Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika




Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Etik dan Estetika. Sebenar-benar hidupku adalah antara Diam dan Bicara.

Etik dan Estetika:
Wahai Orang Tua Berambut Putih, masih tetap konsisten juga engkau itu. Engkau berjanji akan selalu muncul pada setiap pertanyaan? Ya aku menyadari itulah hakekat Ilmu; dia selalu dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan. Tetapi jika engkau datang padahal tidak diundang, apakah engkau mempunyai Etik dan Estetika?

Orang Tua Berambut Putih:
Aku adalah hakekat, maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada, dalam Ruang dan Waktunya. Oleh karena itu kehadiranku tidak memerlukan undangan umum. Undangan khususku adalah pada setiap pertanyaan. Engkau tampak Sombong. Mentang-mentang mendapat julukan Etik dan Estetika, maka selalu saja semuanya diukur dengan Etik dan Estetika. Lagi pula engkau tampak berbondong-bondong mau ke mana?

Etik dan Estetika:
Aku ingin memberontak kepada Bagawat.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho apa masalahnya?

Etik dan Estetika:
Aku ingin mengingatkan kesombongan Bagawat. Mentang-mentang sebagai Bagawat, dia selalu main klaim saja. Aku juga melihat besarnya Ego dan Determinist pada diri Bagawat. Emangnya gampang menuduh Mitos adalah Syaitan. Emangnya gampang mengubah Mitos menjadi Logos. Nyuruh-nyuruh orang mengetahui hakekat dari yang ada dan yang mungkin ada. Apakah pantas seorang anak kecil, jikapun dibelajarkan oleh orang tuanya, mengetahui segala hal. Jangankan mengetahui segala hal; mengetahui sedikit hal saja dia harus berkonsultasi dulu dengan saya, yaitu Etik dan Estetika.

Bagawat:
Aku melihat Orang Tua Berambut Putih menghilang begitu saja, ada apa ini. O..rupanya ada orang Emosi. Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Wahai Etik dan Estetika, apakah Etis dan Estetis jika engkau marah-marah begitu, padahal yang engkau marahi tidak ada di depanmu?

Etik dan Estetika:
Woh...Bagawat ada di situ. Panjang umur engkau. Aku memang sedang marah kepadamu.

Bagawat:
Aku tahu engkau sedang marah kepadaku; dan aku pun tahu semua pembicaraanmu.

Etik dan Estetika:
Lho kalau begitu engkau itu tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, mengintip pembicaraan orang lain.

Bagawat:
Aku tahu semuanya itu dari guruku Orang Tua Berambut Putih. Baiklah, silahkan sampaikan protesmu kepadaku, aku akan berusaha mendengarkan secara Etis dan Estetik.

Etik dan Estetika:
Waha..memang sombong engkau. Wahai Bagawat, jika engkau tidak punya Etik dan Estetika; atau paling tidak engkau kurang Etik dan Estetika, maka lepaskan saja gelarmu sebagai Bagawat.

Bagawat:
Dengan keikhlasanku, perkenankanlah aku memohon maaf pada dirimu. Bukannya aku sengaja melalaikan dirimu, tetapi semuanya terjadi karena Keterbatasanku, keterbatasan Waktu, dan keterbatasan Ruang; sehingga pembicaraanku dengan Cantraka baru-baru ini hanyalah berkutat pada Mitos, Logos, Mitos, Logos, ...dst. Dan tidak menyertakan dirimu. Maaf nggih maaf.

Etik dan Estetika:
Hemm...jika tidak aku maafkan maka kontradiksi; karena aku dianggap tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika.

Bagawat:
Wahai Etik dan Estetika, kenapa engkau seperti orang bingung?

Etik dan Estetika:
Hemm...aku jadi bingung betul ni. Gimana ya? Jika ada orang minta maaf kepadaku, padahal menurutku dia tidak atau belum atau kurang mempunyai Etik dan Estetika aku jadi bingung. Apakah keburukan itu mempunyai Etik dan Estetika. Apakah ada Etika dan Estetikanya korupsi, mencuri, berbohong atau bahkan berbuat dosa?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mudah menggapai Etik dan Estetika itu.Wahai Etik dan estetika, kelihatannya engkau bingung, terdiam seribu bahasa?

Etik dan Estetika:
Oh ..Orang Tua Berambut Puti siapakah diriku itu? Jika sedikit saja engkau tinggalkan, maka aku tidak berdaya. Aku bingung. Tolong sadarkan aku kembali. Siapakah Etik dan siapakah Estetik.

Orang Tua Berambut Putih:
Wah rupanya memang rentan jika Etik dan Estetik mengajak diskusi; apalagi yang diajak diskusi sang Bagawat. Etik dan Estetika cenderung emosional. Benar nih, engkau tidak tahu siapa hakekat dirimu itu?

Etik dan Estetika:
Benar

Bagawat:
Luar biasa.

Orang Tua Berambut Putih:
Apanya yang luar biasa Bagawat?

Bagawat:
Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, bukankah itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi?

Orang Tua Berambut Putih:
Amin. Cerdas engkau Bagawat. Tetapi aku kasihan kepada Etik dan Estetika. Baiklah. Akan aku jawab pertanyaanya itu.

Orang Tua Berambut Putih:
Sederhana saja. Atau menggunakan bahasa orang awam juga bisa. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan).

Etik dan Estetika:
Kemudian...secara filosofis..apakah definisi Etik dan Estetika itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ooo..jika engkau ingin membaca referensi tentang Etik dan Estetika, bisa baca atau konek berikut:

Etik:

Estetika:

Etik dan Estetika:
Alhamdulillah...terang benderang pengetahuanku tentang Etik dan Estetik. Wahai Bagawat, mentang-mentang ilmumu tinggi, maka jawablah pertanyanku ini.

Bagawat:
Silahkan

Etik dan Estetika:
Apakah ada Kebaikan untuk hal-hal yang Salah? Dan apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Hemm...wah pertanyaanmu kok sulit. Mentang-mentang telah mendapat pencerahan dari Orang Tua Berambut Putih, lalu nantang-nantang  saya. Wah kok gimana ya?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat...pertanyaan itulah yang merupakan sumber perselisihan antara engkau dengan Etik dan Estetika. Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain. 

Etik dan Estetika:
Lalu bagaimana...apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Adalah Benar, jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu. Bukankah demikian Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Betul sekali Bagawat. Wahai Etik dan Estetika, jika pertanyaanmu sudah aku jawab, lalu apa masalahnya sehingga engkau tampak belum begitu Ikhlas kepada Bagawat. Padahal aku mendengar bahwa sang Bagawat sudah minta maaf.

Etik dan Estetika:
Kenapa ketika membahas Mitos dan Logos, sang Bagawat tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, misal mengklaim bahwa Mitos adalah Syaitan begitu saja.

Orang Tua Berambut Putih:
Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

Bagawat:
Selamat Etik dan Estetika atas keberhasilan pemberontakanmu. Mohon maaf dan selamat berjuang. Amin.

Etik dan Estetika:
Terimakasih. Amin.





87 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Estetika adalah mengenai baik dan buruk Etika adalah mengenai salah dan benar,. Keduanya berkaitan dan selalu ada dalam kehidupan. Namun sebagai manusia, hidup tidak hanya berdasarkan etika dan estetika tetapi juga berdasar hati nurani. Manusia diberi kelebihan berupa hati nurani untuk mempertimbangkan sesuatu, kehidupan itu berdasarkan ideologi namun juga ada kalanya fleksibel. Tidak ada selalu hal yang buruk itu salah. Dalam agama pun diperboleh berbohong demi kebaikan. Bohong adalah tindakan yang buruk, namun benar adanya jika untuk menyelamatkan nyawa seseorang dari seorang pembunuh misalnya. Begitu juga sebaliknya, tak selalu yang baik itu benar.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Etika adalah bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku seseorang dari sudut baik dan buruk. Sedangkan estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek. Secara umum estetika disebut sebagai kajian filsafati mengenai pengindraan atau persepsi yang menimbulkan rasa senang dan nyaman pada suatu pihak, rasa tidak senang dan tidak nyaman pada pihak lainnya. Secara fisual dan imajinasi estetika disebut juga kajian mengenai keindahan atau teori tentang cita rasa, kritik dalam kesenian kreatif serta pementasan.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Etik adalah berkaitan dengan benar dan salah, sedangkan estetika berkaitan dengan baik dan buruk. Di dalam hidup ini akan selalu ada etik dan estetika. Etik dan estetika melekat sekali pada norma yang berlaku di masyarakat. Dalam melakukan sesuatu dan menentukan pilihan, hendaknya kita mempertimbangkan etik dan estetika nya. Sehingga suatu hal tersebut tidak menyalahi norma yang ada, benar dan baik di mata semua pihak. dan dengan pertimbangan tersebut, semoga mendapat ridho Allah.

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Apapun filsafatnya, maka filsafat itu selalu mempunyai 3 jalur utama yaitu ontologi (ilmu hakekat), epistemologi (ilmu cara), dan aksiologi (nilai etika dan estetika). Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Etika dan estetika masuk kedalam objek kajian ontology. Etik adalah mengenai benar dan salah sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Setiap kegiatan yang kita lakukan harus disertai dengan etik dan estetika agar memberi kebaikan bagi kita. Begitu pula pada logos, setiap logos harus berkaitan dengan etik dan estetika. Dan ada pada suatu saat, ada kalanya nanti, kita akan kebingungan bagaimana dan untuk apa logos yang kita miliki?, inilah bentuk dari pemberontakan etika dan estetika.

    ReplyDelete
  5. Janganlah mengumbar kesombongan. Kutub utara tetap berada di utara dan kutub selatan berada di selatan, jangan katakan Utara lebih baik dari Selatan karena Kutub Utara dan Selatan sama-sama menjadi poros. Hal tentang benar dan salah dapat dilihat dengan etik, sedangkan mengenai baik dan buruk dapat dilihat dengan estetika. Domain Benar Salah adalah Etik. Karena etik dan estetika akan terikat ruang dan waktu maka kita haruslah bijaksana dalam menggunakannya. Kalau tidak sesuai ruang dan waktunya akan menjadi salah dan buruk.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Etik adalah sebuah peraturan yang menjadi landasan manusia melakukan sesuatu, estetika adalah keindahan dari sesuatu hal. Etik dan estetika merupakan dasar dari mitos dan logos. Jangan sampai etik dan estetika menjadi dasar kita terjebak di dalam mitos. Kita harus menggunakan etik dan estetika untuk mengubah mitos menjadi logos. Oleh karenanya, kita harus terus berdoa agar kita selalu diberi petunjuk untuk menggunakan etika dan estetika dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Etik dan estetika keduanya merupakan hal yang berkaitan dengan nilai. Etik atau filsafat moral yang artinya kebiasaan yang melibatkan sistematisasi, pembelaan dan rekomendasi terhadap perilaku yang benar dan perilaku yang salah. Sedangkan estetika ialah cabang filsafat yang mengeksplorasi sifat seni seperti kecantikan, rasa terhadap keindahan. Dalam pembelajaran, estetika berhubungan dengan nilai subjektif dan sensori-emosional. Sehingga etik dan estetika keduanya berhubungan dengan nilai yang ada dalam kehidupan mulai dari kebiasaan yang benar atau salah dan keindahan akan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  8. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti dalam elegi ini, etik dan estetika hendaknya menjadi seperti payung diri ketika menghadapi halangan dan tantangan (hujan/panas). Setiap kali melewati jalan yang banyak tantangan maka setiap orang harus sedia payung (segala sesuatu yang dapat disiapkan untuk melindungi diri) agar selamat sampai tujuan. Ketika seseorang akan berpendapat di jejaring sosial seperti facebook/atau twitter itu juga merupakan sebuah jalan yang banyak tantangannya, kenapa? karena banyak pengguna fb/twitter lain yang pasti akan mengetahui apa yang di-publish dari seseorang di fb/twitter. Selalu ingat bahwa ada pepatah "mulutmu harimaumu", " apa yang kamu ucap jika tidak berhati-hati maka akan ada banyak orang yang akan menghujat dengan apa yang kamu ucapkan".

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari ‘Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika’ di atas saya mendapatkan pengetahuan mengenai etik dan estetika. Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Pernyataan dari elegi di atas yang paling menarik yaitu “Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika.” Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam segala sesuatu harus menyeimbangkan antara keduanya. Begitu pula dengan ilmu, ilmu harus diimbangi dengan etik dan estetika agar terhindar dari rasa kesombongan.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Namun perlu diingat bahwa etik dan estetika itu bersifat relatif. Seperti dalam etika, kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Sebab etik dan estetika tertinggi adalah etik dan estetika absolut, yaitu etik dan estetika-Nya Allah swt. Oleh karena itu, kita sebagai umat-Nya hanya bisa berusaha bersungguh-sungguh menggapai keduanya.

    ReplyDelete
  11. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika

    etik adalah tingkah laku, perbuatan, akhlak. sedangkan estetika adalah keindahan. ketika keduanya berjalan seiringan makan akan menjadi hal yang positif dimana perbuatan akhlak yang baik atau sifat yang baik akan menciptakan suatu keindahan.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Memang seperti dilema. Ketika kita memberitahukan sebuah kemajuan baru dalam teknologi kepada orang tua, seringkali kita hantui rasa tidak sopan. Belum tentu juga orang tua merasa sedang digurui, walaupun sedang diajari. Saya pernah merasakan hal seperti itu ketika diberikan kesempatan oleh guru saya mengajar guru-guru yang sudah tua dalam wawasan teknologi untuk membantu perkuliahannya. Entah dimana batas etika dan estetika itu. Saya juga masih belum mengerti.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa etik dan estetika merupakan awal dari mitos dan logos. Etik dan estetika memiliki aturan-aturan yang perlu diikuti. Jika yang ada dan mungkin ada ingin dikatakan sebabgai sesuatu yang memiliki etik dan estetika maka yang ada dan mungkin ada perlu mengikuti aturan-aturan dari etik dan estetika.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan Estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau Keindahan). Jika kita melakukan sesuatu tanpa kita melakukan sesuatu tanpa mengetahui hakikat atau pengertiannya maka secara epistemologis itu adalah salah namun apabila seorang anak melakukan sesuatu tanpa mengetahui hakikat dan pengertiannya maka secara etik dan estetika merupakan hal yang bijaksana atau baik baik saja.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Setinggi tingginya logos tidak mampu mengetahui semua relung etik dan estetika. Gunakan menggunakan etik dan estetika untuk mengubah mitos menjadi logos maka kita Dengan logosmu temukanlah etik dan estetikamu. Etik dan estetikamu bersemayam dalam hati dan sanubarimu. Setinggi tingginya etik dan estetika adalah etik dan estetikaabsolut yaitu etik dan estetika Allah SWT. Manusia hanya mampu menggapainya saja. Ya Allah semoga kami kau beri kecerdasan pikir dan hati.

    ReplyDelete
  16. Etika muncul untuk ketika perilaku manusia dinilai benar atau salah, baik dan buruk. Sedang estetika memandang apakah yang dilakukan manusia mempunyai keindahan. Etika cenderung dapat dimengerti oleh orang secara umum karena kadang diajarkan sedari kecil. Sedang estetika cenderung bersifat subjektif. Indah atau tidak indah material dan formal dilihat dari individu masing-masing. Karena etik dan estetika juga terikat ruang dan waktu maka kita haruslah bijaksana dalam menggunakannya. Etika dan estetika di suatu tempat mungkin berlaku ditempat itu pada waktu itu. Ketika zaman berkembang maka dapat dimungkinkan etika dan estetika mengalami perkembangan atau perubahan. Kalau tidak sesuai ruang dan waktunya akan menjadi salah dan buruk.

    ReplyDelete
  17. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Etik dan estetika sebenarnya hamper tidak berbeda. Etik membahas tentang tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Estetika membahas indah atau tidaknya sesuatu. Estetika secara luas meliputi banyak hal, seperti watak yang indah, ilmu yang indah, dan kebijakan yang indah. Alangkah baiknya jika etik dan estetika yang baik tercermin dalam diri pribadi masing-masing.

    ReplyDelete
  18. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)


    Etik berkaitan dengan dengan sesuatu yang dianggap benar dan salah, sedangkan estetika berkaitan dengan sesuatu yang dianggap baik atau buruk. Dengan etik dan estetika ini akan menuntun kita melangkah ke arah yang benar atau salah dan baik atau buruk. Kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha menggapai etik dan estetika tersebut, karena sesungguhnya etik dan estetika yang absolut itu hanyalah milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Setiap logos yang kita punya hendaklah dasari dengan Etik dan Estetika, agar memberikan kebaikan bagi kita, mengubah mitos-mitos menjadi Logos-logos. Kita tak perlu mencari Etik dan Estetika terlalu jauh, karena sesungguhnya sebenar-benar Etik dan Estetika itu bersemayam di dalam Hati Sanubari kita masing-masing. Setinggi-tinggi Etik dan Estetika adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Tuhan Yang Maha Esa dan manusia takkan mampu mencapai setinggi-tingginya Etik dan Estetika tersebut. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berusaha dan berdoalah memohon petunjuk Nya, semoga kita senantiasa diberikan hati yang jernih dan kecerdasan pikir.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya sangat setuju dengan statement orang tua berambut putih bahwa Etik dan Estetika tertinggi absolut adalah Etik dan Estetika-Nya Allah SWT. Sifat-sifat Allah tidak ada yang bisa menandinginya. Semua aturan dan seni keindahan yang Allah tuliskan sungguh maha dahsyat. Hal ini tidak sebanding dengan pola aturan manusia yang terkadang cenderung menyeleweng dari aturan yang telah ditetapkan. Lain halnya dengan aturan Allah yang bersifat kekal dan Maha Berkehendak atas kehidupan makhluk-Nya. Saya menjadi teringat akan statement ini "Hitung-hitungan manusia berbeda dengan hitung-hitungan Allah SWT". Allah akan memberikan sesuatu di luar dugaan hamba-Nya.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Etika dan Estetika adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam melakukan sesuatu, sebab Etika melihat sisi benar dan salahnya sedang estetika terkait baik dan buruknya. Dalam beretika kita harus berestetika begitu pun sebaliknya. Kita harus menempatkan etik dan estetika sesuai pada tempatnya. Saya percaya bahwa, kita juga harus mempertimbangkan efek manfaat dan mudharat nya, dari pada selalu berjuang pada etik dan estetika. Karena jangan sampai selalu bertumpu pada etik dan estetika namun malah banyak mudharatnya.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami (saya) estetika merupakan ilmu membahas bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana supaya dapat merasakannya, dan etika adalah yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Dari elegi ini saya memahami bahwa dalam melakukan segalah hal kami harus memperhatikan etika dan estetika akan tetapi jangan mengutamakan etika dan estetika karena standar etika dan estetika itu subjektif dan bisa berubah. Satu-satunya etika dan estetika yang absolut adalah etika dan estetika yang ditetapkan oleh Tuhan YME, yang dalam hal ini sudah tertulis didalam kitab suci yang kami imani.

    ReplyDelete
  23. Junianto
    PM C
    17706251065

    Mitos dan logos merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Etik dan estetika bisa dijadikan sarana untuk mengubah mitos sehingga menjadi logos. Namun, etik dan estetika bisa dicari hanya dengan menggunakan logos-logos. Etik dan estetika tertinggi hanyalah milik Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan alam seisinya. Maka dari itu, Tuhan harus selalu dilibatkan dalam pencarian etik dan estetika dengan senantiasa memohon petunjuk dan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  24. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Seperti yang diuraikan pada elegi di atas bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini tidak hanya lah tentang logos atau ilmu pengetahuan. Diperlukan etika, yaitu ukuran benar salahnya sesuatu, serta estetika, yaitu ukuran indah tidaknya sesuatu. Namun yang perlu diingat bahwa tidak ada alat ukur yang paten untuk etika dan estetika. Sifatnya relatif dan subjektif tergantung orang yang menilainya.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Etik dan estetika. Sebuah hal yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Etik memiliki kecenderungan berbicara tentang sesuatu yang benar dan salah, kemudian estetika memiliki kecenderungan berbicara tentang baik dan buruk. Yang benar belum tentu baik, dan yang baik belum tentu benar, begitu pula sebaliknya. Kita tidak boleh sombong karena pemilik etik dan estetika yang absolut hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakaish Prof atas ilmunya. Postingan yang sangat menarik dan bermanfaat bagi diri saya. Saya melihat pesan-pesan pada postingan ini lewat pernyataan orang tua berambut putih:

    “Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin”

    Saya setuju bahwa tidak akan yang bisa terbebas dari etik dan estetik. Oleh karena itu dala menggapai logos, sudah wajib jika etik dan estetika menyertai. Poin kedua, saya sangat setuju dengan pendapat orang tua berambut putih bahwa etik dan estetik tertinggi adalah etik dan estetikaNya Allah. Yang benar dan salah, yang baik dan buruk “yang pener” adalah yang ditetapkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas tulisan di atas. Percakapan yang menarik ketika kita membicarakan tentang etik dan estetika dimana sebagian orang tidak mampu menempatkan keduanya secara tepat. Sangat setuju dengan apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa "Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan). Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain." mungkin hanya sesederhana itu yang dapat saya pahami. dengan demikian manusia hendaklah mampu mencerminkan etik dan estetika nya didalam kehidupan bermasyarakat agar mitos yang ada dalam pikiran kita perlahan terkikis dan menggapai logos. Meski pada dasarnya Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT, namun kita wajib berusaha untuk mencapai dan menggapai nya dengan diiringi doa dan harapan agar selalu mendapat petunjuk dan tuntunanNya.

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi pemberontakan para etik dan estetika menjelaskan tentang pengertian dalam arti filsafat tentang keduanya. Seperti yang kita ketahui bahwa etk adalah membahas terkait yang benar dan salah, sedangkan estetika adalah terkait dengan baik dan buruk, dan estetika lebih mengarah pada keindahan. Keindahan itu merupakan seni, sehingga estetika terkait pula dengan seni, sedangkan stik terkait dengan moral, dan dalam spiritual moral berarti akhlak.

    ReplyDelete
  29. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Ilmu tidak akan datang jika diri kita dalam keadaan emosi. baru saya sadar ketika marah yang mengang kendali kita adalah setan dan ilmu itu suci tidak mungkin setan bisa mendatangkan ilmu. jika ingin ilmu datang maka jangan pernah memainkan emosi walaupun emosi juga termasuk kedalam hakikat manusia. namun redamla sebisa mungkin karna usaha juga termasuk hakikat manusia.
    "Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan)"lalu jika ingin menggapai etik dan estetika kita harus menggunakan akal logika. jadi bisa kita bisa mengubah mitos menjadi logos. dan tidak lupa merendah diri kepada allah suapaya dikasi kecerdasan dalam pikiran dan hati. silahkan utak atik pikiran namun jangan dengan hati. karena hati manusia erat kaitanya dengan Tuhan dan dalam aqidah kita harus tegas tidak boleh bingung.
    jadi kesimpulan yang saya dapat adalah berpikir lah dengan pikiran kita, ubah lah mitos di diri kita menjadi logos lalu tetaplah kita bertawakkal kepada Allah.karena Ia yang maha pemberi ilmu dan penggerak hati dan pikiran manusia.

    ReplyDelete
  30. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Secara umum, etik adalah berkaitan dengan yang benar dan yang salah sedangkan estetika berkaitan dengan keindahan atau baik dan buruk. Baik-buruk, benar-salah tersebut relatif terhadap ruang dan waktu. Keempat unsur tersebut dapat berkombinasi menjadi yang “baik dan benar”, “buruk dan salah”, “baik tetapi salah”, “buruk tetapi benar”, “salah tetapi baik”, dan “benar tetapi buruk”. Maka yang baik tidak selalu benar, yang benar tidak selalu baik, dan seterusnya. Sementara itu, segala yang ada dan yang mungkin ada memiliki etik dan estetika. Maka inilah pentingnya filsafat sehingga kita dapat menempatkan etik dan estetika pada ruang dan waktu yang sesuai.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Dengan membaca saya belajar tentang etik dan estetika yaitu tentang baik buruk dan tentang benar salah. Dalam hidup ini ternyata yang baik tetapi salah dan yang buruk tetapi benar itu ada. Semua itu ada karena etik dan estetika manusia bersifat relatif. Sedangkan yang absolut adalah etik dan estetika Tuhan. Agar dapat melakukan perbuatan sesuai ruang dan waktu serta tidak bertentangan dengan etik dan estetika hendaknya selalu belajar dan berusaha serta memohon ridho Tuhan.

    ReplyDelete
  32. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika
    Assalamualaikum wr wb
    Sebelumnya, terimaksih banyak Pak Prof
    Mambaca sampai akhir kesimpulannya, bahwa elegi ini memberikan suntikan nasehat sebagaimana yang diungkapkan oleh Orang tua berambut putih bahwa etik dan estetika adalah pondasi , payung dalam membangun mitos dan logos.Kita diharapkan melandasi logos dengan etik dan estetika, agar memberikan kebaikan pada diri kita.Dan setinggi-tingginya etik dan estetika adalah etik dan estetikanya Allah SWT yang sifatnya absolut.

    ReplyDelete
  33. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi pemberontakan para etik dan estetika ini saya memahami bahwa segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini tidak terbebas dari etik dan estetika. Seperti halnya dalam menggapai logos atau logika, hendaknya disertai dengan etik dan estetika agar kebaikan selalu mengiringi. Begitu juga dalam mengubah mitos menjadi logos, ikut sertakanlah etik dan estetika. Namun yang perlu diingat adalah bahwa etik dan estetika yang hakiki hanyalah miliki Allah SWT semata, sedangkan manusia hanya mampu berusaha untuk menggapainya. Oleh karena itu, senantiasalah berdoa dan memohon petunjuk kepada-Nya agar diberikan kecerdasan dalam menggunakan etik dan estetika.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Estik berkaitan dengan nilai benar atau salah sedangkan estetika berkatitan dengan baik dan buruk (keindahan). Tidak selamanya kesalahan itu merupakan hal yang buruk dan tidak selamanya juga kebenaran itu ialah hal yang baik. Semuanya bergantung dengan ruang dan waktunya. Selalu ada hal yang bisa kita petik dari suatu kesalahan ataupun kebenaran. Oleh karena itu, bijaklah dalam menjalani kehidupan, karena sebenar-benarnya orang yang bijak ialah sesuai dengan ruang dan waktunya. Sehingga dengan kebijakan, kita dapat menilai apakah suatu kebenaran atau kesalahan yang kita lakukan merupakan hal yang baik atau bahkan merupakan hal yang buruk. Karena etik dan estetika yang sebenarnya hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Manusia tidak akan terlepas dari etik dan estika dalam menemba ilmu untuk menggapai logos dan terhindar dari mitos. Pemilik etik dan estetika hanyalah Allah semata dan kita hanya dapat berusaha untuk menggapainya saya. Jangan berputus asa, karena seiring waktu kita dapat memahai hekekat etik dan estitika dalam kehidupan yang lebih tinggi dimensinya. Karena saat ini kita hanya perlu untuk belajar dari pengalaman, dan membaca pengalaman dari orang lain. Etik dan estetika akan erat hubungannya dalam kehidupan sosial kita. Berpikir sederhana tanpa mementingkan ego serta memahami orang lain serta meredam emosi untuk menjadikan salah satu upaya dalam menggapai etik dan estetika.

    ReplyDelete
  36. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Ada begitu banyak pelajaran dari elegi ini. Namun saya terkaget ketika orang tua berambut putih tiba-tiba meninggalkan dialog tanpa pamit sebelumnya. Perginya orang tua berambut putih ini ditafsirkan oleh begawat sebagai hilangnya ilmu ketika kita sedang marah atau penuh emosi. Benar rasanya, ketika kita sedang dikuasai oleh amarah dan emosi, maka seolah-olah pengetahuan atau ilmu yang kita punya terkesan hilang. Akhirnya tiap kita marah kita tidak bisa lagi berfikir jernih, tidak bisa lagi memanfaatkan ilmu yang kita miliki, dan justru pertimbangan=pertimbangan kita lebih banyak menggunakan emosi saja.

    ReplyDelete
  37. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi ini menjawab kebingungan saya atas ungkapan Pak Marsigit bahwa ilmu yang paling tinggi untuk orang Jawa adalah sopan santun.
    Di dalam elegi ini terungkap bahwa etik dan estetika adalah payungnya logos dan mitos.
    Pengetahuan tanpa etik dan estetika bisa berbahaya. Kesombongan manusia dapat menghancurkan dunia.
    Trimakasih Pak... Saya akan mengingat untuk selalu memandang etik dan estetika dari setiap logos dan mitos, dalam mengajar maupun keseharian.

    ReplyDelete
  38. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Etik dan estetika adalah dua hal yang berbeda, etik mengenai benar dan salah, sedangkan estetika mengenai baik buruk. Baik etik maupun estetika dapat kita temuakan dalam diri kita. Etik dan estetika positif akan ada saat kita melakukan hal-hal yang positif, etik dan estetika negatif ada saat kita melakukan hal-hal yang negatif. Keduanya, etik dan estetika yang baik tergantung dari manusianya, bagaimana menggunakannya sesuai dengan tempat dan keadaannya.

    ReplyDelete
  39. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Etik dan estetika adalah dua hal yag berbeda tetapi tetap selalu bergandengan. Dimana didalm hidup kita akan selalu ada benar dan salah maupun baik dan buruk. Yang mana benar belum tentu baik dan salah belum tentu buruk. Kita juga harus mendasari pengetahuan kita dengan etik dan estetika sehingga pengetahuan yang didapatkan dapat dimanfaatkan dengan baik bukan untuk sebuah kesombongan yang hanya dapat merugikan banyak hal.

    ReplyDelete
  40. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebelumnya saya juga mengalami kesulitan dalam pemakaian kedua kata ini, kadang saya memilih untuk tidak menggunakannya dan mengganti dengan kata lain saja. Etik dan estetika ternyata sangat berperan dalam menjaga keharmonisan hidup. Dengan etik, kita memiliki kemampuan untuk menjaga diri dari melakukan apa yang tidak patut sesuai dengan aturan yang berlaku. Melalui estetika, kita bisa mengapresiasi kehidupan dengan menerapkan keindahan-keindahan sehingga hidup tidak monoton. Namun jika emosi sudah campur tangan dalam mengambil keputusan, serinkgali kita mengabaikan etik dan estetika dan memberikan kesempatan pada emosi untuk mengambil alih, sehingga mulai terjadi ketidakharmonisan dalam hidup. Semoga kita slalu dilindungi Allah SWT agar bersikap bijak dalam segala sesuatu yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  41. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Etik dan setetika merupakan suatu kesatuan yang memang harus dimiliki oleh seseorang. Seseorang yang memiliki etik dan estetika cenderung menghormati sesama. Mereka tidak pernah mengacuhkan orang lain maupun peraturan orang lain. Mereka menghormati apa yang dijadikan pedoman oleh orang lain. mereka tahu kapan dan bagaimana menghormati orang lain. Seperti biasa, dalam melakukan suatu hal, orang yang memiliki etik dan estetika tinggi memiliki penyakit yang tidak baik yaitu sifat sombong. Penyakit tersebut ada juga bagia mereka yang menganggap diri mereka memiliki etik dan estetika yang bagus. Mereka merendahkan orang lain. oleh karena itu, semoga kita senantiasa dilindungi dari sifat yang memang manusia tidak boleh memilikinya. Sifat dimana hanya Tuhanlah yang boleh memilikinya, yaitu sifat sombong.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  42. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Etik dan estetika merupakan 2 hal yang membuat diri seseorang dihormati/tidak dihormati, dihargai/tidak dihargai, diteladani/tidak diteladani, dll. Kita harus selalu berbuat sesuai dengan etik dan estetika. Kita tidak boleh sering-sering menyebut orang lain tidak beretik dan estetika, namun ada baiknya kita introspeksi diri kita sendiri apakah segala tingkah laku dan perbuatan sudah sesuai dengan etik dan estetika. Etik dan estetika erat kaitannya dengan hati.

    ReplyDelete
  43. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B
    Etik dan estetika adalah salah satu sifat yang melekat padw manusia. Etik dan estetika absolut hanya milik Tuhan. Kita sebagai ciptaannya hanya bisa berusaha untuk selalu menjalankam segala perintahnya. Jangan pernah menilai orang lain berdasarksn etik dan estetika karena penilaian kita terlalu subyektif. Yang bisa menilai kita hanyalah sang pencipta. Etik dan estetika memiliki batasan dari negatif dan positif. Etik dan estetila positif dapat kita capai ketika yang kita lakukan untuk setiap kegidupan ini positif, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, kita seharusnya berusaha, berserah, dsn bersyukur di setiap kehidupam ini.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    17709251065
    PM C

    Etik dan estetika seyogyanya memang berjalan beriringan, meskipun terkadang bisa dipisahkan. Meskipun demikian, ketika dua hal ini dipisahkan maka akan ada sesuatu yang kurang lazim atau bahkan terkadang kurang di terima di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, ketika kita akan menilai sesuatu benar atau salah (etik) maka perlu dipertimbangkan juga bagaimana dampaknya, apakah baik atau buruk (estetika).

    ReplyDelete
  45. Junianto
    17709251065
    PM C

    Etik dan estetika seyogyanya memang berjalan beriringan, meskipun terkadang bisa dipisahkan. Meskipun demikian, ketika dua hal ini dipisahkan maka akan ada sesuatu yang kurang lazim atau bahkan terkadang kurang di terima di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, ketika kita akan menilai sesuatu benar atau salah (etik) maka perlu dipertimbangkan juga bagaimana dampaknya, apakah baik atau buruk (estetika).

    ReplyDelete
  46. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Etik dan estetika merupakan dua hal yang hampir sama, namun tetap berbeda. Kesamaannya terletak pada unsur kebaikan didalamnya. Etik berkatan dengan yang baik dan buruk, maka segala sesuatu mempunyai etik dan estetikanya (nilai keindahan) tergantung cara kita menilai dan memandang hal tersebut. Maka jadilah manusia yang bijaksana dalam berbuat dan berpendapat.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  47. Hakekat ilmu adalah dimulai dari pertanyaan-pertanyaan. Jika seseorang tidak mau bertanya, tidak mau berpikir maka seseorang itu dianggap telah mati. Etik adalah terkait benar dan salah. Sementara estetik terkait keindahan (baik dan buruknya). Etik dan estetika adalah sarana untuk mengubah dari mitos menjadi logos. Maka untuk berikhtiar kita harus selalu menggunakan etik dan estetika agar terhindar dari sifat sombong. Pemilik etik dan estetika tertinggi adalah Alloh SWT. Kita hanya mampu berikhitar. Maka kita harus selalu berdoa agar selalu diberikan kecerdasan baik pemikiran maupun hati kita dalam menjalani kehidupan ini.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  48. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Etik dan estetika. Sungguh saya baru mengetahui keduanya adalah bagian dari filsafat ketika membuka link yang ada di atas. Etik mengacu pada moral, estetika mengacu pada keindahan. Keduanya membatasi sesuatu menjadi apa yang lebih baik dari yang lain. Terkadang ketika manusia merasa telah memiliki pengetahuan, etik dan estetika ini kurang dianggap karena tentunya manusia itu telah merasa lebih baik dari yang lain. Merasa telah menggapai etik dan estetika, sehingga tak memerlukan penjelasannya lagi. Tapi, sesungguhnya ketika kita merasa telah menggapai dan akhirnya mengabaikan etik dan estetika, kita kembali jatuh pada kesombongan itu sendiri. Ketika hidup adalah proses, maka etik dan estetika tertinggi tak akan tergapai dengan semudah itu.

    ReplyDelete
  49. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari pertanyaan yang diajukan oleh etik dan estetika, mengenai apakah ada kebaikan dalam keburukan?, saya jadi teringat dengan pertanyaan apakah mencuri demi kebaikan itu boleh? Misalnya mencuri karena ingin bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan. Mungkin mencuri dalam filsafat bisa bermakna positif, misal mencuri waktu yang dia punya untuk bersedekah. Namun jika mencuri memiliki arti mengambil/merampas hak orang lain maka tentu tidak bisa dibenarkan. Dari tulisan bapak, saya jadi mengetahui bahwa setiap tindakan kita harus berlandaskan/memperhatikan etik dan estetik, jangan sampai kita berbuat zalim terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  50. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini, yang dimaksud etik itu mengenai baik atau buruk, sedangkan estetika itu mengenai suatu keindahan. Sehingga sesuatu dikatakan baik jika sesuai dengan etik dan estetika. Sesuatu yang dikatakan buruk jika tidak sesuai dengan etik dan estetika. Etik dan estetika tidak hanya dipandang untuk sesuatu yang nampak saja, tetapi juga dari dalam yaitu dari hati, karena cantik itu bukan hanya dilihat dari wajahnya saja, tetapi juga dari hatinya. Sehingga segala yang ada di dunia ini sebaiknya berdasarkan etik dan estetika. Harus sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  51. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi pemberontakan etik dan estetika, mengenal etik dan estetika melalui sebuah elegi. Etik secara umum membahas moralitas atau norma tentang nilai baik dan buruk. Etik sebagai pegangan atau landasan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan, estetika secara umum membahas sesuatu yang indah atau sesuatu yang mengandung keindahan. Meskipun nilai etik dan estetika relatif dan sangat subjektif untuk tiap orangnya, kita tetap perlu memperhatikan dan mempertimbangkan segala sesuatunya menurut etik dan estetikanya.

    ReplyDelete
  52. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terdapat beberapa pesan yang dapat dipetik dari elegi ini. Diantaranya yaitu, ketika kita tidak bisa mengontrol hawa nafsu kita sehingga kita marah, pada saat itu juga hati kita sedang dikuasai oleh syaitan, maka segala ilmu yang ada dalm diri kita dengan sekejap saja pergi dengan sendirinya, yang ada hanyalah mitos dan hati yang sedang dirayu oleh syaitan. Maka, ketika hati kita sedang panas, tidak lain dan tidak bukan cara yang paling mapuh dan jitu adalah dengan menyebut asma Allah dan mohon perlindungan-Nya. Untuk itu, perlu kiranya kita mewaspadai supaya mitos tidak merusak ilmu kita dengan mengolah cara berpikir kita dengan berlandaskan spiritual atau hati nurani. Oleh karena itu, pentingnya etik dan estetika dalam kehidupan sangatlah penting, di mana etik membahas tentang benar dan salah, sedangkan estetika membahas tentang pola pikir.

    ReplyDelete
  53. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Etik dan estetik adalah tentang benar salah dan baik buruk. Tetapi kita harus menyadari bahwa bisa jadi ada kebaikan dalam hal- hal yang salah. Bisa jadi pula ada keburukan untuk hal yang benar. Tidaklah semua hal yang salah selalu mengandung keburukan. Pastilah ada kebaikan untuk hal- hal yang salah. Bahwa dengan kesalahan kita belajar dan belajar adalah kebaikan. Dan tidaklah yang benar selalu mengandung kebaikan. Pastilah ada keburukan untuk hal benar. Bahwa hal benar yang kita lakukan akan mengandung yang keburukan jika kita sombong dengan hal benar yang kita lakukan. Karena sebenar-benar etik dan estetik yang absolut adalah milik Allah SWT. Karena itulah kita harus berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan mengikuti aturan Allah SWT.

    ReplyDelete
  54. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini memberikan gambaran bahwa etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau keindahan). Penerapan etik dan estetika dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada kenyataannya, terdapat kebaikan untuk hal-hal yang salah serta terdapat pula keburukan untuk hal yang benar. Contoh-contohnya adalah seperti yang telah disebutkan pada elegi tersebut. Oleh karena itu, hendaknya kita menilai etik dan estetika dari suatu hal menggunakan hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang bijak ketika menyelesaikan suatu persoalan di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  55. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup kita merentang dari salah dan benar, baik dan buruk. Tidak selamanya salah itu buruk. Tetapi salah itu baik karena dengan salah kita mengetahui kebenaran dan sebaliknya tidak selamanya benar itu baik karena dengan benar kita menjadi lupa diri dan tenggelam dalam kesombongan. Maka jika kita dihadapkan kepada sesuatu yang salah jangan langsung protes namun lunakkanlah hati sehingga dapat melihat kesalahan dari sisi baik dan buruknya. Dengan demikian kita dapat hidup berdampingan di tengah-tengah harmonisasi kehidupan.

    ReplyDelete
  56. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Etik dan estetik menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Etik membuat manusia dapat mempersepsikan benar dan salah, sedangkan estetik membuat manusia memandang mana yang baik dan mana yang buruk. Kedua nilai ini sesungguhnya dapat berjalan saling beriringan, mesti tak selalu begitu. Menurut saya, etik dan estetik akan selalu melekat beriringan dalam diri manusia mana kala manusia itu senantiasa dekat dengan Tuhan, menyelimuti hati dan pikirannya dengan doa-doa dan dzikir. Selalu melangkah mengikuti aturan Tuhan dan meniatkannya senantiasa untuk kebaikan dan kebermanfaatan sesama, dilakukan dengan ikhlas dan tanpa kesombongan, dan diakhiri dengan syukur dan sabar. Jika sudah demikian, etik dan estetika sudah pasti ada di dalamnya. Hanya saja, tentu hal ini tak bisa dianggap sama oleh setiap manusia karena memang sifatnya yang relatif dalam sudut pandang dunia.

    ReplyDelete
  57. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam menjalankan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) Etika dan Estetika haruslah menjadi dasarnya, apa yang seharusnya benar namun tak sesuai dengan etika dan estetika maka jangan dilakukan. Misalnya saja jangan membuat savetytank di dekat sumur tetangga kita. Memang benar savetytank itu letaknya di wilayah rumah kita, namun jangan dibuat didekat sumur tetangga kita. Maka benar disini tentunya tidak sesuai dengan etik dan estetika kita.

    ReplyDelete
  58. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Ketika manusia melakukan nilai-nilai, perbuatan ataupun, suatu hal yang salah maka kita telah melanggar etika yang sudah terbangun di suatu masyarakat. Contohnya, ada seseorang yang mencuri untuk memberi makan keluarga, jika dilihat dari sudut pandangan pencuri maka perbuatan yang ia lakukan dapat dibenarkan karena dia mencuri dengan alasan yang manusiawi untuk memberi makan keluarga. Namun secara etika perbuatan pencuri telah melanggar etika. Dia mengambil barang atau sesuatu yang bukan milik nya, berarti dia telah melanggar etika. Etika dapat dibangun dari logos-logos yang manusia miliki serta nilai-nilai yang ada di masyarakat.

    ReplyDelete
  59. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Di dalam filsafat terdapat unsur ontology, epistemology dan aksiologi (etik dan estetika). Etik adalah nilai benar dan salah sedangkan estetika adalah keindahan (baik dan buruk). Setinggi-tinggi etik dan estetika, maka absolutnya etik dan estetika tersebut adalah milik Tuhan, yaitu Allah SWT. karena jika hanya sekedar dari sudut pandang manusia etik dan estetik bersifat relatif. Suatu tindakan dipandang baik menurut seseorang, namun belum tentu baik bagi orang lain yang menilainya. Begitupun dengan benar dan salah, adanya kesenjangan perbedaan antara benar dan salah menurut setiap orang mungkin akan berbeda-beda.

    ReplyDelete
  60. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Etik berkaitan dengan benar dan salah, sedangkan estetika berhubungan dengan baik dan buruk (atau keindahan). Sebenar-benarnya etik dan estetika adalah dasar, payung, pendahuluan dan penghujung dari mitos dan logos. Etik dan estetika memberikan kita jalan untuk memahami apa yang harus dilakukan sehingga kita dapat mengubah mitos-mitos yang ada menjadi logos. Sebagai manusia ciptaan Allah SWT senantiasalah berusaha dan berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberi petunjuk, pertolongan, dan diberi kemudahan dalam segala urusan.

    ReplyDelete
  61. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam belajar filsafat kita akan membicarakan tentang tiga hal mendasar yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis. Etik dan estetika ini masuk dalam aksiologis, dia akan menjadi pertimbangan kebermanfaatan dari ilmu pegetahuan yang kita peroleh. Oleh karena itu, etik yaitu benar salah, dan estetika baik dan buruk menjadi pertimbangan yang sangat penting kapan kita bisa menggunakna ilmu yang telah kita peroleh dengan benar dan dengan baik. Itulah bersilaturahmi atau berhermenitika, semoga kita semua dituntun Allah untuk dapat menjadi manusia cerdas yang mampu menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya dengan mengerti tentang etik dan estetika.

    ReplyDelete
  62. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pemberontakan berarti ada hal yang dianggap tidak pas, artinya terjadi amarah dan emosi yang merasuki diri. Jika sudah demikian, maka diri sudah tidak lagi berilmu, ilmu seperti menghilang begitu saja. Dan bahkan para etik dan estetika pun sudah tidak mempedulikan etik dan estetika. Untuk itu, ada baiknya meminta nasehat ketika sedang marah dan tak tentu arah, nasehat dari pikiran, ilmu, atau lingkungan

    ReplyDelete
  63. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi dan link tersebut juga kita dapatkan bahwa ecara singkat, etik berkaitan dengan benar dan salah. Benar dan salah jika didunia langit bersifat tunggal, berasal dari Tuhan, jika sudah didunia bumi, maka etik akan bersifat plural, jamak. Benar menurut orang jawa belum tentu benar menurut orang Batak. Estetika berarti baik dan buruk, keindahan, estetika juga sekali lagi bersifat multi tafsir, bahkan dalam buruknya suatu hal ada baiknya, dan dalam baiknya suatu hal ada buruknya.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk atau keindahan. Berdasarkan http://plato.stanford.edu/entries/aesthetic-judgment/, menurut Immanuel Kant pertimbangan selera (judgement of taste) membutuhkan dua kondisi pokok yaitu subtivitas dan universalitas. Subjektivitas berarti bahwa selera dipertimbangkan berdasarkan perasaan senang tidak senang atau puas tidak puas. Universalitas berarti pemikiran bahwa orang lain juga memiliki selera yang sama dengan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, etika dan estetika sebaiknya dijalankan dengan seimbang, bukan cenderung ke satu sisi

    ReplyDelete
  65. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Etik ialah mengenai benar dan salah. Sedangkan estetika ialah mengenai benar dan buruk. Sesungguhnya tidak ada yang pasti dalam dunia ini termasuk masalah etik dan estetika. Contoh ketidakpastian etik atau nilai benar salah ialah apabila ada siswa SD ditanya gurunya tentang soal aljabar 2x + 3x lau si ana memjawab 5, maka ana tersebut salah sekaligus benar. Salah karena dilihat dari nilai jawabannya. Benar karena memang benar seharusnya siswa tersebut belum mampu menjawab soal aljabar dikarenakan belum memperoleh materi pelajaran aljabar.

    Contoh ketidakpastian estetika atau nilai keindahan atau nilai baik buruk ialah apabila ada tetangga yang naik sepeda dan tiba-tiba ayam kita lewat terlindas sampai mati lantas kita melaporkannya kepada polisi. Baik karena kita menuntut keadilan kepada pihak yang berwenang atas perbuatannya telah membunuh ayam kita. tetapi juga buruk karena kita mengesampingkan perasaan tetangga kita dan tidak membicarakan serta menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, karena sesungguhnya si tetangga tida sengaja melakukannya dan tidak ada niatan untuk menyebabkan ayam kita mati. Oleh karena itu marilah kita gunakan etik dan estetika kita sesuai pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    PM C

    Etik membahas tentang baik buruknya tingkah laku manusia sedangkan estetika membahas mengenai keindahanSecara epistemologis adalah salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, untuk orang yang tidak atau belum mengetahui konsepnya tetap dianggap benar. Etik dan estetika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Karena pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang.

    ReplyDelete
  67. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Etik dan estetika selalu terlibat dalam setiap langkah kehidupan. Hidup ini selalu berkaitan dengan benar salah dan baik buruk. Sesuatu yang dikatakan benar belum tentu sesuatu itu baik, begitu pula sesuatu yang dikatakan salah belum tentu buruk. Adakalanya sesuatu yang salah benar itu buruk. Misalanya suatu kebenaran bahwa si A telah merusakkan laptop kita, kemudian kita menuduhnya sebagai seorang perusak. Hal itu memang benar adanya namun itu adalah perilaku yang buruk. Karena kita cukup tahu saja bahwa dia merusakkan laptop, kita tidak perlu menuduhnya sebagai perusak. Hal itu karena itu dapat mencoreng nama baiknya, alangkah lebih baiknya jika kita mendiskusikannya dan mencari jalan keluar tanpa harus menuduh danmenyakitinya. Sehingga, dalam setiap langkah kehidupan kita harus memperhatikan etik dan estetika sebelum melangkah. Terimakasih

    ReplyDelete
  68. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Saya mendapatkan pengetahuan mengenai etik dan estetika Setelah membaca mengenai elegi pemberontakan etik dan estetika diatas. Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia dari yang baik maupun yang buruk. Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Karena pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Sesungguhnya etik dan estetika hanya akan dicapai jika kecerdasan pikir diimbangi dengan kecerdasan hati.

    ReplyDelete
  69. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Etik dan estetika begitu sulitnya menemukan jati diri mereka sendiri ditengah perdebatan kehidupan yang sebenarnya pusaran hidup ialah berada pada seputar etik serta estetik. Kehidupan saat ini hampir mengaburkan etik dan estetika, banyak orang yang bertindak sesuka hati tanpa memandang perbuatannya etik atau tidak, estetik atau tidak. Namun hal ini telah menjadi pertanyaan yang sangat common, bahwasanya kebimbangan mengenai etik-estetik ialah suatu hal yang tidak luar biasa. Oleh karena itu berkaitan dengan fenomena ini maka etik-estetika harus ditanamkan kembali dengan baik salah satunya dengan pendidikan karakter. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  70. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    elegi ini mengingatkan saya dengan tugas menonton wayang yang diproyeksikan sebagai tugas mengenai etik-estetik yang diberikan beliau kepada kami para mahasiswa. Setelah menonton wayang, di setiap tema yang diusung tidak pernah meninggalkan nilai estetika , karena tentu saja wayang sangat dekat dengan kita, sangat dekat dengan budaya kita. Ambil contoh dalam kisah klasik Rama-Shinta yang sangat populer, cerita pewayangan mengenai percintaan keduanya dan pengorbanan yang dilakukan untuk menjaga satu sama lain, baik secara lahiriah maupun batiniah. Di akhir cerita ditampilkan punakawan, tokoh pewayangan yang memiliki karakter khas dan memiliki nilai estetika yang tinggi, namun konsep kebajikan dan kebijaksanaan yang dibawakan oleh tokoh punakawan ini mengajarkan nilai etika yang positif. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  71. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Estetika adalah cabang filsafat yang mengeksplorasi sifat seni, keindahan, dan rasa, dengan penciptaan dan apresiasi keindahan. Sedangkan etika atau filsafat moral adalah cabang filsafat yang melibatkan sistematizing, defending, dan merekomendasikan konsep-konsep perilaku benar dan salah. Estetika mempelajari bagaimana seniman membayangkan, menciptakan dan melakukan karya seni; bagaimana orang menggunakan, menikmati, dan mengkritik seni; dan apa yang terjadi dalam pikiran mereka saat mereka melihat lukisan, mendengarkan musik, atau membaca puisi, dan mengerti apa yang mereka lihat dan dengar. Sedangkan etika berusaha untuk menyelesaikan pertanyaan tentang moralitas manusia dengan mendefinisikan konsep seperti kebaikan dan kejahatan, benar dan salah, kebajikan dan keadilan, keadilan dan kejahatan.

    ReplyDelete
  72. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Etik dan estetika merupakan dua hal yang sering kita dengar dalam kehidupan kita. Etik adalah mengenai benar dan salah sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Setiap kegiatan yang kita lakukan harus disertai dengan etik dan estetika agar memberi kebaikan bagi kita. Begitu pula pada logos, setiap logos harus berkaitan dengan etik dan estetika. Sama halnya dengan logos, etik dan estetika tertinggi adalah juga Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Jadi manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja yaitu dengan berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah, agar diberi kecerdasan Hati dan Pikir.

    ReplyDelete
  73. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya, etik dan estetika digunakan sebagai landasan dalam menjalin hubungan hablumminannas. Apa yang seharusnya benar namun tidak sesuai dengan etik dan estetika maka jangan dilakukan. Kita harus menempatkan etik dan estetika sesuai pada tempatnya. Menurut pribadi saya, kita juga harus mempertimbangkan efek manfaat dan mudharat nya, daripada selalu berjuang pada etik dan estetika. Jangan sampai selalu bertumpu pada etik dan estetika namun malah banyak mudharatnya.

    ReplyDelete
  74. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala yang ada dan mungkin ada di dunia ini mempunyai etik dan estetikanya masing-masing. Dia bisa memiliki nilai benar dan salahnya(etik), namun dia juga bisa memiliki baik dan buruknya(keindahan/estitikanya). Nilai etik dan estetikanya itu tregantung pada ruang dan waktunya, sesuatu secara etik dan estetika baik dan benar bagi anak-anak belum tentu secara etik dan estetika baik dan benar bagi orang dewasa, karena dunia anak-anak adalah bayangan orang dewasa. Semua yang dilakukan anak baginya benar dan baik karena telah melaksanakan aturan orang dewasanya. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  75. Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui elegi ini, kita memperoleh bahwa ilmu dan pengetahuan yang kita miliki tidak akan berharga atau bermakna jika tidak disertai dengan rendah hati. Seperti yang diungkapkan oleh sang begawat Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Ini itu setinggi-tingginya ilmu kita tidak akan berrati jika sudah disikapi dengan sombong, semua ilmu itu akhirnya akan menjadi mitos semata. Maka adanya ilmu dan pengetahuan harus di sikapi dengan rendah hati, bersyukur kepada Tuhan YME.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  76. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Semua perbuatan kita harus diimbangi dengan etik dan estetika. Etik itu tentang benar dan salah, sedangkan estetika itu tentang segala sesuatu yang dianggap baik dan buruk dalam konteks keindahan. Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, hal itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi.

    ReplyDelete
  77. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Etik dan estetika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempunyai pengertian masing-masing. Etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, perilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Jadi, perbedaan diantara etik dan esetetika adalah etik merupakan sebuah perilaku atau ilmu tentang benar dan salah sedangkan estetika merupakan suatu pola pikir atau cara pandang mengenai hal baik dan buruk yang memiliki nilai keindahan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  78. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bedasarkan elegi diatas, dapat pula kita ketahui siapa Etik dan Estetika tertinggi, yaitu Allah SWT. Maka dari itu, jangan pernah kita mengatakan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki Etik dan Estetika tertinggi. Sama halnya bahwa itu kita tidak mengakui Allah sebagai Etik dan Estetika tertingi. Naudzubillah. Kita hanya bisa terus berusaha menemukan Etik dan Estetika kita sedangkan keputusan absolut ada di tangan Allah SWT
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  79. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    etik merupakan penilaian benar dan salah, sedangkan estetika merupakan penilaian baik dan buruk. tidak selamanya sesuatu yang salah itu buruk, salah bisa jadi baik jika kesalahan tersebut dijadikan pengalaman dan evaluasi diri sehingga dapat memperbaiki kesalahan itu dengan memperbaiki diri sendiri.

    ReplyDelete
  80. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa etik dan estetika merupakan awal dari mitos dan logos. Etik dan estetika memiliki aturan-aturan yang perlu diikuti. Jika yang ada dan mungkin ada ingin dikatakan sebabgai sesuatu yang memiliki etik dan estetika maka yang ada dan mungkin ada perlu mengikuti aturan-aturan dari etik dan estetika.

    ReplyDelete
  81. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaiku Wr. Wb. Etik adalah moral dan estetik adalah keindahan dan kecantikan. Sudah seharusnya kita mendukung pemberontakan itu. Etika haus diperjuangkan karena dari sanalah kebenaran itu bersemayam. Estetika harus diperjuangkan sebab dari sanalah keindahan itu berwujud. Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan segala estetika yang tak terbatas. Tuhan menugaskan kita ke dunia ini untuk menjaga estetika itu melalui etika yang diajarkan di dalam kitab suci. Dengan kata lain, tujuan kita hidup adalah untuk mempertahankan etik dan estetik.

    ReplyDelete
  82. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berbicara tentang Etik dan estetika maka berbicara tentang benar salah dan baik buruk. Dua hal itulah yang mendasari mitos dan logos. Benar salah letaknya pada wilayah pikiran. Sedangkan untuk menilai baik dan buruk menggunakan hati. Sehingga sangat penting untuk menggunakan pikiran dan hati itu secara bersama-sama dan seimbang. Karenanya, kita harus senantiasa menjaga dan merawat hati dan pikiran kita dengan ilmu, berusaha tidak menutupinya dengan dosa-dosa, dan banyak-banyak memohon ampun kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  83. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Istilah etika berasal dari Bahasa Yunani yaitu etos. Secara etimologi, etika adalah ajaran mengenai baik dan buruk yang diterima sesuai pada umumnya, baik tentang sikap, perbuatan atau kewajiban. Secara awam, etika di artikan sebagai moral, susila, atau akhlak. Estetika diartikan sebagai suatu teori tntang keindahan. Estetika berkaitan dengan indah, elok, permai, jelek, lusuh, dan sebagainya. Etik yang baik diliputi keindahan (estetika) akan meluweskan logos-logos menjadi logos yang sesuai norma yang cair di masyarakat.

    ReplyDelete
  84. Luluk Mauluah
    S3 Dikdas 17706261012
    Mendiskusikan etik dan estetika dapat disimilarkan dengan mempelajari apa itu konsep bener, pener, baik, indah...kesemuanya memuat level-level yg berbeda. Kyncinya adalah.., semuanya harus diramu dengan pas, sesuai tempatnya, " empan papan" istilah Jawanya. Jadi menurut saya, manysia akan mempunyai derajat tertinggi saat dia dapat melakukan tugas pd porsinya sengan indah. Indahempunyai ukuran universal secaea norma, rohani dan fisikal sekaligus

    ReplyDelete
  85. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Etika dan estetika adalah dua hal yang sekilas sama tetapi sejatinya keduanya itu berbeda. Etika adalah tentang perilaku baik atau buruk. Sedangkan estetika adalah proses untuk menilai apakah apa yang dilakukan itu baik atau buruk. Jadi keduanya memiliki keterkaitan dalam menentukan baik atau buruk.

    ReplyDelete
  86. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Mitos dan logos merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Etik dan estetika merupakan salah satu cara atau alat untuk mengubah mitos menjadi logos. Namun, etik dan estetika hanya dapat ditemukan melalui logos.

    ReplyDelete