Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Sombong





Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.


Sombong:
Kontradiksi apa?


Cantraka:
Tidak biasanya ke Sombong an berlaku diam saja menghadapi begitu banyaknya Hujatan.

Sombong:
Hanya belum saja. Aku sedang memikirkan Strategi untuk melawan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih.


Cantraka:
Bagaimana Strateginya?

Sombong:
Perlu engkau ketahui, bahwa diriku itu berdimensi Ekstensif dan Intensif.

Cantraka:
Maksudnya?

Sombong:
Dimensi Intensif adalah Kadar ke Sombonan ku, mulai dari ke Sombong an Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Dimensi Ekstensif adalah bahwa aku mempunyai banyak anggota.

Cantraka:
Bisakah aku mengetahui siapa saja anggotamu itu?

Sombong:
Angotaku bisa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.  Kenapa engkau mengusik diriku. Anggota diriku yang mana yang engkau anggap Kontradiksi?

Cantraka:
Mungkin engkau perlu menyimak referensi berikut, yaitu sebuah Comment dari Sdr Dessy KristiantoJanuary 22, 2013 at 6:28 AM, sbb: Pada Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos sebelumnya dijelaskan bahwa mitos berarti sombong dan sombong berarti syaitan. Setelah saya pikir-pikir mitos juga tidak selamanya buruk seperti yang kita sangka sebelumnya. Apabila kita balikkan mitos tersebut kepada syaitan kembali maka mitos akan menjadi baik dan berguna. Kenapa demikian? Contohnya: Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedangt mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus. Maka sombong disini menjadi bermanfaat. Bukan syaitan malah justru meniolak syaitan. Bila kita artikan bahwa elegi ini untuk menerang kan bahwa mitos itu juga bermanfaat dan bisa jadi bukan syaitan itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Bila kita sombong didalam kelas dengan tidak mau menerima pengetahuan dari luar, maka sombong kita menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, amin!

Sombong:
Maaf saya belum begitu dapat melihat point yang mana yang engkau maksud?

Cantraka:
Itu yang saya cetak Tebal, perhatikanlah kalimatnya.

Sombong:
Wuoh…. Ternyata….ternyata aku bisa bermanfaat ta? Lho kalau begitu kenapa selama ini aku selalu menjadi yang tertuduh. Tidak adil. Ini betul-betul tidak adil. Mana Bagawat? Mana Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Saya di sini. Ada apa “Sombong”?

Sombong:
Aku tidak terima, selama ini aku dijadikan bulan-bulannan. Bagawat telah berlaku tidak adil dan parsial terhadap diriku. Bagawat juga telah bersikap determinist terhadap diriku.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho memangnya kenapa?

Sombong:
Pada setiap kesempatan Ruang dan Waktu, Bagawat selalu mendengung-dengungkan bahwa saya 100% jelek; bahwa Sombong adalah Syaitan, bahwa Sombong adalah Neraka..dst..dst. Bukankah engkau telah mendengar sendiri dan dapat membaca bahwa Sombongpun bisa bermanfaat. Sombongpun bisa dipelihara.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat, kemana saja engkau selama ini. Ada kisruh di sini yang disebabkan oleh ulahmu, malah engkau pergi tak karuan ke mana.

Bagawat:
Maaf Orang Tua Berambut Putih. Saya agak terlambat.

Orang Tua Berambut Putih:
Kenapa terlambat.

Bagawat:
Setelah terjadi Pemberontaan di mana-mana saya terpaksa tidak bisa tinggal diam. Saya telah melakukan Perjalanan panjang menjelajahi negeri-negeri Barat dan Timur dan juga Dunia Islam.


Orang Tua Berambut Putih:
Apa yang engkau dapatkan dari perjalananmu itu?

Bagawat:
Saya memperoleh referensi yang lumayan banyak perihal deskripsi tentang “Sombong” dan para anggotanya. Saking banyaknya referensi, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu.

Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bisa kalau hanya sekedar menyebutkan tempat atau lokasi atau aksesnya saja.

Bagawat:
Baiklah. Betul apa yang disampaikan oleh “Sombong” bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya:
Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.

Orang Tua Berambut Putih:
Lantas..di mana mereka berada?

Bagawat:
Mereka antara lain dapat di akses pada lokasi-lokasi sebagai berikut:

Confidence:

Defiant:

Arrogance:

Pride:

Orang Tua Berambut Putih:
Baiklah Bagawat, Sombong dan engkau Cantraka, semoga dengan adanya ontran-ontran ini kita mampu menggapai Logos.  Apa yang sedang terjadi pada lokasi-lokasi tersebut di atas adalah Pertengkaran Para Orang Berambut Putih. Maka bacalah sekali lagi Pertengkaran Para Orang Tua Berambut Putih. Hanya melalui pertengkaran-pertengkaran tersebutlah maka sebenar-benar engkau semua mampu menggapai Logosmu masing-masing. Amin

23 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Setelah membaca elegi di atas, ternyata kalo dipikir-pikir ada benarnya juga bahwa tidak selamanya sombong itu adalah perilaku tercela. Baik dan buruknya berlaku sombong itu tergantung oleh ruang dan waktu. Tetapi alangkah baiknya jika kita tetap waspada dan berhati-hati dengan sifat sombong. Karena kesombongan tidak selalu terlihat dan kasat mata. Terkadang tanpa kita sadari pun kita dapat berlaku sombong. Nah, sombong janganlah dianggap remeh, walaupun hal itu tidak penting sekalipun, namanya sombong ya tetap sombong. Hendaknya kita selalu rendah hati dan selalu menjaga lidah kita supaya tidak tergelincir. Dan gunakanlah kesombongan sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat sehingga mampu memberikan manfaat.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sombong memang didefinisikan sebagai sesuatu yang buruk atau negatif namun tidaklah demikian karena pasti di dalam sombong ada sisi lain yang positif, Sombong bisa dikatakan sebagai sisi negatif dari percaya diri itu sendiri. Percaya diri dengan kemampuan yang ada adalah baik namun akan menjadi tidak baik apabila porsinya terlalu berlebih dan cenderung pada sombong. Namun apabila setiap kita bisa mengontrol rasa sombong itu dengan porsi yang pas, maka itu akan menjadi baik. Maka bila kita artikan secara baik, maka sombong juga bisa menjadi bentuk positif dalam diri manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Sifat sombong merupakan sifat dan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah dan pada hari akhirat, Allah tidak mau melihat mereka. Jelas di dalam agama apapun dan di lingkungan sosial sifat sombong merupakan sifat yang tercela dan harus dihindari. Kesombongan biasa muncul dari rasa percaya diri yang berlebihan sehingga memandang rendah orang lain, tidak mau menerima pendapat orang lain, dan tidak mau berbaur dengan lingkungan sekitarnya karena menganggap dirinya mempunyai strata sosial yang lebih tinggi. Namun perlu dilihat bahwa kesombongan tersebut ditempatkan di ruang dan waktu yang mana. Apabila kesombongan tersebut ditempatkan pada hal negatif misalnya memandang rendah orang lain, , sombong akan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, sombong karena kekayaan, dsbnya, maka sifat seperti inilah yang harus dihindari. Karena semua yang ada pada diri kita hakekatnya hanyalah titipan, tidak ada yang perlu disombongkan. Tetapi, apabila kesombongan tersebut ditempatkan pada kondisi seperti di atas di mana seorang lelaki yang bertemu temannya di jalan yang sedang mabuk-mabukan kemudian diajak, tetapi lelaki tersebut menolaknya, maka kesombongan seperti ini justru bermanfaat karena menghindarkan kita dari keburukan yang lebih berat.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS Kelas D

    Sombong merupakan sifat yang buruk. Misalnya ialah adanya perasaan percaya diri yang terlalu tinggi. Namun sombong ini juga memiliki manfaat apabila kita menempatkannya pada situasi yang tepat. Contohnya seperti yang terdapat pada elegi pemberontakan para sombong, yaitu menolak ajakan teman untuk melakukan perbuatan maksiat.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sombong adalah perbuatan yang menjauhkan diri dari relasi. Ketika manusia sombong itu sama saja dengan meninggikan diri. Sombong akan menjauhkan diri dari religiusitas. Rasa percaya diri yang berlebihan dapat membawa diri kepada sikap sombong. Lebih baik menghindari sikap sombong agar tidak berlebihan. Perasaan bangga diri yang tidak berlebihan akan baik dampaknya untuk menyemangati diri agar tidak cepat puas dengan pencapaian dan tetap rendah hati serta semangat. Tetapi kalau rsa bangga diri itu berlebihan maka mendekati sombong yang membawa kepada lupa diri dan sekitar.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari kisah elegi ini saya memahami bahwa rasa sombong pada diri manusia dapat muncul dari rasa percaya diri yang berlebihan, pembangkangan, takabur, dan perasaan bangga pada diri sendiri yang berlebihan. Kesombongan dalam menuntuk ilmu pengetahuan akan menyebebkan kegagalan dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Ketika kita merasa sombong kita merasa bahwa kita akan mudah dalam menguasai materi tersebut, merasa percaya diri yang terlalu berlebihan sehingga pengetahuan tidak akan bisa masuk ke dalam hati dan pikiran kita karena terhalang oleh sifat sombong. Oleh karena itu, ketika kita menuntut ilmu pengetahuan sombong adalah sifat yang harus kita hindari. Agar kita dapat mendapatkan ilmu yang barokah.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sombong adalah menolak kebenaran dan perilaku meremehkan orang lain. Namun ketika kita diajak untuk berbuat yang tidak baik, tolaklah dengan sombong. Sehingga pandai- pandailah untuk berlaku sombong sesuai ruang dan waktunya. Tetapi jika berbicara mengenai sombong, ada baiknya harus dihindari, karena sebagaimana dalam surah berikut berbunyi “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)”. Mari kita memohon kepada Allah SWT semoga dijauhkan dari sikap sombong. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sombong pada dasarnya merupakan sifat yang berlebihan, namun baik apabila mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya atau sesuai dengan ruang dan waktunya. Sombong berakibat fatal jika menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya/tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Alloh tidak menyukai sifat yang berlebihan, demikian pula sombong dapat memakan amal kita layaknya seperti kayu bakar. Oleh karena itu, waspada dan hati-hatilah, meski wasapada dan hati-hati saja tidaklah cukup karena tanpa kita sadari pun sombong dapat hadir sewaktu-waktu. Tetap mawas diri dan rendah hati karena yang patut sombong hanyalah Alloh SWT yang menguasai Arsy dan relung di dalam hati. Ingatlah Alloh selalu disetiap waktu dan nafas hidupmu.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sombong adalah salah satu sifat tercela, apalagi sombong dalam menimba ilmu. Ketika kita sombong akan pengetahuan yang lain, berpikir kita benar, mengacuh pendapat atau ilmu orang lain maka kesombongan itu berubah menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Walaupun dikatakan bahwa sombong memiliki sisi positif saya lebih ingin mengatakan bahwa tidak ada sombong yang positif, jika positif tidaklah lg dikatakan sombong tapi percaya diri. Semoga kita bisa menempatkan kesombongan kita dengan baik.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi diatas tentang pemberontakan para sombong, bahwa sifat sombong itu harus di hulangkan pada diri kita, karena sifat itu adalah bgian dari sifat tervcela. Dimana bagian sombong-sombong itu seperti Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan., padahal kita hidup selalu berinteraksi dengan orang lain karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Buanglah jauh-jauh sifat sombong yang kalian punya. Karena kesombongan akan menjadi malapetaka bagimu.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sombong merupakan salah satu sifat tercela yang datangnya dari syaitan. Orang sombong adalah orang yang merasa punya segalanya, merasa paling benar dan tidak pernah salah sehingga tidak mau menerima pendapat atau masukan dari orang lain. Dengan penjelasan ini kita dapat mengatakan bahwa sombong adalah mitos. Dimana mitos merasa benar tidak mau menerima logos. Maka sesunggunya orang sombong tidak akan mampu menggapai logos karena kesombongannya. Sehingga ia akan menjadi mitos selamanya.

    ReplyDelete
  12. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi pemberontokan para sombong ini saya belajar bahwa berperilaku sombong itu juga ada manfaatnya, tetapi berperilaku sombong tetap harus memahami ruang dan waktu. Jangan menjadikan sombong itu sifat dalam diri kita, karena jika menjadikan sombong sebagai sifat, hanya akan mendatangkan keburukan dan kemurkaan kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari elegi ini, saya menyoroti sumber atau link yang bapak share mengenai confidence yang dituangkan dalam http://www.academicearth.org/lectures/confidence-vs-arrogance dan https://en.wikipedia.org/wiki/Confidence . Memang sangat tipis perbedaan bahkan mungkin beririsan antara sombong dan percaya diri. Namun yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai sikap percaya diri dalam diri kita menjadi sikap sombong. Keyakinan umumnya digambarkan sebagai keadaan yang pasti, entah itu hipotesis atau prediksi benar atau bahwa tindakan pilihan yang dipilih adalah yang terbaik atau paling efektif. Rasa percaya diri adalah memiliki kepercayaan diri sendiri. Keangkuhan atau keangkuhan dalam perbandingan ini adalah memiliki kepercayaan diri yang tidak dipuji-percaya sesuatu atau seseorang mampu atau benar padahal sebenarnya tidak. Terlalu percaya diri atau sombong adalah kepercayaan yang berlebihan pada seseorang (atau sesuatu) yang berhasil, tanpa memperhatikan kegagalan. Diambil secara ekstrem, terlalu percaya diri dapat menyebabkan masalah.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Sombong dapat memberikan efek positif seperti rasa percaya diri dan keberanian. Namun, batas antara percaya diri dan sombong, serta keberanian dan sombong, sangatlah tipis, sehingga dalam menggunakannya harus berhati-hati. Menurut ajaran agama islam, sombong termasuk sikap yang tercela. “sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong” (An-Nahl :23). Hanya Allah lah dzat yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, manusia hanyalah makhluknya yang memiliki banyak ketidaksempurnaan, sehingga manusia tidak boleh sombong.

    ReplyDelete
  15. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Kita sebenarnya terdiri dari dua sisi yaitu sisi ego dan sisi kesadaran sejati. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang tak punya apa-apa, akan tetapi seiring dengan waktu kita mulai memupuk berbagai keinginan bahkan lebih dari yang kita butuhkan. Perjalanan hidup cenderung menggiring kita ke sisi ego, ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme. Hal tersebut sama artinya dengan mengikuti sombong yang ada dalam diri kita, namun perjuangan melawan kesombongan merupakan perjaungan menuju kesadaran sejati. Marilah kita melawan sombong itu dengan sombong itu sendiri yaitu tidak perduli dengan hal-hal yang menggiring kita ke sisi sombong itu.

    ReplyDelete
  16. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Semua memang bergantung dengan ruang dan waktu. Elegi ini memperjelas bahwa sesuatu yang dianggap buruk tidak selamanya buruk. Lagi-lagi semua itu bergantung dengan ruang dan waktunya. Sombong memang dianggap sifat yang buruk, akan tetapi ketika dalam ruang dan waktu tertentu (saat lelaki menolak untuk mabuk-mabukan) sifat sombong tadi tidak lagi menjadi buruk. Akan tetapi hal ini bukan berarti kita boleh bersifat sombong. Kita tetap tidak boleh bersifat sombong. Kita harus bersifat sewajarnya, jangan sampai berlebihan dalam hal misal percaya diri, menganggap dirinya sangat hebat, karena sifat ini salah satu perkara yang sangat dibenci Alloh.

    ReplyDelete
  17. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berlebihan dalam bersikap yang menjadikan perilaku seseorang mencapai kesombongan. Seperti seseorang yang kaya raya, yang seolah-olah bisa memiliki dunia ini saja seharusnya sadar, Hidup di bumi Allah ini, bahkan hanya setitik tinta spidol di papan tulis jika dibandingkan dengan matahari serta alam semesta ini.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sesuatu yang berada ditempat yang benar dan sesuai porsinya tidak selalu berdampak buruk. Namun jika pada porsi yang berlebihan segala yang baik pun menjadi kurang baik. Hal ini juga berlaku untuk kesombongan. Kesombongan pada diri ini dapat digunakan untuk memupuk rasa percaya diri jika sesuai porsinya dan tak tampak dari luar, hal ini untuk kebutuhan aspek psikologis dan membangun sifat yang lebi baik lagi. Namun semua ini harus terkontrol dengan baik. Akan bagus jika tepat pada porsinya, namun lebih baik jika hamper mendekati porsi seharusnya untuk menghindari hal – hal yang tak terkontrol di luar dugaan nantinya.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sombong atau takabbur artinya perasaan tinggi diri oleh si pelaku terhadap satu atau lebih mengenai dirinya dalam aspek-aspek kehidupan. Di dalam hal ini kita perlu menyedari hakikat bahawa tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang mengatakan bahawa dia berhak untuk berlaku sombong. Ini kerana, kesombongan atau kebanggaan itu menunjukkan kebesaran atau kehebatan diri seseorang. Sedangkan kebesaran atau kehebatan adalah kriteria mutlak yang menjadi milik Allah s.w.t., dan tidak ada seorangpun yang boleh memilikinya.

    ReplyDelete
  20. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi Pemberontakan Para Sombong. Kata "sombong" memang identik dengan perbuatan negatif. Namun sesungguhnya semua itu tergantung bagaimana kita menerapkannya. Ya, sekali lagi ini tergantung ruang dan waktu. Pada saat yang tepat, "sombong" menjadi hal yang positif pada kadarnya.
    Islam melarang manusia bersikap sombong, karena manusia hanyalah seorang makhluk dengan banyak tanpa. Sombong untuk menolak hal negatif, tentu hal tersebut berbada pembahasan dengann larangan dalam islam. Jadi gunakan "sombong" secara cerdas dan bijaksana sesuai kadar, dan sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, bahwa kesombongan tidak selalu menjadi sesuatu hal yang buruk. Sebuah kesombongan akan dapat mendatangkan kebaikan bagi kita jika kita mampu menempatkan kesombongan tersebut dengan baik. Kesombongan untuk memotivasi orang lain (dalam konteks yang perlu diperjelas) merupakan salah satu kebaikan dari sombong. Oleh karena itu, hendaknya kita harus mampu menempatkan diri kita, kita mampu mengatur sikap kita, mengolah hati dan pikiran, agar kita tidak salah dalam menentukan waktu kapan kita harus sombong dan kapan kita harus tawadlu’.

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Baik atau buruk bergantung waktu dan tempat, sombong tidak selamanya buruk, terkadang juga bermanfaat untuk mengusir syaitan. Karena sesungguhnya di dunia ini, segala sesuatunya bersifat berubah-ubah. Tidak selalu hal yang buruk itu salah, begitu juga sebaliknya, tak selalu yang baik itu benar. Dalam agama pun diperboleh berbohong demi kebaikan. Juga berlaku sombong jika menghadapi syaitan guna menolaknya. Dan wikipedia Islam mengatakan arti sombong di kala mendapat nikmat atau sombong karena kaya. Orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Sombong yang seperti itu adalah sombong yang negatif, dan sebagai manusia hindarilah sombong yang negatif. Karena manusia diberi akal untuk berpikir, semoga kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam situasi tertentu.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kesombongan bisa diejawantahkan dengan menolak kebenaran. Pada asalnya penentangan adalah dilakukan pada kebaikan sehingga banyak diartikan sombong adalah keburukan itu sendiri. Namun disisi lain manakala dimaknai sombong adalah penentangan secara umum maka kesombongan dalam menentang keburukan menjadi kebaikan yang sejatinya.

    ReplyDelete