Sep 20, 2013

Elegi Purusa Arkitektonia




Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada. Agar aku bisa mengada maka aku akan melakukan pemetaan ke dalam diriku sendiri. Pemetaan ini aku sebut sebagai pemetaan isomorphisma. Daerah hasil aku sebut sebagai Dhampara. Aku tetapkan sifat-sifat Dhampara sesuai dengan kehendakku. Dia adalah reduksi dari diriku. Namun semua sifatku harus tetap terjaga padanya. Tiadalah ada sifat-sifatnya melebihi dari sifat-sifatku. Dhampara aku ciptakan semata-mata sesuai dengan peruntukanku. Wahai Dhampara kesinilah.
Apa rencanamu mengadamu setelah keberadaanmu aku jamin?

Dhampara:
Terimakasih atas perkenanmu, aku telah engkau beradakan. Mulanya aku merasakan kesepian karena saya pikir aku sendirian. Tetapi setelah aku menoleh kanan kiri ternyata aku menemukanmu sedang berada disitu dan sedang mengadakan diriku. Maka aku bisa mendengar, bertanya dan siap melaksanakan amanahmu.

Ampara:
Bagaimana perasaanmu setelah engkau mendengar pertanyaanku dan perintahku? Ceritakan ilmu dan pengalamanmu kepadaku.

Dhampara:
Pertama aku merasa heran. Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus. Mulanya aku kira diriku itu sempit dan di sini saja, ternyata diriku itu luas dan di mana-mana. Aku tidak mampu melihat batas diriku, tetapi dikejauhan aku melihat bahwa batas diriku itu sama dengan batas dirimu. Tubuhku terdiri dari sepuluh bagian utama dimana setiap bagian mempunyai puluhan sub bagian-sub bagian yang lebih kecil. Sub bagian dari bagian dari diriku ternyata mempunyai puluhan hingga ratusan anggota. Setelah saya selidiki ternyata setiap anggota tubuhku itu mempunyai berjuta-juta anggota lagi. Wah sungguh dasyat dan mengerikan diriku itu jika aku melihat dari dalam diriku sendiri. Jika engkau berkenan, apa sebetulnya makna dibalik ini semua?

Ampara:
Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

Parasda:
Wahai Ampara dan Dhampara, atas perkenanmu aku telah membentuk tim yang mewakili semua anggota Purusa Arkitektonia. Atas petunjukmu aku siap melaksanakan tugas-tugas dan melaporkan hasil-hasil yang aku capai sehingga Purusa Arkitektonia tetap berada dan mengada lengkap beserta para anggota-anggotanya.

Ampara dan Dhampara:
Baiklah kalau begitu, aku beri engkau waktu dan ruang secukupnya untuk melaksanakan tugas-tugasmu, dan engkau bertanggung jawab langsung kepada diriku. Jika engkau mengalami masalah atau kesulitan-kesulitan, engkau bisa berkonsultasi kepada Dhampara. Wahai Dhampara, silahkan bekerja sama yang baik dengan Parasda agar dia mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

82 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    setelah membaca elegi ini, saya teringat bahwa semua tugas yang ada di pundak kita tidak dapat kita selesaikan sendiri. sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. seperti itulah ampara, yang memperoleh mandat untuk berada dan mengada dalam purusa arkitektonia. walaupu dia adalah setinggi-tinggi nya di purusa arkitektonia, dia tetap memerlukan bantuan pihak lain dalam melaksanakan tugasnya, dan dia menunjuk dhampara dan parasda untuk membantunya.
    begitu lah juga manusia, pasti tudak dapat melaksanakan amanahnya seorang diri tanpa bantuan orang lain. maka janganlah kita bersikap sombong dan hendaknya tetap bersikap rendah hati.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup ini selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, berakhlak mulia, mempelajari Al Quran dan mengajarkannya, serta orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”. Untuk menjadi manusia yang ada, maka engkau harus mengada dan menjadi pengada. Sebagai contoh, sebagai seorang guru, kita tidak hanya menjalankan kewajiban saja tetapi tulus dalam mengembangkan kemampuan setiap siswa, serta memberikan bantuan ketika siswa mengalami permasalahan dalam usahanya membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Subjek yang berkuasa atas suatu hal hendaknya ada dengan menjadi pengada dan mengada. Jika direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari Ampara bisa siapa saja yang menjadi subjek dan memiliki kekuasaan, termasuk diri kita sendiri yang menjadi penguasa atas pikiran-pikiran kita. pikiran kita beruapa pengetahuan yang kemudian bisa di ada kan ketika kita mengada dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Karena ilmu kita yang bermanfaat itu maka kita bisa menjadi ada dan berharga di mata orang lain.

    ReplyDelete
  4. Hidup menjadi saksi tentang yang ada dan mungkin ada. Yang ada digunakan untuk mengadakan yang mungkin ada. Dalam hidup ini kita tidak cukup ada tapi kita harus mengada sesuatu. Sebenarnya pengetahuan yang kita miliki hanyalah sedikit dari banyak pengetahuan yang ada. Namun melalui pengetahuan yang sedikit tersebut kita tetap dapat berkreasi untuk mengada sesuatu untuk menambah pengetahuan baru. Pengetahuan akan terus berkembang, temuan-temuan dan benda-benda baru akan tercipta dimasa yang akan datang. Pengetahuanlah yang menjadi komandannya. Siapa yang pengetahuannya tinggi maka dialah yang akan memipin masa depan dan dunia.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari elegi diatas, Sebagai seorang guru atau calon guru kita seharusnya dapat merencanakan pembelajaran dengan baik dan menentukan jutuan dari pembelajaran tersebut dengan jelas. Guru atau calon guru sebaiknya berusaha untuk mengada. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan penelitian-penelitian dan prestasi yang dapat dicapai oleh guru atau calon guru. purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Contoh sederhana adalah kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  6. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia, sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tetapi banyak orang yang tidak mengenal dirinya karena menganggapnya tidak penting atau tidak tahu bagaimana caranya. Padahal “manusia sebuah misteri”; manusia bukan sesuatu yang dapat habis atau selesai dibahas, dengan berbagai ilmu. Ini karena manusia terdiri dari dua entitas: jasmani dan rohani. Tujuan dan manfaat mengenal diri harus dikaitkan dengan tugas manusia mengembangkan dirinya dengan akhlak mulia. Ciri khas manusia adalah bereksistensi yang secara terus menerus berada dalam proses menjadi diri sendiri. Manusia adalah sesuatu yang “sudah” dan sekaligus “belum”, yang “faktual” dan yang “potensial”; suatu realitas yang masih harus dibentuk terus menerus melalui proses pembelajaran tanpa henti, tanpa akhir, selama eksistensi manusia itu masih ada.

    ReplyDelete
  7. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berada dan mengada. Itulah yang saya pelajari dari membaca elegi ini. Memang sudah seharusnya dalam hidup ini berada dan mengada. Berada menunjukkan tanggung jawab pribadi atas diri sendiri dengan memenuhi kebutuhan diri. Mengada merupakan tanggung jawab sosial yang juga harus dipenuhi. Dua hal tersebut tidak boleh dipisahkan dari tiap manusia. Berada tanpa mengada tidak lah adil karena ada hak orang lain di dalam nya. Mengada tanpa berada tidaklah dapat terjadi karena syarat mengada yang optimal beradalah dahulu.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Manusia mempunyai berjuta-juta sifat. Bahkan tidak akan ada habisnya jika diuraikan sifat-sifatnya. Sifat-sifat tadi memiliki tugasnya masing-masing. Agar manusia bisa menjalani hidup dengan baik, sifat-sifat tadi harus bekerja sama untuk merencanakan suatu hal dan menjalankan suatu hal tersebut demi tercapainya sebuah tujuan.

    ReplyDelete
  9. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Setelah membaca menegenai 'Elegi Purusa Arkitektonia' ini saya memahami bahwa Ampara dan Dhampara merupakan sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Ampara mewujudkan Dhampara. Oleh karena itu sifat sifat Dhampara tidak melebihi sifat-sifat Ampara, karena Dhampara bagian dari Ampara. Dalam hal ini saya juga memahami bahwa Guru ADA adalah Amphara sedangkan Guru PENGADA adalah Dhampara. Tempat yang dinaungi Guru adalah Purusa Arkitektonia. Tujuan dari Guru PENGADA adalah Persada. Sehingga untuk mecapai tugas menjadi Guru, Guru perlu BerADA dan MENGADA. Guru perlu melakukan kegitan-kegiatan yang berkaitan untuk mecapai tugas Guru. Keber ADA an adalah Hak seorang Guru. MENGADA adalah kewajiban seorang Guru. PENGADA adalah wujud Keber ADA an seorang Guru. PERSADA adalah Tujuan seorang Guru.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Purusa arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggota yang memerlukan berada dan mengada yang dibantu oleh parasda yang membantu menyusun program dan melakukan segala kegiatan yang menjadmin purusa arkitektonia agar tetap berada dan mengada dalam segala urusan dalam ruang dan waktu. Seperti dalam kehidupan kita, tanpa disadari kita juga dibantu oleh banyak hal agar semua usaha yang kita lakukan bisa tercapai sesuai apa yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  11. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam sebuah tim dubutuhkan kerja sama yang baik antar satu bagian dengan bagian yang laiinnya untuk saling ber ADA dan MENGADA satu sama lain. Kerja sama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa semua dapat berjalan baik. Kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota dipahami serta ketepatan penempatan posisi dalam sistem tim tersebut. Setiap anggota dalam sebuah tim harusalah dapat menjelaskan yang menjadi kekuatannya, maka diperlukan komunikasi dari pimpinan ke anggota maupun sebaliknya serta sesama angota dalam penyelesaian tugas-tugas yang diemban agar pelaksanaan tugas tersebut berjalan dengan harmonis tetib dan damai sesuai tujuan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Purusa Arkitektonia adalah suatu semesta yang sedang mengenali dirinya dengan mengada. Sebetulnya, tanpa mengada Purusa Arkitektonia sudah ada. Namun, dia ingin lebih bermakna, sehingga dia melakukan usaha mengada. Untuk mengenali dunia, bisa melalui mengenali diri sendiri. Agar kenal dunia, kita harus kenal diri sendiri dulu. Dalam diri Purusa Arkitektonia, ada beberapa unsur lagi yang dibagi-bagi oleh dia sendiri, dengan tugas-tugasnya sendiri. Maka sebetulnya diri kita adalah hasil kerjasama tim. Baik burunya diri kita, ditentukan oleh hasil kerjasama tim dalam diri kita. Sebaik-baiknya kerjasama adalah kerjasama antar para baik dalam diri kita. Yang menghambakan dirinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi purusa arkitekonia ini memaknai pentingnya kerjasama. Aada pepatah mengatakan beratsama dipikul ringan sama di jinjing. Dalam pembelajaran matematika guru harus bekerjasama dengan siswa agar terjalin kebermaknaan pembelajaran, guru tidak akan bisa mengajarkan dengan baik jika tidak ada kerjasama siswa didalamnya.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa untuk mencpai tujuan yang diinginkan harus dilakukan perencanaan yang baik. Jika perencanaan yang dimiliki baik maka proses untuk mencapai tujuan akan berjala dengan lancar. Misalnya dalam pembelajaran matematika. proses perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dapat menentukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidakk.

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Suatu sistem terdiri dari beberapa komponen. Supaya sistem dapat berjalan dengan baik, maka keseluruhan komponen dalam sistem tersebut juga harus bekerja dengan baik pula. Ampara, Dhampara dan Parasda adalah komponen sistem dalam sistem Purusa Arkitektonia. Meskipun Ampara merupakan komponen utamanya, tetapi tetap saja Ampara membutuhkan Dhampara dan Parasda. Mereka mempunyai tugas dan peranan masing-masing, jadi ketika salah satu komponen tidak berjalan dengan baik, maka akan menggangu sistem utamanya. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik dari setiap komponen yang menyusun sistem tersebut agar tujuannya tercapai.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan dalam arti yang sedalam-dalamnya dengan apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Ketika kita menjadi guru, kita tidak hanya menjalankan kewajiban kita saja namun juga tulus dalam mengembangkan kemampuan setiap siswa, serta memberikan bantuan ketika siswa mengalami permasalahan dalam usahanya membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  17. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berada dan perlu mengada adalah salah satu hal yang perlu dilakuakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran di kelas. Guru harus berada di kelas selama mempelajaran berlangsung yang memiliki peran sebagai fasilitataor dan motivator. Guru juga harus mengada, yaitu mengadakan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan kemampuan, karakteristik, minat dan bakat siswa yang beranekaragam. Selain itu guru juga harus mengadakan pembelajaran yang interaktif dan kreatif agar merangang daya kreativitas anak dan kemampuan bersosialisasi anak.

    ReplyDelete
  18. Elegi ini mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita mendapatkan amanah kita harus melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Karena semua amanah dipertanggungjawabkan kepada Allah. Untuk melakasanakan semua amanah yang ada kita harus dapat bekerja sama dengan orang lain agar dapat melaksanakan amanah dengan baik dan mengurangi beban pada diri kita.

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sebenar-benar berada jika kita selalu menggapai logos, bukan megikuti mitos. Ketika kita menggapai logos maka itu adalah sebenar-benar mengada. Jika kita telah mempunyai mengada maka kita akan menjadi pengada. Berusaha adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan kita dalam menggapai berada , tanpa usaha jangan berharap kita mampu menggapai berada, mustahil kita dapat memperoleh sesuatu tanpa mengada dan pengada. Mengada melalui jalan pemikiran reduksi, karena sesungguhnya itu adalah kodrat manusia. Namun ketika kita hendak mengada, hindari lah sifat sombong dalam diri dan berusaha sebaik-baiknya agar amanah memperoleh mengada untuk kemudian kita menjadi pengada yang berada.

    ReplyDelete
  20. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari Elegi ini hal yang saya rasakan adalah merupakan ilustrasi atau refleksi dari suatu sistem birokrasi di mana sifat-sifat hirarki yang paling di atas diturunkan ke hirarki di bawahnya setelah direduksi-reduksi, dan hirarki yang dibawah bertanggung jawab terhadap hirearki yang ada di atasnya.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Diceritakan dalam elegi ini sosok seorang Ampara yang dalam dialognya melontarkan perihal sifat amanah. Sebenarnya kita telah memikul yang namanya amanah bahkan sejak kita keluar dari Rahim seorang Ibu. Amanah terhadap sang pencipta, amanah terhadap orang lain, dan amanah terhadap diri sendiri. Kian hari seiring bertambahnya usia, amanah yang kita pikul pun semakin banyak bak rambut yang terus menerus tumbuh meski telah dipotong. Hal yang perlu digaris bawahi adalah sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap amanah yang kita pikul

    ReplyDelete
  22. Junianto
    PM C
    17706251065
    Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Dari pengertian ini, saya bisa memberikan tanggapan bahwa Purusa Arkitektonia tidak lain dan tidak bukan adalah Alam semesta. Di dalam alam semesta tentu banyak sekali penghuni yang bisa kita sebut sebagai kholifah dan bertugas melaksanakan serat merawat alam semesta. Namun, tidak semua komponen di Purusa mampu melaksanakan dengan baik, tentu ada banyak hal yang masih perlu ditingkatkan.

    ReplyDelete
  23. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mohon pencerahannya. Entah mengapa, setelah membaca kata isomorphis,saya melihat bahwa pada elegi ini terdapat satu hal yang mengisahkan tentang upaya seseorang menggapai logos, tetapi mitos lebih menguasai orang tersebut. Sekali lagi mohon pencerahan

    ReplyDelete
  24. Junianto
    PM C
    17709251065

    Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggota yang juga memerlukan berada dan mengada. Dari pengertian ini, saya bisa memberikan tanggapan bahwa Purusa Arkitektonia tidak lain dan tidak bukan adalah Alam semesta. Di dalam alam semesta tentu banyak sekali penghuni yang bisa kita sebut sebagai kholifah dan bertugas merawat alam semesta. Namun, tidak semua komponen di Purusa mampu melaksanakan dengan baik, tentu ada banyak hal yang masih perlu ditingkatkan. Bahkan dunia dengan segala fenomenanya, tidak sedikit manusia yang menyalah gunakan tugas dan fungsinya sehingga menimbulkan kerusahan di muka bumi.

    ReplyDelete
  25. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi Purusa Arkitektonia ini bagi saya sangat sulit untuk dipahami. Menurut apa yang saya pahami, purusa Arkitektonia dapat dianalogikan sebagai ruang atau wadah, sedangkan ampara ialah subyek atau isinya. Agar Purusa Arkitektonia tetap ada, maka setiap subyek memiliki tugas untuk mengada. Kalau direfleksikan dalam pendidikan, Purusa Arkitektonia merupakan sistemnya. Sementara guru dapat dianalogikan sebagai salah satu ampara. Agar guru benar-benar ada di dalam sistem, guru harus senantiasa mengada, dengan demikian guru akan menjadi pengada. Mengada bagi guru dapat dilakukan dengan melakukan penelitian dan menghasilkan karya-karya yang dapat menghasilkan inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Kata tepat jika diartikan sama oleh setiap individu maka itu bukanlah hal yang tepat. Pribadi setiap orang berbeda dalam memandang alam yaitu sesuai dengan logos dan mitosnya masing-masing. Ketika si A mengatakan tepat maka si B pastilah ada bagian yang tidak tepat pada jawabanya. Tepat hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Namun dalam menjalani kehidupan haruslah berusaha mendapat solusi kehidupan yang menuju kata tepat tersebut.

    ReplyDelete
  27. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak atas postingan ini.
    Dalam hidup di dunia ini agar seseorang bisa dikatakan ada maka harus selalu mengada. Untuk melakukan mengada perlu adanya kerjasama antara satu pihak dengan pihak lain. Untuk mengada seseorang hendaknya memetakan potensi yang ada pada dirinya. Kemudian selalu berusaha menggapainya.
    Selain itu jugan tentang amanah. Seseorang yang diberikan amanah hendaknya selalu berusaha untuk menjaga amanahnya. Bertindak profesional sesuai amanah yang diembannya. Berusaha melakukan yang terbaik meskipun yang terbaik untuk kita belum tentu terbaik untuk yang lain. Karena sebenar-benarnya manusia tidak akan mampu memilih yang terbaik untuk semua, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Ampara dilukiskan sebagai pengada yang diberikan kepercayaan untuk mengadakan sesuatu.Mangadakan Dampara kemudian menurunkan sifat-sifatnya.Dan Dampara bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.Artinya mawariskan sifat dari satu generias ke generasi berikutnya dengan bertanggunng jawab penuh atas mandat yang diberikan dan melakukan hal yag serupa seperti yang dilakukan sebelumnya.

    ReplyDelete
  29. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Sejujurnya saya masih sulit memahami makna dari elegi ini. Namun dari dialog antara ampara, dhampara, dan parasda saya mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud purusa arkitektonia adalah suatu sistem, dimana ampara bertindak sebagai pengatur dari segala sistem tersebut. Sedangkan dhampara merupakan refleksi dari dirinya sendiri untuk mewujudkan keinginannya dan parasda adalah sebagai alat dalam mewujudkan purusa arkitektonia.
    Jika direfleksikan dalam kehidupan pendidikan, saya melihat purusa arkitektonia sebagai sistem pendidikan di Indonesia, dimana dhampara adalah menteri pendidikan sebagai pengatur jalannya sistem pendidikan. Sedangkan parasda adalah kurikulum yang dibentuk untuk mewujudkan sistem pendidikan secara teknis.

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dari Elegi di atas saya menangkap bahwa Purusa Arkitektonia adalah wujud dari dalamnya ilmu. Sedangkan Ampara dan Dhampara hanya sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Dalam mengarungi kehidupan Ampara dan Dhampara haruslah mengada dan menjadi pengada.

    ReplyDelete
  31. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap manusia adalah potensi. Tetapi banyak yang tak menyadarinya. Terlalu fokus pada kehebatan orang lain, dan menyesali dirinya yang tak sehebat orang itu. Padahal dirinya adalah potensi, berjuta-juta di dalam, begitu luas dan di mana-mana. Mengembangkan potensi itu adalah tugas dari masing-masing manusia. Dengan terus bersyukur dan meminta tuntunan Tuhan, kita akan mendapatkan jalan untuk menemukan potensi diri dan mengembangkannya, tetapi tentu saja dengan hati yang tetap merendah.

    ReplyDelete
  32. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan dari postingan yang berjudul Elegi Purusa Arkitektonia ini. dari postingan ini saya mendapatkan ilmu bahwasannya Untuk mengenal seberapa jauh diri kita dan apa-apa saja sifat, bagian yang ada didiri kita sangat memerlukan waktu yang lama. Semakin kita menambah ilmu yang kita miliki semakin tahu lah potensi-potensi apa yang ada di diri kita apa yang kita suka dan apa yang kita mau, dan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Maka seperti prasda kita harus dapat menjadi pribadi yang amanah dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut.

    ReplyDelete
  33. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi ini menjadi renungan bahwa sepaham-pahamnya atau semengenal-mengenalnya kita terhadap makna keberadaan, justru kita tidak pernah sebenar-benarnya menggapai hal tersebut, untuk itu usaha yang perlu kita lakukan untuk memahami dan memaknai keberadaan adalah dengan selalu mencoba untuk mengada, sebab pada dasarnya sebenar-benarnya yang dikatakan ada keberadaan itu adalah mengada.

    ReplyDelete
  34. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Purusa Arkitektonia disini saya misalkan sebagai alam semesta. Alam semesta yang memiliki banyak sekali unsur yang memang tidak bisa disebutkan satu per satu. Jika kita lihat, purusa arkitektonia merupakan temapat yang terbatas dimasa bisa hilang suatu saat. oleh karena itu, pusat arkitektonia ini kecil dibandingkan dengan tempat yang akan disinggahi kelak. Pembatasan antara ruang dan waktu merupakan pembatasan dimana makhluk Tuhan berada. Oleh karena itu ternyata kita merupakan bagian dari purusa arkitektonia yang kecil. Sehingga kita berada di tempat yang lebih kecil dibandingkan purusa arkitektonia. Dan kita merupakan bagian yang kecil juga dari bagian arkitektonia. Jika kita amati, maka sebenarnya kita itu kecil dan tidak terlihat jika dilihat dari purusa arkitektonia. Sehingga, dalam hidup di dalam ruang dan waktu untuk apa kita takabbur atas apa yang kita peroleh?. Oleh karena itu purusa arkitektonia ini memberikan gambaran bahwa kita merupakan sesuatu yang kecil dan tak layak membesarkan diri kita dengan sikap yang sombong.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  35. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Kedua hal yang menjadi satu sistem yang memerlukan pasangan untuk melakukannya. Karena sudah berada, maka perlu adanya kerjasama untuk mengada. Mandat merupakan suatu amanah besar yang wajib diemban bagi ia yan terpilih. Mitos sebagai bayangan dan tantangan yang muncul pada elegi ini. Untuk mencapai logos, mitos merupakan musuh tersbesarnya.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia terdiri dari banyak anggota tubuh, setiap anggota tubuh mempunyai tugas dan manfaat masing-masing. Kita sebagai manusia akan sadar dengan hal itu ketika kita memang benar-benar melihat kedalam, namun saat kita melihat keluar kita tidak akan menemukan hal itu yang kita temukan hanyalah diri kita sendiri. Dari sini dapat diambil bahwa untuk melihat sesuatu tidak cukup hanya dengan satu sudut pandang saja. Semakin banyak sudut pandang akan menghasilkan semakin banyak pendapat/persepsi, sehingga akan terus-menerus membuat otak berpikir. Semakin sering berpikir, semakin terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  37. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi yang berjudul elegi purusa arkitektonia ini kita mengambil pelajaran bahwa diri kita ini tidak tunggal, namun terdiri atas jutaan bahkan lebih diri kita yang lain, juga terdiri atas banyak anggota atau bagian yang menyusun diri kita. Diri kita ini luas dan tidak sempit

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Purusa Arkitektonia ini mengartikan bahwa purusa arkitektonia berarti tempat tinggal (alam semesta) yang luas, yang banyak makhluk tinggal disana, yang juga memerlukan berada dan mengada. Kita sebagai manusia hanya sebagian yang sangat kecil, kita jauh dari kesempurnaan maka janganlah menjadi manusia sombong. Kita sebagai manusia dibumi harus menjaga purusa arkitektonia jangan membuat kerusakan baik di darat maupun dilautan. kita harus menjadi mengada dan pengada yang baik.

    ReplyDelete
  39. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Istilah istilah yang ada dalam elegi ini masih asing bagi saya? Apatah sebenarnya yang akan digambarkan oleh elegi ini?
    Saya mencoba mencari, purusha arkhitektonia ini sepertinya berkaitan dengan arsitektur. Dampara Dan ampara iNi Saya bayangkan seperti gambar arsitek Dan bangunan yang nyata dibangun dari gambar tersebut. Dalam suatu kegiatan membangun, memanglah proses ada, mengada dan pengada itu. Untuk mengada perlu mengeksplorasi detail segala sesuatunya.
    Refleksi Saya, demikian pula lah yang terjadi jika kita sedang membangun pengetahuan. Perlulah bereksplorasi, bertanya Dan mencari jawab, sampai menemukan yang dicari meski belum memuaskan.
    Dan pengetahuan itu perlu mewujud, menunjukkan eksistensinya.
    Saya, tentu Juga akan dilihat dari bagaimana saya bertindak, berkata- kata. Dari sanalah seorang akan tampak, siapa dirinya.

    ReplyDelete
  40. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Setiap orang memiliki sifat ada, mengada dan pengada, Untuk mengada seseorang hendaknya memetakan potensi yang ada pada dirinya, Kemudian selalu berusaha menggapainya dan Untuk mengenal seberapa besar potensi pada dirinya hendaklah dia memandang kedalam dirinya bukan ke luar dirinya (orang lain). Karena memandang orang lain terkadang membuat seseorang menjadi sombong ketika dia merasa orang tersebut lebih rendah darinya, dan Kesombongan akan membawa pada metode.

    ReplyDelete
  41. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Manusia yang penuh dengan keterbatasan, memang tidak mampu untuk mencerna dan memahami semua yang ada di dunia ini. Karena ternyata sesuatu yang kita anggap satu, memiliki beberapa aspek lain didalamnya, bahkan berjuta-juta aspek lain didalamnya. Namun tidak dapat kita pahami semuanya. Oleh karena itu dalam keterbatasan yang kita miliki, bersyukurlah, bisa saja itu menjadi kelebihan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  42. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Pak atas ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini.
    Saya mencermati ulasan di atas bahwa jika diibaratkan subyek tersebut adalah manusia maka manusia dapat berlaku menjadi ada, mengada dan menjadi pengada jika diberi kesempatan oleh ruang dan waktu. Saat merencanakan sesuatu di masa depan dalam filsafat disebut pula dengan teleologi. Tentunya manusia diharapkan mengada sesuai dengan wadah dan isinya. Melalui sifat-sifat yang ia miliki diharapkan dapat memberikan hasil yang positif. Sifat yang positif tersebut mampu menunjukkan pada arah kebaikan. Misalnya saja, saat seseorang mempelajari suatu ilmu pengetahuan maka ia sejatinya harus berupaya menggapai ilmu tersebut dengan sikap yang optimis dan bertanya saat tidak tahu akan suatu hal. Kemudian, hasil dari pada ilmu yang sudah ia miliki mampu bermanfaat bagi orang lain. Dengan begitu ia menuntut ilmu dapat mengarahkan pada kebaikan di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  43. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam suatu kelompok pasti ada pemimpinnya. Jika ditari kebawah pemimpin itu mempunyai anggota-anggota, anggota-anggota yang banyak berkelompok kelompok dan ada anggota yang menjadi pemimpin anggota-anggota dan seterusnya. Kalau ditarik keatas maka diatas pemimpin kelompok ada pemimpin kelompok-kelompok, diantara pemimpin-pemimpin kelompok ada pemimpin dari pemimpin-pemimpin kelompok dan seterusnya. Disini dapat dimaknai bahwa semakin tinggi jabatan seseorang maka amanah dan tanggung jawabnya semakin besar, semakin rendah jabatan seseorang maka semakin sedikit tugas dan tanggung jawab mnggung jawabnya. Namun semakin tinggi jabatan seseorang harus semakin bisa menjadi panutan yang lain, tanggung jawab semakin besar lagi.

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini memberikan gambaran mengenai luasnya penjabaran dari dunia ilmu pengetahuan. Bahkan setelah dibagi menjadi bidang-bidang yang sangat kecil, di dalamnya masih terdapat banyak kajian yang dapat dikembangkan menjadi cabang-cabang yang lebih kecil dan terkhusus. Sebagai suatu sistem, purusa arkitektonia memberikan kesempatan bagi manusia untuk terus menciptakan atau mengembangkan sesuatu. Sebagai makhluk hidup yang terus berkembang pikirannya, kita harus membuktikan keberadaan kita dengan mengada dan menjadi pengada. Jika kita hanya diam ditempat maka kita harus puas dikatakan sebagai orang yang terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  45. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Elegi ini mengajarkan kepada kita untuk bisa dan mau bertanggung jawab atas apa yang kita pilih dan kita lakukan. Karena hidup berhubungan dengan ada dan yang mungkin ada. Ada berhubunga dengan pengada dan mengada. Ini selalu berjalan beriringan. Oleh karena itu, kita harus selalu siap. Siap disini yaitu siap menentukan pilihan, siap melaksanakan tugas, dan siap mempertanggungjawabkan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  46. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alaikum Wr. Wb.

    Dari elegi ini saya mendapatkan pelajaran, bahwa kita harus dapat mempertanggungjawabkan terhadap amanah yang telah diberikan kepada kita. Amanah yang diberikan jika tidak dapat dijaga dengan baik maka rasa amanah seseoarng kepadakita akan hilang. Maka perlunya untuk menjaga apa yang telah orang lain berikan kepada kita, sehingga kita dapat mudah dipercai oleh orang lain. Amanah juga dapat berpotensi untuk tidak menjadi amanah, maka dari itu perlu ditanamkan rasa ikhlas didalm hati, sehingga tidak mudah terjebak dalam ketidak jujuran.

    ReplyDelete
  47. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari tulisan tersebut, hal yang dapat saya pelajari adalah bahwa sebuah sistem bisa berjalan jika komponen-komponen dalam sistem tersebut saling bekerja sama, hormat menghormati. Keberadaan suatu sistem dapat dilihat dari upaya mengada dan pengada dari anggota-anggotanya.

    ReplyDelete
  48. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi dalam dirinya masing-masing. Potensi manusia ini dapat lebih dikembangkan jika manusia dapat melihat dirinya dan mengukur seberapa kemampuan yang ia miliki. Namun sayangnya hanya segelintir orang yang memahami dirinya dengan baik. Orang cenderung pandai menilai orang lain, namun terlalu bodoh ketika menilai dirinya sendiri. Terkadang manusia hanya selalu mengomentari orang lain, tanpa pernah melakukan refleksi diri atau mengembangkan potensi dan bakat yang ia miliki.

    ReplyDelete
  49. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dalam kehidupan manusia sangatlah serat dengan adanya suatu sistem antara berada dan mengada. Semua hal tersebut dangatlah erat dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Setiap manusia bisa melakukan sutau sistem berada. Tetapi jika hanya berada saja belumlah lengkap, sehingga manusia melakukan juga sistem mengada. Berada dan mengada dilakukan untuk memetakan dirinya sendiri sesuai dengan keperluan atau kepentingan yang sedang dibutuhkan. Jadi, seorang manusia yang melakukan dirinya berada pada suatu keadaan, manusia tersebut juga melakukan mengada dirinya yang lain untuk melakukan tugas-tugasnya.

    ReplyDelete
  50. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB PPs UNY 2017

    Saya mencoba memandang elegi ini dari sudut pandang saya mengenai peran guru dalam pembelajaran. Guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran memegang amanah berat untuk membantu siswa menemukan bakat dan potensinya, serta mencapai prestasi optimalnya. Dalam melakukan amanah ini tentu guru tidak bisa melakukannya sendiri, harus ada tim, harus ada kolaborasi, harus ada kerjasama. Baik dengan sesama guru, pemangku kebijakan, orang tua siswa, atau bahkan siswa itu sendiri. Selain itu, belajar dari elegi ini, guru tida boleh memandang siswa dengan hanya satu sudut pandang, guru harus memandang siswa lebih jauh dan lebih dalam. Ternyata mereka unik, tidak sama, ada banyak beragam sifat dari siswa, maka dari itu guru harus mampu memahamainya agar mampu menerapkan strategi pembalajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  51. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi purusa arketektonia menjelaskan bahwa purusa arketektonia adalah dunia ini dimana dihuni oleh jutaaan makhluk hidup yang menjalankan sifat-sifatnya masing-masing. Setiapmakhluk hidup mempunyai sifatnya masing-masing yang tentu berbeda-beda, dan setiap makhluk bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Setiap makhluk pasti mempunyai rencana dan tujuan atas hidupnya di dunia namun tidak setiap rencana akan terwujud dengan mulus tanpausaha. Bahkan dengan udahapun terkadang belum tentu terwujud. Maka dari itu sebagaimakhluk yang beriman, yang dapat kita lakukan adalah terus berikhtiar dan bertawakal kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  52. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Purusa Arkitektonia dapat dipandang secara luas maupun secara sempit. Secara luas purusa arkitektonia bisa dipandang sebagai bumi tempat berates-ratus juta makhluk tinggal. Di bumi inilah setiap makhluk harus berada dan mengada. Secara sempit purusa arkitektonia dapat dipandang dalam berbagai hal, misalnya sekolah. Di sekolah terdapat berates-ratus juta makhluk dimana setiap makhluk harus berada dan mengada. Dalam sebuah sekolah terdapat penanggung jawab yang membuat berbagai program dan kegiatan. Bahkan diri kita juga dapat dipandang sebagai purusa arkitektonia dimana ada beratus-ratus juta sel yang hidup dalam diri kita dimana kita harus memastikan bahwa diri kita tetap berada dan mengada.

    ReplyDelete
  53. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat sangat dekat dengan kehidupan manusia. Jika kita mau berpikir secara intensif dan ekstensif, maka kita akan mengetahui bahwa diri kita memiliki begitu banyak potensi. Potensi itulah yang perlu kita kembangkan dan manfaatkan agar apa yang memang sudah ada itu tetap bisa diadakan.

    ReplyDelete
  54. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Membaca elegi ini saya teringat bahwa kenyataan yang bersifat kontradiktif. Jangankan diriku dengan orang lain. Diriku yang sekarang saja berbeda dengan diriku yang satu detik kemudian. Hal ini karena setiap waktu manusia mengalami perubahan. Sekalipun manusia berada pada ruang sama namun manusia tidak berada pada waktu yang sama. Kehidupan kita bersifat siklik maka kita tidak mengulang hal yang sama pada waktu yang sama. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk mengada yaitu terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  55. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Sebaik-baik orang adalah mereka yang amanah dalam menjalankan tugasnya. Keberadaan seseorang akan merasa ada ketika mereka selalu mengada dan menjadi pengada

    ReplyDelete
  56. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam elegi ini, tergambar sosok Ampara yang dalam dialognya melontarkan perihal sifat amanah. Masing-masing kita sebenarnya telah memikul yang namanya amanah bahkan sejak kita keluar dari Rahim Ibu. Amanah terhadap sang pencipta, amanah terhadap orang lain, dan amanah terhadap diri sendiri. Kian hari seiring bertambahnya usia, amanah yang kita pikul pun semakin banyak bak rambut yang terus menerus tumbuh meski telah dipotong. Hal yang perlu digaris bawahi adalah sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap amanah yang kita pikul dan menghindari khianat.
    Sekian, Terima Kasih.

    ReplyDelete
  57. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa Purusa Arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angota yang memerlukan berada dan mengada. Sesungguhnya, kita sebagai manusialah yang memerlukan berada dan mengada. Sehingga, tidak lain dan tidak bukan Purusa Arkitektonia merupakan tempat kita untuk mewujudkan sesuatu atau menciptakan sesuatu. Satu hal yang perlu diperhatikan yakni berada dan mengadalah sesuai dengan ruang dan waktunya serta berada dan mengadalah agar bermanfaat bagi lainnya.

    ReplyDelete
  58. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Berada dan mengada memang sangat mempengaruhi keeksistensian manusia. Dari elegi di atas, saya memahami bahwa purusa arkitektonia merupakan makna kehidupan yang sedalam-dalamnya terkait berada dan mengada. Ketika kita menganalogikannya dalam bentuk guru, guru tidak hanya sekedar berada, tapi juga mengada. Guru tidak hanya menjalankan kewajibannya untuk mengajar dan membuat perangkat-perangkat pembelajaran, melainkan juga guru harus mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa dan sebagai bukti eksistensinya.

    ReplyDelete
  59. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya mencoba memahami isi artikel di atas, dari semua pengalaman tentang hal-hal apa saja yang dipelajari pada mata kuliah filsafat, saya persepsi saya tentang ampara adalah subyek pembelajar yang sadar akan kebutuhan menggapai ilmu. sedangkan dampara adalah hakikat dari obyek filsafat sehingga makna akan menjadi sangat dalam dan luas bahkan menjadi tak terbatas sehingga menjadi infinite regress dan jika ditambahi predikat akan memiliki bermacam-macam sifat. sedangkan yang teakhir adalah parasda yaitu epistemologi dari suatu hakikat sehingga kegiatan mengada dan pengada akan tetap terjaga eksistensinya.

    ReplyDelete
  60. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Saya memandang elegi ini pada diri sendiri, bahwa dalam diri terdapat berpuluh bahkan berates potensi untuk ada dan mengada. Setiap diri mempunyai kemampuan itu yang diwadahi dalam suatu system tubuh, organ, dan jaringan, yang semuanya bermuara ata dikendalikan oleh pikiran. Pikiran menjaga dan mengatur segala hal terkait anggotanya untuk mampu ada dan mengada

    ReplyDelete
  61. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Jika dilihat dari sudut pandang dunia pendidikan, maka Purusa Arkitektonia adalah system pendidikan, meliputi ideology dan praktiknya. Anggotanya meliputi seluruh manusia, guru, siswa, dosen, mahasiswa, praktisi maupun ilmuwan. Masing-masing dari anggota memiliki peran dan tanggunjawab masing-masing. SIstem ini harus dijaga dan diperbaiki jika ada antar anggota yang melampaui batasnya.

    ReplyDelete
  62. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menelaah elegi di atas, Purusa Arkitektonia ialah alam semesta ini, sedangkan Ampara ialah filsafat, dhampara ialah diri (pikiran) kita dan purusda ialah kegiatan pembelajaran. Alam semesta ini meliputi semua hal yang ada dan yang mungkin ada, agar dapat melingkupi hal ytang ada dan yang mungkin ada maka kita perlulah juntuk mengada, sedangkan dalam rangka mengada,kita memerlukan pemikiran yang jernih dan dalam prosesnya kita m,emerlukan media. Media tersebut dapat berupa kegiatan pembelajaran yang adapat menjadikan kita mampu untuk memahami alam semesta ini dengan lebih baik lagi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  63. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pada elegi di atas, dalam proses mengada, purusda bekerja sama dengan dhampara. Dapat kita nalogikan bahwa dalam pembelajaran kita harus menghadirkan hati dan pikiran kita sehingga kita dapat memahami dunia ini pada umumnya dan dapat memahami diri kita sendiri pada khususnya. sebenar-benar filsafat ialah berpikir. Berfilsafat tentu berfikir namun berfikir belum tentu berfilsafat. Maka perumpamaan di atas menggambarkan bahwa pikuran ialah filsafat itu sndiri, namun pikiran tidak akan menyamai atau melampaui filsafat

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ampara mengadakan dhampara. Sedang dhampara yang pada awalnya hanya mampu melihat Ampara kini telah mampu melihat beratus-ratus, beribu-ribu bahkan berjuta-juta dirinya. Jika dilihat dari luar diri kita hanya ada satu namun sejatinya diri kita terdiri dari berjuta-juta sel. Di dalam diri kita terdapat banyak potensi yang sesungguhnya dapat kita kembangkan. Pun di dalam otak kita terdapat banyak sekali pemikiran. Diantara banyaknya pemikiran di dalam diri kita hendaknya kita senantiasa memilih pikiran-pikiran yang baik dan berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran buruk.

    ReplyDelete
  65. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut hasil olah pikir yang saya laukan setela membaca elegi ini. Purusa Arkitektonia ialah sebuah sekolah yang di dalamnya terdapat banyak siswa yang belajar. Sedangkan dhampara ialah metode yang digunakan guru dalam melaukan pembelajaran di sekolah terhadap siswa-siswanya. Ampara ialah penilaian guru atau hasil refleksi terhadap kegiatan belajar yang tela dilakukan. Pemilihan metode maupun penilaian hasil kegiatan sangat penting dalam proses pembelajaran. Karena sebenar-benar hidup iala memikirkan apa yang dilakukan dan melaukan apa yang dipikirkan. Maka guru hendanya memikirkan metode pembelajaran yang sesuai dan efektif, serta memikirkan atau merefleksikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C

    Batasan ilmu pengetahuan menjadi landasan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. ilmu pengetahuan pada khususnya mengemban tugas utama untuk menemukan, pengembangan, menjelaskan, menyampaikan nilai-nilai kebenaran. Semua orang yang berhasrat untuk mencintai kebenaran, bertindak sesuai dengan kebenaran. Sehingga tentang lingkup ilmu pengetahuan, tentu ilmu itu tidak hanya untk kita miliki sendiri dan harus kita bagi kepada orang lain agar ilmu itu sendiri tetap ada dan tetap eksis.

    ReplyDelete
  67. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Berdasarkan elegi di atas,saya baru mengetahui bahwa Purusa Arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angota yang memerlukan berada dan mengada. Sejauh ini yang saya ketahui manusialah yang memerlukan berada dan mengada, maka Purusa Arkitektoniatidak lain dan tidak bukan merupakan tempat kita untuk menjadi ada, mengada si pengada, atau mewujudkan sesuatu atau menciptakan sesuatu hal. Seperti halnya Ampara yang mengadakan dhampara. Dhampara yang semula hanya mampu melihat Ampara kini telah mampu melihat banyak dari bagian dirinya. Secara fisik mungkin kita hanya terlihat ada satu namun sejatinya diri kita terdiri dari berjuta-juta sel dan berjuta-juta potensi yang dapat kita kembangkan. Maka dari itu, dengan ilmu yang kita punya, marilah kita berusaha berada dan mengadalah sesuai dengan ruang dan waktunya agar terus bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  68. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini yng bisa saya pahami tentang purusa Arkitektonia yaitu seperti layaknya Ruang dan waktu yang dipelajari dalam filsafat. Karena seperti yang disebutkan Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Berarti itu merupakan ruang dan waktu. Kemudian juga kita harus tetap melaksanakan tugas dan kewajiban kita agar kita tetap dan ruang dan waktu yang tepat juga.

    ReplyDelete
  69. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Purusa arkitektonia dapat dilihat secara sempit dan luas. Dilihat secara sempit ketika hanya melihat dari perseorangan, namun ketika sudah dilihat secara masyarakt luas maka sudah termasuk dilihat secara luas. Tidak tertinggal juga terhadap ruang dan waktu. Hal ini sangat berpengaruh kepada purusa arkitektonia.

    ReplyDelete
  70. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ketika pertama kali membaca judul ini, saya bertanya-tanya apa itu purusa arkitektonia?. Dan melalui elegi ini, mungkin purusa arkitektonia itu dapat diibaratkan sebagai bumi, yeng merupakan tempat tinggal beratus-ratus juta jiwa manusia dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Semua makhluk ciptaan Tuhan di bumi ini bertugas untuk menunjukkan keberadaanya, dan keberadaannya itu dapat dilakukan dengan mengadakan. Oleh karena itu kita perlu menggunakan ilmu/akal dan pikiran serta hati untuk menunjukkan keberadaan kita, ini karena bahkan sebuah batu pun dapat menunjukkan keberadaannya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  71. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Amanah merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan. Seorang yang dicap buruk pun dia akan muncul rasa tanggung jawabnya ketika dia di beri suatu amanah. Karena amanah adalah adalah titipan dari Allah SWT. Maka kita harus menjaga dan melaksanakan dengan baik dan dengan ikhlas serta semaksimal mungkin dengan kemampuan sesuai kemampuan masing-masing.

    ReplyDelete
  72. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam suatu ekosistem dubutuhkan kerja sama yang baik antara satu bagian dengan bagian yang lainnya untuk saling ber ADA dan MENGADA. Kerja sama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa semua dapat berjalan dengan baik. Komunikasi dari atas ke bawah maupun sebaliknya sangat diperlukan dalam penyelesaian tugas-tugas yang diemban sesuai dengan penugasannya masing-masing.

    ReplyDelete
  73. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menuju keberhasilan suatu tugas maka dibutuhkan kerja sama yang kompak antara sistem dan juga orang-orang yang ada di dalamnya. Keharmonisan dalam sistem dan jejaring adalah hal yang utama sehingga apa yang akan menjadi tujuan dapat tercapai dengan baik. Masuk kedalam jejaring sistemik dapat membantu mengembangkan tujuan yang akan kita capai.

    ReplyDelete
  74. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pertama kali membaca elegi kali ini, saya merasa kebingungan dengan kata Arkitektonia. Apakah maksud arkitektonia dalam elegi ini adalah alam semesta yang berisi makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa?

    ReplyDelete
  75. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarka elegi yang saya baca di atas, purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Contoh konkretnya adalah kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa. Sehingga dengan mengada akan menjadi pengada yang diakui keberadaannya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  76. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa untuk mencpai tujuan yang diinginkan harus dilakukan perencanaan yang baik. Jika perencanaan yang dimiliki baik maka proses untuk mencapai tujuan akan berjala dengan lancar. Misalnya dalam pembelajaran matematika. proses perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dapat menentukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak.

    ReplyDelete
  77. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  78. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  79. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wr. Dengan segala keterbatasan yang tidak bisa saya abaikan, saya belum mampu memahami substansi dari elegi ini. Ini pertama kali saya mendengar istilah purusa arkitektonia. Saya akan mencoba membaca elegi ini berulang kali hingga mengerti. Satu-satunya yang saya pahami adalah bahwa setiap elegi yang bapak tulis mengandung enigma-enigma yang harus dipecahkan.

    ReplyDelete
  80. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari elegi saya menjadi tahu arti Arkitektonia yang artinya adalah bumi dan semua makhluk ciptaanNya yang ada didalmnya. Tugas manusia sebagi makhluk didalamnya yaitu mengada dan pengada. Selain it pula untuk mencapai tujuan yang diinginkan hendapknya selalu direncanakan dengan baik supaya aa auyang menjadi tujuannya dapat tercapai dengan baik.

    ReplyDelete
  81. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Dalam elegi di atas, saya belajar bahwa dalam hidup itu pasti berada dan mengada. Seperti guru, tidak hanya berada namun juga mengada artinya tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga harus merancang pembelajaran agar bermakna dan sesuai tujuan. Misalhnya dengan membuat perangkat pembelajaran ataupun menciptakan alat peraga yang nantinya digunakan untuk pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  82. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Berada dan mengada sangat diperlukan guru dalam menyampaikan pembelajaran. Guru harus berada dalam kelas sebagai fasilitator bagi murid-muridnya selama proses belajar berlangsung. Pun guru harus mengada, artinya guru harus mengadakan pembelajaran yang inovatif untuk siswa, termasuk di dalamnya mengadakan atau membuat perangkat pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan yang hendak dicapai.

    ReplyDelete