Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Mitos





Elegi ini  saya buat sebagai Anti-Tesis dari Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos
 

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Mitos, kelihatannya engkau sedih?

Mitos:
Bagawat sudah tahu?

Bagawat:
Ya, saya tahu paling tidak dari gejala fisikmu. Lalu kenapa engkau sedih?

Mitos:
Bukankah Bagawat lebih tahu dari saya perihal keadaanku itu?

Bagawat:
Ada syarat perlu dan cukupnya agar segala sesuatu itu berjalan secara alami dan kodrati.

Mitos:
Aku sedih karena Bagawat bersifat determinist kepadaku. Jikalau Bagawat sendiri bersifat determinist, bukankah Bagawat sendiri terancam Mitos.

Bagawat:
Lho, kapan, dimana, dan tentang apa aku bersifat determinist kepadamu?

Mitos:
Apakah Bagawat lupa telah mengatakan bahwa Mitos adalah Syaitan?

Bagawat:
Oooo ..jangan salah paham..maksud saya…


Mitos:
Maksud saya bagaimana? Sudah jelas kan duduk persoalannya?

Bagawat:
Maksud saya begini? …..

Mitos:
Begini bagaimana. Ntar saya ingin tunjukkan pembelaan saya…..

Bagawat:
Wah kelihatannya marah betul ni sang Mitos. Silahkan apa pembelaanmu? Walau aku nanti juga akan memberikan klarifikasi.


Mitos:
Pembelaanku aku ambilkan dari sebuah Comment dari Sdri Raden Roro Yayuk Srirahayu sebagai berikut:
Raden Roro Yayuk SrirahayuDecember 31, 2012 at 11:49 PM, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mitologi (http://en.wikipedia.org/wiki/Mythology) merujuk istilah untuk mempelajari mitos atau kumpulan mitos. Dalam folkloristics, mitos adalah narasi sakral, biasanya menjelaskan
b
agaimana dunia atau manusia datang untuk menjadi bentuk yang sekarang, dalam arti yang sangat luas dapat merujuk ke cerita tradisional . Bruce Lincoln mendefinisikan mitos sebagai "ideologi dalam bentuk narasi". Karakter utama dalam mitos biasanya dewa, pahlawan supranatural dan manusia. Sebagai cerita suci, mitos sering didukung oleh penguasa dan imam, dan berhubungan erat dengan agama atau spiritualitas. Terkait erat dengan mitos yaitu legenda dan cerita rakyat. Cerita rakyat diatur dalam setiap waktu dan setiap tempat, dan tidak dianggap benar atau keramat oleh masyarakat mereka. Seperti mitos, legenda adalah cerita yang secara tradisional dianggap benar, tetapi diatur dalam waktu yang lebih baru. Legenda umumnya fitur manusia sebagai karakter utama mereka, sementara mitos umumnya berfokus pada karakter manusia super. Perbedaan antara mitos, legenda, cerita rakyat dimaksudkan hanya sebagai alat yang berguna untuk mengelompokkan cerita tradisional. Dalam banyak budaya, sulit untuk menarik garis tajam antara mitos dan legenda. Alih-alih membagi cerita tradisional mereka dalam mitos, legenda, cerita rakyat dan, beberapa budaya membagi mereka ke dalam dua kategori, yang cerita rakyat, dan gabungan mitos dan legenda. Beberapa pemikir percaya bahwa mitos dihasilkan dari personifikasi dan kekuatan benda mati. Menurut para pemikir, orang dahulu menyembah fenomena alam seperti api dan udara, secara bertahap datang untuk menggambarkan mereka sebagai dewa. Misalnya, menurut teori pemikiran mythopoeic, orang dahulu cenderung untuk melihat hal-hal sebagai pribadi, bukan sebagai sekedar benda, mereka menggambarkan peristiwa alam sebagai tindakan dewa pribadi, sehingga menimbulkan mitos Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos terkait dengan ritual. Dalam bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan suatu ritual. Mircea Eliade mengatakan bahwa salah satu fungsi utama mitos adalah untuk membangun model untuk perilaku dan memberikan pengalaman religius. Dengan mengatakan atau menghidupkan kembali mitos, anggota masyarakat tradisional melepaskan diri dari masa sekarang dan kembali ke zaman mitos, sehingga membawa mereka lebih dekat dengan ilahi. Joseph Campbell mendefinisikan mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun. Comparative mythology adalah perbandingan sistematis mitos dari budaya yang berbeda, dan berusaha untuk menemukan tema umum yang mendasari mitos-mitos beberapa budaya. Dalam beberapa kasus, mythologists komparatif menggunakan kesamaan antara mitologi yang berbeda untuk menyatakan bahwa mitologi memiliki sumber yang sama dan menjadi sumber inspirasi umum. Dalam masyarakat modern, mitos sering dianggap sebagai sejarah atau usang. Banyak sarjana di bidang studi budaya kini mulai meneliti gagasan bahwa mitos telah bekerja menjadi wacana modern. Format komunikasi modern memungkinkan untuk komunikasi tersebar luas di seluruh dunia, sehingga memungkinkan wacana mitologis dan pertukaran antara penonton yang lebih besar daripada sebelumnya. Berbagai elemen dari mitos sekarang dapat ditemukan di televisi , bioskop , dan video game . Oleh Raden Roro Yayuk Srirahayu, PPs PSn Kelas D/ 12708251070

Bagawat:
Iya..iya Mitos…saya telah mengerti bahwa seburuk-buruk dirimu sebenarnya enkau ingin mengatakan bahwa dirimu masih banyak manfaatnya. Begitukan?

Mitos:
Mbok yang agak sopan sedikit. Pakai memburuk-burukkan rupa segala.

Bagawat:
Baik jika engkau masih marah teruskan saja. Tetapi sesuai dengan janji saya bahwa saya juga minta waktu untu mengklarifikasi.

Mitos:
Silahkan.

Bagawat:
Dalam bagian akhir perkuliahan saya, justru saya selalu mengatakan bahwa separo dari ilmu kita adalah Mitos. Jika aku definisikan Mitos sebagai Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada.

Mitos:
Truss..apa relevansinya?

Bagawat:
Maka anak kecil atau bayi melakukan aktivitas bukan karena memahami terlebih dulu, melainkan sebaliknya. Maka dapat aku katakana bahwa Bayi atau anak kecil itu belajarnya menggunakan Mitos, percaya saja ucapan Ibunya kemudian dilaksanakan. Kalau kita tarik dimensi vertikalnya, maka banyak sekali pemikiranmu tidak dilandasi pemahamanmu. Namum jangan salah paham bahwa keyakinan beragama itu bukanlah Mitos. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.


Bagawat:
Jadi aku sangat mengerti bahwa dirimu merasa sebagai tertuduh. Ya saya mengakui betapa tidak mudah mendeskripsikan Mitos, karena sebenar-benar yang terjadi adalah Mitos situ berdimensi.
Itulah Kuasa yang Maha Kuasa. Ilmu manusia tidak seberapa. Kemampuan manusia sangat terbatas. Itulah bahayanya kita berfilsafat jika tidak komprehensif.

Mitos:
Lalu kenapa engkau katakana Mitos sebagai Syaitan.

Bagawat:
Begini….ini pula sulitnya dan bahayanya melakukan reduksi dalam filsafat. Sederhananya (reduksi) aku ingin mengatakan bahwa secara umum bahwa Mitos, itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Terutama, Mitos tidak baik jika kita hanya berhenti di situ. Dan..bukankah engkau mengerti bahwa segala macam ketidak baikkan itu kan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sedangkan segala kebaikan itu berelasi dengan unsurnya Malaikat.

Mitos:
Bagaimana halnya dengan seorang anak kecil yang memang mempelajari segala sesuatu berdasarkan Mitos.

Bagawat:
Itulah peran Logos, bahwa sebenar-benarnya Logos adalah tidak berhenti. Orang tua mestinya tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu di balik yang ada dan yang mungkin ada. Itu pulalah hakekat Mitos, jika kita berhenti berikhtiar. Maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah kamu sendiri yaitu sebuah Mitos.

Mitos:
Cukup-cukup…Jika engkau sudah memanggil-manggil Logos, jadi panas badanku. Sudah cukup sekian saja terima kasih.


Bagawat:
Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar. Amin.

36 comments:

  1. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Tak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan kita, kita sering percaya akan mitos-mitos terhadap hal yang ada dan yang mungkin ada. Kita sering percaya akan segala mitos, namun kita tak tau alasan kita mempercayai mitos tersebut, karena yang kita tau bahwa mitos itu asal mulanya kepercayaan dari nenek moyang terdahulu yang kemudian secara turun temurun terus diyakini oleh generasi penerus. Hendaknya kita terhindar dari pikiran-pikiran tentang mitos yang ada. Kita harus berusaha dapat menggapai logos dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita melakukan kegiatan tidak karena memahaminya terlebih dahulu, maka dapat dikatakana bahwa kita telah terserang mitos. Oleh karena itu, jika kita kita diperintahkan Tuhan untuk berikhtiar memahami sesuatu. Mitos itu bersifat tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Namun segala macam ketidakbaikkan itu akan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sehingga akan menjauhkan kita pada-Nya. Oleh karena itu, ketika kita bertemu mitos, maka kita jangan berhenti sampai situ, namun kita dapat menggunakan logos sebagai alat berikhtiar memahami sesuatu. Jika kita berhenti berikhtiar, maka kita sendiri lah mitos tersebut.Selama kita masih hidup di dunia maka kita akan selalu berhadapan dengan mitos, dikarenakan kodrat kemampuan kita sebagai hamba-Nya adalah terbatas. Sepanjang hidup kita, semoga kita pergunakan untuk menggapai logos dalam upaya melawan mitos-mitos dengan jalan ikhtiar sembari berdoa pada-Nya.

    ReplyDelete
  3. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mitos kadang bersifat tidak baik, kurang baik, atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Sebenar-benarnya logos adalah tidak berhenti. Jika seorang anak kecil mempelajari sesuatu berdasarkan mitos, distulah peran orang tua untuk tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu I balik yang ada dan yang mungkin ada. Maka sebenar-benarnya logos aalah tidak berhenti.

    ReplyDelete
  4. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Mitos seperti misteri karena merupakan hal-hal yang belum kita ketahui kebenarannya bahkan keberadaannya.Mitos ini sebaiknya dipecahkan dan diungkap kebenarannya. Ketidaktahuan kita terhadap suatu hal adalah mitos bagi diri kita sendiri, itulah yang harus kita pecahkan agar mitos tersebut berubah menjadi pengetahuan baru bagi kita sehingga ilmu yang kita milki sekarang ini dapat bertambah. Melalui menguak mitos tersebut kita akan menjadi belajar lebih banyak lagi, membaca, mencari tahu, maka kemudian sedikit demi sedikit kita akan mulai mengerti dan memahami apa yang belum kita ketahui sama sekali sebelumnya. Maka tidaklah benar jika kita berhenti belajar saat kita justru merasa tidak tahu apa-apa, belajar merupakan ikhtiar kita sebagai manusia agar memilki kemampuan dan menambah ilmu yang kita miliki. Oleh karena itu, kita sebaiknya jangan menyerah dalam belajar, karena jika kita berhenti belajar kita tidak akan tau apa apa.

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima Kasih atas pencerahan melalui tulisan di atas Prof.
    Mitos biasanya berkeaan dengan kehidupan manusia. Keyakinan akan mitos kerap kali mengalahkan denga hasil ilmiah. Budaya jawa yang yang kental dengan adanya mitos yang ada di masyarakat kadang seseorang ingin melakukan hal yang bertentangn dengan mitos padahal hal tersebut tidak bertentangan secara ilmiah. Sejalan dengan perkembangan zaman, banyak orang yang kadang pula memremehkan mitos padahal adanya mitos juga ada sebab musababnya jadi mitos juga tidak boleh dikesampingkan juga tidak boleh diremehkan semua harus berjalan adil dan beriringan. terima kasih.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami teringat dengan novel karya J.R.R. Tolkien, di sana tertulis “sesuatu yang seharusnya diingat telah terlupakan, sejarah telah menjadi legenda, legenda telah menjadi mitos”. Dengan membaca elegi ini kami memahami bahwa mitos adalah sesuatu (cerita, pernyataan, konsep, dll) yang ada tapi belum diketahui ada apa dibaliknya, jika kita bisa mengetahui rahasia di balik mitos tersebut maka mitos tersebut berubah menjadi suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  7. Junianto
    PM C
    17706251065

    Saya sepakat dengan kalimat terakhir pada elegi ini bahwa manusia selalu berhadapan dengan mitos karena kemampuan manusia memang sangat terbatas. Manusia yang mengaku dirinya mempunyai banyak kelebihan sesungguhnya dia sedang berada dalam kekurangan, karena semakin pandai justru orang tersebut akan merasa bodoh karena masih banyak hal yang harus dipelajari. Manusia mau gak mau harus menggapai logos, karena kodratnya manusia itu harus selalu berikhtiar.

    ReplyDelete
  8. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Melakukan sesuatu hanya karena disuruh atau mengikuti orang tanpa didasari ilmu yang cukup adalah mitos. Menuruti mitos adalah sifat wajar manusia karena bagaimanapun manusia memiliki keterbatasan, termasuk keternbatasan ilmu, namun hal itu salah jika kita berhenti di titik itu saja dan tidak berusaha menggali ilmu lebih dalam lagi.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Manusia tidak lepas dari yang namanya mitos. Hal yang dilakukan dalam menjalani hidup agar tidak menjadi mitos adalah selalu berusaha memahami setiap hal yang terjadi, berusaha memikirkannya dengan mengharap ridho Allah SWT.
    Hidup terus berjalan, begitu juga mencari dan memahami pengetahuan juga harus terus menerus dilakukan.

    ReplyDelete
  10. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Kehidupan kita memang tidak bisa dilepaskan dari mitos-mitos yang menggelayuti. Akan tetapi kita tidak boleh untuk menutup dari dari mitos tersebut. ketika kita bisa mengambil banyak pelajaran dari mitos tersebut kita akan menjadi manusia yang beruntung dan manusia yang mampu senantiasa memperbaiki diri. Oleh karena itu janganlah takut kepada mitos-mitos yang menggelayuti pikiran kita.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmunya. Bertemu dengan “mitos” lagi. Pernah saya bingung prof, apabila saya belajar sesuatu dari seseorang apakah berarti saya akan termakan mitos-mitos si pemberi ilmu tersebut. Akan tetapi, saya lega setelah membaca postingan ini, karena disebutkan bahwa,

    “Dalam bagian akhir perkuliahan saya, justru saya selalu mengatakan bahwa separo dari ilmu kita adalah Mitos. Jika aku definisikan Mitos sebagai Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada.”

    Tapi kita tidak boleh berhenti di situ bukan? Kita tetap harus menjalani hidup sebagai manusia yang senantiasa berusaha menggapai logos. Terimakasih, sangat setuju dengan ini:

    “Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar. Amin”

    ReplyDelete
  12. Indsh Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    masyaallah.. sungguh benar barang siapa yang mencari maka dia akan mendapatkan. saya tidak pernah tau makna dari sebuah kata "mitos" bisa begitu dalam. Sebelum ini yang saya tau mitos adalah segala sesuatu yang belum terbukti kebenarannya. dan saya paling anti dengan yang namanya mitos karena selalu berbau sesuatu yang tidak masuk akal.
    namun setelah membaca ini saya jadi paham bahwa saya pun pernah melakukan mitos. iya waktu kecil saya mengikuti apapun yang disuruh oleh orang tua tanpa berpikir untuk apa dan mengapa. ternyata apapun yang kita lakukan dan ilmu kita dapat menjadi mitos apabila kita bisa berusaha namun enggan berusaha. Jika saya tiba-tiba berhenti untuk berusaha mecari tau sesuatu maka saya hanyalah mitos. saya tidak mau diri saya hanyalah sekedar mitos. dan ternyata mitos erat kaitanya dengan akal atau logos.
    Terimakasih pak.. dari membaca tulisan satu ke tulisan lainnya di blog bapak saya semakin memahami manusia itu harus apa, usaha itu harus bagaimana, dan saya jadi lebih tau kaitan kaitan ilmu yang saya pikir tidak berkaitan.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Mitos diartikan sebagai tidak memahami makna di balik yang ada dan yang mungkin ada. Dalam proses belajar, sebaiknya kita menjauhi mitos. Mitos akan membuat kita belajar dengan hanya menghafal tanpa memahami makna apa yang dipelajari. Belajar yang hanya menghafal akan melatih ingatan saja tetapi tidak melatih bagaimana jika ilmu itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hasilnya belajar bukan sebagai kebutuhan hanya sebagai kegiatan biasa saja. Oleh karena itu, kita harus membiasakan anak-anak agar belajar memahami bukan hanya menghafal suatu ilmu.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Kita sebagai manusia diciptakan sempurna di dalam ketidaksempurnaan. Manusia memiliki berbagai keterbatasan. Terkait dengan hal itu, setiap orang terancam untuk terjebak mitos. Meskipun mitos identik dengan keburukan atau sifat sifat setan, pada saat-saat tertentu mitos dapat memberikan manfaat yang besar. Salah satu Mitos ialah keadaan di saat kita melakukan sesuatu tetapi kita tidak memahaminya. Tentu di dalam kehidupan, kita sering mengalaminya. Namun, pada saatnya, ketika seseorang berikhtiar untuk melakukannya dengan pemahaman, maka mitos akan berubah menjadi logos. Demikian pula dalam kegiatan belajar. Maka sebaik-baiknya manusia ialah yang terus menerus berikhtiar.

    ReplyDelete
  15. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Setiap manusia memiliki peluang untuk terperangkap dalam mitos, baik mitos positif atau mitos negatif. Keterbatasan manusia untuk menyaring mitos menjadi tantangan sendiri bagi kita. Namun, ada hal yang memiliki peluang besar untuk melawan mitos, yaitu berpikir. Dengan terus berpikir, maka satu-persatu mitos akan rontok walaupun tidak bisa bersih semua. Karena, manusia tetap memerlukan mitos positif, yaitu mitos yang diperuntukan bagi anak kecil, karena tahap inteligensinya belum matang untuk berpikir secara kompleks.

    ReplyDelete
  16. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak Prof karena telah memberikan gambaran mengenai mitos ,saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa separuh ilmu adalah mitos.Setiap orang mengalami mitos.Pada saat saat kecil misalnya.Untuk menumbuh kembangkan pengetahuan seseorang saat kecil mitos memiliki peran penting.Contohnya,melakukan suatu hal tanpa memahami terlebih dahulu.Ini merupakn salah satu manfaafnya mitos.Jadi tidak selamanya mitos itu buruk.Yang berbahaya itu adalah kita sendiri.Karena kita memiliki potensi menciptakan mitos.Bahkan diri kita bisa menjadi mitos.Hal itu bisa terjadi,apabila kita berhenti dan tdak berikhtiar secara kontinyu dalam memahami sesuatu.

    ReplyDelete
  17. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi pemberontakan para mitos saya memahami bahwa dalam kehidupan ini manusia tidak terlepas dari mitos. Mitos itu sendiri merupakan ketidakmampuan manusia dalam memahami makna dari yang ada dan yang mugkin ada. Karena keterbatasannya dalam memahami makna itulah yang menyebabkan manusia selalu terancam terjebak ke dalam mitos. Namun bukan berarti semua jenis mitos itu membawa keburukan bagi manusia, terkadang mitos juga akan memberi manfaat bagi manusia. Untuk itu, senantiasalah berikhtiar dan berusaha memahami makna dari suatu hal agar tidak terjebak ke dalam mitos dan mitos akan berubah menjadi logos.

    ReplyDelete
  18. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Selama mengikuti perkuliah filsafat ilmu bersama Prof Marsigiti, selalu dijelaskan bahwa mitos adalah kondisi dimana kita tidak berfikir atau berhenti mencari tahu. Mitos pun dapat diartikan sebagai kejelasan, karena kejelasn mebuat kita berhenti berfikir dan mencari tahu. Mitos adalah hal yang paling dibenci dalam berfilsafat karena filsafat identik dengan selalu berfikir dan mencari tahu.

    ReplyDelete
  19. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih banyak prof. Marsigit atas artikel di atas. Sekuat-kuatnya kita melawan mitos, kita tidak dapat mengalahkannya. Sekencang-kencang nya kita berlari menjauh darinya, kita pun tidak dapat menghindarinya. Teringat tentang pengetahuan intuisi pada anak kecil, itulah mitos. Karena apapun yang disuruh oleh ibunya, pasti ia menuruti dan mengerjakannya tanpa ia berpikir dan memahami ilmunya. Tidak adanya pikiran tentang apa yang dia kerjakan, apa manfaatnya, mengapa harus melakukannya, itulah bentuk penguasaan mitos. Seperti perkataan mitos, contoh nyata yang juga sangat terlihat tentang dirinya adalah ketika mitos disandingkan dengan legenda dan dongeng atau cerita rakyat. Cerita-cerita tradisional tersebut tidak dianggap benar atau bahkan keramat oleh perspektif sebagian besar manusia jaman sekarang. Namun, saya sangat setuju pula bahwa seburuk-buruk mitos, masih terdapat manfaat yang kita peroleh. Segala ilmu yang kita serap, sebagian besar berasal dari mitos yang punya. Bahkan separuh dari ilmu yang kita pelajari termasuk mitos, karena adanya keterbatasan kemampuan berpikir manusia. Meskipun demikian, manusia harus berusaha untuk menggapai logos untuk meminimalisir penguasaan mitos dalam pikiran. Wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Setelah membaca ulasan di atas, saya semakin yakin bahwa dalam hidup berjalanlah dengan sesuai kodrat yang telah diberikan oleh Tuhan. Sebagai manusia yang setengah hidupnya dibaluti oleh mitos, saya hanya memiliki kekuatan yaitu berdoa dan terus berdoa pada Tuhan agar tidak terbelenggu dalam mitos itu sendiri. Layaknya anak kecil yang belajar secara naluriah terlebih dahulu namun setelah ia dewasa kemampuan untuk berpikir juga dapat dipergunakan. Saya berusaha menggunakan kemampuan yang telah Tuhan berikan agar kodrat yang ada menjadi rahmat dalam hidup saya. Terima kasih Prof atas ulasan ini.

    ReplyDelete
  22. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..

    Judul yang menarik, bapak. Saat mitos memberontak bahwa seburuk-buruknya mitos, mitos beranggapan bahwa mitos masih mempunyai (banyak) fungsi. Memang, ternyata mitos mempunyai fungsi. Saya menangkap bahwa untuk dapat mengerti, kita (biasanya) melalui proses mitos dalam hidup terlebih dahulu, seperti contoh yang bapak katakan diatas, mengenai anak kecil yang belajar dengan mitos menunjukkan bahwa mitos dapat pula dipakai dalam proses kita belajar. Walaupun demikian, kita tidak boleh terjebak dalam mitos. Betapa rugi. Sebenar-benarnya manusia yang diberikan akal pikiran oleh Tuhan, kita tidak boleh berhenti untuk berikhtiar. Apa gunanya anugerah akal dan hati jika tidak diolah?

    ReplyDelete
  23. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Jika anak kecil termakan mitos dengan percaya saja dengan ibunya, apakah saya juga sedang termakan mitos dengan percaya saja dengan yang dikatakna oleh seorang guru? Dan benar tanpa mitos, bagi saya sulit untuk menggapai logos. Perlu adanya mitos untuk menentukan mana yang baik dan buruknya suatu hal sebelum dimakan. Menelaah dan mengkritisi itu wajib adanya, dan jangan menjadi sebuah wadah yang hanya ikhlas menampung isi tanpa mengetahui jenis isi apakah itu. Manusia hanya bsia berusaha dan berusaha dengan diirngi do’a. Semoga Allah memberikan penerangan kepada kita untuk mencapai logos diri.

    ReplyDelete
  24. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dari elegi ini kita melihat bahwa mitos tidak selamanya bermakna buruk. Atau, jikapun mitos adalah buruk, maka ia masih memiliki manfaat. Karena separuh dari ilmu kita adalah mitos. Masa-masa kita kecil pun kita menggunakan mitos. Sebelum akhirnya kita semakin dewasa dan mulai mengenal dan menggunakan logos dalam beraktivitas

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Inilah kehidupan, tidak seimbang jika hanya ada mitos saja, dan tidak seimbang pula jika hanya ada logos saja. Mitos selalu ada kapan pun dan dimana pun, di ruang dan waktu yang mana pun, serta disetiap yang ada dan yang mungkin ada. Tidak hanya ada pada anak-anak saja, orang dewasa, tua, muda, laki-laki, perempuan, semuanya bisa terkena mitos jika dia berhenti menggapai logos, jika dia tidak berikhtiar dengan logos yang dia punya, jika dia tidak bersyukur atas logos yang dia gapai. Karena sesungguhnya logos adalah kepunyaan Allah SWT, maka jikalau tidak bersyukur, niscaya syaitan akan mudah untuk menggoyahkan logos kita.

    ReplyDelete
  26. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya merasakan bahwa elegi-elegi yang ada di sini pun dapat menjadi mitos jika kita membacanya dan berhenti. Buku, tulisan, kisah, bisa menjadi mitos pula jika kemudian berhenti. Semuanya tergantung manusia sebagai subjek. Mitos dapat berguna juga untuk menggapai logos. Ketika mitos dipertanyakan, maka terjadi proses menggapai logos.

    ReplyDelete
  27. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Mitos adalah pandangan tentang suatu peristiwa/kejadian yang dianggap benar namun sebenarnya tidak ada pembuktian bahwa hal tersebut benar. Dalam mempelajari sesuatu kita sering kali hanya mempercayainya lebih dulu namun kita belum sepenuhnya paham, padahal akan lebih baik jika kita memahami sesuatu bukan hanya sekedar tahu. Maka jangan sampai mitos tersebut membuat kita berhenti/stagnan tidak mau berikhtiar untuk meraih logos.

    ReplyDelete
  28. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Segala sesuatu yang kita hadapi, yang kita dapatkan memang seharusnya haruslah kita ketahui terlebih dahulu apa manfaatnya, tujuannya apa. Dengan memikirkan hal tersebut kita dapat memahami apa yang kita dapatkan dan apa yang kita kerjakan, sehingga tidak terjebak dalam mitos. Kita memanglah manusia yang tidak sempurna, yang mempunyai keterbatasan untuk memahami segala sesuatunya sehingga kita tidak terlepaskan dari mitos, tetapi kita harus tetap menggapai logos karena kita harus selalu berikhtiar, salah satunya berikhtiar untuk terhindar dari mitos-mitos yang ada.

    ReplyDelete
  29. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ketika memberikan komentar pada elegi elegi lain, mitos seringkali disebut-sebut dan dibanding-bandingkan dengan logos. Tak heran kali ini mitos menjadi panas ketika sedang sedih lalu logos datang menghampiri. Namun perasaan sedih mitos sangat beralasan. Siapa yang masih berpegang teguh pada mitos, dianggap ketinggalan zaman. Dalam ilmu filsafat, mitos adalah penghalang bagi pikiran seseorang untuk menggapai logos. Namun pada elegi sebelumnya dikatakan mitos juga merupakan sebuah logos, dan sebaliknya. Maka memaknai mitos dan logos juga jangan sampai salah sehingga kita terjebak dalam mitos. Lho, seburuk itukah mitos? Tidak akan pernah ada logos jika tidak ada mitos. Maka keduanya diperlukan untuk menjaga batas-batas ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika saya memaknai mitos dan logos, mitos adalah sesuatu yang memang kebanyakan orang tidak tahu namun bisa mempercayainya. Sedangkal=n logos adalah sesuatu yang orang itu paham betul kenapa hal itu terjadi. Maka dari itu, antara mitos dan logos terkadang memang berbenturan satu sama lain. tapi hal tersebutpu tidak apa-apa. Karena pada dasarnya sesuatu memang harusnya dipahami karena mitosnya dan tidak bisa menggunakan logos. Begitu juga sbelaiknya terkadang sesuatu hanya bia menggunakan logos kita dan memang susah dipercaya jika hanya menggunakan mitos.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berati kita hidup di dunia diantara mitos dan logos. Tanpa berikhtiar terhadap sesuatu dan hanya mengikuti orang lain maka kita telah menjadi mitos, namun jika kita terus brikhtiar maka sejatinya kita sedang menggapai logos. Dikarenakan keterbatasan manusia, sehingga sehebat-hebatnya seseorang yang sedang menggapai logos, pasti juga terkena mitos. Mitos sekarang menjadi komoditas baru di dunia perfilman, novel, dll. Hal-hal supranatural seperti film pengabdi setan misalnya, banyak digemari masyarakat.

    ReplyDelete
  32. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Tanpa disadari mitos selalu membayang-bayangi hidup kita. Orang selalu berfikiran kalau mitos berhubungan dengan hal-hal negatif. Namun, mitos juga memiliki banyak manfaat. Salah satu contohnya adalah untuk menolak ajak-ajakan yang negatif. Pada zaman sekarang dunia hiburan di Indonesia lebih sering menggunakan mitos untuk diangkat menjadi sebuah karya. Seperti, membuat film horor. Saat ini masyarakat Indonesia juga menggemari film-film bergenre horor. Pada dasarnya manusia hidup pada satu garis yaitu mitos dan logos. Dikatakan mitos apabila kita berada pada keadaan berhenti, jika kita tidak berhenti maka itu logos. Padahal didalam kita menggapai logos terkadang kita juga menjadi mitos.

    ReplyDelete
  33. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Istilah mitos yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Mitos merupakan suatu cerita tentang hal-hal yang tidak masuk akal dan kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Oleh karena itu, mempercayai mitos bukalah sesuatu hal yang dibenarkan. Dalam filsafat mitos merupakan hal yang perlu dihindari, salah satu bentuk mitos dalam filsafat yaitu kejelasan, merasa jelas dalam belajar filsafat adalah hal yang berbahaya sebab bila seseorang merasa jelas terhadap sesuatu berarti ia berhenti berfikir, sedangkan berhenti berfikir dalam berfilsafat juga merupakan mitos. Untuk itu, berdasarkan pesan yang bapak sampaikan dalam perkuliahan yang saya ingat yaitu agar mencari tahu dan mempelajari segala yang ada dan yang mungkin ada sehingga kita tidak terjebak maupun tersesat dalam mitos.

    ReplyDelete
  34. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari artikel ini, saya menjadi paham bahwa ketika kita melakukan sesuatu tanpa didasari dengan ilmu pengetahuan maka itulah mitos. Maka dari itu, sebelum melakukan segala sesuatu perlu dilandasi dahulu dengan ilmu. Sederhananya adalah berpikir dahulu sebelum bertindak. Berpikir dalam hal ini mengindikasikan bahwa kita harus berilmu dulu sebelum bertindak agar tindakan kita tidak salah dan sesuai dengan norma/ aturan. Berpikir juga merupakan salah satu ikhtiar untuk mengubah mitos menjadi logos.

    ReplyDelete
  35. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mitos yang dianggap merupakan hal yang kurang baik, buruk atau belum baik. Merupakan keadaan yang slalu hadir dalam kehidupan kita. Maka mitos itu adalah bagian dari kehidupan. Mengapa manusia tidak boleh termakan mitos, hal ini dikarenakan mitos berarti tidak melihat sesuatu yang ada dan mungkin ada disebaliknya hal tersebut. Oleh karenanya janganlah terlalu sering termakan mitos.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  36. Setelah saya membaca elegi Pak Prof ini saya mengerti makna dibalik mitos dan logos. Ketika kita masih bayi, kita belajar dengan pandangan mitos. Kita melaksanakan apa perintah ibu kita tanpa memahaminya terlebih dahulu. Namun, dari waktu ke waktu kita melakukan sesuatu dengan memahaminya terlebih dahulu, maka itu artinya kita telah mengubah mitos menjadi logos. Hakekat mitos adalah berhenti berikhtiar. Sementara sebenar-benar logos adalah tidak pernah berhenti. Sampai kapanpun kita pasti akan selalu bertemu dengan mitos, tetapi seiring dengan itu kita juga harus selalu menggunakan logos kita, sesulit apapun rintangan kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Karena di situ adaa kemauan di situ pula ada jalan keluar, jalan keluar adalah ihtiar kita terhadap segala sesuatu yang ingin kita capai.


    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete