Sep 20, 2013

Elegi Purusa Arkitektonia




Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada. Agar aku bisa mengada maka aku akan melakukan pemetaan ke dalam diriku sendiri. Pemetaan ini aku sebut sebagai pemetaan isomorphisma. Daerah hasil aku sebut sebagai Dhampara. Aku tetapkan sifat-sifat Dhampara sesuai dengan kehendakku. Dia adalah reduksi dari diriku. Namun semua sifatku harus tetap terjaga padanya. Tiadalah ada sifat-sifatnya melebihi dari sifat-sifatku. Dhampara aku ciptakan semata-mata sesuai dengan peruntukanku. Wahai Dhampara kesinilah.
Apa rencanamu mengadamu setelah keberadaanmu aku jamin?

Dhampara:
Terimakasih atas perkenanmu, aku telah engkau beradakan. Mulanya aku merasakan kesepian karena saya pikir aku sendirian. Tetapi setelah aku menoleh kanan kiri ternyata aku menemukanmu sedang berada disitu dan sedang mengadakan diriku. Maka aku bisa mendengar, bertanya dan siap melaksanakan amanahmu.

Ampara:
Bagaimana perasaanmu setelah engkau mendengar pertanyaanku dan perintahku? Ceritakan ilmu dan pengalamanmu kepadaku.

Dhampara:
Pertama aku merasa heran. Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus. Mulanya aku kira diriku itu sempit dan di sini saja, ternyata diriku itu luas dan di mana-mana. Aku tidak mampu melihat batas diriku, tetapi dikejauhan aku melihat bahwa batas diriku itu sama dengan batas dirimu. Tubuhku terdiri dari sepuluh bagian utama dimana setiap bagian mempunyai puluhan sub bagian-sub bagian yang lebih kecil. Sub bagian dari bagian dari diriku ternyata mempunyai puluhan hingga ratusan anggota. Setelah saya selidiki ternyata setiap anggota tubuhku itu mempunyai berjuta-juta anggota lagi. Wah sungguh dasyat dan mengerikan diriku itu jika aku melihat dari dalam diriku sendiri. Jika engkau berkenan, apa sebetulnya makna dibalik ini semua?

Ampara:
Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

Parasda:
Wahai Ampara dan Dhampara, atas perkenanmu aku telah membentuk tim yang mewakili semua anggota Purusa Arkitektonia. Atas petunjukmu aku siap melaksanakan tugas-tugas dan melaporkan hasil-hasil yang aku capai sehingga Purusa Arkitektonia tetap berada dan mengada lengkap beserta para anggota-anggotanya.

Ampara dan Dhampara:
Baiklah kalau begitu, aku beri engkau waktu dan ruang secukupnya untuk melaksanakan tugas-tugasmu, dan engkau bertanggung jawab langsung kepada diriku. Jika engkau mengalami masalah atau kesulitan-kesulitan, engkau bisa berkonsultasi kepada Dhampara. Wahai Dhampara, silahkan bekerja sama yang baik dengan Parasda agar dia mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

33 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Suatu sistem terdiri dari beberapa komponen. Supaya sistem dapat berjalan dengan baik, maka keseluruhan komponen dalam sistem tersebut juga harus bekerja dengan baik pula. Ampara, Dhampara dan Parasda adalah komponen sistem dalam sistem Purusa Arkitektonia. Meskipun Ampara merupakan komponen utamanya, tetapi tetap saja Ampara membutuhkan Dhampara dan Parasda. Mereka mempunyai tugas dan peranan masing-masing, jadi ketika salah satu komponen tidak berjalan dengan baik, maka akan menggangu sistem utamanya. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik dari setiap komponen yang menyusun sistem tersebut agar tujuannya tercapai.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Purusa arkitektonia memiliki makna sebagai kehidupan dalam arti yang sedalam-dalamnya dengan apa yang kita lakukan selalu ada rencana, maksud, dan tujuannya. Ketika kita menjadi guru, kita tidak hanya menjalankan kewajiban kita saja namun juga tulus dalam mengembangkan kemampuan setiap siswa, serta memberikan bantuan ketika siswa mengalami permasalahan dalam usahanya membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berada dan perlu mengada adalah salah satu hal yang perlu dilakuakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran di kelas. Guru harus berada di kelas selama mempelajaran berlangsung yang memiliki peran sebagai fasilitataor dan motivator. Guru juga harus mengada, yaitu mengadakan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan kemampuan, karakteristik, minat dan bakat siswa yang beranekaragam. Selain itu guru juga harus mengadakan pembelajaran yang interaktif dan kreatif agar merangang daya kreativitas anak dan kemampuan bersosialisasi anak.

    ReplyDelete
  4. Elegi ini mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita mendapatkan amanah kita harus melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Karena semua amanah dipertanggungjawabkan kepada Allah. Untuk melakasanakan semua amanah yang ada kita harus dapat bekerja sama dengan orang lain agar dapat melaksanakan amanah dengan baik dan mengurangi beban pada diri kita.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sebenar-benar berada jika kita selalu menggapai logos, bukan megikuti mitos. Ketika kita menggapai logos maka itu adalah sebenar-benar mengada. Jika kita telah mempunyai mengada maka kita akan menjadi pengada. Berusaha adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan kita dalam menggapai berada , tanpa usaha jangan berharap kita mampu menggapai berada, mustahil kita dapat memperoleh sesuatu tanpa mengada dan pengada. Mengada melalui jalan pemikiran reduksi, karena sesungguhnya itu adalah kodrat manusia. Namun ketika kita hendak mengada, hindari lah sifat sombong dalam diri dan berusaha sebaik-baiknya agar amanah memperoleh mengada untuk kemudian kita menjadi pengada yang berada.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari Elegi ini hal yang saya rasakan adalah merupakan ilustrasi atau refleksi dari suatu sistem birokrasi di mana sifat-sifat hirarki yang paling di atas diturunkan ke hirarki di bawahnya setelah direduksi-reduksi, dan hirarki yang dibawah bertanggung jawab terhadap hirearki yang ada di atasnya.

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Diceritakan dalam elegi ini sosok seorang Ampara yang dalam dialognya melontarkan perihal sifat amanah. Sebenarnya kita telah memikul yang namanya amanah bahkan sejak kita keluar dari Rahim seorang Ibu. Amanah terhadap sang pencipta, amanah terhadap orang lain, dan amanah terhadap diri sendiri. Kian hari seiring bertambahnya usia, amanah yang kita pikul pun semakin banyak bak rambut yang terus menerus tumbuh meski telah dipotong. Hal yang perlu digaris bawahi adalah sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap amanah yang kita pikul

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17706251065
    Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Dari pengertian ini, saya bisa memberikan tanggapan bahwa Purusa Arkitektonia tidak lain dan tidak bukan adalah Alam semesta. Di dalam alam semesta tentu banyak sekali penghuni yang bisa kita sebut sebagai kholifah dan bertugas melaksanakan serat merawat alam semesta. Namun, tidak semua komponen di Purusa mampu melaksanakan dengan baik, tentu ada banyak hal yang masih perlu ditingkatkan.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mohon pencerahannya. Entah mengapa, setelah membaca kata isomorphis,saya melihat bahwa pada elegi ini terdapat satu hal yang mengisahkan tentang upaya seseorang menggapai logos, tetapi mitos lebih menguasai orang tersebut. Sekali lagi mohon pencerahan

    ReplyDelete
  10. Junianto
    PM C
    17709251065

    Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta anggota yang juga memerlukan berada dan mengada. Dari pengertian ini, saya bisa memberikan tanggapan bahwa Purusa Arkitektonia tidak lain dan tidak bukan adalah Alam semesta. Di dalam alam semesta tentu banyak sekali penghuni yang bisa kita sebut sebagai kholifah dan bertugas merawat alam semesta. Namun, tidak semua komponen di Purusa mampu melaksanakan dengan baik, tentu ada banyak hal yang masih perlu ditingkatkan. Bahkan dunia dengan segala fenomenanya, tidak sedikit manusia yang menyalah gunakan tugas dan fungsinya sehingga menimbulkan kerusahan di muka bumi.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi Purusa Arkitektonia ini bagi saya sangat sulit untuk dipahami. Menurut apa yang saya pahami, purusa Arkitektonia dapat dianalogikan sebagai ruang atau wadah, sedangkan ampara ialah subyek atau isinya. Agar Purusa Arkitektonia tetap ada, maka setiap subyek memiliki tugas untuk mengada. Kalau direfleksikan dalam pendidikan, Purusa Arkitektonia merupakan sistemnya. Sementara guru dapat dianalogikan sebagai salah satu ampara. Agar guru benar-benar ada di dalam sistem, guru harus senantiasa mengada, dengan demikian guru akan menjadi pengada. Mengada bagi guru dapat dilakukan dengan melakukan penelitian dan menghasilkan karya-karya yang dapat menghasilkan inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Kata tepat jika diartikan sama oleh setiap individu maka itu bukanlah hal yang tepat. Pribadi setiap orang berbeda dalam memandang alam yaitu sesuai dengan logos dan mitosnya masing-masing. Ketika si A mengatakan tepat maka si B pastilah ada bagian yang tidak tepat pada jawabanya. Tepat hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Namun dalam menjalani kehidupan haruslah berusaha mendapat solusi kehidupan yang menuju kata tepat tersebut.

    ReplyDelete
  13. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak atas postingan ini.
    Dalam hidup di dunia ini agar seseorang bisa dikatakan ada maka harus selalu mengada. Untuk melakukan mengada perlu adanya kerjasama antara satu pihak dengan pihak lain. Untuk mengada seseorang hendaknya memetakan potensi yang ada pada dirinya. Kemudian selalu berusaha menggapainya.
    Selain itu jugan tentang amanah. Seseorang yang diberikan amanah hendaknya selalu berusaha untuk menjaga amanahnya. Bertindak profesional sesuai amanah yang diembannya. Berusaha melakukan yang terbaik meskipun yang terbaik untuk kita belum tentu terbaik untuk yang lain. Karena sebenar-benarnya manusia tidak akan mampu memilih yang terbaik untuk semua, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Ampara dilukiskan sebagai pengada yang diberikan kepercayaan untuk mengadakan sesuatu.Mangadakan Dampara kemudian menurunkan sifat-sifatnya.Dan Dampara bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.Artinya mawariskan sifat dari satu generias ke generasi berikutnya dengan bertanggunng jawab penuh atas mandat yang diberikan dan melakukan hal yag serupa seperti yang dilakukan sebelumnya.

    ReplyDelete
  15. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Sejujurnya saya masih sulit memahami makna dari elegi ini. Namun dari dialog antara ampara, dhampara, dan parasda saya mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud purusa arkitektonia adalah suatu sistem, dimana ampara bertindak sebagai pengatur dari segala sistem tersebut. Sedangkan dhampara merupakan refleksi dari dirinya sendiri untuk mewujudkan keinginannya dan parasda adalah sebagai alat dalam mewujudkan purusa arkitektonia.
    Jika direfleksikan dalam kehidupan pendidikan, saya melihat purusa arkitektonia sebagai sistem pendidikan di Indonesia, dimana dhampara adalah menteri pendidikan sebagai pengatur jalannya sistem pendidikan. Sedangkan parasda adalah kurikulum yang dibentuk untuk mewujudkan sistem pendidikan secara teknis.

    ReplyDelete
  16. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dari Elegi di atas saya menangkap bahwa Purusa Arkitektonia adalah wujud dari dalamnya ilmu. Sedangkan Ampara dan Dhampara hanya sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Dalam mengarungi kehidupan Ampara dan Dhampara haruslah mengada dan menjadi pengada.

    ReplyDelete
  17. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap manusia adalah potensi. Tetapi banyak yang tak menyadarinya. Terlalu fokus pada kehebatan orang lain, dan menyesali dirinya yang tak sehebat orang itu. Padahal dirinya adalah potensi, berjuta-juta di dalam, begitu luas dan di mana-mana. Mengembangkan potensi itu adalah tugas dari masing-masing manusia. Dengan terus bersyukur dan meminta tuntunan Tuhan, kita akan mendapatkan jalan untuk menemukan potensi diri dan mengembangkannya, tetapi tentu saja dengan hati yang tetap merendah.

    ReplyDelete
  18. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan dari postingan yang berjudul Elegi Purusa Arkitektonia ini. dari postingan ini saya mendapatkan ilmu bahwasannya Untuk mengenal seberapa jauh diri kita dan apa-apa saja sifat, bagian yang ada didiri kita sangat memerlukan waktu yang lama. Semakin kita menambah ilmu yang kita miliki semakin tahu lah potensi-potensi apa yang ada di diri kita apa yang kita suka dan apa yang kita mau, dan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Maka seperti prasda kita harus dapat menjadi pribadi yang amanah dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut.

    ReplyDelete
  19. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi ini menjadi renungan bahwa sepaham-pahamnya atau semengenal-mengenalnya kita terhadap makna keberadaan, justru kita tidak pernah sebenar-benarnya menggapai hal tersebut, untuk itu usaha yang perlu kita lakukan untuk memahami dan memaknai keberadaan adalah dengan selalu mencoba untuk mengada, sebab pada dasarnya sebenar-benarnya yang dikatakan ada keberadaan itu adalah mengada.

    ReplyDelete
  20. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Purusa Arkitektonia disini saya misalkan sebagai alam semesta. Alam semesta yang memiliki banyak sekali unsur yang memang tidak bisa disebutkan satu per satu. Jika kita lihat, purusa arkitektonia merupakan temapat yang terbatas dimasa bisa hilang suatu saat. oleh karena itu, pusat arkitektonia ini kecil dibandingkan dengan tempat yang akan disinggahi kelak. Pembatasan antara ruang dan waktu merupakan pembatasan dimana makhluk Tuhan berada. Oleh karena itu ternyata kita merupakan bagian dari purusa arkitektonia yang kecil. Sehingga kita berada di tempat yang lebih kecil dibandingkan purusa arkitektonia. Dan kita merupakan bagian yang kecil juga dari bagian arkitektonia. Jika kita amati, maka sebenarnya kita itu kecil dan tidak terlihat jika dilihat dari purusa arkitektonia. Sehingga, dalam hidup di dalam ruang dan waktu untuk apa kita takabbur atas apa yang kita peroleh?. Oleh karena itu purusa arkitektonia ini memberikan gambaran bahwa kita merupakan sesuatu yang kecil dan tak layak membesarkan diri kita dengan sikap yang sombong.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  21. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Kedua hal yang menjadi satu sistem yang memerlukan pasangan untuk melakukannya. Karena sudah berada, maka perlu adanya kerjasama untuk mengada. Mandat merupakan suatu amanah besar yang wajib diemban bagi ia yan terpilih. Mitos sebagai bayangan dan tantangan yang muncul pada elegi ini. Untuk mencapai logos, mitos merupakan musuh tersbesarnya.

    ReplyDelete
  22. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia terdiri dari banyak anggota tubuh, setiap anggota tubuh mempunyai tugas dan manfaat masing-masing. Kita sebagai manusia akan sadar dengan hal itu ketika kita memang benar-benar melihat kedalam, namun saat kita melihat keluar kita tidak akan menemukan hal itu yang kita temukan hanyalah diri kita sendiri. Dari sini dapat diambil bahwa untuk melihat sesuatu tidak cukup hanya dengan satu sudut pandang saja. Semakin banyak sudut pandang akan menghasilkan semakin banyak pendapat/persepsi, sehingga akan terus-menerus membuat otak berpikir. Semakin sering berpikir, semakin terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  23. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi yang berjudul elegi purusa arkitektonia ini kita mengambil pelajaran bahwa diri kita ini tidak tunggal, namun terdiri atas jutaan bahkan lebih diri kita yang lain, juga terdiri atas banyak anggota atau bagian yang menyusun diri kita. Diri kita ini luas dan tidak sempit

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Purusa Arkitektonia ini mengartikan bahwa purusa arkitektonia berarti tempat tinggal (alam semesta) yang luas, yang banyak makhluk tinggal disana, yang juga memerlukan berada dan mengada. Kita sebagai manusia hanya sebagian yang sangat kecil, kita jauh dari kesempurnaan maka janganlah menjadi manusia sombong. Kita sebagai manusia dibumi harus menjaga purusa arkitektonia jangan membuat kerusakan baik di darat maupun dilautan. kita harus menjadi mengada dan pengada yang baik.

    ReplyDelete
  25. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Istilah istilah yang ada dalam elegi ini masih asing bagi saya? Apatah sebenarnya yang akan digambarkan oleh elegi ini?
    Saya mencoba mencari, purusha arkhitektonia ini sepertinya berkaitan dengan arsitektur. Dampara Dan ampara iNi Saya bayangkan seperti gambar arsitek Dan bangunan yang nyata dibangun dari gambar tersebut. Dalam suatu kegiatan membangun, memanglah proses ada, mengada dan pengada itu. Untuk mengada perlu mengeksplorasi detail segala sesuatunya.
    Refleksi Saya, demikian pula lah yang terjadi jika kita sedang membangun pengetahuan. Perlulah bereksplorasi, bertanya Dan mencari jawab, sampai menemukan yang dicari meski belum memuaskan.
    Dan pengetahuan itu perlu mewujud, menunjukkan eksistensinya.
    Saya, tentu Juga akan dilihat dari bagaimana saya bertindak, berkata- kata. Dari sanalah seorang akan tampak, siapa dirinya.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Setiap orang memiliki sifat ada, mengada dan pengada, Untuk mengada seseorang hendaknya memetakan potensi yang ada pada dirinya, Kemudian selalu berusaha menggapainya dan Untuk mengenal seberapa besar potensi pada dirinya hendaklah dia memandang kedalam dirinya bukan ke luar dirinya (orang lain). Karena memandang orang lain terkadang membuat seseorang menjadi sombong ketika dia merasa orang tersebut lebih rendah darinya, dan Kesombongan akan membawa pada metode.

    ReplyDelete
  27. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Manusia yang penuh dengan keterbatasan, memang tidak mampu untuk mencerna dan memahami semua yang ada di dunia ini. Karena ternyata sesuatu yang kita anggap satu, memiliki beberapa aspek lain didalamnya, bahkan berjuta-juta aspek lain didalamnya. Namun tidak dapat kita pahami semuanya. Oleh karena itu dalam keterbatasan yang kita miliki, bersyukurlah, bisa saja itu menjadi kelebihan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Pak atas ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini.
    Saya mencermati ulasan di atas bahwa jika diibaratkan subyek tersebut adalah manusia maka manusia dapat berlaku menjadi ada, mengada dan menjadi pengada jika diberi kesempatan oleh ruang dan waktu. Saat merencanakan sesuatu di masa depan dalam filsafat disebut pula dengan teleologi. Tentunya manusia diharapkan mengada sesuai dengan wadah dan isinya. Melalui sifat-sifat yang ia miliki diharapkan dapat memberikan hasil yang positif. Sifat yang positif tersebut mampu menunjukkan pada arah kebaikan. Misalnya saja, saat seseorang mempelajari suatu ilmu pengetahuan maka ia sejatinya harus berupaya menggapai ilmu tersebut dengan sikap yang optimis dan bertanya saat tidak tahu akan suatu hal. Kemudian, hasil dari pada ilmu yang sudah ia miliki mampu bermanfaat bagi orang lain. Dengan begitu ia menuntut ilmu dapat mengarahkan pada kebaikan di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  29. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam suatu kelompok pasti ada pemimpinnya. Jika ditari kebawah pemimpin itu mempunyai anggota-anggota, anggota-anggota yang banyak berkelompok kelompok dan ada anggota yang menjadi pemimpin anggota-anggota dan seterusnya. Kalau ditarik keatas maka diatas pemimpin kelompok ada pemimpin kelompok-kelompok, diantara pemimpin-pemimpin kelompok ada pemimpin dari pemimpin-pemimpin kelompok dan seterusnya. Disini dapat dimaknai bahwa semakin tinggi jabatan seseorang maka amanah dan tanggung jawabnya semakin besar, semakin rendah jabatan seseorang maka semakin sedikit tugas dan tanggung jawab mnggung jawabnya. Namun semakin tinggi jabatan seseorang harus semakin bisa menjadi panutan yang lain, tanggung jawab semakin besar lagi.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini memberikan gambaran mengenai luasnya penjabaran dari dunia ilmu pengetahuan. Bahkan setelah dibagi menjadi bidang-bidang yang sangat kecil, di dalamnya masih terdapat banyak kajian yang dapat dikembangkan menjadi cabang-cabang yang lebih kecil dan terkhusus. Sebagai suatu sistem, purusa arkitektonia memberikan kesempatan bagi manusia untuk terus menciptakan atau mengembangkan sesuatu. Sebagai makhluk hidup yang terus berkembang pikirannya, kita harus membuktikan keberadaan kita dengan mengada dan menjadi pengada. Jika kita hanya diam ditempat maka kita harus puas dikatakan sebagai orang yang terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  31. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Elegi ini mengajarkan kepada kita untuk bisa dan mau bertanggung jawab atas apa yang kita pilih dan kita lakukan. Karena hidup berhubungan dengan ada dan yang mungkin ada. Ada berhubunga dengan pengada dan mengada. Ini selalu berjalan beriringan. Oleh karena itu, kita harus selalu siap. Siap disini yaitu siap menentukan pilihan, siap melaksanakan tugas, dan siap mempertanggungjawabkan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  32. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alaikum Wr. Wb.

    Dari elegi ini saya mendapatkan pelajaran, bahwa kita harus dapat mempertanggungjawabkan terhadap amanah yang telah diberikan kepada kita. Amanah yang diberikan jika tidak dapat dijaga dengan baik maka rasa amanah seseoarng kepadakita akan hilang. Maka perlunya untuk menjaga apa yang telah orang lain berikan kepada kita, sehingga kita dapat mudah dipercai oleh orang lain. Amanah juga dapat berpotensi untuk tidak menjadi amanah, maka dari itu perlu ditanamkan rasa ikhlas didalm hati, sehingga tidak mudah terjebak dalam ketidak jujuran.

    ReplyDelete
  33. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari tulisan tersebut, hal yang dapat saya pelajari adalah bahwa sebuah sistem bisa berjalan jika komponen-komponen dalam sistem tersebut saling bekerja sama, hormat menghormati. Keberadaan suatu sistem dapat dilihat dari upaya mengada dan pengada dari anggota-anggotanya.

    ReplyDelete