Sep 20, 2013

Jargon Pertengkaran Standar dan Proses




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah, standar itu proses dan proses itu standar,...dst. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia.

Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon standar dan jargon proses. Wahai jargon standar dan jargon proses dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon standar kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon proses kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Tetapi aku melihat pertengkaran yang sangat tidak adil. Standar terlihat menempati kedudukan istimewa, lengkap dengan segala peralatannya untuk menghadapi proses. Sedangkan proses kelihatannya tak berbekal apapun. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon standar:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon standar. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada proses agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para proses tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon proses:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon proses. Saya menyadari bahwa jargon para standar itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada standar agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para standar. Ketahuilah tiadalah standar itu jika tidak ada proses. Maka tolonglah wahai orang tua berambut putih agar aku bisa melarikan diri dari cengkeraman jargon standar.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon standar. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon standar:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon standar. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi proses pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada proses. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada proses maka kedudukanku sebagai standar akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi standar yang kuat, yaitu sebear-benar standar. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai standar sejati maka aku harus mengelola semua proses sedemikian rupa sehingga semua prosesku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar proses selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para proses. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para proses. Dari pada jargon proses menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon standar, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para prosesmu menyampaikan kepadaku.

Jargon standar terbaik :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon standar terbaik. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai proses. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, bisa terpilih sebagai terbaik. Ketika aku menjadi terbaik maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai proses. Maka setelah aku menjadi terbaik aku mulai kehilangan jargon proses, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon terbaik. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai terbaik, maka aku telah mengambangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: sebagai proses itu harus jujur, sebagai proses itu harus peduli, sebagai proses harus patuh, sebagai proses harus bijak. Begitu aku menemukan para prosesku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera menggunakan kekuasaanku sebagai terbaik. kekuasaanku sebagai terbaik itu mengalir melalui jargon-jargonku: sebagai terbaik itu harus jujur, sebagai terbaik itu harus peduli, sebagai terbaik itu harus patuh, sebagai terbaik itu harus bijak. Tetapi begitu aku menemukan bahwa diriku tidak sesuai dengan jargon-jargon, ternyata muncul jargon-jargonku yang lain: terbaik harus terhormat, terbaik harus wibawa, jangan tampakkan kelemahanmu, tutupilah kesalahanmu..dst. Maka jargon yang paling populer bagi diriku sebagai terbaik adalah: berbohong demi kebaikan, tidak adil demi keadilan, menghukum demi membebaskan..dst. Ternyata muncul jargon populer berikutnya: manusia itu tidak pernah terlepas dari kesalahan, maka demi menjaga statusku sebagai terbaik terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para proses. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai terbaik. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon standar terbaik. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon standar terbaik, agar diketahui oleh para proses-prosesku. Seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...semuanya aku manfaatkan untuk memproduksi jargon-jargonku.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon proses. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon proses:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon proses. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para standar. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada standar. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada standar maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu tergantung sepenuhnya oleh standar-standarku. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para standar. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai proses sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para standar. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para standar. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para standar. Tetapi apalah dayaku sebagai proses. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap menjadi prosesnya para jargon standar.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon proses, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para prosesmu menyampaikan kepadaku.

Jargon proses tertindas :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon proses tertindas. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai proses. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku diharapka mempunyai standar terbaik . Ketika aku diharapkan mempunyai standar terbaik aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai proses tertindas. Maka setelah aku mempunyai standar terbaik aku mulai kehilangan jargon proses, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon standar terbaik. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai proses yang hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: sebagai proses itu harus jujur, sebagai proses itu harus peduli, sebagai proses harus patuh, sebagai proses harus bijak. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan standar terbaik itu mengalir melalui jargon-jargon : sebagai standar terbaik itu memang harus jujur, sebagai standar terbaik itu memang harus peduli, sebagai standar terbaik itu memang harus patuh, sebagai standar terbaik itu memang harus bijak. Tetapi begitu aku menemukan bahwa standar terbaik tidak sesuai dengan jargon-jargonnya, ternyata muncul jargon-jargonku yang lain: standar terbaik harus melindungi proses, standar terbaik harus menolong proses, dst. Maka jargon yang paling populer bagi diriku sebagai proses adalah: yang penting selamat, hidup itu tidak neko-neko, manusia itu hanya mampir ngombhe, apalah gunanya status itu, gur terbaik itu tidak penting yang penting amal perbuatannya. Ternyata muncul jargon populer berikutnya: semua manusia itu pada hakekatnya sama saja, maka demi menjaga statusku sebagai proses sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para standar. Agar aku selamat dari penindasan para jargon standar. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai proses. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon proses. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon proses, agar aku bisa berlindung dari ancaman para standar. Tetapi aku ternyata tidak bisa menggunakan seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...untuk memproduksi jargon-jargonku. Jangankan memproduksi jargon, untuk menghindar dari jargon standar saja, saya kerepotan ketika saya berada di forum-forum itu.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Standar memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai standar, sedangkan proses memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana standar dan proses dapat hidup bersama-sama dalam jargon-jargonnya. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai engkau para standar dan proses saling menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau saling memahami jargonmu masing-masing. Ketahuilah bahwa di batas sana, standar itu adalah proses, dan proses itu adalah standar. Maka semua jargonmu itu akan lenyap diperbatasan pikiranmu masing-masing. Saya ingin memperingatkan standar, janganlah engkau berlaku sombong dan sok kuasa terhadap proses itu. Tiadalah sebenar-benar standar sejati bagimu. Sebenar-benar bukan jargon adalah kuasa dan milik Tuhan YME.

86 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Standar dan proses itu hal yang penting. Standar menjadi acuan atau patokan. Sedangkan proses itu merupakan rangakaian pelaksanaan dari pembelajaran atau langkah-langkah. Ketika dalam pembelajaran memiliki standar maka proses akan mengikuti standar yang diharapkan. Jadi standar merupakan subyek bagi proses sedangkan proses adalah obyek dari standar. Kedua hal ini harus seimbang, tanpa standar maka proses menjadi hal tidak berguna karena tidak mempunyai tujuan yang akan dicapai.

    ReplyDelete
  2. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon pertengkaran standar dan Proses. Dalam tulisan diatas disampaikan bahwa seringkali standar menguasai dan sewenang wenang tanpa memperhatikan proses. Padahal proses tak kalah penting dengan standar. Seperti yang tertulis pada tulisan di atas bahwa solusi dari masalah ini adalah saling menerjemahkan dan diterjemahkan. standar dan proses dapat saling berdampingan, karena sesungguhnya standar itu proses, dan proses itu standar.

    ReplyDelete
  3. Untuk mencapai standar diperlukan proses. Dalam berproses kita membutuhkan standar agar proses kita terarah. Oleh karena itu, keduanya harus saling menghormati dan menghargai, standar dan proses tidak dapat dipisahkan. Standar dan proses merupakan dua kegiatan yang saling terkait dan saling melengkapi. Standar dan proses jangan diadu dengan mengatakan Standar yang lebih baik atau Proses yang lebih baik. Suatu sistem dapat berjalan karena kerjasama dari komponen-komponennya bukan karena pentingnya suatu komponen. Jika sudah mengatakan komponennya yang lebih penting maka kesombongan telah masuk kedalam dirinya. Dengan kesombongan maka akan hancurlah apa yang dibangun atau diusahakannya.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Proses pembelajaran tradisional lebih cenderung berpusat pada guru, sehingga sering disebut kegiatan belajar-mengajar. Pada umumnya pembelajaran tradisional menggunakan cara-cara sederhana, yaitu dengan ceramah. Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran secara terus menerus justru dapat membuat peserta didik menjadi bosan, sehingga materi yang disampaikan guru tidak dapat diserap oleh siswa secara optimal. Standar proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang berarti dalam standar proses pembelajaran berlangsung. Penyusunan standar proses pendidikan diperlukan untuk menentukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru sebagai upaya ketercapaian standar kompetensi lulusan. Dengan demikian, standar proses dapat dijadikan pedoman oleh setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran serta menentukan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi pendidikan.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Jargon adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Dalam hal ini, istilah Standar dan proses adalah dua istilah yang saling melengkapi. Proses adalah tahapan-tahapan yang dilalui siswa untuk mencapai tujuan pembelajarannya sedangkan standar sendiri merupakan pedoman proses amau dibawa ke arah manakah pembelajaran yang berlangsung. Mereka tidak dapat bergerak sendiri-sendiri tetapi memang keduanya memerlukan jargon masing-masing untuk mempertahankan kedudukan dan melindungi diri. Disisi lain, jika telah ditetapkan standar, maka dia tidak akan pernah tercapai tanpa adanya proses. Standar menjadi patokan pelaksanaan suatu hal. Proses dianggap sebagai rangkaian pencapaian pelaksanaan suatu hal. Jadi standar dan proses saling berkesinambungan satu sama lain.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Standar adalah patokan keberhasilan, sesuatu dianggap berhasil jika memenuhi standar atau patokan keberhasilan. Sedangkan proses adalah cara untuk mencapai standar tersebut. Namun terkadang proses belum mampu mencapai standar yang telah ditetapkan. Jika itu terjadi maka kita harus terus memperbaharui proses demi tercapainya suatu standar yang telah ditentukan.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Standar dan proses merupakan suatu hal yang saling terkait, saling menunjang satu sama lain. Standar ada berdasarkan proses terbaik, dan proses akan selalu didasarkan pada standar terbaik. Namun sangat disayangkan karena dalam fakta kehidupan kita terjadi berbagai macam manipulasi dan kebohongan di dalam proses agar proses yang dilakukan dapat dikatakan telah mencapai atau sesuai dengan standar yang ada. Salah satunya adalah proses pendidikan terutama pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalamnya. Namun semua manipulasi itu tidak akan bersifat mutlak namun hanya sementara saja. Maka untuk mencapai standar dengan proses yang baik, maka ikutilah prosedurnya dengan baik.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Jargon pertengkaran standar dan proses menceritakan antara jargon standar dan proses yang berebut posisi dalam ilmu dimana standar mempunyai jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai standar dan proses memerlukan jargon untuk melindungi dirinya. Seperti dalam kehidupan kita, Allah telah memberikan takdir kepada kita semua kita berada di posisi mana, hanya saja semua tergantung usaha dan do’a seseorang. Jika posisinya tidak di atas ketika ia berdo’a dan berusaha dengan ikhlas dan sungguh-sungguh ia akan merubah posisinya ketingkat yang lebih tinggi. Manusia berusaha dan berdo’a tetapi semua yang menentukan Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    standart dan proses saling berkaitan satu sama lain, standart merupakan patokan atau acuan sedangkan proses adalah step by step pembelajaran. proses yang baik didasari oleh standart yang baik. namun standart yang baik tidak menjamin proses nya berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Standar dan proses merupakan kedua hal yang tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa hanya diperhatikan salah satunya. Jika standar tidak ditetapkan maka tiada semangat proses untuk meningkatkan kompetensi. Namun jika standar terlalu tinggi, malah tidak baik pula untuk proses. Apa lagi sarana dan prasarana nya tidak dipenuhi, akibatnya proses yang dilalui akan penuh dengan tekanan dan rasa tidak nyaman.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. standar dan proses itu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Segala yang ada dan mungkin ada itu berproses untuk dapat memenuhi standar tertentu. Standar dan proses memiliki sifat-sifat serta jargon-jargonnya sendiri-sendiri. keduanya bekerja sama untuk memperoleh hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  12. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dunia tidak ada yang dapat hidup dengan tidak saling ketergantungan/berkaitan. Seperti halnya standar dan proses merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. keduanya saling melengkapi agar diperoleh hasil yang maksimal. Slalu berfikir positif, jangan hanya memikirkan satu sudut pandang saja.

    ReplyDelete
  13. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sejatinya, segala hal di dunia ini saling berhubungan dan berkaitan. Standar dan proses pun juga saling berkaitan. Untuk dapat mencapai standar (kualitas) tertentu, kita harus menjalani serangkaian proses penting terlebih dahulu. Sebab, standar tidak tiba-tiba muncul tanpa dilalui oleh proses. Standar dan proses, keduanya memerlukan jargon. Untuk mencapai keseimbangan antara jargon standar dan jargon proses, yang harus dilakukan adalah saling menerjemahkan dan diterjemahkan agar bisa memahami peran jargon masing-masing.

    ReplyDelete
  14. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Suatu standar yang baik mempertimbangkan bagaimana kapasitas atau kemampuan untuk mencapai standar tersebut, jadi dalam menentukan suatu standar perlu diperhatikan juga proses yang dilakukan untuk mencapai standar tersebut apakah logis atau tidak, jika tidak logis maka dilakukan analsis element mana yang mempengaruhi ketidaklogisan standar tersebut.

    ReplyDelete
  15. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Standard dan proses sebaiknya bisa menterjemahkan dan diterjemahkan sehingga dapat saling memahami jargon masing-masing. Standar ada untuk mengatur proses, karena dalam pelaksanaan proses standar adalah pantauannya. Intinya, antara standar dan proses harus saling bekerja sama.


    ReplyDelete
  16. Elli susilawati
    16709251073
    Standar dan proses itu hal yang tdk dapat terpisahkan. Standar menjadi acuan atau patokan. Sedangkan proses itu merupakan rangkaian pelaksanaan dari pembelajaran atau langkah-langkah. Ketika dalam pembelajaran memiliki standar maka proses akan mengikuti standar yang diharapkan. Jadi standar mengikuti subyek bagi proses sedangkan proses adalah obyek dari standar.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Jargon proses dan jargon standar sebenarnya adalah kedua hal yang berkaitan satu sama lain. Jargon standar adalah sebuah tujuan pencapaian akhir dari pembelajaran, apa yang harus di capai oleh siswa. Sedangkan jargon proses adalah proses dalam usaha mencapai standar yang dipenuhi itu. Kedua hal itu adalah hal yang sangat terkait. Jika suatu proses yang berjalan dengan baik maka akan tercipta pencapaian standar yang baik pula. sehingga kita harus berproses yang baik dalm pembelajaran agar kita bisa mencapai standar yang harus terpenuhi.

    ReplyDelete
  18. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Standar dan proses adalah dua hal yang mempunyai keterkaitan. Salah satu contoh keterkaitannya yaitu dalam bidang Pendidikan, standar sebagai bentuk atau wujud dasar dalam Pendidikan dan proses adalah langkah-langkah atau tahap-tahap menuju pencapaian yang telah distandarkan. Dalam sesuatu hal standar dan proses adalah dua hal yang saling terkait dan jangan sampai terlewatkan. Selain itu standar dan proses harus menerjemahkan dan diterjemahkan agar keterkaitan dari keduanya dapat terlihat dengan jelas.

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Standar adalah proses. Proses itu adalah standar. Untuk memperoleh standar yang baik maka butuh proses yang baik pula. Begitupun suatu proses yang baik dapat menghasilkan standar yang baik pula. Jadi standar dan proses tidak dapat dipisahkan. Maka dalam kehidupan kita, sebaiknya kita harus melakukan proses yang terbaik sehingga menggapai standar yang kita inginkan dengan baik pula.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Standar memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai standar, sedangkan proses memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Sehingga baik standar dan proses akan memerlukan jargon. Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan standar dan proses hidup berdampingan bersama jargon-jargonnya. Maka baik standar maupun proses saling menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar saling memahami jargon masing-masing. Maka semua jargon kita itu akan lenyap diperbatasan pikiran kita masing-masing. Oleh karena itu jangan lah kita bertindak melebihi batas. Jika kita telah tergolong dalam kategori standar, maka janganlah kita berlaku sombong dengan berkuasa semena-mena terhadapat sebuah proses.

    ReplyDelete
  21. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    "Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan." Standar penting sebagai acuan. Proses pun penting karena terkait action yang sesungguhnya. Menurut saya, sebaik-baiknya proses adalah dapat mencapai standar. Akan tetapi sebaik-baiknya hidup ada pada prosesnya. Rupanya saya perlu melakukan refleksi diri. Terimakasih, postingan ini sekali lagi memotivasi saya untuk melakukan refleksi

    ReplyDelete
  22. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut pemahaman saya, standar dan proses itu saling berhubungan satu sama lain. Dalam pembelajaran, tentu terdapat suatu standar yaitu standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran. Standar kompetensi tersebut akan dicapai melalui suatu proses-proses pembelajaran. Tetapi terkadang standar kompetensi yang dirancang pemerintah terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan realita di lapangan, sehingga menyulitkan proses pembelajaran. Pemerintah menyamaratakan standar pada masing-masing sekolah di Indonesia, padahal proses pembelajaran di sekolah pelosok dan yang di kota besar sungguh teramat jauh berbeda.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya standar dan Proses adalah dua hal yang saling terkait, Jika standar adalah subyeknya maka Proses adalah predikatnya. Segala sesuatu pasti melalui suatu proses, dan proses yang ada pasti juga memiliki standar. Standar ada untuk mengatur proses, karena dalam pelaksanaan proses standar adalah pantauannya.

    ReplyDelete
  24. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari tulisan ini saya memahami bahwa standar dan proses itu barat dua sisi mata uang, saling melekat dan tidak terpisah satu dengan yang lainnya. Dalam proses benar bahwa kita harus memperhatikan standar, sedangkan dalam menentukan standar kita juga harus melihat prosesnya.

    ReplyDelete
  25. Junianto
    PM C
    17706251065

    Dari elegi tersebut, bisa diambil beberapa kesimpulan bahwa standar dan proses merupakan dua hal yang tidak dapat di pisahkan. Standar merupakan acuan/ tujuan/ patokan yang akan dicapai, sedangkan proses adalah langkah-langkah dalam pencapaiannya. Keduanya haruslah
    disusun dengan baik, karena standar baik tanpa proses yang baik juga tidak menghasilkan sesuatu yang baik, begitu pula sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak menilai sesuatu hanya berdasarkan hasilnya saja, tetapi standard an prosen untuk mencapai tujuan terkadang jauh lebih penting daripada hasil.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Standard dan proses merupakan dua hal yang saling berkaitan. Masing-masing mempunyai peran tersendiri dan keduanya akan semakin baik bila saling mendukung. Standar menjadi tujuan dari proses, sedangkan proses digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan standar. Bahkan pada batas tertentu, proses adalah standar dan standar adalah proses. Untuk mencapai standar yang terbaik, hendaknya juga melalui proses-proses yang terbaik, dengan demikian standard dan proses dapat saling mendukung untuk mencapai tujuan yang baik.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    standar dan proses sebenarnya adalah sesuatu yang saling bersinergi dan tidak pisah terpisah satu sama lain sampai kapanpun. Adanya standar itu akibat kita berproses, berproses, melakukan yang terbaik sehingga sampai disuatu titik terbaik dan dinamakan sebagai sebuah standar atau dapat dikatakan bahawa suatu proses yang baik mencapai standart yang baik dalam pencapaiannya. Takkan ada proses tanpa standar, takkan ada standar tanpa berproses. Standar adalah wadah/patokan/garis batas. Sedangkan proses adalah jalannya, isinya atau yang melewatinya. Mereka saling membutuhkan dan tidak boleh ada yang sombong, semua harus ikhlas. Standart dan proses bagikan romeo dan juliet yang tidak dapat dipisahkan, karena standar yang baik tidak dapat di capai dengan proses yang tidak baik, sehingga keduanya adalah saling berkaitan. Sebagai manusia senantiasa melakukan proses yang baik dalam hidup intuk mencapai standar yang baik.

    ReplyDelete
  28. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling berkaitan. Baik standar maupun proses memiliki jargon masing-masing. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana standar dan proses dapat hidup bersama-sama dalam jargon-jargonnya. Yang perlu dilakukan hanyalah mereka saling melengkapi satu sama lain. Tidak boleh ada yang merasa sombong atas jargonnya masing-masing.

    Standar menjadi patokan pelaksanaan suatu hal. Proses dianggap sebagai rangkaian pencapaian pelaksanaan suatu hal. Jadi standar dan proses saling berkesinambungan satu sama lain. Saling melengkapi satu sama lain. Ketika terjadi suatu proses tanpa adanya standar menjadikan ketidakjelasan arahnya.

    ReplyDelete
  29. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Bagi saya pribadi suatu standar dan proses kedua-duanya hal yang sangat penting. Standar merupakan proporsi yang menjadi acuan pencapaian pada suatu proses. Saat seseorang merasa kebingungan untuk menjalani proses yang ditempuh maka standarlah yang akan menjadi titik balik sebagai pengendali dari tindakan atau langkah selanjutnya yang akan diambil. Penting untuk menyelaraskan antara standar dengan proses agar tindakan yang dilakukan mampu berjalan secara terarah. Contohnya, saat seseorang memiliki impian dan target dalam pencapaian prestasi akademik yang baik dan lulus dengan tepat waktu, maka proses yang dilakukan adalah belajar dengan giat dan aktivitas perkuliahan dijadikan sebagai prioritas utama.

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan tulisan di atas saya memahami bahwa antara standar dan proses tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Keduanya saling terikat dan tidak dapat dipisahkan. Dalam mencapai suatu standar, diperlukan yang namanya proses. Dan setiap proses pasti memiliki standar tersendiri. Untuk itu, bebaskan batas antara keduanya agar mencapai standar dan proses terbaik.

    ReplyDelete
  31. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sebenar-benar hidup adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Proses itu standar dan standar itu proses, memang tidak bisa dipungkiri di dalam kehidupan kita kita merindukan sesuatu yang sesuai dengan hakikatnya atau sesuatu yang standar. Sesuatu yang sesuai dengan idealita atau tujuan yang ingin dicapai, tetapi tidak jarang sesuatu yang ingin dicapai tersebut tidak sesuai dengan realita yang ada. Sehinga ada kesenjangan disitu. Oleh karena itu kita harus selalu merefleksikan diri kita dengan senantiasa mengevaluasi dan memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amiin.

    ReplyDelete
  32. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamaualaikum wr wb.Setelah membacanya, Antara jargon standar dan jargon proses saling mengklaim dirinya memiliki kelebihan masing-masing.Tapi setelah melihat kelanjutan ceritanya,masing-masing jargon standar dan jargon proses menyadari bahwa keduanya memiliki sisi kelemahan dan kekurangan .Dan keduanya mengakui bahwa tidak bisa ada tanpa adanya satu sama lain.Ini menandakan bahwa standar dan proses adalah dua hal yang saling berhubungan.

    ReplyDelete
  33. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Batas-batas jargon hanyalah wujud keterbatasan dari pemikiran itu sendiri. Standar tentu memiliki jargon yang kokoh agar mencapai tujuan, namun proses juga harus diakui memiliki jargon untuk memperkuat standar. Maka tidak bertemunya standard an proses adalah tidak bertemunya pemikiran, ia hanya bertemu dengan istilah.

    ReplyDelete
  34. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Antara standat dan prosess sering kali diperdebatkan ketika memberikan sebuah penilaian kepada seseorang. Banyak sekali orang yang non-kependidikan hanya melihat standar yang diberikan tanpa melihat proses. sedangkan banyak sekalai mereka yang mengabaikan standar dengan men-Tuhan-kan proses adalah satu-satunya nilai yang dapat diberikan kepada seseorang. Jika kita lihat, antara standar dan proses seharusnya memang berjalan sama-sama untuk memberikan nilai yang obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan hanya melihat standar sebagai acuan begitu juga proses. maka sebenar-benarnya nilai yang diberikan adalah nilai yang mengacu pada standar yang diberikan dengan cara melihat proses yang telah dilakukan
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  35. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Standar dan proses memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Menurut saya, standar merupakan puncaknya tujuan yang digubakan sebagai patokan dalam berproses. Proses itu penting, karena kita menjalaninya setiap hari. Mengapa harus ada standar? Sebenar-benar sifat manusia itu tergantung dengan ruang dan waktu. Mereka harus memiliki tujuan untuk dicapai ketika berproses. Dalam berproses, mitos menjadi tantangan. Maka standarlah yang harus diingat. Maka dari itu proses dan standar harus sejalan dan saling berkesinambungan dan menjadi terarah. Allah itu maha bijaksana dan adil.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Standar dan proses adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keberadaan standar melalui proses dan didalam prosespun terdiri dari standar, meskipun keduanya memiliki sifat yang berbeda dan bahkan saling bertentangan. Sebaik-baiknya hidup adalah ketika manusia tidak berusaha untuk meniadakan salah satu antara standar dan proses. Standar dan proses harusnya berjalan beriringan.

    ReplyDelete
  37. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya sepakat dengan apa yang Prof Marsigit utarakan pada bagian akhir di elegi ini bahwa jargon standar maupun jargon proses dapat hidup bersama-sama dalam jargon-jargonnya. Kedua jargon tersebut, baik jargon standar ataupun jargon proses sama-sama penting dan sama-sama penting. kita tidak bisa memilih salah satu dan meninggalkan yang lainnya, atau mengunggulkan salah satu dan merendahkan salah satunya lagi. Misalnya dalam pembelajaran di sekolah atau di kelas, kita tidak hanya berorientasi pada jargon standar yang misalnya bisa diwakili dengan tingkat ketuntasan siswa. Tapi kita juga memperhatikan jargon prosesnya. Atau dengan bahasa yang lebih sederhana, kita memang mengharapkan siswa tuntas 100% namun proses menuju ketuntasan itu juga harus diperhatikan

    ReplyDelete
  38. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas artikel di atas. Seperti halnya para subjek, ternyata jargon para standar juga merasa berkuasa atas segalanya. Ia merasa harus diperhatikan, harus dipatuhi, dan harus dituruti. Mereka tidak rela jika mereka disepelekan, tidak ikhlas jika dihiraukan, dan tidak diterima jika dipatuhi. Padahal jargon proses juga memiliki hak untuk berbicara dan menikmati hidup. Ketika rangkaian proses tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk mencapai standar pun harus melewati dan melalui tahapan dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ketika proses mengalami hambatan dan rintangan ditengah perjuangannya, standarpun tidak pantas dan tidak boleh berlaku sonbong dan memaksakan kehendak. Benar sekali bahwa jargon standar dilarang untuk berkuasa atas proses. Karena segala yang terjadi pada proses merupakan bentuk ikhtiar dan usaha untuk mencapai standar. Namun jargon standar juga harus tahu diri, jikalau jargon proses merasa kesulitan atau bahkan tidak mampu mampu seperti jargon standar, itulah takdir Allah. Wallahu’alam bishowab.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  39. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Standar dan proses tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling tergantung. Standar saja tanpa proses hanyalah ide tanpa realitas. Proses saja tanpa standar juga tak terarah, Tak jelas tujuannya. Keduanya perlu ada Dan berjalan beriringan, bukan yang satu berkuasa atas yang lain.

    ReplyDelete
  40. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B


    Standard dan proses sama-sama memiliki peran yang penting dalam membangun sebuah sistem, jargon-jargon dari standard pasti memiliki proses dan jargon-jargon dari proses harus mencapai atau memiliki standard, jadi antara standard dan proses, keduanya saling melengkapi satu sama lain, untuk menciptakan sebuah sistem yang ideal. Karena sebuah sistem tanpa standard tidak akan memiliki pencapaian dan sebuah sistem tanpa proses juga tidak akan memiliki pencapaian, sehingga antara standard dan proses, keduanya harus ada dan saling melengkapi dalam sebuah sistem.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebenar-benar hidup adalah berhermeneutika, saling terjemah dan menterjemahkan supaya satu sama lain saling memahami dan tidak merasa unggung dibandingkan dengan yang lainnya. Standar dan proses itu berkaitan satu sama lain, standar tidak akan berarti jika tanpa proses, begitupun proses tak akan berarti jika tanpa adanya standar. Dalam menjalankan sesuatu kita berarti berproses melakukan sesuatu tersebut, untuk mengetahui sejauh mana proses yang kita jalankan kita membutuhkan standar. Maka, janganlah saling menutupi kekurangan disebalik proses maupun standar, tetapi saling melengkapilah satu sama lain.

    ReplyDelete
  42. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sekarang banyak media massa yang digunakan untuk berkuasa dan mempertahankan kekuasaan. Bahkan ada media yang terang-terangan mendukung penguasa tertentu, dengan berbagai macam cara. Cara yang dilakukan bisa dengan memblow up kegiatan penguasa, membela penguasa yang terkena masalah hukum, menayangkan eksklusif aktifitas penguasa baik tingkat nasional maupun nasional, sementara itu juga menayangkan kelemahan lawan penguasa. Sedangkan yang di bawah tekanan penguasa berusaha sekuat tenaga untuk bisa juga di blow up di media massa, memang sih di blow up tapi sering di puntir. Maka waspada adalah kunci utama.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sesuatu yang harus selalu diingat adalah kehidupan berjalan tanpa kita sadari. Kita akan terus berubah dari waktu ke waktu. Sesaat setelah kita meraih logos maka tak lama kemudian akan menjadi mitos. Standar dan proses adalah salah satu bentuk dari sistem yang tumpang tindih di dalam hidup kita. Cara menyeimbangkannya adalah senantiasa berhermeneutika, karena kehidupan kita sejatinya adalah kegiatan yang terus berulang setiap hari, namun dengan makna yang berbeda-beda. Apabila kita terus konsisten menterjemahkan dan diterjemahkan, maka kita secara tidak langsung akan terus berpikir, sehingga tidak akan terjerat dalam kurungan mitos. Jika kita menetapkan standar sebagai sesuatu yang harus kita penuhi untuk diakui, maka prosesnya harus sesuai. Jika kita mengingkan suatu proses yang sederhana, maka kita hanya akan mencapai standar yang rendah. Sebaliknya, dengan proses yang baik maka kita berani memantapkan standar yang tinggi pula. Keduanya tak bisa dipisahkan.

    ReplyDelete
  44. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling terkait. Bahkan dapat dikatakan tidak ada sekat diantara kedua hal tersebut. Standar merupakan acuan dalam terlaksananya suatu proses. Oleh karena itu dalam melalakukan suatu kegiatan standar dan proses tercapainya tujuan kegiatan harus sangat diperhatikan. Maka sebenar-benarnya standar dan proses merupakan terjemah dan menterjemahkan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  45. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Standar dan proses merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahakan. Mereka saling berkaitan dan melengkapi. Tiadalah standar tercpai jika proses mencapainya tidak diperhatikan dan tiadalah proses jika tidak memiliki standar. Ketika kita akan mencapai suatu hal, janganlah instan. Namun kita harus mau melalui prosesnya, agar kita lebih paham dan mengerti dengan keadaan. Seperti ketika seorang guru matematika akan mengajarkan rumus baru. Janganlah langsung memberikan rumus kepada siswa. Namun, ajak siswa berproses untuk menemukam rumus tersebut. Di dapam proses menemukan rumus diperlukan terjemah dan menerjemahkam antara guru matematika dan siswa.

    ReplyDelete
  46. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari apa yang disampaikan dalam elegi mengenai jargon pertengkaran standar dan proses ini memberikan gambaran kepada saya bahwa keduanya, yakni standar dan proses, merupakan dua hal yang sangat penting. Standar diperlukan sebagai patokan tentang apa yang harus dicapai. Sedangkan proses adalah keterlaksanaan yang juga berpedoman pada standar tersebut. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam menentukan sebuah hasil.

    ReplyDelete
  47. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling berhubungan. Standar adalah sebuah capaian minimal yang telah ditentukan. Sedangkan proses adalah usaha atau langkah-dalam mencapai standar yang telah ditentukan. Standar dan proses harus saling bersinergi, agar proses yang dilalui itu dapat benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, berproseslah sesuai dengan maksimal agar tercapai apa yang menjadi tujuan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  48. Tulisan yang menginspirasi menceritakan pergulatan antara jargon standar dan proses. Jargon standar ada karena setiap hal memerlukan dasar pijakan dalam menentukan setiap hal, sementara jargon proses ada karena adanya standar, perjalanan dari menggapai jargon standar. Tak dapat dipungkiri bahwa yang mesti diistimewakan adalah hanya melihat jargon standar karena keduanya jargon standard an proses saling terhubung satu-sama lain.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  49. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia itu tempat salah dan khilaf. Maka sudah seharusnya kita menyadarinya dan tidak takut meminta maaf ketika berbuat salah dan memaafkan ketika orang lain berbuat kesalahan. Tetapi di zaman ini banyak kita saksikan bahwa manusia menggunakan topeng untuk menutupi kesalahannya dengan dalih berbohong demi kebaikan, berbuat buruk demi sesuatu yang baik. Padahal sebenar-benar yang dilakukannya adalah hanya untuk menutupi kesalahannya. Hal ini karena adanya standar-standar yang dibuat oleh manusia sendiri yang justru membuatnya bersembunyi dibalik topeng.

    ReplyDelete
  50. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  51. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia hidup berdampingan. Tak ada satu orangpun yang tidak membutuhkan orang lain. Maka hendaklah sikap saling mengargai dipupuk. Kita juga harus menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing maka dari keduanyalah manusia diarah untuk saling melengkapi dan tolong menolong. Jangan hanya mementingkan kepertingan pribadi. Maka untuk dapat mencapai harmonisasi kehidupan di tengah perbedaan yang ada kita harus saling menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  52. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya memandang sebuah persamaan antara jargon pertengkaran subjek dan objek sebelumnya dengan jargon pertengakaran standard dan proses ini. Semuanya adalah jargon. Semuanya memerlukan kemampuan kita dalam berhermeneutika tentang kehidupan. Dalam hal ini saya menangkap bahwa antara A dan B memiliki batasan masing-masing sehingga perlu ada sinergi yang baik antar keduanya, antara subjek dan objek, antara pemimpin dan yang dipimpin, antara standar yang telah di tentukan dan proses yang berjalan. Idealnya kita ingin semuanya berjalan harmonis, tidak ada konflik. Jika ada, kita harus kembali belajar memaknai apa yang terjadi. Menyerahkannya pada sang maha menentukan, Allah SWT.

    ReplyDelete
  53. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Standar dalam pendidikan memuat kompetensi-kompetensi yang harus dicapai siswa dalam jenjang pendidikan tertentu. Sedangkan proses sendiri merupakan alur yang ditempuh dalam pembelajaran. Sangat disayangkan ketika seorang guru hanya memperhatikan bagaimana menyelesaikan standar pendidiknan tetapi mengabaikan proses pembelajaran yang ditempuh siswa. Hal ini mengakibatkan siswa hanya mengejar hasil yang baik tetapi melupakan proses yang kedepannya (ketika menempuh pendidikan selanjutnya) proses ini mempunyai kedudukan lebih penting.

    ReplyDelete
  54. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kadang ada kesenjangan antara standard an proses. Karena memang keduanya memiliki jargon sendiri – sendiri. Tetapi Tuhan menciptakan kebijaksanaan. Salinglah memahami satu sama lain. Jangan menilai sesuatu dari sisi negatifnya, jangan pula menilai secara parsial. Oleh karena itu, selalu lah peka dan mau mendengar sekitar

    ReplyDelete
  55. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini dibahas bahwa standar dan proses memeiliki jargonnya sendiri-sendiri. Dan menurut saya standar dan proses ini haruslah ada tidak bisa hanya satu saka. harus berjalan beriringan agar seimbang. kemudian dalam memehaminya untuk dapat berdampingan maka perlu yang namanya menerjemahkan dan diterjemahkan.
    Standar dan proses ini haruslah ada misal dalam pembelajaran. jika hanya ada standar maka dalam pelaksanakaannya akan menunjukkan sifat yang tidak baik dan sombong, maka dibutuhkan yang namanya proses untuk menggapai standar tersebut sehingga perlahan pelaksanaan akan berjalan dengan semestinnya.

    ReplyDelete
  56. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Standar tidak akan ada nilainya jika tidak ada proses dan proses tidak akan berjalan jika tidak ada standar. Standar akan menjadi dasar bagi jalannya sebuah proses dan proses akan berjalan sesuai dengan standar yang ada. Sehingga, wajarlah jika standar dan proses memiliki jargonnya masing-masing agar tetap ada. Memang Tuhan merupakan dzat yang Maha Besar, semua yang diciptakan di dunia ini tidak ada celanya, saling berpasangan, melengkapi, dan sebaik-baik penciptaan.

    ReplyDelete
  57. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Baik standar maupun proses seharusnya menjadi tolok ukur yang tidak dibeda-bedakan dalam kehidupan. Karena tidak ada sangkalan bahwa standar membutuhkan proses dan sebaliknya proses pun membutuhkan standar sebagai patokan, maupun panduannya. Sehingga baik standar maupun proses haruslah dipertimbangkan secara masak dan proporsional dalam setiap dimensi kehidupan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  58. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Di perbatasan, dua hal terkadang menjadi suatu sebab akibat yang saling berhubungan. Sama dengan kasus standar dan proses ini, standar tentunya disusun melalui tahap pengamatan proses kemudian memilih yang terbaik untuk dijadikan standar dan proses yang belum baik tentunya harus mengikuti standar terbaik yang telah ditetapka. Namun dalam perjalanan waktu tentunya akan ditemu standar yang nyatanya memiliki kekurangan dan proses yang tidak dapat mencapai standar yang ditentuka. Dengan kelemahan masing-masing keduanya saling memiliki jargon untuk menutupi. Dengan melihat kondisi ini ini kita harus mampu merefleksi diri bahwa hidup itu berhermenetika, kita tidak bisa terpaku pada satu titik saja, namun terus berproses dalam perjalanan hermenitika dan saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  59. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling berkaitan dan keduanya juga saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Standar menjadi patokan pelaksanaan suatu hal. Proses dianggap sebagai rangkaian pencapaian pelaksanaan suatu hal. Apapun yang terjadi pasti melalui suatu proses, dan proses yang ada pasti juga memiliki standar. Suatu proses yang dijalankan tanpa standar akan gamang, tidak tahu arah tujuannya. Sedangkan suatu standar tanpa adanya proses tidak akan dapat terlaksana. Keduanya adalah hal yang bersinergi dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  60. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi ini menceritakan tentang sikap ego-masing-masing, baik standar maupun proses. Standar memiliki ego bahwa jargon tertinggi adalah dirinya, tidak boleh ada yag memiliki jargon selain dirinya. Standar memiliki ukuran pasti dan tidak boleh terbantahkan. Sedangkan Proses memiliki ego tersendiri, dia juga mengklaim memiliki jargon, dia yang mengendalikan dan memunculkan adanya standar.Maka tentu pertengkaran ini tidak akan selesai jika tidak dikompromikan antara standard an proses.

    ReplyDelete
  61. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Jika dibumikan,sebagai contoh, dalam pedidikan kita mengenal adanya standar yang harus dipenuhi oleh anggota pendidikan, standar ditentukan berdasarkan rencana proses yang dikehendaki. Oleh karena itu, antara standard an proses harus berjalan beriringan, mengawasi dan mngoreksi satu sama lain, bukan mempertahankan ego masing-masing.

    ReplyDelete
  62. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Untuk mengapai suatu hal maka kita harus berproses terlebih dahulu. Tapi proses tidak sembarang proses, proses yang seperti apakah yang akan semakin mendekatkan pada tujuan. Sebuah standart tak akan bermakna ketika tak ada proses yang terjadi. Ia hanya akan menjadi sebuah jargon tak bermakna. Lalu dimana hubungan nya? Ketika ingin meggapai tujuan maka proses kita minimal sesuai standar yang telah ada. Atau proses yang kita lakukan harus dipikir dan dipersiapkan masak-masak sesuai standar tertentu. Jadi wajar ketika standar dan proses memiliki jargonya guna mempertahankan keadaan mereka.

    ReplyDelete
  63. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Jargon di sini dapat diartikan sebagai mengenai stadar dan proses. Dalam dunia pendidikan tedapat yang namanya standar proses yang dituang dalam Peraturan Pemerintah tentang kurikulum dan pelasanaan pendidikan di sekolah. Standar iala aturan tertulis yang berlau bagi semua objeknya dengan tujuan mencapai kuaitas dan kuantitas tertentu di dalam pendidikan. Sedangkan proses ialah bagaimana guru, kepala sekolah, orang tua dan yang bertanggungjawab dalam mendidik siswa melaksanakan pembelajarannya.

    Sering terjadi pertentangan antara standar atau peraturan dnegan proses atau apa yang seharusnya dilakukan oleh guru dalam mengajar. Misalnya, menurut peraturan siswa kelas 4 harus sudah menguasai perkalian dan pembagian pada akhir semester sedangkan ada siswa yang sulit menguasai materi perkalian dan pembagian. Seharusnya proses yang dilaukan iala siswa dibimbing dengan perlahan dan dengan metode yang menyenangkan, namun karena tuntutan peraturan, maka mau tida mau siswa dibuat mengerti perkalian dan pembagian secara instan. Sehingga proses belajar yang terjadi tida sesuai dengan peraturan atau standar yang tertulis.

    ReplyDelete
  64. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam kehidupan, standar adalah proses dan proses adalah standar. Untuk mencapai suatu standar tertentu harus melewai sebuah proses yang sesuai dengan standar-standar yang berlaku atau sudah ditetapkan sebelumnya. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena masing-masing ada keterkaitan. Jargon merasa bahwa jargonlah yang paling benar dan proses juga merasa bahwa proseslah yang paling benar. Namun kuasa Tuhan adalah yang paling benar.

    ReplyDelete
  65. Latifah Fitriasari
    PM C

    Jargon adalah istilah khusus yang diciptakan dan dipakai dalam bidang keilmuan, profesi, kegiatan atau kelompok tertentu. Dapat diketahui bahwa semuanya yang ada di dunia ini pastinya memerlukan jargon. Standar memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai standar dan proses memerlukan jargon untuk melindungi dirinya. Standar dan Proses adalah dua hal yang saling terkait, Jika standar adalah subyeknya maka Proses adalah predikatnya. Standar menjadi patokan pelaksanaan suatu hal. Proses dianggap sebagai rangkaian pencapaian pelaksanaan suatu hal. Jadi standar dan proses saling berkesinambungan satu sama lain.

    ReplyDelete
  66. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini, standard an proses harus jalan beriringan. Mereka harus saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Tidak hanya standard an proses. Seseorang jika ingin mengenal orang lain pun juga harus menerjemahkan dan diterjemahkan sehingga kedua orang tersebut dapat saling memahami satu dan lainnya. Saling menghargai dan tidak berlaku sombong merupakan sikap sejati yang diperlukan untuk saling memahami.

    ReplyDelete
  67. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Standar dan Proses adalah dua hal yang saling terikat satu sama lain. Standar tidak akan terbentuk jika tidak ada proses, sedangkan proses itu sendiri tidak ada terjadi jika tidak ada strandarnya. Seperti hal nya dalam pendidikan, guru tidak boleh hanya berorientasi pada standar dan melupakan/mengabaikan proses, karena jika itu yang dilakukan oleh guru maka itu berarti pembelajaran yang terjadi pun hanya karena ambisi guru, yaitu agar siswa-siswanya memenuhi standar yang telah ditetapkan. Padahal tujuan pembelajaran tidak hanya bergantung pada standar, namun juga pada proses, apalah artinya ilmu jika tujuannya hanya untuk mengejar nilai yang terbaik tanpa tau makna dari ilmu yang kita peroleh itu. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  68. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Jargon proses dan jargon standar sebenarnya adalah kedua hal yang berkaitan satu sama lain. Jargon standar adalah sebuah tujuan pencapaian akhir dari pembelajaran, apa yang harus di capai oleh siswa. Sedangkan jargon proses adalah proses dalam usaha mencapai standar yang dipenuhi itu. Kedua hal itu adalah hal yang sangat terkait. Jika suatu proses yang berjalan dengan baik maka akan tercipta pencapaian standar yang baik pula. sehingga kita harus berproses yang baik dalam pembelajaran agar kita bisa mencapai standar yang harus terpenuhi.

    ReplyDelete
  69. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai sebuah standar tentunya memerlukan proses. Menjalankan suatu proses yang memiliki standar maka akan menghasilkan suatu output yang berstandar pula. Proses dan standar bukanlah sesuatu yang dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan untuk menjadi sebuah standar, maka butuh proses yang terstandarkan pula. Suatu anomali jika standar ingin menghancurkan jargon-jargon para proses, dimana dulunya standar juga merupakan suatu proses terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  70. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam setiap proses maka diperlukan suatu standar agar proses dapat menghasilkan suatu produk yang terstandarisasi. Sebagai contoh, terkadang para manufakturer menurunkan standar produksi mereka demi menekan biaya produksi yang terlampau mahal. Padahal dengan begitu standar mereka akan semakin menurun, dimana menurunnya standar akan menyebabkan menurunnya kualitas. Jika kualitas menurun maka menurun pula orang yang akan membeli produk mereka sehingga dalam hal ini menyebabkan pelanggan semakin sedikit.

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari pertengkaran yang terjadi antara standar dan proses, maka diperlukan hermeneutika, untuk saling terjemah dan menerjemahkan. Artinya standar tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya proses. Begitupun sebaliknya, darimana adanya proses kalau jika tidak ada standarnya. Maka diperlukan standar yang dijadikan sebagai pedoman atau landasan. Misalnya dalam dunia pendidikan, adanya standar yang berisi kompetensi-kompetensi apa yang harus dicapai siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, sedangkan proses adalah jalannya proses pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  73. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam pendidikan terdapat suatu standar dan juga proses, dalam prakteknya standar ini menjadi acuan untuk melaksanakan proses, akan tetapi sering sekali standar itu menjadi suatu penghalang dalam hal proses, dengan adanya standar maka terdapat batasan-batasan yang akan mempengaruhi proses. Misalkan saja seorang guru yang sangat patuh terhadap standar sehingga tidak dapat melakukan sebuah inovasi dalam prosesnya karena dibatasi oleh standar tersebut.

    ReplyDelete
  74. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan keberadaan orang lain sepanjang hidupnya. Adalah hal yang salah apabila manusia saling bermusuhan dengan yang lain. Kaya butuh miskin, Sehat butuh sakit, dan Pintar butuh bodoh. Tidak akan disebut kaya tanpa adanya orang miskin, tidak akan disebut sehat tanpa adanya sakit, tidak akan disebut pintar tanpa ada orang yang bodoh. Maka dari itu hidup perlu berhermenetika untuk saling menerjemah dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  75. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Standar dan proses saling terkait dan bergantung satu sama lainnya, keduanya sama pentingnya dan tidak dapat berdiri sendiri. bila hanya ada standar namun tidak ada proses maka tidak lah berguna standar itu, begitupula bila proses tanpa didasari oleh suatu standar diibaratkan seperti seseorang yang melakukan perjalanan namun tidak tau kemana arah dan tujuannya dan tidak menutup kemungkinan untuk tersesat diperjalanan tersebut. Maka, dalam hal itu standar yang dibuat haruslah benar-benar penuh pemikiran dan pertimbangan bagaimana proses nantinya sehingga tidak terkesan muluk-muluk namun tetap sebagaimana mestinya. Standar yang memahami proses dan proses yang mengerti standar, hermenitika.

    ReplyDelete
  76. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan jargon pertengkaran standar dan isi yang saya baca di atas, saya memandang ada sebuah persamaan antara jargon pertengkaran subjek dan objek sebelumnya dengan jargon pertengakaran standard dan proses ini. Standar dan proses adalah dua hal yang saling terkait. Apapun yang terjadi pasti melalui suatu proses dan proses yang ada pasti juga memiliki standar. Standar ada untuk mengatur proses, karena dalam pelaksanaan proses standar adalah pantauannya. Jadi ntara standar dan proses harus memiliki sinergis yang baik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  77. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    standar dan proses merupakan suatu hal yang saling berhubungan. standar merupakan suatu ukuran yang harus dicapai, sedangkan proses merupakan alur yang ditempuh untuk mencapai suatu standar yang telah ditentukan.

    ReplyDelete
  78. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. standar dan proses itu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Segala yang ada dan mungkin ada itu berproses untuk dapat memenuhi standar tertentu. Standar dan proses memiliki sifat-sifat serta jargon-jargonnya sendiri-sendiri. keduanya bekerja sama untuk memperoleh hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Apapun yang terjadi pasti melalui suatu proses, dan proses yang ada pasti juga memiliki standar. Standar ada untuk mengatur proses, karena dalam pelaksanaan proses standar adalah pantauannya. Jadi seharusnya antara standar dan proses harus sinergis. Standar dan Proses adalah dua hal yang saling terkait, Jika standar adalah subyeknya maka Proses adalah predikatnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Tulisan ini merupakan refleksi dari suatu realita dalam kehidupan yang sering memperlihatkan ketidakharmonisan dalam manajemen hidup di mana sering kita menjumpai proses kehidupan yang tidak ditopang oleh prinsip hidup (standar hidup) sehingga menciptakan output kehidupan yang tidak layak. Begitupun sebaliknya, sering kita jumpai proses kehidupan yang stagnan hanya pada hal-hal prinsipil sehingga kita mengabaikan kenyataan hidup. Padahal, agama telah mengajarkan kita untuk menyeimbangkan aspek rohani dan aspek jasmani dalam menjalani hidup. Bahkan dalam kajian kebijakan, kegagalan kebijakan seringkali terjadi karena ketidaksesuaian antara proses input (standar) dan proses (implementasi) yang akan berimplikasi pada output dan outcome (hasil).

    ReplyDelete
  81. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Standar dan proses merupakan dua hal yang saling berkaitan. Standar menjadi sebuah patokan dalam mencapai tujuan. Sedangkan proses adalah sebagai cara untuk mencapai standar yang telah ditentukan. Antara standar dan proses ini saling berpengaruh satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  82. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan Matematika A 2015

    Standar adalah sesuatu yang ingin dicapai dan proses adalah cara untuk mencapai standar. Kenyataan yang terjadi saat ini banyak yang melupakan proses, hanya ingin menggapai standar. Berbagai cara pun dihalalkan, tidak peduli kiri-kanannya terluka. Na'udzubillah, semoga kita selalu dilindungi dari hal yang demikian. Semoga kita selalu menjalani proses yang baik agar standar yang kita raih kelak bukan hanya baik tapi juga berkah.

    ReplyDelete
  83. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Standar dan proses menurut saya merupakan dua hal yang saling berkaitan. Untuk memahami dua hal yang saling berkaitan tersebut maka sangatlah perlu menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam pembelajaran misalnya, terdapat standar dan proses dimana keduanya saling berkaitan. Standar pembelajaran merupakan suatu hal yang menjadi tolak ukur atau patokan dalam pembelajaran sedangkan proses pembelajaran merupakan jalannya pembelajaran yang dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan standar yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  84. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Walaupun standar dan proses adalah suatu hal yang berbeda, akan tetapi dengan adanya sinergi antara keduanya akan mampu menciptakan suatu pembelajaran yang baik. Standar adalah suatu aspek yang sebenarnya didapatkan dari pelaksanaan atau proses. Sedangkan proses juga memerlukan standar dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dengan kata lain walaupun mereka berbeda, memiliki jargon-jargon masing-masing akan tetapi sinergitas antara keduanya akan memunculkan suatu hal yang jauh lebih baik daripada mereka berjalan sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  85. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi ini menjelaskan bahwa standar seringkali mendominasi, menguasai tanpa memperhatikan adanya proses. Padahal sejatinya, standar mengetahui bahwa proses juga penting. Namun karena sifat ingin mendominasi dan menguasai menimbulkan ego seolah-olah tidak ingin mengakui adanya proses. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa solusi dari permasalahan ini adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Sesungguhnya standar itu adalah proses, dan proses itu adalah standar.

    ReplyDelete
  86. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari postingan diatas, standar dan proses adalah dua hal yang saling berkaitan dan harus selaras. Meskipun terkadang standar lebih mendominasi karena proses kerap diabaikan. Namun, standar itu ada karena proses, dan sebaliknya. Oleh karena itu, proses dan standar harus saling bersinergi agar berkesinambungan dan tidak mementingkan salah satunya. Dan solusinya adalah saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete