Sep 20, 2013

Elegi Membongkar Mitos Teori Kemampuan Otak




Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...aku ingin bertanya apa pendapatmu tentang teori kemampuan otak. Otak Kiri, otak Kanan, dan Otak Tengah?

Bagawat:
Aku masih meragukan pertanyaanmu? Pertanyaanmu itu termasuk jenis menguji atau pertanyaan sungguh-sungguh?

Cantraka:
Lho ini pertanyaan sungguh-sungguh. Aku sungguh-sungguh dibuat bingung dengan teori belajar Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah.

Bagawat:
Bukankah teori itu sangat sederhana. Hapalkan saja menurut teorinya, Otak Kiri itu bisa apa, Otak Kanan itu bisa apa dan Otak Tengah itu bisa apa?

Cantraka:
Kalau itu sih aku sudah hapal.

Bagawat:
Jikalau kamu udah hapal berarti pertanyaanmu itu bukan pertanyaan sungguh-sungguh. Aku tahu bahwa engkau menaruh rasa curiga dengan teori itu, bukankah begitu?

Cantraka:
Betul sekali sang Bagawat. Aku memang agak curiga dengan teori-teori itu. Terus terang saya tidak begitu setuju jika kemampuan otak itu hanya disederhanakan secara mekanis dengan Kiri, Kanan dan Tengah. Kemudian jenis kemampuannya, numerik, sosial, musik atau spiritual. Kesimpulan itu saya rasakan tidak adil.

Bagawat:
Lha menurutmu apa itu kemampuan otak?

Cantraka:
Menurut saya kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir. Berpikir itu sangat kompleks. Bahkan keadaan kejiawaan dan pengalaman sosial juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keadaan sakit atau cacat juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keyakinan juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang.

Bagawat:
Kemudian...apakah kecurigaanmu itu?

Cantraka:
Mentang-mentang mereka mempunyai alat canggih, laboratorium bedah otak, zat kimia pengawet otak, dst...kemudian membuat teori-teori Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah. Anehnya tidak pula ada yang menyanggah atau protes atau mengkounter teori itu.

Bagawat:
Apakah engkau bisa membantah dan apakah engkau akan mengkounter teori itu?

Cantraka:
Sayangnya saya tidak mempunyai peralatan semuanya itu. Jikalau akupun mempunyai semua peralatan itu, aku juga tidak mempunyai jaringan untuk mensosialisasikan temuanku.

Bagawat:
Arah pembicaraanmu itu mau kemana?

Cantraka:
Ya menurut saya teori semacam itu adalah Teori Murahan tentang kemampuan otak. Ujung-ujungnya mereka akan memasarkan ide, publikasi buku, penjualan teori dan mengeruk keuntungan.

Bagawat:
Lantas...maumu apa?

Cantraka:
Saya minta tolong kepada sang Bagawat. Dari pada hanya terpaku pada Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah, dan pada akhirnya menjustifikasi atau menghukum keadaan kemampuan subyek belajar, lebih baik saya mendengarkan tausiah dari sang Bagawat saja. Bukankah dengan pengalamanmu melakukan penelitian pendidikan, psikologi pendidikan, sosiologi pendidikan, antropologi pendidikan, filsafat pendidikan, teori perkembangan sosio emosional siswa ...dst...engkau akan lebih mampu membuat teori tentang kemampuan belajar siswa.

Bagawat:
O..ooo jadi engkau menginginkan agar aku membuat teori begitu? Baiklah. Begini...saya akan membuat teori tandingan, tetapi teori tandinganku itu merupakan teori multidimensi, radikal, baru, agak aneh tetapi juga agak lucu, mirip-mirip tetapi tidak sama, ada unsusr fakta tetapi juga ada unsur teori, ada unsur fisik tetapi ada unsur abstrak atau spiritual, dan bersifat komprehensif.

Cantraka:
Lantas..apakah nama dari teori itu?

Bagawat:
Biar tidak kalah hebohnya dengan teori terdahulu...maka teori itu akan aku sebut sebagai Teori Imajiner Kemampuan Otak.

Cantraka:
Wah...wah..sangat baik..aku sangat setuju. Tolong sang Bagawat segera uraikanlah teorimu itu?

Bagawat:
Baiklah. Bayangkan otakmu sebagai bentuk bola tiga dimensi. Titik Tengah otakmu adalah perpotongan Sumbu Tegak Atas Bawah, Sumbu Horisontal Depan Belakang, dan Sumbu Horisontal Kiri Kanan.

Cantraka:
Wahhaa..hebuat teorimu itu..jelas ini akan lebih baik dan lebih lengkap dari teori yang sudah ada. Lalu ..apa kemampuan Otak sesuai dengan sumbu-sumbunya?

Bagawat:
Denagnsistem sumbu tida dimensi itu kita mempunyai bagian-bagian otak sesuai dengan koordinatnya di tiga dimensi. Katakanlah : Otak Depan, Otak Agak Depan, Otak Agak Belakang, dan Otak Belakang. katakanlah Otak Paling Kiri, Otak agak Kiri, Otak Agak Kanan, dan Otak Paling Kanan. Katakanlah Otak Paling Atas, OtakAgak Atas, Otak Agak Bawah dan Otak Paling Bawah. Teoriku ini dapat dikembangkan dengan membuat banyak sekali garis-garis sumbu yang semuanya melalui titik pusat. Maka kita akan mempunyai keadaan otak kita yang isomorphis dengan sistem tata surya. Maka setiap bagian otak anda itu seletak dengan letak semua bintang-bintang yang ada dilangit. Maka aku dapat menamakan bagian otak otak kita itu dengan nama-nama bintang misalnya Otak Bintang Kemukus, Otak Bintang Pari, Otak Bintang Kejora, Otak Planet Mars, Otak Planet Plotu, Otak Planet Merkurius, Otak Planet Haley,...dst. kemudia aku akan bikin teori imaginer tentang kemampuan otak itu masing-masing.

Cantraka:
Wah..wah..hebuat betul wahai sang bagawat guruku. Tetapi aku menjadi khawatir jangan-jangan aku tidak bisa menghapalkan kemampuan otak yang engkau teorikan itu?

Bagawat:
Gak usak khawatir..pada tahap pendahuluan kita sementara ambil saja Sumbu Tegak Atas Bawah, Sumbu Horisontal Depan Belakang, dan Sumbu Horisontal Kiri Kanan. Dan posisi otak sebagai Otak Depan, Otak Agak Depan, Otak Agak Belakang, dan Otak Belakang. katakanlah Otak Paling Kiri, Otak agak Kiri, Otak Agak Kanan, dan Otak Paling Kanan. Katakanlah Otak Paling Atas, OtakAgak Atas, Otak Agak Bawah dan Otak Paling Bawah.

Cantraka:
Lantas..apakah kemampuan Otak Bawah itu?

Begawat:
Dalam pengalaman kehidupan sehari-hari maka Otak Bawah mempunyai kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat batu, tanah, kasar, real, konkrit, nyata, praktis, mudah, dekat, murah, miskin, sederhana, kotor, kumuh, jelek, kacau, salah, bawahan, obyek, tak penting, tenaga otot, bodoh, tebal, rendah, lugu, hutan, tradisional, tribal, dasar laut, magma bumi, akar pohon, ...dst..yang berkonotasi bawah.

Cantraka:
Lantas ...apakah kemampuan Otak Atas itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Atas adalah lawan dari Kemampuan Otak Bawah. Maka berdasarkan pengalaman sehari-hari maka Kemampuan Otak Atas adalah memikirkah hal-hal yang berkatitan atau bersifat langit, tinggi, tipis, abstrak, jauh, teori, sukar, mahal, kaya, Tuhan, Malaikat, mendung, rumit, bersih, elit, tertib, atasan, subyek, peraturan, penting, tenaga pikiran, pintar, politik, modern, powernow, puncak gunung, puncak pohon...dst yang berkonotasi tinggi.

Cantraka:
Lantas ...apakah kemampuan Otak Kiri itu?

Bagawat:
Berdasarkan pengamalan orang beragama maka Kemampuan Otak Kiri meliputi kemampuan memikirkah hal-hal yang bersifat buruk, jelek, korupsi, tidak jujur, tidak etis, sombong, vulgar, bohong, dosa, syaitan, neraka, hukuman, penderitaan, panas, gelap, tipu daya, politiking, suap, kontradiksi, ambivalen, munafik, murtad, jahiliah, berhala, haram, plagiat, palsu, anomali, kontradiksi, komplikasi, kerusuhan, tawuran, kutukan, loyo, frustasi, kacau, rugi, sementara, instant, ...dst yang berkonotasi buruk.

Cantraka:
Lha...apakah kemampuan Otak Kanan itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Kanan adalah kebalikan Kemampuan Otak Kiri, yaitu kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat baik, jujur, malaikat, syurga, dermawan, pahala, terang, dingin, ikhlas, hadiah, penghargaan, pujian, beribadah, rakhmat, syafaat, tepat waktu, konsisten, komitmen, bersemangat, ayem, tentrem, tenang, langgeng, abadi,halal, syah, ...dst yang berkonotasi kebaikan.

Cantraka:
Lha ..apakah kemamuan Otak Depan itu?

Bagawat:
Berdasarkan pengalaman sehari-hari maka Kemampuan Otak Depan adalah memikirkan hal-hal yang bersifat depan, utama, pertama, prioritas utama, paling penting, ketua, VVIP, primer, pokok, pendahuluan, Presiden, Pejabat, lokomotif, nomor satu, anak nomor satu, membaca dua kalimah syahadat, kepala, juara pertama, eksplisit, langsung, berani, penanggungjawab, manajer, ...dst yang berkonotasi dengan pertama.

Cantraka:
Lha ..apakah kemamuan Otak Belakang itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Belakang adalah kebalikan dari Kemampuan Otak Depan, yaitu memikirkan hal-hal yang bersifat belakang, tidak utama, terakhir, prioritas terakhir, pelengkap, anggota, sekunder, sambilan, rakyat, gerbong terakhir, nomor terakhir, ekor, tidak memperoleh juara, terlupakan, terabaikan, tersembunyi, implisit, tak langsung, penakut, pelaksana, tukang, ...dst..yang berkonotasi belakang atau terakhir.

Cantraka:
Lha apakah kemampuan otak tengah itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Tengah itu meliputi memikirkan hal-hal yang ditengah atau yang bersifat netral, bilangan nol, pusat, pancer, sumbu, simetri, seimbang, adil, pengadilan, hakim, inti, kernel, matahari, awal, sumber, potensi, bijaksana, tidak memihak, tengah hari, tengah malam, inti sel, kuning telur, terlindung, aman, pokok persoalan, pusat perhatian,...dst yang berkaitan dengan konsep tengah.

Cantraka:
Wah...wah..heubuat sekali teorimu itu. Teorimu itu ternyata lebih lengkap dan sangat lengkap. Tidak ada teori lainnya yang bisa menandingi kelengkapan teorimu tentang Kemampuan Otak, karena setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalamn hidup, sosial, filsafat, agama, etnik. Wahai sang Bagawat...aku sekarang menjadi percaya diri bahwa kita harus berpikir kritis, tidak hanya membebek saja dengan pikiran orang-orang bermnotif itu. Aku berjanji akan sebar luaskan teorimu itu. Maaf apa tadi nama dari teorimu itu?

Bagawat:
Teoriku tadi adalah Teori Imajiner Kemampuan Otak, disingkat TIKO.

Amiin

14 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Terdapat sebuah teori baru yang disebut dengan Teori Imajiner Kemampuan Otak atau TIKO. Teori ini sangat unik dan menarik. Ketika membacanya pun akan lebih mengena di hati karena memang sesuai dengan kenyataan yang ada. Otak bagian bawah memikirkan tentang kebumian, sedangkan yang atas memikirkan tentang akhirat. Otak kanan memikirkan kebaikan sedangkan yang kiri memikirkan keburukan. Otak depan memikirkan tentang prioritas sedangkan yang belakang tentang pelengkap atau akhir. Kesemuanya ini haruslah seimbang sehingga terdapatlah otak tengah yang memikirkan tentang keseimbangan. Jika kita memikirkan tentang kebaikan, pastinya kita juga memikirkan tentang keburukan, mengapa demikian? Karena jika kita tidak tau tentang keburukan, bagaimana kita tau kalau apa yang kita lakukan itu baik? Nah, dengan karunia yang sangat tinggi dari Allah SWT yaitu berupa kemampuan berpikir maka sebagai makhluk ciptaan-NYA yang sempurna di dalam ketidaksempurnaan, hendaknya kita selalu beryukur dan bersyukur. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memanfaatkannya sebaik mungkin dan tentunya di jalan yang dibenarkan oleh-NYA.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    yang saya ketahui bahwa dalam kemampuan otak seseorang selama ini dibagi menjadi kemampuan otak kanan, otak kiri dan otak tengah. Akan tetapi, Prof Marsigit menyajikan elegi ini untuk melengkapi bahwa memetakan kemampuan otak seseorang yang kompleks ternyata tidak sesederhana itu. Kemampuan otak dari seseorang dipengaruhi oleh banyak hal. Teori kemampuan otak tidak hanya agar mudah untuk dihafal, akan tetapi kemampuan otak seseorang tidak dapat dipresentasikan dalam peta-peta yang sederhana seperti teori tersebut. Dan dari elegi ini juga kita kenal teori yang disebut Teori Imajiner Kemampuan Otak yang disingkat TIKO.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas yang dapat saya pahami bahwa TIKO (Teori Imajiner Kemampuan Otak) menggambarkan otak yang terdiri dari milyaran saraf-saraf yang begitu kompleks, yang merupakan sistem saraf pusat mengatur berbagai pikiran dan sifat yang begitu ragam dalam diri manusia. Otak manusia hakekatnya istimewa karena dengan otak ini manusia mampu mengolah berbagai informasi atau pengalaman-pengalaman yang dialami. Dari elegi di atas juga dapat diambil pelajaran untuk lebih berpikir kritis dalam menyikapi pengalaman-pengalaman kita atau apa yang ada di sekitar kita untuk dijadikan sebagai pelajaran hidup.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas, dapat diketahui bahwa kemampuan otak itu sangat beranekaragam. Setiap syaraf yang ada pada otak kita mempunyai kemampuan yang berbeda – beda, penyimpanannya pun berbeda – beda sesuai dengan apa yang didapatkan, sesuai apa yang dialami dari pengalaman sehari – hari, dan dari apa yang dipelajari dan diterima. Oleh karena itu setiap orang memiliki kemampuan berpikir masing – masing. Bahkan mungkin kemampuan berpikir yang dimilikinya tidak disadarinya. Ketika seseorang sedang berpikir maka bertambahlah kemampuan berpikirnya.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Berpikir kritis dianggap lebih berpikir menggunakan otak kiri sedangkan kreatif lebih banyak menggunakan otak kanan, kedua hal ini terlibat dalam proses “berpikir.” Berpikir kritis melibatkan pemikiran logis dan penalaran termasuk keterampilan seperti perbandingan, klasifikasi, pengurutan, penyebab / efek, pola, Jalinan, analogi, penalaran deduktif dan induktif, peramalan, perencanaan, hipotesa, dan mengkritisi.
    Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli, melibatkan keterampilan fleksibilitas, orisinalitas, kefasihan, elaborasi, brainstorming, modifikasi, citra, pemikiran asosiatif, daftar atribut, berpikir metaforis, serta hubungan yang kuat. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan mempromosikan perbedaan.

    ReplyDelete
  6. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya mendapat pengetahuan mengenai Teori Imajiner Kemampuan Otak. Otak bawah mempunyai kemampuan berpikir yang berkonoasi bawah, sedangkan kemampuan otak atas itu sebaliknya. Otak kiri memiliki kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat buruk, sedangkan kemampuan otak kanan itu kebalikan dari otak kiri. Otak depan memiliki kemampuan memiliki kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat depan, utama, sedangkan kemampuan otak belakang itu kebalikan dari kemampuan otak depan. Otak tengah memiliki kemapuan memikirkan hal-hal yang bersifat netral.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    pembagian otak yang saya baca memang ada 3, yaitu otak kanan, otak kiri dan otak tengah.
    jika bagawat mengatakan bahwa "Teoriku tadi adalah Teori Imajiner Kemampuan Otak, disingkat TIKO." hal ini menandakan bahwa bagawat bebas dengan pemikirannya sendiri. merdeka dengan apa yang dipikirkannya. karna pemikiran bersifat abstrak yang orang lain pun tak akan mengetahuinya.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Alloh menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan agar setimbang. Otak manusia terbagi atas tugasnya masing-masing yang saling menyeimbangkan antara kemampuan otak satu dengan yang lainnya agar tidak berat sebelah. Karena yang berat sebelah pastilah memiliki dampak yang tidak baik. Demikianlah Alloh merencanakan yang terbaik untuk ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam proses berpikir dalam pengalaman sehari hari Kemampuan otak berpikir itu sangat kompleks. Teori Imajiner Kemampuan Otak (TIKO), menjelaskan bahwa kemampuan otak depan kebalikan dari otak belakang.setiap letak otak memiliki perannya masing-masing dan berperan sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan otak atas dapat dimaknai bahwa hubungan manusia dengan Allah sedangkan otak bawah saat hubungan dengan sesama manusia.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Manusia adalah makhluk yang istimewa. Ia diciptakan oleh Allah dan dianugrahi akal pikiran. Pusat dari pikiran manusia adalah otak. Kemampuan otak dari setiap manusia pada dasarnya sama, namun dalam kenyataannya kita menjumpai bahwa kemampuan otak dari setiap manusia berbeda-beda. Hal ini karena setiap manusia berbeda-beda dalam mengasah otaknya. Jadi kita harus mengasah otak kita dengan belajar, berpikir kritis, membaca, berlatih untuk memecahkan masalah-masalah, dsb. Sehingga kemampuan otak kita dapat meningkat.

    ReplyDelete
  11. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Subhanallaah...
    Sungguh besar karunia Allah kepada kita dengan menciptakan otak kita dari jutaan milyar sistem syaraf yang begitu rumit dan kompleks. Sehingga kita sangat sering menyebutnya dengan komputer yang bebas dari segala tingkat kehebatan karena otak tidak akan pernah rusak bila kita selalu menjaganya dengan terus berpikir kritis dan mengasalahnya dengan lmu pengetahuan yang diimbangi dengan ilmu akhirat. Menutur Teori Imajiner Kemampuan Otak, mengenai bagaimana cara kita berikir merupakan hasil refleksi dari kehidupan kita sehari-hari. Sebagai pemikir kritis yang bijak kita harus berusaha untuk mampu menyeimbangkan semua komponen tersebut.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini memuat tentang Teori Imajiner Kemampuan Otak, dimana telah dijelaskan tentang kemampuan otak otak kita yaitu otak kiri dan otak kanan serta disebutkan juga ada otak atas dan otak bawah. Kita manusia diberi kelebihan dengan adanya otak yang mampu digunakan untuk berpikir yang disebut bahwa kita memiliki akal pikiran. Keduanya itu merupakan tugas otak. Semua tentang otak bisa kita pahami secara lebih rinci dengan teori ini. Kita memang harus bersikap kritis dengan segala ilmu yang kita dapatkan. Dengan begitu barulah kita tidak termakan mitos, melainkan menghidupkan logos. Sebetulnya setiap orang punya potensi untuk melahirkan teori baru, namun kebanyakan dari kita merasa tidak mampu duluan dan rasa malas untuk mengembangkan pemikiran yang menjadi penyebab terbesarnya.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Lahirnya TIKO (Teori Imajiner Kemampuan Otak) dikarenakan funsgi dan kerja otak yang begitu kompleks. Pada dasarnya pikiran dan otak kita bekerja secara kontradiktif. Ketika ada otak kenan yang memikirkan tentang kebaikan, maka patokan kebaikan itu juga berdasar dari keburukan, dalam hal ini otak kiri bekerja. Cara kerja semacam ini memang membutuhkan daya kreativitas sehingga otak kita mampu menggapai logos.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Elegi diatas bermaksud bahwa di dalam otak kita itu meiliki bagian , ada bagian kiri dinamakan otak kiri dan bagian kanan di namakan otak kanan, dan otak tenagn itu bagian tengah, otak adalah pusatnya manusi. Otak itu bagaikan cpu dalam sebuah komputer yang otak yang mengatur semua angggota tubuh kita walaupun otak itu ukurannya tidak besar tapi kemampuannya itu sangatlah hebat. Selain otak kanan dan kiri, sebenarnya dalam kemmaapuan berpikir , anak itu tidak hanya dibedakan otak kanan ataupun otak kiri, akan tetapi kemmapuan berpikir terdiri dari thinking, sensing, intuiting, feeling dan insting. Kelima cara berpikir itu dapat memebadakan cara mengajar anak didik itu sendiri.

    ReplyDelete