Sep 20, 2013

Elegi Kerajaan Stigma




Oleh Marsigit

Stigmaraja:
We ha ha he he... aku adalah si raja stigma. Hemmm...aku telah menyebar prajurit-prajurit stigma untuk mengembara ke seluruh dunia. Hanya satu tujuanku yaitu menguasai dunia ini. Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku. Maka siang maupun malam, prajurit-prajuriku yang terpilih akan aku utus membujuk, merayu kalau perlu menghancurkan kerajaan-kerajaan lain yang tidak mendukung dan menjadi pesaingku.

Stigmakayat:
Wahai baginda sang raja, setelah mendengar titahmu aku merasa bangga mempunyai raja seperti dirimu. Raja seperti dirimu itulah yang selalu aku dambakan. Engkau adalah seorang raja yang kuat, berwibawa dan mempunyai cita-cita tinggi serta dapat menghidupi segenap rakyatmu. Tetapi bolehkah aku bertanya perihal satu perkara kepadamu. Kenapa engkau masih saja tampak menyembunyikan kesedihanmu? Jika engkau berkenan bolehkah aku mengetahuinya.

Stigmaraja:
Wahai stigmakayat, engkau adalah pembantuku yang sangat cerdas. Engkau selalu saja mengetahui relung hati dan pikiranku. Ketahuilah apa yang menyebabkan aku masih merasa belum tenteram? Itu tu..di kejauhan sana aku mendengar ada percabaan Kutarunggu. Sungguh percabaan itu telah menggangguku siang maupun malam. Konon dalam percabaan itu, semakin banyakk saja para cantriknya. Semakain banyak orang datang ke Kutarunggu berarti kedudukanku semakin terancam. Maka ketahuilah, dengan ini aku proklamirkan dan aku menyatakan perang terhadap percabaan Kutarunggu. Dikarenakan ulah orang-orang dari Kutarunggu itulah, aku mengalami kesulitan melaksanakan semua rencana-rencanaku. Untuk itu maka aku akan memanggil panglima-panglimaku untuk menyampaikan perihal tugas-tugasnya.

Stigmapangla:
Wahai sang baginda raja, perkenankanlah aku melapor perihal tugas-tugasku. Aku adalah panglima stigma. Tugasku adalah menyebar prajurit stigma. Prajurit-prajuritku selalu cerdik dan pandai mencari mangsa. Mangsa dari stigmaprajurit adalah para cantraman. Cantraman adalah orang baik-baik tetapi mereka belum mengakui kerajaan stigma. Cara memangsa para cantraman adalah dengan menyebar fitnah, isu dan gosip. Maka semua fitnah, isu dan gosip itu pada hakekatnya adalah prajurit stigma yang terdepan. Begitu para cantraman termakan oleh fitnah, isu dan gosip, maka berubahlah mereka menjadi stigma-stigma.

Stigmaraja:
Hus..aku ingin berita keberhasilanmu, bukan tentang definisimu. Itu semua aku sudah tahu, tidaklah engkau perlu menceramahiku. Maka selama ini apa keberhasilanmu?

Stigmapangla:
Para stigmakomandan telah menemukan subyek pada percabaan Kutarunggu. Namanya adalah Ahilu. Kelihatannya Ahilu itu mempunyai kedudukan tinggi di percabaan tersebut. Disamping sebagai panglima dia juga sebagai Cantralma. Ketahuilah bahwa seorang Cantralma itu mempunyai kedudukan strategis pada percabaan Kutarunggu. Sang Bagawat sering menggunakan pemikiran-pemikirannya untuk mempertimbangkan aspek kehidupan di Kutarunggu. Tetapi stigmakomandan telah berhasil merayunya untuk menjadikan dia sebagai subyek stigma.

Stigmaraja:
Apa dampaknya bagi kita dengan engkau mengangkat Ahilu sebagai subyek stigma?

Stigmapangla:
Wah dampaknya luar biasa. Ternyata mulai terjadi kekacauan di Kutarunggu. Semua orang di Kutarunggu mengarahan pendengaran dan penglihatannya kepada perkataan dan perbuatan Ahilu. Padahal perkataan dan perbuatan Ahilu telah aku kendalikan, artinya perkataan dan perbuatannya adalah perkataan dan perbuatan para stigma. Itulah keberhasilanku. Maka atas doa restumu perkenankanlah aku memohon bantuan tambahan prajurit untuk segera meruntuhkan percabaan Kutarunggu.

Stigmaraja:
Wa ha ha ha..we he he he.... Tidak percuma aku membayarmu dengan gaji yang tinggi. Demikianlah selayaknya engkau harus berbakti kepadaku. Maka dalam rangka menyelesaikan tugas-tugasmu, aku akan turuti semua permintaanmu.

49 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismilaah....
    Elegi di atas mengajarkan kepada kita bahwa sebenarnya terdapat banyak ancaman yang kita hadapi. Baik itu kita sadari ataupun tidak, sebuah stigma telah mempengaruhi kehidupan kita, tentunya hal itu tidak baik. Mereka akan menyebarkan stigma dengan cara apapun sampai semua orang mengakui stigma itu sendiri. Cara penyebarannya sangat cerdik yaitu menggunakan penyakit-penyakit hati. Mengapa cerdik? Karena jika hati kita sakit, maka sakitlah seluruh badan kita. Sungguh benar-benar cerdik. Untuk mencegahnya, tentunya kita harus senantiasa membersihkan hati dengan ajaran-ajaran spiritual agar tidak terkontaminasi para prajurit stigma. Salah satunya yakni, niatkan segala sesuatu karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Memahami elegi ini saya mendapatkan pelajaran bahwa dalam stigma dapat melekat dalam diri siapapun. Begitupun pada Stigmapangla berpendapat bahwa fitnah dan gossip yang disebarkan oleh para stigma dapat menjatuhkan seseorang. Perkatan dan perbuatan dari orang yang telah terkena stigma akan menjadi perhatian utama dari masyarakat. Akan tetapi stigma belum tentu suatu hal yang benar. Oleh kerena itu, perlu adanya pikiran dan hati yang bersih untuk menyikapi stigma yang melekat pada diri seseorang, agar kita tidak terjebak pada stigma tersebut serta selalu bisa membuat segala sesuatu hal menjadi pelajaran hidup kita.

    ReplyDelete
  3. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas yang saya paham bahwa stigma dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Ketika stigma sudah melekat pada diri seseorang maka akan dipengaruhi oleh hal – hal yang negatif. Stigma dalam elegi tersebut digambarkan dengan orang – orang yang menggunakan segala cara untuk yang diingikan. Yang menghalangi akan dihancurkan. Tetapi sebenarnya tujuan hidup ini tidak semata – mata tentang duniawi. Tetapi ada hal – hal lain misalnya rohani yang harus diperhatikan. Maka alangkah baiknya jika menghilangkan stigma yang negatif dan mulai memperhatikan sisi rohani untuk kehidupan kekal.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seperti yang dikatakan dalam elegi ini, bahwa dalam menggunakan stigma, kita harus menyertakan pikiran yang kritis dan hati yang bersih. Jangan langsung memakan mentah-mentah stigma yang ada tanpa memikirkannya. jikalau stigma tersebut mendatangkan dampak negatif, maka lebih baik kita tinggalkan.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    ketika cantraman berubah menjadi stigma-stigma, disana dapat kita pahami bahwa fitna, isu dan gosip memilikim kekuatan yang besar dalam menghancurkan sebuah kepercayaan. Maka dari itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dan itu memang benar adanya.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Baik sadar maupun tak sadar, stigma selalu melekat dalam diri kita. Oleh karena itu, sebagai manusia pastilah memiliki kekurangan bahkan manusia tidak terlepas akan dosa. Oleh karena itu, jalanilah hidup ini dengan dengan keikhlasan hati dan berpikir, serta mohon ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menceritkan tentang Perilaku seorang raja stigma yang haus akan gelar dan termasuk pemimpin yang otoriter. Dengan ambisi yang kuat untuk mengusai segala sesuatu yang ada. Hasrat dan mimpi yang tinggi dapat memberi dukungan terhadap diri kita sendiri dalam menggapai sebuah cita-cita, tetapi tidak dengan segala cara yang menyimpang dari aturan. Kita harus bijaksana dalam mengambil tindakan dan tidak melakukannya dengan kecurangan. Dengan kata lain kerajaan stigma ini adalah kerajaan yang dibangun atar penyimpangan-penyimpangan. Jangan sampai didiri kita terbangun kerajaan stigma yang kelam ini.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Stigma sangatlah berbahaya. Stigma dapat mempengaruhi pikiran dan hati manusia. Stigma itu tak tampak namun selalu ada dan sewaktu-waktu akan menyerang pikiran dan hati kita.
    Semoga kita senantiasa dilindungi dari stigma negatif. Aamiin

    ReplyDelete
  9. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kehidupan dunia dalam bermasyarakat yang digambarkan melalui kerajaan stigma ini memang tidak bisa kita pungkiri dengan hanya membekali diri dengan pengetahuan saja namun sangat perlu kita perkokoh dengan keimanan kita dan keikhlasan hati kita. Sungguh besar ancaman yang diberikan melalui stigma-stigma yang bisa meluluh lantahkan kehidupan bermasyarakat kita, maka disamping kita mempelajari apa itu stigma kita juga perlu membekali diri dengan memilih stigma yang baik dan yang buruk sehingga kita bisa menghalau ancaman-ancaman tersebut.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang stigma yang telah melekat pada diri kita tanpa kita sadari. Dimana manusia saat ini cenderung bersikap semaunya, bertindak kehendaknya dan mementingkan keinginan diri sendiri. Tidak peduli orang lain bahkan negaranya sendiri menjadi korban kelicikannya. Sehingga menurut saya betapa berbahayanya stigma karena bisa menghancurkan suatu negara. Stigma bisa dibuat oleh orang berkepentingan untuk menghancurkan apa yang ingin dihancurkannya. Pada faktanya, kebanyakan orang saat ini tidak sadar telah termakan stigma sehingga mengakibatkan kehancuran bagi negara sendiri. Maka alangkah madani dan kokohnya suatu bangsa, jika rakyatnya kritis, cerdas, bijak, berhati nurani dalam menyikapi stigma.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Stigma adalah sikap atau sifat yang ada pada diri kita yang membawa menuju ke hal yang negatif. Seseorang terkadang justru merasa bangga mengetahui sebuah stigma dan menelannya mentah-mentah tanpa berpikir kritis terlebih dahulu. Seseorang yang telah terkena stigma maka dia akan diliputi oleh hawa nafsu yang negatif. Sehingga ia terkadang menghalalkan segala cara demi memenuhi hawa nafsunya, bahkan merugikan orang lain. Oleh karena itu, inilah gunanya kita selalu menuntut ilmu, mengasah kemampuan berpikir kritis, menggunakan hati sebagai komandan, selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan selalu ikhlas agar kita tidak mudah termakan stigma dan mampu membedakan mana yang benar dan salah.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bertukar informasi memang sangat dianjurkan, tetapi kita haruslah bijak dalam menerima informasi itu. Layaknya stigma yang diungkapkan dalam elegi ini, kita harus selektif dalam menilai apakah itu baik atau buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam hal ini, berpikir kritis sangatlah diperlukan. Stigma yang negatif itu muncul pada diri manusia melalui penyakit-penyakit hati yang sebenarnya lebih berbahaya daripada penyakit fisik. Maka kita sebagai manusia baiknya senantiasa berdo'a kepada Allah SWT agar dijauhka dari stigma negatif.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Setelah membaca elegio diatas maka kita akan tahu bahwa ,stigma cenderung menilai diri kita negatif dengan hal-hal yang dilakukan oleh kita juga adalah hal-hal negatif. Kita merasa diremehkan oleh orang lain. Yanag mana stigma raja dan stigmapangla adalah bagian dari stigma itu sendiri. Kita tahu bahwa stigma itu selalau mempengaruhi kehidupan kita sendiri, yang mana tanpa kita sadari stigma itu ada dalam diri kita. Stigma itu sendiri adalah penyakit-penyakit hati yang selalau ada. sifat-sifat tercela itu lah stigma. Sehingga untuk menghilangkan stigma itu selalu ber istighfar kepada allah.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Stigma selalu mengiring kita kea rah kegelapan. Oleh karena itu untuk mencapai penerangan diperlukan pemikiran yang jernih dan hati yang bersih serta meminta pertolongan kepada Yang Kuasa agar dijauhkan dari hal – hal buruk.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi diatas bahwa cerminan dunia ini yang digambarkan melalui kerajaan stigma di mana di dalamnya hiduplah orang-orang yang ingin menghalalkan segala cara demi apa yang ia inginkan. Ingin semuanya serba instan dan tak mau repot. Namun apakah itu tujuan hidup yang sebenarnya? Tentu bukan. Tujuan hidup ini tidak selalu tentang duniawi namun hidup ini juga tentang rohani. Stigma cenderung ingin menguasai dunia ini namun tidak memikirkan tentang dunia akhirat. Ini bukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Stigma adalah pandangan kita terhadap seseorang. Stigma kita terhadap masing-masing orang pastilah berbeda-beda, kita pun tidak bisa mengetahui yang orang pandang mengenai kita, entah itu sama ataupun berbeda. Stigma cenderung mengarah pada hal-hal yang negatif, hal-hal itu yang bisa mempegaruhi pandangan kita mengenai seseorang. Dan apa pun itu yang bernilai negatif memang sebaiknya kita kurangi, bahkan lebih baik jika kita hilagkan.

    ReplyDelete
  17. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    suatu organisasi yang kokoh pastilah tetap mempunyai ancaman. menurut saya, stigma adalah label yang diberikan oleh khalayak ramai. namun tidak semua masyarakat satu pendapat dengan label tersebut. sehingga stigma mengambil tindakan untuk mempengaruhi secara halus (dipengaruhi dari hal-hal kecil) kelompok yang tidak sependapat tadi. tindakan dikatakan berhasil jika kelompok yang tidak sependapat tersebut lambat laun pemikirannya sesuai dengan stigma yang ada (walaupun secara nama, mereka menolaknya).
    mungkin seperti ini juga cara pihak asing yang ingin merusak bangsa kita, yaitu dengan mempengaruhi pemikiran-pemikiran warga dan generasi muda nya.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Stigma mempunyai sifat negatif. Stigmaraja mempunyai niat tidak baik untuk menguasai dunia lain dengan cara tidak baik. Ia ingin menghancurkan dunia dengan fitnah, isu dan gosip yang nanti akan menjadi stigma. Dalam hidup ini kita juga sering menemukan stigma. Oleh karena itu, agar kita tidak mudah terpengaruh untuk menerima stigma dan menyebarkan stigma kita sangat memerlukan hati dan pikiran yang ikhlas. Hati akan kita gunakan sebagai penyaring pengaruh buruk berupa stigma yang kita terima dari luar berdasarkan hal baik atau buruk. Pikiran yang ernih untuk mengolah informasi dari stigma tersebut.

    ReplyDelete
  20. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi ini, salah satu tokoh mengatakan, “Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku”. Ini adalah contoh Nafsu sangat sulit dibungkam. Kita harus sadar karena itulah sifat manusia dan juga hal-hal yang harus dilawan dan itulah tantangan hidup manusia. Akhirnya pilihan dijatuhkan dan tertimbang untuk manusia. Peran pemegangnya adalah manusia itu sendiri, dan hasilnya akan dirasakan olehnya. Prestasi yang baik adalah cerminan kualitas hidup. Jadi dalam menanggapi kehidupan ini yang sejalan dengan kerajaan stigma, orang dituntut untuk bisa melihat dan menyelesaikannya jika tidak mau terus di dalamnya.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara sederhana, yang dimaksudkan dengan stigma ialah atribut tanda atau stempel yang dilekatkan pada seseorang atau suatu kelompok tertentu. Stigma dapat bersifat positif, tetapi pada umumnya lebih banyak bernuansa negatif, merugikan. Stigma yang bersifat negatif dalam suatu kelompok bersumber pada satu atau beberapa anggota yang tidak dapat menempatkan diri dalam komunitas yang bersifat ekumenis, tetapi ada juga pengaruh stigma dari luar yang dianggap benar karena sudah diterima secara luas, sehingga tidak perlu dikaji lagi keabsahannya.
    Stigma negatif sering dikaitkan dengan ras, suku, keluarga, agama, dan lain-lain. Sifatnya sangat emosional dan irasional, karena itu juga sangat sensitif sehingga membatasi independensi (keberanian) pengambil keputusan. Stigma dan paradigma secara sadar dan sistimatis dikembangkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menyukai kelompok lain, mulai dari pembinaan generasi muda mereka (khususnya mulai dari perguruan tinggi) sampai ke kalangan para profesi.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam dua dasawarsa terakhir ini, himpitan stigma dan paradigma bagi orang-orang yang bekerja di BUMN, pemerintahan atau perusahaan keluarga, semakin meningkat. Pada jenjang eselon satu dan dua BUMN dan pemerintah, nampaknya dipraktikkan penjatahan, sedangkan pada eselon bawahan terjadi pelambatan secara terselubung bagi kariernya. Banyak di antara mereka berpendapat bahwa apa yang mereka alami itu adalah nasib mereka sehingga mereka bekerja dan berusaha secukupnya saja. Sifat pasrah tanpa harapan (fatal) dan patah semangat meningkatkan kinerja inilah yang justru menjadi tujuan pencipta stigma dan paradigma untuk mengeliminir potensi orang-orang tersebut.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma akan selalu datang di dalam kehidupan kita dan mencoba memasuki diri kita. Cara licik, adu domba, fitnah akan dilakukan oleh syaitan untuk menyebarkan stigma ini, agar manusia terkontaminasi oleh hal-hal buruk. Untuk terhindar dari stigma, manusia hendaknya selalu mendekatkan diri pada Allah agar selalu dijauhkan dari gangguan syaitan. Jika melakukan sesuatu, manusia juga hendaknya melakukan dengan hati yang tulus ikhlas agar hatinya tidak dapat dimasuki hal-hal buruk seperti stigma.

    ReplyDelete
  24. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam elegi kerajaan stigma, kerajaan stigma ini dapat diartikan sebagai suatu sikap rela melakukan apa saja demi mencapai apa yang diinginkan. Tak peduli bagaimanapun keadaan sekelilingnya, asalkan apa yang menjadi tujuan telah tercapai, ia akan merasa puas. Parahnya, untuk mencapai tujuan yang diinginkan banyak orang melakukannya dengan cara yang licik, cara yang kotor, bahkan hingga tega menghancurkan orang lain, sekalipun itu adalah kerabat atau sahabat. Padahal Allah sangat tidak suka dengan hamaNya yang saling menjatuhkan. Apa untungnya kamu menjatuhkan kawanmu? Jika ingin diakui lebih hebat maka bersainglah secara sehat. Saling mendorong, menyemangati, saling bertukan pikiran berbagi inspirasi. Sehingga dengan itu kamu dapat mengembangkan pikiranmu dengan berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  25. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi di atas menceritakan Stigmaraja yang ketakutak akan ancaman atau serangan dari Kutarunggu, tetapi ia mempunyai ajudan yang setia di setiap saat dalam membantu rajanya yaitu Stigmapangla. Elegi diatas memceritakan stigma seseorang di suatu tempat akan kekuasaan yang ia punyai, stigma yang dimaksud di atas mengacu pada ciri negatif yang ada pada individu karena pengaruh lingkungan di sekitarnya. Seperti stigmapala yang mempunyai sifat atau mendukung sikap stigmapangla.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Stima raja seperti dalam tulisan ini sebetulnya adalah insting. Setiap manusia punya perasaan terancam. Terancam keselamatannya, kesehatannya, hartanya, dan kedudukannya. Jika ada pesaing yang mulai datang, mulai pula rasa terancam itu muncul. Namun, apalah ancaman itu semua apabila kita berada dalam perlindungan Tuhan? Keselamatan ini, kita mengusahakannya, namun Allah lah yang memutuskan untuk menjaga kita atau membiarkan kita celaka. Kesehatan ini, sebetulnya kita yang mengusahakannya agar tidak sakit. Namun kesembuhan dan kesehatan adalah anugerah Allah. Jika bukan karena Allah yang menahan sumber penyakit agar tidak mendekati kita, kita pasti sudah lama sakit. Harta dan kedudukan memang kita mengusahakannya, namun apabila Allah tidak meridhoi, tidak ada keberkahan dalam harta dan kedudukan kita itu. Yang akhirnya menjerumuskan kita ke dalam perbuatan nista. Maka sebenar-benarnya rasa terancam adalah rasa yang dibesar-besarkan oleh setan.

    ReplyDelete
  27. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. stigma itu merupakan hasil pemikiran dan hati. Stigma dapat melekat dalam diri seseorang sebagai hasil dari fitnah. Jika stigma merupakan hasil dari fitnah maka stigma dapat menyebabkan perpecahan. Stigma yang melekat pada diri seseorang dapat menyebar melalui media gosip. Untuk itu hendaknya senantiasa berhati-hati terhadap stigma.

    ReplyDelete
  28. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi kerajaan stigma. Stigma merupakan ciri negatif yang menempel pada diri seseorang atau sesuatu oleh karena orang lain memberikan anggapan negatif terhadap seseorang atau sesuatu itu.
    Elegi ini bercerita bahwa disadari atau tidak, begitu banyak ancaman negatif mengintai kita. Ada pihak yang ingin menaruh stigma negatif pada diri kita dengan berbagai fitnah, isu, gosip, dan adu domba. Yang perlu kita lakukan adalah tetap waspada agar kita tidak gampang termakan oleh fitnah dan gosip sehingga kita tidak menjadi stigma.

    ReplyDelete
  29. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma merupakan julukan yang negatif orang terhadap pelaku. Penting bagi seseorang untuk menjauhkan stigma-stigma terhadap dirinya, salah satu caranya yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan seperti meningkatkan prestasi kita, namun jalan yang dilakukan harus sesuai dengan kaidah agama, intinya bersaing secara sehat dan lakukan di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  30. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejujurnya saya kurang dapat memahami elegi di atas dan yang saya lakukan adalah mencoba mencari referensi lain yang sedikit membantu. Berdasarkan sumber yang saya dapatkan, stigma adalah tanda untuk seseorang yang melakukan kesalahan, misal seseorang mencuri lalu dia akan memiliki stigma bahwa dia adalah pencuri. Ketika seseorang memiliki stigma, maka stigma itu akan merajai diri dan menyerang hal-hal baik, karena setiap akan melakukan hal baik akan tetap dipandang buruk oleh orang lain.

    ReplyDelete
  31. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 201

    Janganlah memiliki stigma, karena dapat mematikan hal-hal baik yang seharusnya kita lakukan. Hindarilah berbuat buruk meskipun hanya sekali karena itu akan menjadikan stigma untuk kita dan selalu melekat, akan sangat sulit untuk melepaskannya.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah dalam memaknai sesuatu janganlah terpengaruh terhadap prasangka apaagi para stigma. Karena stigmalah yang palling buruk dari semua prasangka. Sehingga untuk menghindari hal ini. Maka jadilah hati yang bersih dan pikiran yang jernih untuk mengatasi suatu hal dan memintalah perlindungan dari Tuhan agar telindung dari segala prasangka baik stigma atau bukan.

    ReplyDelete
  33. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Nauzubillah, kegiatan adu domba telah terjadi dimana mana untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pemimpin-peminpin dimasuki oleh orang-orang yang berniat menghancurkan secara pelan-pelan, pikiran dimasuki stigma negatif. Terkadang manusia dibutakan oleh harta dan tahta. Semoga kita semua selalu dalam perlindunganNya.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigmaraja mempunyai cara jitu dalam misinya untuk menguasai dunia. Dia tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga fisik dalam bertarung melawan orang-orang yang menentangnya. Dia cukup menyebarkan stigma negative melalui para pembantu-pembantu kerajaannya. Dengan begitu akan banyak orang yang terasuki stigma negative dan mereka akan runtuh dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma pada eligi ini digambarkan sebagai fitnah, isu, gosip. Penyebaran stigma negative ini akan melemahkan suatu kaum manusia. Pada mulanya sekumpulan masayarakat tidak sadar bahwa banyak orang yang sedang menjalankan stigma. Akan tetapi lambat laun, sebuah kerajan bisa tiba-tiba runtuh karena adanya banyak perselisihan di dalamnya.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dikisahkan bahwa kerajaan stigma ini adalah suatu sifat buruk seseorang yang identik dengan keangkuhan dan keegoisan dimana dia mempertahankan posisinya dengan menghalalkan segala macam cara. Menyebar isu, gosip, fitnah dan semacamnya yang tentu saja itu adalah cara untuk meruntuhkan peradaban kebaikan yang ada di sekitarnya. Sebagai Individu, tentunya kita tahu bahwa sesuatu hal tersebut adalah perbuatan yang tidak baik, oleh karenanya haruslah kita menjaga diri agar terhindar dari perilaku-perilaku tersebut

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sesuai dengan kerajaan stigma yang ada. Stigma merupakan sikap atau sifat yang ada pada diri kita yang membawa menuju ke hal yang negatif. Jika diri kita sadar, stigma dapat dihindari dengan mengetahui bahwa stigma pada diri kita adalah hal yang tidak baik dan mencoba pikiran dan hati kita dengan selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala kenikmatan dunia seperti kekuasaan, ketenaran, kekayaan dan jabatan seorang dapat diruntuhkna dengan stigma-stigma dari orang lain dan atau dirinya sendiri. Jika kita lihat peperangan-peperangan besar yang terjadi baik pada masa yang lampau ataupun masa sekarang yang termyata penyebabnya adalah stigma negatif.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak bangsa yang sebenarnya kecil dan tidak mampu secara fisik. Akan tetapi bangsa tersebut dapat mengacaukan atau mengausai bangsa lain yang lebih besar, jika menyadari tidak mampu dengan militer maka kemungkinan mereka bisa dengan stigma.

    ReplyDelete
  41. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Menurut saya kerajaan stigma merupakan perwujudan dari keburukan seseorang yang melakukan atau menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kedudukannya. Melakukan segala cara yang buruk untuk menghilangkan kebaikan di sekitarnya.

    ReplyDelete
  42. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi disini menceritakan bahwa arti stigma adalah berada dalam hal yang negatif, seperti ghibah dan fitnah. Perilaku inilah yang sudah nyata terlarang dan dibenci oleh Allah, namun sering dilakukan manusia, terutama kalangan perempuan. Berusahalah sedikit demi sedikit untuk mengurangi dan pada akhirnya bisa menjauhi perilaku tersebut.

    ReplyDelete
  43. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengajarkan bahwa kita harus berhati baik dalam perbuatan ataupun perkataan. Gunakan akal pikiran yang bersih dalam melakukan sesuatu, jangan mudah terpengaruh bujuk rayu dari siapapun apalagi jika bujukan itu bersifat negatif.

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas saya merasa kesulitan untuk memahaminya. Sepemahaman saya kerajaan stigma ini merupakan keegoisan, kesombongan dan keserakahan dari diri manusia, dimana untuk mencapai yang diinginkan rela melakukan apa saja baik dengan cara baik-baik pun cara yang tidak baik. Mereka akan selalu menggap dirinya benar dan baik. Tanpa kecacatan ataupun keburukkan.

    ReplyDelete
  46. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan kita sehari-hari sering kita temui tentang stigmaraja dimana seseorang yang memiliki ambisi besar akan kekuasaan dan akan melakukan dan menghalalkan segala cara agar dapat memperoleh kekuasaan yang diinginkannya. Bahkan mereka tidak segan segan untuk merugikan orang lain disekitarnya dan membawa bahaya besar bagi lingkungan di sekitarnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang baik dan bukanlah sesuatu yang bisa kita teladani. Oleh karena itu sebagai manusia yang penuh dengan kekhilfan dan kesalahan maka hendaknya kita memohon ampun dan terus menerus berusaha menebar kebaikan kepada lingkungan di sekitar kita.

    ReplyDelete
  47. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)

    Kebanyakan orang yang memiliki kekuasaan selalu haus akan pujian, gila hormat. Mereka bisa melakukan cara apapun asalkan mereka tetap di hormati, entah itu cara baik maupun cara buruk. Mereka ingin agar mereka satu-satunya orang yang berkuasa. Bahkan mereka tega menjatuhkan orang lain agar ke konsistenan mereka tetap ada. Itu semua terjadi karena adanya hawa nafsu yang terlalu kuat/tinggi dan hati yang tidak tertuju kepada Allah.

    ReplyDelete
  48. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)

    Stigma akan datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, sehingga semua fitnah, isu dan gosip itu pada hakekatnya adalah prajurit stigma yang terdepan. Ketika kita termakan oleh fitnah, isu dan gosip, maka sesungguhnya kita telah berubah menjadi stigma-stigma. Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Sesungguhnya stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih atau tidak ikhlas. Oleh karena itu kita harus berusaha dan bekerja menjalankan kekuasaan kita dengan sebaik-baiknya menggunakan kecerdasan pikiran dan menggunakan hati nurani yang ikhlas sembari berdoa agar terbebas dari stigma. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma tersebut

    ReplyDelete
  49. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)
    Elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus melakukan dengan cara yang baik dalam memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Janganlah kita menggunakan akal yang tidak sehat, pikiran kotor dan licik dalam memperoleh keinginan kita. Hal seperti ini adalah stigma-stigma yang dapat menghancurkan diri kita. Berdoalah kepada Tuhan YME agar selalu dilindungi dan dijauhi dari stigma-stigma seperti itu.

    ReplyDelete