Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Sastra




Oleh Marsigit

Petunjuk:
Salah satu cara memahami Elegi Menggapai Sastra ini adalah janganlah dipaksakan untuk memahami jikalau dirasakan sulit, karena tujuan dari elegi ini memang bukan untuk memperoleh pemahaman pembaca tentang elegi ini, sampai saatnya dibuka misterinya oleh penulisnya. Salah satu tujuannya adalah agar memberikan referensi bahwa jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita. Ternyata kita juga menjadi sadar bagaimana jadinya jika Tuhan YME berkehendak menyembunyikan misteri Nya. Maka tiadalah orang dapat mengetahui kecuali atas ijin Nya. Itulah pelajaran kita bahwa sehebat dan setinggi manusia maka dia tetaplah si tidak sempurna. Sedangkan manfaat dari elegi ini adalah bisa juga sebagai pembanding agar elegi-elegi yang lain itu menjadi mudah adanya. Bukankah kita juga telah menemukan bahwa tidaklah setiap pertanyaan itu memerlukan jawaban? Seperti itulah kira-kira elegi ini dibuat. Maka bacalah elegi-elegi yang lain.Amiin.



Astoras:
Oim wau lha toi dza noi ndir na na kun tak da min dhuta antha phada nya tha kah lauwa dhat mir bingalawaihdur ronthakamaluhawatakamini phidhitnitipanyatkaha nauna andhamkabi.

Tskimi:
Adaumpet pinuleng mighab wiskutha anasa pikena norananci noradal nirboda syamsomi pomirang lakuwa nderzo lampuhma sparatul trusna jwoi nderzzo idir. Makna rastra kang atiwi askara jra ngak lawa wang wung akohit rastra.

Gilire:
Ita hisa mrang mudida. Tan ngindate asra. Mbahta arsa rangku negume. Kabek ngeli nal aron lila. Hiwed karen inglelawer thibhan. Srawendah nepati ngista gnaka samha gusih. Osik yalmu ntawring capitu asara. Mengrah dadimu nyemlanging warima. Ywa nggalakatune nispeti.

Talfasif:
Ajasnite kahika musbangare ojre nat ngindate. Bhohone ngat beto nat ngandite. Kattira hatusu acra ngotawu mothade adas monane. Njabure njebik laa reben shala.

Himilah:
Olah kipri kacoka ngrip tamoda. Sisipen lunduha ngrim nakahan. Ndakoping lungkupa ngadat. Ngampotil nyusunya ngadat. Taptaping ngahalo ngadat. Pepunute ta kunklud ngadat. Njabunjare angroti jrinong mosista.

52 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Seperti yang telah diungkapkan, elegi ini memang penuh misteri. Namun, kita memang tidak disuruh untuk memahaminya. Meskipun demikian, kita juga tidak akan mampu untuk memahaminya kecuali jika sang penulis sendirilah yang mengungkapkannya. Jika manusia saja dapat membuatnya, apakah kita masih meragukan ke-Maha Besar-an Allah SWT. semua ilmu-Nya yang ada di dunia hanya ibarat setetes air di seluruh samudra. Banyak sekali misteri yang tersembunyi. Dan kita sebagai hamba yang beriman, tentunya tidak akan mampu memahaminya, yang dapat kita lakukakan hanya menerima dan meyakininya. Selain itu, elegi ini dapat digunakan sebagai pembanding. Yahh, betapa bersyukurnya kita karena elegi-elegi yang lain ditulis dengan bahasa yang dapat kita mengerti. Kita hanya berusaha untuk memahaminya dan mengambil pelajaran darinya. Jika tidak dapat memahami, kita bisa membacanya sekali, dua kali, tiga kali, dst. Bagaimana jadinya jika semua elegi ditulis seperti pada elegi di atas??? mungkin kita hanya akan lebih mengeluh dan mengeluh lagi.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, dapat dikatakan bahwa dalam hidup ini ada suatu yang dapat kita gapai, namun ada pula yang tidak dapat kita gapai. Misteri adalah sesuatu dalam hidup yang tidak dapat kita gapai, tidak mampu kita pecahkan. Ya salah satunya adalah elegi ini. Sangat rumit dan sulit karena tidak setiap orang mampu mengartikannya. Dibutuhkan suatu ilmu atau kunci tersendiri untuk memecahkannya dan pada akhirnya saya adalah golongan orang yang belum mampu menemukan kunci untuk memaknai elegi ini karena diatas langit masih ada langit lagi yang berarti kita tidak boleh sombong karena setinggi – tingginya manusia tetaplah ia tidak sempurna.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ini saya memahami bahwa suatu hal tersembunyi merupakan hal yang tidak mudah. Tidak semua pertanyaan itu memerlukan jawaban. Tidak semua kalimat yang kita baca harus kita tahu makna yang tersembunyi jauh di dalamnya. Elegi memang sulit untuk dipahami. Oleh karena itu butuh waktu untuk dapat memproleh sudut pandang yang tepat dalam memahami elegi tersebut. Allah memberikan kita hal yang sulit sehingga kita tidak dapat memecahkannya agar kita bersyukur dan ingat bahwa betapa banyak kemudahan yang telah Allah berikan sebelumnya. Oleh karena itu di sini saya masih dalam proses memahami apa yang ada di elegi-elegi selanjutnya saya baca.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Setiap manusia mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda – beda. Satu hal bisa di interpretasikan secara berbeda – beda. Tergantung dari ilmu dan pengalaman yang telah di milikinya. Pun jika Tuhan berkehendak dalam menciptakan takdir, manusia bisa saja mempunyai pemahaman yang berbeda – beda. Satu kejadian yang sama terjadi pada dua manusia, bisa saja yang satu sangat bersyukur dan bisa saja yang satu berkeluh kesah

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    kadang memahami sesuatu itu butuh proses.. maka ketahuilah bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. mungkin elegi ini belum bisa kita pahami saat ini, tapi siapa yang akan tahu bahwa besok kita malah akan memahami nya.,

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bahasa adalah misteri yang terkadang sulit dipahami. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah bagian dari misteri. Setinggi-tingginya manusia dan sehebat-hebatnya manusia tidak akan mampu mengungkap misteri, karena hanya Alloh SWT Yang Maha Tahu lagi Maha Sempurna.

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Elegi kali merefleksikan bahwa di dunia ini ada sedikit sekali yang dapat kita pahami itupun karena kehendak Allah SWT. Walau kita adalah makhluk yang paling sempurna namun ketika berbicara tentang yang ada dan mungkin ada, kita termasuk makhluk yang mempunyai pemahaman yang sedikit sekali karena terikat oelh ruang dan waktu dimana ada suatu ketika yang tidak akan bisa kita pahami namun hanya bisa kita percaya dan yakini bahwa itu semua karena kehendak Allah YME.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dunia sastra sangatlah berbeda dengan yang lain cara kita mempelajarinya. Sastra bukanlah sebuah ilmu tapi untuk mempelajari sastra membutuhkan ilmu. Sastra merupakan cerminan masyarakat dalam kehidupannya. Sedangkan filsafat itu adalah sumber dari segala ilmu. Sehingga mau tidak mau, sastra harus mengenal filsafat. Sedangkan, menurut spiritualnya, Allah adalah pemilik dari segalanya, berarti disini Allah adalah pemilik ilmu. Sehingga, untuk memperoleh sastra dalam filsafat, semua kita kembalikan kepada yang maha memiliki ilmu. Manusia itu hanya makhluk dengan segala keterbatasannya. Dan, sesungguhnya filsafat dan sastra itu adalah hal yang sulit dipisahkan, karena keduanya saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam menjalani hidup kita mengkin pernah menemui sesuatu yang sulit. Keadaan dimana kita tidak mampu memahami suatu yang sedang dihadapi. Terus dengan itu apa yang haruskita lakukan, berdasarkan elegi ini semakin menyadarkan kita bahwa manusia adalah hamba-Nya yang memiliki keterbatasan. Kita patut bersyukur karena tidak semua hal yang kita rasa sulit itu sebenar-benarnya sulit. Pada waktunya nanti kita akan memahaminya dan mungkin mendapatkan cara penyelesainnya. Kita patut waspada karena tidak ada yang tahu misteri yang Ilahi simpan rapat-rapat.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala sesuatu dalam hidup ini dapat terjadi atas kehendak Allah SWT. Sangat banyak hal yang tidak diketahui manusia dalam hidup ini, itu semua karena keterbatasan dan ketidaksempurnaan manusia. Begitu juga dengan tidaklah semua pertanyaan memerlukan jawaban. Setiap pertanyaan memang pasti ada jawabannya. Tapi dikarenakan keterbatasan pikiran dan pengetahuan manusia, kita tidak mampu menjawab semuanya. Karena jika dipaksakan, bisa saja itu bukan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Apa yang diketahui manusia tentang segala yang ada dan mungkin ada di dunia ini sangat-sangat sedikit. Hanya Allah SWT lah yang Maha Mengetahui, yang mampu menjawab semua pertanyaan.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bahasa dan sastra memiliki peran untuk mentransformasikan pikiran seseorang kepada orang lain, termasuk dalam filsafat. Layaknya Analog, univokal, ekuivokal, struktur, lambang, semnatik, dan tautologi unsur bahasa yang juga terkandung dalam filsafat dan unsur semantik yang digunakan dalam elegi-elegi ini. Kita memang tidak dituntut untuk memahami elegi-elegi ini, tetapi adalah untuk terus belajar dan menyadarkan pada diri kita semua bahwa filsafat itu mendarahdaging dalam setiap sendi kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Memang betul setelah membaca elegi mengapai sastra ini kita akan mengalami kesulitan dalam memahaminya sebagaimana telah di jelaskan di awal bahwa janganlah dipaksa untuk memehami lelegi ini karena elegi ini penuh misteri. Akan tetapi saya menjadi epnasaran apa maksud dan tujuan dari di tulisanya elegi ini sehingga kita yang membacanya sangat kesulitan dalam memahaminya. Biarkanlah misteri ini akan terjawab sendirinya, dan akan di buka oleh penulisnya sebagai mana mestinya nanti.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kapan tibanya hari kiamat? Tidak ada yang tahu kecuali Allah. Ya, seperti itulah elegi ini, tidak ada yang tahu maknanya kecuali sang penulis. Tidak semua pertanyaan kita membutuhkan jawaban, yang dapat kita lakukan adalah berikhtiar memberikan yang terbaik dalam segala urusan dunia dan bekal akhirat kita. Apakah semua yang kita lakukan mampu membawa kita ke surga? Tidak ada yang tahu kecuali Allah.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Terdapat banyak bahasa di Indonesia ini. Namun tidak semua dari kita menguasai semua bahasa tersebut. Namun pemesatu bahasa adalah bahasa Indonesia. Begitu juga elegi ini, memiliki bahasa tersendiri. Dimana hanya sang pembuat tulisan dan seseorang yang mengerti bahasa tersebutlah yang mengetahui maksud tersirat di dalamnya. Mengapa demikian.? Karena tidak semua orang harus mengetahui diluar kehendak dari si penulis.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi yang sulit ditambah sastra yang rumit. Penuh makna-makna kiasan dan tersirat. Filsafat memanglah topik yang berat. Sulit untuk kita memahami bila hanya sebatas membaca tanpa mengkajinya lebih dalam.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sastra adalah hasil karya manusia, dan yang bisa memahami adalah orang yanag membuatnya dan orang yang satu airan dengannya orang lain pun belum tentu dapat memahaminya, karena keterbatasan yang mereka miliki. Namun jika dapat mengatasi keterbatasan yang ada, kita dapat memahaminya dengan baik.

    ReplyDelete
  17. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    sastra, yang terlintas dalam bayangan saya adalah karya sastra seperti puisi, pantun, cerita fiksi, dsb. memang apa-apa yang disampaikan dengan sastra lebih sering mempunyai arti yang banyak atau multi tafsir. sehingga sastra kadang sulit dipahami secara langsung. seperti elegi ini, untuk memahami elegi ini hendaknya membaca elegi-elegi yang lain sebagai referensi. mungkin disini juga tersirat makna bahwa suatu pemahaman tidak bisa ditempuh secara instan, melaikan perlu adanya proses yang dilalui untuk mendapatkan pemahaman tersebut.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sastra itu memiliki makna dan tujuan maksud yang berbeda. Sastra diciptakan bisa saja memiliki arti dari segi mistik, religi, filsafat, ilmiah, dst. Kita sering mendengar satra tapi kita hanya mengetahui yang terbatas atau belum semuanya. Karena belajar tentang sastra tidaklah mudah, terutama untuk seseorang yang terbiasa dengan hal-hal yang bersifat eksak.

    ReplyDelete
  19. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    elegi menggapai sastra ini, menunjukkan bahwa ada banyak hal yang belum kita ketahui atau tidak bisa kita pahami. Seperti yang tertulis pada petunjuk yang tertulis dalam tulisan di atas, jika kita berkehendak, kita dapat menyembunyikan pikiran-pikiran kita dalam kalimat-kalimat kita. pun ketika Tuhan berkehendak menyembunyikan misteri-Nya tiada lah yang bisa mengetahui kecuali atas izin-Nya. Setinggi dan sehebat apapun ilmu pengetahuan kita, tak akan dapat disebut sempurna. Ilmu disampaikan menggunakan sastra, sedang sastra itu tak terbatas adanya.

    ReplyDelete
  20. Manusia memang jauh dari sempurna tetapi manusia mempunyai bentuk yang sempurna. Seperti limit x mendekati c maka manusia hanya mempunyai keinginan untuk mendekati sempurna tetapi tidak dapat sempurna. Bahwa pengetahuan yang saya miliki barulah sedikit dari banyak pengetahuan yang ada. Bahwa saya manusia yang penuh keterbatasan. Yang perlu manusia lakukan agar dapat mendekati kesempurnaan adalah banyak-banyak bersyukur atas apa yang telah Allah karuniakan padanya. Bukan melihat kekurangan dan berusaha untuk menutup-nutupinya.

    ReplyDelete
  21. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Alhamdulillahirobbil alamiinn.... puji syukur ke pada Allah SWt Than yang maha kuasa yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Kami ingin mengatakan bahwa, sehebat hebatnya manusia pasti dia tetap tidak sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah. begitu pula pengetahuan merupakan milik Allah. Manusia tidak akan mengetahui apapun tanpa adanya izin dari Allah, walau sekuat apapun seorang berusaha namun bila tidak diizinkan Allah maka tidak akan ada hasilnya. Maka dari itu, mari kita selalu berdo’a berserah diri mengharap ridhonya agar selalu diberikan kelancaran dalam segala hal dan mendapat ridhonya. Amiiiiinnnn..

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Perbedaan tentang pemahaman suatu fenomena di masyarakat sudah menjadi hal yang lumrah. Tak ada satu orangpun yang sama di dunia ini. Setiap dari kita adalah individu yang unik yang senantiasa memiliki persepsi, pemikiran dan pendapat berbeda dalam memandang satu hal yang sama. Bila hidup adalah sebuah seni persepsi (memandang), maka persepsi masing-masing orang memiliki andil dalam menangkap dan menafsirkan suatu fenomena, demikian juga dengan perbedaan pendapat. Berbeda pendapat normalnya tidak selalu berujung pada perpecahan. Mungkin argumen dari lawan bicara justru dapat dipandang sebagai tambahan khasanah informasi bagi kita.

    ReplyDelete
  23. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Munculnya perbedaan pendapat dalam setiap interaksi sosial dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain sifat dasar manusia sebagai individu yang unik yang tidak pernah sama dengan individu lainnya. Pengalaman masing-masing manusia dalam kehidupan akan membentuk suatu karakter pribadi yang kemudian menjadi penegas perbedaan antar individu. Di samping itu, terdapat pula beberapa spektrum perbedaan yang sifatnya sekunder seperti keyakinan, pendidikan, pendapatan/pekerjaan, hingga asal daerah. Luasnya spektrum perbedaan ini akan membuat perbedaan pendapat bisa saja terjadi antara kawan kerabat dan handaitaulan, antara atasan dan bawahan, antar pasangan, bahkan antar anggota dalam suatu organisasi, dengan kata lain perbedaan menjadi dimensi yang senantiasa hadir dalam keseharian kita, perbedaan menjadi tidak bisa dilepaskan dari peri kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ranah 'Orang Seni' tidak selalu menyajikan yang terlihat instan wah dan indah, terkadang mempunyai titik yang menambah rasa indah itu sendiri, dan itulah konsep yang dibuat untuk memunculkan dan memungkinkan seorang terus menggali dan menemukan hal baru dari hal yang biasa. Terkadang orang menganggap biasa, namun ia akan menemukan titik titik yang tak dilihat sebelumnya.
    Kami jadi teringat dalam masalah sastra, kitab-kitab para ulama titis namun terus bernilai meski terus digali orang setelahnya. Bahkan datang dengan berjilid-jilid penjelasannya.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sama seperti rekan-rekan yang lain sayapun tak memahami dan tak saya paksakan untuk memahaminya. Biarkan suatu saat misteri ini akan terungkap. Mungkin begitulah sastra tak harus secara huruf per huruf kita tahu terjemahannya. Seperti dalam Al-Quran Allah SWT merahasiakan makna alif lam mim, yasin, shad, nun, dan beberapa mafatihussuwar yang lain. Wallahu a'lam bishawwab

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Manusia memanglah makhluk yang paling sempurna, namun bukan berarti dia sempurna. Sehebat dan setinggi manusia maka dia tetaplah tidak sempurna. Tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban, itulah kemampuan manusia, selalu ada batasnya, oleh karena itu dia dianggap tidak sempurna.

    ReplyDelete
  27. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam 'Elegi Menggapai Sastra' ini saya memahami bahwa kita sebagai manusia tidak perlu memksakan diri untuk memahami apa yang benar-benar sulit untuk dipahami. Manusia hanyalah manusia. Manusia memiliki keterbatasan. Apabila kita sudah diambang keterbatasan, yang perlu dilakukan adalah berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  28. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mungkin benar, jangan dipahami jika dirasa sulit. Selain bahasa indonesia yang digunakan Bapak untuk menulis elegi ini saya tidak dapat memahami apa yang ada didalam elegi ini. Hanya pelajaran yang saya dapatkan adalah selalu percaya kepada Tuhan YME bahwa apa yang telah direncanakan-Nya adalah yang terbaik. Karena satu tahun kemudian, satu bulan kemudian, satu minggu kemudian, satu hari kemudian, satu jam kemudian, satu menita kemudian, satu detik kemudian, bahkan sepersekian detik kemudian kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Diungkapkan sebelum dimulainya diskusi diatas, bahwa elegi ini penuh dengan misteri. Maka kita harus banyak-banyak berdo’a dan belajar agar misteri dalam elegi ini cepat terbuka. Pasti didalamnya terdapat ilmu yang dapat kita ambil. Elegi ini digunakan sebagai pembanding elegi-elegi yang lain agar elegi-elegi yang lain menjadi mudah untuk dipahami. Seperti dalam kehidupan kita, kita melakukan hal-hal yang tidak mudah agar kelak jika kita mendapati hal-hal yang lebih mudah kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    memahami elegi ini cukup sulit bagi saya, namun saya percaya pada Alla SWT yang maha kuasa, semoga misteri yang ada dalam elegi ini bisa terbuka karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi didepan.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari sekian elegi, elegi ini lah yang paling mudah. Karena saya tidak diberikan kewajiban memahaminya. Namun, namanya juga manusia yang punya rasa penasaran. Tetap saja ingin tahu apa maksud tulisan ini. Meskipun google juga tidak dapat menemukan tulisan lain yang isinya serupa dengan yang ada dalam tulisan ini. Jika diperhatikan dari bunyinya jika tulisan ini dibunyikan, seperti bahasa sastra Hindu. Namun itu hanya dugaan saya saja. Saya juga tidak tahu bahasa Hindu.

    ReplyDelete
  32. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. sastra merupakan bahasa yang indah. Untuk memahami sastra tidak dapat hanya dilihat kata per kata. Memahmi sastra harus dipahami makna di setiap kata. Jika tidak mampu melihat makna di balik kata yang ditulis, jangan coba-coba memahami sastra. Sebab jika diartikan oleh yang tidak mampu memahaminya akan menimbulkan kekeliruan yang bisa merusak sastra itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saat ini saya belum bisa memahami makna elegi menggapai sastra ini. Saya pun tidak akan memaksakan diri saya untuk memahaminya. Semoga suatu saat nanti, kita semua bisa memperoleh pemahaman atas elegi ini.

    ReplyDelete
  34. Muhammad Nur Fariza
    143401241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tak semua hal dapat diterjemahkan dengan tepat oleh seseorang. Ketidak tepatan itu memunculkan misteri. Dari misteri itu muncul kesadaran akan keterbatasannya. Semoga suatu saat di waktu yang tepat hal yang berupa misteri itu menghadirkan jawabnya saat sudah mencukupi.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sehebat hebat apapun manusia pasti dia tetap memiliki ketidaksempurnaan karena kesempurnaan itu hanya milik Allah. Begitu pula pengetahuan sejaitnya merupakan milik Allah. Manusia tidak akan mengetahui apapun tanpa adanya izin dari Allah. Walau sekuat apapun seorang berusaha namun bila tidak diizinkan Allah maka tidak akan ada hasilnya.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Suatu usaha yang dipaksakan hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, saya menunggu tabir di balik elegi ini, karena sejujurnya saya belum bisa memahami makna dari elegi di atas.

    ReplyDelete
  37. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang telah dijelaskan dari awal pada petunjuk elegi ini, bahwa jangan dipaksakan untuk memahami elegi ini, karena isi dari elegi ini hanya dipahami oleh Bapak Marsigit selaku pembuat elegi ini. Dan petunjuk pada elegi ini dapat dijadikan petunjuk untuk membaca elegi yang lain bahwa jangan dipaksakan untuk memahaminya, yang penting adalah kita mendapatkan referensi tertentu dan memicu kita untuk lebih giat dalam mencari referensi lain.

    ReplyDelete
  38. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam setiap kita melakukan sesuatu pasti ada hal yang dapat dicapai. Namun yang dicapai itu bahkan bisa berupa atau masih berupasebuah misteri. Seingga dalam memaknainya atau mencarinya memerlukan ilmu yang lebih tinggi untuk memaknainya. Seperti dalam elegi ini yang begitu misteri dengan bahasa yang sangat tidak mudah dicerna mungkin ada makna yang baik di dalamnya. Munkin salah satunya carilah ilmu dari berbagai sumber unutk membantun menjelaskan tulisanku ini.

    ReplyDelete
  39. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat_D pps16

    Sedalam dalam lautan orang tau sedalam dalam pikiran siapa tau. Hidup ini adalah misteri. Jangankan hidup pikiran seseoramg saja merupakan misteri bagi orang lain. Tidak ada yang tau apa yang dipikirkan orang lain apa yang dikehendakkan orang lain. Apalagi kehendak Allah SWT, tidak ada yang bisa menjangkaunya. Maka kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar agar dpermudah segala jalan kita.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Berdasarkan elegi menggapai sastra ini, kita tahu bahwa manusia tidak bisa mengetahui segala hal tentang yang ada di dunia ini. Sekeras-kerasnya kita berusaha, jika Allah belum mengizinkan jalan kita untuk dapat memahami sesuatu maka hal yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha dan berdoa saja.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Anak SD yang diminta membaca bacaan anak SMP akan menganggap bahwa bacaan tersebut tidak berate dan tidak akan bisa dipahami. Seorang yang tidak bisa bahasa Thailand dan tidak pernah mengeyam banyak pengetahuan, tiba-tia diminta membaca tulisan thailan maka ia tetap tidak bisa memahaminya. Akan tetapi jika seseorang mempunyai cukup ilmu dalam memahaminya maka kemungkinan ia bisa memahami apa yang ada di tulisan tersebut.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Saya setuju jika memahami elegi elegi dan filsafat itu sebenarnya sulit, terkadang apa yang kita maksut berbeda dengan orang lain, karna memang hakekat filsafat adalah apa yang ada pada dirimu sendiri, dimana setiap orang pasti memiliki perbedaan dan keunikannya masing masing. Dalam kehidupan ini , ada sesuatu yang dapat kita capai namun ada pula yang tidak, namun jika kita berkehendak , kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata kata atau kalimat.

    ReplyDelete
  43. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui tulisan ini,menyadarkan saya bahwa sungguh ternyata mempelajari sastra itu tidak mudah. Tidak pantas ketika kita merasa cukup memiliki banyak ilmu, karena ternyata masih banyak hal kita tidak tahu dan bahkan kita tidak dapat memahaminya seperti elegi menggapai sastra ini. Untuk itu, sebagai orang yang terdidik seharusnya rajin dalam membaca, baca, baca dan membaca

    ReplyDelete
  44. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Setelah membaca tulisan tersebut, sesungguhnya saya masih belum bisa memahaminya karena setiap kata memang perlu dicermati dan diresapi. Ternyata mempelajari sastra itu tidak lah mudah.

    ReplyDelete
  45. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini merupakan elegi yang sangat sulit untuk saya pahami. Memang hidup ini penuh misteri, termasuk dalam elegi ini. Inti dari elegi ini pun masih menjadi misteri bagi saya.

    ReplyDelete
  46. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca elegi ini ternyata memang sulit untuk dipahami. Hanya sang penulis yang dapat memahami isinya. Artinya jika kita punya kemauan maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata. Jadi jika Allah SWT yang berkehendak maka pasti akan terjadi. Sehingga kita harus memperbanyak ibadah untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya.

    ReplyDelete
  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat dan sastra, tidak akan terlihat hubungannya bila yang dicermati hanyalah masing-masing. Filsafat dan sastra adalah dua wilayah keilmuan yang dalam sejarah telah bergelut satu sama lain. Akan tetapi banyak hal yang belum dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa atau pemerhati bahasa dan sastra dalam ranah-ranah tersebut. Harus banyak membaca dan membaca agar bisa memahami.

    ReplyDelete
  48. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi diatas yang membicarakan mengenai sastra saya belum dapat memahami apa isi yang dimaksud dan apa makna yang terkandung di dalamnya. Saya menjadi menyadari keterbatasan saya bahwa mempelajari elegi yang membicarakan mengenai sastra bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dipelajari. Akan tetapi, meskipun saya belum dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya, saya mendapatkan pengetahuan baru serta referensi baru mengenai sastra dalam dunia filsafat.

    ReplyDelete
  49. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Benar-benar sulit untuk memahami elegi ini. Ketika berbicara mengenai sastra mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah keindahan bahasa. Berbicara tentang sastra berarti kita mencoba untuk menggali nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam bahasa.

    ReplyDelete
  50. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari elegi ini saya kembali merefleksikan diri. Benar bahwa dunia ini memiliki banyak misteri, dan segala sesuatu di dunia tidak dapat kita pahami jika Tuhan, Sang Pencipta tidak mau membuka misterinya bagi kita. Sebagai seorang yang ada, mengada dan sekaligus pengada pun dapat menyembunyikan pikiran kita melalui kata-kata, apalagi Tuhan yang adalah pencipta manusia. Sebaik apapaun kita, tetaplah tidak sempurna. Maka bersyukurlah senantiasa

    ReplyDelete
  51. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari elegi ini saya kembali merefleksikan diri. Benar bahwa dunia ini memiliki banyak misteri, dan segala sesuatu di dunia tidak dapat kita pahami jika Tuhan, Sang Pencipta tidak mau membuka misterinya bagi kita. Sebagai seorang yang ada, mengada dan sekaligus pengada pun dapat menyembunyikan pikiran kita melalui kata-kata, apalagi Tuhan yang adalah pencipta manusia. Sebaik apapaun kita, tetaplah tidak sempurna. Maka bersyukurlah senantiasa

    ReplyDelete
  52. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sesungguhnya baik filsafat maupun sastra bahasa itu adalah pikiran kita. Jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita.Jika kita saja mampu menyembunyika pikiran kita, maka bukan hal mustahil jika Tuhan berkehendak menyembunyikan misteri Nya. Maka sesungguhnya tak ada orang yang dapat mengetahui dan memahami sesuatu tanpa ijin dari-Nya. Jika Tuhan tak menghendaki kita tahu, maka dengan usaha sebesar apapun tak akan pernah kita mampu mengetahuinya. Maka sungguh hanya Tuhan Sang Maha Mengetahui, dan manusia tetap lah makhluk dengan berbagai ketidaksempurnaan. Maka sungguh tak pada tempatnya, seorang hamba menyombongkan diri di muka bumi ini.

    ReplyDelete