Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika




Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Etik dan Estetika. Sebenar-benar hidupku adalah antara Diam dan Bicara.

Etik dan Estetika:
Wahai Orang Tua Berambut Putih, masih tetap konsisten juga engkau itu. Engkau berjanji akan selalu muncul pada setiap pertanyaan? Ya aku menyadari itulah hakekat Ilmu; dia selalu dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan. Tetapi jika engkau datang padahal tidak diundang, apakah engkau mempunyai Etik dan Estetika?

Orang Tua Berambut Putih:
Aku adalah hakekat, maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada, dalam Ruang dan Waktunya. Oleh karena itu kehadiranku tidak memerlukan undangan umum. Undangan khususku adalah pada setiap pertanyaan. Engkau tampak Sombong. Mentang-mentang mendapat julukan Etik dan Estetika, maka selalu saja semuanya diukur dengan Etik dan Estetika. Lagi pula engkau tampak berbondong-bondong mau ke mana?

Etik dan Estetika:
Aku ingin memberontak kepada Bagawat.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho apa masalahnya?

Etik dan Estetika:
Aku ingin mengingatkan kesombongan Bagawat. Mentang-mentang sebagai Bagawat, dia selalu main klaim saja. Aku juga melihat besarnya Ego dan Determinist pada diri Bagawat. Emangnya gampang menuduh Mitos adalah Syaitan. Emangnya gampang mengubah Mitos menjadi Logos. Nyuruh-nyuruh orang mengetahui hakekat dari yang ada dan yang mungkin ada. Apakah pantas seorang anak kecil, jikapun dibelajarkan oleh orang tuanya, mengetahui segala hal. Jangankan mengetahui segala hal; mengetahui sedikit hal saja dia harus berkonsultasi dulu dengan saya, yaitu Etik dan Estetika.

Bagawat:
Aku melihat Orang Tua Berambut Putih menghilang begitu saja, ada apa ini. O..rupanya ada orang Emosi. Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Wahai Etik dan Estetika, apakah Etis dan Estetis jika engkau marah-marah begitu, padahal yang engkau marahi tidak ada di depanmu?

Etik dan Estetika:
Woh...Bagawat ada di situ. Panjang umur engkau. Aku memang sedang marah kepadamu.

Bagawat:
Aku tahu engkau sedang marah kepadaku; dan aku pun tahu semua pembicaraanmu.

Etik dan Estetika:
Lho kalau begitu engkau itu tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, mengintip pembicaraan orang lain.

Bagawat:
Aku tahu semuanya itu dari guruku Orang Tua Berambut Putih. Baiklah, silahkan sampaikan protesmu kepadaku, aku akan berusaha mendengarkan secara Etis dan Estetik.

Etik dan Estetika:
Waha..memang sombong engkau. Wahai Bagawat, jika engkau tidak punya Etik dan Estetika; atau paling tidak engkau kurang Etik dan Estetika, maka lepaskan saja gelarmu sebagai Bagawat.

Bagawat:
Dengan keikhlasanku, perkenankanlah aku memohon maaf pada dirimu. Bukannya aku sengaja melalaikan dirimu, tetapi semuanya terjadi karena Keterbatasanku, keterbatasan Waktu, dan keterbatasan Ruang; sehingga pembicaraanku dengan Cantraka baru-baru ini hanyalah berkutat pada Mitos, Logos, Mitos, Logos, ...dst. Dan tidak menyertakan dirimu. Maaf nggih maaf.

Etik dan Estetika:
Hemm...jika tidak aku maafkan maka kontradiksi; karena aku dianggap tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika.

Bagawat:
Wahai Etik dan Estetika, kenapa engkau seperti orang bingung?

Etik dan Estetika:
Hemm...aku jadi bingung betul ni. Gimana ya? Jika ada orang minta maaf kepadaku, padahal menurutku dia tidak atau belum atau kurang mempunyai Etik dan Estetika aku jadi bingung. Apakah keburukan itu mempunyai Etik dan Estetika. Apakah ada Etika dan Estetikanya korupsi, mencuri, berbohong atau bahkan berbuat dosa?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mudah menggapai Etik dan Estetika itu.Wahai Etik dan estetika, kelihatannya engkau bingung, terdiam seribu bahasa?

Etik dan Estetika:
Oh ..Orang Tua Berambut Puti siapakah diriku itu? Jika sedikit saja engkau tinggalkan, maka aku tidak berdaya. Aku bingung. Tolong sadarkan aku kembali. Siapakah Etik dan siapakah Estetik.

Orang Tua Berambut Putih:
Wah rupanya memang rentan jika Etik dan Estetik mengajak diskusi; apalagi yang diajak diskusi sang Bagawat. Etik dan Estetika cenderung emosional. Benar nih, engkau tidak tahu siapa hakekat dirimu itu?

Etik dan Estetika:
Benar

Bagawat:
Luar biasa.

Orang Tua Berambut Putih:
Apanya yang luar biasa Bagawat?

Bagawat:
Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, bukankah itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi?

Orang Tua Berambut Putih:
Amin. Cerdas engkau Bagawat. Tetapi aku kasihan kepada Etik dan Estetika. Baiklah. Akan aku jawab pertanyaanya itu.

Orang Tua Berambut Putih:
Sederhana saja. Atau menggunakan bahasa orang awam juga bisa. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan).

Etik dan Estetika:
Kemudian...secara filosofis..apakah definisi Etik dan Estetika itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ooo..jika engkau ingin membaca referensi tentang Etik dan Estetika, bisa baca atau konek berikut:

Etik:

Estetika:

Etik dan Estetika:
Alhamdulillah...terang benderang pengetahuanku tentang Etik dan Estetik. Wahai Bagawat, mentang-mentang ilmumu tinggi, maka jawablah pertanyanku ini.

Bagawat:
Silahkan

Etik dan Estetika:
Apakah ada Kebaikan untuk hal-hal yang Salah? Dan apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Hemm...wah pertanyaanmu kok sulit. Mentang-mentang telah mendapat pencerahan dari Orang Tua Berambut Putih, lalu nantang-nantang  saya. Wah kok gimana ya?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat...pertanyaan itulah yang merupakan sumber perselisihan antara engkau dengan Etik dan Estetika. Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain. 

Etik dan Estetika:
Lalu bagaimana...apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Adalah Benar, jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu. Bukankah demikian Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Betul sekali Bagawat. Wahai Etik dan Estetika, jika pertanyaanmu sudah aku jawab, lalu apa masalahnya sehingga engkau tampak belum begitu Ikhlas kepada Bagawat. Padahal aku mendengar bahwa sang Bagawat sudah minta maaf.

Etik dan Estetika:
Kenapa ketika membahas Mitos dan Logos, sang Bagawat tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, misal mengklaim bahwa Mitos adalah Syaitan begitu saja.

Orang Tua Berambut Putih:
Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

Bagawat:
Selamat Etik dan Estetika atas keberhasilan pemberontakanmu. Mohon maaf dan selamat berjuang. Amin.

Etik dan Estetika:
Terimakasih. Amin.





40 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Segala yang ada dan yang mungkin ada tidak akan terbebas dari etik dan estetika. Etik berkaitan dengan benar dan salah. Sedangkan estetika berkaitan dengan baik dan buruk. Semua pegetahuan yang kita miliki harus berkaitan dengan etik dan estetika. Hal ini agak kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta mana yang baik dan mana yang buruk. Itulah sebenar-benar ilmumu, ketika kamu telah menyematkan etik dan estetika di dalamnya. Jika semua didasari oleh etik dan estetika. Maka langkah yang akan kita tempuh kemudian akan selalu benar, dan tindakan yang kita lakukan akan senantiasa baik. Meskipun terkadang kita dapat terkena mitos-mitos, tetapi dengan berdasarkan etik dan estetika, kita akan dapat mengubahnya menjadi logos.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Etik dan estetika merupakan dua hal yang sering kita dengar dalam kehidupan kita. Pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Apabila seseorang mempunyai ilmu yang tinggi, tidak boleh melupakan etika dan estetika. Etika itu tentang salah dan benar, sedangkan estetika adalah tentang keindahan yaitu baik dan buruk. Ilmu yang tinggi akan sisa-sia jika tidak memperhatikan etika dan estetika. Karena itu, dasarilah segala sesuatu sebelum dilakukan dengan etik dan estetika terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Etik dan estetika merupakan 2 hal yang sering beriringan. Etik adalah mengenai tingkah laku, perbuatan, akhlak, baik itu akhlak baik maupun akhlak buruk. Sedangkan estetika lebih mengarah kepada keindahan sesuatu. Nilai etika ini sangat penting bagi manusia karena di situlah letak kemanusiaan seorang manusia. Nilai kejujuran, keberanian atas kebenaran, dan kesungguhan di dalam menjalani kehidupan hanya akan dimiliki oleh manusia. Nilai estetika ini juga sangat penting bagi manusia karena dengan keindahan akan memberikan warna dalam kehidupannya. Dengan demikian manusia akan merasakan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup. Karena sudah menjadi kodrat manusia bahwa manusia suka dengan hal-hal yang indah. Kemudian terkait tentang pencarian logos perlu di dukung oleh nilai-nilai etik dan estetika sehingga logos-logos yang kita peroleh tidak menjadi suatu keburukan dan kesalahan. Namun menjadikan para penuntutnya berakhlak, bertingkah laku dan berbuat.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Etik adalah mengenai benar dan salah. Sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Allah SWT ialah pemilik etik dan estetika tertinggi. Manusia mampu menggapai hal tersebut dengan berdoa. Etik dapat membantu kita untuk mengontrol tingkah laku dan estetika sebagai tolak ukur atas tingkah laku yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas dapat saya pahami pada bagian sebenar – benar diriku adalah antara diam dan bicara. Ketika diam, itulah diri kita, dan ketika bicara itulah diri kita yang sebenarnya juga. Etik dan estetika adalah bagian dari ilmu filsafat. Etik dan estetika berkaitan dengan tindakan. Oleh karena itu diam dan bicara adalah tindakan yang merupakan bagian dari etik dan estetika. Perilaku atau tindakan yang dilakukan akan mencerminkan bagaimana pandangan etik dan estetika kita. Oleh karena itu alangkah baiknya jika menjaga etik dan estetika agar mampu mengendalikan diri dan tercermin etik dan estetika yang baik dari masing – masing pribadi.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    dari kisah elegi inisaa memahami bahwa etik merupakan mengenai benar atau salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau mengenai keindahan). Etik dan estetika saling berhubungan dan berkaitan. Semua hal yang baik belum tentu benar dan semua hal yang benar belum tentu baik. Etik dan estetika dapat kita gunakan untuk mengubah mitos-mitos dalam hati dan pikiran kita menjadi logos. Kemudian kita dapat mengguanakan logos untuk menemukan etik dan estetika.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Etika filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusia yaitu menganai kewajiban manusia, perbuatan benar salah dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Estetika sendiri berasal dari bahasa yunani yang merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan. objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan. Sehingga pada dasarnya estetika yang dicari adalah sebuah hakikat dari keindahan & bentuk bentuk pengalaman keindahan (seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan seni dan keindahan alam) yang diselidiki oleh emosi manusia sebagai reaksi terhadap yang indah, bagus dan sebagainya. Baik etika dengan estetika keduanya saling berkaitan. Sehingga pentingnya etika dan estetika dalam menggapai logos agar tidak terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Etika adalah norma tentang sopan santun (perbuatan), sedangkan estetika adalah nilai keindahan. Baik etika maupun estetika saling bersinergi satu sama lain. Mengapa demikian? Karena estetika itu ialah yang nampak (wadah), sedangkan etika ialah sebagai isinya yang merupakan cerminan dari segumpal daging ialah hati.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam rangka merubah mitos-mitos menjadi logos perlu adanya etik dan estetika. Walaupun untuk mencarinya perlu landasan logos yang baik, namun ketika etik dan estetika telah kita miliki dan bersemayam di dalam hati maka akan selamatlah orang tersebut. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika milik Allah SWT. Tidak ada manusia yang dapat menggapainya. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan hati dan pikiran. Aamiin

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Etika dan estetika pada hakikatnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah pola pikirnya tang kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan, perilaku, cara pandang, dan yang lainnya. Karena etika merupakan suatu perilaku atau ilmu tentang benar dan salah sedangkan estetika merupakan suatu pola pikir atau cara pandang mengenai baik dan buruk yang terkait dengan nilai keindahan.
    Ketika berbicara tentang etika dan estetika maka kita juga akan berbicara pula tentang mitos dan logos, karena etika dan estetika adalah dasar dari mitos dan logos. Bila kita bertindak dengan menggunakan kecerdasan pikir yang berkaitan dengan etika dan estetika maka kita bisa merubah mitos menjadi logos karena kita mengaitkan kecerdasan dengan hati dan sebaliknya bila kecerdasan kita tanpa diikuti dengan olah hati hanyalah akan menjadi mitos.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi diatas bahwa kita hidup itu harus memiliki etika dan estetika, yanag mana etika itu adalah segala pergaulan, kelakuan, perbuatan kita harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku, sedangkan estetika itu adalah segala adab, indah, sopan dan santun dengan norma-norma yang berlaku. Sehingga dengan adanya etika dan estetika dalam hidup kita kan menjadi pribadi yang baik yang selalu rendah diri, dan sebagainya. Jikalau kita memepunya sifat sombong, angkuh, inginmennag sendiri, maka dia tbelum memiliki etika dan estetika dalam kehidupaun, karena dalam hidup kita harus ada nilai untuk apa ilmu itu digunakan sehinga dengan ilmu kita harus emmepunya etika dan estetika.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Etik dan estetika merupakan acuan dalam bertindak. Sebagai guru sudah barang tentu kita harus bertindak sesuai dengan etik dan estetika. Guru yang baik itu adalah guru yang mengembangkan dirinya, memperbaiki dirinya, atau merubah mitosnya menjadi logos. Namun, dalam hal itu tetaplah menjaga etik dan estetika. Etik dan estetika adalah dasar, payung, pendahulu dan penghujung dari mitos dan logos. Maka kita perlu mendasari logos kita dengan etik dan estetika. Karena dengan itu kita akan mendapatkan kebaikan darinya.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika kita berbicara mengenai etik dan estetika, maka ini pun berlaku pada setiap yang ada dan yang mungkin ada. Menurut KBBI etik berarti kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Ini berkaitan dengan benar dan salah nya sesuatu. Dalam filsafat, benar dan salah itu bergantung kepada penilaian orang tentang filsafat. Namun, kita sebagai manusia harus menggapai logos berdasarkan etik sehingga logos yang kita peroleh berlaku baik dan benar menurut etik. Sedangkan estetika merupakan cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya. Orang korupsi pun memiliki estetika menurut pelaku nya, yaitu dengan mengungkapkan berbagai alasan untuk tetap melakukan tindakan korupsi. Namun, mitos seperti inilah yang estetika nya tidak dalam kebenaran. Maka dalam menajalani hidup, kita harus menyeimbangkan antara etik dan estetika dalam menggapai logos, bukan mitos.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk atau keindahan. Berdasarkan http://plato.stanford.edu/entries/aesthetic-judgment/, menurut Immanuel Kant pertimbangan selera (judgement of taste) membutuhkan dua kondisi pokok yaitu subtivitas dan universalitas. Subjektivitas berarti bahwa selera dipertimbangkan berdasarkan perasaan senang tidak senang atau puas tidak puas. Universalitas berarti pemikiran bahwa orang lain juga memiliki selera yang sama dengan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, etika dan estetika sebaiknya dijalankan dengan seimbang, bukan cenderung ke satu sisi.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Etika atau filsafat moral adalah cabang filsafat yang melibatkan sistematisasi, pembelaan, dan rekomendasi konsep perilaku yang benar dan yang salah. Sebagai cabang filsafat, etika menyelidiki pertanyaan "Apa cara terbaik bagi orang untuk hidup?" Dan "Tindakan apa yang benar atau salah dalam situasi tertentu?". Tiga bidang studi utama dalam etika yang diakui saat ini adalah meta-etika, etika normatif, etika terapan. (https://en.wikipedia.org/wiki/Ethics)

    ReplyDelete
  16. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Setelah membaca artikel tersebut, yang dapat saya tangkap adalah bahwa secara epistemologis adalah salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, untuk orang yang tidak atau belum mengetahui konsepnya tetap dianggap baik-baik saja. Kita tidak harus tahu hakekat segala sesuatu, termasuk diantaranya adalah untuk privasi orang lain. Dasarilah segala sesuatu sebelum dilakukan dengan etik dan estetika terlebih dahulu. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Kita sebagai manusia hendaknya mencari sehingga hidup kita lebih bermakna.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Etika dan estetika memang merupakan hal paling tinggi dalam kehidupan kita, sebagai manusia memang kita tidak bisa mendapatkannya secara sempurna, karena kedua hal tersebut baik etika dan estetika hanyalah milik Tuhan YME. Kita sebagai manusia memang hanya bisa berusaha sebaik mungkin menuju hal tersebut. Kedua hal tersebut juga merupakan satu sama lain.

    ReplyDelete
  18. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Estetika adalah mengenai baik dan buruk Etika adalah mengenai salah dan benar,. Keduanya berkaitan dan selalu ada dalam kehidupan. Namun sebagai manusia, hidup tidak hanya berdasarkan etika dan estetika tetapi juga berdasar hati nurani. Manusia diberi kelebihan berupa hati nurani untuk mempertimbangkan sesuatu, kehidupan itu berdasarkan ideologi namun juga ada kalanya fleksibel. Tidak ada selalu hal yang buruk itu salah. Dalam agama pun diperboleh berbohong demi kebaikan. Bohong adalah tindakan yang buruk, namun benar adanya jika untuk menyelamatkan nyawa seseorang dari seorang pembunuh misalnya. Begitu juga sebaliknya, tak selalu yang baik itu benar.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Etika adalah bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku seseorang dari sudut baik dan buruk. Sedangkan estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek. Secara umum estetika disebut sebagai kajian filsafati mengenai pengindraan atau persepsi yang menimbulkan rasa senang dan nyaman pada suatu pihak, rasa tidak senang dan tidak nyaman pada pihak lainnya. Secara fisual dan imajinasi estetika disebut juga kajian mengenai keindahan atau teori tentang cita rasa, kritik dalam kesenian kreatif serta pementasan.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Etik adalah berkaitan dengan benar dan salah, sedangkan estetika berkaitan dengan baik dan buruk. Di dalam hidup ini akan selalu ada etik dan estetika. Etik dan estetika melekat sekali pada norma yang berlaku di masyarakat. Dalam melakukan sesuatu dan menentukan pilihan, hendaknya kita mempertimbangkan etik dan estetika nya. Sehingga suatu hal tersebut tidak menyalahi norma yang ada, benar dan baik di mata semua pihak. dan dengan pertimbangan tersebut, semoga mendapat ridho Allah.

    ReplyDelete
  21. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Apapun filsafatnya, maka filsafat itu selalu mempunyai 3 jalur utama yaitu ontologi (ilmu hakekat), epistemologi (ilmu cara), dan aksiologi (nilai etika dan estetika). Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Etika dan estetika masuk kedalam objek kajian ontology. Etik adalah mengenai benar dan salah sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Setiap kegiatan yang kita lakukan harus disertai dengan etik dan estetika agar memberi kebaikan bagi kita. Begitu pula pada logos, setiap logos harus berkaitan dengan etik dan estetika. Dan ada pada suatu saat, ada kalanya nanti, kita akan kebingungan bagaimana dan untuk apa logos yang kita miliki?, inilah bentuk dari pemberontakan etika dan estetika.

    ReplyDelete
  22. Janganlah mengumbar kesombongan. Kutub utara tetap berada di utara dan kutub selatan berada di selatan, jangan katakan Utara lebih baik dari Selatan karena Kutub Utara dan Selatan sama-sama menjadi poros. Hal tentang benar dan salah dapat dilihat dengan etik, sedangkan mengenai baik dan buruk dapat dilihat dengan estetika. Domain Benar Salah adalah Etik. Karena etik dan estetika akan terikat ruang dan waktu maka kita haruslah bijaksana dalam menggunakannya. Kalau tidak sesuai ruang dan waktunya akan menjadi salah dan buruk.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Etik adalah sebuah peraturan yang menjadi landasan manusia melakukan sesuatu, estetika adalah keindahan dari sesuatu hal. Etik dan estetika merupakan dasar dari mitos dan logos. Jangan sampai etik dan estetika menjadi dasar kita terjebak di dalam mitos. Kita harus menggunakan etik dan estetika untuk mengubah mitos menjadi logos. Oleh karenanya, kita harus terus berdoa agar kita selalu diberi petunjuk untuk menggunakan etika dan estetika dengan baik.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Etik dan estetika keduanya merupakan hal yang berkaitan dengan nilai. Etik atau filsafat moral yang artinya kebiasaan yang melibatkan sistematisasi, pembelaan dan rekomendasi terhadap perilaku yang benar dan perilaku yang salah. Sedangkan estetika ialah cabang filsafat yang mengeksplorasi sifat seni seperti kecantikan, rasa terhadap keindahan. Dalam pembelajaran, estetika berhubungan dengan nilai subjektif dan sensori-emosional. Sehingga etik dan estetika keduanya berhubungan dengan nilai yang ada dalam kehidupan mulai dari kebiasaan yang benar atau salah dan keindahan akan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  25. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti dalam elegi ini, etik dan estetika hendaknya menjadi seperti payung diri ketika menghadapi halangan dan tantangan (hujan/panas). Setiap kali melewati jalan yang banyak tantangan maka setiap orang harus sedia payung (segala sesuatu yang dapat disiapkan untuk melindungi diri) agar selamat sampai tujuan. Ketika seseorang akan berpendapat di jejaring sosial seperti facebook/atau twitter itu juga merupakan sebuah jalan yang banyak tantangannya, kenapa? karena banyak pengguna fb/twitter lain yang pasti akan mengetahui apa yang di-publish dari seseorang di fb/twitter. Selalu ingat bahwa ada pepatah "mulutmu harimaumu", " apa yang kamu ucap jika tidak berhati-hati maka akan ada banyak orang yang akan menghujat dengan apa yang kamu ucapkan".

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari ‘Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika’ di atas saya mendapatkan pengetahuan mengenai etik dan estetika. Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Pernyataan dari elegi di atas yang paling menarik yaitu “Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika.” Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam segala sesuatu harus menyeimbangkan antara keduanya. Begitu pula dengan ilmu, ilmu harus diimbangi dengan etik dan estetika agar terhindar dari rasa kesombongan.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Namun perlu diingat bahwa etik dan estetika itu bersifat relatif. Seperti dalam etika, kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Sebab etik dan estetika tertinggi adalah etik dan estetika absolut, yaitu etik dan estetika-Nya Allah swt. Oleh karena itu, kita sebagai umat-Nya hanya bisa berusaha bersungguh-sungguh menggapai keduanya.

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika

    etik adalah tingkah laku, perbuatan, akhlak. sedangkan estetika adalah keindahan. ketika keduanya berjalan seiringan makan akan menjadi hal yang positif dimana perbuatan akhlak yang baik atau sifat yang baik akan menciptakan suatu keindahan.

    ReplyDelete
  29. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Memang seperti dilema. Ketika kita memberitahukan sebuah kemajuan baru dalam teknologi kepada orang tua, seringkali kita hantui rasa tidak sopan. Belum tentu juga orang tua merasa sedang digurui, walaupun sedang diajari. Saya pernah merasakan hal seperti itu ketika diberikan kesempatan oleh guru saya mengajar guru-guru yang sudah tua dalam wawasan teknologi untuk membantu perkuliahannya. Entah dimana batas etika dan estetika itu. Saya juga masih belum mengerti.

    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa etik dan estetika merupakan awal dari mitos dan logos. Etik dan estetika memiliki aturan-aturan yang perlu diikuti. Jika yang ada dan mungkin ada ingin dikatakan sebabgai sesuatu yang memiliki etik dan estetika maka yang ada dan mungkin ada perlu mengikuti aturan-aturan dari etik dan estetika.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan Estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau Keindahan). Jika kita melakukan sesuatu tanpa kita melakukan sesuatu tanpa mengetahui hakikat atau pengertiannya maka secara epistemologis itu adalah salah namun apabila seorang anak melakukan sesuatu tanpa mengetahui hakikat dan pengertiannya maka secara etik dan estetika merupakan hal yang bijaksana atau baik baik saja.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Setinggi tingginya logos tidak mampu mengetahui semua relung etik dan estetika. Gunakan menggunakan etik dan estetika untuk mengubah mitos menjadi logos maka kita Dengan logosmu temukanlah etik dan estetikamu. Etik dan estetikamu bersemayam dalam hati dan sanubarimu. Setinggi tingginya etik dan estetika adalah etik dan estetikaabsolut yaitu etik dan estetika Allah SWT. Manusia hanya mampu menggapainya saja. Ya Allah semoga kami kau beri kecerdasan pikir dan hati.

    ReplyDelete
  33. Etika muncul untuk ketika perilaku manusia dinilai benar atau salah, baik dan buruk. Sedang estetika memandang apakah yang dilakukan manusia mempunyai keindahan. Etika cenderung dapat dimengerti oleh orang secara umum karena kadang diajarkan sedari kecil. Sedang estetika cenderung bersifat subjektif. Indah atau tidak indah material dan formal dilihat dari individu masing-masing. Karena etik dan estetika juga terikat ruang dan waktu maka kita haruslah bijaksana dalam menggunakannya. Etika dan estetika di suatu tempat mungkin berlaku ditempat itu pada waktu itu. Ketika zaman berkembang maka dapat dimungkinkan etika dan estetika mengalami perkembangan atau perubahan. Kalau tidak sesuai ruang dan waktunya akan menjadi salah dan buruk.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sulit untuk melihat hakekat dari etika dan estetika khusunya dalam hal-hal buruk. Seperti tulisan itu maka etika dan estetika dapat dimaknai sebagai paying bagi mitos dan logos. Karena itu etika dan estika sulit memahami dirinya dalam keadaan buruknya. Karena merka digoda oleh para stigma. Sehingga tidak mampu menggapai logos dan terbelenggu kepada para mitos.

    ReplyDelete
  35. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Elegi diatas sangatlah menarik. Memang benar saat kita emosi maka sering kali kita tidak bisa mengendalikan diri dan ilmu yang ada dalam diri kita akan hilang dan kita tidak bisa berfikir dengan jernih dan sehat.

    ReplyDelete
  36. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Etik merupakan hal tentang benar dan salah sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk. Tidak ada dalam dunia ini yang terlepas dari etik dan estetik. Namun dalam hidup memang sulit sekali untuk mengetahui semua relung etik dan estetika. Oleh karenanya sertakan ilmu dalam menggapai etik dan estetika. Etik dan estetika yang mutlak ialah etik dan estetika milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi ini, saya mengetahui bahwa etik pada dasarnya adalah mengenai segala sesuatu yang bersifat benar dan salah, sedangkan estetika adalah hal-hal yang berkaitan dengan baik dan buruk. Sebagai manusia, kita akan selalu berorientasi pada hal-hal yang baik dan benar. Maka jangan pernah lupa untuk meminta ampun dan pertolongan pada sang pemilik etik dan estetika.

    ReplyDelete
  38. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Etik dan estetika sebenarnya hamper tidak berbeda. Etik membahas tentang tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Estetika membahas indah atau tidaknya sesuatu. Estetika secara luas meliputi banyak hal, seperti watak yang indah, ilmu yang indah, dan kebijakan yang indah. Alangkah baiknya jika etik dan estetika yang baik tercermin dalam diri pribadi masing-masing.

    ReplyDelete
  39. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)


    Etik berkaitan dengan dengan sesuatu yang dianggap benar dan salah, sedangkan estetika berkaitan dengan sesuatu yang dianggap baik atau buruk. Dengan etik dan estetika ini akan menuntun kita melangkah ke arah yang benar atau salah dan baik atau buruk. Kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha menggapai etik dan estetika tersebut, karena sesungguhnya etik dan estetika yang absolut itu hanyalah milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  40. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Setiap logos yang kita punya hendaklah dasari dengan Etik dan Estetika, agar memberikan kebaikan bagi kita, mengubah mitos-mitos menjadi Logos-logos. Kita tak perlu mencari Etik dan Estetika terlalu jauh, karena sesungguhnya sebenar-benar Etik dan Estetika itu bersemayam di dalam Hati Sanubari kita masing-masing. Setinggi-tinggi Etik dan Estetika adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Tuhan Yang Maha Esa dan manusia takkan mampu mencapai setinggi-tingginya Etik dan Estetika tersebut. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berusaha dan berdoalah memohon petunjuk Nya, semoga kita senantiasa diberikan hati yang jernih dan kecerdasan pikir.

    ReplyDelete