Sep 20, 2013

Elegi Kerajaan Stigma




Oleh Marsigit

Stigmaraja:
We ha ha he he... aku adalah si raja stigma. Hemmm...aku telah menyebar prajurit-prajurit stigma untuk mengembara ke seluruh dunia. Hanya satu tujuanku yaitu menguasai dunia ini. Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku. Maka siang maupun malam, prajurit-prajuriku yang terpilih akan aku utus membujuk, merayu kalau perlu menghancurkan kerajaan-kerajaan lain yang tidak mendukung dan menjadi pesaingku.

Stigmakayat:
Wahai baginda sang raja, setelah mendengar titahmu aku merasa bangga mempunyai raja seperti dirimu. Raja seperti dirimu itulah yang selalu aku dambakan. Engkau adalah seorang raja yang kuat, berwibawa dan mempunyai cita-cita tinggi serta dapat menghidupi segenap rakyatmu. Tetapi bolehkah aku bertanya perihal satu perkara kepadamu. Kenapa engkau masih saja tampak menyembunyikan kesedihanmu? Jika engkau berkenan bolehkah aku mengetahuinya.

Stigmaraja:
Wahai stigmakayat, engkau adalah pembantuku yang sangat cerdas. Engkau selalu saja mengetahui relung hati dan pikiranku. Ketahuilah apa yang menyebabkan aku masih merasa belum tenteram? Itu tu..di kejauhan sana aku mendengar ada percabaan Kutarunggu. Sungguh percabaan itu telah menggangguku siang maupun malam. Konon dalam percabaan itu, semakin banyakk saja para cantriknya. Semakain banyak orang datang ke Kutarunggu berarti kedudukanku semakin terancam. Maka ketahuilah, dengan ini aku proklamirkan dan aku menyatakan perang terhadap percabaan Kutarunggu. Dikarenakan ulah orang-orang dari Kutarunggu itulah, aku mengalami kesulitan melaksanakan semua rencana-rencanaku. Untuk itu maka aku akan memanggil panglima-panglimaku untuk menyampaikan perihal tugas-tugasnya.

Stigmapangla:
Wahai sang baginda raja, perkenankanlah aku melapor perihal tugas-tugasku. Aku adalah panglima stigma. Tugasku adalah menyebar prajurit stigma. Prajurit-prajuritku selalu cerdik dan pandai mencari mangsa. Mangsa dari stigmaprajurit adalah para cantraman. Cantraman adalah orang baik-baik tetapi mereka belum mengakui kerajaan stigma. Cara memangsa para cantraman adalah dengan menyebar fitnah, isu dan gosip. Maka semua fitnah, isu dan gosip itu pada hakekatnya adalah prajurit stigma yang terdepan. Begitu para cantraman termakan oleh fitnah, isu dan gosip, maka berubahlah mereka menjadi stigma-stigma.

Stigmaraja:
Hus..aku ingin berita keberhasilanmu, bukan tentang definisimu. Itu semua aku sudah tahu, tidaklah engkau perlu menceramahiku. Maka selama ini apa keberhasilanmu?

Stigmapangla:
Para stigmakomandan telah menemukan subyek pada percabaan Kutarunggu. Namanya adalah Ahilu. Kelihatannya Ahilu itu mempunyai kedudukan tinggi di percabaan tersebut. Disamping sebagai panglima dia juga sebagai Cantralma. Ketahuilah bahwa seorang Cantralma itu mempunyai kedudukan strategis pada percabaan Kutarunggu. Sang Bagawat sering menggunakan pemikiran-pemikirannya untuk mempertimbangkan aspek kehidupan di Kutarunggu. Tetapi stigmakomandan telah berhasil merayunya untuk menjadikan dia sebagai subyek stigma.

Stigmaraja:
Apa dampaknya bagi kita dengan engkau mengangkat Ahilu sebagai subyek stigma?

Stigmapangla:
Wah dampaknya luar biasa. Ternyata mulai terjadi kekacauan di Kutarunggu. Semua orang di Kutarunggu mengarahan pendengaran dan penglihatannya kepada perkataan dan perbuatan Ahilu. Padahal perkataan dan perbuatan Ahilu telah aku kendalikan, artinya perkataan dan perbuatannya adalah perkataan dan perbuatan para stigma. Itulah keberhasilanku. Maka atas doa restumu perkenankanlah aku memohon bantuan tambahan prajurit untuk segera meruntuhkan percabaan Kutarunggu.

Stigmaraja:
Wa ha ha ha..we he he he.... Tidak percuma aku membayarmu dengan gaji yang tinggi. Demikianlah selayaknya engkau harus berbakti kepadaku. Maka dalam rangka menyelesaikan tugas-tugasmu, aku akan turuti semua permintaanmu.

36 comments:

  1. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pada zaman ini banyak manusia yang begitu mudah termakan oleh prajurit stigma yaitu fitnah, gosip, dan isu yang tidak jelas sumbernya. Hal tersebut menyebabkan banyak perpecahan yang terjadi dimasyarakat terkait perbedaan dalam menyikapi isu-isu tersebut. Karena itulah sebagai manusia yang hidup pada zaman modern ini kita harus berhati-hati dengan banyaknya berita yang tidak jelas sumbernya. Kita juga harus memilah mana berita yang perlu kita tanggapi dan mana berita yang seharusnya bukan menjadi urusan kita.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya.
    Dunia digambarkan dengan kerajaan stigma. Seseorang yang telah terkena stigma, segala sesuatunya akan dipenuhi dengan hawa nafsu dan pada akhirnya membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Stigma membuat manusia tidak mampu membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta membuat manusia lupa tentang tujuan hidup yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seiring perkembangan zaman, subyek stigma terus berkembang dengan menyebarkan tipu daya di seluruh aspek kehidupan. Dia bersempunyi dibalik sesuatu yang terlihat instan dan memberi kemudahan. Dia juga mudah masuk ke tengah-tengah kita tanpa kita sadari. Tak sedikit yang berhasil dikelabuhi dan dijadikan alat untuk melancarkan rencananya menjadikan kita bagian stigma. Maka agar tidak mudah terkena tipu dayanya hendaklah kita menjadi pribadi yang berilmu, dan kritis terhadap segala perubahan serta senantiasa selalu memohon petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma dapat disebut juga sebagai mitos. Ketika mitos telah tersebar, biasanya orang akan lebih terpengaruh oleh mitos tersebut. Sudah seharusnya kita tidak mudah mempercayai mitos yang tersebar, karena mitor tersebut bisa memecah belah manusia. Seperti yang terjadi belakangan ini di masyarakat, seorang ahli tafsir Al-qur’an yang distigmakan sebagai seorang syiah karena mendukung pemerintah dan disisi lain ada seorang mualaf yang menjadi ustadz distigmakan sebai seorang yang anti pancasila dan anti NKRI karena tidak mendukung pemerintah. Sebagai seorang yang sudah belajar bagaiman berfilsafat kita harus menyikapi segala isnformasi yang diterima dengan hati yang tenang tanpa keberpihakan agar tidak termakan oleh mitos

    ReplyDelete
  5. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigma tidak selamanya negative, kita juga bisa menjadikan stigma ini sesuatu yang positif di kehidupan kira sehari-hari. Jika kita memahami arti hidup maka stigma sebenarnya bisa menjadi percikan semangat hidup. Meskipun, kebanyakan kita memang menjadikan sebagai penghambat hidup kita, sehingga hidup selalu dalam bayang-bayang stigma, merasa terkekang bagai dalam penjara.
    Menanggapi hal tersebut, minimal ada dua pilihan dalam menjalaninya. Mengikuti stigma atau melawan!. Untuk melawan stigma pertama kita harus bedamai dengan stigma itu sendiri dengan tidak memikirkannya. Lalu kita harus menunjukkan bagaimana diri kita yang sebenarnya kepada ornag-orang yang memiliki stigma terhadap kita. Kita harus membiarkan semua stigma yang ada untuk diri kita dengan tujuan bahwa apa yang kita lakukan pasti akan membuahkan hasil dan dari hasil itu bisa menjadi senjata kita untuk melawan stigma sehingga orang yang memiliki stigma kepada kita tahu yang sebenarnya dan dengan sendirinya memuja diri kita.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Di kehidupan sehari-hari sering kita jumpai stigma yang beredar di kalangan masyarakat. Bahkan dalam program televisi, sekarang sehari bisa lebih dari satu kali ditayangkan program yang memberi kesempatan stigma untuk menyebarkan prajurit-prajuritnya. Inilah berbahayanya stigma, bagaimana dia mampu menjatuhkan subyeknya atau bahkan suatu perkumpulan hanya dengan sebuah stigma. Hal ini karena kebanyakan dari kita yang justru merasa bangga mengetahui sebuah stigma dan menelannya mentah-mentah tanpa berpikir kritis terlebih dahulu. Hal tersebut padat digunakan kita untuk selalu menuntut ilmu dan mengasah kemampuan berpikir kritis, supaya kita tidak mudah termakan stigma dan mampu membedakan mana yang benar dan salah.

    ReplyDelete
  7. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Stigma merupakan pandangan orang lain terhadap kita dan bisasanya bersifat negatif. Stigma tidak akan muncul tanpa ada motif-motif tertentu. Hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi stigma ini ialah terus melakukan usaha yang terbaik agar stigma yang berkembang hilang dengan sendirinya karena kualitas dan dimensi kita yang meningkat. Karena sesungguhnya, sebaik apapun kita bertingkah laku di masyarakat, akan ada yang tetap tidak suka sehingga menyebarkan stigma-stigma. Dengan demikian, bersikaplah semampu dan sejujur yang kita bisa.

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Elegi kerajaan stigma mencerminkan dunia yang orang-orangnya menghalalkan segala cara demi kesenangan dan keinginanya sendiri. Kerajaan Stigma ini dapat menggambarkan keadaan di Indonesia saat ini. Orang-orang menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginannya. Tercermin dari banyaknya korupsi yang terjadi, bahkan para penegak hukum yang ingin mengungkap kejahatan-kejahatannya pun dengan tega dicelakai hanya demi melindungi kepentingannya. Semoga mereka cepat sadar dan bertobat.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma sangatlah berbahaya. Stigma dapat mempengaruhi pikiran dan hati manusia. Stigma itu tak tampak namun selalu ada dan sewaktu-waktu akan menyerang pikiran dan hati kita.
    Stigma akan selalu mucul apapunyang kita lakukan. Sebernarbenarnya stigma adalah pikiran negative. Pikiran negative akan selalu berdampingan dengan pikiran positif.

    ReplyDelete
  10. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Stigma adalah pandanga negatif seseorang terhadap orang lain yang terwujud melalui prajurit-prajuritya yaitu fitnah, gosip dan yang paling viral sekarang ini adalah berita hoax. Akan menjadi sebuah celaka besar apabila seorang pemimpin yang dipatuhi perintahnya termakan oleh berita seperti ini, karena akan menimbulkan perpecahan dan perselisihan terhadap beberapa individu atau golongan. Oleh karena itu, dijaman now yang filsafatnya adalah filsafat bahasa, kita harus lebih bijak dalam menangkap dan mengolah inforamsi sebelum menyebarkannya ke lingkungan yang lebih luas atau sama saja kita menjadi prajurit stigma.

    ReplyDelete
  11. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C


    Stigma akan mengikis ilmu pengetahuan yang telah diperoleh seseorang jika orang tersebut tidak dapat mengendalikan diri atau hoax atau kabar buruang bahkan gosip miring mengenai sesuatu. Sedangkan orang yang mudah termakan gosip atau hoax akan menjudge sesuatu dengan kurang tepat, karenanya orang-orang yang demikian dengan mudahnya bisa termakan stigma mereka sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Wajar sekali jika raja stigma mengingkan dunia dan isinya. Stigma adalah sentiment negative, bisa juga dikatakan sebagai rajanya syaiton. Dipenuhi oleh kebencian dan kedengkian, msuh daripada stigma, sebagai kutarunggu atau hal positif menjadi penghalangnya. Maka disebarkanlah prajurit stigma di zaman ini, untuk membuat fitnah yang baik dipandang buruk, dan yang bruk dipandang baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal ini bisa ditunjukkan dengan meluasnya kerajaan stigma akhir-akhir ini, maraknya kasus homoseksual dipandang sebagai gejala bawaan yang positif dan tidak dapat dirubah. Prajurit stigma berhasil memberikan pengaruhnya kepada pembela homoseksual ini, padahal jelas baik secara formal maupun normative ini adalah hal yang buruk Stigma membalikkan dan membuat fitnah ini.

      Delete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Elegi ini Prof. tulis pada 20 September 2013. Di akhir tahun 2017 ini saya merasa tulisan Prof menunjukan bukti kejahatan stigma yang sebenarnya. Karena stigma pengetahuan, kesadaran, dan penililaian seseorang bisa berubah. Pengetahuan yang kita dapat dengan membaca maupun pengalaman langsung dapat sirna karena stigma. Sehingga cerdas dan kepandaian pun belum cukup untuk membangun dunia. Diperlukan kepekaan, kesadaran, kehati-hatian, dan sikap rendah hati dalam setiap tindakan kita. Karena di zaman digital saat ini jika seorang tidak kuat dengan stigma yang ada maka ia akan menjadi manusia yang tidak berpendirian.

    ReplyDelete
  14. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Stigma itu banyak rupanya. Yang paling sering kita kenal adalah stigma sosial. Stigma sosial adalah penolakan keberadaan seseorang atau kelompok pada lingkungan tertentu karena sudah dianggap tercela. Apabila seseorang sudah terkena stigma sosial, maka secara pribadi sudah sangat dirugikan. Sangat sulit menghapus stigma yang telanjur melekat. Bahkan, dampak stempel stigma sering berujung pada pengucilan di lingkungannya.

    ReplyDelete
  15. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Itulah bahayanya stigma, dengan 1 orang yang menyebar kan tipu daya, kebohongan, kesesata akan membawa kehancuran dari sebuah masyarakat atau bangsa. Pentingnya kita berilmu dan berpendirian itu diuji ketika stigma-stigma dari luar ingin menjatuhkan dan merobohkan kegigihan kita dalam melakukan sesuatu hal. Jelas bahwa elegi di atas membuktikan bagaimana kejahatan stigma yang sebenarnya. Karena stigma pengetahuan, kesadaran, dan penilaian seseorang bisa berubah. Oleh karena itu, marilah kita menjadi manusia yang cerdas dan berkualitas agar tidak mudah runtuh dan termakan oleh jahatnya stigma yang datang pada diri kita. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  16. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Stigma adalah pemikiran negatif orang lain tentang diri kita, dengan kata lain merupakan cara pandang orang lain yang negatif terhadap diri kita. stigma bisa disebabkan oleh fitnah yang menyebar sehingga munculla gossip. Di era digital ini orang-orang yang menuruti hawa nafsu gemar sekai menyebar berita fitnah atau hoax ke social media maupun ke kolom komentar. Tujuannya agar seseorang atau sekelompok yang difitnah itu menjadi dibenci oleh masyarakat. Dengan kata lain, stigma menyebarkan dan menumbuhkan pikiran negative terhadat]p seseorang atau suatu hal atau suatu kelompok. Oleh karena itu, marila kita menghindari stigma atau berpikir negative tentang orang lain. Dan semoga kita juga selau terhindar dari fitnah.

    ReplyDelete
  17. Latifah Fitriasari
    PM C

    Stigma merupakan cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan.Stigma ibarat nila setitik yang menyebabkan rusaknya susu sebelanga. Reputasi seseorang yang terkena stigma otomatis merosot. la dianggap tidak lazim dalam kehidupan sehari-hari. Stigma juga berhubungan dengan kekuasaan dan dominasi di masyarakat. Pada puncaknya, stigma akan menciptakan ketidaksetaraan sosial. Stigma berurat akar di dalam struktur masyarakat, dan juga dalam norma-norma dan nilai-nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  18. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam hal ini kita melihat bahwa dalam kehidupan ini sejatinya keburukan yang terorganisir seperti pada elegi ini akan lebih menang dibanding kebaikan yang tak terorganisir. Sekarang hikmah yang bisa diambil yaitu jika saja keburukan saja berorganisasi saling bahu membehu bahkan mereka tak ada harapan dikehidupan kelak, maka dalam kebaikan yang kelak diakhirat kita dijamin ketentramanya maka kita juga harus semangat menyusun starategi yang nyata kedalam setiap bidang-bidang kehidupan. Karena hukum Allah Ta’ala itu sejatinya pasti yaitu kebaikan akan meneng menghadapi keburukan, namun perlu usaha den perubahan untuk menggapainya. Usaha, ikhtiar, do’a dan tawakal.

    ReplyDelete
  19. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Stigma yang berbentuk penilaian secara umum kepada seseorang atau sekelompok orang hanya dilihat dari penampilan dan latar belakangnya saja. Cara pandang yang seperti ini bisa menimbulkan prasangka positif dan negatif, tetapi umumnya negatif. Bahkan, bisa jadi menimbulkan sikap diskriminasi pada seseorang atau kelompok tertentu.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Stigma yang diangkat dalam elegi ini menceritakan bahwa dalam kehidupan sekarang ini banyak yang dihasut oleh info negatif yang mampu mempengerahui pribadi seseorang. Dengan adanya info negative dan mampu mempengarhu orang, maka dapat dengan mudah info yang negativepun tersebar secara cepat karena pengaruh oleh lingkunga yang tidak bisa dikendalikan. Maka dari itu perlu lah kita wasapada terhadap stigma yang ada dilingkungan kita.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pada saat ini, banyak orang sudah menjadi subjek stigma, sudah termakan atau terhasut kemudia mempercayai isu, gossip, dan fitnah. Apalagi di zaman dimana teknologi sudah semakin canggih, namun kecanggihan teknologi dapat menjadi salah satu alasan manusia menjadi subjek stigma yaitu dengan semakin mudahnya akses informasi dan internet menyebabkan begitu banyak berita hoax, orang-orang pun mudah terhasut dengan informasi seperti itu, kemudian mempercayai dalam perbuatan dan perkataan. Ketika kita sudah menjadi subjek stigma maka setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki akan menjadi tidak bermanfaat. Namun kita dapat menghindar dari menjadi subjek stigma yaitu melalui menggunakan ilmu dan ibadah untuk mencerna/memahami informasi yang kita peroleh, jangan langsung percaya begitu saja. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Stigma yang diberikan seseorang dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Seseorang yang tadinya tidak tahu apa-apa, polos, yang tumbuh di lingkungan yang kurang baik akan mendapat stigma negatif dan terpengauh pula untuk menjadi buruk. Stigma juga disebut sebagai tanda bahwa seseorang dianggap ternoda dan karenanya mempunyai watak yang tercela, misalnya seorang bekas narapidana yang dianggap tidak layak dipercayai dan dihormati.

    ReplyDelete
  23. Stigma merupakan pandangan negatif yang bersifat tipu daya dan biasanya karena pengaruh dari lingkungannya. pada zaman sekarang, sering kali disebut hoax atau mengatasnamakan kemudahan bagi masyarakat. Untuk meruntuhkan stigma negatif tersebut, berpegang pada pendirian dan menjalani kebenaran berdasarkan pondasi yang benar adalah hal yang tepat. Dengan demikian bersikap dan berperilakulah sesuai aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat dengan menanamkan kejujuran.

    ReplyDelete
  24. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pada era digital seperti sekarang ini, stigmaraja semakin mudah menyebarkan stigma melalui prajuritnya. Adalah tugas kita semua untuk memerangi prajurit stigmaraja dengan menyaring informasi yang didapat melalui dunia nyata maupun maya. Jangan sampai kita menjadi subyek stigma dan aktif menjadikan orang lain menjadi subyek stigma juga sehingga persatuan dan kesatuan akan terganggu stabilitasnya atau bahkan rusak.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Agar terhindar dari stigma kita harus selalu menggunakan pikiran kritis kita. Kita tidak boleh langsung percaaya dengan rumor yang beredar. Dengan hati yang bersih dan ikhlas, kita dapat melawan stigma. Atau kita dapat memilih untuk mengambil hikmah dari stigma tersebut namun tetap tidak mengikuti stigma itu.

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya mendapatkan sebuah pelajaran, tentang bagaimana menghadapi isu, gosip fitnah. Seharusnya ketika terdapat isu, gosip dsb, kita harus selektif memilah infonya, serta tidak gegabah bertindak dan main hakim sendiri karena merasa benar. Seperti masyarakat Indonesia yang mudah sekali terpengaruhi oleh virus hoax, membroadcast hoax padahal tidak meneliti kebenarannya. Hal ini yang membuat perpecahan dan konflik dimana-mana

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Secara definisi “stigma” adalah cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan. Stigma adalah berbagai pandangan orang yang menilai diri kita negatif, hal yang kita lakukan negatif sampai pemikiran kita negatif. Sebenarnya hamir setiap hari kita menerima stigma. Bisa dari teman, tetangga, orang lewat atau bahkan dari keluarga dan orang tua kita sendiri. Stigma bisa juga kita anggap sebagai peremehan diri kita oleh orang lain.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, stigma bisa menjadi percikan semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun banyak orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup dalam naungan stigma yang berakibat hidup selalu terkekang oleh stigma dan bagaikan hidup dalam penjara. Sesungguhnya sangat nikmat bila kita selalu berdampingan dengan stigma sehingga kita bisa memaknai hidup kita secara mudah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat c

    percakapan diatas sesuai dengan yang terjadi pada jaman sekarang ini, dimana banyak orang yang memaksakan kehendak, menghalalkan segala cara untuk menggapai sesuatu yang dia inginkan tanpa melihat sudut pandang orang lain.
    contohnya dalam dunia berbisnis, persaingan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari, untuk melemahkan kekuatan saingannya maka ia menyebar fitnah, hoax dan menjelek-jelekkan saingannya, hal itu sudah biasa terjadi mulai dari jaman dulu hingga sekarang

    ReplyDelete
  30. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Stigma adalah suatu ancaman, sifat atau karakteristik bahwa masyarakat menerima ketidaknyamanan yang sangat tinggi. Mendapat ancaman membuat seseorang menerima stigmatisasi. Stigmatisasi merupakan tindakan seseorang untuk memvonis orang lain mendapatkan image yang jelek.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. stigma itu merupakan hasil pemikiran dan hati. Stigma dapat melekat dalam diri seseorang sebagai hasil dari fitnah. Jika stigma merupakan hasil dari fitnah maka stigma dapat menyebabkan perpecahan. Stigma yang melekat pada diri seseorang dapat menyebar melalui media gosip. Untuk itu hendaknya senantiasa berhati-hati terhadap stigma.

    ReplyDelete
  32. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Stigma sangatlah dekat dengan kehidupan kita. Stigma yang ada bisa merupakan stigma yang baik namun bisa juga terdiri dari stigma-stigma yang buruk. Stigma yang buruk akan selalu menyebarkan benih-benih keraguan dna kebencian kepada hati setiap manusia supaya terjadi kekacauan.

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa cerminan dunia ini yang digambarkan melalui kerajaan stigma di mana di dalamnya hiduplah orang-orang yang ingin menghalalkan segala cara demi apa yang ia inginkan. Ingin semuanya serba instan dan tak mau repot. Namun apakah itu tujuan hidup yang sebenarnya? Tentu bukan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum.wr.wb
    Tujuan hidup ini tidak selalu tentang duniawi namun hidup ini juga tentang rohani. Stigma cenderung ingin menguasai dunia ini namun tidak memikirkan tentang dunia akhirat. Ini bukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Oleh karena itu, kerajaan stigma harus dihancurkan dari muka bumi. Kerajaan stigma tidak akan berhenti mengkotak-kotakkan entitas manusia sebagai makhluk sosial. Pemberontakan para logos adalah harapn untuk meruntuhkan hegemoni stigma sebagai symbol penindasan. Semoga kita dijauhkan dari stigma-stigma dari orang-orang yang jahat. Aamiin!!

    ReplyDelete