Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

35 comments:

  1. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagaimna yang sering Prof sampaikan, objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Ada jika kita sudah mengetahui minimal salah satu saja dari banyak sifat yang dimiliki oleh sesuatu. Bisa namanya, bentuknya, warnanya, tingginya, rendahnya, unsurnya, dan sebagainya intinya cukup salah satu saja untuk kita dapat mengatakan sesuatu itu ada dalam pikiran kita. Jadi sesuatu yang ada di dunia ini ada apabila kita bisa menggambarkannya dalam pikiran kita ataupun sesuatu yang bisa kita tangkap melalui indera kita. Sementara yang mungkin ada masih merupakan potensi, yang mungkin suatu saat akan menjadi yang ada. Bagaimanaya caranya mengadakan yang mungkin ada? Salah satunya adalah dengan belajar.

    ReplyDelete
  2. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kajian filsafat mempelajari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan konteks ruang dan waktu. Sesuatu yang ada meliputi segala hal yang dapat ditangkap dan dipahami oleh panca indra manusia, sedangakan sesuatu yang mungkin ada merupakan kebalikannya yang meliputi fenomena dan metafisik. Kita sebagai calon pendidik harus dapat memahami segala karakter yang tidak tampak secara langsung pada diri siswa, agar kita dapat mengoptimalisasikan segala kompetensi yang dimiliki siswa yang meliputi kemampuan intuisi dan reflektif siswa.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu itu ada jika sesuatu itu nyata. Nyata tidak hanya ada di luar pikiran, belum tentu sesuatu yang dapat kita raba atau kita sentuh, tetapi meskipun sesuatu tersebut hanya ada di dalam pikiran jika kita dapat menyebutkan bahwa sesuatu itu ada atau tidak ada. Dalam pembelajaran matematika, ketika memilih konteks untuk suatu soal guru juga harus memperhatikan hal ini. Sesuatu yang ada bagi orang dewasa belum tentu ada bagi anak-anak. Salah seorang dosen ketika S1 pernah menyampaikan bahwa konteks tentang kerajaan dan putri mungkin sudah jarang ada di luar pikiran, tetapi jika itu ada dalam pikiran anak maka itu bisa menjadi konteks yang nyata.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Objek dalam filsafat dibagi menjadi dua yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dapat dikatakan ada jika mempunyai beberapa sifat antara lain ia dapat menunjuk dirinya sendiri, ia dapat menyebutkan unsur yang ada dalam dirinya, ia dapat mendengar suaranya, dan lain-lain. Selain itu ciri-ciri yang menyatakan objek ada adalah jika objek tersebut berada di dalam pikiran dan di luar pikiran orang lain. Namun yang masih saya kurang paham disini adalah letak sesuatu yang tidak ada. Apakah yang tidak ada itu masuk ke dalam kategori yang mungkin ada? Terimakasih.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Obyek filsafat terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Yang membedakan kedua obyek tersebut adalah letaknya dalam pemikiran apakah di dalam pikiran atau di luar pikiran. Sesuatu dikatakan ada apabila ia ada dalam pikiran. Adanya dalam pikiran membuat kita dapat menjabarkan segala sifat-sifatnya baik bentuknya, warnanya, dan sebagainya. Sedangkan sesuatu yang mungkin ada keberadaannya masih di luar pikiran sehingga kita tidak dapat menjabarkan sifat-sifatnya. Namun semua yang mungkin ada memiliki potensi untuk ada. Salah satu cara mengadakan yang mungkin ada adalah dengan memperbanyak bahan bacaan.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ada menunjukkan eksistensi. Sesuatu di katakana ada apabila memenuhi syarat tertentu. Ada bersifat relative, ada yang bisa menunjuk syarat – syarat bahwa sesuatu itu ada, ada juga orang yang tidak dapat menunjuk. Lalu lawan dari ada adalah tidak ada, apakah “tidak ada” bisa berubah menjadi “ada”? siapa dan bagaimnakah bisa mengubahnya?

    ReplyDelete
  7. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berpikir tentang ADA sama halnya berpikir tentang kekuasaan Tuhan dan keesaanNYA. Pada kesimpulannya, apa yang kita pikirkan adalah suatu hal yang ada dan mungkin ada, dan apa yang diluar pikiran merupakan hal yang akan dipahami oleh pikiran. Akan tetapi hal yang tidak ada dalam pikiran merupakan hal yang ada tapi tidak dipikirkan, hal yang terakhir ini berarti manusia tidak menggunakan akal pikiran yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  8. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    TIDAK ADA. Ketiadaan itu menjadi ada saat kita tidak dapat mengklasifikasikan keberadaanya. Tidak dapat mengidentifikasi keberadaanya dan tidak dapat menunjukkan letaknya. Selama ketiadaan suatu benda masih dalam pikiran kita maka sesungguhnya benda itu ada.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Maka suatu objek dikatakan ada jika dapat dijelaskan karena mengetahui sifat dan atributnya. Yang ada tersebut bisa berada di dalam maupun di luar pikiran. Karena objek filsafat sendiri meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang mungkin ada walaupun terletak diluar pikiran akan mempengaruhi sudut pandang maupun penilaian seseorang.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pernyataan orang tua berambut putih berikut "Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain" mengajarkan kepada kita bahwa sebenar-benar filsafat ialah kita harus dapat membahasakannya dengan sederhana dan memahamkan filsafat kepada orang lain secara sederhana. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  11. Elegi ada ini mengingatkan kita bahwa pada dasarnya kita memang tidak ada, sehingga kita dapat memberikan nilai terhadap adanya kita. Keberadaan seseorang erat kaitannya dengan pengakuan oleh orang lain. Sehingga eksistensi seseorang ditentukan pula oleh kesan dan pengakuan orang lain terhdapa dirinya. Pengakuan orang tua berambut putih mengajarkan bahwa kita dapat dikatakan ada jika kita dapat dibilangkan, maupun dapat dideskripsikan. Sedangkan sebaik-vbaik seseorang ialah yang bermanfaat bagi orang lain, mari beramal dan gotong royong serta berlomba-loimba dalam kebaikan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita dapat mengatakan sesuatu ada apabila terdapat dalam pikiran kita. Kita dapat menjangkau ada dan mengadakannya bila kita dapat membuktikannya. Filsafat itu meliputi objek yang ada dan yang mungkin ada. Bagi objek yang mungkin ada, yang dapat kita lakukan adalah berusaha untuk memahaminya karena berada di luar pikiran kita. Untuk objek yang ada, kita harus berusaha mengadakannya dalam pikiran kita dan kemudian dapat kita jelaskan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pertanyaan tentang ada, semakin membuka pikiran bahwa kita berpikir segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Ada berarti dalam pikiran atau diluar pikiran. Sifatnya nyata, berjumlah, bisa diraba disentuh baik dengan indrawi maupun pikiran. Segala sesuatu yang dipikirkan manusia itu ada, segala sesuatu yang di indra manusia itu juga ada. Bahkan ketika kita memikirkan ketidak ada an, maka ketidak ada an itu ada. Ada menjadi tidak ada jika kita berhenti berpikir.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ada juga berkaitan erat dengan eksistensi, eksistensi berkaitan dengan keberadaan manusia itu sendiri. Sepanjang manusia berpikir, maka ada akan terus dan selalu ada. Untu mengembangkan ilmu, kita perlu beripikir, mengada. Ilmu lahir dari proses mengada nya manusia. Teknologi hadir dari proses mengada nya manusia. Pembelajaran lahir dari proses mengadanya manusia.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Ada juga disebut ontologi ialah deskripsi dari suatu benda atau hal. Contohnya daun, kita mendeskripsikan daun itu ialah bagian dari tumbuhan, daun iala benda berwarna hijau, daun merupakan penghasil oksigen, daun merupakan makanan ulat, dan sebagainya sampai berjuta-juta kalimat pun ta akan selesai mendeskripsikan daun itu. Deskripsi tersebut mungkin ada di pikiran kita, mungkin juga berada di luar pikiran kita. Deskripsi yang berada di luar pikiran kita pun berpotensi untuk menjadi ada di pikiran kita apabila kita mencari tahu dan menemukan informasinya. Sebaliknya, deskripsi yang ada di pikiran kita mungkin saja menjadi ada di luar pikiran kita apabila kita melupakannya.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Ada adalah sebuah kenyataan, artinya kita bisa mengatakan sesuatu itu ada kalau dia nyata. Sesuatu itu nyata kalau kita bisa menunjuk sedikitnya satu sifat. Keberadaan sesuatu bisa terjadi di dalam kehidupan kita. Ada atau tidak adanya sesuatu itu tergantung pada pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa sesuatu itu ada maka hakekatnya sesuatu itu ada, begitupun sebaliknya. Kita sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita.

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Selama manusia masih bisa berfikir maka segala yang ada dan yang mungkin ada dapat menjadi ada. Bahkan sesuatu yang hanya ada dipikiran kita kemungkinan untuk menjadi ada sangatlah besar, ketika kita mampu membuat orang lain mengakui keberadaan yang ada dipikiran kita. Itulah filsafat yaitu membuat yang ada dan mungkin ada menjadi ada. Ada dapat ditunjukan dengan ia memiliki jumlah, sifat, bentuk, serta dapat dipikirkan kita. Tapi sebaik-baiknya keberadaan sesuatu adalah ia yang mampu membawa manfaat terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diceritakan bahwa untuk mengetahui objek ada, diperlukan cara yang sesuai. Jika objek ada tersebut berada dalam pikiran kita maka usaha kita dalah bagaimana cara kita mengungkapkan objek ada tersebut kepada orang lain. Namun jika objek ada terseut berada dalam luar pikiran kita maka usaha kita adalah bagaiimana cara kita dapat memahami objek ada yang terdapat diluar pikiran kita tersebut.

    ReplyDelete
  19. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Seperti yang telah kita ketahui dan pelajari bahwa yang dipelajari dalam filsafat ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam elegi ini disampaikan bagaimana yang “ada” ini. Dikatakan bahwa yang ada ini jika ia nyata sifatnya nyata. Yang ada ini terletak di dalam pikiran dan diluar pikiran. Dimana yang berada dalam pikiran dan luar pikiran ini memiliki sifat sifanya masing-masing diantaranya yang dalam pikiran yaitu yang konsisten yang diluar pikiran yang berubah. Dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain mengenai yang ada , karena yang ada ini maka menjelaskan baru searuh dunia.

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ada itu berarti nyata dan melalui filsafatlah kita mampu mengetahui bagaimana cara mengetahui keberadaan kita sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuktikan keberadaan kita. Akan tetapi di dalam filsafat jika keberadaan kita hanya ditunjukkan dengan fisik saja maka itu berarti keberadaan kita masih lemah karena hanya baru sebatas material. Karena di atas material masih ada formal, normative, dan spiritual. Manusia adalah termasuk objek yang ada dan mungkin ada, dan maka sebenar-benarnya keberadaan kita adalah ketika kita mengadakan/menghasilkan sebuah karya/pengada, karena dengan pengada dan mengadakan itu berarti kita ada secara material, formal, normative, maupun spiritualnya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Kita sering mendengar pada kuliah filsafat Bapak Prof Marsigit, bahwa objek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Jika ditarik ke aspek hubungan sosial, kita ada tidak hanya dalam bentuk wujud namun kebermanfaatan apa yang kita lakukan untuk orang lain, minimal lingkungan terdekat kita sendiri. Sedangkan yang mungkin ada maksudnya adalah keberadaan kita yang tampak tapi seperti tidak ada, karena kita hanya diam dan tidak sedang berfikir.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ada atau tidak adanya sesuatu itu tergantung pada pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa sesuatu itu ada maka hakekatnya sesuatu itu ada, begitupun sebaliknya. Kita sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita. Cara untuk menunjukkan bahwa kita ada adalah dengan usaha kita untuk dapat bermanfaat bagi orang lain karena yang bisa menganggap kita ada atau tidak ada itu adalah orang lain.

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai ada menjelaskan tentang arti ada itu sediri. Ada itu berarti nyata. Ada itu jika kita bisa menemukan sifat-sifat dan strukturnya. Namun ada yang berarti nyata tidak selalu terlihat oleh mata telanjang, yang dimaksud ada disini adalah tentang yang ada di pikiran dan diluar pikiran kita. Kita akan bisa menggapai ada apabila kita mampu memikirkannya

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ada merupakan suatu sistem yang komprehensif di alam semesta ini. Baik yang telah bersifat materiil maupun yang masih bersifat konsep. Sehingga sesuatu yang merupakan bagian-bagian dari yang komprehensif itu pun merupakan “ada”. “ada” nya sesuatu bisa saja disebabkan oleh ketiadaannya sesuatu pula, misalnya adanya siang disebabkan oleh ketiadaannya malam. Sehingga disini “ada” merupakan sesuatu yang sangat komprehensif dengan seluruh bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  25. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berdasarkan yang dikatakan oleh Rene Deschartes bahwa aku berpikir maka aku ada. Sehingga dalam hal ini jika kita masih ingin disebut ada maka berpikirlah. Namun jangan hanya sampai disitu saja, setelah berpikir maka berkaryalah sehingga orang-orang akan melihat hasil karyamu. Ketika orang-orang melihat hasil karya kita, maka kita akan tetap ada meskipun jasad kita telah tiada.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Ada adalah suatu keyakinan. Dapat terlihat dengan menyebutkan sifat-sifat dan keberadaanya atau pun hanya di dalam pikiran. Tuhan itu ada. Sifat-sifatnya tertulis dalam kitab suci dan diyakini di dalam hati serta pikiran umatnya. Tuhan itu ada walaupun tidak dapat dilihat tapi diyakini didalam hati.

    ReplyDelete
  27. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya memaknai adai. Ada adalah kesadaran, kita dapat menyebutkan sesuatu itu ada karena kita menyadari hal tersebut ada. Misalkan orang lain melihat kita ada, karena dia menyadari adanya kita. Membuat kita menyadari keberadaan sesuatu membutuhkan proses, melihat, mendengar dan sebagainya. Membuat orang lain menyadari keberadaan kita juga membutukan usaha misalkan menunjukkan potensi, berkomunikasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  28. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam filsafat, sesuai dengan yang tertulis dalam elegi di atas semua yang ada di dunia ini memiliki definisi yang sangat banyak. Baik itu yag ada dan yang mungkin ada. Setiap hal baik semua yang kongkrit maupun yang abstrak akan sulit didefinisikan dengan sempurna. Misalnya cinta, 1 milyar pangkat 1 milyar pangkat 1 milyar pun belum cukup menggambarkan atau menefinisikan cinta itu apa. Bahkan antara satu orang dengan satu orang yang lainnya belum tentu sama untuk mendefinisikan cinta itu apa. Sehingga setiap kita bertemu dengan orang kemudiankita tanya definisi cinta maka definisi itu akan berkembang dan terus berkembang sehingga definisi juga akan semakin banyak pula.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Ada adalah dimana sesuatu yang dapat kita pikirkan dan disebutkan satu atau beberapa sifat-sifatnya.
    Sesuatu yang mungkin ada dan tidak ada sebenarnya ada, karena kita telah memikirkan bahwa hal tersebut mungkin ada atau bahkan tidak ada, sehingga mereka ada di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  30. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sesuatu dikatakan ada jika sesuatu tersebut nyata, dapat diyakini oleh orang lain, diakui, dapat menembus ruang dan waktu. kontradiksi dari ada yaitu yang mungkin ada, yang mungkin ada bersifat abstrak, ada didalam pikiran.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sesuatu ada itu jika ia memiliki sifat-sifat. Misalnya satu itu ada jika siswa dapat menunjukkan benda yang banyaknya satu. Sesutau itu ada jika ia dapat dibayangkan. Misalnya jika guru menyebut tetang kereta api, maka siswa bisa membayangkan kereta api.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sesuatu disebut ada jika nyata. sesuatu itu nyata jika dapat disebut salah satu atau beberapa sifatnya. jadi sesuatu itu ada jika disadari sifa-sifat keberadaan dan ketidak beradaannya. Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita. Hakekat ada menunjuk pada adanya Tuhan. walaupun tidak tampak namun dapat kita sebut sifat-sifatNya sehingga kita yakin adanya Tuhan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017
    Asslamualaikum Wr. Wb. Sesungguhnya kita hidup di dunia ini tidak hanya sebatas hidup, tetapi juga mengada. Mengada dalam arti bahwa, setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk megembangkan potensi kemanusiaannya. Dengan kata lain, pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menggapai ada. Menggapai ada merupakan manifestasi dari tugas manusia sebagai wakil Tuhan di bumi. Wallahu a’lam bishawab.

    ReplyDelete
  35. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    ada dan tiada tidak semuanya bisa dikaji dlam kehidupan. Yang bisa dikaji hanyalah yang ada dan sebenarnya yang mungkin ada juga bisa dikaji. Karena hal yang demikian itu sangatlah nyata keberadaannya dan menyebabkan pengkajian mengenai hal tersebut sangatlah berguna dikehidupan. Jika mengkaji hal yang tidak ada sudah pasti itu hanya akan menghabiskan waktu kita dan mungkin tidak akan bisa dilakukan dan tidak akan bisa dilakukan. Objek yang ada dan dapat dikaji merupakan sesuatu yang menarik. selain itu pengkajian mengenai hal-hal yang mungkin ada juga dapat menjadi menarik jika ada harapan bahwa suatu hari nanti objek tersebut akan menjadi ada dan bermanfaat seperti objek yang sudah ada selama ini

    ReplyDelete