Sep 20, 2013

Elegi Membongkar Mitos Teori Kemampuan Otak




Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...aku ingin bertanya apa pendapatmu tentang teori kemampuan otak. Otak Kiri, otak Kanan, dan Otak Tengah?

Bagawat:
Aku masih meragukan pertanyaanmu? Pertanyaanmu itu termasuk jenis menguji atau pertanyaan sungguh-sungguh?

Cantraka:
Lho ini pertanyaan sungguh-sungguh. Aku sungguh-sungguh dibuat bingung dengan teori belajar Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah.

Bagawat:
Bukankah teori itu sangat sederhana. Hapalkan saja menurut teorinya, Otak Kiri itu bisa apa, Otak Kanan itu bisa apa dan Otak Tengah itu bisa apa?

Cantraka:
Kalau itu sih aku sudah hapal.

Bagawat:
Jikalau kamu udah hapal berarti pertanyaanmu itu bukan pertanyaan sungguh-sungguh. Aku tahu bahwa engkau menaruh rasa curiga dengan teori itu, bukankah begitu?

Cantraka:
Betul sekali sang Bagawat. Aku memang agak curiga dengan teori-teori itu. Terus terang saya tidak begitu setuju jika kemampuan otak itu hanya disederhanakan secara mekanis dengan Kiri, Kanan dan Tengah. Kemudian jenis kemampuannya, numerik, sosial, musik atau spiritual. Kesimpulan itu saya rasakan tidak adil.

Bagawat:
Lha menurutmu apa itu kemampuan otak?

Cantraka:
Menurut saya kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir. Berpikir itu sangat kompleks. Bahkan keadaan kejiawaan dan pengalaman sosial juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keadaan sakit atau cacat juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keyakinan juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang.

Bagawat:
Kemudian...apakah kecurigaanmu itu?

Cantraka:
Mentang-mentang mereka mempunyai alat canggih, laboratorium bedah otak, zat kimia pengawet otak, dst...kemudian membuat teori-teori Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah. Anehnya tidak pula ada yang menyanggah atau protes atau mengkounter teori itu.

Bagawat:
Apakah engkau bisa membantah dan apakah engkau akan mengkounter teori itu?

Cantraka:
Sayangnya saya tidak mempunyai peralatan semuanya itu. Jikalau akupun mempunyai semua peralatan itu, aku juga tidak mempunyai jaringan untuk mensosialisasikan temuanku.

Bagawat:
Arah pembicaraanmu itu mau kemana?

Cantraka:
Ya menurut saya teori semacam itu adalah Teori Murahan tentang kemampuan otak. Ujung-ujungnya mereka akan memasarkan ide, publikasi buku, penjualan teori dan mengeruk keuntungan.

Bagawat:
Lantas...maumu apa?

Cantraka:
Saya minta tolong kepada sang Bagawat. Dari pada hanya terpaku pada Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah, dan pada akhirnya menjustifikasi atau menghukum keadaan kemampuan subyek belajar, lebih baik saya mendengarkan tausiah dari sang Bagawat saja. Bukankah dengan pengalamanmu melakukan penelitian pendidikan, psikologi pendidikan, sosiologi pendidikan, antropologi pendidikan, filsafat pendidikan, teori perkembangan sosio emosional siswa ...dst...engkau akan lebih mampu membuat teori tentang kemampuan belajar siswa.

Bagawat:
O..ooo jadi engkau menginginkan agar aku membuat teori begitu? Baiklah. Begini...saya akan membuat teori tandingan, tetapi teori tandinganku itu merupakan teori multidimensi, radikal, baru, agak aneh tetapi juga agak lucu, mirip-mirip tetapi tidak sama, ada unsusr fakta tetapi juga ada unsur teori, ada unsur fisik tetapi ada unsur abstrak atau spiritual, dan bersifat komprehensif.

Cantraka:
Lantas..apakah nama dari teori itu?

Bagawat:
Biar tidak kalah hebohnya dengan teori terdahulu...maka teori itu akan aku sebut sebagai Teori Imajiner Kemampuan Otak.

Cantraka:
Wah...wah..sangat baik..aku sangat setuju. Tolong sang Bagawat segera uraikanlah teorimu itu?

Bagawat:
Baiklah. Bayangkan otakmu sebagai bentuk bola tiga dimensi. Titik Tengah otakmu adalah perpotongan Sumbu Tegak Atas Bawah, Sumbu Horisontal Depan Belakang, dan Sumbu Horisontal Kiri Kanan.

Cantraka:
Wahhaa..hebuat teorimu itu..jelas ini akan lebih baik dan lebih lengkap dari teori yang sudah ada. Lalu ..apa kemampuan Otak sesuai dengan sumbu-sumbunya?

Bagawat:
Denagnsistem sumbu tida dimensi itu kita mempunyai bagian-bagian otak sesuai dengan koordinatnya di tiga dimensi. Katakanlah : Otak Depan, Otak Agak Depan, Otak Agak Belakang, dan Otak Belakang. katakanlah Otak Paling Kiri, Otak agak Kiri, Otak Agak Kanan, dan Otak Paling Kanan. Katakanlah Otak Paling Atas, OtakAgak Atas, Otak Agak Bawah dan Otak Paling Bawah. Teoriku ini dapat dikembangkan dengan membuat banyak sekali garis-garis sumbu yang semuanya melalui titik pusat. Maka kita akan mempunyai keadaan otak kita yang isomorphis dengan sistem tata surya. Maka setiap bagian otak anda itu seletak dengan letak semua bintang-bintang yang ada dilangit. Maka aku dapat menamakan bagian otak otak kita itu dengan nama-nama bintang misalnya Otak Bintang Kemukus, Otak Bintang Pari, Otak Bintang Kejora, Otak Planet Mars, Otak Planet Plotu, Otak Planet Merkurius, Otak Planet Haley,...dst. kemudia aku akan bikin teori imaginer tentang kemampuan otak itu masing-masing.

Cantraka:
Wah..wah..hebuat betul wahai sang bagawat guruku. Tetapi aku menjadi khawatir jangan-jangan aku tidak bisa menghapalkan kemampuan otak yang engkau teorikan itu?

Bagawat:
Gak usak khawatir..pada tahap pendahuluan kita sementara ambil saja Sumbu Tegak Atas Bawah, Sumbu Horisontal Depan Belakang, dan Sumbu Horisontal Kiri Kanan. Dan posisi otak sebagai Otak Depan, Otak Agak Depan, Otak Agak Belakang, dan Otak Belakang. katakanlah Otak Paling Kiri, Otak agak Kiri, Otak Agak Kanan, dan Otak Paling Kanan. Katakanlah Otak Paling Atas, OtakAgak Atas, Otak Agak Bawah dan Otak Paling Bawah.

Cantraka:
Lantas..apakah kemampuan Otak Bawah itu?

Begawat:
Dalam pengalaman kehidupan sehari-hari maka Otak Bawah mempunyai kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat batu, tanah, kasar, real, konkrit, nyata, praktis, mudah, dekat, murah, miskin, sederhana, kotor, kumuh, jelek, kacau, salah, bawahan, obyek, tak penting, tenaga otot, bodoh, tebal, rendah, lugu, hutan, tradisional, tribal, dasar laut, magma bumi, akar pohon, ...dst..yang berkonotasi bawah.

Cantraka:
Lantas ...apakah kemampuan Otak Atas itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Atas adalah lawan dari Kemampuan Otak Bawah. Maka berdasarkan pengalaman sehari-hari maka Kemampuan Otak Atas adalah memikirkah hal-hal yang berkatitan atau bersifat langit, tinggi, tipis, abstrak, jauh, teori, sukar, mahal, kaya, Tuhan, Malaikat, mendung, rumit, bersih, elit, tertib, atasan, subyek, peraturan, penting, tenaga pikiran, pintar, politik, modern, powernow, puncak gunung, puncak pohon...dst yang berkonotasi tinggi.

Cantraka:
Lantas ...apakah kemampuan Otak Kiri itu?

Bagawat:
Berdasarkan pengamalan orang beragama maka Kemampuan Otak Kiri meliputi kemampuan memikirkah hal-hal yang bersifat buruk, jelek, korupsi, tidak jujur, tidak etis, sombong, vulgar, bohong, dosa, syaitan, neraka, hukuman, penderitaan, panas, gelap, tipu daya, politiking, suap, kontradiksi, ambivalen, munafik, murtad, jahiliah, berhala, haram, plagiat, palsu, anomali, kontradiksi, komplikasi, kerusuhan, tawuran, kutukan, loyo, frustasi, kacau, rugi, sementara, instant, ...dst yang berkonotasi buruk.

Cantraka:
Lha...apakah kemampuan Otak Kanan itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Kanan adalah kebalikan Kemampuan Otak Kiri, yaitu kemampuan memikirkan hal-hal yang bersifat baik, jujur, malaikat, syurga, dermawan, pahala, terang, dingin, ikhlas, hadiah, penghargaan, pujian, beribadah, rakhmat, syafaat, tepat waktu, konsisten, komitmen, bersemangat, ayem, tentrem, tenang, langgeng, abadi,halal, syah, ...dst yang berkonotasi kebaikan.

Cantraka:
Lha ..apakah kemamuan Otak Depan itu?

Bagawat:
Berdasarkan pengalaman sehari-hari maka Kemampuan Otak Depan adalah memikirkan hal-hal yang bersifat depan, utama, pertama, prioritas utama, paling penting, ketua, VVIP, primer, pokok, pendahuluan, Presiden, Pejabat, lokomotif, nomor satu, anak nomor satu, membaca dua kalimah syahadat, kepala, juara pertama, eksplisit, langsung, berani, penanggungjawab, manajer, ...dst yang berkonotasi dengan pertama.

Cantraka:
Lha ..apakah kemamuan Otak Belakang itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Belakang adalah kebalikan dari Kemampuan Otak Depan, yaitu memikirkan hal-hal yang bersifat belakang, tidak utama, terakhir, prioritas terakhir, pelengkap, anggota, sekunder, sambilan, rakyat, gerbong terakhir, nomor terakhir, ekor, tidak memperoleh juara, terlupakan, terabaikan, tersembunyi, implisit, tak langsung, penakut, pelaksana, tukang, ...dst..yang berkonotasi belakang atau terakhir.

Cantraka:
Lha apakah kemampuan otak tengah itu?

Bagawat:
Kemampuan Otak Tengah itu meliputi memikirkan hal-hal yang ditengah atau yang bersifat netral, bilangan nol, pusat, pancer, sumbu, simetri, seimbang, adil, pengadilan, hakim, inti, kernel, matahari, awal, sumber, potensi, bijaksana, tidak memihak, tengah hari, tengah malam, inti sel, kuning telur, terlindung, aman, pokok persoalan, pusat perhatian,...dst yang berkaitan dengan konsep tengah.

Cantraka:
Wah...wah..heubuat sekali teorimu itu. Teorimu itu ternyata lebih lengkap dan sangat lengkap. Tidak ada teori lainnya yang bisa menandingi kelengkapan teorimu tentang Kemampuan Otak, karena setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalamn hidup, sosial, filsafat, agama, etnik. Wahai sang Bagawat...aku sekarang menjadi percaya diri bahwa kita harus berpikir kritis, tidak hanya membebek saja dengan pikiran orang-orang bermnotif itu. Aku berjanji akan sebar luaskan teorimu itu. Maaf apa tadi nama dari teorimu itu?

Bagawat:
Teoriku tadi adalah Teori Imajiner Kemampuan Otak, disingkat TIKO.

Amiin

34 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Otak yang dimiliki manusia begitu rumit. Hal ini membuat terdapat banyak teori tentang kemampuan otak. Hal ini tidaklah salah karena setiap manusia pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat kemampuan otak. Tetapi jangan sampai kita terpaku pada satu teori sehingga justru kita termakan oleh mitos. Teori yang ada tentang kemampuan otak dapat terus berkembang dan berkembang mengikuti kemajuan zaman. Itulah sebenar-benar ilmu. Ilmu akan terus berkembang menjadikan kita harus terus belajar agar tidak termakan mitos.

    ReplyDelete
  2. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Belajar dari elegi membongkar mitos kemampuan otak ini kita dapat menyadari betapa besarnya karunia dan nikmat Tuhan yang berupa otak dengan segala bagian-bagian dengan fungsinya yang begitu kompleks. Melalui otak, kita dapat memikirkan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dan inilah yang menjadi pembeda manusia dibandingkan dengan makhluk lain. Tuhan telah memilih manusia untuk menerima anugerah ini. Karena itulah sudah sepantasnya kita mensyukuri pemberian Tuhan dengan menggunakannya secara maksimal dan optimal untuk kebaikan. Salah satunya dengan belajar filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebagai rasa syukur terhadap Tuhan atas kemampuan yang diberikan, maka hendaknya kita berfilsafat dengan melandasinya dengan aturan Tuhan.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Diketahui bahwa kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir yang sangat kompleks.
    Setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, etnik.
    Mahabesar Allah yang telah menciptakan manusia dengan sempurna diciptakan dengan diberi otak dan pikiran. Semoga kita dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap orang memiliki kemampuan dan pemikiran yang berbeda-beda. Tiadalah kita dapat mengambil makna dari kekayaan bahan bacaan jika kita miskin dengan pengalaman. Karena sebenar-benar sumber utama yang mempengaruhi perkembangan pemikiran adalah pengalaman. Begitu pula dalam mengajar. Guru dapat memahami perbedaan karakter dan kemampuan berpikir siswa bukan karena bersumber dari buku-buku melainkan dari pengalaman dan interaksinya dengan siswa.

    ReplyDelete
  5. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dengan pembagian otak menjadi, depan, belakang, kanan, kiri, depan, belakang, dan tengah, kita bisa bersikap lebih adil. Kita bisa memetakan kondisi kita, condong ke depan? Atau kebelakang? Atau ke kiri? Dan seterusnya. Dan pada dasarnya, semua itu tersentral di tengah. Kondisi di tengah lah yang seimbang. Banyak iklan-iklan dipinggir jalan tentang aktivasi otak tengah, keuntungan apa saja yang diperoleh anak dengan melakukan aktivasi otak tengah. Tetapi tidak akan berguna otak yang bekerja tanpa ada hati yang mengendalikannya

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terima kasih Prof. Marsigit, baru ini saya menemukan konsepsi mengenai kemampuan otak berbeda dengan kemampuan otak yang telah digembor-gemborkan sebelumnya. Banyak konsepsi aktivasi otak tengah berdasarkan teori yang telah ada, yang menyebutkan bahwa sebagian siswa otak tengahnya tidak berfungsi dengan manksimal, sehingga kemampuan otak seorang siswa tidak dieksplor secara menyeluruh atau kemampuan siswa tidak maksimal. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sedangkan teori yang dikemukakan dalam artikel ini tentu saja mereka berfungsi sedemikian rupa sehingga semua kemampuan otak mewakili seluruh dimendin kehidupan, baik dimensi kehidupan "langit" atupun dimensi kehidupan material yang letaknya berada di bawahnya, serta mencakup nilai-nilai moral poditif dan megatif serta adanya elemen netral dalam struktur otak tersebut. Sedangkan terdapat bagian otak yang mengusung intensitas dalm kehidupan seseorang baik hal-hal yangbersifat penditng dan mendesak maupun hal-hal yang santai dan tidak mendesak dilaksanakan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menilik kembali saat saya masih menimba ilmu di sekolah menengah, kemampuan otak yang dibagi tiga ini menjadi sangat populer bahkan ada pelatihan khusus yang diadakan oleh bimbel untuk mengembangkan otak tengah, namun semakin ke sini saya mempelajari tentang pendidikan, tentunya saya juga mengalami pertanyaan yang sama denga ncantraka, benarkan konsep otak tersebut. Otak memang menjadi karunia yang tiada terkita dari Allah SWT karena disanalah pusat kita menggerakkan segalam kemampuan tubuh kita, namun untuk berpikir kritis tentunya menurut saya tidak semudah membeda-bedakan letah kemampuan otak. Berpikir kritis merupakan kegiatan keingintahuan setelah melihat suatu fenomena yang didasari pleh pengetahuan yang telah dimiliki dan pengalaman seorang individu, apakah dia mau meneruskan untuk mencari makna sebenarnya dan terus belajar melalui berpikir tentunya menjadi hak individu dan buka pengaruh pembagian kemampuan otak.

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Otak dengan segala bagian-bagiannya merupakan satu kesatuan kompleks yang membuat kita dapat berpikir. Kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir, dan berpikir itu sangat kompleks.Terkait kemampuan otak yang dapat digunakan, saya teringat akan sebuah film berjudul Lucy, dimana ia menggunakan mitos otak 10% sebagai salah satu premisnya. Film itu menggambarkan apa yang akan terjadi apabila kita dapat menggunakan 100% dari kemampuan otak kita. Terlepas dari miskonsepsinya, ini dapat menjadikan kita termotivasi untuk dapat menggunakan kemampuan otak kita sebaik-baiknya dengan terus membaca dan terus belajar agar sinaps-sinaps otaktidak terputus dan kita dapat mengoptimalkan kemampuan otak kita.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Otak memiliki bagian-bagian yang istimewa, dalam teori biologi dan psikologi memang terjadi pembagian demikian, dalam rangka untuk memudahkan dalam mempelajari cara kerja otak manusia dan implikasinya. Jadi bukan berarti menjudge subjek (siswa) terkait dengan kemampuannya. Otak memiliki kemampuan berpikir yang intensif dan ekstensif. Jauh ke dalam sehingga otak memeiliki kemampuan multidimensional

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Teori pembagian kemampuan otak memang sangat bermanfaat dalam dunia psikologi, namun didunia ini jika ada tesis pasti ada anti-tesisnya. Anti tesis dari teori ini adalah kemampuan otak dalam berpikir menembus ruang dan waktu, berpikir metakognitif, metaanalisis. Otak bahkan mampu berpikir jauh kemasa depan maupun jauh kemasa lalu. Sebagai anti tesis, multidimensi kemampuan otak dalam berpikir, melebihi pembagaian otak yang terdiri dari 3 bagian sempit.

    ReplyDelete
  12. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terima kasih Prof. atas elegi nya. Membuka hal baru mengenai teori kemampuan otak. Melihat bentuk otak sesuai yang diberikan guru saya. Saya sungguh sangat bersyukur kepada Allah SWT. Bentuk yang berkelok seperti itu dapat berperan sebagai memori, sensor, refleks, pusat gerak, dan tugas lain, sungguh ciptaan Allah SWT yang sangat sempurna. Penggambaran teori imaginer kemampuan otak (Tiko) yang Prof. Marsigit sampaikan menurut saya juga masih belum mampu menggambarkan proses berfikir yang otak lakukan. Apakah benar kemampuan-kemampuan kita dipartisi seperti pada ulasan ini?

    ReplyDelete
  13. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Otak adalah organ yang dimiliki manusia yang begitu rumit dan kompleks. Hal ini membuat terdapat banyak teori tentang kemampuan otak. Sehingga tidaklah salah karena setiap manusia pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat kemampuan otak. Dari fungsi dan tugas tentang otak kiri, tengah, dan kanan ini saya tidak cukup hafal ketika dijelaskan saat pelajaran biologi di bangku SMA. Hanya satu yang saya ingat bahkan dulu ada pelatihan atau bimbingan khusus untuk mengaktifkan otak tengah, sehingga anak yang mampu mengaktifkan otak tengahnya tersebut mampu melakukan aktifitas dengan menutup mata. Namun, apakah teori itu benar, itu yang masih menjadi tanda tanya untuk saya. Otak merupakan nikmat yang tiada terkita dari Allah SWT karena disanalah pusat kita menggerakkan segalam kemampuan tubuh kita, namun untuk berpikir kritis tentunya menurut saya tidak semudah membeda-bedakan letah kemampuan otak. Banyak sekali manfaat dan fungsi ketiga bagian otak kita, namun apalah guna kerja otak bila tanpa ada hati yang mengendalikannya. Yang jelas, terhadap semua teori, tidak perlu kita perdebatkan, gunakan dan manfaatkan saja apa yang kita yakini dan percaya, intinya adalah kita harus selalu bersyukur atas nikmat otak yang Allah berikan kepada kita, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Banyak penelitian mengenai bagaimana kerja dan kemampuan otak manusia dalam berpikir, baik secara fisik maupun secara kognitif. Dalam elegi ini saya menangkap penjelasan kerja dan kemampuan otak secara filsafat yaitu otak memikirkan segala hal yang diketahui, dan mungkin juga belum diketahui. Kita sendiri yang menentukan apa yang akan kita pikirkan. jika ingin tau maka kita mencari tau, jika tidak ingin tau maka kita menghindarinya agar tida tahu.

    Hal-hal yang sebaiknya dicari tau atau dipelajari ialah hal-ha yang baik yang berguna bagi kehidupan manusia dan akhirat, sedangkan hal-ha yang dihindari untuk dicari tau iala hal-ha yang menjerumuskan kita pada pikiran kotor atau negatif dan perbuatan tida baik. Ada kalanya kita memikirkan tentang hal yang rendah dan tida penting, ada kalanya kita berpikir kritis dan bercita-cita. Ada kalanya kita berpikir tentang masa lalau atau refleksi diri, ada kalanya kita berpikir tentang masa depan atau apa yang akan dijalani.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C

    Berpikir itu sangat kompleks. Berpikir menggunakan otak. Berpikir dapat kita gunakan sebagai sarana memperoleh pengetahuan. Sebenar-benarnya kita menguasai ilmu pengetahuan adalah kita mampu untuk berpikir kritis. Begitu besar karunia Tuhan memberikan kita otak yang kita gunakan untuk berpikir. Karena begitu pentinya kompoene ini maka dia terlindungi oleh pertahanan yang kokoh di bagian kepala kita.

    ReplyDelete
  16. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Sampai saat ini, image tentang anak yang pintar di sekolah ialah anak yang pandai dalam pelajaran berhitung membaca, menulis, dan berbicara (kecerdasan IQ). Kenapa paradigma ini bisa diyakini menjadi barometer kecerdasan seorang anak? Sebab anak yang pandai membca, berhitung, menganalisa, dan hal-hal logis lainnya biasanya memiliki volume otak yang lebih besar.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Ibarat sebuah prosesor pada komputer, otak manusia memiliki kapasitas kemampuan tertentu. Pada usia senja, kemampuan otak pun makin menurun termasuk kemampuan kognitif. Namun, penurunan kemampuan otak seseorang terjadi bisa lebih cepat ihwal tindakan atau kebiasaan seiring dengan bertambahnya usia.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Otak memiliki kemampuan yang luar biasa hebat. Peneliti membagi otak kedalam beberapa bagian. Terdapat otak depan otak belakang, otak kiri, otak kanan, otak atas, otak bawah, otak tengah. Masing masing memiliki fungsinya sendiri. Maka dari itu kita yang sekiranya telah diberi otak dari Allah SWT harus mampu memaksimalkan fungsi otal tersebut dengan cara berpikir kritis tidak hanya bergantung kepada pemikiran orang lain saja.

    ReplyDelete
  19. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Teori Imajiner Kemampuan Otak menjelaskan bahwa setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, etnik. Berusahalah kita membongkar mitos dan menjauhinya dengan cara kita berpikir kritis dan mempunyai hati yang ikhlas. Karena sesungguhnya mitos-mitos dapat menerkam kita kapan saja. Maka hendaklah kita sadar dan berdoalah mohon ampun dan bimbingan kepada Tuhan agar kita dianugerahi kemampuan otak yang mampu berpikir kritis dan dianugerahi hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA


    Manusia diberikan akal (otak) untuk berpikir. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Otak manusia terbagi atas beberapa bagian sesuai dengan fungsi masing-masing. Bagian-bagian otak dapat berfungsi hanya dan hanya jika kita berpikir. Manusia yang tidak berpikir menyebabkan dirinya terjebak dalam mitos. Hal ini menyebabkan dirinya tidak mampu mengkritisi peristiwa bagaimana dan mengapa suatu hal bisa terjadi. Dengan demikian tetaplah berikan hak otak untuk bekerja dengan berpikir secara kritis dan diiringi kebersihan hati agar bingungnya pikiran tetap dapat dikendalikan.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Otak merupakan bagian tubuh manusia yang kompleks dan merupaka sebuah misteri, karena otak lah yang mengatur semua kerja organ tubuh manusia yang lain. Bahkan ketika seorang manusia mengalami koma atau otak mengalami cedera maka itu akan mempengaruhi kerja tidaknya organ tubuh manusia yang lain, walaupun organ dalam yang lain baik-baik saja namun mereka tidak dapat berfungsi jika otak tidak berkerja. Otak adalah anugerah Tuhan yang penuh dengan misteri, sehingga walau sebanyak apapun manusia menggali informasi mengenainya pasti ada saja yang menjadi misteri. Karena begitu besar fungsinya bagi kehidupan maka kita harus bersyukur karena telah diberikan anugerah yang begitu hebat oleh Tuhan YME.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, wr.wb.
    Otak selain menjadi organ pusat yang mengatur kerja organ tubuh manusia yang lain, ternyata otak pun menjadi tempat terjadinya proses berpikir, tempat adanya pengetahuan, akal dan pikiran, tempat terjadinya proses kita untuk menerima informasi serta mengolahnya menjadi pengetahuan. Kemampuan otak dalam memproses informasi atau berpikir tidak lah sesederhana yang sudah diketahui orang, karena otak adalah bagian yang penuh misteri maka kemampuan sesungguhnya dari otak pun masih menjadi misteri dan hanya Tuhan yang mengetahuinya. Adanya kemampuan otak ini lah membuat manusia menjadi berilmu, beribadah, dan mampu membangun kehidupannya, maka pergunakanlah otak sebaik mungkin agar mampu membangun kehidupan yang berkah. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    teori otak kiri, otak kanan dan otak tengah dalam menjabarkan kemampuan otak yang sangat luar biasa masih kurang.Teori Imajiner Kemampuan Otak lebih lengkap menjabarkan tentang fungsi otak. Fungsi otak tidak hanya terbatas untuk berpikir matematis dan seni. Otak juga memiliki kemampuan dalam memikirkan kehidupan sosial, memprioritaskan kebutuhan, jiwa keberanian, kepemimpinan, kebaikan dan keburukan. Kemampuan berpikir otak sangat banyak sekali. Hal-hal yang mempengaruhi kemampuan berpikir juga banyak seperti keadaan fisik, pengalaman dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  24. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Otak manusia sangat kompleks, demikian juga dengan pemikiran manusia rumit dan kompleks. Selain menjadi pusat berpikir matematik, seni, dan bahasa otak juga mempunyai kemampuan untuk mangatur organ tubuh, membedakan baik buruk, dan lain sebagainya. Hewan dan manusia mempunyai otak namun keduanya berbeda. Otak manusia memiliki fungsi juga sebagai akal atau pikiran sedangkan otak hewan tidak mempunyai kemampuan akal layaknya manusia. Oleh sebab itu manusia lah yang Allah jadikan sebagai pemimpin di muka bumi.

    ReplyDelete
  25. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas bahwa kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir. Berpikir itu sangat kompleks. Kemampuan otak tidak sesederhana mebedakan anatara kemampuan otak kanan dan kiri. setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka. Semakin dalam kita berpikir, semakin bertambahlah kemampuan kita dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang.

    ReplyDelete
  26. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi diatas, kemampuan otak adalah kemampuan berpikir. Berpikir merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Bahkan keadaan kejiwaan dan pengalaman sosial juga dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keadaan sakit atau cacat juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keyakinan juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang. Dengan demikian, kita diajak berpikir dengan cara yang berbeda dalam memahami teori kemampuan otak. Bukan hanya sekedar mengimani teori yang sudah ada, melainkan lebih kreatif lagi untuk memikirkan hal lain dengan kata lain harus inovatif.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pada hakikatnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambah kemampuannya dalam berpikir dan hal ini sangat mungkin terjadi pada setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin tetapi juga memiliki ruang dan waktunya sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Dahulu sejak saya pertama kali mendengar tentang teori otak kanan dan otak kiri itu, saya mulai mencari tau tentang kemampuan otak saya, (dan saya yakin begitu juga dengan beberapa teman lainnya yang penasaran dengan kemampuan otaknya). yang saya pahami bahwa kita otak kiri dan otak kanan kita berfungsi sebagaimana mestinya, hanya saja bagian mana yang lebih condong. dan saya mulai mencoba meneliti kepada teman-teman saya dan saya sendiri. banyak diantara mereka yang seimbang keduanya (saya juga merasa saya begitu, karena saya sedikit bisa matematika, sedikit bisa musik, dan menggambar, dulunya). namun kemudian saya mulai berpikir bahwa sepertinya itu tergantung pengalaman kita. jika kita masuk ke jurusan seni, yang sehari-hari nya berkutat dengan gambar atau lukisan tanaman misalnya, maka mungkin otak kita yang berkembang terfokus pada bagian itu. saya pernah mendengar bahwa otak itu elastis, bisa berubah bentuk sesuai dengan apa yang dialami manusia.

    ReplyDelete
  29. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kemampuan berpikir otak sesungguhnya tidak terbatas, namun banyak yang tidak menyadarinya dan malah berfikir "saya nggak bisa". jika manusia berpikir bahwa dirinya tidak bisa maka otak akan merangsang bahwa dia nggak bisa. jangan sampai kita berpikir bahwa kita nggak bisa, kita harus optimis bahwa kita bisa, maka secara otomatis pikiran kita akan mengalir.

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. banyak teori yang menjelaskan tentang kemampuan otak yang hanya dilihat dari sisi kognitifnya saja. Di elegi ini Prof. Marsigit menjelaskan teori kemampuan otak yang lebih lengkap dengan melibatkan hati sebagaii patokannya. Hati dan pikiran itu tidak dapat dipisahkan, sebab dengan keduanya seseorang menjadi manusia yang memanusia.

    ReplyDelete
  31. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terlepas dari benar atau tidaknya teori tentang kemampuan otak yang selama ini kita ketahui atau tentang teori-teori yang lainnya, kita akan selalu bisa menemukan manfaat apabila kita selalu berpikir positif dalam memandang sesuatu. Otak merupakan anugerah yang sangat besar yang diberikan oleh Tuhan. Maka dari itu, sudah seharusnya manusia mempergunakan dengan sebaik-baiknya dan mempergunakannya untuk hal yang bermanfaat. Apapun anugerah Tuhan harus dipergunakan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir. Berpikir itu sangat kompleks. Bahkan keadaan kejiwaan dan pengalaman sosial juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keadaan sakit atau cacat juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keyakinan juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang. Dengan demikian, kita diajak berpikir dengan cara yang ‘berbeda’ dalam memahami teori kemampuan otak. Bukan hanya sekedar ‘mengimani’ teori yang sudah ada, melainkan lebih kreatif lagi untuk memikirkan hal lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Segala suatu yang mediskreditkan manusia yang hanya menguntungkan golongan tertentu memang seharusnya dihapuskan. Misalanya, symbol kebangsawanan yang memberikan hak istimewa kepada mereka yang mendaku darah biru adalah realitas yang diakui sebagai kodrat Tuhan padahal hanya konstruk sosial sehingga hak istimewa yang dimaksud tersebut tidak lebih hanyalah mitos belaka. Kemampuan otak seseorang tidak ditentukan dengan seberapa bangsawan kah dia atau seberapa banyak harta yang dia miliki. Bukankah derajat dan kemampuan dalam agama dihitung dari seberapa bertakwakah kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete