Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

44 comments:

  1. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi diatas, ada dan yang mungkin ada berada di dalam dan diluar pikiran kita. Jika ada berada di dalam pikiran kita maka dengan pengetahuan yang kita miliki kita dapat memahami apa yang ada dan yang mungkin ada. Akan tetapi, jika yang ada berada di luar pikiran kita, maka kita akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang ada dan apa yang mungkin ada. Hal ini dikarenakan adanya sekat ataupun jarak antara dimensi ruang dan waktu antara akal pikiran kita dengan apa yang ada dan apa yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada adalah nyata. Sesuatu disebut ada jika sesuatu itu nyata. Sesuatu itu ada jika kita mampu menunjukan sesuatu itu, misalnya sifatnya, keberadaannya, dll. Ada terdapat dalam pikiran dan di luar pikiran. Sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    ADA adalah kenyataan, ADA itu nyata. Keberadaan ADA itu ada di dalam pikiran kita atau berada di luar pikiran kita. Jika ADA berada di luar pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat memahami ADA? karena sungguh terdapat jarak antara kita dan ADA. Maka sesungguhnya kita hanya mampu berusaha memahami saja, namun tidak akan pernah bisa memahami ADA. Sedangkan jika ADA berada di dalam pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain?Maka sungguh semua ucap kita tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan ADA yang ada di dalam pikiran kita. Sesungguhnya kita hanya mampu berusaha menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain, namun tak pernah bisa menjelaskan ADA itu kepada orang lain. Sebenar-benar memahami dan menjelaskan yang ADA adalah kehendak dan kuasa Tuhan, kita hanya bisa berusaha saja, namun tak pernah bisa benar-benar memahami dan menjelaskan.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, ada itu jika sesuatu itu nyata dan memiliki sifat. ada itu jika sesuatu berada di dlam pikiran maupun diluar pikiran kita.

    ReplyDelete
  5. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Saya mengutip sebuah uangkapan “Cogito ergo sum” oleh Rene Descartes, sang filsuf ternama asal Perancis yang artinya “aku berpikir maka aku ada.” Sehingga dalam konteks ini jika kita ingin disebut ada maka berpikirlah. Dengan berpikir tentu kita dapat merasakan keberadaan diri kita. Namun, untuk membuat orang lain merasakan keberadaan diri kita, tidak cukup dengan bepikir tetapi juga berkarya. Berkaryalah dan orang-orang akan melihat hasil karya kita sehingga kita akan tetap ada dan abadi meskipun jasad kita telah lebur dalam tanah.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Begitulah peribahasa yang menggambarkan bahwa walaupun manusia sudah tiada (secara fisik),tetapi namanya masih selalu ada. Mungkin Alexander Graham Bell sudah ratusan tahun wafat, tetapi kita masih menggunakan karya (penemuan) teleponnya untuk berkomunikasi satu sama lain. Selama orang mampu berfikir dan memberikan sumbangan fikirannya untuk membatu masyarakat sekitar, maka sejak saat itulah ia membangun eksistensinya. Terlebih lagi dalam dimensi spiritualitas, jika sesorang melakukan banyak amal jariyah, pahalanya akan terus mengalir, walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia.

    ReplyDelete
  7. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini, saya menyimpulkan. Ada adalah kesadaran, kita dapat menyebutkan sesuatu itu ada karna kita menyadari hal tersebut ada. Misalkan orang lain melihat kita ada, karena dia menyadari adanya kita. Membuat kita menyadari keberadaan sesuatu membutuhkan proses, melihat, mendengar dan sebagainya. Membuat orang lain menyadari keberadaan kita juga membutukan usaha, menampakkan diri, berkomunikasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Setelah membaca ini, hal yang saya dapati adalah sesuatu itu “ada” jika memiliki “predikat”. “predikat” itu melekat pada persepsi kita. Misalkan “Buku merah di atas meja” di dalam pikiran terdapat buku merah yang terletak di atas meja. Hal ini sesuai dengan pendapat George Berkeley yaitu “esse est percipi” atau “being is being perceived” atau benda itu ada karena persepsiku, atau “duniaku adalah duniaku”.(Hardiman, 2007:84)

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, kita dianggap ada jika kita bermanfaat bagi orang lain. Sesuai dengan sabda Nabi, "sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain". Banyak cara agar kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Contohnya menolong orang lain ketika ia kesusahan, menghargainya, menjenguknya ketika sakit, menanggapi pendapatnya, dan lain-lain. Ketika kita bermanfaat bagi orang lain, maka di saat itulah orang lain dapat merasakan bahwa kita ada.

    ReplyDelete
  10. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari tulisan di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu memiliki banyak predikat sehingga kita tidak mampu memahami benda itu seutuhnya, kita hanya mencoba memahami sesuatu tersebut dari predikat yang mampu kita tangkap lewat indera kita. Jika sesuatu tersebut adalah manusia, artinya kita tidak dapat benar-benar memahami orang lain sampai ke isi hatinya. Kita hanya menilai dari apa yang kita lihat atau dengar saja. Oleh karena itu kita tidak boleh berburuk sangka terhadap orang lain karena bisa saja ada kebenaran tentang orang itu yang belum kita pahami.

    ReplyDelete
  11. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Sesuatu itu dikatakan ada jika ada dalam pikiran seseorang dan yang benar benar tampak. Jadi sesuatu itu ada jika seseorang memikrkannya. Seperti: saya memikirkan kota Paris, maka kota Paris itu ada karena kita mampu memikirkannya.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    17709251065
    PM C

    Tidak semua orang bisa memahami dirinya sendiri. Ada orang yang tidak paham siapa diriny sebenarnya, apa bakatnya, apa cita-citany, dll. Maka dari itu, kadang pandangan atau saran dari orang lain sangat dibutuhkan untuk memabntu memahami diri kita. Hal ini perlu dilakukan agar kita mampu mengenak diri kita dengan baik dan kita tidak kehilangan jati diri.

    ReplyDelete
  13. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari elegi menggapai ada, saya menangkap bahwa ada merupakan suatu yang nyata yang dapat kita deskripsikan dan dapat kita pikirkan, sehingga ada bisa ada di dalam pikiran juga ada di luar pikiran. Sesuatu yang mungkin ada dan tidak ada pun sebenarnya ada, karena pada realitasnya kita dapat memikirkan bahwa sesuatu tersebut mungkin ada atau tidak ada, hanya saja kita belum mampu untuk mendeskipsikan bahwa sesuatu itu mungkin ada atau tidak ada, hal itu karena kita memiliki keterbatasan untuk memikirkannya. Kesimpulannya, apa yang kita pikirkan merupakan sesuatu yang ada dan mungkin ada, dan apa yang diluar pikiran kita meruapakan sesuatu yang akan dipahami oleh pikiran. Sedangkan sesuatu yang tidak ada di dalam pikiran merupakan sesuatu yang ada tapi tidak dipikirkan.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Subhanallah. Bahasa yang cukup berat untuk dipahami, kemungkinan apa yang akan disampaikan ini berada di dalam pikiran orang tua berambut putih, dan di luar pikiran ku. Sehingga aku berusaha untuk memahaminya, dan orang tua berambut putih mencoba untuk menyampaikannya kepadaku. Jika sesuatu hal yang ingin kia pahami itu jauh dari kita maka ada jarak yang memisahkan diantara kita. Jadi kita sulit untuk memahami semuanya.

    ReplyDelete
  15. Dalamnya laut kita masih dapat menyelam t mengetahui semua isinya, tetapi dalamnya hati kita tidak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya kecuali hanya sebagian saja. Jangan pernah menjadi orang yang merasa paling benar, paling pintar, karena di luar sana masih banyak hal-hal yang belum kita ketahui dan itu bisa kita ketahui ketika kita menyadari bahwa sesuatu itu ada.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Menggapai Ada ini, secara sederhana saya dapat mengetahui bahwa dalam proses belajar terdapat dua jenis pengetahuan. Pertama adalah pengetahuan yang ada di dalam pikiran dan kedua adalah pengetahuan yang ada di luar pikiran. Terkait jenis yang pertama, sebenar-benarnya makna belajar adalah bagaimana kita berusaha untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita kepada orang lain dengan jelas. Sedangkan terkait jenis yang kedua, makna belajar yang sesungguhnya adalah bagaimana kita berusaha untuk menangkap dan memahami apa yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Ada dalam pikiran dan di luar pikiran". Kedua-duanya adalah "ada". Maka untuk menjadi "ada" memang betul kita harus mengetahui apa yang "ada" dalam pikiran dan "ada" di luar pikiran. Sudah terlihat betul bahwa untuk menjadi ada memang dibutuhkan kesadaran. Dan kesadaran akan membawa kita pada pikiran kritis untuk menggapai "yang ada dan yang mungkin ada". Dengan "ada", kita bisa "mengada" dan menjadi "pengadaa".

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Ada bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran, maka kita baru sekedar berusaha memahaminya dan hal itu menjadi mungkin ada. Tetapi jika ada itu di dalam pikiran, maka persoalannya adalah bagaimana menjelaskannya kepada orang lain. Tetapi sebenarnya kita pun tidak akan pernah bisa benar-benar menjelaskan sesuatu seperti yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai ada menjelaskan tentang arti ada itu sendiri. Ada itu berarti nyata. Dan ada itu jika kita dapat menyebutkan salah satu saja dari sekian banyak sifat-sifat dan struktur-strukturnya. Namun ada yang berarti nyata tidak selalu terlihat oleh mata telanjang. Yang dimaksud ada disini adalah tentang yang ada didalam pikiran dan diluar pikiran kita. Kita tidak bisa mengada jika kita belum mampu memikirkannya.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya ada itu karena adanya pengada, sehingga ada itu adalah hasil ciptaan, sesuatu bisa ada karena ada yang mengada. Maka ada disini adalah sesuatu yang nyata. Objek filsafat itu mencakup yang ada dan yang mungkin ada. yang ada itu berati yang nyata, sedangkan yang mungkin ada adalah belum nyata, contohnya adalah pikiran. Saat ini berkembang paham bahwa orang belum bisa percaya ketika tidak nyata, maka tulisan adalah bentuk nyata dari pemikiran, walaupun kadang bentuk nyata dari pemikiran itu belum tentu bisa mewakili dari pikiran itu.

    ReplyDelete
  21. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ada adalah kenyataan, keberadaan “ada” ada dua macam yaitu di dalam pikiran dan yang di luar pikiran. Sebagaimana yang pernah dibahas dalam perkuliahan pak prof Marsigit minggu lalu yang membahas tentang objek filsafat. Bahasan ini dapaat juga dikaitkan dengan makna dari elegi ini, yaitu sesuatu yang ada itu adalah segala sesuatu yang ada didalam pikiran kita, sedangkan sesuatu yang mungkin ada itu adalah segaala sesuatu yang ada di luar pikiran kita atau sesuatu yang belum kita ketahui. Keberadaan”ada” itu berbeda bagi setiap individu kita, oleh karena itu untuk membuat sesuatu itu ada, maka kita harus lebih banyak belajar dan mencari tahu. Salah satu caranya itu misalnya seperti yang pernah bapak sarankan yaitu dengan banyak membaca.

    ReplyDelete
  22. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    ada dan tiada tidak semuanya bisa dikaji dlam kehidupan. Yang bisa dikaji hanyalah yang ada dan sebenarnya yang mungkin ada juga bisa dikaji. Karena hal yang demikian itu sangatlah nyata keberadaannya dan menyebabkan pengkajian mengenai hal tersebut sangatlah berguna dikehidupan. Jika mengkaji hal yang tidak ada sudah pasti itu hanya akan menghabiskan waktu kita dan mungkin tidak akan bisa dilakukan dan tidak akan bisa dilakukan.
    Objek yang ada dan dapat dikaji merupakan sesuatu yang menarik. selain itu pengkajian mengenai hal-hal yang mungkin ada juga dapat menjadi menarik jika ada harapan bahwa suatu hari nanti objek tersebut akan menjadi ada dan bermanfaat seperti objek yang sudah ada selama ini

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.jika menyimak dari bacaan tersebut, keberadaan suatu objek dibatasi oleh ruang waktu.Sesuatu yang dikatakan ada apabila dapat diindrai, dirasa dan disentuh.Ada itu adalah suatu yang nampak dan nyata di depan kita.Ada biasa juga bermakna di tempat sini namun di tempat lain tidak ada.Misalkan seorang anak disuruh membeli jajanan di kios A, saat pergi ke kios A jajanannya tidak ada, kemudian si anak membeli jajanan tersebut di kios B,akhirnya jajanannya ditemukan.Ini menandakan bahwa ada di suatu tempat namun tidak ada di tempat lain.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi menggapai ada ini, saya memahami bahwa “ada” bisa berada di dalam dan di luar pikiran seseorang. Jika ada berada di luar pikiran adalah berarti bahwa kita sedang berusaha memahami sesuatu yang ada. Tetapi, ada yang berada di dalam pikiran bukan berarti kita telah memahaminya, namun yang jadi persoalan adalah bagaimana cara menjelaskannya kepada orang lain. Karena sebenar-benar kita tidak akan pernah bisa memahamkan atau menjelaskan sesuatu yang ada di dalam pikiran kita terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  25. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Sesuatu dikatakan ada bergantung bagaimana kita dapat menjelaskan sesuatu itu ada maupun tidak ada. Untuk menjelaskan ada maupun tidak ada kita perlu memahami sesuatu yang ada dan mungkin ada. Kita perlu memahami bagaimana sifatnya, jumlahnya, bentuknya, dst. Jadi, sesuatu dikatakan ada apabila dapat dipahami dan dijelaskan.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Ada dimulai sejak dalam pikiran. Selama kita berpikir tentang ‘ada’ (terlepas dari ada atau tidak) maka hal tersebut dikatakan ada. Namun, jika tidak ada yang memikirkan ‘ada’ maka sesungguhnya ia ketidakadaan.

    ReplyDelete
  27. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    awalnya saya berfikir bahwasannya kita bisa terlihat ada jika kita menunjukkan eksistensi kita sebagai manusia yaitu dengan karya-karya yang kita lakukan. namun setelah membaca elegi ini saya jadi tahu bahwasannya ada dan tiada juga termasuk "ada" dengan kata lain sesungguhnya kita bisa tahu bahwa diri kita sendiri ada adalah diri kita sendiri juga.

    ReplyDelete
  28. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya ingat sekali dengan kuliah pertama saya dengan Profesor pada waktu itu, saya diperintahkan untuk maju ke depan kelas namun tanpa disangka-sangka prof menepuk paha saya, yang pertama tanpa berdoa dan yang ke dua dengan berdoa. Hal tersebut dilakukan salah satunya untuk mengetahui bahwa keberadaan saya di mata kuliah prof itu benar-benar ada. Karena bisa saja kita itu berada di dalam dunia mimpi. namun, bedanya dengan dunia mipi dengan dunia nyata adalah kita masih bisa berfikir dan bertanya. Keberadaan kita sebenarnya adalah ketika kita ikut serta dalam suatu kegiatan. Memang keberadaan itu sifatnya fisik. Walaupun memang non-fisik kita juga bisa menggambarkan keberadaan kita. Namun menurut saya, adanya kita itu tidak penting fisik maupun non-fisik. Keberadaan kita yang paling penting adalah anggapan orang lain bahwa kita berada di lingkungan mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  29. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Alhamdulillah saya cukup dapat menangkap maksud postingan kali ini, semoga tidak salah. Jadi yang di maksud ada itu ketika kita nyata, berapapun jumlah kita, apapun sifat kita, bagaimanapun bentuk kita, dimanapun keberadaan kita bagi orang lain, seperti apapu kita dalam pikiran orang lain, dan lain sebagainya, dan itulah potensi-potensi keberADAan kita. Teringat saat tes jawab singkat yang pertama, bahwa benar saya sedang mengada. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah potensi. Potensi itu bersifat tak hingga, artinya banyak sekali dan tidak dapat kita menghitungnya. Satu potensi dapat menimbulkan dan melahirkan banyak potensi yang lain. Potensi menjadi potensi yang lain itu dinamakan mengada. Sebab kita mengada, akibatnya adalah potensi. Itulah makna ADA yang dalam ranah filsafat. Wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  30. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Keberadaan sesuatu dapat dilihat dari adanya eksistensi hal tersebut. Misalnya keberadaan seseorang itu dapat dilihat dari eksistensinya. Baik itu berupa sifatnya atau berupa karya yang ia buat. Karena jika kita tidak dapat lagi melihat atau menyebutkan sifat-sifat dari sesuatu hal tersebut maka dapat dikatakan hal itu sudah tidak ada. Keberadaan itu terletak didalam dan diluar pikiran. Tergantung kita memaknainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada itu nyata selama kita bisa menyebutkan. Sama halnya dengan yang mungkin ada bisa berubah menjadi ada selama kita mengetahui sifatnya. Sifat itu seperti halnya semilyar pangkat semilyar yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Kenali dirimu utnuk mengetaui yang ada. Karena yang ada itu hanya berada di dirimu. Orang lain belum tentu mengetahui yang ada versimu tanpa kamu jelaskan terlebih dahulu. Ada di pikiranmu belum tentu ada di pikiran orang lain. Kamu dapat mengadakan sesuatu yang belum ada dan dapat kamu salurkan ke orang lain dengan cara menyebutkan sifatnya. Tapi itu saja tidak cukup untuk mengadakan sesuatu yang ada dipikiranmu utnuk ada di pikiran orang lain. Karena itu bersifat subyektif.

    ReplyDelete
  32. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi menggapai ada ini kita melihat bahwa selama kita masih bisa menyebut, menunjuk, melihat, maupun mendengarkan maka kita masih bisa menentukan keberadaan ada. Kita baru bisa menentukan tidak ada bila kita tidak tahu apakah ada itu ada atau tidak ada

    ReplyDelete
  33. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ada banyak sifat yang melekat pada keber-ada-an kita. Segala yang baik maupun buruk, segala sifat yang Ada Dan yang mungkin Ada. Kitalah yang menentukan sifat apa yang melekat pada diri kita. Kitalah yang memilih, bagaimana kita menjadi Ada, seperti apakah kita.
    Dengan menyadari hal ini, semoga Saya menjadi lebih bertanggung jawab Dan dapat mempertanggungjawabkan keber-ada-an saya. Berusaha untuk melekatkan segala sifat baik yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  34. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Yang dipelajari dalam filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dianggap ada jika kita mampu menyebutkan sifat-sifatnya, mengetahui keberadaannya dan mengetahui akibat yang ditimbulkan bahkan dari ketika bisa dibayangkan. Sesuatu yang belum ada dan mungkin ada saat kita mendapatkan wahyu atau bahkan saat kita mulai memikirkannya akan menjadi ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  35. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ada dan mungkin ada adalah obyek filsafat, sesuatu yang ada adalah obyek yang memiliki sifat yang nyata secara panca indra manusia, dan sesuatu yang mungkin ada adalah obyek yang ada dalam pikiran. Kesimpulannya bahwa antara yang ada dan yang mungkin ada adalah obyek yang ada namun berada dalam dimensi yang berbeda. Sedangkan sesuatu yang tidak ada adalah sesuatu yang tidak dapat disebut ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  36. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.
    Saya belajar terkait dengan bagaimana seseorang dapat menyadari sesuatu yang ada, menyadari sesuatu yang mungkin ada bahkan menyadari sesuatu yang tidak ada sekalipun. Saya merasa masih perlu melatih untuk menyadari hal-hal yang mungkin ada. Selama ini saya memandang yang ada hanyalah sebatas fisik. Jauh dari itu dalam sudut pandang filsafat telah dibahas. Sungguh sangat menarik pembahasan ada itu sendiri. Sampai-sampai hal-hal yang ada di dalam dan di luar pikiran menjadi fokus utamanya.

    ReplyDelete
  37. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sesuatu yang ada berarti kita bisa menyebutkan sifat sifatnya. Jika ada sesuatu yang di luar pikiran kita, maka sebenarnya kita sedang berusaha memahaminya sesuatu. Sedangkan jika ada sesuatu di dalam pikiran kita, berarti kita sedang berusaha mengatakan sesuatu tersebut kepada orang lain. Karena yang di dalam pikiran kita adalah yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  38. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal yang saya pahami setelah mulai belajar filsafat adalah, sesuatu pasti memiliki makna. Sesuatu dapat dikatakan ADA karena merupakan anti tesis dari TIDAK ADA. Jika kita dapat menyebutkan sifat-sifat yang ada pada sesuatu, dan sifat tersebut dipenuhi, maka sesuatu tersebut dapat dikatakan ada. Misalnya, ketika dosen mengabsen mahasiswa dengan menyebutkan nama seorang mahasiswa, maka apabila siswa dengan nama yang dimaksud hadir di dalam kelas dalam bentuk yang sebenarnya (wujud), maka dapat dikatakan ADA. karena sifat atau syarat untuk dikatakan ADA di kelas sudah terpenuhi. Namun dalam konteks lain, sifat dan syarat ADA juga dapat berubah-ubah sesuai tujuan.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Mengapa manusia ada jawabannya adalah karena manusia berpikir. Semua yang masih bisa dijangkau dengan pikiran berarti ada atau mungkin ada. Seperti halnya ilmu filsafat, ilmu tersebut mempelajari segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Hal ini berarti filsafat merujuk kepada hal yang bisa dipikirkan oleh manusia yang berpikir.

    ReplyDelete
  40. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    ADA memiliki makna yang banyak. Terkadang kita mengatakan "ADA" jika kita bisa melihat dan merabanya. Namun itu hanyalah salah satu sifat ada. Ketika kita membaca elegi ini, maka kita akan lebih paham, bahwa ADA itu ada di dalam pikiranku atau di luar pikiranku. Ada di dalam pikiran berarti kita dapat menjelaskan kepada oranh lain dengam menyebutkam sifat-sifatmu dan keberadaanmu. Jika ada di luar pikiram berarti kita baru memahaminya. Sebab sebenarnya hidup itu di antara ada dan yang mungkin ada. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  41. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Ada itu nyata. Jadi dibilang ada jika kita mampu menunjukkan keberadaannya, sifatnya dll. Ada itu ada dua macam, yaitu ada dalam pikiran dan ada diluar pikiran. Sesuatu yang tidak nampak, dapat dikatakan ada dalam pikiran jika kita sudah memikirkannya. Misal, adik andi perempuan. Tapi saya belum pernah mengetahui kalau Andi punya adik. Nah saat Andi bilang dia punya adik perempuan, maka adik pikiran Andi itu “ada” ada dalam pikiran saya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  42. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Berdasarkan elegi diatas, sesuatu disebut ada bagi seseorang apabila sesuatu tersebut diketahui oleh orang tersebut. Ada adalah kenyataan seseorang terhadap sesuatu. Terkadang sesuatu yang ada tersebut berada di dalam pikiran dan terkadang berada di luar pikiran. Segala sesuatu yang ada di dalam pikiran sudah pasti ada karena kita sudah tahu beberapa sifat-sifatnya sedangkan yang di luar pikiran itu bisa ada bisa tidak. Berdasarkan pemahaman saya, sesuatu yang ada menurutku (di dalam pikiranku) belum tentu ada menurutmu jadi aku harus menjelaskan apa yang menurutku ada itu kepadamu, sedangkan apa yang ada diluar pikiranku (tetapi ada di pikiranmu) belum aku pahami, sehingga aku harus mengikhlaskan diri untuk mendengar penjelasanmu, mencoba memahami "ada" mu.

    ReplyDelete
  43. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ada dan mungkin ada adalah objek filsafat. dari tulisan tersebut saya mendapat pemahaman bahwa hal yang ada adalah sesuatu yang bisa kita definisikan, kemudian bisa terlihat secara nyata ataupun ada di dalam pikiran. sedangkan tidak ada jika tidak dapat kita pikirkan dan definisikan.

    ReplyDelete
  44. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Kata 'ada', kata yang selalu terucap hampir disetiap ketikta kita berbicara. Tetapi tidak pernah sedikit pun tersebit mengapa kata 'Ada" itu terucapkan. Didalam elegi ini lah saya baru terpikirkan jika itu 'ada' berarti Segala sesuatu yang ada didalam pikiran kita jika dapat terlihat nyata dan dideskripsikan.

    ReplyDelete