Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika




Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Etik dan Estetika. Sebenar-benar hidupku adalah antara Diam dan Bicara.

Etik dan Estetika:
Wahai Orang Tua Berambut Putih, masih tetap konsisten juga engkau itu. Engkau berjanji akan selalu muncul pada setiap pertanyaan? Ya aku menyadari itulah hakekat Ilmu; dia selalu dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan. Tetapi jika engkau datang padahal tidak diundang, apakah engkau mempunyai Etik dan Estetika?

Orang Tua Berambut Putih:
Aku adalah hakekat, maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada, dalam Ruang dan Waktunya. Oleh karena itu kehadiranku tidak memerlukan undangan umum. Undangan khususku adalah pada setiap pertanyaan. Engkau tampak Sombong. Mentang-mentang mendapat julukan Etik dan Estetika, maka selalu saja semuanya diukur dengan Etik dan Estetika. Lagi pula engkau tampak berbondong-bondong mau ke mana?

Etik dan Estetika:
Aku ingin memberontak kepada Bagawat.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho apa masalahnya?

Etik dan Estetika:
Aku ingin mengingatkan kesombongan Bagawat. Mentang-mentang sebagai Bagawat, dia selalu main klaim saja. Aku juga melihat besarnya Ego dan Determinist pada diri Bagawat. Emangnya gampang menuduh Mitos adalah Syaitan. Emangnya gampang mengubah Mitos menjadi Logos. Nyuruh-nyuruh orang mengetahui hakekat dari yang ada dan yang mungkin ada. Apakah pantas seorang anak kecil, jikapun dibelajarkan oleh orang tuanya, mengetahui segala hal. Jangankan mengetahui segala hal; mengetahui sedikit hal saja dia harus berkonsultasi dulu dengan saya, yaitu Etik dan Estetika.

Bagawat:
Aku melihat Orang Tua Berambut Putih menghilang begitu saja, ada apa ini. O..rupanya ada orang Emosi. Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Wahai Etik dan Estetika, apakah Etis dan Estetis jika engkau marah-marah begitu, padahal yang engkau marahi tidak ada di depanmu?

Etik dan Estetika:
Woh...Bagawat ada di situ. Panjang umur engkau. Aku memang sedang marah kepadamu.

Bagawat:
Aku tahu engkau sedang marah kepadaku; dan aku pun tahu semua pembicaraanmu.

Etik dan Estetika:
Lho kalau begitu engkau itu tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, mengintip pembicaraan orang lain.

Bagawat:
Aku tahu semuanya itu dari guruku Orang Tua Berambut Putih. Baiklah, silahkan sampaikan protesmu kepadaku, aku akan berusaha mendengarkan secara Etis dan Estetik.

Etik dan Estetika:
Waha..memang sombong engkau. Wahai Bagawat, jika engkau tidak punya Etik dan Estetika; atau paling tidak engkau kurang Etik dan Estetika, maka lepaskan saja gelarmu sebagai Bagawat.

Bagawat:
Dengan keikhlasanku, perkenankanlah aku memohon maaf pada dirimu. Bukannya aku sengaja melalaikan dirimu, tetapi semuanya terjadi karena Keterbatasanku, keterbatasan Waktu, dan keterbatasan Ruang; sehingga pembicaraanku dengan Cantraka baru-baru ini hanyalah berkutat pada Mitos, Logos, Mitos, Logos, ...dst. Dan tidak menyertakan dirimu. Maaf nggih maaf.

Etik dan Estetika:
Hemm...jika tidak aku maafkan maka kontradiksi; karena aku dianggap tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika.

Bagawat:
Wahai Etik dan Estetika, kenapa engkau seperti orang bingung?

Etik dan Estetika:
Hemm...aku jadi bingung betul ni. Gimana ya? Jika ada orang minta maaf kepadaku, padahal menurutku dia tidak atau belum atau kurang mempunyai Etik dan Estetika aku jadi bingung. Apakah keburukan itu mempunyai Etik dan Estetika. Apakah ada Etika dan Estetikanya korupsi, mencuri, berbohong atau bahkan berbuat dosa?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mudah menggapai Etik dan Estetika itu.Wahai Etik dan estetika, kelihatannya engkau bingung, terdiam seribu bahasa?

Etik dan Estetika:
Oh ..Orang Tua Berambut Puti siapakah diriku itu? Jika sedikit saja engkau tinggalkan, maka aku tidak berdaya. Aku bingung. Tolong sadarkan aku kembali. Siapakah Etik dan siapakah Estetik.

Orang Tua Berambut Putih:
Wah rupanya memang rentan jika Etik dan Estetik mengajak diskusi; apalagi yang diajak diskusi sang Bagawat. Etik dan Estetika cenderung emosional. Benar nih, engkau tidak tahu siapa hakekat dirimu itu?

Etik dan Estetika:
Benar

Bagawat:
Luar biasa.

Orang Tua Berambut Putih:
Apanya yang luar biasa Bagawat?

Bagawat:
Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, bukankah itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi?

Orang Tua Berambut Putih:
Amin. Cerdas engkau Bagawat. Tetapi aku kasihan kepada Etik dan Estetika. Baiklah. Akan aku jawab pertanyaanya itu.

Orang Tua Berambut Putih:
Sederhana saja. Atau menggunakan bahasa orang awam juga bisa. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan).

Etik dan Estetika:
Kemudian...secara filosofis..apakah definisi Etik dan Estetika itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ooo..jika engkau ingin membaca referensi tentang Etik dan Estetika, bisa baca atau konek berikut:

Etik:

Estetika:

Etik dan Estetika:
Alhamdulillah...terang benderang pengetahuanku tentang Etik dan Estetik. Wahai Bagawat, mentang-mentang ilmumu tinggi, maka jawablah pertanyanku ini.

Bagawat:
Silahkan

Etik dan Estetika:
Apakah ada Kebaikan untuk hal-hal yang Salah? Dan apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Hemm...wah pertanyaanmu kok sulit. Mentang-mentang telah mendapat pencerahan dari Orang Tua Berambut Putih, lalu nantang-nantang  saya. Wah kok gimana ya?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat...pertanyaan itulah yang merupakan sumber perselisihan antara engkau dengan Etik dan Estetika. Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain. 

Etik dan Estetika:
Lalu bagaimana...apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Adalah Benar, jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu. Bukankah demikian Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Betul sekali Bagawat. Wahai Etik dan Estetika, jika pertanyaanmu sudah aku jawab, lalu apa masalahnya sehingga engkau tampak belum begitu Ikhlas kepada Bagawat. Padahal aku mendengar bahwa sang Bagawat sudah minta maaf.

Etik dan Estetika:
Kenapa ketika membahas Mitos dan Logos, sang Bagawat tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, misal mengklaim bahwa Mitos adalah Syaitan begitu saja.

Orang Tua Berambut Putih:
Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

Bagawat:
Selamat Etik dan Estetika atas keberhasilan pemberontakanmu. Mohon maaf dan selamat berjuang. Amin.

Etik dan Estetika:
Terimakasih. Amin.





12 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Segala yang ada dan yang mungkin ada tidak akan terbebas dari etik dan estetika. Etik berkaitan dengan benar dan salah. Sedangkan estetika berkaitan dengan baik dan buruk. Semua pegetahuan yang kita miliki harus berkaitan dengan etik dan estetika. Hal ini agak kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta mana yang baik dan mana yang buruk. Itulah sebenar-benar ilmumu, ketika kamu telah menyematkan etik dan estetika di dalamnya. Jika semua didasari oleh etik dan estetika. Maka langkah yang akan kita tempuh kemudian akan selalu benar, dan tindakan yang kita lakukan akan senantiasa baik. Meskipun terkadang kita dapat terkena mitos-mitos, tetapi dengan berdasarkan etik dan estetika, kita akan dapat mengubahnya menjadi logos.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Etik dan estetika merupakan dua hal yang sering kita dengar dalam kehidupan kita. Pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Apabila seseorang mempunyai ilmu yang tinggi, tidak boleh melupakan etika dan estetika. Etika itu tentang salah dan benar, sedangkan estetika adalah tentang keindahan yaitu baik dan buruk. Ilmu yang tinggi akan sisa-sia jika tidak memperhatikan etika dan estetika. Karena itu, dasarilah segala sesuatu sebelum dilakukan dengan etik dan estetika terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Etik dan estetika merupakan 2 hal yang sering beriringan. Etik adalah mengenai tingkah laku, perbuatan, akhlak, baik itu akhlak baik maupun akhlak buruk. Sedangkan estetika lebih mengarah kepada keindahan sesuatu. Nilai etika ini sangat penting bagi manusia karena di situlah letak kemanusiaan seorang manusia. Nilai kejujuran, keberanian atas kebenaran, dan kesungguhan di dalam menjalani kehidupan hanya akan dimiliki oleh manusia. Nilai estetika ini juga sangat penting bagi manusia karena dengan keindahan akan memberikan warna dalam kehidupannya. Dengan demikian manusia akan merasakan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup. Karena sudah menjadi kodrat manusia bahwa manusia suka dengan hal-hal yang indah. Kemudian terkait tentang pencarian logos perlu di dukung oleh nilai-nilai etik dan estetika sehingga logos-logos yang kita peroleh tidak menjadi suatu keburukan dan kesalahan. Namun menjadikan para penuntutnya berakhlak, bertingkah laku dan berbuat.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Etik adalah mengenai benar dan salah. Sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Allah SWT ialah pemilik etik dan estetika tertinggi. Manusia mampu menggapai hal tersebut dengan berdoa. Etik dapat membantu kita untuk mengontrol tingkah laku dan estetika sebagai tolak ukur atas tingkah laku yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas dapat saya pahami pada bagian sebenar – benar diriku adalah antara diam dan bicara. Ketika diam, itulah diri kita, dan ketika bicara itulah diri kita yang sebenarnya juga. Etik dan estetika adalah bagian dari ilmu filsafat. Etik dan estetika berkaitan dengan tindakan. Oleh karena itu diam dan bicara adalah tindakan yang merupakan bagian dari etik dan estetika. Perilaku atau tindakan yang dilakukan akan mencerminkan bagaimana pandangan etik dan estetika kita. Oleh karena itu alangkah baiknya jika menjaga etik dan estetika agar mampu mengendalikan diri dan tercermin etik dan estetika yang baik dari masing – masing pribadi.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    dari kisah elegi inisaa memahami bahwa etik merupakan mengenai benar atau salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau mengenai keindahan). Etik dan estetika saling berhubungan dan berkaitan. Semua hal yang baik belum tentu benar dan semua hal yang benar belum tentu baik. Etik dan estetika dapat kita gunakan untuk mengubah mitos-mitos dalam hati dan pikiran kita menjadi logos. Kemudian kita dapat mengguanakan logos untuk menemukan etik dan estetika.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Etika filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusia yaitu menganai kewajiban manusia, perbuatan benar salah dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Estetika sendiri berasal dari bahasa yunani yang merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan. objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan. Sehingga pada dasarnya estetika yang dicari adalah sebuah hakikat dari keindahan & bentuk bentuk pengalaman keindahan (seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan seni dan keindahan alam) yang diselidiki oleh emosi manusia sebagai reaksi terhadap yang indah, bagus dan sebagainya. Baik etika dengan estetika keduanya saling berkaitan. Sehingga pentingnya etika dan estetika dalam menggapai logos agar tidak terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Etika adalah norma tentang sopan santun (perbuatan), sedangkan estetika adalah nilai keindahan. Baik etika maupun estetika saling bersinergi satu sama lain. Mengapa demikian? Karena estetika itu ialah yang nampak (wadah), sedangkan etika ialah sebagai isinya yang merupakan cerminan dari segumpal daging ialah hati.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam rangka merubah mitos-mitos menjadi logos perlu adanya etik dan estetika. Walaupun untuk mencarinya perlu landasan logos yang baik, namun ketika etik dan estetika telah kita miliki dan bersemayam di dalam hati maka akan selamatlah orang tersebut. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika milik Allah SWT. Tidak ada manusia yang dapat menggapainya. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan hati dan pikiran. Aamiin

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Etika dan estetika pada hakikatnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah pola pikirnya tang kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan, perilaku, cara pandang, dan yang lainnya. Karena etika merupakan suatu perilaku atau ilmu tentang benar dan salah sedangkan estetika merupakan suatu pola pikir atau cara pandang mengenai baik dan buruk yang terkait dengan nilai keindahan.
    Ketika berbicara tentang etika dan estetika maka kita juga akan berbicara pula tentang mitos dan logos, karena etika dan estetika adalah dasar dari mitos dan logos. Bila kita bertindak dengan menggunakan kecerdasan pikir yang berkaitan dengan etika dan estetika maka kita bisa merubah mitos menjadi logos karena kita mengaitkan kecerdasan dengan hati dan sebaliknya bila kecerdasan kita tanpa diikuti dengan olah hati hanyalah akan menjadi mitos.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi diatas bahwa kita hidup itu harus memiliki etika dan estetika, yanag mana etika itu adalah segala pergaulan, kelakuan, perbuatan kita harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku, sedangkan estetika itu adalah segala adab, indah, sopan dan santun dengan norma-norma yang berlaku. Sehingga dengan adanya etika dan estetika dalam hidup kita kan menjadi pribadi yang baik yang selalu rendah diri, dan sebagainya. Jikalau kita memepunya sifat sombong, angkuh, inginmennag sendiri, maka dia tbelum memiliki etika dan estetika dalam kehidupaun, karena dalam hidup kita harus ada nilai untuk apa ilmu itu digunakan sehinga dengan ilmu kita harus emmepunya etika dan estetika.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Etik dan estetika merupakan acuan dalam bertindak. Sebagai guru sudah barang tentu kita harus bertindak sesuai dengan etik dan estetika. Guru yang baik itu adalah guru yang mengembangkan dirinya, memperbaiki dirinya, atau merubah mitosnya menjadi logos. Namun, dalam hal itu tetaplah menjaga etik dan estetika. Etik dan estetika adalah dasar, payung, pendahulu dan penghujung dari mitos dan logos. Maka kita perlu mendasari logos kita dengan etik dan estetika. Karena dengan itu kita akan mendapatkan kebaikan darinya.

    ReplyDelete