Sep 20, 2013

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat




Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.


Perjalananku Mempelajari Filsafat:
(Oleh Meina Berlianti)

Awalnya aku tak menyangka aku akan belajar filsafat di bangku kuliah. Padahal jurusan yang aku ambil sama sekali tak berhubungan dengan dunia filsafat. Tapi ternyata perkiraanku salah. Ternyata di matematika aku menemukan sebuah filsafat, dan di filsafat aku menemukan matematika. Bukan hanya matematika yang ada di dunia filsafat, masih banyak lagi ilmu l;ain yang ada didalamnya.

Tak aku pungkiri, butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat. Kata-katanya yang cukup membingungkan, kalimatnya yang memusingkan dan bahasanya yang sulit aku pahami membutuhkan waktu yang lebih untuk mempelajarinya. Tapi akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena sebenarnya filsafat itu adalah diriku, filsafat ada pada diriku.

Di tengah perjalananku dalam mempelajari filsafat aku mendapatkan sebuah kekuatan magic yang mendorongku untuk belajar filsafat. Aku masih ingat dengan kata-kata seorang ahli filsafat di kampusku, siapa lagi kalau bukan Dr. Marsigit, dosen matematika yang ahli berfilsafat. Hampir di setiap perkuliahan Beliau selalu berpesan pada kami bahwa filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kata-kata itulah yang membuatku menjadi bersemangat dan yakin aku pasti bisa. Yah kini aku mulai sadar apa itu filsafat……

Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini.

Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat.

77 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Filsafat merupakan ilmu yang membutuhkan penalaran dan olah pikir yang tinggi. Tidak semua orang yang belajar filsafat berhasil memahami filsafat secara keseluruhan. Tetapi orang yang belajar filsafat tidak pernah salah menurut filsafat, seperti yang disampaikan oleh Prof. Marsigit bahwa filsafat itu adalah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Dan juga dari mempelajari filsafat kita dapat berpikir lebih kritis, dapat mengerti mengenai hakekat dari sesuatu, dapat mengetahui hubungan dari beberapa unsur atau obyek. Tetapi satu hal yang perlu diingat dalam mempelajari filsafat adalah kita tidak boleh sombong dan berpuas diri dengan pengetahuan dan capaian kita, karena jika kita melakukan hal tersebut, secara otomatis kita telah berhenti dari hakekat belajar filsafat.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Saya menyadari bahwa saya masih banyak kekurangan terutama pengetahuan tentang filsafat. Setiap orang mempunyai filsafat masing-masing tentang dirinya. Tidak ada yang salah mengenai filsafat, hanya saja membutuhkan pemahaman yang lebih dalam untuk mengetahui tujuan suatu filsafat. Karena hidup itu filsafat dan filsafat itu hidup, maka akan kita jumpai dia setiap hari tanpa terkecuali untuk memberikan arti sesugguhnya dalam hidup dan untuk lebih memaknai hidup untuk suatu hal yang bermanfaat. Dengan membaca tulisan tersebut semoga dapat membuka pikiran dan hati agar dapat menyiapkan diri dengan filsafat maupun ilmu-ilmu baru yang lain.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Subyek adalah pelaku atau aktor, dalam hal ini subyek belajar filsafat yaitu pelaku/orang yang belajar fisafat. Dalam berfilsafat jati diri seseorang diartikan sebagai kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terikat oleh orang lain. Kebebasan ini terkait dengan bagaimana seseorang menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Relasi yang dibangun tentunya dapat menuntun seseorang untuk dapat mengerti keberadaan diri sendiri dan memahami keberadaan orang lain sehingga manusia bisa mengenal dirinya melalui relasi yang dibangun dengan sesama. Dalam menemukan jati diri, setiap orang haruslah terbebas dari sikap kemunafikan atau berpura-pura. Jadi, dalam berfilsafat seseorang akan menemukan jati dirinya apabila ia mampu menjadi dirinya sendiri dengan menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

    ReplyDelete
  4. Filsafat merupakan proses untuk menemukan kebijakan bagi diri kita sendiri. Filsafat adalah olah pikir manusia tentang pertanyaan-pertanyaan yang ditemui dalam pikirannya. Pertanyaan tentang yang fisik atau dibelakang/disebalik fisikinya (metafisik). Dalam berfilsafat dipelajari segala sesuatu, melihat lebih dalam hal-hal kecil yang mungkin sering saya pandang sebelah mata atau sesuatu yang kelihatan tak berarti namun sebenarnya berarti, dan filsafat menjadi jalan untuk belajar memaknai hidup ini. Karena filsafat adalah diriku sendiri dan pikiranku sendiri.

    ReplyDelete
  5. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Tidak mudah sebagai subyek untuk belajar berfilsafat. Filsafat dapat ditemui dimana saja, di sisi kehidupan mana saja. Untuk belajar berfilsafat tentu kita harus mempelajarinya dengan pikiran yang kritis dan hati yang tulus ikhlas, tak lupa pula membaca pandangan-pandangan filsuf tentang apa itu filsafat untuk membantu kita memahami apa itu filsafat.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Perjalanan mempelajari filsafat di atas, sama yang saya rasakan bahwasannya belajar filsafat tidaklah mudah, memahami bahasa yang digunakannya pun tidak mudah, ini yang disebut sebagai filsagat adalah diriku. Belajar filsafat dari pendapat para filsuf yang kita pahami sedikit demi sedikit, memahami apa yang dimaksud dengan menterjemahkan dan diterjemahkan semua objek yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu. Filsafat mengajarkan kita banyak hal, bahkan hal yang sebelumnya tidak kita pikirkan menjadi sangat berharga dalam hidup kita. Sebagai contoh dalam pembelajaran, kita hanya tau aprepsepsi dan motivasi dari guru tanpa tahu asalnya dari mana, dengan filsafat kita tahu bahwa semua berawal dari pengalaman yang ada dan fenomena yang ada.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tidak ada tempat yang tidak bisa dimasuki oleh filsafat. Karena filsafat itu sangat halus, dan sangat mendasar sekali. Sebelum ada pembagian rumpun ilmu. Orang-orang jaman dahulu pelajarannya adalah filsafat. Menghitung juga disebut nya filsafat. Setelah itu berkembanglah pembagian rumpun ilmu. Berkembang lagi menjadi menjadi disiplin ilmu. Berkembang lagi menjadi aplikasi ilmu.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. mempelajari filsafat secara formal memang saya akui sangat sulit. Dari hal-hal yang saya anggap biasa ternyata mengandung makna yang luas jika dihubungkan dengan filsafat. Sesungguhnya filsafat itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita. Tapi kita tidak menyadarinya. Berfilsafat itu menurut saya seperti memaknai tiap yang ada dan mungkin ada dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  9. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Filsafat mempelajari yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup. Filsafat mengajarkan banyak hal dalam hidup seperti kesabaran, kesederhanaan, berfikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Apa yang diungkapkan dalam elegi ini adalah mengenai pengalaman dalam mepelajari filsafat. Benar bahwa butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat, apalagi jika sebelumnya tidak pernah belajar mengenai filsafat dan baru memperoleh pengetahuan baru mengenai filsafat yang ruang lingkupnya begitu luas, juga dari sisi kata, kalimat, maupun bahasanya sangat rumit, membingungkan dan memusingkan saya, rasanya menjenuhkan. Misalkan saja dalam membaca elegi-elegi dalam blog ini, butuh waktu yang cukup lama, membaca berulang kali untuk bisa memahaminya. Sesungguhnya filsafat itu adalah olah pikir. Ketika kita berfilsafat maka kita sedang melakukan olah pikir. Dengan berfilsafat, kita mampu berpikir kritis akan sesuatu hal, dan ada banyak manfaatnya dalam kehidupan kita. Hendaknya kita ikhlas hati maupun pikiran kita untuk membaca begitu banyak elegi yang ada ini, karena ada makna yang tersirat dalam elegi yang tentunya bermanfaat bagi kita semua.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidup kita. Dalam proses belajar filsafat, kita akan mengembarakan pikiran kita, oleh karena itu hendaknya kita membuat pagar spiritulitas kita masing-masing sesuai kepercayaan yang dianut. Kita harus terlebih dahulu menetapkan, mengkokohkan, dan menegakkan spiritualitas diri kita masing-masing. Sehingga sebelum mempelajari filsafat, hendaknya kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Semoga dengan belajar filsafat dapat menambah kedekatan kita kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    PEP B
    17701251038

    Disetiap segi kehidupan, pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat ada kehidupan karena filsafat adalah hidup.begitu seterusnya. Karena dalam hidup kita senantiasa berpikir. Sedangkan filsafat adalah cara berpikir. Cara berpikir kita pasti berkembang karena ilmu yg kita punya juga terus bertambah. Filsafat adalah diriku. Aku adalah filsafat itu sendiri. Jadi, mengembangkan diri menjadi lebih baik adalah bagian dari berfilsafat juga. berfilsafah adalah cara memahami diri sendiri dengan sebenar-benarnya kita, dan dari filsafah kita dapat memahami orang lain dengan baik, bagaimana dia berfikir dan bagaimana dia bersikap dalam suatu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Meina berlianti mungkin satu dari sekian banyak pelajar filsafat yang buta dan berusaha menggapai filsafat. Saya pun sama dengannya, awalnya mengalami kesulitan yang sangat terkait segala proses pembelajaran filsafat ini. Namun lambat lain, saya mulai meraba, mendengar, mencium dan sedikit merasakan bagaimana proses belajar ini berjalan. Belajar filsafat berarti belajar tentang segala yang ada dan mungkin ada. Segala objek itu membutuhkan pemikiran mendalam dan kritis. Merefleksikan segala tentang kehidupan juga salah satu bentuk belajar filsafat . Sehingga berakhirnya perkuliahan filsafat ini tidak membuat seseorang berhenti belajar filsafat, karena dalam keseharian kita secara tidak langsung terus berfilsafat. Sekali lagi belajar filsafat adalah belajar tentang kehidupan.

    ReplyDelete
  14. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini saya memahami bahwa filsafat sejatinya selalu ada pada seseorang yang masih hidup, hanya mungkin seseorang tidak menyadarinya. Dengan belajar filsafat saya menyadari bahwa saya hidup di antara kontradiksi-kontradiksi, saya hidup di antara perubahan-perubahan yang artinya saya hidup di antara ketidakkonsistenan, hanya satu yang konsisten bahwa hidup itu senantiasa berubah. Dengan belajar filsafat saya merasa dalam memandang suatu masalah menjadi lebih banyak pertimbangan, menjadi ada lebih ada dorongan untuk melihat dari banyak perspektif.

    ReplyDelete
  15. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, prof. Mungkin saya adalah salah satu dari beberapa atau banyak orang yang masih awam terhadap filsafat. Hal ini mungkin dikarenakan pola pikir saya yang terlalu sempit bahwa filsafat adalah ilmu dengan teorinya yang segudang yang harus diingat dan dihafalkan. Padahal filsafat jauh lebih dari itu. Seperti yang dikemukakan di atas, filsafat adalah tentang olah pikir. Semua orang bisa berfilsafat, termasuk saya. Filsafat ada di segala aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  16. Junianto
    PM C
    17706251065

    Dari artikel ini, dapat saya pahami bahwa filsafat ternyata dipelajari oleh setiap orang baik secara sadar maupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung. Filsafat melatih seseorang untuk selalu mengkaji hal-hal baru dan berfikir secara kritis dan logis. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak sengaja belajar filsafat juga, karena dengan belajar filsafat kita akan menjadi bijaksana sehingga mampu memaknai hidup dan kehidupan.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Entah kenapa ketika membaca tulisan ini saya mendadak menjadi lemah lembut. Maaf, ini belum masuk pada komentar tulisan di atas. Hanya saja saya merasa ada ketenangan dalam membaca tulisan di atas. Saya rasa penulisnya (Meina Berlianti) adalah sosok yang sabar dan lemah lembut. Apakah perasaan ini muncul karena saya merasa ada di tahapan yang sama denganya? Apapun itu, saya sangat setuju bahwa filsafat selalu ada dalam kehidupan kita. Lah wong filsafat adalah olah pikir. Saya rasa setiap kita berfikir, kitalah filsuf, bagi diri kita setidaknya. Tapi semakin saya bingung dalam belajar filsafat, semakin mendorong saya mencari jawaban-jawaban atas kebingungan saya. Meskipun terkadang saya mendapatkan kebingungan lagi sebagai jawaban. Bismillah, saya akan belajar

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Saya tersentuh dengan pernyataan berikut, “Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, filsafat bukan sededar menghafal tokoh-tokoh. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah.” Demikian pula yang saya rasakan setalah saya berusaha mengenali filsafat. Setelah mengikuti perkuliahan filsafat dengan Prof. Marsigit dan juga membaca beberapa tulisan beliau di blog ini, saya merasakan bahwa filsafat itu sungguh dekat. Filsafat bukan sekedar mata kuliah, filsafat mengajak saya untuk berfikir reflektif dan lebih sopan terhadap ruang dan waktu. Sedikit demi sedikit saya menyadari manfaat-manfaat yang bisa saya petik dari belajar filsafat. Maka dari itu, belajar filsafat tidak boleh berhenti hanya sampai pada akhir perkuliahan besok.

    ReplyDelete
  19. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Hidup dan kehidupan adalah anugerah dari Tuhan. Dalam menjalani kehidupan tentulah butuh arah untuk dapat selalu berjalan. Belajar filsafat adalah salah satu penunjuk arah ketika berjalan dalam kehidupan. Belajar filsafat adalah belajar tentang yang ada dan yang mungkin ada. Dan saya baru menyadari setelah membaca postingan Prof. Marsigit bahwa belajar filsafat ternyata dapat sembari berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan dan semakin menyadari kodrat kita sebagai manusia.

    ReplyDelete
  20. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Filsafat memang cukup indah untuk dipelajari. Banyak hikmah-hikmah yang dapat diambil dari kita belajar filsafat. Semakin kita mempelajari maka kita akan semakin mabuk, tergiur dengan keindahan-keindahan dari filsafat itu sendiri. Filsafat itu hidup, dan hidup merupakan filsafat. Jangan memandang filsafat hanya sebagai mata kuliah saja, tetapi berusaha merefleksikan untuk kehidupan kita sehingga bisa menjadi lebih baik. Tidak semudah menegakkan benang yang basah memang, tetapi akankah kita hanya menyerah tanpa berusaha? Mari menjadi insan yang senantiasa Mau untuk berusaha memperbaiki diri, dimulai dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan di atas membuat saya merasa tidak sendiri menghadapi kebingungan dalam memahami bahasa-bahasa dalam ilmu filsafat. Saya semakin menyadari begitu pentingnya mempelajari ilmu filsafat. Saat seseorang hidup namun dalam kacamata filsafat dapat diumpamakan dengan mayat berjalan jika tidak berpikir. Berpikir menjadi hal yang sangat diutamakan dalam ilmu filsafat. Layaknya berpikir kritis sebagaimana telah diutarakan oleh Saudari Meina Berlianti. Belajar filsafat tidak hanya berfokus pada diri sendiri, namun juga orang lain. Sebenar-benar hidup hakikatnya adalah berfilsafat. Ya, saat seseorang berpikir maka sejatinya ia ada sebagai manusia yang benar-benar hidup. Saya merasa berpikir setiap saat itu penting. Menurut saya, filsafat dapat membuat manusia benar-benar hidup dan menghidupkan kehidupan.

    ReplyDelete
  22. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Sayapun tak menyangka akan bertemu dengan filsafat,namun saya sangat bersyukur dapat belajar filsafat .Semakin lama membaca berbagai macam elegi, kita semakin dituntun untuk berpikir kritis dan logis.Karena sebenar-benarnya filsafat adalah membaca.Sebenar-benarnya filsafat adalah mengolah pikiran.Dan salah satu tanda manusia dikatakan hidup karena ia berpikir.

    ReplyDelete
  23. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tulisan di atas cukup mewakili apa yang saya rasakan saat pertama kali belajar filsafat. Filsafat memang membingungkan, tapi sekaligus menyenangkan. Semakin jauh saya berpikir bahwa filsafat bukanlah sekedar memikirkan kehidupan, tapi menghidupkan pikiran. Filsafat bukanlah tentang bagaimana cara membaca buku filsafat, namun bagaimana cara untuk membaca pikiran filososfis. Filsafat juga dapat dijadikan sebagai interupsi terhadap kemapanan dan kenyamanan, yang mungkin palsu. Filsafat membuat saya menjadi kasmaran dalam berpikir dan terus belajar.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas sharing tulisan yang menginspirasi dari Meina Berilanti. Memang semakin ke sini saya semakin memahami bahwa filsafat bukanlah hanya terkait dengan membaca elegi dan menghafal pendapat para filsuf. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah bahwa filsafat itu adalah olah pikir seseorang, bagaimana kita memahami diri sendiri. Bagaimana melalui filsafat kita mampu menembus ruang dan waktu yang penuh dengan kontradiksi dan terhindar dari mitos. Untuk itu selagi masih masih bisa belajar, semua orang pasti bisa berfilsafat termasuk diri saya sendiri.

    ReplyDelete
  25. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih banyak prof. Marsigit karena dari ulasan di atas persis seperti yang saya rasakan. Meskipun pemahaman saya masih merasa jauh tak terhingga dengan apa yang ada pada elegi elegi yang diberikan, namun saya sanagt bersyukur bisa bersua dan mengenal lebih dalam tentang filsafat. Baru beberapa pekan saya membaca elegi bapak, saya semakin tertarik karena segala yang ada dan yang mungkin dapat memjadi sebuah pembahasan yang menarik, banyak pengibaratan yang mungkin menjadi kekaguman tersendiri karena merupakan hal yang luarbiasa, dan juga banyak sekali nilai dan hikmah yang dapat saya ambil. Dengan berfilsafat, akhirnya saya menjadi tahu bahwa ilmu dan pemahaman saya masih pada taraf jauh dibawah oranglain, terlebih teman-teman saya, saya jadi belajar untuk bagaimana menghargai pikiran dan pendapat orang, mengetahui pula sejauh mana kemajuan cara berpikir orang lain dan berusaha untuk berpikiran terbuka dan kritis.. Alhamdulillah, Wallahu'alam bishowab, setiap ilmu yang kita pelajari, selalu akan ada hikmah dan nilai yang dapat kita rasakan dan implementasikan di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  26. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya pun juga merasakan hal yang sama di awal perkuliahan filsafat. Entah mengapa yang sebenarnya tidak suka membaca dan hanya suka menghitung. Dan ini jawabanya. Karena semua sumber kehidupan itu berfilsafat. Belajar dari sebuah pengetahuan yang tidak hanya seputar angka tetapi bahasa. Bahasa analog yang memperlukan pengetahuan dan pengalaman yang dalam. Dan tidak hanya itu, filsafat belajar untuk mengolah pikiran kita dan memberi arti untuk saling memberikan kiritikan yang berarti. Ya mungkin bahasa analog cukup sulit untuk dipahami, tetapi ini merupakan proses untuk belajar menaikan dimensi. Kacaunya pikiran awal dari proses berhasilnya suatu ilmu, karena setiap kita kacau kita akan mencari jawaban-jawaban untuk menjawab semua hipotesis yang ada. Tetapi ingat, kacau pikiran jangan membuat hati kacau. baca, baca dan baca agar lebih memaknai filsafat.

    ReplyDelete
  27. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Apa yang dialami oleh Saudari Meina Berlianti barangkali juga dialami oleh mayoritas mahasiswa yang belajar filsafat bersama Prof Marsigit, namun tiap orang pasti juga memiliki pengalamannya masing-masing. Kuliah filsafat ilmu bersama Prof Marsigit memang memberikan warna dan dimensi baru yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan sama sekali. Berbeda dengan mayoritas mata kuliah yang lain, dalam filsafat kita tidak sedang berfokus memplajari filsafatnya orang lain. Justru kita sedang membangun filsafat kita masing-masing. Di saat mata kuliah lain kita belajar memahami teori-teori, menghafalkan dan memahaminya, namun di filsafat kita langsung mempraktekkannya, melakukan olah piker yang sebenar-benarnya dan membangun filsafat kita masing-masing

    ReplyDelete
  28. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Refleksi yang menyentuh hati dari mbak Meina ini sungguh bermakna pula bagi saya. Saya pun jadi mengingat kembali diri Saya sejak mula belajar filsafat. Saya jadi mendengar Dan mengamati lebih jeli terhadap segala yg terjadi Dan yg mungkin terjadi di sekitar saya, juga lebih memperhatikan apa yang dibicarakan orang orang di sekitar saya. Rupanya memang filsafat itu sangat dekat dengan kehidupan saya, dia adalah kehidupan itu sendiri.
    Terimakasih mbak Meina, refleksi nya menguatkan saya akan hakekat filsafat sebagai kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Filsafat adalah pikiran/olah pikir. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda, karena itulah dalam filsafat tidak ada yang salah. Dari ketidaksamaan olah pikir setiap orang inilah muncul berbagai pandangan yang diharapkan akan mencapai sesuatu yang harmoni. Setiap orang mempunyai kebebasan dalam berfilsafat sepanjang tidak bertentangan dengan norma-norma.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sepertinya pengakuan ini mewakili seluruh mahasiswa yang baru pertama kali belajar filsafat. Sama seperti subyek pada artikel ini, saya tidak pernah berpikir bahwa jurusan yang saya ambil akan berhubungan dengan filsafat. Dulu, saya berpikir filsafat berhubungan dengan fakultas hukum atau sosial politik sehingga amat sangat jauh hubungannya dengan pendidikan matematika. Bukan belajar namanya kalau kita sudah tahu segalanya. Kita belajar karena kita sadar kita tidak mengetahui apa-apa. Hermeneutika, utilitirian, Immanuel Kant, Plato, absolutisme, notion, elegi.. adalah beberapa kata yang dulu membuat kening berkerut-kerut. Namun perlahan kita pasti menyadari, bukan tentang menghafal istilah.. bukan tentang mengenal tokoh filsuf.. Namun pahami fondamen paham-paham filsafat dan pikiran para filsuf, lalu refleksikan kepada diri sendiri.. itulah sebenar-benarnya inti belajar filsafat, yaitu belajar mengenal pikiran sendiri.

    ReplyDelete
  31. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Gambaran yang dierikan oleh subjek disini sangatlah nyata. Hal tersebut juga dihadapi oleh saya pribadi. Saya berharap suatu saat akan lebih memahami filsafat afgar mengetahui betapa indahnya hasil dari mengetahui filsafat itu. Buah dari filsafat sangat banyak. Salah satunya adalah sifat netral yang bisa di kontrol. Semoga dalam mempelajari filsafat kali ini saya pribadi dapat memperoleh begitu banyak pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang ada. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  32. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dengan belajar berfilsafat, saya bisa belajar berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan ciri mahasiswa yang sebenarnya, karena dengan berpikir kritis maka akan memnbantu memahami setiap perubahan yang ada dengan sigap, cepat, dan tangkas. Dengan berpikir kritis maka kita tidak akan termakan mitos. Dengan mengomentari elegi-elegi bisa menjadi ajang untuk berlatih menulis, sehingga membantu untuk persiapan menulis thesis.

    ReplyDelete
  33. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Filsafat adalah olah pikir. Ini merupakan suatu pernyataan yang selalu disampaikan Bapak Marsigit di kelas filsafat setiap tatap muka. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang kita pilih menentukan hidup kita. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki maka berpengaruh dengan pilihan kita. Di dalam menggapai pengetahuan diperlukam olah pikir dan olah pikir berkaitan dengan berfikir kritis. Oleh karena itu filsafat mengajarkam kita untuk selalu berfikir kritis dan tidak diam pada suatu keadaan. Berfikir kritis tidak hanya terpaku pada teori saja, namun dengan realita (keadaan) yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  34. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    refleksi yang sangat menyentuh hati mbak meliana. memang saya pun tak mengira akan mempelajari filsafat sedalam ini dengan cara yang unik. setelah saya belajar filsafat dengan dibawah bimbingan Prof. Marsigit saya jadi mengetahui bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari kehidupan. apoapun pelajarannya selalu ada terindikasi didalamnya filsafat

    ReplyDelete
  35. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Apa yang diungkapkan oleh saudari diatas sangatlah luar biasa. Karena kemampuan untuk berfilsafat yang ingin ditanamkan oleh Prof. Marsigit akhirnya dapat dirasakan oleh saudari. Meski saya tau itu bukanlah hal yang mudah. Dengan adanya tulisan ini saya menyakini bahwa meski tidak mampu seperti yang telah dirasakan saudari, semoga kami yang sedang belajar, mampu mencintai filsafat. Agar ia bisa hidup diantara kami semua. Terimakasih saudari.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  36. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Filsafat adalah hasil olah pikir manusia. Dengan belajar filsafat, artinya kita kita belajar untuk mengungkapkan hasil olah pikir, berpikir kritis, memahami pikiran kehidupan dan memahami arti kehidupan. Selama belajar filsafat dari bapak pula, saya menyadari bahwasanya stigma di masyarakat umum bahwa filsafat itu “sesat”, melenceng dari agama tidaklah betul. Hal itu karena, belajar filslsafat itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Seseorang yang memiliki niat yang baik dan ikhlas untuk belajar filsafat, maka filsafat akan semakin meningkatkan imannya. Namun sesorang yang niatnya sudah buruk, maka dengan belajar filsafat orang tersebut akan semakin buruk atau sesat. Oleh karena itu, bukan salah filsafat saat seorang menjadi sesat, namun kemabali lagi ke niat awalnya. Terimakasih

    ReplyDelete
  37. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari tulisan ini saya jadi memahami apa yang dimaksud dengan jargon subyek, yaitu kesadaran atau pengakuan dari subyek mengenai suatu hal. Cerita di atas merupakan perwakilan dari isi hati mahasiswa yang bapak ajar. Dalam belajar filsafat saya masih mencari pemahaman tentang arti filsafat itu sendiri. Pun bapak pernah mengatakan filsafat itu adalah dirimu sendiri. Dari tulisan-tulisan di blog ini titik-titik pengetahuan tentang kehidupan dan filsafat saya rangkai. Semoga kelak mampu berfilsafat dengan baik sesuai dengan ruang dan waktunya. Aamiin.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Belajar merupakan proses berfilsat karena didalamnya terdapat proses berpikir, belajar filsafat ilmu berarti kita sedang berfilsat filsafatnya ilmu. Begitupun dengan belajar ilmu-ilmu lainnya seperti matematika, kimia, fisika, biologi, sosiologi, geografi, seni budaya dan lain sebagainya, semua merupakan proses berfilsat sehingga didepan semua ilmu tersebut bisa diletakkan kata "filsafat", filsafat matematika, filsafat sosial, filsafat seni dan lain sebagainya. Bahkan Bukan hanya ilmu yang bersifat ilmiah, melainkan filsafat juga dapat masuk dalam ilmu-ilmu kehidupan yang non ilmiah bahkan filsafat juga bisa masuk disetiap segi kehidupan.

    ReplyDelete
  39. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih Prof. atas sharingnya mengenai tulisan ini. Saya meyakini bahwa filsafat memang seharusnya ada dalam setiap cabang ilmu, termasuk matematika. Pada awalnya saya merasa kesulitan dalam memahami filsafat melalui elegi-elegi. Akan tetapi, semakin kesini saya merasa kagum dengan tulisan-tulisan yang berbentuk elegi ini. Elegi-elegi ini menunjukan kepada kami bahwa suatu obyek tidak hanya dapat dilihat dari satu sisi saja. Kita dapat melihat suatu obyek dari berbagai sisi dan memikirkan sedalam-dalamnya. Karena begitulah hakikat filsafat, olah fikir dan merefleksikannya.

    ReplyDelete
  40. Terimakasih bapak, tulisan bapak menyadarkan saya bahwa tentang ilmu filsafat yang didalamnya terdapat berbagai ilmu lain yang saya tidak perkirakan, termasuk di dalamnya terdapat ilmu matematikanya. dari tulisan diatas saya menyimpulkan bahwa segala sesuatu tentang kehidupan manusia adalah filsafat itu sendiri yang terkadang tidaklah semua manusia menyadari akan hal tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dulu, ketika mendengar filsafat, yang saya bayangkan adalah sebagaimana sejarah, saya harus menghafalkan nama-nama filsuf. Saya pun berfikir apa hubungan antara filsafat dengan matematika. Tetapi ternyata filsafat saling terkait dengan matematika. Dan bahkan filsafat saling terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dan belajar filsafat bukanlah tentang menghafal, tetapi adalah memaknainya sehingga terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk-bentuk lain. Dan saya pun kembali menyadari bahwa apa yang telah saya pelajari ini hanya sedikit dari hakekat filsafat. Bahwa sebenar-benar diri saya tidak akan pernah memahami filsafat, tetapi harus selalu berusaha untuk terus mempelajari dan mencoba memahaminya.

    ReplyDelete
  42. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Jargon pengakuan subjek belajar filsafat merupakan repost karya Meina Berlianti dengan judul perjalananku mempelajari filsafat, membaca tulisan ini terasa nyaris sama dalam mendeskripsikan seperti apa yang saya rasakan tentang filsafat pada mulanya hingga saat ini. Di awal, pertama kali mengetahui bahwa ada matakuliah filsafat yang harus saya ambil di semester pertama ini, agak membuat saya khawatir sebab seseorang pernah menceritakan hal negatif tentang filsafat sehingga membentuk persepsi yang begitu dangkal dalam pikiran saya tentang filsafat, namun sejauh ini saya mulai memahami filsafat dan mulai berpersepsi berbeda bahwa filsafat tidaklah seperti apa yang saya pikirkan sebelumnya. filsafat membuka wawasan dan meningkat dimensi berpikir seseorang, sehingga seseorang dapat berfikir secara lebih menyeluruh (komprehensif) serta reflektif.

    ReplyDelete
  43. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Banyak yang beranggapan bahwa filsafat itu sulit dan cenderung ke arah yang menyesatkan. Hal itu ternyata tidak benar karena setelah saya belajar filsafat diperkuliahan ini. Filsafat tidak sulit tapi untuk belajar filsafat diperlukan pikiran dan hati yang ikhlas dan mau menerima ilmu serta mau banyak membaca serta mebuat pertanyaan-pertanyaan. Saat pikiran kita tidak mampu lagi menjangkau apa yang akn kita pikirkan maka hal itu dikembalikan ke hati.

    ReplyDelete
  44. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya sudah dua kali belajar diperkuliahan filsafat bersama Prof. Marsigit, pertama filsafat pendidikan matematika dan yang kali ini filsafat ilmu. Selalu ada sisi menarik dari apa yang disampaikan. Pelajaran yang sangat berharga yang selalu saya dapat dari kuliah filsafat ini adalah bagaimana cara Prof. Marsigit menyederhanakan penyampaian filsafat agar mudah dipahami oleh orang awam. Menggunakan bahasa analogi yang lebih bisa dipahami, menggunakan kontek yang sederhana dan dekat dengan kehidupan, dsb. Dan dengan belajar filsafat ini, saya merasa dajak untuk tidak sekadar memiliki kemampuan berpikir logis dan kritis dalam belajar, namun juga bagaimana cara kita bersikat terhadap ilmu dan bagaimana kita bersikat dengan ilmu tersebut, bahwa kita harus selalu ikhlas, bersyukur, dan tak boleh sedikitpun memiliki sifat kesombongan. Hal ini tentu tak hanya dapat diterapkan dalam hal belajar atau menuntut ilmu saja, namun bisa diterapkan dalam setiap kegiatan.

    ReplyDelete
  45. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hal yang tak jauh berbeda dengan saya alami. Sebelum belajar filsafat, saya mengira filsafat adalah dominan membahas sejarah dan perkembangan ilmu filsafat. Namun nyatanya pemikiran saya terlalu sempit. Filsafat membahas berbagai ilmu. Filsafat melihat fenomena dari berbagai sudut. Filsafat membuat kita lebih memaknai kedudukan subyek dan obyek. Filsafat mengajak kita untuk merefleksikan diri dan terus bergerak mengejar logos. Filsafat juga memberikan pedoman untuk bagaimana menjadi pendidik yang mencapai kesempatan, serta filsafat menuntun kita meletakkan wadah da isi, menterjemahkan dan diterjemahkan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  46. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Belajar filsafat merupakan suatu hal yang sangat unik, membutuhkan pemikiran mendalam dan bersifat kritis. Membaca kehidupan yang berada di dalam ruang dan waktu ini juga merupakan berfilsafat. Ketika kita mulai pandai dalam meng-elegi kan kehidupan kita, niscaya kita tidak akan lagi menjadi sebuah patung fisafat karena kita akan terus bergerak dan berkembang keluar dari zona-zona diam kita. Filsafat mampu menjawab permasalahan akan uniknya kehidupan yang kita jalani di dalam ruang dan waktu ini.

    ReplyDelete
  47. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Belajar filsafat memang tidak mudah, tetapi harus. Saya beruntung di ajar oleh Bapak Dosen Marsigit. Berbeda dengan teman – teman yang berbeda jurusan. Mereka belajar filsafat secara teoritis. Tapi oleh pak marsigit, filsafat dikemas dalam bentuk elegi sehingga saya terbawa alur berpikir beliau.

    ReplyDelete
  48. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    FILSAFAT. Mendengarnya saja terkadang sudah terbayang kebingungan dalam memahaminya. Alasan saya mengatakan demikian karena sesuai pengalaman yang saya peroleh ketika jengang S1 pada perkuliahan filsafat pendidikan. Sejujurnya saya kesulitan betul memahami apa yang ada di dalamnya. Akan tetapi, lain halnya dengan saat ini. Melalui metode mengajar dari Prof. Marsigit persepsi saya semakin berubah. Dengan filsafat saya menjadi tau bahwa selama ini sifat-sifat, pikiran-pikiran, tindakan, perasaan dari diri ini ternyata masih dihinggapi rasa kesombongan. Bahkan saat ini pun ketika saya menulis ini saya khawatir masih diselimuti dengan kesombongan. Terima kasih Prof. atas elegi dan ilmu-ilmu nya, mudah mudahan saya mampu menempatkan diri pada situasi yang tepat.

    ReplyDelete
  49. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kami mengenai dan mengecap bangku kuliah sedari S1, dan setiap perkuliahan filsafat terkesan kaku, leksikal, membingungkan, berbahaya, dapat menyesatkan dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan saat ini bahkan kehidupan yang akan datang. Wanum saat ini saya pun mulai mneyadari bahwa filsafat tak seburuk itu dan berfilsafat tak sebecanda itu. Dengan mendalami filsafat kita semakin tahu siapa diri kita, jalanmenuju kebijaksanaan semakin terbuka lebar. Wallahu a'lam, Terima kasih Prof. Marsigit

    ReplyDelete
  50. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pada elegi ini, jargon pengakuan subyek belajar saya sadar bahwa ini adalah tempat kami untuk sekedar "curhat", pada awalanya sistem perkuliahan seperti yang dijalankan Prof. Marsigit terkesan nyentrik. Namun seiring berjalannya waktu, kekocakan dalam kelas, interaksi yang menyenangkan dengan becanda tanpa meninggalkan materi yang bisa kami ambil dari setiap pertemuan dan komen elegi semacam ini menyuguhkan dunia baru, tantangan bahsa yang haraus kami pahami dan kami serap. Terima kasih Prof. Marsigit

    ReplyDelete
  51. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Menarik pengalaman dari subjek belajar filsafat di atas, krena hamper mirip dengan diri saya sendiri. Sebelum ini saya memandang filsafat sebagai hal yang tidak memiliki peran dalam kuliah yang saya tempuh, tetapi setelah di bangku kuliah ini banyak dosen menyadarkanku terkait arti penting ontologis, epistomologis, aksionlogis, baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di matakuliah lain. Semoga ikhtiar ini membuat diri saya semakin memahami filsafat, yang intiyna adalah berpikir, krena saya masih bisa berpikir

    ReplyDelete
  52. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya sangat setuju dengan jargon-jargon yang diungkapkan di atas. Belajar filsafat akan memunculkan kebingungan yang luar biasa di awal perkuliahan, Namun kata-kata ikhlas, ikhlas, ikhlas selalu terngiang di kepala saya, meskipun dengan semangat yang naik turun namun saya berusaha untuk memnuhi segala kewajiban saya. Melalui tugas-tugas ini saya belajar untuk terus menerus merefleksikan diri dan mencari perbaikan, berusahan menjadi subyek yang mampu menempatkan ruang dan waktu dan menjalani kehidupan sesuai hakekat manusia diterjemahkan dan menerjemahkan.

    ReplyDelete
  53. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ada pepatah yang mengatakan "don't judge a book by its cover", mungkin itulah yang dapat saya pesankan kepada yang akan belajar filsafat. Filsafat yang saya bayangkan selama ini adalah proses berpikir yang sangat kompleks dengan ajaran-ajaran filsuf yang beraneka ragam dan sulit dipahami bahasanya. Akan tetapi, setelah belajar filsafat dengan Prof., sedikit demi sedikit saya mulai memahami apa sesungguhnya filsafat itu. Apa yang digambarkan dan dirasakan oleh Meina Berlianti kurang lebih sama dengan apa yang saya rasakan terkait belajar filsafat. Semoga ke depannya kita dapat menjadi subyek yang dapat menempatkan diri dan tidak pernah puas dalam belajar.

    ReplyDelete
  54. Latifah Fitriasari
    PM C

    Ketika belajar filsafat, anda akan berjumpa dengan pemikiran para filsuf besar sepanjang sejarah manusia. Tidak ada kesalahan dalam berfilsafat. Setiap orang mempunyai filsafat atau olah pikirnya masing-masih tergantung bagaimana kita menterjemahkan. Filsafat mempelajari berbagai kebenaran, gagasan dan prinsip seputar keberadaan dan pengetahuan akan segala sesuatu. Bahkan seorang mahasiswa jurusan filsafat pun mungkin ada yang mengekspresikan pembelajaran filsafat dengan hanya satu kata, yakni membingungkan. Filsafat itu adalah diriku dan aku mengetahuinya maka tentulah hidupku adalah filsafat, dan filsafatku adalah hidupku.

    ReplyDelete
  55. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya juga seorang subyek belajar, dan saat ini saya juga sedang belajar filsafat. Memang awalnya membaca dan memahami filsafat itu sangat sulit karena tida jelas nalar dan logikanya. Tetapi dari perkuliahan saya mengetahui bahwa sebenar-benar filsafat adalah pikiranku sendiri. Maka apabila aku merasa bingung setiap belajar filsafat itu artinya au sedang berpikir. Sedangkan filsafatku iala bahasaku atau kata-kataku yang berasal dari pemikiran dan pengalamanku.

    Menurut saya filsafat itu seperti berbicara tentang suatu hal yang diketahui tetapi melalui perumpamaan atau cerita yang membungkusnya. Sehingga pesannya perlu dicari dan digali agar nampak. Contohnya seperti nasehat orangtua yang terkesan bertele-tele dan ngalor ngidul. Padahal sesungguhnya itu suatu nasehat yang dicapkan dan tersirat di dalam kata-kata. Maka dalam mempelajari filsafat sama seperti memahami nasehat orangtua. Memerlukan kepekaan dan keikhlasan dalam membaca atau mempelajarinya. Semoga dari setiap kita belajar filsafat dapat menemukan hikmah atau nilai dibaliknya.

    ReplyDelete
  56. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dapat saya simpulkan, sebelum mempelajari filsafat mari luruskan niat yang positif sesuai hakikat filsafat itu sendiri. Sebelumnya saya tidak pernah belajar filsafat secara formal, sekarang saat duduk di bangku S2 saya sadar walaupun sebelumnya saya tidak pernah belajar filsafat tanpa disadari saya telah berfilsafat dan berdampak baik bagi orang-orang di sekeliling saya. Karena filsafat itu sendiri hakikatnya ada pada diriku.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Belajar filsafat akan melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berpikir secara mandiri, mampu membangun pribadi yang berkarakter, tidak mudah terpengaruh oleh faktor eksternal, tetapi di sisi lain masih mampu mengakui harkat martabat orang lain, mengakui keberagaman dan keunggulan orang lain. Belajar filsafat adalah proses bagaimana kita memaknai setiap pemikiran. Pemikiran para filsuf yang dijadikan landasan tetapi bukan berarti membatasi pemikiran yang diciptakan. Sehingga tetap menghasilkan pemikiran baru tanpa terlepas dari pemikiran-pemikiran para filsuf sebelumnya.

    ReplyDelete
  58. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 201

    Belajar filsafat membantu manusia untuk lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sehingga diharapkan manusia mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Namun ketika filsafat membuat manusia menjadi tidak terkendali dan senantiasa membenarkan yang salah dan membuat manusia menjadi sombong sebab sudah merasa berilmu dan sudah merasa pandai berfilsafat. Oleh karena itu dalam berfilsafat diharuskan untuk menjaga jiwa spiritual agar tetap kuat dengan pikiran dan hati yang jernih juga sehingga tidak terjadi malapetaka yang ada.

    ReplyDelete
  59. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Belajar filsafat membantu manusia untuk lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sehingga diharapkan manusia mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Namun ketika filsafat membuat manusia menjadi tidak terkendali dan senantiasa membenarkan yang salah dan membuat manusia menjadi sombong sebab sudah merasa berilmu dan sudah merasa pandai berfilsafat. Oleh karena itu dalam berfilsafat diharuskan untuk menjaga jiwa spiritual agar tetap kuat dengan pikiran dan hati yang jernih juga sehingga tidak terjadi malapetaka yang ada.

    ReplyDelete
  60. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Belajar filsafar yang meliputi objek ada dan yang mungkin ada menuntut kita untuk lebih berpikir kritis terhadap lingkungan. Dalam lingkungan tersebut objek ada dan yang mungkin ada terletak. Ada yang telah ada maka akan dikembangkan sehingga akan beruha menjadi yang mungkin ada. Sedangkan yang mungkin ada dapat berkembang menjadi ada ketika seseong mampu memikirkannya dengan kritis.

    ReplyDelete
  61. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari jargon pengakuan subyek belajar filsafat di atas saya memahami bahwa ini kisahnya seperti apa yang saya alami. Kita memahami bahwa belajar filsafat berarti membangun dunia kita sendiri. dan memang dalam belajar filsafat tidak akan selesai hanya 1 semester perkuliahan saja, namun membutuhkan waktu seumur hidup dalam memahaminya. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama perkuliahan filsafat ini sehingga saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak atas ilmu yang diberikan selama ini. semoga kebaikan dan pahala berlimpah selalu tercurah kepada Bapak Marsigit. Menjadikan kita utamanya saya bahwa belajar filsafat itu tidak ada yang sesat asal menggunakan ruang dan waktu yang tepat. Memaknai dengan tepat, menyeimbangkan antara usaha dan doa, menyeimbangkan antara dunia dan akhirat begitu dan seterusnya.

    ReplyDelete
  62. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Beberapa orang mengaku bahwa mereka merasa sulit untuk memahami bahasa-bahasa dalam filsafat dan memahami filsafat dalam pembelajaran matematika. Filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kemampuan berfilsafat perlu dikembangkan agar kita bisa mencoba menjadi lebih bijaksana, baik, dan benar dalam menjalani hidup dan dalam menghadapi masalah dalam kehidupan

    ReplyDelete
  63. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat merupakan suatu pengalaman yang sangat unik. Filsafat sangat perlu dipelajari karena filsafat mengajarkan kita membahas secara tuntas segala macam permasalahan sesuai dengan epistimologi, ontologi dan aksiologinya sehingga saya yakin dan percaya bahwa belajar filsafat sangat penting untuk dipelajari karena manfaat belajar filsafat yang sangatlah luas.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    suatu hal yang sangat baru bagi saya belajar filsafat. Dalam belajar filsafat membutuhkan pemikiran mendalam dan bersifat kritis. Membaca kehidupan yang berada di dalam ruang dan waktu ini juga merupakan berfilsafat. Ketika kita mulai pandai dalam meng-elegi kan kehidupan kita, niscaya kita tidak akan lagi menjadi sebuah patung fisafat karena kita akan terus bergerak dan berkembang keluar dari zona-zona diam kita. Filsafat mampu menjawab permasalahan akan uniknya kehidupan yang kita jalani di dalam ruang dan waktu ini.

    ReplyDelete
  65. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jargon pengakuan subjek belajar filsafat menjelaskan tentang seseorang yang sedang mempelajari filsafat. Yang kita sebut sebagai subjek filsafat adalah seseorang yang ingin mengetahui dengan membaca dan belajar, yaitu belajar mengungkapkan tesis beserta antitesisnya terhadap pikiran para filsuf, yaitu filsafat itu sendiri. Dengan berfilsafat melalui blog Pak prof ini memberi banyak manfaat, kita tidka hanya belajar tentang filsafat namun banyak hal lainnya seperti penggunaan bahasa dalam elegi, sehingga kita belajar untuk memaknai kata konotasi yang membuat pikiran kita kritis pula.

    ReplyDelete
  66. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat Ilmu juga merupakan mata kuliah yang baru saya jumpai di bangku kuliah S2. Pada saat pertama kali mendengar saja, saya sudah bingung hal itu karena saya belum mengenal lebih dekat apa itu filsafat ilmu. Setelah melalui perkuliahan-perkuliahan bersama Pak Marsigit, saya menjadi mengenal filsafat, ternyata filsafat adalal olah pikir dan ternyata filsafat itu dekat diri kita sendiri bahkan secara tidak disadari telah ada di dalam diri kita. Melalui perkuliahan ini juga banyak ilmu yang dapatkan, terutama dengan belajar filsafat kita diajarkan untuk menjadi orang yang rendah hati, menyadari bahwa dirinya tidak sempurna, ilmu yang dimiliki terbatas, setinggi-tinggi ilmu yang dimiliki pasti masih ada yang tidak diketahui. karena yang sempurna itu hanya milik Tuhan YME, Oleh karena itu kita tidak boleh bersikap sombong. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  67. Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui belajar filsafat ilmu saya juga diajarkan untuk mencari makna di sebaliknya. Adanya tugas membuat komen dan refleksi, membuat kita untuk mencari makna yang ada dibalik tulisan atau dibalik ucapan-ucapan yang kita dengar. Karena kita akan sulit belajar jika hanya menterjemahan yang terlihat saja namun tidak mencari makna di sebaliknya. Selain itu melalui filsafat juga, saya juga memperoleh ilmu bagaimana pbm yang cocok dengan anak-anak, karena dunia anak-anak dan orang dewasa adalah berbeda. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  68. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 PMat C 2017

    Filsafat memang sebuah ilmu yang sulit dipahami oleh sebagian besar orang. Akan tetapi, sebenar-benarnya filsafat adalah pikiran kita sendiri. Jika kita dapat memahami pikiran dan diri kita, maka kita juga akan mudah untuk berfilsafat. Filsafat itu hanya tergantung pada ruang dan waktu. Sesuatu yang benar dimasa sekarang, belum tentu benar dimasa yang akan datang, begitupun sebaliknya, sesuatu yang salah dimasa sekarang, belum tentu salah dimasa yang akan datang. Semuanya tergantung pada ruang dan waktunya masing-masing.

    ReplyDelete
  69. Pada awalnya saya juga merasa aneh dan bingung ketika membaca elegi yang ditulis oleh Bapak Marsigit. Tetapi, ketika saya mencoba membaca elegi secara ikhlas pikir dan ikhlas hati, saya mulai mengerti maksud dan pesan yang terkandung di dalam elegi. Beberapa pesan tersebut terkadang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapatkan setelah membaca elegi yang Bapak tulis. Semuanya sangat menarik dan bermanfaat. Menurut saya, sangat unik, pengalaman yang dituangkan dalam bentuk elegi. Menjadi berbeda dengan pengalaman biasa yang dituangkan dalam cerita yang monoton.

    ReplyDelete
  70. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Filsafat memang ilmu yan tidak mudah untuk dipelajari. Akan tetapi, itulah tantangan dalam belajar, perlu proses dalam belajar dan perlu waktu yang lama. Tidak ada kesalahan dalam berfilsafat. Setiap orang mempunyai filsafat atau olah pikirnya masing-masing tergantung bagaimana kita menterjemahkan. Filsafat itu hidup, dan hidup merupakan filsafat. Filsafat itu bukan hanya sebagai mata kuliah saja, namun banyak hal yang dapat kita petik ketika kita berusaha merefleksikannya dalam kehidupan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  71. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    ketika pertama kali saya melihat mata kuliah Filsafat ilmu di KRS, saya bertanya-tanya "apa hubungannya filsafat dengan matematika? kenapa kita belajar filsafat?". pada awalnya bayangan saya dalam belajar filsafat, kita mempelajari ilmu tentang ke Tuhan-an, atau seperti yang didapatkan waktu S1 yang materinya hampir sama dengan akidah Islam. tapi ternyata filsafat susah untuk dipahami.

    ReplyDelete
  72. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. mempelajari filsafat secara formal memang saya akui sangat sulit. Dari hal-hal yang saya anggap biasa ternyata mengandung makna yang luas jika dihubungkan dengan filsafat. Sesungguhnya filsafat itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita. Tapi kita tidak menyadarinya. Berfilsafat itu menurut saya seperti memaknai tiap yang ada dan mungkin ada dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  73. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Pertama saya mengenal filsafat , saya berpikir bahwa dalam berfilsafat akan berpikir tentang suatu hal secara mendetail dan diluar pikiran kita. Ternyata yang saya pahami itu salah bahwa filsafat adalah kemampuan berpikir, olah pikir seseorang dan apa yang dipikirkan oleh seseorang tersebut. Setiap apa yang dilakukan di dalam kehidupan ini adalah filsafat dan filsafat menjadi pegangan hidup.

    ReplyDelete
  74. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Persepsi awal belajar filsafat tentunya terasa sulit untuk memahami, karena antara satu subyek dengan subyek lainnya memiliki pemikiran yang beda. Untuk belajar filsafat lebih baik luruskan niat terlebih dahulu yaitu agar sesuai dengan hakikat filsafat. Karena sejatinya filsafat itu ada pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  75. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Memang, persepsi awal mempelajari filsafat tentu tidak mudah. Sudah tertanam di dalam diri bahwa filsafat sangat sulit dipahami. Namun dengan terus belajar, dengan niat tulus, kita dapat memahami filsafat. Karena sejatinya filsafat itu adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  76. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Saya pribadi merasa filsafat adalah ilmu yang membingungkan buat saya. Karna, ini adalah pertama kali saya mempelajari tentang filsafat. Tapi melihat tulisan ini saya merasa termotivasi dan sejauh saya membaca tulisan-tulisan yang ada di blog bapak, saya merasakan filsafat adalah hal yang dekat dengan kehidupan kita, namun kita sering abaikan. Terutama kalau kita menelaah kalimat bahwa filsafat adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete