Sep 20, 2013

Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK




Oleh Marsigit

Paralogos:
Heem...tertegun aku menyaksikan kelakuan sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih. Dia tidak menyadari bahwa Paramitos selalu berusaha mencelakakannya. Apa haknya Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih sok mengatur dunia dan pemberi ilmu. Inilah buktinya sekarang telah tertangkap ada seorang Ilmuwan Plagiat dan tertangkap banyak Guru Pemalsu PAK. Pilu hatiku menyaksikan kejadian-kejadian itu. Saking pilunya hatiku maka hampir-hampir aku tak kuasa bicara apalagi menulis komen-komen pada Elegi-elegi. Pikiranku belum bisa menggapai batas hatiku, bagaimana seorang Ilmuwan tega melakukan plagiat dan seorang guru bisa memalsukan PAK untuk naik jabatan atau memperoleh sertifikasi guru. Wahai Antinomi, coba ceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan gonjang-ganjing ini?

Antinomi:
Wahai Paralogos, pengetahuanku itu setali tiga uang dengan pengetahuanmu. Selama ini memang kita telah memberikan keluluasaan dan kemerdekaan yang seluas-luasnya kepada sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih. Kiprah mereka yang terakhir di mulai dari Perlombaan Menjunjung Langit sampai kegiatan mengungkap Misteri Sang Konveyor dan Misteri sang Kanopi. Dalam hal tertentu aku sempat mengkhawatirkan sepak terjangnya, tetapi karena itu adalah hakekatnya maka Ruang dan Waktu sajalah yang akan memberi catatan dan penilaian.

Paralogos:
Bukannya dengan tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Para Guru Pemalsu PAK itu telah membuktikan bahwa Ruang dan Waktu telah memberikan catatan dan penilaiannya?

Antinomi:
Betul apa katamu wahai Paralogos. Tetapi aku juga ingin menyampaikan bahwa peristiwa tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK itu sebenar-benarnya adalah puncak gunung es dari fenomena yang sudah sejak lama melanda masyarakat dan bangsa ini. Itulah yang terjadi bahwa Ruang dan Waktu sebetul-betulnya tidak pernah tidur. Ruang dan Waktu itu sebetulnya selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu.

Paralogos:
Waha..kalau begitu apa sebetulnya fenomena yang selama ini terjadi?

Antinomi:
Itulah fenomenanya...yaitu pergulatan antara ADA, MENGADA DAN PENGADA. Peristiwa tertangkapnya Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK itu adalah puncak gunung es dari pergulatan antara Ilmuwan Ada, Ilmuwan Mengada, dan Ilmuwan Pengada; serta Guru ADA, Guru Mengada dan Guru Pengada.

Paralogos:
Waha...apakah fenomenanya bersifat tunggal atau plural?

Antinomi:
Fenomenanya bersifat plural, yaitu bahwa yang terjadi adalah pergulatan antara ADA, MENGADA DAN PENGADA itu bersifat plural. Maka dibawah gunung es itu ada pergulatan-pergulatan yang lain: pergulatan antara Doktor Ada, Doktor Mengada dan Doktor Pengada; pergulatan antara Dosen Ada, Dosen Mengada dan Dosen Pengada; pergulatan antara Lurah Ada, Lurah Mengada dan Lurah Pengada; pergulatan antara Guru Ada, Guru Mengada dan Guru Pengada; pergulatan antara Pejabat Ada, Pejabat Mengada dan Pejabat Pengada; pergulatan antara Presiden Ada, Presiden Mengada dan Presiden Pengada, pergulatan antara Mahasiswa Ada, Mahasiswa Mengada dan Mahasiswa Pengada; pergulatan antara Suami Ada, Suami Mengada dan Suami Pengada; pergulatan antara semua Ada, semua Mengada dan semua Pengada; dan pergulatan antara setiap Ada, setiap Mengada dan setiap Pengada.

Paralogos:
Heemmm...luar biasa kejadiannya. Aku sebagai Paralogos Sang Diraja nya para Logos saja sempat terlena tidak menyadari fenomena ini, apalagi para logos, apalagi para Bagawat, apalagi para Orang Tua Berambut Putih...Wahai para Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih..kesinilah..sudah saatnya engkau itu melakukan instrospeksi dan memperoleh input yang bermanfaat. Maka marilah kita dengarkan penuturan lebih lanjut dari Sang Antinomi ini. Wahai Sang Antinomi, coba terangkanlah apa sebetulnya yang dimaksud dengan ADA, MENGADA dan PENGADA itu?

Antinomi:
Sebetul-betul MENGADA adalah logos bagi dirimu. Jika ADA adalah tesismu maka MENGADA adalah anti-tesismu. Jika engkau telah mempunya MENGADA maka serta merta wujudmu akan berubah menjadi PENGADA. Janganlah engkau mengharap dapat menjadi PENGADA jika engkau tidak mempunyai MENGADA.

Paralogos:
Sebentar, jika engkau sebut tesis dan anti-tesis maka dimana sintesisnya?

Antinomi:
Jika tesisnya adalah ADA maka anti-tesisnya adalah MENGADA. Jika anti-tesisnya adalah MENGADA maka sintetisnya adalah MENGADA.

Paralogos:
Kalimatmu yang terakhir sangat sulit aku pahami.

Antinomi:
Itulah yang terjadi. Maka sebenar-benar MENGADA adalah sekaligus tesis, anti tesis dan juga sintesis. Sedang sebenar-benar PENGADA adalah anti-tesis dari MENGADA.

Paralogos:
Maksudnya?

Antinomi:
Tidak akan ada PENGADA jika engkau tidak MENGADA.

Paralogos:
Aku masih bingung.

Antinomi:
Itulah yang terjadi, yaitu bahwa PENGADA itu juga sekaligus tesis, anti-tesis dan juga sintesis.

Paralogos:
Baiklah bisakah engkau memberikan contoh konkritnya?

Antinomi:
Misal engkau adalah MAHASISWA yang sedang menempuh perkuliahan. Maka tanda-tanganmu dalam daftar hadir merupakan bukti bahwa engkau itu ADA. Sedangkan kegiatanmu mengerjakan tugas-tugas dari dosenmu itu menunjukkan MENGADA mu. Jika engkau telah membuat tugas-tugas maka itu bukti bahwa engkau telah menjadi PENGADA, yaitu pengada akan tugas-tugasmu.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Guru, maka Ijazahmu dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Guru ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu mengajar, menulis dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas itu menunjukkan dirimu sebagai Guru MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Guru PENGADA.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Doktor, maka Ijazahmu dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Doktor ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu menulis itu menunjukkan dirimu sebagai Doktor MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Doktor PENGADA.

Paralogos:
Apa ada contoh yang lain?

Antinomi:
Misal engkau adalah seorang Professor, maka SK Presiden dan penulisan gelarmu di depan namamu itu pertanda bahwa engkau Ilmuwan ADA. Sedangkan kegiatan-kegiatanmu menulis itu menunjukkan bahwa engkau Ilmuwan MENGADA. Jika engkau terbukti telah memproduksi tulisan-tulisanmu itulah maka engkau telah mewujudkan dirimu sebagai Ilmuwan PENGADA.

Paralogos:
Hemmm..kamudian apa masalahnya..bukankah kita sudah cukup bangga karena kita telah mempunyai ADA nya banyak Guru Profesional, ADA nya banyak Doktor, dan ADA nya banyak Ilmuwan?

Antinomi:
Sebentar dulu. Sebuah karya mu itu adalah ADA bagi karya mu. Dan keberadaan sebuah karyamu itu belum tentu MENGADAKAN ..ADA Dirimu dan ADA diri yang lainnya. Jika karyamu itu adalah PLAGIAT atau PALSU maka karyamu itu bukanlah suatau PENGADA mu. Maka sebuah karya mu itu bisa terancam menjadi mitos dan MENIADAKAN dirimu, yaitu jika engkau merasa puas hanya membuat karya-karya PLAGIAT dan memalsukan PAK. Maka nasib dari sebuah karyamu itu persis seperti nasib dirimu yang tidak mengetahui ADA, MENGADA dan PENGADA. Itulah bahwa PLAGIAT itu adalah perilaku sang Paramitos yang mengancam keber ADA mu sebagai Ilmuwan. Itulah bahwa kegiatan memalsukan PAK adalah perilaku sang Paramitos yang mengancam keber ADA mu sebagai Guru. Jika keber ADA mu terancam maka terancam pula MENGADA mu dan PENGADA mu.

Paralogos:
Kemudia bagaimana solusinya?

Antinomi:
Tiadalah ADA dirimu itu tanpa MENGADA dan PENGADA. Maka agar engkau tetap ADA tidak ada jalan lain bagi dirimu untuk selalu MENGADA. Jika engkau telah MENGADA maka PENGADA akan selalu meyertaimu. Tiadalah Ilmuwan ADA tanpa Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA. Maka jika ingin tetap menjadi Ilmuwan ADA, tidak ada jalan lain kecuali harus tetap menjadi Ilmuwan MENGADA. Jika engkau telah menjadi Ilmuwan MENGADA maka Ilmuwan PENGADA akan dengan sendirinya menyertaimu. Tiadalah Guru ADA tanpa Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Maka jika ingin tetap menjadi Guru ADA, tidak ada jalan lain kecuali harus tetap menjadi Guru MENGADA. Jika engkau telah menjadi Guru MENGADA maka Guru PENGADA akan dengan sendirinya menyertaimu.

Paralogos:
Apakah aku dapat menyimpulkan bahwa sebenar-benar Ilmuwan ADA adalah Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA sekaligus? Dan sebenar-benar Guru ADA adalah Guru MENGADA dan Guru PENGADA sekaligus?

Antinomi:
Cerdas pula engkau itu. Itulah harapanku bahwa engkau sebagai partnerku akan selalu bisa memahami dan menyimpulkan fenomena yang ada. Sangat tepatlah kesimpulanmu itu bahwa Ilmuwan ADA itu adalah sekaligus Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA. Dan Guru ADA itu adalah sekaligus Guru MENGADA dan Guru PENGADA.

Paralogos:
Sebentar, jangan ditutup dulu. Bukankah di awal pembicaraan kita engkau telah menyebut Ilmuwan PLAGIAT dan Guru Pemalsu PAK? Lalu apa maknanya?

Antinomi:
Ilmuwan PLAGIAT adalah Ilmuwan yang tidak mengenal dirinya sebagai Ilmuwan ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mampu mengenal dirinya sebagai Guru ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal dirinya sebagai Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Kegiatan memalsukan karya tulis apakah itu oleh seorang Ilmuwan Plagiat dan memalsukan PAK oleh seorang guru adalah kegiatan memalsukan dirinya sebagai MENGADA. Itulah peran dan jasa Ruang dan Waktu yang tidak akan pernah lalai mencatat segala perbuatan manusia, bahwa sebenar-benar keber ADA annya adalah SAKSI bagi MENGADA nya. Tidak hanya itu, maka segala YANG ADA dan YANG MUNGKIN ADA juga menjadi SAKSI bagi keber ADA annya dan ke MENGADA nya.

Paralogos:
Kalau begitu apakah Ilmuwan ADA tidak harus menjadi Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Dan Guru ADA tidak harus menjadi Guru MENGADA dan Guru PENGADA?

Antinomi:
Tidak mengenal itu tidak berarti tidak ada.

Paralogos:
Lho mengapa?

Antinomi:
Itulah kelihaian dan kelembutan Paramitos. Paramitos itu pulalah yang selalu mengajakmu menyesatkan mereka untuk berhenti hanya sebagai Ilmuwan ADA dan Guru ADA saja. Padahal jika hanya sebagai Ilmuwan ADA atau Guru ADA saja, maka akan terancam sebagai Ilmuwan TIDAK ADA dan Guru TIDAK ADA. Jika telah muncul Hukuman ADA atau Pemecatan ADA, maka Hukuman dan Pemecatan MENGADA akan segera MENIADAKAN Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK. Maka akan terasa pedih dan perih hukumannya bagi orang-orang yang di anggap TIDAK ADA. Padahal perjuangan mereka masih sangat banyak dan sangat panjang. Maka mereka akan sebenar-benar menjadi Ilmuwan ADA jika mereka selalu berjuang untuk menjadi Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA, yaitu dengan memproduksi karya-karyanya yang sesuai dengan hakekat ADA, hakekat MENGADA dan hakekat PENGADA dari segala sesuatu yang ADA dan yang MUNGKIN ADA. Mereka juga akan benar-benar menjadi Guru ADA jika mereka selalu berjuang untuk menjadi Guru MENGADA dan Guru PENGADA dengan cara memproduksi karya-karyanya yang sesuai dengan hakekat ADA, hakekat MENGADA dan hakekat PENGADA dari segala sesuatu yang ADA dan yang MUNGKIN ADA di dunia Pendidikan.

8 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil makna bahwa perbuatan plagiat akan menghilangkan keberadaannya. Dengan plagiat sebenarnya seseorang telah kehilangan dirinya dan karya – karyanya yang asli. Sungguh sangat prihatin ketika banyak menemukan plagiat, bahkan jika plagiat tersebut dilakukan oleh ilmuwan. Ilmuwan seperti profesor, bahkan mungkin guru juga merupakan panutan bagi orang untuk mengembangkan ilmunya. Alangkah menyedihkan jika mereka melakukan plagiat yang akan mematikan kreatifitas mereka. Menyedihkan jika jabatan yang sudah mereka miliki harus tercoreng karena perilaku plagiat.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Perlu usaha yang keras agar kita bisa menjadi ADA, MENGADA, dan PENGADA. Hal ini memang tidak mudah, namun kita dapat mengusahakannya. Untuk mencapai hasil yang maksimal maka kita harus melakukan tiga hal tersebut karena memang itu adalah syarat untuk mencapai hasil yang maksimal.
    Mari berusaha untuk menjadi ADA, MENGADA, dan PENGADA.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Ruang dan Waktu tidak pernah tidur dan selalu memberikan catatan dan penilaian terhadap apapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya bagi orang-orang yang ikhlas dan berpikir kritislah yang mampu membaca catatan dan penilaian yang dilakukan oleh Ruang dan Waktu. PLAGIAT adalah yang tidak mengenal dirinya sebagai ADA maka juga tidak mengenal MENGADA dan PENGADA? Oleh karena itu, jadilah guru yang ikhlas hati dan pikiran, inovatif, kreatif, kritis, serta memegang teguh kode etik guru.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    banyak macam jenis plagiat yang terjadi saat ini. hal ini mungkin disebabkan oleh kurang nya kreativitas untuk menciptakan sesuatu hal yang baru. sebenarnya dalam hal ini peran guru sangat besar, yaitu guru dapat menghentikan hal-hal semacam ini dengan membiarkan anak-anak untuk mengembangkan ide-ide mereka sendiri. dimulai dari pendidikan dasar. jika mereka mampu untuk kreatuif, tentu hal ini tidak akan terjadi.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Perilaku plagiat adalah perilaku yang tidak terpuji, dimana perilaku ini sama halnya mengambil hak orang lain dan mengklaim menjadi hak pribadi kita. Plagiat mempunyai jenis-jenis tertentu dan memiliki tingkat plagiat tertentu, kadang kala kegiatan ini secara tidak langsung kita lakukan. Di tingkat yang paling rendah plagiat memiliki nilai positif dimana kita memplagiatkan cara belajar seseorang untuk kemajuan diri sendiri.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Orang yang melakukan plagiat disebut pengada. Plagiat bukanlah pilihan yang tepat. Menulis memang terasa sangat sangat sulit ketika kita belum terlalu sering menulis. Padahal bagi ilmuan dan dan guru tulisan merupakan bukti keilmuan mereka. Dengan adanya tulisan yang bagus dan bermanfaat, nama mereka diakui dan dikenal. Tapi, menurut saya, bukan juga dengan cara tidak baik kita mendapatkan prestasi tersebut. Bukan dengan tidak menjaga nilai-nilai kehidupan supaya dapat menggapai kesuksesan di dunia. Lebih baik mengambil dan melakukan hal baik walaupun kita menjadi orang biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hidup itu selayaknya bermanfaat bagi orang lain bukan tidak bermanfaat bagi orang lain. Plagiat dan pemalsuan adalah suatu kejadian yang sering terjadi pada dunia sekarang. Karena yang mereka pikirkan adalah hanya sebuah ADA dan tidak memikirkan PENGGADA dan MENGGADA juga ambil bagian dari hidupnya ADA. Sebagai manusia / masyarakat yang baik adalah apabila kita ADA dan kita juga harus memiliki MENGGADA dan PENGGADA. Itulah kehidupan yang bermakna.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Obyek filsafat mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. Segala yang ada dan mungkin ada akan selalu melalui proses ADA, MENGADA, dan PENGADA. Tetapi terkadang, manusia mengabaikan hakekat ada, mengada dan pengada pada dirinya (sebagai contoh, ilmuwan plagiat dan guru pemalsu PAK pada elegi ini). Untuk menunjukkan bahwa kita itu ada, maka kita hendaknya mengada dan menjadi pengada. Mengada adalah melakukan sesuatu yang dapat membuat seseorang itu dianggap ada. Dengan mengada, maka orang tersebut berarti sudah menjadi pengada. Siapapun orang itu, dia harus melakukan mengada dan menjadi pengada agar ia menjadi ada. Tapi janganlah hanya ingin menjadi ada, tanpa disertai mengada dan menjadi pengada. Pada elegi ini dapat kita garis bawahi, bahwa kasus plagiat dan pemalsuan PAK yang saat ini sering terjadi, dikarenakan ilmuwan dan guru hanya fokus untuk dianggap ada, tetapi tidak mau mengada dan menjadi pengada. Sungguh suatu kesalahan, mereka ingin dianggap ada tapi tidak mau menjadi pengada dan mengada. Semoga kita terhindar dari sifat-sifat buruk tersebut. Amin…

    ReplyDelete