Sep 20, 2013

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat




Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.


Perjalananku Mempelajari Filsafat:
(Oleh Meina Berlianti)

Awalnya aku tak menyangka aku akan belajar filsafat di bangku kuliah. Padahal jurusan yang aku ambil sama sekali tak berhubungan dengan dunia filsafat. Tapi ternyata perkiraanku salah. Ternyata di matematika aku menemukan sebuah filsafat, dan di filsafat aku menemukan matematika. Bukan hanya matematika yang ada di dunia filsafat, masih banyak lagi ilmu l;ain yang ada didalamnya.

Tak aku pungkiri, butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat. Kata-katanya yang cukup membingungkan, kalimatnya yang memusingkan dan bahasanya yang sulit aku pahami membutuhkan waktu yang lebih untuk mempelajarinya. Tapi akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena sebenarnya filsafat itu adalah diriku, filsafat ada pada diriku.

Di tengah perjalananku dalam mempelajari filsafat aku mendapatkan sebuah kekuatan magic yang mendorongku untuk belajar filsafat. Aku masih ingat dengan kata-kata seorang ahli filsafat di kampusku, siapa lagi kalau bukan Dr. Marsigit, dosen matematika yang ahli berfilsafat. Hampir di setiap perkuliahan Beliau selalu berpesan pada kami bahwa filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kata-kata itulah yang membuatku menjadi bersemangat dan yakin aku pasti bisa. Yah kini aku mulai sadar apa itu filsafat……

Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini.

Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat.

12 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Filsafat itu sangat dekat dengan kita. Filsafat tidaklah rumit dan membingungkan bahkan susah dipelajari. Filsafat berasal dari hal-hal kecil dan sederhana. Filsafat berada di sekitar kita dimanapun kita berada. Filsafat mengajarkan kita banyak hal, kesabaran, kesederhanaan, berfikir kritis dan kreatif, menajari kita agar mengenal diri kita dan bahkan memahami apa yang dipikirkan orang lain. Filsafat itu ada di dalam setiap kehidupan yang kita alami. Kemampuan berfilsafat kita ditentuan oleh pengalaman yang kita peroleh. Dan filsafat adalah jalan kita untuk lebih memahami kehidupan.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Rasa ingin tahu dalam kebingungan mempelajari filsafat akan sangat membuat kita penasaran dengan filsafat itu sendiri. Sehingga motivasi belajar akan tumbuh dengan sendirinya. Motivasi untuk senantiasa mencari kebenaran dan pencarian ilmu dari berbagai sumber atau referensi yang ada. Belajar filsafat juga bertujuan supaya kita mengenal filsafat kita sendiri karena filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Seperti yang telah disampaikan pada elegi-elegi sebelumnya, filsafat itu adalah olah pikiran. objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Memang tidak dipungkiri bahwa untuk memahami kata-kata dalam filsafat memang cukup susah, bahasanya pun cukup membingungkan. Tetapi dengan berfilsafat kita dapat berpikir kritis, menuangkan ide-ide atau olah pikir kita mengenai suatu fenomena, mencoba memahami pikiran orang lain dan mencoba menghargai pendapat orang lain. Dengan memahami kehidupan dan berfilsafat kita akan mendapat pelajaran tentang hidup. Dan satu hal lagi yang saya pelajari dalam memahami makna filsafat yang cukup membingungkan dan sulit adalah untuk selalu rendah hati.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Tidak mudah untuk belajar mengenai filsafat. Banyak pertanyaan yang muncul saat belajar filsafat, dari apa sebennarnya filsafat itu, himgga pertanyaan mengapa ada filsafat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut inilah yang secara tidak langsung menandakan bahwa kita sedang berfilsafat. Adanya rasa ingin tahu saat kita mengalami kebingungan tersimpan modal pencarian jawaban atas segala kebingungan, yaitu melatih untuk berfikir kritis dan termotivasi untuk mencari jawabannya.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari artikel diatas, saya juga menyadari bahwa saya merasa belajar filsafat lebih dalam ketika kuliah di pascasarjana. Dari filsafat saya belajar lebih banyak tentang segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia dan juga tentang memahami dan mengerti pikiran orang lain. Filsafat merupakan guru yang mengajarkan tentang bagaimana hidup bersama dengan orang lain dalam keseharian kita.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Belajar filsafat memang tidak mudah, tetapi harus. Saya beruntung di ajar oleh Bapak Dosen Marsigit. Berbeda dengan teman – teman yang berbeda jurusan. Mereka belajar filsafat secara teoritis. Tapi oleh pak marsigit, filsafat dikemas dalam bentuk elegi sehingga saya terbawa alur berpikir beliau.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafat yang merupakan olah pikir yang cakupannya sangat luas. Ketika mempelajari filsafat, berarti kita mempelajari pikiran para filsuf. Maka pentingnya meningkatkan spiritualitas kita. Sehingga jika pemikiran menjadi kacau karena proses belajar filsafat, ada hati yang selalu menguatkan dan hati yang tak kacau. Dan sebenar- benarnya ketika pikiran kacau, itulah awal mula akan munculnya pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Obyek filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam filsafat terdapat ragam bahasa dan terikat oleh ruang dan waktu. Hermenitika secara ekstensif dan intensif. Adanya mitos karena berhentinya berpikir dan adanya logos karena terus berpikir. Kita ada karena adanya orang lain yang mengakui bahwa kita itu ada.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat itu bukan memaksa. Filsafat itu diriku, biarlah diriku yang menerjemahkannya.
    Filsafat, telah membuat pemikiranku berjalan. Dengan filsafat, saya akan benar-benar menjadi diri sendiri. Saya tidak akan memaksakan kehendak orang lain. Saya tidak akan egois. Karena, filsafat itu diriku. Jangan jadikan dirinya sebagai diriku. Maka jika dipaksa, itu adalah sebuah perbuatan dzalim. Perbuatan dosa. Biarlah oranglain berfilsafat sesuai apa yang mereka pikirkan. Semua itu hanya milik Allah. Kita tidak bisa menentukannya.
    Dengan berfilsafat, kita tidak akan di bodoh-bodohi orang. Kita akan menjadikan hidup kita lebih maju. Itulah sedikit cerita saya tentang belajar filsafat.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Semua ilmu pengethauna yang ada sekarang ini tak lepas dari perannya filsafat karena filsafat itu ada di setiap segi ilmu. Dengan berfilsafat kita bisa menemukan apa itu makna kehidupan. Dengan berfilsafat kita juga bisa mengambil sebuah pelajar dalam kehidupan. saya sangat suka dengan sebuah potongan kalimat bahwa dimatematika aku menemukan filsafat dan di filsafat aku menemukan matematika. Itulah inti dari filafat itu katena dengan berfilsafat kita bisa melatih pikiran kita dengan kritis dan difilsafat tidak ada yang namanya benar atau salah karena berfilsafat olah bahasa dan olah pikir sesorang.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat adalah berpikir tentang fenomena kehidupan. Berfilsafat adalah kegiatan berpikir lebih luas dan mendalam. Saya setuju bahwa filsafat mengajari kita untuk selalu menghargai diri sendiri dan orang lain karena kita tidak pernah menganggap sesuatu itu adalah salah, semuanya dianggap benar dalam filsafat. Karena semua yang benar dan salah itu relatif sesuai dengan sudut pandang mana kita melihatnya. Dengan seperti ini membaca elegi-elegi ini dan memberikan komen ini juga kegiatan filsafat dan saya merasa dengan kegiatan ini kami sebagai mahasiswa dilatih berpikir kritis untuk memahami apa yang Prof maksudkan pada sebuah elegi. Belajar filsafat memberikan keuntungan lagi bagi kita yaitu mengetahui banyak permasalahan dan realita dalam hidup sehingga berguna bagi kita dalam menjalankan kehidupan ini kedepannya. Karena sesungguhnya hidup juga adalah belajar filsafat. Sehingga tanpa kita sadari setiap insan telah belajar filsafat tanpa terkecuali.

    ReplyDelete