Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika




Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Etik dan Estetika. Sebenar-benar hidupku adalah antara Diam dan Bicara.

Etik dan Estetika:
Wahai Orang Tua Berambut Putih, masih tetap konsisten juga engkau itu. Engkau berjanji akan selalu muncul pada setiap pertanyaan? Ya aku menyadari itulah hakekat Ilmu; dia selalu dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan. Tetapi jika engkau datang padahal tidak diundang, apakah engkau mempunyai Etik dan Estetika?

Orang Tua Berambut Putih:
Aku adalah hakekat, maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada, dalam Ruang dan Waktunya. Oleh karena itu kehadiranku tidak memerlukan undangan umum. Undangan khususku adalah pada setiap pertanyaan. Engkau tampak Sombong. Mentang-mentang mendapat julukan Etik dan Estetika, maka selalu saja semuanya diukur dengan Etik dan Estetika. Lagi pula engkau tampak berbondong-bondong mau ke mana?

Etik dan Estetika:
Aku ingin memberontak kepada Bagawat.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho apa masalahnya?

Etik dan Estetika:
Aku ingin mengingatkan kesombongan Bagawat. Mentang-mentang sebagai Bagawat, dia selalu main klaim saja. Aku juga melihat besarnya Ego dan Determinist pada diri Bagawat. Emangnya gampang menuduh Mitos adalah Syaitan. Emangnya gampang mengubah Mitos menjadi Logos. Nyuruh-nyuruh orang mengetahui hakekat dari yang ada dan yang mungkin ada. Apakah pantas seorang anak kecil, jikapun dibelajarkan oleh orang tuanya, mengetahui segala hal. Jangankan mengetahui segala hal; mengetahui sedikit hal saja dia harus berkonsultasi dulu dengan saya, yaitu Etik dan Estetika.

Bagawat:
Aku melihat Orang Tua Berambut Putih menghilang begitu saja, ada apa ini. O..rupanya ada orang Emosi. Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Wahai Etik dan Estetika, apakah Etis dan Estetis jika engkau marah-marah begitu, padahal yang engkau marahi tidak ada di depanmu?

Etik dan Estetika:
Woh...Bagawat ada di situ. Panjang umur engkau. Aku memang sedang marah kepadamu.

Bagawat:
Aku tahu engkau sedang marah kepadaku; dan aku pun tahu semua pembicaraanmu.

Etik dan Estetika:
Lho kalau begitu engkau itu tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, mengintip pembicaraan orang lain.

Bagawat:
Aku tahu semuanya itu dari guruku Orang Tua Berambut Putih. Baiklah, silahkan sampaikan protesmu kepadaku, aku akan berusaha mendengarkan secara Etis dan Estetik.

Etik dan Estetika:
Waha..memang sombong engkau. Wahai Bagawat, jika engkau tidak punya Etik dan Estetika; atau paling tidak engkau kurang Etik dan Estetika, maka lepaskan saja gelarmu sebagai Bagawat.

Bagawat:
Dengan keikhlasanku, perkenankanlah aku memohon maaf pada dirimu. Bukannya aku sengaja melalaikan dirimu, tetapi semuanya terjadi karena Keterbatasanku, keterbatasan Waktu, dan keterbatasan Ruang; sehingga pembicaraanku dengan Cantraka baru-baru ini hanyalah berkutat pada Mitos, Logos, Mitos, Logos, ...dst. Dan tidak menyertakan dirimu. Maaf nggih maaf.

Etik dan Estetika:
Hemm...jika tidak aku maafkan maka kontradiksi; karena aku dianggap tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika.

Bagawat:
Wahai Etik dan Estetika, kenapa engkau seperti orang bingung?

Etik dan Estetika:
Hemm...aku jadi bingung betul ni. Gimana ya? Jika ada orang minta maaf kepadaku, padahal menurutku dia tidak atau belum atau kurang mempunyai Etik dan Estetika aku jadi bingung. Apakah keburukan itu mempunyai Etik dan Estetika. Apakah ada Etika dan Estetikanya korupsi, mencuri, berbohong atau bahkan berbuat dosa?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mudah menggapai Etik dan Estetika itu.Wahai Etik dan estetika, kelihatannya engkau bingung, terdiam seribu bahasa?

Etik dan Estetika:
Oh ..Orang Tua Berambut Puti siapakah diriku itu? Jika sedikit saja engkau tinggalkan, maka aku tidak berdaya. Aku bingung. Tolong sadarkan aku kembali. Siapakah Etik dan siapakah Estetik.

Orang Tua Berambut Putih:
Wah rupanya memang rentan jika Etik dan Estetik mengajak diskusi; apalagi yang diajak diskusi sang Bagawat. Etik dan Estetika cenderung emosional. Benar nih, engkau tidak tahu siapa hakekat dirimu itu?

Etik dan Estetika:
Benar

Bagawat:
Luar biasa.

Orang Tua Berambut Putih:
Apanya yang luar biasa Bagawat?

Bagawat:
Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, bukankah itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi?

Orang Tua Berambut Putih:
Amin. Cerdas engkau Bagawat. Tetapi aku kasihan kepada Etik dan Estetika. Baiklah. Akan aku jawab pertanyaanya itu.

Orang Tua Berambut Putih:
Sederhana saja. Atau menggunakan bahasa orang awam juga bisa. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan).

Etik dan Estetika:
Kemudian...secara filosofis..apakah definisi Etik dan Estetika itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ooo..jika engkau ingin membaca referensi tentang Etik dan Estetika, bisa baca atau konek berikut:

Etik:

Estetika:

Etik dan Estetika:
Alhamdulillah...terang benderang pengetahuanku tentang Etik dan Estetik. Wahai Bagawat, mentang-mentang ilmumu tinggi, maka jawablah pertanyanku ini.

Bagawat:
Silahkan

Etik dan Estetika:
Apakah ada Kebaikan untuk hal-hal yang Salah? Dan apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Hemm...wah pertanyaanmu kok sulit. Mentang-mentang telah mendapat pencerahan dari Orang Tua Berambut Putih, lalu nantang-nantang  saya. Wah kok gimana ya?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat...pertanyaan itulah yang merupakan sumber perselisihan antara engkau dengan Etik dan Estetika. Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain. 

Etik dan Estetika:
Lalu bagaimana...apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Adalah Benar, jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu. Bukankah demikian Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Betul sekali Bagawat. Wahai Etik dan Estetika, jika pertanyaanmu sudah aku jawab, lalu apa masalahnya sehingga engkau tampak belum begitu Ikhlas kepada Bagawat. Padahal aku mendengar bahwa sang Bagawat sudah minta maaf.

Etik dan Estetika:
Kenapa ketika membahas Mitos dan Logos, sang Bagawat tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, misal mengklaim bahwa Mitos adalah Syaitan begitu saja.

Orang Tua Berambut Putih:
Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

Bagawat:
Selamat Etik dan Estetika atas keberhasilan pemberontakanmu. Mohon maaf dan selamat berjuang. Amin.

Etik dan Estetika:
Terimakasih. Amin.





32 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terdapat beberapa pesan yang dapat dipetik dari elegi ini. Diantaranya yaitu, ketika kita tidak bisa mengontrol hawa nafsu kita sehingga kita marah, pada saat itu juga hati kita sedang dikuasai oleh syaitan, maka segala ilmu yang ada dalm diri kita dengan sekejap saja pergi dengan sendirinya, yang ada hanyalah mitos dan hati yang sedang dirayu oleh syaitan. Maka, ketika hati kita sedang panas, tidak lain dan tidak bukan cara yang paling mapuh dan jitu adalah dengan menyebut asma Allah dan mohon perlindungan-Nya. Untuk itu, perlu kiranya kita mewaspadai supaya mitos tidak merusak ilmu kita dengan mengolah cara berpikir kita dengan berlandaskan spiritual atau hati nurani. Oleh karena itu, pentingnya etik dan estetika dalam kehidupan sangatlah penting, di mana etik membahas tentang benar dan salah, sedangkan estetika membahas tentang pola pikir.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Etik dan estetik adalah tentang benar salah dan baik buruk. Tetapi kita harus menyadari bahwa bisa jadi ada kebaikan dalam hal- hal yang salah. Bisa jadi pula ada keburukan untuk hal yang benar. Tidaklah semua hal yang salah selalu mengandung keburukan. Pastilah ada kebaikan untuk hal- hal yang salah. Bahwa dengan kesalahan kita belajar dan belajar adalah kebaikan. Dan tidaklah yang benar selalu mengandung kebaikan. Pastilah ada keburukan untuk hal benar. Bahwa hal benar yang kita lakukan akan mengandung yang keburukan jika kita sombong dengan hal benar yang kita lakukan. Karena sebenar-benar etik dan estetik yang absolut adalah milik Allah SWT. Karena itulah kita harus berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan mengikuti aturan Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini memberikan gambaran bahwa etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (atau keindahan). Penerapan etik dan estetika dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada kenyataannya, terdapat kebaikan untuk hal-hal yang salah serta terdapat pula keburukan untuk hal yang benar. Contoh-contohnya adalah seperti yang telah disebutkan pada elegi tersebut. Oleh karena itu, hendaknya kita menilai etik dan estetika dari suatu hal menggunakan hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang bijak ketika menyelesaikan suatu persoalan di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup kita merentang dari salah dan benar, baik dan buruk. Tidak selamanya salah itu buruk. Tetapi salah itu baik karena dengan salah kita mengetahui kebenaran dan sebaliknya tidak selamanya benar itu baik karena dengan benar kita menjadi lupa diri dan tenggelam dalam kesombongan. Maka jika kita dihadapkan kepada sesuatu yang salah jangan langsung protes namun lunakkanlah hati sehingga dapat melihat kesalahan dari sisi baik dan buruknya. Dengan demikian kita dapat hidup berdampingan di tengah-tengah harmonisasi kehidupan.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Etik dan estetik menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Etik membuat manusia dapat mempersepsikan benar dan salah, sedangkan estetik membuat manusia memandang mana yang baik dan mana yang buruk. Kedua nilai ini sesungguhnya dapat berjalan saling beriringan, mesti tak selalu begitu. Menurut saya, etik dan estetik akan selalu melekat beriringan dalam diri manusia mana kala manusia itu senantiasa dekat dengan Tuhan, menyelimuti hati dan pikirannya dengan doa-doa dan dzikir. Selalu melangkah mengikuti aturan Tuhan dan meniatkannya senantiasa untuk kebaikan dan kebermanfaatan sesama, dilakukan dengan ikhlas dan tanpa kesombongan, dan diakhiri dengan syukur dan sabar. Jika sudah demikian, etik dan estetika sudah pasti ada di dalamnya. Hanya saja, tentu hal ini tak bisa dianggap sama oleh setiap manusia karena memang sifatnya yang relatif dalam sudut pandang dunia.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam menjalankan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) Etika dan Estetika haruslah menjadi dasarnya, apa yang seharusnya benar namun tak sesuai dengan etika dan estetika maka jangan dilakukan. Misalnya saja jangan membuat savetytank di dekat sumur tetangga kita. Memang benar savetytank itu letaknya di wilayah rumah kita, namun jangan dibuat didekat sumur tetangga kita. Maka benar disini tentunya tidak sesuai dengan etik dan estetika kita.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Ketika manusia melakukan nilai-nilai, perbuatan ataupun, suatu hal yang salah maka kita telah melanggar etika yang sudah terbangun di suatu masyarakat. Contohnya, ada seseorang yang mencuri untuk memberi makan keluarga, jika dilihat dari sudut pandangan pencuri maka perbuatan yang ia lakukan dapat dibenarkan karena dia mencuri dengan alasan yang manusiawi untuk memberi makan keluarga. Namun secara etika perbuatan pencuri telah melanggar etika. Dia mengambil barang atau sesuatu yang bukan milik nya, berarti dia telah melanggar etika. Etika dapat dibangun dari logos-logos yang manusia miliki serta nilai-nilai yang ada di masyarakat.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Di dalam filsafat terdapat unsur ontology, epistemology dan aksiologi (etik dan estetika). Etik adalah nilai benar dan salah sedangkan estetika adalah keindahan (baik dan buruk). Setinggi-tinggi etik dan estetika, maka absolutnya etik dan estetika tersebut adalah milik Tuhan, yaitu Allah SWT. karena jika hanya sekedar dari sudut pandang manusia etik dan estetik bersifat relatif. Suatu tindakan dipandang baik menurut seseorang, namun belum tentu baik bagi orang lain yang menilainya. Begitupun dengan benar dan salah, adanya kesenjangan perbedaan antara benar dan salah menurut setiap orang mungkin akan berbeda-beda.

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Etik berkaitan dengan benar dan salah, sedangkan estetika berhubungan dengan baik dan buruk (atau keindahan). Sebenar-benarnya etik dan estetika adalah dasar, payung, pendahuluan dan penghujung dari mitos dan logos. Etik dan estetika memberikan kita jalan untuk memahami apa yang harus dilakukan sehingga kita dapat mengubah mitos-mitos yang ada menjadi logos. Sebagai manusia ciptaan Allah SWT senantiasalah berusaha dan berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberi petunjuk, pertolongan, dan diberi kemudahan dalam segala urusan.

    ReplyDelete
  10. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam belajar filsafat kita akan membicarakan tentang tiga hal mendasar yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis. Etik dan estetika ini masuk dalam aksiologis, dia akan menjadi pertimbangan kebermanfaatan dari ilmu pegetahuan yang kita peroleh. Oleh karena itu, etik yaitu benar salah, dan estetika baik dan buruk menjadi pertimbangan yang sangat penting kapan kita bisa menggunakna ilmu yang telah kita peroleh dengan benar dan dengan baik. Itulah bersilaturahmi atau berhermenitika, semoga kita semua dituntun Allah untuk dapat menjadi manusia cerdas yang mampu menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya dengan mengerti tentang etik dan estetika.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pemberontakan berarti ada hal yang dianggap tidak pas, artinya terjadi amarah dan emosi yang merasuki diri. Jika sudah demikian, maka diri sudah tidak lagi berilmu, ilmu seperti menghilang begitu saja. Dan bahkan para etik dan estetika pun sudah tidak mempedulikan etik dan estetika. Untuk itu, ada baiknya meminta nasehat ketika sedang marah dan tak tentu arah, nasehat dari pikiran, ilmu, atau lingkungan

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi dan link tersebut juga kita dapatkan bahwa ecara singkat, etik berkaitan dengan benar dan salah. Benar dan salah jika didunia langit bersifat tunggal, berasal dari Tuhan, jika sudah didunia bumi, maka etik akan bersifat plural, jamak. Benar menurut orang jawa belum tentu benar menurut orang Batak. Estetika berarti baik dan buruk, keindahan, estetika juga sekali lagi bersifat multi tafsir, bahkan dalam buruknya suatu hal ada baiknya, dan dalam baiknya suatu hal ada buruknya.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk atau keindahan. Berdasarkan http://plato.stanford.edu/entries/aesthetic-judgment/, menurut Immanuel Kant pertimbangan selera (judgement of taste) membutuhkan dua kondisi pokok yaitu subtivitas dan universalitas. Subjektivitas berarti bahwa selera dipertimbangkan berdasarkan perasaan senang tidak senang atau puas tidak puas. Universalitas berarti pemikiran bahwa orang lain juga memiliki selera yang sama dengan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, etika dan estetika sebaiknya dijalankan dengan seimbang, bukan cenderung ke satu sisi

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Etik ialah mengenai benar dan salah. Sedangkan estetika ialah mengenai benar dan buruk. Sesungguhnya tidak ada yang pasti dalam dunia ini termasuk masalah etik dan estetika. Contoh ketidakpastian etik atau nilai benar salah ialah apabila ada siswa SD ditanya gurunya tentang soal aljabar 2x + 3x lau si ana memjawab 5, maka ana tersebut salah sekaligus benar. Salah karena dilihat dari nilai jawabannya. Benar karena memang benar seharusnya siswa tersebut belum mampu menjawab soal aljabar dikarenakan belum memperoleh materi pelajaran aljabar.

    Contoh ketidakpastian estetika atau nilai keindahan atau nilai baik buruk ialah apabila ada tetangga yang naik sepeda dan tiba-tiba ayam kita lewat terlindas sampai mati lantas kita melaporkannya kepada polisi. Baik karena kita menuntut keadilan kepada pihak yang berwenang atas perbuatannya telah membunuh ayam kita. tetapi juga buruk karena kita mengesampingkan perasaan tetangga kita dan tidak membicarakan serta menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, karena sesungguhnya si tetangga tida sengaja melakukannya dan tidak ada niatan untuk menyebabkan ayam kita mati. Oleh karena itu marilah kita gunakan etik dan estetika kita sesuai pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C

    Etik membahas tentang baik buruknya tingkah laku manusia sedangkan estetika membahas mengenai keindahanSecara epistemologis adalah salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, untuk orang yang tidak atau belum mengetahui konsepnya tetap dianggap benar. Etik dan estetika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Karena pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang.

    ReplyDelete
  16. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Etik dan estetika selalu terlibat dalam setiap langkah kehidupan. Hidup ini selalu berkaitan dengan benar salah dan baik buruk. Sesuatu yang dikatakan benar belum tentu sesuatu itu baik, begitu pula sesuatu yang dikatakan salah belum tentu buruk. Adakalanya sesuatu yang salah benar itu buruk. Misalanya suatu kebenaran bahwa si A telah merusakkan laptop kita, kemudian kita menuduhnya sebagai seorang perusak. Hal itu memang benar adanya namun itu adalah perilaku yang buruk. Karena kita cukup tahu saja bahwa dia merusakkan laptop, kita tidak perlu menuduhnya sebagai perusak. Hal itu karena itu dapat mencoreng nama baiknya, alangkah lebih baiknya jika kita mendiskusikannya dan mencari jalan keluar tanpa harus menuduh danmenyakitinya. Sehingga, dalam setiap langkah kehidupan kita harus memperhatikan etik dan estetika sebelum melangkah. Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Saya mendapatkan pengetahuan mengenai etik dan estetika Setelah membaca mengenai elegi pemberontakan etik dan estetika diatas. Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia dari yang baik maupun yang buruk. Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Karena pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, prilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Sesungguhnya etik dan estetika hanya akan dicapai jika kecerdasan pikir diimbangi dengan kecerdasan hati.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Etik dan estetika begitu sulitnya menemukan jati diri mereka sendiri ditengah perdebatan kehidupan yang sebenarnya pusaran hidup ialah berada pada seputar etik serta estetik. Kehidupan saat ini hampir mengaburkan etik dan estetika, banyak orang yang bertindak sesuka hati tanpa memandang perbuatannya etik atau tidak, estetik atau tidak. Namun hal ini telah menjadi pertanyaan yang sangat common, bahwasanya kebimbangan mengenai etik-estetik ialah suatu hal yang tidak luar biasa. Oleh karena itu berkaitan dengan fenomena ini maka etik-estetika harus ditanamkan kembali dengan baik salah satunya dengan pendidikan karakter. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  19. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    elegi ini mengingatkan saya dengan tugas menonton wayang yang diproyeksikan sebagai tugas mengenai etik-estetik yang diberikan beliau kepada kami para mahasiswa. Setelah menonton wayang, di setiap tema yang diusung tidak pernah meninggalkan nilai estetika , karena tentu saja wayang sangat dekat dengan kita, sangat dekat dengan budaya kita. Ambil contoh dalam kisah klasik Rama-Shinta yang sangat populer, cerita pewayangan mengenai percintaan keduanya dan pengorbanan yang dilakukan untuk menjaga satu sama lain, baik secara lahiriah maupun batiniah. Di akhir cerita ditampilkan punakawan, tokoh pewayangan yang memiliki karakter khas dan memiliki nilai estetika yang tinggi, namun konsep kebajikan dan kebijaksanaan yang dibawakan oleh tokoh punakawan ini mengajarkan nilai etika yang positif. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Estetika adalah cabang filsafat yang mengeksplorasi sifat seni, keindahan, dan rasa, dengan penciptaan dan apresiasi keindahan. Sedangkan etika atau filsafat moral adalah cabang filsafat yang melibatkan sistematizing, defending, dan merekomendasikan konsep-konsep perilaku benar dan salah. Estetika mempelajari bagaimana seniman membayangkan, menciptakan dan melakukan karya seni; bagaimana orang menggunakan, menikmati, dan mengkritik seni; dan apa yang terjadi dalam pikiran mereka saat mereka melihat lukisan, mendengarkan musik, atau membaca puisi, dan mengerti apa yang mereka lihat dan dengar. Sedangkan etika berusaha untuk menyelesaikan pertanyaan tentang moralitas manusia dengan mendefinisikan konsep seperti kebaikan dan kejahatan, benar dan salah, kebajikan dan keadilan, keadilan dan kejahatan.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Etik dan estetika merupakan dua hal yang sering kita dengar dalam kehidupan kita. Etik adalah mengenai benar dan salah sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk (keindahan). Setiap kegiatan yang kita lakukan harus disertai dengan etik dan estetika agar memberi kebaikan bagi kita. Begitu pula pada logos, setiap logos harus berkaitan dengan etik dan estetika. Sama halnya dengan logos, etik dan estetika tertinggi adalah juga Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Jadi manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja yaitu dengan berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah, agar diberi kecerdasan Hati dan Pikir.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya, etik dan estetika digunakan sebagai landasan dalam menjalin hubungan hablumminannas. Apa yang seharusnya benar namun tidak sesuai dengan etik dan estetika maka jangan dilakukan. Kita harus menempatkan etik dan estetika sesuai pada tempatnya. Menurut pribadi saya, kita juga harus mempertimbangkan efek manfaat dan mudharat nya, daripada selalu berjuang pada etik dan estetika. Jangan sampai selalu bertumpu pada etik dan estetika namun malah banyak mudharatnya.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala yang ada dan mungkin ada di dunia ini mempunyai etik dan estetikanya masing-masing. Dia bisa memiliki nilai benar dan salahnya(etik), namun dia juga bisa memiliki baik dan buruknya(keindahan/estitikanya). Nilai etik dan estetikanya itu tregantung pada ruang dan waktunya, sesuatu secara etik dan estetika baik dan benar bagi anak-anak belum tentu secara etik dan estetika baik dan benar bagi orang dewasa, karena dunia anak-anak adalah bayangan orang dewasa. Semua yang dilakukan anak baginya benar dan baik karena telah melaksanakan aturan orang dewasanya. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui elegi ini, kita memperoleh bahwa ilmu dan pengetahuan yang kita miliki tidak akan berharga atau bermakna jika tidak disertai dengan rendah hati. Seperti yang diungkapkan oleh sang begawat Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Ini itu setinggi-tingginya ilmu kita tidak akan berrati jika sudah disikapi dengan sombong, semua ilmu itu akhirnya akan menjadi mitos semata. Maka adanya ilmu dan pengetahuan harus di sikapi dengan rendah hati, bersyukur kepada Tuhan YME.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Semua perbuatan kita harus diimbangi dengan etik dan estetika. Etik itu tentang benar dan salah, sedangkan estetika itu tentang segala sesuatu yang dianggap baik dan buruk dalam konteks keindahan. Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, hal itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi.

    ReplyDelete
  26. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Etik dan estetika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempunyai pengertian masing-masing. Etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, perilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Jadi, perbedaan diantara etik dan esetetika adalah etik merupakan sebuah perilaku atau ilmu tentang benar dan salah sedangkan estetika merupakan suatu pola pikir atau cara pandang mengenai hal baik dan buruk yang memiliki nilai keindahan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bedasarkan elegi diatas, dapat pula kita ketahui siapa Etik dan Estetika tertinggi, yaitu Allah SWT. Maka dari itu, jangan pernah kita mengatakan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki Etik dan Estetika tertinggi. Sama halnya bahwa itu kita tidak mengakui Allah sebagai Etik dan Estetika tertingi. Naudzubillah. Kita hanya bisa terus berusaha menemukan Etik dan Estetika kita sedangkan keputusan absolut ada di tangan Allah SWT
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    etik merupakan penilaian benar dan salah, sedangkan estetika merupakan penilaian baik dan buruk. tidak selamanya sesuatu yang salah itu buruk, salah bisa jadi baik jika kesalahan tersebut dijadikan pengalaman dan evaluasi diri sehingga dapat memperbaiki kesalahan itu dengan memperbaiki diri sendiri.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa etik dan estetika merupakan awal dari mitos dan logos. Etik dan estetika memiliki aturan-aturan yang perlu diikuti. Jika yang ada dan mungkin ada ingin dikatakan sebabgai sesuatu yang memiliki etik dan estetika maka yang ada dan mungkin ada perlu mengikuti aturan-aturan dari etik dan estetika.

    ReplyDelete
  30. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaiku Wr. Wb. Etik adalah moral dan estetik adalah keindahan dan kecantikan. Sudah seharusnya kita mendukung pemberontakan itu. Etika haus diperjuangkan karena dari sanalah kebenaran itu bersemayam. Estetika harus diperjuangkan sebab dari sanalah keindahan itu berwujud. Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan segala estetika yang tak terbatas. Tuhan menugaskan kita ke dunia ini untuk menjaga estetika itu melalui etika yang diajarkan di dalam kitab suci. Dengan kata lain, tujuan kita hidup adalah untuk mempertahankan etik dan estetik.

    ReplyDelete
  31. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berbicara tentang Etik dan estetika maka berbicara tentang benar salah dan baik buruk. Dua hal itulah yang mendasari mitos dan logos. Benar salah letaknya pada wilayah pikiran. Sedangkan untuk menilai baik dan buruk menggunakan hati. Sehingga sangat penting untuk menggunakan pikiran dan hati itu secara bersama-sama dan seimbang. Karenanya, kita harus senantiasa menjaga dan merawat hati dan pikiran kita dengan ilmu, berusaha tidak menutupinya dengan dosa-dosa, dan banyak-banyak memohon ampun kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Istilah etika berasal dari Bahasa Yunani yaitu etos. Secara etimologi, etika adalah ajaran mengenai baik dan buruk yang diterima sesuai pada umumnya, baik tentang sikap, perbuatan atau kewajiban. Secara awam, etika di artikan sebagai moral, susila, atau akhlak. Estetika diartikan sebagai suatu teori tntang keindahan. Estetika berkaitan dengan indah, elok, permai, jelek, lusuh, dan sebagainya. Etik yang baik diliputi keindahan (estetika) akan meluweskan logos-logos menjadi logos yang sesuai norma yang cair di masyarakat.

    ReplyDelete