Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

15 comments:

  1. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat malam, Prof.
    Suatu objek dikatakan ada ketika objek tersebut nyata. Objek nyata bisa dirasakan melalui indra manusia, atau nyata dalam pikiran. Sehingga, ada itu memiliki karakteristik yang luas. Karena karakteristiknya bisa bergantung pada indra manusia ataupun bergantung pada pikiran manusia. Objek yang tak dijangkau oleh indra, lalu dikatakan tidak ada, maka sebenarnya objek tersebut ada. Karena objek tersebut nyata dalam pikiran. Saat objek itu tak nyata melalu indra dan tak sanggup dikatakan, maka objek tersebut bisa dikatakan tidak ada.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  2. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Mengenai "Ada" saya tertarik dengan teori keberadaan oleh Parmenides yang pernah saya baca. Menurutnya, "yang ada" merupakan kebenaran yang tidak mungkin disangkal dan tidak terbantahkan. Diapun memberikan pengandaian. Pertama, orang dapat mengatakan bahwa "yang ada" itu tidak ada. Kedua, orang dapat mengatakan bahwa "yang ada" dan "yang tidak ada" itu bersama-sama ada. Kedua pengandaian ini mustahil. Pengandaian pertama mustahil, karena "yang tidak ada" tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. "Yang tidak ada" tidak dapat dipikirkan dan dibicarakan. Pengandaian kedua merupakan pandangan dari Herakleitos. Pengandaian ini juga mustahil, sebab pengandaian kedua menerima pengandaian pertama, bahwa "yang tidak ada" itu ada, padahal pengandaian pertama terbukti mustahil. Dengan demikian, kesimpulannya adalah "Yang tidak ada" itu tidak ada, sehingga hanya "yang ada" yang dapat dikatakan ada.

    Bahkan orang yang mengatakan "Tuhan itu tidak ada" menurutnya itu tetap "ada" karena sebelum mengatakan "Tuhan itu tidak ada" sudah ada konsep tentang Tuhan didalam pikirannya lalu menyangkal keberadaannya. Itu berarti Tuhan yang disangkalnya itu "Ada" walaupun hanya dalam pikirannya.

    Dari sini saya dapat pemahaman baru bahwa selain Tuhan yang kita Yakini keberadaannya (meskipun tak pernah melihat wujud fisiknya) hal-hal lain yang tidak ada fisiknyapun bisa menjadi ada ketika sudah ada dalam pikiran. Misal seseorang mengatakan orang tuanya sudah "tiada", padahal ini secara tidak langsung menunjukkan "Ada"nya orang tua didalam pikirannya lebih-lebih dihatinya.

    ReplyDelete
  3. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Ada adalah kenyataan. Sesuatu bisa disebut ada jika sesuatu itu nyata. Sedangkan keberadaan itu ada dua dua macam yaitu berada dalam pikiran dan berada di luar pikiran. Segala sesuatu yang ada dalam pikiran berarti sesuatu itu ada. Jika bisa menyebutkan sifat-sifat sesuatu tersebut, seperti bentuk, warna, jumlah, potensi, dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa sesuatu itu ada dan nyata karena dapat menyebutkan sifat-sifatya. Namun tidak hanya itu, kita berpikir bahwa sesuatu itu tidak ada itu sama halnya juga sesuatu itu ada karena kita sudah memikirkannya dan mengetahui bahwa sesuatu itu tidak ada. Sesungguhnya apa yang ada dalam pikiran maupun kenyataan merupakan sesuatu yang ada. Jadi sesuatu itu dikatakan tidak ada jika kita tidak dapat menyebut sesuatu itu ada atau tidak ada.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  4. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Ada dan tidak ada merupaka suatu kajian awal dalam sebuah kehidupan. Dimana dalam kehidupan ini kita mengenal semua yang ada dan akan mengenal semua yang mungkin akaa ada. Keberadaan sesuatu ditunjukan dengan keberadaanya dalam pikiran. Kemampuan manusia untuk menyetakan ada adalah wujud dari keberadaan yang ada. Bahkan ketika manusia menyatakan ketiadaan benda makan sesungguhnya benda tersebut ada. Ketiadaan itu ada ketika manusia tidak dapat mengklasifikasikan keberadaanya. Tidak dapat menunjukan letaknya, tidak dapat mengidentifikasi keberadaanya.

    ReplyDelete
  5. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Adalah ada jika objek itu dapat dirasakan, dilihat, disentuh atau dipikirkan. Objek yang ada adalah yang bisa disebutkan keberadaannya. Namun ada perbedaan antara ada yang nyata dan ada yang terdapat di pikiran. Yang nyata dapat disebutkan strukturnya dan sifat-sifatnya, akan tetapi ada yang terdapat di pikiran hanya orang yang memikirkan lah yang tau detailnya. Ia dapat menyebutkan struktur-strukturnya, kerangka-kerangkanya, bentuknya, warnanya, keberadaannya, jenisnya dan lain sebagainya. Yang ada bisa dikatakan tidak ada jika tidak dapat menyebutkan apa yang ada tersebut. Dan ada dikatakan ada jika dapat ditunjukkan kenyataannya.

    ReplyDelete
  6. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Dikatakan ada jika suatu objek itu bersifat nyata. Saat dapat disebutkan sifat-sifatnya, saat dapat dikatakan bagian-bagiannya, dapat menunjukkan prestasi, hukum, dan yang lainnya. Objek disebut sebagai ada saat dapat dirasakan oleh kelima indera manusia. Namun tidak hanya dengan alat indera, objek dikatakan nyata saat hadir dalam pikiran manusia. Sesuai dengan objek filsafat yang terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Dikatakan ada saat berada dipikiran kita.

    ReplyDelete
  7. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Ada dan tiada merupakan dua hal yang bertolak belakang tetapi tetap dianggap tampak oleh kehidupan. Ada cinta berarti tampak perasaan cinta oleh manusia terhadap makhluk lainnya, tidak ada cinta bukan berarti tidak cinta melainkan hanya belum perlu untuk mencintai. Ada aku bukan berarti tidak ada aku akan menjadi kamu, dia, mereka, kalian, karena aku ada di aku yang akan datang. Tidak ada sebenar-benarnya masih ada, tergantung menganggapnya benar-benar tidak ada yang akan menghilang dan tidak pernah kembali untuk menjadi ada. Sehingga, menjadi ada itu sulit juga karena kebanyakan manusia mencari bahkan menuntut kepada yang tidak ada untuk menjadi ada.

    ReplyDelete
  8. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Seseorang yang dianggap ada itu nyata dan yang dianggap nyata itu ada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Ciri lain jika sesuatu ada adalah bagaimana dia bisa ditunjuk walau hanya satu, dua, tiga, banyak, sedikit dan seterusnya. Sesuatu ada bila mampu ditunjuk wadah dan isinya pula. Sesuatu yang berada di luar pikiran dapat dipahami dan sesuaut yang berada di dalam pikiran tersebut dapat dijelaskan kepada orang lain.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  9. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Ada berarti terbaca oleh salah satu indera manusia. Dinyatakan ada jika terdapat dalam sebuah kenyataan atau realita kehidupan. Sebagai contohnya, saya sebagai mahasiswa rantau merasa jauh dari keluarga, dari sudut pandang raga mungkin saya tidak ada di sekitar keluarga saya, namun jika dari sudut pandang rasa, hati dan pikiran saya selalu ada tepat dalam hati di rasakan dan dipikirkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa definisi ada, yaitu sesuatu yang dinyatakan hadir dalam salah satu sudut pandang dan terbaca oleh salah satu indera manusia.

    ReplyDelete
  10. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Adalah ada jika objek itu dapat dirasakan, dilihat, disentuh atau dipikirkan. Objek yang ada adalah yang bisa disebutkan keberadaannya. Namun ada perbedaan antara ada yang nyata dan ada yang terdapat di pikiran. Yang nyata dapat disebutkan strukturnya dan sifat-sifatnya, akan tetapi ada yang terdapat di pikiran hanya orang yang memikirkan lah yang tau detailnya. Ia dapat menyebutkan struktur-strukturnya, kerangka-kerangkanya, bentuknya, warnanya, keberadaannya, jenisnya dan lain sebagainya. Yang ada bisa dikatakan tidak ada jika tidak dapat menyebutkan apa yang ada tersebut. Dan ada dikatakan ada jika dapat ditunjukkan kenyataannya.

    ReplyDelete
  11. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Menggapai ada merupakan menggapai semuanya, karena sesuatu yang ada terdapat dalam pikiran maupun di luar pikiran, sangat luas. Ketika kita akan menunjukkan suatu yang ada maka kita harus menunjukkan bagaimana pikiran kita. Sehingga orang lain dapat mengetahui apa yang ada melalui pikiran kita. Dalam upaya menggapai ada tersebut tentu dengan cara membaca, berpikir dan mengutarakannya dengan santun

    ReplyDelete
  12. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Objek dikatakan tidak ada juika kita sudah tidak menyebut lagi keberadaan objek tersebut. Jika ada pertanyaan apakah materi tersebut ada di otak ku kemudia aku menjawa aku tidak merasa materi tersebut berada di otakku. Hal tersebut berarti materi tersebut masih menjadi objek yang ada.

    ReplyDelete
  13. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Ada bisa berada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran, maka kita baru sekedar berusaha memahaminya dan hal itu menjadi mungkin ada. Tetapi jika ada itu di dalam pikiran, maka persoalannya adalah bagaimana menjelaskannya kepada orang lain. Tetapi sebenarnya kita pun tidak akan pernah bisa benar-benar menjelaskan sesuatu seperti yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  14. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menggapai ada merupakan cara bagi kita untuk dapat memahami sesuatu dalam pikiran kita. jika kita belum memahami suatu objek dalam pikiran kita maka objek tersebut bersifat tidak ada. Suatu objek dapat dikatakan ada jika objek tersebut nyata. Nyata disini berarti dapat dilihat, dihitung, atau dirasakan. Sesuatu dapat bersifat ada jika pikiran kita dapat memahami atau memikirkannnya. Namun yang tidak ada pun sebenarnya bersifat ada, hal tersebut disebabkan karena kita telah memikirkan yang tidak ada tersebut.

    ReplyDelete
  15. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Ada adalah kenyataan. Kenyataan muncul dari tindakan kita. Tindakan yang terkumpul dan melahirkan pengalaman-pengalaman. Pengalaman ini lahir dari buah tangan diri sendiri ataupun orang lain. Artinya kenyataan lahir dari manusia itu sendiri. Menggapai kenyataan artinya berusaha memahami kenyataan yang ada. Kenyataan ini bermula dari apa yang kita pikirkan dan kemudian diwujudkan dengan tindakan. Kenyataan dapat berubah-ubah seiring dengan ruang dan waktunya. Artinya kenyataan itu tidak bersifat diam dan dapat kita ciptakan. Terima kasih.

    ReplyDelete