Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Dasar Gunung Es




Oleh: Marsigit

Pelaut:
Dengan perahuku ini, aku sedang mengarungi laut. Anehnya, laut serasa tidak bertepi. Aku juga tidak melihat cakrawala. Aku tidak melihat pulau-pulau. Aku juga tidak melihat perahu lainnya. Tetapi di sana-sini aku melihat banyak puncak gunung es. Semakin aku cermati, semakin tampak banyak gunung-gunung es itu di laut. Aku penasaran. Maka aku ambil kaca pembesar. Subhanallah, ternyata di luar kesadaranku. Aku telah dikepung oleh gunung-gunung es tersebut, yang banyaknya tidak dapat aku hitung. Apa maknanya ini semua?

Orang tua berambut putih datang:
Maknanya adalah, kenalilah mereka satu persatu.

Pelaut:
Bagaimana aku bisa mengenalinya? Sedangkan aku hanya mengetahui puncaknya saja.

Orang tua berambut putih:
Tetap kenalilah mereka satu persatu puncaknya terlebih dulu, sebelum engkau mengenal yang lainnya. Untuk itu coba engkau sebutkan dari yang paling dekat dulu.

Pelaut:
Baiklah. Itu ada komunikasi. Itu ada malas. Itu ada bodoh. Itu ada rajin. Itu ada sukses. Itu ada kejam. Itu ada cantik. Itu ada tampan. Itu ada kaya. Itu ada miskin. Itu ada dosen. Itu ada guru. Itu ada mahasiswa. Itu ada siswa. itu ada lurah. Itu ada carik. Itu ada ilmu. Itu ada metode. Itu ada kualitatif. Itu ada hasil. Itu ada definisi. Itu ada matematika. Itu ada filsafat. Itu ada pendidikan. Itu ada kuliah. Itu ada makanan. Itu ada toko. Itu ada sosial. Itu ada budaya. Itu ada ontologi. Itu ada epistemologi. Itu ada tanggung jawab. Itu ada baik. Itu ada buruk. Itu ada benar. Itu ada salah. Itu ada hakekat. Itu ada spiritual. Itu ada materi. Itu ada hidup. Itu ada mati. Itu ada potensi. Itu ada fakta. Itu ada wadah. Itu ada isi. Itu ada harmoni. Itu ada doa. Itu ada iklhas. Itu ada kosong. Itu ada keputusan. Itu ada berpikir. Itu ada ruang. Itu ada waktu. Itu ada intuisi. Itu ada transenden. Itu ada rasional. Itu ada pengalaman. Wah...masih banyak lagi. Apakah aku masih perlu menyebutkannya? Apakah yang baru saja aku sebut semuanya itu adalah puncak-puncak gunung es?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar ilmumu, yaitu kemampuan untuk menyebutkannya. Dan betul itulah sebenar-benar puncak gunung es.

Pelaut:
Kemudian, apakah sebetulnya yang disebut puncak gunung es?

Orang tua berambut putih:
Setiap kata-katamu itulah sebenar-benar puncak gunung es.

Pelaut:
Kalau setiap kata-kataku adalah puncak gunung es, maka dimanakah ngarai-ngarai?. Dimanakah lembah-lembahnya? Dimanakah sungai-sungainya? Dimanakah tanaman-tanamannya? Dimanakah kampung-kampungnya? Dimanakah penghuninya? Dan, dimanakah magmanya?

Orang tua berambut putih:
Semua yang engkau tanyakan itu sebenar-benarnya adalah tersembunyi di bawah permukaan laut.

Pelaut:
Bagaimanakah aku bisa mengenali mereka semuanya.

Orang tua berambut putih:
Caranya adalah dengan menyelam ke bawah permukaan laut.

Pelaut:
Bagaimana aku bisa menyelam ke bawah permukaan laut?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Wahai orang tua berambut putih. Bukankah apa yang engkau sebutkan itu adalah puncak-puncak gunung. Karena itu semua adalah kata-katamu. Maka semua kata-katamu itulah sebenar-benar puncak gunung.

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa jika engkau dekati suatu gunung itu, maka tiadalah suatu gunung yang hanya mempunyai satu puncak. Di lembah gunung terdapatlah puncak-puncaknya yang lebih kecil, demikian seterusnya.

Pelaut:
Jika aku ingin mengetahui tentang komunikasi, maka bagaimanakah caranya?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Jika aku ingin mengetahui apa yang ada di bawah puncak gunung kosong, bagaimanakah caranya?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Kenapa engkau ulang-ulang saja jawabanmu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Bahwa sebenar-benar yang sedang engkau lakukan adalah sedang menggapai filsafat.

33 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Jika kita ingin mengetahui dasar gunung es maka kita harus menyelam ke dasarnya. Dan untuk menyelam maka kita harus menggunakan pikiran kritis kita melalui pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan. Kita juga harus mengenali setiap wadah dan isi, mengembangkan metode yang dinamis, dan melihatnya dari multi perspektif, serta langkah- langkah lainnya sehingga nantinya kita temukan hakekatnya. Untuk menggapai dasar gunung es, agar tidak tersesat kita harus menggunakan hati kita sebagai penunjuk arah.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Gunung es di sini merupakan ilmu. Untuk mempelajarinya, kenali ilmu tersebut dengan menemukan sumbernya, referensinya, menemukan contohnya, deskripsinya.
    "Ketahuilah bahwa jika engkau dekati suatu gunung itu, maka tiadalah suatu gunung yang hanya mempunyai satu puncak. Di lembah gunung terdapatlah puncak-puncaknya yang lebih kecil, demikian seterusnya."
    Ketika mencari ilmu, kita mendapat banyak hal. Namun kita juga menjadi tahu ilmu kita masih terbatas, bahwa banyak hal yang belum kita ketahui, karena ilmu itu sangatlah luas.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengajak kita untuk tidak pernah lelah belajar karena pengetahuan bak laut yang tak bertepi. Semakin digali akan semakin terlihat dalamnya dan semakin terasa kurangnya diri kita. Maka tiadalah cara yang paling tepat untuk menjawab semua keraguanmu selain terus memacu dirimu untuk menemukan jawaban dengan cara memperdalam ilmu karena sebenar-benar dirimu adalah ilmumu.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pada dasarnya, segala sesuatu yang sering kita lakukan dan kita jumpai dalam kehidupan kita hanyalah kebiasaan, yang dapat diibaratkan sebagai puncak-puncak gunung es. banyaknya puncak gunung es tak terhitung, tingginya pun berbeda-beda. begitu juga kebiasaan dn pengetahuan kita, sebarapa dalamkah kita memahami kehidupan. Dasar laut adalah filsafat, makna yang sebenarnya. inti dari segalanya. hanya orang-orang yang mampu berfilsafat dan mampu menyadari segala kekurangan atas dirinyalah yang bisa menyelam untuk mencapai dasar laut yang tak terbatas. Beruntunglah bagi mereka yang selalu berusaha untuk bisa encapai dasar laut dengan disertai usaha untuk bisa mencapainya.

    ReplyDelete
  5. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi ini, ilmu diibaratkan dengan gunung es. Semakin menyelam ke dasarnya maka semakin dalam ilmu yang ada, dan semakin sedikit yang kita ketahui. Begitupun dengan filsafat memiliki fungsi intensif dan ekstensif. Filsafat menggali ilmu pengetahuan sedalam-dalamnya (intensif) dan seluas-luasnya (ekstensif). Dengan berpikir kritis, menggali setiap bahan bacaan dan mencari referensi sebagai dasar, wawasan seseorang akan lebih bertambah.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Diibaratkan gunung es, ilmu tidak hanya yang terlihat di permukaan atau hanya yang tampak. Seperti gunung es, untuk benar-benar memahami atau mendalami suatu ilmu, kita harus berjuang dan lebih berusaha, tidak hanya sekedar melihat puncaknya gunung es. Saat kita lebih mendalami suatu ilmu maka kita akan lebih mengerti dan mengetahui lebih lanjut dari makna yang tersimpan pada ilmu tersebut bukan hanya dari sekedar beberapa kalimat namun dari berbagai sumber dan dapat kita tarik kesimpulannya. Ibarat tanpa usaha dan kesungguhan maka kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana dan seperti apa dasar gunung es yang sebenarnya lebih besar dan lebih luas dari puncaknya yang terlihat.

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Perumpamaan yang unik, pelaut diumpamakan selayaknya manusia yang tengah mengarungi lautan (kehidupan) mencari suatu muara atau tepian pantai, namun dalam perjalanannya ia menemukan bahwa ia dikelilingi gunus es yang baru dapat ia lihat puncaknya saja, puncak gunung es tersebut ialah sifat-sifat yang dimiliki manusia, sedangkan kehidupan dibalik gunung es tersebut dapat diselami dengan belajar. Kita harus belajar memahami diri kita tersebih dahulu untuk mengetahui sperti apa gunung es yang tengah kita daki serta rintangan apa yang akan kita hadapi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kata yang sangat berkesan dalam elegi ini ialah kita seharusnya menggunakan hati kita sebagai kompas. Benar bahwa segala sesuatu akan kita nilai berdasarkan nilai-nilai yang kita hayati, sedangkan nilai-nilai yang kita hayati tempatnya berada di dalam hati kita. seorang guru pernah berkata bahwa selagi kita dapat mengambil hikmah dan dapat mengambil pelajaran atas semua yang terjadi di muka bumi ini, maka tidak belajar kitab-kitab pun tidak masalah selagi kita masih berada dalam akidah yang benar dan menjalani kewajiban kita selayaknya seorang hamba, maka itu sudah cukup, dan sebenar-benar penghayatan atas semua yang da di muka bumi ini ialah menggunakan hati kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Manusia memiliki pikiran yang harus digunakan sebaik-baiknya. Dari elegi ini kami mendapat pelajaran bahwa pikiran kritis sangat diperlukan terutama dalam menggapai ilmu. Jika diibaratkan gunung es, ilmu semakin ke bawah akan semakin luas cakupannya. Apabila kita memandang ilmu hanya dari puncaknya saja tanpa mau menyelami atau menggapai dasarnya, maka kita belum menggunakan pikiran kita untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya. Pikiran yang kritis dapat membantu kita dalam menggapai ilmu karena kita akan terus berusaha untuk mencari tahu dan terus belajar.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pertanyaan dari elegi ini, apakah pengetahuan yang selama ini saya dapat hanya puncak gunugn es ? tiadalah dasar, lembah, dan tanamannya? Dari nasihat yang diberikan saya melakukan analisis dan sintesis, untuk kemudian saya tunjuk hipotesis bahwa yang saya ketahui selama ini ada banyak puncak, tetapi hanya sedikit dari puncak-pincak tersebut yang saya ketahui dasarnya.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini juga saya mendapatkan faedah, manfaat bahwa ilmu itu luas dan dalam. Pengethauan itu luas dan dalam, pengetahuan yang kita dapat hanya sebagaian, karena di waktu lain kita tidak menjadi saksi bagi pengetahuan lain. Untuk itu saya harus banyak membaca dan menjadi saksi bagi setiap kejadian, agar dapat mengetahui dasar dari puncak-puncak yang telah saya ketahui.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di dunia ini terdapat banyak ilmu yang dapat kita pelajari. Untuk menggapai ilmu tersebut kita harus menemukan tesis, antitesis, melakukan hipotesis, menemukan kontradiksi, deskripsi, penjelasan, membaca referensi, dan sebagainya. Namun yang harus selalu diingat dalam upaya mencari ilmu adalah untuk selalu menempatkan hati dan agama kita sebagai kompas sehingga kita tidak tersesat. Semakin banyak kita mempelajari ilmu-ilmu maka kita akan semakin sadar bahwa di luar sana masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Sesungguhnya hanya Allah yang maha mengetahui segala sesuatu

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Salah satu hal yang bisa diibaratkan sebagai puncak gunung es seperti pada elegi di atas ialah siswa. Lebih spesifik lagi ialah siswa yang bermasalah. Sesungguhnya siswa yang bermasala itu hanyalah puncak gunung es, artinya hanya apa yang dapat kita katakan kepada seorang siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Cara kita agar dapat memahami lembah dari gunung es tersebut ialah dengan melakukan penelitian.

    Dimulai dengan menduga atau membut hipotesis permasalahan tersebut, mencari sumber referensi dari teori para ahli atau penemuan yang telah ada, memilih dan melakukan treatmen yang dirasa mampu mengatasi permasalahan siswa tersebut. Serta melakukan pengecekan ulang melaui data yang diperoleh serta mengambil keismpulan dari kegiatan yang telah dilakukan. Dengan demikian maka kita dapat mengetahui apa penyebab dan solusi dari siswa yang bermasalah tersebut.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam menggapai ilmu kita memang sudah seharusnya mengenali dan berusaha menggali selangkah demi selangkah. Kita gunakan semua source dan resource dalam upaya memperdalam dan semakin memperdalam ilmu itu. Maka dari itu ilmu sangatlah luas dan dalam maknanya. Jangankan meraihnya, membayangkannya saja kita tidak akan bisa ilmu sebagai gunung es, maka jika kita belum banyak melakukan usaha dalam menggapai ilmu janganlah sombong dan angkuh. Pemikiran yang terbuka, aktif, kreatif dan kritis dalam memaknai dan mempelajarinya. Tidak hanya sekedar ujungnya saja tetapi sampai ke akar-akarnya.

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi menggapai gunung es ini, saya memeproleh ilmu bahwa kita harus menggunakan segala upaya unutk mengetahui cara berkomunikasi. Tidak hanya menggunakan akal namun juga pikiran yang kritis. Penggunaan pertanyaan dan pengetahuna sebagai modal komunikasi, tak lupa untuk selalu mengenal wadah dan isinya. Melakukan kroscek dan mencari referensinya. Dan tak lupa menetapkan hati kita sebagai penunjuk arah.

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya ibaratkan pelaut yang sedang mengarungi lautan luas dan mencari pantai atau pulau-pulau adalah suatu kehidupan manusia. Sang pelaut baru menyadari bahwa dirinya telah terkepung dengan gunung-gunung es. Hal ini saya analogikan ketika kita hidup di dunia maka akan banyak sekali keadaan disekitar kita. Ada keadaan yang baik, terdapat pula keadaan yang tidak baik. Banyak yang hanya melihat dari satu sudut pandangan akan suatu keadaan itu tanpa mengetahui dasarnya. Contohnya, kita terkadang dihadapkan pada suatu keadaan menghadapi orang yang sombong. Nampak dari luar kita melihat kesombongan orang tersebut, namun kita tak tau apa yang menyebabkan kan dia berlaku seperti ini dan mengapa pula dia berlaku seperti ini. Ini lah yang sering tidak kita lakukan, kita hanya melihat puncak gunung nya tanpa menyadari bahwa puncak itu tersusun dari ngarai di bawahnya.

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Puncak Gunung Es dibaratkan sebagai kata-kata atau semua pengetahuan yang sudah kita ketahui, sedangkan permukaan laut diibaratkan sebagai ilmu yang begitu luas, ada yang sudah kita ketahui dan ada pula yang belum diketahui. Manusia adalah yang tidak sempurna maka pasti ada saja yang belum diketahuinya. Dan untuk itu kita perlu untuk selalu belajar/berpikir/bertanya/mencari ilmu untuk memperoleh pengetahuan itu namun tidak boleh lupa untuk disertai dengan ibadah karena semua diri kita dan pengetahuan sesungguhnya adalah milik Tuhan YME.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Gunung es dapat dijadikan simbil atas perumpaan matematika formal dan matematika sekolah. Seperti yang kita ketahui matematika formal identik dengan deduksi, abstrak, teorema, aksioma,dll. Sementara matematika sekolah merupakan induksi dan konkret. Puncak gunung es menggambarkan formalnya matematika karena yang terlintas dibenak seseorang ketika pertama kali mendengar matematika adalah angka dan rumus. Padahal jauh di dasar gunung es terdapat berbagai macam aktivitas dalam kehidupan sehari-hari untuk pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  20. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Gunung itu diibaratkan sebagai pengetahuan yang ada di dalam diri kita. Bagian gunung yang tampak hingga puncaknya merupakan apa yang telah kita ketahui, sedangkan bagian permukaan bawah gunung ibarat apa yang belum kita ketahui, atau pertanyaan yang belum ada jawabannya. Jadi dapat disimpulkan, semakin tinggi gunung semakin banyak pula yang kita ketahui. Tetapi setinggi-tingginya gunung ia tetap diam, itu ibaratnya semakin bayak pengetahuan semakin rendah hatinya (tidak sombong).

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Hakikat gunung es sebagai ilmu, gunung es yang tampak dari atas permukaan tentu tidak sebanyak yang di bawah permukaan. Kita mengetahui suatu ilmu, maka akan ada ilmu yang belum kita pelajari. Meskipun ilmu itu tak ada habisnya, terus mempelajari ilmu untuk kebermanfaatan ilmu adalah hal yang bijak. Terus berusaha menggapai dasar dari gunung es.

    ReplyDelete
  22. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Seusai dengan judul dari tulisan ini, menggapai dasar gunung es. Gunung es sendiri berada di lautan, maka dasar gunung es sendiri berada di bawah laut. Puncak gunung es sendiri merupakan sebuah hal yang tinggi (formal/abstrak), sedangkan yang dasar dari gunung es merupakan hal-hal yang mendasar dan menjadi dasar agar gunung es tidak longsor(rubuh). Maka jika ingin mengetahui dasar gunung es, maka harus menyelaminya. Dalam menyelam dibutuhkan skill yang kuat. Jika diibaratkan, dalam menggapai dasar dari sebuah pemikiran, maka harus diselami ke dasarnya terlebih dahulu, agar tak goyah jika sudah menggapai puncak dari gunung es tersebut.

    ReplyDelete
  23. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Ilmu diibaratkan sebagai puncak gunung es. Kita mengetahui banyak ilmu dan pengetahuan di sekitar kita. Untuk benar-benar mengetahui tentang ilmu tersebut maka kita harus menggunakan daya pikir kita yang kritis dan pengetahuan yang telah kita miliki. Memilih metode yang tepat dalam mempelajari ilmu-ilmu yang berbeda. Dengan hal tersebut maka kita akan mengetahui seluk-beluk dari gunung es tersebut hingga dasar lembah dan puncak-puncak yang lebih kecil yang ada dibawahnya

    ReplyDelete
  24. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Jika puncak gunung es diibaratkan ilmu, maka yang terlihat hanya puncaknya saja sedangkan lembah, ngarai, bukit, dan bagian lain untuk dilihat harus menyelami terlebih dahulu. Dapat diartikan bahwa untuk benar-benar memahami suatu ilmu kita harus menyelam terlebih dahulu agar dapat melihat kesemua bagiannya. Bagaimana cara menyelam (memahami ilmu) adalah dengan menggunakan akal, pikiran kritis, pertanyaan, pengetahuan, dan menggunakan hati sebagai kompas agar tidak tersesat dalam belantara gunung es.

    ReplyDelete
  25. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Akal sehat, akal kritis, pengetahuan, maupun pertanyaan, merupakan hal-hal yang perlu kita bawa terus. Semuanya memiliki aspek penting untuk meninggatkan pengetahuan dan pemahaman kita mengenai ilmu. Seperti pertanyaan, tidak akan ada ilm tanpa ada pertanyaan karena ilmu adalah awal dari semua ilmu. Akal sehat juga penting karena tanpa akal yang sehat, kita tidak dapat menggunakan pikiran kita dengan baik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  26. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Untuk mendapatkan ilmu, memang tidak dapat instan harus langkah demi langkah dan melalui proses yang panjang. Banyak yang perlu kita lakukan untuk memperdalam ilmu tersebut. Dengan demikian ilmu memiliki makna yang sangat luas dan dalam. Sesuai dengan elegi ini, Ilmu sebagai gunung es, artinya jika kita belum banyak melakukan usaha dalam menggapai ilmu janganlah sombong dan angkuh. Pemikiran yang terbuka, aktif, kreatif dan kritis dalam memaknai dan mempelajarinya secara mendalam.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mengapai ilmu bagaikan menggapai dasar gunung es, seseorang yang merasa puas dengan ilmu, merasa sudah paham dan merasa memiliki ilmu yang banyak, diibaratkan hanya seperti seseorang yang hanya baru melihat gunung es dari permukaannya saja. Namun, bagi seseorang yang berusaha menyelami atau mendalami ilmu, mereka akan merasakan bahwa sesungguhnya ilmu yang mereka peroleh bukanlah apa-apa dan belum seberapa, sebab menggapai ilmu bagaikan menggapai sebuah gunung es. Sehingga, itulah kenapa biasanya semakin berilmu seseorang semakin rendah hati dan tidak sombong, ibarat pepatah tentang ilmu padi yaitu “semakin berisi semakin merunduk”.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Dengan membaca elegi ini kita tahu bahwa disekitar kita banyak hal yang harus kita kenali, kita pelajari. Kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk mempelajari hal-hal disekitar kita. Atau dalam filsafat kita harus berusaha untuk mengadakan semua yang mungkin ada.
    Sungguh pelajaran terbesar yang dapat saya pelajari adalah bahwa saya harus masih banyak belajar.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Puncak gunung es tidak hanya satu, banyak hal yang melengkapi di sekitar gunung es. Artinya, ketika ingin mengenali sesuatu, kita tidak hanya mengenal dari satu titik saja, tetapi dari dasar dan juga mengenal hal-hal kecil di sekitarnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Fikiran yang jernih belum tentu memberikan makna bahwa hati yang dimiliki itu jernih. Namun sebaliknya, jika hati yang dimiliki itu bersih, maka akan memberikan dampak pada pikiran dan perbuatan yang bersih juga. Inilah keistimewaan dari hati, oleh karenanya usahakan hati selalu diberikan ruang dalam diri kita untuk mengontol fikiran yang memang sangat bahwaya jika tidak diimbangi dengan hati
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak sekali ilmu di dunia ini. Ketika kita merasa tertarik dengan suatu bidang ilmu, dengan mempelajarinya maka kita akan mengetahui bahwa suatu bidang ilmu tidaklah berdiri sendiri. Dalam suatu bidang ilmu, akan terdapat peran dari ilmu-ilmu yang lainnya juga dalam pondasi ilmu tersebut. Untuk mempelajari suatu ilmu, gunakanlah semua pengetahuan-pengetahuan dan semua potensi yang kita miliki untuk menggapainya. Dan gunakan selalu hati yang ikhlas sebagai petunjuk arah dari ilmu yang kita dapatkan. Karena setinggi-tingginya ilmu adalah ilmu yang memberikan manfaat dan bisa membawa kebaikan.

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. gunung es itu hanya terlihat bagian pucuk yang ada di atas permukaan air laut saja. Jika diperhatikan maka di bawah permukaan laut terdapat sebagia besar badan dari gunung es yang tak terlihat. Sama halnya dalam belajar. jangan mempelajari apa yang terlihat diluar saja, tapi pahami juga setiap makna dari yang terlihat. Misalnya mempelajari perkalian, jangan hanya menghafal tabel perkalian saja. Tapi pelajari juga apa makna perkalian, kenapa bisa didapat hasil yang seperti itu, apa aplikasi perkalian dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete