Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Penampakkan




Oleh Marsigit

Penampakkan benda-benda:
Besar, kecil, panjang, pendek, ......
...... indah, buram, hijau, jauh, dekat, terang, gelap, lembut, kasar, solid, terpecah, tetap, berubah, terus, terputus, berputar, bergoyang, tertutup, terbuka, terkunci, rapat, jarang, cepat, lambat, licin, tenggelam, terapung, tertumpuk, tergeletak, kuat, lemah, panas, dingin, baru, lama, modern, klasik, teratur, acak, tersedia, kosong, penuh, disiplin, malas, istirahat, hilang, muncul, capai, kusut, segar, semangat, loyo, subur, nyaman, kejam, empati, ide, pikiran, kata, kalimat, buku, dan semua benda-benda. Itulah penampakkanku. Penampakkanku kadang-kadang mandiri, kadang-kadang berkolaborasi. Penampakkanku kadang tetap kadang tidak tetap. Penampakkanku bisa sederhana, bisa sangat rumit. Bisa sedikit di balik penampakkanku, tetapi bisa banyak di balik penampakkanku. Tetapi sebenar-benar penampakkanku adalah untuk diriku sendiri. Itulah kekuatanku sekaligus kelemahanku. Kemandirian penampakkanku adalah identitasku. Ketidakmandirian penampakkanku adalah manfaat mereka. Maka sebenar-benar penampakkanku adalah terbuka sekaligus tertutup. Penampakkanku tertutup jika telah engkau ucapkan. Penampakkanku terbuka jika masih engkau pikirkan. Penampakkanku bisa engkau pikirkan sebagai apa saja. Aku bisa engkau pikirkan sebagi cahaya, sebagai gelombang, atau sebagai keduanya. Aku bisa engkau anggap sebagai nyata, tidak nyata atau khayal belaka. Aku bisa banyak dalam dirimu yang satu, dan aku bisa satu dalam dirimu yang banyak. Rumahku sembarang, tetapi tugasku sebagai saksi bagimu. Engkau bisa datang kapanpun, bisa juga pergi kapanpun, bisa juga tinggal sampai kapanpun. Tetapi aku tidak tahu kapan aku mulai dan kapan aku berakhir. Tetapi janganlah salah paham, karena sebenar-benar dirimu adalah diriku pula. Itulah sebenar-benar engkau, yaitu penampakkanmu pula. Maka sebenar-benar kita adalah satu, yaitu penampakkan.



Penampakkan 1:
Wahai penampakkan 2, siapakah sebenar-benar dirimu. Mengapa engkau menampakkan diri di depanku?

Penampakkan 2:
Sebenar-benar diriku adalah penglihatanmu. Apalah artinya pengakuanku, jika itu tidak sesuai dengan penglihatanmu. Aku menampakkan diriku tidaklah semata-mata karena diriku. Tetapi perkenankanlah aku juga ingin bertanya. Siapakah sebenar-benar dirimu. Mengapa engkau menampakkan diri di depanku?

Penampakkan 1:
Sebenar-benar diriku adalah pikiranmu. Apalah artinya penglihatanmu, jika itu tidak sesuai dengan pikiranmu. Aku hadir dalam pikiranmu tidaklah semata-mata karena diriku.

Penampakkan 2:
Wahai penampakkan 1, kedengarannya engkau agak sombong. Siapakah yang berada di belakang dirimu itu?

Penampakkan 1:
Wahai penampakan 2, aku adalah pikiranmu. Jika engkau menuduhku bahwa aku berlaku sombong, bukankah itu menepuk air menimpa wajahmu sendiri. Yang berada dibelakang diriku adalah ilmumu.
Namun aku juga ingin bertanya, siapakah yang berada dibelakangmu itu?

Penampakkan 2:
Wahai penampakkan 1, kelihatannya engkau ingin mengujiku. Engkau telah katakan bahwa yang berada di belakang dirimu adalah ilmuku. Mengapa engkau tanyakan siapa yang berada di belakang diriku? Bukankah menurutmu, yang berada di belakang diriku juga ilmumu?

Penampakkan 1:
Wahai penampakkan 2, kalau boleh aku akan sebut engkau bukan lagi penampakkan. Tetapi engkau akan sebut sebagai hakekat dirimu, atau hakekat 2 begitulah. Mengapa? Agar aku dapat sederhanakan saja penampakkan mu dengan yang berada di belakangmu sebagai hakekat mu begitulah.

Penampakkan 2:
Wahai penampakkan 1, engkau belum menjawab siapa yang berada di belakangku, tetapi engkau sebut aku sebagai hakekat 2. Kalau begitu agar perbincangan kita lancar, engkau akan ku sebut pula hakekat 1.

Hakekat 1:
Wahai hakekat 2, cerdas pula ternyata engkau itu.

Hakekat 2:
Wahai hakekat 1, cerdas pula ternyata engkau itu.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Kita puas karena ternyata kita telah menemukan hakekat. Tetapi siapakah diri kita berdua ini?

Orang tua berambut putih datang:
Salam, hakekat 1 dan hakekat 2. Pertanyaanmu yang terakhir telah mengundangku untuk hadir di hadapanmu berdua. Ketahuilah bahwa sebenar-benar perbincanganmu berdua, aku telah mengetahuinya. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa sebenar-benar pengakuanmu menemukan hakekat adalah fatamorgana, karena dibelakang hakekat dirimu berdua, masihlah terdapat hakekat pula, yaitu hakekat 3.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Salam juga, wahai orang tua berambut putih. Terimakasih engkau telah mengingatkanku. Karena dirimulah kita berdua dapat menemukan hakekat 3 dibalik hakekat 2 dan dibalik hakekat 1. Bolehlah aku bertanya kepadamu, apakah sebenar-benar hakekat 3 itu?

Orang tua berambut putih:
Sebenar-benar hakekat 3 adalah akal dan pikiran hakekat 2 dan hakekat 1. Tetapi bukanlah engkau maklum, bahwa dibalik hakekat 3 itulah berada hakekat 4. Dibalik hakekat 4 itulah berada hakekat 5. Dibalik hakekat 5 itulah hakekat 6, ....., dibalik hakekat n itulah hakekat n + 1.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Lalu apakah hakekat dari hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Dibalik hakekat adalah hakekat. Hakekat-hakekat itu adalah akal dan pikiranmu. Maka di balik akal dan pikiranmu itu adalah akal dan pikiranmu juga. Demikian seterusnya..sampai engkau menggapai batas pikranmu.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Lalu, di manakah batas hakekat atau batas akal dan pikiranku itu?

Orang tua berambut putih:
Tiadalah orang lain mengetahuinya, kecuali dirimu sendiri. Itulah sebenar-benar hakekatmu, yaitu batas oengetahuanmu sendiri.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Batas pikiranku itu terbatas atau tidak terbatas?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar infinite regress. Tidak terbatas bisa berarti tidak mempunyai batas. Tidak mempunyai batas bisa berarti berputar-putar melampaui batasnya.

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Aku bingung mengikuti uraianmu.

Orang tua berambut putih:
Bisakah engkau berdua mendefinisikan adalah ?

Hakekat 1 dan hakekat 2:
Adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah ...adalah ...

Orang tua berambut putih:
Menemukan hakekat adalah saja engkau tidak bisa, apalagi menemukan hakekat-hakekat yang lain. Itulah sebenar-benar dirimu. Ilmumu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmumu adalah pengakuanmu bahwa engkau merasa bisa mengerti hakekat apapun.

34 comments:

  1. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat sore, Prof.
    Penampakan bisa berarti kasat mata, bisa pula maya. Saya bisa mendeskripsikan Carl Friedrich Gauss bukan karena saya melihatnya, tetapi karena saya membayangkannya. Gauss tampak dalam pikiran saya. Maka sayapun bisa menemukan hakekat Gauss. Tetapi dalam pikiran saya menemukan hakekat gauss, dibaliknya ada hakekat dari hakekat Gauss pula. Jika saya tarik lebih luas pada pikiran orang lain, hakekat Gauss bisa berbeda dengan hakekat saya. Maka dalam menemukan hakekat dari sesuatu sebenarnya sangat sulit. Dengan demikian sesorang sangat naif jika menyombongkan ilmunya, bahkan menemukan hakekat adalah saja sulit baginya.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Penampakan bisa dalam bentuk apapun. Penampakan tertutup jika telah diucapkan, tapi penampakan terbuka jika masih dipikirkan. Jika terus memikirkan penampakan maka akan diketahui hakekat yang ada. Banyak sekali penampakan yag kita pikirkan maka akan banyak juga hakekat yang akan diketahui. Jika ada hakekat 1, maka akan ada hakekat 2, 3, dan seterusnya. Hakekat-hakekat itu merupakan akal dan pikiran. Manusia mempunyai akal dan pikiran yang berguna untuk membantunya menjadi manusia yang baik. oleh karena itu, akal dan pikiran kita harus dimanafaatkan dengan baik agar mengetahui apa sebenarnya hakekat-hakekat yang ada pada diri sendiri, karena sesungguhnya masih banyak hal-hal yang belum diketahui.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Penampakan merupakan suatu asumsi yang dibuat oleh pengamatnya. Suatu benda akan memiliki nilai kebendaan tergantung dari apa yang di asumsikan oleh pengamatnya. Dalam proses pengematan, hakikat muncul sebagai suatu pangkal dimana setiap pangkal selalu memiliki pangkal. Itulah dasar yang menuntun kita untuk tidak sombong dalam menyikapi keilmuan. Ilmu adalah sesuatu yang tidak memiliki batasan. Sesungguhnya ketika kita merapa mengetahui suatu, masih ada bagian dari sesuatu tersebut yang belum kita mengerti. Merasa memahami sesuatu secara sempurna adalah wujud kesombongan. Sikap yang akan menjauhkan dari rasa kritis untuk menelusuri bagian-bagian yang lebih kecil dari sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  4. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Penampakan merupakan sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penampakan adalah ilusi, bayangan dari sebuah pikiran. Di dalam sebuah bayangan terdapat hakekat-hakekat dari bayangan tersebut. Tentulah kita tidak menyadari akan adanya hakekat itu kecuali kita berpkir. Ketika memikirkan seorang Aristoteles, belum tentu kita sudah bertemu langsung dengan Aristoteles tersebut. Bisa jadi kita mengetahuinya dari membaca dan mendengar kisahnya dari orang lain. Kemudian menggunakan teori-teorinya sebagai dasar ilmu. Begitulah sebenar-benarnya diri kita, pengakuan terhadap hajekat ilmu tertinggi terkadang kita tidak bisa mampu mrnemukannya. Semoga kita tidak menjadi sombong dan kufur nikmat akan pengakuan orang lain terhadap kita, vice versa.

    ReplyDelete
  5. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Penampakan yang disampaikan pada elegi ini saya pandang sebagai penglihatan dan pemikiran seseorang. Artinya penampakan itu adalah sesuai dengan penglihatan dan pemikiran. Tiada berguna pengakuan tidak sesuai dengan penglihatan orang lain, juga tiada guna penglihatanmu tanpa pemikiranmu. Begitu pula dalam menemukan hakekat. Tiadalah yang mampu menemukan sebenar-benar hakekat. Karena dibalik hakekat terdapat pula hakekat. Jadi sombonglah orang-orang yang merasa dengan ilmunya mampu menemukan hakekat.Padahal ilmu yang tertinggi aalah saat ia mengakui tidak mampu memahami hakekat.

    ReplyDelete
  6. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Penampakan itu bergantung pada hakikat. Jika penampakan itu ialah pengakuan dan hakikat itu adalah pengetahuan lalu pengetahuan itu ialah akal dan pikiran, Maka apa yang tampak itu atau apa yang kita akui bergantung pada apa yang kita pikiran. Ini mengingatkan saya pada sebuah slogan yang biasa dipakai oleh orang-orang "Aku adalah apa yang kau pikirkan" Jadi pengakuan dan penglihatan kita terhadap seseorang/sesuatu itu tergantung dari akal dan pikiran kita. Jika kita berpikir seseorang itu jahat maka jahatlah ia, jika kita berpikir baik maka baiklah ia. Namun yang harus diingat bahwa apa yang kita pikirkan itu belum tentu benar adanya karena pemikiran manusia itu sifatnya infinite regress yang tak terbatas namun terbatas, dibalik akal dan pemikirannya masih ada akal-akal dan pemikiran-pemikiran lainnya.

    ReplyDelete
  7. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Penampakan muncul di mana saja, kapan saja, dalam bentuk apapun. penampakan yang tidak diinginkan untuk tampak pun sudah tampak meskipun tidak ingin. Penampakan yang tidak tampak tetap menjadi tampak secara makna, agar bisa menyelinap ke dalam pikiran dan menjadi pikiran yang harus dipikirkan. Penampakan harusnya menjadi adil, bila tidak diinginkan untuk tampak maka jangan tampak, begitu sebaliknya. Tujuannya agar bisa memilah mana penampakan yang benar-benar dibutuhkan saat itu dan penampakan yang nanti dulu dibutuhkannya. Penampakan tetap dibutuhkan tetapi menunggu timing yang pas agar lebih bermakna dan dianggap ada oleh tubuh.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Penampakan adalah layaknya seperti hakekat ilmu pengetahuan yang tersembunyi tetapi setiap orang berusaha untuk mencari tahu karena penasaran. Seperti apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa setinggi-tingginya ilmu, masih ada ilmu yang belum diraih. Kemudian bila seseorang hanya terus merasa cukup puas dengan ilmu yang dimilikinya, sejatinya ilmu tersebut adalah ilmu terendah yang dimilikinya karena hanya terus memandang kebawah.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  10. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai Elegi Menggapai Penampakkan bahwa penampakan erat kaitannya dengan kehadiran atau kemunculan tentang makhluk halus jika dimaknai dalam arti kebanyakan, tetapi dalam artikel ini dituliskan bahwa "Ilmumu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmumu adalah pengakuanmu bahwa engkau merasa bisa mengerti hakekat apapun", hal tersebut menandakan arti penampakkan dari perspektif gaya hidup manusia dalam menyikapi ruang dan waktu, atau caranya berinteraksi dengan semesta.

    ReplyDelete
  11. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Penampakan merupakan sesuatu yang terlihat oleh indera kita. Sesuatu yang dikatakan ataupun diucapkan tanpa sebuah pembuktian merupakan sesuatu yang dianggap tidak ada atau tidak terlihat atau tidak dapat dibuktikan keberadaannya. Berbicara tentang penampakan, penampakan tidak semata-mata apa yang dapat kita lihat oleh mata kita, namun juga yang dapat kita rasakan dengan indera lain salah satu contohnya hati.

    ReplyDelete
  12. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Pemikiran dan ilmu adalah cerminan dari diri seseorang. Semakin berilmu maka sejatinya kita akan semakin sadar bahwa diri kita bukan lah siapa-siapa. Semakin berilmu justru sejatinya kita akan semakin sadar bahwa kita sebetulnya tidak berilmu, semakin sadar bahwa kita lebih banyak tidak tahu, semakin sadar bahwa sejatinya kita tidak mengetahui hakekat sesuatu. Kesadaran-kesadaran tersebut juga akan menjadikan kita terhindar dari sifat-sifat sombong. Oleh karena itu, sebenar-benar orang berilmu adalah orang yang tidak sombong.

    ReplyDelete
  13. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Penampakan merupakan sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penampakan adalah ilusi, bayangan dari sebuah pikiran. Di dalam sebuah bayangan terdapat hakekat-hakekat dari bayangan tersebut. Tentulah kita tidak menyadari akan adanya hakekat itu kecuali kita berpkir. Ketika memikirkan seorang Aristoteles, belum tentu kita sudah bertemu langsung dengan Aristoteles tersebut. Bisa jadi kita mengetahuinya dari membaca dan mendengar kisahnya dari orang lain. Kemudian menggunakan teori-teorinya sebagai dasar ilmu. Begitulah sebenar-benarnya diri kita, pengakuan terhadap hajekat ilmu tertinggi terkadang kita tidak bisa mampu mrnemukannya. Semoga kita tidak menjadi sombong dan kufur nikmat akan pengakuan orang lain terhadap kita, vice versa.

    ReplyDelete
  14. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kesombongan merupakan serendah-rendahnya orang yang memiliki ilmu. Hal ini timbul dikarenakan adanya pemahaman bahwa orang tersebut dapat melakukan segalanya. Namun ilmu yang kita semua miliki saat ini merupakan sebuah titipan dari Allah SWT yang tidak pantas kita sombongkan. Hal yang harus kita lakukan ialah menjaga dan memanfaatkan ilmu yang kita miliki untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, jauhilah sifat sombong tersebut dengan selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dalam elegi di atas, elegi menggapai penampakan, mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap rendah hati. Rendah hati dalam artian luas bisa dari segi harta, fisik, tahta dan ilmu. Yang terpenting disini adalah kerendahan hati akan ilmu yang telah kita miliki, karena ketika kita telah memiliki ilmu tidak jarang menganggap dirinyalah yang paling berilmu. Oleh karena itu, bersikap lah rendah hati akan ilmu kita, selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Banyak pelajaran di sekitar kita yang dapat menjadi pengingat bagi kita agar bersikap rendah hati

    ReplyDelete
  16. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Ilmumu yang tertinggi adalah ketika kamu merasa tidak mengerti hakekat apapun. Artinya, ilmu yang paling tinggi adalah merasa tidak memiliki ilmu. Seseorang yang merasa memiliki ilmu, maka, akan merasa sombong sehingga akan memandang rendah orang lain.

    ReplyDelete
  17. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Saya terkesan dengan pernyataan, “Ilmumu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmumu adalah pengakuanmu bahwa engkau merasa bisa mengerti hakekat apapun.” Tidak sepantasnya kita merasa puas dan mengaku telah memahami suatu hakekat karena dibalik hakekat selalu ada hakekat lain, begitu seterusnya. Maka sebenar-benarnya yang terjadi ialah kita hanya berusaha menggapai hakikat.

    ReplyDelete
  18. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Objek lihat berbentuk banyak hal. Deskripsi dari objek lihat ini dapat dikatakan sebagai penampakan. Penampakan dapat diartikan dari apa yang ada dan mungkin ada dalam pikiran kita. Penampakan sendiri merupakan wujud yang belum dapat ditentukan bentuk aslinya. Artinya masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang dapat tercipta dari objek lihat yang menjelma menjadi penampakan itu sendiri. Apa yang kita pikirkan dan sesuai dengan ruang dan waktunya ketika kita menganggap hal itu sebagai menampakan, maka terwujudlah bentuknya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  19. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Hakekat dari penampakan adalah apa yang terlihat oleh mata. Di sebalik itu, masih banyak hakikat lain yang belum tampak. Semakin tinggi ilmu seseorang semakin orang tersebut menyadari bahwa semakin banyak hakekat yang belum diketahuinya.

    ReplyDelete
  20. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Elegi ini bercerita tentang bagaimana seorang insan berjuang untuk memahami pikirannya baik melalui tindakan, melalui karya dan lain sebagainyanya. Penampakan 1 dapat berupa banyak bentuk artinya pikiran kita bisa saja dapat dituangkan dalan tindakan apa saja. Dan jika kita terus berpikir maka akan menghasilkan pikiran pikiran yang baru. Dan jika kita berhenti berpikir dan merasa bahwa ilmu yang kita miliki adalah yang paling terakhir maka kita akan ditegur bahwa ternyata masih ada juga ilmu lain yang lebih hebat. Inilah yg dinamakan kesombongan.

    ReplyDelete
  21. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Tampak adalah dapat dilihat atau ada wujudnya yang bisa diamati, disentuh, dan sebagainya. Seperti pepatah yang mengatakan kuman diseberang lautan tampak, namun gajah dipelupuk mata tak tampak. Akan jauh lebuih mudah melihat apa yang tampak pada orang lain dibanding apa yang tampak pada diri kita sendiri, terlebih lagi jika konteksnya terkait dengan keburukan dan kesalahan. Agar dapat menyadari kekurangan dan kesalahan diri sendiri diperlukan adanya masukan atau pendapat dari orang lain dan dibutuhkan pula sifat rendah hati untuk dapat mengakui dan menerima kesalahan diri sendiri.

    ReplyDelete
  22. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dari elegi di atas dapat dipahami bahwa penampakan adalah hakekat dari diri seseorang itu sendiri. Penampakan tergantung dari akal dan pikiran manusia. Dari penampakan kita bisa menemukan identitas sesuatu yang ada dan mungkin ada. Berdasarkan penampakan yang ada kita bisa mencermatinya untuk menemukan hakekat. Setelah membaca elegi ini, saya memahami bahwa kita hendaknya mencermati segala penampakan dari sudut multidimensi. Dunia ini penuh dengan berbagai penampakan yang harusnya kita pahami dan pelajari. Ilmu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmumu adalah pengakuanmu bahwa engkau merasa bisa mengerti hakekat apapun

    ReplyDelete
  23. 93. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Penampakan bukan hanya sekedar terlihat oleh mata. Penampakan juga dapat dirasakan oleh indra yang lain. Penampakan yang tergambar dalam pikiran juga penampakan meskipun secara visual nyata belum terlihat. Tetapi dalam pikiran sudah dapat dibayangkan sedemikian rupa juga tetap penampakan. Melihat penampakan bisa dari berbagai sisi. Penampakan juga mencerminkan pemikiran seseorang terkait benda atau apapun yang ada dan mungkin ada dipikiran. Semakin mampu menggambarkan dengan jelas dalam pikiran semakin membuat sesuatu itu tampak jelas pula. terimakasih

    ReplyDelete
  24. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Seperti langit, yang diatas langit masih ada langit yang lebih tinggi, dan diatas langit yang tinggi masih ada lagi langit tertinggi lain. Begutu pula akal dan pikiran, dibalik akal dan pikiran masih ada akal dan pikiran lain dan seterusnya hingga tergapainya batas pikiran. Dan hanya diri sendiri yang mengetahui batas pikirannya sendiri. Ilmu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak mampu mengerti hakekat apapun. Karena tanda-tanda orang yang belajar adalah semakin ia belajar semakin banyak hal yang belum ia tau. Dan serendah-rendah ilmumu adalah saat engkau mengaku telah mengerti hakekat apapun, karena itu merupakan puncak tertinggi dari kesombongan.

    ReplyDelete
  25. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Penampakan disini berarti menunjukkan adanya hakikat-hakikat didalam hakikat. Ketika kita mempelajari suatu hakikat maka didalamnya terdapat hakikat-hakikat penyusunnya secara detail. Kita pun belum tentu mampu untuk merunut hakikat sampai dasarnya karena sesungguhnya masih ada hakikat-hakikat didalamnya. Hakikat itu digali melalui akal pikrian kita, jadi untuk menemukan hakikatnya pengisi hakikat maka kita harus menggali pengetahuan lebih dalam. Namun, pada realitanya manusia tidak mampu menggali segala hal sehingga tidak mampu untuk memahami hakikat suatu hal, yang bisa dilakukan adalah menggapaikan hakikat dengan bantuan adanya menggapai penampakan (hakikat) yang mana hakikat itu ada karena kita pikirkan atau kita hadirkan dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  26. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Setiap orang memiliki persepsi dan pandangan yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Apa yang kita lihat dan apa yang kita pikirkan belum tentu sama. Hal nyata yang tampak kadang juga tidak sesuai dengan pikiran. Maka dari itu, dalam hidup ini selalu terdapat kontradiksi. Jika direfleksikan dengan cara mengajar matematika, maka apa yang kita dapatkan dari siswa belum tentu sama dengan ekspektasi kita. Maka dari itu, kita harus berlaku sopan dengan murid.

    ReplyDelete
  27. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Hakekat Penampakkan adalah kekuatan sekaligus kelemahanku sendiri.jadi sebenar-benar penampakkan adalah untuk diriku sendiri. Metode untuk menggapai penampakkan adalah dengan refleksi diri. Penampakkan adalah karena pikiran dan penglihatan.Manusia menyadari keterbatasanya dan ilmu yang tertinggi adalah ketika manusia menyadari bahwa dirinya tidak dapat mengerti hakekat apapun.

    ReplyDelete
  28. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Penampakan adalah hasil yang kita peroleh dari proses penglihatan. Untuk mengartikan suatu penampakan maka manusia perlu menggunakan akal dan pikirannya. Suatu penampakan dapat diartikan berbeda-beda oleh masing-masing orang, tergantung pemikirannya masing-masing. Apa yang nampak belum tentu sama dengan kenyataannya, misalnya seseorang itu nampak sinis tapi belum tentu orang itu benar-benar sinis. Jadi, kita harus berhati-hati dalam mengartikan suatu penampakan. Kita harus menggunakan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  29. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Penampakan adalah sesuatu yang dapat dilihat dengan penglihatan mata kita dan pikiran kita Untuk memahami arti penampakan maka kita harus tahu tentang hekekat dari penampakan itu. Dibalik hakekat adalah hakekat. Hakekat-hakekat itu adalah akal dan pikiran kita. Maka di balik akal dan pikiranmu itu adalah akal dan pikiranmu juga. Demikian seterusnya, sampai engkau menggapai batas pikranmu.Tidak terbatas bisa berarti tidak mempunyai batas. Tidak mempunyai batas bisa berarti berputar-putar melampaui batasnya.Itulah sebenar-benar dirimu. Ilmumu yang tertinggi adalah pengakuanmu bahwa engkau tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmumu adalah pengakuanmu bahwa engkau merasa bisa mengerti hakekat apapun.

    ReplyDelete
  30. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Penampakan layaknya hakekat ilmu pengetahuan yang memyembunyikan diri namun setiap manusia selalu berusaha untuk mencari tahu karena sifatnya yang selalu ingin tahu. Seperti apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa setinggi-tingginya ilmu, masih ada ilmu yang belum diraih. Kemudian bila seseorang hanya terus merasa cukup puas dengan ilmu yang dimilikinya, sejatinya ilmu tersebut adalah ilmu terendah yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  31. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Penampakan bidadari di air terjun membuat msyarakat sekitar menjadi heboh dan berbondong-bondong mendatangi lokasi hanya untuk melihatnya. Penampakan sosok bayangan pada dinding tembok ternyata hanyalah bayangan diri sendiri yang terpantul oleh cahaya lilin. Contoh-contoh tersebut merupakan bentuk penggapaian penampakan yang sering ditemui oleh makhluk hidup, tetapi bukan berarti penampakan yang memang tampak oleh kita, tetapi bisa tampak pula di dalam hati kita. Karena yang tampak di mata belum tentu tampak di hati yang disebabkan oleh ketidakcocokan pikiran atas penampakan tersebut sehingga ditolak untuk sampai meresap dalam hati manusia. Penampakan yang sesungguhnya bisa digapai bila mereka menciptakannya sendiri dan mereka nikmati sendiri dan bisa bermanfaat bagi orang lain maka bagi saja dan mereka akan memebrikan penampakan wajah yang gembira.

    ReplyDelete
  32. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Berdasarkan elegi di atas, menurut saya dalam menuntut ilmu kita hendaknya menghilangkan perasaan sombong. Terkadang kita merasa mengetahui segalanya setelah mempelajari suatu ilmu. Ilmu itu kita pelajari, kemudian kita membangun persepsi kita mengenai ilmu itu, persepsi kita dibangun dari apa yang tampak dari ilmu itu. Bisa jadi kita tidak tahu hakikat sebenarnya dari ilmu itu, hanya melihat yang tampak saja. untuk itu perlu disadari bahwa kita sebagai manusia, sangat sedikit sekali hal yang kita ketahui. Dan tidak perlu berlaku sombong akan hal itu.

    ReplyDelete
  33. Hendra b.
    18701261008
    PEP S3 2018

    apa yang tampak bisa saja berbeda dengan apa yg dipikirkan.

    ReplyDelete
  34. Dalam kehidupan sehari-hari tidaklah bijak kita hanya melihat sesuatu dari luarnya saja, akan bijak jika tidak menyimpulkan dari hal-hal yang tampak dengan sekilas. Sebaiknya kita memahami dengan melihat latar belakang permasalahan, sebingga kita menjadi orang yg tidak cepat memutuskan masalah.

    ReplyDelete