Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Sombong





Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.


Sombong:
Kontradiksi apa?


Cantraka:
Tidak biasanya ke Sombong an berlaku diam saja menghadapi begitu banyaknya Hujatan.

Sombong:
Hanya belum saja. Aku sedang memikirkan Strategi untuk melawan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih.


Cantraka:
Bagaimana Strateginya?

Sombong:
Perlu engkau ketahui, bahwa diriku itu berdimensi Ekstensif dan Intensif.

Cantraka:
Maksudnya?

Sombong:
Dimensi Intensif adalah Kadar ke Sombonan ku, mulai dari ke Sombong an Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Dimensi Ekstensif adalah bahwa aku mempunyai banyak anggota.

Cantraka:
Bisakah aku mengetahui siapa saja anggotamu itu?

Sombong:
Angotaku bisa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.  Kenapa engkau mengusik diriku. Anggota diriku yang mana yang engkau anggap Kontradiksi?

Cantraka:
Mungkin engkau perlu menyimak referensi berikut, yaitu sebuah Comment dari Sdr Dessy KristiantoJanuary 22, 2013 at 6:28 AM, sbb: Pada Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos sebelumnya dijelaskan bahwa mitos berarti sombong dan sombong berarti syaitan. Setelah saya pikir-pikir mitos juga tidak selamanya buruk seperti yang kita sangka sebelumnya. Apabila kita balikkan mitos tersebut kepada syaitan kembali maka mitos akan menjadi baik dan berguna. Kenapa demikian? Contohnya: Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedangt mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus. Maka sombong disini menjadi bermanfaat. Bukan syaitan malah justru meniolak syaitan. Bila kita artikan bahwa elegi ini untuk menerang kan bahwa mitos itu juga bermanfaat dan bisa jadi bukan syaitan itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Bila kita sombong didalam kelas dengan tidak mau menerima pengetahuan dari luar, maka sombong kita menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, amin!

Sombong:
Maaf saya belum begitu dapat melihat point yang mana yang engkau maksud?

Cantraka:
Itu yang saya cetak Tebal, perhatikanlah kalimatnya.

Sombong:
Wuoh…. Ternyata….ternyata aku bisa bermanfaat ta? Lho kalau begitu kenapa selama ini aku selalu menjadi yang tertuduh. Tidak adil. Ini betul-betul tidak adil. Mana Bagawat? Mana Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Saya di sini. Ada apa “Sombong”?

Sombong:
Aku tidak terima, selama ini aku dijadikan bulan-bulannan. Bagawat telah berlaku tidak adil dan parsial terhadap diriku. Bagawat juga telah bersikap determinist terhadap diriku.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho memangnya kenapa?

Sombong:
Pada setiap kesempatan Ruang dan Waktu, Bagawat selalu mendengung-dengungkan bahwa saya 100% jelek; bahwa Sombong adalah Syaitan, bahwa Sombong adalah Neraka..dst..dst. Bukankah engkau telah mendengar sendiri dan dapat membaca bahwa Sombongpun bisa bermanfaat. Sombongpun bisa dipelihara.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat, kemana saja engkau selama ini. Ada kisruh di sini yang disebabkan oleh ulahmu, malah engkau pergi tak karuan ke mana.

Bagawat:
Maaf Orang Tua Berambut Putih. Saya agak terlambat.

Orang Tua Berambut Putih:
Kenapa terlambat.

Bagawat:
Setelah terjadi Pemberontaan di mana-mana saya terpaksa tidak bisa tinggal diam. Saya telah melakukan Perjalanan panjang menjelajahi negeri-negeri Barat dan Timur dan juga Dunia Islam.


Orang Tua Berambut Putih:
Apa yang engkau dapatkan dari perjalananmu itu?

Bagawat:
Saya memperoleh referensi yang lumayan banyak perihal deskripsi tentang “Sombong” dan para anggotanya. Saking banyaknya referensi, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu.

Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bisa kalau hanya sekedar menyebutkan tempat atau lokasi atau aksesnya saja.

Bagawat:
Baiklah. Betul apa yang disampaikan oleh “Sombong” bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya:
Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.

Orang Tua Berambut Putih:
Lantas..di mana mereka berada?

Bagawat:
Mereka antara lain dapat di akses pada lokasi-lokasi sebagai berikut:

Confidence:

Defiant:

Arrogance:

Pride:

Orang Tua Berambut Putih:
Baiklah Bagawat, Sombong dan engkau Cantraka, semoga dengan adanya ontran-ontran ini kita mampu menggapai Logos.  Apa yang sedang terjadi pada lokasi-lokasi tersebut di atas adalah Pertengkaran Para Orang Berambut Putih. Maka bacalah sekali lagi Pertengkaran Para Orang Tua Berambut Putih. Hanya melalui pertengkaran-pertengkaran tersebutlah maka sebenar-benar engkau semua mampu menggapai Logosmu masing-masing. Amin

34 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pada dasarnya sombong itu merupakan hal yang kurang baik. Tetapi ada kalanya sombong itu bisa menjadi sesuatu yang baik. Sombong dapat menjadi baik jika kita gunakan sesuai dengan ruang dan waktu. Sombonglah kepada orang- orang yang sombong. Bisa jadi orang yang sombong tidak akan pernah sadar jika tidak ada orang lain yang menyombongkan diri. Tetapi kita pun harus belajar mengendalikan sifat sombong. Jangan sampai keinginan sombong untuk menyadarkan orang lain justru hanya menjadi tameng untuk membenarkan sifat sombong kita. Maka sebaik-baik sifat sombong harus kita jauhi. Dan kita harus senntiasa memohon ampunan dan petunjuk kepada Allah SWT agar dijauhkan dari keburukan sifat sombong.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sombong adalah keadaan dimana seorang manusia merasa dirinya memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Kesombongan ini berasal dari sifat manusia yang kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Sombong biasanya identik dengan hal yang tidak baik, namun setelah membaca elegi bapak, saya mengerti bahwa sombong berubah menjadi hal yang baik manakala kita dapat mletakkannya secara tepat sesuai dengan porsi dan fungsinya, sesuai dengan ruang dan waktunya. Semoga kita dapat meletakkan sombong kita dengan baik, sehingga sombong kita dapat menjadi bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menurut saya penolakan yang dilakukan pemuda sebagaimana yang dicontohkan mbak Dessy di atas bukanlah tergolong sombong melainkan sebuah kreativitas pola pikir. Sombong adalah apabila kita memandang sesuatu yang ada pada diri yang kita memiliki kualitas yang lebih dibandingkan orang lain. Maka seluruh jenis kesombongan adalah sesuatu yang harus dihindari yaitu dengan membiasakan rendah hati serta selalu bersyukur atas nikmat yang diperoleh.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Dunia bersifat relatif, termasuk mengenai baik buruk. Baik atau buruknya sesuatu bergantung waktu dan ruangnya, maka dari itu sombong tidak selamanya buruk, adakalanya sombong dapat menjadi baik dan juga bermanfaat. Misalnya sombong untuk mengusir syaitan atau menolak ajakannya. Disini, hal yang secara awam dianggap buruk, ternyata dapat berubah menjadi baik dan boleh dilakukan atau bahkan diperintahkan. Sombong yang dilarang adalah yang negatif yang dapat merusak hati. Misalnya orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Sombong yang seperti itu adalah sombong yang negatif, dan sebagai manusia hindarilah sombong yang negatif.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada dasarnya sifat sombong adalah perbuatan dan perasaan yang tidak baik bagi manusia. Dalam ajaran islam pun telah disebutkan agar manusia tidak memiliki sifat atau rasa sombong. Sombong merupakan perasaan, tindakan, suatu hal, dan kemampuan bahwa saya lebih atas suatu hal dari pada yang lain. Pada kasus elegi pemberontakan sombong, kisah seorang laki-laki yang menolak untuk berbuat kemungkaran bukan lah suatu kesombong, melainkan sebuah ikhtiar untuk melawan syaitan. Allah SWT menguji umatnya dengan banyak cara. Jika kita menggangap perbuatan lelaki tersebut adalah sombong yang baik sementara itu sesungguhnya merupakan cobaan dr Allah SWT, maka kita telah melakukan perbuatan yang dibenci Allah SWT jika kita menggangap bahwa kita lebih baik dari yang berbuat maksiat.

    ReplyDelete
  6. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sombong dapat berupa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst. Berbagai macam jenis sombong ini sungguh sangat berbahaya, membuat kita merasa bahwa kitalah yang paling hebat dan paling tinggi. Hal ini dapat membawa kita pada kesyirikan, Naudzubillah min dzalik. Berdoalah dan terus minta perlindungan Allah SWT agar terlindung dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  7. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Elegi di atas mengingatkan saya pula tentang elegi mengubah mitos menjadi logos. Namun, saya menjadi ragu dengan komentar Sdr Dessy Kristianto yang dikutip pada perkataan cantraka, apakah yang dimaksud dalam contoh yang diberikan itu termasuk dalam bentuk kesombongan atau bukan. Namun kembali lagi, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan masing-masing. Kalaupun sombong itu ada manfaatnya, namun saya yakin tetap akan lebih mudharatnya. Lihat saja anggota-anggota dari sombong, seperti rasa percaya diri yang berlebihan, perbuatan membangkang, takabur, angkuh, bangga terhadap diri sendiri dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dari gejala-gejala tersebut pasti ada satu atau dua yang mampir atau bahkan mengendap dalam hati kita. Astaghfirullah, semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari salah satu penyakit hati ini, amin. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  8. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca artikel ini saya baru mengetahui bahwa ternyata sombong juga bisa memberikan manfaat apabila kita menggunakannya sesuai dengan ruang dan waktunya. Sombong merupakan obyek filsafat, oleh karenanya dapat dikaji secara intensif dan ekstensif. Nyatanya awalnya kita berpikiran parsial tentang sifat sombong ini, sehingga ternyata kita tidak benar-benar mampu memahami hakekat sombong. Hal ini mengingatkan kita agar mengkaji segala hal secara menyeluruh dan obyektif sehingga kita mampu mencapai logos yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  9. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini bisa kita dapatkan manfaat bahwa pada dasarnya sombong adalah mitos dari syaiton. Sombong akan mengkontradiksikan hal diluar dirinya, baik itu buruk maupun baik, tetapi sombong cenderung mengkontradiksikan yang baik. Maka sangat wajar jika si Begawat mengklaim demikian jelek kepada sombong. Namun ilmu dan pikiran selalu bersifat positif, sombong bisa dimanfaatkan untuk hal kebaikan, karena salah satu anggotanya adalah confident, dengan menekan sedikit confident agar tidak berlebihan, maka anggota sombong ini akan banyak bermanfaat bagi si empunya

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Melanjutkan, bahwa tidak selamanya sombong itu berarti jelek, karena sombong itu bersifat kontradiktif, maka sombong terhadap kesombongan akan menjadikan segalanya netral kembali. Apalagi sombong terhadap perintah Tuhan dan larangannya, sombong ketika melakukan perbuatan judi, maka kita lawan juga dengan kesombongan untuk melawan perbuatan judi.

    ReplyDelete
  11. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sombong dapat memberikan efek positif seperti rasa percaya diri dan keberanian. Namun, batas antara percaya diri dan sombong, serta keberanian dan sombong, sangatlah tipis, sehingga dalam menggunakannya harus berhati-hati. Menurut ajaran agama islam, sombong termasuk sikap yang tercela. “sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong” (An-Nahl :23). Hanya Allah lah dzat yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, manusia hanyalah makhluknya yang memiliki banyak ketidaksempurnaan, sehingga manusia tidak boleh sombong

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Benar juga bahwa sombong ternyata ada manfaatnya. Setelah membaca elegi ini terutama pendapat dari sdr Dessy Kristianto yang dikutip di atas, saya menjadi mencari-cari sombong lain yang bermanfaat. Izinkan saya menyampaikan apa yang telah saya pikirkan. Saya menemukan bahwa selain sombong itu buruk karena dapat menghambar kita dalam mencari ilmu dan berkembang, sombong juga memiliki manfaat. Salah satunya sombong dalam melawan hawa nafsu. Misanya saja kita sedang beribadah sholat di rumah, lau tiba-tiba HP kita berbunyi karena ada panggilan. Maka kita harus sombong dan menganggap panggilan tersebut tida penting karena apa yang kita kerjakan lebih penting. Yakni menjawab panggilan Allah SWT. Semoga kita terhindar dari sombong yang buruk dan melalukan sombong yang baik.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa ingin lebih dihargai, dihormati. Salah satu sifat dan perilaku yang paling tidak disenangi oleh kebanyakan orang adalah sifat sombong. Sifat sombong tak hanya buruk bagi siapapun, namun juga dapat membuat seseorang berperilaku tercela. Bahkan di dalam agama pun dijelaskan jika sifat sombong bukanlah sikap yang baik. Bahaya sifat sommbong pada manusia dalam islam adalah dapt menjadi dosa dan menggrogoti pahala seorang mukmin. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran.

    ReplyDelete
  15. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sombong itu bukanlah hal yang baik. Dan hal yang tidak baik itu identik dengan syetan, sehingga sifat sombong ini adalah salah satu sifat syetan yang dapat menjerumusakn manusia menujukemaksiatan. Namun ternyata, sombong itu dapat menjadi sesuatu hal yang baik dan diharuskan pada situasi tertentu. Misalnya saat seseorang melecehkan si A, maka si A harus menyombongkan dirinya dan memegang teguh prinsipnya karena itu adalah senjata untuk menjaga kesucian dirinya. Oleh karena itu, menyombongkan diri itu baik dilakukan tapi harus diwaktu yang tepat dan dalam konteks yang tepat pula. Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Sombong dalam diri manusia muncul karena adanya rasa percaya diri yang berlebihan. Jadi bisa dikatakan bahwa sombong merupakan sisi negatif dari percaya diri itu sendiri. Tentunya rasa percaya diri ini ada di dalam setiap diri manusia namun adalah suatu pilihan kita akan menggunakan sisi positif atau sisi negatifnya. Percaya diri dengan kemampuan yang ada merupakan suatu yang baik, tetapi akan menjadi tidak baik apabila porsinya terlalu berlebih dan cenderung pada sombong.

    ReplyDelete
  17. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sebenarnya ingin menunjukkan bahwa sombong adalah suatu sikap yang bukan mutlak salah atau mutlak benar. Karena itu relatif. Sehingga ini layaknya karakter, jadi karakter bukan sikap-sikap apa saja yang baik, tapi karakter itu dapat menempatkan sikap sesuai porsinya. Seperti sombong, ketika kita sombong dapat mengalahkan keburukan maka ini berarti dapat menempatkan sikap sesuai dengan ruang dan waktunya. Sehingga yang tepat disini yaitu sikap yang tepat dengan ruang dan waktunya. Karena secerdas-cerdas orang yaitu yang mampu menyesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setuju bahwa kadar kesombongan seseorang dapat merentang dari material, formal, normatif, bahkan spiritual. Dalam kadar material, kesombongan amat rawan terjadi, hal ini karena obyek material lebih nyata dan lebih rawan untuk terjangkit kesombongan, pada taraf normatif dan formal yang pada kehidupan keduanya senantiasa beriringan dan sangat dekat, kesombongan masih memiliki celah yang lebar untuk memasukinya. Sedangkan dalam spriritual, kesombongan mungkin dapat lebih diminimalisir, karena pada spiritual ini seseorang lebih dekat dengan tuhannya, sehingga lebih menyadari dimensi kehidupannya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  19. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Lebih jauh mengenai kesombongan secara spiritual, seorang yang memiliki kesadaran spiritual yang tinggi akan menyadari bahwa sifat sombong atau keagungan hanyalah milik tuhan, sehingga hamba yang tengah di perbatasn mencari keridhoanNya dan tengah belajar ikhlas tidak akan mengadopsi kesombongan dalam setiap tindak tanduknya. Kesombongan (Kibriyaa') hanyalah milik tuhan dan manusia diharapkan untuk menjauh dari sifat tersebut, bahkan seseorang yang berlaku atau bersifat sombong walau hanya seberat biji dzarrah pun ia tidak akan masuk surga. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sombong dalam elegi ini memiliki maksudyang baik dan buruk. Dimaskudkan sombogn yang baik adalah ketika seseorang menolak untuk melakukan hal hal yang buruk, abik itu diajak secara bersamaan maupun pribadi. Sedangkan sombong yang buruk adlah ketika kita memaerkan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain dengan tujuna agar orang lainiri terhadap kita.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi pemberontakan para sombong menjelaskan beberapa hal tentang sombong. Sombong memang diartikan sebagai sifat yang tidak baik. Sombong yang demikian adalah sombong tentang hal-hal kebaikan atas dirinya, kesombongan yang terjadi akibat terlalu memiliki sifat-sifat baik. Ternyata sombong tidak selamanya buruk, ada sombong yang diperbolehkan yaitu sombong terhadap hal-hal yang buruk seperti menolak ajakan teman untuk melakukan perbuatan maksiat.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Kesombongan dapat mencelakakan diri sendiri. Setelah membaca elegi diatas bahwa sombong bergantung pada ruang dan waktu. Jika kita diberi harta lebih terus kita sombong, maka itu perbuatan tercela. Tetapi jika kita bersikap sombong karena menolak ajakan berbuat maksiat maka itu termasuk perbuatan terpuji.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setelah membaca elegi di atas, mungkin pada kasus pemabuk dan yang di ajak mabuk tersebut bukanlah sifat sombong ketika menolak ajakan mabuk, namun itu merupakan sifat istiqomah terhadap ajaran agama. Berpendirian teguh terhadap ajaran agama menurut saya bukanlah merupakan sikap sombong.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai tambahan, kesombongan atau takabbur diartikan melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain, Orang sombong memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  25. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sombong tidak selamanya menjadi potensi negatif, namun ketika berada pada ruang dan waktu yang sesuai maka sombong pun dapat menjadi potensi positif. Hal itu berarti akan kemana arah kesombongan itu bergantung pada diri kita sendiri, bagaimana kita mengontrol kesombongan itu. Jika bertemu dengan potensi negatif lain maka gunakan kesombongan yang potensi negatif itu melawannya sehingga kesombongan pun akan kita menjadi kebaikan/potensi positif yang melindungi kita dari potensi negatif lain. Sedangkan ketika kita bertemu dengan para potensi positif maka tinggalkan kesombongan yang merupakan potensi negatif itu karena hanya menghancurkan si potensi positif, dan merubah si potensi positif menjadi keburukan/potensi negatif. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Kesombongan berasal dari Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dan sebagainya. Pada dasarnya sifat sombong itu jelek dan merupakan perbuatan syetan. Akan tetapi, ada juga beberapa perbuatan sombong yang bermanfaat. Misalnya saja kita sombong dengan menceritakan semua kelebihan kita kepada seseorang yang sedang berputus asa dan bermalas-malasan, maka kesombongan tersebut dapat menjadi motivasi bagi si pemalas untuk dapat berusaha menjadi orang yang sukses dan berhasil. Jadi, kesimpulannya adalah sombong itu ada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Elegi tersebut mengajarkan kepada kita agar tidak berlaku sombon dalam menjalani kehidupan. Kita seharusnya menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya milik Allah SWT. Sadar akan berpijak di tanah, manusia tidak seharusnya menyombongkan dirinya dari apapun. Tetapi, menyombongankan diri demi menolak sesuatu yang keluar dari norma-norma yang kita pegang, kesombongan bisa menjadi bermanfaat. Kesombongan bisa dilakukan dengan sesuatu yang baik pula. Jika tidak baik, maka kesombongan itu menjadikan kita berteman dengan syaitan. Kalau kata Prof. yang pernah disampaikan di kelas, sombong tidak apa-apa dan ada yang ada hal baik yang memang bisa disombongkan. Perlu kita ingat bahwa sombong juga memiliki ruang dan waktu, bahkan ruang dan waktu tersebut lebih ketat daripada yang lainnya karena jika salah menempatkan akan membawa pada kekacauan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sifat sombong diawali dari sifat yang berlebihan, seperti Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur, dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan. dari sini juga dapat kita ketahui sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, walaupun awalnya baik tapi jika berlebihan akan berubah menjadi buruk, contohnya percaya diri merupakan sifat yang baik namun jika percaya dirinya berlebihan itu berubah menjadi sifat yang tidak baik (sombong).

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi di atas saya merefleksi bahwa tidak selamanya sombong itu buruk. Sombong terkadang bermanfaat juga. Misalnya menyombongkan kebaikan yang mungkin saja mendorong orang lain untuk bertindak lebih baik dari diri sendiri. tapi menurut saya kesombongan yang bermanfaat perlu memiliki batasan agar sembong itu tidak terjerumus kepada kesombongan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  30. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Hal yang besar pasti berawal dari hal kecil. Begitu juga dengan kesombongan. Benih kesombongan pada awalnya masuk dalam diri manusia begitu halus. Diawali hanya dengan bangga pada diri sendiri, merasa lebih dari orang lain, dan lain sebagainya. Yang kecil dan halus itu jika tidak segera dinetralisir dengan mendekatkan diri pada Allah SWT bisa saja tumbuh menjadi besar. Sehingga jika kita sudah mulai merasa berlebihan dalam memuji diri sendiri, bangga pada diri sendiri, maka mohon ampunlah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sombong dalam pandangan sisi yang lain terdapat dua hal yang berbeda : pertama sombong dalam arti kebaikan dan yang kedua sombong dalam arti keburukan. Dalam pandangan islam sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sombong terhadap kebaikan adalah sifat yang dibolehkan dalam agama masing-masing. Yang dimana menolak hal-hal yang negatif dengan sifat sombong. kemudian sifat sombong terhadap keburukan adalah dimana sifat tersebut sangatlah merugikan diri kita dan orang lain. Maka dari itu kita harus tahu bahwa kapan kita menggunakan sifat sombong tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Kesombongan adalah sikap yang membangkang dari kekuatan ilahi. Decara psikis, kesombongan adalah laku pengkhianatan terhadap diri sendiri dan kemanusiaan. Kesombongan adalah sikap syaitan yang membangkan dari Allah SWT. Tak ada yang pantas kita sombongkan. Kita hanyalah makhluk ayng sangat lemah dihadapan-Nya. Semoga kita selalu dijauhkan dari dari godaan syaitan yang penuh dengan kesombongan dan semoga Allah senantiasa menuntun kita pada jalan yang lurus. Aamiin!!

    ReplyDelete
  34. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sombong adalah salah satu penyakit hati. Orang yang sombong selain mendapatkan dosa, juga mendapatkan anggapan yang tidak baik dari masyarakat sekitar. Namun terkadang sombong dan percaya diri itu beda-beda tipis. Orang yang percaya diri tampil di muka umum, atau orang yang percaya diri mengutarakan pendapatnya, dianggap sebagai suatu kesombongan oleh orang lain. Untuk itu kembali kepada diri kita masing-masing, niat dalam hati itulah yang paling penting. Jangan sampai ada niat sombong sekecil apapun dalam hati kita, karena setitik kesombongan itu tak ubahnya seperti setitik tinta yang mengotori satu wadah air. Biarlah orang menilai apapun tentang kita, yang penting berawal dari diri kita sudah meniatkan untuk tidak sombong.

    ReplyDelete