Sep 20, 2013

Jargon Kebaikan dan Keburukan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Wahai jargon keburukan dan jargon kebaikan dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon keburukan kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon kebaikan kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon keburukan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon keburukan. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada kebaikan agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para kebaikan tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon kebaikan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon kebaikan. Saya menyadari bahwa jargon para keburukan itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada keburukan agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon keburukan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon keburukan. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi kebaikan pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada kebaikan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada kebaikan maka kedudukanku sebagai keburukan akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi keburukan yang kuat, yaitu sebenar-benar keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai keburukan sejati maka aku harus mengelola semua kebaikan sedemikian rupa sehingga semua kebaikanku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar kebaikan selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para kebaikan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para kebaikan. Dari pada jargon kebaikan menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon keburukan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon keburukan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon keburukan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, di tetapkan sebagai keburukan. Ketika aku menjadi keburukan maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku menjadi keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai keburukan, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Kekuasaanku sebagai keburukan itu mengalir melalui jargon-jargonku. Maka demi menjaga statusku sebagai keburukan terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para kebaikan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai keburukan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon keburukan. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon keburukan, agar dapat mengendalikan jargon-jargon kebaikan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon kebaikan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon kebaikan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon kebaikan. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para keburukan. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada keburukan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada keburukan maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu ingin terbebas sepenuhnya dari jargon-jargon keburukan. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai kebaikan sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para keburukan. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para keburukan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para keburukan. Tetapi apalah dayaku sebagai kebaikan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin terbebas dari para jargon keburukan.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon kebaikan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon kebaikan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon kebaikan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku bertemu dengan jargon keburukan. Ketika aku bertemu denganjargon keburukan, aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku bertemu dengan jargon keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku merasa akan di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai yang kebaikan hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan jargon keburukan itu mengalir melalui jargon-jargon nya. Maka demi menjaga statusku sebagai kebaikan sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para keburukan, agar aku selamat dari cengkeraman para jargon keburukan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai kebaikan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon kebaikan . Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon kebaikan , agar aku bisa berlindung dari ancaman jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai para kebaikan, menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau mampu mengenali jargon-jargon keburukan. Aku ingin memperingatkan para keburukan, bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Aku juga ingin mengingatkan para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amien.

18 comments:

  1. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal seperti tesis dan antitesis. Keburukan adalah ujian dari kebaikan. Menggapai kebaikan harus mampu menerjemahkan dan diterjemahkan agar dapat mengenali keburukan. Keburukan memiliki senjata sangat kuat untuk mempengaruhi manusia dalam berbagai aspek. Sumber dari keburukan adalah setan. Setan akan sangat senang menggoda manusia dengan hati dan pikiran yang tidak jernih. Maka dari itu manusia diperintahkan untuk selalu berhati dan berpikiran jernih.

    ReplyDelete
  2. Ady Ferdian Noor
    S3 DikDas / 18706261004

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Keburukan dan kebaikan selalu ada di dunia ini jadi tergantung kita menterjemahkan dan diterjemahkan pada ruang dan waktu yang tepat. Dunia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa merupakan ruang dan waktu bagi manusia untuk berencana, bekerja, dan berdoa. Dalam berencana, bekerja, dan berdoa keburukan selalu mengganggu agar tidak berhasil dan gagal. Seperti kita ingin mengajar dan mendidik seseorang tapi kita selalu diganggu oleh keburukan. Keburukan bila kita mampu menenterjemahkan dan diterjemahkan maka akan menjadi koreksi diri kita, bahwa kita pasti mempunyai kekurangan. Kebaikan akan tampil setelah keburukan mampu kita menenterjemahkan dan diterjemahkan dan akan bertambah kebaikan kita. Tetapi semua hanya bisa berencana, bekerja, dan berdo'a sesuai etika masing-masing sehingga Tuhan Yang Maha Esa ridho. Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Di dunia ini terdapat dua aspek yang selalu melekat yaitu keburukan dan kebaikan. Namun penilaian dari keduanya pun relatif, tergantung dari sudut mana kita memandang. Fakta menunjukan bahwa keburukan akan memberikan godaan untuk kebaikan, menggoda agar kebaikan berubah menjadi keburukan. Namun sesungguhnya mereka berdiri dalam satu kekuasaan yaitu kuasa Tuhan. Kebaikan merupakan tujuan akhir yang selalu dijaga nilainya oleh Alloh, bagi yang menurut pada Alloh. Oleh karena itu keburukan tidak akan pernah mampu mendekat apalagi mempengaruhi kebaikan. Sehingga sebaik-baiknya pelindung dari keburukan adalah Tuhan

    ReplyDelete
  4. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Dalam kehidupan selalu ada yang namanya kebaikan dan keburukan. Dimana ada baik, disitu ada buruk. Dimana ada tesis, disitu pasti ada antitesis. Kebaikan dan keburukan mempunyai hak masing-masing. Kebaikan memiliki hak untuk mengarahkan manusia pada hal-hal yang baik untuk mendapatkan segala kebaikan di dunia maupun di akhirat. Namun keburukan juga mempunyai hak untuk mengganggu kebaikan. Oleh karena itu, orang yang baik harus senantiasa mendekatkan diri pada Tuhannya. Ia harus bisa terus meningkatkan kebaikannya karena jika ia hanya berbuat sedikit kebaikan tanpa ada niatan untuk meningkatkanya maka keburukan bisa menguasai hatinya. Ia akan mudah goyah dan sifat buruk akan mulai muncul karena sesungguhnya pada diri setiap manusia akan selalu ada sifat baik dan buruk. Jadi kita harus bisa meningkatkan kebaikan kita agar sifat buruk yang ada tidak semakin merajalela.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  5. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Kebaikan dan keburukan saling berkesinambungan. Seringkali keduanya saling mempengaruhi. Kebaikan dan keburukan selalu berkompetisi untuk menang. Akan tetapi kebaikan seringkali tenggelam dengan mayoritas keburukan. Keburukan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kebaikan sehingga seringkali kebaikan terjerumus pada keburukan. Satu hal yang perlu diketahui bahwa kebaikan dan keburukan merupakan sebuah ujian. Orang yang mempunyai banyak kebaikan, ia harus mempertahankannya supaya tidak terpengaruh oleh keburukan. Di sisi lain keburukan tidak pernah melihat kebaikan sehingga keburukan tetaplah keburukan yaitu dirinya sendiri. Oleh sebab itu, untuk menghadapi kedua ujian tersebut hendaknya kita selalu berserah diri dan memohon ampun serta meminta perlindungan dan pertolongan supaya dijauhkan dari keburukan dan didekatkan dengan kebaikan.

    ReplyDelete
  6. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Kita mendefinisikan kebaikan karena ada pembanding yaitu keburukan. Mengatakan seseorang itu baik, karena kita punya pembanding bahwa ada orang yang buruk. Saat kapan kebaikan itu ada? saat kita membandingkan bahwa keburukan itu juga ada.
    Manusia pada prinsipnya sangat menyukai kebaikan, dengan kata lain bahwa semua yang diluar prinsip kebaikan adalah keburukan. Memungkinkan bahwa semua yang baik itu berdasarkan keinginan manusia. Jadi kebaikan bisa berbeda dan bergantung pada subjek yang mendefinisikannya. Misalnya ada orang yang beranggapan bahwa buang angin ditengah orang banyak bukanlah sesuatu yang buruk. Namun, ada orang justru beranggapan bahwa hal itu merupakan keburukan. Kebaikan dan keburukan adalah saling saling memengaruhi untuk mengada, mereka saling menterjemahkan dan diterjemahkan.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  7. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Baik buruk benar salah menjadi saling berkaitan sebab akibat yang menjadi kontradiksi. Semua hal berawal dari kebaikan, yang membuatnya menjadi sebuah keburukan adalah kebaikan yang terlalu baik hingga berdampak pada sisi lainnya ingin keluar dari sisi baik dan mencoba menjadi sisi buruk. Hal-hal baik yang pernah dilakukan akan dicari kesalahan sekecil apapun untuk bisa menjadi bahan bakar keburukan. Bahkan keburukan yang berpura-puran buruk juga ada, karena tidak ingin termanfaatkan seperti halnya kebaikan. Keburukan tersebut hanyalah topeng untuk menutupi dalam yang sebenarnya juga mempunyai kebaikan. Kalau begitu, ada pula kebaikan yang berpura-pura baik karena berusaha menutupi keburukannya agar menjadi sandaran bagi yang lain. Hal itu bisa membuat keburukan menjadi benar-benar buruk di mata orang lain tapi tidak bagi yang telah mengetahui buruk itu hanyalah kepura-puraan

    ReplyDelete
  8. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Kebaikan adalah ungkapan perlakuan baik yang berasal dari hati yang baik dan sebaliknya keburukan adalah ungkapan perlakuan yang buruk oleh karena hati yang tidak tulus. Manusia hidup didunia pasti pernah melakukan kebaikan dan keburukan, adapun keburukan yang dilakukan atas alasan kebaikan. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling kontradiktif. Dalam hal ini, kedua-duanya membutuhkan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukan sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirinya.

    ReplyDelete
  9. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Kebaikan adalah ungkapan perlakuan baik yang berasal dari hati yang baik dan sebaliknya keburukan adalah ungkapan perlakuan yang buruk oleh karena hati yang tidak tulus. Manusia hidup didunia pasti pernah melakukan kebaikan dan keburukan, adapun keburukan yang dilakukan atas alasan kebaikan. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling kontradiktif. Dalam hal ini, kedua-duanya membutuhkan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukan sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirinya.

    ReplyDelete
  10. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Selain sebagai pelindung diri dan untuk menunjukkan identitas, jargon sangat penting karena setiap keburukan juga memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan dan kebaikan juga memerlukan jargon untuk melindungi dirinya dari keburukan. Tuhan YME juga menciptakan suatu keburukan sebagai ujian untuk kebaikan. Seseorang yang senantiasa berada dalam keadaan yang selalu menegakkan kebaikan maka segala bentuk keburukan tidak akan mempan untuk dirinya. Jargon keburukan pasti akan lenyap karena sifat ikhlas dari kebaikan.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  11. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik mengenai Jargon Kebaikan dan Keburukan bahwa kabaikan erat kaitannya dengan sifat manusia yang dianggap baik menurut sistem norma dan pandangan umum yang berlaku, serta keburukan erat kaitannya dengan keadaan (sifat dan sebagainya) yang buruk, selanjutnya jargon berhubungan dengan istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. sehhingga Jargon kebaikan dan keburukan kepenunjukan untuk menjadi pembeda antara kebaikan dan keburukan.

    ReplyDelete
  12. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Kebaikan dan keburukan pasti akan ada dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti perilaku manusia pasti akan ada kebaikan dan keburukan. Dan kebaikan maupun keburukan itu bersifat relatif. Jadi kebaikan bagi seseorang bisa saja menjadi keburukan bagi orang lainnya. Dan dikatakan bahwa dalam kehidupan ini manusia diharapkan untuk bisa berlomba-lomba dalam kebaikan. Namun karena keterbatasannnya tidak mungkn ada manusia yang tidak pernah melakukan keburukan. Sudah menjadi tugas manusia untuk bisa berusaha melakukan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  13. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Kebaikan dan keburukan merupakan nilai yang telah tertanam dalam diri kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa jargon keburukan lebih mudah tertanam dalam diri dibanding jargon kebaikan. Hal ini sesuai dengan teori behaviorism dalam pendidikan dengan proses peniruan. Keburukan akan selalu datang untuk mencegah kita dalam berbuat kebaikan. Disinilah kita sepatutnya menggunakan akal, pikiran dan hati yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT, dimana kita dapat membedakan, memilih dan menentukan mana yang harus di lakukan, tentu semua itu kita harapkan mengarah pada jargon kebaikan

    ReplyDelete
  14. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Hidup ini memang berisi dengan kebaikan dan keburukan. Mengikuti jejak kebaikan atau keburukan semua merupakan pilihan pribadi masing-masing. Yang perlu diingata adalah masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang harus ditanggung. Memilih pada jalur keburukan artinya telah siap menanggung balasannya diakherat kelak. Sedangkan memilih pada jalur kebaikan, berrati harus siap-siap memperteguh banteng pertahanan. Karena selamanya keburukan akan selalu menggoda kebaikan. Hanya iman dan taqwa kepada Tuhan lah yang mampu menangkal dan melawan segala keburukan.

    ReplyDelete
  15. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Selalu ada kebaikan dan keburukan dalam setiap aspek kehidupan. Keburukan akan selalu menggoda kebaikan. Tetapi jangan lengah terhadap keburukan karena kita bisa saja tergoda untuk melakukan keburukan.

    ReplyDelete
  16. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Di dunia ini akan selalu ada kebaikan dan keburukan. Keburukan diciptakan untuk menguji kebaikan. Godaan dan ujiannya sangat kuat. Maka agar terhindar dari godaan keburukan, manusia harus mengetahui seluk beluk dari keburukan itu sendiri. Kemudian elegi ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa berta’aruf dan bertawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Karena kebaikan yang selalu bersandar dan beriman pada Allah SWT tidak akan mudah tergoda oleh keburukan. Sehebat apapun keburukan itu, jika kebaikannya kuat maka tidak akan mudah terpengaruh.

    ReplyDelete
  17. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Kebaikan dan keburukan bagaikan dua sisi mata uang logam. Sesuatu hal jika tidak dianggap sebagai kebaikan maka itu adalah keburukan, ataupun sebaliknya. Tidak ada hal di dunia ini yang berada di tengah-tengah antara kebaikan dan keburukan. Hal tersebut mutlak adanya dianalogikan sebagai dua sisi mata uang logam yang memiliki peluang masing-masing setengah.

    ReplyDelete
  18. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat pagi Prof.
    Kebaikan dan keburukan akan selalu ada dalam diri kita. Kebaikan muncul dari keikhlasan kita menjalani setiap aktivitas hidup. Kondisi sebaliknya akan terjadi yaitu keburukan ketika kita belum mampu ikhlas dalam menjalani kehidupan tersebut. Dalam mengimbangi kedua hal ini perlu ditumbuhkan rasa syukur dan ikhtiar dari lubuk hati yang paling dalam. Terima kasih.

    ReplyDelete