Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Sombong





Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.


Sombong:
Kontradiksi apa?


Cantraka:
Tidak biasanya ke Sombong an berlaku diam saja menghadapi begitu banyaknya Hujatan.

Sombong:
Hanya belum saja. Aku sedang memikirkan Strategi untuk melawan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih.


Cantraka:
Bagaimana Strateginya?

Sombong:
Perlu engkau ketahui, bahwa diriku itu berdimensi Ekstensif dan Intensif.

Cantraka:
Maksudnya?

Sombong:
Dimensi Intensif adalah Kadar ke Sombonan ku, mulai dari ke Sombong an Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Dimensi Ekstensif adalah bahwa aku mempunyai banyak anggota.

Cantraka:
Bisakah aku mengetahui siapa saja anggotamu itu?

Sombong:
Angotaku bisa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.  Kenapa engkau mengusik diriku. Anggota diriku yang mana yang engkau anggap Kontradiksi?

Cantraka:
Mungkin engkau perlu menyimak referensi berikut, yaitu sebuah Comment dari Sdr Dessy KristiantoJanuary 22, 2013 at 6:28 AM, sbb: Pada Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos sebelumnya dijelaskan bahwa mitos berarti sombong dan sombong berarti syaitan. Setelah saya pikir-pikir mitos juga tidak selamanya buruk seperti yang kita sangka sebelumnya. Apabila kita balikkan mitos tersebut kepada syaitan kembali maka mitos akan menjadi baik dan berguna. Kenapa demikian? Contohnya: Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedangt mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus. Maka sombong disini menjadi bermanfaat. Bukan syaitan malah justru meniolak syaitan. Bila kita artikan bahwa elegi ini untuk menerang kan bahwa mitos itu juga bermanfaat dan bisa jadi bukan syaitan itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Bila kita sombong didalam kelas dengan tidak mau menerima pengetahuan dari luar, maka sombong kita menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, amin!

Sombong:
Maaf saya belum begitu dapat melihat point yang mana yang engkau maksud?

Cantraka:
Itu yang saya cetak Tebal, perhatikanlah kalimatnya.

Sombong:
Wuoh…. Ternyata….ternyata aku bisa bermanfaat ta? Lho kalau begitu kenapa selama ini aku selalu menjadi yang tertuduh. Tidak adil. Ini betul-betul tidak adil. Mana Bagawat? Mana Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Saya di sini. Ada apa “Sombong”?

Sombong:
Aku tidak terima, selama ini aku dijadikan bulan-bulannan. Bagawat telah berlaku tidak adil dan parsial terhadap diriku. Bagawat juga telah bersikap determinist terhadap diriku.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho memangnya kenapa?

Sombong:
Pada setiap kesempatan Ruang dan Waktu, Bagawat selalu mendengung-dengungkan bahwa saya 100% jelek; bahwa Sombong adalah Syaitan, bahwa Sombong adalah Neraka..dst..dst. Bukankah engkau telah mendengar sendiri dan dapat membaca bahwa Sombongpun bisa bermanfaat. Sombongpun bisa dipelihara.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat, kemana saja engkau selama ini. Ada kisruh di sini yang disebabkan oleh ulahmu, malah engkau pergi tak karuan ke mana.

Bagawat:
Maaf Orang Tua Berambut Putih. Saya agak terlambat.

Orang Tua Berambut Putih:
Kenapa terlambat.

Bagawat:
Setelah terjadi Pemberontaan di mana-mana saya terpaksa tidak bisa tinggal diam. Saya telah melakukan Perjalanan panjang menjelajahi negeri-negeri Barat dan Timur dan juga Dunia Islam.


Orang Tua Berambut Putih:
Apa yang engkau dapatkan dari perjalananmu itu?

Bagawat:
Saya memperoleh referensi yang lumayan banyak perihal deskripsi tentang “Sombong” dan para anggotanya. Saking banyaknya referensi, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu.

Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bisa kalau hanya sekedar menyebutkan tempat atau lokasi atau aksesnya saja.

Bagawat:
Baiklah. Betul apa yang disampaikan oleh “Sombong” bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya:
Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.

Orang Tua Berambut Putih:
Lantas..di mana mereka berada?

Bagawat:
Mereka antara lain dapat di akses pada lokasi-lokasi sebagai berikut:

Confidence:

Defiant:

Arrogance:

Pride:

Orang Tua Berambut Putih:
Baiklah Bagawat, Sombong dan engkau Cantraka, semoga dengan adanya ontran-ontran ini kita mampu menggapai Logos.  Apa yang sedang terjadi pada lokasi-lokasi tersebut di atas adalah Pertengkaran Para Orang Berambut Putih. Maka bacalah sekali lagi Pertengkaran Para Orang Tua Berambut Putih. Hanya melalui pertengkaran-pertengkaran tersebutlah maka sebenar-benar engkau semua mampu menggapai Logosmu masing-masing. Amin

99 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sombong atau takabbur artinya perasaan tinggi diri oleh si pelaku terhadap satu atau lebih mengenai dirinya dalam aspek-aspek kehidupan. Di dalam hal ini kita perlu menyedari hakikat bahawa tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang mengatakan bahawa dia berhak untuk berlaku sombong. Ini kerana, kesombongan atau kebanggaan itu menunjukkan kebesaran atau kehebatan diri seseorang. Sedangkan kebesaran atau kehebatan adalah kriteria mutlak yang menjadi milik Allah s.w.t., dan tidak ada seorangpun yang boleh memilikinya.

    ReplyDelete
  2. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi Pemberontakan Para Sombong. Kata "sombong" memang identik dengan perbuatan negatif. Namun sesungguhnya semua itu tergantung bagaimana kita menerapkannya. Ya, sekali lagi ini tergantung ruang dan waktu. Pada saat yang tepat, "sombong" menjadi hal yang positif pada kadarnya.
    Islam melarang manusia bersikap sombong, karena manusia hanyalah seorang makhluk dengan banyak tanpa. Sombong untuk menolak hal negatif, tentu hal tersebut berbada pembahasan dengann larangan dalam islam. Jadi gunakan "sombong" secara cerdas dan bijaksana sesuai kadar, dan sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, bahwa kesombongan tidak selalu menjadi sesuatu hal yang buruk. Sebuah kesombongan akan dapat mendatangkan kebaikan bagi kita jika kita mampu menempatkan kesombongan tersebut dengan baik. Kesombongan untuk memotivasi orang lain (dalam konteks yang perlu diperjelas) merupakan salah satu kebaikan dari sombong. Oleh karena itu, hendaknya kita harus mampu menempatkan diri kita, kita mampu mengatur sikap kita, mengolah hati dan pikiran, agar kita tidak salah dalam menentukan waktu kapan kita harus sombong dan kapan kita harus tawadlu’.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Baik atau buruk bergantung waktu dan tempat, sombong tidak selamanya buruk, terkadang juga bermanfaat untuk mengusir syaitan. Karena sesungguhnya di dunia ini, segala sesuatunya bersifat berubah-ubah. Tidak selalu hal yang buruk itu salah, begitu juga sebaliknya, tak selalu yang baik itu benar. Dalam agama pun diperboleh berbohong demi kebaikan. Juga berlaku sombong jika menghadapi syaitan guna menolaknya. Dan wikipedia Islam mengatakan arti sombong di kala mendapat nikmat atau sombong karena kaya. Orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Sombong yang seperti itu adalah sombong yang negatif, dan sebagai manusia hindarilah sombong yang negatif. Karena manusia diberi akal untuk berpikir, semoga kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam situasi tertentu.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kesombongan bisa diejawantahkan dengan menolak kebenaran. Pada asalnya penentangan adalah dilakukan pada kebaikan sehingga banyak diartikan sombong adalah keburukan itu sendiri. Namun disisi lain manakala dimaknai sombong adalah penentangan secara umum maka kesombongan dalam menentang keburukan menjadi kebaikan yang sejatinya.

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Allah SWT di dalam Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 37 menyebutkan, yang artinya “Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.” Sombong merupakan sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Kita dapat dikatakan sebagai orang yang sombong apabila memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, suka membangkang, takabur, dan bangga kepada diri sendiri secara berlebihan. Di dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya ”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).
    Diatas sombong masih ada sombong, tetapi sombong yang diperbolehkan yaitu SEDEKAH.

    ReplyDelete
  7. Mitos dan logos merupakan pengetahuan yang dapat dipelajari. Mitos hanya sebagai pengetahuan mungkin boleh dipelajari tetapi tidak perlu diamalkan. Kita dapat mempelajari hal-hal yang positifnya, mengambil sisi baik dari mitos. Mitos tidak semata berarti hal buruk. Asalkan kita bisa menempatkan diri berdasar ruang dan waktunya adakalanya mitos bermanfaat bagi kita. Sifat sombong janganlah dilakukan oleh manusia, tetapi manusia perlu mengetahui dan mempelajari apa sifat sombong tersebut. Kesombongan dapat menjerumuskan manusia dalam tempat yang buruk yaitu Jahannam. Hidarilah perilakuk sombong.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sombong dikenal dengan perilaku yang negatif. Namun jika dipandang dari segi filsafat, kita harus melihat terlebih dahulu definisi sombong dan melihat dari ruang dan waktu mana sombong itu didefinisikan. Sombong tidak berarti negatif. Sombong bisa berarti positif jika dilihat dari ruang dan waktu yang berbeda. Contohnya saat kita memiliki kemampuan untuk mengikuti perlombaan, tentu kita akan menunjukkan kemampuan yang terbaik itu dari apa yang kita punya. Di sinilah sombong bisa dilihat secara positif. Namun kita perlu berhati-hati karena jika ada niat untuk menyombongkan diri dan meresa bahwa dia adalah yang paling hebat, kita akan terjebak dalam kesombongan yang berarti negatif.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi pemberontakan para sombong menerangkan bahwa kesombongan seseorang itu dapat diukur dari penggunaannya dimana dan dalam situasi yang seperti apa digunakannya. Kesombongan terbentuk dari rasa percaya diri yang berlebihan, pembangkangan, takabur dan perasaan bangga terhadap diri sendiri. Seperti yang telah disebutkan jika sombong digunakan disemua tempat dan situasi yang gunanya hanya untuk menyombongkan apa yang ia punyai dan apa yang ia bisa serta seseorang yang selalu bangga terhadap apa yang ada dalam dirinya, maka ia akan selalu merasa puas dengan apa yang ia miliki tanpa ingin berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kembali kepada kita tentang larangan menanamkan salah satu peyakit hati, yaitu sombong. Dari Haritsah bin Wahb ra berkata: “Saya mendengar Nabi Muhammad saw bersabda, “Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ahli neraka? Yaitu setiap orang yang kejam, rakus, dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim). Na’udzubillah...jangan sampai terbesit perasaan tercela itu di dalam hati kita. Seperti yang telah diuraikan di dalam elegi di atas bahwasannya perbuatan sombong diantaranya rasa percaya diri (confident) yang berlebihan, pembangkangan (defiant), takabur (dalam islam), dan perasaan bangga diri (pride) yang berlebihan, dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua yang benih-benihnya sering muncul tanpa kita sadari. Sombong sering disebabkan karena faktor materi, kecerdasan, maupun kebaikan. Kita seringkali menganggap diri kita lebih berakhlak, lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Semakin tinggi tingkat kesombongan ini, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

    ReplyDelete
  12. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tak semua orang di lingkungan masyarakat sekitar kita mengetahui definisi sombong seperti yang kita pelajari di sekolah, terlebih lagi di kuliah. Contoh kecil; seorang perempuan berjilbab sedang berjalan melewati kompleks perumahan yang sedang dibangun yang disitu ada beberapa tukang bangunan sedang mengerjakan tugasnya: menata bata di bagian lantai 2. Pada saat perempuan lewat para tukang bangunan tampak sibuk, ada satu dua orang yang melihat sepintas perempuan tersebut. Setelh agak jauh si perempuan lewat, ada satu tukang bangunan yang teriak, "Hei cantik! Assalamu'alaikum!" ada pula yang bersiul, "Suit, suit!". Si perempuan yang sudah agak jauh namun masih dapat mendengar jadi salah tingkah, mempercepat langkahnya karena merasa terganggu. Melihat perempuan tersebut mempercepat langkahnya, si tukang yang bersiul tadi berteriak, "Wo, mbak e sombong ora njawab salam!".
    Sehingga sombong itu relatif bagi setiap orang. Setiap orang pasti pernah merasakan bahwa dirinya tidak sombong, tetapi orang lain menganggap ia sombong. Jika sudah seperti itu, tergantung bagaimana dirinya akan meminta maaf kepada orang tersebut atau memaafkan orang yang sudah salah paham tersebut, atau jika tidak mengenal orang tersebut meminta maaf kepada Allah, karena sudah bersikap/dianggap sombong di depan makhluk-Nya.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi FRIMADANI
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sombong adalah sifat tercela yang dibenci Allah dan penyakit hati yang sulit disembuhkan. Hati-hati dengan tipu daya syaitan dimana dia membungkus hal yang buruk menjadi terlihat baik. Tidak ada sombong yang baik karena sombong menjauhkan kita dari ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Memang, diantara sombong dan percaya diri itu beda tipis. Sehingga ketika kita berupaya untuk percaya diri ada saja bisikan untuk memunculkan kesombongan. Kemarin sempat menjadi viral dikalangan anak-anak sekolah sebuah lagu yang dinyanyikan entah oleh siapa, yang dalam lirik lagu nya terdapat potongan, “nggak apapa jelek, yang penting sombong”. Sudah jelek, sombong pula. Entah dimana letak bagusnya. Untungnya adik saya yang masih SMA tidak terpengaruh dengan jargon keburukan tersebut.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sombong merupakan sikap tercela yang janganlah kita lakukan. Karena pada dasarnya manusia adalah tempatnya kesalahan dan kekurangan. Yang berhak sombong hanyalah Allah karena Allahlah yang mempunyai segalanya. Dalam agama pun kita dilarang untuksombong. Sombong ada banyak anggotanya. Anggota sombong adalah Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi di atas saya merefleksi bahwa tidak selamanya sombong itu buruk. Sombong terkadang bermanfaat juga. Misalnya menyombongkan kebaikan yang mungkin saja mendorong orang lain untuk bertindak lebih baik dari diri sendiri. tapi menurut saya kesombongan yang bermanfaat perlu memiliki batasan agar sembong itu tidak terjerumus kepada kesombongan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  17. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sombong merupakan hal yang tercela. Sifat sombong dalam diri manusia dapat muncul dengan sendirinya atau ketidak sengajaan. Untuk itu sebagai manusia, bentenglah diri kita dengan kita slalau bertaqwa kepada Allah SWT dan slalu mawas diri. Bahwa kita sendiri belum tentu lebih baik dari orang lain. Tetapi dengan kita memahami ruang dan waktu, sikap sombong juga ada manfaatnya yaitu menolak tawaran orang lain untuk berbuat keburukan.

    ReplyDelete
  18. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sombong merupakan sikap tercela dan haruslah dihindari. Karena pada dasarnya manusia adalah tempatnya kesalahan dan kekurangan. Yang berhak sombong hanyalah Allah karena Allahlah yang mempunyai segalanya. Dalam agama pun kita dilarang untuk sombong. Sombong ada banyak anggotanya. Anggota sombong adalah Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  19. Sombong berarti membanggakan diri sendiri dan meremehkan orang lain. Manusia dapat membanggakan apa yang ada pada dirinya. Sombong akan rupa atau wajahnya, sombong akan kuat tubuhnya, sombong akan hartanya, sombong akan kedudukannya, sombong akan kehormatannya, sombong akan keturunannya, dan sombong juga bisa muncul karena ilmu yang dimilikinya, pendidikannya, atau malah bisa juga sombong karena ibadahnya. Untuk menghilangkan kesombongan maka manusia harus memperbanyak rasa syukur, sering membaca Alhamdulillah atas nikmat yang kita peroleh. Bahwa rupa yang baik, harta yang diperoleh, ilmu yang dikuasai, ibadah yang dilakukan semata-mata adalah rahmat dari Allah SWT. Jauhilah sifat sombong.

    ReplyDelete
  20. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kembali lagi pada niat, karena semua perbuatan yang dilakukan tergantung pada niat di hati. Dengan membaca elegi ini, saya mengetahui bahwa sifat sombong terkadang memang diperlukan pada situasi yang diperlukan. Namun perlu diingat juga bahwa kesombongan tersebut tidak melebihi batas dan tidak menjadikan manusia takabbur. Sombong yang perlu kita miliki ialah sombong yang menjadikan manusia percaya diri juga berani dalam melawan suatu keadaan yang mengajak kearah kejahatan/keburukan.

    ReplyDelete
  21. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Kesombongan dapat mencelakakan diri sendiri. Setelah membaca elegi diatas bahwa sombong bergantung pada ruang dan waktu. Jika kita diberi harta lebih terus kita sombong, maka itu perbuatan tercela. Tetapi jika kita bersikap sombong karena menolak ajakan berbuat maksiat maka itu termasuk perbuatan terpuji.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Sombong tak selamanya dipandang sebagai sifat buruk, tergantung sudut pandang kita untuk menilai. Sombong sebagai sifat yang buruk jika kita melakukan hal-hal negatif yang menjerumuskan atau merusak diri kita, sombong sebagai sifat yang baik jika kita melakukan hal-hal positif yang berguna dan bermanfaat bagi diri kita.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada saatnya kita kehilangan kepercayaan kepada keluarg, sahabat, atau teman baik. Tetapi jangan pernah kehilangan keyakinan pada-Nya. Tetaplah yakin kepada-Nya, berharap atas segala sesuatu pada-Nya. Karena sungguh tidak pada tempatnya jika seorang hamba berpuas diri atau menyombongkan diri. Semoga kita senantiasa terhindar dari sifat sombong yang menjadi senjata andalan syaitan dalam rangka mencari sebanyak-banyak teman di neraka.

    ReplyDelete
  24. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sombong itu bukan sifat manusia. Hanya Tuhan-lah yang pantas untuk bersifat sombong. Memang sifat sombong itu dapat menghacurkan akhlak manusia. Namun, dalam elegi ini, dijelaskan bahwa sombong ada sisi baiknya yaitu sombong untuk meninggalkan keburukan. Menurut saya, itu bukan dinamakan sombong, itu tekad. Jadi sombong itu tak ada baiknya, kecuali menyombongkan diri kepada orang yang sombong dengan maksud agar ia sadar.

    ReplyDelete
  25. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Perilaku sombong adalah salah satu penyakit hati, seperti halnya perilaku-perilaku iri, dengki, dan sebagainya. Menurut saya, bangga untuk diri kita sendiri tidak apa-apa, namun bukan untuk ditunjukkkan pada orang lain. Merasa bangga untuk diri sendiri misalnya merasa bangga ketika mendapat nilai tinggi Ujian Nasional atau merasa bangga ketika lulus sarjana. Kebanggaan lulus sarjana tentu akan memotivasi kita untuk mencari pekerjaan yang bergengsi atau memotivasi kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ketika hidup bermasyarakat, saat berinteraksi dengan orang lain, alangkah baiknya sembunyikan ‘sombong’, sembunyikan ‘kebanggaan-kebanggan’ itu. Menjadi rendah hati berarti melepas semua beban untuk menuju ketenangan hidup. Tetapi jangan sampai merasa ‘lebih’ atau ‘paling’ rendah hati diantara yang lain, karena sesungguhnya perilaku itu juga tergolong kesombongan.

    ReplyDelete
  26. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sombong merupakan sifat dari syeitan. Dahulu, ketika nabi Adam baru sudah diciptakan, Allah menyuruh syeitan untuk sujud kepada Adam, tetapi syeitan tidak mau karena menganggap dirinya lebih baik dari nabi Adam. Hal ini membuat Allah marah sehingga mengusir syeitan dari syurga. Syeitan pun berjanji untuk menyesatkan manusia agar bersama mereka masuk neraka, dan salah satunya dengan membisikan sifat sombong kepada manusia. Menolak untuk tidak ikut minum-minuman bukanlah sifat sombong, menolak untuk tidak ikut minum-minuman berarti menerima kebenaran, maka ini bukanlah sifat sombong, karena sifat sombong akan menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus menjauhi sifat sombong ini.

    ReplyDelete
  27. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terim Kasih atas tulisannya di atas prof, sangat menginspirasi untuk muhasabah diri.

    Pada dasarnya sombong memang perbuatan yang tidak baik. Telah disebutkan dalam kitab Riyadus Sahlihin pada bab 72 karya Imam Nawawi bahwa telah disajukan ayai qur'an yang melarang manusia untuk bersifat sombong (Al-Isra'= 37) dan beberapa hadit yang juga menyebutkan bahwa sombong adalah perbuatan tidak terpuji.cerita di atas tentang seseorang menolah untuk iku teman-temannya minum, menurut kami merupakan perbuatan mawasdiri akan perbuatan2 tercela yang bisa saja menjerumuskan manusia. terima kasih.

    ReplyDelete
  28. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini saya memahami bahwa kesombongan dari suatu subyek adalah keyakinan yang berlebihan terhadap predikat yang melekat pada dirinya. Kami (saya) merasa memiliki kecenderungan untuk bisa sombong. Dengan membaca dan merenungi elegi ini semoga bisa menjadi bahan refleksi kami untuk bisa terhidar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    PM C
    17706251065

    Kesombongan merupakan suatu keangkaramurkaan yang hampir setiap orang memiliki sifat ini. Namun, orang yang kuat mampu menekan rasa sombong ini karena mereka menyadari kalau sifat ini akan menghancurkan semua kebaikan. Maka dari itu, hindari sifat sombong dan selalu gapai logos-logosmu untuk mendekat kepada sang Pencipta. Kesombongan selalu bertentangan dengan segala hal positif. Hanya Sang Penciptan dengan ke-Maha Kuasaanya lah yang boleh sombong.

    ReplyDelete
  30. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sangat menarik menyimak percakapan dalam elegi ini. Sifat sombong, sebagaimana orang awam pahami, adalah sesuatu yang selalu berkonotasi negatif. Namun elegi ini memberikan cara pandang baru mengenai sombong, bahwa ternyata sifat sombong dapat menjadi sesuatu yang baik ketika diterapkan pada waktu dan tempat yang tepat, sebagaimana di atas dicontohkan bersikap sombong dengan menolak ajakan untuk berbuat maksiat adalah sebuah kebaikan. Dari elegi ini, salah satu hal penting yang dapat diambil adalah baik dan buruknya sesuatu sangat dipengaruhi oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Bukankah Sombong itu berbeda dengan kita menjaga prinsip? Bukankah Sombong juga berbeda dengan kita bersikap tegas terhadap godaan yang menimpa kita? Apakah kita bisa menyamakan ketiga itu? Kalau sombong itu relatif terhadap ruang dan waktu, Berarti kita bisa mengatakan ada sombong Negatif, Agak Negatif, Sombong Netral, Agak Positif, dan Sombong Positif? Mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
  32. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sombong adalah penyakit hati yang akan menular pada pikiran dan perbuatan. Karena kesombongan itu dapat membuat orang menjadi lupa siapa dirinya, dan siapa orang disekitarnya. Karena kesombongan tidak akan membawa kebahagiaan. Sombong akan menambah penyakit hati yang menjadi lebih besar. Lalu kenapa orang berlaku sombong, tidaklah dipikirkan bahwa sombong itu tidak ada habisnya, sombong menyebabkan dengki. Karena pasti ada oranglain yang lebih dari orang lain. Oleh karena itu, janganlah sombong, rendahkan diri karena yang Tinggi hanyalah Allah.

    ReplyDelete
  33. Anisa Safitri
    17701251038
    PPS PEP B 2017

    Kesombongan itu tidak terdeteksi kapan datangnya. Ia bisa sembunyi sembunyi tidak sadar, bahkan sampai bisa meledak ledak. Setiap orang berpotensi untuk sombong. Yang muda, remaja, dewasa sampai yang tua. Sifat setan ini harus selalu kita redam, karena sangat berbahaya. Ia bisa menghancurkan setiap pondasi kecerdasan, kesuksesan, keimanan kita. Maka hanya dengan terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT, semoga Allah hilangkan sifat kesombongan yang kadang muncul dari kita. Sombong adalh sikap yang membuat kita tidak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, karena sudam merasa bebrada diatas dalam keadaan tertentu sehingga menjadikan manusia tidak dapat mengembangkan potensinya.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kesombongan adalah si bahaya. Datang tiba-tiba dan bisa saja menghabisi semuanya. Habis sehabis-habisnya hingga tak bersisa pada sisa-sisanya. Sombong adalah perilaku syaitan. Maka dalam kutipan di atas bahwa sombong terkadang membawa manfaat saya rasa lebih tepat jika yang membawa manfaat adalah kesadaran kita. Menyambung pada kisah yang dicontohkan di atas, saya rasa yang membawa orang tersebut menolak ikut serta mabuk-mabukan, karena dia sadar bahwa perbuatan tersebut tidak benar. Menurut pendapat saya, malah tidak selamanya mitos itu buruk, karena saya setuju denga satu postingan di blog ini yang menyampaikan bahwa sebagian dari pengetahuan kita adalah mitos. Tapi, sekali lagi kita sedang berproses. Tidak ada jawaban yang benar-benar "benar". Terlalu mengangungkan opini pribadi adalah salah satu bentuk kesombongan juga. Benar-benar sombong ini, datang seenak hatinya.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pada dasarnya sifat sombong adalah sifat yang dimiliki oleh syaitan yang ingin ditularkan pada manusia. Syaitan ingin menyesatkan manusia yang sejatinya telah dipilih oleh Allaah sebagai makhlusk paling mulia. Namun nyatanya tidak ada yang bisa disombongkan dari manusia. Hanya Allah swt yang pantas merasa sombong.

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Kesombongan merupakan salah satu sifat yang harus dihindari. Namun, seperti objek olah pikir yang lainnya, sombong juga relatif terhadap ruang dan waktu. Sombong yang identik dengan buruk dan tidak benar, pada situasi dan ruang tertentu justru menjadi sesuatu yang baik dan benar. Maka dapat dikatakan bahwa sombong pun bermanfaat. Di saat kita melakukan kesombongan untuk menghindari hal-hal buruk, atau disaat kita melakukan kesombongan untuk berbuat baik, maka kesombongan menjadi bermanfaat. Semoga kita dapat menempatkan kesombongan tepat pada ruang dan waktunya sehingga kesombongan yang kita lakukan hanya yang mendatangkan manfaat, bukan kesombongan yang dilarang oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Sombong adalah sifat yang sering menyelinap di hati seseorang. Terkadang seseorang tidak menyadari jika sombong telah menempel pada dirinya. Kesombongan bukanlah hak manusia untuk memilikinya. Manusia diciptakan untuk selalu berusaha dan terus berusaha dalam menggapai keikhlasan hati dan kritisnya pikiran. Dalam penggapaian tersebut hendaknya berhati-hati agar terhindar dari kesombongan. Sedikit saja kesombongan dalam hati maka akan menggagalkan jalan menuju tujuan tersebut.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kesombongan memiliki sifat dualisme, ada kesombongan baik da nada pula kesombongan yang tidak baik. Pada umumya orang mengenal kesombongan sebagai tindakan yang tidak baik, memang dalam beberapa konteks umumnya kesombongan adalah tindakan yang tidak baik. Terkait dengan menolak ajakan menuju arah yang negatif pada dasarnya keduanya adalah kesombongan. yang mengajak untuk berbuat negatif adalah kesombongan kuasa, sedangkan yang menolak ajakan tersebut adalah kesombongan utuk melawan kuasa. Maka sebenar-benarnya kesombongan adalah sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  39. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Selama ini ,saya menganggap bahwa kesombonngan hanya mengadung makna negatif.Atau biasa yang disejajarkan oleh orang-orang dengan kata yang mengandung makna yang sama layaknya angkuh, congkak dan sebagainya.Tapi, setelah membaca elegi tersebut ternyata sombong memiliki dua esensi yaitu adan kesombongan yang bermakna positif (bermanfaat) dan ada yang bermakna negatif.Sebagaimana yang dicontohkan pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  40. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Sombong merupakan sifat yang harus di hindari oleh manusia. Kenapa demikian ? Karena sifat sombong itu datangnya dari syeitan yang akan mendatangkan keburukan dan kerugian bagi siapa saja yang melakukan kesombongan. Namun, setelah membaca kisah diatas dimana seorang pemuda melakukan kesombongan dengan menolak ajakan teman-temannya untuk mabuk-mabukkan, saya menyadari bahwa sombong juga tidak selamanya buruk. Sombong juga bersifat relatif, tergantung situasi dan kondisinya, tergantung ruang dan waktunya. Dengan demikian, hendaklah kita sebagai manusia mampu menempatkan kesombongan sesuai dengan ruang dan waktunya. Aamiin...

    ReplyDelete
  41. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan ini membuat saya ingin mencari makna dari kata sombong itu sendiri agar saya tepat dalam penempatannya. Adanya perbedaan pandangan pada kata sombong dalam ulasan di atas, tentunya saya bertambah bingung. Saya hanya memiliki pandangan bahwa sesuatu yang sifatnya negatif pada waktu tertentu akan dapat bersifat positif. Namun, ini masih menjadi tanda tanya besar dalam benak saya. Apakah bisa jika seperti itu?
    Terima kasih Prof, ulasan yang membuat saya ingin mencari dan terus mencari serta tidak menghentikan langkah sampai di sini.

    ReplyDelete
  42. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mungkin salah pendapat saya sebelumnya, mitos itu buruk? Ternyata selama kita berpikiran positive maka mitos juga bisa jadi baik. Kembali lagi, ruang dan wkatu yang dapat mempengaruhi. Sesuatu kesombongan dalam berpendapat. Dengan ditarik garis besarnya, sombong ternyata juga demikian. Tidak selamanya sombong tu berujung kesombongan dan sombong juga bisa menjadi penolong. Ya mmungkin orang lain akan berkata “sombongnya kamu” ketika kita menolak suatu hal seperti contoh di elegi tersebut. Tetapi sombongnya kita dimata mereka bukan berarti kita sombong terhadap Allah. karena kita juga bisa menjadi penolong bagi mereka besok di akhirat. Karena mungkin secara tidak sadar, mereka akan berpikir “mengapa dia menolak ajakan kita? Apakah ajakan kita salah?” ada probabilitas disana. Allah Yang Maha Tahu lagi Maha Pemberi Maaf bagi hambanya yang ingin kembali kejalan-Nya.

    ReplyDelete
  43. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Kembali saya terkaget dan merasa harus mengiyakan bahwa sombong pun bermanfaat sebagaimana yang dikutip dari pendapatnya sdri Desy Kristianto. Namun perlu kiranya saya membuka link-link tersebut dan mempelajarinya lebih mendalam, mengingat di elegi ini belum utuh dalam mengupas ‘sombong yang bermanfaat’. Terima kasih Prof Marsigit dan sdri Desy atas perpektif barunya.

    ReplyDelete
  44. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Kesombongan dan kerendahan hati rupanya dua kontradiksi yang beda tipis ya... Orang yang tidak ikut mabuk itu disebut sombong, namun bagi saya dia rendah hati, menggapai diri, tahu apa yang baik yang harus dilakukan. Dia menggunakan nuraninya, ingat Tuhannya sebagai landasan hidupnya.
    Sombong bisa berdampak baik, Saya setuju. Seorang guru yang menyombongkan metode Baru yang dia temukan dalam pengajaran Matematika, dapat bermanfaat bagi orang yang mendengar, menjadi referensi bagi orang lain. Namun benarkah si guru melakukan nya karena sifat sombong? Bagaimana jika dia melakukan karena sifat baik hatinya yang senang berbagi atas apa yang dia miliki?
    Mohon penjelasan until kontradiksi ini.

    ReplyDelete
  45. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak ontran-ontrannya sangat membeantu untuk menambah logos dalam diri saya, meskipun belum saya baca semua linknya. Dari elegi ini saya menjadi tahu ternyata sombong juga memiliki sisi kebaikan meskipun disaat-saat tertentu saja. Jadi, memang tidak selamanya sombong itu negatif. Pada ucapan orang tua berambut putih yang terakhir juga diucapkan bahwa pada link-link tersebut sedang terjadi pertengkaran orang tua berambut putih. Terlepas dari ini bahasa kiasan, bukankah pertengkaran juga termasuk hal yang negatif? Tetapi dalam konteks kalimat tersebut bukan sesuatu yang negatif, melainkan sesuatu yang positif, karena pertengkaran disini menunjukkan diskusi untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  46. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kesombongan tidak akan mendatangkan manfaat, justru dengan sombong banyak hal baik/positif tertutup. Seperti, saat kita merasa bahwa kita sudah paham dan sudah hebat disitulah muncul kesombongan, dengan begitu kita menjadi malas untuk belajar lagi karena merasa sudah bisa, padahal ada banyak hal yang tidak diketahui. Manusia tidaklah pantas untuk sombong, karena hanya Tuhan yang maha sempurna.

    ReplyDelete
  47. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum WR.Wb

    Sebelum membaca elegi ini yang tidak mengertahui bahwa kesombongan ada yang bersifat baik. Yang ada dibenak saya kesombongan adalah sesuatu yang buruk dan semuanya berasal dari godaan syaitan. Ternayata sombong juga bisa bersifat baik ketika kita menolak dari godaan syaitan, contahnya menolak dengan sombong untuk melakukan perbuatan yang berasal dari godaan syaitan tersebut, sombong dalam arti teguh dengan pendirian kita terhadap apa yang telah diajarkan oleh Allah untuk tidak terlibat dalam perbuatan yang berasal dari godaan syaitan, seperti contoh yang disebutkan pada elegi ini yaitu mabuk-mabukan. Tetapi kita harus tetap waspada karena syaitan akan selalu menggoda kita dengan berbagai cara agar kita termasuk dalam golongannya. Semoga Allah selalu melindungi kita dari godaan-godaan syaitan. Aamiin.

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sombong adalah sifat negatif yang sejak kecil sudah diwanti-wanti untuk dihindari. Lawan dari sombong adalah rendah hati. Namun kembali lagi pada masing-masing orang untuk memaknai sombong dan rendah hati. Bisa salah kaprah menjadi sangat luas artinya. Jika seseorang menolak untuk ikut mabuk-mabukan, bagi dirinya terdapat rasa sombong karena berhasil menolak ajakan maksiat, namun sejauh apakah sombongnya? Apabila dengan rasa sombongnya itu ia memandang rendah manusia lain, maka hilanglah kebaikan dalam dirinya. Namun jika tidak, maka sebenarnya ia tidak sombong, melainkan membuat keputusan yang benar. Sebaliknya, rendah hati juga bisa diartikan salah ketika seseorang demi menggapai kerendahan hati, tidak pernah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berkembang. Alasannya, biar orang lain saja yang sukses. Ia tetap rendah hati. Ini tak lain adlah terjebak dalam mitos dan mengantarkan diri sendiri ke dalam kesengsaraan, maka rendah hati menjadi negatif. Persepsi seseorang dalam memaknai suatu sifat mempengaruhi caranya menajalani kehidupan.

    ReplyDelete
  49. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang benar adanya. Sifat sombong sering kali menjadi tendensi dari suatu kejadian yang tidak diinginkan. Kesombongan sering kali berdampak pada sisi negatif seseorang. Namun, kesombongan juga terkadang perlu dilakukan. Kita boleh menggunakan kesombongan untuk menyadarkan orang yang sombong. Hal tersebut memang diperbolehkan. Misalnya seperti ini. Ada orang kaya raya yang berpenampilan sederhana dan tidak menunjukkan kekayaannya kepada orang lain. namun, disisi lain ada orang yang hidupnya pas-pasan namun bersifat hedon dan sering mengumbarkan kehedonannya kepada orang lain karena merasa memiliki sesuatu yang tidak banyak orang miliki. Ketika antara orang kaya sederhana dengan orang hedon bertemu di dalam suatu perkumpulan, orang heddon selalu membanggkan apa yanag dimilikinya dan merasa tidak ada seorangpun yang dapat menandinginya. Disini orang kaya berhak sombong dengan menunjukkan kekayaan melimpahnya guna menyadarkan si orang hedon tersebut agar taubat tidak merasa paling unggul. Namun, sifat kesombongan pada dasarnya memang tidak boleh dimiliki manusia. Karena memang kesombongan hanya dimiliki oleh Sang Maha Besar yaitu Alloh SWT.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kesombongan bisa berarti perbuatan jelek, bisa juga berarti perbuatan baik yaitu sesuai dengan ruang dan waktunya. Namun yang sering kita alami saat ini terutama di media sosial, kadang kita sering mengupload foto maupun kegiatan yang sedang dialami, nah ini bisa dikatakan sombong bisa juga dikatakan tidak sombong, tergantung niatnya juga. Namun dalam hidup bermasyarakat dan atau di media sosial, niat saja masih kurang, perlu juga diberi penjelasan atau deskripsi atau bukti.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sebab setan terusir dari surga adalah karena kesombongannya. Tidak akan masuk ke dalam surga, orang yang di dalam hatinya masih terdapat kesombongan. Sikap sombong akan menghalangi kebaikan dan kebenaran. Sombong juga dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan ilmu. Tetapi sikap sombong dapat menjadi kebaikan apabila apabila sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  52. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Terimakasih Bapak Marsigit untuk elegi yang telah di share. Manusia mengkaitkan kata "sombong" selalu dengan hal-hal yang negatif. Sombong merupakan salah satu sifat yanh dimiliki setiap manusia. Tanpa kita sadari kesombongan itu muncul pada ruang dan waktu tertentu. Namun, setelah membaca elegi ini, ternyata kita hidup di dunia ini juga memerlukan sifat sombong. Sifat sombong akan menjadi positif ketika digunakan pada ruang dan waktu yang tepat. Seperti, menolak untuk di ajak minum minuman beralkohol yang menyimpang dari ajaran agama. Itu merupakan salah satu pentingnya memiliki sifat sombong. Jika kita tidak memiliki sifat tersebut maka kita akan ikut dalam arus negatif yaitu minum minuman beralkohol. Oleh karena itu, kita harus bisa mengkontrol sifat sombong agar menjadi positif dan tidak menyakiti/menyinggung perasaan orang lain.

    ReplyDelete
  53. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menjadi guru haruslah terhindar dari kesombongan. Terkadang guru merasa lebih tahu segalanya dibandingkan orang lain. Seperti guru matematika menganggap dirinya mahir dalam rumus phytagoras, trigonometri, statistika, geometri, dan lain-lain. Guru Fisika menganggap dirinya mahir dalam Hukum Newton, Fluida, Hukum Archimedes, dan lain-lain. Guru Bahasa Inggris menganggap dirinya mahir berbicara bahasa inggris (speaking), writing, listening, dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru sangat rentan dengan kesombongan. Untuk itu, guru harus dapat menyeimbangkan antara olah pikir dan olah hati. Olah hati akan membuat guru selalu menjaga kerendahan hatinya.

    ReplyDelete
  54. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Melalui belajar filsafat kita secara tidak langsung dibiasakan untuk berfikir secara komprehensif, memandang sesuatu melalui berbagai sisi serta menilai benar atau salah akan suatu hal itu relatif berdasarkan ruang dan waktunya. Tentunya ini juga berlaku dalam menilai sebuah “ kesombongan” secara spiritual sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, bahwa sombong merupakan akhlak yang tidak baik dan perlu dihindari, sebab sebagaimana pepatah yang seringkali kita dengar tentang perumpamaan kesombongan yaitu “di atas langit masih ada langit”, pepatah ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri sebab ketika kita merasa lebih maka jangan lupa bahwa masih ada orang yang lebih lagi dari kita. Namun, dalam konteks tertentu berlaku sombong itu diperlukan, bila itu untuk suatu kebaikan yaitu menolak atau menghindari keburukan.

    ReplyDelete
  55. Junianto
    17709251065
    PM C

    Tidak ada Dzat yang patut sombong kecuali Tuhan YME, pencipta alam beserta seluruh isinya. Manusia hanyalah makhluk ciptaan-Nya yang sangat lemah dan sudah sepantasnya meminta petunjuk kepada-Nya. Meskipun pada dasarnya manusia itu makhluk yang lemah, Tuhan telah membekali manusia dengan akal yang luar biasa. Akal inilah yang akan membuat manusia menjadi cerdas, tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya. Manusia bisa menjadi bijaksana dan bersyukur atas akal itu atau justru malah menjerumuskan manusia itu sendiri. Salah satu contoh manusia yang terjerumus dalam kejelekan yaitu manusia menjadi sombong dan mengunggulkan dirinya sendiri di hadapan orang lain. Manusia menjadi lupa bahwa kecerdasan, pangkat, derajat, dll itu adalah pemberian/ titipan dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  56. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menentukan suatu defenisi terhadap suatu hal memang bukanlah hal yang mudah. Karena sifat manusia yang terus berfikir, menimbulkan banyaknya persepsi dan defenisi terhadap suatu hal. Misalnya arti ddan makna dari kesombongan. Kesombongan dapat diartikan dengan sifat yang mengagung-agungkan diri sendri, menolak hal yang dianggap tidak sepaham juga dapat diartikan kesombongan. Karena dengan penolakan yang dilakukan karena ilmu yang dimengerti hanya itu dan ia tidak mampu membuka diri bagi yang baru. Dalam pemaknaan sombong, bisa juga diartikan jika diajak dalam kemaksiatan seperti cerita diatas, maka yang dilakukan adalah dengan memaknai kesombongan dari sisi yang berbeda.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  57. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Segala sesuatu yang berlebihan memang yak baik. Seperti percaya diri, sesuatu yang baik, namun ketika berlebihan dapat berubah menjadi sikap sombong. Perasaan bangga diri pun baik, namun ketike berlebihan maka menjadi sikap sombong.
    Sikap sombong berkembang ketika tak kita terlalu terlena dengan apa yang kita punya, tak sadar siapa yang telah memberikan kita kesempatan untuk mempunyainya. Siapalah kita hingga kita berhak sombong atas apa yang kita punya? Apalah kita dibanding Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk mempunyainya?
    Dalam cerita, seseorang yang menolak ajakan temannya yg salah menolak dengan sombong. Pertanyaan saya adalah: tidak bisakah kita menolak ajakan itu dengan lebih logis dan tak sombong? Menolak dengan baik tentu tak ada salahnya bukan? Menjelaskan prinsip diri dengan tegas tentu bermakna lebih baik tanpa harus menjadikan kita sombong. Ketika berbeda pandangan dan semua dapat dijelaskan dengan baik dan logis, maka bukan kesombongan yang tercipta, tapi pemahaman mengenai prinsip yang telah dipegang teguh.

    ReplyDelete
  58. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dan lagi saya teringat bahwa filsafat itu cair, objeknya yang ada dan yang mungkin ada. Jika kita hanya mengganggap sombong itu buruk, maka kita (mungkin) belum mengerti filsafat. Saat awal perkuliahan dengan Bapak, saya cukup dikagetkan bahwa apa yang saya anggap buruk selama ini itu belum tentu buruk, misalnya tidak fokus itu buruk. Padahal dalam filsafat tidak begitu, bahkan salah pun benar. Jadi kesimpulannya, kita harus adil jangan hanya melihat dari satu sisi. Seperti yang saudari Dessy sampaikan lewat commentnya bahwa sombong pun itu bisa menjadi baik ataupun diperlukan di saat-saat tertentu tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  59. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pada dasarnya sombong itu merupakan hal yang kurang baik. Tetapi ada kalanya sombong itu bisa menjadi sesuatu yang baik. Sombong dapat menjadi baik jika kita gunakan sesuai dengan ruang dan waktu. Sombonglah kepada orang- orang yang sombong. Bisa jadi orang yang sombong tidak akan pernah sadar jika tidak ada orang lain yang menyombongkan diri. Tetapi kita pun harus belajar mengendalikan sifat sombong. Jangan sampai keinginan sombong untuk menyadarkan orang lain justru hanya menjadi tameng untuk membenarkan sifat sombong kita. Maka sebaik-baik sifat sombong harus kita jauhi. Dan kita harus senntiasa memohon ampunan dan petunjuk kepada Allah SWT agar dijauhkan dari keburukan sifat sombong.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sombong adalah keadaan dimana seorang manusia merasa dirinya memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Kesombongan ini berasal dari sifat manusia yang kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Sombong biasanya identik dengan hal yang tidak baik, namun setelah membaca elegi bapak, saya mengerti bahwa sombong berubah menjadi hal yang baik manakala kita dapat mletakkannya secara tepat sesuai dengan porsi dan fungsinya, sesuai dengan ruang dan waktunya. Semoga kita dapat meletakkan sombong kita dengan baik, sehingga sombong kita dapat menjadi bermanfaat.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menurut saya penolakan yang dilakukan pemuda sebagaimana yang dicontohkan mbak Dessy di atas bukanlah tergolong sombong melainkan sebuah kreativitas pola pikir. Sombong adalah apabila kita memandang sesuatu yang ada pada diri yang kita memiliki kualitas yang lebih dibandingkan orang lain. Maka seluruh jenis kesombongan adalah sesuatu yang harus dihindari yaitu dengan membiasakan rendah hati serta selalu bersyukur atas nikmat yang diperoleh.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Dunia bersifat relatif, termasuk mengenai baik buruk. Baik atau buruknya sesuatu bergantung waktu dan ruangnya, maka dari itu sombong tidak selamanya buruk, adakalanya sombong dapat menjadi baik dan juga bermanfaat. Misalnya sombong untuk mengusir syaitan atau menolak ajakannya. Disini, hal yang secara awam dianggap buruk, ternyata dapat berubah menjadi baik dan boleh dilakukan atau bahkan diperintahkan. Sombong yang dilarang adalah yang negatif yang dapat merusak hati. Misalnya orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Sombong yang seperti itu adalah sombong yang negatif, dan sebagai manusia hindarilah sombong yang negatif.

    ReplyDelete
  63. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada dasarnya sifat sombong adalah perbuatan dan perasaan yang tidak baik bagi manusia. Dalam ajaran islam pun telah disebutkan agar manusia tidak memiliki sifat atau rasa sombong. Sombong merupakan perasaan, tindakan, suatu hal, dan kemampuan bahwa saya lebih atas suatu hal dari pada yang lain. Pada kasus elegi pemberontakan sombong, kisah seorang laki-laki yang menolak untuk berbuat kemungkaran bukan lah suatu kesombong, melainkan sebuah ikhtiar untuk melawan syaitan. Allah SWT menguji umatnya dengan banyak cara. Jika kita menggangap perbuatan lelaki tersebut adalah sombong yang baik sementara itu sesungguhnya merupakan cobaan dr Allah SWT, maka kita telah melakukan perbuatan yang dibenci Allah SWT jika kita menggangap bahwa kita lebih baik dari yang berbuat maksiat.

    ReplyDelete
  64. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sombong dapat berupa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst. Berbagai macam jenis sombong ini sungguh sangat berbahaya, membuat kita merasa bahwa kitalah yang paling hebat dan paling tinggi. Hal ini dapat membawa kita pada kesyirikan, Naudzubillah min dzalik. Berdoalah dan terus minta perlindungan Allah SWT agar terlindung dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  65. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Elegi di atas mengingatkan saya pula tentang elegi mengubah mitos menjadi logos. Namun, saya menjadi ragu dengan komentar Sdr Dessy Kristianto yang dikutip pada perkataan cantraka, apakah yang dimaksud dalam contoh yang diberikan itu termasuk dalam bentuk kesombongan atau bukan. Namun kembali lagi, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan masing-masing. Kalaupun sombong itu ada manfaatnya, namun saya yakin tetap akan lebih mudharatnya. Lihat saja anggota-anggota dari sombong, seperti rasa percaya diri yang berlebihan, perbuatan membangkang, takabur, angkuh, bangga terhadap diri sendiri dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dari gejala-gejala tersebut pasti ada satu atau dua yang mampir atau bahkan mengendap dalam hati kita. Astaghfirullah, semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari salah satu penyakit hati ini, amin. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  66. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca artikel ini saya baru mengetahui bahwa ternyata sombong juga bisa memberikan manfaat apabila kita menggunakannya sesuai dengan ruang dan waktunya. Sombong merupakan obyek filsafat, oleh karenanya dapat dikaji secara intensif dan ekstensif. Nyatanya awalnya kita berpikiran parsial tentang sifat sombong ini, sehingga ternyata kita tidak benar-benar mampu memahami hakekat sombong. Hal ini mengingatkan kita agar mengkaji segala hal secara menyeluruh dan obyektif sehingga kita mampu mencapai logos yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  67. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini bisa kita dapatkan manfaat bahwa pada dasarnya sombong adalah mitos dari syaiton. Sombong akan mengkontradiksikan hal diluar dirinya, baik itu buruk maupun baik, tetapi sombong cenderung mengkontradiksikan yang baik. Maka sangat wajar jika si Begawat mengklaim demikian jelek kepada sombong. Namun ilmu dan pikiran selalu bersifat positif, sombong bisa dimanfaatkan untuk hal kebaikan, karena salah satu anggotanya adalah confident, dengan menekan sedikit confident agar tidak berlebihan, maka anggota sombong ini akan banyak bermanfaat bagi si empunya

    ReplyDelete
  68. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Melanjutkan, bahwa tidak selamanya sombong itu berarti jelek, karena sombong itu bersifat kontradiktif, maka sombong terhadap kesombongan akan menjadikan segalanya netral kembali. Apalagi sombong terhadap perintah Tuhan dan larangannya, sombong ketika melakukan perbuatan judi, maka kita lawan juga dengan kesombongan untuk melawan perbuatan judi.

    ReplyDelete
  69. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sombong dapat memberikan efek positif seperti rasa percaya diri dan keberanian. Namun, batas antara percaya diri dan sombong, serta keberanian dan sombong, sangatlah tipis, sehingga dalam menggunakannya harus berhati-hati. Menurut ajaran agama islam, sombong termasuk sikap yang tercela. “sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong” (An-Nahl :23). Hanya Allah lah dzat yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, manusia hanyalah makhluknya yang memiliki banyak ketidaksempurnaan, sehingga manusia tidak boleh sombong

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Benar juga bahwa sombong ternyata ada manfaatnya. Setelah membaca elegi ini terutama pendapat dari sdr Dessy Kristianto yang dikutip di atas, saya menjadi mencari-cari sombong lain yang bermanfaat. Izinkan saya menyampaikan apa yang telah saya pikirkan. Saya menemukan bahwa selain sombong itu buruk karena dapat menghambar kita dalam mencari ilmu dan berkembang, sombong juga memiliki manfaat. Salah satunya sombong dalam melawan hawa nafsu. Misanya saja kita sedang beribadah sholat di rumah, lau tiba-tiba HP kita berbunyi karena ada panggilan. Maka kita harus sombong dan menganggap panggilan tersebut tida penting karena apa yang kita kerjakan lebih penting. Yakni menjawab panggilan Allah SWT. Semoga kita terhindar dari sombong yang buruk dan melalukan sombong yang baik.

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa ingin lebih dihargai, dihormati. Salah satu sifat dan perilaku yang paling tidak disenangi oleh kebanyakan orang adalah sifat sombong. Sifat sombong tak hanya buruk bagi siapapun, namun juga dapat membuat seseorang berperilaku tercela. Bahkan di dalam agama pun dijelaskan jika sifat sombong bukanlah sikap yang baik. Bahaya sifat sommbong pada manusia dalam islam adalah dapt menjadi dosa dan menggrogoti pahala seorang mukmin. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran.

    ReplyDelete
  73. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sombong itu bukanlah hal yang baik. Dan hal yang tidak baik itu identik dengan syetan, sehingga sifat sombong ini adalah salah satu sifat syetan yang dapat menjerumusakn manusia menujukemaksiatan. Namun ternyata, sombong itu dapat menjadi sesuatu hal yang baik dan diharuskan pada situasi tertentu. Misalnya saat seseorang melecehkan si A, maka si A harus menyombongkan dirinya dan memegang teguh prinsipnya karena itu adalah senjata untuk menjaga kesucian dirinya. Oleh karena itu, menyombongkan diri itu baik dilakukan tapi harus diwaktu yang tepat dan dalam konteks yang tepat pula. Terimakasih

    ReplyDelete
  74. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Sombong dalam diri manusia muncul karena adanya rasa percaya diri yang berlebihan. Jadi bisa dikatakan bahwa sombong merupakan sisi negatif dari percaya diri itu sendiri. Tentunya rasa percaya diri ini ada di dalam setiap diri manusia namun adalah suatu pilihan kita akan menggunakan sisi positif atau sisi negatifnya. Percaya diri dengan kemampuan yang ada merupakan suatu yang baik, tetapi akan menjadi tidak baik apabila porsinya terlalu berlebih dan cenderung pada sombong.

    ReplyDelete
  75. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sebenarnya ingin menunjukkan bahwa sombong adalah suatu sikap yang bukan mutlak salah atau mutlak benar. Karena itu relatif. Sehingga ini layaknya karakter, jadi karakter bukan sikap-sikap apa saja yang baik, tapi karakter itu dapat menempatkan sikap sesuai porsinya. Seperti sombong, ketika kita sombong dapat mengalahkan keburukan maka ini berarti dapat menempatkan sikap sesuai dengan ruang dan waktunya. Sehingga yang tepat disini yaitu sikap yang tepat dengan ruang dan waktunya. Karena secerdas-cerdas orang yaitu yang mampu menyesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setuju bahwa kadar kesombongan seseorang dapat merentang dari material, formal, normatif, bahkan spiritual. Dalam kadar material, kesombongan amat rawan terjadi, hal ini karena obyek material lebih nyata dan lebih rawan untuk terjangkit kesombongan, pada taraf normatif dan formal yang pada kehidupan keduanya senantiasa beriringan dan sangat dekat, kesombongan masih memiliki celah yang lebar untuk memasukinya. Sedangkan dalam spriritual, kesombongan mungkin dapat lebih diminimalisir, karena pada spiritual ini seseorang lebih dekat dengan tuhannya, sehingga lebih menyadari dimensi kehidupannya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Lebih jauh mengenai kesombongan secara spiritual, seorang yang memiliki kesadaran spiritual yang tinggi akan menyadari bahwa sifat sombong atau keagungan hanyalah milik tuhan, sehingga hamba yang tengah di perbatasn mencari keridhoanNya dan tengah belajar ikhlas tidak akan mengadopsi kesombongan dalam setiap tindak tanduknya. Kesombongan (Kibriyaa') hanyalah milik tuhan dan manusia diharapkan untuk menjauh dari sifat tersebut, bahkan seseorang yang berlaku atau bersifat sombong walau hanya seberat biji dzarrah pun ia tidak akan masuk surga. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sombong dalam elegi ini memiliki maksudyang baik dan buruk. Dimaskudkan sombogn yang baik adalah ketika seseorang menolak untuk melakukan hal hal yang buruk, abik itu diajak secara bersamaan maupun pribadi. Sedangkan sombong yang buruk adlah ketika kita memaerkan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain dengan tujuna agar orang lainiri terhadap kita.

    ReplyDelete
  79. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi pemberontakan para sombong menjelaskan beberapa hal tentang sombong. Sombong memang diartikan sebagai sifat yang tidak baik. Sombong yang demikian adalah sombong tentang hal-hal kebaikan atas dirinya, kesombongan yang terjadi akibat terlalu memiliki sifat-sifat baik. Ternyata sombong tidak selamanya buruk, ada sombong yang diperbolehkan yaitu sombong terhadap hal-hal yang buruk seperti menolak ajakan teman untuk melakukan perbuatan maksiat.

    ReplyDelete
  80. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Kesombongan dapat mencelakakan diri sendiri. Setelah membaca elegi diatas bahwa sombong bergantung pada ruang dan waktu. Jika kita diberi harta lebih terus kita sombong, maka itu perbuatan tercela. Tetapi jika kita bersikap sombong karena menolak ajakan berbuat maksiat maka itu termasuk perbuatan terpuji.

    ReplyDelete
  81. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setelah membaca elegi di atas, mungkin pada kasus pemabuk dan yang di ajak mabuk tersebut bukanlah sifat sombong ketika menolak ajakan mabuk, namun itu merupakan sifat istiqomah terhadap ajaran agama. Berpendirian teguh terhadap ajaran agama menurut saya bukanlah merupakan sikap sombong.

    ReplyDelete
  82. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai tambahan, kesombongan atau takabbur diartikan melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain, Orang sombong memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sombong tidak selamanya menjadi potensi negatif, namun ketika berada pada ruang dan waktu yang sesuai maka sombong pun dapat menjadi potensi positif. Hal itu berarti akan kemana arah kesombongan itu bergantung pada diri kita sendiri, bagaimana kita mengontrol kesombongan itu. Jika bertemu dengan potensi negatif lain maka gunakan kesombongan yang potensi negatif itu melawannya sehingga kesombongan pun akan kita menjadi kebaikan/potensi positif yang melindungi kita dari potensi negatif lain. Sedangkan ketika kita bertemu dengan para potensi positif maka tinggalkan kesombongan yang merupakan potensi negatif itu karena hanya menghancurkan si potensi positif, dan merubah si potensi positif menjadi keburukan/potensi negatif. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Kesombongan berasal dari Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dan sebagainya. Pada dasarnya sifat sombong itu jelek dan merupakan perbuatan syetan. Akan tetapi, ada juga beberapa perbuatan sombong yang bermanfaat. Misalnya saja kita sombong dengan menceritakan semua kelebihan kita kepada seseorang yang sedang berputus asa dan bermalas-malasan, maka kesombongan tersebut dapat menjadi motivasi bagi si pemalas untuk dapat berusaha menjadi orang yang sukses dan berhasil. Jadi, kesimpulannya adalah sombong itu ada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  85. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Elegi tersebut mengajarkan kepada kita agar tidak berlaku sombon dalam menjalani kehidupan. Kita seharusnya menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya milik Allah SWT. Sadar akan berpijak di tanah, manusia tidak seharusnya menyombongkan dirinya dari apapun. Tetapi, menyombongankan diri demi menolak sesuatu yang keluar dari norma-norma yang kita pegang, kesombongan bisa menjadi bermanfaat. Kesombongan bisa dilakukan dengan sesuatu yang baik pula. Jika tidak baik, maka kesombongan itu menjadikan kita berteman dengan syaitan. Kalau kata Prof. yang pernah disampaikan di kelas, sombong tidak apa-apa dan ada yang ada hal baik yang memang bisa disombongkan. Perlu kita ingat bahwa sombong juga memiliki ruang dan waktu, bahkan ruang dan waktu tersebut lebih ketat daripada yang lainnya karena jika salah menempatkan akan membawa pada kekacauan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  86. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sifat sombong diawali dari sifat yang berlebihan, seperti Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur, dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan. dari sini juga dapat kita ketahui sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, walaupun awalnya baik tapi jika berlebihan akan berubah menjadi buruk, contohnya percaya diri merupakan sifat yang baik namun jika percaya dirinya berlebihan itu berubah menjadi sifat yang tidak baik (sombong).

    ReplyDelete
  87. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi di atas saya merefleksi bahwa tidak selamanya sombong itu buruk. Sombong terkadang bermanfaat juga. Misalnya menyombongkan kebaikan yang mungkin saja mendorong orang lain untuk bertindak lebih baik dari diri sendiri. tapi menurut saya kesombongan yang bermanfaat perlu memiliki batasan agar sembong itu tidak terjerumus kepada kesombongan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  88. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Hal yang besar pasti berawal dari hal kecil. Begitu juga dengan kesombongan. Benih kesombongan pada awalnya masuk dalam diri manusia begitu halus. Diawali hanya dengan bangga pada diri sendiri, merasa lebih dari orang lain, dan lain sebagainya. Yang kecil dan halus itu jika tidak segera dinetralisir dengan mendekatkan diri pada Allah SWT bisa saja tumbuh menjadi besar. Sehingga jika kita sudah mulai merasa berlebihan dalam memuji diri sendiri, bangga pada diri sendiri, maka mohon ampunlah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  89. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sombong dalam pandangan sisi yang lain terdapat dua hal yang berbeda : pertama sombong dalam arti kebaikan dan yang kedua sombong dalam arti keburukan. Dalam pandangan islam sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  90. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sombong terhadap kebaikan adalah sifat yang dibolehkan dalam agama masing-masing. Yang dimana menolak hal-hal yang negatif dengan sifat sombong. kemudian sifat sombong terhadap keburukan adalah dimana sifat tersebut sangatlah merugikan diri kita dan orang lain. Maka dari itu kita harus tahu bahwa kapan kita menggunakan sifat sombong tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  91. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Kesombongan adalah sikap yang membangkang dari kekuatan ilahi. Decara psikis, kesombongan adalah laku pengkhianatan terhadap diri sendiri dan kemanusiaan. Kesombongan adalah sikap syaitan yang membangkan dari Allah SWT. Tak ada yang pantas kita sombongkan. Kita hanyalah makhluk ayng sangat lemah dihadapan-Nya. Semoga kita selalu dijauhkan dari dari godaan syaitan yang penuh dengan kesombongan dan semoga Allah senantiasa menuntun kita pada jalan yang lurus. Aamiin!!

    ReplyDelete
  92. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sombong adalah salah satu penyakit hati. Orang yang sombong selain mendapatkan dosa, juga mendapatkan anggapan yang tidak baik dari masyarakat sekitar. Namun terkadang sombong dan percaya diri itu beda-beda tipis. Orang yang percaya diri tampil di muka umum, atau orang yang percaya diri mengutarakan pendapatnya, dianggap sebagai suatu kesombongan oleh orang lain. Untuk itu kembali kepada diri kita masing-masing, niat dalam hati itulah yang paling penting. Jangan sampai ada niat sombong sekecil apapun dalam hati kita, karena setitik kesombongan itu tak ubahnya seperti setitik tinta yang mengotori satu wadah air. Biarlah orang menilai apapun tentang kita, yang penting berawal dari diri kita sudah meniatkan untuk tidak sombong.

    ReplyDelete
  93. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi diatas menjelaskan beberapa hal tentang sombong. Berdasarkan artikel Prof diatas saya mengerti ternyata sombong itu tidak hanya diartikan dalam ketidakbaikan. Sombong tidak selamanya buruk. Terdapat sombong dalam hal-hal kebaikan contohnya saja menolak ajakan teman yang menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik atau maksiat.

    ReplyDelete
  94. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari elegi diatas saya memahami bahwa sombong memiliki beberapa arti yaitu baik ataupun buruk. Sombong memiliki dua dimensi yaitu intensif dan juga ektensif. Sombong dalam arti ektensif adalah perasaan yang muncul dari dalam diri contohnya percaya diri, pembangkangan dan juga perasaan bangga dengan diri sendiri.

    ReplyDelete
  95. Raudhah Nur Pratowo (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Saya tertarik dengan kalimat yang dikatakan oleh Bagawat di atas : “…Betul apa yang disampaikan oleh ‘sombong’ bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya rasa percaya diri yang belebihan, pembangkangan, takabur, dan perasaan bangga diri yang berlebihan”.
    Saya tertarik ternyata sifat somboh juga dibangun oleh sifat-sifat yang sebetulnya positif namun porsinya berlebihan, yaitu rasa percaya diri dan bangga diri. Sebetulnya rasa percaya diri dan bangga diri sangatlah baik, karena dengan rasa percaya diri dan bangga diri kita dapat menghargai diri sendiri yang sehingga kita menjadi semangat untuk lebih baik lagi kedepannya. Namun, apabila kedua sifat tersebut porsinya berlebihan, makan akan timbul rasa sombong dalam diri. Na’udzubillah.

    ReplyDelete
  96. Zayan Nur Ansito Rini
    15301241003
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terdapat penggolongan sifat baik dan buruk itu merupakan hasil justifikasi manusia. Sebenar-benarnya baik dan buruk hanya Dia yang tahu, yang rambu-rambunya telah Dia jelaskan dalam firman-Nya yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran. Suatu keburukan, kadang hanya karena mayoritas orang mengatakan bahwa itu buruk, padahal belum pasti.. tergantung situasi dan kondisi. Apapun, harus dilakukan pada kondisi dan tempat yang tepat.

    ReplyDelete
  97. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Sombong sampai saat ini seringkali dikonotasikan sebagai sikap atau sifat yang negatif dan harus dihindari. Akan tetapi, sesungguhnya tidak semua sikap sombong itu buruk. Semua tergantung situasi dan kondisi. Seperti yang dipaparkan pada elei di atas bahwa sombong terhadap ajakan untuk melakukan keburukan merupakan sesuatu kesombongan yang berdampak baik. Jaadi, baik/buruknya sesuatu itu tergantung pada situasi dan kondisi.

    ReplyDelete
  98. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Kesombongan memang selalu diindetikan dengan hal negatif. Namun dalam elegi ini, kesombongan ditunjukkan tidak hanya sebagai hal negatif. Hal tersebut tergantung bagaimana sudut pandang kita dalam melihatnya. Juga tergantung oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete