Sep 20, 2013

Elegi Purusa Arkitektonia




Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada. Agar aku bisa mengada maka aku akan melakukan pemetaan ke dalam diriku sendiri. Pemetaan ini aku sebut sebagai pemetaan isomorphisma. Daerah hasil aku sebut sebagai Dhampara. Aku tetapkan sifat-sifat Dhampara sesuai dengan kehendakku. Dia adalah reduksi dari diriku. Namun semua sifatku harus tetap terjaga padanya. Tiadalah ada sifat-sifatnya melebihi dari sifat-sifatku. Dhampara aku ciptakan semata-mata sesuai dengan peruntukanku. Wahai Dhampara kesinilah.
Apa rencanamu mengadamu setelah keberadaanmu aku jamin?

Dhampara:
Terimakasih atas perkenanmu, aku telah engkau beradakan. Mulanya aku merasakan kesepian karena saya pikir aku sendirian. Tetapi setelah aku menoleh kanan kiri ternyata aku menemukanmu sedang berada disitu dan sedang mengadakan diriku. Maka aku bisa mendengar, bertanya dan siap melaksanakan amanahmu.

Ampara:
Bagaimana perasaanmu setelah engkau mendengar pertanyaanku dan perintahku? Ceritakan ilmu dan pengalamanmu kepadaku.

Dhampara:
Pertama aku merasa heran. Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus. Mulanya aku kira diriku itu sempit dan di sini saja, ternyata diriku itu luas dan di mana-mana. Aku tidak mampu melihat batas diriku, tetapi dikejauhan aku melihat bahwa batas diriku itu sama dengan batas dirimu. Tubuhku terdiri dari sepuluh bagian utama dimana setiap bagian mempunyai puluhan sub bagian-sub bagian yang lebih kecil. Sub bagian dari bagian dari diriku ternyata mempunyai puluhan hingga ratusan anggota. Setelah saya selidiki ternyata setiap anggota tubuhku itu mempunyai berjuta-juta anggota lagi. Wah sungguh dasyat dan mengerikan diriku itu jika aku melihat dari dalam diriku sendiri. Jika engkau berkenan, apa sebetulnya makna dibalik ini semua?

Ampara:
Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

Parasda:
Wahai Ampara dan Dhampara, atas perkenanmu aku telah membentuk tim yang mewakili semua anggota Purusa Arkitektonia. Atas petunjukmu aku siap melaksanakan tugas-tugas dan melaporkan hasil-hasil yang aku capai sehingga Purusa Arkitektonia tetap berada dan mengada lengkap beserta para anggota-anggotanya.

Ampara dan Dhampara:
Baiklah kalau begitu, aku beri engkau waktu dan ruang secukupnya untuk melaksanakan tugas-tugasmu, dan engkau bertanggung jawab langsung kepada diriku. Jika engkau mengalami masalah atau kesulitan-kesulitan, engkau bisa berkonsultasi kepada Dhampara. Wahai Dhampara, silahkan bekerja sama yang baik dengan Parasda agar dia mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

43 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan dalam arti yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Contoh konkretnya adalah kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan kisah eegi ini saya memperoleh pemahaman bahwa dalam melakukan suatu hal kita akan memikirkan rencana dan tujuan yang ingin di capai. Sebagai seorang guru atau calon guru kita seharusnya dapat merencanakan pembelajaran dengan baik dan menentukan jutuan dari pembelajaran tersebut dengan jelas. Guru atau calon guru sebaiknya berusaha untuk mengada. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan penelitian-penelitian dan prestasi yang dapat dicapai oleh guru atau calon guru.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Allah SWT adalah sang Khaliq yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Sebagai hamba dan manusia ciptaannya, kita tinggal di bumi ini. Secara tidak langsung kita diberi amanah untuk menjaga bumi ini dari kehancuran oleh oknum. Memang benar menjaga amanah itu sulit, namun jika kita bersungguh sungguh untuk kebahagian esok kelak akan menjadi buah yang luarbiasa. Seseorang yang mudah mengumbar apa yang orang lain percayakan maka dialah orang yang berkhianat.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    makna dari elegi ini adalah bahwa ketika dhampara merasa heran dengan apa yang dia lihat didalam dan diluar dirinya, dapat kita pahami bahwa sebenarnya kita perlu mengevaluasi diri kita. menilai diri kita dengan yang lain, apakah sudah sesuai atau tidak. dan perlu bagi kita untuk meluaskan pandangan agar apa yang dimaksud memandang lebih jauh adalah memahami lebih mendalam.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Manusia sebagai khalifah di bumi mengemban amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kelak kepada Sang Pencipta yaitu Alloh SWT. Apa yang Alloh SWT berikan kepada kita sesuai kadar kemampuan manusia dan sesuai dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu, jikalau menemui kesulitan, maka hanya kepada Alloh tempat kita meminta pertolongannya. Jadi, dalam hidup di dunia yang sementara ini agar selalu disertai dengan ikhtiar (usaha dan doa).

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
    Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aku tidak mempu mendefinisikan sebenarnya siapa diriku. Definisi tidak terikat ruang dan waktu. Sehingga berjuta kali aku berusaha mendefinisikan diriku, maka sesungguhnya aku tetap tak akan bisa mendefinisikannya. Setiap yang ada dan mungkin ada tak bisa aku ungkapkan. Semuanya itu berada dan mengada. Usaha paling sederhana menggapai diri yang perlu kita lakukan ialah terus berusaha berada dan mengada. Dengan memaknai elegi ini sebaik-baiknya, hendaknya dapat meningkatkan kesadaran akan kebesaran Tuhan yang telah menciptakan sesuatu dengan begitu sempurna.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aku tidak mempu mendefinisikan sebenarnya siapa diriku. Definisi tidak terikat ruang dan waktu. Sehingga berjuta kali aku berusaha mendefinisikan diriku, maka sesungguhnya aku tetap tak akan bisa mendefinisikannya. Setiap yang ada dan mungkin ada tak bisa aku ungkapkan. Semuanya itu berada dan mengada. Usaha paling sederhana menggapai diri yang perlu kita lakukan ialah terus berusaha berada dan mengada. Dengan memaknai elegi ini sebaik-baiknya, hendaknya dapat meningkatkan kesadaran akan kebesaran Tuhan yang telah menciptakan sesuatu dengan begitu sempurna.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menyarankan kepada kita semua tentang arti pentingnya kerjasama. Setiap orang memiliki tugas dan tanggungjawab nya masing-masing. Jika kita berupaya, maka pasti ada jalannya. Layaknya seorang guru yang mengemban amanah untuk mengamalkan materi yang diperolehnya kepada siswa dengan cara yang tepat, efektif, dan efisien. Sesulit apapun yang guru hadapi, maka ikhlas dan terus belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan elegi diatas bahwa purusa arkitektonia yang berarti bahwa hidup itu memiliki arti, dimna arti hidup ini ada rencana, maksud dantujuan untuk apa hidup. Ampara, dhampara, parasda adalah bagian dari purusa arkitektonia yang mana ampara adalah setinggi-tingginya kuasa di purusa, sedangkan dhmapara dan parasda adalah bagian dari purusa itu sendiri. Kita hidup itu harusnya penggada dan menggada yang mana penggada dan menggada harus ada saat kita nanti terjun ke dalam sebuah plural.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Ampara mengadakan dhampara. Sedang dhampara yang pada awalnya hanya mampu melihat Ampara kini telah mampu melihat beratus-ratus, beribu-ribu bahkan berjuta-juta dirinya. Jika dilihat dari luar diri kita hanya ada satu namun sejatinya diri kita terdiri dari berjuta-juta sel. Di dalam diri kita terdapat banyak potensi yang sesungguhnya dapat kita kembangkan. Pun di dalam otak kita terdapat banyak sekali pemikiran. Diantara banyaknya pemikiran di dalam diri kita hendaknya kita senantiasa memilih pikiran-pikiran yang baik dan berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran buruk.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, berakhlak mulia, mempelajari Al Quran dan mengajarkannya, serta orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”. Dari hadist ini kita bisa mengartikan purusa arkitektonia sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya dimana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Karena sebenar-benarnya hidup adalah belajar, sebenar-benarnya belajar adalah mengada sesuatu yang mungkin ada menjadi ada.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Segala yang ada di dunia ini adalah amanah yang harus kita jaga dan akan dipertanggungjawabkan nantinya. Amanah sedang kita jalankan adalah mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan olehNYa, oleh karena itu tidak ada yang dapat kita lakukan untuk membalasnya selain menguatkan hati hanya beriman kepadaNya serta menjalan segala perintahNya. Termasuk menjaga segala yang diciptakan olehNya, jiwa dan raga ini, lingkungan yang ada disekitar baik itu alam maupun diantara sesama, rezeki yang tiada habisnya, dan segala yang ada di bumi yang luar biasa ini.

    ReplyDelete
  14. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Setelah membaca elegi ini yang saya pahami adalah dalam sebuah lingkup ilmu pengetahuan, tentu ilmu itu tidak hanya untk kita miliki sendiri dan harus kita bagi kepada orang lain agar ilmu itu sendiri tetap ada dan tetap eksis, meski pun dalam penyampainnya akan ada reduksi-reduksi yang terjadi. Namun, harus tetap ada generasi yang menjaga keberlangsungan ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  15. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    setelah membaca elegi ini, saya teringat bahwa semua tugas yang ada di pundak kita tidak dapat kita selesaikan sendiri. sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. seperti itulah ampara, yang memperoleh mandat untuk berada dan mengada dalam purusa arkitektonia. walaupu dia adalah setinggi-tinggi nya di purusa arkitektonia, dia tetap memerlukan bantuan pihak lain dalam melaksanakan tugasnya, dan dia menunjuk dhampara dan parasda untuk membantunya.
    begitu lah juga manusia, pasti tudak dapat melaksanakan amanahnya seorang diri tanpa bantuan orang lain. maka janganlah kita bersikap sombong dan hendaknya tetap bersikap rendah hati.

    ReplyDelete
  16. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup ini selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, berakhlak mulia, mempelajari Al Quran dan mengajarkannya, serta orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”. Untuk menjadi manusia yang ada, maka engkau harus mengada dan menjadi pengada. Sebagai contoh, sebagai seorang guru, kita tidak hanya menjalankan kewajiban saja tetapi tulus dalam mengembangkan kemampuan setiap siswa, serta memberikan bantuan ketika siswa mengalami permasalahan dalam usahanya membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Subjek yang berkuasa atas suatu hal hendaknya ada dengan menjadi pengada dan mengada. Jika direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari Ampara bisa siapa saja yang menjadi subjek dan memiliki kekuasaan, termasuk diri kita sendiri yang menjadi penguasa atas pikiran-pikiran kita. pikiran kita beruapa pengetahuan yang kemudian bisa di ada kan ketika kita mengada dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Karena ilmu kita yang bermanfaat itu maka kita bisa menjadi ada dan berharga di mata orang lain.

    ReplyDelete
  18. Hidup menjadi saksi tentang yang ada dan mungkin ada. Yang ada digunakan untuk mengadakan yang mungkin ada. Dalam hidup ini kita tidak cukup ada tapi kita harus mengada sesuatu. Sebenarnya pengetahuan yang kita miliki hanyalah sedikit dari banyak pengetahuan yang ada. Namun melalui pengetahuan yang sedikit tersebut kita tetap dapat berkreasi untuk mengada sesuatu untuk menambah pengetahuan baru. Pengetahuan akan terus berkembang, temuan-temuan dan benda-benda baru akan tercipta dimasa yang akan datang. Pengetahuanlah yang menjadi komandannya. Siapa yang pengetahuannya tinggi maka dialah yang akan memipin masa depan dan dunia.

    ReplyDelete
  19. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari elegi diatas, Sebagai seorang guru atau calon guru kita seharusnya dapat merencanakan pembelajaran dengan baik dan menentukan jutuan dari pembelajaran tersebut dengan jelas. Guru atau calon guru sebaiknya berusaha untuk mengada. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan penelitian-penelitian dan prestasi yang dapat dicapai oleh guru atau calon guru. purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan yang sedalam-dalamnya di mana apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Maka hendaklah purusa ini kita lestarikan. Contoh sederhana adalah kelak ketika kita sudah menjadi ada sebagai guru, maka hendaklah pula kita mengada dan menjadi pengada. Tidak hanya melaksanakan kewajiban untuk mengajar namun juga hendaklah kita mengadakan penelitian untuk mengembangkan pembelajaran demi kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia, sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tetapi banyak orang yang tidak mengenal dirinya karena menganggapnya tidak penting atau tidak tahu bagaimana caranya. Padahal “manusia sebuah misteri”; manusia bukan sesuatu yang dapat habis atau selesai dibahas, dengan berbagai ilmu. Ini karena manusia terdiri dari dua entitas: jasmani dan rohani. Tujuan dan manfaat mengenal diri harus dikaitkan dengan tugas manusia mengembangkan dirinya dengan akhlak mulia. Ciri khas manusia adalah bereksistensi yang secara terus menerus berada dalam proses menjadi diri sendiri. Manusia adalah sesuatu yang “sudah” dan sekaligus “belum”, yang “faktual” dan yang “potensial”; suatu realitas yang masih harus dibentuk terus menerus melalui proses pembelajaran tanpa henti, tanpa akhir, selama eksistensi manusia itu masih ada.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berada dan mengada. Itulah yang saya pelajari dari membaca elegi ini. Memang sudah seharusnya dalam hidup ini berada dan mengada. Berada menunjukkan tanggung jawab pribadi atas diri sendiri dengan memenuhi kebutuhan diri. Mengada merupakan tanggung jawab sosial yang juga harus dipenuhi. Dua hal tersebut tidak boleh dipisahkan dari tiap manusia. Berada tanpa mengada tidak lah adil karena ada hak orang lain di dalam nya. Mengada tanpa berada tidaklah dapat terjadi karena syarat mengada yang optimal beradalah dahulu.

    ReplyDelete
  22. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Manusia mempunyai berjuta-juta sifat. Bahkan tidak akan ada habisnya jika diuraikan sifat-sifatnya. Sifat-sifat tadi memiliki tugasnya masing-masing. Agar manusia bisa menjalani hidup dengan baik, sifat-sifat tadi harus bekerja sama untuk merencanakan suatu hal dan menjalankan suatu hal tersebut demi tercapainya sebuah tujuan.

    ReplyDelete
  23. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Setelah membaca menegenai 'Elegi Purusa Arkitektonia' ini saya memahami bahwa Ampara dan Dhampara merupakan sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Ampara mewujudkan Dhampara. Oleh karena itu sifat sifat Dhampara tidak melebihi sifat-sifat Ampara, karena Dhampara bagian dari Ampara. Dalam hal ini saya juga memahami bahwa Guru ADA adalah Amphara sedangkan Guru PENGADA adalah Dhampara. Tempat yang dinaungi Guru adalah Purusa Arkitektonia. Tujuan dari Guru PENGADA adalah Persada. Sehingga untuk mecapai tugas menjadi Guru, Guru perlu BerADA dan MENGADA. Guru perlu melakukan kegitan-kegiatan yang berkaitan untuk mecapai tugas Guru. Keber ADA an adalah Hak seorang Guru. MENGADA adalah kewajiban seorang Guru. PENGADA adalah wujud Keber ADA an seorang Guru. PERSADA adalah Tujuan seorang Guru.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Purusa arkitektonia merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggota yang memerlukan berada dan mengada yang dibantu oleh parasda yang membantu menyusun program dan melakukan segala kegiatan yang menjadmin purusa arkitektonia agar tetap berada dan mengada dalam segala urusan dalam ruang dan waktu. Seperti dalam kehidupan kita, tanpa disadari kita juga dibantu oleh banyak hal agar semua usaha yang kita lakukan bisa tercapai sesuai apa yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  25. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam sebuah tim dubutuhkan kerja sama yang baik antar satu bagian dengan bagian yang laiinnya untuk saling ber ADA dan MENGADA satu sama lain. Kerja sama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa semua dapat berjalan baik. Kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota dipahami serta ketepatan penempatan posisi dalam sistem tim tersebut. Setiap anggota dalam sebuah tim harusalah dapat menjelaskan yang menjadi kekuatannya, maka diperlukan komunikasi dari pimpinan ke anggota maupun sebaliknya serta sesama angota dalam penyelesaian tugas-tugas yang diemban agar pelaksanaan tugas tersebut berjalan dengan harmonis tetib dan damai sesuai tujuan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Purusa Arkitektonia adalah suatu semesta yang sedang mengenali dirinya dengan mengada. Sebetulnya, tanpa mengada Purusa Arkitektonia sudah ada. Namun, dia ingin lebih bermakna, sehingga dia melakukan usaha mengada. Untuk mengenali dunia, bisa melalui mengenali diri sendiri. Agar kenal dunia, kita harus kenal diri sendiri dulu. Dalam diri Purusa Arkitektonia, ada beberapa unsur lagi yang dibagi-bagi oleh dia sendiri, dengan tugas-tugasnya sendiri. Maka sebetulnya diri kita adalah hasil kerjasama tim. Baik burunya diri kita, ditentukan oleh hasil kerjasama tim dalam diri kita. Sebaik-baiknya kerjasama adalah kerjasama antar para baik dalam diri kita. Yang menghambakan dirinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi purusa arkitekonia ini memaknai pentingnya kerjasama. Aada pepatah mengatakan beratsama dipikul ringan sama di jinjing. Dalam pembelajaran matematika guru harus bekerjasama dengan siswa agar terjalin kebermaknaan pembelajaran, guru tidak akan bisa mengajarkan dengan baik jika tidak ada kerjasama siswa didalamnya.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa untuk mencpai tujuan yang diinginkan harus dilakukan perencanaan yang baik. Jika perencanaan yang dimiliki baik maka proses untuk mencapai tujuan akan berjala dengan lancar. Misalnya dalam pembelajaran matematika. proses perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dapat menentukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidakk.

    ReplyDelete
  29. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejujurnya saya kurang memahami elegi di atas karena perbendaharaan kata saya yang kurang. Berdasarkan hasil pencarian saya, purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan, dan saya tidak menemukan arti Arkitektonia.
    Hal yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah tengoklah ke dalam dirimu bahwa sejatinya kita terdiri dari susunan jutaan sel yang saling bekerja sama, maka dari itu banyak-banyaklah bersyukur.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hidup ini haruslah ada tujuan dan rencana untuk menuju tujuan itu. Seperti halnya kehidupan maka dalam pendidikan pun seperti itu. Dalam pembelajaran perlulah rencana apa saja yang dapat dilakukan dalam pembelajaran guna mencapai tujua yang sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang. Sehingga dalam pembelajaran harus disiapakan berbagai rencana untuk memfasilitasi siswa yang dicantumkan dalam RPP. Sehingga pembelajaran dapat dikondisikan dengan baik. Bukan sebalika\nya taka da rencana, RPP hanya dijadikan formalitas saja.

    ReplyDelete
  31. Elli susilawati
    16709251073
    PmatD pps16

    Di dunia ini dibutuhkan sebuah keseimbangan. Sesuatu ada hasil dari mengada yang dilakukan olrh pengada. Selain itu duperlukan pula peran kontrol agar semuanya dapat terlaksana dengan baik. Berjalan beriringan dan seimbang.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika manusia memandang bahwa orang lain punya potensi dan orang lain punya hal yang lebih. Ternyata pada diri kita sendiri sebenarnya juga mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. Hanya saja potensi ini bisa muncul jika kita mengasah kemampuan diri kita dengan cara banyak belajar dan terus belajar.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi tersebut bisa juga kita artikan bahwa, kita memandang orang lain lebih rendah dari pada kita. Akan tetapi karena kesombongan kita, kita tidak melihat bahwa diri kita ini terbatas dan penuh kelemahan. Tidak sepantansnya merasa paling hebat paling benar.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Manusia dicipkatan oleh Allah menjadi makhluk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk lainnya. Tubuh manusia tersusun oleh banyak bagian yang tidak bisa saling dipisahkan. Pikiran manusia juga terdiri dari berbagai pemikiran untuk hidup di dunia ini. Susunan-susunan dari tubuh dan pikiran manusia serta hati manusia bekersama-sama

    ReplyDelete
  35. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengisahkan tentang ampara, dhampara, dan parasda itu merupakan sesuatu yang saling berkaitan satu sama lain agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jika salah satu dari mereka memiliki kesulitan, maka mereka dapat saling membantu satu sama lain untuk melaksanakan amanah mereka. Sebagai Makhluk Tuhan, sejatinya kita harus saling tolong menolong dalam hal kebaikan

    ReplyDelete
  36. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini memiliki makna bahwa dalam melakukan sesuatu harus direncanakan terlebih dahulu sehingga maksud dan tujuannya yang ingin dicapai jelas. Sehingga saatnya kelak menjadi seorang guru, maka akan merencanakan dan menentukan tujuan dari pembelajaran yang akan dicapainya. Guru atau calon guru sebaiknya berusaha untuk mengada, yang ditunjukkan dengan penelitian-penelitian dan prestasi yang dapat dicapai oleh seorang guru atau calon guru.

    ReplyDelete
  37. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan di atas, yang saya peroleh adalah ampara, dhampara, dan parasda itu merupakan sesuatu yang saling berkaitan, memiliki tugas-tugas sendiri, memiliki syarat cukup, dan batasan masing-masing sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jika terjadi kesulitan pada salah satu dari mereka, maka mereka akan saling menolong.

    ReplyDelete
  38. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi ini, kita bisa melihat bahwa hidup didunia akan selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Walaupun kita memiliki segala sesuatu, namun hal itu juga ada campur tangan dengan orang lain. Maka hormatilah setiap orang, maka kamu akan dihormati pula melebihi caramu menghormati orang lain.

    ReplyDelete
  39. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Suatu sistem terdiri dari beberapa komponen. Supaya sistem dapat berjalan dengan baik, maka keseluruhan komponen dalam sistem tersebut juga harus bekerja dengan baik pula. Ampara, Dhampara dan Parasda adalah komponen sistem dalam sistem Purusa Arkitektonia. Meskipun Ampara merupakan komponen utamanya, tetapi tetap saja Ampara membutuhkan Dhampara dan Parasda. Mereka mempunyai tugas dan peranan masing-masing, jadi ketika salah satu komponen tidak berjalan dengan baik, maka akan menggangu sistem utamanya. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik dari setiap komponen yang menyusun sistem tersebut agar tujuannya tercapai.

    ReplyDelete
  40. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan dalam arti yang sedalam-dalamnya dengan apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Ketika kita menjadi guru, kita tidak hanya menjalankan kewajiban kita saja namun juga tulus dalam mengembangkan kemampuan setiap siswa, serta memberikan bantuan ketika siswa mengalami permasalahan dalam usahanya membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  41. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berada dan perlu mengada adalah salah satu hal yang perlu dilakuakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran di kelas. Guru harus berada di kelas selama mempelajaran berlangsung yang memiliki peran sebagai fasilitataor dan motivator. Guru juga harus mengada, yaitu mengadakan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan kemampuan, karakteristik, minat dan bakat siswa yang beranekaragam. Selain itu guru juga harus mengadakan pembelajaran yang interaktif dan kreatif agar merangang daya kreativitas anak dan kemampuan bersosialisasi anak.

    ReplyDelete
  42. Elegi ini mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita mendapatkan amanah kita harus melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Karena semua amanah dipertanggungjawabkan kepada Allah. Untuk melakasanakan semua amanah yang ada kita harus dapat bekerja sama dengan orang lain agar dapat melaksanakan amanah dengan baik dan mengurangi beban pada diri kita.

    ReplyDelete
  43. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sebenar-benar berada jika kita selalu menggapai logos, bukan megikuti mitos. Ketika kita menggapai logos maka itu adalah sebenar-benar mengada. Jika kita telah mempunyai mengada maka kita akan menjadi pengada. Berusaha adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan kita dalam menggapai berada , tanpa usaha jangan berharap kita mampu menggapai berada, mustahil kita dapat memperoleh sesuatu tanpa mengada dan pengada. Mengada melalui jalan pemikiran reduksi, karena sesungguhnya itu adalah kodrat manusia. Namun ketika kita hendak mengada, hindari lah sifat sombong dalam diri dan berusaha sebaik-baiknya agar amanah memperoleh mengada untuk kemudian kita menjadi pengada yang berada.

    ReplyDelete