Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

37 comments:

  1. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat malam, Prof.
    Suatu objek dikatakan ada ketika objek tersebut nyata. Objek nyata bisa dirasakan melalui indra manusia, atau nyata dalam pikiran. Sehingga, ada itu memiliki karakteristik yang luas. Karena karakteristiknya bisa bergantung pada indra manusia ataupun bergantung pada pikiran manusia. Objek yang tak dijangkau oleh indra, lalu dikatakan tidak ada, maka sebenarnya objek tersebut ada. Karena objek tersebut nyata dalam pikiran. Saat objek itu tak nyata melalu indra dan tak sanggup dikatakan, maka objek tersebut bisa dikatakan tidak ada.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  2. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Mengenai "Ada" saya tertarik dengan teori keberadaan oleh Parmenides yang pernah saya baca. Menurutnya, "yang ada" merupakan kebenaran yang tidak mungkin disangkal dan tidak terbantahkan. Diapun memberikan pengandaian. Pertama, orang dapat mengatakan bahwa "yang ada" itu tidak ada. Kedua, orang dapat mengatakan bahwa "yang ada" dan "yang tidak ada" itu bersama-sama ada. Kedua pengandaian ini mustahil. Pengandaian pertama mustahil, karena "yang tidak ada" tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. "Yang tidak ada" tidak dapat dipikirkan dan dibicarakan. Pengandaian kedua merupakan pandangan dari Herakleitos. Pengandaian ini juga mustahil, sebab pengandaian kedua menerima pengandaian pertama, bahwa "yang tidak ada" itu ada, padahal pengandaian pertama terbukti mustahil. Dengan demikian, kesimpulannya adalah "Yang tidak ada" itu tidak ada, sehingga hanya "yang ada" yang dapat dikatakan ada.

    Bahkan orang yang mengatakan "Tuhan itu tidak ada" menurutnya itu tetap "ada" karena sebelum mengatakan "Tuhan itu tidak ada" sudah ada konsep tentang Tuhan didalam pikirannya lalu menyangkal keberadaannya. Itu berarti Tuhan yang disangkalnya itu "Ada" walaupun hanya dalam pikirannya.

    Dari sini saya dapat pemahaman baru bahwa selain Tuhan yang kita Yakini keberadaannya (meskipun tak pernah melihat wujud fisiknya) hal-hal lain yang tidak ada fisiknyapun bisa menjadi ada ketika sudah ada dalam pikiran. Misal seseorang mengatakan orang tuanya sudah "tiada", padahal ini secara tidak langsung menunjukkan "Ada"nya orang tua didalam pikirannya lebih-lebih dihatinya.

    ReplyDelete
  3. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Ada adalah kenyataan. Sesuatu bisa disebut ada jika sesuatu itu nyata. Sedangkan keberadaan itu ada dua dua macam yaitu berada dalam pikiran dan berada di luar pikiran. Segala sesuatu yang ada dalam pikiran berarti sesuatu itu ada. Jika bisa menyebutkan sifat-sifat sesuatu tersebut, seperti bentuk, warna, jumlah, potensi, dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa sesuatu itu ada dan nyata karena dapat menyebutkan sifat-sifatya. Namun tidak hanya itu, kita berpikir bahwa sesuatu itu tidak ada itu sama halnya juga sesuatu itu ada karena kita sudah memikirkannya dan mengetahui bahwa sesuatu itu tidak ada. Sesungguhnya apa yang ada dalam pikiran maupun kenyataan merupakan sesuatu yang ada. Jadi sesuatu itu dikatakan tidak ada jika kita tidak dapat menyebut sesuatu itu ada atau tidak ada.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  4. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Ada dan tidak ada merupaka suatu kajian awal dalam sebuah kehidupan. Dimana dalam kehidupan ini kita mengenal semua yang ada dan akan mengenal semua yang mungkin akaa ada. Keberadaan sesuatu ditunjukan dengan keberadaanya dalam pikiran. Kemampuan manusia untuk menyetakan ada adalah wujud dari keberadaan yang ada. Bahkan ketika manusia menyatakan ketiadaan benda makan sesungguhnya benda tersebut ada. Ketiadaan itu ada ketika manusia tidak dapat mengklasifikasikan keberadaanya. Tidak dapat menunjukan letaknya, tidak dapat mengidentifikasi keberadaanya.

    ReplyDelete
  5. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Adalah ada jika objek itu dapat dirasakan, dilihat, disentuh atau dipikirkan. Objek yang ada adalah yang bisa disebutkan keberadaannya. Namun ada perbedaan antara ada yang nyata dan ada yang terdapat di pikiran. Yang nyata dapat disebutkan strukturnya dan sifat-sifatnya, akan tetapi ada yang terdapat di pikiran hanya orang yang memikirkan lah yang tau detailnya. Ia dapat menyebutkan struktur-strukturnya, kerangka-kerangkanya, bentuknya, warnanya, keberadaannya, jenisnya dan lain sebagainya. Yang ada bisa dikatakan tidak ada jika tidak dapat menyebutkan apa yang ada tersebut. Dan ada dikatakan ada jika dapat ditunjukkan kenyataannya.

    ReplyDelete
  6. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Dikatakan ada jika suatu objek itu bersifat nyata. Saat dapat disebutkan sifat-sifatnya, saat dapat dikatakan bagian-bagiannya, dapat menunjukkan prestasi, hukum, dan yang lainnya. Objek disebut sebagai ada saat dapat dirasakan oleh kelima indera manusia. Namun tidak hanya dengan alat indera, objek dikatakan nyata saat hadir dalam pikiran manusia. Sesuai dengan objek filsafat yang terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Dikatakan ada saat berada dipikiran kita.

    ReplyDelete
  7. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Ada dan tiada merupakan dua hal yang bertolak belakang tetapi tetap dianggap tampak oleh kehidupan. Ada cinta berarti tampak perasaan cinta oleh manusia terhadap makhluk lainnya, tidak ada cinta bukan berarti tidak cinta melainkan hanya belum perlu untuk mencintai. Ada aku bukan berarti tidak ada aku akan menjadi kamu, dia, mereka, kalian, karena aku ada di aku yang akan datang. Tidak ada sebenar-benarnya masih ada, tergantung menganggapnya benar-benar tidak ada yang akan menghilang dan tidak pernah kembali untuk menjadi ada. Sehingga, menjadi ada itu sulit juga karena kebanyakan manusia mencari bahkan menuntut kepada yang tidak ada untuk menjadi ada.

    ReplyDelete
  8. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Seseorang yang dianggap ada itu nyata dan yang dianggap nyata itu ada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Ciri lain jika sesuatu ada adalah bagaimana dia bisa ditunjuk walau hanya satu, dua, tiga, banyak, sedikit dan seterusnya. Sesuatu ada bila mampu ditunjuk wadah dan isinya pula. Sesuatu yang berada di luar pikiran dapat dipahami dan sesuaut yang berada di dalam pikiran tersebut dapat dijelaskan kepada orang lain.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  9. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Ada berarti terbaca oleh salah satu indera manusia. Dinyatakan ada jika terdapat dalam sebuah kenyataan atau realita kehidupan. Sebagai contohnya, saya sebagai mahasiswa rantau merasa jauh dari keluarga, dari sudut pandang raga mungkin saya tidak ada di sekitar keluarga saya, namun jika dari sudut pandang rasa, hati dan pikiran saya selalu ada tepat dalam hati di rasakan dan dipikirkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa definisi ada, yaitu sesuatu yang dinyatakan hadir dalam salah satu sudut pandang dan terbaca oleh salah satu indera manusia.

    ReplyDelete
  10. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Adalah ada jika objek itu dapat dirasakan, dilihat, disentuh atau dipikirkan. Objek yang ada adalah yang bisa disebutkan keberadaannya. Namun ada perbedaan antara ada yang nyata dan ada yang terdapat di pikiran. Yang nyata dapat disebutkan strukturnya dan sifat-sifatnya, akan tetapi ada yang terdapat di pikiran hanya orang yang memikirkan lah yang tau detailnya. Ia dapat menyebutkan struktur-strukturnya, kerangka-kerangkanya, bentuknya, warnanya, keberadaannya, jenisnya dan lain sebagainya. Yang ada bisa dikatakan tidak ada jika tidak dapat menyebutkan apa yang ada tersebut. Dan ada dikatakan ada jika dapat ditunjukkan kenyataannya.

    ReplyDelete
  11. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Menggapai ada merupakan menggapai semuanya, karena sesuatu yang ada terdapat dalam pikiran maupun di luar pikiran, sangat luas. Ketika kita akan menunjukkan suatu yang ada maka kita harus menunjukkan bagaimana pikiran kita. Sehingga orang lain dapat mengetahui apa yang ada melalui pikiran kita. Dalam upaya menggapai ada tersebut tentu dengan cara membaca, berpikir dan mengutarakannya dengan santun

    ReplyDelete
  12. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Objek dikatakan tidak ada juika kita sudah tidak menyebut lagi keberadaan objek tersebut. Jika ada pertanyaan apakah materi tersebut ada di otak ku kemudia aku menjawa aku tidak merasa materi tersebut berada di otakku. Hal tersebut berarti materi tersebut masih menjadi objek yang ada.

    ReplyDelete
  13. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Ada bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran, maka kita baru sekedar berusaha memahaminya dan hal itu menjadi mungkin ada. Tetapi jika ada itu di dalam pikiran, maka persoalannya adalah bagaimana menjelaskannya kepada orang lain. Tetapi sebenarnya kita pun tidak akan pernah bisa benar-benar menjelaskan sesuatu seperti yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  14. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menggapai ada merupakan cara bagi kita untuk dapat memahami sesuatu dalam pikiran kita. jika kita belum memahami suatu objek dalam pikiran kita maka objek tersebut bersifat tidak ada. Suatu objek dapat dikatakan ada jika objek tersebut nyata. Nyata disini berarti dapat dilihat, dihitung, atau dirasakan. Sesuatu dapat bersifat ada jika pikiran kita dapat memahami atau memikirkannnya. Namun yang tidak ada pun sebenarnya bersifat ada, hal tersebut disebabkan karena kita telah memikirkan yang tidak ada tersebut.

    ReplyDelete
  15. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Ada adalah kenyataan. Kenyataan muncul dari tindakan kita. Tindakan yang terkumpul dan melahirkan pengalaman-pengalaman. Pengalaman ini lahir dari buah tangan diri sendiri ataupun orang lain. Artinya kenyataan lahir dari manusia itu sendiri. Menggapai kenyataan artinya berusaha memahami kenyataan yang ada. Kenyataan ini bermula dari apa yang kita pikirkan dan kemudian diwujudkan dengan tindakan. Kenyataan dapat berubah-ubah seiring dengan ruang dan waktunya. Artinya kenyataan itu tidak bersifat diam dan dapat kita ciptakan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  16. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Suatu objek, menjadi ada karena bisa ditangkap oleh indra kita dan hadir dalam fikiran. Sehingga kita bisa menjelaskan keberadaannya kepada orang lain hingga dapat menjadi ada dalam fikiran orang tersebut. Dengan ada, sesuatu itu menjadi nyata dalam benak kita.

    ReplyDelete
  17. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Tidaklah mudah bagi seseorang untuk benar-benar memperoleh eksistensi diri agar benar-benar diakui keberadaannya oleh orang lain baik fisik maupun pikiran. Namun tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Selagi kita mau berusaha maka kita pasti akan memperoleh jalannya. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Ilmu merupakan usaha sadar untuk meningkatkan pemahaman seseorang. Ilmu juga sebagai proses dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa.

    ReplyDelete
  18. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Adaadalah kenyataan. Sesuatu dapat dikatakan ada, jika dapat kita pikirkan dan dapat dideskripsikan sifat-sifatnya. Keberadaan ada itu terdapat di dalam dan diluar pikiran, dimana keberadaan ada dalam pikiran berarti tentang ada dan mungkin ada. Sedangkan keneradaan ada diluar pikiran berarti bagaimana bisa memahami keberadaan ada. Sedangkan hal yang tidak ada dalam pikiran merupakan hal yang ada tapi tidak dipikirkan, hal yang terakhir ini berarti manusia tidak menggunakan akal pikiran yang dimilikinya. Berpikir tentang ada merupakan berpikir tentang kekuasaan Tuhan dan keesaan-Nya.

    ReplyDelete
  19. 93. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Membaca elegi ini mengingatkan saya tentang belajar bilangan dan himpunan. Membilang satu, dua, dan seterusnya itu ada baik membilang dengan menyentuh atau menunjuk objek atau membilang tanpa menunjuk objek secara langsung tetapi dalam pikiran juga termasuk aktivitas ada dalam pikiran ada dalam nyata. Begitupun dengan himpunan menyatakan adanya anggota. Himpunan kosong tidak mempunyai anggotapun disebut ada himpunan tetapi tidak memiliki anggota. Ini berarti bahwa segala sesuatu yang terlihat maupun yang masih terlihat dalam pikiran dan juga yang tidak terlihat baik dalam pikiran maupun nyata tetapi dapat mampu menyebutkannya berarti keberadaannya ada. terimakasih

    ReplyDelete
  20. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Ada itu adalah kenyataan, disebut ada jika ia nyata. Disebut ada jika terlihat oleh penglihatan atau mata. Namun, ada tidak selamanya dapat dilihat karena ada pula ada yang tidak dapat dilihat oleh mata namun hanya dapat dirasakan. Ada dapat dikatakan ada jika sifat-sifatnya dapat disebutkan. Semakin banyak sifat yang mampu disebutkan maka semakin jelaslah keberadaanya.

    ReplyDelete
  21. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Objek filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Ada berarti nyata, dapat menyebutkan sifat-sifatnya. Ada bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Untuk benar-benar dapat memahami ada yang berada di dalam pikiran maupun di luar pikiran, manusia harus senantiasa belajar. Ada yang berada di dalam pikiran berarti memang kita mampu membayangkan dan mengerti di dalam pikiran kita, namun sebenar-benar kita dikatakan memahaminya adalah jika kita mampu menjelaskan hal tersebut kepada orang lain. Sementara ada yang berada di luar pikiran, berarti harus kita temukan dengan banyak-banyak belajar dan membaca.

    ReplyDelete
  22. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Yang tampak bisa dilihat yang tidak tampak tidak bisa dilihat tetapi bisa saja dirasakan dalam hati sehingga sama saja denga menganggap ada. Itulah kegiatan di mana manusia berusaha menerjemahkan apa yang mereka lihat maupun apa yang tidak mereka lihat, karena yang tidak terlihat bisa saja memang saat itu sedang tidak berada di situ melainkan di tempat dan kondisi lain sehingga tetap dianggap ada. Kembali ke dalam pikiran manusia yang dibantu dengan hati bagaimana memutuskan untuk menganggap suatu hal itu ada maupun tidak ada.

    ReplyDelete
  23. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Suatu objek dikatakan ada bila objek tersebut dapat dimaknai melalui indera dan dapat dipikirkan. Objek itu ada beruwjud nyata ketika mampu menyebutkan warnanya, bentuknya, jumlahnya, sifatnya, nilainya, tindakannya, dll. Apabila objek tidak dapat diinderai atau tidak bisa disebutkan keberadaannya, sifat-sifatnya, potensinya, letaknya maka objek tersebut tidak ada, padahal sesungguhnya ada.

    ReplyDelete
  24. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dari elegi tersebut, saya dapat menangkap bahwa sebenar-benarnya belajar adalah mampu menjelaskan kembali kepada orang lain dengan baik dan jelas. Bagi pendidik, hal ini menjadi sangat penting. Pendidik itu memiliki tanggung jawab yang besar yaitu mengantarkan peserta didik mencapai prestasi optimalnya. Oleh karena itu, pendidik harus bisa benar-benar belajar.

    ReplyDelete
  25. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Menurut hemat saya, "ada" merupakan sesuatu yang ada dan mungkin ada, dapat di dalam maupun di luar pikiran kita, dapat juga apakah dapat dirasakan maupun tidak dirasakan oleh hati kita. Menyikapi "ada" dan "yang mungkin ada" harus disikapi dengan pikiran dan hati yang positif dan juga berserah diri dengan Allah SWT agar kita tidak terjebak oleh hal tersebut.

    ReplyDelete
  26. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Ada atau tidak adanya sesuatu itu tergantung pada pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa sesuatu itu ada maka hakekatnya sesuatu itu ada, begitupun sebaliknya. Kita sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita. Cara untuk menunjukkan bahwa kita ada adalah dengan usaha kita untuk dapat bermanfaat bagi orang lain karena yang bisa menganggap kita ada atau tidak ada itu adalah orang lain.

    ReplyDelete
  27. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Hakekat ada itu keberadaanya ada dua tempat yaitu yang ada dalam pikiran kita dan di luar pikiran. Jika hakekat ada itu di luar pikiran kita maka kita tidak akan dapat menggapai hakekat ada itu, tetapi kita hanya akan berusaha untuk dapat menggapai hakekat itu. Sedangkan apabila hakekat ada itu di dalam pikiran kita maka kitapun tak akan mampu untuk menjelaskan semua hakekat ada itu kepada orang lain, karena segala perkataan kita tidak akan cukup untuk menyelaskan hakekat ada itu. Ada akan tidak ada ketika kita tidak dapat menjelaskan bahwa ada itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  28. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sesuatu disebut ada jika nyata. sesuatu itu nyata jika dapat disebut salah satu atau beberapa sifatnya. jadi sesuatu itu ada jika disadari sifa-sifat keberadaan dan ketidak beradaannya. Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita. Hakekat ada menunjuk pada adanya Allah, walaupun tidak tampak namun dapat kita sebut sifat-sifatNya sehingga kita yakin adanya Allah.

    ReplyDelete
  29. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sesuatu itu Ada jika kita mampu menunnjukkan sesuatu itu entah sifatnya, keberadaannya, dari akibat yang ditimbulkan bahkan dari ketika bisa dibayangkan. Misal kan pensil di balik buku, secara penglihatan tentu tidak terlihat pensilnya namun ketika kita bisa menjelaskan bahwa di balik buku ada pensil maka pensil itu ada. Ada juga merupakan sesuatu yang berada didalam pikiranku. Ketika membayangkan suatu benda (sesuatu) maka benda/sesuatu itu ada. Dimana? ya tentu saja dipikiranku. Dan ketika kita mampu memikirkan sesuatu maka semua itu akan ada. Bahkan hal yang mungkin ada itu adalah ADA.

    ReplyDelete
  30. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Secara Ontologi, Ada adalah sebuah kenyataan, artinya kita bisa mengatakan sesuatu itu Ada kalau dia nyata. Sesuatu itu nyata kalau kita bisa menunjuk sedikitnya satu sifat. Keberadaan sesuatu bisa terjadi di dalam pikiran dan di luar pikiran.

    ReplyDelete
  31. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Secara epistemologi, Keberadaan sesuatu dapat dilihat dari sifat-sifat yang ada dan yang mungkin ada tentang sesuatu itu baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk mengetahui keberadaan sesuatu yang berada di luar pikiran kita, dapat dilakukan dengan memahami sifat-sifatnya, sedangkan keberadaan sesuatu yang di dalam pikiran kita, dapat dilakukan dengan berusaha menjelaskan sifat-sifatnya kepada orang lain.

    ReplyDelete
  32. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Secara Aksiologi, dari elegi ini dapat diambil sebuah pelajaran bahwa eksistensi/keberadaan kita hanya dapat ditunjukkan melalui aktivitas dan kreatifitas kita. Keberadaan seorang guru bisa dilihat dari aktivitas dan kreatifitasnya dalam proses pembelajaran. Fakta 10 + 20 = 30 hanya ada dalam pikiran. Seorang guru haruslah selalu berusaha dapat menjelaskan keberadaan di dalam pikirannya kepada peserta didiknya dengan penuh kreatifitas, sehingga proses transfer pengetahuan yang ada dalam pikirannya dapat ditangkap oleh semua peserta didiknya.

    ReplyDelete
  33. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Untuk memunculkan hal yang tidak ingin dimunculkan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Contohnya saja ingin menunjukkan bahwa seorang anak mempunyai teman fantasinya kepada semua orang, tentu saja hal itu otomatis dianggap lelucon dan hanya sekedar fantasinya si anak saja. Di sisi lain si anak memang mempunyai indera ke enam, sehingga yang dia anggap teman fantasi benar-benar ada menurutnya seorang, beda dengan tanggapan orang lain yang tidak mempunyai indera ke enam. Oleh karena itu, untuk menggapai ada pun membutuhkan bantuan sumber atau dukungan lain misalnya mendeskripsikan dengan jelas apa yang akan ditunjukkan kepada orang lain dan bisa dilihat oleh orng lain agar bisa dinyatakan ada.

    ReplyDelete
  34. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dari membaca elegi di atas saya mendapati bahwa suatu hal dikatakan ada jika mempunyai sifat-sifat. Kemudian keberadaanya bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Jika dapat disebutkan bahwa sesuatu itu tidak ada di dalam pikiran, makanya sesuatu itu ada. Sesuatu dikatakan tidak ada jika sesuatu tersebut tidak dapat dikatakan keberadaannya.

    ReplyDelete
  35. hendra B
    18701261008
    PEP S3 2018

    ada di luar pikiran dan ada di dalam pikiran. Sesuatau yang ada adalah sesuatu yang dapat dijelaskan, dipikirkan, dilihat, dan dapat ditunjukkan. Sesuatu yang berada di luar pikiran masih dianggap ada. Sehingga dapat dapat kita simpulkan sesuatu yang ada adalah sesuatu yang dapat di jelaskan dan dipikirkan.

    ReplyDelete
  36. Desi Nurwidawati
    S3 PEP 18701261009

    Elegi menggapai ada, di dunia ini ada merupak wujud dari sesuatu yang terikat ruang dan waktu. Untuk menggapai ada, perlulah memaknai bahwa sesuatu ada karena ada yang Mengadakan. Tidak ada sesuatu tanpa diadakan. Hukum ada diadakan berlaku utuk kita yang terikat ruang dan waktu, tidak untuk Alloh yang Maha Pencipta ada. Ada nya sang Pencpta membuat kita bukan siapa-siapa, yang harus terus menghamba kepada NYa

    ReplyDelete
  37. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Dalam pemikiran orang pada umumnya, jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut eksis secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya, sedangkan yang tidak ada berarti nihil, atau tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya. Hal ini berbeda menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat, keberadaan suatu objek dikaitkan dengan ruang dan waktu. ‘Tidak ada’ tidak berarti tidak eksis, sedangkan yang ‘ada’ tidak berarti objek tersebut selalu ada. ‘Tidak ada’ bisa juga disebut ‘ada’.

    ReplyDelete