Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Mitos





Elegi ini  saya buat sebagai Anti-Tesis dari Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos
 

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Mitos, kelihatannya engkau sedih?

Mitos:
Bagawat sudah tahu?

Bagawat:
Ya, saya tahu paling tidak dari gejala fisikmu. Lalu kenapa engkau sedih?

Mitos:
Bukankah Bagawat lebih tahu dari saya perihal keadaanku itu?

Bagawat:
Ada syarat perlu dan cukupnya agar segala sesuatu itu berjalan secara alami dan kodrati.

Mitos:
Aku sedih karena Bagawat bersifat determinist kepadaku. Jikalau Bagawat sendiri bersifat determinist, bukankah Bagawat sendiri terancam Mitos.

Bagawat:
Lho, kapan, dimana, dan tentang apa aku bersifat determinist kepadamu?

Mitos:
Apakah Bagawat lupa telah mengatakan bahwa Mitos adalah Syaitan?

Bagawat:
Oooo ..jangan salah paham..maksud saya…


Mitos:
Maksud saya bagaimana? Sudah jelas kan duduk persoalannya?

Bagawat:
Maksud saya begini? …..

Mitos:
Begini bagaimana. Ntar saya ingin tunjukkan pembelaan saya…..

Bagawat:
Wah kelihatannya marah betul ni sang Mitos. Silahkan apa pembelaanmu? Walau aku nanti juga akan memberikan klarifikasi.


Mitos:
Pembelaanku aku ambilkan dari sebuah Comment dari Sdri Raden Roro Yayuk Srirahayu sebagai berikut:
Raden Roro Yayuk SrirahayuDecember 31, 2012 at 11:49 PM, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mitologi (http://en.wikipedia.org/wiki/Mythology) merujuk istilah untuk mempelajari mitos atau kumpulan mitos. Dalam folkloristics, mitos adalah narasi sakral, biasanya menjelaskan
b
agaimana dunia atau manusia datang untuk menjadi bentuk yang sekarang, dalam arti yang sangat luas dapat merujuk ke cerita tradisional . Bruce Lincoln mendefinisikan mitos sebagai "ideologi dalam bentuk narasi". Karakter utama dalam mitos biasanya dewa, pahlawan supranatural dan manusia. Sebagai cerita suci, mitos sering didukung oleh penguasa dan imam, dan berhubungan erat dengan agama atau spiritualitas. Terkait erat dengan mitos yaitu legenda dan cerita rakyat. Cerita rakyat diatur dalam setiap waktu dan setiap tempat, dan tidak dianggap benar atau keramat oleh masyarakat mereka. Seperti mitos, legenda adalah cerita yang secara tradisional dianggap benar, tetapi diatur dalam waktu yang lebih baru. Legenda umumnya fitur manusia sebagai karakter utama mereka, sementara mitos umumnya berfokus pada karakter manusia super. Perbedaan antara mitos, legenda, cerita rakyat dimaksudkan hanya sebagai alat yang berguna untuk mengelompokkan cerita tradisional. Dalam banyak budaya, sulit untuk menarik garis tajam antara mitos dan legenda. Alih-alih membagi cerita tradisional mereka dalam mitos, legenda, cerita rakyat dan, beberapa budaya membagi mereka ke dalam dua kategori, yang cerita rakyat, dan gabungan mitos dan legenda. Beberapa pemikir percaya bahwa mitos dihasilkan dari personifikasi dan kekuatan benda mati. Menurut para pemikir, orang dahulu menyembah fenomena alam seperti api dan udara, secara bertahap datang untuk menggambarkan mereka sebagai dewa. Misalnya, menurut teori pemikiran mythopoeic, orang dahulu cenderung untuk melihat hal-hal sebagai pribadi, bukan sebagai sekedar benda, mereka menggambarkan peristiwa alam sebagai tindakan dewa pribadi, sehingga menimbulkan mitos Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos terkait dengan ritual. Dalam bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan suatu ritual. Mircea Eliade mengatakan bahwa salah satu fungsi utama mitos adalah untuk membangun model untuk perilaku dan memberikan pengalaman religius. Dengan mengatakan atau menghidupkan kembali mitos, anggota masyarakat tradisional melepaskan diri dari masa sekarang dan kembali ke zaman mitos, sehingga membawa mereka lebih dekat dengan ilahi. Joseph Campbell mendefinisikan mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun. Comparative mythology adalah perbandingan sistematis mitos dari budaya yang berbeda, dan berusaha untuk menemukan tema umum yang mendasari mitos-mitos beberapa budaya. Dalam beberapa kasus, mythologists komparatif menggunakan kesamaan antara mitologi yang berbeda untuk menyatakan bahwa mitologi memiliki sumber yang sama dan menjadi sumber inspirasi umum. Dalam masyarakat modern, mitos sering dianggap sebagai sejarah atau usang. Banyak sarjana di bidang studi budaya kini mulai meneliti gagasan bahwa mitos telah bekerja menjadi wacana modern. Format komunikasi modern memungkinkan untuk komunikasi tersebar luas di seluruh dunia, sehingga memungkinkan wacana mitologis dan pertukaran antara penonton yang lebih besar daripada sebelumnya. Berbagai elemen dari mitos sekarang dapat ditemukan di televisi , bioskop , dan video game . Oleh Raden Roro Yayuk Srirahayu, PPs PSn Kelas D/ 12708251070

Bagawat:
Iya..iya Mitos…saya telah mengerti bahwa seburuk-buruk dirimu sebenarnya enkau ingin mengatakan bahwa dirimu masih banyak manfaatnya. Begitukan?

Mitos:
Mbok yang agak sopan sedikit. Pakai memburuk-burukkan rupa segala.

Bagawat:
Baik jika engkau masih marah teruskan saja. Tetapi sesuai dengan janji saya bahwa saya juga minta waktu untu mengklarifikasi.

Mitos:
Silahkan.

Bagawat:
Dalam bagian akhir perkuliahan saya, justru saya selalu mengatakan bahwa separo dari ilmu kita adalah Mitos. Jika aku definisikan Mitos sebagai Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada.

Mitos:
Truss..apa relevansinya?

Bagawat:
Maka anak kecil atau bayi melakukan aktivitas bukan karena memahami terlebih dulu, melainkan sebaliknya. Maka dapat aku katakana bahwa Bayi atau anak kecil itu belajarnya menggunakan Mitos, percaya saja ucapan Ibunya kemudian dilaksanakan. Kalau kita tarik dimensi vertikalnya, maka banyak sekali pemikiranmu tidak dilandasi pemahamanmu. Namum jangan salah paham bahwa keyakinan beragama itu bukanlah Mitos. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.


Bagawat:
Jadi aku sangat mengerti bahwa dirimu merasa sebagai tertuduh. Ya saya mengakui betapa tidak mudah mendeskripsikan Mitos, karena sebenar-benar yang terjadi adalah Mitos situ berdimensi.
Itulah Kuasa yang Maha Kuasa. Ilmu manusia tidak seberapa. Kemampuan manusia sangat terbatas. Itulah bahayanya kita berfilsafat jika tidak komprehensif.

Mitos:
Lalu kenapa engkau katakana Mitos sebagai Syaitan.

Bagawat:
Begini….ini pula sulitnya dan bahayanya melakukan reduksi dalam filsafat. Sederhananya (reduksi) aku ingin mengatakan bahwa secara umum bahwa Mitos, itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Terutama, Mitos tidak baik jika kita hanya berhenti di situ. Dan..bukankah engkau mengerti bahwa segala macam ketidak baikkan itu kan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sedangkan segala kebaikan itu berelasi dengan unsurnya Malaikat.

Mitos:
Bagaimana halnya dengan seorang anak kecil yang memang mempelajari segala sesuatu berdasarkan Mitos.

Bagawat:
Itulah peran Logos, bahwa sebenar-benarnya Logos adalah tidak berhenti. Orang tua mestinya tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu di balik yang ada dan yang mungkin ada. Itu pulalah hakekat Mitos, jika kita berhenti berikhtiar. Maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah kamu sendiri yaitu sebuah Mitos.

Mitos:
Cukup-cukup…Jika engkau sudah memanggil-manggil Logos, jadi panas badanku. Sudah cukup sekian saja terima kasih.


Bagawat:
Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar. Amin.

36 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah......
    Segala sesuatu yang belum jelas atau tidak mempunyai landasan yang jelas disebut sebagai mitos. Maka sebenar-benar pengertian untuk memperjelas adalah logos. Tidak selamanya mitos itu buruk. Justru untuk anak kecil, mitos sangat ia perlukan untuk memperoleh pengetahuan. Karena mereka belum mampu memikirkan landasan atau dasar dari yang ada dan yang mungkin ada. Namun demikian, hidup orang dewasa pun sering dijumpai mitos-mitos. Seperti, apa itu kasih sayang? Apa itu cinta? Apa itu rindu? Apa itu bahagia? Apa itu benci? Dan lain sebagainya. Itu semua tidak berdasar, dan kita tidak tahu pakan kita tahu perasaan-perasaan tersebut. Nha, keadaan demikian juga dapat disebut bahwa kita terkena mitos. Jadi, tidak selamanya mitos itu buruk. Asalkan kita selalu menjaga hati kita sehingga tetap bersih, maka kita akan terhindar dari mitos-mitos syaitan. Aaaamiiin.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Mitos merupakan suatu kepercayaan terhadap hal-hal yang ada dan tidak ada. Mitos juga dapat dikatakan sebagai melakukan sesuatu yang tidak paham, tidak mengerti, dan tidak mengetahui tentang apa yang sebenarnya dilakukan. Di masyarakat terutama terdapat berbagai mitos yang dipercaya oleh sebagian masyarakat namun sering kali mereka tidak mengetahui alasan untuk mempercayainya mereka hanya percaya mitos itu dari zaman dulu yang sifatnya turun temurun. Namun berdasarkan elegi di atas mitos diartikan sebagai keterbatasan manusia untuk memahami sesuatu. Mitos merupakan sesuatu yang tidak dipahami secara sempurna oleh manusia.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas, yang dapat saya pahami bahwa Ilmu atau pengetahuan yang belum terbukti secara empiris atau belum bisa dijelaskan secara terperinci dan belum bisa diterima oleh semua maka itu masih hanya sebatas mitos. Namun, berbeda halnya dengan ilmu-ilmu yang telah dibuktikan secara empiris dan dengan metodologi serta penelitian yang sesuai lalu kemudian dapat diterima sebagai sebuah disiplin ilmu maka hal ini merupakan logos. Oleh karena itu janganlah memandang mitos itu sebagai hal yang merugikan, karena ini dapat menjadi refrensi bagi kita untuk mengkaji mitos-mitos yang ada agar mitos tersebut menjadi jelas dan menjadi suatu disiplin ilmu.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Sebenarnnya mitos ialah keadaan berhenti, yaitu berhenti untuk memahami makna dibalik ada dan yang mungkin ada. Disaat kita mampu untuk tidak berhenti, artinya kita telah mampu mengubah adanya ketidakpahaman menjadi sebuah pemahaman. Maka dapat dikatakan bahwa kita telah dapat keluar dari mitos tersebut. Namun mitos ini sebenarnya tetap memiliki suatu manfaat. Sebagai manusia kita harus terus berikhtiar untuk menggapai sebuah logos karena sebenar-benar logos adalah tidak berhenti.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ketika manusia tidak memahami mitos maka mitos itu ada dalam dirinya. Harus ada usaha supaya mitos dijadikan sarana atau acuan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Manusia mempunyai pemikiran yang terbatas sehingga tidak seharusnya terpengaruh oleh mitos. Dibalik itu semua, ada sisi positifnya dari mitos sehingga perlu memahami mitos terlebih dahulu. Salah satu cara memahami mitos adalah dengan berikhtiar.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Saya memahami dari kisah elegi di atas bahwa Prof. Marsigit mendefinisikan mitos sebagai tidak memahami makna dibalik yang ada dan yang mungkin ada. Anak-anak mempelajari sesuatu berdasarkan mitos. Mereka mempelajari sesuatu tanpa harus memahami definisi dan aksioma-aksiomanya. Mereka mempelajari berdaarkan arahan dari orang dewasa. Akan tetapi orang dewasa harus tetap berokhtiar untuk menanamkan pemahaman secara sedikit demi sedikit kepada anak agar anak dapat mengubah mitosnya menjadi logos secara bertahap. Karena sebenar-benarnya logos adalah tidak berhenti.Begitulah apa yang diutarakan oleh Begawat pada elegi ini.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Mitos terjadi jika kita berhenti untuk mencari, memahami makna yang ada dan yang mungkin ada. Seperti halnya ketika kita berdiri pada ruang dan waktu tanpa berusaha untuk menghilangkan mitos, itulah yang disebut berhenti. Tidak semua mitos itu negatif, karena mitos ada manfaaatnya untuk memotivasi diri kita untuk mencari kebenaran sebagai manusia yang kodratnyanya haruslah terus berusaha dan berdoa. Usaha-usaha ketika kita mencari pengetahuan untuk diri sendiri berdasarkan mitos yang sifatnya tidak berhenti itulah sebenar- benarnya logos.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Segala yang ada dan yang mungkin ada memiliki dasar atau landasan, namun seringkali ketidaktahuan kita karena tidak ikhlasnya berpikir sehingga mengakibatkan berhentinya berpikir menjadikannya mitos. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih mendalam dengan berpikir dan berpikir hingga akhirnya menemukannya. Dan sebenar-benar yang ditemukan itu ialah logos.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Mitos pada dasarnya memiliki manfaat dalam kehidupan kita, kadangkala mitos dapat meningkatkan motivasi kita untuk mengejar logos. Namun yang sering kita temui adalah mitos dapat membawa kita ke dalam kegelapan yang sebenarnya, mitos dapat menjebak kita untuk tetap tinggal tanpa bisa menggapai logos. Agar menghindari hal tersebut sikap ikhlas dan ikhitar menjadi kan kita jauh dari mitos yang negatif, cukuplah kita ketahui sehingga kita bisa melihat sisi positif dari mitos.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi pemberontak para mitos, bahwa kita jangan hanay menjadi mitos itu saja yang mau menerima apa yang dikata orang bahwa oarang berkata ini maka kita meng iyakan dan memebenarkan padahal belum tentu itu benar, belum tentu itu shahih. Kita hidup itu ada yang vertikal dan ada yang horizontal yanag mana dengan mitos sangat bertentang dengan dunia vertikal. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Mitos itu merujuk pada hal yang tradisional. Sebelumnya kita telah menyatakan bahwa mitos adalah syaitan yang harus kita jauhi. Namun, kita tidak mampu lari dari mitos karena sesungguhnya manusia adalah makhluk dengan keterbatasan dalam berpikir sehingga tenggelam kepada mitos. Tidak hanya sampai di sini kita, kita masih punya kesempatan untuk menggapai logos supaya terbangun dari mitos tadi. Selagi masih ada usaha untuk berpikir dan belajar sesuatu kita mampu meninggalkan mitos dan menggapai logos.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat dengan cuplikan kalimat terakhir dalam elegi ini yaitu "Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar." Kita sebagai makhluk Allah SWT yang memiliki keterbatasan pasti berpeluang untuk melakukan keburukan dimana itu sebenarnya adalah mitos. Namun, sebagai manusia yang berikhtiar tentunya kita harus tetap menggapai logos atau pengetahuan. Mitos-mitos yang ada dalam diri kita harus kita tinggalkan dengan mengubahnya menjadi logos.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Mitos yang biasa dianggap sebagai syaitan ternyata memiliki manfaat. Anak kecil belajar dengan menggunakan mitos karena mereka hanya sekedar melakukan apa yang diketahuinya dari sang Ibu namun tanpa memahami maknanya. Saat itulah mitos memberikan manfaat karena sang anak tidak berhenti belajar. Saat anak menjadi lebih dewasa anak akan berusaha untuk menemukan makna dari segala sesuatu yang dia lakukan. Namun ketika seseorang mampu berikhtiar tetapi berhenti berikhtiar maka mitos akan menghampirinya. Janganlah kita berhenti dalam mendefinisikan mitos sebagai sesuatu yang buruk karena itu berarti kita telah terjebak dalam miitos itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Sebenar-benar mitos adalah berhenti dan tidak mau mencari lagi. Dari artikel ini kita dapat memaknai bahwa sebagian dari ilmu kita itu berasal dari mitos. Tidak selamanya mitos itu mengandung makna negative. Mitos juga memberikan manfaat bagi kita, hanya saja kita seharusnya dapat menempatkan mitos pada ruang dan waktu. Sehingga dengan mitos tersebut kita akan terus-menerus berusaha menggapai logos atau pengetahuan.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Mitos menjadi ada dalam diri seseorang jika dirinya tidak berikhtiar dalam menjalankan dan memahaminya. Tujuannya menjadi hanya sebuah mitos. Bahkan walaupun dalam diri seseorang membiarkan mitos itu tumbuh, karena sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan terbatas, tidak seharusnya seseorang itu mempercayai mitos. Harus ada ikhtiar untuk menjadikan mitos itu sebagai acuan untuk memenuhi segala hal dalam hidup baik dalam material, spiritual bahkan masa depannya sehingga mencapai tujuan hidup yang sejahtera dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Saya bertanya – tanya apa itu mitos. Apakah mitos yang dimaksud mitos adalah yang dipahami oleh orang – orang pada umumnya? Tapi kenapa terdapat kekontrasan dalam pengartiannya?
    Namun setelah perkuliaha minggu lalu barlah saya mengerti bahwa mitos yang dimaksud bukanlah mitos dalam artian tersebut dalam filsafat. Mitos tersebut adalah berhentinya manusia dalam perubahan. Oleh karena itu kita harus menghindari para mitos. Karena kita harus berubah setiap detik. Baik itu perubahan pola pikir, tingkah laku, pengetahuan, hati, kehidupan, organ tubuh, sosial, keterampilan dan lain sebagainya. Tentunya perbahan ini kita yang menentukan akan dibawa kea rah positif atau negative.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam dunia ini terdapat dua bagian yag besar, yaitu mitos dan logos. Logo terdapat pada separuh bumi, dan separuhnya adalah mitos. Kedua hal tersebut antara mitos dan logos memiliki keterkaitan satu sama lain. Mitos-mitos tersebut akan bisa berubah menjadi logos jika sudah dapat digeneralisasikan untuk semua orang, begitu sebaliknya, mitos bisa juga menjadi logos jika hanya berlaku pada segelintir orang saja, yang seharusnya bisa berlaku untuk semua orang.

    ReplyDelete
  18. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi pemberontakan para Mitos. Setelah membaca elegi ini , saya mengetahu bahwa Mitos seringkali diidentikkan dengan hal yang tidak baik. syaitan, hal negatif, dll. Sejatinya mitos juga memiliki manfaat, tak semuanya negatif. Seperti yang dicontohkan pada tulisan diatas bahwa mitos berguna positif pada bayi yang melakukan hal baru tanpa iya pahami maksudnya.
    Namun sejatinya begini, mitos akan memberi hal negatif, jika kita berhenti, tidak berikhtiar. Namun mitos akan memiliki manfaat positif. jika kita terus menggapai logos.

    Kalimat favorit saya dalam elegi ini adalah kalimat terakhir sang begawat, bahwa Sampai akhir hayatku, aku akan terus berhadapan dengan mitos, karena kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku, aku pun harus terus menggapai logo, karena kodratku sebagai makhluk berikhtiar. Semoga kita selalu dapat mengambil pesan moral dari elegi elegi ini. Aamiin.

    ReplyDelete
  19. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Segala pengetahuan kita akan menjadi mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya namun kita enggan untuk melakukannya. Contoh konkritnya adalah misalkan kita ingin belajar membuat kue dalam suatu waktu, namun tak kunjung beranjak untuk berbelanja, menyiapkan peralatan, dan melakukan kegiatan membuat kue. Akan tetappi pemahaman dan keyakinan tentang agama bukanlah sebuah mitos. sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa kita akan menjadi mitos jika kita berhenti, diam, dan tidak mau berikhtiar. Hal ini menunjukkan bahwa kita hendaklah untuk selalu bergerak dan berikhtiar dalam hidup, selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita seharusnya tidak berpuas diri dan berhenti dalam pergerakan dan perbaikan diri, karena hal yang seperti itu lah yang akan membuat kita menjadi mitos.

    ReplyDelete
  20. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Untuk mengubah mitos menjadi logos dibutuhkan ikhtiar yang cukup, dan mitos itu bersifat syaitan. Seringkali menganggap bahwa mitos itu buruk dan logos itu baik. Apakah mitos adalah suatu keburukan? Sesungguhnya mitos juga memiliki manfaat dan sebagian dari pengetahuan manusia bersifat mitos. Selama manusia belajar hanya karena meniru tanpa memahami maknanya, berarti itu masih bersifat mitos, seperti halnya bayi. Namun ketahuilah bahwa manusia itu tidak akan pernah lepas dari sifat mitos. Saat manusia sudah cukup dewasa untuk memahami, maka berikhtiarlah untuk memahami sehingga dapat mengubah mitos menjadi logos.

    ReplyDelete
  21. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Mitos adalah cerita belaka. Dari elegi di atas, yang dapat saya pahami bahwa Ilmu atau pengetahuan yang belum terbukti secara empiris atau belum bisa dijelaskan secara terperinci dan belum bisa diterima oleh semua maka itu masih hanya sebatas mitos. Namun, berbeda halnya dengan ilmu-ilmu yang telah dibuktikan secara empiris dan dengan metodologi serta penelitian yang sesuai lalu kemudian dapat diterima sebagai sebuah disiplin ilmu maka hal ini merupakan logos. Mitos menjadi ada dalam diri seseorang jika dirinya tidak berikhtiar dalam menjalankan dan memahaminya. Tujuannya menjadi hanya sebuah mitos. Bahkan walaupun dalam diri seseorang membiarkan mitos itu tumbuh, karena sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan terbatas, tidak seharusnya seseorang itu mempercayai mitos.Oleh karena itu janganlah memandang mitos itu sebagai hal yang merugikan, karena ini dapat menjadi refrensi bagi kita untuk mengkaji mitos-mitos yang ada agar mitos tersebut menjadi jelas dan menjadi suatu disiplin ilmu. Harus ada ikhtiar untuk menjadikan mitos itu sebagai acuan untuk memenuhi segala hal dalam hidup baik dalam material, spiritual bahkan masa depannya sehingga mencapai tujuan hidup yang sejahtera dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  22. Mitos mempunyai manfaat bagi manusia yaitu mengambil sisi positif, sisi kebaikan atau kebenaran karakter yang ditampilkan. Namun secara umum mitos itu dianggap kurang baik atau tidak baik. Mitos menjadi tidak baik karena didalamnya terjadi hal-hal yang diluar akal dan latar kejadian yang kurang jelas. Mitos hanya perlu diterima dan diteruskan. Dalam hidup ini kita akan berhadapan dengan mitos dan logos. Kita berhadapan dengan mitos karena memang kemampuan manusia terbatas. Tetapi meskipun kemampuan kita terbatas, kita harus berjuang untuk menggapai logos. Karena manusia hanya bisa berupaya dan berdoa, untuk hasil biarlah kita serahkan kepada kuasa dan kebesaran Tuhan YME.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Mitos tidak akan pernah jauh dari kita, dia akan selalu mengikuti kita dan akan selalu berusaha menjebak kita. Jika kita berhenti memperbaharui ilmu kita dan merasa cukup dengan ilmu kita, kita harus berhati-hati karena lama kelamaan kita akan terjebak ke dalam mitos. Lama kelamaan logos akan hilang dan berubah menjadi mitos. Oleh karenanya, agar terhindar dari mitos kita harus terus memperbaharui dan menambah ilmu kita, selalu berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari mitos-mitos yang ada di sekeliling kita.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Mitos akan selalu ada dalam kita berusaha untuk mencari ilmu pengetahuan, hanya saja kita mau dirayu oleh mitos ataukah tidak. Manusia mempunyai banyak sifat dan manusia juga mempunyai keterbatasan dalam mencari pengetahuan atau dalam berpikir mengenai segala sesuatu. Akan tetapi ketika manusia akan membangun pengetahuan mitos dan logos selalu akan hadir. Ketika kita tidak berhenti dalam berpikir maka logos akan datang.

    ReplyDelete
  25. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mitos merupakan kepercayaan yang belum jelas asal-usulnya. Biasanya mitos itu bersifat turun temurun yang diturunkan dari nenek moyang dan masih ada sampai saat ini. Dari mitos-mitos yang ada hendaknya diuji atau dibuktikan dengan logos atau ilmu mengenai kebenarannya. Sebisa mungkin kita harus mengubah kepercayaan terhadap mitos tersebut. Mungkin dari orang tua kita, nenek kakek kita, dan orang-orang terdahulu yang sudah percaya dengan adanya mitos akan sulit untuk dihilangkan dari benak mereka. Oleh sebab itu, jika kita dihadapkan pada suatu mitos, maka kita jangan langsung percaya begitu saja, kita harus ragukan dulu, kemudian mencari jawabana sebenarnya. Ini supaya kita tida terjbak dan kemudian tersesat oleh mitos-mitos yang tidak jelas kebenarannya. Waspadalah-waspalah dengan mitos-mitos yang bergentayangan.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sebelumnya saya ingin menempatkan diri dulu, saya berada pada wilayah yang memisahkan keimanan dari dalam mitos.
    Menurut saya, dalam mengajari anak, usahakan selalu melalui logos dan iman. Karena pada suatu saat nanti anak kita juga akan mengetahui kebenarannya. Dan kejujuran dalam membangun dan membina itu sangat penting. Jangan karena anak menanyakan bagaimana dia bisa lahir, kita jadi menceritakan mitos bayi dibawa barung bangau (mitos orang barat). Mungkin diumur 3-5 tahun dia masih bisa percaya. Namun apabila entah dari mana dia mengetahui dia dilahirkan dari rahim ibu nya, khawatir nanti dia mengira orang tuanya berbohong.

    ReplyDelete
  27. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa mitos merupakan hal-hal yang dipercaya tapi belum terbukti kebenarannya. Sedangkan logos merupakan pembuktian dari hal-hal yang dipercaya. Seorang terkadang belajar dari mitos-mitos yang dipercayainya, perlahan-lahan rasa ingin tahunya mendorong untuk membuktikan mitos-mitos yang ada. Sehingga pada akhirnya ia mendapatkan logos yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

    ReplyDelete
  28. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)

    Dalam elegi tersebut dijelaskan bahwa mitos dianggap sebagai syaiton, namun tetap diakui kebermanfaatanya. Mitos yang selama ini kita tahun hanya tumbuh di masyarakat, Ber beda dengan logos yang hidup dengan logika dan nalar dari pelakunya. Kedua hal ini bertolak belakang namun sama-sama memiliki manfaat. Kejadian ini me minta kita untuk melihat suatu hal tidak dari satu sudut panjang saja tetapi dari beberapa hal yang mungkin bisa Ber beda CAA pandang.

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mengapai ilmu pengetahuan memanglah tidak gampang. Karena setiap manusia pasti digoda oleh syaitan. Dalam hal ini mengapai mitos pasti aka nada yang namanya para mitos. Maka hendaklah dirimu untuk menjaganya dengan cara berdoa meminta perlindungannya. Namun janganlah salah sangaka dalam filsafat yang penuh kontradiksi ini, maka logos dikontrakan dengan mitos. Namun kedua hal tersebut saling menguatkan. Dimana dalam mempelajarai mitos maka ada manfaatnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

    ReplyDelete
  30. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam kehidupan kita tidak bisa dijauhkan dari mitos. Seburuk-buruknya mitos adalah tidak selalu buruk. Akan tetapi ada mitos yang juga bermanfaat. Mitos sendiri merupakan separo dari ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  31. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam mendefinisikan apa itu mitos pun tidak mudah. Karena mitos itu berdimensi sedangkan kemampuan manusia hanyalah terbatas. Sedangkan ilmu manusia tidak lah terbatas.

    ReplyDelete
  32. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Mitos dan logos pun seharusnya berjalan beriringan. Dalam kita mendapat mitos di dunia ini haruslah disertai dengan logos agar kita dapat menyeleksi manakah mitos yang baik atau buruk dan manakah yang bermanfaat atau tidak.

    ReplyDelete
  33. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mitos sesungguhnya pasti ada di sekitar kita dan bahkan ada di diri kita. Jika kita tidak mampu memposisikan diri dengan baik, maka mitos akan selalu menempel pada diri kita. Sebagai seorang hamba, kita hendaknya selalu berikhtiar dan memohon pertolongannya agar dijauhkan dari mitos-mitos yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  34. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Tak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan kita, kita sering percaya akan mitos-mitos terhadap hal yang ada dan yang mungkin ada. Kita sering percaya akan segala mitos, namun kita tak tau alasan kita mempercayai mitos tersebut, karena yang kita tau bahwa mitos itu asal mulanya kepercayaan dari nenek moyang terdahulu yang kemudian secara turun temurun terus diyakini oleh generasi penerus. Hendaknya kita terhindar dari pikiran-pikiran tentang mitos yang ada. Kita harus berusaha dapat menggapai logos dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  35. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita melakukan kegiatan tidak karena memahaminya terlebih dahulu, maka dapat dikatakana bahwa kita telah terserang mitos. Oleh karena itu, jika kita kita diperintahkan Tuhan untuk berikhtiar memahami sesuatu. Mitos itu bersifat tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Namun segala macam ketidakbaikkan itu akan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sehingga akan menjauhkan kita pada-Nya. Oleh karena itu, ketika kita bertemu mitos, maka kita jangan berhenti sampai situ, namun kita dapat menggunakan logos sebagai alat berikhtiar memahami sesuatu. Jika kita berhenti berikhtiar, maka kita sendiri lah mitos tersebut.Selama kita masih hidup di dunia maka kita akan selalu berhadapan dengan mitos, dikarenakan kodrat kemampuan kita sebagai hamba-Nya adalah terbatas. Sepanjang hidup kita, semoga kita pergunakan untuk menggapai logos dalam upaya melawan mitos-mitos dengan jalan ikhtiar sembari berdoa pada-Nya.

    ReplyDelete
  36. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mitos kadang bersifat tidak baik, kurang baik, atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Sebenar-benarnya logos adalah tidak berhenti. Jika seorang anak kecil mempelajari sesuatu berdasarkan mitos, distulah peran orang tua untuk tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu I balik yang ada dan yang mungkin ada. Maka sebenar-benarnya logos aalah tidak berhenti.

    ReplyDelete