Sep 20, 2013

Elegi Seorang Guru Menggapai Kesempatan




Oleh: Marsigit
Guru menggapai kesempatan berada di persimpangan jalan:

Di persimpangan jalan inilah aku mempunyai kesempatan, tetapi ketika datang kesempatan itu ternyata dia bersifat jamak. Ada kesempataku berbelok ke kiri, ke kanan, serong kiri, serong kanan, berbalik tetapi juga bisa terus jalan lurus. Anehnya, ada pula kesempatanku untuk ragu-ragu bahkan diam doing nothing. Maka satu-satunya kepastian adalah bahwa aku mempunyai kesempatan memilih. Itulah harga yang selama ini aku cari dan aku perjuangkan. Tetapi ingin aku katakan bahwa tidak memilih pun merupakan kesempatanku. Aku sangat gembira dengan kesempatan ini. Tetapi di tengah euporia ku maka aku mulai bertanya apakah sebenar-benar kesempatan itu? Untuk itulah maka aku ingin bertanya. Tetapi bertanya kepada siapakah aku ini?

Orang tua berambut putih datang menghampirinya:
Muridku, kau telah memanggilku. Ada apakah gerangan?

Guru menggapai kesempatan:
Aku belum bertanya kenapa kau sudah datang?

Orang tua berambut putih:
Bukankah kalimatmu terakhir adalah suatu pertanyaan. Dan sesuai janjiku, dikarenakan sifat hakikiku, bahwa aku akan selalu datang pada setiap pertanyaan dari manapun, oleh siapapun dan tentang apapun.

Guru menggapai kesempatan:
Oh iya, terimakasih atas peringatanmu. Guru, dapatkah kau menjelaskan kepadaku apa sebenar-benar kesempatan itu?

Orang tua berambut putih:
Kesempatan adalah kemerdekaan. Kesempatan adalah potensi sekaligus fakta. Maka sebenar-benar hidup adalah kesempatan. Jikalau seseorang sudah tidak mempunyai kesempatan maka tiadalah dia dapat dikatakan sebagai hidup. Maka jikalau kamu menginginkan tetap hidup maka gapailah kesempatan itu.

Guru menggapai kesempatan:
Lalu apa relevansinya kesempatan itu dengan tugasku sebagai guru

Orang tua berambut putih:
Hidupmu adalah karena hidupnya orang lain. Jika tiadalah orang lain hidup disekitarmu, maka siapakah yang akan mengatakan bahwa dirimu hidup. Oleh karena itu maka wajib hukumnya bahwa engkau sebagai guru harus selalu menghidup-hidupkan murid-muridmu. Murid-muridmu yang hidup itulah yang akan menyanyikan bahwa dirimu juga hidup. Maka sebenar-benar hidup adalah hidup dan saling menghidupkan.

Guru menggapai kesempatan:
Hebat nian kau guru. Aku bertanya tentang kesempatan mengapa engkau sampai pada penjelasan tentang hidup?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau telah benar-benar hidup dan telah benar-benar hidup dan menghidupkan, maka tiadalah sesuatu di dunia ini yang tidak kait berkait. Maka kesempatan itu sebenarnya adalah hidup dan hidup itu adalah kesempatan. Semua yang ada di dunia itu kait berkait, dan itu adalah karena pikiranmu yang hidup. Maka jikalau engkau ingin melihat dunia, maka tengoklah ke dalam pikiranmu, karena dunia itu persis seperti apa yang engkau pikirkan.

Guru menggapai kesempatan:
Hebat nian kau guru. Aku bertanya tentang kesempatan mengapa engkau sampai pada penjelasan tentang dunia dan pikiran.

Orang tua berambut putih:
Baiklah aku kembali akan menjelaskan tentang kesempatan. Kesempatan itu adalah keadaan. Kesempatan itu adalah sifat. Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan “ditentukan”.

Guru menggapai kesempatan:
Lalu apa relevansinya sifat menentukan dan sifat ditentukan dengan tugasku sebagai guru.

Orang tua berambut putih:
Menentukan dan ditentukan itu adalah hubungan kuasa yang satu dengan tidak kuasa yang lain. Bukankah sudah pernah aku katakan bahwa guru itu kuasa terhadap muridnya, di sadari atau tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Maka guru itu adalah kuasa untuk menutup sifat murid-muridnya. Sedangkan murid-muridnya tidak kuasa untuk menghindar dari sifat menutup gurunya. Maka sebenar-benar orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah mereka yang sangat menikmati kegiatannya menutipi sifat-sifat yang lainnya. Maka engkau adalah guru yang sangat berbahaya bagi murid-muridmu jika engkau sangat menikmati kegiatanmu menutupi sifat murid-muridmu. Maka sebenar-benarnya tidak hidup adalah jika sifat-sifatnya tertutup oleh sifat yang lain.

Guru menggapai kesempatan:
Mohon guru, mohon guru, yang ini diteruskan lebih detail karena menurut saya sangat penting.

Orang tua berambut putih:
Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Maka janganlah sekali-kali keberadaanmu dan kegiatanmu sebagai guru menutup sifat-sifat murid-muridmu. Karena sifat yang tertutup itulah sebenar-benar tiada kesempatan.

Guru menggapai kesempatan:
Baik guru, di sini saya mulai antusias karena saya merasa sangat cocok dengan persoalan saya sebagai guru. Kemudian saya ingin bertanya lagi, bilamana dan bagaimana saya dikatakan menutup sifat murid-muridku.

Orang tua berambut putih:
Pertanyaan yang hebat. Itu adalah pertanyaan dari seorang yang cerdas. Ciri-ciri guru menutup sifat-sifat murid-muridnya adalah jika dia secara sepihak mendiskripsikan ciri-cirinya. Jika kau katakan muridmu sebagai malas, padahal dia belum tentu malas, maka yang demikian itu engkau telah menutupi sifatnya. Jika engkau katakan bahwa muridmu bodoh, padahal belum tentu dia bodoh, maka yang demikian itu telah menutupi sifatnya. Ketika kamu bicara sementara muridmu mendengar, maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu bekerja sementara muridmu melihat, maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu bertanya sementara muridmu berusaha menjawab maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu berinisiatif sementara muridmu menunggu, itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu menyuruh sementara muridmu melaksanakannya maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu menilai prestasi siswamu maka itu adalah kejadian lain dari kegiatanmu menutupi sifat-sifatnya. Maka adalah sungguh berdosalah bagi orang-orang yang gemar menutupi sifat orang lain, karena yang demikian dampaknya begitu besar bagi murid-muridnya. Bahkan aku bisa katakan bahwa menutupi sifat itu tidak lain tidak bukan adalah pembunuhan secara perlahan-lahan.

Guru menggapai kesempatan:
Sebentar guru, jikalau sebaliknya, maksudku justeru yang melakukan atau yang menutui sifat itu siwa, yaitu siswa menutupi sifat gurunya, bukankah itu sama dosanya.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat kesempatan, hakekat sifat dan hakekat kuasa. Sifat-sifat dari orang berkuasa adalah lain pula sifatnya dengan sifat-sifat orang yang tidak atau kurang berkuasa. Jikalau muridmu bicara dan kamu mendengarkan, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu bertanya dan engkau menjawab, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu berinisiatif dan engkau menunggu, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu melakukan kegiatan sementara engkau menontonnya, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Demikian seterusnya. Jadi sifat memberi kesempatan dan sifat menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisilinya, apakah dalam orang yang berkuasa atau dalam orang yang dikuasai.

Guru menggapai kesempatan:
Kenapa engkau sebut aku sebagai guru menggapai kesempatan. Padahal sesuai dengan uraiannya mestinya aku lebih tepat kalau kau sebut sebagai guru memberi kesempatan.

Orang tua berambut putih:
Itulah ujianku terhadap dirimu. Kalau itu adalah engkau sendiri yang mengatakan maka baiklah untuk dirimu. Tetapi jikalau aku yang mengatakan maka tidak baiklah untuk dirimu. Mengapa? Karena dengan demikian aku telah menutupi sifatmu.

Guru menggapai kesempatan:
Ah guru, mohon maaf, bukankah guru telah berbuat kontradiktif, ambivalensi atau bertentangan di dalam guru sendiri. Di dalam Agama itu disebut sebagai munafik. Bagaimana menurutmu?

Orang tua berambut putih:
Benar ucapanmu. Sampai di sini aku merasa terharu walau mungkin kamu tidak demikian. mengapa karena engkau semakin pandai saja. Sampai di sinilah aku akan katakan sesuatu yang tidak bisa aku katakan sebelumnya.

Guru menggapai kesempatan:
Apa itu guru? Tolong jelaskan. Au menjadi penasaran dibuatnya.

Orang tua berambut putih:
Benar ucapanmu. Ketika aku berbicara panjang lebar kepadamu, maka aku sedang dalam proses menutipi sifat-sifatmu. Padahal aku sedang berbicara memberi kesempatan. Jadi aku tidak bisa memberi kesempatan tanpa menutupi sifat-sifatmu. Maka aku tidak bisa terhindar dari pertentangan dalam diriku. Jikalau engkau sensitif dan peka maka dapat aku katakan “pertentangan” itulah sebenar-benar hakekat diriku.

Guru menggapai kesempatan:
Oh guru mengapa demikian. Mengapa aku capai-capai mengikutimu ternyata engkau hanyalah sebuah kontradiksi. Oh Tuhan ampunilah aku, ya Tuhan. Guru macam apalah engkau ini. Kenapa engkau mengajariku banyak hal padahal engkau sendiri adalah kontradiksi. Aku sudah tidak bisa lagi menangis. Air mataku sudah kering. Lalu aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Tenang dan sabarlah. Karena ciri-ciri orang cerdas adalah jika dia bisa mengendalikan secara proporsional perasaannya.

Guru menggapai kesempatan:
Saya harus sabar bagaiman guru? Bukankah selama ini kau telah menipuku. Menipuku secara besar-besaran. Maka tiadalah ampun bagimu, wahai guruku.

Orang tua berambut putih:
Padahal apa yang akan aku katakan justeru lebih berat dari itu. Sudah saya katakan berkali-kali bahwa diriku tidak lain tidak bukan adalah pengetahuanmu. Telah terbukti bahwa diriku tidak bisa terhindar dari pertentangan, maka dapat aku katakan bahwa bahwa sebenar-benar ilmumu itu adalah pertentangan atau kontradiksi. Tiadalah suatu ilmu tanpa kontradiksi, karena jika tidak ada kontradiksi maka itu berarti berlaku hukum identitas. tetapi dengan hukum identitas kita tidak akan mendapat ilmu apa-apa. Karena A adalah A itulah hukum identitas. “Aku” adalah “Aku” itu juga hukum identitas. Ketahuilah bahwa kalimat “Saya adalah guru” itu sebenar-benar kontradiktif dalam filsafat. Mengapa? Itu adalah kontradiktif dan tetap kontradiktif sampai engkau dapat membuktikan bahwa “Saya” itu identik atau persis saama dengan “guru”. Padahal kita tahu bahwa “saya” tidaklah sama dengan “guru”. “saya” mempunyai sifat-sifat yang berlainan dengan “guru”. Demikian pula bahwa “2+3=5” adalah juga kontradiktif secara filsafati mengapa, karena sebenar-benar bahwa “2+3” belumlah sama dengan “5” sebelum engkau mampu membuktikannya.

Guru menggapai kesempatan:
Wahai guru, aku belum bisa menerima penjelasanmu itu. Karena guruku yang lain mengatakan “Jagalah hatimu dan jangan sampai ada pertentangan di situ. Jika terdapat satu saja pertentangan di hatimu, maka itu pertanda syaitan duduk di situ”. Kalau begitu apakah engkau sedang mengajarkan ilmunya syaitan kepadaku guru?

Orang tua berambut putih:
Benar pertanyaanmu dan benar pula ucapan gurumu yang lain itu. Sedari awal yang aku bicarakan adalah tentang dirimu dan diriku. Berkali-kali aku katakan bahwa diriku adalah ilmumu. Ilmumu adalah pikiranmu. Jadi sebenar-benar aku adalah pikiranmu. Jadi konradiksiku adalah kontradiksi dalam pikiranmu. Barang siapa ingin memperoleh ilmu dalam pikirannya, maka bersiaplah dia menemukan kontradiksi-kontradiksi itu.

Guru menggapai kesempatan:
Terus bagaimana dengan hatiku ini guru?

Orang tua barambut putih:
Hatimu adalah jiwamu. Hatimu adalah hidupmu. Hidupmu tidak lain tidak bukan adalah hatimu. Maka barang siapa baik hatinya maka baik pula hidupnya. Dan barang siapa buruk hatinya maka buruk pula hidupnya. Sebenar-benar hatimu itu adalah satu, yaitu rakhmat Nya. Maka hatimu tidak lain tidak bukan adalah ibadahmu. Sebenar-benar hatimu adalah doa-mu. Jadi tiadalah pertentangan dan keragua-raguan di sana. Barang siapa membiarkan adanya pertentangan dan keragu-raguan di hati maka syaitan lah yang akan menghuni hatinya. Maka dengan tegas aku katakan jagalah hatimu jangan sampai ada pertentangan ataupun kontradiksi.

Guru menggapai kesempatan:
Hah.. itulah sebenar-benar ilmuku guru. Oh Tuhan ampunilah segala dosaku. Aku telah berbuat durhaka kepada guruku. Kenapa guruku yang begitu hebat telah aku sumpah serapah. Manusia macam apakah aku ini ya Tuhan. Kiranya engkau cabut nyawaku sebagai tebusannya, maka ikhlaslah aku. Wahai guruku, sudilah engkau memaafkan diriku, dan sudilah aku masih tetap bersamamu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar ilmu. Itulah sebenar-benar rakhmat. Yaitu jikalau engkau menyadari kelemahanmu dan selalu mohon ampun ke hadlirat Nya. Maka sebenar-benar Filsafat itu adalah refleksi. Refleksi itu artinya melihat diri sendiri. Belumlah engkau dikatakan belajar filsafat jika engkau belum mampu melihat dirimu sendiri. Padahal syarat untuk mampu melihat diri adalah tidak sombong dalam dirimu.  Tidak sombong artinya ikhlas dalam hatimu dan jernih dalam pikirmu. Ikhlas dalam hatimu adalah mensyukuri setiap hal sebagai Rakhmat Nya. Jernih dalam pikirmu adalah terbebas dari prejudice, buruk sangka, atau negatif thinking. Maka untuk menggapai kesempatan, belajar dan selalu belajarlah, membaca dan selalu membacalah, bertanya dan selalu bertanyalah, berdoa dan selalu berdoalah. Ikutilah kuliah filsafat dan bacalah elegi-elegi tanpa prasyarat apapun. Inilah salahsatu kesempatan itu. Maka raihlah kesempatan itu. Tetapi janganlah salah paham karena sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Maka sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika murid-muridnya sebenar-benar menggapai kesempatan pula. Maka sebenar-benar hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. Amien.

121 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    kesempatan adalah kemerdekaan untuk memilih. jika tidak bisa memilih, maka tidak mempunya kesempatan. saya tertarik dengan kalimat, 'guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan mampu menghidupkan murid-muridnya. guru mempunyai kesempatan untuk memilih cara membelajarkan siswa. dan cara membelajarkan siswa baik adalah dengan menghidupkan siswa itu sendiri. mereka mampu berinteraksi, berkomunikasi, menyampaikan pendapat secara bebas. dan untuk menjadi guru yang baik hendaknya selalu menginstropeksi diri, menjaga keikhlasan dalam berbuat, tetap berhati dan pikiran jernih, tidak sombong dan tidak berburuk sangka. agar guru dapat menentukan pilihan yang tepat dari berbagai kesempatan yang ada.

    ReplyDelete
  2. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran dimana guru hidup dan menghidupkan muridnya. Dalam pembelajaran sudah seharusnya tidak hanya guru saja yang berbicara di depan kelas dan siswa hanya pasif mendengarkan, tapi berilah siswa kesempatan untuk berbicara menyampaikan gagasannya, berpikir kritis, bertanya, dimana siswa bisa berpartisipasi aktif di kelas dan mengkonstruksi pengetahuannya.
    Untuk menggapai kesempatan, belajar dan selalu belajarlah, membaca dan selalu membacalah, bertanya dan selalu bertanyalah, berdoa dan selalu berdoalah.

    ReplyDelete
  3. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi seorang guru menggapai kesempatan. Menurut saya penting bagi guru dan calon guru membaca elegi ini. Di dunia ini selalu ada kesempatan. kesempatan adalah keadaaan dimana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Guru yang berkuasa hendaknya tidak menutup sifat sifat dari muridnya yang tak kuasa. Guru hendaknya memberi kesempatan bagi para siswa nya untuk menunjukkan eksistensinya, partisipasinya, dan seluruh kemampuannya.
    Selalu lakukan refleksi diri untuk menggapai kesempatan ini, belajar dan selalu belajar, membaca dan selalu membaca, berdoa dan selalu berdoa. sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika muridnya juga sebenar-benar menggapai kesempatan.

    ReplyDelete
  4. Gunakan kesempatan yang diberikan. Bersyukurlah dengan kesempatan tersebut. Kesempatan menggapai mimpi-mimpi, kesempatan menjadi berkat untuk orang lain, bahkan kesempatan menjadi guru. Tuhan memberikan kesempatan untuk menjalani profesi kita saat ini. Seorang guru dikatakan menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Seseorang yang diberi kesempatan menjadi seorang guru hendaknya memberikan para siswa kesempatan mengeksplorasi pengetahuannya, karena hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. Syukurilah setiap kesempatan yang kita miliki dan lakukan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan dengan sepenuh hati. Menjadi guru juga berarti memberikan jalan, tangga, atau gerbang yang dapat menghantarkan siswa menuju jalannya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sesuai dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial, kita harus selalu membutuhkan orang lain dalam hidup. Saling membantu satu sama lain, saling memberi dan berbagi, peduli dan perhatian. Selalu ada hubungan dan timbal balik masing-masing interaksi dengan orang lain, namun tidak harus merugikan timbal balik satu atau kedua sisi. Sama seperti kehidupan antara guru dan siswa. Ada keterkaitan di antara mereka untuk mengembangkan pengetahuan dan pengetahuan bersama. Tapi untuk disadari adalah bahwa siswa sedang belajar pokok bahasan, maka mari kita sebagai guru yang benar-benar meliput kemampuan dan potensi siswa generasi nyata yang meraih kesempatan. Setiap proses belajar berarti siswa diberi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang diajarkan dan guru dalam hal ini perlu memberikan kesempatan kepada siswa memilih cara belajar, cara menyalurkan informasi yang guru berikan dan cara menyimpulkan pengetahuan yang ia dapat. Itulah sebenar-benar ilmu. Itulah sebenar-benar rakhmat. Yaitu jikalau engkau menyadari kelemahanmu dan selalu mohon ampun ke hadlirat Nya. Maka sebenar-benar Filsafat itu adalah refleksi. Refleksi itu artinya melihat diri sendiri. Maka manfaatkanlah segala kesempayan yang ada dan mungkin ada dalam ruang dan waktumu.

    ReplyDelete
  6. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam hal ini saya mengetahui bahwa Kesempatan datang kapan saja setiap waktu. Namun kesempatan yang sama tidak mungkin tidak datang untuk keduakalinya. Kesempatan adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Kesempatan adalah kemerdekaan. Kesempatan adalah potensi sekaligus fakta. Sebenar-benarnya hidup adalah kesempatan. Seorang guru yang benar adalah seorang guru yang mempu memberikan kesempatan siswa. Namun pada kenyataannya dalam proses belajar mengajar, masih banyak guru yang menutupi sifat siswa sehingga siswa tidak menerima kesempatan untuk belajar. Siswa seperti dituntut untuk belajar bukan karena kesempatan untuk belajar.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kesempatan akan terus selalu ada di dalam kehidupan kita. Termasuk kesempatan untuk guru. Banyak sekali kesempatan yang bisa didapat oleh guru dalam hal memperbaiki kualitasnya, seperti pelatihan, belajar sepanjang hayat, dll. Guru pun juga harus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri agar konsep yang dipelajari akan terus diingat dan pembelajaran menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  8. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Elegi guru menggapai kesempatan memantapkan hati saya untuk berkarir menjadi seorang pendidik. Pendidik yang mampu hidup dan menghidupkan siswa-siswanya. Memberikan kesempatan kepada siswa seluas-luasnya agar dapat mengembangkan segenap potensi dan kualitas yang mereka miliki. Menghargai segala macam bentuk usaha yang telah mereka lakukan. Meskipun sederhana karya yang mereka hasilkan, asalkan mereka mengerjakannya penuh kesungguhan, itu akan jauh lebih bermakna dibandingkan sesuatu yang wah, namun hasil dari plagiarisme. Guru yang ridak menggurui muridnya dan guru yang percaya bahwa siswanya mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini menjelaskan bahwasanya kesempatan merupakan kemerdekaan seseorang yang dibuktikan jika ia benar-benar hidup. Dengan demikian selagi kita masih diberi umur panjang maka raihlah semua kesempatan yang ada jangan sampai kesempatan tersebut berubah menjadi penyesalan yang tiada berujung. Kesempatan terjadi ketika adanya interaksi antara individu yang satu dengan yang lainnya. Seperti dalam pembelajaran di sekolah, seorang guru dapat menggunakan kesempatannya untuk dapat berpartisipasi dengan siswa di dalam kelas. Siswa diberi Lembar Kerja secara berkelompok untuk menemukan dan menyelesaikan suatu konsep yang kemudian guru sebagai fasilitator dalam berdiskusi. Dengan demikian, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif di dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  10. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Guru sebaiknya tidak menutupi sifat sifat siswa yang natural. memberikan kebebasan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. guru hendaknya menjadi fasilitator untuk siswa dalam menemukan konsep materi pelajaran, berikan kemerdekaan siswa untuk mengungkapkan pendapatanya, untuk bertanya dll.

    ReplyDelete
  11. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesempatan adalah kebebasan untuk memilih. Kita memiliki hak untuk melakukan apa saja sesuai hasil pemikiran kita. Guru atau orangtua hanyalah mengarahkan ke jalan yang benar, mendukung apa yang kita pilih, dan memotivasi.

    ReplyDelete
  12. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Setiap orang memiliki kesempatan dan kemerdekaan, begitu juga dalam proses pembelajaran, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, pembelajaran disekolah tergantung guru yang mengajar, sebaiknya guru memang memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya dan memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep materinya.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mendapatkan bahwa, pendidik yang baik adalah yang bisa melihat potensi pada muridnya dan memberikan kesempatan kepadanya untuk menggunakan bakat dan kemampuannya untuk belajar. Jika pendidik tidak memperhatikan potensi dan kemampuan muridnya, maka guru tersebut telah menentukan harus menjadi apa muridnya, tanpa perduli apakah muridnya itu sudah mampu atau masih perlu diberikan kesempatan agar mampu mengikuti pelajaran yang akan diberikan selanjutnya.

    ReplyDelete
  14. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ikhlas dan tidak sombong. Dua hal tersebut sangatlah penting untuk dijadikan dasar sebagai pengendali diri kita. Karena dengan memperhatikan dan melaksanakan hal tersebut akan mempermudah kita dalam menggapai kesempatan.

    ReplyDelete
  15. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa guru itu perlu diberi kesempatan dan memberi kesempatan. Guru perlu diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang agar dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk membentu siswa. Guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutaran pendapat dan keinginannya dalam pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  16. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semua makhluk hidup di dunia ini memiliki kesempatan yang sama, hanya saja manusia diberi kelebihan karena memiliki akal dan pikiran untuk memilih. untuk itu kesempatan bagi manusia itu sendiri dipilih oleh manusia itu sendiri, bagaimana manusia dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Tetapi dalam dunia pendidikan, siswa sering kali tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi-potensinya. guru justru menutup kesempatan bagi siswa dengan metode metode pembelajaran yang dianggapnya paling benar.

    ReplyDelete
  17. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hidup terdiri atas kesempatan-kesempatan. Kesempatan adalah kemerdekaan.
    Kemerdekaan untuk memilih, untuk ragu-ragu, bahkan untuk tidak melakukan apapun. Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Kesempatan adalah hidup. Sebenar-benarnya hidup adalah saling hidup dan menghidupkan.
    Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan muridnya. Jangan sampai guru menutup sifat-sifat murid. Karena menutup sifat murid berarti meniadakan kesempatan bagi mereka. Guru yang menggapai kesempatan bagi muridnya dapat ditunjukkan dengan selalu mendengarkan pendapat siswa, membiarkan siswa aktif membangun pengetahuannya secara mandiri, menyambut inisiatif siswa, dsb.

    ReplyDelete
  18. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Lalu, untuk menggapai kesempatan, yang harus kita lakukan adalah belajar dan selalu belajar, membaca dan selalu membaca, bertanya dan selalu bertanya, berdoa dan selalu berdoa. Semuanya itu haruslah kita lakukan dengan hati yang ikhlas, pikiran yang jernih, dan bebas prasangka.

    ReplyDelete
  19. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesempatan itu akan selalu ada, tergantung kesadaran diri individunya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Jika hati individu masih terbelenggu maka akan susah untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, karena hati yang ikhlas akan memudahkan setiap langkah yang kita ambil.

    ReplyDelete
  20. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimkasih Prof, dari elegi diatas saya tertarik dengan kalimat "Oleh karena itu maka wajib hukumnya bahwa engkau sebagai guru harus selalu menghidup-hidupkan murid-muridmu." Maka sejatinya kita sebagai guru maupun calon guru, tugasnya bukan untuk menggurui siswa, menyuruh siswa, tapi lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan ide kreatif mereka.

    ReplyDelete
  21. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Peluang seorang guru menggapai kesempatan saat guru tersebut masih hidup. Maka, ketika guru tersebut telah kehabisan waktu untuk menggapai kesempatan, maka telah habis pula waktu untuk hidup.

    ReplyDelete
  22. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut saya mengetahui bahwa kesempatan adalah kemerdekaan. Maka sebenar-benar hidup adalah kesempatan. Seseorang yang tidak mempunyai kesempatan boleh dikatakan tidaklah lagi hidup. Seorang guru yang baik adalah guru yang mampu menghidupkan muridnya, selain itu juga memberi kesempatan kepada murid dalam kegiatan belajar untuk dapat mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, menyimpulkan, dan lain-lain. Janganlah sekali-kali menutupi kesempatan murid karena berarti menutupi sifat-sifat murid.

    ReplyDelete
  23. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ciri-ciri guru yang menutupi sifat-sifat murid adalah jika seorang guru secara sepihak mendeskripsikan ciri-ciri, seperti mengatakan malas, bodoh. Ketika murid hanya mendengarkan, melihat, menjawab pertanyaan, menunggu, melaksanakan perintah guru, dan lain-lain sedangkan guru aktif dalam kegiatan pembelajaran maka guru tidak memberi kesempatan kepada murid. Itulah sebenar-benar menutupi sifat murid.

    ReplyDelete
  24. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tugas guru sesuai dengan kurikulum 2013 adalah "to facilitate of learning", memfasilitasi siswa agar mudah dalam belajar, bukan hanya menceramahi atau mengajar peserta didik, kita memerlukan guru yang demokratis dan terbuka. Diharapkan siwa bisa berpikir kritis dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  25. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan ditentukan”.Menentukan dan ditentukan itu adalah hubungan kuasa yang satu dengan tidak kuasa yang lain. Seorang guru itu kuasa terhadap muridnya, di sadari atau tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Maka guru itu adalah kuasa untuk menutup sifat murid-muridnya. Sedangkan murid-muridnya tidak kuasa untuk menghindar dari sifat menutup gurunya. Maka sebagai guru harus memberikan kesempatan kepada murid untuk menggapai kesempatan. Sebaliknya murid juga harus berusaha memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan pembelajaran tidak jauh dari peran guru. Bahkan guru sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik belajar. Dan apabila modal dasar bagi peserta didik itu sudah ada maka dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang siap beradaptasi, menghadapi berbagai kemungkinan dan memasuki era globalisasi ini.

    ReplyDelete
  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang guru itu tak mudah dan tidak sulit tetapi harus benar-benar bisa menempatkan dirinya menjadi seorang guru. Guru yang benar adalah guru yang tidak merusak sifat-sifat dasar dari murid-muridnya. Dengan begitu guru tersebut akan menjadi guru terbuka yang dizaman aneh ini sangatlah langka keberadaannya. Guru selayaknya mengembangkan mereka menjadi pribadi yang lebih aktif dan inovatif.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Kesempatana dalah jalan terbuka masuknya sifat yang mungkin, hilangnya kesempatan adalah tertutupnya sifat yang mungkin masuk ke dalamnya. Memaknai kesempatan mempunyai ruang dan waktu serta mempunyai batasan pada obyek tertentu. Dalam konteks pembelajaran siswa dan murid memberikan pilihan siswa untuk berfikir dan menemukan ide dan mengembangkannya maka itu sebenarnya memberi kesempatan kepada murid. Dalam konteks kehidupan dari segi kontradiktif maka tatkala seorang menutup sifat kebaikan selagi hidup maka sejatinya ia sedang memberikan ketentuan/ menentukan pilihan untuk hancur.

    ReplyDelete
  29. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mempelajari filsafat hendaknya jangan berlaku sombong karena jika berlaku sombong maka seseorang tidak dapat melakukan refleksi diri sehingga orang tersebut tidak benar-benar mengetahui dirinya sendiri. Padahal filsafat adalah ilmu diri sendiri, ilmu yang menunjukkan pikiran diri sendiri. Oleh karena itu jika berlaku sombong maka orang tersebut tidak dapat memahami filsafat dengan sebenar-benar filsafat. Semoga kita selalu dijauhkan dari sifat sombong dan semoga sifat iklhas selalu tertanam dalam pikiran kita agar hidup kita menjadi lebih tenang, tentram dan damai.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)
    Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan “ditentukan”. Seperti halnya seorang guru yang suka menutupi sifat muridnya dengan tidak meberikan kesempatan kepada muridnya untuk mengembangkan ilmunya dengan jalannya sendiri. Karena yang semacam itu dapat dikatakan pembunuhan karakter, padahal niat awal membangun karakter namun cara yang digunakan adalah cara membunuh karajter. Semoga kelak jika menjadi guru kita terhindar dari upaya pembunuhan karakter murid dan diberi rahmat-Nya agar senantiasa mampu meberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan ilmunya.

    ReplyDelete
  31. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)
    Dalam hidup ini, ada banyak kesempatan yang dapat kita pilih, bahkan ketika kita tidak memilih itu adalah sebuah kesempatan pilihan. Dalam kaitannya dengan seorang guru, memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di kelas. Hendaknya guru dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif, dan bermakna. Pembelajaran yang berpusat pada siswa, artinya siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya, dan juga siswa selalu aktif di dalam proses pembelajaran. Guru harus benar-benar memainkan peranannya sehingga siswa dapat berhasil dan meraih prestasi di kelas. Karena salah satu tolak ukur keberhasilan guru dalam mengajar dan mentransfer pengetahuannya, dilihat dari berhasil atau tidaknya anak didik tersebut.

    ReplyDelete
  32. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    sebenar-benarnya hidup adalah memiliki kesempatan dan memberikan kesempatan. sebagai seorang guru, kita harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengonstruksi pengetahuannya sendiri. dan sebagai seorang guru, kita harus mampu untuk menghidupkan murid yaitu dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk aktif dalam memperoleh pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  33. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    "Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Maka janganlah sekali-kali keberadaanmu dan kegiatanmu sebagai guru menutup sifat-sifat murid-muridmu. Karena sifat yang tertutup itulah sebenar-benar tiada kesempatan." Saya sangat setuju dengan tulisan tersebut. Saya menagkap bahwa sebenar-benarnya guru adalah yang memberikan kesempatan kepada muridnya. Tetapi muncul kebingungan dalam diri saya ketika masuk pada bacaan bahwa " Ketika kamu bicara sementara muridmu mendengar, maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya." Saya pun mulai tenggelam dalam kekontradiktifan. Kontradiktif. Rupanya saya perlu untuk melakukan refleksi diri

    ReplyDelete
  34. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Dengan membaca dan mencari makna dari elegi ini kita dapat mengerti bahwa pentingnya saling memberi kesempatan dalam mengajarkan sesuatu kepada orang lain, khususnya bagi seorang guru ataupun seorang calon guru. Guru yang baik adalah guru yang tidak menutup sifat-sifat muridnya dan selalu melakukan refleksi terhadap sikapnya.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Bismillahirrohmaanirrohiim.
    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Elegi ini mengingatkan saya pada sabda Nabiullah Rasulullah SAW. terkait memanfatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Tersebutlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni gunakanlah masa muda mu sebelum datang masa tuamu, gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, gunakan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, gunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan gunakan hidupmu sebelum kematianmu. Maka sesungguhnya kesempatan merupakan salah satu anugerah terindaah yang diberikan oleh Allah SWT. Sesungguhnya orang sukses adalah orang yang pandai dalam menggunakan kesempatannya.

    ReplyDelete
  36. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Postingan tersebut mengingatkan saya bahwa tindakan-tindakan yang pada awalnya bertujuan untuk memfasilitasi siswa belajar justru dapat membunuh sifat siswa ketika guru tidak mengetahuinya. Hal yang dapat saya pelajari adalah bahwa menjadi seorang guru harus berhati-hati dalam bertindak terhadap siswanya. Menjadi seorang guru harus mampu hidup dan menghidupkan siswa-siswanya.
    Saya bersyukur diberi kesempatan untuk membaca bacaan-bacaan yang dapat mengingatkan saya akan banyak hal dalam hidup. Terimakasih Pak.

    ReplyDelete
  37. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya menarik kesimpulan bahwa guru sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan membangun pengetahuannya. Bukan malah mendominasi dan menganggap siswa tidak mampu. Menerapkan pembelajaran student centered memerlukan kesadaran dan kesabaran dari guru. Memfasilitasi siswa memerlukan kemampuan khusus agar pembelajaran berjalan semestinya.

    ReplyDelete
  38. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari Elegi ini hal yang bisa saya pahami adalah, sebagai guru kita harus memberikan kesempatan kepada siswa. Sifat tertutup artinya tidak ada kesempatan, artinya dengan menutup sifat-sifat siswa kita mengurangi kesempatan siswa, jika kita menutup semua sifat siswa artinya siswa tidak punya kesempatan. Akan tetapi tidaklah bisa guru memberikan kesempatan kepada siswa tanpa menutup sifat siswa. Demikianlah hidup itu memang kontradiksi, Ilmu adalah di dapat dari kontradiksi-kontradiksi semacam ini. Akan tetapi jangan sampai kontradiksi terjadi di dalam hati, nurani dan iman.

    ReplyDelete
  39. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sebagai seorang guru, sangat jelas bahwa ia tidak boleh menutupi ruang gerak siswanya. Sebagai seorang guru, ia harus memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada siswa agar siswa tersebut berkembang menuju kesuksesannya. Adalah suatu kebahagiaan bagi guru jika siswanya sukses dan itu karena didikannya. Konteks menutup dan memberikan kesempatan bukan hanya untuk guru dan siswa saja, tetapi juga di kehidupan nyata. Sebagai pribadi yang baik, kita tidak boleh menutup cahaya orang lain hanya untuk membuat diri kita bercahaya. Artinya, untuk menuju sukses kita tidak boleh menutup kesempatan orang lain hanya untuk membuat diri kita sukses. Sebagai pribadi yang baik, kita harus menggandeng orang-orang di sekitar kita untuk maju bersama.

    ReplyDelete
  40. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini“Sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya”. Dari pernyataan tersebut tersirat nilai-nilai kebijaksanaan yang luar biasa. Begitu besar tanggup jawab yang besar dari seorang guru. Dikatakan disana adalah “murid-muridnya”, yang berarti jamak, tidak hanya satu. Jadi bisa dibayangkan betapa luar biasanya menjadi seorang guru itu. Membimbing siswanya supaya dapat berkembang menjadi pribadi yang semakin dewasa. Menghidupkan murid-muridnya itu berarti guru menransfer ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya agar muridnya kelak dapat hidup dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang telah diberikan guru.

    ReplyDelete
  41. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingan elegi yang sangat menginspirasi, Prof. Terkadang kita sebagai guru mengupayakan segala hal untuk mencerdaskan siswa namun jika salah sedikit, kita justru bisa mematikan sifat mereka. Sebaik-baik guru menggapai kesempatan adalah guru yang memilih untuk lebih banyak mendengarkan siswanya, guru yang tidak mendominasi kelas, melainkan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  42. Junianto
    PM C
    17706251065

    Kesempatan adalah kemerdekaan. Seperti yang Prof jelaskan dalam elegi ini. Kesempatan adalah kemerdekaan yang sebenarnya semua orang punya kemerdekaan itu, tetapi yang menjadi masalah adalah kita sering tidak menyadari adanya kesempatan itu. Saya juga sepakat dengan yang Prof sampaikan bahwa semua di kehidupan ini saling berkaitan satu sama lain. Guru dan murid juga sangat berkaitan erat. Guru memfasilitasi siswa dalam belajar dan membiarkan murid berkreasi untuk membangun pengetahuan mereka. Tidak sepantasnya guru menghakimi siswa dengan sebutan bodoh, malas, nakal, dll. Setiap anak itu unik, mereka punya kelebihan masing-masing dan tugas guru memfasilitasi mereka dalam mengembangkan bakatnya.

    ReplyDelete
  43. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Saya akan mengutip satu kalimat dari postingan ini, yaitu “Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain.” Kalimat ini saya resapi kemudian saya paham bahwa saat seseorang diberi beberapa pilihan, hanya ada satu pilihan yang diambilnya, dengan demikian pilihan-pilihan yang tidak terpilih bukanlah kesempatan, karena sudah tertutup oleh sifat “tidak terpilih”.
    Jika pemahaman ini saya terapkan dalam pengajaran (dengan saya sebagai guru matematika), maka yang saya pahami adalah begini: setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memahami kompetensi, mendapatkan LKS, mendapatkan ilmu, mendapatkan perhatian dari guru, juga kesempatan yang sama untuk dijawab pertanyaannya.
    Jika seorang guru mendominasi kelas dan membiarkan muridnya hanya memperhatikan dan mendengarkan saja, maka seorang guru itu telah menutupi sifat siswanya. Dengan kata lain, si guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa. Sedangkan jika seorang guru membiarkan siswanya berbicara dan berpendapat, merefleksikan pembelajaran, maka bukan berarti siswa tersebut menutupi sifat gurunya. Karena pada dasarnya pembelajaran yang dilaksanakan atas dasar kebutuhan siswa dan untuk siswa.
    Namun dalam memberikan kesempatan, seperti yang terjadi antara orangtua berambut putih dengan guru menggapai kesempatan, seorang guru tentu menemukan kontradiksi dalam dirinya sendiri. Ketika ia berbicara bahwa ia memberikan kesempatan untuk bertanya/berpendapat untuk siswanya, ia telah menutupi sifat siswanya, yaitu dengan sedikit “memaksa” siswa untuk bertanya.

    ReplyDelete
  44. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kesempatan adalah suatu keadaan yang dimana kita mempunyai pilihan. Dan sejatinya hidup adalah suatu kesempatan untuk memilih. Sehingga sejatinya siapapun yang hidup pasti memiliki kesempatan. Termasuk guru, juga memiliki kesempatan. Guru memiliki kesempatan menjadi fasilitator untuk siswanya atau tidak, bisa menggunakan metode yang beragan dll ini adalah kesempatan. Guru yang memberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, bertanya dan menemukan pengetahuannya. Guru yang tidak menutupi siswa dengan sifat-sifatnya. Sehingga, guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Semoga kita dapat menggunakan kesempatan itu dengan sebaik baiknya dengan memberikan manfaat dan kebaikan. Jadi orang dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik yaitu orang yang mampu menghidupkan orang dan mampu menempatkan dirinya pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  45. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Guru yang menggapai kesempatan ialah guru yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa-siswanya. Bukan guru yang banyak menjelaskan sementara siswa hanya mendengarkan, bukan guru yang bertanya sementara siswa hanya menjawab, bukan pula guru yang memberi perintah sementara siswa hanya melaksanakan perintah, dsb. Karena itu hanya akan membunuh kemandirian dan pola pikir siswa. Sebaliknya, siswa harus diberikan kesempatan yang seluas-luasnya agar dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  46. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi guru memberikan kesempatan. Tersirat bahwa kata kesempatan tersebut berkonotasi positif. Kesempatan itu adalah semangat, kesempatan bertanya, menjawab, motivasi, materi pembelajaran, pola pikir visioner dan hal positif lainnya termasuk hikmah pengalaman seorang guru. Guru yang berhasil menggapai kesempatan adalah guru yang mampu mentransfer seluruh kesempatan tersebut kepada murid sehingga sang murid juga menerima kesempatan dan bisa menerapkan serta mengkonstruksikan hidup mereka di masa yang akan datang. Guru mengarahkan dan menggiring murid untuk belajar dan memanfaatkan kesempatan tersebut. Kesempatan yang diberikan oleh guru akan menjadikan siswa berani berinovasi sesuaipikiran sehingga siswa dapat lebih percaya diri dan juga lebih aktif dalam kelas. Jika kita membrikan kesempatan pada orag lain,maka suatu saat kita kan diberikan kesempatan orang lain. membri kesempatan seperti halnya hidup yang saling memberi dan diberi, siapa yng akan berbuat baik pada orang maka kebaikannya juga akan kembali ke diri kita sendiri, begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  47. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sebenar-benar hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. Hal yang sama juga terjadi dalam miniature kehidupan seperti sekolah. Interaksi antara guru dan murid adalah memberi dan diberi kesempatan sehingga guru dapat hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Seorang guru seharusnya memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan sebaik baiknya, yakni belajar dengan membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan pemahaman dan pengalaman sebelumnya. Begitupun dengan guru yang seharusnya diberi kesempatan untuk membantu muridnya dalam membangun pengetahuannya. Hingga terciptalah hidup yang sebenar-benarnya dalam kelas. Masing-masing punya kesempatan untuk memberi dan diberi.

    ReplyDelete
  48. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dalam kehidupan kita banyak menemukan sebuah pilihan-pilihan hidup yang membuat kita berhenti sejenak dan berpikir untuk mengambil jalan hidup yang tepat untuk diambil. Dan tidak sedikit yang menjatuhkan pilihan untuk diam dan tidak mengambil kesempatan tersebut sehingga tidak ada yang bisa ia dapatkan. Sehingga, ambil kesempatan itu dan senantiasa lakukan refleksi. Ketiaka memang kita mengambil pilihan yang salah, tidak ada kata terlambat dan malu untuk memperbaiki. Refleksikan dan perbaiki. Maka kita tidak akan menjadi orang yang merugi.

    ReplyDelete
  49. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Sebenar-benarnya hidup adalah kesempatan.Kesempatan untuk memilih.Kesempatan memilih hidup.Apapun pilhan hidup kita itulah yang terbaik buat kita.Sebaiknya-baiknya ksesmpatan adalah ketika meluangkan waktu bermanfaat buat orang lain.Hidup adalah saling mengikat satu dengan yang lain.Karena kita tak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.Seperti yang digambarkan oleh elegi di atas hubungan antara guru dan murid “Guru yang dengan ikhlas mendengarkan muridnya, begitupun sebaliknya siswa yang dengan ikhlas mendengarkan penjelasan gurunya, dua hal yang berkesinambungan”.

    ReplyDelete
  50. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi seorang guru menggapai kesempatan ini saya memahami bahwa sebagai seorang guru, hendaklah memberi kesempatan kepada siswanya untuk berkembang, tidak membatasi ruang gerak siswa dalam berkarya dan berinovasi. Bukan menjadi sebaliknya, guru membatasi kesempatan siswa dengan menganggap siswa tidak mampu berkarya dan mendominasi dengan membatasi cara berpikir siswa.
    Dan hikmah dari elegi ini tidak hanya dalam hubungan antara guru dan siswanya, tetapi juga dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari. Bahwa dalam hubungan bermasyarakat janganlah kita menutupi kesempatan orang lain, hanya untuk menunjukkan kehebatan kita. Karena yang sebenar-benar hidup itu adalah saling memberi dan diberi kesempatan.

    ReplyDelete
  51. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi yang menarik sebagai bahan refleksi tentang pendidikan. Hal yang patut dihindari oleh guru adalah memberi ‘label’, karena pemberian ‘label’ adalah sekaligus menutup potensi lain yang dimiliki siswa. Guru yang baik adalah memberikan kesempatan pada siswa, kesempatan adalah kemerdekaan bagi potensi anak.

    ReplyDelete
  52. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hidup adalah kesempatan, kesempatan untuk memilih. Apapun yang kita pilih akan berdampak pada diri kita sendiri, dan juga lingkungan kita. Memaknai kalimat: "Hidupmu adalah karena hidupnya orang lain." sebagai kehidupan yang berdampak, maka kita harus berhati-hati dalam memilih. Pilihan kita sedikit banyak juga akan memiliki pengaruh untuk kehidupan orang lain secara sadar maupun tak sadar. Kita hidup untuk menghidupkan orang lain, maka sadarlah pula bahwa orang lain juga hidup dan memiliki kesempatan yang sama seperti kita untuk memilih.
    Satu hal yang semakin saya yakini selama saya berusaha memahami filsafat: "Sebenar-benar filsafat adalah refleksi. Refleksi itu artinya melihat diri sendiri. Belumlah engkau dikatakan belajar filsafat jika engkau belum mampu melihat dirimu sendiri."
    Saya sungguh amat bersyukur saya memiliki kesempatan untuk belajar filsafat, yang membuat saya semakin menyadari diri dari refleksi. Saya tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan memilih terus berusaha memahami filsafat dalam refleksi-refleksi diri.

    ReplyDelete
  53. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saat ini saya dihadapkan dengan berbagai pilihan. Perlahan-lahan saya mencoba untuk menentukan pilihan, seperti belajar dan membaca elegi-elegi dan bahasan yang lainnya. Kesempatan yang ada saat ini merupakan kesempatan yang begitu berharga.

    ReplyDelete
  54. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya, hidup disini bisa kita maknai dengan berfikir bahwa setiap individu memiliki cara pikir dan pemikiran yang berbeda. Guru yang menggapai kesempatan yaitu guru yang mampu memberikan kesempatan maupun kebebasan kepada siswa-siswanya untuk menumbuhkan maupun membangun pengetahuannya sendiri, memfasilitasi siswa serta memberi kesempatan terbuka untuk siswa mengeksplore pengetahuan akan lebih baik dibandingkan memberi pengetahuan yang sifatnya sangat terbatas dan hal itu tidak menutup kemuningkinan secara tidak sadar dapat menutupi sifat siswa.

    ReplyDelete
  55. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih atas kesempatan membaca elegi elegi yang ada diblog bapak ini. benar ada nya pak jika manusia itu harus diberi kesempatan untuk dapat memperdalam ilmu dan merubah dirinya sendiri ke arah yang lebih baik.
    tak beda dengan murid. guru pun harus memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplor ilmunya lebih jauh. saya sangat terkesan dengan kata-kata orang tua berjenggot putih. ia mengatakan bahwasannya sebenar-benar hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. karna hidup itu harus seimbang. dan tidak lupa pula bahwa yang sebenar-benarnya yang mengatur kehidupan adalah Allah Sang Maha Pencipta.

    ReplyDelete
  56. Bulan nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kesempatan adalah kemerdekaan. Seseorang diatas hidup jika ia mendapatkan kesempatan. Kesempatan yang ada harus dimanfaatkan dengan baik, dan kita tidak boleh menutup kesempatan dirisendiri, apalagi menutup kesempatan orang lain. Yang dikatakan menutup kesempatan orang lain, misalnya seorang guru memberikan sebutan kepada siswanya bahwa dia seorang yang pemalas, bodoh dan sebagainya. Pada saat inilah secara tidak sadar bahwa guru tersebut telah menutup kesempatan dia untuk membangun keinginan serta kepercayaan dirinya bahwa ia bukanlah orang yang demikian, sehingga ia menjadi lebih malas dalam belajar, dan menganggap dirinya sebagaimana sebutan gurunya tadi. Oleh karena itu sebagai seorang guru, berhati-hatilah dalam bertindak, karena kita tidak tau dititik mana kita akan menjadi inspirasi bahkan penghalang bagi orang lain.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  57. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Tidak ada hal lain yang disyukuri kecuali diberi kesempatan untuk membagikan ilmu kita kepada orang lain. Sering kali orang yang membagikan ilmu mereka disebut sebagai seorang guru. Oleh karena itu menjadi guru merupakan sebuah keuntungan bagi kita semua. Saya ingat bahwa membagikan ilmu kepada orang lain itu wajib. Sampai-sampai saking wajibnya membagikan ilmu, kita diperintahkan untuk menyampaikan apa yang kita ketahui walaupun dalam satu kata. Hal ini berarti betapa pentingnya ilmu bagi kalangan manusia. Jika kita diberikan kesempatan, maka kita gunakan itu semua sebaik-baiknya. Karena jika kesempatan tersebut tidak dilakukan dengan baik, maka akan sulit kita mendapatkan kesempatan lain seperti yang kita peroleh sekarang ini. Oleh karena itu mengabaikan sebuah kesempatan itu rugi bagi kita sebagai seorang guru. Kuncunya hanya bersyukur atas apa yang diberikan dan dipilihkan oleh Tuhan kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  58. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kesempatan bersifat bebas. Bebas untuk dimiliki maupun dilepas. Guru itu dewanya murid. Janganlah memaksa kehendak murid dengan mendekte sifat-sifat yang ada. Melainkan memberikan kesempatan untuk memilih bagaimana yang ia inginkan. Dan guru membantu dan memberikan saran sebagai fasilitator. Karena kesempatan itu milik semua orang. Kesempatan itu bebas untuk milih dan tidak memilih. Pada masa sekarang banyak guru yang berakhir menutup nutupi bakat siswa tanpa mengeksplor pengetahuan dasar yang sudah dimiliki. Guru hanyalah manusia yang tak lepas dari kesalahan, maka dari itu cepat;ah merefleksikan diri dan memohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  59. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hidup penuh dengan pilihan, yang mana yang akan diambil itu terserah yang akan menjalaninya. Demikian dengan kesempatan, ada banyak pilihan didalamnya. Sebagai seorang guru, hendaknya mampu mengembil pilihan yang pas dalam setiap kesempatan. Karena berawal dari itulah guru dapat memfasilitasi siswa dengan baik.

    ReplyDelete
  60. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Elegi seorang guru menggapai kesempatan ini merupakan sebuah tulisan yang sangat pas dibaca untuk pendidik maupun calon pendidik, seperti guru atau dosen dan tidak menutup profesi yang lain. Dengan membaca elegi ini kita menjadi paham dan kemudian akan bertindak lebih hati-hati dalam melakukan suatu hal kepada muridnya. Bahwasanya kita perlu berhati-hati dalam bertindak agar aktivitas pembelajaran yang kita lakukan merupakan sebuah aktivitas memberikan kesempatan kepada murid untuk berkembang. Bila kita tidak berhati-hati, maka pembelajaran yang kita lakukan justru bermakna menutupi sifat yang ada pada murid, bahkan ekstrimnya kita melakukan pembunuhan sifat pada murid. Padahal kita tau bahwa setiap orang memiliki sifat-sifatnya tersendiri yang berbeda dengan orang lain

    ReplyDelete
  61. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmanirrohim, terimakasih banyak prof. Marsigit atas artikel di atas. Sedikit banyak setidaknya pembaca seperti saya calon guru atau dosen, terbuka dan terketuk pintu hatinya bahwa penting bagi kita untuk memposisikan kita dan murid kita dalam proses pembelajaran. Kita harus lebih kreatif dan hati-hati agar setiap pembelajaran yang kita lakukan tidak mengurungkan semangat dan menutup kesempatan murid kita untuk berkembang. Menggapai kesempatan dapat kita maknai sebagai dua konteks, kesempatan untuk guru dalam mendidik dan kesempatan bagi siswa sebagai terdidik. Potensi memilih dan menggapai kesempatan bagi guru merupakan hal yang kompleks dan harus diputuskan secara seksama, karena subjek yang terkena dampaknya salah satunya adalah murid. sedangkan menggapai kesempatan bagi siswa berupa memberi kesempatan dan tidak menutup sifat si siswa seperti sifat ingin tahu, sifat penasaran, sifat ingin berkembang, sifat ingin bertanya, dan lain sebagainya dengan berbagai keformalan dalam pembelajaran. Jadi benar bahwa sifat memberi kesempatan dan sifat menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisili dalam ruang dan waktunya, tergantung konteks dan konten apa yang sedang terjadi. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Guru yang baik adalah guru yang memberikan kesempatan pada murid-muridnya, bukan yang menggunakan kekuasaannya untuk mengambil kesempatan menutupi sifat dari murid-muridnya. Namun terkadang guru tidak menyadari bahwa dia sedang menutupi sifat muridnya. Proses pembelajaran yang dianggap baik oleh guru terkadang malah menutup sifat muridnya. Inilah letak permasalahan utama dari sistem pendidikan yang membuat pendidikan tidak dapat berkembang.

    ReplyDelete
  63. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kesempatan berarti kita bebas memilih. Pilihan tentu ada yang baik dan buruk sesuai ruang dan waktunya. Pepatah mengatakan kesempatan tidak datang dua kali. Jadi kalau seseorang mendapat kesempatan (baik) maka harus segera diambil. Kesempatan berarti tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi, tidak tertutup dan tidak menutupi, tidak menghalangi dan tidak dihalangi, berarti merdeka.

    ReplyDelete
  64. Dewi Saputri
    17001251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    "Siswa yang kreatif berasal dari guru-guru yang kreatif" satu kalimat yang pernah saya baca dibuku psikologi pendidikan. Guru-guru yang kreatif adalah guru-guru yang selalu membrikan kesempatan kepada siswanya untuk lebih banyak mencari informasi mengenai suatu ilmu yang dipelajari daripada hanya menerima informasi dari yang guru berikan. Tetapi hal ini sangat jarang dilakukan oleh guru-guru kepada siswanya. Guru hanya ingin cepat menyelesaiakn suatu materi ketimbang memikirkan bagaimana cara nya mengajar dengan tidak menetupi sifat yang ada pada muridnya. Dengan apa yang saya baca dibuku psikologi pendidikan ditambah dengan membaca elegi ini, sangat bermanfaat sekali untuk saya sebagi calon tenaga pengajar untuk mempelajari bagaimana menjadi tenaga pengajar yang baik dan kreatif.

    ReplyDelete
  65. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tanpa kita sadari, hampir setiap langkah kehidupan kita adalah sebuah kesempatan. Kesempatan datang dengan memberikan waktu berpikir yang singkat hingga panjang. Akibatnya pun ada yang dapat dilihat langsung, ada pula yang membutuhkan waktu lama. Contoh sederhana apabila kita hendak menyebrang, kita mengambil keputusan untuk melangkah karena melalui berbagai pertimbangan yang kita proses secara cepat. Ketika mulai melangkah menyeberang, tujuan kita adalah sampai di seberang. Apabila kita salah memperkirakan, maka kita bisa saja terjatuh atau tertabrak. Apabila kita sampai dengan selamat, maka tujuan kita terpenuhi. Menjadi guru merupakan pilihan yang seharusnya dibarengi dengan ketulusan hati. Bukan pahlawan tanpa tanda jasa, namun tujuan sebagai guru adalah memberikan ilmu yang kita miliki. Tentunya, menjadi guru bukan sekedar mengisi waktu jam pelajaran, memberi ujian, mengisi nilai rapor. Banyak hal yang harus diperhatikan agar kesempatan yang diberikan untuk menjadi guru tidaklah sia-sia. Walau terlihat sepele, tapi ketahuilah bahwa banyak orang di luar sana yang ingin menjadi guru, namun tidak memiliki kesempatan.

    ReplyDelete
  66. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kesempatan terbaik yang dimiliki oleh guru terhadap muridnya adalah kesempatan untuk bisa mengubah masa depan bangsa dari mendidik murid-muridnya dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan hati yang ikhlas. Profesi lain belum tentu memiliki kesempatan sebaik ini.

    ReplyDelete
  67. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap hari manusia selalu menemukan kesempatan baru selama hayat masih dikandung badan, contohnya seperti apabila kita belum melakukan yang terbaik di hari kemarin, maka bisa diperbaiki di hari ini supaya lebih baik. Secerdas-cerdasnya seseorang selain bisa menempatkan dirinya secara proporsional adalah juga bisa memanfaatkan kesempatan yang ia miliki.

    ReplyDelete
  68. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Kesempatan berkaitan dengan belajar. Belajar berhubungan dengan membaca. Membaca harus ikhlas hati dan pikir. Kesempatan tidak datang begitu saja, kita harus menggapainya. Manusia hidup selalu di hadapkan pada beberapa kesempatan dan harus bisa memilihnya. Setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda, tergantung ilmu yang dimilikinya. Semakin banyak ilmu yang dimiliki makam semakim banyak pula kesempatan yang ia miliki. Namun, ketika kesombongan muncul maka hilang pula kesempatan itu. Oleh karena itu, ketika kita diberika kesempatan harus digunakan sebaik mungkin, dijalani dengan ikhlas, dan hindari kesombong serta selalu berserah kepada Tuhan sebab semua yang ada dan yang mungkin ada adalah kehendak Tuhan.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dalam pembelajaran masa kini, sebisa mungkin guru harus memposisikan diri sebagai fasilitator siswa-siswinya. Guru hendaknya dapat memfasilitasi kegiatan belajar sesuai dengan karakteristik siswanya. Karakteristik siswa beraneka ragam sehingga guru harus kreatif dalam mengelola pembelajaran. Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan. Guru harus mampu merangkul semua siswa dengan bakat yang beragam agar mampu membantu mereka mencapai prestasi optimal dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  70. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Dari elegi ini saya dapat mengambil pelajaran bahwasanya untuk menggapai kesempatan kita harus menyadari keberadaannya dan mampu menerjemahkannya. Kesempatan tidak selamanya harus dicari, namun juga bisa diciptakan. Sebagai seorang guru atau dosen salah satu perannya adalah harus mampu memfasilitasi siswa untuk menggapai kesempatannya, yakni kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk mengembangkan potensi dan bakatnya secara optimal, kesempatan untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat, dsb. Dalam hal ini sudah barang tentu guru harus bersikap demokratis dan kreatif.

    ReplyDelete
  71. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang guru memiliki kuasa akan siswa-siswanya. Maka itulah ujian bagi seorang guru. Dengan kuasa yang dimiliki guru ia dapat menutup sifat-sifat siswanya dengan hanya menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan, melakukan apa yang ingin ia lakukan. Tetapi seorang guru juga dapat memilih menggapai kesempatan dengan mendengarkan keinginan siswanya, memeberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun pengetahuan. Karena itulah seorang guru menggapai kesempatan adalah ketika seorang guru yang senantiasa belajar, membaca, bertanya, dan berdoa agar ia dapat memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  72. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Hidup adalah kesempatan. Selagi kita hidup maka kita masih mempunyai kesempatan. Selain mempunyai kesempatan kita juga dapat memberikan kesempatan bagi mereka yang lain yang hidup. Dalam hal ini misalkan menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang percaya pada siswanya sehingga sang guru memberikan kesempatan bagi siswanya untuk mengeksplorasi diri. Guru yang baik adalah guru yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk menghubungkan pengetahuan yang didapatkannya dengan prior knowledgenya. Selain itu guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Jadi guru tidak otoriter dengan mengharuskan siswa agar mempunyai pola pikir yang sama dengan guru. Penyeragaman pola pikir dalam belajar membuat kreativitas siswa terkungkung. Maka sangat penting bagi guru untuk menghidupkan siswanya dengan memberikan kesempatan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  73. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    guru adalah aktor dalam pembelajaran. Gurulah yang menentukan bagaimana jalannya proses pembelajaran. Sebagaimana seyogyanya manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan maka begitu pula guru. Oleh karena itu guru hendaklah melakukan evaluasi terhadap pembelajaraanya. Salah satu langkah guru dalam melaukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajarannya yiatu dengan melakukan PTK. Dengan penelitian yang ada, guru dapat semakin memahami karakter dan pola pikir siswanya sehingga guru dapat merancangkan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengkonstruksi pengetahuan dan mengembangkan kreativitasnya.

    ReplyDelete
  74. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Saya tertarik pada bagian di mana orang tua berambut putih mengatakan bahwa jika engkau telah benar – benar hidup dan telah benar – benar hidup dan menghidupkan, maka tiadalah sesuatu di dunia yang tidak saling terkait. Saya setuju dengan itu. dunia adalah semacam hubungan sebab akibat di mana kausa primanya adalah Tuhan yang Maha kuasa. Lihatlah bagaimana hidup kita di masa lalu akan menentukan hidup kita dimasa kini. Dan juga hidup kita di hari ini akan bekaitan dengan kehidupan dimasa mendatang. Itu baru mengkaitkan waktu yang terjadi dalam hidup kita. Bagaimana bila kita mulai mengkaitkannya dengan orang lain. Tentu saja akan jalin sebuah benang merah besar yang saling terkait satu sama lain.

    ReplyDelete
  75. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi guru menggapai kesempatan ini sontak mengingatkan saya pada sabda baginda Rasulullah SAW. terkait memanfatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Tersebutlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni gunakanlah masa muda mu sebelum datang masa tuamu, gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, gunakan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, gunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan gunakan hidupmu sebelum kematianmu. Maka sesungguhnya kesempatan merupakan salah satu anugerah terindaah yang diberikan oleh Allah SWT. Sebenar-benarnya orang sukses adalah orang yang pandai dalam menggunakan kesempatannya.

    ReplyDelete
  76. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita dapat memanfaatkan kesempatan yang datang apabila kita sadar bahwa seseungguhnya kesempatan itu ada, tinggal bagaimana kita memilihnya. Kesempatan itu bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bahkan hidup itu merupakan kesempatan. Kita tinggal memilih kesempatan mana yang akan diambil. Berbagai kesempatan itu akan datang dan berhati-hatilah dalam memilihnya. Pikiran dan hati yang jernih dapat membantu kita dalam mengambil keputusan terhadap kesempatan-kesempatan yang hadir dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setiap yang bernafas atau bahkan setiap ciptaan memiliki kesempatannya sendiri-sendiri. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa kesempatan hanya sekali, sehingga kita tidak boleh mengabaikannya dan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Namun bukankah sebenarnya kesempatan tidak datang hanya sekali namun mereka datang berkali-kali dengan muka yang berbeda? Dalam proses pembelajaran, alangkah bijaksananya seorang guru yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa,tidak hanya kesempatan bertanya, namun kesempatan berbicara, kesempatan mendengarkan,kesempatan memahami dan seterusnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Siswa yang memiliki kesempatan yang luas akan semakin luas pula perkembangan mereka, namun hal tersebut tentu memiliki banyak faktor, diantaranya tidak hanya faktor guru mereka namun bergantung pada siswa itu sendiri apakah mereka memberikan kesempatan berkembang kepada diri mereka sendiri dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dibuka oleh gurunya, sehingga sebenar-benar jalan untuk emnggapai tujuan pendidikan ialah dengan cara saling menyadari, memberikan dan menggunakan kesempatan yang ada di depannya atau di samping atau bahkan di belakang mereka dengan sebaik-beiknya. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ada ungkapan, kesempatan tidak datang dua kali. Ada benarnya juga, tetapi lebih banyak tidak benarnya. Kesempatan datang berkali-kali dan sangat banyak. Kesempatan menciptakan ruang dan waktu yang longgar. Nah tinggal kita mau memilih yang mana diantara kesempatan yang banyak tersebut ? menentukan pilihan pada kesempatan adalah juga menciptakan kesempatan tu sendiri.

    ReplyDelete
  80. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai seorang pendidik, atau guru kita dapat memanfaatkan kesemptan kita sebagai guru dengan memilih untuk mendidik siswa. Pendidikan dari seorang guru akan memberikan kesempaan kehidupan bagi siswa, begitu juga sebaliknya. Guru tanpa ada siswa maka tiadalah kesempatan untuk menjadi guru, hidup saja tidak. SIswa tanpa guru juga tidak punya kesempatan hidup, karena akan hilang arah dalam menentukan pilihan pada kesemptan yang ada.

    ReplyDelete
  81. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Selama jiwa masih melekat pada raga maka segala kesempatan akan datang kepada kita. Sejak kita membuka mata dipagi haripun banyak kesempatan sudah menghampiri kita, tinggal kita mau atau tidak mengambil kesempatan itu. Pepetah bahwa kesempatan hanya datang satu kali memang benar untuk suatu keadaan tertentu, karena mungkin itu hanya ada satu kali pada hidup kita. Namun kesempatan itu akan selalu datang walaupun dalam bentuk yang berbeda-beda. Ambil lah kesempatan yang sesuai dengan hati nurani kita seperti yang Prof. Marsigit sampaikan. Pikirkan apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  82. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A

    Menjadi seorang guru adalah sebuah kesempatan untuk mengambil peran dalam bidang pendidikan. Kesempatan langka ini layaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun pendidikan di Indonesia. Guru memiliki kuasa untuk mendidik siswanya untuk dibimbing dan diarahkan. Ibarat siswa adalah selembar kertas putih guru memiliki wewenang untuk mewarnai kertas tersebut. Caranya boleh dengan mewarnai langsung sesuka hati atau justru meminta siswa untuk mewarnainya sendiri. Meskipun sama-sama akan terwarnai tetapi hasil lukisan yang diperoleh tentu berbeda.

    ReplyDelete
  83. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    2. Menyambung komentar sebelumnya, bahwa dengan meminta siswa untuk mewarnai kertasnya masing-masing seorang guru akan mendapatkan berbagai macam gambar atau hasil karya. Mengingat banyaknya kemungkinan gambar yang akan tercipta maka guru berperan untuk mengarahkan dan memberikan petunjuk gambar-gambar apa saja yang boleh dilukis, sehingga hasil yang diperoleh tidak menyimpang terlalu jauh. Dengan demikian dicapailah hasil karya yang sesuai dengan tema namun tetap beragam sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  84. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seorang guru memiliki peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan. Seorang guru memiliki kesempatan untuk menentukan hasil atau output seorang siswa dalam belajar. Ada kesempatan untuk mengabaikan siswanya. Ada kesempatan untuk memperhatikan siswanya. Ada kesempatan untuk mengekang siswanya. Ada pula kesempatan untuk memfasilitasi siswanya dalam membangun pengetahuan. Yang terpenting ialah bagaimana guru tersebut memilih kesempatan yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena pilihan ada di tangan guru itu sendiri dan kesempatannya sangat bebas untuk ingin memilih yang mana.

    Guru yang baik hendanya memilih kesempatan agar siswanya mampu berkembang dan membangun pengetahuannya sendiri dengan rasa senag tanpa adanya tekanan. Tentu saja hal ini membutuhkan strategi atau metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa tersebut. Lagi-lagi terdapat banyak sekali kesempatan memilih berbagai macam metode pembelajaran. Guru seharusnya mampu memilih metode yang terbaik diantara metode-metode yang ada untuk diterapkan pada kegiatan pembelajarannya.

    ReplyDelete
  85. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pada kegiatan pembelajran, maka memberi kesempatan adalah diwujudkan dengan melakukan pembelajaran yang inovatif, maka siswa akan memperoleh kesempatan dari guru untuk menyampaikan pendapat atau ide-idenya. Sehingga guru yang benar adalah guru yang tidak merusak sifat-sifat dasar dari murid-muridnya. Maka dariitu sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya.Maka sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika murid-muridnya sebenar-benar menggapai kesempatan pula.

    ReplyDelete
  86. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk menggapi kesempatan , kita perlu menyadari kelemahan dan kelebihan kita. Dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan kita, maka kita mampu melihat kesempatan mana yang baik untuk kita. Tak lupa selalu memohon ampun kepada Allah unutk segala dosa dosa kita sehingga kita dimudahkan unutk menggapai kesempatan tersebut.

    ReplyDelete
  87. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Subhanallah, banyak ilmu yang kita dapatkan dari elegi ini. Setelah membaca elegi ini, kita menjadi merefleksikan diri kita sebegai guru, apakah selama ini kita sudah tidak belaku adil/dosa pada siswa-siswa kita, apakah selama pbm mtk kita selalu menutupi sifat-sifanya, sudahkah kita memberikan mereka kesempatan. Kesempatan menunjukkkan keberadaan dan bahwa manusia itu hidup. Seorang guru tidak boleh menjatuhi sifat pada siswanya bahwasanya dia itu bodoh, dan malas, karena itu berarti gurunya sedang tidak belaku adil padanya, sedang tidak memberikan kesempatan padanya. Bahkan dalam elegi ini juga seibutkan ketika guru menjelasakan sedangkan murid mendengarkan itu juga berarti guru sedang tidak memberikan kesempatan pada siswa. Dalam pbm mtk siswa haruslah diberi kesempatan, kesempatan untuk berkembang, membangun pengetahuannya, misalnya dengan memberikan kesempatan yang berbicara adalah siswanya sedangkan guru mendengarkan. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  88. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca elegi ini, saya dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia pasti memiliki kesempatan. Dalam setiap kesempatan itu pasti ada sebuah pilihan. Kita diberi beberapa pilihan untuk kita pilih sebagai kelanjutan apa yang akan kita capai. Baik buruknya kesempatan yang kita dapat itu sesuai dengan pilihan yang kita pilih untuk dijalani. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar untuk menentukan pilihan agar kesempatan yang kita peroleh tidak akan sia-sia

    ReplyDelete
  89. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMAT C 2017

    Hidup adalah kesempatan. Hidup haruslah digunakan untuk menggapai kesempatan. Guru haruslah dapat hidup dan menghidupkan muridnya artinya guru harus mau memberikan kesempatan kepada muridnya. Guru tidak boleh untuk menutupi sifat-sifat yang dimiliki oleh murid dengan cara memberikan julukan atau kata-kata buruk kepada murid seperti kamu itu bodoh dan sebagainya. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan pada murid. Murid dibiarkan untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya, murid diberi kan kesempatan untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Jika guru masih sebagai subyek dalam pembelajaran, itu tandanya guru masih belum memberikan kesempatan pada murid-muridnya. Murid hendaknya dijadikan subyek dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  90. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Elegi guru memberikan kesempatan. Tersirat bahwa kata kesempatan tersebut berkonotasi positif. Kesempatan itu adalah semangat, kesempatan bertanya, menjawab, motivasi, materi pembelajaran, pola pikir visioner dan hal positif lainnya termasuk hikmah pengalaman seorang guru. Guru yang berhasil menggapai kesempatan adalah guru yang mampu mentransfer seluruh kesempatan tersebut kepada murid sehingga sang murid juga menerima kesempatan dan bisa menerapkan serta mengkonstruksikan hidup mereka di masa yang akan datang. Guru mengarahkan dan menggiring murid untuk belajar dan memanfaatkan kesempatan tersebut.Guru yang memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mengemukakan pendapat atau memberikan kesempatan untuk bertanya dan lain sebagainya yang dimaksudkan untuk meningkatan pengetahuan dalam belajar adalah guru yang dapat menggapai kesempatan. kesempatan dapat menyebabkan perubahan menuju yang lebih baik, pemberian kesempatan merupakan halyang baik untuk mendorong siswa menggngkapn gagasannya. guru akan melruskan jika pendapat siswa belum tepat dan guru dapat menambahkan gagasan siswa yang kurang lengkap.

    ReplyDelete
  91. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi harus menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka.

    ReplyDelete
  92. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi seorang guru menggapai kesempatan menjelaskan tentang kesempatan yang dimiliki oleh seorang guru. Sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika ia dapat hidupp dan menghidupkan murid-muridnya. Sebenar-benar hidup adala memberi dan diberi kesempatan. Guru mengajar hendaknya selalu memberikan kesempatan kepada muridnya untuk belajar, untuk mengungkapkan pendapatnya, dan memberikan kesempatan untuk bermimpi

    ReplyDelete
  93. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kesempatan merupakan salah satu anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT. Orang yang sukses adalah orang yang pandai dalam menggunakan kesempatannya. Bahkan agama menyuruh kita untuk menggunakan kesempatan sebaik-baiknya, gunakanlah kesehatanmu sebelum sakitmu, gunakanlah kayamu untuk beramal sebelum datang miskinmu, gunakanlah masa mudamu untuk beramal sebanyak-banyaknya sebelum tuamu, gunakanlah waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu. Agama sudah menyatakan hal tersebut secara jelas dan gamblang.

    ReplyDelete
  94. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Tugas guru adalah memfasilitasi pembelajaran peserta didik bukan melabeli peserta didik dengan stigma bodoh, malas, pintar, rajin, dan sebagainya. Guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Menghidupkan muridnya dengan ilmu, dengan pengetahuan, dengan membantu murid-muridnya menggapai kesempatan dan peluang hidup yang lebih baik.

    ReplyDelete
  95. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya mengambil pelajaran bahwa guru sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan membangun pengetahuannya. Bukan malah mendominasi dan menganggap siswa tidak mampu. Menerapkan pembelajaran student centered memerlukan kesadaran dan kesabaran dari guru. Memfasilitasi siswa memerlukan kemampuan khusus agar pembelajaran berjalan semestinya.

    ReplyDelete
  96. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sesuai dengan tugas dalam mata kuliah Filsafat Ilmu ini, Prof. selalu menginginkan kita untuk membuat refleksi perkuliaha. Hal tersebut dimaksudkan untuk memaknai isi perkuliahan yang telah disampaikan kemudian dianalisis apa maknanya. Implikasikan dengan yang telah kita lakukan selama ini. Apakah kita masih angkuh dan sombong dengan apa yang telah kita miliki atau sudah ikhlas dalam hati dan jernih pikiran. Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  97. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumya, jika setelah kita melakukan refleksi atau penilaian terhadap diri sendiri maka menjadi lebih baiklah yang harus kita lakukan dan terus upayakan. Jika kita masih merasa angkuh dan sombong, segeralah menghapus sifat-sifat tersebut dan bertaubatlah. Jika kita merasa telah ikhlas dalam hati dan jernih pikiran, maka pertahankan dan terus perbaikilah. Komentar ini saya tujukan termasuk kepada saya sendiri juga agar tidak angkuh dan sombong dalam bersikap, bertindak, maupun berucap.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  98. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    setiap manusia pasti mempunyai kesempatan dalam beberapa hal yang berbeda. dalam kalimat "Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Maka janganlah sekali-kali keberadaanmu dan kegiatanmu sebagai guru menutup sifat-sifat murid-muridmu. Karena sifat yang tertutup itulah sebenar-benar tiada kesempatan" saya mengartikan bahwa sebagai guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplor pengetahuan mere, ide, mereka, pemikiran mereka, jangan hanya terpaku pada pengetahuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  99. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa guru itu perlu diberi kesempatan dan memberi kesempatan. Guru perlu diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang agar dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk membentu siswa. Guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutaran pendapat dan keinginannya dalam pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  100. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya adalah salah-satu orang yang tidak setuju dengan kalimat “kesempatan hanya dating satu kali”. Bagi saya, kalimat tersebut terlalu mereduksi dinamika kehidupan dan saya pikir Tuhan terlalu pelit jika hanya memberikan satu kesempatan kepada hambanya. Oleh karena itu, saya percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan kesempatan bagi hambanya yang selalu berdoa dan berusaha serta mempercayai bahwa Allah selalu memberikan ujian tidak melebihi batas kemampuan hambanya. Bukan hanya dalam profesi mengajar (guru), kesempatan akan selalu dating berkali-kali untuk mereka yang mengharap ridho dari yang maha kuasa. Aamiin!

    ReplyDelete
  101. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Guru sudah selayaknya memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada siswa-siswanya. Kesempatan itu antara lain kesempatan untuk bertanya, kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri, kesempatan untuk belajar secara berkelompok, dan sebagainya. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang student centered sangat ditekankan saat ini. Guru tidak lagi mendominasi di kelas, melainkan memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk bereksplorasi.

    ReplyDelete
  102. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari artikel diatas saya memahami apa arti kesempatan. Kesempatan adalah kemerdekaan sesorang untuk memilih yang amna yang akan dipilih. Sejatinya kehidupan itu adalah kesempatan. Dan sebenar- benar kehidupan itu adalah yang tidak menutupi dirinya dengan sifat orang lain. Begitu pula sebaliknya, orang yang menutupi dirinya dengan sifat orang lain , itulah bukan sebenar-benar kehidupan. Jadi guru tidak boleh menutupi dirinya dengan sifatnya agar hidup ini benar-benar hidup bagi guu dan juga siswanya

    ReplyDelete
  103. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismilah,
    Saya tertatrik dengan jawaban orang tua berambut putih : “…barangsiapa baik hatinya maka baik pula hidupnya. Dan barang siapa buruk hatinya maka buruk pula hidupnya…”
    Kalimat tersebut mengingatkan saya akan suatu hadis, dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (H.R Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
    Kedua hal tersebut menegaskan akan pentingnya menjaga hati agar senantiasa dalam keadaan baik.

    ReplyDelete
  104. Siti Nur FatimahMay 13, 2018 at 7:29 PM

    Berdasarkan elegi diatas saya dapat mengambil pelajaran bahwa seharusnya sebagai seorang guru harus memfasilitasi siswanya untuk memgontruksi pengetahuannya. Seperti dengan memberikan kesempatan kepada siswanya untuk bertanya, untuk belajar, untuk mengembangkan kreativitasnya. Jangan menjadi guru yang otoriter.

    ReplyDelete
  105. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Melalui elegi ini Prof. Marsigit mengingatkan kami, para pembaca, untuk senantiasa menjaga hati. Sesungguhnya hidup kita itu cerminan dari hati. Apabila hati kita baik maka hidup yang kita jalani juga adalah hidup yang baik. Begitupun ketika hati kita sakit maka ada sesuatu yang tidak tepat dalam hidup kita. jika hati kita bersih maka getaran dari doa-doa kita akan sampai pada Allah SWT. Oleh karena itu Rosulullah senantiasa menyuruh kita untuk berdoa kepada Allah agar hati kita sealu dijaga, agar hati kita terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat mematikannya.

    ReplyDelete
  106. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Dalam menggapai kesempatan perlulah kita tau, sadar akan kelemahan dan kelebihan kita. Karena dengan mengetahuinya maka dengan mudah kita dapat melihat dan memilih kesempatan mana yang akan sesuai dengan diri kita masing-masing sesuai kemampuan yang ada. Tidak lupa juga untuk slalu berdoa kepada Allah karena sejatinya kesempatan itu diberikan dari Allah untuk kita semua.

    ReplyDelete
  107. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Guru salah satu subjek yang memiliki peran penting dalam pembelajaran. Salah satu tugas guru yaitu menentukan bagaimana jalanya pembelajaran. Elegi ini memberikan pembelajaran kepada kita bahwa seorang guru harus mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kesempatannya, misalnya kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk bertanya, kesempatan eksplorasi diri dan lain-lain. Oleh karena itu, hendaknya guru bersifat demokratis dan adil kepada semua siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  108. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Saya menangkap percakapan terakhir yang disampaikan orang tua berambut putih bahwa sejatinya illmu adalah sebuah rahmat, dimana apabila kita semakin mempunyai banyak ilmu maka kita akan semaakin sadar bahwa masih banyak kelemahan dalam diri kita. Karena pada dasarnya suatu ilmu adalah suatu refleksi yang didapatkan dari kita ketika kita tidak mempunyai titik kesombongan di dalam hati. Karena apabila kita mempunyai titik kesombongan di dalam hati, kita tidak akan mengetahui titik kelemahan kita dan merasa kita memiliki kekuasaan atas sesuatu.

    ReplyDelete
  109. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi tersebut, pelajaran yang dapat saya ambil adalah bahwa sebagai pendidik atau calon pendidik, kita tidak boleh menghalangi kesempatan siswa untuk berkembang. Kita harus senantiasa memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya, berpikir, menyampaikan pendapatnya, berdiskusi, dsb. Oleh karena itu, pembelajaran saat ini menggunakan teori konstruktivisme dimana guru hanya sebagai fasilitator yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Selain itu, guru juga tidak mendominasi dalam pembelajaran karena dapat menghilangkan kesempatan bagi siswa.

    ReplyDelete
  110. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam elegi ini ditekankan bahwa guru yang baik adalah guru yang dapat menghidupkan murid-muridnya. Karena nyanyian dari murid yang hidup akan menghidupkan sang guru. Maka sebenar-benarnya kesempatan adalah kesempatan untuk saling menghidupkan.

    ReplyDelete
  111. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari postingan ini dapat diketahui bahwa guru hanyalah fasilitator bagi siswa. Seorang guru hendaklah memberi kesempatan bagi siswanya untuk belajar dengan cara dan pola pikir mereka. Apabila ada yang bertentangan, seorang guru jangan langsung membenarkan, tetapi membiarkan siswa mengetahui kesalahan itu dengan sendirinya. Dan yang terpenting adalah seorang guru harus menilai siswa secara objektif.

    ReplyDelete
  112. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof, saya sependapat bahwa guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Jangan sampai kegiatan pembelajaran di kelas menutup sifat-sifat para murid. Artinya guru harus memberikan kesempatan murid untuk mengembangkan dirinya, jangan membatasi murid dengan hal yang hanya diinginkan oleh guru.

    ReplyDelete
  113. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Setiap orang berhak mendapatkan kemerdekaannya. Seperti yang telah tertulis dalam elegi ini, berilah kemerdekaan untuk siswa. Kemerdekaan bagi mereka adalah kesempatan untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru tidak berhak menutup kesempatan siswanya, mereka berhak memilih. Tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanyalah murid yang belum memiliki kesempatan untuk memilih. Karena sejatinya, Tuhan telah memberikan potensi yang unik untuk setiap umatNya. Tugas guru disini bukan untuk menutupi potensi yang dimiliki siswa, namun memberi kesempatan kepadanya. Tidak selamanya guru selalu benar, karena guru juga manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. Tidak selamanya pula guru yang paling pintar, sehingga guru selalu mendominasi kelas. Alangkah baiknya agar kita sebagai calon pendidik mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa agar mereka mampu menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Berilah siswa kesempatan dan hidupkan mereka.

    ReplyDelete
  114. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Kesempatan adalah kemerdekaan untuk memilih. Memilih untuk memilih atau tidak memilih adalah kesempatan. Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Dalam pembelajaran hendaklah seorang guru selalu memberikan kesempatan kepada muridnya untuk memperoleh ilmunya sendiri karena dengan begitu guru tidak akan menutup-nutupi sifat-sifat murid seperti bertanya, menjawab, praktek dan sebagainya.
    Bagian terakhir dalam elegi ini dikatakan bahwa belajar filsafat adalah refleksi. Refleksi adalah melihat diri sendiri. Syarat untuk melihat diri sendiri haruslah untuk tidak sombong. Itulah kenapa dalam perkuliahan filsafat Bapak memberi tugas kepada mahasiswa untuk membaca blog dengan ikhlas dalam hati dan jernih dalam pikir sehingga mahasiswa menjadi tidak sombong. Terimakasih Pak Prof.

    ReplyDelete
  115. Samsul Arifin
    18701261007
    S3 PEP 2018

    Kita ini ada di muka bumi ini karena diberi kesempatan ada dan hidup oleh Tuhan..Begitu juga hubungan antar mahkluk Tuhan di dunia ini. Mereka ada karena saling memberi kesempatan kepada lainnya..Dalam hal proses PBM guru dan murid saling memberi kesempatan yaitu untuk guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk mengembangkan dirinya melalui ilmu yang telah diberikan..Sebaliknya murid memberikan guru kesempatan setidak-tidaknya untuk mengumpulkan pundi-pundi amal melalui pengabdiannya.

    ReplyDelete
  116. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu
    Terimakasih prof atas postingannya yang selalu memberikan nasihat bagi kami sebagai calon Guru ataupun Dosen. Tugas seorang guru yaitu mendidik, mengajarkan dan memberikan ilmu yang kita miliki kepada anak didik. Saya setuju dengan kutipan “ Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya”. Seorang guru selain mendidik juga memiliki tugas untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk menunjukkan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri anak. Elegi seorang guru menggapai kesempatan memberikan makna bahwa kesempatan itu tidak hanya berlaku untuk diri sendiri, namun kesempatan itu juga bisa memiliki makna memberikan kesempatan untuk orang lain.

    ReplyDelete
  117. ATIN ARGIANTI
    18709251001
    PPs PM A 2018

    Saya tertarik dengan kalimat “Maka sebenar-benar hidup adalah hidup dan saling menghidupkan”. Kalimat tersebut mencerminkan bahwa kita sebagai mahkluk hidup mempunyai sifat social yang tidak lepas dengan sesama. Kita saling bergantung untuk mempertahankan hidup. Selain itu kita mempunyai kesempatan. Kesempatan sendiri adalah kebebasan kita untuk memilih. Kebebasan dalam menentukan apa yang bak untuk diri sendiri dan orang lain karena kita sebagai mahkluk social.

    ReplyDelete
  118. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B

    Saya teringat dengan kuliah filsafat minggu lalu, Prof sempat membahas tentang ditermin. Ditermin adalah menjatuhkan sifat pada sifat yang lainnya. Tak sedikit guru yang sering menjudge bahwa siswanya malas, tidak bisa diatur, dan tidak bisa memahami apa yang diajarkan, padahal belum tentu siswa tersebut benar-benar malas, belum tentu siswa tersebut tidak bisa diatur setiap hari, dan belum tentu siswa selalu tidak bisa memahami apa yang diajarkan. Sedikit atau banyak, peran guru sangat menentukan bagaimana siswanya. Maka dari itu, sebelum kita menjatuhkan sifat pada siswa kita alangkah baiknya kita merefleksikan diri terlebih dahulu. Mungkin siswa menjadi malas, sulit diatur, dan tidak bisa memahami apa yang diajarkan karena kita sebagai guru terlalu otoriter, monoton, dan tidak kreatif selama pembelajaran. Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya, menghidupkan siswa dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya. Terimakasih Prof, melalui elegi ini kami semua pendidik/calon pendidik mendapat teguran secara tersirat. Semoga kami senantiasa selalu merefleksikan diri kami.

    ReplyDelete
  119. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb.
    Dalam elegi ini dikatakan bahwa guru menggapai kesempatan yang baik adalah guru yang menghidupkan murid-muridnya, yaitu guru yang tidak menutupi sifat-sifat muridnya. Akan tetapi, untuk menjadi guru yang menghidupkan murid-muridnya tidaklah mudah. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah terus refleksi terhadap diri sendiri. Untuk dapat terus menggapai kesempatan guru harus selalu merefleksikan diri sendiri, belajar, dan belajar, membaca dan membaca, bertanya dan bertanya dan yang terakhir berdo’a dan terus berdo’a karena kita tahu bahwa kesempatan ada dimana-mana, dan bisa digapai kapan saja.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete