Sep 20, 2013

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat




Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.


Perjalananku Mempelajari Filsafat:
(Oleh Meina Berlianti)

Awalnya aku tak menyangka aku akan belajar filsafat di bangku kuliah. Padahal jurusan yang aku ambil sama sekali tak berhubungan dengan dunia filsafat. Tapi ternyata perkiraanku salah. Ternyata di matematika aku menemukan sebuah filsafat, dan di filsafat aku menemukan matematika. Bukan hanya matematika yang ada di dunia filsafat, masih banyak lagi ilmu l;ain yang ada didalamnya.

Tak aku pungkiri, butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat. Kata-katanya yang cukup membingungkan, kalimatnya yang memusingkan dan bahasanya yang sulit aku pahami membutuhkan waktu yang lebih untuk mempelajarinya. Tapi akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena sebenarnya filsafat itu adalah diriku, filsafat ada pada diriku.

Di tengah perjalananku dalam mempelajari filsafat aku mendapatkan sebuah kekuatan magic yang mendorongku untuk belajar filsafat. Aku masih ingat dengan kata-kata seorang ahli filsafat di kampusku, siapa lagi kalau bukan Dr. Marsigit, dosen matematika yang ahli berfilsafat. Hampir di setiap perkuliahan Beliau selalu berpesan pada kami bahwa filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kata-kata itulah yang membuatku menjadi bersemangat dan yakin aku pasti bisa. Yah kini aku mulai sadar apa itu filsafat……

Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini.

Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat.

32 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dulu, ketika mendengar filsafat, yang saya bayangkan adalah sebagaimana sejarah, saya harus menghafalkan nama-nama filsuf. Saya pun berfikir apa hubungan antara filsafat dengan matematika. Tetapi ternyata filsafat saling terkait dengan matematika. Dan bahkan filsafat saling terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dan belajar filsafat bukanlah tentang menghafal, tetapi adalah memaknainya sehingga terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk-bentuk lain. Dan saya pun kembali menyadari bahwa apa yang telah saya pelajari ini hanya sedikit dari hakekat filsafat. Bahwa sebenar-benar diri saya tidak akan pernah memahami filsafat, tetapi harus selalu berusaha untuk terus mempelajari dan mencoba memahaminya.

    ReplyDelete
  2. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Jargon pengakuan subjek belajar filsafat merupakan repost karya Meina Berlianti dengan judul perjalananku mempelajari filsafat, membaca tulisan ini terasa nyaris sama dalam mendeskripsikan seperti apa yang saya rasakan tentang filsafat pada mulanya hingga saat ini. Di awal, pertama kali mengetahui bahwa ada matakuliah filsafat yang harus saya ambil di semester pertama ini, agak membuat saya khawatir sebab seseorang pernah menceritakan hal negatif tentang filsafat sehingga membentuk persepsi yang begitu dangkal dalam pikiran saya tentang filsafat, namun sejauh ini saya mulai memahami filsafat dan mulai berpersepsi berbeda bahwa filsafat tidaklah seperti apa yang saya pikirkan sebelumnya. filsafat membuka wawasan dan meningkat dimensi berpikir seseorang, sehingga seseorang dapat berfikir secara lebih menyeluruh (komprehensif) serta reflektif.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Banyak yang beranggapan bahwa filsafat itu sulit dan cenderung ke arah yang menyesatkan. Hal itu ternyata tidak benar karena setelah saya belajar filsafat diperkuliahan ini. Filsafat tidak sulit tapi untuk belajar filsafat diperlukan pikiran dan hati yang ikhlas dan mau menerima ilmu serta mau banyak membaca serta mebuat pertanyaan-pertanyaan. Saat pikiran kita tidak mampu lagi menjangkau apa yang akn kita pikirkan maka hal itu dikembalikan ke hati.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya sudah dua kali belajar diperkuliahan filsafat bersama Prof. Marsigit, pertama filsafat pendidikan matematika dan yang kali ini filsafat ilmu. Selalu ada sisi menarik dari apa yang disampaikan. Pelajaran yang sangat berharga yang selalu saya dapat dari kuliah filsafat ini adalah bagaimana cara Prof. Marsigit menyederhanakan penyampaian filsafat agar mudah dipahami oleh orang awam. Menggunakan bahasa analogi yang lebih bisa dipahami, menggunakan kontek yang sederhana dan dekat dengan kehidupan, dsb. Dan dengan belajar filsafat ini, saya merasa dajak untuk tidak sekadar memiliki kemampuan berpikir logis dan kritis dalam belajar, namun juga bagaimana cara kita bersikat terhadap ilmu dan bagaimana kita bersikat dengan ilmu tersebut, bahwa kita harus selalu ikhlas, bersyukur, dan tak boleh sedikitpun memiliki sifat kesombongan. Hal ini tentu tak hanya dapat diterapkan dalam hal belajar atau menuntut ilmu saja, namun bisa diterapkan dalam setiap kegiatan.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hal yang tak jauh berbeda dengan saya alami. Sebelum belajar filsafat, saya mengira filsafat adalah dominan membahas sejarah dan perkembangan ilmu filsafat. Namun nyatanya pemikiran saya terlalu sempit. Filsafat membahas berbagai ilmu. Filsafat melihat fenomena dari berbagai sudut. Filsafat membuat kita lebih memaknai kedudukan subyek dan obyek. Filsafat mengajak kita untuk merefleksikan diri dan terus bergerak mengejar logos. Filsafat juga memberikan pedoman untuk bagaimana menjadi pendidik yang mencapai kesempatan, serta filsafat menuntun kita meletakkan wadah da isi, menterjemahkan dan diterjemahkan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Belajar filsafat merupakan suatu hal yang sangat unik, membutuhkan pemikiran mendalam dan bersifat kritis. Membaca kehidupan yang berada di dalam ruang dan waktu ini juga merupakan berfilsafat. Ketika kita mulai pandai dalam meng-elegi kan kehidupan kita, niscaya kita tidak akan lagi menjadi sebuah patung fisafat karena kita akan terus bergerak dan berkembang keluar dari zona-zona diam kita. Filsafat mampu menjawab permasalahan akan uniknya kehidupan yang kita jalani di dalam ruang dan waktu ini.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Belajar filsafat memang tidak mudah, tetapi harus. Saya beruntung di ajar oleh Bapak Dosen Marsigit. Berbeda dengan teman – teman yang berbeda jurusan. Mereka belajar filsafat secara teoritis. Tapi oleh pak marsigit, filsafat dikemas dalam bentuk elegi sehingga saya terbawa alur berpikir beliau.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    FILSAFAT. Mendengarnya saja terkadang sudah terbayang kebingungan dalam memahaminya. Alasan saya mengatakan demikian karena sesuai pengalaman yang saya peroleh ketika jengang S1 pada perkuliahan filsafat pendidikan. Sejujurnya saya kesulitan betul memahami apa yang ada di dalamnya. Akan tetapi, lain halnya dengan saat ini. Melalui metode mengajar dari Prof. Marsigit persepsi saya semakin berubah. Dengan filsafat saya menjadi tau bahwa selama ini sifat-sifat, pikiran-pikiran, tindakan, perasaan dari diri ini ternyata masih dihinggapi rasa kesombongan. Bahkan saat ini pun ketika saya menulis ini saya khawatir masih diselimuti dengan kesombongan. Terima kasih Prof. atas elegi dan ilmu-ilmu nya, mudah mudahan saya mampu menempatkan diri pada situasi yang tepat.

    ReplyDelete
  9. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kami mengenai dan mengecap bangku kuliah sedari S1, dan setiap perkuliahan filsafat terkesan kaku, leksikal, membingungkan, berbahaya, dapat menyesatkan dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan saat ini bahkan kehidupan yang akan datang. Wanum saat ini saya pun mulai mneyadari bahwa filsafat tak seburuk itu dan berfilsafat tak sebecanda itu. Dengan mendalami filsafat kita semakin tahu siapa diri kita, jalanmenuju kebijaksanaan semakin terbuka lebar. Wallahu a'lam, Terima kasih Prof. Marsigit

    ReplyDelete
  10. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pada elegi ini, jargon pengakuan subyek belajar saya sadar bahwa ini adalah tempat kami untuk sekedar "curhat", pada awalanya sistem perkuliahan seperti yang dijalankan Prof. Marsigit terkesan nyentrik. Namun seiring berjalannya waktu, kekocakan dalam kelas, interaksi yang menyenangkan dengan becanda tanpa meninggalkan materi yang bisa kami ambil dari setiap pertemuan dan komen elegi semacam ini menyuguhkan dunia baru, tantangan bahsa yang haraus kami pahami dan kami serap. Terima kasih Prof. Marsigit

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Menarik pengalaman dari subjek belajar filsafat di atas, krena hamper mirip dengan diri saya sendiri. Sebelum ini saya memandang filsafat sebagai hal yang tidak memiliki peran dalam kuliah yang saya tempuh, tetapi setelah di bangku kuliah ini banyak dosen menyadarkanku terkait arti penting ontologis, epistomologis, aksionlogis, baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di matakuliah lain. Semoga ikhtiar ini membuat diri saya semakin memahami filsafat, yang intiyna adalah berpikir, krena saya masih bisa berpikir

    ReplyDelete
  12. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya sangat setuju dengan jargon-jargon yang diungkapkan di atas. Belajar filsafat akan memunculkan kebingungan yang luar biasa di awal perkuliahan, Namun kata-kata ikhlas, ikhlas, ikhlas selalu terngiang di kepala saya, meskipun dengan semangat yang naik turun namun saya berusaha untuk memnuhi segala kewajiban saya. Melalui tugas-tugas ini saya belajar untuk terus menerus merefleksikan diri dan mencari perbaikan, berusahan menjadi subyek yang mampu menempatkan ruang dan waktu dan menjalani kehidupan sesuai hakekat manusia diterjemahkan dan menerjemahkan.

    ReplyDelete
  13. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ada pepatah yang mengatakan "don't judge a book by its cover", mungkin itulah yang dapat saya pesankan kepada yang akan belajar filsafat. Filsafat yang saya bayangkan selama ini adalah proses berpikir yang sangat kompleks dengan ajaran-ajaran filsuf yang beraneka ragam dan sulit dipahami bahasanya. Akan tetapi, setelah belajar filsafat dengan Prof., sedikit demi sedikit saya mulai memahami apa sesungguhnya filsafat itu. Apa yang digambarkan dan dirasakan oleh Meina Berlianti kurang lebih sama dengan apa yang saya rasakan terkait belajar filsafat. Semoga ke depannya kita dapat menjadi subyek yang dapat menempatkan diri dan tidak pernah puas dalam belajar.

    ReplyDelete
  14. Latifah Fitriasari
    PM C

    Ketika belajar filsafat, anda akan berjumpa dengan pemikiran para filsuf besar sepanjang sejarah manusia. Tidak ada kesalahan dalam berfilsafat. Setiap orang mempunyai filsafat atau olah pikirnya masing-masih tergantung bagaimana kita menterjemahkan. Filsafat mempelajari berbagai kebenaran, gagasan dan prinsip seputar keberadaan dan pengetahuan akan segala sesuatu. Bahkan seorang mahasiswa jurusan filsafat pun mungkin ada yang mengekspresikan pembelajaran filsafat dengan hanya satu kata, yakni membingungkan. Filsafat itu adalah diriku dan aku mengetahuinya maka tentulah hidupku adalah filsafat, dan filsafatku adalah hidupku.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya juga seorang subyek belajar, dan saat ini saya juga sedang belajar filsafat. Memang awalnya membaca dan memahami filsafat itu sangat sulit karena tida jelas nalar dan logikanya. Tetapi dari perkuliahan saya mengetahui bahwa sebenar-benar filsafat adalah pikiranku sendiri. Maka apabila aku merasa bingung setiap belajar filsafat itu artinya au sedang berpikir. Sedangkan filsafatku iala bahasaku atau kata-kataku yang berasal dari pemikiran dan pengalamanku.

    Menurut saya filsafat itu seperti berbicara tentang suatu hal yang diketahui tetapi melalui perumpamaan atau cerita yang membungkusnya. Sehingga pesannya perlu dicari dan digali agar nampak. Contohnya seperti nasehat orangtua yang terkesan bertele-tele dan ngalor ngidul. Padahal sesungguhnya itu suatu nasehat yang dicapkan dan tersirat di dalam kata-kata. Maka dalam mempelajari filsafat sama seperti memahami nasehat orangtua. Memerlukan kepekaan dan keikhlasan dalam membaca atau mempelajarinya. Semoga dari setiap kita belajar filsafat dapat menemukan hikmah atau nilai dibaliknya.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dapat saya simpulkan, sebelum mempelajari filsafat mari luruskan niat yang positif sesuai hakikat filsafat itu sendiri. Sebelumnya saya tidak pernah belajar filsafat secara formal, sekarang saat duduk di bangku S2 saya sadar walaupun sebelumnya saya tidak pernah belajar filsafat tanpa disadari saya telah berfilsafat dan berdampak baik bagi orang-orang di sekeliling saya. Karena filsafat itu sendiri hakikatnya ada pada diriku.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Belajar filsafat akan melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berpikir secara mandiri, mampu membangun pribadi yang berkarakter, tidak mudah terpengaruh oleh faktor eksternal, tetapi di sisi lain masih mampu mengakui harkat martabat orang lain, mengakui keberagaman dan keunggulan orang lain. Belajar filsafat adalah proses bagaimana kita memaknai setiap pemikiran. Pemikiran para filsuf yang dijadikan landasan tetapi bukan berarti membatasi pemikiran yang diciptakan. Sehingga tetap menghasilkan pemikiran baru tanpa terlepas dari pemikiran-pemikiran para filsuf sebelumnya.

    ReplyDelete
  18. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 201

    Belajar filsafat membantu manusia untuk lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sehingga diharapkan manusia mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Namun ketika filsafat membuat manusia menjadi tidak terkendali dan senantiasa membenarkan yang salah dan membuat manusia menjadi sombong sebab sudah merasa berilmu dan sudah merasa pandai berfilsafat. Oleh karena itu dalam berfilsafat diharuskan untuk menjaga jiwa spiritual agar tetap kuat dengan pikiran dan hati yang jernih juga sehingga tidak terjadi malapetaka yang ada.

    ReplyDelete
  19. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Belajar filsafat membantu manusia untuk lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sehingga diharapkan manusia mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Namun ketika filsafat membuat manusia menjadi tidak terkendali dan senantiasa membenarkan yang salah dan membuat manusia menjadi sombong sebab sudah merasa berilmu dan sudah merasa pandai berfilsafat. Oleh karena itu dalam berfilsafat diharuskan untuk menjaga jiwa spiritual agar tetap kuat dengan pikiran dan hati yang jernih juga sehingga tidak terjadi malapetaka yang ada.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Belajar filsafar yang meliputi objek ada dan yang mungkin ada menuntut kita untuk lebih berpikir kritis terhadap lingkungan. Dalam lingkungan tersebut objek ada dan yang mungkin ada terletak. Ada yang telah ada maka akan dikembangkan sehingga akan beruha menjadi yang mungkin ada. Sedangkan yang mungkin ada dapat berkembang menjadi ada ketika seseong mampu memikirkannya dengan kritis.

    ReplyDelete
  21. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari jargon pengakuan subyek belajar filsafat di atas saya memahami bahwa ini kisahnya seperti apa yang saya alami. Kita memahami bahwa belajar filsafat berarti membangun dunia kita sendiri. dan memang dalam belajar filsafat tidak akan selesai hanya 1 semester perkuliahan saja, namun membutuhkan waktu seumur hidup dalam memahaminya. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama perkuliahan filsafat ini sehingga saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak atas ilmu yang diberikan selama ini. semoga kebaikan dan pahala berlimpah selalu tercurah kepada Bapak Marsigit. Menjadikan kita utamanya saya bahwa belajar filsafat itu tidak ada yang sesat asal menggunakan ruang dan waktu yang tepat. Memaknai dengan tepat, menyeimbangkan antara usaha dan doa, menyeimbangkan antara dunia dan akhirat begitu dan seterusnya.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Beberapa orang mengaku bahwa mereka merasa sulit untuk memahami bahasa-bahasa dalam filsafat dan memahami filsafat dalam pembelajaran matematika. Filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kemampuan berfilsafat perlu dikembangkan agar kita bisa mencoba menjadi lebih bijaksana, baik, dan benar dalam menjalani hidup dan dalam menghadapi masalah dalam kehidupan

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat merupakan suatu pengalaman yang sangat unik. Filsafat sangat perlu dipelajari karena filsafat mengajarkan kita membahas secara tuntas segala macam permasalahan sesuai dengan epistimologi, ontologi dan aksiologinya sehingga saya yakin dan percaya bahwa belajar filsafat sangat penting untuk dipelajari karena manfaat belajar filsafat yang sangatlah luas.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    suatu hal yang sangat baru bagi saya belajar filsafat. Dalam belajar filsafat membutuhkan pemikiran mendalam dan bersifat kritis. Membaca kehidupan yang berada di dalam ruang dan waktu ini juga merupakan berfilsafat. Ketika kita mulai pandai dalam meng-elegi kan kehidupan kita, niscaya kita tidak akan lagi menjadi sebuah patung fisafat karena kita akan terus bergerak dan berkembang keluar dari zona-zona diam kita. Filsafat mampu menjawab permasalahan akan uniknya kehidupan yang kita jalani di dalam ruang dan waktu ini.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jargon pengakuan subjek belajar filsafat menjelaskan tentang seseorang yang sedang mempelajari filsafat. Yang kita sebut sebagai subjek filsafat adalah seseorang yang ingin mengetahui dengan membaca dan belajar, yaitu belajar mengungkapkan tesis beserta antitesisnya terhadap pikiran para filsuf, yaitu filsafat itu sendiri. Dengan berfilsafat melalui blog Pak prof ini memberi banyak manfaat, kita tidka hanya belajar tentang filsafat namun banyak hal lainnya seperti penggunaan bahasa dalam elegi, sehingga kita belajar untuk memaknai kata konotasi yang membuat pikiran kita kritis pula.

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat Ilmu juga merupakan mata kuliah yang baru saya jumpai di bangku kuliah S2. Pada saat pertama kali mendengar saja, saya sudah bingung hal itu karena saya belum mengenal lebih dekat apa itu filsafat ilmu. Setelah melalui perkuliahan-perkuliahan bersama Pak Marsigit, saya menjadi mengenal filsafat, ternyata filsafat adalal olah pikir dan ternyata filsafat itu dekat diri kita sendiri bahkan secara tidak disadari telah ada di dalam diri kita. Melalui perkuliahan ini juga banyak ilmu yang dapatkan, terutama dengan belajar filsafat kita diajarkan untuk menjadi orang yang rendah hati, menyadari bahwa dirinya tidak sempurna, ilmu yang dimiliki terbatas, setinggi-tinggi ilmu yang dimiliki pasti masih ada yang tidak diketahui. karena yang sempurna itu hanya milik Tuhan YME, Oleh karena itu kita tidak boleh bersikap sombong. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui belajar filsafat ilmu saya juga diajarkan untuk mencari makna di sebaliknya. Adanya tugas membuat komen dan refleksi, membuat kita untuk mencari makna yang ada dibalik tulisan atau dibalik ucapan-ucapan yang kita dengar. Karena kita akan sulit belajar jika hanya menterjemahan yang terlihat saja namun tidak mencari makna di sebaliknya. Selain itu melalui filsafat juga, saya juga memperoleh ilmu bagaimana pbm yang cocok dengan anak-anak, karena dunia anak-anak dan orang dewasa adalah berbeda. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 PMat C 2017

    Filsafat memang sebuah ilmu yang sulit dipahami oleh sebagian besar orang. Akan tetapi, sebenar-benarnya filsafat adalah pikiran kita sendiri. Jika kita dapat memahami pikiran dan diri kita, maka kita juga akan mudah untuk berfilsafat. Filsafat itu hanya tergantung pada ruang dan waktu. Sesuatu yang benar dimasa sekarang, belum tentu benar dimasa yang akan datang, begitupun sebaliknya, sesuatu yang salah dimasa sekarang, belum tentu salah dimasa yang akan datang. Semuanya tergantung pada ruang dan waktunya masing-masing.

    ReplyDelete
  29. Pada awalnya saya juga merasa aneh dan bingung ketika membaca elegi yang ditulis oleh Bapak Marsigit. Tetapi, ketika saya mencoba membaca elegi secara ikhlas pikir dan ikhlas hati, saya mulai mengerti maksud dan pesan yang terkandung di dalam elegi. Beberapa pesan tersebut terkadang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapatkan setelah membaca elegi yang Bapak tulis. Semuanya sangat menarik dan bermanfaat. Menurut saya, sangat unik, pengalaman yang dituangkan dalam bentuk elegi. Menjadi berbeda dengan pengalaman biasa yang dituangkan dalam cerita yang monoton.

    ReplyDelete
  30. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Filsafat memang ilmu yan tidak mudah untuk dipelajari. Akan tetapi, itulah tantangan dalam belajar, perlu proses dalam belajar dan perlu waktu yang lama. Tidak ada kesalahan dalam berfilsafat. Setiap orang mempunyai filsafat atau olah pikirnya masing-masing tergantung bagaimana kita menterjemahkan. Filsafat itu hidup, dan hidup merupakan filsafat. Filsafat itu bukan hanya sebagai mata kuliah saja, namun banyak hal yang dapat kita petik ketika kita berusaha merefleksikannya dalam kehidupan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  31. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    ketika pertama kali saya melihat mata kuliah Filsafat ilmu di KRS, saya bertanya-tanya "apa hubungannya filsafat dengan matematika? kenapa kita belajar filsafat?". pada awalnya bayangan saya dalam belajar filsafat, kita mempelajari ilmu tentang ke Tuhan-an, atau seperti yang didapatkan waktu S1 yang materinya hampir sama dengan akidah Islam. tapi ternyata filsafat susah untuk dipahami.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. mempelajari filsafat secara formal memang saya akui sangat sulit. Dari hal-hal yang saya anggap biasa ternyata mengandung makna yang luas jika dihubungkan dengan filsafat. Sesungguhnya filsafat itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita. Tapi kita tidak menyadarinya. Berfilsafat itu menurut saya seperti memaknai tiap yang ada dan mungkin ada dalam hidup ini.

    ReplyDelete