Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

110 comments:

  1. ADA jika dapat dijelaskan, dideskripsikan. Entah itu tentang materinya, kuantitasnya, kualitasnya, sifatnya atau spiritualnya. Jika suatu hal dapat dijelaskan dan dapat dideskripsikan maka itulah ADA. TIDAK ADA pun dapat dapat disebut ADA. Seperti Jika aku dapat menyebut engkau sudah tidak ada dalam pikiranku lagi berarti engkau ADA. Bilamana tidak ada Jika aku tidak dapat menyebut engkau ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ada merupakan salah satu objek filsafat, maka sesuatu dikatakan ada ketika dapat dengan jelas diketahui sifat dan eksistensinya. Dalam filsafat, sesuatu dikatakan ada apabila ada dalam pikiran dan di luar pikiran. Karena objek filsafat sendiri meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang mungkin ada juga walaupun terletak diluar pikiran, juga mempengaruhi apa yang terjadi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sebagai manusia kita harus memiliki sifat yang ada, mengada dan pengada. Kita ADA jika terdapat bukti atau fakta yang terjadi yang menunjukkan bahwa kita itu benar-benar ada. Kita MENGADA jika kita telah melakukan suatu usaha nyata yaitu membuat kenyataan. Jika kita telah melakukan usaha MENGADA maka otomatis kita juga sebagai PENGADA. "Tiadalah dirimu itu tanpa MENGADA dan PENGADA. Maka agar engkau tetap ADA tidak ada jalan lain bagi kita untuk selalu MENGADA. Jika kita telah MENGADA maka PENGADA akan selalu meyertai kita". Diri kita ADA jika selalu menggapai logos.

    ReplyDelete
  4. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada adalah kenyataan. Aku ada karena aku nyata. Aku ada karena engkau dapat melihat penampakkanku. Aku ada jika aku di dalam pikiranmu ataupun di luar pikiranmu. Aku di luar pikiranmu maka kamu berusaha memahamiku. Aku di dalam pikiranmu maka kamu berusaha menjelaskan diriku kepada orang lain. Jika aku tidak ada maka kamu tidak dapat menjelaskan bahwa aku itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  5. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sesuatu dianggap ada jika kita mampu menunjukkan atau menguraikan atau menyebutkan sifat-sifat dari suatu hal. Ada tidak hanya dipandang pada saat kita melihat suatu hal tersebut, ada juga dapat dipandang saat kita memikirkan suatu hal tersebut. Misalnya ada yang dipandang saat kita melihat kursi, tentu kita akan mengidentifikasi sifat-sifat kursi, apakah sifat-sifat itu sesuai dengan benda yang kita lihat, jika iya maka kursi itu ada. Bisa juga ada yang dipandang saat kita memikirkan kursi, tentu kita akan memikirkan sifat-sifat yang dimiliki kursi lalu kita akan menggambarkannya dalam pikiran kursi, jika kita mampu maka kursi itu disebut ada.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ada terlihat dari beberapa sifat yang dimiliki dan berada di dalam hati dan pikiran manusia. Hal ini sama dengan manusia dalam bersosial, seseorang dianggap orang atau ada ketika dia dapat berinteraksi dengan sesama warga lainnya, dapat berkomunikasi, dapat bertanggungjawab atas semua yang telah dilakukan, dan bagaimana ia dalam beribadah. Dengan ada, maka seseorang akan mengetahui wadah dan isi dari unsur-unsur atau sifat-sifat yang ada. Ada berada di dalam dan diluar pikiran manusia.

    ReplyDelete
  7. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Menggapai Ada, judul yang menarik perhatian saya. Setelah saya baca, hal yang saya dapatkan adalah bahwa disebut ada apabila terletak di luar pikiran kita atau di dalam pikiran kita. Jika di luar pikiran kita, maka kita harus berusaha untuk memahaminya dan jika di dalam pikiran kita, maka kita harus berusaha untuk menjelaskannya, agar yang lain juga dapat merasakan keberadaannya.

    ReplyDelete
  8. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Engkau itu ada jikalau nyata, jikalau aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sesuatu yang ada itu bisa terdapat di dalam pikiran maupun di luar pikiran. Untuk menunjukkan keberadaannya, manusia harus bisa mengembangkan segala potensi yang dimilikinya agar orang lain tahu akan kualitas dan eksistensi diri kita. Salah satu cara kita menggapai ada adalah dengan mencari melalui proses berpikir dan membaca. Membacalah sebanyak-banyaknya. Berpikirlah seluas-;luasnya dan se dalam-dalamnya.

    ReplyDelete
  9. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kenalilah apa yang ada disekitar kita. Sebenar-benarnya jika kita memahami apa yang kita lihat dan kita mampu menjelaskannya maka akan sangat terasa kebermafaatan keberADAan itu.

    ReplyDelete
  10. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Sesuatu itu ada bila sudah kita pikirkan, baik dapat ditangkap oleh indera kita atau tidak. Sedangkan tidak ada itu berarti sesuatu tersebut belum terpikirkan oleh kita.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak marsigit. Tulisan ini sangat menambah pengetahuan saya mengenai “ada”. Hal ini sangat memudahkan untuk memahami ontologi yang membahas tentang yang ada. Pak Marsigit menjadi ada ketika saya dapat melihat pak marsigit di depan saya maupun dalam pikiran saya. Tanpa ada pak marsigit di depan saya pun saya bisa melihat pak marsigit, dalam pikiran saya. Namun, ada bagi saya belum tentu ada bagi orang lain. Contohnya komen saya. Bagi saya, komentar saya ada 600. Namun, bagi pak Marsigit, komen saya belum 600. Karena pak marsigit tidak dapat mengindera komen saya yang belum saya kirim. Pada akhirnya ada itu adalah yang dapat diindera.

    ReplyDelete
  12. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada.
    Sesuatu disebut ada jika kita bisa menyebutkan sifat-sifatnya.
    Sesuatu disebut tidak ada jika kita tidak bisa menyebut bahwa sesuatu itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  13. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari elegi tersebut, yang saya tangkap adalah sebenar-benarnya belajar adalah mampu menjelaskan kembali kepada orang lain dengan baik dan jelas. Bagi pendidik, hal ini sangat penting karena pendidik memiliki tanggung jawab yang besar yaitu agar peserta didik memahami materi yang pelajari sehingga mengantarkan mereka mencapai prestasi yang optimal.

    ReplyDelete
  14. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan mengenai Elegi menggapai Ada tersebut cukup menarik untuk dibaca. Elegi tersebut menceritakan bagaimana "Ada" itu ada. Orangtua berambut putih mengatakan bahwa "ada" dapat bermakna ada bilamana merupakan sesuatu yang nyata.

    ReplyDelete
  15. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada "ada" yang berada dalam pikiran kita dan di luar pikiran kita. Persoalan "Ada" yang berada dalam pikiran kita adalah bagaimana kita menyampaikan keberadaannya kepada orang lain. Sedangkan yang tidak ada dalam pikiran kita adalah bagaimana kita memahami "ada" tersebut. Tidak jauh beda dengan Ilmu, bahwa ilmu yang ada dalam diri kita alangkah baiknya kita bagi dengan orang lain, sedangkan yang belum berada dalam diri kita, alangkah baiknya kita mempelajarinya atau memahaminya.

    ReplyDelete
  16. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal menarik lainnya adalah bagaimana "ada" bisa disebut tidak ada. Dijelaskan oleh orang tua berambut putih bahwa "ada" bisa disebut tidak ada jika kita tidak bisa menyebutnya ada atau tidak ada. Seperti halnya bila kita tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sesuatu ada itu jika ia memiliki sifat-sifat. Misalnya satu itu ada jika siswa dapat menunjukkan benda yang banyaknya satu. Sesutau itu ada jika ia dapat dibayangkan. Misalnya jika guru menyebut tetang kereta api, maka siswa bisa membayangkan kereta api.

    ReplyDelete
  18. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuatu yang Ada artinya sesuatu tersebut nyata, nyata dalam hal ini sesuatu tesebut dapat dilihat dengan indera, sesuatu yang nyata ada itu tentunya memiliki sifat-sifat yang dapat dijelaskan. sesuatu yang ada tersebut bisa terdapat pada pikiran seseorang atau luar pikiran seseorang, seperti halnya belajar abstraksi bagi orang dewasa, sesuatu tersebut ada di dalam pikiran, sehingga siswa diharapkan mampu untuk menjelaskan keberadaan tersebut kepada orang lain.

    ReplyDelete
  19. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi diatas, ada dan yang mungkin ada berada di dalam dan diluar pikiran kita. Jika ada berada di dalam pikiran kita maka dengan pengetahuan yang kita miliki kita dapat memahami apa yang ada dan yang mungkin ada. Akan tetapi, jika yang ada berada di luar pikiran kita, maka kita akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang ada dan apa yang mungkin ada. Hal ini dikarenakan adanya sekat ataupun jarak antara dimensi ruang dan waktu antara akal pikiran kita dengan apa yang ada dan apa yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada adalah nyata. Sesuatu disebut ada jika sesuatu itu nyata. Sesuatu itu ada jika kita mampu menunjukan sesuatu itu, misalnya sifatnya, keberadaannya, dll. Ada terdapat dalam pikiran dan di luar pikiran. Sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    ADA adalah kenyataan, ADA itu nyata. Keberadaan ADA itu ada di dalam pikiran kita atau berada di luar pikiran kita. Jika ADA berada di luar pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat memahami ADA? karena sungguh terdapat jarak antara kita dan ADA. Maka sesungguhnya kita hanya mampu berusaha memahami saja, namun tidak akan pernah bisa memahami ADA. Sedangkan jika ADA berada di dalam pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain?Maka sungguh semua ucap kita tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan ADA yang ada di dalam pikiran kita. Sesungguhnya kita hanya mampu berusaha menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain, namun tak pernah bisa menjelaskan ADA itu kepada orang lain. Sebenar-benar memahami dan menjelaskan yang ADA adalah kehendak dan kuasa Tuhan, kita hanya bisa berusaha saja, namun tak pernah bisa benar-benar memahami dan menjelaskan.

    ReplyDelete
  22. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, ada itu jika sesuatu itu nyata dan memiliki sifat. ada itu jika sesuatu berada di dlam pikiran maupun diluar pikiran kita.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Saya mengutip sebuah uangkapan “Cogito ergo sum” oleh Rene Descartes, sang filsuf ternama asal Perancis yang artinya “aku berpikir maka aku ada.” Sehingga dalam konteks ini jika kita ingin disebut ada maka berpikirlah. Dengan berpikir tentu kita dapat merasakan keberadaan diri kita. Namun, untuk membuat orang lain merasakan keberadaan diri kita, tidak cukup dengan bepikir tetapi juga berkarya. Berkaryalah dan orang-orang akan melihat hasil karya kita sehingga kita akan tetap ada dan abadi meskipun jasad kita telah lebur dalam tanah.

    ReplyDelete
  24. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Begitulah peribahasa yang menggambarkan bahwa walaupun manusia sudah tiada (secara fisik),tetapi namanya masih selalu ada. Mungkin Alexander Graham Bell sudah ratusan tahun wafat, tetapi kita masih menggunakan karya (penemuan) teleponnya untuk berkomunikasi satu sama lain. Selama orang mampu berfikir dan memberikan sumbangan fikirannya untuk membatu masyarakat sekitar, maka sejak saat itulah ia membangun eksistensinya. Terlebih lagi dalam dimensi spiritualitas, jika sesorang melakukan banyak amal jariyah, pahalanya akan terus mengalir, walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini, saya menyimpulkan. Ada adalah kesadaran, kita dapat menyebutkan sesuatu itu ada karna kita menyadari hal tersebut ada. Misalkan orang lain melihat kita ada, karena dia menyadari adanya kita. Membuat kita menyadari keberadaan sesuatu membutuhkan proses, melihat, mendengar dan sebagainya. Membuat orang lain menyadari keberadaan kita juga membutukan usaha, menampakkan diri, berkomunikasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Setelah membaca ini, hal yang saya dapati adalah sesuatu itu “ada” jika memiliki “predikat”. “predikat” itu melekat pada persepsi kita. Misalkan “Buku merah di atas meja” di dalam pikiran terdapat buku merah yang terletak di atas meja. Hal ini sesuai dengan pendapat George Berkeley yaitu “esse est percipi” atau “being is being perceived” atau benda itu ada karena persepsiku, atau “duniaku adalah duniaku”.(Hardiman, 2007:84)

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, kita dianggap ada jika kita bermanfaat bagi orang lain. Sesuai dengan sabda Nabi, "sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain". Banyak cara agar kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Contohnya menolong orang lain ketika ia kesusahan, menghargainya, menjenguknya ketika sakit, menanggapi pendapatnya, dan lain-lain. Ketika kita bermanfaat bagi orang lain, maka di saat itulah orang lain dapat merasakan bahwa kita ada.

    ReplyDelete
  28. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari tulisan di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu memiliki banyak predikat sehingga kita tidak mampu memahami benda itu seutuhnya, kita hanya mencoba memahami sesuatu tersebut dari predikat yang mampu kita tangkap lewat indera kita. Jika sesuatu tersebut adalah manusia, artinya kita tidak dapat benar-benar memahami orang lain sampai ke isi hatinya. Kita hanya menilai dari apa yang kita lihat atau dengar saja. Oleh karena itu kita tidak boleh berburuk sangka terhadap orang lain karena bisa saja ada kebenaran tentang orang itu yang belum kita pahami.

    ReplyDelete
  29. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Sesuatu itu dikatakan ada jika ada dalam pikiran seseorang dan yang benar benar tampak. Jadi sesuatu itu ada jika seseorang memikrkannya. Seperti: saya memikirkan kota Paris, maka kota Paris itu ada karena kita mampu memikirkannya.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    17709251065
    PM C

    Tidak semua orang bisa memahami dirinya sendiri. Ada orang yang tidak paham siapa diriny sebenarnya, apa bakatnya, apa cita-citany, dll. Maka dari itu, kadang pandangan atau saran dari orang lain sangat dibutuhkan untuk memabntu memahami diri kita. Hal ini perlu dilakukan agar kita mampu mengenak diri kita dengan baik dan kita tidak kehilangan jati diri.

    ReplyDelete
  31. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari elegi menggapai ada, saya menangkap bahwa ada merupakan suatu yang nyata yang dapat kita deskripsikan dan dapat kita pikirkan, sehingga ada bisa ada di dalam pikiran juga ada di luar pikiran. Sesuatu yang mungkin ada dan tidak ada pun sebenarnya ada, karena pada realitasnya kita dapat memikirkan bahwa sesuatu tersebut mungkin ada atau tidak ada, hanya saja kita belum mampu untuk mendeskipsikan bahwa sesuatu itu mungkin ada atau tidak ada, hal itu karena kita memiliki keterbatasan untuk memikirkannya. Kesimpulannya, apa yang kita pikirkan merupakan sesuatu yang ada dan mungkin ada, dan apa yang diluar pikiran kita meruapakan sesuatu yang akan dipahami oleh pikiran. Sedangkan sesuatu yang tidak ada di dalam pikiran merupakan sesuatu yang ada tapi tidak dipikirkan.

    ReplyDelete
  32. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Subhanallah. Bahasa yang cukup berat untuk dipahami, kemungkinan apa yang akan disampaikan ini berada di dalam pikiran orang tua berambut putih, dan di luar pikiran ku. Sehingga aku berusaha untuk memahaminya, dan orang tua berambut putih mencoba untuk menyampaikannya kepadaku. Jika sesuatu hal yang ingin kia pahami itu jauh dari kita maka ada jarak yang memisahkan diantara kita. Jadi kita sulit untuk memahami semuanya.

    ReplyDelete
  33. Dalamnya laut kita masih dapat menyelam t mengetahui semua isinya, tetapi dalamnya hati kita tidak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya kecuali hanya sebagian saja. Jangan pernah menjadi orang yang merasa paling benar, paling pintar, karena di luar sana masih banyak hal-hal yang belum kita ketahui dan itu bisa kita ketahui ketika kita menyadari bahwa sesuatu itu ada.

    ReplyDelete
  34. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Menggapai Ada ini, secara sederhana saya dapat mengetahui bahwa dalam proses belajar terdapat dua jenis pengetahuan. Pertama adalah pengetahuan yang ada di dalam pikiran dan kedua adalah pengetahuan yang ada di luar pikiran. Terkait jenis yang pertama, sebenar-benarnya makna belajar adalah bagaimana kita berusaha untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita kepada orang lain dengan jelas. Sedangkan terkait jenis yang kedua, makna belajar yang sesungguhnya adalah bagaimana kita berusaha untuk menangkap dan memahami apa yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  35. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Ada dalam pikiran dan di luar pikiran". Kedua-duanya adalah "ada". Maka untuk menjadi "ada" memang betul kita harus mengetahui apa yang "ada" dalam pikiran dan "ada" di luar pikiran. Sudah terlihat betul bahwa untuk menjadi ada memang dibutuhkan kesadaran. Dan kesadaran akan membawa kita pada pikiran kritis untuk menggapai "yang ada dan yang mungkin ada". Dengan "ada", kita bisa "mengada" dan menjadi "pengadaa".

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Ada bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran, maka kita baru sekedar berusaha memahaminya dan hal itu menjadi mungkin ada. Tetapi jika ada itu di dalam pikiran, maka persoalannya adalah bagaimana menjelaskannya kepada orang lain. Tetapi sebenarnya kita pun tidak akan pernah bisa benar-benar menjelaskan sesuatu seperti yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  37. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai ada menjelaskan tentang arti ada itu sendiri. Ada itu berarti nyata. Dan ada itu jika kita dapat menyebutkan salah satu saja dari sekian banyak sifat-sifat dan struktur-strukturnya. Namun ada yang berarti nyata tidak selalu terlihat oleh mata telanjang. Yang dimaksud ada disini adalah tentang yang ada didalam pikiran dan diluar pikiran kita. Kita tidak bisa mengada jika kita belum mampu memikirkannya.

    ReplyDelete
  38. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya ada itu karena adanya pengada, sehingga ada itu adalah hasil ciptaan, sesuatu bisa ada karena ada yang mengada. Maka ada disini adalah sesuatu yang nyata. Objek filsafat itu mencakup yang ada dan yang mungkin ada. yang ada itu berati yang nyata, sedangkan yang mungkin ada adalah belum nyata, contohnya adalah pikiran. Saat ini berkembang paham bahwa orang belum bisa percaya ketika tidak nyata, maka tulisan adalah bentuk nyata dari pemikiran, walaupun kadang bentuk nyata dari pemikiran itu belum tentu bisa mewakili dari pikiran itu.

    ReplyDelete
  39. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ada adalah kenyataan, keberadaan “ada” ada dua macam yaitu di dalam pikiran dan yang di luar pikiran. Sebagaimana yang pernah dibahas dalam perkuliahan pak prof Marsigit minggu lalu yang membahas tentang objek filsafat. Bahasan ini dapaat juga dikaitkan dengan makna dari elegi ini, yaitu sesuatu yang ada itu adalah segala sesuatu yang ada didalam pikiran kita, sedangkan sesuatu yang mungkin ada itu adalah segaala sesuatu yang ada di luar pikiran kita atau sesuatu yang belum kita ketahui. Keberadaan”ada” itu berbeda bagi setiap individu kita, oleh karena itu untuk membuat sesuatu itu ada, maka kita harus lebih banyak belajar dan mencari tahu. Salah satu caranya itu misalnya seperti yang pernah bapak sarankan yaitu dengan banyak membaca.

    ReplyDelete
  40. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    ada dan tiada tidak semuanya bisa dikaji dlam kehidupan. Yang bisa dikaji hanyalah yang ada dan sebenarnya yang mungkin ada juga bisa dikaji. Karena hal yang demikian itu sangatlah nyata keberadaannya dan menyebabkan pengkajian mengenai hal tersebut sangatlah berguna dikehidupan. Jika mengkaji hal yang tidak ada sudah pasti itu hanya akan menghabiskan waktu kita dan mungkin tidak akan bisa dilakukan dan tidak akan bisa dilakukan.
    Objek yang ada dan dapat dikaji merupakan sesuatu yang menarik. selain itu pengkajian mengenai hal-hal yang mungkin ada juga dapat menjadi menarik jika ada harapan bahwa suatu hari nanti objek tersebut akan menjadi ada dan bermanfaat seperti objek yang sudah ada selama ini

    ReplyDelete
  41. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.jika menyimak dari bacaan tersebut, keberadaan suatu objek dibatasi oleh ruang waktu.Sesuatu yang dikatakan ada apabila dapat diindrai, dirasa dan disentuh.Ada itu adalah suatu yang nampak dan nyata di depan kita.Ada biasa juga bermakna di tempat sini namun di tempat lain tidak ada.Misalkan seorang anak disuruh membeli jajanan di kios A, saat pergi ke kios A jajanannya tidak ada, kemudian si anak membeli jajanan tersebut di kios B,akhirnya jajanannya ditemukan.Ini menandakan bahwa ada di suatu tempat namun tidak ada di tempat lain.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi menggapai ada ini, saya memahami bahwa “ada” bisa berada di dalam dan di luar pikiran seseorang. Jika ada berada di luar pikiran adalah berarti bahwa kita sedang berusaha memahami sesuatu yang ada. Tetapi, ada yang berada di dalam pikiran bukan berarti kita telah memahaminya, namun yang jadi persoalan adalah bagaimana cara menjelaskannya kepada orang lain. Karena sebenar-benar kita tidak akan pernah bisa memahamkan atau menjelaskan sesuatu yang ada di dalam pikiran kita terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  43. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Sesuatu dikatakan ada bergantung bagaimana kita dapat menjelaskan sesuatu itu ada maupun tidak ada. Untuk menjelaskan ada maupun tidak ada kita perlu memahami sesuatu yang ada dan mungkin ada. Kita perlu memahami bagaimana sifatnya, jumlahnya, bentuknya, dst. Jadi, sesuatu dikatakan ada apabila dapat dipahami dan dijelaskan.

    ReplyDelete
  44. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Ada dimulai sejak dalam pikiran. Selama kita berpikir tentang ‘ada’ (terlepas dari ada atau tidak) maka hal tersebut dikatakan ada. Namun, jika tidak ada yang memikirkan ‘ada’ maka sesungguhnya ia ketidakadaan.

    ReplyDelete
  45. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    awalnya saya berfikir bahwasannya kita bisa terlihat ada jika kita menunjukkan eksistensi kita sebagai manusia yaitu dengan karya-karya yang kita lakukan. namun setelah membaca elegi ini saya jadi tahu bahwasannya ada dan tiada juga termasuk "ada" dengan kata lain sesungguhnya kita bisa tahu bahwa diri kita sendiri ada adalah diri kita sendiri juga.

    ReplyDelete
  46. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya ingat sekali dengan kuliah pertama saya dengan Profesor pada waktu itu, saya diperintahkan untuk maju ke depan kelas namun tanpa disangka-sangka prof menepuk paha saya, yang pertama tanpa berdoa dan yang ke dua dengan berdoa. Hal tersebut dilakukan salah satunya untuk mengetahui bahwa keberadaan saya di mata kuliah prof itu benar-benar ada. Karena bisa saja kita itu berada di dalam dunia mimpi. namun, bedanya dengan dunia mipi dengan dunia nyata adalah kita masih bisa berfikir dan bertanya. Keberadaan kita sebenarnya adalah ketika kita ikut serta dalam suatu kegiatan. Memang keberadaan itu sifatnya fisik. Walaupun memang non-fisik kita juga bisa menggambarkan keberadaan kita. Namun menurut saya, adanya kita itu tidak penting fisik maupun non-fisik. Keberadaan kita yang paling penting adalah anggapan orang lain bahwa kita berada di lingkungan mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  47. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Alhamdulillah saya cukup dapat menangkap maksud postingan kali ini, semoga tidak salah. Jadi yang di maksud ada itu ketika kita nyata, berapapun jumlah kita, apapun sifat kita, bagaimanapun bentuk kita, dimanapun keberadaan kita bagi orang lain, seperti apapu kita dalam pikiran orang lain, dan lain sebagainya, dan itulah potensi-potensi keberADAan kita. Teringat saat tes jawab singkat yang pertama, bahwa benar saya sedang mengada. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah potensi. Potensi itu bersifat tak hingga, artinya banyak sekali dan tidak dapat kita menghitungnya. Satu potensi dapat menimbulkan dan melahirkan banyak potensi yang lain. Potensi menjadi potensi yang lain itu dinamakan mengada. Sebab kita mengada, akibatnya adalah potensi. Itulah makna ADA yang dalam ranah filsafat. Wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  48. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Keberadaan sesuatu dapat dilihat dari adanya eksistensi hal tersebut. Misalnya keberadaan seseorang itu dapat dilihat dari eksistensinya. Baik itu berupa sifatnya atau berupa karya yang ia buat. Karena jika kita tidak dapat lagi melihat atau menyebutkan sifat-sifat dari sesuatu hal tersebut maka dapat dikatakan hal itu sudah tidak ada. Keberadaan itu terletak didalam dan diluar pikiran. Tergantung kita memaknainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada itu nyata selama kita bisa menyebutkan. Sama halnya dengan yang mungkin ada bisa berubah menjadi ada selama kita mengetahui sifatnya. Sifat itu seperti halnya semilyar pangkat semilyar yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Kenali dirimu utnuk mengetaui yang ada. Karena yang ada itu hanya berada di dirimu. Orang lain belum tentu mengetahui yang ada versimu tanpa kamu jelaskan terlebih dahulu. Ada di pikiranmu belum tentu ada di pikiran orang lain. Kamu dapat mengadakan sesuatu yang belum ada dan dapat kamu salurkan ke orang lain dengan cara menyebutkan sifatnya. Tapi itu saja tidak cukup untuk mengadakan sesuatu yang ada dipikiranmu utnuk ada di pikiran orang lain. Karena itu bersifat subyektif.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi menggapai ada ini kita melihat bahwa selama kita masih bisa menyebut, menunjuk, melihat, maupun mendengarkan maka kita masih bisa menentukan keberadaan ada. Kita baru bisa menentukan tidak ada bila kita tidak tahu apakah ada itu ada atau tidak ada

    ReplyDelete
  51. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ada banyak sifat yang melekat pada keber-ada-an kita. Segala yang baik maupun buruk, segala sifat yang Ada Dan yang mungkin Ada. Kitalah yang menentukan sifat apa yang melekat pada diri kita. Kitalah yang memilih, bagaimana kita menjadi Ada, seperti apakah kita.
    Dengan menyadari hal ini, semoga Saya menjadi lebih bertanggung jawab Dan dapat mempertanggungjawabkan keber-ada-an saya. Berusaha untuk melekatkan segala sifat baik yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  52. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Yang dipelajari dalam filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dianggap ada jika kita mampu menyebutkan sifat-sifatnya, mengetahui keberadaannya dan mengetahui akibat yang ditimbulkan bahkan dari ketika bisa dibayangkan. Sesuatu yang belum ada dan mungkin ada saat kita mendapatkan wahyu atau bahkan saat kita mulai memikirkannya akan menjadi ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ada dan mungkin ada adalah obyek filsafat, sesuatu yang ada adalah obyek yang memiliki sifat yang nyata secara panca indra manusia, dan sesuatu yang mungkin ada adalah obyek yang ada dalam pikiran. Kesimpulannya bahwa antara yang ada dan yang mungkin ada adalah obyek yang ada namun berada dalam dimensi yang berbeda. Sedangkan sesuatu yang tidak ada adalah sesuatu yang tidak dapat disebut ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  54. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.
    Saya belajar terkait dengan bagaimana seseorang dapat menyadari sesuatu yang ada, menyadari sesuatu yang mungkin ada bahkan menyadari sesuatu yang tidak ada sekalipun. Saya merasa masih perlu melatih untuk menyadari hal-hal yang mungkin ada. Selama ini saya memandang yang ada hanyalah sebatas fisik. Jauh dari itu dalam sudut pandang filsafat telah dibahas. Sungguh sangat menarik pembahasan ada itu sendiri. Sampai-sampai hal-hal yang ada di dalam dan di luar pikiran menjadi fokus utamanya.

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sesuatu yang ada berarti kita bisa menyebutkan sifat sifatnya. Jika ada sesuatu yang di luar pikiran kita, maka sebenarnya kita sedang berusaha memahaminya sesuatu. Sedangkan jika ada sesuatu di dalam pikiran kita, berarti kita sedang berusaha mengatakan sesuatu tersebut kepada orang lain. Karena yang di dalam pikiran kita adalah yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  56. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal yang saya pahami setelah mulai belajar filsafat adalah, sesuatu pasti memiliki makna. Sesuatu dapat dikatakan ADA karena merupakan anti tesis dari TIDAK ADA. Jika kita dapat menyebutkan sifat-sifat yang ada pada sesuatu, dan sifat tersebut dipenuhi, maka sesuatu tersebut dapat dikatakan ada. Misalnya, ketika dosen mengabsen mahasiswa dengan menyebutkan nama seorang mahasiswa, maka apabila siswa dengan nama yang dimaksud hadir di dalam kelas dalam bentuk yang sebenarnya (wujud), maka dapat dikatakan ADA. karena sifat atau syarat untuk dikatakan ADA di kelas sudah terpenuhi. Namun dalam konteks lain, sifat dan syarat ADA juga dapat berubah-ubah sesuai tujuan.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Mengapa manusia ada jawabannya adalah karena manusia berpikir. Semua yang masih bisa dijangkau dengan pikiran berarti ada atau mungkin ada. Seperti halnya ilmu filsafat, ilmu tersebut mempelajari segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Hal ini berarti filsafat merujuk kepada hal yang bisa dipikirkan oleh manusia yang berpikir.

    ReplyDelete
  58. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    ADA memiliki makna yang banyak. Terkadang kita mengatakan "ADA" jika kita bisa melihat dan merabanya. Namun itu hanyalah salah satu sifat ada. Ketika kita membaca elegi ini, maka kita akan lebih paham, bahwa ADA itu ada di dalam pikiranku atau di luar pikiranku. Ada di dalam pikiran berarti kita dapat menjelaskan kepada oranh lain dengam menyebutkam sifat-sifatmu dan keberadaanmu. Jika ada di luar pikiram berarti kita baru memahaminya. Sebab sebenarnya hidup itu di antara ada dan yang mungkin ada. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  59. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Ada itu nyata. Jadi dibilang ada jika kita mampu menunjukkan keberadaannya, sifatnya dll. Ada itu ada dua macam, yaitu ada dalam pikiran dan ada diluar pikiran. Sesuatu yang tidak nampak, dapat dikatakan ada dalam pikiran jika kita sudah memikirkannya. Misal, adik andi perempuan. Tapi saya belum pernah mengetahui kalau Andi punya adik. Nah saat Andi bilang dia punya adik perempuan, maka adik pikiran Andi itu “ada” ada dalam pikiran saya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  60. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Berdasarkan elegi diatas, sesuatu disebut ada bagi seseorang apabila sesuatu tersebut diketahui oleh orang tersebut. Ada adalah kenyataan seseorang terhadap sesuatu. Terkadang sesuatu yang ada tersebut berada di dalam pikiran dan terkadang berada di luar pikiran. Segala sesuatu yang ada di dalam pikiran sudah pasti ada karena kita sudah tahu beberapa sifat-sifatnya sedangkan yang di luar pikiran itu bisa ada bisa tidak. Berdasarkan pemahaman saya, sesuatu yang ada menurutku (di dalam pikiranku) belum tentu ada menurutmu jadi aku harus menjelaskan apa yang menurutku ada itu kepadamu, sedangkan apa yang ada diluar pikiranku (tetapi ada di pikiranmu) belum aku pahami, sehingga aku harus mengikhlaskan diri untuk mendengar penjelasanmu, mencoba memahami "ada" mu.

    ReplyDelete
  61. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ada dan mungkin ada adalah objek filsafat. dari tulisan tersebut saya mendapat pemahaman bahwa hal yang ada adalah sesuatu yang bisa kita definisikan, kemudian bisa terlihat secara nyata ataupun ada di dalam pikiran. sedangkan tidak ada jika tidak dapat kita pikirkan dan definisikan.

    ReplyDelete
  62. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Kata 'ada', kata yang selalu terucap hampir disetiap ketikta kita berbicara. Tetapi tidak pernah sedikit pun tersebit mengapa kata 'Ada" itu terucapkan. Didalam elegi ini lah saya baru terpikirkan jika itu 'ada' berarti Segala sesuatu yang ada didalam pikiran kita jika dapat terlihat nyata dan dideskripsikan.

    ReplyDelete
  63. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam postingan ini hal yang dpat saya refleksikan adalah bahwa ada karena terdapat dalam pikiran, sehingga apabila saya kaitkan dengan pembelajaran maka, siswa yang sama sekali tidak pernah mengenal mengenai suatu konsep hal iini mengindikasikan bahwa belum ada dalam pikirannya konsep tersebut, sehingga guru dapat meunculkan konsep tersebut agar muncul dan ada daam pemikirannya. Selain itu apabila suatu konsep belum ada dalam pikiran siswa guru tidak boleh menyalahkan siswa seperti karena siswa lupa atau guru sebelumnya belum mengajarkan. Namun kita sebagai guru memfasilitasi agar konsep tersebt menjadi ada dalam pikiran siswa.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagaimna yang sering Prof sampaikan, objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Ada jika kita sudah mengetahui minimal salah satu saja dari banyak sifat yang dimiliki oleh sesuatu. Bisa namanya, bentuknya, warnanya, tingginya, rendahnya, unsurnya, dan sebagainya intinya cukup salah satu saja untuk kita dapat mengatakan sesuatu itu ada dalam pikiran kita. Jadi sesuatu yang ada di dunia ini ada apabila kita bisa menggambarkannya dalam pikiran kita ataupun sesuatu yang bisa kita tangkap melalui indera kita. Sementara yang mungkin ada masih merupakan potensi, yang mungkin suatu saat akan menjadi yang ada. Bagaimanaya caranya mengadakan yang mungkin ada? Salah satunya adalah dengan belajar.

    ReplyDelete
  65. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kajian filsafat mempelajari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan konteks ruang dan waktu. Sesuatu yang ada meliputi segala hal yang dapat ditangkap dan dipahami oleh panca indra manusia, sedangakan sesuatu yang mungkin ada merupakan kebalikannya yang meliputi fenomena dan metafisik. Kita sebagai calon pendidik harus dapat memahami segala karakter yang tidak tampak secara langsung pada diri siswa, agar kita dapat mengoptimalisasikan segala kompetensi yang dimiliki siswa yang meliputi kemampuan intuisi dan reflektif siswa.

    ReplyDelete
  66. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu itu ada jika sesuatu itu nyata. Nyata tidak hanya ada di luar pikiran, belum tentu sesuatu yang dapat kita raba atau kita sentuh, tetapi meskipun sesuatu tersebut hanya ada di dalam pikiran jika kita dapat menyebutkan bahwa sesuatu itu ada atau tidak ada. Dalam pembelajaran matematika, ketika memilih konteks untuk suatu soal guru juga harus memperhatikan hal ini. Sesuatu yang ada bagi orang dewasa belum tentu ada bagi anak-anak. Salah seorang dosen ketika S1 pernah menyampaikan bahwa konteks tentang kerajaan dan putri mungkin sudah jarang ada di luar pikiran, tetapi jika itu ada dalam pikiran anak maka itu bisa menjadi konteks yang nyata.

    ReplyDelete
  67. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Objek dalam filsafat dibagi menjadi dua yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dapat dikatakan ada jika mempunyai beberapa sifat antara lain ia dapat menunjuk dirinya sendiri, ia dapat menyebutkan unsur yang ada dalam dirinya, ia dapat mendengar suaranya, dan lain-lain. Selain itu ciri-ciri yang menyatakan objek ada adalah jika objek tersebut berada di dalam pikiran dan di luar pikiran orang lain. Namun yang masih saya kurang paham disini adalah letak sesuatu yang tidak ada. Apakah yang tidak ada itu masuk ke dalam kategori yang mungkin ada? Terimakasih.

    ReplyDelete
  68. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Obyek filsafat terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Yang membedakan kedua obyek tersebut adalah letaknya dalam pemikiran apakah di dalam pikiran atau di luar pikiran. Sesuatu dikatakan ada apabila ia ada dalam pikiran. Adanya dalam pikiran membuat kita dapat menjabarkan segala sifat-sifatnya baik bentuknya, warnanya, dan sebagainya. Sedangkan sesuatu yang mungkin ada keberadaannya masih di luar pikiran sehingga kita tidak dapat menjabarkan sifat-sifatnya. Namun semua yang mungkin ada memiliki potensi untuk ada. Salah satu cara mengadakan yang mungkin ada adalah dengan memperbanyak bahan bacaan.

    ReplyDelete
  69. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ada menunjukkan eksistensi. Sesuatu di katakana ada apabila memenuhi syarat tertentu. Ada bersifat relative, ada yang bisa menunjuk syarat – syarat bahwa sesuatu itu ada, ada juga orang yang tidak dapat menunjuk. Lalu lawan dari ada adalah tidak ada, apakah “tidak ada” bisa berubah menjadi “ada”? siapa dan bagaimnakah bisa mengubahnya?

    ReplyDelete
  70. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berpikir tentang ADA sama halnya berpikir tentang kekuasaan Tuhan dan keesaanNYA. Pada kesimpulannya, apa yang kita pikirkan adalah suatu hal yang ada dan mungkin ada, dan apa yang diluar pikiran merupakan hal yang akan dipahami oleh pikiran. Akan tetapi hal yang tidak ada dalam pikiran merupakan hal yang ada tapi tidak dipikirkan, hal yang terakhir ini berarti manusia tidak menggunakan akal pikiran yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  71. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    TIDAK ADA. Ketiadaan itu menjadi ada saat kita tidak dapat mengklasifikasikan keberadaanya. Tidak dapat mengidentifikasi keberadaanya dan tidak dapat menunjukkan letaknya. Selama ketiadaan suatu benda masih dalam pikiran kita maka sesungguhnya benda itu ada.

    ReplyDelete
  72. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Maka suatu objek dikatakan ada jika dapat dijelaskan karena mengetahui sifat dan atributnya. Yang ada tersebut bisa berada di dalam maupun di luar pikiran. Karena objek filsafat sendiri meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang mungkin ada walaupun terletak diluar pikiran akan mempengaruhi sudut pandang maupun penilaian seseorang.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pernyataan orang tua berambut putih berikut "Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain" mengajarkan kepada kita bahwa sebenar-benar filsafat ialah kita harus dapat membahasakannya dengan sederhana dan memahamkan filsafat kepada orang lain secara sederhana. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  74. Elegi ada ini mengingatkan kita bahwa pada dasarnya kita memang tidak ada, sehingga kita dapat memberikan nilai terhadap adanya kita. Keberadaan seseorang erat kaitannya dengan pengakuan oleh orang lain. Sehingga eksistensi seseorang ditentukan pula oleh kesan dan pengakuan orang lain terhdapa dirinya. Pengakuan orang tua berambut putih mengajarkan bahwa kita dapat dikatakan ada jika kita dapat dibilangkan, maupun dapat dideskripsikan. Sedangkan sebaik-vbaik seseorang ialah yang bermanfaat bagi orang lain, mari beramal dan gotong royong serta berlomba-loimba dalam kebaikan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita dapat mengatakan sesuatu ada apabila terdapat dalam pikiran kita. Kita dapat menjangkau ada dan mengadakannya bila kita dapat membuktikannya. Filsafat itu meliputi objek yang ada dan yang mungkin ada. Bagi objek yang mungkin ada, yang dapat kita lakukan adalah berusaha untuk memahaminya karena berada di luar pikiran kita. Untuk objek yang ada, kita harus berusaha mengadakannya dalam pikiran kita dan kemudian dapat kita jelaskan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  76. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pertanyaan tentang ada, semakin membuka pikiran bahwa kita berpikir segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Ada berarti dalam pikiran atau diluar pikiran. Sifatnya nyata, berjumlah, bisa diraba disentuh baik dengan indrawi maupun pikiran. Segala sesuatu yang dipikirkan manusia itu ada, segala sesuatu yang di indra manusia itu juga ada. Bahkan ketika kita memikirkan ketidak ada an, maka ketidak ada an itu ada. Ada menjadi tidak ada jika kita berhenti berpikir.

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ada juga berkaitan erat dengan eksistensi, eksistensi berkaitan dengan keberadaan manusia itu sendiri. Sepanjang manusia berpikir, maka ada akan terus dan selalu ada. Untu mengembangkan ilmu, kita perlu beripikir, mengada. Ilmu lahir dari proses mengada nya manusia. Teknologi hadir dari proses mengada nya manusia. Pembelajaran lahir dari proses mengadanya manusia.

    ReplyDelete
  78. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Ada juga disebut ontologi ialah deskripsi dari suatu benda atau hal. Contohnya daun, kita mendeskripsikan daun itu ialah bagian dari tumbuhan, daun iala benda berwarna hijau, daun merupakan penghasil oksigen, daun merupakan makanan ulat, dan sebagainya sampai berjuta-juta kalimat pun ta akan selesai mendeskripsikan daun itu. Deskripsi tersebut mungkin ada di pikiran kita, mungkin juga berada di luar pikiran kita. Deskripsi yang berada di luar pikiran kita pun berpotensi untuk menjadi ada di pikiran kita apabila kita mencari tahu dan menemukan informasinya. Sebaliknya, deskripsi yang ada di pikiran kita mungkin saja menjadi ada di luar pikiran kita apabila kita melupakannya.

    ReplyDelete
  79. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Ada adalah sebuah kenyataan, artinya kita bisa mengatakan sesuatu itu ada kalau dia nyata. Sesuatu itu nyata kalau kita bisa menunjuk sedikitnya satu sifat. Keberadaan sesuatu bisa terjadi di dalam kehidupan kita. Ada atau tidak adanya sesuatu itu tergantung pada pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa sesuatu itu ada maka hakekatnya sesuatu itu ada, begitupun sebaliknya. Kita sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita.

    ReplyDelete
  80. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Selama manusia masih bisa berfikir maka segala yang ada dan yang mungkin ada dapat menjadi ada. Bahkan sesuatu yang hanya ada dipikiran kita kemungkinan untuk menjadi ada sangatlah besar, ketika kita mampu membuat orang lain mengakui keberadaan yang ada dipikiran kita. Itulah filsafat yaitu membuat yang ada dan mungkin ada menjadi ada. Ada dapat ditunjukan dengan ia memiliki jumlah, sifat, bentuk, serta dapat dipikirkan kita. Tapi sebaik-baiknya keberadaan sesuatu adalah ia yang mampu membawa manfaat terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  81. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diceritakan bahwa untuk mengetahui objek ada, diperlukan cara yang sesuai. Jika objek ada tersebut berada dalam pikiran kita maka usaha kita dalah bagaimana cara kita mengungkapkan objek ada tersebut kepada orang lain. Namun jika objek ada terseut berada dalam luar pikiran kita maka usaha kita adalah bagaiimana cara kita dapat memahami objek ada yang terdapat diluar pikiran kita tersebut.

    ReplyDelete
  82. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Seperti yang telah kita ketahui dan pelajari bahwa yang dipelajari dalam filsafat ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam elegi ini disampaikan bagaimana yang “ada” ini. Dikatakan bahwa yang ada ini jika ia nyata sifatnya nyata. Yang ada ini terletak di dalam pikiran dan diluar pikiran. Dimana yang berada dalam pikiran dan luar pikiran ini memiliki sifat sifanya masing-masing diantaranya yang dalam pikiran yaitu yang konsisten yang diluar pikiran yang berubah. Dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain mengenai yang ada , karena yang ada ini maka menjelaskan baru searuh dunia.

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ada itu berarti nyata dan melalui filsafatlah kita mampu mengetahui bagaimana cara mengetahui keberadaan kita sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuktikan keberadaan kita. Akan tetapi di dalam filsafat jika keberadaan kita hanya ditunjukkan dengan fisik saja maka itu berarti keberadaan kita masih lemah karena hanya baru sebatas material. Karena di atas material masih ada formal, normative, dan spiritual. Manusia adalah termasuk objek yang ada dan mungkin ada, dan maka sebenar-benarnya keberadaan kita adalah ketika kita mengadakan/menghasilkan sebuah karya/pengada, karena dengan pengada dan mengadakan itu berarti kita ada secara material, formal, normative, maupun spiritualnya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Kita sering mendengar pada kuliah filsafat Bapak Prof Marsigit, bahwa objek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Jika ditarik ke aspek hubungan sosial, kita ada tidak hanya dalam bentuk wujud namun kebermanfaatan apa yang kita lakukan untuk orang lain, minimal lingkungan terdekat kita sendiri. Sedangkan yang mungkin ada maksudnya adalah keberadaan kita yang tampak tapi seperti tidak ada, karena kita hanya diam dan tidak sedang berfikir.

    ReplyDelete
  85. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ada atau tidak adanya sesuatu itu tergantung pada pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa sesuatu itu ada maka hakekatnya sesuatu itu ada, begitupun sebaliknya. Kita sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita. Cara untuk menunjukkan bahwa kita ada adalah dengan usaha kita untuk dapat bermanfaat bagi orang lain karena yang bisa menganggap kita ada atau tidak ada itu adalah orang lain.

    ReplyDelete
  86. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai ada menjelaskan tentang arti ada itu sediri. Ada itu berarti nyata. Ada itu jika kita bisa menemukan sifat-sifat dan strukturnya. Namun ada yang berarti nyata tidak selalu terlihat oleh mata telanjang, yang dimaksud ada disini adalah tentang yang ada di pikiran dan diluar pikiran kita. Kita akan bisa menggapai ada apabila kita mampu memikirkannya

    ReplyDelete
  87. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ada merupakan suatu sistem yang komprehensif di alam semesta ini. Baik yang telah bersifat materiil maupun yang masih bersifat konsep. Sehingga sesuatu yang merupakan bagian-bagian dari yang komprehensif itu pun merupakan “ada”. “ada” nya sesuatu bisa saja disebabkan oleh ketiadaannya sesuatu pula, misalnya adanya siang disebabkan oleh ketiadaannya malam. Sehingga disini “ada” merupakan sesuatu yang sangat komprehensif dengan seluruh bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  88. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berdasarkan yang dikatakan oleh Rene Deschartes bahwa aku berpikir maka aku ada. Sehingga dalam hal ini jika kita masih ingin disebut ada maka berpikirlah. Namun jangan hanya sampai disitu saja, setelah berpikir maka berkaryalah sehingga orang-orang akan melihat hasil karyamu. Ketika orang-orang melihat hasil karya kita, maka kita akan tetap ada meskipun jasad kita telah tiada.

    ReplyDelete
  89. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Ada adalah suatu keyakinan. Dapat terlihat dengan menyebutkan sifat-sifat dan keberadaanya atau pun hanya di dalam pikiran. Tuhan itu ada. Sifat-sifatnya tertulis dalam kitab suci dan diyakini di dalam hati serta pikiran umatnya. Tuhan itu ada walaupun tidak dapat dilihat tapi diyakini didalam hati.

    ReplyDelete
  90. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya memaknai adai. Ada adalah kesadaran, kita dapat menyebutkan sesuatu itu ada karena kita menyadari hal tersebut ada. Misalkan orang lain melihat kita ada, karena dia menyadari adanya kita. Membuat kita menyadari keberadaan sesuatu membutuhkan proses, melihat, mendengar dan sebagainya. Membuat orang lain menyadari keberadaan kita juga membutukan usaha misalkan menunjukkan potensi, berkomunikasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  91. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam filsafat, sesuai dengan yang tertulis dalam elegi di atas semua yang ada di dunia ini memiliki definisi yang sangat banyak. Baik itu yag ada dan yang mungkin ada. Setiap hal baik semua yang kongkrit maupun yang abstrak akan sulit didefinisikan dengan sempurna. Misalnya cinta, 1 milyar pangkat 1 milyar pangkat 1 milyar pun belum cukup menggambarkan atau menefinisikan cinta itu apa. Bahkan antara satu orang dengan satu orang yang lainnya belum tentu sama untuk mendefinisikan cinta itu apa. Sehingga setiap kita bertemu dengan orang kemudiankita tanya definisi cinta maka definisi itu akan berkembang dan terus berkembang sehingga definisi juga akan semakin banyak pula.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  92. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Ada adalah dimana sesuatu yang dapat kita pikirkan dan disebutkan satu atau beberapa sifat-sifatnya.
    Sesuatu yang mungkin ada dan tidak ada sebenarnya ada, karena kita telah memikirkan bahwa hal tersebut mungkin ada atau bahkan tidak ada, sehingga mereka ada di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  93. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sesuatu dikatakan ada jika sesuatu tersebut nyata, dapat diyakini oleh orang lain, diakui, dapat menembus ruang dan waktu. kontradiksi dari ada yaitu yang mungkin ada, yang mungkin ada bersifat abstrak, ada didalam pikiran.

    ReplyDelete
  94. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sesuatu ada itu jika ia memiliki sifat-sifat. Misalnya satu itu ada jika siswa dapat menunjukkan benda yang banyaknya satu. Sesutau itu ada jika ia dapat dibayangkan. Misalnya jika guru menyebut tetang kereta api, maka siswa bisa membayangkan kereta api.

    ReplyDelete
  95. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sesuatu disebut ada jika nyata. sesuatu itu nyata jika dapat disebut salah satu atau beberapa sifatnya. jadi sesuatu itu ada jika disadari sifa-sifat keberadaan dan ketidak beradaannya. Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  96. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita. Hakekat ada menunjuk pada adanya Tuhan. walaupun tidak tampak namun dapat kita sebut sifat-sifatNya sehingga kita yakin adanya Tuhan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  97. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017
    Asslamualaikum Wr. Wb. Sesungguhnya kita hidup di dunia ini tidak hanya sebatas hidup, tetapi juga mengada. Mengada dalam arti bahwa, setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk megembangkan potensi kemanusiaannya. Dengan kata lain, pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menggapai ada. Menggapai ada merupakan manifestasi dari tugas manusia sebagai wakil Tuhan di bumi. Wallahu a’lam bishawab.

    ReplyDelete
  98. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    ada dan tiada tidak semuanya bisa dikaji dlam kehidupan. Yang bisa dikaji hanyalah yang ada dan sebenarnya yang mungkin ada juga bisa dikaji. Karena hal yang demikian itu sangatlah nyata keberadaannya dan menyebabkan pengkajian mengenai hal tersebut sangatlah berguna dikehidupan. Jika mengkaji hal yang tidak ada sudah pasti itu hanya akan menghabiskan waktu kita dan mungkin tidak akan bisa dilakukan dan tidak akan bisa dilakukan. Objek yang ada dan dapat dikaji merupakan sesuatu yang menarik. selain itu pengkajian mengenai hal-hal yang mungkin ada juga dapat menjadi menarik jika ada harapan bahwa suatu hari nanti objek tersebut akan menjadi ada dan bermanfaat seperti objek yang sudah ada selama ini

    ReplyDelete
  99. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Obyek dalam filsafat adalah ada dan tidak ada. Setelah membaca elegi di atas, saya mengetahui bahwa suatu hal disebut ada jika ada dalam pikiran, maupun terlihat oleh panca indera kita sehingga memunculkan intuisi seperti besar kecil, banyak sedikit, maupun sifat-sifat yang lainnya.

    ReplyDelete
  100. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi ini dapat dikatakan jika sesuatu ada maka kita dapat menyebutkan sifat-sifatnya. Bahkan jika suatu hal tersebut tidak Nampak oleh mata, namun dapat menyatakan sifat-sifatnya berarti hal itu ada. Keberadaan itu berada di dalam pikiran maupun di luar pikiran. Yang berat untuk menjelaskan kepada orang lain adalah menjelaskan apa yang ada dalam pikiran. Bahkan jika kita menganggap sesuatu tidak ada dalam pikiran, berarti sesuatu itu ada. Karena kita masih dapat menyatakan sesuatu itu ada atau tidak ada. Misalnya, sesuatu hal yang ghaib, hal itu tidak dapat melihatnya namun kita dapat menyatakan sifat-sifatnya. Maka sesuatu yang ghaib itu benar adanya.

    ReplyDelete
  101. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sesuatu dikatakan “ada” jika dapat disebutkan sifat-sifatnya. Ada bisa ada di dalam pikiran ataupun di luar pikiran . Tuhan itu ada, walaupun tidak tampak tetapi dapat kita sebut sifat-sifat-Nya.

    ReplyDelete
  102. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Hakekat meiliki arti yang yang mendalam dan juga memiliki arti yang luas. Untuk memahami hakekat dibutuhkan pengetahuan, kesadaran dan juga mpengalaman agar seseorang itu mampu mendefinisikan haekat dengan benar. Hakekat ini setipa orang memiliki arti yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman dan juga tingkat kesadaran seseorang yang mendefinisikan hakekat.

    ReplyDelete
  103. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih atas eleginya Prof.
    Disebutkan bahwa ADA itu : pertama, ada berada dalam pikiran, kedua ada berada di luar pikiran. Jadi, ternyata ADA tidak selalu sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indra manusia. walaupun manusia tidak bisa melihat Allah Ta’ala, tetapi manusia yang beriman meyakini Allah Ta’ala dalam hatinya, dalam pikirannya, meyakini bahwa Allah adalah ada. walaupun Allah Ta’ala tidak terlihat oleh panca indra manusia, tetapi kita bisa melihat tanda-tanda kebesaran-Nya yang jumlahnya tak terhitung saking banyaknya.

    ReplyDelete
  104. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Hakikat ada itu ketika mampu menyebutkan ciri-cirinya. Hakikat ada itu ketika kita mampu menyebutkan sifat-sifatnya. Bahkan hakikat ada itu ketika kita menyebutkan itu tidak ada dalam pikiran kita maka sejatinya dia ada. Maksudnya ketika kita menyangkal keberadaannya maka sesungguhnya kita mengakui bahwa dia ada sehingga dia hadir dalam pikiran kita. ada dikatakan tidak ada ketika kita tidak mampu menentukan apakah dia ada atau tidak ada. Seperti halnya sebuah kalimat apakah itu pernyataan atau bukan pernyataan dapat ditentukakan. Ketika kita dapat menyatakan pernyataan itu benar atau slah maka dia pernayataan. Tetapi ketika kita tidak dapat menentukan nilai kebenarannya maka dia bukan suatu pernyataan.

    ReplyDelete
  105. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan Matematika A 2015

    Hakekat ada adalah sesuatu yang dapat disebut kan ciri-cirinya. Sesuatu yang ada tidak harus yang berada di luar pikiran kita, yang terlihat oleh mata. Karena sesungguhnya yang berada di dalam pikiran kita juga merupakan ada.

    ReplyDelete
  106. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Dalam filsafat, suatu objek dapat dikatakan ada dan yang mungkin ada. Dikatakan ada jika onjek tersebut berada pada pemikiran kita sehingga kita mampu menjabarkan sifa-sifatnya, sedangkan yang mungkin ada jika objek tersebut keberadaanya ada diluar pemikiran kita sehingga kita tidak dapat menjabarkan sifat-sifatnya.

    ReplyDelete
  107. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada dasarnya sesuatu itu dibagi menjadi dua, yaitu ada dan mungkin ada. Dimana kita bisa memaknai sesuatu itu ada apabila memiliki ciri-ciri hal tersebut ada pada pikiran dan di luar pikiran, serta memiliki sifat yang menunjukan bahwa hal tersebut ada. Suatu hal yang ada berada di dalam pikiran karena jika hal tersebut ada di dalam pikiran maka kita mampu untuk mengetahui sifat-sifat tentang hal tersebut.

    ReplyDelete
  108. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Kita ada karena kita dapat dibandingkan dengan yang lain. Hal ini berarti bahwa segala pikiran, sifat, pengetahuan yang ada dalam diri kita ini merupakan eksistensi bagi diri kita sendiri. Perbedaan kita dengan orang lain menunjukkan bahwa kita itu ada. Maka jangan bersedih apabila kita berbeda orang lain karena sesungguhnya invididu itu memang unik dan perbedaan itu indah.

    ReplyDelete
  109. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hakekatnya ada merupakan suatu objek filsafat. Sesuatu bisa dikatakan ada tidak hanya karena ia nyata atau terlihat, namun juga dapat dikatakan ada ketika kita dapat menyebutnya ada ataupun tidak ada. Lalu, kapan ada dapat dikatakan tidak ada? Orang tua berambut putih sudah memberikan jawabannya pada elegi di atas, yaitu ketika kita tidak dapat menyebut bahwa ada itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  110. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Ada, memang benar jika sesuatu ada itu maka kemungkinan dia ada di pikiran kita atau di luar pikiran kita. kita tidak bisa memahami jika itu berada di luar pikiran kita, kita hanya bisa berusaha untuk memahami. Dan kita juga tidak bisa membuat orang lain paham dengan apa yang ada di pikiran kita, karena kita hanya berusaha untuk memahamkan. Akan dikatakan sesuatu itu tidak ada, jika kita tidak menyebut sesuatu itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete