Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Stigma




Oleh Marsigit

Rakata:
Wah gawat benar situasinya. Aku tidak suka keadaan yang demikian. Terlalu benar perilaku si Ahilu. Semua orang memperbincangkannya. Masa tega-teganya dia ... bersikap anohi. Dia juga berpikir asonga. Dia juga bertindak arisa. Dia juga berbuat asopi. Dia juga berkata acongaet. Dia juga sedang antari. Dia sekarang bersama ajodi. Dia belum adatinga. Dia cenderung asoal. Lebih dari itu Dia itu ternyata antadiri. Padahal selama ini aku telah menjamakannya, aku telah memberikan semua fasalutasnya. Ah kalau begitu aku sedang melihat pemberontakan yang dilakukan oleh Ahilu. Hemmm...wahai Pampilu apa saranmu tenang keadaan yang demikian.

Pampilu:
Wahai Rakata, engkau adalah pemimpinku dan pemimpin bagi semuanya. Gejalanya memang merajalela sampai dimana-mana. Tetapi aku melihat ini bukan pemberontakan. Mengapa? Kalau pemberontakan maka gejalanya bersifat sistematis dan menuju ke suatu arah serta ada penumpukan kuasa di sana. Aku melihat ini hanyalah sebuah stigma. Tetapi karena begitu hebatnya stigma maka memang gejalanya sampai kemana-mana. Hal demikian tidaklah secara langsung mempengaruhi kekuasaanmu. Melainkan memberikan kesempatan kepada dirimu untuk bercermin diri atas pengelolaan kekuasaanmu. Maka saya mohon bertindak bijaksanalah.

Rakata:
Wahai Pampilu, bukankah sebetulnya ini tanggung jawabmu. Aku sebetulnya bisa ambil sikap menunggu, yaitu menunggu tindakanmu terhadap Ahilu.

Pampilu:
Wahai Rakata, dari keadaan yang demikian kira-kira hal-hal apa sajakah yang menyebabkan dirimu merasa tidak nyaman.

Rakata:
Wahai Pampilu, ketahuilah jika benar apa yang engkau katakan bahwa ini bukan pemberontakan tetapi hanya sekedar stigma, maka ketahuilah bahwa aku tidak suka terhadap semua apa yang dipikirkan dan dikerjakan oleh Ahilu. Apa yang dia kerjakan itu semua bersifat kontradiksi terhadap tujuan luhur yang telah kita sepakati bersama. Menurut informasi, kenapa tega-teganya si Ahilu bersikap anohi terhadapku. Dia juga menunjukkan cara berpikir yang asonga. Dia juga bertindak arisa. Dia juga berbuat asopi. Dia juga berkata acongaet. Dia juga sedang antari. Dia sekarang bersama ajodi. Dia belum adatinga. Dia cenderung asoal. Lebih dari itu Dia itu ternyata antadiri. Padahal selama ini aku telah menjamakannya, aku telah memberikan semua fasalutasnya.

Pampilu:
Wahai Rakata, maafkan diriku. Menurutku engkau juga sudah termakan oleh stigma. Maka hati-hatilah.
Rakata:
Wahai Pampilu, coba jelaskan, menurutmu stigma itu apa, dari mana dan bagaimana ciri-cirinya?

Pampilu:
Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Artinya secara relatif stigma itu pada umumnya dianggap sebagai keadaan yang tidak baik. Sedangkan asalnya bisa berasal dari subyek atau obyek. Awal mulanya bisa bersifat aktif bisa bersifat pasif. Tetapi stigma itu mempunyai daya dan kekuatan yaitu mampu menyentuh semua subyek dan semua obyek. Maka stigma itu mempunyai sifat-sifat universal. Oleh karena itu begitu dia itu muncul maka dia itu adalah urusan banyak orang, termasuk urusan dirimu. Namun stigma itu mempunyai subyek dan mempunyai obyeknya. Sebagian besar orang akan bersukaria menyambut kedatangan stigma, bukan karena memperoleh kebaikan darinya, tetapi karena sebagian orang itu merasa mendapat kenikmatan dengan adanya stigma itu.

Rakata:
Wahai Pampilu, lalu bagaimana aku harus bersikap terhadap stigma ini dimana subyeknya adalah Ahilu?

Pampilu:
Wahai Rakata. Yang anda perlu hati-hati adalah sifat dan pelaku stigma. Stigma itu mempunyai ciri-ciri yang sangat fleksibel dimana pelakunya bisa berganti setiap saat dan dia bisa menembus ruang dan waktu. Maka jika engkau tidak hati-hati, maka dirimu juga akan terancam menjadi pelaku dari stigma itu.

Rakata:
Konkritnya bagaimana?

Pampilu:
Dalam menghadapi stigma, maka engkau harus memperhatikan subyeknya. Tetapi engkau tidak bisa menggunakan metode tunggal dalam mendekati subyeknya. Mengapa? Karena subyeknya selalu berganti-ganti dalam dimensi ruang dan waktu. Maka cara terbai bagimu adalah engkau perlu mengembangkan metode dinamis dalam ruang dan waktu pula untuk menghadapi variasi subyek stigma.

Rakata:
Hemmm...benar apa katamu. Ternyata setelah aku renungkan aku tidak bisa menggunakan cara tertentu. Jika aku hadapi langsung maka subyek stigma ternyata lenyap dari pandanganku. Jika aku berusaha menghancurkan subyek stigma maka aku juga terkena karena sebagian dari stigmanya telah memakan diriku. Ketika aku gunakan kekuasaanku mana kekuasaan subyek stigma adalah ternata kekuasaanku, artinya aku sama dengan menghancurkan diriku sendiri.
Wah ternyata aku mengalami kebingungan. Terus bagaimana ini Pampilu?

Pampilu:
Kita tunggu dan amati saja bagaiman kiprah dari stigma itu untuk periode berikutnya. Ada kalanya ternyata suatu waktu kita perlu berlndung di balik ruang dan waktu. Maka untuk saat ini aku hanya bisa menyaranan kepada engkau untuk berlindunglah di balik ruang dan waktu dalam menghadapi subyek dari stigma yaitu Ahilu.

Rakata:
Baik, aku setuju dengan saranmu.

30 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Stigma dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik. Terdadang kita tidak menyadari bahwa diri kita telah termakan oleh stigma karena terperdaya oleh kenikmatan yang diberikan stigma. Ketika kita ingin menghadapi stigma terkadang stigma menjadi tidak nampak karena kita merasa menikmatinya. Karena itulah kita harus berhati-hati dengan stigma. Kita harus senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT supaya terhindat dari stigma.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    In the book, Kant reverse statement of the empirical, that is all experience must be consistent with the knowledge. In the book Kant seeks to unite rationalism and empirism.
    Kant also tried to restore metaphysics. I think the book is very good, and contains a remarkable opinion, as well as a philosophy book that I think would be a bit difficult to understand because it contains some foreign language to me.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Stigma yang tumbuh dengan sangat mudah akan berkembang luas. Herannya kabar negatif tentang seseorang selalu meroket dalam masyarakat. Dari mulut ke mulut hingga meluas. Dan subyek stigma tidak hanya satu orang namun terus berganti dalam dimensi ruang dan waktu maka setiap orang mempunyai potensi menjadi korban stigma. Stigma yang berkembang tentu akan mempengaruhi persepsi orang lain terhadap subyek stigma. Tidak jarang orang yang menunjukkan kekesalannya hanya dengan mendengar stigma yang berkembang. Maka untuk mencegah hal tersebut seorang pemimpin jangan ikut termakan stigma namun atasilah masalah ini dengan kepala dingin sehingga didapatkan jalan keluar yang bijaksana.

    ReplyDelete
  5. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma adalah berbagai pandangan orang yang menilai diri kita negatif, hal yang kita lakukan negatif sampai pemikiran kita negatif. Sebenarnya hamir setiap hari kita menerima stigma. Bisa dari teman, tetangga, orang lewat atau bahkan dari keluarga dan orang tua kita sendiri. Stigma bisa juga kita anggap sebagai peremehan diri kita oleh orang lain. Stigma bisa menjadi percikan semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun banyak orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup dalam naungan stigma yang berakibat hidup selalu terkekang oleh stigma dan bagaikan hidup dalam penjara. Sesungguhnya sangat nikmat bila kita selalu berdampingan dengan stigma sehingga kita bisa memaknai hidup kita secara mudah

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Menjadi pribadi yang baik tidak lah mudah jika diambil dari sudut pandang orang disekita kita. Mengharapkan orang lain untuk tidak memiliki stigma negative kepada kita adalah sesuatu yang bukan kemampuan kita. Banyak sekali hal – hal negatif yang bersarang diseliling kita. Tapi menjadi pribadi yang baik bisa diusahakan dengan selalu membersihkan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  7. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Stigma merupakan pandangan orang lain terhadap kita dan bisasanya bersifat negatif. Sesungguhnya, sebaik apapun kita bertingkah laku dan bersikap di masyarakat, tetap akan ada yang tidak suka sehingga menyebarkan stigma-stigma sehingga orang lain pun terpengaruh dengan stigma-stigma tersebut. Dengan demikian, jalanilah hidup ini dengan apa adanya, jadilah diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain karena itu akan memudahkan kita dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita tidak bisa selalu menyenangkan semua orang, ada kalanya seseorang tidak menyukai kita sehingga memandang kita dengan stigma negatif. Stigma yang berkepanjangan akan menyebar luas dan dapat menciptakan hoax atau bahkan hate speech, ditambah dengan kemajuan IPTEK yang sangat pesat. Hoax dan hate speech merupakan fenomena yang berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian moril dan depresi. Kita harus dapat memfilter informasi-informasi yang diterima untuk menghindari hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  9. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam memberi pandangan terhadap sikap dan perilaku serta keputusan orang lain tentunya kita tidak boleh menjudge dari salah satu sudut pandang saja, kita juga harus memperhatikan subyek dan obyek yang sedang kita nilai. Karena jika kita tidak berhati-hati maka kita akan memunculkan stigma yang bisa saja kebenarannya tidak dapat dibuktikan hingga ika akan menimbulkan isu-isu, gosip-gosip, serta fitnah-fitnah yang dapat merugikan orang lain, maka sudah sepantasnya kita harus makin bijaksana dalam menilai sesuatu.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menghadapi pemberontakan memerlukan strategi matang dan perbekalan yang cukup. Begitu pula dalam kehidupan ini kita layaknya dan seharusnya berhati-hati agar jangan sampai mtermakan stigma yang keluar dari perkataan atau perbuatan kita atau keadaan yang kita temui. Bismillah,wallahu a'lam

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai pembahasan dalam elegi pemberontakan stigma, bahwasanya memang benar stigma selalu memberontak. Di awal kemunculannya juga stigma terbentuk karena adanya pemberontakan hati, logos, pikiran yang melampaui batas-batas yang ditentukan. Stigma selalu melekat pada amarah, kesombongan, dengki, dsb. Mereka memberontak dalam diri setiap manusia untuk keluar dan mempengaruhi orang lain agar ikut stigma marah, sombong, dan dngki

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kita sebaai manusia biasa, tentu tidak lepas dari berbagai macam stigma yang telah disebutkan. Maka tugas kita adalah meredam pemberontakan stigma yang muncul, dikontradiksikan dengan sikap baik, atau menafikkan stigma yang muncul. Sebenarnya pemberontakan stigma akan terhenti dengan sendiri nya jika kita tidak menanggapinya, stigma akan lemah dan hancur dengan sendirinya

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Stigma adalah keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Stigma sendiri merupakan permainan sebuah pikiran, hanya karena suatu stigma mampu membuat hal yang baik menjadi buruk. Oleh karena itu, dalam menghadapi pemberontakan stigma kita harus berhati-hati dan senatiasa rendah diri namun disertai metode-metode yang visioner. Stigma itu bersemayam pada pikiran atau otak kita. ketika menghadapi pemberontakan ini, sebaiknya tidak terburu-buru mengambil suatu keputusan, konsultasikan dengan hati nurani kita apakah keputusan yang kita ambil sudah sesuai apa belum.

    ReplyDelete
  14. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan perkataan Pampilu, bahwa kita harus berhati - hati dengan sifat dan pelaku stigma. Stigma itu mempunyai ciri-ciri yang sangat fleksibel dimana pelakunya bisa berganti setiap saat serta tidak konsisten. Apabila kita hidup hanya tergantung dan sudah termakan oleh stigma, kita akan terus menjadi bayang-bayang dari si pelaku stigma tersebut. Sebenarnya kita mampu mengendalikan diri agar tidak hidup dalam kendali orang lain. Oleh karena itu, dalam menghadapi pemberontakan stigma kita perlu menguatkan niat dan tekad yang bulat agar stigma itu hilang dengan sendirinya tanpa berbuntut panjang sampai kapanpun. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Stigma yang dimaksud dalam elegi ini berasal dari stigma yang telah diceritakan pada elegi sebelumnya. Stigma merupakan pikiran negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang. Maka stigma yang mulai mengenai seseorang dapat berakibat fatal karena dapat juga menular pada subjek yang dikenai tersebut. subjek tersebut bisa saja ikut termakan stigma. Sehingga stigma itu tida ada matinya. Jalan keluarnya ialah berdiam diri apabila terkena stigma atau kita menjadi subjek stigma. Karena jika kita membalas justru kita akan ikut termakan stigma dan akan menghancurkan diri sendiri.

    Dalam bahasa awam, stigma dapat diartikan sebagai gossip atau fitnah. Yaitu ujaran kebencian atau pikiran negatif seseorang atau sekelompok kepada orang lain atau kelompok lain. Jika kita menjadi subjek fitnah atau hoax maka kita jangan sampai membalas orang yang memfitnah kita dengan menjelekkannya. Apabila kita membalasnya, maka sesungguhnya kita juga sedang menjelekkan orang lain, sekaipun dia yang memulai. Maka sikap pertama yang kita ambil ialah diam dan jangan membalas.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    PM C

    Stigma masih berbau tentang hal yang negatif. Selanjutnya bagaimana kita menyikapi stigma bisa dengan menghindari hal itu karena mengghibah orang lain adalah hal yang tidak baik apalagi hal tersebut tidak benar sesuai fakta atau kenyataan yang ada danakan menimbulkan fitnah. Kita tau sendiri bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan. Dan fitnah itu adalah orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Jika dalam pembelajaran ketika siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menyeramkan, seiring berjalannya waktu dia akan merasa bahwa matematika ternyata mudah hanya karena dia kurang berlatih dan belajar untuk memahmi matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  17. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya memahami bahwa stigma merupakan keadaan yang berkebalikan dengan kebaikan artinya secara relatif stigma itu dianggap sebagai keadaan yang tidak baik. Sedangkan asalnya bisa berasal dari subyek atau obyek. Sehingga kita sebagai orang yang berusaha merefleksikan hidup maka berusaha menghindari stigma ini. karena ciri-cirinya sangat bisa menyesuaikan dengan ruang dan waktunya juga, bisa jadi kita menjadi pelaku stigma. Sehingga yang perlu kita lakukan yaitu bersikap dinamis artinya memahami ruang dan waktu. Selalu berkembang dan tidak berhenti.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diceritakan bagaimana memhadapi stigma. Dikatakan bahwa unutk mengahadapi stigma harus memperhatikan subjeknya. Tidak bisa digunakan cara tertentu, bukan pula menggunakan metode tunggal untuk mendekati subjeknya. Untuk menghadapi stigma, diperlukan ruang dan waktu. Dengan demikan akan lenyap dengan sendirinya sesuai dengan berjalannya ruang dan waktu tersebut.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Stigma adalah sesuatu yang tidak baik, ketika kita memiliki pandangan yang tidak baik terhadap seseorang maka itu berarti kita sudah termakan oleh stigma itu sendiri. Dari elegi ini kita menjadi mengetahui bahwa stigma itu dapat terjadi dimanapun, kapanpun, dan siapapun, tiada batasan orang terkena stigma. Bahkan orang yang berilmu sekali pun bisa termakan oleh stigma. Oleh karena itu kita harus mewaspadai diri dari stigma, dengan cara menggunakan ilmu dan ibadah itu sendiri, selalu berlindung kepadaNya, berbuat sesuai dengan ruang dan waktunya, serta menggunakan ilmu dan ibadah sebagai filter kehidupan. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    “Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik”. Tidak selamanya keadaan baik itu baik dan keadaan tidak baik itu tidak baik. Semua itu terikat oleh ruang dan waktu. Ketika siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menyeramkan, seiring berjalannya waktu siswa mulai terkesima betapa menyenangkannya belajar matematika. Dengan adanya teori-teori pembelajaran yang mulai digunakan oleh para guru yang menyebabkan keadaan yang tidak baik menjadi baik.

    ReplyDelete
  21. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Memerangi stigma memang hal yang sulit. Ketika seseorang sudah menjadi subyek stigma maka dia akan menjadikan orang lain menjadi subyek juga dan begiru seterusnya. Pada era digital seperti zaman sekarang, stigma mudah sekali menyebar dengan cepat. Subyek stigma tidak lagi menyebar stigma dengan mulut, bahkan dengan jari saja stigma-stigma dapat menyebar ke berbagai penjuru tanpa terhalang jarak.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigma adalah keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Tidak selamanya keadaan baik itu baik dan keadaan tidak baik itu tidak baik. Semua itu terikat oleh ruang dan waktu. Ketika siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menyeramkan, seiring berjalannya waktu apabila guru menyajikan materi dengan baik dan dengan cara yang menyenengkan makan stigma siswa mengenai matematika pun dapat diubah.

    ReplyDelete
  23. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    “Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik”. Tidak selamanya keadaan baik itu baik dan keadaan tidak baik itu tidak baik. Semua itu terikat oleh ruang dan waktu. Ketika siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menyeramkan, seiring berjalannya waktu siswa mulai terkesima betapa menyenangkannya belajar matematika. Dengan adanya teori-teori pembelajaran yang mulai digunakan oleh para guru yang menyebabkan keadaan yang tidak baik menjadi baik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    stigma merupakan sesuatu yang tidak baik, pandangan orang lain yang tidak baik terhadap diri kita. dalam menghadapi stigma kita adalah dengan mengendalikan diri kita dengan sebaik-baiknya agar tidak terpengaruh oleh stigma-stigma yang diberikan kepada kita. buktikan bahwa stigma yang mereka berikan itu salah, tidak sesuai dengan diri kita.

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Subjek stigma merupakan kekuasaan diri sendiri. Berpikir sebelum bertindak dan selalu berpikir positif merupakan tindakan bijaksana. Jangan pernah memaksakan pemikiran yang menurut kita benar karena ilmu yang kita miliki tidak seberapa.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. stigma itu melekat pada yang ada dan yang mungkin ada. Stigma itu dapat bersifat postif maupun negatif. Stigma terjadi karena adanya fitnah. Stigma itu tidak disukai oleh kebaikan. Stigma harus disikapi dengan bijaksana, dengan hati dan pikiran yang bersih.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak hal di dunia ini yang mengandung manfaat dan kebaikan, namun karena pelakunya yang tidak bisa berlaku bijak, maka menjadi berlaku hal sebaliknya, yaitu menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat dan tidak mengandung kebaikan. Mungkin itu juga yang dinamakan stigma, bersifat fleksibel, ditentukan oleh sifat dan pelakunya. Namun tidak pernah ada yang sia-sia selama kita bisa menyikapinya dengan bijak. Kita bisa mengambil berbagai macam hikmah dari setiap keadaan, baik itu keadaan yang baik maupun yang buruk.

    ReplyDelete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Jika stigma yang dimaksud dalam elegi ini adalah ciri negative yang menempel pada pribadi seseorang, maka pemberontakan ini adalah pemberontakan melawan para anti-stigma. Dalam kehidupan nyata, banyak kita menemui stigma-stigma yang diberikan kepada golongan tertentu demi tujuan penaklukan. Stigma hanya dapat dilawan dengan gerakan pengetahuan, sebab stigma adalah manifestasi dari ketidaktahuan yang membabibuta.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Hal yang bisa saya pelajari dari elegi ini adalah dengan adanya stigma, seseorang bisa bercermin, bisa melihat ke dalam dirinya apakah memang benar stigma yang ditujukan kepadanya ataukah tidak. Stigma merupakan kesempatan seseorang untuk dapat merefleksikan diri, untuk memperbaiki dirinya jika memang telah dirasa menyimpang/ telah melakukan hal yang tidak baik. stigma membuat seseorang yang terkena stigma itu terpengaruh. Pengaruh itu bisa kearah negatif, bisa positif. Jika ke arah positif akan membuat ia memperbaiki diri. Jika ke arah negatif, akan membuat ia juga menebar stigma-stigma lain.

    ReplyDelete
  30. Stigma cenderung atau bahkan mengarah ke keadaan negatif. Dalam elegi kerajaan stigma, dan contoh senjata-senjata stigma adalah gosip, isu, fitnah, dll. Dari paragraf diatas disebutkan bahwa kedatangan stigma disenangi, bukan karena kebaikannya, tetapi kenikmatannya. Sesungguhnya kenikmatan yang dimaksud adalah melihat yang terkena stigma susah atau bisa juga nikmat karena merasa dirinya lebih baik daripada yang terkena stigma. Stigma itu mempunyai ciri-ciri yang sangat fleksibel dimana pelakunya bisa berganti setiap saat dan dia bisa menembus ruang dan waktu. Maka jika engkau tidak hati-hati, maka dirimu juga akan terancam menjadi pelaku dari stigma itu. Dan akan serba salah jika kita berusaha menghadapi stigma-stigma itu. Oleh karena itu, solusi terbaik saat ini adalah berlindung di balik ruang dan waktu dalam menghadapi subyek dari stigma yaitu Ahilu.

    ReplyDelete