Sep 20, 2013

Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa




Oleh: Marsigit

BERANGKAT KE SEKOLAH

Guru menggapai siswa:

Ketika aku akan berangkat ke Sekolah, tidak seperti biasanya hari ini. Kenapa tiba-tiba di depan rumahku telah ada beberapa jalan baru, ada jalan yang lurus dan lebar, ada jalan yang sempit dan berkelok-kelok, ada jalan yang kelihatannya licin, ada jalan yang berbatu-batu.Halaman rumahku juga tidak seperti biasanya, dia menjadi luas dan banyak tanaman serta hiasan jalan. Aku kemudian tertegun memikirkan apa yang sedang terjadi. Apakah ini sebuah mimpi atau kenyataan. Betul-betul aku tidak dapat membedakan. Kalau sebuah mimpi, mengapa aku bisa melihat, berjalan, bercakap-cakap dan lain-lain. Kalau sebuah kenyataan, mengapa aku tidak mengerti mengapa semua ini mesti terjadi?. Kepada siapa mesti aku bertanya. Jika aku bertanya kepada dia si tua berambut putih, jawabnya pasti adalah bahwa sebenar-benar ilmuku adalah antara mimpi dan kenyataan ini. Ah bosan aku. Paling jawabnya ya gitu-gitu aja. Ah itu ada orang lewat. Rambutnya tidak putih. Yang ini aku agak semangat untuk bertanya.
Pertanyaanku:
“Hai saudaraku, aku lihat engkau begitu nyaman dan enaknya melewati jalan-jalan itu. Padahal jalan itu bagiku begitu rumitnya, disamping bercabang-cabang, semit, licin lagi. Tetapi engkau begitu mahirnya, masih pakai sepatu roda lagi. Seakan-akan engkau sedang mengejekku saja. Bolehkah aku bertanya kepadamu, hai saudaraku”
Orang berambut tidak putih:
“ Oh, alhamdullilah. Aku telah tidak sengaja telah diberi kenikmatan oleh Tuhan untuk bisa bersilaturahim kepadamu. Baik, ingin bertanya apakah saudaraku juga?”
Pertanyaanku:
”Aku sudah beberapa waktu tidak mengajar. Aku merindukan siswaku. Tetapi tiba-tiba banyak jalan di depan rumahku. Aku bingung jalan mana yang harus ku lalui? Dapatkah kau menunjukkan jalan mana yang menuju ke Sekolah ku?”
Orang berambut tidak putih:
“Ampun tuanku, mengapa engkau mesti bertanya seperti itu? Bukankah sangat jelas terlihat bahwa jalan manapun yang engkau lewati semuanya bisa menuju ke Sekolah mu?”
Pertanyaanku:
“Apakah jalan yang lebar itu?”
Orang berambut tidak putih:
“Jalan yang lebar itu bisa juga. Anda jalan lurus saja sampai pertigaan, belok kiri sampai perempatan, kemudian belok kanan sampai perlimaan. Kemudian ambil tikungan yang no 3 dari kiri, setelah itu ada jalan menurun dan jembatan kemudian jalan menaik serta menelusuri tebing , terus sampai ditanah datar dan terdapat bangunan-bangunan baru. Diantara bangunan-bangunan baru itulah Sekolahmu berada”
Pertanyaanku:
“Bagaimana dengan jalan yang sempit di sebelah kiri ini?”
Orang berambut tidak putih:
“Boleh juga. Walaupun kelihatannya sempit, tetapi nanti setelah tikungan pertama, jalan ini akan melebar bahkan bercabang. Ambil cabang kiri teruskan sampai perempatan. Kemudian beloklah ke kanan sampai pertigaan. Kemudian belok kanan lagi sampai jalan berlubang kemudian naik sedikit. Setelah itu terlihatlah dua buah jembatan, maka teruskan sehingga menelusuri tebing, kemudian melingkar, karena ada taman di situ. Diujung jalan yang melingkar, engkau akan menemukan tanah datar beserta banyak bangunan di situ. Diantara banyak bangunan itulah, Sekolah mu berada.
Pertanyaanku:
“Aku bingung, bisakah engkau menghantarkanku ke Sekolah”
Orang berambut tidak putih:
“Maaf, karena aku juga harus mengajar pada jam yang sama, padahal sekolah kita lokasinya berbeda. Untuk saat ini aku tidak bisa menghantarmu. Mungkin lain kali. Baiklah saudaraku selamat bekerja dan sampai di sekolah kita masing-masing”

DI TENGAH KEBINGUNGAN, ORANG TUA BERAMBUT PUTIH TERNYATA MENGHAMPIRINYA

Orang berambut putih:

Aku dengar tadi kau merindukan murid-muridmu, benarkah itu?
Guru menggapai siswa:
Oh guruku. Tidak kusangka engkau menghampiriku lagi.
Orang berambut putih:
Sudah kukatakan, bahwa setiap engkau bertanya maka hadirlah aku di situ. Karena aku adalah pengetahuanmu.
Guru menggapai siswa:
Tetapi guru, setiap aku melihatmu maka tubuhku terasa ringan seakan-akan terbang tinggi setinggi langit. Tetapi pikiranku terasa berat seakan tenggelam di dasar laut. Mataku melebar seakan seluas gurun pasir. Bagaimana ini guru. Dapatkah engkau menolongku.
Orang berambut putih:
Sebenar-benar pertolongan datangnya dari Allah SWT, maka mohonlah pertolongan pada Nya.
Guru menggapai siswa:
Ya Tuhan, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa orang tuaku, ampunilah segala dosa leluhurku. Berikan aku pertolongan Mu ya Allah. Kenapa ilmuku telah membuatku berat untuk melangkah, ragu-ragu untuk menentukan, tidak yakin untuk memilih, tidak jelas untuk memandang.
Orang berambut putih:
Amien. Amien ya Robbal alamin. Aku ikut berdoa semoga terkabul segala permohonanmu.
Guru menggapai siswa:
Bukankah guru belum menjawab pertanyaanku.
Orang berambut putih:
Hah, apa tidak terbalik. Kalau tidak salah yang bertanya bukankah aku? Kan aku yang bertanya kepadamu, benarkah kamu merindukan murid-muridmu? Dan engkau belum menjawabnya.
Guru menggapai siswa:
Aku sekarang telah tidak mempercayaimu. Karena kamu telah pelupa dan tidak mengetahui keadaanku yang sebenarnya.
Orang berambut putih:
Mengapa.
Guru menggapai siswa:
Kenapa engkau tidak pula mengetahui bahwa sebenarnya saya telah bertanya kepadamu. Tetapi pertanyaanku tidak aku ucapkan. Dan kenapa engkau tidak pula mengerti akan hal itu.
Orang tua berambut putih:
Baik. Kalau engkau tidak mempercayaiku, maka aku sebaliknya. Kepercayaanku kepadamu justru meningkat sekarang, karena engkau semakin mempedulikanku. Itu pertanda bahwa engkau semakin cerdas. Aku akan tingkatkan bicaraku kepadamu, karena kamu telah meningkat ilmumu. Engkau telah mengajakku bicara tentang hakekat bertanya. Apakah sebenarnya pertanyaan itu? Apakah selalu bahwa pertanyaan itu perlu diucapkan? Bolehkan aku bertanya dalam hati saja? Apakah selalu bahwa pertanyaan memerlukan jawabannya? Bolehkah kita menanyakan semuanya yang ada?
Guru menggapai siswa:
Tentu saja guru. itulah yang ku inginkan.
Orang berambut putih:
Jika engkau punya keinginan itu, tentu aku pun boleh punya keinginan.
Guru menggapai siswa:
Apa keinginanmu guru?
Orang berambut putih:
Jika memang itu yang kau kehendaki, maka keinginanku adalah mengajakmu bicara tentang tidak hanya hakekat pertanyaan. Tetapi hakekat rindu, hakekat siswa, hakekat merindukan siswa, hakekat jalan, hakekat jalan menuju ke sekolah, hakekat sekolah, hakekat mengajar, hakekat belajar, hakekat matematika, hakekat matematika sekolah, hakekat mengajar, hakekat tanya jawab, hakekat metode pembelajaran, hakekat penilaian, hakekat ujian, hakekat, menghukum, hakekat memberi bekal, hakekat, motivasi, hakekat appersepsi, hakekat diskusi, hakekat kelompok, hakekat diskusi kelompok, hakekat kkompetensi, hakekat standard, hakekat silabus, hakekat RPP, hakekat alat peraga, hakekat sumber belajar, hakekat tugas, hakekat PR, hakekat kewajiban, hakekat kebutuhan, hakekat investasi, hakekat constructivis, hakekat contextual, hakekat..., hakekat..., hakekat, ...
Guru menggapai siswa:
Ampun guruku. Ampunilah aku, karena aku telah berlaku sombong dan telah menghinamu. Ternyata pengetahuanmu sangat tinggi dan luas. Banyak sekali apa-apa yang ada dalam pikiranmu, bermacam-macam lagi. Menjawab satu pertanyaanmu saja aku merasa tidak mampu. Sekali lagi mohon ampun aku wahai guruku.
Orang berambut putih:
Wahai muridku. Perkenankanlah aku sekarang memanggil engkau, muridku. Iba rasa hatiku, haru rasa hatiku setelah mendengar engkau memohon ampun berkali-kali. Padahal ketahuilah, bahwa sebenar-benar aku adalah ilmumu, maka tetesan air mata ini sebagi pertanda bahwa kita saling memaafkan. Karena jika engkau peka dan sensitif, aku juga telah berlaku sombong. Dengan membuat begitu banyak pertanyaan tanpa sempat memberimu kesempatan bukankah itu kesombonganku. Maka maafkanlah juga aku wahai muridku.
Guru menggapai siswa:
Bolehkan engkau menerangkan satu persatu apa yang kau maksud dengan bermacam-macam hakekat itu?
Orang berambut putih:
Boleh, tetapi kita juga terikat oleh ruang dan waktu. Maka katakanlah sebenarnya, diantara sekian banyak yang telah aku sebut itu, engkau akan menanyakan yang mana?

BERTEMU DENGAN MURID

Guru menggapai siswa:

Aku ingin bertanya hakekat RINDU dan CINTA
Orang berambut putih:
Baik. Rindu adalah keinginan untuk mengulangi pengalaman masa lampau. Tetapi ketahuilah bahwa adalah engkaulah yang mempunyai keinginan itu. Dan engkau pulalah yang mempunyai pengalaman itu. Padahal kita tahu, banyak orang mempunyai keinginan dan pengalaman yang berbeda-beda. Keinginanku dan pengalamanku jelas lain dengan keinginanmu dan pengalamanmu. Keinginanmu dan pengalamanmu jelas lain dengan keinginan dan pengalaman muridmu. Jadi jika engkau merindukan muridmu, maka belum tentulah muridmu itu merindukanmu. Maka waspadalah jika engkau mempunyai perasaan rindu. Jangan-jangan itu tidak lain tidak bukan adalah egomu. Maka aku sangat khawatir, ketika engkau mengatakan bahwa engkau merindukan untuk bertemu murid-muridmu. Karena jika betul-betul itu adalah egomu, maka hanyalah menjadi korban darimu itulah murid-muridmu. Adalah sebaliknya yang kita harapkan, yaitu keadaan yang sangat berpengharapan bilamana murid-muridmu itulah yang sebenar-benar merindukan dirimu. Maka jangan sekali-kali engkau merasa rindu kepada muridmu manakala itu adalah egomu. Biarlah bahwa muridmu itulah yang merindukanmu. Maka sebenar-benar rindu adalah miliknya dan bukan milikmu.
Guru menggapai siswa:
Kemudian kalau begitu apa pula hakekat cinta?
Orang tua berambut putih:
Setali tiga uang. Dari uraianku di atas, maka setiap kata-kata ku tentang rindu bisa kamu substitusikan dengan kata cinta. Maka aku juga mengkhawartirkan perasaan cintamu itu. Jangan-jangan maksudmu mencintai sesuatu justru sebetulnya merusak apa yang kau cintai itu. Dengan demikian maka tiadalah cinta yang kau dapat, melainkan penderitaan adanya. Bukankah pengalaman menunjukkan bahwa tidaklah selalu bahwa cinta itu berkesampaian. Orang jawa bilang "welas tanpa asih" itu adalah cinta karena egomu tetapi tidak cinta karena asih. Maka sebenar-benar cinta adalah miliknya bukan milikmu.
Guru menggapai siswa:
Aku belum begitu paham guru. Mengapa aku tidak boleh merindukan muridku sementara membiarkan muridku merindukan akan diriku. Mengapa kau juga mengkhawatirkan perasaan cintaku. Bukankah hal yang demikian tidak adil.
Orang berambut putih:
Itulah hakekat rindu, itulah hakekat cinta, itulah hakekat guru, itulah hakekat siswa. Mengapa? Pada hakekatnya guru adalah berbeda dengan siswa. Sudah pernah saya katakan bahwa guru adalah subyek yang berkuasa terhadap obyek siswa yang dikuasai. Maka hakekat rindu akan berbeda pula manakala dia berdomisili pada guru ataupun berdomisili pada siswa. Rindunya orang yang berkuasa tentu akan berbeda dengan rindunya orang yang dikuasai. Cintanya orang yang menguasai tentulah berbeda dengan cintanya orang yang dikuasai. Jikalau ada orang yang dikuasai merindukan terhadap orang yang menguasai itu adalah luar biasa. Tetapi sulit ditemukan. Jika ternyata memang ada maka akal kita pun sulit menerimanya. Mungkin adalah muridnya yang luar biasa atau gurunya yang luar biasa. Tetapi jangan salah paham, bahwa yang dimaksud luar biasa adalah diluar kebiasaan, jadi bisa positif tetapi juga bisa negatif. Maka aku juga dapat katakan bahwa rindu tidak lain tidak bukan adalah sifat yang melekat pada obyek. Guru bisa menjadi subyek sekaligus obyek, demikian juga siswa bisa menjadi obyek sekaligus subyek. Maka sebenar-benar rindu dan cinta adalah rindu dan cinta kepada Nya. Untuk menggapainya, maka itu sebenar-benar jalan mana yang engkau lalui.
Guru menggapai siswa:
Kenapa guru singgung-singgung tentang jalan. Bukankah guru tahu bahwa itulah awal kebingungan saya. Lalu apa hubungan "jalan" dengan rindu? Apa pula hubungan "jalan" dengan cinta?
Orang berambut putih:
Wahai muridku yang semakin budiman saja. Ketahuilah bahwa berbagai macam jalan yang berada di depan dan samping rumahmu itu sebenar-benar adalah ciptaanku. Aku sengaja ciptakan jalan itu agar kamu mau belajar. Ketahuilah bahwa jalan-jalan di depan rumahmu itu tidak lain adalah jalan hidupmu. Jalan hidupmu adalah pilihanmu. Maka sebenar-benar hidupmu adalah pilihanmu. Jalan hidupmu yang akan kau lalui. Maka jalan hidupmu tergantung pula oleh pengetahuanmu. Jika pengetahuanmu hanya sebatas mengajar dengan metode ceramah, maka hanya jalan ceramah itulah yang selalu ada dalam pikiranmu. tetapi jika pengetahuanmu sampai jalan konstruktivis, maka kamu juga bisa melalui jalan konstruktivis yang ada di samping rumahmu itu. Apakah jalan rindumu dan cintamu adalah egomu? Mengapa aku ciptakan banyak jalan untukmu. Jika engkau akan berangkat menuju ke Sekolahmu maka itulah sebenar-benar jalan yang dapat engkau pilih. Jalan-jalan itulah sebenar-benarnya metode menggapai siswa dan metode mengajarmu. Menggapai siswa dan metode mengajar tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan satu metode saja yang selama ini kamu yakini dan kamu jalani. Untuk menggapai, menghantar dan melayani siswa agar dapat belajar matematika dengan baik, maka guru memerlukan banyak cara dan banyak metode yang diterapkan secara dinamis dan kreative sesuai dengan konteks pembelajaram, tingkat kemampuan siswa serta kemampuan yang akan dicapai. Maka tiadalah jalan lain bagimu untuk selalu mencoba jalan-jalan itu, walau suatu saat kamu terjatuh sekalipun. Jikalau perlu maka kau sendiri pulalah dapat membuat jalan-jalanmu itu. Itulah hakekat dirimu mengkonstruksi jalanmu untuk menggapai rindu dan cintamu. Melalui jalan-jalan itu, maka sinergi-dan tali temalikanlah dirimu dengan diri siswa agar kamu bisa melayani dan memberi kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya. Ketahuilah bahwa konstruksimu adalah berbeda dengan konstruksi siswamu. Maka jangan sekali-kali kau paksakan siswamu mengikuti jalan konstruksi pengetahuanmu. Berilah kesempatan agar siswamu juga mencoba banyak jalan-jalan di depan rumahmu. Namun itu pun belum mencukupi. Karena sebenar-benar hakekat muridmu adalah dia yang bisa membuat jalannya sendiri. Itulah sebenar-benar konstruktivisme. Sehingga dia pun bisa dan berhak menggapai rindu dan cintanya. Amien ya Robbal Alamien.
Guru menggapai murid:
Bisakah aku bertemu dengan muridku?
Orang tua berambut putih:
Lagi-lagi kamu menanyakan hakekat. Sebelum kau bisa bertemu dengan muridmu maka kenalilah dirimu. Sebelum kau bertemu dengan muridmu maka kenalilah muridmu itu. Namun aku sangsi apakah kamu sebenar-benar mampu mengenal dirimu. Ketahuilah dirimu adalah kata-katamu. Dirimu adalah pertanyaanmu. Dirimu adalah pikiranmu. Dirimu adalah kuasamu. Dirimu adalah mimpimu. Dirimu adalah kuasamu. Dirimu adalah bahasamu. Dirimu adalah perbuatanmu. Dirimu adalah doamu. Dirimu adalah amal kebajikanmu. Demikan juga siapakah diri muridmu itu. Demikian kau dapat menyebutnya seperti aku telah baru saja sebut yang banyak tadi. Jadi dirimu yang mana dan diri muridmu yang mana yang kamu harapkan akan bertemu. Maka di sini lagi-lagi kamu bertanya tentang hakekat pertemuan. Maka dapat aku katakan bahwa tiadalah dapat sebenar-benar kau dapat menggapai muridmu itu, kecuali kalau kau anggap sekaligus dirimu dan diri muridmu adalah ilmuku, karena ilmuku tidak lain tidak bukan adalah pengetahuanmu sekaligus pengetahuan muridmu. Itulah sebenar-benar belajar, yaitu jika kamu dan muridmu dapat bertemu di dalam ilmu berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi dalam iman, ilmu dan taqwa itulah sebenar-benar kamu bisa menggapai muridmu dan sebenar-benar belajar bagi muridmu. Namun itupun belum cukup karena sebenar-benar rindu dan cintamu adalah jika siswamu dalam iman, ilmu dan taqwa mampu membuat jalannya untuk menemuimu. Itulah sebenar-benar guru menggapai siswa yaitu jika siswamu telah menggapaimu. Amien.

62 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Jika kelak telah menjadi seorang guru, kita akan menemui berbagai macam karakter siswa di dalam sebuah kelas. Ada siswa yang pandai, ada siswa yang kuang pandai, ada siswa yang mampu menghapal rumus-rumus, adapula yang tidak bisa menghapalnya, dan lain sebagainya. Sebagai seorang guru tentunya kita pasti merasa tertantang dengan keadaan yang demikian. Bagaimana cara mengajarkan sebuah topik pembelajaran kepada siswa dengan berbagai macam karakter dan dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan harapan, yaitu semua siswa dapat memahaminya. Oleh karena itu, guru harus mempunyai berbagai macam alternatif metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar siswa-siswanya sehingga semua siswa dapat terfasilitasi dengan baik. Karena metode pembelajaran tertentu mungkin akan cocok dengan siswa A, tetapi belum tentu cocok dengan siswa B. Jika guru hanya mengajar dengan satu metode secara terus menerus maka yang terjadi yaitu mungkin hanya siswa A yang mampu memahami materi, sedangkan yang lainnya tidak. Jika hal itu dibiarkan terus maka akibatnya tujuan pembelajaran yang diharapkan leh guru tidak akan tercapai. Guru yang cerdas adalah guru yang mampu memfasilitasi semua kemampuan siswa-siswa nya.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Elegi seorang guru menggapai siswa di atas dijelaskan bahwa untuk memahami siswa maka ada banyak hal yang perlu dipersiapkan yakni belajar dan belajar. Belajar untuk memahami dan mengenal karakter dari masing masing siswanya. Guru yang bijak merasa wajib untuk mengenal peserta didiknya dengan baik, agar tak sulit bagi seorang guru untuk membuat keputusan yang terkait dengan pembelajaran yang akan dipilih. Memahami peserta didik merupakan sikap yang harus dimiliki dan dilakukan guru agar guru dapat mengetahui aspirasi atau tuntutan peserta didik yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan program yang tepat bagi peserta didik, sehingga kegiatan pembelajaran pun akan dapat memenuhi kebutuhan, minat mereka dan tepat berdasarkan dengan perkembangan mereka. Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi soerang guru yang berkualitas.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Kegiatan pembelajaran merupakan upaya guru dalam menggapai siswa. Untuk dapat mencapainya, guru bisa menempuh berbagai cara yaitu dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk menciptakan pembelajran yang menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran bermakna pada saat sekarang ini apabila siswa bisa membangun pengetahuannya sendiri.. Tugas guru adalah memfasilitasi kegiatan belajar siswa supaya siswa tersebut merasa senang dan menyukai mata pelajaran tersebut. Perlu kesabaran serta usahanya nyata untuk mewujudkannya. Banyak yang bisa guru lakukan untuk menggapai siswa, misalnya dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, memberikan reward, belajar di luar kelas, dan yang lainnya.

    ReplyDelete
  4. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Guru harus dapat memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuannya. Untuk dapat memfasilitasi siswa, maka guru harus mengenali siswa. Dengan mengenali siswa maka guru tahu apa yang harus dilakukan untuk memfasilitasi siswanya disesuaikan dengan karakteristik. Jika kita sesuai dengan pembelajaran di SD, siswa SD masuk dalam tahap operasional konkret. Untuk memfasilitasi supaya siswa dapat membangun pengetahuannya maka matematika dibangun melalui aktivitas riil supaya siswa senang dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut dapat membangkitkan semangat kita untuk menjadi guru yang profesional dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran dan media pembelajaran agar siswa juga semangat mengikuti pelajaran. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maka perlu kerjasama antara guru dan siswa. Siswa harus aktif dalam proses pembelajaran. Peran guru adalah fasilitator dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D (S2) 2016
    Hubungan guru dengan siswa di dalam proses belajar mengajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Guru dapat dikatakan orang tua siswa di sekolah dan merupakan orang tua kedua setelah orang tua siswa di dalam keluarga. sehingga seorang guru harus memiliki kedekatan dengan peserta didik. Hubungan baik guru dengan siswa atau peserta didik ini dapat mendorong siswa untuk rajin belajar. Bagaimanapun baiknya bahan pelajaran yang diberikan, bagaimanapun baiknya metode yang digunakan, namun jika hubungan guru dengan siswa tidak harmonis maka dapat menciptakan suatu hasil yang tidak diinginkan dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang apabila tidak suka dengan gurunya , maka dia tidak suka dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh gurunya itu, sehingga pembelajaran terhambat.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Menjadi guru yang kreatif dan profesional adalah impian setiap insan. Untuk menjadi apa yang diimpikan, tentunya kita harus selalu memberi inovasi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Sebagai guru kita harus mengetahui karakter masing- masing siswa yang di ajarkan agar lebih memudahkan kita dalam mengajar sesuai porsinya. Dengan menciptakan suatu kreatifitas dalam pembelajaran merupakan kemampuannya untuk melahirkan sesuatu yang baru, karena guru bisa saja setiap harinya menemukan ide yang baik dan baru untuk mengatasi kelemahannya dalam mengajar, sehingga guru menemukan sesuatu yang berbeda dalam pengajarannya dan bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Menjadi guru tidaklah mudah. Guru tidak hanya mengajar, namun ada yang lebih penting namun sulit yaitu mendidik. Memahami karakter siswa itu perlu agar tercipta pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, guru harus profesional, kritis, kreatif, dan inovatif. Guru sebagai fasilitator, dalam membimbing harus tepat cara, tepat guna, tepat waktu, dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi seorang guru menggapai siswa. Dari judul postingan yang diberikan, saya bisa menduga bahwa maksud dari judul tersebut adalah bagaimana usaha seorang guru agar bisa mencapai tujuannya sebagai guru, bagaimana ia bisa menggapai siswanya. Jalan apa yang harus dilaluinya, sehingga ilmu yang ia miliki bisa tergapai oleh siswanya. Dalam kalimat yang ditulis oleh profesor. Ketahuilah bahwa berbagai macam jalan yang berada di depan dan samping rumahmu itu sebenar-benar adalah ciptaanku. Aku sengaja ciptakan jalan itu agar kamu mau belajar. Ketahuilah bahwa jalan-jalan di depan rumahmu itu tidak lain adalah jalan hidupmu. Jalan hidupmu adalah pilihanmu. Maka sebenar-benar hidupmu adalah pilihanmu. Jalan hidupmu yang akan kau lalui. Maka jalan hidupmu tergantung pula oleh pengetahuanmu. Jika pengetahuanmu hanya sebatas mengajar dengan metode ceramah, maka hanya jalan ceramah itulah yang selalu ada dalam pikiranmu. Tetapi jika pengetahuanmu sampai jalan konstruktivis, maka kamu juga bisa melalui jalan konstruktivis yang ada di samping rumahmu itu. Apakah jalan rindumu dan cintamu adalah egomu? Mengapa aku ciptakan banyak jalan untukmu.
    Dari kalimat tersebut, bisa disimpulkan bahwa, yang Maha Kuasa banyak sekali menyiptakan berbagai jalan. Sehingga bagaimana seharusnya seorang guru itu melaui jalannya. Apakah ia benar ataukah salah semua itu tergantung lewat mana ia berjalan. Seharusnya seorang guru bisa memilih jalan yang tepat, agar tujuan untuk menggapai siswanya bisa tercapai. Apa yang dipikirkan seorang guru, sebaiknya adalah berpikir kedepan, berpikir modern. Seperti misalnya dalam menyampaikan pembelajaran dengan metode yang lebih bagus. Jangan hanya mengandalkan metode ceramah saja. Jadi, jika guru sudah bisa memikirkan jalan apa yang akan dilaluinya, maka semuanya akan menjadi indah.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi seorang guru menggapai siswa bahwa hal yang pertama guru menggapai siswa adalah setiap kali berangkat dia selalu menemukan jalan baru, jalanluru, jalan berkelok-kelok, maksud dari ini adlaah kita setiap kali mengajar pasti selalau menghadapi siswa yang beragam, ada siswa yang kaya gini ada siswa yang kaya gitu.. itulah beban seorang guru terhadap gurunya bagaimana guru mencerdaskan siswa nya yang begitu beragam. Disinililah pentingnya suatu pendekatan, strategi,model dan metode dalam pembelajaran karena dengan begitu kita bisa membuat semua suasana belajar menjadi indah.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang seorang guru. Bagaimana seorang guru dalam menjalankan tugas mulianya yaitu pendidik murid-murid yang ia cintai. Pada awal elegi ini disebutkab bahwa berbagai jalan telah telah terbentang, jalan itu adalah cara yang dapat kita gunakan dalam mengajar. Hal itu dapat diartikan juga sebagai berbagai metode, strategi, pendekatan atau model pembelajaran. Seorang guru dapat menggunakan yang mana saja tentu pembelajaran akan tetap berlangsung. Yang berbeda adalah kualitas pembelajarannya yang berpengaruh pada tujuang pembelajaran sendiri dapat dicapai dengan optimal atau tidak dan disenangi siswa atau tidak. Sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan yang bermakna melalui cara yang telah kita rancang untuk siswa-siswa itu. Sehingga hal inilah yang dimaksudkan bahwa siswa telah menggapai atau mencapai tujuan yang guru inginkan. Maka dapat dikatakan bahwa dirimu sebagai guru menggapai siswa ketika siswa telah menggapai dirimu.

    ReplyDelete
  12. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana seorang Guru mengemas pembelajaran memang menjadi point utama dalam proses belajar-mengajar. Guru haruslah mampu menerapkan metode pembelajaran secara dinamis, kreatif, dan bervariasi di kelas guna memberi kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Siswa perlu dibebaskan memilih cara dan jalannya sendiri dan berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pikirannya Iya sungguh sangat tepat bila dikatakan bahwa guru yang sukses ialah yang dapat memfasilitasi siswa dalam menemukan konsep yang tepat dengan jalannya sendiri.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Yang dapat saya tangkap dari elegi ini adalah tentang hakekat kerinduan sebenarnya adalah kerinduan yang datang dari siswa. Yang dikhawatirkan adalah ketika kerinduan seorang guru hanyalah ego dari guru belaka yang merindukan otoritas, mengajar dan memaksakan siswa sesuai dengan kehendaknya. Namun, ketika rindu itu datang dari siswa, maka siswa merindukan cara guru mengajar, keikhlasan guru dalam mengajar dan inovasi guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kita sebagi calon pendidik memiliki tugas untuk membuat inovasi dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa senang dan merindukan belajar bersama kita.

    ReplyDelete
  14. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Menurut saya, elegi ini mengandung makna bahwa kita nantinya harus bisa menjadi seorang guru yang kedatangannya itu dirindukan oleh siswa. Usahakan jangan kita yang merindukan namun biarlah siswa yang merindukan kedatangan seorang guru tersebut. Caranya agar dapat menjadi guru yang selalu dirindukan siswa adalah dengan menjadi guru yang dapat memahami siswa, artinya kita menyampaikan materi dengan berbagai metode yang variasi agar siswa tidak bosan dengan pembelajaran. Selain itu kita juga harus menjadi guru yang dapat memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. Jangan menjadi guru yang sifatnya memaksa siswa, artinya peran guru terlalu mendominasi atau siswa tidak diberi kesempatan untuk berperan aktif. Maka dari itu, menjadi seorang guru itu harus bisa menggunakan pembelajaran yang inovatif sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya dan merasa tidak bosan.

    ReplyDelete
  15. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pembelajaran di kelas memang sangat erat kaitannya dengan guru dan peserta didik yang merupakan objek dan subjek dalam pembelajaran meskipun ada juga yang lainnya. Namun yang menjadi sorotan utama adalah peran guru dan peserta didik. Usaha guru untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas memang bukanlah perkara yang mudah, namun di setiap usaha pasti ada kemudahan. Guru dalam usahanya itu dapat didukung dengan sarana dan prasara yang bagus, metode dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Seperti itulah gambaran seorang guru dalam menggapai siswa.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Berbicara dengan lawan bicara menyesuaikan berada dimensi manakah dia. Jika ia berada pada dimensi lebih bawah, maka sederhanakanlah dimensimu. Jika ia telah setara dimensi denganmu maka berbicaralah selayaknya pada dimensi tersebut. Jika berada di atas dimensimu maka harus tersadarlah kamu bahwa masih banyak orang hebat di luar sana dan kamu masih perlu banyak membaca dan meningkatkan dimensimu.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebaik – baiknya seorang guru jika ingin berada di depan kelas bertujuan untuk mengajar dan mendidik adalah mempersiapkan segala ilmu yang dibutuhkan. Dengan illmu tersebut maka dapat tercipta pembelajaran yang dapat diterima oleh siswa, yaitu pembelajaran yang menyenangkan disertai dengan media, alat peraga dan fasilitas yang mendukung.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi soerang guru yang berkualitas.
    Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan ini.
    Peran guru diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajran dan mmelayani siswa-siswanya dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi ini membahas bagaimana seorang guru memilih metode dalam mengajar para siswanya. Siswa yang memiliki keberagamannya, semuanya akan bermuara pada hal yang sama yaitu membangun pengetahuan siswa. Metode yang digunakan pasti memiliki perbedaan, apalagi mengenai langkah-langkahnya ketika dijalankan. Kita sebagai guru memang sebaiknya menemukan metode yang tepat bagi keseluruhan siswa kita di dalam kelas, sehingga kita bisa membuat siswa kita unggul. Sebagai guru pun kita tidak boleh malas dalam mencari tahu metode yang tepat untuk diterapkan, walaupun selalu mengalami kegagalan atau ketidakcocokan bagi siswa kita.

    ReplyDelete
  20. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sering kali ego merupakan sifat dasar yang ada dalam diri manusia. Hanya dirinya yang mampu mengalahkan ego itu sendiri. Rindu yang dirasakan guru, siswa juga belum tentu merasakan hal yang sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa jangan hanya menjadi guru yang mencintai dan merindukan siswanya tetapi jadilah guru yang selalu dicintai, dirindukan, dan dinanti oleh siswanya. Tak lepas dari itu, guru bukan hanya sebagai cahaya dalam perjalanan muridnya. Namun guru adalah kepala kontraktor jalan hidup muridnya, hanya sekedar meberi saran dan tidak ikut memberikan konstruksi. Untuk mencapai hal itu dibutuhkan kerja keras, perasaan yang jernih, dan semangat dalam menjalani jalan yang dipilih.

    ReplyDelete
  21. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sebagai seorang guru, memang semestinya harus mampu mengenali segala potensi yang ada dalam diri muridnya, tidak boleh kita memaksakan sebuah cara kepada setiap murid, karena setiap murid memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Guru harus bisa Menghidupkan belajar mengajar agar tidak monoton, penyampaian materi pun menjadi menyenangkan dengan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak malas untuk berperan aktif di kelas. Semua itu sangat positif agar karena siswa suka kepada guru seperti itu.

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, yang dapat saya simpulkan adalah bahwa seorang guru harus mengenali karakter muridnya dengan baik, dan juga guru tidak boleh untuk memaksakan ego nya kepada murid. Ketika seorang guru telah mampu mengenali murid-muridnya maka guru tersebut akan mampu menentukan metode embelajaran apa yang cocok untuk murid-muridnya. Dengan cara mengenal murid-muridnya inilah maka guru bisa memnempatkan dirinya pada posisi yang tepat, yaitu sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  23. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi seorang guru menggapai siswa. Singkat kata, agar seorang guru dapat menggapai siswa, maka haruslah terlebih dahulu siswa dapat menggapai gurunya. Guru seringkali menggunakan egoisme nya dalam melakukan pembelajaran seperti melakukan pembelajaran dg metode yang guru suka maupun mudah. Padahal pengalaman guru dan siswa berbada, pemahamannya pun berbeda. Tentu siswa takkan mampu menggapai guru.Jangan pula hanya merindui murid-muridmu, tapi jadilah guru yang dirindui olwh siswanya. Jadilah, fasilitator yang memahami siswa, fasilutator yang kreatif inovatif, maka niscaya mereka akanmencintai dan merindukan gurunya, dengan begitu siswa dapat menggapai guru dan itu artinya guru berhasil menggaapau siswa.

    ReplyDelete
  24. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pada proses pembelajaran tidak terlepas dari interksi antara guru dan siswa. Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran guru seringkali menggunakan berbagai metode, strategi, maupun model pembelajaran. Dalam memilih model, metode maupun strategi pembelajaran untuk diterapkan dalam pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa. Seorang guru harus mampu memahami karakteristik yang dimilki oleh setiap siswanya sehingga guru mampu menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru juga dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk memperoleh pengetahunnya.

    ReplyDelete
  25. 16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi sebelumnya yang pernah saya baca yaitu elegi pertengkaran guru dan siswa. Guru menggunakan kekuasaannya untuk menunjukan kekuatan dirinya kepada siswa dan siswa berusaha melindungi diri dari kesewenang-wenangan gurunya. Jadi, alangkah baiknya jika setiap guru dan siswa memiliki rasa simpati dan empati, tulus dan ukhlas dalam mengemban tugas dan kewajiban masing-masing. Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi seorang guru yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan ini. Peran guru diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajran dan mmelayani siswa-siswanya dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai suatu tujuan, banyak jalan yang bisa kita tempuh.. Metode yang paling efektif adalah dengan berganti-ganti metode sesuai dengna karakteristik materi dan siswa.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Untuk menggapai siswa guru haruslah mengenali dirinya sendiri. Guru harus sadar bahwa dalam dirinya terdapat ilmu yang merupakan diri dan siswanya. Maka guru tersebut berada pada jalan belajar yang benar saat bersama-sama bertemu dengan siswa dalam ilmu berlandaskan iman dan taqwa. Sama-sama belajar sebagai subjek yang berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  27. Dimensi guru adalah berbeda dengan dimensi siswanya. Apa yang dengan mudah dipahami oleh guru belum tentu dipahami oleh siswa. Guru perlu memahami tingkat perkembangan kognitif, pengetahuan siswa. Kesulitan siswa dalam proses abstraksi (mengubah level situasional ke level formal) sama halnya dengan perjuangan seorang guru dalam proses mengajarkan hal yang formal menuju konkret. Dengan kesadaran ini diharapkan guru memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sehingga dapat memberikan metode, strategi, atau pendekatan pembelajaran dan scaffolding yang tepat dalam pembelajaran serta menjadikan pemahaman adanya perbedaan matematika antara anak-anak dan orang dewasa menjadi bekal dalam proses pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  28. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Saat guru ingin menjadi guru yang professional, dia harus menggapai siswanya, dia harus memahami siswanya, dia harus tau apa kebutuhan siswa, sehingga pada saat mengajar dan mendidik dia tau metode apa yang cocok untuk diterapkan di kelas, model pembelajaran apa yang cocok, perangkat pembelajaran apa yang dapat memenuhi kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Guru adalah subjek yang berkuasa terhadap objek siswa yang dikuasai. Guru dan siswa sama-sama bisa menjadi subjek dan menjadi objek. Seorang guru memberikan beberapa pilihan jalan agar siswanya dapat menuju tempat yang akan ia tuju. Sama seperti dalam pembelajaran guru menggunakan beberapa metode dan pendekatan agar siswa dapat memahami materi dengan berbagai cara yang diberikan oleh guru, cara mana yang akan ia pilih tergantung dengan kemampuannya. Kerinduan dan cinta seorang guru kepada muridnya berdasarkan pada iman dan taqwa kepada Allah SWT yang akan mempertemukan di dalam ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    guru dan siswa saling menghargai satu sama lain untuk tercapainya tujuan pembelajaran, guru harus berusaha memahami siswa yang beragam, itu cukup sulit namun semua bisa diusahakan, guru harus meninggalkan ego nya dan berusaha ikhlas dalam menjalani tugas nya, sesungguhnya akan ada kepuasan sendiri ketika melihat siswa yang dituntun mengalami kemajuan.

    ReplyDelete
  31. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sebagai seorang guru, sebelum mengajar lebih baik guru mampu mengenali diri sendirinya terlebih dahulu, kemudian guru memahami apa kebutuhan siswanya agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Mengajar bukan hanya asal mentrasfer ilmu tetapi juga sekaligus memahami karakter siswa dan karakter guru sendiri agar menjadikan pembelajarannya bermakna.

    ReplyDelete
  32. Agus Cahyanto
    14301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran. Sehingga sebagai guru jangan egois memaksakan cara berpikir kepada siswa. Karena guru hendaknya mampu menahan egonya dengan mencoba memahami karakteristik siswanya dan lebih memberikan siswa kesempatan untuk mengkonstruksi sendiri cara pikirnya. Apabila hal tersebut terlaksana, maka hasil akhirnya dapat tercapainya tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  33. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Proses pembelajaran ataupun kegiatan belajar-mengajar tidak bisa lepas dari keberadaan guru. Tanpa adanya guru pembelajaran akan sulit dilakukan, apalagi dalam rangka pelaksanaan pendidikan formal, guru menjadi pihak yang sangat vital. Guru melaksanakan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajar peserta didik atau siswa. Namun sebagai seorang guru harus tahu bagaimana karakteristik dari setiap siswanya dan harus tahu apa yang akan dilakukan untuk mengajar dengan berbagai karakteristik siswa yang mewarnai proses pembelajaran dengan menggunakan metode variasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Murid dan guru hakikatnya adalah hubungan antara dua pikiran. Proses sinkronisasi diantaranya disebut proses belajar dan pembelajaran. Untuk mengenali murid, maka kenali diri terlebih dahulu. Begitu pula murid, harus mengenali dirinya sendiri, sehingga bisa menyesuaikan dengan pikiran gurunya. Sehingga guru dapat dengan mudah menyesuaikan pikirannya agar proses belajar dan pembelajaran berjalan lebih efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  35. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi diatas berarti guru harus bisa memahami setiap siswanya, dan untuk dapat memahami siswanya maka guru harus mampu memahami dirinya sendiri terlebih dahulu. Dan untuk dapat memahami dirinya sendiri maka guru harus mampu kembali kesiapa dia sebenarnya dengan melihat dari hal-hal yang ada dalam dirinya termasuk mengenali ilmu sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  36. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Terdapat banyak cara yang dapat digunakan oleh guru untuk dapat mencapai siswanya. Beragam jalan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan guru. Tidak bisa dipaksakan karena jika dipaksakan akan menghasilkan hasil yang buruk. Sehingga guru harus mampu memilih jalan yang tepat untuk digunakan dalam menggapai muridnya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  37. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut terlhat bahwa guru tidak bisa menggapai muridnya tetapi dia tidak mau menghadapi orang berambut putih. Padahal orang berambut putih ini adalah ilmu dari guru tersebut sehingga tidak bisa untuk tidak menghadapinya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  38. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang baik dikelas dapat berjalan dengan baik dikarenakan peran dari siswa dan juga guru yang mengajar. Guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang tinggi akan lebih berpotensi untuk melakukan pembelajaran inovatif yang lebih modern dari pada menggunakan metode konvensional berupa ceramah/ekspositori. Guru yang inovatif dapat menjadi fasilitator dan membantu siswa menjalankan perannya sebagai pusat dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, guru yang inovatif dapat menerapakan strategi dan metode yang tepat yang dapat menambah tingkat ketertarikan dan juga motivasi siswa untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  39. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengatasi berbagai kemampuan siswa yang beranekaragam membutuhkan keahlian dan juga keprofesionalitasan dari guru. Kemampuan siswa dapat dikembangkan oleh guru dengan cara melakukan pembelajaran yang mampu membuat siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, sehingga pengetahuan yang didapat lebih bermakna dan lebih melekat dalam pikiran siswa bila dibandingkan dengan saat siswa diberikan pengetahuan oleh guru melalui metode ceramah. Selain itu dengan mengkonstruk sendiri pengetahuan, siswa akan mengetahui permasalahan terkait apa yang sedang dipelajari sendiri sehingga dapat menjadi tantangan bagi siswa untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi tersebut, hal inilah yang memicu timbulnya rasa keingintahuan siswa dan juga sifat mandiri siswa dapat terbentuk.

    ReplyDelete
  40. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa menjadi guru maka harus benar-benar memahami hakekat guru, perlu memahami ontologi, epistimologi, dan aksiologi seorang guru. Selain itu perlu juga memahahami hakikat murid dan semua hal yang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini agar guru dapat benar-benar memhami profeisnya dan apa keinginan serta kebutuhan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  41. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru dapat menggapai siswa jika salah satunya guru dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan siswa. Menurut Sardiman (2005) kebutuhan siswa diantaranya adalah kebutuhan jasmaniah yang berkaitan dengan tuntutan siswa yang bersifat jasmaniah yang menyangkut kesehatan jasmani, kebutuhan sosial yaitu pemenuhan keinginan untuk saling bergaul dengan sesama siswa dan guru serta orang lain, kebutuhan intelektual yaitu setiap siswa tidak sama dalam hal minat untukmempelajari sesuatu ilmu pengetahuan,.

    ReplyDelete
  42. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru dapat menggapai siswa maka guru terlebih dahulu harus memahami kedudukan guru. Menurut Sardiman (2005). kedudukan guru terdiri oleh salah satunya persyaratan guru yaitu ada persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan psikis, dan persyaratan fisik.

    ReplyDelete
  43. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru haruslah profesional. Pengertian profesi memiliki banyak konotasi salah satu diantaranya tenaga kependidikan, termasuk guru. secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut. pekerjaan profesi pastilah menggunakan teknik dan prosedur yang berpijak pada landasan intelektual.

    ReplyDelete
  44. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hubungan Guru dan sisw disini haruslah harmonis. Jika hal tersebut tercapai maka akan terwujud hasil yang diinginkan. untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi komponen-komponen belajar-mengajar. sebagai contohnya adalah pengorganisasian materi, metode, media, pendekatan, strategi yang digunakan. tetapi faktor lain yang penting yang mempengaruhi adalah hubungan yang baik antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  45. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru tentunya sangat berperan bagi siswa. Beberapa perana guru menurut beberapa ahli adalah:
    1. Prey Katz menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, yaitu seolah olah seperti sahabat yang dapat memebrikan nasehat.
    2. Havighurst menjelaskan bahwa peranan guru di sekolah sebagai pegawai, sebagai bawahan atasannya., sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat, sebagai mediator dan masih banyak lagi.
    3. James W. Brown mengemukakan bahwa tugas dan perana guru adalah dapat menguasai dan mengembangkan materi.

    ReplyDelete
  46. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penggunaan metode pembelajaran di kelas sangat berpengaruh kepada persepsi siswa terhadap guru tersebut, ketika pembelajaran di kelas dikemas dan difasilitasi dengan baik, menarik dan interaktif oleh guru, maka siswa akan senantiasa merindukan pembelajaran dari guru tersebut. Penggunaan metode tersebut tidak terlepas dari bagaimana kesadaran diri seorang guru dalam mengajar sehigga guru dapat mengetahui apa yang dibutuhkan siswa.

    ReplyDelete
  47. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi seorang guru menggapai siswa ini menjelaskan bahwa peran penting guru dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa dengan cara menerapkan berbagai metode pembelajaran yang bervariatif.

    ReplyDelete
  48. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, Isi dari artikel ini menjelaskan bahwa perubahan dimulai dari sendiri dengan syarat, ketentuan, dan tahap- tahap tertentu. Bertolak dari cara mengajar guru- guru yang masih tradisional dan monoton dimana segala proses pembelajaran terpusat pada guru.

    ReplyDelete
  49. Nita Lathifah Islamiyah
    1430124401
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan kemajuan zaman yang semakin canggih, guru harusnya mampu membaca situasi dan kondisi siswanya. Siswa akan senantiasa mengikuti perkembangan zaman yang boleh jadi lebih canggih daripada gurunya. Guru seharusnya mampu mengubah anggapannya bahwa siswanya tidak berpengetahuan. Perkembangan zaman menuntut seorang guru untuk berani melakukan perubahan- perubahan.

    ReplyDelete
  50. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas menjadi seorang guru memang tidak hanya mengajar atau memberikan rumus-rumus. Tetapi menjadi seorang guru juga harus mampu mendidik siswa, membimbing, mengawasi, menasihati. Ini menjadi catatan penting bagi saya sebagai calon pendidik. Membuat saya menjadi lebih serius lagi bahwa mejadi guru itu tidaklah mudah seperti yang difkirkan seorang siswa saat diajar oleh guru.

    ReplyDelete
  51. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa dalam hakekat individu memiliki berbagai karakter unik. Sehingga dalam pembelajaran dalam satu kelas terdapat beragam karakter yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Sehingga guru dalam memahami siswa maka tidak bolehlah menggunakan satu metode, satu media, dan lain sebagainya. Maka dengan memahami terlebih dahulu siswa, guru harus menyiapkan bebagai variasi metode, media dan hal lainnya unutk memfasilitasi siswa dengan beragam karakter yang ada agar siswa mempunyai kesadaran diri unutk belajar, dan merekonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  52. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dibutuhkan variasi metode dalam menggapai siswa. Tidak cukup hanya satu atau beberapa metode saja dalam menghantar dan melayani siswa agar dapat belajar matematika dengan baik. Caranya adalah, guru perlu selalu mencari metode-metode yang fleksibel dan dinamis, juga kreatid sesuai dengan konteks pembelajaran, kemampuan siswa dan kemampuan apa yang akan dicapai

    ReplyDelete
  53. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebelum guru melakukan pembelajaran, tentunya dibutuhkan bekal agar pembelajaran berjalan sesuai rencana. Yang pertama adalah, kenali siswa yang akan menjadi subjek pembelajaran. Tentu dengan mengenali siswa, guru akan memposisikan diri sebagai fasilitator bagi mereka dalam belajar. Dengan niat dan sepakat bahwa pembelajaran itu berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah SWT, maka antar guru dan siwa terjadi sebenar-benar belajar dan saling menggapai satu sama lain

    ReplyDelete
  54. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Tugas guru adalah membimbing dan menunun siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Namun guru pasti akan menemukan tantangan dimana sikap dan sifat siswa sangat berbeda beda, untuk itu guru harus dapat mempersiapkan dan merencanakan proses pembelajaran agar efektif dan sesuai dengan kondisi dan kebuthan siswa, guru dapat menggunakan media , metode, dan pendekatan yang ada untuk mempermudah guru. Tujuan guru adalah agar siswa memahmai materi nya, orientasi yang diterapkan tidak hanya pada nilai namun haruslah berorientasi pada proses, karna nilai tidak ada artinya jika pemahaman siswa tidak ada.

    ReplyDelete
  55. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terdapat berbagai macam jalan yang dihadirkan oleh ilmu agar kita dpat memilih dengan pengetahuan kita. Dan sebetul-betulnya jalan yang kita pilih adalah ilmu kita.

    ReplyDelete
  56. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Jalan yang kita pilih adalah hidup kita. Sebetul-betulnya hidup adalah pilihan kita.

    ReplyDelete
  57. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Banyak cara pula yang dapat dilakukan siswa agar mencapai keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Guru tidak boleh memaksakan siswa untuk memilih jalan yang mana yang akan dipilih murid.

    ReplyDelete
  58. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Samgat banyak yang dijelaskan pada elegi di atas, salah satunya tentang rindu dan cinta. Rindu dan cinta sejatinya adalah sifat yang melekat pada benda, yang susah dijelaskan pada benda. Rindu dan cinta tergantung pada subyek yang merasakan, akan berbeda jika subyek yang berkuasa terhadap subyek lain yang merasakan rindu, misalnya guru merindukan siswa, sejatinya rindu itu tak lagi murni karena ada motif tertentu mengapa guru merindukan siswa.

    ReplyDelete
  59. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada elegi di atas terdapat bagian yang menggambarkan banyak jalan menuju ke sekolah, ada jalan yang lurus dan lebar, jalan yang sempit, jalan yang licin, jalan yang berbatu. Jalan-jalan tersebut menggambarkan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Jika guru menggunakan metode yang tepat diibaratkan jalan yang lebar dan lurus, maka siswa akan menerima ilmu dari guru dengan baik tanpa kesulitan.

    ReplyDelete
  60. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika kelak kita menjadi seorang guru, maka akan menemui berbagai macam karakter yang dimiliki siswanya. Ada yang pandai, dapat dengan mudah memahami apa yang dipelajari, ada yang harus dijelaskan baru bias memahami, tetapi ada yang sudah dijelaskan tetapi masih belum bias memahami. Tantangan bagi seorang guru menghadapi siswanya. Guru harus bias memahami karakter siswanya dan mengajar dengan sepenuh hati dan keikhlasan, dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada siswanya. Dan tentu saja selalu mendoakan untuk keberhasilan siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  61. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat berkomunikasi, pandai mengasuh dan menjadi teman belajar bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang. Terjadinya komunikasi antar guru dan siswa, serta siswa dengan siswa, tidak bisa dilepaskan dari cara guru tersebut menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif. Guru harus mampu membangun motivasi siswa, melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar serta pandai menarik minat dan perhatian siswa.

    ReplyDelete
  62. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekatnya, guru berbeda dengan siswa. Guru adalah subjek yang berkuasa, sedangkan siswa adalah objek yang dikuasai. Maka hakekat rindu akan berbeda pada siapa rindu itu hinggap, entah itu pada guru (sebagai subjek yang berkuasa) ataupun pada siswa (objek yang dikuasai). Rindu dan cintanya orang yang berkuasa tentu akan berbeda dengan rindu dan cintanya orang yang dikuasai. Jika ada orang yang dikuasai merindukan terhadap orang yang menguasai itu adalah luar biasa karena sungguh sulit ditemukan,kalau pun ada maka sulit kita meyakininya. Jika ada murid yang notabene bertindak sebagai objek merindukan gurunya maka hal tersebut sungguh lah luar biasa karena merupakan hal langka. Maka sebenar-benar rindu dan cinta adalah rindu dan cinta kepada Tuhan YME. Semoga cinta dan rindu perjumpaan dengan-Nya, membawa kita ke kebahagiaan yang abadi sisi-Nya.

    ReplyDelete