Sep 20, 2013

Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa




Oleh: Marsigit

BERANGKAT KE SEKOLAH

Guru menggapai siswa:

Ketika aku akan berangkat ke Sekolah, tidak seperti biasanya hari ini. Kenapa tiba-tiba di depan rumahku telah ada beberapa jalan baru, ada jalan yang lurus dan lebar, ada jalan yang sempit dan berkelok-kelok, ada jalan yang kelihatannya licin, ada jalan yang berbatu-batu.Halaman rumahku juga tidak seperti biasanya, dia menjadi luas dan banyak tanaman serta hiasan jalan. Aku kemudian tertegun memikirkan apa yang sedang terjadi. Apakah ini sebuah mimpi atau kenyataan. Betul-betul aku tidak dapat membedakan. Kalau sebuah mimpi, mengapa aku bisa melihat, berjalan, bercakap-cakap dan lain-lain. Kalau sebuah kenyataan, mengapa aku tidak mengerti mengapa semua ini mesti terjadi?. Kepada siapa mesti aku bertanya. Jika aku bertanya kepada dia si tua berambut putih, jawabnya pasti adalah bahwa sebenar-benar ilmuku adalah antara mimpi dan kenyataan ini. Ah bosan aku. Paling jawabnya ya gitu-gitu aja. Ah itu ada orang lewat. Rambutnya tidak putih. Yang ini aku agak semangat untuk bertanya.
Pertanyaanku:
“Hai saudaraku, aku lihat engkau begitu nyaman dan enaknya melewati jalan-jalan itu. Padahal jalan itu bagiku begitu rumitnya, disamping bercabang-cabang, semit, licin lagi. Tetapi engkau begitu mahirnya, masih pakai sepatu roda lagi. Seakan-akan engkau sedang mengejekku saja. Bolehkah aku bertanya kepadamu, hai saudaraku”
Orang berambut tidak putih:
“ Oh, alhamdullilah. Aku telah tidak sengaja telah diberi kenikmatan oleh Tuhan untuk bisa bersilaturahim kepadamu. Baik, ingin bertanya apakah saudaraku juga?”
Pertanyaanku:
”Aku sudah beberapa waktu tidak mengajar. Aku merindukan siswaku. Tetapi tiba-tiba banyak jalan di depan rumahku. Aku bingung jalan mana yang harus ku lalui? Dapatkah kau menunjukkan jalan mana yang menuju ke Sekolah ku?”
Orang berambut tidak putih:
“Ampun tuanku, mengapa engkau mesti bertanya seperti itu? Bukankah sangat jelas terlihat bahwa jalan manapun yang engkau lewati semuanya bisa menuju ke Sekolah mu?”
Pertanyaanku:
“Apakah jalan yang lebar itu?”
Orang berambut tidak putih:
“Jalan yang lebar itu bisa juga. Anda jalan lurus saja sampai pertigaan, belok kiri sampai perempatan, kemudian belok kanan sampai perlimaan. Kemudian ambil tikungan yang no 3 dari kiri, setelah itu ada jalan menurun dan jembatan kemudian jalan menaik serta menelusuri tebing , terus sampai ditanah datar dan terdapat bangunan-bangunan baru. Diantara bangunan-bangunan baru itulah Sekolahmu berada”
Pertanyaanku:
“Bagaimana dengan jalan yang sempit di sebelah kiri ini?”
Orang berambut tidak putih:
“Boleh juga. Walaupun kelihatannya sempit, tetapi nanti setelah tikungan pertama, jalan ini akan melebar bahkan bercabang. Ambil cabang kiri teruskan sampai perempatan. Kemudian beloklah ke kanan sampai pertigaan. Kemudian belok kanan lagi sampai jalan berlubang kemudian naik sedikit. Setelah itu terlihatlah dua buah jembatan, maka teruskan sehingga menelusuri tebing, kemudian melingkar, karena ada taman di situ. Diujung jalan yang melingkar, engkau akan menemukan tanah datar beserta banyak bangunan di situ. Diantara banyak bangunan itulah, Sekolah mu berada.
Pertanyaanku:
“Aku bingung, bisakah engkau menghantarkanku ke Sekolah”
Orang berambut tidak putih:
“Maaf, karena aku juga harus mengajar pada jam yang sama, padahal sekolah kita lokasinya berbeda. Untuk saat ini aku tidak bisa menghantarmu. Mungkin lain kali. Baiklah saudaraku selamat bekerja dan sampai di sekolah kita masing-masing”

DI TENGAH KEBINGUNGAN, ORANG TUA BERAMBUT PUTIH TERNYATA MENGHAMPIRINYA

Orang berambut putih:

Aku dengar tadi kau merindukan murid-muridmu, benarkah itu?
Guru menggapai siswa:
Oh guruku. Tidak kusangka engkau menghampiriku lagi.
Orang berambut putih:
Sudah kukatakan, bahwa setiap engkau bertanya maka hadirlah aku di situ. Karena aku adalah pengetahuanmu.
Guru menggapai siswa:
Tetapi guru, setiap aku melihatmu maka tubuhku terasa ringan seakan-akan terbang tinggi setinggi langit. Tetapi pikiranku terasa berat seakan tenggelam di dasar laut. Mataku melebar seakan seluas gurun pasir. Bagaimana ini guru. Dapatkah engkau menolongku.
Orang berambut putih:
Sebenar-benar pertolongan datangnya dari Allah SWT, maka mohonlah pertolongan pada Nya.
Guru menggapai siswa:
Ya Tuhan, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa orang tuaku, ampunilah segala dosa leluhurku. Berikan aku pertolongan Mu ya Allah. Kenapa ilmuku telah membuatku berat untuk melangkah, ragu-ragu untuk menentukan, tidak yakin untuk memilih, tidak jelas untuk memandang.
Orang berambut putih:
Amien. Amien ya Robbal alamin. Aku ikut berdoa semoga terkabul segala permohonanmu.
Guru menggapai siswa:
Bukankah guru belum menjawab pertanyaanku.
Orang berambut putih:
Hah, apa tidak terbalik. Kalau tidak salah yang bertanya bukankah aku? Kan aku yang bertanya kepadamu, benarkah kamu merindukan murid-muridmu? Dan engkau belum menjawabnya.
Guru menggapai siswa:
Aku sekarang telah tidak mempercayaimu. Karena kamu telah pelupa dan tidak mengetahui keadaanku yang sebenarnya.
Orang berambut putih:
Mengapa.
Guru menggapai siswa:
Kenapa engkau tidak pula mengetahui bahwa sebenarnya saya telah bertanya kepadamu. Tetapi pertanyaanku tidak aku ucapkan. Dan kenapa engkau tidak pula mengerti akan hal itu.
Orang tua berambut putih:
Baik. Kalau engkau tidak mempercayaiku, maka aku sebaliknya. Kepercayaanku kepadamu justru meningkat sekarang, karena engkau semakin mempedulikanku. Itu pertanda bahwa engkau semakin cerdas. Aku akan tingkatkan bicaraku kepadamu, karena kamu telah meningkat ilmumu. Engkau telah mengajakku bicara tentang hakekat bertanya. Apakah sebenarnya pertanyaan itu? Apakah selalu bahwa pertanyaan itu perlu diucapkan? Bolehkan aku bertanya dalam hati saja? Apakah selalu bahwa pertanyaan memerlukan jawabannya? Bolehkah kita menanyakan semuanya yang ada?
Guru menggapai siswa:
Tentu saja guru. itulah yang ku inginkan.
Orang berambut putih:
Jika engkau punya keinginan itu, tentu aku pun boleh punya keinginan.
Guru menggapai siswa:
Apa keinginanmu guru?
Orang berambut putih:
Jika memang itu yang kau kehendaki, maka keinginanku adalah mengajakmu bicara tentang tidak hanya hakekat pertanyaan. Tetapi hakekat rindu, hakekat siswa, hakekat merindukan siswa, hakekat jalan, hakekat jalan menuju ke sekolah, hakekat sekolah, hakekat mengajar, hakekat belajar, hakekat matematika, hakekat matematika sekolah, hakekat mengajar, hakekat tanya jawab, hakekat metode pembelajaran, hakekat penilaian, hakekat ujian, hakekat, menghukum, hakekat memberi bekal, hakekat, motivasi, hakekat appersepsi, hakekat diskusi, hakekat kelompok, hakekat diskusi kelompok, hakekat kkompetensi, hakekat standard, hakekat silabus, hakekat RPP, hakekat alat peraga, hakekat sumber belajar, hakekat tugas, hakekat PR, hakekat kewajiban, hakekat kebutuhan, hakekat investasi, hakekat constructivis, hakekat contextual, hakekat..., hakekat..., hakekat, ...
Guru menggapai siswa:
Ampun guruku. Ampunilah aku, karena aku telah berlaku sombong dan telah menghinamu. Ternyata pengetahuanmu sangat tinggi dan luas. Banyak sekali apa-apa yang ada dalam pikiranmu, bermacam-macam lagi. Menjawab satu pertanyaanmu saja aku merasa tidak mampu. Sekali lagi mohon ampun aku wahai guruku.
Orang berambut putih:
Wahai muridku. Perkenankanlah aku sekarang memanggil engkau, muridku. Iba rasa hatiku, haru rasa hatiku setelah mendengar engkau memohon ampun berkali-kali. Padahal ketahuilah, bahwa sebenar-benar aku adalah ilmumu, maka tetesan air mata ini sebagi pertanda bahwa kita saling memaafkan. Karena jika engkau peka dan sensitif, aku juga telah berlaku sombong. Dengan membuat begitu banyak pertanyaan tanpa sempat memberimu kesempatan bukankah itu kesombonganku. Maka maafkanlah juga aku wahai muridku.
Guru menggapai siswa:
Bolehkan engkau menerangkan satu persatu apa yang kau maksud dengan bermacam-macam hakekat itu?
Orang berambut putih:
Boleh, tetapi kita juga terikat oleh ruang dan waktu. Maka katakanlah sebenarnya, diantara sekian banyak yang telah aku sebut itu, engkau akan menanyakan yang mana?

BERTEMU DENGAN MURID

Guru menggapai siswa:

Aku ingin bertanya hakekat RINDU dan CINTA
Orang berambut putih:
Baik. Rindu adalah keinginan untuk mengulangi pengalaman masa lampau. Tetapi ketahuilah bahwa adalah engkaulah yang mempunyai keinginan itu. Dan engkau pulalah yang mempunyai pengalaman itu. Padahal kita tahu, banyak orang mempunyai keinginan dan pengalaman yang berbeda-beda. Keinginanku dan pengalamanku jelas lain dengan keinginanmu dan pengalamanmu. Keinginanmu dan pengalamanmu jelas lain dengan keinginan dan pengalaman muridmu. Jadi jika engkau merindukan muridmu, maka belum tentulah muridmu itu merindukanmu. Maka waspadalah jika engkau mempunyai perasaan rindu. Jangan-jangan itu tidak lain tidak bukan adalah egomu. Maka aku sangat khawatir, ketika engkau mengatakan bahwa engkau merindukan untuk bertemu murid-muridmu. Karena jika betul-betul itu adalah egomu, maka hanyalah menjadi korban darimu itulah murid-muridmu. Adalah sebaliknya yang kita harapkan, yaitu keadaan yang sangat berpengharapan bilamana murid-muridmu itulah yang sebenar-benar merindukan dirimu. Maka jangan sekali-kali engkau merasa rindu kepada muridmu manakala itu adalah egomu. Biarlah bahwa muridmu itulah yang merindukanmu. Maka sebenar-benar rindu adalah miliknya dan bukan milikmu.
Guru menggapai siswa:
Kemudian kalau begitu apa pula hakekat cinta?
Orang tua berambut putih:
Setali tiga uang. Dari uraianku di atas, maka setiap kata-kata ku tentang rindu bisa kamu substitusikan dengan kata cinta. Maka aku juga mengkhawartirkan perasaan cintamu itu. Jangan-jangan maksudmu mencintai sesuatu justru sebetulnya merusak apa yang kau cintai itu. Dengan demikian maka tiadalah cinta yang kau dapat, melainkan penderitaan adanya. Bukankah pengalaman menunjukkan bahwa tidaklah selalu bahwa cinta itu berkesampaian. Orang jawa bilang "welas tanpa asih" itu adalah cinta karena egomu tetapi tidak cinta karena asih. Maka sebenar-benar cinta adalah miliknya bukan milikmu.
Guru menggapai siswa:
Aku belum begitu paham guru. Mengapa aku tidak boleh merindukan muridku sementara membiarkan muridku merindukan akan diriku. Mengapa kau juga mengkhawatirkan perasaan cintaku. Bukankah hal yang demikian tidak adil.
Orang berambut putih:
Itulah hakekat rindu, itulah hakekat cinta, itulah hakekat guru, itulah hakekat siswa. Mengapa? Pada hakekatnya guru adalah berbeda dengan siswa. Sudah pernah saya katakan bahwa guru adalah subyek yang berkuasa terhadap obyek siswa yang dikuasai. Maka hakekat rindu akan berbeda pula manakala dia berdomisili pada guru ataupun berdomisili pada siswa. Rindunya orang yang berkuasa tentu akan berbeda dengan rindunya orang yang dikuasai. Cintanya orang yang menguasai tentulah berbeda dengan cintanya orang yang dikuasai. Jikalau ada orang yang dikuasai merindukan terhadap orang yang menguasai itu adalah luar biasa. Tetapi sulit ditemukan. Jika ternyata memang ada maka akal kita pun sulit menerimanya. Mungkin adalah muridnya yang luar biasa atau gurunya yang luar biasa. Tetapi jangan salah paham, bahwa yang dimaksud luar biasa adalah diluar kebiasaan, jadi bisa positif tetapi juga bisa negatif. Maka aku juga dapat katakan bahwa rindu tidak lain tidak bukan adalah sifat yang melekat pada obyek. Guru bisa menjadi subyek sekaligus obyek, demikian juga siswa bisa menjadi obyek sekaligus subyek. Maka sebenar-benar rindu dan cinta adalah rindu dan cinta kepada Nya. Untuk menggapainya, maka itu sebenar-benar jalan mana yang engkau lalui.
Guru menggapai siswa:
Kenapa guru singgung-singgung tentang jalan. Bukankah guru tahu bahwa itulah awal kebingungan saya. Lalu apa hubungan "jalan" dengan rindu? Apa pula hubungan "jalan" dengan cinta?
Orang berambut putih:
Wahai muridku yang semakin budiman saja. Ketahuilah bahwa berbagai macam jalan yang berada di depan dan samping rumahmu itu sebenar-benar adalah ciptaanku. Aku sengaja ciptakan jalan itu agar kamu mau belajar. Ketahuilah bahwa jalan-jalan di depan rumahmu itu tidak lain adalah jalan hidupmu. Jalan hidupmu adalah pilihanmu. Maka sebenar-benar hidupmu adalah pilihanmu. Jalan hidupmu yang akan kau lalui. Maka jalan hidupmu tergantung pula oleh pengetahuanmu. Jika pengetahuanmu hanya sebatas mengajar dengan metode ceramah, maka hanya jalan ceramah itulah yang selalu ada dalam pikiranmu. tetapi jika pengetahuanmu sampai jalan konstruktivis, maka kamu juga bisa melalui jalan konstruktivis yang ada di samping rumahmu itu. Apakah jalan rindumu dan cintamu adalah egomu? Mengapa aku ciptakan banyak jalan untukmu. Jika engkau akan berangkat menuju ke Sekolahmu maka itulah sebenar-benar jalan yang dapat engkau pilih. Jalan-jalan itulah sebenar-benarnya metode menggapai siswa dan metode mengajarmu. Menggapai siswa dan metode mengajar tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan satu metode saja yang selama ini kamu yakini dan kamu jalani. Untuk menggapai, menghantar dan melayani siswa agar dapat belajar matematika dengan baik, maka guru memerlukan banyak cara dan banyak metode yang diterapkan secara dinamis dan kreative sesuai dengan konteks pembelajaram, tingkat kemampuan siswa serta kemampuan yang akan dicapai. Maka tiadalah jalan lain bagimu untuk selalu mencoba jalan-jalan itu, walau suatu saat kamu terjatuh sekalipun. Jikalau perlu maka kau sendiri pulalah dapat membuat jalan-jalanmu itu. Itulah hakekat dirimu mengkonstruksi jalanmu untuk menggapai rindu dan cintamu. Melalui jalan-jalan itu, maka sinergi-dan tali temalikanlah dirimu dengan diri siswa agar kamu bisa melayani dan memberi kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya. Ketahuilah bahwa konstruksimu adalah berbeda dengan konstruksi siswamu. Maka jangan sekali-kali kau paksakan siswamu mengikuti jalan konstruksi pengetahuanmu. Berilah kesempatan agar siswamu juga mencoba banyak jalan-jalan di depan rumahmu. Namun itu pun belum mencukupi. Karena sebenar-benar hakekat muridmu adalah dia yang bisa membuat jalannya sendiri. Itulah sebenar-benar konstruktivisme. Sehingga dia pun bisa dan berhak menggapai rindu dan cintanya. Amien ya Robbal Alamien.
Guru menggapai murid:
Bisakah aku bertemu dengan muridku?
Orang tua berambut putih:
Lagi-lagi kamu menanyakan hakekat. Sebelum kau bisa bertemu dengan muridmu maka kenalilah dirimu. Sebelum kau bertemu dengan muridmu maka kenalilah muridmu itu. Namun aku sangsi apakah kamu sebenar-benar mampu mengenal dirimu. Ketahuilah dirimu adalah kata-katamu. Dirimu adalah pertanyaanmu. Dirimu adalah pikiranmu. Dirimu adalah kuasamu. Dirimu adalah mimpimu. Dirimu adalah kuasamu. Dirimu adalah bahasamu. Dirimu adalah perbuatanmu. Dirimu adalah doamu. Dirimu adalah amal kebajikanmu. Demikan juga siapakah diri muridmu itu. Demikian kau dapat menyebutnya seperti aku telah baru saja sebut yang banyak tadi. Jadi dirimu yang mana dan diri muridmu yang mana yang kamu harapkan akan bertemu. Maka di sini lagi-lagi kamu bertanya tentang hakekat pertemuan. Maka dapat aku katakan bahwa tiadalah dapat sebenar-benar kau dapat menggapai muridmu itu, kecuali kalau kau anggap sekaligus dirimu dan diri muridmu adalah ilmuku, karena ilmuku tidak lain tidak bukan adalah pengetahuanmu sekaligus pengetahuan muridmu. Itulah sebenar-benar belajar, yaitu jika kamu dan muridmu dapat bertemu di dalam ilmu berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi dalam iman, ilmu dan taqwa itulah sebenar-benar kamu bisa menggapai muridmu dan sebenar-benar belajar bagi muridmu. Namun itupun belum cukup karena sebenar-benar rindu dan cintamu adalah jika siswamu dalam iman, ilmu dan taqwa mampu membuat jalannya untuk menemuimu. Itulah sebenar-benar guru menggapai siswa yaitu jika siswamu telah menggapaimu. Amien.

104 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sering kali ego merupakan sifat dasar yang ada dalam diri manusia. Hanya dirinya yang mampu mengalahkan ego itu sendiri. Rindu yang dirasakan guru, siswa juga belum tentu merasakan hal yang sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa jangan hanya menjadi guru yang mencintai dan merindukan siswanya tetapi jadilah guru yang selalu dicintai, dirindukan, dan dinanti oleh siswanya. Tak lepas dari itu, guru bukan hanya sebagai cahaya dalam perjalanan muridnya. Namun guru adalah kepala kontraktor jalan hidup muridnya, hanya sekedar meberi saran dan tidak ikut memberikan konstruksi. Untuk mencapai hal itu dibutuhkan kerja keras, perasaan yang jernih, dan semangat dalam menjalani jalan yang dipilih.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sebagai seorang guru, memang semestinya harus mampu mengenali segala potensi yang ada dalam diri muridnya, tidak boleh kita memaksakan sebuah cara kepada setiap murid, karena setiap murid memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Guru harus bisa Menghidupkan belajar mengajar agar tidak monoton, penyampaian materi pun menjadi menyenangkan dengan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak malas untuk berperan aktif di kelas. Semua itu sangat positif agar karena siswa suka kepada guru seperti itu.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, yang dapat saya simpulkan adalah bahwa seorang guru harus mengenali karakter muridnya dengan baik, dan juga guru tidak boleh untuk memaksakan ego nya kepada murid. Ketika seorang guru telah mampu mengenali murid-muridnya maka guru tersebut akan mampu menentukan metode embelajaran apa yang cocok untuk murid-muridnya. Dengan cara mengenal murid-muridnya inilah maka guru bisa memnempatkan dirinya pada posisi yang tepat, yaitu sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  4. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi seorang guru menggapai siswa. Singkat kata, agar seorang guru dapat menggapai siswa, maka haruslah terlebih dahulu siswa dapat menggapai gurunya. Guru seringkali menggunakan egoisme nya dalam melakukan pembelajaran seperti melakukan pembelajaran dg metode yang guru suka maupun mudah. Padahal pengalaman guru dan siswa berbada, pemahamannya pun berbeda. Tentu siswa takkan mampu menggapai guru.Jangan pula hanya merindui murid-muridmu, tapi jadilah guru yang dirindui olwh siswanya. Jadilah, fasilitator yang memahami siswa, fasilutator yang kreatif inovatif, maka niscaya mereka akanmencintai dan merindukan gurunya, dengan begitu siswa dapat menggapai guru dan itu artinya guru berhasil menggaapau siswa.

    ReplyDelete
  5. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pada proses pembelajaran tidak terlepas dari interksi antara guru dan siswa. Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran guru seringkali menggunakan berbagai metode, strategi, maupun model pembelajaran. Dalam memilih model, metode maupun strategi pembelajaran untuk diterapkan dalam pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa. Seorang guru harus mampu memahami karakteristik yang dimilki oleh setiap siswanya sehingga guru mampu menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru juga dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk memperoleh pengetahunnya.

    ReplyDelete
  6. 16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi sebelumnya yang pernah saya baca yaitu elegi pertengkaran guru dan siswa. Guru menggunakan kekuasaannya untuk menunjukan kekuatan dirinya kepada siswa dan siswa berusaha melindungi diri dari kesewenang-wenangan gurunya. Jadi, alangkah baiknya jika setiap guru dan siswa memiliki rasa simpati dan empati, tulus dan ukhlas dalam mengemban tugas dan kewajiban masing-masing. Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi seorang guru yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan ini. Peran guru diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajran dan mmelayani siswa-siswanya dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai suatu tujuan, banyak jalan yang bisa kita tempuh.. Metode yang paling efektif adalah dengan berganti-ganti metode sesuai dengna karakteristik materi dan siswa.

    ReplyDelete
  7. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Untuk menggapai siswa guru haruslah mengenali dirinya sendiri. Guru harus sadar bahwa dalam dirinya terdapat ilmu yang merupakan diri dan siswanya. Maka guru tersebut berada pada jalan belajar yang benar saat bersama-sama bertemu dengan siswa dalam ilmu berlandaskan iman dan taqwa. Sama-sama belajar sebagai subjek yang berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Dimensi guru adalah berbeda dengan dimensi siswanya. Apa yang dengan mudah dipahami oleh guru belum tentu dipahami oleh siswa. Guru perlu memahami tingkat perkembangan kognitif, pengetahuan siswa. Kesulitan siswa dalam proses abstraksi (mengubah level situasional ke level formal) sama halnya dengan perjuangan seorang guru dalam proses mengajarkan hal yang formal menuju konkret. Dengan kesadaran ini diharapkan guru memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sehingga dapat memberikan metode, strategi, atau pendekatan pembelajaran dan scaffolding yang tepat dalam pembelajaran serta menjadikan pemahaman adanya perbedaan matematika antara anak-anak dan orang dewasa menjadi bekal dalam proses pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Saat guru ingin menjadi guru yang professional, dia harus menggapai siswanya, dia harus memahami siswanya, dia harus tau apa kebutuhan siswa, sehingga pada saat mengajar dan mendidik dia tau metode apa yang cocok untuk diterapkan di kelas, model pembelajaran apa yang cocok, perangkat pembelajaran apa yang dapat memenuhi kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Guru adalah subjek yang berkuasa terhadap objek siswa yang dikuasai. Guru dan siswa sama-sama bisa menjadi subjek dan menjadi objek. Seorang guru memberikan beberapa pilihan jalan agar siswanya dapat menuju tempat yang akan ia tuju. Sama seperti dalam pembelajaran guru menggunakan beberapa metode dan pendekatan agar siswa dapat memahami materi dengan berbagai cara yang diberikan oleh guru, cara mana yang akan ia pilih tergantung dengan kemampuannya. Kerinduan dan cinta seorang guru kepada muridnya berdasarkan pada iman dan taqwa kepada Allah SWT yang akan mempertemukan di dalam ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    guru dan siswa saling menghargai satu sama lain untuk tercapainya tujuan pembelajaran, guru harus berusaha memahami siswa yang beragam, itu cukup sulit namun semua bisa diusahakan, guru harus meninggalkan ego nya dan berusaha ikhlas dalam menjalani tugas nya, sesungguhnya akan ada kepuasan sendiri ketika melihat siswa yang dituntun mengalami kemajuan.

    ReplyDelete
  12. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sebagai seorang guru, sebelum mengajar lebih baik guru mampu mengenali diri sendirinya terlebih dahulu, kemudian guru memahami apa kebutuhan siswanya agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Mengajar bukan hanya asal mentrasfer ilmu tetapi juga sekaligus memahami karakter siswa dan karakter guru sendiri agar menjadikan pembelajarannya bermakna.

    ReplyDelete
  13. Agus Cahyanto
    14301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran. Sehingga sebagai guru jangan egois memaksakan cara berpikir kepada siswa. Karena guru hendaknya mampu menahan egonya dengan mencoba memahami karakteristik siswanya dan lebih memberikan siswa kesempatan untuk mengkonstruksi sendiri cara pikirnya. Apabila hal tersebut terlaksana, maka hasil akhirnya dapat tercapainya tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Proses pembelajaran ataupun kegiatan belajar-mengajar tidak bisa lepas dari keberadaan guru. Tanpa adanya guru pembelajaran akan sulit dilakukan, apalagi dalam rangka pelaksanaan pendidikan formal, guru menjadi pihak yang sangat vital. Guru melaksanakan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajar peserta didik atau siswa. Namun sebagai seorang guru harus tahu bagaimana karakteristik dari setiap siswanya dan harus tahu apa yang akan dilakukan untuk mengajar dengan berbagai karakteristik siswa yang mewarnai proses pembelajaran dengan menggunakan metode variasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Murid dan guru hakikatnya adalah hubungan antara dua pikiran. Proses sinkronisasi diantaranya disebut proses belajar dan pembelajaran. Untuk mengenali murid, maka kenali diri terlebih dahulu. Begitu pula murid, harus mengenali dirinya sendiri, sehingga bisa menyesuaikan dengan pikiran gurunya. Sehingga guru dapat dengan mudah menyesuaikan pikirannya agar proses belajar dan pembelajaran berjalan lebih efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  16. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi diatas berarti guru harus bisa memahami setiap siswanya, dan untuk dapat memahami siswanya maka guru harus mampu memahami dirinya sendiri terlebih dahulu. Dan untuk dapat memahami dirinya sendiri maka guru harus mampu kembali kesiapa dia sebenarnya dengan melihat dari hal-hal yang ada dalam dirinya termasuk mengenali ilmu sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  17. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Terdapat banyak cara yang dapat digunakan oleh guru untuk dapat mencapai siswanya. Beragam jalan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan guru. Tidak bisa dipaksakan karena jika dipaksakan akan menghasilkan hasil yang buruk. Sehingga guru harus mampu memilih jalan yang tepat untuk digunakan dalam menggapai muridnya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  18. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut terlhat bahwa guru tidak bisa menggapai muridnya tetapi dia tidak mau menghadapi orang berambut putih. Padahal orang berambut putih ini adalah ilmu dari guru tersebut sehingga tidak bisa untuk tidak menghadapinya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  19. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang baik dikelas dapat berjalan dengan baik dikarenakan peran dari siswa dan juga guru yang mengajar. Guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang tinggi akan lebih berpotensi untuk melakukan pembelajaran inovatif yang lebih modern dari pada menggunakan metode konvensional berupa ceramah/ekspositori. Guru yang inovatif dapat menjadi fasilitator dan membantu siswa menjalankan perannya sebagai pusat dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, guru yang inovatif dapat menerapakan strategi dan metode yang tepat yang dapat menambah tingkat ketertarikan dan juga motivasi siswa untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  20. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengatasi berbagai kemampuan siswa yang beranekaragam membutuhkan keahlian dan juga keprofesionalitasan dari guru. Kemampuan siswa dapat dikembangkan oleh guru dengan cara melakukan pembelajaran yang mampu membuat siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, sehingga pengetahuan yang didapat lebih bermakna dan lebih melekat dalam pikiran siswa bila dibandingkan dengan saat siswa diberikan pengetahuan oleh guru melalui metode ceramah. Selain itu dengan mengkonstruk sendiri pengetahuan, siswa akan mengetahui permasalahan terkait apa yang sedang dipelajari sendiri sehingga dapat menjadi tantangan bagi siswa untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi tersebut, hal inilah yang memicu timbulnya rasa keingintahuan siswa dan juga sifat mandiri siswa dapat terbentuk.

    ReplyDelete
  21. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa menjadi guru maka harus benar-benar memahami hakekat guru, perlu memahami ontologi, epistimologi, dan aksiologi seorang guru. Selain itu perlu juga memahahami hakikat murid dan semua hal yang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini agar guru dapat benar-benar memhami profeisnya dan apa keinginan serta kebutuhan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru dapat menggapai siswa jika salah satunya guru dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan siswa. Menurut Sardiman (2005) kebutuhan siswa diantaranya adalah kebutuhan jasmaniah yang berkaitan dengan tuntutan siswa yang bersifat jasmaniah yang menyangkut kesehatan jasmani, kebutuhan sosial yaitu pemenuhan keinginan untuk saling bergaul dengan sesama siswa dan guru serta orang lain, kebutuhan intelektual yaitu setiap siswa tidak sama dalam hal minat untukmempelajari sesuatu ilmu pengetahuan,.

    ReplyDelete
  23. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru dapat menggapai siswa maka guru terlebih dahulu harus memahami kedudukan guru. Menurut Sardiman (2005). kedudukan guru terdiri oleh salah satunya persyaratan guru yaitu ada persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan psikis, dan persyaratan fisik.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru haruslah profesional. Pengertian profesi memiliki banyak konotasi salah satu diantaranya tenaga kependidikan, termasuk guru. secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut. pekerjaan profesi pastilah menggunakan teknik dan prosedur yang berpijak pada landasan intelektual.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hubungan Guru dan sisw disini haruslah harmonis. Jika hal tersebut tercapai maka akan terwujud hasil yang diinginkan. untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi komponen-komponen belajar-mengajar. sebagai contohnya adalah pengorganisasian materi, metode, media, pendekatan, strategi yang digunakan. tetapi faktor lain yang penting yang mempengaruhi adalah hubungan yang baik antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  26. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru tentunya sangat berperan bagi siswa. Beberapa perana guru menurut beberapa ahli adalah:
    1. Prey Katz menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, yaitu seolah olah seperti sahabat yang dapat memebrikan nasehat.
    2. Havighurst menjelaskan bahwa peranan guru di sekolah sebagai pegawai, sebagai bawahan atasannya., sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat, sebagai mediator dan masih banyak lagi.
    3. James W. Brown mengemukakan bahwa tugas dan perana guru adalah dapat menguasai dan mengembangkan materi.

    ReplyDelete
  27. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penggunaan metode pembelajaran di kelas sangat berpengaruh kepada persepsi siswa terhadap guru tersebut, ketika pembelajaran di kelas dikemas dan difasilitasi dengan baik, menarik dan interaktif oleh guru, maka siswa akan senantiasa merindukan pembelajaran dari guru tersebut. Penggunaan metode tersebut tidak terlepas dari bagaimana kesadaran diri seorang guru dalam mengajar sehigga guru dapat mengetahui apa yang dibutuhkan siswa.

    ReplyDelete
  28. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi seorang guru menggapai siswa ini menjelaskan bahwa peran penting guru dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa dengan cara menerapkan berbagai metode pembelajaran yang bervariatif.

    ReplyDelete
  29. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Samgat banyak yang dijelaskan pada elegi di atas, salah satunya tentang rindu dan cinta. Rindu dan cinta sejatinya adalah sifat yang melekat pada benda, yang susah dijelaskan pada benda. Rindu dan cinta tergantung pada subyek yang merasakan, akan berbeda jika subyek yang berkuasa terhadap subyek lain yang merasakan rindu, misalnya guru merindukan siswa, sejatinya rindu itu tak lagi murni karena ada motif tertentu mengapa guru merindukan siswa.

    ReplyDelete
  30. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada elegi di atas terdapat bagian yang menggambarkan banyak jalan menuju ke sekolah, ada jalan yang lurus dan lebar, jalan yang sempit, jalan yang licin, jalan yang berbatu. Jalan-jalan tersebut menggambarkan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Jika guru menggunakan metode yang tepat diibaratkan jalan yang lebar dan lurus, maka siswa akan menerima ilmu dari guru dengan baik tanpa kesulitan.

    ReplyDelete
  31. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika kelak kita menjadi seorang guru, maka akan menemui berbagai macam karakter yang dimiliki siswanya. Ada yang pandai, dapat dengan mudah memahami apa yang dipelajari, ada yang harus dijelaskan baru bias memahami, tetapi ada yang sudah dijelaskan tetapi masih belum bias memahami. Tantangan bagi seorang guru menghadapi siswanya. Guru harus bias memahami karakter siswanya dan mengajar dengan sepenuh hati dan keikhlasan, dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada siswanya. Dan tentu saja selalu mendoakan untuk keberhasilan siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  32. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat berkomunikasi, pandai mengasuh dan menjadi teman belajar bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang. Terjadinya komunikasi antar guru dan siswa, serta siswa dengan siswa, tidak bisa dilepaskan dari cara guru tersebut menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif. Guru harus mampu membangun motivasi siswa, melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar serta pandai menarik minat dan perhatian siswa.

    ReplyDelete
  33. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekatnya, guru berbeda dengan siswa. Guru adalah subjek yang berkuasa, sedangkan siswa adalah objek yang dikuasai. Maka hakekat rindu akan berbeda pada siapa rindu itu hinggap, entah itu pada guru (sebagai subjek yang berkuasa) ataupun pada siswa (objek yang dikuasai). Rindu dan cintanya orang yang berkuasa tentu akan berbeda dengan rindu dan cintanya orang yang dikuasai. Jika ada orang yang dikuasai merindukan terhadap orang yang menguasai itu adalah luar biasa karena sungguh sulit ditemukan,kalau pun ada maka sulit kita meyakininya. Jika ada murid yang notabene bertindak sebagai objek merindukan gurunya maka hal tersebut sungguh lah luar biasa karena merupakan hal langka. Maka sebenar-benar rindu dan cinta adalah rindu dan cinta kepada Tuhan YME. Semoga cinta dan rindu perjumpaan dengan-Nya, membawa kita ke kebahagiaan yang abadi sisi-Nya.

    ReplyDelete
  34. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Sebagai seorang guru sudah seyogyanya memiliki sikap memahami murid-muridnya. Untuk memahami murid-muridnya banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, tergantung cara apa yang akan dipilih guru tersebut dan bagaimana menerapkannya secara optimal, dimulai dari ia harus melakukan pendekatan maupun interaksi kepada muridnya. Diiringi dengan memberikan ilmu yang yang didasari dengan iman dan taqwa maka akan mengantarkan guru menjadi lebih dekat dengan muridnya.

    ReplyDelete
  35. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini dijelaskan bagaimana kehidupan seorang guru sebenarnya di hamparkan luas dengan pilihan metode apa yang akan digunakan. Namun begaimana menggunakan dan memilih metode ini yang dapat membuat siswa merasa rindu dan cinta pada ilmu. Guru yang dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh siswanya, bukan guru yang otoriter merasa tahu segalanya.

    ReplyDelete
  36. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Setelah membaca ini, hal yang saya dapati adalah bagaimana guru memilih metode dalam mengajar di kelas. Karakter siswa sangat beraneka ragam, semuanya akan bermuara pada hal yang sama yaitu membangun pengetahuan dan pemahaman siswa. Setiap metode yang dilakukan pasti memiliki cara yang berbeda-beda, proses yang berbeda ketika dijalankan. Ketika kita mencoba berbagai proses itu maka kita akan menemukan keunggulan dan kelemahan masing-masing siswa. Ketika hanya menggunakan satu saja pasti ada siswa yang tidak paham. Oleh karena itu kita harus mencoba berbagai metode agar kita bisa mengenal siswa kita dan membantu mereka dalam membangun pengetahuan dan pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Agar siswa tidak merasa bosan dan bersemangat dalam belajar, guru seharusnya mengajar dengan metode yang bervariasi atau tidak monoton. Atau memfasilitasi siswa supaya belajar dengan baik. Untuk itu diperlukan cara agar sebagian besar siswa dapat terfasilitasi dengan baik. Karena karakter siswa itu berbeda-beda, maka tidak ada cara terbaik dalam mengajar. Tetapi yang bisa dilakukan adalah dengan mengombinasi metodenya. Ketika semua siswa terfasilitasi dengan baik, maka akan tercipta pembelajaran yang baik sehingga hasilnya pun akan maksimal

    ReplyDelete
  38. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Bagaimana seorang guru membuat pilihan metode apa yang akan diterapkan ketika mengajar dengan tujuan membuat siswa menyukai ilmu yang dipelajari. Dalam hal ini pertimbangan utama bagi seorang guru dalam metode pembelajaran adalah karakteristik siswa. setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda beda sehingga menyebabkan pencapaian keberhasilan belajar siswa pun tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Metode pelajaran yang dipilih guru hendaknya yang melibatkan siswa belajar secara aktif dan memberikan kesempatan pada siswa serta mampu memfasilitasi semua siswa baik itu yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah untuk mengkonstruk pemikirannya. Pemahaman yang berasal dari siswa itu sendiri akan terasa lebih berkesan bagi siswa, sehingga harapannya siswa lebih memahami dan tau apa yang dipelajari. Saya pribadi juga akan menyukai suatu pelajaran jika saya paham dan mengerti apa yang saya pelajari.

    ReplyDelete
  39. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postigannya, Pak. Dari elegi ini, saya bisa mengambil pelajaran bahwa peran guru sangatlah besar bagi perkembangan siswanya. Namun ini tidak berarti guru dapat memanfaatkan hak itu sewenang-wenang dengan mematikan kreativitas siswanya. Justru sebaliknya, peran guru adalah memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan diri dan pengetahuan mereka seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  40. Junianto
    PM C
    17706251065

    Menjadi seorang pendidik tentu bukanlah hal yang mudah. Saya sepakat dengan artikel Prof Marsigit bahwa sebelum menjadi pendidik kita harus mengenal diri kita sendiri. Mengenal secara mendalam sehingga tidak ada orang lain tahu tentang detailnya diri kita. Hal ini tentu tidaklah cukup, karena kita juga harus mengenal siswa. Dan sebaik-baik belajar adalah belajar yang dilandasi dengan iman dan taqwa kepada Tuhan YME yang dibarengi dengan keikhlasan hati. Dalam mengajar juga harus memahami kondisi psikologis siswa, sehingga dengan banyaknya metode pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi siswa.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Kehidupan seperti kita keluar dari sebuah ruangan, dan menghadapi berbagai macam jalan yang bercabang. Benar, sekali lagi kehidupan mengajarkan kita untuk menjadi insan yang BERANI untuk menentukan pilihan. Begitu pula ketika kita menjadi seorang guru, banyak pilihan yang bisa kita ambil. Kita bisa untuk menjadi guru yang arogan yang menganggap kita paling benar dan pintar sehingga kita menganggap siswa hanyalah tong kosong yang akan kita isi dengan ilmu kita.

    ReplyDelete
  42. Atau kita juga bisa menjadi guru yang baik dengan menganggap siswa sebagai pusat pembelajaran sehingga kita tidak seenaknya dalam kegiatan pembelajaran. anggap siswa sebagai sebuah benih yang akan kita pupuk untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sekali lagi jangan pernah merasa puas, meskipun kita sudah merasa baik, tetapi tidak ada salahnya ketika kita berusaha memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. Wallahualam

    ReplyDelete
  43. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Menjadi guru memang tidak mudah. Di samping harus bisa mengenali dirinya sendiri, guru juga harus bisa mengenali dan juga menyelami keinginan muridnya. Guru juga harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki kemampuan, gaya belajar, dan karakter yang berbeda sehingga guru harus bisa mengembangkan pembelajaran, media, dan sumber yang bervariasi. Elegi ini telah mengingatkan guru bahwa sebaik-baik guru bukanlah yang merindukan muridnya, melainkan yang dirindukan oleh muridnya. Rasa rindu itu dapat dibangun dengan menciptakan pembelajaran yang sebaik-baiknya sehingga siswa tertarik untuk terus menerus belajar dan menemukan sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  44. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Sebagai seorang pendidik dan pengajar sudah seharusnya dapat memahami setiap watak, sikaf, dan karakter siswanya. Suatu pembelajaran dikelas akan lebih efektif dan efisien apabila guru dapat memfasilitasi muridnya sesuai dengan kemampuan dan karakter prilaku siswanya sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat lebih terarah dengan begitu guru juga akan lebih mudah dalam menganalisa metode apa yang akan digunakan ketika akan mengajar di dalam kelas.

    ReplyDelete
  45. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Untuk menggapai satu tujuan kita dihadapkan pada banyak jalan, seperti guru yang dilukiskan pada elegi tersebut .ia dihadapkan pada keadaaan yang sangat sulit yaitu dengan banyaknya jalan untuk menuju pada satu titik.Ia diharuskan memilih satu pilihan dengan mengabaikan pilihan yang lain.Dan seperti itulah hidupJjika itu yang kita pilih maka itulah pilihan yang terbaik dari hidup kita.Di lain sisi,seorang guru diingatkan melalui eleg tersebut bahwa guru tidak harus tertuju pada satu cara menga di dalam mengajar masih banyak cara yang lain.Seorang guru juga diharapakan memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih cara belajarnya dengan tidak memaksa apa yang kita inginkan terhadap murid.

    ReplyDelete
  46. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sebagai seoorang guru, pengalaman merupakan hal yang sangat penting. Jalan lurus, jalan berliku atau memuncak sekalipun semestinya pernah dilakukan guru. Pengalaman tersebut bukan sekedar bertujuan untuk memiliki cakrawala dalam memahami siswa, tapi dimulai dari memahami diri sendiri.

    ReplyDelete
  47. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kunci kesuksesan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memahami karakter siswa dalam belajar. Setiap manusia dilahirkan dengan karakter yang berbeda-beda, begitu pula dengan siswa. Terkadang kita berfikir bahwa siswa ini lambat dalam memahami pelajaran karena ketidakmampuan siswa dan melimpahkan kesalahan kepada siswa. Namun, sebagai guru saat siswa tidak mengerti dengan penjelasan kita seharusnya yang harus introkspeksi dalam adalah guru itu sendiri.

    ReplyDelete
  48. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya membaca ulasan di atas berkali-kali. Hal ini dikarenakan saya ingin melihat isi yang ada di dalamnya. Saat membacanya, ada perasaan senang, sedih dan jalan keluar dari apa yang selama ini saya ragukan. Sungguh, ini benar-benar ulasan yang membuat saya mampu merefleksikan secara asik dan membuat pikiran saya menjadi lebih tenang. Ini pula ada dalam pengalaman saya pada hari ini dan di masa lampau. Lagi lagi saya merasa senang ketika membaca ulasan demi ulasan. Satu hal yang saya cermati kebesaran hati untuk selalu memaafkan orang lain itu sangat penting.

    ReplyDelete
  49. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang sangat menarik dan bermanfaat ini
    Mengikutinya dengan pelan-pelan. Sungguh, di sini, sekali lagi saya disadarkan akan diri saya yang penuh keterbatasan. Karena, setelah dua kali membaca elegi ini, belum juga daku berani berpendapat.
    Bukan untuk mengambil sepenggal-sepenggal, tapi saya benar-benar tertarik dengan statement pada elegi ini bahwa sebenar-benar guru menggapai siswa adalah jika siswamu telah menggapaimu (guru). Sontak saya langsung teringat dengan elegi yang pernah say abaca sebelumnya, yaitu tentang elegi guru menggapai kesempatan?
    Di luar pertanyaan saya tersebut, pendapat saya, saya melihat bahwa dalam elegi ini terdapat satu pesan moral yaitu guru yang berhasil adalah guru yang tidak menutup kesempatan siswanya. Terimakasih, mohon maaf atas pendapat saya jika tidak sesuai dengan yang dimaksudkan pada elegi ini.

    ReplyDelete
  50. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa bagaimana langkah seorang guru dalam memilih metode pembelajaran di kelas. Dalam memilih metode pembelajaran, guru tidak dapat serta merta memilih metode yang sesuai dengan keinginannya sendiri, namun perlu diperhatikan bagaimana karakteristik siswanya. Selain itu guru juga harus mempertimbangkan metode pembelajaran yang akan digunakan apakah sesuai dengan materi pembelajaran, bagaimana kelemahan dan keunggulan dari metode tersebut. Banyak langkah yang sebenarnya dapat dilakukan guru dalam menginovasikan metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, seperti yang digambarkan dalam elegi di atas sebagai jalan yang bercabang.
    Namun yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana cara guru mengajar agar siswanya rindu terhadap mereka dan juga rindu dengan ilmu. Dengan demikian proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  51. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel kali ini. Sungguh ulasan yang sangat banyak pesan dan pelajaran di dalamnya. Namun satu hal yang menarik bagi saya adalah sebelum mengenal orang lain, kenali dulu diri kita. Ini sangat penting sebagai bahan refleksi diri saya apakah saya sudah mengenal diri saya yang sebenarnya apa hanya mitos, kesombongan, dan nafsu yang menguasai dan menutup penglihatan dan kesadaran diri saya seperti apa sebenarnya. Menggapai siapa, bagaimana, kapan, dimana, mengapa, dan segala yang ada dan yang mungkin ada tentang siswa bukanlah hal yang mudah bagi guru. Sehingga instropeksi diri merupakan tahapan paling penting seorang guru sebelum ia membuat statement dan kesimpulan tentang siswa nya. Sungguh ini menyindir pengalaman saya yang telah lampau, namun saya menjadi tahu setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang saya punya, dan ingin mencoba untuk memperbaiki dan menginstropeksikannya. Alhamdulillah, Wallahu'alam bishowab.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Benar, alur elegi ini apik. Setiap membaca kalimat dari elegi ini, saya terbawa oleh suasana dalam percakapan. Yang tanpa saya sadari, ini sering terjadi kepada saya sendiri. Seperti cerminan dalam kehidupan nyata bagi seorang pendidik. Makna dari kata “rindu” dan “cinta” akan pendidikan itu sangatlah dalam. Makna yang dijelaskan lebih dalam daripada bayangan say sebelumnya yang hanya mementingkan rasa rindu dan cinta akan sosok murid. Elegi ini memberi pelajaran bagaimana cara membalik itu semua, bagaimana mencipatakan rasa rindu dan cinta itu agar tertanam ke diri siswa? ya itu tugas kita sebagai pendidik untuk dapat membuat dan menghidupkan pengalaman yang baik dan indah untuk para siswanya. Karena mencari ilmu itu tidak bisa dipaksakan, perlu keikhlasan untuk terus menggali ilmu.

    ReplyDelete
  53. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Ada banyak pelajaran yang termuat dalam elegi ini. Namun ada satu pelajaran yang menurut saya sangat menarik dan baru bagi saya pribadi. Yaitu pelajaran bahwa sebenar-benar rindu ataupun cinta adalah yang melekat pada objek. Rindunya orang yang menguasai tentu berbeda dengan rindunya yang dikuasai, sebagaimana juga berlaku pada cinta. Dengan memahami ini kita perlu berhati-hati, jangan-jangan rindu dan cinta kita pada murid kita selama ini hanyalah ego kita, yang justru dapat merusak dan membuat murid kita menderita

    ReplyDelete
  54. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Modal guru mengajar adalah mencintai muridnya, meletakkan mereka di dalam hati, menghormati mereka sebagai pribadi.Saya punya kebiasaan mendoakan murid saya Sebelum mulai kelas pertama kali.saya minta daftar hadir, Dan menyebut nama mereka satu per satu dalam doa Saya. Dengan melakukan Hal itu, Saya meletakkan mereka dalam hati Saya Dan mulai mencintai mereka dalam hati Saya.
    Cinta itu dapat membuat kita Kreatif, Ada banyak cara Dan jalan akan ditempuh untuk perkembangan diri murid murid.
    Mari bersama, letakkan hati pada murid agar mereka mulai belajar Dan maju, mekar segala potensi nya.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Diperlukan banyak hal untuk guru dapat menggapai siswa. Metode, model, dan pendekatan pembelajaran yang bervariasi sangat dibutuhkan. Penggunaan ketiga hal tersebut tentunya disesuaikan denga berbagai faktor yang ada seperti materi dan kondisi siswa. Pembelajaran dikatakan berhasil adalah ketika tujuan pembelajaran dapat tercapai, untuk mencapainya diperlukan interaksi positif antara guru dengan siswa, guru dan siswa saling mendukung satu sama lain.

    ReplyDelete
  56. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benar rindu adalah jika orang lain merindukanmu. Dalam pembelajaran di sekolah, ada guru yang selalu dirindukan siswa, dinanti-nantikan kehadirannya. Namun ada juga guru yang dihindari siswa, siswa berharap kalau guru tersebut tidak hadir. Pengalaman saya dalam mengajar, saya pernah mengajar kelas yang siswa-siswanya kangen diajar saya, misal saya tidak hadir mengajar, maka di pertemuan berikutnya siswa akan menanyakannya. Namun saya juga pernah mengajar kelas yang saat saya mau masuk kelasnya saja, saya sudah tidak semangat, dikarenakan mungkin cara mengajar saya tidak sesuai ruang dan waktu mereka.

    ReplyDelete
  57. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam hidup, kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi. Kita hanya bisa berencana, dan setinggi-tingginya ilmu manusia hanya dapat memperkirakan atau memprediksi sesuai pengalaman dan teori yang ada. Menjadi guru adalah sebuah perjalanan dalam hidup yang dipenuhi oleh tantangan dan pilihan, yang terus berkembang dan berubah-ubah setiap waktu. Tuntutan kurikulum, tanggung jawab terhadap nilai siswa, ambisi untuk mencapai karir, hingga tekanan dari berbagai pihak merupakan beberapa komponen kehidupan seorang guru. Namun guru yang berhasil adalah guru yang membuat siswanya cinta dan rindu akan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. Membuat siswa menghargai setiap ilmu, membuat siswa merasakan perubahan sebelum dan sesudah bertemu dengan guru, itulah sebenarnya tugas murni dari guru.

    ReplyDelete
  58. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketika mengajar, usahakan memberikan chemistry dengan lingkungan pembelajaran khususnya dengan murid. Karena ketika chemistry sudah dibentuk dari awal, maka akan tercipta pembelajaran yang baik dan kondusif. Jika seorang guru tidak bisa membangun chemistry dengan murdinya, maka akan terjadi kontradiksi antara apa yang diapahami murid dengan apa yag dipahami guru. Chemistry dibangun untuk menciptakan saling membutuhkan satu sama lain. salah satu contoh chemistry yang telah terhubung adalah jarang bolosnya siswa maupun guru di dalam kelas. Selain itu, semangat untuk mengajar maupun belajar akan tinggi. Jadi, chemistry akan memberikan guru pengetahuan mengenai muridnya serta sebaliknya. Sehingga seorang guru akan mudah menggapai muridnya dan tercipta keharmonisan dalam pkegiatan pembelajaran.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  59. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Memahami karakter siswa merupakan hal yang penting di dalam pembelajaran matematika. Dengan mengetahui kondisi siswa kita mendapat sebuah gambaran, kearah mana pembelajaran yang akan dilakukan. Maka dari itu, seorang guru harus cepat tanggap dalam memobilisasi keadaan baik di dalam kelas ataupun di luar kelas agar dapat memperbaiki kualitas pembelajaran kearah yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  60. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan (metode pembelajaran) yang dapat guru pilih untuk mengajar siswa. Seperti perkataan orang tua berambut putih, guru dapat memilih jalan (metode) ceramah untuk mengajar, tetapi guru yang baik adalah guru yang menuntun siswa untuk menemukan jalannya sendiri atau bahkan membangun jalannya sendiri. Guru tidak boleh memaksakan jalannya untuk dilalui siswa, karena kemampuan guru berbeda dengan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  61. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Guru menggapai siswa tidak semudah yang tertulis. Di butuhkan ketrampian guru untuk mewujudkan hal tersebut. Seperti, kemampuan memahami siswa dan model pembelajaran. Di dalam proses menggapai siswa dihadapkan dengan berbagai jalan dan bervariasi jenis jalannya. Ada yang berliku, sempit, lebar, dll. Hal yang paling penting di pegang teguh oleh guru yaitu jangan sampai memaksakan jalan siswa dan kontruksi guru tidak sama dengan kontruksi siswa. Ketika guru memegang teguh hal tersebut maka tujuan pembelajaran akan tercapai.

    ReplyDelete
  62. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Peran guru sangat lah berpengaruh untuk menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dan iovatif. Dimana guru haruslah mempunyai bekal ilmu pengethahuan yang baik. Tetapi bukan ilmu yang hanya mengenai materi pelajaran saja, guru juga harus mengetahui mengenai model pembelajaran yang baik seperti apa, metode seperti apa yang pantas diajarkan untuk materi-materi tertentu. Dan yang terpenting adalah guru yang didalam hatinya mempunyai iman dan taqwa, sehingga guru dapat menghasilkan siswa-siswa yang kreatif, inovatif serta siswa yang takut akan Tuhan dan mmepunyai hati yang bersih. Jadi, apa yang siswa dapatkan tidaklah ilmu yang bersifat duniawi saja, tetai diberengi dengan ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  63. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Untuk dapat menyampaikan substansi materi dengan baik (transfer of knowledge) , seorang guru harus mampu mengenal karakteristik siswa-siswanya dengan baik. Dengan memahami karakter masing-masing siswa, guru dapat memilih metode mengajar yang cocok bagi mereka. Kalau metode mengajarnya sudah cocok, maka proses transfer of knowledge akan berjalan mulus bahkan menyenangkan. Tidak semua proses pembelajaran berjalan dengan baik bila diterapkan model pembelejaran kooperatif. Adakalanya ceramah klasikal lebih cocok diterapkan pada materi-materi dan siswa-siswa tertentu.

    ReplyDelete
  64. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menjadi seorang guru merupakan hal yang mulia, jika niat tulus untuk berbagi ilmu. Maka sangat wajar jika rasa rindu itu akan muncul ketika seorang guru mengajar penuh keikhlasan pada murid-muridnya. Kerinduan juga harus dipupuk dengan saling kenal antara murid dan guru. Oleh karena itu setiap guru harus mampu mengenal dengan baik setiap muridnya. Agar apa yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan mudah oleh setiap muridnya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  65. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Rindu merupakan hal yang wajar dirasakan oleh setiap manusia. Termasuk oleh guru. Namun jika guru yang merindukan muridnya, maka itu hal yang luar biasa. Bahkan sangat luar biasa lagi jika murid merindukan guru. Hal ini dikarenakan saat ini untuk menjadi dan menemukan guru yang patut dirindukan sangatlah sulit. Oleh karena itu, untuk mampu menjadi guru yang dirindukan, salah satunya dengan mampu mengajar dengan baik, dengan metode-metode yang mampu membawa siswa larut dalam suasana menyenangkannya belajar.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  66. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari tulisan tersebut, saya dapat memahami makna rindu. Guru yang baik adalah guru yang dirindukan oleh siswanya, bukan hanya gurunya yg merasakan rindu. Kerinduan itu muncul jika guru telah berhasil memberikan kesan baik kepada siswa, memberikan rasa aman dan nyaman dalam belajar. Semoga kelak saya bisa menjadi guru yang selalu dirindukan siswa.

    ReplyDelete
  67. Gina Sasmita Pratama
    1770925003
    S2 P.Mat A 2017

    Banyak yang harus dipersiapkan oleh seorang guru dalam menggapai siswanya. Seorang guru seyogyanya memiliki banyak variasi metode belajar demi menggapai siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Seorang guru seyogyanya juga memiliki metode pendekatan yang bervariasi agar mampu memahami siswa-siswanya. Jika seorang guru hanya memiliki dan menguasai satu metode saja baik dalam pembelajaran dan pendekatan dengan siswa, maka dapat diprediksi bahwa guru tersebut akan mengalami kesulitan dalam menggapai siswanya.Oleh karena itu, jadilah seorang guru yang mempunyai banyak variasi cara dalam menggapai siswanya sehingga menjadi seorang guru yang dirindukan dan dicintai oleh siswa-siswa.

    ReplyDelete
  68. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebenar-benar orang yang memiliki ilmu haruslah bersyukur dan selalu berdzikir menyebut asma Allah SWT yang maha pemberi segala hal terutama ilmu yang ada pada diri kita. Tanpa ada kuasa Nya apalah arti ilmu yang ada dalam diri, yang ada hanyalah rasa sombong dan beban bagi hidup kita. Seorang guru yang memiliki ilmu yang lebih daripada muridnya atau dikatakan bahwa guru adalah yang berkuasa dan murid adalah obyek yang dikuasai, maka untuk menguasai obyeknya, seorang guru harus memilih metode mana yang sesuai dengan keadaan dan kondisi siswa, tentunya metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi belajar siswa. Sehingga apa yang disampaikan guru dan apa yang diperoleh oleh siswa adalah ilmu yang bermanfaat dengan berladaskan iman.

    ReplyDelete
  69. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang guru memiliki kuasa akan siswa-siswanya. Sebagai seorang yang dikuasai, luar biasa jika seorang siswa merasa rindu kepada gurunya. Maka sebagai upaya membuat siswa rindu, banyak jalan yang dapat ditempuh guru. Karena itulah seorang guru harus menyiapkan berbagai metode, berbagai media, berbagai aktivitas. Dengan menggunakan berbagai macam metode, media, dan aktivitas, siswa akan menikmati pembelajaran dan tidak akan merasa jenuh. Siswa juga akan menantikan inovasi lain yang dibuat guru.

    ReplyDelete
  70. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hidup adalah kesempatan. Selagi kita hidup maka kita masih mempunyai kesempatan. Selain mempunyai kesempatan kita juga dapat memberikan kesempatan bagi mereka yang lain yang hidup. Dalam hal ini misalkan menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang percaya pada siswanya sehingga sang guru memberikan kesempatan bagi siswanya untuk mengeksplorasi diri. Guru yang baik adalah guru yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk menghubungkan pengetahuan yang didapatkannya dengan prior knowledgenya. Selain itu guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Jadi guru tidak otoriter dengan mengharuskan siswa agar mempunyai pola pikir yang sama dengan guru. Penyeragaman pola pikir dalam belajar membuat kreativitas siswa terkungkung. Maka sangat penting bagi guru untuk menghidupkan siswanya dengan memberikan kesempatan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  71. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Menjadi guru adalah sebuah panggilan hati, maka disana kita harus meletakkan dan melakukan apa yang kita lakukan sepenuh hati. Untuk siapa? Untuk para siswa, pendidikan, dan juga tak bisa dipungkiri untuk diri sendiri. Namun sebagai manusia terkadang kita lalai akan hal itu, dan sering menempatkan ego diatas kepentingan yang lebih luas. Seorang guru sebaiknya mampu melihat dan memahami apa yang sebenar-benarnya dibutuhkan siswa untuk mencapai prestasi optimalnya. Seringkali apa yang dilakukan guru dan dianggapnya baik, justru tidak dirasa baik oleh siswa. Maka dari itu. Guru harus mampu dekat dengan siswa, dan memahami siswa sepenuhnya. Jangan hanya menjadi guru yang mencintai dan merindukan siswanya tetapi jadilah guru yang selalu dicintai, dirindukan, dan dinanti oleh siswanya. Sehingga kehadiran kita selalu ditunggu dengan kebaikan-kebaikan yang dirasakan siswa.

    ReplyDelete
  72. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Untuk mampu memahami orang lain maka kita harus mampu mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Dan sebenar-benar diri kita adalah ilmu kita. Maka penting bagi guru sebagai aktor utama dalam pembelajaran untuk mengenali dan menguasai ilmu tentang bagaimana seorang siswa membangun konsep dalam benaknya. Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah guru harus mengenali dan menguasai guru berbagai metode pembelajaran sehingga siswa tidak dihadapkan pada pembelajaran yang menonton. Namun itu semua belum ada artinya jika guru tidak mengenali siswa-siswanya. Maka penting bagi guru untuk memahami perbedaan karakter dan pola pikir siswanya. Dengan demikian, pembelajaran yang efektif dapat dibangun apabila adanya interaksi positif antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  73. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Guru haruslah bisa menjadi guru bagi siswanya. Guru bukan bermaksud sebagai pemberi ilmu seperti halnya orang yang mengisi tong kosong. Guru berperan sebagai fasilitator yang setia memfasilitasi siswa untuk menemukan pengetahuan. Ibarat kita menyirami tamaman, tanaman akan tumbuh ddengan sendirinya, kemudian berbuah

    ReplyDelete
  74. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Guru sesuai elegi sebulmnya yaitu “digugu lan ditiru” artinya adalah dipercaya dan dicontoh. Makna guru yang seperti itu sering saya dengar dari orang-orang tua saya jika guru merupakan insan yang memiliki akal, pikiran dan tindakan, serta tingkah laku mahmudah. Seiring berkembangnya zaman dan peradaban, perkembangan dunia pendidikan juga ikut terjadi seorang guru atau pendidik pada masa sekarang lebih dituntut membangun aspek kognitif pada siswa dengan standar-standar kemampuan yang harus dicapai. Pendidikan yang membangun karakter, kreatifitas, sosial, kepekaan, rasa ingin tahu yang tinggi, motivasi dan aspek afektif lain mulai sedikit luntur. Hal ini lah yang membuat adanya hubungan antara guru dan siswa hanya ibarat transaksi ilmu saja. Tidak adanya proses pengalaman yang dapat membuat siswa mampu terkesan dan melekat ilmunya yang disebabkan guru mereka.

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menukil perkataan dari orang tua berambuit putih, bahwa guru akan mampu berhadapan dan bertemu dengan muridanya bilamana guru tersebut telah mampu mengenali dirinya dengan baik, mampu mengenali muridnya dengan baik, serta dapat menguasai metode atau jalan yang akan ditempuh bersama. Pada zaman sekarang banyakguru yang bersembunyi di balik gelarnya sebagi seorang guru yang seharusnya dapat digugu lan ditiru namun apa yang nampak pada guru tidaklah mencerminkan moral yang baik. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menelaah kembali dari awal elegi ini banyak di antara para guru yang kehilangan jalan mereka menuju sekolah, sejatinya bukan jalan material yang kita tapaki saat berjalan dengan makna denotasi, melainkan guru kehilangan arah bagaimana harus berperan sebagai seorang guru, bagaimana membimbing siswa, bagaimana memberikan materi yang baik kepada siswa, bagaimana mengevaluasi siswa secara menyeluruh dan mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya,. Hal tersebut dituturkan bahwa guru telah beberapa lama tidak mengajar, hal ini mengajarkan pada kita bahwa empirisme itu tidak dapat diawabika. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini, bisa diambil sebuah nasehat bagi guru, bahwasanya guru harus senantiasa menjadi siswa, artinya guru harus menjadi pembelajar. Mengembangkan potensi diri, pengetahuan, dan ilmu adalah hal mutlak untuk menjadi guru menggapai siswa. Senar-benar kedudukan guru dan siswa adalah saling terjemah menterjemahkan

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sekali lagi, kesombongan akan membutakan pikiran dan hati. Jika sudah buta, maka logos berubah menjadi mitos, hati berubah menjadi syaiton. Maka tiadalah guna menyebut diri sebagai guru. Ilmu, pengalaman, pengetahuan yang diperoleh dari hasil belajar dengan paraguru harus membuat guru menjadi lebih rendah hati, dan selalu merasa ingin tahu. Maka dengan begitu guru akan menjadi siswa yang sukses, mampu memfasilitasi siswa nya untuk melaksanakan aktivtas belajar.

    ReplyDelete
  79. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca ini saya merasa harus banyak memohon ampun kepada Allah SWT atas semua kelalaian saya dalam berinteraksi dengan siswa-siswa. Banyak sifat-sifat ideal seorang guru yang luput dari ingatan saya. Sejatinya pembelajaran bukan sekedar acara trnasfer ilmu dari guru kepada murid, namun peran guru menciptakan kegiatan bagi siswa yang memfasilitasi pengalaman belajar siswa sendiri. Maka apabila guru yang rindu pada murid bisa jadi menjadi egonya yang ingin menguasai murid, namun apakah murid-murod kita benar-benar merundukan kehadiran kita dalam kegiatannya belajar?

    ReplyDelete
  80. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Apabila kita memang benar-benar ingin mengabdi sebagai guru dan ingin menjadi guru yang berkualitas, saya rasa yang pertama harus ditanamkan adalah ketulusan dan keikhlasan. Dengan ketulusan dan keikhlasan, kita akan menyenangi apa yang dilakukan sehingga kita akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kita dapat melakukannya dengan cara terus berusaha untuk mengembangkan pembelajaran yang tepat, bermakna, dan variatif-inovatif. Pembelajaran variatif-inovatif dapat kita lakukan apabila kita dapat mengenali diri kita dan juga mengenali siswa kita. Dengan begitulah kita dapat menggapai siswa.

    ReplyDelete
  81. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kunci kemajuan pendidikan sebuah bangsa ada pada guru. Hanya guru berkualitas yang mampu mencetak murid cerdas dan berakhlak mulia. Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan ini diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajran yang melayani para siswa dalam proses pembelajaran untuk menuntut ilmu. Kualitas guru sampai saat ini tetap menjadi persoalan yang penting ( crucial ). Menjadi persoalan yang crucial oleh karena pada kenyataannya keberadaan guru di berbagai jenjang. Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka serta mempunyai kPemampuam mendengar dengan seksama dan dapat menetapkan tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  82. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Guru sebagai subyek atas siswanya memiliki arti bahwa guru yang berkuasa atas kegiatan belajar mengajar siswa. Dalam mengajar, guru dapat memilih berbagai macam cara atau metode pembelajaran. Berbagai macam cara atau metode pembelajaran inilah yang disebut cabang-cabang jalan pada bacaan di atas. ada metode ceramah, ada metode konstruktivis, ada metode kooperatif dan lain sebagaima. Seorang guru harus mengetahui dan mampu menerapkan berbagai variansi metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dibahas dan karekteristik siswanya. Sehingga cara guru mengajar tidak monoton dan membosankan. Dengan demikian, siswa akan lebih terfasilitasi dalam kegiatan belajarnya dan dalam membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  83. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Guru mempu memahami siswa jigak guru terseut mampi memahami dirinya sendiri terlebih dahulu. Setelah mengetahui dirinya barulah guru akan mengenali siswa yang diajarnya. Dengan demikian, guru akan memeberikan apa yang diketahuinya, yang terbaik darinya untuk siswanya.

    ReplyDelete
  84. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hakekat pertemuan adalah ketika guru mampu menganggap bahwa dia dan siswanya dalah ilmu, maksudnya adalah dia dan siswa adalah suatu objek yang dapt di ekplore kemampuannya. Karena belajar yang benar adalah belajar ilmu yang didasarkan kepada iman dan taqwa. Maka jangan pernah melepaskan iman dan taqwa untuuk menggapi ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi ini sangat menarik menurut saya. Seorang guru harus memiliki beberapa metode mengajar yang sesuai dengan karakteristik siswanya. Guru tidak boleh memaksakan kehendaknya, dan tidak boleh juga memaksakan siswa untuk memahami dengan cepat apa saja keinginan guru tersebut. Guru lah yang seharusnya mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh siswanya, karena posisi guru adalah sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  86. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebaik-baik guru adalah guru yang dicintai dan dirindukan siswanya, bukan guru yang mencintai dan merindukan siswanya. Jika guru rindu dan cinta kepada siswanya, belum tentu siswa rindu dan cinta kepada gurunya. Jika ini terjadi, berarti cinta dan rindu guru itu hanyalah sebuah ego dari sang guru.

    ReplyDelete
  87. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Memahami peserta didik merupakan sikap yang harus dimiliki dan dilakukan guru, agar guru dapat mengetahui aspirasi atau tuntutan peserta didik yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan program yang tepat bagi peserta didik, sehingga kegiatan pembelajaran pun akan dapat memenuhi kebutuhan, minat mereka dan tepat berdasarkan dengan perkembangan mereka. Suatu kegiatan akan menarik dan berhasil apabila sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, keinginan, dan tuntutan peserta didik.

    ReplyDelete
  88. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam hal menggapai siswa ini sangat erat kaitannya bagaimana seorang guru bisa mendapatkan kesan dari para siswa agar para siswa juga turut merindukan guru tersebut. Sehingga rasa rindu sang guru tersebut tidaklah bertepuk sebelah tangan. Pengalaman saya pribadi ketika menjadi siswa yaitu, jika saya senang terhadap sang guru, entah itu karena kepribadian sang guru, ataupun kecerdasan sang guru,atau metode belajar sang guru, maka ilmu pun akan cepat masuk ke dalam otak. Sehingga kehadiran guru tersebut di dalam pembelajaran sangat saya nanti-nantikan.

    ReplyDelete
  89. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Guru memang tidak boleh terlalu memaksakan kehendak agar siswanya dapat tumbuh seperti yang dia inginkan karena tentunya setiap siswa mempunyai karakter dan bakat yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga outputnya pun nantinya tidak akan sama semua. Ada yang berbakat di dalam bidang matematis, ada yang berbakat di kinestetik, ada yang berbakat di linguistik, dan sebagainya. Sehingga tidak bisa menghasilkan output yang sama.

    ReplyDelete
  90. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ini menambah pengetahuan kita mengenai seperti apa dan bagaiaman guru dalam pbm metematika. Hakekat siswa dan hakekat guru adalah dua hal yang berbeda. Sehingga, guru pun sebelum menyusum pbm harus mengenali dirinya sendiri, dan siswanya. Mengenali bagaimana paradigma pbm yang dia yakini, mungkin sadar atau tidak tidak disadari dia telah menggunakan paradigmanya sebagai orang dewasa. Guru pelu pula mengenali bagaimana karakteristik siswanya, agar guru dapat melepaskan jubah paradigma mtk orang dewasa tersebut dan masuk ke dalam pbmnya anak-anak. Sehingga akhirnya guru mampu menyusun variasi pbm yang mampu memfasilitasi siswa yang memiliki beragam karakteristik untuk belajar. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  91. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas, dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi seorang guru yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Peran guru diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajaran dan melayani siswa-siswanya dalam proses pembelajaran.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  92. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terimakasih kepada Prof. Marsigit, M.A. yang telah membagikan elegi yang bermanfaat ini untuk kami. Karena dari elegi ini, dijelaskan bahwa untuk memahami siswa maka ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, yakni belajar dan belajar. Belajar tentang hakikat siswa, hakikat sekolah, hakikat mengajar, hakikat belajar, hakikat matematika, dan sebagainya. Belajar hakikat-hakikat tersebut akan sangat membantu kita untuk mensukseskan pendidikan Indonesia di masa depan sesuai dengan apa yang dicita-citakan selama ini. Selain itu juga berkontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak bangsa.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  93. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Cerita tentang guru yang merindukan muridnya yang tiba-tiba saja menemukan banyak jalan untuk bisa bertemu murid-muridnya. begitulah yang seharusnya dilakukan oleh guru, agar tidak terjebak mitos, selalu melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, selalu introspeksi, belajar dari bagaimana siswa belajar, dan melakukan persiapan sebelum mengajar, agar bisa menggapai siswanya.

    ReplyDelete
  94. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    tidak mudah bagi guru untuk dapat menggapai siswanya. seringkali siswa lupa terhadap guru yang pernah mengajar. agar seorang guru dapat menggapai siswa hendaknya memiliki ciri khas cara mengajar tersendiri yang meninjol, sehingga siswa akan selalu ingat dengan ciri khas yang dimiliki guru tersebut.

    ReplyDelete
  95. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa menjadi guru maka harus benar-benar memahami hakekat guru, perlu memahami ontologi, epistimologi, dan aksiologi seorang guru. Selain itu perlu juga memahahami hakikat murid dan semua hal yang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini agar guru dapat benar-benar memhami profeisnya dan apa keinginan serta kebutuhan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  96. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Untuk mampu menyelenggarakan pembelajaran yang baik, guru harus mengenali karakteristik siswa dengan baik. Guru juga selayaknya mengenal multiple intelligency (kecerdasan majemuk) mana yang dimiliki siswa. Misal. Guru dapat memfasilitasi dengan aneka alat peraga, video animasi, untuk anak-anak dengan kecerdasan visual spasial yang tinggi. Guru dapat sering menerapkan pembelajaran kooperatif untuk anak dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi. Dan lain sebagainya. Guru juga harus bisa mengembangkan LKS konstruktif yang sesuai dengan karakteristik kemampuan siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  97. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari artikel diatas saya memahami bahwa guru untuk menggapai siswa tidaklah mudah. Banyak hal yang harus guru pahami tentang bagaimana hakekat siswa , guru dan juga cara mengajarnya. Selain itu pula seorang guru harus memiliki ciri khas tersendiri agar siswa mampu memahaminya dan apa yang diajarkan guru dapat dipahami oleh siswa dengan baik. Jika hal itu tercapai dengan baik maka seoranng guru akan dapat menggapai siswa.

    ReplyDelete
  98. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Janganlah menjadi guru yang biasa-biasa saja, jadilah guru yang berkualitas. Untuk menjadi guru berkualitas, hendaknya didasari dengan rasa ikhlas agar nantinya dapat maksimal dalam mendidik siswanya kelak. Selain itu, juga diperlukan usaha seperti mengembangkan pembelajaran yang inovatif yang sesuai untuk siswanya atau mencontohkan perilaku yang baik (sopan dan santun).

    ReplyDelete
  99. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Dari artikel di atas saya memahami bahwa dalam guru menggapai siswa perlu adanya pemahaman dari seorang guru terhadap hakekat dari siswa tersebut. Yang saya maknai bahsa dalam proses pembelajaran, kita harus bisa memahami terkait karakteristik dari siswa-siswanya karena pada dasarnya, hakekat dan karakteristik daris setiap siswa berbeda-beda sehingga guru perlu untuk memahami kedua hal tersebut supaya guru dapat menggapai siswa. Akan tetapi, hal yang perlu ditekankan adalah sebelum menggapai hakekat dari siswa, seorang guru harus bisa memahami hakekat dirinya sebagai guru.

    ReplyDelete
  100. Zayan Nur Ansito Rini

    15301241003

    S1 Pendidikan Matematika I 2015


    Guru merindui dan mencintai siswanya tentu saja wajar, tetapi akan lebih baik jika menjadi guru yang dirindui dan dicintai siswanya. Itu berarti guru tersebut telah mampu menggapai apa yang dimaksudkan guru... apa yang disampaikan guru telah sampai pada hati siswa-siswanya. Maka dari itu, agar apa yang disampaikan guru bisa sampai pada siswa secara tepat, guru bisa menempuh berbagai jalan... ada berbagai model pembelajan yang kreatif dan inovatif yang telah dikembangkan, yang bisa guru terapkan sesuai dengan kondisi siswa. Bukan karena pertimbangan ego semata.

    ReplyDelete
  101. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Ada banyak untuk menggapai siswa. Dalam hal ini banyak sekali metode yang dapat digunakan oleh guru untuk membuat siswa paham materi sampai ke hati. Guru harus dapat memilih metode mana yang cocok untuk siswanya agar pembelajaran yang dialami oleh siswa menjadi berkesan. Guru juga harus kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang mengesankan juga akan membuat siswa lebih memahami dan mengingat materi, maupun gurunya. Oleh karena itu jadilah guru yang berkesan dengan menjadi guru yang kreatif dan inovatif serta mampu memfasilitasi siswa dengan semaksimal mungkin.

    ReplyDelete
  102. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada proses pembelajaran tidak terlepas dari interaksi antara guru dan siswa. Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran guru seringkali menggunakan metode, strategi, maupun model pembelajaran. Dalam memilih model, metode maupun strategi harus disesuaikan dengan karakteristik siswa. Seorang guru harus mempu memahami karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswanya sehingga guru mampu menerapkan pembelajaran aktif, kreatif. dan inovatif. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru juga dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuannya.

    ReplyDelete
  103. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sebelum seorang guru hendak menggapai siswa. Guru terlebih dahulu harus memfasilitasi siswa agar dapat menggapai guru.
    Singkatnya, ketika guru memberikan pembelajaran dengan metode yang dianggap mudah tanpa memperhatikan kemampuan dan pengetahuan siswa, sedangkan pengetahuan guru dan siswa tentu berbeda, maka siswa tidak akan dapat menggapai guru. Ketika siswa tidak dapat menggapai guru, maka guru pun tidak akan bisa menggapai siswa.
    Oleh karena itu, menjadi guru harus selalu berusaha fasilitator yang memahami siswa.

    ReplyDelete
  104. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Seorang guru memiliki jalan bercabang sebelum bertemu dengan muridnya. Artinya, guru memiliki banyak kesempatan untuk mengenal siswa. Jalan yang bercabang tersebut dapat diandaikan sebagai metode, strategi mengajar sang guru. Tetapi yang paling utaman, bukanlah guru yang menggapai siswa melainkan siswa tersebut yang harus menggapai guru. Karena guru hanyalah obyek dan fasilitator. Oleh karena itu, guru harus mengetahui kebutuhan siswa.

    ReplyDelete