Sep 20, 2013

Jargon Kebaikan dan Keburukan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Wahai jargon keburukan dan jargon kebaikan dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon keburukan kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon kebaikan kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon keburukan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon keburukan. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada kebaikan agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para kebaikan tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon kebaikan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon kebaikan. Saya menyadari bahwa jargon para keburukan itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada keburukan agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon keburukan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon keburukan. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi kebaikan pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada kebaikan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada kebaikan maka kedudukanku sebagai keburukan akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi keburukan yang kuat, yaitu sebenar-benar keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai keburukan sejati maka aku harus mengelola semua kebaikan sedemikian rupa sehingga semua kebaikanku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar kebaikan selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para kebaikan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para kebaikan. Dari pada jargon kebaikan menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon keburukan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon keburukan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon keburukan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, di tetapkan sebagai keburukan. Ketika aku menjadi keburukan maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku menjadi keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai keburukan, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Kekuasaanku sebagai keburukan itu mengalir melalui jargon-jargonku. Maka demi menjaga statusku sebagai keburukan terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para kebaikan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai keburukan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon keburukan. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon keburukan, agar dapat mengendalikan jargon-jargon kebaikan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon kebaikan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon kebaikan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon kebaikan. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para keburukan. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada keburukan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada keburukan maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu ingin terbebas sepenuhnya dari jargon-jargon keburukan. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai kebaikan sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para keburukan. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para keburukan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para keburukan. Tetapi apalah dayaku sebagai kebaikan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin terbebas dari para jargon keburukan.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon kebaikan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon kebaikan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon kebaikan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku bertemu dengan jargon keburukan. Ketika aku bertemu denganjargon keburukan, aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku bertemu dengan jargon keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku merasa akan di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai yang kebaikan hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan jargon keburukan itu mengalir melalui jargon-jargon nya. Maka demi menjaga statusku sebagai kebaikan sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para keburukan, agar aku selamat dari cengkeraman para jargon keburukan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai kebaikan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon kebaikan . Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon kebaikan , agar aku bisa berlindung dari ancaman jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai para kebaikan, menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau mampu mengenali jargon-jargon keburukan. Aku ingin memperingatkan para keburukan, bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Aku juga ingin mengingatkan para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amien.

98 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kebaikan dan keburukan itu selalu ada dalam Hidup ini.Sebagai seorang manusia kita harus berusaha untuk berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan karena keburukan itu merupakan perbuatan syaitan. Kita harus bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  2. Viani kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon kebaikan dan keburukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa didunia ini akan selalu ada kebaikan dan keburukan. Dalam tulisan ini disampaikan bahwa setiap kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi diri dari kejahatan. Sedangkan setiap keburukan juga memerlukan jargon untuk melebarkan keburukan. Allah menghadirkan keburukan sebagai bentuk ujian bagi kebaikan. Kebaikan haruslah mengokohkan pondasi dalam menegakkan kebaikan. sejatinya jika kita terus melakukannya, keburukan akan sirna oleh keikhlasan yang dilakukan.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Tuhan itu maha adil. Tuhan menciptakan segala sesuatu nya berpasang-pasangan. Seperti halnya kebaikan yang berpasangan dengan keburukan. Tidak akan ada kebaikan jika tidak ada keburukan, begitu pula sebaliknya. Kebaikan dan kebrukan hendaknya bisa saling menterjemahkan. Maksudnya, mungkin saja sesuatu terlihat sebgai keburukan, padahal sebenarnya ia adalah kebaikan. Maka kita harus pandai-pandai menterjemahkan kedua hal tersebut. dan yang tidak kalah penting, kita harus selalu meminta petunjuk Allah agar ditutun ke jalan yang benar dalam setiap keputusan dan tindakan.

    ReplyDelete
  4. Iman dan takwa kepada Tuhan YME menjadi bela manusia untuk dapat memilah dan memilih cara menjalani kehidupan karena iman dan takwa kepada Tuhan YME akan menjaga kita dalam lingkup kebaikan yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Kebaikan yang kita miliki hanyalah anugerah Tuhan bukan usaha keras kita dalam meraihnya. Di lain pihak, syaitan akan berusaha keras untuk menggodai kita agar kita masuk perangkapnya dan menjadi pengikutnya. Sungguh kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kita tidak dapat mengatakan suatu hal itu baik tanpa adanya suatu hal yang buruk, begitu juga sebaliknya. Pada kenyataanya keburukan akan selalu terus menggoda kita untuk mengikuti jalan mereka. Alasan adanya keburukan agar manusia selalu waspada dan meningkatkan kualitasnya, tidak tergoda dengan keburukan itu, dapat mengendalikan nafsu, dan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Hanya hati yang ikhlas, ta’aruf dan tawadu’ yang dapat membimbing kita dalam memerangi keburukan.
    Begitu pula dalam menghadapi berbagai macam karakter siswa. Sebagai pendidik haruslah penuh kebaikan. Seorang guru harus sabar dalam menghadapinya agar keburukan itu tidak semakin menjadi-jadi. Seorang guru harus menjadi penentram hati. Semoga dapat tercipta pembelajaran yang kondusif sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ketika kita telah meninggal, maka kebaikan dan keburukan kita akan di perhitungkan. Sebagaimana dalam firmannya “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya: 35). Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tetap kecuali Allah SWT. Allah akan merubah orang yang mau berusaha untuk berubah. Seperti keburukan, karena kesadarannnya bisa berubah menjadi baik. Semoga kita bisa menyadari dan memperbaiki hidup kita dengan memohon ampun pada Allah.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kebaikan dan keburukan memang saling melengkapi di dunia ini, tapi perlu kita pahami bahwa kabaikan yang disertai dengan keburukan akan mendatangkan celaka. Tetapi jika keburukan disertai dengan kebaikan maka insya Allah akan berangsur-angsur membawa kepada kebaikan pula.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Baik dan buruk adalah dua hal yang ada di dunia ini dan tidak bisa dihilangkan. Jika ada baik pastilah ada buruk, begitu juga sebaliknya, jika ada buruk pastilah ada baik. Kita tidak bisa menilai itu baik jika tidak ada yang dibandingkan yaitu buruk, begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa menilai itu buruk jika tidak ada yang dibandingkan yaitu baik. Sebagai manusia walaupun kita tidak bisa terlepas dari hal-hal buruk karena kita tidak sempurna, kita tetap harus berikhtiar untuk melakukan hal-hal baik di dunia ini yang bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, negara dan orang lain.

    ReplyDelete
  9. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, saya mendapat pelajaran bahwa kita sebaiknya senantiasa berperilaku baik. Ya dia saat menjalani kehidupan dunia, godaan – godaan buruk akan selalu ada. Dan disitu ujian bagi kita agara senantiasa tetap berpendirian pada diri sendiri. Selalu mengingat Tuhan YME

    ReplyDelete
  10. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejalan dengan ketika kita akan menuntut ilmu, sebaiknya kita harus ikhlas. Kita harus memiliki niat baik agar ilmu yang di dapat berkah. Namun perjalanan mendapat ilmu itu tidak mudah. Akan selalu ada halangan. Kadang kita merasa malas, kadang menunda tugas dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita berada posisi itu sebaiknya kita ingta lagi niat kita di awal, selalu mendekatkan diri pada Tuhan YME agar diberi kemudahan dan kelancaran.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Kebaikan dan keburukan dalam kehidupan kita merupakan ujian atau cobaan dalam hidup kita. Dalam menghadapi keburukan dan kebaikan dalam kehidupan perlu menterjemahkan dan diterjemahkan. Dengan menterjemahkan dan diterjemahkan kita dapat menghidari keburukan yang akan terjadi. Belajar dari hal-hal yang kurang menyenangkan kita akan sedikit demi sedikit menghindari hal yang demikian agar kebaikan selalu datang di hidup kita. Allah maha bijaksana atas segala hal yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  12. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    didalam dunia ini pasti ada kebaikan dan keburukan. adanya kebaikan dan keburukan merupakan penguji iman manusia, jika hanya ada kebaikan saja maka dunia ini akan berasa hampa namun jika hanya ada keburukan maka dunia ini akan hancur seketika, sesungguhnya didalam hati kita memiliki nurani yang sangat peka, jika melakukan hal keburukan pasti nurani akan memberontak namun terkadang kita menghiraukannya. maka dari itu kita harus terus belajar, belajar untuk mendekatkan diri pada kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jargon kebaikan dan jargon keburukan ini melihat dua sisi yaitu sisi positif pada kebaikan dan satu sisi negatif yaitu keburukan. Ketika kita membandingkan kebaikan dan keburukan maka tidak akan bisa, karena kebaikan dan keburukan manusia tergantung pada manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Kebaikan adalah lawan dari keburukan. Jika kebaikan ada, keburukan pun akan ada. Karena jika keburukan tidak ada, maka kita tidak bisa menyebutkan kebaikan. Itulah hikmah diciptakannya yang haram dan halal. Supaya manusia bisa memilih dan membedakan mana yang haram dan mana yang halal.

    ReplyDelete
  15. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. kebaikan dan keburukan memiliki sifatnya masing-masing. Kebaikan dan keburukan juga memiliki jargonnya masing-masing untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut saya yang baik itu bisa menjadi buruk dan yang buruk itu terkadang bisa menjadi baik. Misalnya saja kesombongan yang bisa saja ia menjadi baik, bila digunakan untuk hal yang benar dan positif.

    ReplyDelete
  16. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia diciptakan didunia ini tidak ada yang sempurna. Adanya jargon kebaikan dan keburukan adalah cara Allah SWT menguji Umat-Nya didunia ini. Jargon Kebaikan menjadikan manusia hidup menjadi orang yang lebih baik. Jargon Keburukan sebagai cara Allah SWT menguji manusia untuk menjadikan manusia derajatnya lebih tinggi, jika mampu menghindari jargon keburukan.

    ReplyDelete
  17. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah merupakan kodrat ilahi bahwa jika ada kebaikan pasti ada keburukan, hidup itu pilihan, tergantung kepada individunya. Jika perilakunya berorientasi kepada kebaikan maka dia akan berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan kemampuannya untuk mencapai tujuan yang baik, namun apabila dilakukan dengan ragu-ragu akan berakibat pada dirinya sendiri, resiko itu selalu ada yang dapat menjerumuskan individu tersebut ke dalam keburukan.

    ReplyDelete
  18. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebaikan dan keburukan ada untuk saling melengkapi. Tidak akan disebut sebagai suatu kebaikan jika tidak ada keburukan, dan sebaliknya. Kebaikan ialah suatu hal yang tidak buruk dan keburukan ialah hal yang tidak baik. Allah senantiasa meciptakan suatu hal bukan tanpa alasan. Kita sebagai manusia dikaruniai akal pikiran agar dapat untuk dimanfaatkan melakukan kebaikan-kebaikan sesuai aturan dan hukum-Nya.

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling kontradiktif. Dalam hal ini, kedua-duanya membutuhkan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukan sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirinya.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Semua yang ada dan mungkin ada memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Kita sebagai manusia harus lah mampu memahami jargon kebaikan dan keburukan. Jargon keburukan mampu menggoda dan mengganggu kita, namun sungguh jargon keburukan akan musnah jika kita selalu ingat kepada Tuhan, beriman kepada-Nya dan selalu menegakkan jargon kebaikan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan, hal inilah yang selalui mewarnai hidup kita. Dalam keseharian hidup kita, tentunya kita dihadapkan dengan sesuatu hal yang baik dan yang buruk. Semuanya itu tergantung ruang dan waktunya. Setiap kita pasti mendambakan kebaikan dalam menjalani hidup. Tapi tak dapat dipungkiri kita juga bahkan sering mengalami keburukan. Dan tentunya keburukan-keburukan yang sering kita alami itu merupakan cobaan dan ujian bagi kita, bagaimana kita bisa menghadapi cobaan-cobaan tersebut. Hendaknya kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dengan selalu memanjatkan doa kepadaNya, agar kita terhindar dari segala macam bentuk cobaan, dan memohon agar kebaikan selalu menghampiri kita.

    ReplyDelete
  22. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Keburukan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mengganggu bahkan melemahkan kebaikan. Banyak hal yang mengancam kebaikan berubah menjadi keburukan. Hal yang bisa dilakukan agar tetap teguh dalam kebaikan adalah selalu memohon perlindungan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, godaan keburukan begitu besar, biasanya seseorang akan lebih mudah melakukan sebuah hal buruk, untuk itulah diperlukannya benteng kebaikan dalam diri agar tidak melakukan sebuah keburukan. Menyadari bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak sempurna yang tentu saja pernah melakukan sebuah kesalahan, hal ini adalah wujud ketika kita sudah membentengi diri dengan kebaikan kita masih dimungkinkan untuk melakukan sebuah keburukan bagaimana jika kita tidak membentengi diri, tentu akan lebih parah lagi. Berserah diri pada Allah, selalu mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui diharapkan mampu meminimalisir keburukan dari diri seseorang.

    ReplyDelete
  24. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam jargon ini menunjukkan bahwa kebaikan dan keburukan itu memang ada. Mereka hidup berdampingan, tapi tidak bisa bersatu. Namun, yang paling utama haruslah kebaikan. Dan keburukan ada untuk ujian bagi kebaikan. Di jelaskan juga bila ada proses di mana seseorang mengalami degredasi yang mana seseorang yang tadinya dalam kebaikan lama-lama akan terseret juga ke dalam keburukan. Ada pula yang masih menggunakan topeng kebaikan.
    Kebaikan dan keburukan ada itu sudah sunnatullahnya. Lalu yang perlu dilakukan yaitu dengan menerjemahkan dan diterjemahkan. Menerjemahkan apa yang termasuk kebaikan sehingga dapat melakukannya, menerjemahkan keburukan sehingga tau apa saja macamnya, sehingga dapat terhindar dari keburukan itu. Jadi,yang bisa dilakukan agar tetap dalam kebaikan yaitu ikhlas dan taat pada kebaikan pada keimanan.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, saya teringat dengan pemikiran Blaise Pascal bahwa sejatinya manusia sebagai makhluk yang nista sekaligus luhur. Karenannya manusia adalah makhluk yang membutuhkan Allah. Dalam diri manusia senantiasa terjadi perang batiniah antara akal budi melawan nafsu-nfsu. Yang satu ingin melenyapkan nafsu-nafsu sehingga menjadi dewa, yang lain ingin melenyapkan akal-budi sehingga menjadi binatang, akan tetapi itu tak akan pernah terjadi. Nafsu-nafsu selalu ada pada manusia, dan akal budi juga selalu ada pada manusia. Sehingga kita perlu mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan ketakwaan kita, agar kita tidak dikuasai oleh cinta diri akan kepentingan diri yang buta.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan ini begitu menarik saat dibaca. Saya menjadi belajar lebih dalam bahwa kebaikan yang disertai dengan keimanan kepada Allah SWT tidak ada yang dapat menggodanya, namun mampu melenyapkan keburukan. Keburukan akan selalu menyertai kebaikan dengan tujuan sebagai ujian bagi setiap individu. Menurut saya, saat seseorang ingin melakukan suatu kebaikan sejatinya akan banyak godaan dan hal-hal yang dapat menghalangi perbuatan baik tersebut. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan disertai dengan keihklasan dan rendah hati. Saya menjadi teringat satu perumpamaan ini "saat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu". Perumpamaan ini menjadi motivasi bagi diri saya agar dapat tawadu' saat melakukan suatu kebaikan.

    ReplyDelete
  27. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan keburukan. Semuanya manusia karena memang manusia memang makhluk yang senantiasa khilaf dan lupa. Namun ampunan Allah SWT sangatlah luas. Seperti yang dikatakan Nouman Ali Khan "Tidak masalah seberapa kotornya dirimu, pintu Allah selalu terbuka. Tidak masalah apa yang terjadi padamu, pintu Allah selalu terbuka," Namun karena pintu ampunan Allah yang sangat luas semoga tidak menjadikan hamba yang menganggap remeh dosa karena berpikir kita akan diampuni. Sebaliknya kita harusnya berusaha menambah amal kebaikan kita tiap harinya.

    ReplyDelete
  28. ARINA HUSNA ZAINI
    PEP S2 B 17701251024

    Assalamualaikum wr.Wb
    terima kasih sebelumnya atas bacaannya diatas prof. Jika boleh berpendapat, jargon keburukan dan kebaikan merupakan dua unsur yang ada dikehidupan dan terlebih pada diri manusia. Dimana manusia memiliki sisi keburukan dan kebaikan. manusia memiliki power untuk menampakkan kebaikannya oleh karena itu ia memiliki jargon guna melakukan kebaikan dan guna menutupi keburukannya dia memiliki jargon keburukan dengan powr menutupi keburukannya. Oleh karena itulah, manusia di sebut dalam pepatah arab Al-Insanu Mahalul Khoto wan Nisyan (manusia tempat salah dan lupa). Dengan adanya jargon Keburukan tentunya ada pihak yang dirugikan oleh karena itu jaron keburukan tidak akan kekal dalam kemenangan, maka dari itu sepertinya di katakan pak tua "Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan" keburukan dapat lemah dan mengakui kesalahan lewat Taubah dan pastinya ada seseorang ataupun hidayah untuk menuju jalan Nya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    PM C
    17706251065

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling bertolak belakang. Kebaikan merupakan hal positif yang akan mengantarkan kepada kita pada hal-hal yang positif, sedangkan keburukan adalah sebaliknya. Kedua hal ini akan saling mempertahankan dirinya masing-masing dan mereka harus saling mengenal. Kebaikan harus mengenal keburukan agar tidak terjerumus, karena kebaikan tidak akan terpengaruh keburukan manakala kebaikan taat pada Tuhan YME. Jargon keburukan akan selalu berperang degan jargon kebaikan, namun jargon kebaikanlah yang akan menang. Dan selalu ada batas yang jelas antara keduanya, tetapi sebagai manusia yang lemah tentu tidak mudah untuk mencari batas-batasnya.

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kebaikan dan keburukan itu adalah sesuatu yang pasti terjadi setiap waktu. Kalau sesorang melakukan kebaikan, akan mendapat pahala. Kalau sesorang melakukan keburukan akan mendapat dosa. Namun baik dan buruk saat ini bersifat ‘relatif’ menurut kepentingan pribadi atau kelompok saja. Baik dan buruk kini bukan lagi bersandar pada ketentuan Tuhan (Allah SWT). Oleh karena itu, kita perlu mengkaji lebih jauh mengenai kebaikan dan keburukan berdasarkan yang dituntunkan oleh Tuhan (Allah SWT) dalam kitab suci.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Satu kali lagi, saya menemukan pesan bahwa hidup adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Dengan begitu kita akan semakin menyadari bagaimana kita berada. Selain itu, di akhir percakapan ini semakin membawa saya betapa "hati" adalah sebenar-benar pengendali. Hanya Alloh yang Maha Penolong dan Maha Segala-galanya.

    ReplyDelete
  32. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Perbuatan itu ada yang baik dan ada pula yang buruk. Keduanya saling berkontradiksi. Kita sebagai manusia yang berakal harus dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan yang buruk. Agar senantiasa berbuat baik dan dijauhkan dari perbuatan buruk, kita harus banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT.
    Manusia tidak akan lepas dari kebaikan dan keburukannya. Baiknya seseorang belum tentu dia tidak berbuat jahat. Buruknya seseorang belum tentu dia tidak melakukan yang baik. Kebaikan dan keburukan bukanlah sesuatu yang mutlak. Kebaikan takut akan menjadi suatu keburukan, tapi untuk menuju suatu kebaikan, keburukan harus berani

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Di dunia ini akan selalu ada kebaikan dan keburukan. Keburukan diciptakan untuk menguji kebaikan. Godaan dan ujiannya sangat kuat. Maka agar terhindar dari godaan keburukan, manusia harus mengetahui seluk beluk dari keburukan itu sendiri. Kemudian elegi ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa berta’aruf dan bertawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Karena kebaikan yang selalu bersandar dan beriman pada Allah SWT tidak akan mudah tergoda oleh keburukan. Sehebat apapun keburukan itu, jika kebaikannya kuat maka tidak akan mudah terpengaruh.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Manusia sejak lahir sudah dihadapkan oleh berbagai pilihan kehidupan, apakah mau berada pada jalur kejujuran atau kebohongan, kepandaian atau kebodohan, kebaikan atau keburukan, dll. Maka dari itu manusia dituntut untuk menentukan jalan hidupnya sendiri mau ke arah mana dia membawa diri dan langkah kakinya, Sebaik-baiknya hidup adalah ketika melangkah dan melakukan sebuah tindakan dilandasi dengan hati dan akal pikiran serta dibimbing oleh kereligiusan terhadap ridhonya tuhan.

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Beberapa hal di dunia ini diciptakan untuk berpasangan, ada siang dan malam, ada laki-laki dan perempuan, ada kanan dan kiri, ada baik dan buruk, ada jujur dan dusta, dan lain-lainnya. Sudah jelas bahwa Dzat yang Maha Pencipta tidak menciptakan sesuatu itu sedemikian rupa tanpa suatu alasan. Sebagai seorang manusia kita harus bisa memilih dan memilah dalam menentukan sebuah pilihan hidup. Ketika dihadapkan dengan pilhan baik atau buruk, maka setiap manusia akan memiliki pilihannya masing-masing. Itulah keistimewaan manusia yang diciptakan dengan nafsu sehingga dapat tergelincir di dunia keburukan. Tidak seperti malaikat yang memiliki jiwa yang suci sehingga tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat keburukan. Mari kita menjadi insan yang baik dan ikhlas sehingga bisa mendapatkan Surga yang selalu berpasangan dengan Neraka untuk orang yang memilih keburukan.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Jargon kebaikan dan jargon keburukan adalah dua sifat l yang melekat pada diri manusia.Manusia tidak bisa menghindar dari kedua jargon ini.Manusia tak dapat luput dari kesalahan.Tapi dari kesalahan manusia dapat belajar menjadi benar untuk berpotensi menjadi baik.Ketika manusia mengedepankan nasfsunya dibandingkan akalnya maka derajatnya lebih rendah dibandingkan syaitan, dan ketika lebih mengedepankan akalnya dibandingkan nafsunya maka derajatnya lebih tinggi dibandingkan malaikat.Maka perlu pengawasan diri dengan berserah diri kepada Allah dengan banyak berdoa dan mengingat-Nya.

    ReplyDelete
  37. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Berdasarkan beberapa artikel tentang jargon, izinkan saya untuk kembali merefleksikan yang saya tangkap dari artikel ini. Saya memahami bahwa setiap fenomena semesta berpasang-pasangan. Dalam hidup ada siang dan ada malam, ada suka dan ada duka, ada kekalahan da nada kemenangan. Jika dimaknai secara positif sebagai sebuah dualitas yang diartikan keduanya saling berpasangan, saling melengkapi, saling sinergis, asih dan asuh maka hal itu akan memberikan manfaat dan menguntungkan tidak hanya bagi kedua objek tersebut namun juga alam semesta.

    Namun, jika dimaknai secara negatif, pasti kedua unsur itu dapat digambarkan sebagai hal yang bertolak belakang, berbenturan, berlawanan satu dengan yang lainnya hingga menimbulkan petaka pagi semesta. Di sinilah kita sebagai umat manusia yang diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan untuk memilih, cakrawala berpikir seperti apa yang baik bagi semesta.

    ReplyDelete
  38. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang saling berlawanan namun tidak dapat dipisahkan. Setiap manusia kodratnya tidak sempurna dan pasti pernah berbuat keburukan dan sebagai manusia pula kita senantiasa berusaha untuk selalu berbuat kebaikan. Pintu ampunan Allah terbuka begitu luas nya bagia siapa sa yang ingin memohon ampun atas segal keburukan yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  39. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingannya. Dari elegi ini saya memahami bahwa di dunia ini akan selalu ada yang namanya kebaikan dan keburukan. Dan kita sebagai manusia tidak akan terlepas dari kebaikan dan keburukan ini. Sebagaimana yang Pak Prof. jelaskan bahwa keburukan memang diciptakan Tuhan untuk menguji kebaikan. Kebaikan dan keburukan itu hadir berdampingan. Satu sama lain selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bisa saja sekarang seseorang tergolong dalam kebaikan, namun karena sesuatu hal ia mengalami kegoyahan hingga mencapai titik keburukan.
    Maka yang perlu dilakukan adalah saling terjemah menerjemahkan antara kebaikan dan keburukan. Terjemahkanlah masing-masing kebaikan dan keburukan agar kita lebih mengenalinya. Dan selalulah berlindung, memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari keburukan dan selalu di anugerahi kebaikan-kebaikan-Nya.

    ReplyDelete
  40. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Sebenar-benarnya hidup adalah kebaikan dan keburukan. Kehidupan kita tidak akan lepas dari kedua hal tersebut.. keduanya saling bertolak belakang. Tetapi, dari kedua hal tersebut yang paling berpeluang untuk dilakukan adalah keburukan. Ini merupakan ujian untuk diri kita. Maka kita harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan sisi buruk itu. Dengan melakukan aktivitas yang baik dan produktif, rajin beribadah serta menempatkan diri kita pada lingkungan yang baik adalah cara untuk menekan perilaku buruk itu. Itulah mengapa ada pepatah mengatakan bahwa, temanmu adalah cerminan dirimu. Sehingga untuk terlepas dari keburukan maka bergaulah dengan orang yang memiliki kepribadian baik.

    ReplyDelete
  41. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Selama ini masing-masing hal yang saling kontraditif memiliki jargonnya masing-masing. Dimana antar jargon masing-masing ingin menunjukkan siapa yang terkuat. Jika diumpamakan, jargon merupakan keyakinan diri. Keyakinan diri yang kuat dan tidak mau menerima keyakinan orang lain. dalam hal keyakinan. Dalam jargon kebaikan dan keburukan saya mengambil kesimpulan yang berbeda. Antara kebaikan dan keburukan memiliki sifat kontradiktif. Jadi, adanya keburukan karena tidak adanya kebaikan di dalam diri individu. Jika kita ingin selalu mengada kebaikan dalam diri kita, sebaiknya kita meniadakan keburukan dalam diri kita dengan cara selalu melakukan apa yang menjadi ketentuannya. Namun, jargon kebaikan juga memiliki pernyakit yang akan gampang dipengaruhi oleh jargon keburukan yaitu sifat takabbur dan sifat merendahkan yang lainnya. Oleh akrena itu jagalah selalu diri kita dari sifat takabbur dan merendahkan yang lainnya agar terjauh dari jargon keburukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  42. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kebaikan dan keburukan yang saling berkaitan. Tidak ada yang bisa dikatakan si baik, jika tidak ada si buruk. Ya, salah satunya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Untuk memahami keduanya, maka kenalilah jargon keburukan dan kebaikan. Tapi ingat, pondasi kita adalah spiritual yaitu sekali lagi doa doa dan berdoa kepada Allah. Allah Maha Tahu mana yang baik dan buruk bagi makhluknya. Manusia diciptakan mempunyai akal dan nafsunya. Akal dan nafsu juga harus dijalankan secara bebarengan untuk mencapai logos. Ya perlu elegi ikhlas untuk menambah keikhlasan kita. Seperti kesimpulan pada elegi ini, niscaya jargon keburukan akan menghilang karena keikhlasan kebaikan. Amiin.

    ReplyDelete
  43. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi ini kita melihat pada bagian akhir bahwa orang tua berambut putih mengatakan bahwa “bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME”. Dari sini kita melihat bahwa keburukan akan senantiasa menggoda dan mengganggu kita dalam setiap kesempatan sampai akhir zaman nanti. Dan hal ini juga sudah mendapatkan restu dari Allah yang telah dituangkan dalam firman-firmanNya yang diabadikan dalam Al Quran. Di tulisan ini kita juga melihat bahwa orang tua berambut putih memberikan pengingatan kepada para kebaikan agar senantiasa ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Dengan begitu jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Dari sini kita melihat bahwa bila kita ingin selamat dari godaan dan gangguan dari keburukan adalah dengan senantiasa ta’aruf, tawadhu’ dan ikhlas dalam menegakkan kebaikan.

    ReplyDelete
  44. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Jargon keburukan akan selalu berusaha menguasai jiwa dan raga manusia. Ketika manusia tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya, maka jargon keburukan akan senang dan merasa menang, karena telah melenakan manusia. Begitu juga dengan jargon kebaikan. Disisi lain jargon kebaikan juga berusaha mempengaruhi manusia agar tetap pada jalan yang benar dan wajar. Manusia sendiri harus mampu mengendalikan dan mengontrol eksistensi jargon kebaikan dan jargon keburukan. Sesuaikanlah mereka pada ruang dan waktunya. Sadarlah jika jargon keburukan mulai menyelimuti hati dan pikiran, maka berhati-hatilah agar terhindar dari segala mitos. Berdoalah kepada Allah agar selalu didekatkan dan dikuasai oleh jargon kebaikan. Kita tahu, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu nya selalu berpasangan, ada tesis adapula antitesis, ada logo ada pula mitos, maka ada kebaikan pun adapula keburukan. Sebaik-baik manusia ketika dia selalu ingat akan Allah, dan mampu menguasai diri dengan kebaikan. Ujian bagi kebaikan adalah keburukan, oleh karena itu kenalilah gejala dan sadarkanlah diri dan hatimu terhindar dari segala keburukan. Amin.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  45. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Adanya keburukan berawal dari kebaikan yang entah bagaiamana bisa berubah menjadi keburukan. Mungkin karena hatinya tidak dilandasi dengan spiritual, sehingga hatinya mudah tergoda oleh syaitan. Jika hatinya sudah dikuasi oleh keburukan, maka sifat-sifat keburukan akan bersarang di dalam jiwanya dan mengalir begitu saja seolah-olah dirinya baik-baik saja. Padahal sebenar-benar orang yang hati dan sikapnya didomisili keburukan adalah mereka yang terkena penyakit. Ketika keburukan sudah bersarang lama di dalam tubuh, maka keburukan akan bersembunyi dibalik kebaikan, dan itulah yang merasa diri seseorang tidak memiliki penyakit hati padahal hatinya sedang dikuasai oleh keburukan. Maka kita harus pandai –pandai mengenali mana kebaikan dan mana keburukan dan selalu ingat apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, kerjakan apa yang diperintahkan Allah (kebaikan) dan tinggalkan apa yang dilarang Allah (keburukan).

    ReplyDelete
  46. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang berbeda, namun keduanya sama-sama relatif. Suatu hal yang dianggap kebaikan belum tentu dianggap baik pula oleh orang lain, begitu juga dengan keburukan. Maka diperlukan keikhlasan hati dan keikhlasan fikir sehingga mampu menghadapi kebaikan dan keburukan yang ada sesuai dengan porsinya.

    ReplyDelete
  47. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Menilai baik buruknya sesuatu sifat bukanlah hal yang sembarangan karena dalam menilai suatu kita harus memiliki perbandingannya, atau bisa dikatakan untuk menilai suatu tesis kita harus mengetahui anti-tesisnya. Oleh karena itu untuk dapat menilai mana yang baik kita harus mengetahui mana yang buruk begitupun sebaliknya. Sedangkan dasar untuk menentukan kebaikan atau keburukan bisa dari berbagai sumber, seperti kitab suci, untuk hal-hal yang berkaitan dengan agama atau kepercayaan, kemudian Undang-Undang dan Pancasila, untuk hal-hal yang berkaitan dengan hukum ketatanegaraan, atau tradisi atau adat istiadat bisa juga digunakan sebagai dasar penentuan kebaikan atau keburukan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat.

    ReplyDelete
  48. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Secara sunatullah, di dunia ini ada kebaikan dan keburukan. Tidak bisa dikatakan sesuatu itu buruk jika tidak ada pembanding sesuatu yang baik. Tidak bisa dikatakan sesuatu itu baik jika tidak ada pembanding sesuatu yang buruk. Kebaikan mencoba mempengaruhi keburukan. Keburukan mencoba mempengaruhi kaebaikan. Menurut Ali bin Abi Thalib, keburukan yang terorganisir bisa mengalahkan kaebaikan yang tidak terorganisir. Kebaikan kadang menang kadang kalah, keburukan kadang menang kadang kalah. Namun pada akhirnya kebaikanlah yang akan menang, maka dari itu berbuatlah yang ikhlas, karena kemenangan itu pasti ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  49. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ketakutan jargon kebaikan yang merasa terancam dengan dominasi yang mulai ditunjukkan oleh jargon keburukan adalah salah satu gambaran polemik kehidupan saat ini. Keburukan mulai dianggap baik dan lebih menarik dibandingkan dengan kebaikan. Media lebih tertarik mengungkapkan keburukan karena rating akan baik, wakil rakyat melakukan manipulasi-manipulasi agar terlihat baik, maka semakin lama hakikat kebaikan mulai tercampur dengan keburukan yang tersembunyi. Kita harus mampu membuat jalur pemisah yang jelas antara kebaikan dan keburukan, agar jargon keburukan tidak mendominasi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  50. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Keburukan dan kebaikan bagaikan dua sisi koin yang saling berkaitan. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan maka sangat wajar bahwa seringnya kita berprilaku buruk, baik itu secara sadar ataupun tidak. Namun demikian, setiap diri individu memiliki sisi kebaikan, hanya saja terkadang kebaikan itu telah tertimbun dalam hati karena banyaknya tumpukan dosa yang telah dilakukan. Misalnya dosa yang sering dilakukan adalah bersikap sombong atas hal yang mampu kita lakukan, terkadang kita tidak menyadarinya. Oleh karena itu marilah memohon ampun atas setiap keburukan yang telah kita lakukan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia memiliki sisi kebaikan dan keburukan. Keburukan memang dapat melemahkan kebaikan bahkan menghilangkannya. Tetapi keburukan pun diperlukan dalam kehidupan. Seandainya keburukan tidak ada, maka bagaimana kita dapat menemukakan kebaikan? Keburukan juga merupakan ujian bagi kebaikan, apakah baik masih tetap baik jika buruk datang menghampiri. Cara menghilangkan keburukan dari dalam diri adalah dengan berbuat kebaikan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  52. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia hidup di dunia pasti akan dihadapkan dengan kabaikan dan keburukan. Bagaimana yang lebih dominasi diantara dua jargon tersebut tergantung pilihan manusia. Namun, jargon keburukan akan selalu mengganggu kepribadian manusia sebab kabaikan dan keburukan itu berhubungan dengan kepribadian setiap manusia. Ketika jargon kebaikan kuat maka jargon keburukam juga akan kuat untuk menggoda kepribadian manusia. Namun, ketika jargon kebaikam lemah, maka hidup manusia akan dikuasai oleh jargon keburukan. Cara utama agat kuat melawan jargon keburukan adalah dengan mendekatan diri kepada Tuhan dan itu juga salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan jargon kebaika .

    ReplyDelete
  53. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Tulisan ini membuat saya menyadari suatu hal bahwa kebaikan dan keburukan berlomba untuk mendominasi seseorang. Ketika keburukan yang dominan maka menipislah atau bahkan hilang kebaikan dari orang tersebut, begitu juga sebaliknya ketika kebaikan mampu mendominasi maka keburukan akan lenyap. Terkadang di dunia ini ada keburukan yang dibungkus oleh kebaikan yang menyeret seseorang sehingga berlaku buruk. Antara kebaikan dan keburukan kadang tidak nampak di mata kita, untuk itu kita perlu membentengi diri dengan memohon petunjuk dan perlindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  54. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kebaikan dan keburukan memiliki jargon masing-masing untuk mempertahankan eksistensinya. Oleh karena itu kita sudah selayaknya mampu menerjemahkan jargon-jargon keburukan maupun kebaikan. Saat kita mampu menerjemakan keburukan dan kebaikan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mendekati kebaikan dan menjaga diri dari keburukan. Kebaikan dan keburukan akan selalu datang menggoda kita sebagai manusia. Untuk itu, kembali pada setiap diri ndividu akan membuka diri pada kebaikan dan menjaga diri dari keburukan atau sebaliknya. Yang paling utama adalah, selalu meminta perlindungan kepada Tuhan agar selalu berada dijalanNya. Terimakasih

    ReplyDelete
  55. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Kebaikan dan keburukan adalah dua kategori sifat yang bertolak belakang dan tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, sebagai manusia kedua hal ini merupakan hal yang tak pernah luput dari kehidupan kita, hanya saja tinggal bagaimana kita menyikapi kedua hal tersebut. Manusia diberikan akal dan pikiran oleh Allah SWT, sehingga kita mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk agar kita mampu mengendalikan diri dan terhindar dari godaan yang mengarahkan kita pada keburukan. Namun, tetap saja bila kita membicarakan kebaikan dan keburukan dalam sisi filsafat maka keduanya memiliki eksistensi sendiri, sebab ada nilai positif dan negatif masing-masing dari keduanya yaitu sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  56. Tulisan yang sungguh menginspirasi. Dalam kehidupan selalu ada kontradiksi. Selalu ada nilai kebaikan maka pasti selalu ada nilai keburukannya. Setiap nilai keburukan memerlukan jargon, jika sudah terkuasai manusia nya, maka nilai kebaikan pun memerlukan jargon yang lebih hebat untuk menguasai manusia nya kembali. Jargon yang diatas jargon keburukan, lalu jargon keburukan pasti akan membuat jargon yang lebih ampuh lagi untuk menguasai. Begitulah terus menerus. Sebagai manusia lah yang harus dilakukan adalah selalu berdoa kepada Allah SWT akan selalu berada dalam nilai kebaikan. Amiin.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  57. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Di dalam menjalani kehidupan pasti ada sisi kebaikan dan sisi keburukan, tinggal kita saja yang harus menentukan pilihan mau kearah mana kita membawa diri ini. Melakukan tindakan kebaikan tidak harus dari hal-hal besar namun dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti bersedakah ataupun merawat orang tua sendiri. Yang terpenting adalah ketika kita melakukan kebaikan harus dilandasi oleh rasa ikhlas agar apa yang kita lakukan tidak menuju kearah yang dinamakan dengan Riya’. Namun hal terdekat yang kita lakukan untuk kebaikan adalah menuntut ilmu seperti yang sekarang kita lakukan dengan menempuh pendidikan S2 di UNY. Hal ini tentu bertujuan agar kedepannya kita mempunyai pengetahuan yang luar agar dapat memasuki dunia kerja yang mampu menopang kehidupan kita kelak dan yang terpenting dapat menjadi kebanggan kedua orang tua kita.

    ReplyDelete
  58. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu yang baik terkadang bisa menjadi buruk karena mereka yang mengaku baik menetapkan bahwa itu buruk. Sebagai seorang manusia kita tidak akan terlepas dari keburukan, yang kita bisa hanyalah meminimalkan tempat keburukan dengan melakukan kebaikan. Maka jangan sampai kita merubah tempat kebaikan orang lain menjadi keburukan dengan menghakiminya. Tugas kita sebagai seorang manusia hanyalah mengingatkan dengan kata-kata yang baik dan mendoakan keburukan agar dapat berubah menjadi kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita untuk berbuat baik dan menghindarkan kita dari keburukan.

    ReplyDelete
  59. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kebaikan dan keburukan itu berjalan beriringan. Kita tidak dapat mengatakan suatu hal baik tanpa mengetahui keburukan sebagai pembanding. Keduanya sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan. Ada disekitar kita, sehingga ada potensi bagi kita untuk masuk kekeduanya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Idealnya memang kita selalu berbuat baik dalam hidup. Hal ini hanya bisa kita lakukan jika kita mampu mengendalikan hati, nafsu dan pikiran dengan baik, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan berusaha mengimplementasikan aturan Tuhan dalam setiap langkah kita.

    ReplyDelete
  60. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan manusia selalu melakukan hermenetika, yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan. Untuk dapat menggapai harmoni kehidupan melalui dua hal tersebut maka kita harus ikhlas hati dan ikhlas pikir. Kita harus menyadari sesuatu diciptakan secara berdampingan, begitupula kebaikan dan keburukan. Dan manusia tidak akan perlu luput dari bujuk rayu syeitan untuk menjerumuskan dalam keburukan. Dengan demikian, yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri baik ilmu maupun iman kepada Tuhan YME sehingga kita dapat menterjemahkan dan diterjemahkan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  62. Dalam berkehidupan semuanya memerlukan dan berhak memiliki jargon. Begitu keburukan dan kebaikan, masing memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya dan melindungi dirimya. Namun haruslah tetap kita ketahui bahwa keduanya saling mempengaruhi. Keberadaan jargon keburukanpun jelas ada dan harus disiasati. Meski demikian perlulah kita yakini bahwa jargon kebaikan itu akan kuat apabila kita selalu berdasarkan dengan perintah dan larangan Allah SWT

    ReplyDelete
  63. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Di dunia ini ada hal baik dan ada hal buruk. Melakukan hal baik tentu memiliki alasana, dan berbuat buruk pun memiliki alasan untuk mempertahankannya. Orang yang baik adalah orang yang bisa membela kebenaran dan berani berargumen dengan jargon – jargon yang dimiliki oleh keburukan.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Keburukan dan kebaikan adalah dua hal yang pasti ada dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil keburukan yang ada pada diri kita dan memperbanyak amalan baik kita. Memang tidak mudah, namun hal ini memang harus kita laksanakan. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

    ReplyDelete
  65. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada dasarnya semua ciptaan sang Maha Pencipta adalah baik dan mereka adalah subjek, objek, kebaikan, keburukan, serta unsur yang lain. Bahkan keburukan pada dasarnya memiliki sifat yang baikan. Hanya saja suatu ketika keburukan telah dikuasai hawa nafsu maka ia berusaha memproduksi unsur-unsur yang dapat melindungi mereka. Ini adalah ciri-ciri tipu daya syaitan yaitu selalu menutupi keburukan nya dengan keburukan lain agar mereka tetap dianggap eksis. Tidak seperti kebaikan yang dengan senantiasa Istiqomah mempertahankan unsur-unsur yang ia miliki serta selalu menyerahkan hal-hal yang telah dirasa menyimpang kepada Allah SWT. Itulah sifat yang sesungguhnya harus dicontoh. Bahwa ada sang pemelihara dan pengawas yang maha agung. Karena kita dimuka bumi bukan lah siapa-siapa kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  66. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Baik dan buruk, benar dan salah, hal-hal itu pasti tidak terlepas dari kehidupan manusia. Baik bag diriku belum tentu baik bagi orang lain, begitu pula sebaliknya. Dimensi keduanya berada pada ambang yang sangat tipis jaraknya apabila kita tidak dapat menyadarinya. Setiap yang baik dan buruk memiliki jargonnya masing-masing. Jargon ini sebagai tameng dan pembenaran bagi keduanya. Kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT hendaknya selalu berbuat kebaikan dan menghindari keburukan. Jauhilah jargon yang buruk dan dekatilah atau gunakanlah jargon yang baik dalam hidupmu.

    ReplyDelete
  67. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sekali lagi, tesis dan anti tesis, sifat kontradiktif tidak akan pernah hilling dari bumi ini. Sifat ini akan menciptakan keseimbangan. Itulah kenapa kebaikan dan keburukan selalu saling sikut. Keburukan sebagai yang sudah diicap, dilabeli bruk akan berusaha mencari teman agar menjadi buruk spertinya. Kebaikan selalu melindungi diri dari nilai-nilai keburukann yan ada. Kebaikan selalu memiliki cara untuk melindungi diri dari keburukan.

    ReplyDelete
  68. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ada saatnya kita mampu memahami jargon-jargon kebaikan, agar kita mampu terlindung dari jargon keburukan. Salah satunya dengan selalu mengingat Tuhan, berdoa kepadanya, dan memohon kepadanya agar dijauhkan dari keburukan, baik yang datang dari luar, atau yang datang dari kebaikan itu sendiiri, seperti sifat riya, ingin dipuji

    ReplyDelete

  69. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melalui artikel ini akhirnya saya lebih memahami artikel sebelum-sebelumnya juga, dalam hidup ini tentunya dalam setiap hal mempunyai dua sisi, baik dan buruk. Baik buruk dan baik memiliki Jargonnya masing-masing. Awalnya semua hati adalah yang baik, namun yang termakan buruk tentunya akan menjadi buruk, maka dalam memaknai suatu fenomena kita harus bijaksana dalam menerjemahkan dan diterjemahkan, gunakan pikiran kritis dan hati kita.

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kebaikan datang dari hati nurani manusia, sedangkan keburukan berasal dari hawa nafsu dan godaan syaitan. Tentu akan lebih kuat godaannya untuk melakukan keburukan daripada melakukan kebaikan. Saing kuatnya godaan untuk melakukan keburukan, kadang hal-hal yang buruk sampai dianggap baik atau lumrah di kalangan masyarakat. sedangkan hal yang baik, karena jarang dilaukan, maka justru menjadi aneh dan tidak wajar.

    Contoh keburukan yang dianggap wajar atau ditoleransi ialah berbohong. Orang yang melaukan satu kebohongan pasti akan melakukan kebohongan-kebohongan berikutnya. Bahkan berbohong dapat menyebabkan ketagihan bagi pelakunya. Sedangkan orang-orang seakan merasa wajar saja dengan suatu kebohongan asal ena di dengar ditelinga. Contoh kebaikan yang dianggap aneh atau tidak wajar yaitu kejujuran. Orang jujur berisiko menguak fakta dan menyinggung orang lain. Hal inilah yang tida disukai orang lain apabila kejujuran itu tida ena di dengar. Maka orang yang jujur dan minoritas justru akan dibenci. Semoga kita tida menjadi orang yang termakna oleh keburukan dan meningalkan kebaikan. Walaupun sulit dan penuh godaan, marilah kita selau berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. Latifah Fitriasari
    PM C

    Aspek cobaan dengan kebaikan dan aspek cobaan dengan keburukan silih berganti dalam kehidupan manusia sedikit demi sedikit sesuai dengan aturan kemampuan. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling bertentangan. Allah menciptakan kebaikan dan keburukan dengan tujuannya masing-masing. Allah selalu menempatkan kita pada situasi yang tidak kita senangi dan tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita. Di sini kita mempunyai pilihan untuk menghadapi atau menghindarinya. Karena Tuhan akan menguji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, tinggal baagaimana kita mengatasinya.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dialog-dialog yang diucapkan oleh jargon keburukan memberikan pengertian kepada kita bahwa sebenarnya keburukan ialah kebaikan juga, namun kebaikan tersebut kemudian mengalami degradasi dan bertransformasi menjadi jargon keburukan. Hal ini seperti disebutkan bahwa setiap manusia yang dilahirkan fitrahnya ialah dalam kebaikan, namun ayah-ibu-lingkungan hidupnyalah yang memberikan dan mengarahan anak tersebut sehingga ia melakukan hal-hal di luar fitrahnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Benar bahwa kebaikan dan keburukan harus ada sehingga kita dapat membedakan mana yang termasuk kebaikan dan mana yang termasuk keburukan, analog dengan kita bisa menggolongkan sesuatu tergolong murah karena kita pun mengerti dan memahami artinya mahal. Hal tersebut mengindikasikan bahawa kebaikan dan keburukan di dunia ini agar terjadinya harmoni. allah telah menyebutkan bahwa dahulu iblis pun tinggal di surga, sedangkan surga kita kenal yang identik dengan balsan bagi kebaikan, namun iblis mulai berlaku sombong dan diusir dari surga ke dunia untuk sampai akhir menggoda manuisa agar berlaku keburukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pada elegi ini diperoleh pemahaman bahwa keburukan boleh menggangu dan menggoda kebaikan asalkan tidak menggoda kebaikan yang selalu mengingat tuhan YME. Demikian juga dengan kebaikan, kebaikan perlu unutk tawadu dan taaruf dalam menegakkakn kebaikan itu sendiri, sehingga orang mampu mengenal kebaikan dengan cara yang baik pula.

    ReplyDelete
  76. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Semua yang ada dan mungkin ada memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Kita sebagai manusia harus lah mampu memahami jargon kebaikan dan keburukan. Jargon keburukan mampu menggoda dan mengganggu kita, namun sungguh jargon keburukan akan musnah jika kita selalu ingat kepada Tuhan, beriman kepada-Nya dan selalu menegakkan jargon kebaikan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  77. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jargon kebaikan dan keburukan menjelaskan tentang bagaimana kaitan antara baik dan buruk. Suatu hal akan terlihat baik karena suatu hal itu ada juga yang buruk. Dan seperti yang kita tahu bahwa semua hal di dunia ini diciptakan secara berpasang-pasangan, baik buru, benar salah, suka duka, dan sebagainya. Apabila kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlihat baik jika sebelumnya kita tidak pernah mengalami keburukan, sehingga kita terlihat baik jika kita pernah buruk.

    ReplyDelete
  78. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT menciptakan segala sesuatu pasti memiliki makna dan maksudnya. Begitu puola dengan keburukan dan kebaikan. Keburukan Allah SWT ciptakan dan berikan sebagai sarana bagi umat-umatnya untuk menaikkan dimensinya yaitu dengan cara bertawakal, berserah diri dalam menyikapi keburukan yang menghampirinya. Dan kebaikan Allah SWT ciptakan dan berikan pun untuk menaikkan dimensi umatnya yaitu dengan selalu rendah hati, dan bersykur dalam menyikapi kebaikan yang menghampirinya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Godaan keburukan yang begitu besar terkadang menyebabkan seseorang lebih mudah melakukan sebuah hal buruk, untuk itulah diperlukannya benteng kebaikan dalam diri agar tidak mudah melakukan sebuah keburukan. Menyadari keterbatasan dan ketidak sempurnaan manusia yang tentu saja menjadikan manusia melakukan sebuah kesalahan, hal ini adalah wujud ketika kita sudah membentengi diri dengan kebaikan kita masih dimungkinkan untuk melakukan sebuah keburukan bagaimana jika kita tidak membentengi diri.

    ReplyDelete
  80. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Di dunia ini ada manusia yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, tetapi ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tetap kecuali Allah SWT. Allah akan merubah nasib seseorang yang mau berusaha untuk berubah. Seperti keburukan, karena kesadarannnya bisa berubah menjadi baik. Semoga kita bisa menyadari dan memperbaiki hidup kita dengan memohon ampun pada Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  81. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Kebaikan dan keburukan memang sengaja diciptakan oleh Tuhan. dengan adanya keburukkan, kita akan tau makna kebaikan, dan begitu pula sebaliknya. diciptakannya kedua hal tersebut untuk menghadapkan manusia pada pilihan hidupnya, jika dia memilih kebaikan, maka hidupnya akan tenang dan mendapatkan balasan yang sesuai dari Tuhan. namun jika dia memilih keburukan, maka dia tidak akan mendapatkan ketenangan yang hakiki, dan akan mendapatkan balasan yang sesuai pula.

    ReplyDelete
  82. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Setiap manusia pasti memiliki kebaikan dan keburukan. Kesempurnaan hanya milik Allah. Namun, Allah maha adil. Allah selalu memberi ganjaran bagi setiap perbuatan. Ganjaran bagi perbuatan bai tentunya berbeda dengan perbuatan buruk. Allah memberikan pahala pada yang berbuat baik, dan dosa bagi yang berbuat keburukan

    ReplyDelete
  83. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    didunia ini pasti ada yang namanya keburukan dan kebaikan, kebaikan dapat mempengaruhi keburukan, begitu pula sebaliknya. terdapat dampaknya masing-masing. dalam hubungannya dengan dunia sekitar, jika kita melakukan kebaikan maka orang lain akan menyukai kita, sebaliknya jika kita melakukan keburukan mereka akan membenci kita. dalam hubungannya dengan agama, jika kita melakukan kebaikan kita akan mendapatkan pahala dan jika kita melakukan keburukan maka kita akan mendapat dosa.

    ReplyDelete
  84. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dalam bertindak, kita akan mejadi orang yang baik atau orang yang buruk itu merupakan pilihan dalam hidup kita. tapi kita harus berani mengambil konsekuensi dari apa yang kita pilih. sekarang ini banyak orang yang menyadari bahwa tindakan tersebut buru, namun tetap dia lakukan. niat yang baik bisa menjadi buruk jika terdapat kesempatan dan godaan yang besar sehingga ia tidak mampu menahan iman.

    ReplyDelete
  85. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. kebaikan dan keburukan memiliki sifatnya masing-masing. Kebaikan dan keburukan juga memiliki jargonnya masing-masing untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut saya yang baik itu bisa menjadi buruk dan yang buruk itu terkadang bisa menjadi baik. Misalnya saja kesombongan yang bisa saja ia menjadi baik, bila digunakan untuk hal yang benar dan positif.

    ReplyDelete
  86. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak ada yang namanya kebaikan, apabila tidak ada keburukan. Mencapai suatu kebaikan tidak akan bermakna jika tidak ada perjuangan memalui berbagai macam keburukan. Keduanya saling memberikan makna. Sebagai manusia, tentunya selalu ingin menggapai dan berada dalam kebaikan serta terhindar dari berbagai bentuk keburukan. Maka dari itu, milikilah Ilmu dan Iman. Tambahkan dan perkuat ilmu dan keimanan kita. Dengan Ilmu dan Iman, kita akan mampu mengenali dan membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan Iman, manusia akan mampu menentukan setiap tindakannya supaya selalu ada dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  87. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Kebaikan dan keburukan adalah bagain dari hokum dialektika yang berlaku dalam kehidupan kita. Ke dua kontradiksi tersebut tak bias kita hindari. Keduanya adalah suatu ketetapan yang akan mengantarkan kita pada dua konsekensi yaitu syurga atau neraka. Tapi bagaimanapun itu, agama diturunkan untuk mengatur watak kita agar dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  88. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dunia ini juga pasti ada baik dan buruk. Kedua hal tersebut selalu bertarung, entah pada akhirnya siapa yang menang. Karena semuanya tergantung individu tersebut. Jika ia selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME maka insyaAllah kebaikan yang akan menang. Pada akhirnya orang tua berambut putih berpesan agar para keburukan, bolehlah ia menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani ia menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Dan untuk para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan.

    ReplyDelete
  89. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Didalam kehidupan itu ada dua yaitu baik dan buruk. Begitulah hidup pasti terdapat pilihan. Pilihan untu menjadi bai atauu menjadi buruk. Beegitu juga diri kita pasti memiliki hal-hal yang baik juga buruk. Hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan kita sebenarnya untuk menguji diri kita apakah akan tetap pada jalan yang benar atau menyimpang. Bangunlah hal-hal yang baik dalam kehidupan seehingga keburukan menyingkir dari kehidupan.

    ReplyDelete
  90. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dalam kehidupan ada dua pilihan yaitu baik dan buruk. Setiap melakukan perbuatan baik dan buruk ada alasan sendiri-sendiri. Baik atau buruk itu merupakan sebuah ujian. Maka untuk memperkecil tingkat keburukan maka lakukan hal-hal yang baik maka keburukan itu akan menghidar dan kecil tingkat keburukannya.

    ReplyDelete
  91. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Keburukan boleh menggangu dan menggoda kebaikan asalkan tidak menggoda kebaikan yang selalu mengingat Allah swt. Demikian juga dengan kebaikan, kebaikan perlu untuk tawadu dan taaruf dalam menegakkakn kebaikan itu sendiri, sehingga orang mampu mengenal kebaikan dengan cara yang baik pula.

    ReplyDelete
  92. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang pasti ada dalam kehidupan. Mereka berjalan beriringan dan dekat sekali dengan kehidupan kita. Di mana keburukan selalu menggoda manusia agar berpaling dari hal yang baik lalu melakukan hal yang buruk. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa beriman kepada Allah dan memohon semoga Allah melindungi kita semua dari keburukan. Aamiin.

    ReplyDelete
  93. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Tesis dan antitesis merupakan dua hal yang kontradiktif dan keduanya tidak dapat dihilangkan dalam kehidupan manusia. Seperti kebaikan dan keburukan. Baik bagi seseorang belum tentu baik juga untuk orang lain, tergantung sudut pandangnya. Sebagai manusia hendaknya mampu memahami jargon-jargon kebaikan agar nantinya terlindung dari jargon keburukan yaitu dengan selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  94. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada dasarnya setiap ada kebaikan pasti ada suatu keburukan sebagai tolak ukurnya. Suatu hal dapat dikatakan baik apabila ada keburukan sebagai tolak ukurnya, serta keburukan dapat dikatakan buruk apabila ada kebaikan sebagai tolak ukurnya. Kita tidak bisa semena-mena mengatakan itu buruk, karena pada dasarnya keburukan itu sesuai dengan prespektif seseorang. Pada intinya, suatu kebaikan itu ada jika memberikan kebermanfaatan bagi orang lain, serta keburukan itu ada jika suatu hal merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  95. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Tuhan menciptakan segalanya berpasang-pasangan dan ada lawannya. Termasuk kebiakan dan keburukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa di dunia terdapat banyak keburukan yang mencoba menjerumuskan kita dan menggoyahkan iman kita. Akan tetapi, kita tidak perlu takut. Kita harus tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan, jangan tergoda dengan keburukan dan selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT. Semoga semakin banyak orang yang berbuat baik sehingga keburukan akan hilang dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  96. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hidup sejatinya adalah kontradiktif. Termasuk adanya kontradiktif antara adanya kebaikan dan keburukan. Kebaikan memerlukan jargon untuk menghindari keburukan. Sedangkan keburukan memerlukan jargon untuk dapat terus melebarkan atau meluaskan keburukannya.

    ReplyDelete
  97. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Postingan diatas menyampaikan bahwa jargon keburukan itu ada karena kebaikan yang dimiliki terus tertutup oleh keburukan. Sekali kita melakukan keburukan, maka kita merasa ingin terus mengulangnya. Sedangkan kebaikan, hanya mampu melihat jargon keburukan. Ia hanya dapat membentengi dirinya dari keburukan. Oleh karena itu, berbuat buruk memang lebih mudah daripada berbuat baik. Namun, sebagai seorang manusia hendaklah kita memperkaya jargon kebaikan dimanapun berada.

    ReplyDelete