Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Sombong





Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.


Sombong:
Kontradiksi apa?


Cantraka:
Tidak biasanya ke Sombong an berlaku diam saja menghadapi begitu banyaknya Hujatan.

Sombong:
Hanya belum saja. Aku sedang memikirkan Strategi untuk melawan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih.


Cantraka:
Bagaimana Strateginya?

Sombong:
Perlu engkau ketahui, bahwa diriku itu berdimensi Ekstensif dan Intensif.

Cantraka:
Maksudnya?

Sombong:
Dimensi Intensif adalah Kadar ke Sombonan ku, mulai dari ke Sombong an Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Dimensi Ekstensif adalah bahwa aku mempunyai banyak anggota.

Cantraka:
Bisakah aku mengetahui siapa saja anggotamu itu?

Sombong:
Angotaku bisa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.  Kenapa engkau mengusik diriku. Anggota diriku yang mana yang engkau anggap Kontradiksi?

Cantraka:
Mungkin engkau perlu menyimak referensi berikut, yaitu sebuah Comment dari Sdr Dessy KristiantoJanuary 22, 2013 at 6:28 AM, sbb: Pada Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos sebelumnya dijelaskan bahwa mitos berarti sombong dan sombong berarti syaitan. Setelah saya pikir-pikir mitos juga tidak selamanya buruk seperti yang kita sangka sebelumnya. Apabila kita balikkan mitos tersebut kepada syaitan kembali maka mitos akan menjadi baik dan berguna. Kenapa demikian? Contohnya: Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedangt mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus. Maka sombong disini menjadi bermanfaat. Bukan syaitan malah justru meniolak syaitan. Bila kita artikan bahwa elegi ini untuk menerang kan bahwa mitos itu juga bermanfaat dan bisa jadi bukan syaitan itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Bila kita sombong didalam kelas dengan tidak mau menerima pengetahuan dari luar, maka sombong kita menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, amin!

Sombong:
Maaf saya belum begitu dapat melihat point yang mana yang engkau maksud?

Cantraka:
Itu yang saya cetak Tebal, perhatikanlah kalimatnya.

Sombong:
Wuoh…. Ternyata….ternyata aku bisa bermanfaat ta? Lho kalau begitu kenapa selama ini aku selalu menjadi yang tertuduh. Tidak adil. Ini betul-betul tidak adil. Mana Bagawat? Mana Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Saya di sini. Ada apa “Sombong”?

Sombong:
Aku tidak terima, selama ini aku dijadikan bulan-bulannan. Bagawat telah berlaku tidak adil dan parsial terhadap diriku. Bagawat juga telah bersikap determinist terhadap diriku.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho memangnya kenapa?

Sombong:
Pada setiap kesempatan Ruang dan Waktu, Bagawat selalu mendengung-dengungkan bahwa saya 100% jelek; bahwa Sombong adalah Syaitan, bahwa Sombong adalah Neraka..dst..dst. Bukankah engkau telah mendengar sendiri dan dapat membaca bahwa Sombongpun bisa bermanfaat. Sombongpun bisa dipelihara.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat, kemana saja engkau selama ini. Ada kisruh di sini yang disebabkan oleh ulahmu, malah engkau pergi tak karuan ke mana.

Bagawat:
Maaf Orang Tua Berambut Putih. Saya agak terlambat.

Orang Tua Berambut Putih:
Kenapa terlambat.

Bagawat:
Setelah terjadi Pemberontaan di mana-mana saya terpaksa tidak bisa tinggal diam. Saya telah melakukan Perjalanan panjang menjelajahi negeri-negeri Barat dan Timur dan juga Dunia Islam.


Orang Tua Berambut Putih:
Apa yang engkau dapatkan dari perjalananmu itu?

Bagawat:
Saya memperoleh referensi yang lumayan banyak perihal deskripsi tentang “Sombong” dan para anggotanya. Saking banyaknya referensi, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu.

Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bisa kalau hanya sekedar menyebutkan tempat atau lokasi atau aksesnya saja.

Bagawat:
Baiklah. Betul apa yang disampaikan oleh “Sombong” bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya:
Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.

Orang Tua Berambut Putih:
Lantas..di mana mereka berada?

Bagawat:
Mereka antara lain dapat di akses pada lokasi-lokasi sebagai berikut:

Confidence:

Defiant:

Arrogance:

Pride:

Orang Tua Berambut Putih:
Baiklah Bagawat, Sombong dan engkau Cantraka, semoga dengan adanya ontran-ontran ini kita mampu menggapai Logos.  Apa yang sedang terjadi pada lokasi-lokasi tersebut di atas adalah Pertengkaran Para Orang Berambut Putih. Maka bacalah sekali lagi Pertengkaran Para Orang Tua Berambut Putih. Hanya melalui pertengkaran-pertengkaran tersebutlah maka sebenar-benar engkau semua mampu menggapai Logosmu masing-masing. Amin

37 comments:

  1. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Kesombongan dapat mencelakakan diri sendiri. Setelah membaca elegi diatas bahwa sombong bergantung pada ruang dan waktu. Jika kita diberi harta lebih terus kita sombong, maka itu perbuatan tercela. Tetapi jika kita bersikap sombong karena menolak ajakan berbuat maksiat maka itu termasuk perbuatan terpuji.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Sombong tak selamanya dipandang sebagai sifat buruk, tergantung sudut pandang kita untuk menilai. Sombong sebagai sifat yang buruk jika kita melakukan hal-hal negatif yang menjerumuskan atau merusak diri kita, sombong sebagai sifat yang baik jika kita melakukan hal-hal positif yang berguna dan bermanfaat bagi diri kita.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada saatnya kita kehilangan kepercayaan kepada keluarg, sahabat, atau teman baik. Tetapi jangan pernah kehilangan keyakinan pada-Nya. Tetaplah yakin kepada-Nya, berharap atas segala sesuatu pada-Nya. Karena sungguh tidak pada tempatnya jika seorang hamba berpuas diri atau menyombongkan diri. Semoga kita senantiasa terhindar dari sifat sombong yang menjadi senjata andalan syaitan dalam rangka mencari sebanyak-banyak teman di neraka.

    ReplyDelete
  4. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sombong itu bukan sifat manusia. Hanya Tuhan-lah yang pantas untuk bersifat sombong. Memang sifat sombong itu dapat menghacurkan akhlak manusia. Namun, dalam elegi ini, dijelaskan bahwa sombong ada sisi baiknya yaitu sombong untuk meninggalkan keburukan. Menurut saya, itu bukan dinamakan sombong, itu tekad. Jadi sombong itu tak ada baiknya, kecuali menyombongkan diri kepada orang yang sombong dengan maksud agar ia sadar.

    ReplyDelete
  5. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Perilaku sombong adalah salah satu penyakit hati, seperti halnya perilaku-perilaku iri, dengki, dan sebagainya. Menurut saya, bangga untuk diri kita sendiri tidak apa-apa, namun bukan untuk ditunjukkkan pada orang lain. Merasa bangga untuk diri sendiri misalnya merasa bangga ketika mendapat nilai tinggi Ujian Nasional atau merasa bangga ketika lulus sarjana. Kebanggaan lulus sarjana tentu akan memotivasi kita untuk mencari pekerjaan yang bergengsi atau memotivasi kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ketika hidup bermasyarakat, saat berinteraksi dengan orang lain, alangkah baiknya sembunyikan ‘sombong’, sembunyikan ‘kebanggaan-kebanggan’ itu. Menjadi rendah hati berarti melepas semua beban untuk menuju ketenangan hidup. Tetapi jangan sampai merasa ‘lebih’ atau ‘paling’ rendah hati diantara yang lain, karena sesungguhnya perilaku itu juga tergolong kesombongan.

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sombong merupakan sifat dari syeitan. Dahulu, ketika nabi Adam baru sudah diciptakan, Allah menyuruh syeitan untuk sujud kepada Adam, tetapi syeitan tidak mau karena menganggap dirinya lebih baik dari nabi Adam. Hal ini membuat Allah marah sehingga mengusir syeitan dari syurga. Syeitan pun berjanji untuk menyesatkan manusia agar bersama mereka masuk neraka, dan salah satunya dengan membisikan sifat sombong kepada manusia. Menolak untuk tidak ikut minum-minuman bukanlah sifat sombong, menolak untuk tidak ikut minum-minuman berarti menerima kebenaran, maka ini bukanlah sifat sombong, karena sifat sombong akan menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus menjauhi sifat sombong ini.

    ReplyDelete
  7. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terim Kasih atas tulisannya di atas prof, sangat menginspirasi untuk muhasabah diri.

    Pada dasarnya sombong memang perbuatan yang tidak baik. Telah disebutkan dalam kitab Riyadus Sahlihin pada bab 72 karya Imam Nawawi bahwa telah disajukan ayai qur'an yang melarang manusia untuk bersifat sombong (Al-Isra'= 37) dan beberapa hadit yang juga menyebutkan bahwa sombong adalah perbuatan tidak terpuji.cerita di atas tentang seseorang menolah untuk iku teman-temannya minum, menurut kami merupakan perbuatan mawasdiri akan perbuatan2 tercela yang bisa saja menjerumuskan manusia. terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini saya memahami bahwa kesombongan dari suatu subyek adalah keyakinan yang berlebihan terhadap predikat yang melekat pada dirinya. Kami (saya) merasa memiliki kecenderungan untuk bisa sombong. Dengan membaca dan merenungi elegi ini semoga bisa menjadi bahan refleksi kami untuk bisa terhidar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  9. Junianto
    PM C
    17706251065

    Kesombongan merupakan suatu keangkaramurkaan yang hampir setiap orang memiliki sifat ini. Namun, orang yang kuat mampu menekan rasa sombong ini karena mereka menyadari kalau sifat ini akan menghancurkan semua kebaikan. Maka dari itu, hindari sifat sombong dan selalu gapai logos-logosmu untuk mendekat kepada sang Pencipta. Kesombongan selalu bertentangan dengan segala hal positif. Hanya Sang Penciptan dengan ke-Maha Kuasaanya lah yang boleh sombong.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sangat menarik menyimak percakapan dalam elegi ini. Sifat sombong, sebagaimana orang awam pahami, adalah sesuatu yang selalu berkonotasi negatif. Namun elegi ini memberikan cara pandang baru mengenai sombong, bahwa ternyata sifat sombong dapat menjadi sesuatu yang baik ketika diterapkan pada waktu dan tempat yang tepat, sebagaimana di atas dicontohkan bersikap sombong dengan menolak ajakan untuk berbuat maksiat adalah sebuah kebaikan. Dari elegi ini, salah satu hal penting yang dapat diambil adalah baik dan buruknya sesuatu sangat dipengaruhi oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Bukankah Sombong itu berbeda dengan kita menjaga prinsip? Bukankah Sombong juga berbeda dengan kita bersikap tegas terhadap godaan yang menimpa kita? Apakah kita bisa menyamakan ketiga itu? Kalau sombong itu relatif terhadap ruang dan waktu, Berarti kita bisa mengatakan ada sombong Negatif, Agak Negatif, Sombong Netral, Agak Positif, dan Sombong Positif? Mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
  12. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sombong adalah penyakit hati yang akan menular pada pikiran dan perbuatan. Karena kesombongan itu dapat membuat orang menjadi lupa siapa dirinya, dan siapa orang disekitarnya. Karena kesombongan tidak akan membawa kebahagiaan. Sombong akan menambah penyakit hati yang menjadi lebih besar. Lalu kenapa orang berlaku sombong, tidaklah dipikirkan bahwa sombong itu tidak ada habisnya, sombong menyebabkan dengki. Karena pasti ada oranglain yang lebih dari orang lain. Oleh karena itu, janganlah sombong, rendahkan diri karena yang Tinggi hanyalah Allah.

    ReplyDelete
  13. Anisa Safitri
    17701251038
    PPS PEP B 2017

    Kesombongan itu tidak terdeteksi kapan datangnya. Ia bisa sembunyi sembunyi tidak sadar, bahkan sampai bisa meledak ledak. Setiap orang berpotensi untuk sombong. Yang muda, remaja, dewasa sampai yang tua. Sifat setan ini harus selalu kita redam, karena sangat berbahaya. Ia bisa menghancurkan setiap pondasi kecerdasan, kesuksesan, keimanan kita. Maka hanya dengan terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT, semoga Allah hilangkan sifat kesombongan yang kadang muncul dari kita. Sombong adalh sikap yang membuat kita tidak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, karena sudam merasa bebrada diatas dalam keadaan tertentu sehingga menjadikan manusia tidak dapat mengembangkan potensinya.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kesombongan adalah si bahaya. Datang tiba-tiba dan bisa saja menghabisi semuanya. Habis sehabis-habisnya hingga tak bersisa pada sisa-sisanya. Sombong adalah perilaku syaitan. Maka dalam kutipan di atas bahwa sombong terkadang membawa manfaat saya rasa lebih tepat jika yang membawa manfaat adalah kesadaran kita. Menyambung pada kisah yang dicontohkan di atas, saya rasa yang membawa orang tersebut menolak ikut serta mabuk-mabukan, karena dia sadar bahwa perbuatan tersebut tidak benar. Menurut pendapat saya, malah tidak selamanya mitos itu buruk, karena saya setuju denga satu postingan di blog ini yang menyampaikan bahwa sebagian dari pengetahuan kita adalah mitos. Tapi, sekali lagi kita sedang berproses. Tidak ada jawaban yang benar-benar "benar". Terlalu mengangungkan opini pribadi adalah salah satu bentuk kesombongan juga. Benar-benar sombong ini, datang seenak hatinya.

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pada dasarnya sifat sombong adalah sifat yang dimiliki oleh syaitan yang ingin ditularkan pada manusia. Syaitan ingin menyesatkan manusia yang sejatinya telah dipilih oleh Allaah sebagai makhlusk paling mulia. Namun nyatanya tidak ada yang bisa disombongkan dari manusia. Hanya Allah swt yang pantas merasa sombong.

    ReplyDelete
  16. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Kesombongan merupakan salah satu sifat yang harus dihindari. Namun, seperti objek olah pikir yang lainnya, sombong juga relatif terhadap ruang dan waktu. Sombong yang identik dengan buruk dan tidak benar, pada situasi dan ruang tertentu justru menjadi sesuatu yang baik dan benar. Maka dapat dikatakan bahwa sombong pun bermanfaat. Di saat kita melakukan kesombongan untuk menghindari hal-hal buruk, atau disaat kita melakukan kesombongan untuk berbuat baik, maka kesombongan menjadi bermanfaat. Semoga kita dapat menempatkan kesombongan tepat pada ruang dan waktunya sehingga kesombongan yang kita lakukan hanya yang mendatangkan manfaat, bukan kesombongan yang dilarang oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Sombong adalah sifat yang sering menyelinap di hati seseorang. Terkadang seseorang tidak menyadari jika sombong telah menempel pada dirinya. Kesombongan bukanlah hak manusia untuk memilikinya. Manusia diciptakan untuk selalu berusaha dan terus berusaha dalam menggapai keikhlasan hati dan kritisnya pikiran. Dalam penggapaian tersebut hendaknya berhati-hati agar terhindar dari kesombongan. Sedikit saja kesombongan dalam hati maka akan menggagalkan jalan menuju tujuan tersebut.

    ReplyDelete
  18. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kesombongan memiliki sifat dualisme, ada kesombongan baik da nada pula kesombongan yang tidak baik. Pada umumya orang mengenal kesombongan sebagai tindakan yang tidak baik, memang dalam beberapa konteks umumnya kesombongan adalah tindakan yang tidak baik. Terkait dengan menolak ajakan menuju arah yang negatif pada dasarnya keduanya adalah kesombongan. yang mengajak untuk berbuat negatif adalah kesombongan kuasa, sedangkan yang menolak ajakan tersebut adalah kesombongan utuk melawan kuasa. Maka sebenar-benarnya kesombongan adalah sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Selama ini ,saya menganggap bahwa kesombonngan hanya mengadung makna negatif.Atau biasa yang disejajarkan oleh orang-orang dengan kata yang mengandung makna yang sama layaknya angkuh, congkak dan sebagainya.Tapi, setelah membaca elegi tersebut ternyata sombong memiliki dua esensi yaitu adan kesombongan yang bermakna positif (bermanfaat) dan ada yang bermakna negatif.Sebagaimana yang dicontohkan pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  20. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Sombong merupakan sifat yang harus di hindari oleh manusia. Kenapa demikian ? Karena sifat sombong itu datangnya dari syeitan yang akan mendatangkan keburukan dan kerugian bagi siapa saja yang melakukan kesombongan. Namun, setelah membaca kisah diatas dimana seorang pemuda melakukan kesombongan dengan menolak ajakan teman-temannya untuk mabuk-mabukkan, saya menyadari bahwa sombong juga tidak selamanya buruk. Sombong juga bersifat relatif, tergantung situasi dan kondisinya, tergantung ruang dan waktunya. Dengan demikian, hendaklah kita sebagai manusia mampu menempatkan kesombongan sesuai dengan ruang dan waktunya. Aamiin...

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan ini membuat saya ingin mencari makna dari kata sombong itu sendiri agar saya tepat dalam penempatannya. Adanya perbedaan pandangan pada kata sombong dalam ulasan di atas, tentunya saya bertambah bingung. Saya hanya memiliki pandangan bahwa sesuatu yang sifatnya negatif pada waktu tertentu akan dapat bersifat positif. Namun, ini masih menjadi tanda tanya besar dalam benak saya. Apakah bisa jika seperti itu?
    Terima kasih Prof, ulasan yang membuat saya ingin mencari dan terus mencari serta tidak menghentikan langkah sampai di sini.

    ReplyDelete
  22. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mungkin salah pendapat saya sebelumnya, mitos itu buruk? Ternyata selama kita berpikiran positive maka mitos juga bisa jadi baik. Kembali lagi, ruang dan wkatu yang dapat mempengaruhi. Sesuatu kesombongan dalam berpendapat. Dengan ditarik garis besarnya, sombong ternyata juga demikian. Tidak selamanya sombong tu berujung kesombongan dan sombong juga bisa menjadi penolong. Ya mmungkin orang lain akan berkata “sombongnya kamu” ketika kita menolak suatu hal seperti contoh di elegi tersebut. Tetapi sombongnya kita dimata mereka bukan berarti kita sombong terhadap Allah. karena kita juga bisa menjadi penolong bagi mereka besok di akhirat. Karena mungkin secara tidak sadar, mereka akan berpikir “mengapa dia menolak ajakan kita? Apakah ajakan kita salah?” ada probabilitas disana. Allah Yang Maha Tahu lagi Maha Pemberi Maaf bagi hambanya yang ingin kembali kejalan-Nya.

    ReplyDelete
  23. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Kembali saya terkaget dan merasa harus mengiyakan bahwa sombong pun bermanfaat sebagaimana yang dikutip dari pendapatnya sdri Desy Kristianto. Namun perlu kiranya saya membuka link-link tersebut dan mempelajarinya lebih mendalam, mengingat di elegi ini belum utuh dalam mengupas ‘sombong yang bermanfaat’. Terima kasih Prof Marsigit dan sdri Desy atas perpektif barunya.

    ReplyDelete
  24. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Kesombongan dan kerendahan hati rupanya dua kontradiksi yang beda tipis ya... Orang yang tidak ikut mabuk itu disebut sombong, namun bagi saya dia rendah hati, menggapai diri, tahu apa yang baik yang harus dilakukan. Dia menggunakan nuraninya, ingat Tuhannya sebagai landasan hidupnya.
    Sombong bisa berdampak baik, Saya setuju. Seorang guru yang menyombongkan metode Baru yang dia temukan dalam pengajaran Matematika, dapat bermanfaat bagi orang yang mendengar, menjadi referensi bagi orang lain. Namun benarkah si guru melakukan nya karena sifat sombong? Bagaimana jika dia melakukan karena sifat baik hatinya yang senang berbagi atas apa yang dia miliki?
    Mohon penjelasan until kontradiksi ini.

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak ontran-ontrannya sangat membeantu untuk menambah logos dalam diri saya, meskipun belum saya baca semua linknya. Dari elegi ini saya menjadi tahu ternyata sombong juga memiliki sisi kebaikan meskipun disaat-saat tertentu saja. Jadi, memang tidak selamanya sombong itu negatif. Pada ucapan orang tua berambut putih yang terakhir juga diucapkan bahwa pada link-link tersebut sedang terjadi pertengkaran orang tua berambut putih. Terlepas dari ini bahasa kiasan, bukankah pertengkaran juga termasuk hal yang negatif? Tetapi dalam konteks kalimat tersebut bukan sesuatu yang negatif, melainkan sesuatu yang positif, karena pertengkaran disini menunjukkan diskusi untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  26. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kesombongan tidak akan mendatangkan manfaat, justru dengan sombong banyak hal baik/positif tertutup. Seperti, saat kita merasa bahwa kita sudah paham dan sudah hebat disitulah muncul kesombongan, dengan begitu kita menjadi malas untuk belajar lagi karena merasa sudah bisa, padahal ada banyak hal yang tidak diketahui. Manusia tidaklah pantas untuk sombong, karena hanya Tuhan yang maha sempurna.

    ReplyDelete
  27. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum WR.Wb

    Sebelum membaca elegi ini yang tidak mengertahui bahwa kesombongan ada yang bersifat baik. Yang ada dibenak saya kesombongan adalah sesuatu yang buruk dan semuanya berasal dari godaan syaitan. Ternayata sombong juga bisa bersifat baik ketika kita menolak dari godaan syaitan, contahnya menolak dengan sombong untuk melakukan perbuatan yang berasal dari godaan syaitan tersebut, sombong dalam arti teguh dengan pendirian kita terhadap apa yang telah diajarkan oleh Allah untuk tidak terlibat dalam perbuatan yang berasal dari godaan syaitan, seperti contoh yang disebutkan pada elegi ini yaitu mabuk-mabukan. Tetapi kita harus tetap waspada karena syaitan akan selalu menggoda kita dengan berbagai cara agar kita termasuk dalam golongannya. Semoga Allah selalu melindungi kita dari godaan-godaan syaitan. Aamiin.

    ReplyDelete
  28. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sombong adalah sifat negatif yang sejak kecil sudah diwanti-wanti untuk dihindari. Lawan dari sombong adalah rendah hati. Namun kembali lagi pada masing-masing orang untuk memaknai sombong dan rendah hati. Bisa salah kaprah menjadi sangat luas artinya. Jika seseorang menolak untuk ikut mabuk-mabukan, bagi dirinya terdapat rasa sombong karena berhasil menolak ajakan maksiat, namun sejauh apakah sombongnya? Apabila dengan rasa sombongnya itu ia memandang rendah manusia lain, maka hilanglah kebaikan dalam dirinya. Namun jika tidak, maka sebenarnya ia tidak sombong, melainkan membuat keputusan yang benar. Sebaliknya, rendah hati juga bisa diartikan salah ketika seseorang demi menggapai kerendahan hati, tidak pernah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berkembang. Alasannya, biar orang lain saja yang sukses. Ia tetap rendah hati. Ini tak lain adlah terjebak dalam mitos dan mengantarkan diri sendiri ke dalam kesengsaraan, maka rendah hati menjadi negatif. Persepsi seseorang dalam memaknai suatu sifat mempengaruhi caranya menajalani kehidupan.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang benar adanya. Sifat sombong sering kali menjadi tendensi dari suatu kejadian yang tidak diinginkan. Kesombongan sering kali berdampak pada sisi negatif seseorang. Namun, kesombongan juga terkadang perlu dilakukan. Kita boleh menggunakan kesombongan untuk menyadarkan orang yang sombong. Hal tersebut memang diperbolehkan. Misalnya seperti ini. Ada orang kaya raya yang berpenampilan sederhana dan tidak menunjukkan kekayaannya kepada orang lain. namun, disisi lain ada orang yang hidupnya pas-pasan namun bersifat hedon dan sering mengumbarkan kehedonannya kepada orang lain karena merasa memiliki sesuatu yang tidak banyak orang miliki. Ketika antara orang kaya sederhana dengan orang hedon bertemu di dalam suatu perkumpulan, orang heddon selalu membanggkan apa yanag dimilikinya dan merasa tidak ada seorangpun yang dapat menandinginya. Disini orang kaya berhak sombong dengan menunjukkan kekayaan melimpahnya guna menyadarkan si orang hedon tersebut agar taubat tidak merasa paling unggul. Namun, sifat kesombongan pada dasarnya memang tidak boleh dimiliki manusia. Karena memang kesombongan hanya dimiliki oleh Sang Maha Besar yaitu Alloh SWT.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kesombongan bisa berarti perbuatan jelek, bisa juga berarti perbuatan baik yaitu sesuai dengan ruang dan waktunya. Namun yang sering kita alami saat ini terutama di media sosial, kadang kita sering mengupload foto maupun kegiatan yang sedang dialami, nah ini bisa dikatakan sombong bisa juga dikatakan tidak sombong, tergantung niatnya juga. Namun dalam hidup bermasyarakat dan atau di media sosial, niat saja masih kurang, perlu juga diberi penjelasan atau deskripsi atau bukti.

    ReplyDelete
  32. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sebab setan terusir dari surga adalah karena kesombongannya. Tidak akan masuk ke dalam surga, orang yang di dalam hatinya masih terdapat kesombongan. Sikap sombong akan menghalangi kebaikan dan kebenaran. Sombong juga dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan ilmu. Tetapi sikap sombong dapat menjadi kebaikan apabila apabila sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  33. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Terimakasih Bapak Marsigit untuk elegi yang telah di share. Manusia mengkaitkan kata "sombong" selalu dengan hal-hal yang negatif. Sombong merupakan salah satu sifat yanh dimiliki setiap manusia. Tanpa kita sadari kesombongan itu muncul pada ruang dan waktu tertentu. Namun, setelah membaca elegi ini, ternyata kita hidup di dunia ini juga memerlukan sifat sombong. Sifat sombong akan menjadi positif ketika digunakan pada ruang dan waktu yang tepat. Seperti, menolak untuk di ajak minum minuman beralkohol yang menyimpang dari ajaran agama. Itu merupakan salah satu pentingnya memiliki sifat sombong. Jika kita tidak memiliki sifat tersebut maka kita akan ikut dalam arus negatif yaitu minum minuman beralkohol. Oleh karena itu, kita harus bisa mengkontrol sifat sombong agar menjadi positif dan tidak menyakiti/menyinggung perasaan orang lain.

    ReplyDelete
  34. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menjadi guru haruslah terhindar dari kesombongan. Terkadang guru merasa lebih tahu segalanya dibandingkan orang lain. Seperti guru matematika menganggap dirinya mahir dalam rumus phytagoras, trigonometri, statistika, geometri, dan lain-lain. Guru Fisika menganggap dirinya mahir dalam Hukum Newton, Fluida, Hukum Archimedes, dan lain-lain. Guru Bahasa Inggris menganggap dirinya mahir berbicara bahasa inggris (speaking), writing, listening, dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru sangat rentan dengan kesombongan. Untuk itu, guru harus dapat menyeimbangkan antara olah pikir dan olah hati. Olah hati akan membuat guru selalu menjaga kerendahan hatinya.

    ReplyDelete
  35. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Melalui belajar filsafat kita secara tidak langsung dibiasakan untuk berfikir secara komprehensif, memandang sesuatu melalui berbagai sisi serta menilai benar atau salah akan suatu hal itu relatif berdasarkan ruang dan waktunya. Tentunya ini juga berlaku dalam menilai sebuah “ kesombongan” secara spiritual sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, bahwa sombong merupakan akhlak yang tidak baik dan perlu dihindari, sebab sebagaimana pepatah yang seringkali kita dengar tentang perumpamaan kesombongan yaitu “di atas langit masih ada langit”, pepatah ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri sebab ketika kita merasa lebih maka jangan lupa bahwa masih ada orang yang lebih lagi dari kita. Namun, dalam konteks tertentu berlaku sombong itu diperlukan, bila itu untuk suatu kebaikan yaitu menolak atau menghindari keburukan.

    ReplyDelete
  36. Junianto
    17709251065
    PM C

    Tidak ada Dzat yang patut sombong kecuali Tuhan YME, pencipta alam beserta seluruh isinya. Manusia hanyalah makhluk ciptaan-Nya yang sangat lemah dan sudah sepantasnya meminta petunjuk kepada-Nya. Meskipun pada dasarnya manusia itu makhluk yang lemah, Tuhan telah membekali manusia dengan akal yang luar biasa. Akal inilah yang akan membuat manusia menjadi cerdas, tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya. Manusia bisa menjadi bijaksana dan bersyukur atas akal itu atau justru malah menjerumuskan manusia itu sendiri. Salah satu contoh manusia yang terjerumus dalam kejelekan yaitu manusia menjadi sombong dan mengunggulkan dirinya sendiri di hadapan orang lain. Manusia menjadi lupa bahwa kecerdasan, pangkat, derajat, dll itu adalah pemberian/ titipan dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  37. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menentukan suatu defenisi terhadap suatu hal memang bukanlah hal yang mudah. Karena sifat manusia yang terus berfikir, menimbulkan banyaknya persepsi dan defenisi terhadap suatu hal. Misalnya arti ddan makna dari kesombongan. Kesombongan dapat diartikan dengan sifat yang mengagung-agungkan diri sendri, menolak hal yang dianggap tidak sepaham juga dapat diartikan kesombongan. Karena dengan penolakan yang dilakukan karena ilmu yang dimengerti hanya itu dan ia tidak mampu membuka diri bagi yang baru. Dalam pemaknaan sombong, bisa juga diartikan jika diajak dalam kemaksiatan seperti cerita diatas, maka yang dilakukan adalah dengan memaknai kesombongan dari sisi yang berbeda.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete