Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

49 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sesuatu itu ada jika mampu menunjukkan sesuatu itu misalnya melalui sifatnya, keberadaannya bahkan dari akibat yang ditimbulkannya. Contohnya ketika kita sedang membayangkan sesuatu, misalnya meja. Meja adalah benda (sesuatu) maka sesuatu itu ada. Sesuatu itu ada dalam pikiranku. Ketika mampu memikirkan sesuatu, maka sesuatu itu ada. Mungkin juga bahwa sesuatu yang mungkin ada itu adalah ada. Sesuatu itu ada jika dapat menunjuk objek/subjek

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ini menurut orang tua berambut putih "ada adalah kenyataan". Nyata jika kita dapat menunjuk satu atau beberapa sifatnya. Keberadaan sesuatu ada dua macam yaitu, di dalam pikiran dan di luar pikiran. Seperti dalam matematika, ada beberapa materi yang dapat kita tunjukkan keberadaannya di luar pikiran. Sehingga kita dapat menggunakan benda-benda kongkrit untuk menjelaskan materi tersebut. Akan tetapi ada beberapa materi yang kita hanya dapat menunjukkan sifat-sifatnya, tetapi tidak dapat mewujudkannya dalam bentuk benda kogkrit karena materi tersebut ada di dalam pikiran kita maka perlu kita proses abstraksi.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi menggapai ada dimana sesuatu dianggap ada jika menunjukkan sifat-sifatnya. Sesuatu yang dianggap ada ialah sesuatu yang ada didalam pikiran kita bahkan ada di luar pikiran kita. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha memahaminya, berusaha menggapai ada tersebut tetapi jika diluar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha menjelaskannya kepada orang lain, tanpa sadar bahwa ada yang sebenarnya dekat dengan kita.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ada menunjukkan eksistensi. Sesuatu di katakana ada apabila memenuhi syarat tertentu. Ada bersifat relative, ada yang bisa menunjuk syarat – syarat bahwa sesuatu itu ada, ada juga orang yang tidak dapat menunjuk. Lalu lawan dari ada adalah tidak ada, apakah “tidak ada” bisa berubah menjadi “ada”? siapa dan bagaimnakah bisa mengubahnya?

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. “Ada” karena adanya “pengada” dan “mengada” dimana “pengada” ada karena “mengada” dan demikian pula sebaliknya sehingga tiada pula yang dapat dipisahkan. ADA adalah kenyataan. Sehingga ADA relatif terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    jika kita berbicara tentang filsafat, selalu mengharuskan kita untuk memperluas pemikiran kita. kadang defini ada dan tiada itu hampir sama. tidak ada bisa dikatakan ada . ada bisa saja tidak ada secara fisik, tapi ada karena sesuatu hal seperti tindakan, sifat dan karakter.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ada adalah sebuah kenyataan yang mana ADA itu berarati ada. Kalau berbicara tesis dan anti tesis, maka tesis adalah ada dan anti tesisi itu sendiri adalah tidak ada. Adan dan tidak adalah sebuah kehidupan yang kita menjalaninya, dmna ada itu ada ruang dan waktu yang sama. Dengan ada nya ADA itu kita dapat memebuat sesuatu itu menjadi nyata. Misalkan jika akau menunjuk engkah itu ada maka engkau ada.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini telah menjelaskan hakekat dari ada itu sendiri. Bahwa ada itu nyata dapat dilihat, disentuh, dan diketahui sifat-sifatnya. Ada berada di dalam maupun di luar pikiran kita. Kita memang sulit menjelaskan yang ada di dalam dan di luar pikiran kita. Namun, usaha memahami yang ada dan menjelaskannya inilah menunjukkan bahwa kita sedang menggapai ada.

    ReplyDelete
  9. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ada terdapat dalam pikiran dan luar pikiran. Keberadaan ada dalam pikiran berarti apa yang dipikirkan tentang ada dan mungkin ada sedangkan keberadaan ada diluar pikiran berarti bagaimana kita bisa memahami ada itu sendiri. Jadi apa yang kita pikirkan merupakan hal yang ada dan mungkin ada, sedangkan apa yang diluar pikiran kita merupakan hal yang akan dipahami oleh pikiran kita.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sesuatu disebut ada jika nyata. Sesuatu itu nyata jika dapat disebut salah satu atau beberapa sifatnya. Ada bisa di dalam pikiran atau di luar pikiran. Sesuatu yang tidak ada pun jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita. Sehingga sebagai manusia jika ingin dianggap ada maka haruslah menunjukkan keberadaan kita dengan mengada dan menjadi pengada. Salah satunya yaitu ilmu yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain. Jadilah seseorang yang menuntut ilmu tidak hanya untuk diri sendiri, itu sebenarnya merugi. Jadilah seseorang yang bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu, kemampuan dan pengalaman yang engkau miliki sehingga engkau bisa dianggap ada.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Keberadaan sesuatu itu bergantung kepada sedalam apa kita dapat memahami sesuatu itu. Ada itu bisa di dalam maupun di luar pikiran kita. Misalnya saja, dengan menyebutkan ciri atau sifatnya, menunjuk bentuk kreativitas yang dilakukan, menunjuk kelengkapannya. Jika keberadaan kita ingin diakui orang lain, maka tunjukkanlah itu semua. Dengan cara mengada, yaitu berpikir untuk menggapai pengetahuan yang dimanfaatkan untuk orang lain pula.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Ada bahkan mungkin ada. Sesuatu yang mengada terletak di kenyataan yang ada dan kenyataan yang berada di dalam pikiran kita. Tidak semua apa yang terpikirkan oleh kita dapat tertuliskan pada kenyataan. Dan kenyataan yang ada adalah hasil pemikiran yang mengada.

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sesuatu dikatakan “ada” jika ada atau tidak ada pada pikiran kita. Ada pada bentuk nyata adalah ketika kita bisa menunjukan sifat-sifat dari dirinya sendiri. Baik sifat itu nyata, bisa dipegang atau dapat dilihat. Dan sesuatu yang tidak ada di pikiran kita pun akan ada, jika kita bisa menjelaskannya dengan baik kepada orang lain, dan orang lain itu bisa memahami apa yang kta jeaskan.

    ReplyDelete
  14. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesuatu itu Ada jika kita mampu menunnjukkan sesuatu itu entah sifatnya, keberadaannya, dari akibat yang ditimbulkan bahkan dari ketika bisa dibayangkan.
    Misal kan pensil di balik buku...secara penglihatan tentu tidak terlihat pensilnya namun ketika kita bisa menjelaskan bahwa di balik buku ada pensil maka pensil itu ada.
    Ada juga merupakan sesuatu yang berada didalam pikiranku. Ketika membayangkan suatu benda (sesuatu) maka benda/sesuatu itu ada. Dimana? ya tentu saja dipikiranku.
    Dan ketika kita mampu memikirkan sesuatu maka semua itu akan Ada.
    Bahkan hal yang mungkin ada itu adala ADA.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi menggapai Ada. Judul yang menarik bagi saya ketika membacanya. Ternyata isinya pun menarik, membahas mengenai hakekat ADA. Sesuatu yang ADA, jika sesuatu tersebut menunjukkan eksistensinya. Entah di dalam pikiran kita maupun di luar pikiran kita. Kita dapat mengatakan sesuatu itu ada jika kita dapat menyebutkan sifat-sifatnya, mengomentarinya atau berbicara tentangnya. Misal kita dapat mengatakan bahwa sesuatu itu tidak ada, maka sejatinya sesuatu itu ada. Sesuatu yang ada di pikiran kita mungkin tak kasat mata, hanya kita yang tau. Namun, sesuatu itu sejatinya tetap ada dan kita hanya bisa berusaha menjelaskan keberadaaan sesuatu tersebut di dalam pikiran kita.
    Teruntuk sesuatu yang mungkin ada itupun juga sejatinya ada. karena kita telah dapat menduga bahwa sesuatu itu mungkin ada. Yang tidak ada adalah ketika kita tidak mampu mengatakan apakah sesuatu itu ada, mungkin ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  16. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016

    elegi ini menceritakan definisi ada. sesuai yang dijelaskan oleh orang tua berambut putih, bahwa dikatan ada jika dapat dijelaskan, dijabarkan, dideskripsikan, dst. namun begitu juga, dikatakan ada jika sesuatu tersebut tidak dapat dijelaskan, dijabarkan, dideskripsikan, dst. maka yang bisa disebut tidk ada adalah jika sesuatu tersebut tidak disebutkan apa yang harus dijelaskan, dijabarkan, dideskripsikan, dst atau apa yang tidak harus dijelaskan, dijabarkan, dideskripsikan, dst.

    ReplyDelete
  17. ADA jika dapat dijelaskan, dideskripsikan. Entah itu tentang materinya, kuantitasnya, kualitasnya, sifatnya atau spiritualnya. Jika suatu hal dapat dijelaskan dan dapat dideskripsikan maka itulah ADA. TIDAK ADA pun dapat dapat disebut ADA. Seperti Jika aku dapat menyebut engkau sudah tidak ada dalam pikiranku lagi berarti engkau ADA. Bilamana tidak ada Jika aku tidak dapat menyebut engkau ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ada merupakan salah satu objek filsafat, maka sesuatu dikatakan ada ketika dapat dengan jelas diketahui sifat dan eksistensinya. Dalam filsafat, sesuatu dikatakan ada apabila ada dalam pikiran dan di luar pikiran. Karena objek filsafat sendiri meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang mungkin ada juga walaupun terletak diluar pikiran, juga mempengaruhi apa yang terjadi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sebagai manusia kita harus memiliki sifat yang ada, mengada dan pengada. Kita ADA jika terdapat bukti atau fakta yang terjadi yang menunjukkan bahwa kita itu benar-benar ada. Kita MENGADA jika kita telah melakukan suatu usaha nyata yaitu membuat kenyataan. Jika kita telah melakukan usaha MENGADA maka otomatis kita juga sebagai PENGADA. "Tiadalah dirimu itu tanpa MENGADA dan PENGADA. Maka agar engkau tetap ADA tidak ada jalan lain bagi kita untuk selalu MENGADA. Jika kita telah MENGADA maka PENGADA akan selalu meyertai kita". Diri kita ADA jika selalu menggapai logos.

    ReplyDelete
  20. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada adalah kenyataan. Aku ada karena aku nyata. Aku ada karena engkau dapat melihat penampakkanku. Aku ada jika aku di dalam pikiranmu ataupun di luar pikiranmu. Aku di luar pikiranmu maka kamu berusaha memahamiku. Aku di dalam pikiranmu maka kamu berusaha menjelaskan diriku kepada orang lain. Jika aku tidak ada maka kamu tidak dapat menjelaskan bahwa aku itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sesuatu dianggap ada jika kita mampu menunjukkan atau menguraikan atau menyebutkan sifat-sifat dari suatu hal. Ada tidak hanya dipandang pada saat kita melihat suatu hal tersebut, ada juga dapat dipandang saat kita memikirkan suatu hal tersebut. Misalnya ada yang dipandang saat kita melihat kursi, tentu kita akan mengidentifikasi sifat-sifat kursi, apakah sifat-sifat itu sesuai dengan benda yang kita lihat, jika iya maka kursi itu ada. Bisa juga ada yang dipandang saat kita memikirkan kursi, tentu kita akan memikirkan sifat-sifat yang dimiliki kursi lalu kita akan menggambarkannya dalam pikiran kursi, jika kita mampu maka kursi itu disebut ada.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ada terlihat dari beberapa sifat yang dimiliki dan berada di dalam hati dan pikiran manusia. Hal ini sama dengan manusia dalam bersosial, seseorang dianggap orang atau ada ketika dia dapat berinteraksi dengan sesama warga lainnya, dapat berkomunikasi, dapat bertanggungjawab atas semua yang telah dilakukan, dan bagaimana ia dalam beribadah. Dengan ada, maka seseorang akan mengetahui wadah dan isi dari unsur-unsur atau sifat-sifat yang ada. Ada berada di dalam dan diluar pikiran manusia.

    ReplyDelete
  23. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Menggapai Ada, judul yang menarik perhatian saya. Setelah saya baca, hal yang saya dapatkan adalah bahwa disebut ada apabila terletak di luar pikiran kita atau di dalam pikiran kita. Jika di luar pikiran kita, maka kita harus berusaha untuk memahaminya dan jika di dalam pikiran kita, maka kita harus berusaha untuk menjelaskannya, agar yang lain juga dapat merasakan keberadaannya.

    ReplyDelete
  24. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Engkau itu ada jikalau nyata, jikalau aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sesuatu yang ada itu bisa terdapat di dalam pikiran maupun di luar pikiran. Untuk menunjukkan keberadaannya, manusia harus bisa mengembangkan segala potensi yang dimilikinya agar orang lain tahu akan kualitas dan eksistensi diri kita. Salah satu cara kita menggapai ada adalah dengan mencari melalui proses berpikir dan membaca. Membacalah sebanyak-banyaknya. Berpikirlah seluas-;luasnya dan se dalam-dalamnya.

    ReplyDelete
  25. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kenalilah apa yang ada disekitar kita. Sebenar-benarnya jika kita memahami apa yang kita lihat dan kita mampu menjelaskannya maka akan sangat terasa kebermafaatan keberADAan itu.

    ReplyDelete
  26. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Sesuatu itu ada bila sudah kita pikirkan, baik dapat ditangkap oleh indera kita atau tidak. Sedangkan tidak ada itu berarti sesuatu tersebut belum terpikirkan oleh kita.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak marsigit. Tulisan ini sangat menambah pengetahuan saya mengenai “ada”. Hal ini sangat memudahkan untuk memahami ontologi yang membahas tentang yang ada. Pak Marsigit menjadi ada ketika saya dapat melihat pak marsigit di depan saya maupun dalam pikiran saya. Tanpa ada pak marsigit di depan saya pun saya bisa melihat pak marsigit, dalam pikiran saya. Namun, ada bagi saya belum tentu ada bagi orang lain. Contohnya komen saya. Bagi saya, komentar saya ada 600. Namun, bagi pak Marsigit, komen saya belum 600. Karena pak marsigit tidak dapat mengindera komen saya yang belum saya kirim. Pada akhirnya ada itu adalah yang dapat diindera.

    ReplyDelete
  28. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada.
    Sesuatu disebut ada jika kita bisa menyebutkan sifat-sifatnya.
    Sesuatu disebut tidak ada jika kita tidak bisa menyebut bahwa sesuatu itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  29. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari elegi tersebut, yang saya tangkap adalah sebenar-benarnya belajar adalah mampu menjelaskan kembali kepada orang lain dengan baik dan jelas. Bagi pendidik, hal ini sangat penting karena pendidik memiliki tanggung jawab yang besar yaitu agar peserta didik memahami materi yang pelajari sehingga mengantarkan mereka mencapai prestasi yang optimal.

    ReplyDelete
  30. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan mengenai Elegi menggapai Ada tersebut cukup menarik untuk dibaca. Elegi tersebut menceritakan bagaimana "Ada" itu ada. Orangtua berambut putih mengatakan bahwa "ada" dapat bermakna ada bilamana merupakan sesuatu yang nyata.

    ReplyDelete
  31. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada "ada" yang berada dalam pikiran kita dan di luar pikiran kita. Persoalan "Ada" yang berada dalam pikiran kita adalah bagaimana kita menyampaikan keberadaannya kepada orang lain. Sedangkan yang tidak ada dalam pikiran kita adalah bagaimana kita memahami "ada" tersebut. Tidak jauh beda dengan Ilmu, bahwa ilmu yang ada dalam diri kita alangkah baiknya kita bagi dengan orang lain, sedangkan yang belum berada dalam diri kita, alangkah baiknya kita mempelajarinya atau memahaminya.

    ReplyDelete
  32. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal menarik lainnya adalah bagaimana "ada" bisa disebut tidak ada. Dijelaskan oleh orang tua berambut putih bahwa "ada" bisa disebut tidak ada jika kita tidak bisa menyebutnya ada atau tidak ada. Seperti halnya bila kita tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  33. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sesuatu ada itu jika ia memiliki sifat-sifat. Misalnya satu itu ada jika siswa dapat menunjukkan benda yang banyaknya satu. Sesutau itu ada jika ia dapat dibayangkan. Misalnya jika guru menyebut tetang kereta api, maka siswa bisa membayangkan kereta api.

    ReplyDelete
  34. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuatu yang Ada artinya sesuatu tersebut nyata, nyata dalam hal ini sesuatu tesebut dapat dilihat dengan indera, sesuatu yang nyata ada itu tentunya memiliki sifat-sifat yang dapat dijelaskan. sesuatu yang ada tersebut bisa terdapat pada pikiran seseorang atau luar pikiran seseorang, seperti halnya belajar abstraksi bagi orang dewasa, sesuatu tersebut ada di dalam pikiran, sehingga siswa diharapkan mampu untuk menjelaskan keberadaan tersebut kepada orang lain.

    ReplyDelete
  35. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Dalam elegi ini mengajarkan bahwa sesuatu yang ada itu nyata. Bagaimana manusia dapat meningkatkan kualitas dirinya dengan membekali diri untuk slalu membaca, membaca dan membaca. Dengan apa yang diperoleh dari membacanya diharapkan dapat menjelaskannya kepada orang lain. Seseorang akan percaya bahwa dia ada ilmu ketika dia mampu menjelaskannya kepada orang lain .

    ReplyDelete
  36. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D
    Ada jika kita bisa menunjukkan mendiskripsikan suatu obyek bisa merasakan membedakan mencerminkan mencirikan.

    ReplyDelete
  37. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah jika membayangkan objek ada dan yang munkin ada maka sebenar benarnya objek-objek itu ada dan munkin ada dalam pikiran manusia. Selagi manusia terus berpikir apalagi berpikir maka segala kemungkinan pun ada jawabanya. Selain itu merujuk pada elegi yang lain tentang mengada dan pengada maka tulisan inipun menunjukkan proses mengadan pengada. Contoh nya dalam pertanyaan yang terakhir objek mengadanya itu pikiran dan poengadanya itu objek pikiran.

    ReplyDelete
  38. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ada adalah nyata. Yang dapat berada di dalam pikirn maupun diluar pikiran. Ada memiliki banyak sifat yang melekat padanya. Sedangkan tidak ada ialah saat kita tidak dapat menyebutkan bahwa ia ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuatu itu ada jika dapat menunjukan obyek/subyek misalnya ketika kita sedang membayangkan meja. Meja adalah benda yang ada (nyata) dan berada dalam pukiran , ketika mampu memikirkan sesuatu maka sesuatu itu ada. Sesuatu itu ada jika mampu manunjukkan sesuatu itu misalnya sifat.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberadaan ada itu bisa di dalam atau di luar pikiran kita. jika ingin keberadaan kita diketahui maka tunjukkan relalita yang ada di pikiran, bentuk dari kita dengan cara mengada yaitu berpikir untuk menggapai pengetahuan yang dimanfaatkan untuk orang lain pula.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yang ada di luar pikiran kita merupakan persoalan untuk memahaminya. Kita tak akan pernah bisa memahaminya. Akan tetapi kita bisa berusaha memehaminya. Jika yang ada di dalam pikiran kita, persoalannya adalah bagaimana menyampaikannya kepada orang lain padahal yang ada itu ada di dalam pikiran kita. Hal yang benar ialah berusaha menjelaskan keberadaan yang ada di pikiran kita kepada orang lain.

    ReplyDelete
  42. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca 'Elegi Menggapai Ada', saya belajar bahwa tidak mudah untuk kita mendefinisikan ada itu. Ada itu tentang segala sesuatu yang nyata. Seperti dalam kehidupan di dunia, kita dikatakan ada jika kita mampu melakukan sesuatu hal, memikirkan sesuatu hal dan menghasilkan sesuatu hal.

    ReplyDelete
  43. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sesuatu itu ada, karena keyakinan kita bahwa sesuatu itu benar-benar ada. Ketika kita menyebut ada, pasti dikarenakan kita dapat melihat secara nyata, menghitungnya, dan menyebutkan karakteristiknya. Sesuatu itu disebut ada jika berada di dua macam tempat, yaitu di pikiran kita dan di luar pikiran kita. Dan sesuatu itu dikatakan tidak ada saat kita tidak dapat menentukan sesuatu itu ada atau mungkin ada

    ReplyDelete
  44. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada adalah suatu kenyataan, jika nyata keberadaannya, yang itunjukkan dengan satu atau beberapa sifatnya. Dikatakan ada atau nyata jika dapat menunjukkan prestasinya, menunjukkan kebutuhannya, menunjukkan kesederhanaan, dll. Ada adalah apa yang terdapat baik di dalam maupun di luar pikiran kita.

    ReplyDelete
  45. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini, yang dimaksud dengan ada adalah segala sesuatu yang bersifat nyata. Nayata artinya mampu menunjukkan satu atau beberapa sifat yang dimilikinya. Namun kenyataan yang sebenarnya ada didalam hati dan perbuatan kita. Nyata bisa ditunjukkan dengan perbuatan.

    ReplyDelete
  46. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi diatas, ada dan yang mungkin ada berada di dalam dan diluar pikiran kita. Jika ada berada di dalam pikiran kita maka dengan pengetahuan yang kita miliki kita dapat memahami apa yang ada dan yang mungkin ada. Akan tetapi, jika yang ada berada di luar pikiran kita, maka kita akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang ada dan apa yang mungkin ada. Hal ini dikarenakan adanya sekat ataupun jarak antara dimensi ruang dan waktu antara akal pikiran kita dengan apa yang ada dan apa yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  47. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada adalah nyata. Sesuatu disebut ada jika sesuatu itu nyata. Sesuatu itu ada jika kita mampu menunjukan sesuatu itu, misalnya sifatnya, keberadaannya, dll. Ada terdapat dalam pikiran dan di luar pikiran. Sesuatu yang tidak ada jika kita pikirkan akan menjadi ada yaitu di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  48. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    ADA adalah kenyataan, ADA itu nyata. Keberadaan ADA itu ada di dalam pikiran kita atau berada di luar pikiran kita. Jika ADA berada di luar pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat memahami ADA? karena sungguh terdapat jarak antara kita dan ADA. Maka sesungguhnya kita hanya mampu berusaha memahami saja, namun tidak akan pernah bisa memahami ADA. Sedangkan jika ADA berada di dalam pikiran kita, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita dapat menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain?Maka sungguh semua ucap kita tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan ADA yang ada di dalam pikiran kita. Sesungguhnya kita hanya mampu berusaha menjelaskan keberadaan ADA kepada orang lain, namun tak pernah bisa menjelaskan ADA itu kepada orang lain. Sebenar-benar memahami dan menjelaskan yang ADA adalah kehendak dan kuasa Tuhan, kita hanya bisa berusaha saja, namun tak pernah bisa benar-benar memahami dan menjelaskan.

    ReplyDelete
  49. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, ada itu jika sesuatu itu nyata dan memiliki sifat. ada itu jika sesuatu berada di dlam pikiran maupun diluar pikiran kita.

    ReplyDelete