Sep 20, 2013

Elegi Memahami Sang Kanopi




Oleh Marsigit

Precil:

Wah untung ada selembar daun padi ini. Jika tidak ada daun ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Ular Kecil itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik daun padi. Hemm..jadi..selembar daun padi ini telah menyelamatkan nyawaku.

Ular Kecil:
Wah untung ada selembar daun padi ini. Jika tidak ada daun ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Buaya Kecil itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik daun padi. Hemm..jadi..selembar daun padi ini telah menyelamatkan nyawaku.

Buaya Kecil:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Ular Besar itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Ular Besar:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Buaya Raksasa itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Buaya Raksasa:
Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah ditembak oleh si Pemburu itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Pemburu:

Wah untung ada sebatang pohon ini. Jika tidak ada pohon ini, pasti saya sudah dimangsa oleh si Buaya Raksasa itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik pohon ini. Hemm..jadi..sebatang pohon ini telah menyelamatkan nyawaku.

Kanopi:

Hei..hei sebentar..Pada awalnya bicaramu itu urut dan enak di dengar. Tetapi setelah sampai Buaya Raksasa dan Pemburu..saya jadi agak bingung. Wahai sebuah pohon, apa yang sebenarnya terjadi? Engkau itu menyelamatkan si Buaya Raksasa atau si Pemburu?

Sebuah Pohon:
Oh Kanopi tuanku. Maafkanlah diriku. Bukankah aku hanya menjalankan sifat-sifat seperti sifat-sifat yang engkau jalankan pula.

Kanopi:
Lho..sifat yang bagaimana?

Sebuah Pohon:

Sifatku hanyalah sebatas sebagai pembatas. Sebagai sebuah pembatas maka kemampuanku juga terbatas. Karena kemampuanku adalah terbatas maka nilaiku adalah juga terbatas. Keterbatasan nilaiku itu ditandai dengan sifat yang aku timbulkan atau sifat yang mereka peroleh. Maka nilaiku itu tidaklah bersifat universal. Pada suatu saat aku dianggap menguntungkan oleh subyek yang satu, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh subyek yang lainnya.

Kanopi:
Bagaimana daun padi? Apakah betul apa yang dikatakan oleh sebuah pohon itu?

Daun Padi:
Pada suatu saat saya dianggap menyelamatkan seekor Precil, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh seekor Ular Kecil. Pada suatu saat yang lain aku dianggap menyelamatkan seekor Ular Kecil tetapi pada saat yang sama lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Buaya Kecil. Pada saat yang lain yang lainnya aku dianggap menyelamatkan seekor Buaya Kecil tetapi pada saat yang sama yang lain yang lainnya yang lainnya saya dianggap merugikan oleh seekor Ular Besar.

Kanopi:
Wah kalau begitu saya ingin melihat kinerja para kanopi.

Anak Kecil:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka mainanku pasti direbut oleh Anak Besar itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan permainanku.

Anak Besar:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Awam itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Orang Dewasa Awam:

Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Profesional itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Orang Dewasa Profesional:
Wah untung pintunya tertutup. Jika pintunya tidak tertutup maka kelakuanku pasti ditegur oleh Orang Dewasa Awam itu. Kalau begitu pintu tertutup telah menyelamatkan kelakuanku.

Kanopi:
Sebenter..sebentar.. Pada awalnya bicaramu itu urut dan enak di dengar. Tetapi setelah sampai
pada Orang Dewasa Awam dan Orang Dewasa Profesional saya jadi agak bingung. Wahai sebuah Pintu, apa yang sebenarnya terjadi? Engkau itu menyelamatkan Orang Dewasa Awam atau Orang Dewasa Profesional?

Pintu:
Oh..maaf sang Kanopi ...Maafkanlah diriku. Bukankah aku hanya menjalankan sifat-sifat seperti sifat-sifat yang engkau jalankan pula.

Kanopi:
Lho..sifat yang bagaimana?

Pintu:
Sifatku hanyalah sebatas sebagai pembatas. Sebagai sebuah pembatas maka kemampuanku juga terbatas. Karena kemampuanku adalah terbatas maka nilaiku adalah juga terbatas. Keterbatasan nilaiku itu ditandai dengan sifat yang aku timbulkan atau sifat yang mereka peroleh. Maka nilaiku itu tidaklah bersifat universal. Pada suatu saat aku dianggap menguntungkan oleh subyek yang satu, tetapi pada saat yang sama aku dianggap merugikan oleh subyek yang lainnya.

Kanopi:
Konkritnya?

Pintu:

Orang Dewasa Awam atau Orang Dewasa Profesional pada saat yang sama bisa menilai diriku secara berbeda, tetapi juga bisa memberikan penilaian yang sama. Semua itu tergantung keadaan mereka. Tetapi pada kesempatan ini akun ingin bertanya kepada engkau wahai Kanopi. Jika engkau tidak bisa menjawab pertanyaanku ini janganlah engkau mengaku-aku sebagai pemimpinku.

Kanopi:

Silahkan..apa pertanyaanmu?

Pintu:

Apakah Kanopi bisa ikut disalahkan dan menanggung dosa-dosa atas peran dan fungsinya? Sampai di mana batasan sang Kanopi itu?

Kanopi:

Oh..ah..aku agak ragu. Dikarenakan aku terlalu sibuk melayani fungsi-fungsi ku maka aku tidak pernah memikirkan segala pertanyaanmu itu. Oh siapakah yang dapat membantu diriku menjawab pertanyaan-pertanyaan sang Pintu ini?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai semua Kanopi...seperti apa yang selalu aku janjikan, maka aku selalu datang pada setiap orang yang bertanya apapun pertanyaanmu itu. Ada baiknya kita menyaksikan kejadian-kejadiannya dulu sebelum anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Pemimpin Utama:
Hemm..situasinya sangat sulit. Jika Kanopi ini tidak berfungsi maka bisa terancam kedudukanku. Seluruh wargaku tanpa kecuali ingin menghancurkan dirimu. Oh Kanopiku..teguhkan dan mantapkan langkahmu itu, untuk saat ini aku betul-betul mengandalkan dirimu. Hidup matiku tergantung dirimu. Maka apapun syarat-syarat yang engkau minta, pasti aku penuhi, yang penting jagalah diriku agar sifatku yang satu ini jangan sampai terungkap. Wahai Pemimpin Madya apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Pemimpin Madya:
Wahai Pemimpin Utama tuanku. Aku persembahkan seluruh hidupku untuk menjadi Kanopimu. Aku akan menjaga bahkan kulitmu tidak akan pernah tersentuh selama aku masih mampu menghirup udara.

Pemimpin Utama:
Hemm...situasinya kok masih stagnan. Bagaimana rakyatku bisa maju dan sejahtera jika mereka hobinya berlindung dibalik Kanopi-Kanopi? Oh..Kanopi..Kanopi..engkau memang betul-betul kejam. Engkau itu betul-betul musuh rakyat dan bangsaku. Wahai Pemimpin Madya apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Pemimpin Madya:
Wahai Pemimpin Utama tuanku. Aku persembahkan seluruh hidupku untuk membongkar Kanopi-Kanopi itu. Aku adalah panglimamu yang terdepan dalam memberantas Kanopi-Kanopi itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Kanopi apakah engkau cukup mengerti dengan simbol-sombolku?

Kanopi:
Wahai Orang Tua Berambut Putih...jangan bingungkanlah diriku itu. Aku betul-betul bingung menyaksikan kelakuan Pemimpin Utama. Lebih bingung lagi ketika menyaksikan kelakuan Pemimpin Madya. Wahai Orang Tua Berambut Putih...apakah sebetul-betulnya batasan Kanopi itu?

Orang Tua Berambut Putih:

Itulah yang terjadi. Kita telah dan sedang menyaksikan Pemimpin Utama bingung. Jika Pemimpin Utama bingung maka Pemimpin Madya tentu bingung. Maka semua rakyat tentu akan bingung juga.

Kanopi:
Lalu..apa kaitannya pemimpin bingung dengan Kanopi?

Orang Tua Berambut Putih:

Kanopi bisa berupa apa saja. Jika dia adalah benda mati maka dia mempunyai nilai-nilai pasif. Nilai-nilai pasif itu bisa positif tetapi juga bisa negatif, tergantung subyek pelakunya. Tetapi Kanopi itu juga bisa berupa subyek hidup. Tidak hanya itu saja, Kanopi ternyata juga bisa berupa suatu Sistem. Jika engkau bicara sistem, maka Kanopi itu ternyata juga bisa pemerintahan, negara, institusi, rejim, kelompok negara. Dibalik Kanopi negatif itulah bercokol korupsi, kolusi, nepotisme, penyelewengan Bank Century, dst. Maka setinggi-tinggi Kanopi negatif itu adalah perbuatan para bajul barat, syaetan, thek-thekan, ancak ogro...itulah para prajuritnya Black Hole Diraja. Itulah perilaku para noekapital dan neopragmatis. Sedangkan Kanopi positif itu hadirlah para malaikat di situ. Kanopi positif itulah doa-doamu, ...itulah Kuasa Tuhan YME. Dibalik Kanopi positif itulah keikhlasan dan daya kritismu. Sungguh Allah SWT telah menciptakan bermacam-macam hal agar manusia memikirkannya. Maka berlindunglah dan mohon syafaatlah keharibaan Allah SWT. Sehebat-hebat Kanopi negatif tidaklah akan mampu menghadapi Kanopi positif. Sehebat-hebat kelakuan negatif Pemimpin Utama, tidaklah mampu dia melindungi dan mempertahankannya. Segala puji dan syukur hanya untuk Mu ya Allah. Amiin.

40 comments:

  1. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kanopi bisa berupa apa saja, bisa positif dan bisa negatif tergantung pelakunya.Contoh kanopi negatif yaitu korupsi, kolusi, dan nepotisme. Contoh kanopi positif adalah doa-doa manusia.Jadi sehebat-hebat kanopi negatif tidak akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  2. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kanopi bersifat sebagai pembatas. Pada suatu saat dianggapmenguntungkan subyek dan disisi lain merugikan subyek yang lain. Di balik kanopi positif ada keikhlasan dan daya kritis. Kanopi bisa dikaitkan dengan apa saja. Tergantung pada konteks yang sedang dibicarakan. Sebuah benda mati bisa berkah dan musibah.

    ReplyDelete
  3. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nilai kanopi juga tergantung ruang dan waktu, bisa jadi positif dan bisa jadi negatif. Itulah kanopi pada sebuah benda mati, namun kanopi pada sebuah benda hidup merupakan hal yang lain lagi. Kanopi ini menggambarkan sifat manusia yang terbatas sesuai kemampuannya,dapat menguntungkan dapat pula merugikan.

    ReplyDelete
  4. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan pemaparan diatas, saya menjadi mengetahui bahwa kanopi yang ada di dunia ini bisa bersifat positif dan juga negative. Kanopi yang bersifat negative dapat berupa sifat-sifat negative manusia yang berkecenderungan untuk merusak tatanan kehidupan, kanopi yang bersifat negative sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme serta pejabat pemerintahan ataupun daerah yang berkedok ingin melindungi rakyat akan tetapi sebenernya adalah menyengsarakan rakyat, serta masih banyak contoh kanopi negative lainnya yang ada di dalam kehidupan sehari-hari kita. Selain itu ada juga kanopi positif yang dapat berupa do’a- do’a yang dilantunkan manusia di muka bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Kanopi bisa berupa apa saja, termasuk bisa berupa benda mati, subyek hidup, ataupun sistem. Jika kita berbicara sistem, maka Kanopi itu ternyata juga bisa pemerintahan, negara, institusi, rejim, kelompok negara. Dalam system tersebut Kanopi dapat menjelma negatif atau positif. Kanopi negatif itulah bercokol korupsi, kolusi, nepotisme, dst. Maka setinggi-tinggi Kanopi negatif itu adalah perbuatan yang mengikuti jalan syaitan. Sedangkan Kanopi positif adalah jalan malaikat yang ada di dalam sistem tersebut. Kanopi positif adalah doa-doa kita dan terdapat kekuasaan Tuhan di dalamnya. Maka sesungguhnya sehebat-hebat Kanopi negatif tidaklah akan mampu menghadapi Kanopi positif, sehingga dianalogikan sehebat-hebat kelakuan negatif Pemimpin Utama, tidaklah mampu dia melindungi dan mempertahankannya. Maka berlindunglah dan memohon kepada Tuhan YME agar kita terhindar dari Kanopi negatif yang membawa kita kesengsaraan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Dalam menilai sesuatu, setiap orang tentu mempunyai penilaian masing-masing. Antara satu orang dengan yang lainnya tentu berbeda, tergantung dari sudut pandang penilaian orang tersebut. Seperti kanopi diatas. Kanopi dapat menjadi positif tetapi dapat menjadi negatif, tergantung subjek pelakunya. Namun sehebat-hebatnya kanopi negatif tidak akan mungkin mampu menghadapi kanopi positif karena dibalik kanopi positif ada sebuah doa yang ditujukan langsung kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  7. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    dari elegi di atas, hal yang dapat saya pahami adalah bahwa sesuatu itu dapat berfungsi sebagai dua hal, yaitu dapat merugikan dan dapat menguntungkan, tergantung dari mana kita memandangnya.

    ReplyDelete
  8. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Menurut kamus besar bahasa Indonesia “stigma” diartikan ciri negative yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Stigma merupakan berbagai pandangan orang yang menilai negative pada diri kita, hal yang kita lakukan bahkan pada pemikiran kita.
    Hampir setiap hari kita menjumpai stigma. Dari teman, tetangga, orang lewat bahkan dari keluarga sendiri. Contohnya, sebuah stigma yang biasa melekat pada wanita yang selalu pulang larut malam. Pasti banyak orang-orang disekitarnya yang langsung memberikan cap bahwa wanita tersebut wanita tidak baik tanpa melihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh wanita tersebut sehingga pulang larut malam. Itulah stigma.Stigma ini akan selalu datang tanpa di dahului fakta karena kebanyakan kita tidak ingin tahu apa fakta di balik semua itu.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Saya dapat belajar tentang keterbatasan. Ketika sesuatu yang terbatas telah sampai pada batasannya maka akan timbul sikap tidak konsisten.
    Selain itu, hal yang saya peroleh adalah untuk melawan segala sesuatu yang negatif kita harus selalu berpegang teguh pada kekuatan spiritual.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya mendapat sebuah pelajaran, dalam beberapa hal ada pembatas-pembatas yang membuat sudut pandang kita berbeda. Kemudian Perlunya pikiran pikiran yang positif untuk membatasi diri dari tindakan-tindakan menyimpang. Tidak lupa pula bermunajat pada Allah dengan memanjatkan doa-doa. Membatasi diri dengan doa yang baik juga diperlukan agar terhindar dari godaan-godaan.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari Elegi ini hal yang bisa saya pahami terkadang kita berlindung terhadap yang rasanya mengancam kita dengan yang disebut pembatas. Pelindung tidak lain dan tidak bukan adalah pembatas. Terkadang kita berlindung dari sesuatu dengan suatu pembatas, di saat yang sama sesuatu itu juga berlindung dari kita dengan pembatas yang sama pula. Pembatas itu berupa sistem, pembatas itu ada yang baik dan ada yang buruk. Dan sebaik-baik pembatas adalah agama dan iman.

    ReplyDelete
  12. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Pembatas atau pelindung bisa membawa kebaikan dan keburukan. Semua tergantung dari pengguna pembatas atau pelindung tersebut. Oang-orang jahat akan menggunakan kebijakan atau sistem untuk melakukan korupsi dan/atau kejahatan lain. Sedangkan orang yang suci hatinya akan menggunakan kebijakan atau sistem itu sebagai alat untuk memperjuangkan kesejahteraan/kemaslahatan umum.

    ReplyDelete
  13. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Manusia merupakan makhluk yang terbatas dengan sifatnya sebagai seorang manusia. Dengan keterbatasannya tersebut maka manusia diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Sebagai seorang manusia kita tidak boleh menyombongkan diri, kita tidak boleh juga merasa kecil. Cobalah untuk bersyukur atas apa yang kita dapatkan dan berikhtiar untuk apa yang kita inginkan. Jika kita berbicara tentang kemampuan, lihatlah di atas kita masih banyak orang yang lebih hebat dari kita sehingga kita tidak sombong. Akan tetapi ketika kita berbicara tentang nikmat, lihatlah di bawah kita masih banyak yang kurang beruntung, sehingga kita bisa bersyukur.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C
    17706251065

    Dalam kehidupan kita, Kanopi merupakan sebuah pelindung berupa atap yang melindungi dari hujan ataupun sinar matahari. Namun, dalam elegi ini kanopi tidak hanya sebatas itu. Kanopi juga merupakan batasan-batasan yang bisa berfungsi positif dan negatif tergantung siapa dan apa yang dibatasi, bagaimana bertindak pada batasan itu dan apakah batasan itu sesuai dengan ruang dan waktu. Jadi, kanopi mempunyai fungsi yang beragam dan seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif. Saya memandang ini sebagai sebuah perumpamaan dalam kehidupan bahwa selalu ada batasan-batasan yang akan membedakan sesuatu dari yang lainnya. Baik buruk, benar salah, tua muda, dll adalah contoh dua hal yang tidak bisa dicampur adukkan. Ada batasan yang jelas diantara keduanya.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam membaca elegi ini kita belajar tentang Kanopi. Dimana kanopi ini bisa berupa benda mati ataupun benda hidup ataupun suatu hala atau keadaan. Kanopi disini memeiliki sifat terbatas yang mana ia bisa baik untuk satu sisi dan buruk untuk satu sisi. sedangkan untuk kanopi sendiri ada kanopi positif yaitu kanopi yang dimiliki pada dimensi spiritual yaitu ke Esaan Allah dan untuk kanopi negatif yaitu sifat-sifat setan.
    Sedangkan kanopi bisa berupa juga suatu sistem misalkan sistem standar seorang guru bisa berarti guru ada yang menganggap sistem ini disikapi dengan maksud yang tidak baik, namun dilain sisi ini sangat baik untuk siswa mengingat profesionalitas seorang guru yang akan mendidiknya.

    ReplyDelete
  16. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari elegi memahami sang kanopi memberitahukan bahwa kanopi adalah batasan kita dalam menjalankan sesuatu. Nilai yang terkandung pada kanopi bisa berupa nilai yang positif maupun negatif tergantung dari subjek pelakunya. Nilai negatif kanopi berasal dari bisikan syaiton yang membuat subjeknya untuk melakukan hal-hal yang buruk. Sedangkan nilai positif kanopi datangnya dari keikhlasan doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT, sehingga subjek yang mendapatkan nilai kanopi positif selalu mendapat perlindungan dari-Nya. Adanya kanopi dengan sifatnya yang terbatas, suatu saat bisa dianggap menguntungkan satu subjek tetapi di saat yang bersamaan dianggap merugikan subjek lainnya. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah SWT dari kanopi-kanopi negatif. Amin.

    ReplyDelete
  17. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Elegi ini menyebutkan bahwa kanopi itudapat berupa apa saja. Kanopi dapat berupa benda mati maupun subyek hidup. Setiap kanopi ada juga yang memiliki sisi positif dan ada juga yang memiliki sisi negatif. Satu kanopi yang sama dapat memberikan peran yang berbeda terhadap dua subjek yang berbeda. Contohnya saja hukum atau undang-undang kita. Hukum atau undang-undang dapat menyelamatkan seseorang yang merasa dirugikan, tetapi juga dapat menyengsarakan seseorang yang sebenarnya tidak bersalah tetapi menjadi bersalah akibat taktik ulah sang pemimpin yang tidak bertanggung jawab.Hakekat dari kanopi adalah bisa berupa apa saja, bisa positif dan bisa negatif tergantung subyek pelakunya. Contoh kanopi negatif korupsi, kolusi, nepotisme. Contoh kanopi positif adalah doa-doa manusia. Jadi, sehebat-hebat kanopi negatif tidak akan mampu menghadapi kanopi positif.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kali pertama. Benar-benar pertama kali membaca definisi kanopi sedalam ini. Waw, kanopi bisa benda mati, bisa juga subjek hidup. Ternyata belum usai, kanopi bisa positif dan tentu juga bisa negatif. Awalnya benar-benar mengikuti alur keberadaan kanopi seperti yang dikisahkan si precil dan entah kawan atau musuhnya. Benar saja, aku pun turut dibikin bingung setelah sampai pada si buaya besar dan sang pemburu. Dan setelah kuraba-raba, setidaknya baru ku ketahui memang betul jika sifat kanopi itu mengikuti penilaian si subjek, bisa positif dan negatif. Tapi tunggu, ternyata ngeri juga. Kanopi, negatif, sistem. Sangat ngeri kedengarannya. Ternyata memang begitu adanya. Dari situlah muncul borok-borok keburukan dalam pemerintahan. Sungguh kita salah, meletakkan kanopi pada sisi negatifnya.

    ReplyDelete
  19. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Segala objek yang ada dan yang mungkin ada memiliki fungsi yang relatif. Di saat yang bersamaan, di satu sisi dapat memberikan menguntungkan, tetapi di sisi lain juga merugikan yang lainnya lagi. Kita sebagai manusia tentu sering menghadapi hal yang demikian karena kemampuan kita hanyalah terbatas. Seperti halnya ketika kita mengambil suatu keputusan, tentu kita menginginkan keputusan terbaik, tetapi pada setiap keputusan akan membawa konsekuensi yang berbeda. Maka setiap kita akan bertindak hendaknya selalu memohon petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi sang kanopi menjelaskan tentang bagaimana kehidupan ini. Didalam kehidupan ini tentu saja ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat jahat. Ketika ada yang berani berbuat baik demi kepentingan bersama terkadang dimanfaatkan oleh si jahat, sehinggamenjadikannya yang tadinya benar-benar baik berubah menjelma menjadi jahat hal itu sangat mungkin sekali terjadi didalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  21. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi memahami sang kanopi.
    Kanopi adalah penutup, pelindung sesuatu yang ada dibawahnya. Apa yang dibawahnya tergantung dari apa yang ada di atasnya. Bisa positif dan negative dan sebaik baiknya kanopi, kanopi teratas dan tak terkalahkan adalah Allah SWT. Berpijak dari hal tersebut maka sepatutnya apabila kita menjadi kanopi, maka jadilah kita kanopi yang positif, yang menambah rimbun dan sejuk apa yang kita naungi bukan malah membuat panas, membakar apa yang ada di bawah kita. Sudah sepatutnya kita berpijak pada ajaran agama, karena kanopi adalah kita dan setiap kita adalah pemimpin bagi diri kita masing masing. Maka jadilah kanopi yang baik dan bermanfaat bagi lilngkungan sekitar sehingga bisa menciptakan kanopi kanopi lain yang juga positif dan membawa kebaikan. Kebaikan dapat menular kepada orang lain, sehingga kebaikan kepada orang lain dan orang yang diberikan kebaikan pasti akan membrikan kepada oranglain lagi, dan begitu seterusnya. Seperti halnya kanopi, manusia pun juga ada pembatas untuk melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  22. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.mendengarkan cerita tersebut sangat menarik, sebatang pohon jadi serba salah padahal nyatanya dia menjalankan kehidupannya sesuai yang dikehendaki, hanya karena sang pemburu berlindung dan dan bersembunyi di balik dirinya, dia dihadapkan pada dua situasi yang dipersepsikan oleh Kanopi dapat menguntungkan dan merugikan pihak lain.

    ReplyDelete
  23. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi memahami sang kanopi, saya memahami bahwa dalam kehidupan kita mengenal batasan-batasan. Batasan-batasan itu terbentuk dari bagaimana kita memandang sesuatu, bagaimana sudut pandang atau cara pandang kita. Karenanya akan timbullah batasan positif dan negatif, dimana batasan positif berasal dari doa seseorang dan batasan negatif merupakan pengaruh dari syaitan. Dimana pemikiran batasan positiflah yang dibutuhkan untuk membatasi diri dari perilaku yang menyimpang. Untuk itu, senantiasalah berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari pengaruh pikiran negatif karena sehebat apapun pikiran negatif akan kalah dengan pikiran positif.

    ReplyDelete
  24. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Segala hal yang bersifat pasif di dunia ini akan menjadi baik jika digunakan oleh orang yang baik, dan sebaliknya akan menjadi buruk jika digunakan untuk hal yang buruk. Segala hal yang bersifat pasif tidak mempunyai kuasa untuk mendefinisikan dirinya, ia hanya bisa didefinisikan oleh orang yang berkuasa atas dirinya.

    ReplyDelete
  25. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap benda membutuhkan perlindungan, terlebih makhluk hidup. Yang kecil berlindung kepada yang lebih besar, yang dipikir dapat menyelamatkan hidupnya. Manusia terkadang mencari perlindungan ke tempat manapun ia merasa aman dan nyaman. Tak sedikit yang menjadikan hal-hal buruk menjadi pelindungnya atau "kanopi"-nya. Padahal yang sebenarnya Tuhan adalah tempat perlindungan yang paling aman. Lewat doa, kita dapat menyerahkan segala rasa khawatir kita dengan hal-hal yang tak pasti itu, terkaman lawan, niat buruk, dan hal-hal lain.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan dari postingan bapak yang berjudul elegy memahami sang kenopi. Dari postingan ini ilmu yang dapatkan ialah hidup itu selalu ada keseimbangan, dan ada batas diantara yang positif dan yang negative. Segala sesuatu ada sisi positif dan sisi negative. Begitu juga dalam menilai sesuatu hal. Jangan pernah menjudge sesuatu hanya dari luarnya saja. Nilailah dan pahamilah dari dalamnya tapi jangan menjudgenya karna sebenar-benarnya penilaian adalah hak dari sang Maha Pencipta.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan ini, saya semakin menyadari bahwa saya tidak dapat menutupi hal-hal yang buruk di hadapan Allah meski orang lain tidak mengetahuinya. Bahkan saat saya ditutupi oleh kanopi yang bersifat pasif sekalipun. Pengawasan Allah akan selalu mengintai diri ini. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan pada diri ini bahwa Allah selalu Maha Melihat atas apa yang saya perbuat. Mohon ampuni atas dosa-dosa hamba-Mu ini ya Robb. Iringi diri ini untuk terus memiliki ketaqwaan kepada-Mu bahkan dalam keadaan lalai sekalipun.

    ReplyDelete
  29. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sang kanopi pada elegi ini dapat dimaknai secara luas, bisa berarti batasan, pelindung, penyembunyi, dan sebagainya. Ada banyak tipe-tipe manusia yang terkadang terlena dengan nafsu duniawi yang mengejar kenikmatan fana yang sifatnya sementara sehingga menyalahgunakan kanopi tersebut untuk melindunginya dan menyembunyikan perbuatan negatif yang merugikan banyak orang.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kanopi positif hendaknya selalu memimpin apa yang ada di dunia ini. Karena jika tidak, memang kanopi negatiflah yang akan menguasainya. Jika kanopi negatif memimpin di depan, maka kebenaran, kebaikan, dan lain sebagainya akan perlahan luntur dan hilang. Hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi mereka yang berlindung di bawah kanopi negatif. Mereka yang meneduh di kanopi negatif tidak merasakan secara langsung akibat yang diberikan, namun mereka akan sadar ketika pengaruh tersebut telah memberikan banyak perubahan dan membuat mereka tidak akan bisa mangkir lagi untuk berlindung dibawah kanopi negatif. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk agar diberikan kanopi yang positif agar dapat melindungi kita dari segala hal yang tidak baik. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dalam postingan ini, saya memahami arti keterbatasan. Semua dimensi memiliki batasan batasan tertentu. Pendapat dan sudut pandang itulah yang menyebabkan batasan tersebut. Secara analog dan garis besar dari elegi tersebut adalah sifat negatif itu tidak akan mampu mengalahkan sifat positif selama dibarengi doa dengan selalu bermunajat kepada Allah. Allah itu Maha tahu dan bijaksana dalam menentukan sesuatu.

    ReplyDelete
  32. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dari segi filsafat, kanopi bersifat baik ketika batasan atau norma norma yang berlaku dapat terlasana dengan baik. Sedangkan kanopi akan bersifat buruk ketika norma itu dilanggar dan acuh terhadap peraturan yang ada. Banyak hal di dunia ini yang memiliki dua sisi, baik dan buruk, akan menjadi baik apabila digunakan sesuai dengan mestinya, sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  33. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Elegi ini mengajarkan pada kita bahwa suatu benda mati tidak memiliki sifat universal. Ia tidak benar-benar memberikan manfaat dan ia juga tidak benar-benar memberikan malapateka. Sifat memberikan manfaat atau memberikan petaka ini kembali kepada masing-masing subjek yang mengendalikannya. Sebagaimana dalam elegi diatas, diceritakan sebuah pohon yang disatu sisi dianggap menguntungkan suatu subjek, namun disisi lain di saat yang sama dianggap merugikan subjek yang lain. Sehingga sifat memberikan manfaat atau memberikan kerugian kembali ditentukan oleh subjek yang memakai atau memaknainya.

    ReplyDelete
  34. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingan di atas. Dari ulasan di atas secara terseirat kita bisa tahu bahwa nilai kanopi itu tergantung ruang dan waktunya masing-masing, sehingga dapat bersifat positif maupun negatif. Kanopi positif diibaratkan dengan manusia yang selalu berdoa dan menjaga serta menebarkan kebaikan kepada sesama. Sedangkan kanopi negatif dapat kita lihat seperti para koruptor, penjahat, penguasa rezim, orang-orang tak berTuhan, para penyebar keburukan dan pembuat keterlenaan bagi manusia. Sungguh mengerikan jika manusia tidak menyadari akan peran dan campur tangan para kanopi-kanopi itu jika ia tidak mampu membedakan manakah kanopi yang baik maupun yang buruk. Sebesar apapun kekuatan kanopi negatif, tentu tidak akan mampu mengalahkan dan menghadapi kekuatan kanopi positif yang tentunya itu karena mereka selalu melibatkan Allah sebagai sumber kekuatan. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari segala keburukan dan tipu daya para kanopi negatif. Amin.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  35. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Kanopi adalah pembatas. Yang memanfaatkan kanopi kanopi merasa bahwa kanopi itu melindungi. Kita semua butuh rasa Aman, Dan rasa Aman dapat disediakan oleh kanopi kanopi yang nampaknya melindungi Kita. Entah baik entah buruk.
    Saya diingatkan akan diri sendiri, sudahkah saya berada di bawah kanopi positif. Tak selamanya kanopi bertahan melindungi Saya. Maka perlu lah senantiasa menyadari gerak langkah, Dan apa yang menguasai pikiranku. Trimakasih.

    ReplyDelete
  36. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Segala sesuatu itu tergantung pada cara kita memandangnya, karena semua yang diciptakan tidaklah dalam keadaan sia-sia. Semuanya memegang peranan serta fungsinya masing-masing tergantung kita menganggapnya positif ataupun negatif. Bisa jadi suatu hal atau kejadian baik bagi kita, namun dianggap tidak baik oleh orang lain. Maka disinilah juga kita mengambil pelajaran bahwa tidak mungkin bisa menyamakan keadaan yang satu dengan yang lain, tapi yang bisa kita lakukan saling pengertian agar kedamaian dapat terjalin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  37. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam suatu kelompok pasti ada yang bersifat pelindung dan ada sifat yang dilindungi, ada juga sifat saling melindungi satu sama lain. Melindungi, dilindungi, sama-sama melindungi bisa diartikan positif bisa diartikan negatif, yaitu sesuai ruang dan waktunya. Misalnya saling melindungi untuk membobol sebuah bank, tentu ini tidak sesuai ruang dan waktunya. Berbeda jika saling melindungi supaya selamat dari musibah banjir misalnya, maka ini sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  38. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kanopi dapat memberikan fungsi negatif atau positif tergantung dari persepsi yang sedang berlindung atau dilindungi olehnya. Dalam kehidupan, kanopi dapat diartikan dalam berbagai bentuk, mulai dari benda, kejadian, sifat, perilaku, atau gabungan dari semuanya sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam suatu waktu di kehidupan, kita pasti pernah menganggap sesuatu sangat berharga ketika ia memberikan manfaat, namun langsung menyalahkannya jika terjadi sesuatu yang buruk. Manusia tak pernah lepas dari sifat determinis sehingga sang kanopi akan terus berubah-ubah dalam ruang dan waktu yang berbeda-beda pula.

    ReplyDelete
  39. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia hidup selalu dihadapkan dengan pilihan. Tinggal bagaimana kita menentukan pilihan kita sebab pilihan kita menentukan hidup kita. Begitu juga kanopi, kanopi bersifat positif dan negatif. Namun, kanopi positif akan selalu menang melawan kanopi negatif sebab kanopi positif selalu mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Sedangkan, kanopi negatif mengabaikan sang Pencipta dengan melanggar perintahnya. Kanopi bisa berupa apa saja, tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Kanopi yang dimaksud adalah sebagai pembatas. Dan pembatas tersebut dapat dikatakan sesuatu yang berbentuk hierarki. Dimana Pembatas tersebut ada yang bersifat positif dan negatif. Pembatas yang besifat positif adalah batasan yang selalau didalm lindungan Allah SWT.,sedangkan pembatas yang bersifat negatif semuanya berasal dari godaan syetan. Segala sesuatu pembatas yang bersifat postif akan selalu terjaga dari hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete