Sep 20, 2013

Elegi Purusa Arkitektonia




Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada. Agar aku bisa mengada maka aku akan melakukan pemetaan ke dalam diriku sendiri. Pemetaan ini aku sebut sebagai pemetaan isomorphisma. Daerah hasil aku sebut sebagai Dhampara. Aku tetapkan sifat-sifat Dhampara sesuai dengan kehendakku. Dia adalah reduksi dari diriku. Namun semua sifatku harus tetap terjaga padanya. Tiadalah ada sifat-sifatnya melebihi dari sifat-sifatku. Dhampara aku ciptakan semata-mata sesuai dengan peruntukanku. Wahai Dhampara kesinilah.
Apa rencanamu mengadamu setelah keberadaanmu aku jamin?

Dhampara:
Terimakasih atas perkenanmu, aku telah engkau beradakan. Mulanya aku merasakan kesepian karena saya pikir aku sendirian. Tetapi setelah aku menoleh kanan kiri ternyata aku menemukanmu sedang berada disitu dan sedang mengadakan diriku. Maka aku bisa mendengar, bertanya dan siap melaksanakan amanahmu.

Ampara:
Bagaimana perasaanmu setelah engkau mendengar pertanyaanku dan perintahku? Ceritakan ilmu dan pengalamanmu kepadaku.

Dhampara:
Pertama aku merasa heran. Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus. Mulanya aku kira diriku itu sempit dan di sini saja, ternyata diriku itu luas dan di mana-mana. Aku tidak mampu melihat batas diriku, tetapi dikejauhan aku melihat bahwa batas diriku itu sama dengan batas dirimu. Tubuhku terdiri dari sepuluh bagian utama dimana setiap bagian mempunyai puluhan sub bagian-sub bagian yang lebih kecil. Sub bagian dari bagian dari diriku ternyata mempunyai puluhan hingga ratusan anggota. Setelah saya selidiki ternyata setiap anggota tubuhku itu mempunyai berjuta-juta anggota lagi. Wah sungguh dasyat dan mengerikan diriku itu jika aku melihat dari dalam diriku sendiri. Jika engkau berkenan, apa sebetulnya makna dibalik ini semua?

Ampara:
Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

Parasda:
Wahai Ampara dan Dhampara, atas perkenanmu aku telah membentuk tim yang mewakili semua anggota Purusa Arkitektonia. Atas petunjukmu aku siap melaksanakan tugas-tugas dan melaporkan hasil-hasil yang aku capai sehingga Purusa Arkitektonia tetap berada dan mengada lengkap beserta para anggota-anggotanya.

Ampara dan Dhampara:
Baiklah kalau begitu, aku beri engkau waktu dan ruang secukupnya untuk melaksanakan tugas-tugasmu, dan engkau bertanggung jawab langsung kepada diriku. Jika engkau mengalami masalah atau kesulitan-kesulitan, engkau bisa berkonsultasi kepada Dhampara. Wahai Dhampara, silahkan bekerja sama yang baik dengan Parasda agar dia mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

31 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dalam kehidupan manusia sangatlah serat dengan adanya suatu sistem antara berada dan mengada. Semua hal tersebut dangatlah erat dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Setiap manusia bisa melakukan sutau sistem berada. Tetapi jika hanya berada saja belumlah lengkap, sehingga manusia melakukan juga sistem mengada. Berada dan mengada dilakukan untuk memetakan dirinya sendiri sesuai dengan keperluan atau kepentingan yang sedang dibutuhkan. Jadi, seorang manusia yang melakukan dirinya berada pada suatu keadaan, manusia tersebut juga melakukan mengada dirinya yang lain untuk melakukan tugas-tugasnya.

    ReplyDelete
  2. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB PPs UNY 2017

    Saya mencoba memandang elegi ini dari sudut pandang saya mengenai peran guru dalam pembelajaran. Guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran memegang amanah berat untuk membantu siswa menemukan bakat dan potensinya, serta mencapai prestasi optimalnya. Dalam melakukan amanah ini tentu guru tidak bisa melakukannya sendiri, harus ada tim, harus ada kolaborasi, harus ada kerjasama. Baik dengan sesama guru, pemangku kebijakan, orang tua siswa, atau bahkan siswa itu sendiri. Selain itu, belajar dari elegi ini, guru tida boleh memandang siswa dengan hanya satu sudut pandang, guru harus memandang siswa lebih jauh dan lebih dalam. Ternyata mereka unik, tidak sama, ada banyak beragam sifat dari siswa, maka dari itu guru harus mampu memahamainya agar mampu menerapkan strategi pembalajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  3. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi purusa arketektonia menjelaskan bahwa purusa arketektonia adalah dunia ini dimana dihuni oleh jutaaan makhluk hidup yang menjalankan sifat-sifatnya masing-masing. Setiapmakhluk hidup mempunyai sifatnya masing-masing yang tentu berbeda-beda, dan setiap makhluk bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Setiap makhluk pasti mempunyai rencana dan tujuan atas hidupnya di dunia namun tidak setiap rencana akan terwujud dengan mulus tanpausaha. Bahkan dengan udahapun terkadang belum tentu terwujud. Maka dari itu sebagaimakhluk yang beriman, yang dapat kita lakukan adalah terus berikhtiar dan bertawakal kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Purusa Arkitektonia dapat dipandang secara luas maupun secara sempit. Secara luas purusa arkitektonia bisa dipandang sebagai bumi tempat berates-ratus juta makhluk tinggal. Di bumi inilah setiap makhluk harus berada dan mengada. Secara sempit purusa arkitektonia dapat dipandang dalam berbagai hal, misalnya sekolah. Di sekolah terdapat berates-ratus juta makhluk dimana setiap makhluk harus berada dan mengada. Dalam sebuah sekolah terdapat penanggung jawab yang membuat berbagai program dan kegiatan. Bahkan diri kita juga dapat dipandang sebagai purusa arkitektonia dimana ada beratus-ratus juta sel yang hidup dalam diri kita dimana kita harus memastikan bahwa diri kita tetap berada dan mengada.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat sangat dekat dengan kehidupan manusia. Jika kita mau berpikir secara intensif dan ekstensif, maka kita akan mengetahui bahwa diri kita memiliki begitu banyak potensi. Potensi itulah yang perlu kita kembangkan dan manfaatkan agar apa yang memang sudah ada itu tetap bisa diadakan.

    ReplyDelete
  6. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Membaca elegi ini saya teringat bahwa kenyataan yang bersifat kontradiktif. Jangankan diriku dengan orang lain. Diriku yang sekarang saja berbeda dengan diriku yang satu detik kemudian. Hal ini karena setiap waktu manusia mengalami perubahan. Sekalipun manusia berada pada ruang sama namun manusia tidak berada pada waktu yang sama. Kehidupan kita bersifat siklik maka kita tidak mengulang hal yang sama pada waktu yang sama. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk mengada yaitu terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Sebaik-baik orang adalah mereka yang amanah dalam menjalankan tugasnya. Keberadaan seseorang akan merasa ada ketika mereka selalu mengada dan menjadi pengada

    ReplyDelete
  8. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam elegi ini, tergambar sosok Ampara yang dalam dialognya melontarkan perihal sifat amanah. Masing-masing kita sebenarnya telah memikul yang namanya amanah bahkan sejak kita keluar dari Rahim Ibu. Amanah terhadap sang pencipta, amanah terhadap orang lain, dan amanah terhadap diri sendiri. Kian hari seiring bertambahnya usia, amanah yang kita pikul pun semakin banyak bak rambut yang terus menerus tumbuh meski telah dipotong. Hal yang perlu digaris bawahi adalah sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap amanah yang kita pikul dan menghindari khianat.
    Sekian, Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa Purusa Arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angota yang memerlukan berada dan mengada. Sesungguhnya, kita sebagai manusialah yang memerlukan berada dan mengada. Sehingga, tidak lain dan tidak bukan Purusa Arkitektonia merupakan tempat kita untuk mewujudkan sesuatu atau menciptakan sesuatu. Satu hal yang perlu diperhatikan yakni berada dan mengadalah sesuai dengan ruang dan waktunya serta berada dan mengadalah agar bermanfaat bagi lainnya.

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Berada dan mengada memang sangat mempengaruhi keeksistensian manusia. Dari elegi di atas, saya memahami bahwa purusa arkitektonia merupakan makna kehidupan yang sedalam-dalamnya terkait berada dan mengada. Ketika kita menganalogikannya dalam bentuk guru, guru tidak hanya sekedar berada, tapi juga mengada. Guru tidak hanya menjalankan kewajibannya untuk mengajar dan membuat perangkat-perangkat pembelajaran, melainkan juga guru harus mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa dan sebagai bukti eksistensinya.

    ReplyDelete
  11. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya mencoba memahami isi artikel di atas, dari semua pengalaman tentang hal-hal apa saja yang dipelajari pada mata kuliah filsafat, saya persepsi saya tentang ampara adalah subyek pembelajar yang sadar akan kebutuhan menggapai ilmu. sedangkan dampara adalah hakikat dari obyek filsafat sehingga makna akan menjadi sangat dalam dan luas bahkan menjadi tak terbatas sehingga menjadi infinite regress dan jika ditambahi predikat akan memiliki bermacam-macam sifat. sedangkan yang teakhir adalah parasda yaitu epistemologi dari suatu hakikat sehingga kegiatan mengada dan pengada akan tetap terjaga eksistensinya.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Saya memandang elegi ini pada diri sendiri, bahwa dalam diri terdapat berpuluh bahkan berates potensi untuk ada dan mengada. Setiap diri mempunyai kemampuan itu yang diwadahi dalam suatu system tubuh, organ, dan jaringan, yang semuanya bermuara ata dikendalikan oleh pikiran. Pikiran menjaga dan mengatur segala hal terkait anggotanya untuk mampu ada dan mengada

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Jika dilihat dari sudut pandang dunia pendidikan, maka Purusa Arkitektonia adalah system pendidikan, meliputi ideology dan praktiknya. Anggotanya meliputi seluruh manusia, guru, siswa, dosen, mahasiswa, praktisi maupun ilmuwan. Masing-masing dari anggota memiliki peran dan tanggunjawab masing-masing. SIstem ini harus dijaga dan diperbaiki jika ada antar anggota yang melampaui batasnya.

    ReplyDelete
  14. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menelaah elegi di atas, Purusa Arkitektonia ialah alam semesta ini, sedangkan Ampara ialah filsafat, dhampara ialah diri (pikiran) kita dan purusda ialah kegiatan pembelajaran. Alam semesta ini meliputi semua hal yang ada dan yang mungkin ada, agar dapat melingkupi hal ytang ada dan yang mungkin ada maka kita perlulah juntuk mengada, sedangkan dalam rangka mengada,kita memerlukan pemikiran yang jernih dan dalam prosesnya kita m,emerlukan media. Media tersebut dapat berupa kegiatan pembelajaran yang adapat menjadikan kita mampu untuk memahami alam semesta ini dengan lebih baik lagi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  15. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pada elegi di atas, dalam proses mengada, purusda bekerja sama dengan dhampara. Dapat kita nalogikan bahwa dalam pembelajaran kita harus menghadirkan hati dan pikiran kita sehingga kita dapat memahami dunia ini pada umumnya dan dapat memahami diri kita sendiri pada khususnya. sebenar-benar filsafat ialah berpikir. Berfilsafat tentu berfikir namun berfikir belum tentu berfilsafat. Maka perumpamaan di atas menggambarkan bahwa pikuran ialah filsafat itu sndiri, namun pikiran tidak akan menyamai atau melampaui filsafat

    ReplyDelete
  16. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ampara mengadakan dhampara. Sedang dhampara yang pada awalnya hanya mampu melihat Ampara kini telah mampu melihat beratus-ratus, beribu-ribu bahkan berjuta-juta dirinya. Jika dilihat dari luar diri kita hanya ada satu namun sejatinya diri kita terdiri dari berjuta-juta sel. Di dalam diri kita terdapat banyak potensi yang sesungguhnya dapat kita kembangkan. Pun di dalam otak kita terdapat banyak sekali pemikiran. Diantara banyaknya pemikiran di dalam diri kita hendaknya kita senantiasa memilih pikiran-pikiran yang baik dan berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran buruk.

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut hasil olah pikir yang saya laukan setela membaca elegi ini. Purusa Arkitektonia ialah sebuah sekolah yang di dalamnya terdapat banyak siswa yang belajar. Sedangkan dhampara ialah metode yang digunakan guru dalam melaukan pembelajaran di sekolah terhadap siswa-siswanya. Ampara ialah penilaian guru atau hasil refleksi terhadap kegiatan belajar yang tela dilakukan. Pemilihan metode maupun penilaian hasil kegiatan sangat penting dalam proses pembelajaran. Karena sebenar-benar hidup iala memikirkan apa yang dilakukan dan melaukan apa yang dipikirkan. Maka guru hendanya memikirkan metode pembelajaran yang sesuai dan efektif, serta memikirkan atau merefleksikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.

    ReplyDelete
  18. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C

    Batasan ilmu pengetahuan menjadi landasan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. ilmu pengetahuan pada khususnya mengemban tugas utama untuk menemukan, pengembangan, menjelaskan, menyampaikan nilai-nilai kebenaran. Semua orang yang berhasrat untuk mencintai kebenaran, bertindak sesuai dengan kebenaran. Sehingga tentang lingkup ilmu pengetahuan, tentu ilmu itu tidak hanya untk kita miliki sendiri dan harus kita bagi kepada orang lain agar ilmu itu sendiri tetap ada dan tetap eksis.

    ReplyDelete
  19. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Berdasarkan elegi di atas,saya baru mengetahui bahwa Purusa Arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angota yang memerlukan berada dan mengada. Sejauh ini yang saya ketahui manusialah yang memerlukan berada dan mengada, maka Purusa Arkitektoniatidak lain dan tidak bukan merupakan tempat kita untuk menjadi ada, mengada si pengada, atau mewujudkan sesuatu atau menciptakan sesuatu hal. Seperti halnya Ampara yang mengadakan dhampara. Dhampara yang semula hanya mampu melihat Ampara kini telah mampu melihat banyak dari bagian dirinya. Secara fisik mungkin kita hanya terlihat ada satu namun sejatinya diri kita terdiri dari berjuta-juta sel dan berjuta-juta potensi yang dapat kita kembangkan. Maka dari itu, dengan ilmu yang kita punya, marilah kita berusaha berada dan mengadalah sesuai dengan ruang dan waktunya agar terus bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini yng bisa saya pahami tentang purusa Arkitektonia yaitu seperti layaknya Ruang dan waktu yang dipelajari dalam filsafat. Karena seperti yang disebutkan Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Berarti itu merupakan ruang dan waktu. Kemudian juga kita harus tetap melaksanakan tugas dan kewajiban kita agar kita tetap dan ruang dan waktu yang tepat juga.

    ReplyDelete
  21. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Purusa arkitektonia dapat dilihat secara sempit dan luas. Dilihat secara sempit ketika hanya melihat dari perseorangan, namun ketika sudah dilihat secara masyarakt luas maka sudah termasuk dilihat secara luas. Tidak tertinggal juga terhadap ruang dan waktu. Hal ini sangat berpengaruh kepada purusa arkitektonia.

    ReplyDelete
  22. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ketika pertama kali membaca judul ini, saya bertanya-tanya apa itu purusa arkitektonia?. Dan melalui elegi ini, mungkin purusa arkitektonia itu dapat diibaratkan sebagai bumi, yeng merupakan tempat tinggal beratus-ratus juta jiwa manusia dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Semua makhluk ciptaan Tuhan di bumi ini bertugas untuk menunjukkan keberadaanya, dan keberadaannya itu dapat dilakukan dengan mengadakan. Oleh karena itu kita perlu menggunakan ilmu/akal dan pikiran serta hati untuk menunjukkan keberadaan kita, ini karena bahkan sebuah batu pun dapat menunjukkan keberadaannya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Amanah merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan. Seorang yang dicap buruk pun dia akan muncul rasa tanggung jawabnya ketika dia di beri suatu amanah. Karena amanah adalah adalah titipan dari Allah SWT. Maka kita harus menjaga dan melaksanakan dengan baik dan dengan ikhlas serta semaksimal mungkin dengan kemampuan sesuai kemampuan masing-masing.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam suatu ekosistem dubutuhkan kerja sama yang baik antara satu bagian dengan bagian yang lainnya untuk saling ber ADA dan MENGADA. Kerja sama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa semua dapat berjalan dengan baik. Komunikasi dari atas ke bawah maupun sebaliknya sangat diperlukan dalam penyelesaian tugas-tugas yang diemban sesuai dengan penugasannya masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menuju keberhasilan suatu tugas maka dibutuhkan kerja sama yang kompak antara sistem dan juga orang-orang yang ada di dalamnya. Keharmonisan dalam sistem dan jejaring adalah hal yang utama sehingga apa yang akan menjadi tujuan dapat tercapai dengan baik. Masuk kedalam jejaring sistemik dapat membantu mengembangkan tujuan yang akan kita capai.

    ReplyDelete
  26. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pertama kali membaca elegi kali ini, saya merasa kebingungan dengan kata Arkitektonia. Apakah maksud arkitektonia dalam elegi ini adalah alam semesta yang berisi makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa?

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarka elegi yang saya baca di atas, purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Contoh konkretnya adalah kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa. Sehingga dengan mengada akan menjadi pengada yang diakui keberadaannya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa untuk mencpai tujuan yang diinginkan harus dilakukan perencanaan yang baik. Jika perencanaan yang dimiliki baik maka proses untuk mencapai tujuan akan berjala dengan lancar. Misalnya dalam pembelajaran matematika. proses perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dapat menentukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wr. Dengan segala keterbatasan yang tidak bisa saya abaikan, saya belum mampu memahami substansi dari elegi ini. Ini pertama kali saya mendengar istilah purusa arkitektonia. Saya akan mencoba membaca elegi ini berulang kali hingga mengerti. Satu-satunya yang saya pahami adalah bahwa setiap elegi yang bapak tulis mengandung enigma-enigma yang harus dipecahkan.

    ReplyDelete