Sep 20, 2013

Jargon Kebaikan dan Keburukan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Wahai jargon keburukan dan jargon kebaikan dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon keburukan kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon kebaikan kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon keburukan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon keburukan. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada kebaikan agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para kebaikan tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon kebaikan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon kebaikan. Saya menyadari bahwa jargon para keburukan itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada keburukan agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon keburukan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon keburukan. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi kebaikan pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada kebaikan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada kebaikan maka kedudukanku sebagai keburukan akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi keburukan yang kuat, yaitu sebenar-benar keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai keburukan sejati maka aku harus mengelola semua kebaikan sedemikian rupa sehingga semua kebaikanku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar kebaikan selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para kebaikan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para kebaikan. Dari pada jargon kebaikan menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon keburukan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon keburukan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon keburukan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, di tetapkan sebagai keburukan. Ketika aku menjadi keburukan maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku menjadi keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai keburukan, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Kekuasaanku sebagai keburukan itu mengalir melalui jargon-jargonku. Maka demi menjaga statusku sebagai keburukan terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para kebaikan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai keburukan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon keburukan. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon keburukan, agar dapat mengendalikan jargon-jargon kebaikan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon kebaikan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon kebaikan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon kebaikan. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para keburukan. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada keburukan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada keburukan maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu ingin terbebas sepenuhnya dari jargon-jargon keburukan. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai kebaikan sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para keburukan. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para keburukan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para keburukan. Tetapi apalah dayaku sebagai kebaikan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin terbebas dari para jargon keburukan.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon kebaikan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon kebaikan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon kebaikan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku bertemu dengan jargon keburukan. Ketika aku bertemu denganjargon keburukan, aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku bertemu dengan jargon keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku merasa akan di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai yang kebaikan hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan jargon keburukan itu mengalir melalui jargon-jargon nya. Maka demi menjaga statusku sebagai kebaikan sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para keburukan, agar aku selamat dari cengkeraman para jargon keburukan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai kebaikan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon kebaikan . Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon kebaikan , agar aku bisa berlindung dari ancaman jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai para kebaikan, menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau mampu mengenali jargon-jargon keburukan. Aku ingin memperingatkan para keburukan, bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Aku juga ingin mengingatkan para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amien.

55 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Kebaikan dan keburukan merupakan hal yang pasti ada di dunia ini. Karena segala sesuatu itu diciptakan secara berpasang-pasangan. Di dalam diri setiap manusia pun juga pasti akan ada sisi baik dan sisi buruknya. Dan keduanya mungkin pernah mendominasi hati manusia, entah jargon baik atau buruk kah. Namun, jika kita ingin menjadi insan yang lebih baik, kita juga hendaknya mengetahui hal-hal yang buruk. Mengapa demikian? Agar supaya kita dapat menghindarinya. Bayangkan saja bagaimana jika kita hanya mempelajari tentang kebaikan, niscaya kita akan lebih mudah terperosok kedalam hal yang buruk dari pada orang yang mempelajari tentang keduanya. Dengan mengetahui baik dan buruk, berarti kita sudah dapat membedakan perbuatan baik dan buruk dan kita juga dapat mengontrolnya. Tetapi setiap orang pasti menginginkan selalu berbuat kebaikan karena pada dasarnya hati manusia itu murni sehingga jika dia akan melakukan keburukan maka akan ada suatu pertengkaran kecil di dalam lubuk hatinya yang menjadikan orang itu gelisah. Kecuali bagi orang-orang yang telah membiarkan keburukan merajai dirinya. Dialah sebenar-benar orang yang sangat merugi.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Kebaikan dan keburukan tidak bisa saling menutupi bahkan cenderung keburukan lebih dominan jika disatukan. Manusia akan lebih banyak melihat dari sisi keburukannya dari pada kebaikannya. Pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan berhenti pada konsep sementara perbuatan yang dilakukan sama sekali tidak diilhami oleh pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan. Pengetahuan merupakan aspek kognitif sedangkan pengenalan sudah menyentuh aspek afektif. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu belum tentu memotivisir tingkahlaku yang mendukung pengetahuannya, tetapi orang yang mengenal tentang sesuatu, kalau tidak melakukan sesuatu yang sejalan dengan pengenalannya, sekurang-kurangnya ia simpati atau empati terhadapnya.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Allah SWT telah menciptakan segala sesuatunya dengan berpasang-pasangan seperti malam dan siang, laki-perempuan, kaya-miskin, termasuk kebaikan dan keburukan. Namun semua ini Allah ciptakan ada hikmah di balik semua itu, karenNya tidak menciptakan dengan main-main dan sia-sia. Dalam diri manusia tidak terlepas dari dua sisi yaitu kebaikan dan keburukan. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dianugerahkan dengan akal, kita mempunyai pilihan untuk mengikuti sisi kebaikan kita atau menuruti hawa nafsu (keburukan). Tetapi perlu kita ingat bahwa semua ada konsekuensinya. Kalau kita menebar kebaikan maka tentunya kita juga akan menuai kebaikan, begitupun sebaliknya kalau keburukan yang kita lakukan maka keburukan pula yang akan kita dapatkan. Jadi kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Tetapi saya yakin sebagai manusia yang beragama dan berilmu tentunya kita semua selalu mengharapkan kebaikan dan diberi kekuatan untuk menghadapi keburukan.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Jargon Kebaikan dan keburukan, setelah saya membaca tulisan dari professor, saya dapat memetik sedikit hal tentang kebaikan dan keburukan. Menurut saya, kebaikan yang ada pada diri kita itu seharusnya sebaiknya jangan sekali-sekali dipamerkan kepada oranglain. Biarlah oranglain itu sendiri yang menilainya. Percuma saja jika kita melakukan kebaikan, namun kita dengan bangga menyebutkan kalau diri kita itu orang baik. Maka jika kita melakukan hal yang seperti itu, dimata yang Maha Kuasa dan Maha melihat, kita itu adalah orang yang buruk. Dan seandainya kita di posisi seperti itu, cepatlah memohon ampun kepada Allah Sang pemberi maaf.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kebaikan dan keburukan selalu ada dalam kehidupan ini. keduanya sama – sama mempunyai jargon. Sebagai ciptaan Tuhan maka hendaknya kita menjauhi segala keburukan dan mendekat kepada kebaikan. Hendaknya saling tolong menolong dalam hidup ini agar dapat menambah kebaikan, dan semoga kita semua jangan menambah keburukan dengan berprasangka buruk dengan orang lain, tetapi menambah kebaikan dengan segala perbuatan baik, tingkah laku dan tutur kata yang baik pula.

    ReplyDelete
  6. ARNY HADA INDA
    16709251079
    P-MAT D 2016 (S2)
    Ada orang yang memiliki pengertian yang lengkap tentang kebaikan dan keburukan. Ia bisa menerangkan dengan lancar segi-segi dan kriteria-kriteria yang berhubungan dengan kebaikan atau keburukan itu. Tetapi pengertiannnya itu tidak mengantarnya pada perbuatan kongkrit. Pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan berhenti pada konsep, sementara perbuatan yang dilakukan sama sekali tidak diilhami oleh pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan. Model orang seperti ini biasanya terdapat pada orang intelek yang jahat atau penjahat yang jenius. Keburukan dan kebaikan tidak bisa saling menutupi bahkan cenderung keburukan lebih dominan jika disatukan. Jadi kebaikan seseorang yang banyak bisa hancur oleh sekali perbuatan yang salah tetapi keburukan sebesar apapun tidak bisa hilang oleh satu perbuatan baik.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Di dunia ini ada hal baik dan ada hal buruk. Melakukan hal baik tentu memiliki alasana, dan berbuat buruk pun memiliki alasan untuk mempertahankannya. Orang yang baik adalah orang yang bisa membela kebenaran dan berani berargumen dengan jargon – jargon yang dimiliki oleh keburukan.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Baik dan buruk ada dalam hati setiap insan. Jika ingin mengetahuinya maka tengoklah hatinya. Apabila segumpal daging itu baik maka baik pula lainnya, namun apabila segumpal daging itu buruk maka buruk pula lainnya, dan segumpal daging itu ialah hati.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jargon Kebaikan dan keburukan, setelah saya membaca tulisan dari professor, saya dapat memetik beberapa hal tentang kebaikan dan keburukan. Menurut saya, kebaikan yang ada pada diri kita itu seharusnya sebaiknya jangan sekali-sekali dipamerkan kepada oranglain. Biarlah oranglain itu sendiri yang menilainya. Percuma saja jika kita melakukan kebaikan, namun kita dengan bangga menyebutkan kalau diri kita itu orang baik. Maka jika kita melakukan hal yang seperti itu, di mata yang Maha Kuasa dan Maha melihat, kita itu adalah orang yang buruk. Dan seandainya kita di posisi seperti itu, cepatlah memohon ampun kepada Allah Sang pemberi maaf. Untuk itu, sebagai makhluk yang diciptakan olehNya, kita tidak akan lepas ke[ada hal-hal yang baik dan yang buruk. Maka, seharusnya kita berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik, agar hidup kita selamat dunia dan akhirat. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Sebenarnya pada hakikatnya boleh saja keburukan menggoda kebaikan. Dengan begitu si kebaikan akan belajar bagaimana berpegang teguh dengan apa yang ia yakini. Dari hal ini dia akan terbiasa untuk tetap kuat walau ada bisikkan yang buruk.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Keburukan dan kebaikan adalah dua hal yang pasti ada dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil keburukan yang ada pada diri kita dan memperbanyak amalan baik kita. Memang tidak mudah, namun hal ini memang harus kita laksanakan. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Tuhan telah menciptakan semuanya, termasuk kebaikan dan keburukan. Segala yang telah tercipta yang asalnya dari Allah SWT sudah barang tentu memiliki tujuan dan maksud tertentu. Begitupun dengan keburukan, walaupun yang namanya keburukan semua orang tidak menginginkannya namun keburukan ini dapat menguji kualitas kebaikan seseorang. Karena keburukan adalah ujian bagi kebaikan. Supaya kita menghindarkan diri dari keburukan adalah dengan selalu ingat dan beriman kepada Allah. Dimana ketika sesorang tetap tawaduk dalam menegakkan kebaikan maka keburukan akan hilang selamanya.

    ReplyDelete
  13. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dunia ini tak lepas dengan adanya kebaikan dan keburukan. Dua hal itu memang tidak dapat dipisahkan. Jika hanya ada kebaikan saja, maka dunia akan hampa. Sedangkan jika ada keburukan saja dunia akan rusuh. Tapi dengan adanya 2 hal itu dunia menjadi berwarna, tergantung bagaimana kita menikapinya. Akankah terpengaruh dengan keburukan atau istiqomah dengan kebaikan.

    ReplyDelete
  14. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia selagi masih hidup di dunia bersifat kontradiktif. Salah satunya yaitu terdapat keburukan dan kebaikan. Sesungguhnya manusia hidup didunia ingin dengan jargon-jargon kebaikan, tetapi tidak dipungkiri jargon keburukan hadir untuk menguji manusia. Hal tersebut merupakan cara Allah SWT menguji ketaqwaanan umat-Nya. Jargon keburukan dapat dihindari dengan cara melakukan jargon kebaikan secara ikhlas.

    ReplyDelete
  15. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang sudah menjadi keterbatasan manusia, ketika pada saatnya dia melakukan keburukan entah disengaja maupun tidak. Manusia selalu memiliki alasan-alasan untuk berbuat baik atau buruk. Alasan-alasan seperti inilah yang disebut jargon. Namun, kita sebagai manusia yang taat kepada Allah SWT harus senantiasa mempertahankan jargon-jargon kebaikan untuk menghindari perbuatan yang buruk. Semoga kita semua diampuni dari segala dosa-dosa keburukan yang telah kita perbuat. Aamiin ya robbal alamin...

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Istilah “Tidak ada manusia yang sempurna” memang benar adanya. Setiap manusia mempunyai sisi baik dan buruk. Kebaikan dan keburukan dapat kita artikan sebagai kekuatan dan kelemahan kita. Namun, di satu sisi itu bukan berarti bahwa kita harus menerima kelemahan-kelemahan itu tanpa keinginan untuk berubah. Tidak ada orang di muka bumi yang tidak memiliki kelemahan. Ada cara untuk mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan, asalkan kita bersedia untuk berubah dan mengikuti pendekatan terbaik yang tersedia. jika kita melihat jauh didalam diri kita sendiri, kita akan menemukan pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kebaikan dan keburukan merupakan sifat manusia. Kebaikan dan keburukan dapat dianalogikaan sebuah kertas putih terkena setetes tinta hitam. Kebaikan dapat diibaratkan sebagai kertas putih, dan tetesan tinta diibaratkan keburukan. Namun dari hal tersebut tetesan tinta hitam tersebut terlihat lebih menonjol dibandingkan kertas putih yang luasnya lebih besar. Jadi dapat saya tuliskan, 1001 kebaikan yang telah kita lakukan baik itu orang mengetahui atau tidak, ketika orang lain melihat satu keburukan di diri ini, maka akan selamanya tercap seperti itu. Padahal itu tidaklah adil. Namun inilah dunia, penuh ketidakadilan, hanya Allah Yang Maha Adil.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia tidak akan lepas dari kebaikan dan keburukannya. Baiknya seseorang belum tentu dia tidak berbuat jahat. Buruknya seseorang belum tentu dia tudak melakukan yang baik. Tetapi kembali kepada ketaqwaan kita, Amal makruf nahi nungkar.
    Kebaikan dan keburukan bukanlah sesuatu yang mutlak. Kebaikan takut akan menjadi suatu keburukan, tapi untuk menuju suatu kebaikan, keburukan harus berani.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kebaikan dan keburukan adalah dua sisi yang bisa diibaratkan sepeti dua sisi mata uang yang bertolak belakang namun saling berhubungan. Kebaikan tidak akan bisa dikatakan sebagai kebaikan jika tidak ada keburukan. Hal tersebut akan tetap ada sampai nanti akhir jaman, hal buruk akan menjadi hal yang sangat menggoda bagi manusia. Namun dengan dasar yang kuat akan Tuhan YME manusia diharapkan untuk tetap berada pada tindakan yang baik.

    ReplyDelete
  20. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kebaikan dan keburukan itu selalu ada dalam Hidup ini.Sebagai seorang manusia kita harus berusaha untuk berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan karena keburukan itu merupakan perbuatan syaitan. Kita harus bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  21. Viani kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon kebaikan dan keburukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa didunia ini akan selalu ada kebaikan dan keburukan. Dalam tulisan ini disampaikan bahwa setiap kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi diri dari kejahatan. Sedangkan setiap keburukan juga memerlukan jargon untuk melebarkan keburukan. Allah menghadirkan keburukan sebagai bentuk ujian bagi kebaikan. Kebaikan haruslah mengokohkan pondasi dalam menegakkan kebaikan. sejatinya jika kita terus melakukannya, keburukan akan sirna oleh keikhlasan yang dilakukan.

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Tuhan itu maha adil. Tuhan menciptakan segala sesuatu nya berpasang-pasangan. Seperti halnya kebaikan yang berpasangan dengan keburukan. Tidak akan ada kebaikan jika tidak ada keburukan, begitu pula sebaliknya. Kebaikan dan kebrukan hendaknya bisa saling menterjemahkan. Maksudnya, mungkin saja sesuatu terlihat sebgai keburukan, padahal sebenarnya ia adalah kebaikan. Maka kita harus pandai-pandai menterjemahkan kedua hal tersebut. dan yang tidak kalah penting, kita harus selalu meminta petunjuk Allah agar ditutun ke jalan yang benar dalam setiap keputusan dan tindakan.

    ReplyDelete
  23. Iman dan takwa kepada Tuhan YME menjadi bela manusia untuk dapat memilah dan memilih cara menjalani kehidupan karena iman dan takwa kepada Tuhan YME akan menjaga kita dalam lingkup kebaikan yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Kebaikan yang kita miliki hanyalah anugerah Tuhan bukan usaha keras kita dalam meraihnya. Di lain pihak, syaitan akan berusaha keras untuk menggodai kita agar kita masuk perangkapnya dan menjadi pengikutnya. Sungguh kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  24. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kita tidak dapat mengatakan suatu hal itu baik tanpa adanya suatu hal yang buruk, begitu juga sebaliknya. Pada kenyataanya keburukan akan selalu terus menggoda kita untuk mengikuti jalan mereka. Alasan adanya keburukan agar manusia selalu waspada dan meningkatkan kualitasnya, tidak tergoda dengan keburukan itu, dapat mengendalikan nafsu, dan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Hanya hati yang ikhlas, ta’aruf dan tawadu’ yang dapat membimbing kita dalam memerangi keburukan.
    Begitu pula dalam menghadapi berbagai macam karakter siswa. Sebagai pendidik haruslah penuh kebaikan. Seorang guru harus sabar dalam menghadapinya agar keburukan itu tidak semakin menjadi-jadi. Seorang guru harus menjadi penentram hati. Semoga dapat tercipta pembelajaran yang kondusif sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  25. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ketika kita telah meninggal, maka kebaikan dan keburukan kita akan di perhitungkan. Sebagaimana dalam firmannya “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya: 35). Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tetap kecuali Allah SWT. Allah akan merubah orang yang mau berusaha untuk berubah. Seperti keburukan, karena kesadarannnya bisa berubah menjadi baik. Semoga kita bisa menyadari dan memperbaiki hidup kita dengan memohon ampun pada Allah.

    ReplyDelete
  26. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kebaikan dan keburukan memang saling melengkapi di dunia ini, tapi perlu kita pahami bahwa kabaikan yang disertai dengan keburukan akan mendatangkan celaka. Tetapi jika keburukan disertai dengan kebaikan maka insya Allah akan berangsur-angsur membawa kepada kebaikan pula.

    ReplyDelete
  27. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Baik dan buruk adalah dua hal yang ada di dunia ini dan tidak bisa dihilangkan. Jika ada baik pastilah ada buruk, begitu juga sebaliknya, jika ada buruk pastilah ada baik. Kita tidak bisa menilai itu baik jika tidak ada yang dibandingkan yaitu buruk, begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa menilai itu buruk jika tidak ada yang dibandingkan yaitu baik. Sebagai manusia walaupun kita tidak bisa terlepas dari hal-hal buruk karena kita tidak sempurna, kita tetap harus berikhtiar untuk melakukan hal-hal baik di dunia ini yang bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, negara dan orang lain.

    ReplyDelete
  28. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, saya mendapat pelajaran bahwa kita sebaiknya senantiasa berperilaku baik. Ya dia saat menjalani kehidupan dunia, godaan – godaan buruk akan selalu ada. Dan disitu ujian bagi kita agara senantiasa tetap berpendirian pada diri sendiri. Selalu mengingat Tuhan YME

    ReplyDelete
  29. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejalan dengan ketika kita akan menuntut ilmu, sebaiknya kita harus ikhlas. Kita harus memiliki niat baik agar ilmu yang di dapat berkah. Namun perjalanan mendapat ilmu itu tidak mudah. Akan selalu ada halangan. Kadang kita merasa malas, kadang menunda tugas dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita berada posisi itu sebaiknya kita ingta lagi niat kita di awal, selalu mendekatkan diri pada Tuhan YME agar diberi kemudahan dan kelancaran.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Kebaikan dan keburukan dalam kehidupan kita merupakan ujian atau cobaan dalam hidup kita. Dalam menghadapi keburukan dan kebaikan dalam kehidupan perlu menterjemahkan dan diterjemahkan. Dengan menterjemahkan dan diterjemahkan kita dapat menghidari keburukan yang akan terjadi. Belajar dari hal-hal yang kurang menyenangkan kita akan sedikit demi sedikit menghindari hal yang demikian agar kebaikan selalu datang di hidup kita. Allah maha bijaksana atas segala hal yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  31. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    didalam dunia ini pasti ada kebaikan dan keburukan. adanya kebaikan dan keburukan merupakan penguji iman manusia, jika hanya ada kebaikan saja maka dunia ini akan berasa hampa namun jika hanya ada keburukan maka dunia ini akan hancur seketika, sesungguhnya didalam hati kita memiliki nurani yang sangat peka, jika melakukan hal keburukan pasti nurani akan memberontak namun terkadang kita menghiraukannya. maka dari itu kita harus terus belajar, belajar untuk mendekatkan diri pada kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.

    ReplyDelete
  32. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jargon kebaikan dan jargon keburukan ini melihat dua sisi yaitu sisi positif pada kebaikan dan satu sisi negatif yaitu keburukan. Ketika kita membandingkan kebaikan dan keburukan maka tidak akan bisa, karena kebaikan dan keburukan manusia tergantung pada manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Kebaikan adalah lawan dari keburukan. Jika kebaikan ada, keburukan pun akan ada. Karena jika keburukan tidak ada, maka kita tidak bisa menyebutkan kebaikan. Itulah hikmah diciptakannya yang haram dan halal. Supaya manusia bisa memilih dan membedakan mana yang haram dan mana yang halal.

    ReplyDelete
  34. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. kebaikan dan keburukan memiliki sifatnya masing-masing. Kebaikan dan keburukan juga memiliki jargonnya masing-masing untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut saya yang baik itu bisa menjadi buruk dan yang buruk itu terkadang bisa menjadi baik. Misalnya saja kesombongan yang bisa saja ia menjadi baik, bila digunakan untuk hal yang benar dan positif.

    ReplyDelete
  35. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia diciptakan didunia ini tidak ada yang sempurna. Adanya jargon kebaikan dan keburukan adalah cara Allah SWT menguji Umat-Nya didunia ini. Jargon Kebaikan menjadikan manusia hidup menjadi orang yang lebih baik. Jargon Keburukan sebagai cara Allah SWT menguji manusia untuk menjadikan manusia derajatnya lebih tinggi, jika mampu menghindari jargon keburukan.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah merupakan kodrat ilahi bahwa jika ada kebaikan pasti ada keburukan, hidup itu pilihan, tergantung kepada individunya. Jika perilakunya berorientasi kepada kebaikan maka dia akan berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan kemampuannya untuk mencapai tujuan yang baik, namun apabila dilakukan dengan ragu-ragu akan berakibat pada dirinya sendiri, resiko itu selalu ada yang dapat menjerumuskan individu tersebut ke dalam keburukan.

    ReplyDelete
  37. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebaikan dan keburukan ada untuk saling melengkapi. Tidak akan disebut sebagai suatu kebaikan jika tidak ada keburukan, dan sebaliknya. Kebaikan ialah suatu hal yang tidak buruk dan keburukan ialah hal yang tidak baik. Allah senantiasa meciptakan suatu hal bukan tanpa alasan. Kita sebagai manusia dikaruniai akal pikiran agar dapat untuk dimanfaatkan melakukan kebaikan-kebaikan sesuai aturan dan hukum-Nya.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari artikel yang berjudul "Jargon kebaikan dan keburukan" tersebut, saya mengambil suatu makna dari artikel tersebut. Menurut saya, kebaikan yang ada pada diri kita atau yang kita punya adalah merupakan kelebihan dari kita sendiri.

    ReplyDelete
  39. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, keburukan yang kita miliki atau yang tertanam pada diri kita bukan merupakan kelemahan pada diri kita, tetapi menurut sayaitu merupakan kelebihan yang tertunda. Keburukan yang kita miliki, seharusnya bukan menjadi penghalang untuk kita melangkah yang lebih tinggi di dunia karir kita.

    ReplyDelete
  40. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keterkaitan antara kebaikan dan keburukan itu ada. Sebenarnya bisa saja kita menutupi keburukan dengan mengutamakan kebaikan kita, sehingga keburukan tesebut tidak akan muncul pada diri kita. Selama kita tetap berfikir secara positif dan optimis, akan selalu ada kebaikan yang bisa kita dapatkan.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia dalam kehidupannya pasti menanggapi kebaikan dan keburukan. Karena yang ditakdirkan oleh Allah tidak ada yang buruk, pasti ada hal yang bermakna didalamnya. Seperti ini jika ada kebaikan maka ada keburukan jika ada keburukan maka ada kebaikan. Kedua hal tersebut saling melengkapi tinggal bagaimana cara menyikapinya. Sehingga dalam melakukan segala perbuatan hendaklah meminta ridha’ Allah agar mendapatkan rahmatNya. Dan mengontrol dirinya kepada jalan yang benar.

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebaikan dan keburukan tidak bisa beririsan. Saat kebaikan melakukan tugasnya, dan dalam perjalanan menemui keburukan, maka keburukan akan mendominasi kebaikan. Oleh karenanya kedua jargon ini perlu saling mengenali agar tidak saling mengganggu, dan keburukan akan selalu bisa dikalahkan oleh kebaikan saat kebaikan selalu ingat dan beriman kepada Tuhan

    ReplyDelete
  43. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Didalam dunia ini pasti ada kebaikan dan keburukan, kita tidak bisa memaksakan semua akan menuju pada kebaikan, karena setiap orang berbeda beda prinsipnya, Allah menguji manusia melalui cobaan cobaan yang ada, kemudian manusia akan menentukan pilihannya, jika kuat iman maka akan tetap pada jalan kebaikan namun jika tidak mak dapat terjerumus dalam jalan keburukan, maka dari itu kita dalam melakukan apapun selalu berniat untuk ibadah kepada Allah agar kita selalu terlindung dari godaan setan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  44. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Sebaik-baiknya manusia pasti pernah bersikap keburukan. Hanya saja bagaimana manusia itu sendiri dalam menyikapi keburukan yang dialaminya. Dengan cara kita sallau ingat kepada Allah SWT, Insya Allah akan terhindar kari keburukan-keburukan yang ada karena slalu diberikan petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  45. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Di dalam kehidupan kita tidak bisa lepas dari suatu kebaikan dan keburukan. Kebaikan dan keburukan itu sendiri punya jargon masing-masing. Mereka mempunyai porsi masing-masing di dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  46. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kita sebagai manusia hendaknya sadar akan kebaikan dan keburukan yang kita miliki sebagai anugerah dari Tuhan YME. Oleh karenanya kita harus selalu senantiasa belajar bagaimana cara untuk mengendalikan keduanya. Agar kita dapat menahan keburukan kita dan memperbanyak kebaikan.

    ReplyDelete
  47. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebaikan dan keburukan adalah sesuatu yang saling berpasangan. Seperti halnya adanya siang dan malam. Kebaikan yang kita memiliki sebaiknya jangan dipamer-pamerkan kepada orang lain. Biarkan orang lain yang menilai apa yang kita perbuat. Kalau kita memamerkan perbuatan baik yang kita lakukan, maka Allah SWT menilai kita telah melakukan hal buruk dalam hidup kita, karena kita termasuk orang yang sombong atau riya, maka kita harus segera mohon ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  48. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Allah menciptakan sesuatu tidak mungkin tidak ada gunanya. Begitu pun dengan adanya kebaikan dan keburukan, keduanya ada dan masing-masing memiliki jargon. Kebaikan ada jelas fungsinya untuk menyadarkan orang-orang, sedangkan keburukan ada untuk menguji kebaikan.

    ReplyDelete
  49. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah SWT menciptakan kebaikan dan juga keburukan. Kebaikan akan ada karena pernah melakukan keburukan, karena keburukan selalu menggoda maka suatu saat godaan itu tak akan digubris karena sudah ada kebaikan dalam diri. Sedangkan kesenangan keburukan yang suka menggoda dan mengganggu menganggap kebaikan sebagai ujian yang perlu disingkirkan. Maka sebaik-baik kita perlu menjaga diri dan menjauhkan dari sikap dan sifat keburukan, dekatilah kebaikan karena akan mendekatkan pada Yang Maha Kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk mendekati kebaikan dan menjauhkan keburukan maka perlu hati yang bersih dan ikhlas. Menjauhkan dari hal-hal yang dapat berdampak buruk dan mendatangi kebaikan-kebaikan. Keranda sesungguhnya semurni dan sebersih apapun hati penuh dengan kebaikan, keburukan akan selalu menggoda agar hati kotor. Maka perbanyaklah mengingat Allah dan mendekatkan diri pada-Nya.

    ReplyDelete
  51. Dwi Kawuryani
    S1 Pendidikan Matematika 2014 (14301241049)
    Dalam hidup kita mengenal kebaikan dan keburu kan, kita bisa menjadi baik dan buruk tergantung dari dimensi ruang dan waktu. Benar adalah salah didimensi ruang dan waktu yang lain, begitu juga salah bisa menjadi benar didimensi yang berbeda, maka sebetul-sebulnya benar dan salah hanya dimilik oleh Tuhan, sehingga kita sebagai makhluk ciptaannya hendaknya selalu meminta perlindungan dari yang salah dan meminta untuk menuju ke kebaikan.

    ReplyDelete
  52. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keburukan dan kebaikan akan selalu ada dalam diri seseorang. Keburukan akan selalu Nampak jelas dimata orang lain jika dibandingkan dengan kebaikan yang telah kita lakukan. Namun hal tersebut lebih baik dibandingkan seseorang yang dengan sengaja memperlihatkan kebaikan-kebaikannya kepada semua orang.

    ReplyDelete
  53. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling kontradiktif. Dalam hal ini, kedua-duanya membutuhkan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukan sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirinya.

    ReplyDelete
  54. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Semua yang ada dan mungkin ada memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Kita sebagai manusia harus lah mampu memahami jargon kebaikan dan keburukan. Jargon keburukan mampu menggoda dan mengganggu kita, namun sungguh jargon keburukan akan musnah jika kita selalu ingat kepada Tuhan, beriman kepada-Nya dan selalu menegakkan jargon kebaikan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  55. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan, hal inilah yang selalui mewarnai hidup kita. Dalam keseharian hidup kita, tentunya kita dihadapkan dengan sesuatu hal yang baik dan yang buruk. Semuanya itu tergantung ruang dan waktunya. Setiap kita pasti mendambakan kebaikan dalam menjalani hidup. Tapi tak dapat dipungkiri kita juga bahkan sering mengalami keburukan. Dan tentunya keburukan-keburukan yang sering kita alami itu merupakan cobaan dan ujian bagi kita, bagaimana kita bisa menghadapi cobaan-cobaan tersebut. Hendaknya kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dengan selalu memanjatkan doa kepadaNya, agar kita terhindar dari segala macam bentuk cobaan, dan memohon agar kebaikan selalu menghampiri kita.

    ReplyDelete