Sep 20, 2013

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat




Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.


Perjalananku Mempelajari Filsafat:
(Oleh Meina Berlianti)

Awalnya aku tak menyangka aku akan belajar filsafat di bangku kuliah. Padahal jurusan yang aku ambil sama sekali tak berhubungan dengan dunia filsafat. Tapi ternyata perkiraanku salah. Ternyata di matematika aku menemukan sebuah filsafat, dan di filsafat aku menemukan matematika. Bukan hanya matematika yang ada di dunia filsafat, masih banyak lagi ilmu l;ain yang ada didalamnya.

Tak aku pungkiri, butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat. Kata-katanya yang cukup membingungkan, kalimatnya yang memusingkan dan bahasanya yang sulit aku pahami membutuhkan waktu yang lebih untuk mempelajarinya. Tapi akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena sebenarnya filsafat itu adalah diriku, filsafat ada pada diriku.

Di tengah perjalananku dalam mempelajari filsafat aku mendapatkan sebuah kekuatan magic yang mendorongku untuk belajar filsafat. Aku masih ingat dengan kata-kata seorang ahli filsafat di kampusku, siapa lagi kalau bukan Dr. Marsigit, dosen matematika yang ahli berfilsafat. Hampir di setiap perkuliahan Beliau selalu berpesan pada kami bahwa filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kata-kata itulah yang membuatku menjadi bersemangat dan yakin aku pasti bisa. Yah kini aku mulai sadar apa itu filsafat……

Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini.

Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat.

27 comments:

  1. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Filsafat mempelajari yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup. Filsafat mengajarkan banyak hal dalam hidup seperti kesabaran, kesederhanaan, berfikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Apa yang diungkapkan dalam elegi ini adalah mengenai pengalaman dalam mepelajari filsafat. Benar bahwa butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat, apalagi jika sebelumnya tidak pernah belajar mengenai filsafat dan baru memperoleh pengetahuan baru mengenai filsafat yang ruang lingkupnya begitu luas, juga dari sisi kata, kalimat, maupun bahasanya sangat rumit, membingungkan dan memusingkan saya, rasanya menjenuhkan. Misalkan saja dalam membaca elegi-elegi dalam blog ini, butuh waktu yang cukup lama, membaca berulang kali untuk bisa memahaminya. Sesungguhnya filsafat itu adalah olah pikir. Ketika kita berfilsafat maka kita sedang melakukan olah pikir. Dengan berfilsafat, kita mampu berpikir kritis akan sesuatu hal, dan ada banyak manfaatnya dalam kehidupan kita. Hendaknya kita ikhlas hati maupun pikiran kita untuk membaca begitu banyak elegi yang ada ini, karena ada makna yang tersirat dalam elegi yang tentunya bermanfaat bagi kita semua.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidup kita. Dalam proses belajar filsafat, kita akan mengembarakan pikiran kita, oleh karena itu hendaknya kita membuat pagar spiritulitas kita masing-masing sesuai kepercayaan yang dianut. Kita harus terlebih dahulu menetapkan, mengkokohkan, dan menegakkan spiritualitas diri kita masing-masing. Sehingga sebelum mempelajari filsafat, hendaknya kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Semoga dengan belajar filsafat dapat menambah kedekatan kita kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    PEP B
    17701251038

    Disetiap segi kehidupan, pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat ada kehidupan karena filsafat adalah hidup.begitu seterusnya. Karena dalam hidup kita senantiasa berpikir. Sedangkan filsafat adalah cara berpikir. Cara berpikir kita pasti berkembang karena ilmu yg kita punya juga terus bertambah. Filsafat adalah diriku. Aku adalah filsafat itu sendiri. Jadi, mengembangkan diri menjadi lebih baik adalah bagian dari berfilsafat juga. berfilsafah adalah cara memahami diri sendiri dengan sebenar-benarnya kita, dan dari filsafah kita dapat memahami orang lain dengan baik, bagaimana dia berfikir dan bagaimana dia bersikap dalam suatu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Meina berlianti mungkin satu dari sekian banyak pelajar filsafat yang buta dan berusaha menggapai filsafat. Saya pun sama dengannya, awalnya mengalami kesulitan yang sangat terkait segala proses pembelajaran filsafat ini. Namun lambat lain, saya mulai meraba, mendengar, mencium dan sedikit merasakan bagaimana proses belajar ini berjalan. Belajar filsafat berarti belajar tentang segala yang ada dan mungkin ada. Segala objek itu membutuhkan pemikiran mendalam dan kritis. Merefleksikan segala tentang kehidupan juga salah satu bentuk belajar filsafat . Sehingga berakhirnya perkuliahan filsafat ini tidak membuat seseorang berhenti belajar filsafat, karena dalam keseharian kita secara tidak langsung terus berfilsafat. Sekali lagi belajar filsafat adalah belajar tentang kehidupan.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini saya memahami bahwa filsafat sejatinya selalu ada pada seseorang yang masih hidup, hanya mungkin seseorang tidak menyadarinya. Dengan belajar filsafat saya menyadari bahwa saya hidup di antara kontradiksi-kontradiksi, saya hidup di antara perubahan-perubahan yang artinya saya hidup di antara ketidakkonsistenan, hanya satu yang konsisten bahwa hidup itu senantiasa berubah. Dengan belajar filsafat saya merasa dalam memandang suatu masalah menjadi lebih banyak pertimbangan, menjadi ada lebih ada dorongan untuk melihat dari banyak perspektif.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, prof. Mungkin saya adalah salah satu dari beberapa atau banyak orang yang masih awam terhadap filsafat. Hal ini mungkin dikarenakan pola pikir saya yang terlalu sempit bahwa filsafat adalah ilmu dengan teorinya yang segudang yang harus diingat dan dihafalkan. Padahal filsafat jauh lebih dari itu. Seperti yang dikemukakan di atas, filsafat adalah tentang olah pikir. Semua orang bisa berfilsafat, termasuk saya. Filsafat ada di segala aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17706251065

    Dari artikel ini, dapat saya pahami bahwa filsafat ternyata dipelajari oleh setiap orang baik secara sadar maupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung. Filsafat melatih seseorang untuk selalu mengkaji hal-hal baru dan berfikir secara kritis dan logis. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak sengaja belajar filsafat juga, karena dengan belajar filsafat kita akan menjadi bijaksana sehingga mampu memaknai hidup dan kehidupan.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Entah kenapa ketika membaca tulisan ini saya mendadak menjadi lemah lembut. Maaf, ini belum masuk pada komentar tulisan di atas. Hanya saja saya merasa ada ketenangan dalam membaca tulisan di atas. Saya rasa penulisnya (Meina Berlianti) adalah sosok yang sabar dan lemah lembut. Apakah perasaan ini muncul karena saya merasa ada di tahapan yang sama denganya? Apapun itu, saya sangat setuju bahwa filsafat selalu ada dalam kehidupan kita. Lah wong filsafat adalah olah pikir. Saya rasa setiap kita berfikir, kitalah filsuf, bagi diri kita setidaknya. Tapi semakin saya bingung dalam belajar filsafat, semakin mendorong saya mencari jawaban-jawaban atas kebingungan saya. Meskipun terkadang saya mendapatkan kebingungan lagi sebagai jawaban. Bismillah, saya akan belajar

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Saya tersentuh dengan pernyataan berikut, “Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, filsafat bukan sededar menghafal tokoh-tokoh. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah.” Demikian pula yang saya rasakan setalah saya berusaha mengenali filsafat. Setelah mengikuti perkuliahan filsafat dengan Prof. Marsigit dan juga membaca beberapa tulisan beliau di blog ini, saya merasakan bahwa filsafat itu sungguh dekat. Filsafat bukan sekedar mata kuliah, filsafat mengajak saya untuk berfikir reflektif dan lebih sopan terhadap ruang dan waktu. Sedikit demi sedikit saya menyadari manfaat-manfaat yang bisa saya petik dari belajar filsafat. Maka dari itu, belajar filsafat tidak boleh berhenti hanya sampai pada akhir perkuliahan besok.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Hidup dan kehidupan adalah anugerah dari Tuhan. Dalam menjalani kehidupan tentulah butuh arah untuk dapat selalu berjalan. Belajar filsafat adalah salah satu penunjuk arah ketika berjalan dalam kehidupan. Belajar filsafat adalah belajar tentang yang ada dan yang mungkin ada. Dan saya baru menyadari setelah membaca postingan Prof. Marsigit bahwa belajar filsafat ternyata dapat sembari berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan dan semakin menyadari kodrat kita sebagai manusia.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Filsafat memang cukup indah untuk dipelajari. Banyak hikmah-hikmah yang dapat diambil dari kita belajar filsafat. Semakin kita mempelajari maka kita akan semakin mabuk, tergiur dengan keindahan-keindahan dari filsafat itu sendiri. Filsafat itu hidup, dan hidup merupakan filsafat. Jangan memandang filsafat hanya sebagai mata kuliah saja, tetapi berusaha merefleksikan untuk kehidupan kita sehingga bisa menjadi lebih baik. Tidak semudah menegakkan benang yang basah memang, tetapi akankah kita hanya menyerah tanpa berusaha? Mari menjadi insan yang senantiasa Mau untuk berusaha memperbaiki diri, dimulai dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan di atas membuat saya merasa tidak sendiri menghadapi kebingungan dalam memahami bahasa-bahasa dalam ilmu filsafat. Saya semakin menyadari begitu pentingnya mempelajari ilmu filsafat. Saat seseorang hidup namun dalam kacamata filsafat dapat diumpamakan dengan mayat berjalan jika tidak berpikir. Berpikir menjadi hal yang sangat diutamakan dalam ilmu filsafat. Layaknya berpikir kritis sebagaimana telah diutarakan oleh Saudari Meina Berlianti. Belajar filsafat tidak hanya berfokus pada diri sendiri, namun juga orang lain. Sebenar-benar hidup hakikatnya adalah berfilsafat. Ya, saat seseorang berpikir maka sejatinya ia ada sebagai manusia yang benar-benar hidup. Saya merasa berpikir setiap saat itu penting. Menurut saya, filsafat dapat membuat manusia benar-benar hidup dan menghidupkan kehidupan.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Sayapun tak menyangka akan bertemu dengan filsafat,namun saya sangat bersyukur dapat belajar filsafat .Semakin lama membaca berbagai macam elegi, kita semakin dituntun untuk berpikir kritis dan logis.Karena sebenar-benarnya filsafat adalah membaca.Sebenar-benarnya filsafat adalah mengolah pikiran.Dan salah satu tanda manusia dikatakan hidup karena ia berpikir.

    ReplyDelete
  15. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tulisan di atas cukup mewakili apa yang saya rasakan saat pertama kali belajar filsafat. Filsafat memang membingungkan, tapi sekaligus menyenangkan. Semakin jauh saya berpikir bahwa filsafat bukanlah sekedar memikirkan kehidupan, tapi menghidupkan pikiran. Filsafat bukanlah tentang bagaimana cara membaca buku filsafat, namun bagaimana cara untuk membaca pikiran filososfis. Filsafat juga dapat dijadikan sebagai interupsi terhadap kemapanan dan kenyamanan, yang mungkin palsu. Filsafat membuat saya menjadi kasmaran dalam berpikir dan terus belajar.

    ReplyDelete
  16. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas sharing tulisan yang menginspirasi dari Meina Berilanti. Memang semakin ke sini saya semakin memahami bahwa filsafat bukanlah hanya terkait dengan membaca elegi dan menghafal pendapat para filsuf. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah bahwa filsafat itu adalah olah pikir seseorang, bagaimana kita memahami diri sendiri. Bagaimana melalui filsafat kita mampu menembus ruang dan waktu yang penuh dengan kontradiksi dan terhindar dari mitos. Untuk itu selagi masih masih bisa belajar, semua orang pasti bisa berfilsafat termasuk diri saya sendiri.

    ReplyDelete
  17. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih banyak prof. Marsigit karena dari ulasan di atas persis seperti yang saya rasakan. Meskipun pemahaman saya masih merasa jauh tak terhingga dengan apa yang ada pada elegi elegi yang diberikan, namun saya sanagt bersyukur bisa bersua dan mengenal lebih dalam tentang filsafat. Baru beberapa pekan saya membaca elegi bapak, saya semakin tertarik karena segala yang ada dan yang mungkin dapat memjadi sebuah pembahasan yang menarik, banyak pengibaratan yang mungkin menjadi kekaguman tersendiri karena merupakan hal yang luarbiasa, dan juga banyak sekali nilai dan hikmah yang dapat saya ambil. Dengan berfilsafat, akhirnya saya menjadi tahu bahwa ilmu dan pemahaman saya masih pada taraf jauh dibawah oranglain, terlebih teman-teman saya, saya jadi belajar untuk bagaimana menghargai pikiran dan pendapat orang, mengetahui pula sejauh mana kemajuan cara berpikir orang lain dan berusaha untuk berpikiran terbuka dan kritis.. Alhamdulillah, Wallahu'alam bishowab, setiap ilmu yang kita pelajari, selalu akan ada hikmah dan nilai yang dapat kita rasakan dan implementasikan di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  18. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya pun juga merasakan hal yang sama di awal perkuliahan filsafat. Entah mengapa yang sebenarnya tidak suka membaca dan hanya suka menghitung. Dan ini jawabanya. Karena semua sumber kehidupan itu berfilsafat. Belajar dari sebuah pengetahuan yang tidak hanya seputar angka tetapi bahasa. Bahasa analog yang memperlukan pengetahuan dan pengalaman yang dalam. Dan tidak hanya itu, filsafat belajar untuk mengolah pikiran kita dan memberi arti untuk saling memberikan kiritikan yang berarti. Ya mungkin bahasa analog cukup sulit untuk dipahami, tetapi ini merupakan proses untuk belajar menaikan dimensi. Kacaunya pikiran awal dari proses berhasilnya suatu ilmu, karena setiap kita kacau kita akan mencari jawaban-jawaban untuk menjawab semua hipotesis yang ada. Tetapi ingat, kacau pikiran jangan membuat hati kacau. baca, baca dan baca agar lebih memaknai filsafat.

    ReplyDelete
  19. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Apa yang dialami oleh Saudari Meina Berlianti barangkali juga dialami oleh mayoritas mahasiswa yang belajar filsafat bersama Prof Marsigit, namun tiap orang pasti juga memiliki pengalamannya masing-masing. Kuliah filsafat ilmu bersama Prof Marsigit memang memberikan warna dan dimensi baru yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan sama sekali. Berbeda dengan mayoritas mata kuliah yang lain, dalam filsafat kita tidak sedang berfokus memplajari filsafatnya orang lain. Justru kita sedang membangun filsafat kita masing-masing. Di saat mata kuliah lain kita belajar memahami teori-teori, menghafalkan dan memahaminya, namun di filsafat kita langsung mempraktekkannya, melakukan olah piker yang sebenar-benarnya dan membangun filsafat kita masing-masing

    ReplyDelete
  20. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Refleksi yang menyentuh hati dari mbak Meina ini sungguh bermakna pula bagi saya. Saya pun jadi mengingat kembali diri Saya sejak mula belajar filsafat. Saya jadi mendengar Dan mengamati lebih jeli terhadap segala yg terjadi Dan yg mungkin terjadi di sekitar saya, juga lebih memperhatikan apa yang dibicarakan orang orang di sekitar saya. Rupanya memang filsafat itu sangat dekat dengan kehidupan saya, dia adalah kehidupan itu sendiri.
    Terimakasih mbak Meina, refleksi nya menguatkan saya akan hakekat filsafat sebagai kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Filsafat adalah pikiran/olah pikir. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda, karena itulah dalam filsafat tidak ada yang salah. Dari ketidaksamaan olah pikir setiap orang inilah muncul berbagai pandangan yang diharapkan akan mencapai sesuatu yang harmoni. Setiap orang mempunyai kebebasan dalam berfilsafat sepanjang tidak bertentangan dengan norma-norma.

    ReplyDelete
  22. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sepertinya pengakuan ini mewakili seluruh mahasiswa yang baru pertama kali belajar filsafat. Sama seperti subyek pada artikel ini, saya tidak pernah berpikir bahwa jurusan yang saya ambil akan berhubungan dengan filsafat. Dulu, saya berpikir filsafat berhubungan dengan fakultas hukum atau sosial politik sehingga amat sangat jauh hubungannya dengan pendidikan matematika. Bukan belajar namanya kalau kita sudah tahu segalanya. Kita belajar karena kita sadar kita tidak mengetahui apa-apa. Hermeneutika, utilitirian, Immanuel Kant, Plato, absolutisme, notion, elegi.. adalah beberapa kata yang dulu membuat kening berkerut-kerut. Namun perlahan kita pasti menyadari, bukan tentang menghafal istilah.. bukan tentang mengenal tokoh filsuf.. Namun pahami fondamen paham-paham filsafat dan pikiran para filsuf, lalu refleksikan kepada diri sendiri.. itulah sebenar-benarnya inti belajar filsafat, yaitu belajar mengenal pikiran sendiri.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Gambaran yang dierikan oleh subjek disini sangatlah nyata. Hal tersebut juga dihadapi oleh saya pribadi. Saya berharap suatu saat akan lebih memahami filsafat afgar mengetahui betapa indahnya hasil dari mengetahui filsafat itu. Buah dari filsafat sangat banyak. Salah satunya adalah sifat netral yang bisa di kontrol. Semoga dalam mempelajari filsafat kali ini saya pribadi dapat memperoleh begitu banyak pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang ada. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dengan belajar berfilsafat, saya bisa belajar berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan ciri mahasiswa yang sebenarnya, karena dengan berpikir kritis maka akan memnbantu memahami setiap perubahan yang ada dengan sigap, cepat, dan tangkas. Dengan berpikir kritis maka kita tidak akan termakan mitos. Dengan mengomentari elegi-elegi bisa menjadi ajang untuk berlatih menulis, sehingga membantu untuk persiapan menulis thesis.

    ReplyDelete
  25. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Filsafat adalah olah pikir. Ini merupakan suatu pernyataan yang selalu disampaikan Bapak Marsigit di kelas filsafat setiap tatap muka. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang kita pilih menentukan hidup kita. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki maka berpengaruh dengan pilihan kita. Di dalam menggapai pengetahuan diperlukam olah pikir dan olah pikir berkaitan dengan berfikir kritis. Oleh karena itu filsafat mengajarkam kita untuk selalu berfikir kritis dan tidak diam pada suatu keadaan. Berfikir kritis tidak hanya terpaku pada teori saja, namun dengan realita (keadaan) yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  26. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    refleksi yang sangat menyentuh hati mbak meliana. memang saya pun tak mengira akan mempelajari filsafat sedalam ini dengan cara yang unik. setelah saya belajar filsafat dengan dibawah bimbingan Prof. Marsigit saya jadi mengetahui bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari kehidupan. apoapun pelajarannya selalu ada terindikasi didalamnya filsafat

    ReplyDelete
  27. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Apa yang diungkapkan oleh saudari diatas sangatlah luar biasa. Karena kemampuan untuk berfilsafat yang ingin ditanamkan oleh Prof. Marsigit akhirnya dapat dirasakan oleh saudari. Meski saya tau itu bukanlah hal yang mudah. Dengan adanya tulisan ini saya menyakini bahwa meski tidak mampu seperti yang telah dirasakan saudari, semoga kami yang sedang belajar, mampu mencintai filsafat. Agar ia bisa hidup diantara kami semua. Terimakasih saudari.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete