Sep 20, 2013

Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK




Oleh Marsigit

Paralogos:
Heem...tertegun aku menyaksikan kelakuan sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih. Dia tidak menyadari bahwa Paramitos selalu berusaha mencelakakannya. Apa haknya Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih sok mengatur dunia dan pemberi ilmu. Inilah buktinya sekarang telah tertangkap ada seorang Ilmuwan Plagiat dan tertangkap banyak Guru Pemalsu PAK. Pilu hatiku menyaksikan kejadian-kejadian itu. Saking pilunya hatiku maka hampir-hampir aku tak kuasa bicara apalagi menulis komen-komen pada Elegi-elegi. Pikiranku belum bisa menggapai batas hatiku, bagaimana seorang Ilmuwan tega melakukan plagiat dan seorang guru bisa memalsukan PAK untuk naik jabatan atau memperoleh sertifikasi guru. Wahai Antinomi, coba ceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan gonjang-ganjing ini?

Antinomi:
Wahai Paralogos, pengetahuanku itu setali tiga uang dengan pengetahuanmu. Selama ini memang kita telah memberikan keluluasaan dan kemerdekaan yang seluas-luasnya kepada sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih. Kiprah mereka yang terakhir di mulai dari Perlombaan Menjunjung Langit sampai kegiatan mengungkap Misteri Sang Konveyor dan Misteri sang Kanopi. Dalam hal tertentu aku sempat mengkhawatirkan sepak terjangnya, tetapi karena itu adalah hakekatnya maka Ruang dan Waktu sajalah yang akan memberi catatan dan penilaian.

Paralogos:
Bukannya dengan tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Para Guru Pemalsu PAK itu telah membuktikan bahwa Ruang dan Waktu telah memberikan catatan dan penilaiannya?

Antinomi:
Betul apa katamu wahai Paralogos. Tetapi aku juga ingin menyampaikan bahwa peristiwa tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK itu sebenar-benarnya adalah puncak gunung es dari fenomena yang sudah sejak lama melanda masyarakat dan bangsa ini. Itulah yang terjadi bahwa Ruang dan Waktu sebetul-betulnya tidak pernah tidur. Ruang dan Waktu itu sebetulnya selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu.

Paralogos:
Waha..kalau begitu apa sebetulnya fenomena yang selama ini terjadi?

Antinomi:
Itulah fenomenanya...yaitu pergulatan antara ADA, MENGADA DAN PENGADA. Peristiwa tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK itu adalah puncak gunung es dari pergulatan antara Ilmuwan Ada, Ilmuwan Mengada, dan Ilmuwan Pengada; serta Guru ADA, Guru Mengada dan Guru Pengada.

Paralogos:
Waha...apakah fenomenanya bersifat tunggal atau plural?

Antinomi:
Fenomenanya bersifat plural, yaitu bahwa yang terjadi adalah pergulatan antara ADA, MENGADA DAN PENGADA itu bersifat plural. Maka dibawah gunung es itu ada pergulatan-pergulatan yang lain: pergulatan antara Doktor Ada, Doktor Mengada dan Doktor Pengada; pergulatan antara Dosen Ada, Dosen Mengada dan Dosen Pengada; pergulatan antara Lurah Ada, Lurah Mengada dan Lurah Pengada; pergulatan antara Guru Ada, Guru Mengada dan Guru Pengada; pergulatan antara Pejabat Ada, Pejabat Mengada dan Pejabat Pengada; pergulatan antara Presiden Ada, Presiden Mengada dan Presiden Pengada, pergulatan antara Mahasiswa Ada, Mahasiswa Mengada dan Mahasiswa Pengada; pergulatan antara Suami Ada, Suami Mengada dan Suami Pengada; pergulatan antara semua Ada, semua Mengada dan semua Pengada; dan pergulatan antara setiap Ada, setiap Mengada dan setiap Pengada.

Paralogos:
Heemmm...luar biasa kejadiannya. Aku sebagai Paralogos Sang Diraja nya para Logos saja sempat terlena tidak menyadari fenomena ini, apalagi para logos, apalagi para Bagawat, apalagi para Orang Tua Berambut Putih...Wahai para Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih..kesinilah..sudah saatnya engkau itu melakukan instrospeksi dan memperoleh input yang bermanfaat. Maka marilah kita dengarkan penuturan lebih lanjut dari Sang Antinomi ini. Wahai Sang Antinomi, coba terangkanlah apa sebetulnya yang dimaksud dengan ADA, MENGADA dan PENGADA itu?

Antinomi:
Sebetul-betul MENGADA adalah logos bagi dirimu. Jika ADA adalah tesismu maka MENGADA adalah anti-tesismu. Jika engkau telah mempunya MENGADA maka serta merta wujudmu akan berubah menjadi PENGADA. Janganlah engkau mengharap dapat menjadi PENGADA jika engkau tidak mempunyai MENGADA.

Paralogos:
Sebentar, jika engkau sebut tesis dan anti-tesis maka dimana sintesisnya?

Antinomi:
Jika tesisnya adalah ADA maka anti-tesisnya adalah MENGADA. Jika anti-tesisnya adalah MENGADA maka sintetisnya adalah MENGADA.

Paralogos:
Kalimatmu yang terakhir sangat sulit aku pahami.

Antinomi:
Itulah yang terjadi. Maka sebenar-benar MENGADA adalah sekaligus tesis, anti tesis dan juga sintesis. Sedang sebenar-benar PENGADA adalah anti-tesis dari MENGADA.

Paralogos:
Maksudnya?

Antinomi:
Tidak akan ada PENGADA jika engkau tidak MENGADA.

Paralogos:
Aku masih bingung.

Antinomi:
Itulah yang terjadi, yaitu bahwa PENGADA itu juga sekaligus tesis, anti-tesis dan juga sintesis.

Paralogos:
Baiklah bisakah engkau memberikan contoh konkritnya?

Antinomi:
Misal engkau adalah MAHASISWA yang sedang menempuh perkuliahan. Maka tanda-tanganmu dalam daftar hadir merupakan bukti bahwa engkau itu ADA. Sedangkan kegiatanmu mengerjakan tugas-tugas dari dosenmu itu menunjukkan MENGADA mu. Jika engkau telah membuat tugas-tugas maka itu bukti bahwa engkau telah menjadi PENGADA, yaitu pengada akan tugas-tugasmu.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Guru, maka Ijazahmu dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Guru ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu mengajar, menulis dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas itu menunjukkan dirimu sebagai Guru MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Guru PENGADA.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Doktor, maka Ijazahmu dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Doktor ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu menulis itu menunjukkan dirimu sebagai Doktor MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Doktor PENGADA.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Professor, maka SK Presiden dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Ilmuwan ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu menulis itu menunjukkan bahwa engkau Ilmuwan MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Ilmuwan PENGADA.

Paralogos:
Hemmm..kamudian apa masalahnya..bukankah kita sudah cukup bangga karena kita telah mempunyai ADA nya banyak Guru Profesional, ADA nya banyak Doktor, dan ADA nya banyak Ilmuwan?

Antinomi:
Sebentar dulu. Sebuah karya mu itu adalah ADA bagi karya mu. Dan keberadaan sebuah karyamu itu belum tentu MENGADAKAN ..ADA Dirimu dan ADA diri yang lainnya. Jika karyamu itu adalah PLAGIAT atau PALSU maka karyamu itu bukanlah suatau PENGADA mu. Maka sebuah karya mu itu bisa terancam menjadi mitos dan MENIADAKAN dirimu, yaitu jika engkau merasa puas hanya membuat karya-karya PLAGIAT dan memalsukan PAK. Maka nasib dari sebuah karyamu itu persis seperti nasib dirimu yang tidak mengetahui ADA, MENGADA dan PENGADA. Itulah bahwa PLAGIAT itu adalah perilaku sang Paramitos yang mengancam keber ADA mu sebagai Ilmuwan. Itulah bahwa kegiatan memalsukan PAK adalah perilaku sang Paramitos yang mengancam keber ADA mu sebagai Guru. Jika keber ADA mu terancam maka terancam pula MENGADA mu dan PENGADA mu.

Paralogos:
Kemudia bagaimana solusinya?

Antinomi:
Tiadalah ADA dirimu itu tanpa MENGADA dan PENGADA. Maka agar engkau tetap ADA tidak ada jalan lain bagi dirimu untuk selalu MENGADA. Jika engkau telah MENGADA maka PENGADA akan selalu meyertaimu. Tiadalah Ilmuwan ADA tanpa Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA. Maka jika ingin tetap menjadi Ilmuwan ADA, tidak ada jalan lain kecuali harus tetap menjadi Ilmuwan MENGADA. Jika engkau telah menjadi Ilmuwan MENGADA maka Ilmuwan PENGADA akan dengan sendirinya menyertaimu. Tiadalah Guru ADA tanpa Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Maka jika ingin tetap menjadi Guru ADA, tidak ada jalan lain kecuali harus tetap menjadi Guru MENGADA. Jika engkau telah menjadi Guru MENGADA maka Guru PENGADA akan dengan sendirinya menyertaimu.

Paralogos:
Apakah aku dapat menyimpulkan bahwa sebenar-benar Ilmuwan ADA adalah Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA sekaligus? Dan sebenar-benar Guru ADA adalah Guru MENGADA dan Guru PENGADA sekaligus?

Antinomi:
Cerdas pula engkau itu. Itulah harapanku bahwa engkau sebagai partnerku akan selalu bisa memahami dan menyimpulkan fenomena yang ada. Sangat tepatlah kesimpulanmu itu bahwa Ilmuwan ADA itu adalah sekaligus Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA. Dan Guru ADA itu adalah sekaligus Guru MENGADA dan Guru PENGADA.

Paralogos:
Sebentar, jangan ditutup dulu. Bukankah di awal pembicaraan kita engkau telah menyebut Ilmuwan PLAGIAT dan Guru Pemalsu PAK? Lalu apa maknanya?

Antinomi:
Ilmuwan PLAGIAT adalah Ilmuwan yang tidak mengenal dirinya sebagai Ilmuwan ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mampu mengenal dirinya sebagai Guru ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal dirinya sebagai Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Kegiatan memalsukan karya tulis apakah itu oleh seorang Ilmuwan Plagiat dan memalsukan PAK oleh seorang guru adalah kegiatan memalsukan dirinya sebagai MENGADA. Itulah peran dan jasa Ruang dan Waktu yang tidak akan pernah lalai mencatat segala perbuatan manusia, bahwa sebenar-benar keber ADA annya adalah SAKSI bagi MENGADA nya. Tidak hanya itu, maka segala YANG ADA dan YANG MUNGKIN ADA juga menjadi SAKSI bagi keber ADA annya dan ke MENGADA nya.

Paralogos:
Kalau begitu apakah Ilmuwan ADA tidak harus menjadi Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Dan Guru ADA tidak harus menjadi Guru MENGADA dan Guru PENGADA?

Antinomi:
Tidak mengenal itu tidak berarti tidak ada.

Paralogos:
Lho mengapa?

Antinomi:
Itulah kelihaian dan kelembutan Paramitos. Paramitos itu pulalah yang selalu mengajakmu menyesatkan mereka untuk berhenti hanya sebagai Ilmuwan ADA dan Guru ADA saja. Padahal jika hanya sebagai Ilmuwan ADA atau Guru ADA saja, maka akan terancam sebagai Ilmuwan TIDAK ADA dan Guru TIDAK ADA. Jika telah muncul Hukuman ADA atau Pemecatan ADA, maka Hukuman dan Pemecatan MENGADA akan segera MENIADAKAN Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK. Maka akan terasa pedih dan perih hukumannya bagi orang-orang yang di anggap TIDAK ADA. Padahal perjuangan mereka masih sangat banyak dan sangat panjang. Maka mereka akan sebenar-benar menjadi Ilmuwan ADA jika mereka selalu berjuang untuk menjadi Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA, yaitu dengan memproduksi karya-karyanya yang sesuai dengan hakekat ADA, hakekat MENGADA dan hakekat PENGADA dari segala sesuatu yang ADA dan yang MUNGKIN ADA. Mereka juga akan benar-benar menjadi Guru ADA jika mereka selalu berjuang untuk menjadi Guru MENGADA dan Guru PENGADA dengan cara memproduksi karya-karyanya yang sesuai dengan hakekat ADA, hakekat MENGADA dan hakekat PENGADA dari segala sesuatu yang ADA dan yang MUNGKIN ADA di dunia Pendidikan.

66 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil makna bahwa perbuatan plagiat akan menghilangkan keberadaannya. Dengan plagiat sebenarnya seseorang telah kehilangan dirinya dan karya – karyanya yang asli. Sungguh sangat prihatin ketika banyak menemukan plagiat, bahkan jika plagiat tersebut dilakukan oleh ilmuwan. Ilmuwan seperti profesor, bahkan mungkin guru juga merupakan panutan bagi orang untuk mengembangkan ilmunya. Alangkah menyedihkan jika mereka melakukan plagiat yang akan mematikan kreatifitas mereka. Menyedihkan jika jabatan yang sudah mereka miliki harus tercoreng karena perilaku plagiat.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Perlu usaha yang keras agar kita bisa menjadi ADA, MENGADA, dan PENGADA. Hal ini memang tidak mudah, namun kita dapat mengusahakannya. Untuk mencapai hasil yang maksimal maka kita harus melakukan tiga hal tersebut karena memang itu adalah syarat untuk mencapai hasil yang maksimal.
    Mari berusaha untuk menjadi ADA, MENGADA, dan PENGADA.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Ruang dan Waktu tidak pernah tidur dan selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu. PLAGIAT adalah yang tidak mengenal dirinya sebagai ADA maka juga tidak mengenal MENGADA dan PENGADA? Oleh karena itu, jadilah guru yang ikhlas hati dan pikiran, inovatif, kreatif, kritis, serta memegang teguh kode etik guru.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    banyak macam jenis plagiat yang terjadi saat ini. hal ini mungkin disebabkan oleh kurang nya kreativitas untuk menciptakan sesuatu hal yang baru. sebenarnya dalam hal ini peran guru sangat besar, yaitu guru dapat menghentikan hal-hal semacam ini dengan membiarkan anak-anak untuk mengembangkan ide-ide mereka sendiri. dimulai dari pendidikan dasar. jika mereka mampu untuk kreatuif, tentu hal ini tidak akan terjadi.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Perilaku plagiat adalah perilaku yang tidak terpuji, dimana perilaku ini sama halnya mengambil hak orang lain dan mengklaim menjadi hak pribadi kita. Plagiat mempunyai jenis-jenis tertentu dan memiliki tingkat plagiat tertentu, kadang kala kegiatan ini secara tidak langsung kita lakukan. Di tingkat yang paling rendah plagiat memiliki nilai positif dimana kita memplagiatkan cara belajar seseorang untuk kemajuan diri sendiri.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Orang yang melakukan plagiat disebut pengada. Plagiat bukanlah pilihan yang tepat. Menulis memang terasa sangat sangat sulit ketika kita belum terlalu sering menulis. Padahal bagi ilmuan dan dan guru tulisan merupakan bukti keilmuan mereka. Dengan adanya tulisan yang bagus dan bermanfaat, nama mereka diakui dan dikenal. Tapi, menurut saya, bukan juga dengan cara tidak baik kita mendapatkan prestasi tersebut. Bukan dengan tidak menjaga nilai-nilai kehidupan supaya dapat menggapai kesuksesan di dunia. Lebih baik mengambil dan melakukan hal baik walaupun kita menjadi orang biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hidup itu selayaknya bermanfaat bagi orang lain bukan tidak bermanfaat bagi orang lain. Plagiat dan pemalsuan adalah suatu kejadian yang sering terjadi pada dunia sekarang. Karena yang mereka pikirkan adalah hanya sebuah ADA dan tidak memikirkan PENGGADA dan MENGGADA juga ambil bagian dari hidupnya ADA. Sebagai manusia / masyarakat yang baik adalah apabila kita ADA dan kita juga harus memiliki MENGGADA dan PENGGADA. Itulah kehidupan yang bermakna.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Obyek filsafat mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. Segala yang ada dan mungkin ada akan selalu melalui proses ADA, MENGADA, dan PENGADA. Tetapi terkadang, manusia mengabaikan hakekat ada, mengada dan pengada pada dirinya (sebagai contoh, ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK pada elegi ini). Untuk menunjukkan bahwa kita itu ada, maka kita hendaknya mengada dan menjadi pengada. Mengada adalah melakukan sesuatu yang dapat membuat seseorang itu dianggap ada. Dengan mengada, maka orang tersebut berarti sudah menjadi pengada. Siapapun orang itu, dia harus melakukan mengada dan menjadi pengada agar ia menjadi ada. Tapi janganlah hanya ingin menjadi ada, tanpa disertai mengada dan menjadi pengada. Pada elegi ini dapat kita garis bawahi, bahwa kasus plagiat dan pemalsuan PAK yang saat ini sering terjadi, dikarenakan ilmuwan dan guru hanya fokus untuk dianggap ada, tetapi tidak mau mengada dan menjadi pengada. Sungguh suatu kesalahan, mereka ingin dianggap ada tapi tidak mau menjadi pengada dan mengada. Semoga kita terhindar dari sifat-sifat buruk tersebut. Amin…

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kita seharusnya bersyukur telah diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi sebagai mahasiswa. Layaknya seorang guru yang telah diberikan kesempatan untuk mengamalkan ilmu nya. Namun, banyak diantara kita tidak menyadari bahwa "plagiarism" sangatlah berbahaya. Keberadaan sesuatu itu jika PENGADA MENGADA, artinya melakukan sintesis anti-tesis. Seringkali 'mitos' menghasut, menginginkan ADA tetapi tidak MENGADA. Apa yang terjadi? Plagiarism yang marak terjadi karena orang tidak mau berpikir kritis terhadap sesuatu. Jika orang memahami betul apa itu filsafat, niscaya akan terhindar dari plagiarism. Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan tidak baik ini. Aamiin...

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ada, mengada dan pengada sebenarnya saling berkaitan satu sama lain, keterkaitannya adalah tesis, anti-tesis dan sintetisnya. Ada merupakan tesis dan mengada merupakan anti-tesisnya, serta sintetisnya adalah pengada. Dalam hal ini para ilmuan plagiat dan guru pemalsu PAK merupakan dirinya yang ada dan berubah menjadi meniadakan dirinya yang ada, dengan mengada sehingga mereka disebut pengada.
    berbagai macam bentuk palgiat dan pemalsu PAK yang meniadakan dirinya.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Seseorang setidaknya bangga akan hasil kerja kerasnya, disebut karya. karya baik maupun buruk yang telah dihasilkan tapi itu adalah miliknya. Bukan kepemilikan orang bukan dirinya. Namun seorang plagiat tidaklah memiliki karya. setinggi apa pun karyanya seorang plagiat tetaplah plagiat. Semua yang dihasilkan bukanlah miliknya, namun milik orang lain.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketika ilmuwan menunjukkan keberadaannya dengan plagiat sesungguhnya ilmuwan tersebut telah menghilangkan keberadaan dirinya sendiri, begitu juga dengan guru yang memalsukan PAK pemalsuan yang bertujuan untuk menunjukkan keberadaannya malah akan dengan sukses menghilangkan keberadaan dirinya sendiri. Menyadari akan pentingnya ruang dan waktu serta menempatkan diri dengan baik akan menunjukkan bahwa kita ADA, untuk tetap eksis maka seseorang perlu mengadakan sesuatu yang relevan dengan kegiatannya.
    Jadi dengan perilaku plagiarisme sebenarnya akan membuat seseorang itu kehilangan dirinya dalam karya-karyanya. Sungguh ironis sekali bila kita menemui ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK. Profesor dan guru merupakan orang-orang yang dihormati. Apa yang mereka katakan dan lakukan akan mempengaruhi masyarakat karena mereka adalah teladan sehingga apa yang mereka lakukan akan ditiru oleh masyarakat. Gelar profesor bukanlah gelar yang mudah untuk didapatkan, harus melalui proses yang panjang dan sulit, sungguh memprihatinkan bila gelar yang sangat terhormat itu harus dicemari dengan perilaku plagiarisme.

    ReplyDelete
  13. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Benar adanya di dunia ini terjadi proses ada, mengada, dan pengada. namun belakangan ini proses tersebut tidak berjalan sesuai mestinya. banyak terjadi kedzoliman-kedzoliman sehingga proses tersebut tidak berjalan dengan semestinya. dan parahnya lagi, ketidaksemestiannya proses tersebut berjalan, menjadi samar dan tidak jelas. semakin banyak hal-hal yang terjadi di dunia ini, semakin samar juga hal-hal yang bersifat benar atau bersifat salah. semuanya terlihat sama. sudah dijelaskan pada postingan ini tahapan dalam proses ada, mengada, dan pengada dari suatu karya dan seseorang. semoga para pembaca dapat memahami dan mengaplikasikan dasar dari proses ada, mengada dan berakhir dengan disebut sebagai pengada.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi ini hal yang tidak menyangka adalah sang ilmuwan dan guru pemalsu, orang-orang yang dijadikan sumber ilmu dimana banyak orang berguru dan menuntut ilmunya untuk dibagikan. Orang-orang ini yang melakukan plagiat, dan bahkan ini hanyalah puncak dari gunung es, itu berarti masih banyak lagi hal-hal yang seperti ini terjadi disini. Lebih buruknya mereka melakukan ini hanya untuk naik jabatan, naik pangkat dalam pekerjaannya. Hal seperti ini memang menjadi peajaran bagi semua calon guru, calon pendidik, dimana semua siswa kita menjadikan kita panutan untuk langkah masa depannya.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Ilmuwan dan guru adalah contoh bagi pengikutnya. Pengikut dari ilmuwan adalah mereka yang haus akan ilmu pengetahuan. Sementara pengikut dari guru adalah siswanya sendiri. Oleh karena itu ilmuwan dan guru hendaknya memberikan suri tauladan dengan menjauhi plagiat atau mencuri hasil karya orang. Sungguh itu bukan tindakan yang patut untuk diikuti oleh pengikutnya.

    ReplyDelete
  16. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi meratapi seorang ilmuwan plagiat dan seorang guru pemalsu PAK ini menyampaikan bahwa fenomena diatas merupakan pergulatan antara Ada Mengada dan Pengada. Ruang dan Waktu selalu memberikan penilaian kapanpun dan dimanapun. Kasus kasus semacam kasus diatas serinh kali terjadi karena kebanyakan mereka ingin dianggap Ada, namun enggan untuk Mengada dan enggan menjadi Pengada. Padahal perilaku semacam itu hanya akan meniadakannya. Hanya ada satu solusinya, Mengada lah, maka Pengada pun akan menyertainya.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam elegi meratapi sang ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK ini dijelaskan mengenai seorang plagiat atau plagiarisme yang merupakan penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri yang dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Apapun profesi seseorang, plagiarisme tidaklah diperbolehkan sebab ini merupakan suatu bentuk ketidakjujuran. Hal-hal yang dimulai dengan ketidakjujuran tidak akan memberi keberkahan,termasuk untuk para ilmuwan. Seorang pemalsu pun tidak dibenarkan dalam bidang apapun apalagi dibidang pendidikan. Sebab bagaimana seorang pendidik mampu dijadikan pedoman, sementara dirinya tidak amanah agar dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  18. Guru dan ilmuwan merupakan manusia. Manusia mempunyai sifat yang baik dan sifat yang buruk. Demikian dengan guru dan ilmuwan, mereka ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Tidak ada jaminan bahwa seorang manusia mutlak baik hanya Rasulullah saja. Yang melakukan plagiat dan pemalsu maka katakan itu sebagai oknum. Ilmuwan dan guru juga ada yang mempunyai karakter yang baik, jujur, bertanggungjawab. Ilmuwan dan guru banyak pula yang melakukan penelitian dan menyusun PAK dengan jujur dan bertanggungjawab. Seperti tembok yang putih dan luas maka jika ada noda hitam maka kita cenderung akan memperhatikan noda tersebut bukan warna putih yang luas dan bersih lainnya. Begitulah manusia takkan pernah adil melihat suatu keadaan.

    ReplyDelete
  19. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi di atas sudah disebutkan bahwa perbuatan plagiarisme akan menghilangkan keberadaaannya. Jadi dengan perilaku plagiarisme sebenarnya akan membuat seseorang itu kehilangan dirinya dalam karya-karyanya. Sungguh ironis sekali bila kita menemui ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK. Profesor dan guru merupakan orang-orang yang dihormati. Apa yang mereka katakan dan lakukan akan mempengaruhi masyarakat karena mereka adalah teladan sehingga apa yang mereka lakukan akan ditiru oleh masyarakat. Gelar profesor bukanlah gelar yang mudah untuk didapatkan, harus melalui proses yang panjang dan sulit, sungguh memprihatinkan bila gelar yang sangat terhormat itu harus dicemari dengan perilaku plagiarisme. Maka, Sebagai manusia kita harus memiliki sifat yang ada, mengada dan pengada. Kita ADA jika terdapat bukti atau fakta yang terjadi yang menunjukkan bahwa kita itu benar-benar ada. Kita MENGADA jika kita telah melakukan suatu usaha nyata yaitu membuat kenyataan. Jika kita telah melakukan usaha MENGADA maka otomatis kita juga sebagai PENGADA. "Tiadalah dirimu itu tanpa MENGADA dan PENGADA. Maka agar engkau tetap ADA tidak ada jalan lain bagi kita untuk selalu MENGADA. Jika kita telah MENGADA maka PENGADA akan selalu meyertai kita". Diri kita ADA jika selalu menggapai logosdan bukan plagiarisme dan mencontek.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ilmuwan dan guru harus menunjukkan bahwa dia ada, mengada dan pengada. Ilmuwan dan guru disebut ada jika dia mempunyai gelar. Ilmuwan dan guru disebut mengada jika dia mampu menghasilkan karya tulis yang asli dari pemikiran dan pengalamannya. Mengada biasanya sulit untuk dilakukan oleh ilmuwan dan guru karena masih ada ilmuwan dan guru yang menghasilkan karya tulis tidak asli dari pemikiran dan pengalamannya, namun mengambil gagasan/ide orang lain. Ilmuwan dan guru disebut pengada jika dia ada dan mengada.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah saya membaca postingan mengenai 'Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK' dan juga postingan lainnya mengenai 'Elegi Menggapai Ada' dan 'Elegi Menggapai Penampakkan', saya memahami bahwa ADA adalah kenyataan. Aku ADA karena aku nyata. Sebenar-benarnya aku adalah penampakkan aku. Aku ADA karena engkau dapat melihat penampakkanku. Aku ADA jika aku di dalam pikiranmu ataupun di luar pikiranmu. Aku di luar pikiranmu maka kamu berusaha memahamiku. Aku di dalam pikiranmu maka kamu berusaha menjelaskan diriku kepada orang lain. Berusaha memahami dan berusaha menjelaskan menunjukkan MENGADA. sedangkan apa yang telah dipahami dan apa yang telah dijelaskan mewujudkan PENGADA. Jika aku tidak ada maka kamu tidak dapat menjelaskan bahwa aku itu ada atau tidak ada. Tetapi tidak mengenal itu tidak berarti tidak ada.

    ReplyDelete
  23. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Apapun peran & pekerjaan seseorang, pasti dituntut untuk ada, mengada, dan menjadi pengada. Sekeliling kita menyadari kita ada. Namun, apa artinya keberadaan kita bila kita belum dapat mengada agar dapat menjadi seorang pengada. Mengada bukanlah suatu proses yang mudah, butuh kreasi & kreatifitas yang tinggi . Terinspirasi dari orang lain boleh, namun bukan berarti menjiplak hasil karya orang lain. Sederhana dan simple tak masalah. Ketika itu adalah murni orisinil karyamu, menurut saya, itu akan jauh lebih membanggakan. Bila di masa depan saya menjadi seorang pendidik, rasanya saya akan jauh lebih menghargai sesuatu yang sederhana itu ketimbang sesuatu yang wah, tapi plagiat, pengada milik yang lain. Hargailah karya orang lain dengan cukup mengagumi dan mencari inspirasi darinya, namun tidak dengan menjiplaknya.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menceritakan antara ada, mengada dan pengada di dalam ruang dan waktu yang dilakukan oleh ilmuwan Plagiat dan Guru pemalsu PAK. Dengan tesis ialah ada dan anti-tesisnya ialah mengada. Jika dapat dicontohkan dalam pembelajaran di dalam kelas, maka hasil evaluasi siswa berupa nilai itu yang disebut dengan siswa ada, kegiatan-kegiatan siswa selama pembelajaran di dalam kelas seperti diskusi kelompok dan penemuan suatu konsep disebut sebagai siswa mengada dan hasil diskusi yang diutarakan siswa di dalam kelas beserta hasil lembar kerja siswa yang berada di kertas disebut sebagai siswa pegada.

    ReplyDelete
  25. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah saya membaca postingan mengenai 'Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK', saya memahami bahwa Sebetul-betul MENGADA adalah logos bagi dirimu. Jika ADA adalah tesis maka MENGADA adalah anti-tesis. Jika anti-tesisnya adalah MENGADA maka sintetisnya adalah MENGADA. Sehingga PENGADA tidak akan ada tanpa ada MENGADA. Dari hal ini saya mengetahui bahwa Misal saya seorang Guru, maka Ijazah dan penulisan gelar di depan nama saya menandakan bahwa saya Guru ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatan saya mengajar, menulis dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas itu menunjukkan saya sebagai Guru MENGADA. Jika saya terbukti telah memproduksi tulisan-tulisan tersebut maka saya telah mewujudkan bahwa saya sebagai Guru PENGADA. Sehingga jika saya tidak melakukan kegiatan-kegiatan mengajar, menulis dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas maka saya tidak dapat mewujudkan bahwa saya Guru PENGADA.

    ReplyDelete
  26. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah saya membaca postingan mengenai 'Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK', saya memahami bahwa PALSU atau PLAGIAT tidak menampakkan sesuai dengan keber ADA annya. Sehingga Guru PLAGIAT adalah Guru yang tidak mengenal dirinya sebagai Guru ADA. Maka dengan sendirinya juga tidak mengenal dirinya sebagai Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Dari hal ini saya memahami bahwa jika keber ADA mu terancam maka terancam pula MENGADA mu dan PENGADA mu.

    ReplyDelete
  27. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah saya membaca postingan mengenai 'Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK', saya memahami bahwa Sebenar-benar MENGADA adalah sekaligus tesis, anti tesis dan juga sintesis. Sedang sebenar-benar PENGADA adalah anti-tesis dari MENGADA. PENGADA itu juga sekaligus tesis, anti-tesis dan juga sintesis. Dari hal tersebut saya mengetahui bahwa ADA, MENGADA, PENGADA yang berkelanjutan membentuk suatu siklus cycle. Dari hal ini juga saya memahami apabila jika hanya sebagai Guru ADA saja, maka akan terancam sebagai Guru TIDAK ADA.

    ReplyDelete
  28. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    plagiat merupakan suatu tindakan dimana mengklaim karya orang lain, ini sungguh sesuatu yang tidak boleh dilakukan, ketika ingi mengambil atau menggunakan karya orang lain seharunya diberikan sitasi. sebagian orang melakukan plagiat karna enggan menulis dan enggan berpikir kreatif, orang tersebut hanya ingin mudahnya saja yaitu dengan mengambil tulisan atau ide orang, yang mana ide t=dan tulisan itu pasti dibuat dengan usaha, untuk self reminder saya untuk tidak melakukan plagiarsm.

    ReplyDelete
  29. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    sesungguhnya karya yang orisinil akan lebih membanggakan dan lebih di hargai daripada hasil plagiat, sebuah karya dibuat atas usaha dan kerja keras, kita harus menghargai hasil karya orang lain, jadikanlah karya orang lain sebagai inprirasi dan acuan bukan untuk dijiplak, kelak ketika saya menjadi guru saya akan melatih siswa sejak dini untuk tidak melakukan plagiarsm.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam masyarakat saat ini, plagiat seakan disamakan dengan copy paste atau meniru. Plagiat sebetulnya adalah copy paste yang pelakunya mengaku membuat dan menemukan sendiri. Copy paste dalam kehidupan kita banyak sekali. Ilmu yang saya miliki juga banyak yang merupakan copy paste. Namun, ilmu tersebut tidak menjadi suatu plagiat karena saya tercatat sebagai murid tempat saya belajar. Jadi saya bukan ilmuan plagiat, karena memang ada gurunya dan saya mengakui guru-guru saya. Dalam tulisan ini, plagiat disoroti dari sisi memalsukan. Ilmuan plagiat yaitu seorang yang mendapatkan gelar ilmuan, namun temuannya itu diakuinya ia temukan sendiri. Sedangkan jika ditelurusi dengan alat anti-plagiat, ternyata didapatnya dari wikipedia. Tidak mengapa bila copy paste, namun sertakan juga pikiran kita, dan sertakan identitas atau dari mana tempat kita mengambilnya.

    ReplyDelete
  31. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam elegi meratapi sang ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK ini dijelaskan mengenai seorang plagiat atau plagiarisme yang merupakan penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri yang dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Apapun profesi seseorang, plagiarisme tidaklah diperbolehkan sebab ini merupakan suatu bentuk ketidakjujuran. Hal-hal yang dimulai dengan ketidakjujuran tidak akan memberi keberkahan,termasuk untuk para ilmuwan. Seorang pemalsu pun tidak dibenarkan dalam bidang apapun apalagi dibidang pendidikan. Sebab bagaimana seorang pendidik mampu dijadikan pedoman, sementara dirinya tidak amanah agar dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  32. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. apapun itu bentuknya plagiarisme dan pemalsuan merupakan hal tercela yang dapat merusak diri sendiri dan orang lain. Pemalsuan dan plagiarisme merupakan tindakan pencurian terhadap pemikiran orang lain. Tidak mudah menjadi yang ada, pengada dan mengada. Perlu proses untuk mencapainya. Jangan menjadi pencuri, hargai kerja keras orang lain.

    ReplyDelete
  33. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Suatu karya tentu dibuat dengan perjuangan dan kerja keras. Sungguh suatu perbuatan yang tercela jika kita menodai perjuangan dan kerja keras orang lain dengan mencuri idenya dan melakukan plagiasi. Apabila kita melakukan plagiasi, kita tidak hanya bersalah karena mencuri ide orang lain, tetapi kita juga telah berbuat dosa. Kita harus selalu mengingat bahwa Tuhan selalu mengawasi perbuatan kita di setiap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  34. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Daripada mencuri ide orang lain, lebih baik kita berkarya sesuai dengan kemampuan dan kreativitas yang kita miliki. Dan bila kita hendak memasukkan ide orang lain, jangan pernah lupa untuk mencantumkan sumbernya. Jangan sampai kita menjadi generasi copy paste. Jangan sampai pula kita menjadi generasi plagiasi. 

    ReplyDelete
  35. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan pada elegi di atas bahwa Ilmuan dan guru adalah salah satu pekerjaan yang paling mulia di dunia ini. Keduanya tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, lebih sekedar itu ilmuan dan guru dipandang juga sebagai suatu aktivitas sosial, aktivitas kemanusian. Keduanya tidak terlepas dari ADA, MENGADA, dan PENGADA. Kedua nya ada karena serangkaian proses yang telah dilalui untuk menjadi seorang ilmuan dan seorang guru, sehingga dengan tersebut keduanya meraih gelar yang mempertegas kedudukannya. Mengada karena karena dengan keahliannya mereka melakukan serangkaian kegiatan seperti penelitian, mengajar, inovasi hal-hal baru sehingga memberikan konstribusi dalam bidang masing-masing. Pengada karena dengan ilmunya menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas yang jauh dari kecurangan. Namun demikian yang sekarang menjadi momok bagi peneliti dan guru dalam menghasilkan tulisan adalah plagiasi. Plagiasi ini adalah suatu bentuk kecurangan yang dapat menyebabkan eksistensi seorang peneliti maupun guru menjadi tidak ada tidak dipandang, sehingga menjadikan apa yang telah dia lakukan selam ini menjadi sia-sia. Oleh karena itu dalam mengemban profesi masing-masing harus penuh rasa tanggung jawab sehingga dengan profesi tersebut kita mulia di hadapan orang banyak terlebih-lebih mulia di hadapan sang pencipta, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. Muhammad Nur Fariza
    143401241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Plagiat adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang ilmuan. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki hak kekayaan intelektual. Kalau memang seorang ilmuan ingin mengangkat pembahasan yang telah diangkat orang lain maka wajib hukumnya menghargainya dengan mencantumkan namanya yang terkorespondensi satu-satu dengan apa yang dikutip. Bahkan untuk apa yang telah ia tulis sendiri pun ia harus mengutipnya jika hendak memanggilnya pada tulisan yang berbeda. karena jika tidak maka yang terjadi adalah self plagiarism. Untuk itu para ilmuan diharuskan berhati-hati agar hal itu tak terjadi

    ReplyDelete
  37. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidik akan menjadi panutan siswa, setiap langkah-langkah atau aktivitas guru selalu menjadi patokan siswa.seorang pendidik diharuskan untuk tidak plagiarisme karena hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak mengapresiasi usaha orang lain. karena begitu penting peran seorang guru bagi siswa, maka kegiatan plagiarisme ini sangat ditindak tegas untuk tidak dilakukan.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut, plagiat itu sendiri merupakan menjiplak karya orang lain atau menggandakan karya orang lain. Ketika seseorang menjadi plagiat maka itu sama saja seseorang tersebut mengubur karya-karya aslinya.

    ReplyDelete
  39. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK”, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Profesor PLAGIAT adalah Profesor yang tidak mengenal dirinya sebagai Profesor ADA dan Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mampu mengenal dirinya sebagai Guru ADA.

    ReplyDelete
  40. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dewasa ini, budaya plagiat dan memalsukan PAK dengan mengaku karya-karya orang lain untuk naik jabatan atau memperoleh sertifikasi guru semakin marak terjadi. Jika suatu karya itu PALSU maka karya itu bukanlah suatu PENGADA akan diri kita dan bisa MENIADAKAN jati diri kita. Oleh karena itu, diperlukan introspeksi dengan mendekatkan diri kepanda-nya dan adanya sikap saling menghargai terhadap karya orang lain.

    ReplyDelete
  41. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menjelaskan tentang ada, mengada, dan pengada. Ada saja tidak cukup jika tidak disertai mengada dan pengada. Keberadaan kita tidak akan berarti jika kita tidak menghasilkan karya-karya yang akan bermanfaat untuk orang lain, dan keberadaan kita terancam menjadi tiada jika tanpa karya atau tanpa berbuat apapun. Lebih parah lagi jika keberadaan kita itu hasil dari plagiat atau pemalsuan, jabatan guru yang kita miliki dan menjadikan kita ada di kelompok guru ternyata hanya hasil dari pemalsuan PAK maka keberadaan kita terancam. Dan jangan sampai kita melakukan hal tidak terpuji seperti itu.

    ReplyDelete
  42. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai mahasiswa, pelajaran yang dapat saya ambil adalah bahwa kehadiran saya di perkuliahan saja tidak cukup untuk membuktikan keberadaan saya. Hal yang dapat membuktikan keberadaan saya adalah tugas-tugas saya, atau saya mengerjakan kegiatan mengada. Jika saya tidak mengerjakan tugas kuliah, maka saya terancam dianggap tidak ada, karena tidak meninggalkan bukti konkrit berupa tugas ataupun karya. Jadi, saya harus rajin mengerjakan tugas dan banyak berkarya.

    ReplyDelete
  43. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar bisa disebut ADA, MENGADA, dan PENGADA, seseorang perlu berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. Seseorang perlu membuat karya dengan catatan bahwa karya tersebut merupakan karya asli yang dibuat oleh seseorang tersebut. Menjiplak karya orang lain disebut Plagiat. Plagiat merupakan tindakan tercela karena menjiplak karya orang lain sama saja dengan mencuri. Saat seseorang memplagiat karya orang lain, maka sesungguhnya orang tersebut sedang meniadakan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidak dapat dipungkiri banyak ilmuwan dan guru yang memplagiat karya. Mereka hanya ingin cepat mendapa hasil tanpa mau bersusah membuat.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat Ada, Mengada, dan Pengada merupakan suatu kesatuan utuh yang dapat menjadikan diri seseorang sebagai sesuatu menjadi sempurna.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik adalah guru yang ada, mengada , dan pengada. Sesungguhnya plagiat merupakan bentuk penghilangan mengada yang artinya dengan sendirinya kita telah meniadakan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  47. Elli susilawati
    16709251073
    PMat PMD pps 16
    Banyak orang yang berambisi tetapi menginginkan hal instan dan praktis. Tidak mau berfikir dan bersusah payah. Melakukan segalancara untuk memuluskan keinginanmya. Ketika seseoramg diharuskan menjadi pengada dnegan cara mengada untuk menghasil kan yang Ada, tetapi orang tersebut tertutup hatinya sehingga memilih menjadi plagiat, pemalsu . Mereka menggunakan karya orang lain, mengakui karya orang. Sungguh miris apalagi ini dilakukan oleh ilmuan/guru.

    ReplyDelete
  48. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebenar-benarnya title manusia, dalam portal ini professor dan guru adalah harus ada, menga, dan pengada. Sehinnga jika ada professor plagia atau guru pemalsi pak mereka bukan sebenar-benarnya professor atau guru. Yang harus sesuai dengan titlenya. Tidak pengada ada untuk mengambil titlenya. Tidak mengada-ngada Ada dirinya. Kesimpulannya adalah untuk menunjukkan dirimu dengan sesungguh-sungguhnya, berperilakulah sesuai dengan dimensimu, tidak mengada-ngada berperilaku bak petinggi dimensi tertinggi.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sangat disasangkan jika seseorang telah melakukan kegiatan plagiat. Setinggi-tingginya gelar yang diraih, seterkenal-kenalnya keteranan yang digapai, sebanyak-banyaknya penghargaan yang didapat, hal itu akan runtuh jika sekali saja melakukan plagiat. Akuntabilitasnya akan menjadi nol.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketiga unsur ADA, MENGADA DAN PENGADA harus dimiliki seseorang. Tidak boleh hanya memiliki ADA sedang dirinya ternyata tidak MENGADA DAN PENGADA. Hal ini sama saja dirinya melakukan plagiat karene mengada-adakan karya orang lain dan diakuinya sebagai karyanya sendiri.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Plagiat adalah yang sangat tidak baik dikalangan para ilmuwan. Akan tetapi masih saja ada celah untuk melakukannya dan malah ada orang dengan gelar pengetahuan tinggi yang masih melakukan plagiat. Artinya perilaku plagiat tidak hanya dilakukan oleh orang biasa tetapi bisa saja terjadi pada orang berjabatan tinggi. Sehingga plagiat ini merupakan sifat manusia yang harus dihindari jauh-jauh.

    ReplyDelete
  52. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “jika kamu ingin mengenal dunia maka bcalah, tapi jika kamu ingin dikenal dunia maka menulislah”. Dengan tulisan yang kamu buat maka dunia mengenalmu, mengenal nama, mengenal karakteristikmu melalui tulisan itu. Karena tulisan itu mencerminkan dirimu. Jika kamu melakukan plagiat terhadap karya tulismu, maka kamu mengenalkan dirimu kepada dunia dengan karakteristik orang lain.

    ReplyDelete
  53. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ilmuan yang melakukan plagiat artinya dirinya tidak mengenali bahwa dirinya ada. Sebenarnya banyak sekali yang dapat mereka lakukan untuk mengadakan sesuatu yang mungkin ada dari mereka. Semoga dengan membaca elegi ini, kita dapat merefleksi diri kita dan membatasi diri agar tidak melakukan hal semacam itu. Karna bukan ilmuan jika dia masih melakukan plagiatisme

    ReplyDelete
  54. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Plagiat merupakan perilaku yang tidak terpuji. Ilmuwan plagiat adalah ilmuwan yang tidak mengenal dirinya sebagai ilmuwan ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal ilmuwan MENGADA dan ilmuwan PENGADA. Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mengenal dirinya sebagai guru ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal guru MENGADA dan guru PENGADA.

    ReplyDelete
  55. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dizaman yang semakin modern ini tuntutan hidup seseorang pun menjadi lebih banyak lagi. Oleh karenanya semakin banyak orang saat ini yang menghalal segala cara agar menjadi ADA. Mereka ingin menunjukkan eksistensinya tanpa kemampuan yang sebanding yang akhirnya menjadikan mereka mengambil jalan yang salah.

    ReplyDelete
  56. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kebanyakan yang mereka lakukan adalah memalsukan ataupun plagiasi hal-hal, hak-hak, teori-teori maupun ilmu-ilmu milik orang lain yang bukan asli dari mereka sendiri demi agar mereka terlihat ADA.

    ReplyDelete
  57. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Profesi apapun yang dijalankan seseorang harus ADA, MENGADA, dan PENGADA. Untuk menjadi seorang yang ADA, MENGADA, dan PENGADA dibutuhkan kerja yang ekstra keras. Seorang guru yang memalsukan PAK bisa menyebabkan seorang guru menjadi seorang yang bukan PENGADA walaupun dia ADA dengan ijazahnya sebagai seorang guru dan MENGADA dengan tetap mengajar, mendidik muridnya dikelas, menulis dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Hal inilah yang menjadi tantangan sebagai calon guru dimasa depan agar tetap bisa menjadi guru yang ADA, MENGADA, DAN PENGADA.

    ReplyDelete
  58. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi di atas, kita tahu bahwa mengenai mewabahnya budaya plagiat dalam dunia pendidikan. Sebagai seorang guru atau yang berprofesi apa saja kita tidak boleh melakukan plagiat. Plagiatisme merupakan salah satu tindak kecurangan. Dalam mencapai tujuan, tak jarang sebagian orang mengambil jalan pintas untuk mencapainya. Hal ini karena adanya rasa kemalasan tetapi ingin meraih hasil maksimal.

    ReplyDelete
  59. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di berbagai bidang, kita temukan budaya copy paste, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Mereka memanfaatkan karya-karya orang lain untuk dijadikan karyanya tanpa menuliskan referensi yang asli. Hal tersebut sungguh mencerminkan moral yang buruk.

    ReplyDelete
  60. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejatinya perbuatan plagiarisme akan menghilangkan keberadaaannya. Yang ada malah jadi semakin tiada. Jadi dengan perilaku plagiarisme sebenarnya akan membuat seseorang itu kehilangan dirinya dalam karya-karyanya. Perlu adanya suatu kesadaran dari masing-masing komponen pendidikan untuk selalu berkarya menggunakan ikhtiarnya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  61. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi yang dipaparkan diatas, ilmwuan plagiat dan guru pemalsu PAK bukanlah sesuatu hal yang patut untuk dibanggakan. Seorang ilmuwan yang memiliki berates-ratus karya atau bahkan segudang karya maka apabila ilmuwan tersebut melakukan plagiat sekali saja dalam karyanya, maka runtuh dan hancur semua karya-karya yang lain. Meskipun karya yang lain dibuat dengan usaha sendiri, akan tetapi jika tercoreng dengan adanya plagiat maka semua karya tersebut tidak akan diakui dan akan berakhir sia sia serta keeksitensian dari ilmuwan tersebut akan menurun bahkan menghilang dari dunia keilmuanan.

    ReplyDelete
  62. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberadaan guru pemalsu PAK telah menghilangkan kesan guru sebagai sosok teladan dalam dunia pendidikan dan sebagai agen-agen pencetus generasi emas penerus bangsa. Guru pemalsu PAK dapat memberikan pembelajaran secara tidak langsung kepada siswa mengenai berlaku curang. Oleh karena itu, dengan munculnya guru pemalsu PAK ini jangan heran jika siswa-siswa sebagai generasi emas penerus bangsa ini menjadi kebiasaan berlaku curang, contohnya mencontek dalam ujian.

    ReplyDelete
  63. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Mitos selalu berusaha mencelakakan logos, berbuat curang agar logos musnah. Dengan adanya Profesor Plagiat dan banyak Guru Pemalsu PAK. Adanya hal ini merupakan puncak gunung es dari fenomena yang sudah sejak lama melanda di Negara ini. Kecurangan sekecil apapun akan ditampakkan melalui Ruang dan Waktu yang sebetul-betulnya tidak pernah tidur. Ruang dan Waktu itu sebetulnya selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu. Maka biasakan isi hidup kita dengan melakukan kegiatan yang berfaedah. Biasakan berikhtiar dalam rangka menggapai sesuatu dengan disertai berdoa. Bersikap jujur dan tak pernah lupa untuk selalu beribah kepada Tuhan YME. Karena sesungguhnya ruang dan waktu akan memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun yang kita lakukan, dan ingatlah bahwa kita semua kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  64. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Dalam elegi ini, ditekankan mengenai ada, mengada, dan pengada. Pada dasarnya, kita ada, hanya terkadang kita tidak sadar akan keberadaan kita sehingga kita belum dapat menjadi pengada. Dikalatakan ilmu plagiat dan guru pemalsu PAK adalah ketika kita tidak menyadari keberadaan kita, kita tidak berkarya, kita tidak mengadakan sesuatu yang menjadikan kita pengada.

    ReplyDelete
  65. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Mitos selalu berusaha mencelakakan logos, berbuat curang agar logos musnah. Dengan adanya Profesor Plagiat dan banyak Guru Pemalsu PAK. Adanya hal ini merupakan puncak gunung es dari fenomena yang sudah sejak lama melanda di Negara ini. Kecurangan sekecil apapun akan ditampakkan melalui Ruang dan Waktu yang sebetul-betulnya tidak pernah tidur. Ruang dan Waktu itu sebetulnya selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu. Maka biasakan isi hidup kita dengan melakukan kegiatan yang berfaedah. Biasakan berikhtiar dalam rangka menggapai sesuatu dengan disertai berdoa. Bersikap jujur dan tak pernah lupa untuk selalu beribah kepada Tuhan YME. Karena sesungguhnya ruang dan waktu akan memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun yang kita lakukan, dan ingatlah bahwa kita semua kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  66. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Dalam elegi ini, ditekankan mengenai ada, mengada, dan pengada. Pada dasarnya, kita ada, hanya terkadang kita tidak sadar akan keberadaan kita sehingga kita belum dapat menjadi pengada. Dikalatakan ilmu plagiat dan guru pemalsu PAK adalah ketika kita tidak menyadari keberadaan kita, kita tidak berkarya, kita tidak mengadakan sesuatu yang menjadikan kita pengada.

    ReplyDelete