Sep 20, 2013

Elegi Seorang Guru Menggapai Kesempatan




Oleh: Marsigit
Guru menggapai kesempatan berada di persimpangan jalan:

Di persimpangan jalan inilah aku mempunyai kesempatan, tetapi ketika datang kesempatan itu ternyata dia bersifat jamak. Ada kesempataku berbelok ke kiri, ke kanan, serong kiri, serong kanan, berbalik tetapi juga bisa terus jalan lurus. Anehnya, ada pula kesempatanku untuk ragu-ragu bahkan diam doing nothing. Maka satu-satunya kepastian adalah bahwa aku mempunyai kesempatan memilih. Itulah harga yang selama ini aku cari dan aku perjuangkan. Tetapi ingin aku katakan bahwa tidak memilih pun merupakan kesempatanku. Aku sangat gembira dengan kesempatan ini. Tetapi di tengah euporia ku maka aku mulai bertanya apakah sebenar-benar kesempatan itu? Untuk itulah maka aku ingin bertanya. Tetapi bertanya kepada siapakah aku ini?

Orang tua berambut putih datang menghampirinya:
Muridku, kau telah memanggilku. Ada apakah gerangan?

Guru menggapai kesempatan:
Aku belum bertanya kenapa kau sudah datang?

Orang tua berambut putih:
Bukankah kalimatmu terakhir adalah suatu pertanyaan. Dan sesuai janjiku, dikarenakan sifat hakikiku, bahwa aku akan selalu datang pada setiap pertanyaan dari manapun, oleh siapapun dan tentang apapun.

Guru menggapai kesempatan:
Oh iya, terimakasih atas peringatanmu. Guru, dapatkah kau menjelaskan kepadaku apa sebenar-benar kesempatan itu?

Orang tua berambut putih:
Kesempatan adalah kemerdekaan. Kesempatan adalah potensi sekaligus fakta. Maka sebenar-benar hidup adalah kesempatan. Jikalau seseorang sudah tidak mempunyai kesempatan maka tiadalah dia dapat dikatakan sebagai hidup. Maka jikalau kamu menginginkan tetap hidup maka gapailah kesempatan itu.

Guru menggapai kesempatan:
Lalu apa relevansinya kesempatan itu dengan tugasku sebagai guru

Orang tua berambut putih:
Hidupmu adalah karena hidupnya orang lain. Jika tiadalah orang lain hidup disekitarmu, maka siapakah yang akan mengatakan bahwa dirimu hidup. Oleh karena itu maka wajib hukumnya bahwa engkau sebagai guru harus selalu menghidup-hidupkan murid-muridmu. Murid-muridmu yang hidup itulah yang akan menyanyikan bahwa dirimu juga hidup. Maka sebenar-benar hidup adalah hidup dan saling menghidupkan.

Guru menggapai kesempatan:
Hebat nian kau guru. Aku bertanya tentang kesempatan mengapa engkau sampai pada penjelasan tentang hidup?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau telah benar-benar hidup dan telah benar-benar hidup dan menghidupkan, maka tiadalah sesuatu di dunia ini yang tidak kait berkait. Maka kesempatan itu sebenarnya adalah hidup dan hidup itu adalah kesempatan. Semua yang ada di dunia itu kait berkait, dan itu adalah karena pikiranmu yang hidup. Maka jikalau engkau ingin melihat dunia, maka tengoklah ke dalam pikiranmu, karena dunia itu persis seperti apa yang engkau pikirkan.

Guru menggapai kesempatan:
Hebat nian kau guru. Aku bertanya tentang kesempatan mengapa engkau sampai pada penjelasan tentang dunia dan pikiran.

Orang tua berambut putih:
Baiklah aku kembali akan menjelaskan tentang kesempatan. Kesempatan itu adalah keadaan. Kesempatan itu adalah sifat. Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan “ditentukan”.

Guru menggapai kesempatan:
Lalu apa relevansinya sifat menentukan dan sifat ditentukan dengan tugasku sebagai guru.

Orang tua berambut putih:
Menentukan dan ditentukan itu adalah hubungan kuasa yang satu dengan tidak kuasa yang lain. Bukankah sudah pernah aku katakan bahwa guru itu kuasa terhadap muridnya, di sadari atau tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Maka guru itu adalah kuasa untuk menutup sifat murid-muridnya. Sedangkan murid-muridnya tidak kuasa untuk menghindar dari sifat menutup gurunya. Maka sebenar-benar orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah mereka yang sangat menikmati kegiatannya menutipi sifat-sifat yang lainnya. Maka engkau adalah guru yang sangat berbahaya bagi murid-muridmu jika engkau sangat menikmati kegiatanmu menutupi sifat murid-muridmu. Maka sebenar-benarnya tidak hidup adalah jika sifat-sifatnya tertutup oleh sifat yang lain.

Guru menggapai kesempatan:
Mohon guru, mohon guru, yang ini diteruskan lebih detail karena menurut saya sangat penting.

Orang tua berambut putih:
Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Maka janganlah sekali-kali keberadaanmu dan kegiatanmu sebagai guru menutup sifat-sifat murid-muridmu. Karena sifat yang tertutup itulah sebenar-benar tiada kesempatan.

Guru menggapai kesempatan:
Baik guru, di sini saya mulai antusias karena saya merasa sangat cocok dengan persoalan saya sebagai guru. Kemudian saya ingin bertanya lagi, bilamana dan bagaimana saya dikatakan menutup sifat murid-muridku.

Orang tua berambut putih:
Pertanyaan yang hebat. Itu adalah pertanyaan dari seorang yang cerdas. Ciri-ciri guru menutup sifat-sifat murid-muridnya adalah jika dia secara sepihak mendiskripsikan ciri-cirinya. Jika kau katakan muridmu sebagai malas, padahal dia belum tentu malas, maka yang demikian itu engkau telah menutupi sifatnya. Jika engkau katakan bahwa muridmu bodoh, padahal belum tentu dia bodoh, maka yang demikian itu telah menutupi sifatnya. Ketika kamu bicara sementara muridmu mendengar, maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu bekerja sementara muridmu melihat, maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu bertanya sementara muridmu berusaha menjawab maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu berinisiatif sementara muridmu menunggu, itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu menyuruh sementara muridmu melaksanakannya maka itu adalah proses menutupi sifat-sifatnya. Ketika kamu menilai prestasi siswamu maka itu adalah kejadian lain dari kegiatanmu menutupi sifat-sifatnya. Maka adalah sungguh berdosalah bagi orang-orang yang gemar menutupi sifat orang lain, karena yang demikian dampaknya begitu besar bagi murid-muridnya. Bahkan aku bisa katakan bahwa menutupi sifat itu tidak lain tidak bukan adalah pembunuhan secara perlahan-lahan.

Guru menggapai kesempatan:
Sebentar guru, jikalau sebaliknya, maksudku justeru yang melakukan atau yang menutui sifat itu siwa, yaitu siswa menutupi sifat gurunya, bukankah itu sama dosanya.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat kesempatan, hakekat sifat dan hakekat kuasa. Sifat-sifat dari orang berkuasa adalah lain pula sifatnya dengan sifat-sifat orang yang tidak atau kurang berkuasa. Jikalau muridmu bicara dan kamu mendengarkan, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu bertanya dan engkau menjawab, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu berinisiatif dan engkau menunggu, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu melakukan kegiatan sementara engkau menontonnya, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Demikian seterusnya. Jadi sifat memberi kesempatan dan sifat menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisilinya, apakah dalam orang yang berkuasa atau dalam orang yang dikuasai.

Guru menggapai kesempatan:
Kenapa engkau sebut aku sebagai guru menggapai kesempatan. Padahal sesuai dengan uraiannya mestinya aku lebih tepat kalau kau sebut sebagai guru memberi kesempatan.

Orang tua berambut putih:
Itulah ujianku terhadap dirimu. Kalau itu adalah engkau sendiri yang mengatakan maka baiklah untuk dirimu. Tetapi jikalau aku yang mengatakan maka tidak baiklah untuk dirimu. Mengapa? Karena dengan demikian aku telah menutupi sifatmu.

Guru menggapai kesempatan:
Ah guru, mohon maaf, bukankah guru telah berbuat kontradiktif, ambivalensi atau bertentangan di dalam guru sendiri. Di dalam Agama itu disebut sebagai munafik. Bagaimana menurutmu?

Orang tua berambut putih:
Benar ucapanmu. Sampai di sini aku merasa terharu walau mungkin kamu tidak demikian. mengapa karena engkau semakin pandai saja. Sampai di sinilah aku akan katakan sesuatu yang tidak bisa aku katakan sebelumnya.

Guru menggapai kesempatan:
Apa itu guru? Tolong jelaskan. Au menjadi penasaran dibuatnya.

Orang tua berambut putih:
Benar ucapanmu. Ketika aku berbicara panjang lebar kepadamu, maka aku sedang dalam proses menutipi sifat-sifatmu. Padahal aku sedang berbicara memberi kesempatan. Jadi aku tidak bisa memberi kesempatan tanpa menutupi sifat-sifatmu. Maka aku tidak bisa terhindar dari pertentangan dalam diriku. Jikalau engkau sensitif dan peka maka dapat aku katakan “pertentangan” itulah sebenar-benar hakekat diriku.

Guru menggapai kesempatan:
Oh guru mengapa demikian. Mengapa aku capai-capai mengikutimu ternyata engkau hanyalah sebuah kontradiksi. Oh Tuhan ampunilah aku, ya Tuhan. Guru macam apalah engkau ini. Kenapa engkau mengajariku banyak hal padahal engkau sendiri adalah kontradiksi. Aku sudah tidak bisa lagi menangis. Air mataku sudah kering. Lalu aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Tenang dan sabarlah. Karena ciri-ciri orang cerdas adalah jika dia bisa mengendalikan secara proporsional perasaannya.

Guru menggapai kesempatan:
Saya harus sabar bagaiman guru? Bukankah selama ini kau telah menipuku. Menipuku secara besar-besaran. Maka tiadalah ampun bagimu, wahai guruku.

Orang tua berambut putih:
Padahal apa yang akan aku katakan justeru lebih berat dari itu. Sudah saya katakan berkali-kali bahwa diriku tidak lain tidak bukan adalah pengetahuanmu. Telah terbukti bahwa diriku tidak bisa terhindar dari pertentangan, maka dapat aku katakan bahwa bahwa sebenar-benar ilmumu itu adalah pertentangan atau kontradiksi. Tiadalah suatu ilmu tanpa kontradiksi, karena jika tidak ada kontradiksi maka itu berarti berlaku hukum identitas. tetapi dengan hukum identitas kita tidak akan mendapat ilmu apa-apa. Karena A adalah A itulah hukum identitas. “Aku” adalah “Aku” itu juga hukum identitas. Ketahuilah bahwa kalimat “Saya adalah guru” itu sebenar-benar kontradiktif dalam filsafat. Mengapa? Itu adalah kontradiktif dan tetap kontradiktif sampai engkau dapat membuktikan bahwa “Saya” itu identik atau persis saama dengan “guru”. Padahal kita tahu bahwa “saya” tidaklah sama dengan “guru”. “saya” mempunyai sifat-sifat yang berlainan dengan “guru”. Demikian pula bahwa “2+3=5” adalah juga kontradiktif secara filsafati mengapa, karena sebenar-benar bahwa “2+3” belumlah sama dengan “5” sebelum engkau mampu membuktikannya.

Guru menggapai kesempatan:
Wahai guru, aku belum bisa menerima penjelasanmu itu. Karena guruku yang lain mengatakan “Jagalah hatimu dan jangan sampai ada pertentangan di situ. Jika terdapat satu saja pertentangan di hatimu, maka itu pertanda syaitan duduk di situ”. Kalau begitu apakah engkau sedang mengajarkan ilmunya syaitan kepadaku guru?

Orang tua berambut putih:
Benar pertanyaanmu dan benar pula ucapan gurumu yang lain itu. Sedari awal yang aku bicarakan adalah tentang dirimu dan diriku. Berkali-kali aku katakan bahwa diriku adalah ilmumu. Ilmumu adalah pikiranmu. Jadi sebenar-benar aku adalah pikiranmu. Jadi konradiksiku adalah kontradiksi dalam pikiranmu. Barang siapa ingin memperoleh ilmu dalam pikirannya, maka bersiaplah dia menemukan kontradiksi-kontradiksi itu.

Guru menggapai kesempatan:
Terus bagaimana dengan hatiku ini guru?

Orang tua barambut putih:
Hatimu adalah jiwamu. Hatimu adalah hidupmu. Hidupmu tidak lain tidak bukan adalah hatimu. Maka barang siapa baik hatinya maka baik pula hidupnya. Dan barang siapa buruk hatinya maka buruk pula hidupnya. Sebenar-benar hatimu itu adalah satu, yaitu rakhmat Nya. Maka hatimu tidak lain tidak bukan adalah ibadahmu. Sebenar-benar hatimu adalah doa-mu. Jadi tiadalah pertentangan dan keragua-raguan di sana. Barang siapa membiarkan adanya pertentangan dan keragu-raguan di hati maka syaitan lah yang akan menghuni hatinya. Maka dengan tegas aku katakan jagalah hatimu jangan sampai ada pertentangan ataupun kontradiksi.

Guru menggapai kesempatan:
Hah.. itulah sebenar-benar ilmuku guru. Oh Tuhan ampunilah segala dosaku. Aku telah berbuat durhaka kepada guruku. Kenapa guruku yang begitu hebat telah aku sumpah serapah. Manusia macam apakah aku ini ya Tuhan. Kiranya engkau cabut nyawaku sebagai tebusannya, maka ikhlaslah aku. Wahai guruku, sudilah engkau memaafkan diriku, dan sudilah aku masih tetap bersamamu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar ilmu. Itulah sebenar-benar rakhmat. Yaitu jikalau engkau menyadari kelemahanmu dan selalu mohon ampun ke hadlirat Nya. Maka sebenar-benar Filsafat itu adalah refleksi. Refleksi itu artinya melihat diri sendiri. Belumlah engkau dikatakan belajar filsafat jika engkau belum mampu melihat dirimu sendiri. Padahal syarat untuk mampu melihat diri adalah tidak sombong dalam dirimu.  Tidak sombong artinya ikhlas dalam hatimu dan jernih dalam pikirmu. Ikhlas dalam hatimu adalah mensyukuri setiap hal sebagai Rakhmat Nya. Jernih dalam pikirmu adalah terbebas dari prejudice, buruk sangka, atau negatif thinking. Maka untuk menggapai kesempatan, belajar dan selalu belajarlah, membaca dan selalu membacalah, bertanya dan selalu bertanyalah, berdoa dan selalu berdoalah. Ikutilah kuliah filsafat dan bacalah elegi-elegi tanpa prasyarat apapun. Inilah salahsatu kesempatan itu. Maka raihlah kesempatan itu. Tetapi janganlah salah paham karena sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Maka sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika murid-muridnya sebenar-benar menggapai kesempatan pula. Maka sebenar-benar hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. Amien.

94 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut memberi pelajaran kepada saya bahwa sebagai guru hars selalu menghidupkan murid – murid. Murid – murid yang hidup itulah yang akan membuat guru juga hidup. Maka harus saling menghidupkan. Hidup adalah suatu kesempatan. Ada banyak kesempatan untuk menghidupkan. Tinggal kembali lagi ke masing – masing pribadi, apakah akan memanfaatkan kesempatan itu atau tidak.

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kesempatan akan selalu datang di setiap kehidupan seseorang, begitu pula ketika belajar. Setiap proses belajar itu berarti siswa diberi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang diajarkan. dan guru dalam hal ini perlu memberikan kesempatan kepada siswa memilih cara belajar, cara menyalurkan informasi yang guru berikan dan cara menyimpulkan pengetahuan yang ia dapat. Selayaknya guru hanya menjadi fasilitator bagi siswa dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saya menyukai bagian di mana orang tua berambut putih mengatakan bahwa jika engkau telah benar – benar hidup dan telah benar – benar hidup dan menghidupkan, maka tiadalah sesuatu di dunia yang tidak saling terkait. Saya setuju dengan itu. dunia adalah semacam hubungan sebab akibat di mana kausa primanya adalah Tuhan yang Maha kuasa. Lihatlah bagaimana hidup kita di masa lalu akan menentukan hidup kita dimasa kini. Dan juga hidup kita di hari ini akan bekaitan dengan kehidupan dimasa mendatang.
    Itu baru mengkaitkan waktu yang terjadi dalam hidup kita. Bagaimana bila kita mulai mengkaitkannya dengan orang lain. Tentu saja akan jalin sebuah benang merah besar yang saling terkait satu sama lain.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    16709251045
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi seorang guru menggapai kesempatan membahas mengenai kesempatan merupakan kemerdekaan dan sebuah potensi. Orang yang mempunyai kesempatan maka ia dikatakan hidup, dengan demikian seorang guru harusnya dapat menghidupkan siswanya dalam pembelajaran agar siswa mempunyai kemampuan komunikasi. Komunikasi memberikan kesempatan bagi siswa dalam menyampaikan ide dan gagasannya mengenai suatu materi pembelajaran. Komunikasi tercipta ketika guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan yang lebih mengutamakan partisipasi siswa dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setiap orang pasti punya hak untuk menggapai kesempatan, maka jangan sia-siakan kesempatan karena tidak datang untuk kedua kalinya. Dalam hali ini guru untuk menggapai kesempatan sangat terbuka lebar akantetapi itu semua tergantung niatnya yaitu adanya kemauan dan kemampuan. Keduanya tidak dapat terpisahkan. Oleh karena itu, hidupilah hidup untuk menghidupi hidup.

    ReplyDelete
  6. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Garis besar yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah sebagai pendidik hendaknya jangan menutup sifat-sifat murid. Ciri-ciri menutup sifat-sifat murid adalah guru bertanya murid menjawab, guru menyuruh murid melakukan, guru berbicara murid mendengarkan, dll. Sebagai fasilitator, hendaknya memfasilitasi murid. Biarkan murid mengkronstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kesempatan akan selalu datang di setiap kehidupan manusia, tapi tergantung bagaimana ia memanfaatkan kesempatan tersebut, begitu pula ketika kegiatan pembelajaran. Guru yang menggapai kesempatan adalah guru yang selalu hidup dan menghidupkan muridnya. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya, menemukan, mengembangkan pikiran mereka, mengembangkan ide-ide, intuisi, melakukan suatu kegiatan untuk menemukan suatu konsep, mengamati suatu masalah, mencoba menyelesaikan suatu masalah, dll. Guru sebaiknya memberikan kesempatan-kesempatan tersebut kepada siswa dalam rangka memfasilitasi mereka dalam mengkonstruk pengetahuannya. Selain itu, guru menggapai kesempatan juga adalah guru yang inovatif dan kreatif, ia mengembangkan LKS, media pembelajaran yang bervariasi, interaksi, sumber belajar dan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi untuk memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  8. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Di mana guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa dan siswa sebenar-benarnya menggapai kesempatan. Dan hakikat hidup adalah member dan diberi kesempatan.
    Pada postingan ini saya termotivasi dengan tulisan Bapak yaitu “untuk menggapai kesempatan, belajar dan belajarlah, membaca dan selalu membacalah, bertanya dan selalu bertanyalah, berdoa dan selalu berdoalah”

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi diatas bahwa, kesempatan itu adalah kemerdekaan. Kesempatan adalah potensi sekaligus fakta. Maka sebenar-benar hidup adalah kesempatan. Jikalau seseorang sudah tidak mempunyai kesempatan maka tiadalah dia dapat dikatakan sebagai hidup. Dengan adanya kesempatan kita bisa memperbaiki diri kita sendiri, sehingga menajdi pribadi yang lebih baik lagi dari pada sebelumnya, dalam menjalani kehidupan selalau ada kesempatan yanag mana banayk orang menyepelikan kesempatan itu, sehingga kesempatan yang mereka punya tidak mereka gunakan, padahal jika kita diberikan kesempatan maka pergunakan kesempatan itu sebaik mungkin, akrena kesempatan tidak akan datang dua kali.

    ReplyDelete
  10. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada komen kali ini saya mengingatkan sebuah pepatah yang tak asing bagi kita yaitu Segala kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Begitulah gambaran seorang guru yang dengan ikhlas mengabdikan ilmunya untuk beribadah kepada Tuhan. Karena betapa beruntungnya seorang guru yang dengan ilmunya dapat melahirkan ilmuwan yang taat kepada Tuhannya. Oleh karena itu kita sebagai guru harus benar-benar dalam mengajarkan ilmu kepada siswa meskipun dengan sifat-sifat yang kontradiksi. karena Tiadalah suatu ilmu tanpa kontradiksi.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kesempatan adalah waktu luang untuk seseorang. Setiap manusia pasti memiliki kesempatan karena hidup ini sebenarnya adalah kesempatan. Namun, kesempatan bisa berakhir sehingga kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Lakukan hal terbaik ketika kesempatan datang kepada kita. Sebagai guru, pencapaian kesempatan barulah dirasa ketika siswanya menyambut dengan ikhlas kesempatan yang diberikan gurunya kepada kita. Sungguh makna kesempatan sangat luas jika kita mau berpikir. Sedangkan sebagai siswa, ikhlas belajar, membaca, bertanya dan berdoa adalah upaya menghargai kesempatan yang Tuhan anugerahkan kepada mereka.

    ReplyDelete
  12. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ternyata selama ini secara tidak sadar banyak guru yang telah menutupi sifat-sifat muridnya, tidak memberi kesempatan pada muridnya dan cenderung mengajar sesuai kehendaknya sendiri. Tulisan ini menjadi pengingat bagi pembaca khususnya calon guru, bahwa guru haruslah dapat menghidupkan murid-muridnya, yaitu memberi kesempatan bagi mereka untuk bicara, bertanya, membangun pengetahuan dan menjadikannya aktif di kelas. Guru tidak perlu mendominasi, cukuplah mengambil peran sebagai fasilitator bagi para siswa agar mereka tepat dalam membangun konsep dalam benak pikirannya.

    ReplyDelete
  13. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia pasti memiliki kesempatan, hanya saja bagaimana manusia itu sendiri menanggapi kesempatan yang ada. Dalam elegi diatas menceritakan bahwa seorang guru memiliki kesempatan untuk menghidupkan dan justru menutupi sifat-sifat muridnya. Guru yang baik adalah guru yang menggapai kesempatan untuk menghidupkan murid-muridnya yaitu memberikan wadah untuk mengembangkan ilmu dan bakat yang dimilikinya bukan justru memaksak kehendak guru terhadap muridnya. Sebenar-benarnya hidup adalah memberi dan diberi kesempatan.

    ReplyDelete
  14. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap kesempatan yang kita dapatkan memanglah menjadi sebuah pilihan, jalan mana yang akan kita pilih. Memilih kesempatan itu atau menghilangkannya sama sekali. Layaknya seorang guru, dia diberikan kesempatan untuk menghidupkan murid-murid. Maksudnya menghidupkan murid-murid adalah dengan memberikan kesempatan pula kepada siswa untuk ikut andil dalam proses pembelajaran. Tidak seharusnya pembelajaran itu teacher-centered, tetapi student-centered yang melibatkan siswa dalam penemuan konsep.

    ReplyDelete
  15. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kesempatan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan dirinya, termasuk seorang guru. Oleh karena itu sebenarnya kesempatan tidak datang hanya sekali namun datang sebanyak kita berusaha menciptakannya., bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita berusaha terus-menerus suatu hari kesempatan itu insyaAllah akan datang. Hidup ini adalah kesempatan. Kaitannya dengan guru, guru punya kesempatan untuk menghidupkan peserta didiknya yaitu memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat dan minatnya.

    ReplyDelete
  16. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Setelah membaca elegi ini saya menjadi mengerti bahwa sebaik baiknya guru adalah guru yang bisa menghidupkan murid-muridnya. Artinya, seorang guru harus bisa memberi kesempatan muridnya untuk berperan aktif dalam mengkonstruk pengetahuannya. Biarkan mereka menggali potensinya. Jangan menjadi guru yang menjadikan pembelajarannya itu berpusat pada seorang guru. Karena tanpa disadari ini akan menjadi penutup sifat murid. Guru yang menggunakan metode ceramah akan tidak melatih kemampuan dan kreatifitas siswanya untuk berkembang, bahkan perlahan justru dapat mematikan sifat murid. Maka janganlah sekali-kali keberadaan guru dan kegiatan sebagai guru menutup sifat-sifat murid-muridnya. Karena sifat yang tertutup itulah sebenar-benar tiada kesempatan. Jadilah guru yang mampu hidup dan menghidupkan murid-muridnya.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Begitu datangnya kesempatan, setidaknya langsung diambil dan digunakan sebaik mungkin. Karena kesempatan tidak akan datang dua kali atas kehendak. Namun kesempatan dapat pula diusahakan sepenuh hati agar ia datang dan dapat digunakan dengan baik. Begitu juga dengan siswa. Bagi guru mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mengajari berbagai macam siswa. Dengan karakter yang berbeda. Suku yang tak sama. Latar belakang yang bertolak arah. Dengan siswa yang heterogen tersebut, siswa diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengetahuan. Kesempatan di sini adalah guru memberikan fasilitas baik beripa pembelajaran yang menarik hingga media pembelajaran. Kesempatan seperti ini yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hidup adalah kesempatan. Hidup haruslah digunakan untuk menggapai kesempatan. Guru haruslah dapat hidup dan menghidupkan muridnya artinya guru harus mau memberikan kesempatan kepada muridnya. Guru tidak boleh untuk menutupi sifat-sifat yang dimiliki oleh murid dengan cara memberikan julukan atau kata-kata buruk kepada murid seperti kamu itu bodoh dan sebagainya. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan pada murid. Murid dibiarkan untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya, murid diberi kan kesempatan untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Jika guru masih sebagai subyek dalam pembelajaran, itu tandanya guru masih belum memeberikan kesempatan pada murid-muridnya. Murid hendaknya dijadikan subyek dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kesempatan adalah sesuatu yang mungkin ada dan mungkin bisa terjadi, jika kesempatan itu datang haruslah kita manfaatkan sebaik mungkin. Seorang guru memiliki kesempatan yang baik untuk mengantarkan siswa untuk menggapai ilmu agar bisa meraih cita-citanya. Guru dapat dikatakan baik jika siswanya dapat menggapai ilmu atau kesempatan tersebut dengan bantuan seorang guru.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    kesempatan adalah kemerdekaan untuk memilih. jika tidak bisa memilih, maka tidak mempunya kesempatan. saya tertarik dengan kalimat, 'guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan mampu menghidupkan murid-muridnya. guru mempunyai kesempatan untuk memilih cara membelajarkan siswa. dan cara membelajarkan siswa baik adalah dengan menghidupkan siswa itu sendiri. mereka mampu berinteraksi, berkomunikasi, menyampaikan pendapat secara bebas. dan untuk menjadi guru yang baik hendaknya selalu menginstropeksi diri, menjaga keikhlasan dalam berbuat, tetap berhati dan pikiran jernih, tidak sombong dan tidak berburuk sangka. agar guru dapat menentukan pilihan yang tepat dari berbagai kesempatan yang ada.

    ReplyDelete
  21. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran dimana guru hidup dan menghidupkan muridnya. Dalam pembelajaran sudah seharusnya tidak hanya guru saja yang berbicara di depan kelas dan siswa hanya pasif mendengarkan, tapi berilah siswa kesempatan untuk berbicara menyampaikan gagasannya, berpikir kritis, bertanya, dimana siswa bisa berpartisipasi aktif di kelas dan mengkonstruksi pengetahuannya.
    Untuk menggapai kesempatan, belajar dan selalu belajarlah, membaca dan selalu membacalah, bertanya dan selalu bertanyalah, berdoa dan selalu berdoalah.

    ReplyDelete
  22. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi seorang guru menggapai kesempatan. Menurut saya penting bagi guru dan calon guru membaca elegi ini. Di dunia ini selalu ada kesempatan. kesempatan adalah keadaaan dimana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan murid-muridnya. Guru yang berkuasa hendaknya tidak menutup sifat sifat dari muridnya yang tak kuasa. Guru hendaknya memberi kesempatan bagi para siswa nya untuk menunjukkan eksistensinya, partisipasinya, dan seluruh kemampuannya.
    Selalu lakukan refleksi diri untuk menggapai kesempatan ini, belajar dan selalu belajar, membaca dan selalu membaca, berdoa dan selalu berdoa. sebenar-benar guru menggapai kesempatan adalah jika muridnya juga sebenar-benar menggapai kesempatan.

    ReplyDelete
  23. Gunakan kesempatan yang diberikan. Bersyukurlah dengan kesempatan tersebut. Kesempatan menggapai mimpi-mimpi, kesempatan menjadi berkat untuk orang lain, bahkan kesempatan menjadi guru. Tuhan memberikan kesempatan untuk menjalani profesi kita saat ini. Seorang guru dikatakan menggapai kesempatan adalah jika dia dapat selalu hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Seseorang yang diberi kesempatan menjadi seorang guru hendaknya memberikan para siswa kesempatan mengeksplorasi pengetahuannya, karena hidup adalah memberi dan diberi kesempatan. Syukurilah setiap kesempatan yang kita miliki dan lakukan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan dengan sepenuh hati. Menjadi guru juga berarti memberikan jalan, tangga, atau gerbang yang dapat menghantarkan siswa menuju jalannya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sesuai dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial, kita harus selalu membutuhkan orang lain dalam hidup. Saling membantu satu sama lain, saling memberi dan berbagi, peduli dan perhatian. Selalu ada hubungan dan timbal balik masing-masing interaksi dengan orang lain, namun tidak harus merugikan timbal balik satu atau kedua sisi. Sama seperti kehidupan antara guru dan siswa. Ada keterkaitan di antara mereka untuk mengembangkan pengetahuan dan pengetahuan bersama. Tapi untuk disadari adalah bahwa siswa sedang belajar pokok bahasan, maka mari kita sebagai guru yang benar-benar meliput kemampuan dan potensi siswa generasi nyata yang meraih kesempatan. Setiap proses belajar berarti siswa diberi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang diajarkan dan guru dalam hal ini perlu memberikan kesempatan kepada siswa memilih cara belajar, cara menyalurkan informasi yang guru berikan dan cara menyimpulkan pengetahuan yang ia dapat. Itulah sebenar-benar ilmu. Itulah sebenar-benar rakhmat. Yaitu jikalau engkau menyadari kelemahanmu dan selalu mohon ampun ke hadlirat Nya. Maka sebenar-benar Filsafat itu adalah refleksi. Refleksi itu artinya melihat diri sendiri. Maka manfaatkanlah segala kesempayan yang ada dan mungkin ada dalam ruang dan waktumu.

    ReplyDelete
  25. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam hal ini saya mengetahui bahwa Kesempatan datang kapan saja setiap waktu. Namun kesempatan yang sama tidak mungkin tidak datang untuk keduakalinya. Kesempatan adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Kesempatan adalah kemerdekaan. Kesempatan adalah potensi sekaligus fakta. Sebenar-benarnya hidup adalah kesempatan. Seorang guru yang benar adalah seorang guru yang mempu memberikan kesempatan siswa. Namun pada kenyataannya dalam proses belajar mengajar, masih banyak guru yang menutupi sifat siswa sehingga siswa tidak menerima kesempatan untuk belajar. Siswa seperti dituntut untuk belajar bukan karena kesempatan untuk belajar.

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kesempatan akan terus selalu ada di dalam kehidupan kita. Termasuk kesempatan untuk guru. Banyak sekali kesempatan yang bisa didapat oleh guru dalam hal memperbaiki kualitasnya, seperti pelatihan, belajar sepanjang hayat, dll. Guru pun juga harus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri agar konsep yang dipelajari akan terus diingat dan pembelajaran menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  27. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Elegi guru menggapai kesempatan memantapkan hati saya untuk berkarir menjadi seorang pendidik. Pendidik yang mampu hidup dan menghidupkan siswa-siswanya. Memberikan kesempatan kepada siswa seluas-luasnya agar dapat mengembangkan segenap potensi dan kualitas yang mereka miliki. Menghargai segala macam bentuk usaha yang telah mereka lakukan. Meskipun sederhana karya yang mereka hasilkan, asalkan mereka mengerjakannya penuh kesungguhan, itu akan jauh lebih bermakna dibandingkan sesuatu yang wah, namun hasil dari plagiarisme. Guru yang ridak menggurui muridnya dan guru yang percaya bahwa siswanya mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini menjelaskan bahwasanya kesempatan merupakan kemerdekaan seseorang yang dibuktikan jika ia benar-benar hidup. Dengan demikian selagi kita masih diberi umur panjang maka raihlah semua kesempatan yang ada jangan sampai kesempatan tersebut berubah menjadi penyesalan yang tiada berujung. Kesempatan terjadi ketika adanya interaksi antara individu yang satu dengan yang lainnya. Seperti dalam pembelajaran di sekolah, seorang guru dapat menggunakan kesempatannya untuk dapat berpartisipasi dengan siswa di dalam kelas. Siswa diberi Lembar Kerja secara berkelompok untuk menemukan dan menyelesaikan suatu konsep yang kemudian guru sebagai fasilitator dalam berdiskusi. Dengan demikian, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif di dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  29. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Guru sebaiknya tidak menutupi sifat sifat siswa yang natural. memberikan kebebasan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. guru hendaknya menjadi fasilitator untuk siswa dalam menemukan konsep materi pelajaran, berikan kemerdekaan siswa untuk mengungkapkan pendapatanya, untuk bertanya dll.

    ReplyDelete
  30. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesempatan adalah kebebasan untuk memilih. Kita memiliki hak untuk melakukan apa saja sesuai hasil pemikiran kita. Guru atau orangtua hanyalah mengarahkan ke jalan yang benar, mendukung apa yang kita pilih, dan memotivasi.

    ReplyDelete
  31. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Setiap orang memiliki kesempatan dan kemerdekaan, begitu juga dalam proses pembelajaran, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, pembelajaran disekolah tergantung guru yang mengajar, sebaiknya guru memang memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya dan memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep materinya.

    ReplyDelete
  32. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mendapatkan bahwa, pendidik yang baik adalah yang bisa melihat potensi pada muridnya dan memberikan kesempatan kepadanya untuk menggunakan bakat dan kemampuannya untuk belajar. Jika pendidik tidak memperhatikan potensi dan kemampuan muridnya, maka guru tersebut telah menentukan harus menjadi apa muridnya, tanpa perduli apakah muridnya itu sudah mampu atau masih perlu diberikan kesempatan agar mampu mengikuti pelajaran yang akan diberikan selanjutnya.

    ReplyDelete
  33. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ikhlas dan tidak sombong. Dua hal tersebut sangatlah penting untuk dijadikan dasar sebagai pengendali diri kita. Karena dengan memperhatikan dan melaksanakan hal tersebut akan mempermudah kita dalam menggapai kesempatan.

    ReplyDelete
  34. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa guru itu perlu diberi kesempatan dan memberi kesempatan. Guru perlu diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang agar dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk membentu siswa. Guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutaran pendapat dan keinginannya dalam pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  35. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semua makhluk hidup di dunia ini memiliki kesempatan yang sama, hanya saja manusia diberi kelebihan karena memiliki akal dan pikiran untuk memilih. untuk itu kesempatan bagi manusia itu sendiri dipilih oleh manusia itu sendiri, bagaimana manusia dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Tetapi dalam dunia pendidikan, siswa sering kali tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi-potensinya. guru justru menutup kesempatan bagi siswa dengan metode metode pembelajaran yang dianggapnya paling benar.

    ReplyDelete
  36. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hidup terdiri atas kesempatan-kesempatan. Kesempatan adalah kemerdekaan.
    Kemerdekaan untuk memilih, untuk ragu-ragu, bahkan untuk tidak melakukan apapun. Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Kesempatan adalah hidup. Sebenar-benarnya hidup adalah saling hidup dan menghidupkan.
    Guru yang baik adalah guru yang mampu hidup dan menghidup-hidupkan muridnya. Jangan sampai guru menutup sifat-sifat murid. Karena menutup sifat murid berarti meniadakan kesempatan bagi mereka. Guru yang menggapai kesempatan bagi muridnya dapat ditunjukkan dengan selalu mendengarkan pendapat siswa, membiarkan siswa aktif membangun pengetahuannya secara mandiri, menyambut inisiatif siswa, dsb.

    ReplyDelete
  37. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Lalu, untuk menggapai kesempatan, yang harus kita lakukan adalah belajar dan selalu belajar, membaca dan selalu membaca, bertanya dan selalu bertanya, berdoa dan selalu berdoa. Semuanya itu haruslah kita lakukan dengan hati yang ikhlas, pikiran yang jernih, dan bebas prasangka.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesempatan itu akan selalu ada, tergantung kesadaran diri individunya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Jika hati individu masih terbelenggu maka akan susah untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, karena hati yang ikhlas akan memudahkan setiap langkah yang kita ambil.

    ReplyDelete
  39. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimkasih Prof, dari elegi diatas saya tertarik dengan kalimat "Oleh karena itu maka wajib hukumnya bahwa engkau sebagai guru harus selalu menghidup-hidupkan murid-muridmu." Maka sejatinya kita sebagai guru maupun calon guru, tugasnya bukan untuk menggurui siswa, menyuruh siswa, tapi lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan ide kreatif mereka.

    ReplyDelete
  40. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Peluang seorang guru menggapai kesempatan saat guru tersebut masih hidup. Maka, ketika guru tersebut telah kehabisan waktu untuk menggapai kesempatan, maka telah habis pula waktu untuk hidup.

    ReplyDelete
  41. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    kata-kata yang cukup menarik perhatian saya, hidup adalah hidup dan menghidupkan. bagaimana hidup kita akan menjadi hidup dengan kondisi hidup dan menjadi penghidup untuk orang disekitar kita. bagaimana ruh seorang guru adalah menjadi penghidup atas hidup murid-muridnya. maka tidak bermakna lagi hidup seorang guru atau bahkan tidak hidup seorang guru tanpa dapat menghidupkan hidup

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebesar-sebar ketenangan adalah muhasabah diri. Memberikan ruang untuk merefleksi setiap jalan yang kita lalui.

    ReplyDelete
  43. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat kontradiksi antara menutup dengan menutup sementara untuk membuka. Guru tidaklah baik menutup sifat-sifat muridnya, akan tetapi proses untuk mengembangkan sifat perlu sedikit menutup agar siswa dapat terarah.

    ReplyDelete
  44. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan “ditentukan”. Sebagai contoh adalah guru dan siswa, jika guru banyak menentukan apa yang harus dikerjakan oleh siswa, berarti sejatinya guru telah menutup sifat dari siswa atau menutup kesempatan siswa. Yang demikian itu akan membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Jadi, guru yang baik adalah guru yang tidak menutup kesempatan siswa dengan melibatkan siswa dalam menentukan sesuatu dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  45. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah bahwa untuk menggapai kesempatan, hal yang harus dilakukan adalah belajar dan selalu belajar, membaca dan selalu membaca, bertanya dan selalu bertanya, berdoa dan selalu berdoa. Blog ini dan seluruh postingan-postingan dari Prof Marsigit di blog ini sebenarnya adalah kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswa dapat membacanya tanpa prasyarat apapun, dan dapat mengembangkan potensi dirinya melalui banyak membaca blog ini.

    ReplyDelete
  46. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi seorang guru menggapai kesempatan tersebut yang saya pahami adalah bahwa pendidik di dalam proses pembelajaran sebaiknya jangan sampai menutupi sifat-sifat yang dimiliki siswa, Maksudnya adalah jangan sampai pendidik membatasi kesempatan siswa dalam membangun pengetahuannya secara mandiri.

    ReplyDelete
  47. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seorang guru yang harus mampu merefleksikan dirinya sendiri. Yaitu mampu melihat dirinya sendiri. Syaratnya adalah dengan ikhlas dalam hati dan jernih dalam pikiran. Ketidaksombongan juga merupakan bagian dari keikhlasan. Sehingga untuk menjadi seorang guru alangkah baiknya selalu ikhlas dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam segala bidang kehidupan, salah satunya dalam pendidikan, hidup harus dibuat agar bermanfaat bagi orang disekitar. Apa yang kita lakukan, apa yang kita upayakan senantiasa harus menghasilkan hidup serta kehidupan yang bermakna, entah bagi diri sendiri maupun bagi orang disekitarnya.

    ReplyDelete
  49. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk menjadi pribadi yang baik, seorang guru diharapkan tidak hanya pandai untuk memaksimalkan kesempatan yang ada dihadapannya. Melainkan harus mampu menghasilkan kesempatan-kesempatan baru yang nantinya akan dimanfaatkan oleh siswa siswinya. Dengan diberikannya kesempatan seluas-luasnya kepada murid, secara tidak langsung guru tersebut sudah mengajak siswa siswinya untuk membangun dunianya sendiri.

    ReplyDelete
  50. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk dapat memberikan kesempatan yang luas kepada muridnya, serta menghidupkan kegiatan belajar mengajar, maka diwajibkan seorang guru untuk menyiapkan dirinya sebaik mungkin. Mulai dari perencanaan yang matang, pelaksanaan yang maksimal, bahkan tindak lanjut yang berkesinambungan. Oleh karenanya , sebelum menghidupkan dunia luar, guru tersebut diwajibkan untuk membangun kesempatan yang ada dalam dirinya, untuk menghidupkan semangat dalam menghasilkan kehidupan yang baru.

    ReplyDelete
  51. Elli Susilawati
    16709251073
    PmatD pps 16

    Manusia terkadang bingung dan bimbang jika disuruh memilih.. Dan bahagia jika tidak memilih. Karena ada rasa ketakutan akan kesalahan dalam menentukan pilihan. Tetapi justru sebenarnya kesempatan itulah yang ditunggu-tunggu. Dengan mengambil kesempatan yang ada disitulah perbaikan diri dimulai.

    ReplyDelete
  52. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam komentar ini, saya inginmenanggapi tentang kesempatan guru untuk menulis. Bahwa sebenar-benarnya guru itu sebagai penulis dan peneliti. Namun pada kenyataany masih banyak guru tidak menyadari atas hal tersebut mereka berkilah karena tugas guru sudahlah berat. Namun merka tidak berpikir karena guru dikelas maka guru mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk meneliti kejadian nyata yang terjadi dilapangan, dan bagaiman mengatasinya dapat dijadikan bahan kajian dalam penelitiannya. Penelitian yang munkin adalah penelitian tindakan kelas.

    ReplyDelete
  53. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dan banyak kesempatan yang sebenarnya adalh dalam prfesinya sebagai guru. Yang kedua ini tentang kesempatanprofesi guru sebagai ladang pahala. Dalam hal ini mungkin akan mudah bagi para guru untuk mamahaminya. Namun janganlah bergitu,karena sebenarnya sulit juga dalam penerepannya. Yaitu sebagai profesinya guru harus ikhlas dalam memfasilitasi siswa-siswany sehingga untuk kehipan yang masa depan siswa-swanya dapat menjadi pohon pahala bagi dirinya selagi mereka mengamalkan ilmunya dijalan yang benar.

    ReplyDelete
  54. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sebagai guru hendaknya kita tahu dan peka terhadap kesempatan. Kesempatan memiliki banyak sekali hubungan dengan kehidupan dan lingkungan. dengan kesempatan tersebut guru akan selalu dapat hidup dan menghidupkan murid-muridnya. Guru dikatakan sudah menggapai kesempatan apabila murid juga sudah menggapai kesempatan.

    ReplyDelete
  55. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran adalah saling hidup dan menghidupkan. Guru yang hidup berusaha menghidupkan siswa nya. Hidup dalam hal ini berarti dengan kegiatan pembelajarannya, guru yang hidup telah menyusun pembelajaran, dan siswa melalui pembelajaran itu melakukan kegiatan yang melibatkan siswa sehingga aktif dan merata. Dan sebenar-benar pembelajaran adalah yang saling memberi manfaat

    ReplyDelete
  56. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Definisi kesempatan pada elegi diatas adalah, saat hidup tidak menutupi sifatnya, dan saling memberi kesempatan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam berkegiatan, siswa juga memberi kesempatan gurunya untuk mengasah kompetensi nya dengan aktif dalam pembelajaran di kelas, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.Guru juga tidak menutupi sifatnya sendiri saat seorang guru mampu belajar sendiri, mencari referensi dan sumber belajar pendukung yang dipakai dalam merancang pembelajaran, dan memiliki rasa tidak puas akan ilmu

    ReplyDelete
  57. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut eligi seorang guru menggapai kesempatan, kita dapat mengatahui bahawa sebenarnya hidup itu adalah kesempatan dan kesempatan adalah hidup. Di dalam hidup ini penuh dengan fenomena yang terkait antara sebelum dan sesudahnya. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang ada di dunia ini. Dan isi yang ada di dunia ini seperti apa yang ada dalam pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  58. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Salah satu kesempatan yang mulia dalam hidup adalah kesempatan untuk menjadi seorang guru. Kesempatan yang diberikan ini merupakan ladang untuk mencari pengetahuan yang lebih dan lebih dan lading untuk mencari pahala juga. Kesempatan tidak bisa dirakan setiap orang, tetapi kesempatan ini ada pada diri yang memang ingin memajukan pendidikan, terutama di Indonesia.

    ReplyDelete
  59. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesempatan menjadi guru adalah kesempatan yang sangat mulia. Guru dalam pemebalajaran juga harus memberi kesempatan siswa agar bisa berkembang. Kesempatan yang bisa diberikan guru kepada siswa slaah satunya yaitu melalu pembelajaran inovatif yang menjadikan siswa menjadi aktif.

    ReplyDelete
  60. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak hal yang dapat diambil dari elegi ini, seorang guru tidak boleh menutup kesempatan murid-muridnya. Ketika seorang guru hanya menyampaikan ilmunya kepada muridnya dan mendiskripsikan dirinya, maka bisa dikatakan dia melakukan pembunuhan secara perlahan. Itu sama saja seperti kesombongan seorang guru. Padahal disini dijelaskan ketika kita ingin berfilsafat, kita harus dapat melihat dirinya. Ketika kita ingin merefleksi diri, kita juga harus menghindari kesombongan yang ada dalam diri kita. Selalu bersyukur atas kesempatan hidup yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Karena sebenar-benar hidup adalah memberi kesempatan dan diberi kesempatan.

    ReplyDelete
  61. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kesempatan adalah hidup dan hidup adalah kesempatan. Kesempatan untuk melakukan hal-hal yang dapat bermanfaat untuk kehidupan kita mendatang dan untuk kehidupan di sekitar kita.

    ReplyDelete
  62. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sebetul betulnya hidup adalah menghidupkan. Sebagai guru, kita harus menghidupkan kehidupan murid. Kita hidup karena murid kita menganggap kita hidup, dan murid hidup dengan kita hidupkan. Begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  63. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Jika kita ingin melihat dunia, maka kita tengok pada pikiran kita. Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Persepsi kita terhadap sesuatu adalah apa yang sebetulnya sesuatu itu akan memperlakukan kita.

    ReplyDelete
  64. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Guru yang berbahaya adalah guru yang menutupi sifat murid-muridnya. Artinya, guru tidak memberikan kesempatan kepada murid-muridnya atau dengan kata laian guru memetikan murid-muridnya.

    ReplyDelete
  65. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sifat yang tertutup adalah dimana kesempatan itu tidak ada. Seseorang tidak memberikan kesempatan kepada orang, maka orang tersebt telah menutu sifatnya.

    ReplyDelete
  66. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Membiarkan siswa menunggu sedangkan guru berinisiatif, membiarkan siswa melihat sedangkan kita mengerjakan adalah contoh menutupi sifat murid. Artinya secara perlahan guru membunuh murid-muridnya.

    ReplyDelete
  67. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Jika siswa bertanya dan guru menjawab, siswa berinisiatif dan guru menunggu meupakan contoh guru yang memberikan kesempatan untuk muridnya bukan sebagai bentuk penututpan sifat guru oleh murid.

    ReplyDelete
  68. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sebetul-betulnya hati kita adalah doa-doa kita. Hati kita adalah ibadah kita. Jika doa dan ibadah kita baik maka hati kita dalah baik. Jika doa dan ibadah kita bruk maka hati kita buruk.

    ReplyDelete
  69. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu meminta mpun kepad Tuhannya. Selalau mampu merendah hati dan bercermin kepada diri sendiri. Manusia yang iklhas dan tanpa ada kesombongan dlam hatinya.

    ReplyDelete
  70. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terimakasih Prof. Marsigit atas elegi yang diberikan. Sangat memberikan wawasan baru untuk saya.

    ReplyDelete
  71. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Elegi yang digambarkan dengan menarik dan diilustrasikan dengan percakapan sehingga meudahkan pembaca dalam memahami maksud yang akan disampaikan.

    ReplyDelete
  72. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap orang berhak untuk memperoleh kesempatan, maka jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Kesempatan merupakan suatu kemerdekaan dan sebagai sebuah potensi. Seorang guru yang menggapai kesempatan adalah guru yang selalu hidup dan menghidupkan muridnya. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya, mengembangkan ide, mengamati suatu masalah, menyelesaikan masalah, dll. Guru sebaiknya dapat memberikan kesempatan-kesempatan itu kepada muridnya.

    ReplyDelete
  73. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memberikan sedikit arahan agar siswa tetap pada koridor yang benar walau mereka nantinya kan kita proyeksikan agar berkembang. Menjadi PR yang besar untuk seorang guru agar dapat tetap membuka sisfat-sifat murid tanpa harus banyak menutupi sifat-sifat mereka.

    ReplyDelete
  74. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menjadikan hati sebagai tempat paling rendah untuk menerima semua dengan iklhas dan penuh ketulusan. Walau sulit membuang duri kesombongan, namun keilhasan akan memberikan ruang yang lebar untuk tawadu'.

    ReplyDelete
  75. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kesempatan harus dicari bukan ditunggu. Terus belajar agar kesempatan tak pernah lari dari hidup kita. Semoga kita terus diberi kesempatan untuk hidup dan menghidupkan.

    ReplyDelete
  76. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Desain pembelajaran yang baik adalah desain pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut dan mendorong siswa menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi era kekinian.

    ReplyDelete
  77. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memberikan kepercayaan kepada siswa bukan berarti guru melepaskan tangungjawabnya, akan tetapi guru hanya memberikan stimulus yang ruang untuk siswa dapat mengembangkan diri dan belajar secara mandiri dengan tetap pada koridor guru

    ReplyDelete
  78. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran hendaknya membuat siswa merasa bebas mengemukakan ide gagasan maupun menggali pengetahuan sehingga apa yang mereka pelajari akan lebih bermakna untuk perkembangan kognitif dan mental siswa.

    ReplyDelete
  79. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memberikan soal yang sulit dengan niat menghukum bukan lagi menjadi cara terbaik, siswa hanya akan fokus pada soal yang diberikan tanpa mengetahui asal muasal rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut.

    ReplyDelete
  80. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru menggapai kesempatan adalah guru memberikan ruang kepada siswanya untuk dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri siswa, dan sikap guru adalah memberikan metode pembelajaran yang variatif agar terwujudnya potensi-potensi yang ada dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  81. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya guru memang harus memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan potensi-potensinya karena tugas guru tidaklah hanya mencerdasakan saja tetapi menjadi fasilitator untuk siswanya untuk menggapai cita-cita dan tujuan yang akan mereka raih nanitnya.

    ReplyDelete
  82. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesalahan utama guru yang tidak memberikan kesempatan siswa adalah ketidak tepatan metode pembelajran yaitu berpusat pada guru, hal tersbut tidak akan memberikan ruang untuk siswa berekspresi dan berperan aktif. siswa hanya berperan sebagai penerima dan pendengar saja.

    ReplyDelete
  83. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, elegi seorang guru mengganakan kesempatan, kesempatan yang dimaksud adlah yang berhubungan dengan siswa tersebut. seorang guru selayaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif juga di dalam kelas. jadi tidak hanya guru saja yang mendominasi dikelas, tetapi siswa juga. namun tetap harus dalam pengawasan oleh guru.

    ReplyDelete
  84. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut saya mengetahui bahwa kesempatan adalah kemerdekaan. Maka sebenar-benar hidup adalah kesempatan. Seseorang yang tidak mempunyai kesempatan boleh dikatakan tidaklah lagi hidup. Seorang guru yang baik adalah guru yang mampu menghidupkan muridnya, selain itu juga memberi kesempatan kepada murid dalam kegiatan belajar untuk dapat mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, menyimpulkan, dan lain-lain. Janganlah sekali-kali menutupi kesempatan murid karena berarti menutupi sifat-sifat murid.

    ReplyDelete
  85. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ciri-ciri guru yang menutupi sifat-sifat murid adalah jika seorang guru secara sepihak mendeskripsikan ciri-ciri, seperti mengatakan malas, bodoh. Ketika murid hanya mendengarkan, melihat, menjawab pertanyaan, menunggu, melaksanakan perintah guru, dan lain-lain sedangkan guru aktif dalam kegiatan pembelajaran maka guru tidak memberi kesempatan kepada murid. Itulah sebenar-benar menutupi sifat murid.

    ReplyDelete
  86. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tugas guru sesuai dengan kurikulum 2013 adalah "to facilitate of learning", memfasilitasi siswa agar mudah dalam belajar, bukan hanya menceramahi atau mengajar peserta didik, kita memerlukan guru yang demokratis dan terbuka. Diharapkan siwa bisa berpikir kritis dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  87. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan ditentukan”.Menentukan dan ditentukan itu adalah hubungan kuasa yang satu dengan tidak kuasa yang lain. Seorang guru itu kuasa terhadap muridnya, di sadari atau tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Maka guru itu adalah kuasa untuk menutup sifat murid-muridnya. Sedangkan murid-muridnya tidak kuasa untuk menghindar dari sifat menutup gurunya. Maka sebagai guru harus memberikan kesempatan kepada murid untuk menggapai kesempatan. Sebaliknya murid juga harus berusaha memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  88. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan pembelajaran tidak jauh dari peran guru. Bahkan guru sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik belajar. Dan apabila modal dasar bagi peserta didik itu sudah ada maka dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang siap beradaptasi, menghadapi berbagai kemungkinan dan memasuki era globalisasi ini.

    ReplyDelete
  89. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang guru itu tak mudah dan tidak sulit tetapi harus benar-benar bisa menempatkan dirinya menjadi seorang guru. Guru yang benar adalah guru yang tidak merusak sifat-sifat dasar dari murid-muridnya. Dengan begitu guru tersebut akan menjadi guru terbuka yang dizaman aneh ini sangatlah langka keberadaannya. Guru selayaknya mengembangkan mereka menjadi pribadi yang lebih aktif dan inovatif.

    ReplyDelete
  90. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Kesempatana dalah jalan terbuka masuknya sifat yang mungkin, hilangnya kesempatan adalah tertutupnya sifat yang mungkin masuk ke dalamnya. Memaknai kesempatan mempunyai ruang dan waktu serta mempunyai batasan pada obyek tertentu. Dalam konteks pembelajaran siswa dan murid memberikan pilihan siswa untuk berfikir dan menemukan ide dan mengembangkannya maka itu sebenarnya memberi kesempatan kepada murid. Dalam konteks kehidupan dari segi kontradiktif maka tatkala seorang menutup sifat kebaikan selagi hidup maka sejatinya ia sedang memberikan ketentuan/ menentukan pilihan untuk hancur.

    ReplyDelete
  91. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mempelajari filsafat hendaknya jangan berlaku sombong karena jika berlaku sombong maka seseorang tidak dapat melakukan refleksi diri sehingga orang tersebut tidak benar-benar mengetahui dirinya sendiri. Padahal filsafat adalah ilmu diri sendiri, ilmu yang menunjukkan pikiran diri sendiri. Oleh karena itu jika berlaku sombong maka orang tersebut tidak dapat memahami filsafat dengan sebenar-benar filsafat. Semoga kita selalu dijauhkan dari sifat sombong dan semoga sifat iklhas selalu tertanam dalam pikiran kita agar hidup kita menjadi lebih tenang, tentram dan damai.

    ReplyDelete
  92. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)
    Kesempatan adalah keadaan di mana suatu sifat tidak tertutup oleh sifat yang lain. Jika suatu sifat menutup sifat yang lain, maka sifat yang menutup dikatakan “menentukan” dan sifat yang tertutup dikatakan “ditentukan”. Seperti halnya seorang guru yang suka menutupi sifat muridnya dengan tidak meberikan kesempatan kepada muridnya untuk mengembangkan ilmunya dengan jalannya sendiri. Karena yang semacam itu dapat dikatakan pembunuhan karakter, padahal niat awal membangun karakter namun cara yang digunakan adalah cara membunuh karajter. Semoga kelak jika menjadi guru kita terhindar dari upaya pembunuhan karakter murid dan diberi rahmat-Nya agar senantiasa mampu meberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan ilmunya.

    ReplyDelete
  93. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)
    Dalam hidup ini, ada banyak kesempatan yang dapat kita pilih, bahkan ketika kita tidak memilih itu adalah sebuah kesempatan pilihan. Dalam kaitannya dengan seorang guru, memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di kelas. Hendaknya guru dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif, dan bermakna. Pembelajaran yang berpusat pada siswa, artinya siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya, dan juga siswa selalu aktif di dalam proses pembelajaran. Guru harus benar-benar memainkan peranannya sehingga siswa dapat berhasil dan meraih prestasi di kelas. Karena salah satu tolak ukur keberhasilan guru dalam mengajar dan mentransfer pengetahuannya, dilihat dari berhasil atau tidaknya anak didik tersebut.

    ReplyDelete
  94. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    sebenar-benarnya hidup adalah memiliki kesempatan dan memberikan kesempatan. sebagai seorang guru, kita harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengonstruksi pengetahuannya sendiri. dan sebagai seorang guru, kita harus mampu untuk menghidupkan murid yaitu dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk aktif dalam memperoleh pengetahuan mereka.

    ReplyDelete