanopi, maka kita tahu bahwa kita bisa menyebutkan atas sesuatu karena cara pandang kita. Penyebutan bisa saja berbeda menurut sudut pandang yang dipakai. Hal ini diibaratkan oleh daun padi yang dianggap menyelamatkan seekor Precil, tetapi pada saat yang daun padi dianggap merugikan oleh seekor Ular Kecil.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kanopi merupakan pembatas antara yang buruk dan yang baik. Kanopi bisa berupa negatif dan positif. Saat kanopi adalah negative, maka kanopi bisa menjadi korupsi ataupun kecurangan-kecurangan lainnya. Sedangkan saat kanopi adalah positif maka kanopi bisa berupa doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah.

    ReplyDelete
  42. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Walaupun kanopi bisa menjadi dua hal yang berbeda. Yaitu positif dan negative, akan tetapi kesalahan tetap bada subjeknya. Kanopi hanyanya benda pasif yang diam. Dia hanya bisa digerakkan oleh subjek. Di sini misalnya subjek adalah manusia maka manusia dengan ke-kenapoiannya bisa bersifat baik dan buruk.

    ReplyDelete
  43. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Segala sesuatu yang diciptakan untuk mendatangkan kebermanfaatan. Akan tetapi, pandangan tentang baik dan buruk untuk setiap individu berbeda-beda. Kita bisa menilai sesuatu itu baik untuk kita, tetapi di sisi lain itu justru merugikan untuk orang lain. Karna boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencitai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.

    ReplyDelete
  44. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Walaupun kanopi bisa menjadi dua hal yang berbeda. Yaitu positif dan negative, akan tetapi kesalahan tetap bada subjeknya. Kanopi hanyanya benda pasif yang diam. Dia hanya bisa digerakkan oleh subjek. Di sini misalnya subjek adalah manusia maka manusia dengan ke-kenapoiannya bisa bersifat baik dan buruk.

    ReplyDelete
  45. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kanopi diartikan sebagai tirai atau pembatas menurut KBBI. Kanopi bias berupa apa saja, bias benda mati atau subyek hidup, dan bias juga berupa suatu sistem. Sebagai benda mati maka bias bersifat positif atau negatif. Kanopi negatif antara lain para pelaku korupsi, kolusi, dsb. Kanopi positif adalah keikhlasan dan daya kritis. Dan sehebat-hebat kanopi negative tidaklah akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  46. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki manfaatnya masing-masing. Penilaian terhadap baik buruknya sesuatu itu relatif tergantung cara memandang masing-masing orang. Terkadang kita menilai sesuatu itu baik bagi kita, namun belum tentu baik juga baik orang lain. Jadi segala sesuatunya itu tidak ada yang sempurna tanpa ada keburukan yang menyertainya.

    ReplyDelete
  47. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini, kanopi diartikan sebagai batas. Segala sesuatu di dunia ini memiliki batas, baik itu hal-hal yang bersifat positif maupun negatif. Jika kita sering mendengar ungkapan “sabar itu ada batasnya”, maka kanopi disini belum mampu digunakan dengan baik. Karena orang sabar yang diuji pasti akan tetap sabar dan berserah diri kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kanopi bisa berupa apa saja, bisa positif dan bisa negatif tergantung pelakunya.Contoh kanopi negatif yaitu korupsi, kolusi, dan nepotisme. Contoh kanopi positif adalah doa-doa manusia.Jadi sehebat-hebat kanopi negatif tidak akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kanopi bersifat sebagai pembatas. Pada suatu saat dianggapmenguntungkan subyek dan disisi lain merugikan subyek yang lain. Di balik kanopi positif ada keikhlasan dan daya kritis. Kanopi bisa dikaitkan dengan apa saja. Tergantung pada konteks yang sedang dibicarakan. Sebuah benda mati bisa berkah dan musibah.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nilai kanopi juga tergantung ruang dan waktu, bisa jadi positif dan bisa jadi negatif. Itulah kanopi pada sebuah benda mati, namun kanopi pada sebuah benda hidup merupakan hal yang lain lagi. Kanopi ini menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai kemampuannya,dapat menguntungkan dapat pula merugikan.

    ReplyDelete
  51. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan pemaparan diatas, saya menjadi mengetahui bahwa kanopi yang ada di dunia ini bisa bersifat positif dan juga negative. Kanopi yang bersifat negative dapat berupa sifat-sifat negative manusia yang berkecenderungan untuk merusak tatanan kehidupan, kanopi yang bersifat negative sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme serta pejabat pemerintahan ataupun daerah yang berkedok ingin melindungi rakyat akan tetapi sebenernya adalah menyengsarakan rakyat, serta masih banyak contoh kanopi negative lainnya yang ada di dalam kehidupan sehari-hari kita. Selain itu ada juga kanopi positif yang dapat berupa do’a- do’a yang dilantunkan manusia di muka bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  52. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Kanopi bisa berupa apa saja, termasuk bisa berupa benda mati, subyek hidup, ataupun sistem. Jika kita berbicara sistem, maka Kanopi itu ternyata juga bisa pemerintahan, negara, institusi, rejim, kelompok negara. Dalam system tersebut Kanopi dapat menjelma negatif atau positif. Kanopi negatif itulah bercokol korupsi, kolusi, nepotisme, dst. Maka setinggi-tinggi Kanopi negatif itu adalah perbuatan yang mengikuti jalan syaitan. Sedangkan Kanopi positif adalah jalan malaikat yang ada di dalam sistem tersebut. Kanopi positif adalah doa-doa kita dan terdapat kekuasaan Tuhan di dalamnya. Maka sesungguhnya sehebat-hebat Kanopi negatif tidaklah akan mampu menghadapi Kanopi positif, sehingga dianalogikan sehebat-hebat kelakuan negatif Pemimpin Utama, tidaklah mampu dia melindungi dan mempertahankannya. Maka berlindunglah dan memohon kepada Tuhan YME agar kita terhindar dari Kanopi negatif yang membawa kita kesengsaraan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  53. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Dalam menilai sesuatu, setiap orang tentu mempunyai penilaian masing-masing. Antara satu orang dengan yang lainnya tentu berbeda, tergantung dari sudut pandang penilaian orang tersebut. Seperti kanopi diatas. Kanopi dapat menjadi positif tetapi dapat menjadi negatif, tergantung subjek pelakunya. Namun sehebat-hebatnya kanopi negatif tidak akan mungkin mampu menghadapi kanopi positif karena dibalik kanopi positif ada sebuah doa yang ditujukan langsung kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  54. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    dari elegi di atas, hal yang dapat saya pahami adalah bahwa sesuatu itu dapat berfungsi sebagai dua hal, yaitu dapat merugikan dan dapat menguntungkan, tergantung dari mana kita memandangnya.

    ReplyDelete