Sep 20, 2013

Elegi Kerajaan Stigma




Oleh Marsigit

Stigmaraja:
We ha ha he he... aku adalah si raja stigma. Hemmm...aku telah menyebar prajurit-prajurit stigma untuk mengembara ke seluruh dunia. Hanya satu tujuanku yaitu menguasai dunia ini. Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku. Maka siang maupun malam, prajurit-prajuriku yang terpilih akan aku utus membujuk, merayu kalau perlu menghancurkan kerajaan-kerajaan lain yang tidak mendukung dan menjadi pesaingku.

Stigmakayat:
Wahai baginda sang raja, setelah mendengar titahmu aku merasa bangga mempunyai raja seperti dirimu. Raja seperti dirimu itulah yang selalu aku dambakan. Engkau adalah seorang raja yang kuat, berwibawa dan mempunyai cita-cita tinggi serta dapat menghidupi segenap rakyatmu. Tetapi bolehkah aku bertanya perihal satu perkara kepadamu. Kenapa engkau masih saja tampak menyembunyikan kesedihanmu? Jika engkau berkenan bolehkah aku mengetahuinya.

Stigmaraja:
Wahai stigmakayat, engkau adalah pembantuku yang sangat cerdas. Engkau selalu saja mengetahui relung hati dan pikiranku. Ketahuilah apa yang menyebabkan aku masih merasa belum tenteram? Itu tu..di kejauhan sana aku mendengar ada percabaan Kutarunggu. Sungguh percabaan itu telah menggangguku siang maupun malam. Konon dalam percabaan itu, semakin banyakk saja para cantriknya. Semakain banyak orang datang ke Kutarunggu berarti kedudukanku semakin terancam. Maka ketahuilah, dengan ini aku proklamirkan dan aku menyatakan perang terhadap percabaan Kutarunggu. Dikarenakan ulah orang-orang dari Kutarunggu itulah, aku mengalami kesulitan melaksanakan semua rencana-rencanaku. Untuk itu maka aku akan memanggil panglima-panglimaku untuk menyampaikan perihal tugas-tugasnya.

Stigmapangla:
Wahai sang baginda raja, perkenankanlah aku melapor perihal tugas-tugasku. Aku adalah panglima stigma. Tugasku adalah menyebar prajurit stigma. Prajurit-prajuritku selalu cerdik dan pandai mencari mangsa. Mangsa dari stigmaprajurit adalah para cantraman. Cantraman adalah orang baik-baik tetapi mereka belum mengakui kerajaan stigma. Cara memangsa para cantraman adalah dengan menyebar fitnah, isu dan gosip. Maka semua fitnah, isu dan gosip itu pada hakekatnya adalah prajurit stigma yang terdepan. Begitu para cantraman termakan oleh fitnah, isu dan gosip, maka berubahlah mereka menjadi stigma-stigma.

Stigmaraja:
Hus..aku ingin berita keberhasilanmu, bukan tentang definisimu. Itu semua aku sudah tahu, tidaklah engkau perlu menceramahiku. Maka selama ini apa keberhasilanmu?

Stigmapangla:
Para stigmakomandan telah menemukan subyek pada percabaan Kutarunggu. Namanya adalah Ahilu. Kelihatannya Ahilu itu mempunyai kedudukan tinggi di percabaan tersebut. Disamping sebagai panglima dia juga sebagai Cantralma. Ketahuilah bahwa seorang Cantralma itu mempunyai kedudukan strategis pada percabaan Kutarunggu. Sang Bagawat sering menggunakan pemikiran-pemikirannya untuk mempertimbangkan aspek kehidupan di Kutarunggu. Tetapi stigmakomandan telah berhasil merayunya untuk menjadikan dia sebagai subyek stigma.

Stigmaraja:
Apa dampaknya bagi kita dengan engkau mengangkat Ahilu sebagai subyek stigma?

Stigmapangla:
Wah dampaknya luar biasa. Ternyata mulai terjadi kekacauan di Kutarunggu. Semua orang di Kutarunggu mengarahan pendengaran dan penglihatannya kepada perkataan dan perbuatan Ahilu. Padahal perkataan dan perbuatan Ahilu telah aku kendalikan, artinya perkataan dan perbuatannya adalah perkataan dan perbuatan para stigma. Itulah keberhasilanku. Maka atas doa restumu perkenankanlah aku memohon bantuan tambahan prajurit untuk segera meruntuhkan percabaan Kutarunggu.

Stigmaraja:
Wa ha ha ha..we he he he.... Tidak percuma aku membayarmu dengan gaji yang tinggi. Demikianlah selayaknya engkau harus berbakti kepadaku. Maka dalam rangka menyelesaikan tugas-tugasmu, aku akan turuti semua permintaanmu.

94 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    suatu organisasi yang kokoh pastilah tetap mempunyai ancaman. menurut saya, stigma adalah label yang diberikan oleh khalayak ramai. namun tidak semua masyarakat satu pendapat dengan label tersebut. sehingga stigma mengambil tindakan untuk mempengaruhi secara halus (dipengaruhi dari hal-hal kecil) kelompok yang tidak sependapat tadi. tindakan dikatakan berhasil jika kelompok yang tidak sependapat tersebut lambat laun pemikirannya sesuai dengan stigma yang ada (walaupun secara nama, mereka menolaknya).
    mungkin seperti ini juga cara pihak asing yang ingin merusak bangsa kita, yaitu dengan mempengaruhi pemikiran-pemikiran warga dan generasi muda nya.

    ReplyDelete
  2. Stigma mempunyai sifat negatif. Stigmaraja mempunyai niat tidak baik untuk menguasai dunia lain dengan cara tidak baik. Ia ingin menghancurkan dunia dengan fitnah, isu dan gosip yang nanti akan menjadi stigma. Dalam hidup ini kita juga sering menemukan stigma. Oleh karena itu, agar kita tidak mudah terpengaruh untuk menerima stigma dan menyebarkan stigma kita sangat memerlukan hati dan pikiran yang ikhlas. Hati akan kita gunakan sebagai penyaring pengaruh buruk berupa stigma yang kita terima dari luar berdasarkan hal baik atau buruk. Pikiran yang ernih untuk mengolah informasi dari stigma tersebut.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi ini, salah satu tokoh mengatakan, “Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku”. Ini adalah contoh Nafsu sangat sulit dibungkam. Kita harus sadar karena itulah sifat manusia dan juga hal-hal yang harus dilawan dan itulah tantangan hidup manusia. Akhirnya pilihan dijatuhkan dan tertimbang untuk manusia. Peran pemegangnya adalah manusia itu sendiri, dan hasilnya akan dirasakan olehnya. Prestasi yang baik adalah cerminan kualitas hidup. Jadi dalam menanggapi kehidupan ini yang sejalan dengan kerajaan stigma, orang dituntut untuk bisa melihat dan menyelesaikannya jika tidak mau terus di dalamnya.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara sederhana, yang dimaksudkan dengan stigma ialah atribut tanda atau stempel yang dilekatkan pada seseorang atau suatu kelompok tertentu. Stigma dapat bersifat positif, tetapi pada umumnya lebih banyak bernuansa negatif, merugikan. Stigma yang bersifat negatif dalam suatu kelompok bersumber pada satu atau beberapa anggota yang tidak dapat menempatkan diri dalam komunitas yang bersifat ekumenis, tetapi ada juga pengaruh stigma dari luar yang dianggap benar karena sudah diterima secara luas, sehingga tidak perlu dikaji lagi keabsahannya.
    Stigma negatif sering dikaitkan dengan ras, suku, keluarga, agama, dan lain-lain. Sifatnya sangat emosional dan irasional, karena itu juga sangat sensitif sehingga membatasi independensi (keberanian) pengambil keputusan. Stigma dan paradigma secara sadar dan sistimatis dikembangkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menyukai kelompok lain, mulai dari pembinaan generasi muda mereka (khususnya mulai dari perguruan tinggi) sampai ke kalangan para profesi.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam dua dasawarsa terakhir ini, himpitan stigma dan paradigma bagi orang-orang yang bekerja di BUMN, pemerintahan atau perusahaan keluarga, semakin meningkat. Pada jenjang eselon satu dan dua BUMN dan pemerintah, nampaknya dipraktikkan penjatahan, sedangkan pada eselon bawahan terjadi pelambatan secara terselubung bagi kariernya. Banyak di antara mereka berpendapat bahwa apa yang mereka alami itu adalah nasib mereka sehingga mereka bekerja dan berusaha secukupnya saja. Sifat pasrah tanpa harapan (fatal) dan patah semangat meningkatkan kinerja inilah yang justru menjadi tujuan pencipta stigma dan paradigma untuk mengeliminir potensi orang-orang tersebut.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma akan selalu datang di dalam kehidupan kita dan mencoba memasuki diri kita. Cara licik, adu domba, fitnah akan dilakukan oleh syaitan untuk menyebarkan stigma ini, agar manusia terkontaminasi oleh hal-hal buruk. Untuk terhindar dari stigma, manusia hendaknya selalu mendekatkan diri pada Allah agar selalu dijauhkan dari gangguan syaitan. Jika melakukan sesuatu, manusia juga hendaknya melakukan dengan hati yang tulus ikhlas agar hatinya tidak dapat dimasuki hal-hal buruk seperti stigma.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam elegi kerajaan stigma, kerajaan stigma ini dapat diartikan sebagai suatu sikap rela melakukan apa saja demi mencapai apa yang diinginkan. Tak peduli bagaimanapun keadaan sekelilingnya, asalkan apa yang menjadi tujuan telah tercapai, ia akan merasa puas. Parahnya, untuk mencapai tujuan yang diinginkan banyak orang melakukannya dengan cara yang licik, cara yang kotor, bahkan hingga tega menghancurkan orang lain, sekalipun itu adalah kerabat atau sahabat. Padahal Allah sangat tidak suka dengan hamaNya yang saling menjatuhkan. Apa untungnya kamu menjatuhkan kawanmu? Jika ingin diakui lebih hebat maka bersainglah secara sehat. Saling mendorong, menyemangati, saling bertukan pikiran berbagi inspirasi. Sehingga dengan itu kamu dapat mengembangkan pikiranmu dengan berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi di atas menceritakan Stigmaraja yang ketakutak akan ancaman atau serangan dari Kutarunggu, tetapi ia mempunyai ajudan yang setia di setiap saat dalam membantu rajanya yaitu Stigmapangla. Elegi diatas memceritakan stigma seseorang di suatu tempat akan kekuasaan yang ia punyai, stigma yang dimaksud di atas mengacu pada ciri negatif yang ada pada individu karena pengaruh lingkungan di sekitarnya. Seperti stigmapala yang mempunyai sifat atau mendukung sikap stigmapangla.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Stima raja seperti dalam tulisan ini sebetulnya adalah insting. Setiap manusia punya perasaan terancam. Terancam keselamatannya, kesehatannya, hartanya, dan kedudukannya. Jika ada pesaing yang mulai datang, mulai pula rasa terancam itu muncul. Namun, apalah ancaman itu semua apabila kita berada dalam perlindungan Tuhan? Keselamatan ini, kita mengusahakannya, namun Allah lah yang memutuskan untuk menjaga kita atau membiarkan kita celaka. Kesehatan ini, sebetulnya kita yang mengusahakannya agar tidak sakit. Namun kesembuhan dan kesehatan adalah anugerah Allah. Jika bukan karena Allah yang menahan sumber penyakit agar tidak mendekati kita, kita pasti sudah lama sakit. Harta dan kedudukan memang kita mengusahakannya, namun apabila Allah tidak meridhoi, tidak ada keberkahan dalam harta dan kedudukan kita itu. Yang akhirnya menjerumuskan kita ke dalam perbuatan nista. Maka sebenar-benarnya rasa terancam adalah rasa yang dibesar-besarkan oleh setan.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. stigma itu merupakan hasil pemikiran dan hati. Stigma dapat melekat dalam diri seseorang sebagai hasil dari fitnah. Jika stigma merupakan hasil dari fitnah maka stigma dapat menyebabkan perpecahan. Stigma yang melekat pada diri seseorang dapat menyebar melalui media gosip. Untuk itu hendaknya senantiasa berhati-hati terhadap stigma.

    ReplyDelete
  11. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi kerajaan stigma. Stigma merupakan ciri negatif yang menempel pada diri seseorang atau sesuatu oleh karena orang lain memberikan anggapan negatif terhadap seseorang atau sesuatu itu.
    Elegi ini bercerita bahwa disadari atau tidak, begitu banyak ancaman negatif mengintai kita. Ada pihak yang ingin menaruh stigma negatif pada diri kita dengan berbagai fitnah, isu, gosip, dan adu domba. Yang perlu kita lakukan adalah tetap waspada agar kita tidak gampang termakan oleh fitnah dan gosip sehingga kita tidak menjadi stigma.

    ReplyDelete
  12. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma merupakan julukan yang negatif orang terhadap pelaku. Penting bagi seseorang untuk menjauhkan stigma-stigma terhadap dirinya, salah satu caranya yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan seperti meningkatkan prestasi kita, namun jalan yang dilakukan harus sesuai dengan kaidah agama, intinya bersaing secara sehat dan lakukan di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  13. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas saya merasa kesulitan untuk memahaminya. Sepemahaman saya kerajaan stigma ini merupakan keegoisan, kesombongan dan keserakahan dari diri manusia, dimana untuk mencapai yang diinginkan rela melakukan apa saja baik dengan cara baik-baik pun cara yang tidak baik. Mereka akan selalu menggap dirinya benar dan baik. Tanpa kecacatan ataupun keburukkan.

    ReplyDelete
  14. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan kita sehari-hari sering kita temui tentang stigmaraja dimana seseorang yang memiliki ambisi besar akan kekuasaan dan akan melakukan dan menghalalkan segala cara agar dapat memperoleh kekuasaan yang diinginkannya. Bahkan mereka tidak segan segan untuk merugikan orang lain disekitarnya dan membawa bahaya besar bagi lingkungan di sekitarnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang baik dan bukanlah sesuatu yang bisa kita teladani. Oleh karena itu sebagai manusia yang penuh dengan kekhilfan dan kesalahan maka hendaknya kita memohon ampun dan terus menerus berusaha menebar kebaikan kepada lingkungan di sekitar kita.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)

    Kebanyakan orang yang memiliki kekuasaan selalu haus akan pujian, gila hormat. Mereka bisa melakukan cara apapun asalkan mereka tetap di hormati, entah itu cara baik maupun cara buruk. Mereka ingin agar mereka satu-satunya orang yang berkuasa. Bahkan mereka tega menjatuhkan orang lain agar ke konsistenan mereka tetap ada. Itu semua terjadi karena adanya hawa nafsu yang terlalu kuat/tinggi dan hati yang tidak tertuju kepada Allah.

    ReplyDelete
  16. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)

    Stigma akan datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, sehingga semua fitnah, isu dan gosip itu pada hakekatnya adalah prajurit stigma yang terdepan. Ketika kita termakan oleh fitnah, isu dan gosip, maka sesungguhnya kita telah berubah menjadi stigma-stigma. Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Sesungguhnya stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih atau tidak ikhlas. Oleh karena itu kita harus berusaha dan bekerja menjalankan kekuasaan kita dengan sebaik-baiknya menggunakan kecerdasan pikiran dan menggunakan hati nurani yang ikhlas sembari berdoa agar terbebas dari stigma. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma tersebut

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D(15709251004)
    Elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus melakukan dengan cara yang baik dalam memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Janganlah kita menggunakan akal yang tidak sehat, pikiran kotor dan licik dalam memperoleh keinginan kita. Hal seperti ini adalah stigma-stigma yang dapat menghancurkan diri kita. Berdoalah kepada Tuhan YME agar selalu dilindungi dan dijauhi dari stigma-stigma seperti itu.

    ReplyDelete
  18. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Mohon maaf jika saya salah mengartikan... saya menangkap bahwa sebenar-benarnya ancaman adalam dalam diri kita sendiri. Isu, adu domba dan apapun itu akan semakin memporakporandakan keadaan yang stabil ketika sudah menguasai diri kita.

    ReplyDelete
  19. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Hakikat manusia tidak pernah bisa merasakan puas. Apa yang dimilikinya selama ini masih merasa kurang dan kurang. Merasa dirinya sebagai seorang yang paling hebat. Karena hakikat manusia yang seperti itu kadangkala manusia menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan yang dimiliknya. Baik dengan cara yang baik maupun dengan menggunakan cara yang keji sekalipun.

    ReplyDelete
  20. Seseorang yang menghalalkan segala cara mungkin mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi yakinlah ketika mereka memeperoleh suatu kekuasaan dengan cara yang tidak benar, pasti kekuasaan tersebut tidak akan berjalan dengan dengan baik dan akan kembali dengan cara yang buruk juga. Na’udzubilah,, semoga kita tidak seperti itu. Sebaiknya kita selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Stigma tidak selalu negatif, kita juga bisa menjadikan stigma ini sesuatu yang positif di kehidupan kira sehari-hari. Jika kita memahami arti hidup maka stigma sebenarnya bisa menjadi percikan semangat hidup. Meskipun, kebanyakan kita memang menjadikan sebagai penghambat hidup kita, sehingga hidup selalu dalam bayang-bayang stigma, merasa terkekang bagai dalam penjara. Ada dua pilihan dalam menjalaninya. Mengikuti stigma atau melawannya. Untuk melawan stigma pertama kita harus bedamai dengan stigma itu sendiri dengan tidak memikirkannya. Lalu kita harus menunjukkan bagaimana diri kita yang sebenarnya kepada ornag-orang yang memiliki stigma terhadap kita. Kita harus membiarkan semua stigma yang ada untuk diri kita dengan tujuan bahwa apa yang kita lakukan pasti akan membuahkan hasil dan dari hasil itu bisa menjadi senjata kita untuk melawan stigma sehingga orang yang memiliki stigma kepada kita tahu yang sebenarnya dan dengan sendirinya memuja diri kita.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya mendapatkan sebuah pelajaran, tentang bagaimana menghadapi isu, gosip fitnah. Seharusnya ketika terdapat isu, gosip dsb, kita haus lebih selektif memilah infonya, tidak secara gegabah bertindak dan main hakim sendiri karena merasa benar. Seperti masyarakat Indonesia yang mudah sekali tercemar oleh virus hoax, membroadcast hoax padahal tidak meneliti kebenarannya. Hal ini yng membuat perpecahan dan konflik dimana-mana.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini saya mendapatkan renungan, bahwa “stigma” seseorang dalam hal ini menurut KBBI adalah “ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya” dapat ditimbulkan karena tingkah laku dari seseorang tersebut. Akan tetapi pada elegi ini ternyata stigma juga bisa muncul karena tuduhan, fitnah dan lain-lain. Maka kita dalam menerima informasi selayaknya harus cek dan ricek, tidak hanya sekedar jika diyakini/dipercayai/disampaikan oleh banyak orang maka kita anggap sebagai suatu kebenaran. Gottfried Wilhelm Von Leibniz menyatakan bahwa “Barangsiapa mencari kebenaran, janganlah menghitung suara”

    ReplyDelete
  24. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dari elegi ini, saya mengetahui bahwa stigma sebenarnya banyak di sekeliling kita. Terutama stigma keburukan atau kejahatan. Saya ambil satu contoh. Seorang guru hendaknya menghindari stigma negatif terhadap para murid. Karena jika guru melakukan hal tersebut, pengetahuan yang disampaikan guru juga akan sulit sampai pada siswa. Sebaiknya guru ikhlas hati dan pikir dalam pembelajaran sehingga tidak ada lagi stigma-stigma negatif yang muncul.

    ReplyDelete
  25. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Prof. Stigma atau ciri negatif yang menempel pada sesorang karena lingkungannya ternyata dapat ditimbulkan dari fitnah dan adu domba pihak-pihak tak bertanggung jawab. Oleh karena itu kita tidak boleh berburuk sangka dulu terhadap sesorang sebelum mengenalnya lebih dalam.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Apa itu stigma? Stigma merupakan ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Kekuasaaan, ketenaran, kekayaan, dan kewibawaan seseorang dapat diruntuhkan dengan stigma-stigma dari orang lain atau pun dirinya sendiri. Sebenarnya semua orang bisa menghindari stigma yaitu dengan mengetahui bahwa stigma pada diri sendiri adalah hal yang tidak baik, maka landasilah hati dan fikiran dengan spiritual. Kekacauan-kekacauan yang terjadi untuk menghancurkan sekaligus menguasai kerajaan/sebuah negara demi merebut kekuasaan terjadi karena akibat stigma itu sendiri. Untuk itu, kita harus membentengi diri kita dengan spiritual supaya tidak dihancurhan dan dikuasai oleh bangsa lain yang memiliki misi untuk memberikan stigma kepada kita.

    ReplyDelete
  27. Junianto
    PM C
    17706251065

    Seperti halnya insting dan akal, setiap orang pasti memiliki stigma. Tinggal bagaimana manusia mengarahkan stigma tersebut, diarahkan kepada hal positif atau kepada hal yang negatif. Stigma yang selalu menuruti hawa nafsu, tentu akan terarah pada hal negatif, begitupun sebaliknya. Sebagaimana dalam kehidupan yang fana ini, seringkali kita temukan orang-orang yang dengan segala macam cara ingin menguasai sesuatu. Banyak yang dibutakan dengan harta, kedudukan, dsb. Postingan Prof ini juga sebagai pengingat kepada saya bahwa kita sebagai manusia tidak boleh sombong, serakah, apalagi untuk mendapatkan berbagai hal menggunakan cara-cara yang merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Setelah saya membaca, hal yang saya pahami adalah terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah dipengaruhi oleh orang lain. Pengaruh itu terkadang membawa orang dalam kesesatan. Selain itu, terkadang seseorang menggunakan kekuasaannya untuk berbuat sombong dan melakukan kejahatan. Maka dari itu, dalam hidup ini senantiasa berhati-hati. Cara agar terhindar dari pengaruh buruk dan dari perbuatan-perbuatan buruk adalah dengan belajar, menambah pengalaman dan yang paling penting adalah berdoa.

    ReplyDelete
  29. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Stigma disini berkaitan dengan perangai yang menuju keburukan. Seperti upaya mencapai tujuan yang diharapkan dengan cara-cara yang tidak baik, seperti menyebar fitnah, membuat isu dan juga gosip. Sesungguhnya fitnah dan gosip itu sangatlah keji. Stigma ini cenderung memberikan pengaruh yang buruk. Bahkan orang yang mulanya berperilaku baik sekalipun akan mudah terjebak stigma jika tidak memiliki prinsip yang kuat. Maka sebagai manusia yang beragama, kita harus senantiasa berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT agar terhindar dari hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete
  30. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Elegi ini memberikan pesan kepada kita bahwa ancaman-ancaman yang bersifat negatif akan selalu menghampiri kita. Agar kita senantiasa terlindungi dari stigma-stigma ini, kita harus selalu berdoa dan mempertebal iman kita agar kita tidak mudah terhasut oleh stigma.
    Kejadian seperti halnya yang diceritakan melalui elegi ini, sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan juga terjadi dalam diri kita. Contohnya ketika kita menginginkan suatu hal, kita berusaha sekuat tenaga untuk dapat mencapainya. Antara cara mana yang benar dan cara yang kurang benar tergantung dari individu masing-masing.

    ReplyDelete
  31. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Setiap manusia harus menjaga bahasa dan prakata dalam berbicara, karena dalam berbicara kita harus mengntrol diri, karena salah satu cara untuk menilai keburukan dan etika seseorang adalah melalui cara bicara dan kata bahasa yang digunakannya agar tidak timbulnya sebuah stigma di kemudian hari. Karena salah satu arti dari stigma yaitu tanda bahwa seseorang dianggap ternoda salah satunya yaitu melalui perkataan.

    ReplyDelete
  32. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Elegi di atas memberikan gambaran bahwa betapa mudahnya menghancurkan kerajaan lain bukan dengan senjata perang atau bom nuklir melainkan dengan cara yang sederhana namun licik yaitu dengan menebarkan fitnah dan isu serta mengadu domba.Sama persis dengan apa yang terjadi pada negeri kita saat ini.

    ReplyDelete
  33. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut KBBI online, stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Dari elegi diatas dan kaitannya dengan perngertian stigma dapat dipahami bahwa stigma yang menempel pada diri seseorang akan semakin buruk jika diikuti oleh fitnah, gosip, isue, dan adu domba sehingga akan menghancurkan perdamaian. Untuk itu, dalam menerima suatu informasi, jauhkanlah prasangka buruk terhadap informasi itu. Bebaskan diri dari stigma dan isue yang bertebaran agar informasi yang diterima murni tanpa adanya tambahan “bumbu negatif” didalamnya.

    ReplyDelete
  34. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Bagi saya stigma adalah musuh dari pemikiran, karena ia tidak bisa memandang masalah secara jernih. Stigma hadir tanpa perlu mengetahui makna, niat untuk mengetahui maknapun akan dibatalkan oleh stigma. Stigmaraja Stigmakayat dan Stigmapangla adalah orang yang terpenjara ke dalam stigma itu sendiri.

    ReplyDelete
  35. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Menurut klasikal, stigma memiliki makna “ciri negatif yang menempel pada seseorang karena pengaruh lingkungannya”. Jadi, dari sini, saya menyimpulkan bahwa stigma merupakan sesuatu yang tidak baik diberikan oleh seseorang walaupun memang dia pernah melakukan sesuatu yang buruk. Contohnya adalah jika seseorang telah menjadi narapidana karena mencuri, kita lantas jangan langsung menyimpulkan bahwa dia adalah pencuri untuk waktu yang lama sehingga kita tidak akan pernah percaya lagi kepada dia. Seseorang mungkin memang pernah melakukan kesalahan, namun, apakah kita tahu apa isi hati mereka yang sebenarnya? Banyak sekali orang yang mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuatnya sehingga membuat dia sadar akan apa yang dilakukan. Kita sebagai lingkungan porang tersebut janganlah tidak percaya kepada mereka. Munculkan sifat kepercayaan namun tetap waspada. Waspada bukan berarti kita tidak percaya, namun waspada itu dilakukan sebagai hati-hati. Kewaspadaan tidak hanya diberikan kepada mereka yang pernah melakukan hal buruk, namun juga mereka yang belum pernah melakukannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  36. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Elegi ini cerminan kehidupan nyata. Seperti tamparan pagi kita semua bukan? Dengan mudahnya kita termakan isu yang jelas bukannya kita belum tahu dan hanya termakan begitu saja. Teknologi pun banyak yang disalahkan dengan mudahnya digunakan sebagai prajurit penyebar HOAX. Ya memang kita manusia sebagi si tidak tidak sempurna dengan mudahnya terhasut. Dan benar ini adalah musuh terbesar kita. Baca baca dan baca untuk menambah ilmu dan tidak mudah menjudge si subyek yang dijadikan stigma seperti misalnya Ahilu. Oknum memanglah oknum yang memang tujuannya agar kita termakan oleh stigma. Maka waspadalah.

    ReplyDelete
  37. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Stigma sama halnya dengan hawa nafsu. Hawa nafsu ada yang baik dan ada yang buruk, tergantung dari masing-masing individu dalam mengendalikannya. Sebagai contoh, seorang guru haruslah punya keinginan, punya hawa nafsu untuk selalu menjadi baik dan memberikan fasilitas yang diperlukan siswanya dalam kegiatan belajar mengajar, namun guru harus dapat mengendalikan emosi dan dapat bersikap lemah lembut.

    ReplyDelete
  38. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Elegi kerajaan stigma ini menceritakan ambisi seorang raja stigma yang ingin menguasai dunia. Untuk mencapai tujuannya tersebut, sang raja stigma menyebar prajurit-prajuritnya ke seluruh penjuru dunia untuk melakukan segenap cara yang baik maupun yang buruk bahkan dengan melakukan adu domba, fitnah maupun peperangan sekalipun. Dari cerita ini kita belajar agar berhati-hati dalam memberikan penilaian, atau stigma kepada orang lain. Jangan sampai secara tidak sadar kita telah terperangkap dalam praktik-praktik yang dilakukan prajurit stigma

    ReplyDelete
  39. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya merasa takut membaca tulisan ini. Saya terlarut dalam cerita Dan merasa seperti mengalaminya, menjadi bagian dari Kutarunggu. Y Saya terlarut karena pernah mengalami dalam situasi semacam itu. Betapa mengerikannya situasi hati yang kacau namun pikiran jernih. Betapa mengerikannya ketika sudah terjebak pada nafsu kuasa Dan harta. Segala cara ditempuh, termasuk dengan fitnah, hasutan, menjatuhkan stigma negatif...
    Menyakitkan, namun itu nyata. Dari lingkup kecil, keluarga, tempat kerja, hingga Negara.
    Semoga saya dapat tetap pada kesadaran yang benar, Dan hati tetap terjaga dalam situasi semacam ini.

    ReplyDelete
  40. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ketika saya membaca keserakahan dari stigmaraja entah kenapa saya langsung terbayang PowerNow yang ingin menguasai dunia dengan segala cara. Sedangkan ketika mengetahui kuturangu yang membuat stigmaraja bersedih entah kenapa saya langsung terbayang Makkah Al-Mukarromah yang setiap tahun semakin banyak orang berlomba-lomba untuk mendatanginya, itulah yang menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran stigmaraja (powernow). Sedangkan stigmapangla adalah negara-negara yang menjadi kaki tangan dari Powernow (yang duadu domba melawan musuh powernow). Dan stigmarakyat adalah negara-negara yang terpengaruh atau dikuasai oleh Powernow.

    ReplyDelete
  41. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pelajaran yang dapat diambil bahwa semua informasi yang kita peroleh jangan langsung diterima begitu saja, tetapi ditelaah dulu kebenarannya. Hal ini dilakukan agar apa yang kita sampaikan tidak melenceng dari kebenarannya. Apalagi bagi seorang pemimpin janganlah mudah termakan dengan berita-berita yang belum tentu benar, karena apa yang disampaikan oleh pemimpin terkadang langsung didengar oleh rakyatnya. Maka sebagai rakyat biasa kita juga harus cerdas menerima berita ataupun informasi apapun.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  42. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Setiap orang adalah raja bagi dirinya sendiri. Setiap orang memiliki pilihan untuk menjadi raja yang seperti apa. Misalnya, ingin menjadi raja yang mementingkan dirinya sendiri, raja yang bertindak sebagai provokator bagi pihak lain atau ingin menjadi raja yang santun. Inilah situasi yang ada. Layaknya manusia yang diberi akal pikiran sebaiknya dapat bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang ada. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah. Baiklah, saya menyadari sudah saatnya bagi saya menunjuk pada diri sendiri. Dengan begitu, saya akan mudah mengintervensi pada tindakan yang saya perbuat. Terima kasih Pak atas ilmu yang diberikan melalui postingan ini.

    ReplyDelete
  43. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk menguasai musuh ada banyak cara, yaitu dengan fisik maupun tipudaya. Pada jaman kontemporer ini cara kedua yang lebih banyak dipakai. Istilahnya adalah musuh dalam selimut, yaitu musuh yang berasal dari orang terdekat. Dalam kaitannya dengan pembelajaran adalah bahwa motivasi belajar yang paling kuat adalah dari dalam diri sendiri, bukan malah dari luar. Sehingga mengenali diri sendiri adalah langkah tepat untuk meraih kesuksesan.

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Stigma adalah pandangan negatif. Namun pendapat lain menyatakan stigma pada dasarnya merupakan sesuatu yang tidak negatif, namun pikiran sekelompok orang yang menganggapnya buruk itulah sehingga stigma selalu menjadi hal yang negatif. Di zaman sekarang, stigma sangat erat kaitannya dengan kehidupan politik terutama di Indonesia. Banyak sekali pihak yang berusaha menjatuhkan lawan dengan memperburuk citranya di mata masyarakat. Persaingan tidak sehat membuat stigma mudah merasuki pikiran masrayakar Indonesia. Sejatinya stigma adalah pikiran kolektif dari sekumpulan orang, yang artinya sudah dipercayai oleh orang tersebut. Dalam dunia pendidikan, matematika itu sulit dapat menjadi suatu stigma yang populer di kalangan siswa. Karena orang-orang sudah bergidik dan memberikan sugesti bahwa matematika itu sulit.

    ReplyDelete
  45. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Stigma kadang bisa hadir sebagai sesuatu yang positif kadang bisa pula hadir sebagai sesuatu yang negatif. Namun lebih baik kita menghindar dari stigma, karena yang terpenting adalah pikiran kita selalu berada pada kebenaran. Stigma hanyalah semacam pandangan yang bisa saja justru mengacaukan pikiran.

    ReplyDelete
  46. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Mengabaikan stigma kadang perlu dilakukan karena untuk menjadi lebih berkembang harusnya tetap pada pemikiran positif, sedangkan stigma bisa saja sewaktu-waktu mengarah ke negatif. Tujuan awal bisa kacau jika terlalu memikirkan stigma negatif yang terkadang belum tentu benar.

    ReplyDelete
  47. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Ulasan mengenai kerjaanstigma, sepemahaman saya membahas mengenai seorang penguasa yang ingin menjadi satu-satunya penguasan tanpa ada yang menandingi. Kemudian seorang penguasa itu mampu melakukan segalannya agar dia tetap menjadi penguasa tertinggi. Dia mampu memegang posisi tersebut karena dialah pemegang kendali suatu stigma yang ada dalam masyarakt. Sebegitu besarkah efek dari sebuah stigma. Stigma bahkan dapat menjadikan rusaknya sebuah persatuan, karena dengan menyebarnya stigma negat\if sehingga berujung pada gosip dan fitnah akan menjadi awal mula timbulnya ketidakpercayaan dan akhirnya menjadi sebuah perpecahan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  48. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Pada zaman sekarang manusia yang hidup dibumi hanya memikirkan tujuan hidupnya. Tujuan hidup untuk duniawai. Mereka hanya memikirkan bagaimana diakui di tengah-tengah masyarakat dan menjadi sosok yang terpandang. Kesuksesan hidup diukur dari jabatan yanh dimiliki. Di dalam proses ,emggapai tujuan hidupnya, mereka rela melakukam segala hal. Walaupun tindakan yang dilakukam menyimpang dari norma dan ajaran agama. Seperti, menyebarkan fitnah untuk menjatuhkan orang lain dan menghancurkan persatuan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda haruslah segera sadar dan selalu berserah kepada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  49. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Menurut KBBI, definisi stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Dari tulisan bapak ini, hal yang dapat saya pahami adalah bahwa dalam hidup ini terdapat banyak sekali stigma yang bisa menjerumuskan kita. Orang luar yang menginginkan bangsa kita hancur, melakukan berbagai cara agar kita terjerat dengan stigma. Mereka memfitnah, mengadu domba, menyebar isu dan sebagainya. Kita dijajah secara halus. Hanya berdoa dan memohon petunjuk dari yang maha kuasa agar kita diselamatkan dari stigma-stigma tersebut. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT..aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  50. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari elegi kerajaan stigma, dapat dipahami bahwa diluar sana ada golongan yang dengan segala cara, tidak peduli cara itu licik dan merugikan golongan lain, hanya untuk mencapai keinginnanya. Diantaranya adalah dengan menyebarkan isu negatif, berita hoax, fitnah, dan gosip tak berdasar. Hal ini semata-mata untuk menjatuhkan orang lain yang dianggap musuh, yakni yang tidak sejalan dengan pandangan dan tujuannya. Maka dari itu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk lebih berhati-hati dan lebih selektif dalam menerima informasi. Jangan sampai kita termakan dan terjebak dalam kelicikan tersebut. Berpikir kritis dan logislah dalam menerima segala informasi. Selain itu, dekatkanlah diri dengan Tuhan dengan banyak berdoa agar kita senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  51. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pada zaman ini banyak manusia yang begitu mudah termakan oleh prajurit stigma yaitu fitnah, gosip, dan isu yang tidak jelas sumbernya. Hal tersebut menyebabkan banyak perpecahan yang terjadi dimasyarakat terkait perbedaan dalam menyikapi isu-isu tersebut. Karena itulah sebagai manusia yang hidup pada zaman modern ini kita harus berhati-hati dengan banyaknya berita yang tidak jelas sumbernya. Kita juga harus memilah mana berita yang perlu kita tanggapi dan mana berita yang seharusnya bukan menjadi urusan kita.

    ReplyDelete
  52. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya.
    Dunia digambarkan dengan kerajaan stigma. Seseorang yang telah terkena stigma, segala sesuatunya akan dipenuhi dengan hawa nafsu dan pada akhirnya membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Stigma membuat manusia tidak mampu membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta membuat manusia lupa tentang tujuan hidup yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  53. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seiring perkembangan zaman, subyek stigma terus berkembang dengan menyebarkan tipu daya di seluruh aspek kehidupan. Dia bersempunyi dibalik sesuatu yang terlihat instan dan memberi kemudahan. Dia juga mudah masuk ke tengah-tengah kita tanpa kita sadari. Tak sedikit yang berhasil dikelabuhi dan dijadikan alat untuk melancarkan rencananya menjadikan kita bagian stigma. Maka agar tidak mudah terkena tipu dayanya hendaklah kita menjadi pribadi yang berilmu, dan kritis terhadap segala perubahan serta senantiasa selalu memohon petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  54. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma dapat disebut juga sebagai mitos. Ketika mitos telah tersebar, biasanya orang akan lebih terpengaruh oleh mitos tersebut. Sudah seharusnya kita tidak mudah mempercayai mitos yang tersebar, karena mitor tersebut bisa memecah belah manusia. Seperti yang terjadi belakangan ini di masyarakat, seorang ahli tafsir Al-qur’an yang distigmakan sebagai seorang syiah karena mendukung pemerintah dan disisi lain ada seorang mualaf yang menjadi ustadz distigmakan sebai seorang yang anti pancasila dan anti NKRI karena tidak mendukung pemerintah. Sebagai seorang yang sudah belajar bagaiman berfilsafat kita harus menyikapi segala isnformasi yang diterima dengan hati yang tenang tanpa keberpihakan agar tidak termakan oleh mitos

    ReplyDelete
  55. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigma tidak selamanya negative, kita juga bisa menjadikan stigma ini sesuatu yang positif di kehidupan kira sehari-hari. Jika kita memahami arti hidup maka stigma sebenarnya bisa menjadi percikan semangat hidup. Meskipun, kebanyakan kita memang menjadikan sebagai penghambat hidup kita, sehingga hidup selalu dalam bayang-bayang stigma, merasa terkekang bagai dalam penjara.
    Menanggapi hal tersebut, minimal ada dua pilihan dalam menjalaninya. Mengikuti stigma atau melawan!. Untuk melawan stigma pertama kita harus bedamai dengan stigma itu sendiri dengan tidak memikirkannya. Lalu kita harus menunjukkan bagaimana diri kita yang sebenarnya kepada ornag-orang yang memiliki stigma terhadap kita. Kita harus membiarkan semua stigma yang ada untuk diri kita dengan tujuan bahwa apa yang kita lakukan pasti akan membuahkan hasil dan dari hasil itu bisa menjadi senjata kita untuk melawan stigma sehingga orang yang memiliki stigma kepada kita tahu yang sebenarnya dan dengan sendirinya memuja diri kita.

    ReplyDelete
  56. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Di kehidupan sehari-hari sering kita jumpai stigma yang beredar di kalangan masyarakat. Bahkan dalam program televisi, sekarang sehari bisa lebih dari satu kali ditayangkan program yang memberi kesempatan stigma untuk menyebarkan prajurit-prajuritnya. Inilah berbahayanya stigma, bagaimana dia mampu menjatuhkan subyeknya atau bahkan suatu perkumpulan hanya dengan sebuah stigma. Hal ini karena kebanyakan dari kita yang justru merasa bangga mengetahui sebuah stigma dan menelannya mentah-mentah tanpa berpikir kritis terlebih dahulu. Hal tersebut padat digunakan kita untuk selalu menuntut ilmu dan mengasah kemampuan berpikir kritis, supaya kita tidak mudah termakan stigma dan mampu membedakan mana yang benar dan salah.

    ReplyDelete
  57. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Stigma merupakan pandangan orang lain terhadap kita dan bisasanya bersifat negatif. Stigma tidak akan muncul tanpa ada motif-motif tertentu. Hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi stigma ini ialah terus melakukan usaha yang terbaik agar stigma yang berkembang hilang dengan sendirinya karena kualitas dan dimensi kita yang meningkat. Karena sesungguhnya, sebaik apapun kita bertingkah laku di masyarakat, akan ada yang tetap tidak suka sehingga menyebarkan stigma-stigma. Dengan demikian, bersikaplah semampu dan sejujur yang kita bisa.

    ReplyDelete
  58. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Elegi kerajaan stigma mencerminkan dunia yang orang-orangnya menghalalkan segala cara demi kesenangan dan keinginanya sendiri. Kerajaan Stigma ini dapat menggambarkan keadaan di Indonesia saat ini. Orang-orang menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginannya. Tercermin dari banyaknya korupsi yang terjadi, bahkan para penegak hukum yang ingin mengungkap kejahatan-kejahatannya pun dengan tega dicelakai hanya demi melindungi kepentingannya. Semoga mereka cepat sadar dan bertobat.

    ReplyDelete
  59. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma sangatlah berbahaya. Stigma dapat mempengaruhi pikiran dan hati manusia. Stigma itu tak tampak namun selalu ada dan sewaktu-waktu akan menyerang pikiran dan hati kita.
    Stigma akan selalu mucul apapunyang kita lakukan. Sebernarbenarnya stigma adalah pikiran negative. Pikiran negative akan selalu berdampingan dengan pikiran positif.

    ReplyDelete
  60. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Stigma adalah pandanga negatif seseorang terhadap orang lain yang terwujud melalui prajurit-prajuritya yaitu fitnah, gosip dan yang paling viral sekarang ini adalah berita hoax. Akan menjadi sebuah celaka besar apabila seorang pemimpin yang dipatuhi perintahnya termakan oleh berita seperti ini, karena akan menimbulkan perpecahan dan perselisihan terhadap beberapa individu atau golongan. Oleh karena itu, dijaman now yang filsafatnya adalah filsafat bahasa, kita harus lebih bijak dalam menangkap dan mengolah inforamsi sebelum menyebarkannya ke lingkungan yang lebih luas atau sama saja kita menjadi prajurit stigma.

    ReplyDelete
  61. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C


    Stigma akan mengikis ilmu pengetahuan yang telah diperoleh seseorang jika orang tersebut tidak dapat mengendalikan diri atau hoax atau kabar buruang bahkan gosip miring mengenai sesuatu. Sedangkan orang yang mudah termakan gosip atau hoax akan menjudge sesuatu dengan kurang tepat, karenanya orang-orang yang demikian dengan mudahnya bisa termakan stigma mereka sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  62. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Wajar sekali jika raja stigma mengingkan dunia dan isinya. Stigma adalah sentiment negative, bisa juga dikatakan sebagai rajanya syaiton. Dipenuhi oleh kebencian dan kedengkian, msuh daripada stigma, sebagai kutarunggu atau hal positif menjadi penghalangnya. Maka disebarkanlah prajurit stigma di zaman ini, untuk membuat fitnah yang baik dipandang buruk, dan yang bruk dipandang baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal ini bisa ditunjukkan dengan meluasnya kerajaan stigma akhir-akhir ini, maraknya kasus homoseksual dipandang sebagai gejala bawaan yang positif dan tidak dapat dirubah. Prajurit stigma berhasil memberikan pengaruhnya kepada pembela homoseksual ini, padahal jelas baik secara formal maupun normative ini adalah hal yang buruk Stigma membalikkan dan membuat fitnah ini.

      Delete
  63. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Elegi ini Prof. tulis pada 20 September 2013. Di akhir tahun 2017 ini saya merasa tulisan Prof menunjukan bukti kejahatan stigma yang sebenarnya. Karena stigma pengetahuan, kesadaran, dan penililaian seseorang bisa berubah. Pengetahuan yang kita dapat dengan membaca maupun pengalaman langsung dapat sirna karena stigma. Sehingga cerdas dan kepandaian pun belum cukup untuk membangun dunia. Diperlukan kepekaan, kesadaran, kehati-hatian, dan sikap rendah hati dalam setiap tindakan kita. Karena di zaman digital saat ini jika seorang tidak kuat dengan stigma yang ada maka ia akan menjadi manusia yang tidak berpendirian.

    ReplyDelete
  64. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Stigma itu banyak rupanya. Yang paling sering kita kenal adalah stigma sosial. Stigma sosial adalah penolakan keberadaan seseorang atau kelompok pada lingkungan tertentu karena sudah dianggap tercela. Apabila seseorang sudah terkena stigma sosial, maka secara pribadi sudah sangat dirugikan. Sangat sulit menghapus stigma yang telanjur melekat. Bahkan, dampak stempel stigma sering berujung pada pengucilan di lingkungannya.

    ReplyDelete
  65. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Itulah bahayanya stigma, dengan 1 orang yang menyebar kan tipu daya, kebohongan, kesesata akan membawa kehancuran dari sebuah masyarakat atau bangsa. Pentingnya kita berilmu dan berpendirian itu diuji ketika stigma-stigma dari luar ingin menjatuhkan dan merobohkan kegigihan kita dalam melakukan sesuatu hal. Jelas bahwa elegi di atas membuktikan bagaimana kejahatan stigma yang sebenarnya. Karena stigma pengetahuan, kesadaran, dan penilaian seseorang bisa berubah. Oleh karena itu, marilah kita menjadi manusia yang cerdas dan berkualitas agar tidak mudah runtuh dan termakan oleh jahatnya stigma yang datang pada diri kita. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  66. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Stigma adalah pemikiran negatif orang lain tentang diri kita, dengan kata lain merupakan cara pandang orang lain yang negatif terhadap diri kita. stigma bisa disebabkan oleh fitnah yang menyebar sehingga munculla gossip. Di era digital ini orang-orang yang menuruti hawa nafsu gemar sekai menyebar berita fitnah atau hoax ke social media maupun ke kolom komentar. Tujuannya agar seseorang atau sekelompok yang difitnah itu menjadi dibenci oleh masyarakat. Dengan kata lain, stigma menyebarkan dan menumbuhkan pikiran negative terhadat]p seseorang atau suatu hal atau suatu kelompok. Oleh karena itu, marila kita menghindari stigma atau berpikir negative tentang orang lain. Dan semoga kita juga selau terhindar dari fitnah.

    ReplyDelete
  67. Latifah Fitriasari
    PM C

    Stigma merupakan cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan.Stigma ibarat nila setitik yang menyebabkan rusaknya susu sebelanga. Reputasi seseorang yang terkena stigma otomatis merosot. la dianggap tidak lazim dalam kehidupan sehari-hari. Stigma juga berhubungan dengan kekuasaan dan dominasi di masyarakat. Pada puncaknya, stigma akan menciptakan ketidaksetaraan sosial. Stigma berurat akar di dalam struktur masyarakat, dan juga dalam norma-norma dan nilai-nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  68. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam hal ini kita melihat bahwa dalam kehidupan ini sejatinya keburukan yang terorganisir seperti pada elegi ini akan lebih menang dibanding kebaikan yang tak terorganisir. Sekarang hikmah yang bisa diambil yaitu jika saja keburukan saja berorganisasi saling bahu membehu bahkan mereka tak ada harapan dikehidupan kelak, maka dalam kebaikan yang kelak diakhirat kita dijamin ketentramanya maka kita juga harus semangat menyusun starategi yang nyata kedalam setiap bidang-bidang kehidupan. Karena hukum Allah Ta’ala itu sejatinya pasti yaitu kebaikan akan meneng menghadapi keburukan, namun perlu usaha den perubahan untuk menggapainya. Usaha, ikhtiar, do’a dan tawakal.

    ReplyDelete
  69. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Stigma yang berbentuk penilaian secara umum kepada seseorang atau sekelompok orang hanya dilihat dari penampilan dan latar belakangnya saja. Cara pandang yang seperti ini bisa menimbulkan prasangka positif dan negatif, tetapi umumnya negatif. Bahkan, bisa jadi menimbulkan sikap diskriminasi pada seseorang atau kelompok tertentu.

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Stigma yang diangkat dalam elegi ini menceritakan bahwa dalam kehidupan sekarang ini banyak yang dihasut oleh info negatif yang mampu mempengerahui pribadi seseorang. Dengan adanya info negative dan mampu mempengarhu orang, maka dapat dengan mudah info yang negativepun tersebar secara cepat karena pengaruh oleh lingkunga yang tidak bisa dikendalikan. Maka dari itu perlu lah kita wasapada terhadap stigma yang ada dilingkungan kita.

    ReplyDelete
  71. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pada saat ini, banyak orang sudah menjadi subjek stigma, sudah termakan atau terhasut kemudia mempercayai isu, gossip, dan fitnah. Apalagi di zaman dimana teknologi sudah semakin canggih, namun kecanggihan teknologi dapat menjadi salah satu alasan manusia menjadi subjek stigma yaitu dengan semakin mudahnya akses informasi dan internet menyebabkan begitu banyak berita hoax, orang-orang pun mudah terhasut dengan informasi seperti itu, kemudian mempercayai dalam perbuatan dan perkataan. Ketika kita sudah menjadi subjek stigma maka setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki akan menjadi tidak bermanfaat. Namun kita dapat menghindar dari menjadi subjek stigma yaitu melalui menggunakan ilmu dan ibadah untuk mencerna/memahami informasi yang kita peroleh, jangan langsung percaya begitu saja. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  72. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Stigma yang diberikan seseorang dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Seseorang yang tadinya tidak tahu apa-apa, polos, yang tumbuh di lingkungan yang kurang baik akan mendapat stigma negatif dan terpengauh pula untuk menjadi buruk. Stigma juga disebut sebagai tanda bahwa seseorang dianggap ternoda dan karenanya mempunyai watak yang tercela, misalnya seorang bekas narapidana yang dianggap tidak layak dipercayai dan dihormati.

    ReplyDelete
  73. Stigma merupakan pandangan negatif yang bersifat tipu daya dan biasanya karena pengaruh dari lingkungannya. pada zaman sekarang, sering kali disebut hoax atau mengatasnamakan kemudahan bagi masyarakat. Untuk meruntuhkan stigma negatif tersebut, berpegang pada pendirian dan menjalani kebenaran berdasarkan pondasi yang benar adalah hal yang tepat. Dengan demikian bersikap dan berperilakulah sesuai aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat dengan menanamkan kejujuran.

    ReplyDelete
  74. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pada era digital seperti sekarang ini, stigmaraja semakin mudah menyebarkan stigma melalui prajuritnya. Adalah tugas kita semua untuk memerangi prajurit stigmaraja dengan menyaring informasi yang didapat melalui dunia nyata maupun maya. Jangan sampai kita menjadi subyek stigma dan aktif menjadikan orang lain menjadi subyek stigma juga sehingga persatuan dan kesatuan akan terganggu stabilitasnya atau bahkan rusak.

    ReplyDelete
  75. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Agar terhindar dari stigma kita harus selalu menggunakan pikiran kritis kita. Kita tidak boleh langsung percaaya dengan rumor yang beredar. Dengan hati yang bersih dan ikhlas, kita dapat melawan stigma. Atau kita dapat memilih untuk mengambil hikmah dari stigma tersebut namun tetap tidak mengikuti stigma itu.

    ReplyDelete
  76. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya mendapatkan sebuah pelajaran, tentang bagaimana menghadapi isu, gosip fitnah. Seharusnya ketika terdapat isu, gosip dsb, kita harus selektif memilah infonya, serta tidak gegabah bertindak dan main hakim sendiri karena merasa benar. Seperti masyarakat Indonesia yang mudah sekali terpengaruhi oleh virus hoax, membroadcast hoax padahal tidak meneliti kebenarannya. Hal ini yang membuat perpecahan dan konflik dimana-mana

    ReplyDelete
  77. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Secara definisi “stigma” adalah cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan. Stigma adalah berbagai pandangan orang yang menilai diri kita negatif, hal yang kita lakukan negatif sampai pemikiran kita negatif. Sebenarnya hamir setiap hari kita menerima stigma. Bisa dari teman, tetangga, orang lewat atau bahkan dari keluarga dan orang tua kita sendiri. Stigma bisa juga kita anggap sebagai peremehan diri kita oleh orang lain.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  78. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, stigma bisa menjadi percikan semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun banyak orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup dalam naungan stigma yang berakibat hidup selalu terkekang oleh stigma dan bagaikan hidup dalam penjara. Sesungguhnya sangat nikmat bila kita selalu berdampingan dengan stigma sehingga kita bisa memaknai hidup kita secara mudah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  79. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat c

    percakapan diatas sesuai dengan yang terjadi pada jaman sekarang ini, dimana banyak orang yang memaksakan kehendak, menghalalkan segala cara untuk menggapai sesuatu yang dia inginkan tanpa melihat sudut pandang orang lain.
    contohnya dalam dunia berbisnis, persaingan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari, untuk melemahkan kekuatan saingannya maka ia menyebar fitnah, hoax dan menjelek-jelekkan saingannya, hal itu sudah biasa terjadi mulai dari jaman dulu hingga sekarang

    ReplyDelete
  80. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Stigma adalah suatu ancaman, sifat atau karakteristik bahwa masyarakat menerima ketidaknyamanan yang sangat tinggi. Mendapat ancaman membuat seseorang menerima stigmatisasi. Stigmatisasi merupakan tindakan seseorang untuk memvonis orang lain mendapatkan image yang jelek.

    ReplyDelete
  81. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. stigma itu merupakan hasil pemikiran dan hati. Stigma dapat melekat dalam diri seseorang sebagai hasil dari fitnah. Jika stigma merupakan hasil dari fitnah maka stigma dapat menyebabkan perpecahan. Stigma yang melekat pada diri seseorang dapat menyebar melalui media gosip. Untuk itu hendaknya senantiasa berhati-hati terhadap stigma.

    ReplyDelete
  82. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Stigma sangatlah dekat dengan kehidupan kita. Stigma yang ada bisa merupakan stigma yang baik namun bisa juga terdiri dari stigma-stigma yang buruk. Stigma yang buruk akan selalu menyebarkan benih-benih keraguan dna kebencian kepada hati setiap manusia supaya terjadi kekacauan.

    ReplyDelete
  83. Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa cerminan dunia ini yang digambarkan melalui kerajaan stigma di mana di dalamnya hiduplah orang-orang yang ingin menghalalkan segala cara demi apa yang ia inginkan. Ingin semuanya serba instan dan tak mau repot. Namun apakah itu tujuan hidup yang sebenarnya? Tentu bukan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  84. Assalamualaikum.wr.wb
    Tujuan hidup ini tidak selalu tentang duniawi namun hidup ini juga tentang rohani. Stigma cenderung ingin menguasai dunia ini namun tidak memikirkan tentang dunia akhirat. Ini bukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  85. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Oleh karena itu, kerajaan stigma harus dihancurkan dari muka bumi. Kerajaan stigma tidak akan berhenti mengkotak-kotakkan entitas manusia sebagai makhluk sosial. Pemberontakan para logos adalah harapn untuk meruntuhkan hegemoni stigma sebagai symbol penindasan. Semoga kita dijauhkan dari stigma-stigma dari orang-orang yang jahat. Aamiin!!

    ReplyDelete
  86. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi ini, terlihat betapa menakutkannya stigma. Kerajaan stigma yang ingin mempertahankan eksistensinya dengan menyerang kutarunggu dengan stigma-stigmanya, dari mulai adu domba bahkan fitnah. Hal ini saat ini terlihat dalamm kehidupan nyata. Untuk mempertahankan eksisistensinya, seseorang berusaha memunculkan stigma-stigma negatif tentang lawannya, ironisnya stigma-stigma negatif ini mudah berkembang sejalan berkembangnya teknologi. Misalnya saja, saat ini stigma dapat menyebar di internet dan televise, yang mana media tersebut dapat dengan mudah diakses masyarakat. Menyedihkannya, banyak masyarakat yang menelan mentah-mentah berita tersebut tanpa mencari kebenaran berita tersebut. Maka sebaiknya sebagai masyarakat harus berpikir kritis dalam menanggapi suatu berita, agar tidak termakan stigma negatif.

    ReplyDelete
  87. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Kerajaan stigma ini menggambarkan bahwa banyak sekali isu-isu negatif yang terjadi saat ini. Stigma ini sangat berbahaya dan akan dengan mudah mempengaruhi pikiran dan juga tindakan manusia. Stigma ini sudah menyebar diseluruh dunia dan itu terlihat dari banyaknya berita negatif dan stigma ini akan mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Sebagai manusia hendaknya selektif ketika membaca dan juga memahami isi sebuah berita.

    ReplyDelete
  88. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Elegi ini menunjukkan kepada kita semua bahwa banyak orang diluar sana yang menghalahkan berbagai cara demi kepentinganya sendiri. Memunculkan stigma-stigma negatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal tersebut dapat kita jumpai pada dunia maya, banyak netizen-netizen yang terprofokasi oleh stigma negatif dan langsung ikut-ikutan berstigma negatif padahal belum tau fakta nyatanya.

    ReplyDelete
  89. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada perkembangan teknologi yang semakin pesan serta perkembangan manusia ke kehidupan yang modern ini menimbulkan suatu hal yang positif dan negatif. Pada zaman ini, mudah sekali orang-orang termakan hasutan dari prajurit stigma yang sekiranya saya anggap bahwa stigma adalah fitnahm gosib, informasi palsu, serta isu-isu yang tidak sesuai. Mudahnya manusia terpengaruh dari hasutan-hasutan tersebut menimbulkan banyak sekali kekacauan. Terbukti bahwa zaman ini banyak sekali penebar-penebar kebencian yang sebenarnya berasal dari suatu kejadian dimana seseorang saling memfitnah. Permainan politik yang semakin kotor membuktikan bahwa prajurit stigma tidak hanya menyerang kehidupan sosial tapi bisa menyerang seluruh proses kehidupan dari manusia.

    ReplyDelete
  90. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Untuk mendapatkan sesuatu, kita tidak boleh menghalalkan segala cara. Pada elegi di atas, Stigmaraja berusaha untuk menebarkan stiga-stigma negatif berupa fitnah, isu,dan gosip untuk mempertahankan eksistensinya. Penyebaran stigma-stigma negatif ini masih terjadi sampai zaman sekarang, salah satunya berita hoax yang muncul di sana sini. Oleh karena itu, sebagai manusia modern, kita juga harus selektif terhadap berita-berita yang ada. Jangan sampai kita termakan oleh berita hoax atau berita yang sengaja dibuat untuk memprovokasi dan membuat perpecahan.

    ReplyDelete
  91. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi ini mengingatkan betapa menakutkan hal yang bernama stigma ini. Tidak sedikit orang yang menghalalkan berbagai cara demi mencapai tujuannya. Salah satunya dengan memunculkan stigma-stigma negatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi jaman sekarang.
    Kita sebagai mahasiswa hendaknya tidak mudah termakan stigma-stigma negatif yang dimunculkan oleh pihak-pihak tertentu.

    ReplyDelete