Sep 20, 2013

Jargon Kebaikan dan Keburukan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Wahai jargon keburukan dan jargon kebaikan dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon keburukan kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon kebaikan kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon keburukan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon keburukan. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada kebaikan agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para kebaikan tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon kebaikan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon kebaikan. Saya menyadari bahwa jargon para keburukan itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada keburukan agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon keburukan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon keburukan. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi kebaikan pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada kebaikan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada kebaikan maka kedudukanku sebagai keburukan akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi keburukan yang kuat, yaitu sebenar-benar keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai keburukan sejati maka aku harus mengelola semua kebaikan sedemikian rupa sehingga semua kebaikanku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar kebaikan selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para kebaikan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para kebaikan. Dari pada jargon kebaikan menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon keburukan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon keburukan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon keburukan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, di tetapkan sebagai keburukan. Ketika aku menjadi keburukan maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku menjadi keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai keburukan, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Kekuasaanku sebagai keburukan itu mengalir melalui jargon-jargonku. Maka demi menjaga statusku sebagai keburukan terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para kebaikan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai keburukan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon keburukan. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon keburukan, agar dapat mengendalikan jargon-jargon kebaikan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon kebaikan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon kebaikan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon kebaikan. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para keburukan. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada keburukan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada keburukan maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu ingin terbebas sepenuhnya dari jargon-jargon keburukan. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai kebaikan sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para keburukan. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para keburukan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para keburukan. Tetapi apalah dayaku sebagai kebaikan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin terbebas dari para jargon keburukan.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon kebaikan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon kebaikan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon kebaikan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku bertemu dengan jargon keburukan. Ketika aku bertemu denganjargon keburukan, aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku bertemu dengan jargon keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku merasa akan di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai yang kebaikan hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan jargon keburukan itu mengalir melalui jargon-jargon nya. Maka demi menjaga statusku sebagai kebaikan sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para keburukan, agar aku selamat dari cengkeraman para jargon keburukan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai kebaikan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon kebaikan . Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon kebaikan , agar aku bisa berlindung dari ancaman jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai para kebaikan, menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau mampu mengenali jargon-jargon keburukan. Aku ingin memperingatkan para keburukan, bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Aku juga ingin mengingatkan para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amien.

32 comments:

  1. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Di dalam menjalani kehidupan pasti ada sisi kebaikan dan sisi keburukan, tinggal kita saja yang harus menentukan pilihan mau kearah mana kita membawa diri ini. Melakukan tindakan kebaikan tidak harus dari hal-hal besar namun dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti bersedakah ataupun merawat orang tua sendiri. Yang terpenting adalah ketika kita melakukan kebaikan harus dilandasi oleh rasa ikhlas agar apa yang kita lakukan tidak menuju kearah yang dinamakan dengan Riya’. Namun hal terdekat yang kita lakukan untuk kebaikan adalah menuntut ilmu seperti yang sekarang kita lakukan dengan menempuh pendidikan S2 di UNY. Hal ini tentu bertujuan agar kedepannya kita mempunyai pengetahuan yang luar agar dapat memasuki dunia kerja yang mampu menopang kehidupan kita kelak dan yang terpenting dapat menjadi kebanggan kedua orang tua kita.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu yang baik terkadang bisa menjadi buruk karena mereka yang mengaku baik menetapkan bahwa itu buruk. Sebagai seorang manusia kita tidak akan terlepas dari keburukan, yang kita bisa hanyalah meminimalkan tempat keburukan dengan melakukan kebaikan. Maka jangan sampai kita merubah tempat kebaikan orang lain menjadi keburukan dengan menghakiminya. Tugas kita sebagai seorang manusia hanyalah mengingatkan dengan kata-kata yang baik dan mendoakan keburukan agar dapat berubah menjadi kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita untuk berbuat baik dan menghindarkan kita dari keburukan.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kebaikan dan keburukan itu berjalan beriringan. Kita tidak dapat mengatakan suatu hal baik tanpa mengetahui keburukan sebagai pembanding. Keduanya sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan. Ada disekitar kita, sehingga ada potensi bagi kita untuk masuk kekeduanya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Idealnya memang kita selalu berbuat baik dalam hidup. Hal ini hanya bisa kita lakukan jika kita mampu mengendalikan hati, nafsu dan pikiran dengan baik, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan berusaha mengimplementasikan aturan Tuhan dalam setiap langkah kita.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan manusia selalu melakukan hermenetika, yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan. Untuk dapat menggapai harmoni kehidupan melalui dua hal tersebut maka kita harus ikhlas hati dan ikhlas pikir. Kita harus menyadari sesuatu diciptakan secara berdampingan, begitupula kebaikan dan keburukan. Dan manusia tidak akan perlu luput dari bujuk rayu syeitan untuk menjerumuskan dalam keburukan. Dengan demikian, yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri baik ilmu maupun iman kepada Tuhan YME sehingga kita dapat menterjemahkan dan diterjemahkan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  6. Dalam berkehidupan semuanya memerlukan dan berhak memiliki jargon. Begitu keburukan dan kebaikan, masing memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya dan melindungi dirimya. Namun haruslah tetap kita ketahui bahwa keduanya saling mempengaruhi. Keberadaan jargon keburukanpun jelas ada dan harus disiasati. Meski demikian perlulah kita yakini bahwa jargon kebaikan itu akan kuat apabila kita selalu berdasarkan dengan perintah dan larangan Allah SWT

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Di dunia ini ada hal baik dan ada hal buruk. Melakukan hal baik tentu memiliki alasana, dan berbuat buruk pun memiliki alasan untuk mempertahankannya. Orang yang baik adalah orang yang bisa membela kebenaran dan berani berargumen dengan jargon – jargon yang dimiliki oleh keburukan.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Keburukan dan kebaikan adalah dua hal yang pasti ada dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil keburukan yang ada pada diri kita dan memperbanyak amalan baik kita. Memang tidak mudah, namun hal ini memang harus kita laksanakan. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada dasarnya semua ciptaan sang Maha Pencipta adalah baik dan mereka adalah subjek, objek, kebaikan, keburukan, serta unsur yang lain. Bahkan keburukan pada dasarnya memiliki sifat yang baikan. Hanya saja suatu ketika keburukan telah dikuasai hawa nafsu maka ia berusaha memproduksi unsur-unsur yang dapat melindungi mereka. Ini adalah ciri-ciri tipu daya syaitan yaitu selalu menutupi keburukan nya dengan keburukan lain agar mereka tetap dianggap eksis. Tidak seperti kebaikan yang dengan senantiasa Istiqomah mempertahankan unsur-unsur yang ia miliki serta selalu menyerahkan hal-hal yang telah dirasa menyimpang kepada Allah SWT. Itulah sifat yang sesungguhnya harus dicontoh. Bahwa ada sang pemelihara dan pengawas yang maha agung. Karena kita dimuka bumi bukan lah siapa-siapa kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Baik dan buruk, benar dan salah, hal-hal itu pasti tidak terlepas dari kehidupan manusia. Baik bag diriku belum tentu baik bagi orang lain, begitu pula sebaliknya. Dimensi keduanya berada pada ambang yang sangat tipis jaraknya apabila kita tidak dapat menyadarinya. Setiap yang baik dan buruk memiliki jargonnya masing-masing. Jargon ini sebagai tameng dan pembenaran bagi keduanya. Kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT hendaknya selalu berbuat kebaikan dan menghindari keburukan. Jauhilah jargon yang buruk dan dekatilah atau gunakanlah jargon yang baik dalam hidupmu.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sekali lagi, tesis dan anti tesis, sifat kontradiktif tidak akan pernah hilling dari bumi ini. Sifat ini akan menciptakan keseimbangan. Itulah kenapa kebaikan dan keburukan selalu saling sikut. Keburukan sebagai yang sudah diicap, dilabeli bruk akan berusaha mencari teman agar menjadi buruk spertinya. Kebaikan selalu melindungi diri dari nilai-nilai keburukann yan ada. Kebaikan selalu memiliki cara untuk melindungi diri dari keburukan.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ada saatnya kita mampu memahami jargon-jargon kebaikan, agar kita mampu terlindung dari jargon keburukan. Salah satunya dengan selalu mengingat Tuhan, berdoa kepadanya, dan memohon kepadanya agar dijauhkan dari keburukan, baik yang datang dari luar, atau yang datang dari kebaikan itu sendiiri, seperti sifat riya, ingin dipuji

    ReplyDelete

  13. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melalui artikel ini akhirnya saya lebih memahami artikel sebelum-sebelumnya juga, dalam hidup ini tentunya dalam setiap hal mempunyai dua sisi, baik dan buruk. Baik buruk dan baik memiliki Jargonnya masing-masing. Awalnya semua hati adalah yang baik, namun yang termakan buruk tentunya akan menjadi buruk, maka dalam memaknai suatu fenomena kita harus bijaksana dalam menerjemahkan dan diterjemahkan, gunakan pikiran kritis dan hati kita.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kebaikan datang dari hati nurani manusia, sedangkan keburukan berasal dari hawa nafsu dan godaan syaitan. Tentu akan lebih kuat godaannya untuk melakukan keburukan daripada melakukan kebaikan. Saing kuatnya godaan untuk melakukan keburukan, kadang hal-hal yang buruk sampai dianggap baik atau lumrah di kalangan masyarakat. sedangkan hal yang baik, karena jarang dilaukan, maka justru menjadi aneh dan tidak wajar.

    Contoh keburukan yang dianggap wajar atau ditoleransi ialah berbohong. Orang yang melaukan satu kebohongan pasti akan melakukan kebohongan-kebohongan berikutnya. Bahkan berbohong dapat menyebabkan ketagihan bagi pelakunya. Sedangkan orang-orang seakan merasa wajar saja dengan suatu kebohongan asal ena di dengar ditelinga. Contoh kebaikan yang dianggap aneh atau tidak wajar yaitu kejujuran. Orang jujur berisiko menguak fakta dan menyinggung orang lain. Hal inilah yang tida disukai orang lain apabila kejujuran itu tida ena di dengar. Maka orang yang jujur dan minoritas justru akan dibenci. Semoga kita tida menjadi orang yang termakna oleh keburukan dan meningalkan kebaikan. Walaupun sulit dan penuh godaan, marilah kita selau berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    PM C

    Aspek cobaan dengan kebaikan dan aspek cobaan dengan keburukan silih berganti dalam kehidupan manusia sedikit demi sedikit sesuai dengan aturan kemampuan. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling bertentangan. Allah menciptakan kebaikan dan keburukan dengan tujuannya masing-masing. Allah selalu menempatkan kita pada situasi yang tidak kita senangi dan tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita. Di sini kita mempunyai pilihan untuk menghadapi atau menghindarinya. Karena Tuhan akan menguji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, tinggal baagaimana kita mengatasinya.

    ReplyDelete
  17. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dialog-dialog yang diucapkan oleh jargon keburukan memberikan pengertian kepada kita bahwa sebenarnya keburukan ialah kebaikan juga, namun kebaikan tersebut kemudian mengalami degradasi dan bertransformasi menjadi jargon keburukan. Hal ini seperti disebutkan bahwa setiap manusia yang dilahirkan fitrahnya ialah dalam kebaikan, namun ayah-ibu-lingkungan hidupnyalah yang memberikan dan mengarahan anak tersebut sehingga ia melakukan hal-hal di luar fitrahnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  18. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Benar bahwa kebaikan dan keburukan harus ada sehingga kita dapat membedakan mana yang termasuk kebaikan dan mana yang termasuk keburukan, analog dengan kita bisa menggolongkan sesuatu tergolong murah karena kita pun mengerti dan memahami artinya mahal. Hal tersebut mengindikasikan bahawa kebaikan dan keburukan di dunia ini agar terjadinya harmoni. allah telah menyebutkan bahwa dahulu iblis pun tinggal di surga, sedangkan surga kita kenal yang identik dengan balsan bagi kebaikan, namun iblis mulai berlaku sombong dan diusir dari surga ke dunia untuk sampai akhir menggoda manuisa agar berlaku keburukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  19. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pada elegi ini diperoleh pemahaman bahwa keburukan boleh menggangu dan menggoda kebaikan asalkan tidak menggoda kebaikan yang selalu mengingat tuhan YME. Demikian juga dengan kebaikan, kebaikan perlu unutk tawadu dan taaruf dalam menegakkakn kebaikan itu sendiri, sehingga orang mampu mengenal kebaikan dengan cara yang baik pula.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Semua yang ada dan mungkin ada memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Kita sebagai manusia harus lah mampu memahami jargon kebaikan dan keburukan. Jargon keburukan mampu menggoda dan mengganggu kita, namun sungguh jargon keburukan akan musnah jika kita selalu ingat kepada Tuhan, beriman kepada-Nya dan selalu menegakkan jargon kebaikan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jargon kebaikan dan keburukan menjelaskan tentang bagaimana kaitan antara baik dan buruk. Suatu hal akan terlihat baik karena suatu hal itu ada juga yang buruk. Dan seperti yang kita tahu bahwa semua hal di dunia ini diciptakan secara berpasang-pasangan, baik buru, benar salah, suka duka, dan sebagainya. Apabila kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlihat baik jika sebelumnya kita tidak pernah mengalami keburukan, sehingga kita terlihat baik jika kita pernah buruk.

    ReplyDelete
  22. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT menciptakan segala sesuatu pasti memiliki makna dan maksudnya. Begitu puola dengan keburukan dan kebaikan. Keburukan Allah SWT ciptakan dan berikan sebagai sarana bagi umat-umatnya untuk menaikkan dimensinya yaitu dengan cara bertawakal, berserah diri dalam menyikapi keburukan yang menghampirinya. Dan kebaikan Allah SWT ciptakan dan berikan pun untuk menaikkan dimensi umatnya yaitu dengan selalu rendah hati, dan bersykur dalam menyikapi kebaikan yang menghampirinya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Godaan keburukan yang begitu besar terkadang menyebabkan seseorang lebih mudah melakukan sebuah hal buruk, untuk itulah diperlukannya benteng kebaikan dalam diri agar tidak mudah melakukan sebuah keburukan. Menyadari keterbatasan dan ketidak sempurnaan manusia yang tentu saja menjadikan manusia melakukan sebuah kesalahan, hal ini adalah wujud ketika kita sudah membentengi diri dengan kebaikan kita masih dimungkinkan untuk melakukan sebuah keburukan bagaimana jika kita tidak membentengi diri.

    ReplyDelete
  24. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Di dunia ini ada manusia yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, tetapi ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tetap kecuali Allah SWT. Allah akan merubah nasib seseorang yang mau berusaha untuk berubah. Seperti keburukan, karena kesadarannnya bisa berubah menjadi baik. Semoga kita bisa menyadari dan memperbaiki hidup kita dengan memohon ampun pada Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Kebaikan dan keburukan memang sengaja diciptakan oleh Tuhan. dengan adanya keburukkan, kita akan tau makna kebaikan, dan begitu pula sebaliknya. diciptakannya kedua hal tersebut untuk menghadapkan manusia pada pilihan hidupnya, jika dia memilih kebaikan, maka hidupnya akan tenang dan mendapatkan balasan yang sesuai dari Tuhan. namun jika dia memilih keburukan, maka dia tidak akan mendapatkan ketenangan yang hakiki, dan akan mendapatkan balasan yang sesuai pula.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Setiap manusia pasti memiliki kebaikan dan keburukan. Kesempurnaan hanya milik Allah. Namun, Allah maha adil. Allah selalu memberi ganjaran bagi setiap perbuatan. Ganjaran bagi perbuatan bai tentunya berbeda dengan perbuatan buruk. Allah memberikan pahala pada yang berbuat baik, dan dosa bagi yang berbuat keburukan

    ReplyDelete
  27. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    didunia ini pasti ada yang namanya keburukan dan kebaikan, kebaikan dapat mempengaruhi keburukan, begitu pula sebaliknya. terdapat dampaknya masing-masing. dalam hubungannya dengan dunia sekitar, jika kita melakukan kebaikan maka orang lain akan menyukai kita, sebaliknya jika kita melakukan keburukan mereka akan membenci kita. dalam hubungannya dengan agama, jika kita melakukan kebaikan kita akan mendapatkan pahala dan jika kita melakukan keburukan maka kita akan mendapat dosa.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dalam bertindak, kita akan mejadi orang yang baik atau orang yang buruk itu merupakan pilihan dalam hidup kita. tapi kita harus berani mengambil konsekuensi dari apa yang kita pilih. sekarang ini banyak orang yang menyadari bahwa tindakan tersebut buru, namun tetap dia lakukan. niat yang baik bisa menjadi buruk jika terdapat kesempatan dan godaan yang besar sehingga ia tidak mampu menahan iman.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. kebaikan dan keburukan memiliki sifatnya masing-masing. Kebaikan dan keburukan juga memiliki jargonnya masing-masing untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut saya yang baik itu bisa menjadi buruk dan yang buruk itu terkadang bisa menjadi baik. Misalnya saja kesombongan yang bisa saja ia menjadi baik, bila digunakan untuk hal yang benar dan positif.

    ReplyDelete
  30. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak ada yang namanya kebaikan, apabila tidak ada keburukan. Mencapai suatu kebaikan tidak akan bermakna jika tidak ada perjuangan memalui berbagai macam keburukan. Keduanya saling memberikan makna. Sebagai manusia, tentunya selalu ingin menggapai dan berada dalam kebaikan serta terhindar dari berbagai bentuk keburukan. Maka dari itu, milikilah Ilmu dan Iman. Tambahkan dan perkuat ilmu dan keimanan kita. Dengan Ilmu dan Iman, kita akan mampu mengenali dan membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan Iman, manusia akan mampu menentukan setiap tindakannya supaya selalu ada dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  31. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Kebaikan dan keburukan adalah bagain dari hokum dialektika yang berlaku dalam kehidupan kita. Ke dua kontradiksi tersebut tak bias kita hindari. Keduanya adalah suatu ketetapan yang akan mengantarkan kita pada dua konsekensi yaitu syurga atau neraka. Tapi bagaimanapun itu, agama diturunkan untuk mengatur watak kita agar dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dunia ini juga pasti ada baik dan buruk. Kedua hal tersebut selalu bertarung, entah pada akhirnya siapa yang menang. Karena semuanya tergantung individu tersebut. Jika ia selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME maka insyaAllah kebaikan yang akan menang. Pada akhirnya orang tua berambut putih berpesan agar para keburukan, bolehlah ia menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani ia menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Dan untuk para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan.

    ReplyDelete