Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Mitos





Elegi ini  saya buat sebagai Anti-Tesis dari Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos
 

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Mitos, kelihatannya engkau sedih?

Mitos:
Bagawat sudah tahu?

Bagawat:
Ya, saya tahu paling tidak dari gejala fisikmu. Lalu kenapa engkau sedih?

Mitos:
Bukankah Bagawat lebih tahu dari saya perihal keadaanku itu?

Bagawat:
Ada syarat perlu dan cukupnya agar segala sesuatu itu berjalan secara alami dan kodrati.

Mitos:
Aku sedih karena Bagawat bersifat determinist kepadaku. Jikalau Bagawat sendiri bersifat determinist, bukankah Bagawat sendiri terancam Mitos.

Bagawat:
Lho, kapan, dimana, dan tentang apa aku bersifat determinist kepadamu?

Mitos:
Apakah Bagawat lupa telah mengatakan bahwa Mitos adalah Syaitan?

Bagawat:
Oooo ..jangan salah paham..maksud saya…


Mitos:
Maksud saya bagaimana? Sudah jelas kan duduk persoalannya?

Bagawat:
Maksud saya begini? …..

Mitos:
Begini bagaimana. Ntar saya ingin tunjukkan pembelaan saya…..

Bagawat:
Wah kelihatannya marah betul ni sang Mitos. Silahkan apa pembelaanmu? Walau aku nanti juga akan memberikan klarifikasi.


Mitos:
Pembelaanku aku ambilkan dari sebuah Comment dari Sdri Raden Roro Yayuk Srirahayu sebagai berikut:
Raden Roro Yayuk SrirahayuDecember 31, 2012 at 11:49 PM, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mitologi (http://en.wikipedia.org/wiki/Mythology) merujuk istilah untuk mempelajari mitos atau kumpulan mitos. Dalam folkloristics, mitos adalah narasi sakral, biasanya menjelaskan
b
agaimana dunia atau manusia datang untuk menjadi bentuk yang sekarang, dalam arti yang sangat luas dapat merujuk ke cerita tradisional . Bruce Lincoln mendefinisikan mitos sebagai "ideologi dalam bentuk narasi". Karakter utama dalam mitos biasanya dewa, pahlawan supranatural dan manusia. Sebagai cerita suci, mitos sering didukung oleh penguasa dan imam, dan berhubungan erat dengan agama atau spiritualitas. Terkait erat dengan mitos yaitu legenda dan cerita rakyat. Cerita rakyat diatur dalam setiap waktu dan setiap tempat, dan tidak dianggap benar atau keramat oleh masyarakat mereka. Seperti mitos, legenda adalah cerita yang secara tradisional dianggap benar, tetapi diatur dalam waktu yang lebih baru. Legenda umumnya fitur manusia sebagai karakter utama mereka, sementara mitos umumnya berfokus pada karakter manusia super. Perbedaan antara mitos, legenda, cerita rakyat dimaksudkan hanya sebagai alat yang berguna untuk mengelompokkan cerita tradisional. Dalam banyak budaya, sulit untuk menarik garis tajam antara mitos dan legenda. Alih-alih membagi cerita tradisional mereka dalam mitos, legenda, cerita rakyat dan, beberapa budaya membagi mereka ke dalam dua kategori, yang cerita rakyat, dan gabungan mitos dan legenda. Beberapa pemikir percaya bahwa mitos dihasilkan dari personifikasi dan kekuatan benda mati. Menurut para pemikir, orang dahulu menyembah fenomena alam seperti api dan udara, secara bertahap datang untuk menggambarkan mereka sebagai dewa. Misalnya, menurut teori pemikiran mythopoeic, orang dahulu cenderung untuk melihat hal-hal sebagai pribadi, bukan sebagai sekedar benda, mereka menggambarkan peristiwa alam sebagai tindakan dewa pribadi, sehingga menimbulkan mitos Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos terkait dengan ritual. Dalam bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan suatu ritual. Mircea Eliade mengatakan bahwa salah satu fungsi utama mitos adalah untuk membangun model untuk perilaku dan memberikan pengalaman religius. Dengan mengatakan atau menghidupkan kembali mitos, anggota masyarakat tradisional melepaskan diri dari masa sekarang dan kembali ke zaman mitos, sehingga membawa mereka lebih dekat dengan ilahi. Joseph Campbell mendefinisikan mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun. Comparative mythology adalah perbandingan sistematis mitos dari budaya yang berbeda, dan berusaha untuk menemukan tema umum yang mendasari mitos-mitos beberapa budaya. Dalam beberapa kasus, mythologists komparatif menggunakan kesamaan antara mitologi yang berbeda untuk menyatakan bahwa mitologi memiliki sumber yang sama dan menjadi sumber inspirasi umum. Dalam masyarakat modern, mitos sering dianggap sebagai sejarah atau usang. Banyak sarjana di bidang studi budaya kini mulai meneliti gagasan bahwa mitos telah bekerja menjadi wacana modern. Format komunikasi modern memungkinkan untuk komunikasi tersebar luas di seluruh dunia, sehingga memungkinkan wacana mitologis dan pertukaran antara penonton yang lebih besar daripada sebelumnya. Berbagai elemen dari mitos sekarang dapat ditemukan di televisi , bioskop , dan video game . Oleh Raden Roro Yayuk Srirahayu, PPs PSn Kelas D/ 12708251070

Bagawat:
Iya..iya Mitos…saya telah mengerti bahwa seburuk-buruk dirimu sebenarnya enkau ingin mengatakan bahwa dirimu masih banyak manfaatnya. Begitukan?

Mitos:
Mbok yang agak sopan sedikit. Pakai memburuk-burukkan rupa segala.

Bagawat:
Baik jika engkau masih marah teruskan saja. Tetapi sesuai dengan janji saya bahwa saya juga minta waktu untu mengklarifikasi.

Mitos:
Silahkan.

Bagawat:
Dalam bagian akhir perkuliahan saya, justru saya selalu mengatakan bahwa separo dari ilmu kita adalah Mitos. Jika aku definisikan Mitos sebagai Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada.

Mitos:
Truss..apa relevansinya?

Bagawat:
Maka anak kecil atau bayi melakukan aktivitas bukan karena memahami terlebih dulu, melainkan sebaliknya. Maka dapat aku katakana bahwa Bayi atau anak kecil itu belajarnya menggunakan Mitos, percaya saja ucapan Ibunya kemudian dilaksanakan. Kalau kita tarik dimensi vertikalnya, maka banyak sekali pemikiranmu tidak dilandasi pemahamanmu. Namum jangan salah paham bahwa keyakinan beragama itu bukanlah Mitos. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.


Bagawat:
Jadi aku sangat mengerti bahwa dirimu merasa sebagai tertuduh. Ya saya mengakui betapa tidak mudah mendeskripsikan Mitos, karena sebenar-benar yang terjadi adalah Mitos situ berdimensi.
Itulah Kuasa yang Maha Kuasa. Ilmu manusia tidak seberapa. Kemampuan manusia sangat terbatas. Itulah bahayanya kita berfilsafat jika tidak komprehensif.

Mitos:
Lalu kenapa engkau katakana Mitos sebagai Syaitan.

Bagawat:
Begini….ini pula sulitnya dan bahayanya melakukan reduksi dalam filsafat. Sederhananya (reduksi) aku ingin mengatakan bahwa secara umum bahwa Mitos, itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Terutama, Mitos tidak baik jika kita hanya berhenti di situ. Dan..bukankah engkau mengerti bahwa segala macam ketidak baikkan itu kan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sedangkan segala kebaikan itu berelasi dengan unsurnya Malaikat.

Mitos:
Bagaimana halnya dengan seorang anak kecil yang memang mempelajari segala sesuatu berdasarkan Mitos.

Bagawat:
Itulah peran Logos, bahwa sebenar-benarnya Logos adalah tidak berhenti. Orang tua mestinya tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu di balik yang ada dan yang mungkin ada. Itu pulalah hakekat Mitos, jika kita berhenti berikhtiar. Maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah kamu sendiri yaitu sebuah Mitos.

Mitos:
Cukup-cukup…Jika engkau sudah memanggil-manggil Logos, jadi panas badanku. Sudah cukup sekian saja terima kasih.


Bagawat:
Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar. Amin.

30 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Mitos dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhenti, sesuatu yang kita berhenti mencari tahu, berhenti memikirkannya, dan hanya menerimanya begitu saja. Tetapi kita tidak boleh mengutuk mitos karena mitos sebenarnya juga dibutuhkan. Ssemua anak kecil belajar dari mitos sampai usia 3 tahun. Sebelum berusia 3 tahun anak hanya menerima ketika diberitahu. Barulah setelah usia 3 tahun anak kecil mulai bertanya kenapa, kenapa. Maka sebagai orang dewasa, ketika anak kecil bertanya kenapa ini, kenapa itu, kita harus berupaya menjawabnya dengan sebaik mungkin agar anak terbebas dari mitosnya dan menggapai logosnya. Jangan justru kita mengungkung anak dalam mitosnya dengan memberikan jawaban pokoknya begini, pokoknya begitu, atau malah justru memarahinya ketika bertanya.

    ReplyDelete
  2. Manusia membutuhkan pendidikan, sehingga sebenar-benar pendidikan adalah dilakukan sepanjang hayat manusia, mulai saat manusia dilahirkan hingga pada saat manusia meninggal. Manusia diberikan akal oleh Tuhan untuk berikhtiar memahami segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Namun, adakalanya manusia akan berhenti untuk berusaha memahami segala sesuatu, sehingga yang kita pelajari berubah menjadi mitos. Manusia harus terus berusaha untuk memahami segala sesuatu baik yang ada maupun yang mungkin ada, sehingga mencapai logos.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kita tidak pernah lepas dari mitos dan logos. Kodrat manusia sebagai makluk yang harus senantiasa berikhtiar membuat manusia tidak akan pernah berhenti mengejar logos. Namun perjalanan manusia menuju logos tidaklah mudah dikarenakan kemampuan manusia yang terbatas. Segala sesuatu dimulai dengan mitos. Bagaimana akhirnya apakah tetap menjadi mitos atau berubah menjadi logos adalah tergantung pada seberapa besar ikhtiar seseorang. Maka untuk menggapai kebaikan, kita harus senantiasa belajar dan belajar aga mitos berubah menjadi logos.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jaman senantiasa berkembang, segalal sesuatu berubah-ubah setiap waktu. Sebagai manusia tentu minimal kita harus mampu mengikuti perubahan tersebut, atau pada level yang lebih tinggi kitalah yang mampu membuat perubahan tersebut. Karena sebenar-benar hidup adalah selalu berubah dan berkembang untuk menggapai logos. Logos hanya dapat kita capai ketika kita terus belajar dan menempa diri dengan berbagai bentuk pengalaman. Ketika kita hanya terjebak menikmati apa yang kita miliki dan merasa sudah cukup, maka disitulah sebenarnya kita telah termakan mitos. Kita terjebak dalam jebakan hidup berupa zona nyaman. Maka dari itu, sebaik-baiknya hidup adalah ketika kita terus berubah menuju arah kebaikan.

    ReplyDelete
  5. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Hidup selalu dipenuhi dengan mitos dan logos. Mitos dapat berupa kepercayaan yang belum jelas asal-usulnya. Sebisa mungkin kita harus mengubah kepercayaan terhadap mitos tersebut melalui pembuktian dengan logos atau ilmu. Sebagai makhluk dengan kemampuan yang terbatas, mitos akan selalu hadir sebagai bentuk ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Kita dapat melawan para logos dengan iman dan terus berusaha untuk menggapai logos (dengan belajar belajar dan terus belajar).

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Mitos dalam filsafat memiliki arti yang berbeda dengan arti secara sebenarnya (dalam agama). Mitos yang harus dihindari adalah tidak adanya perubahan yang dilakukan dalam hidup ini. Mitos juga berarti tidak melakukan apa-apa. Misalkan manusia ingin pandai, akan tetapi ia tidak melakukan apapun untuk menjadikan dirinya pandai. Hal tersebut merupakan mitos.

    ReplyDelete
  7. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam beberapa kali perkuliahan kami sering mempertanyakan tentnag mitos dan Prof. Marsigit selalu mengatakan berhati-hati dengan kata mitos, setelah membaca artikel di atas saya sedikit mengerti mengapa kita harus berhati-hati dengan kata ini. Sama seperti yang lain, mitos merupakan obyek filsafat, maka dapat dikaji secara intensif dan ekstensif, oleh karenanya mitos memiliki banyak sifat, dalam keseharian kita menggunakan kata mitos dengan reduksi sehingga hanya menunjuk salah satu sifatnya saja dan menjadikan mitos itu sendiri bersifat tertutup terhadap sifat yang kita tunjuk. Padahal mitos bisa memiliki sifat lain yang bermanfaat asalnya sesuai dengan ruang dan waktunya. Hal ini mejadi pembelajaran agar kita tidak bersifat parsial dalam memperlajari sesuatu.

    ReplyDelete
  8. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Psotingan ini semakin memberikan pengeahuan bahwasanya di dalam suatu hal, apapun itu, terdapat anti-tesisnya, kontradiksinya.Mitos yang dipandang sebagai lawan dari logos, mempunyai kontradiksinya sendiri. Sebagai contoh, bagaimana anak kecil atau bayi tahu pada awalnya bahwa makanan dmasukkan melalui mulut, kenapa tidak melalui hidung ? tidak melalui telinga ? belajar sesuai apa yang dilihat tanpa pemahaman sudah merupakan mitos, tetapi selalu kita menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  9. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Orang jaman dahulu sering termakan mitos, legenda-legenda terjadinya sesuatu, cerita rakyat, yang mereka terima saja tanpa mempunyai pemahaman terhadap cerita itu. Tetapi mereka meyakini pengetahuan itu secara turun temurun. Memang kita sebagai mahasiswa harus banyak membaca, ikhlas, karena mitos selalu berada di kehidupan kita, dan tugas kita berikhtiar untuk selalu mennggapai logos.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mitos yang biasa dianggap sebagai syaitan ternyata memiliki manfaat. Anak kecil belajar dengan menggunakan mitos karena mereka hanya sekedar melakukan apa yang diketahuinya dari sang Ibu namun tanpa memahami maknanya. Saat itulah mitos memberikan manfaat karena sang anak tidak berhenti belajar. Saat anak menjadi lebih dewasa anak akan berusaha untuk menemukan makna dari segala sesuatu yang dia lakukan. Namun ketika seseorang mampu berikhtiar tetapi berhenti berikhtiar maka mitos akan menghampirinya. Janganlah kita berhenti dalam mendefinisikan mitos sebagai sesuatu yang buruk karena itu berarti kita telah terjebak dalam miitos itu sendiri.

    ReplyDelete
  11. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Mitos adalah apa yang kita tidak ketahui padahal sebeneranya kita mampu untuk mengetahuinya. Bai orang dewasa yang mampu berpikir dan menentukan sikap secara mandiri, mitos itu bagaikan syaitan karena menggoda kita untuk merasa nyaman pada tingakatan/ kemampuan/ level tertentu saja dan tidak mau meningkat lagi. Sedangkan bagi ana kecil, mitos itu bermanfaat karena ia belum memiliki cukup pengetahuan dan pengalaman untuk bisa mengarahkan diri sendiri sehingga cukup dengan mitos atau arahan dari orangtuanya. Bahkan sesungguhnya apa yang kita pelajari itu setengahnya juga mitos, karena kita tida benar-benar mengetahui ilmu yang kita pelajari, melainkan ilmu itu hanya milik Allah SWT. Kita hanya berusaha mempelajari sebagian kecilnya saja. Selain itu saat lelah atau malam hari, kita juga melakukan mitos atau menghentikan kegiatan berpikir kita dengan cara tidur.

    ReplyDelete
  12. Latifah Fitriasari
    PM C

    Mitos adalah tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos memiliki asal kata dari bahasa Yunani yang artinya sesuatu yang diungkapkan. Mitos merupakan suatu yang yang belum jelas asal usulnya atau definisi mitos sebagai tidak memahami makna di balik yang ada dan yang mungkin ada. Kalau kita katakan bahwa filsafat lahir karena logos telah mengatakan mitos, berarti sekali lagi harus kita tekankan bahwa kata filsafat di sini meliputi filsafat maupun ilmu pengetahuan, sebagaimana keduanya sekarang dibedakan dalam terminologi modern.

    ReplyDelete
  13. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kehidupan manusia itu selalu berkaitan dengan mitos dan logos. Manusia selalu menggapai logos, karena manusia itu diharuskan melakukan ikhtiar yang kontinue agar dapat mencapai tujuan kehidupan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mitos selalu menjadi awalan dan akhiran dari pencapaian manusia. Hal itu karena manusia bukanlah mahluk yang sempurna, namun manusia memiliki banyak keterbatasan. Oleh karena itu, ikhtiar dan berdoa adalah hal dapat kita lakukan agar tidak selalu terjebak dalam mitos. Terimaksih

    ReplyDelete
  14. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Bagawat menjelaskan pada elegi ini bahwa sebenar-benarnya mitos merupakan keadaan berhenti, berhenti untuk memahami makna yang ada dibaliknya karena hanya sebatas mengetahui. Maka seorang anak kecil adalah mitos karena mereka hanya sekedar melakukan apa yang diketahuinya dari sang Ibu namun tanpa memahami maknanya. Akan tetapi ketika kita mampu untuk tidak berhenti, artinya mampu mengubah ketidakpahaman tersebut menjadi sebuah pemahaman maka kita telah berhasil keluar dari mitos.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebelumnya, mitos banyak dikatakan dan dikaitkan dengan sesuatu yang tidak baik dan belum baik. Mitos adalah berhenti atau mandeg tak berkembang. Namun sebenarnya itu hanyalah proses reduksi saja dalam filsafat. Namun, tak memungkiri melalui mitos pula didapat beberapa manfaat yang bisa diambil. Misalnya seperti yang dikatakan Mircea Eliade mengatakan bahwa salah satu fungsi utama mitos adalah untuk membangun model untuk perilaku dan memberikan pengalaman religius. Dengan mengatakan atau menghidupkan kembali mitos, anggota masyarakat tradisional melepaskan diri dari masa sekarang dan kembali ke zaman mitos, sehingga membawa mereka lebih dekat dengan ilahi. Sehingga dari sini bagaimana sudut pandang kita dalam memandang sesuatu dengan positif thiking adalah yang terbaik dan mengubah yang tidak baik itu agar tetap menjadi baik.

    ReplyDelete
  16. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ilmu pengetahuan memiliki jalan yang berliku agar dapat disebut ilmu pengetahuan, yakni salah satunya adanya keraguan mengenai konsep tertentu atau tatanan tertentu. Mitos merupakan sesuatu yang dekat dengan kita, berawal dari mitos-mitos yang beredar di masyarakat,keraguan akan mitos tersebut muncul dan mendorong seseorang untuk mencari tahu kebenarannya, sehingga berawal dari mitos yang kemudian masuk proses terjemah menerjemahkan menghasilkan logos yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  17. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menukil pendapat RR. Yayuk Sri Rahayu yang menyatakan bahwa "Fungsi Pedagogical mitos mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun", sebaik-baik manusia ialah yang dapat mengambil hikmah dari semua yang terjadi. Mitos sering kali erupa dongeng-dongeng atau kata-kata kuno yang jika dicermati dari mitos-mitos tersebut kita bisa mengambil logos yang dapat kita terapkan dalam kehidupan keseharian kita. Ambil contoh ada mitos yang mengatakan bahwa perempuan yang suka duduk di pintu akan menjadi perawan tua. Dari mitos tersebut kita belajar etika bahwa seseorang tidak dibenarkan untuk duduk di pintu, karena menghalangi orang yang akan lewat. Adapun hal-hal yang salah dari sebuah mitos ialah menganggapnya sebai logos namun sebenarnya tiada berdasar. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Mitos telah berkembang berdasarkan ruang dan waktunya. Dahulu mitos digunakan unutk memunculkan karakter manusia super sebagai alat edukasi manusia jaman dahulu. Sedangkan pada saat sekarang mitos telah berubah kedalam wacana modern yang mengusung format komunikasi. Sehingga mitos tersebut dapat tersebar secara cepat baik didunia maya maupun media nyata.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam filsafat mitos sering dikaitkan dengan syaitan maupun sesuatu yang buruk. Mitos adalah melakukan sesuatu yang tidak paham, tidak mengerti, tidak mengetahui dan tidak sadar tentang apa yang sebenarnya sedang dilakukan. Mitos merupakan sebuah hasil dari ketidakmampuan atau ketidak seriusan kita dalam mempelajari sesuatu yang benar. Untuk dapat merubah mitos menjadi logos maka hendaknya kita tidak berhenti dalam berikhtiar, berusaha, berpikir, dan tentunya berdoa.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Mitos kadang bersifat tidak baik, kurang baik, atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Sebenar-benarnya logos adalah tidak berhenti. Jika seorang anak kecil mempelajari sesuatu berdasarkan mitos, di situlah peran orang tua untuk tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu I balik yang ada dan yang mungkin ada. Maka sebenar-benarnya logos adalah tidak berhenti.

    ReplyDelete
  21. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berbicara mengenai mitos merupakan hal yang menarik, dalam hal berfilsafat ini haruslah selalu bersandarkan pada spiritual. Kita boleh saja mempercayai suatu mitos, namun mitos-mitos yang berhubungan dengan kesyirikan terhadap Allah SWT sebaiknya di tiadakan. Sebaliknya mitos-mitos yang berhubungan dengan agama yang mampu menguatkan iman haruslah diyakini sepenuhnya. Misalnya saja kejadian isra miraj nabi besar Muhammad SAW, sangatlah tidak masuk di akal, sehingga para filosofis barat menganggapnya sebagai sebuah mitos. Namun bagi umat islam harus lah tetap mempercayainya, karena hal tersebut telah tertuang dalam firman Allah.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita dalam bersikap sebaiknya tidak bersikap sebagai mitos karena dalam bersikap kita harus tau dasar atau landasan kenapa kita bersikap seperti itu. Jadi dalam hal ini kita tidak melakukan taklid buta karena kita mempunyai landasan teori dalam bersikap. Misalnya saja dalam menjalankan perintah agama, kita sebaiknya tahu landasan hukum dalam beribadah, karena jika tidak ada landasannya maka terancam menjadi bid’ah.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang telah diberikan akal dan pikiran untuk mencari ilmu guna membangun kehidupannya. Akan tetapi manusia dapat terjebak dalam mitos yaitu ketika ia berhenti berpikir, berhenti menggunakan akal dan pikirannya. Padahal manusia adalah makhluk yang terbatas, setiap saat ada saja yang secara sadar/tidak sadar ia tidak diketahui, maka seharusnya belajar pun tiada putusnya, sampai akhir hayat, tidak cukup hanya sampai pada di sekolah atau perguruan tinggi saja. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar. Jadi, jika kita melakukan sesuatu tanpa dasar ilmu yang jelas, maka kita sedang melakukan sebuah mitos. Tidak semua mitos itu jelek, ada beberapa yang bermanfaat. Akan tetapi, kebanyakan dari mitos itu bernilai negatif dan jelek, sehingga dapat dikatakan bahwa mitos itu syaitan

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    seperti yang disebutkan di atas, kadang mitos itu juga perlu, seperti seorang bayi yang sedang belajar dari orang tuanya. namun kita sebagai orang dewasa harus selalu berikhtiar dan terus berusaha untuk mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. kita harus menjauhi mitos jika mitos itu tidak baik bagi diri kita.

    ReplyDelete
  26. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seperti yang telah kita tahu, mitos dapat diartikan sebagai hal yang tidak baik atau kurang baik atau belum baik. Dapat dikatakan bahwa separuh dari ilmu itu berasal dari mitos. Mitos tersebut akan menjadi sebuah pengetahuan (logos) apabila kita mampu untuk berikhtiar. Mitos sama halnya kita melakukan sesuatu yang tidak kita pahami, tidak mengerti, dan tidak mengetahui tentang apa yang sebenarnya dilakukan. Sedangkan logos dapat diartikan sadar dalam proses memperoleh pengetahuan. Sadar apa yang kita lakukan dan sadar untuk apa kita melakukan hal tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Menambahkan komentar saya sebelumnya, mitos menjadi ada dalam diri seseorang jika dirinya tidak berikhtiar untuk memahaminya. Setiap orang pasti memiliki mitos, sekecil apapun itu. Karena keterbatasan kemampuan manusia yang tak kuasa untuk meniadakan mitos dalam diri. Namun demikian, harus ada ikhtiar untuk menjadikan mitos tersebut sebagai acuan untuk memenuhi segala hal dalam hidup baik dalam material, spiritual bahkan maupun masa depannya sehingga mencapai tujuan hidup bahagia dunia dan akhirat.
    Wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dari yang saya baca diatas, saya dapat memahami bahwa mitos merupakan suatu keadaan berhenti, berhenti menggali sesuatu, berhenti mempelajari sesuatu. padahal manusia telah diberikan akal yang tak terbatas, dan sebagai manusia kita diwajibkan untuk berikhtiar, tidak hanya berdiam diri menerima keadaan yang terjadi.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa mitos merupakan hal-hal yang dipercaya tapi belum terbukti kebenarannya. Sedangkan logos merupakan pembuktian dari hal-hal yang dipercaya. Seorang terkadang belajar dari mitos-mitos yang dipercayainya, perlahan-lahan rasa ingin tahunya mendorong untuk membuktikan mitos-mitos yang ada. Sehingga pada akhirnya ia mendapatkan logos yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

    ReplyDelete
  30. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Kepada siapa mitos memberontak? Tenu kepada yang tak sepemahaman dengannya, mungkin lebih keras kepada logos. Mengapa mitos memberontak? Inginmempertahankan eksistensinya yag semakin hari semakin tersingkirkan oleh para logos. Akankah pemberontakan mitos akan berhasil? bisa iya dan bisa tidak. Tergantung bagaimana efektifnya pemberontakan para logos.

    ReplyDelete