Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Stigma




Oleh Marsigit

Rakata:
Wah gawat benar situasinya. Aku tidak suka keadaan yang demikian. Terlalu benar perilaku si Ahilu. Semua orang memperbincangkannya. Masa tega-teganya dia ... bersikap anohi. Dia juga berpikir asonga. Dia juga bertindak arisa. Dia juga berbuat asopi. Dia juga berkata acongaet. Dia juga sedang antari. Dia sekarang bersama ajodi. Dia belum adatinga. Dia cenderung asoal. Lebih dari itu Dia itu ternyata antadiri. Padahal selama ini aku telah menjamakannya, aku telah memberikan semua fasalutasnya. Ah kalau begitu aku sedang melihat pemberontakan yang dilakukan oleh Ahilu. Hemmm...wahai Pampilu apa saranmu tenang keadaan yang demikian.

Pampilu:
Wahai Rakata, engkau adalah pemimpinku dan pemimpin bagi semuanya. Gejalanya memang merajalela sampai dimana-mana. Tetapi aku melihat ini bukan pemberontakan. Mengapa? Kalau pemberontakan maka gejalanya bersifat sistematis dan menuju ke suatu arah serta ada penumpukan kuasa di sana. Aku melihat ini hanyalah sebuah stigma. Tetapi karena begitu hebatnya stigma maka memang gejalanya sampai kemana-mana. Hal demikian tidaklah secara langsung mempengaruhi kekuasaanmu. Melainkan memberikan kesempatan kepada dirimu untuk bercermin diri atas pengelolaan kekuasaanmu. Maka saya mohon bertindak bijaksanalah.

Rakata:
Wahai Pampilu, bukankah sebetulnya ini tanggung jawabmu. Aku sebetulnya bisa ambil sikap menunggu, yaitu menunggu tindakanmu terhadap Ahilu.

Pampilu:
Wahai Rakata, dari keadaan yang demikian kira-kira hal-hal apa sajakah yang menyebabkan dirimu merasa tidak nyaman.

Rakata:
Wahai Pampilu, ketahuilah jika benar apa yang engkau katakan bahwa ini bukan pemberontakan tetapi hanya sekedar stigma, maka ketahuilah bahwa aku tidak suka terhadap semua apa yang dipikirkan dan dikerjakan oleh Ahilu. Apa yang dia kerjakan itu semua bersifat kontradiksi terhadap tujuan luhur yang telah kita sepakati bersama. Menurut informasi, kenapa tega-teganya si Ahilu bersikap anohi terhadapku. Dia juga menunjukkan cara berpikir yang asonga. Dia juga bertindak arisa. Dia juga berbuat asopi. Dia juga berkata acongaet. Dia juga sedang antari. Dia sekarang bersama ajodi. Dia belum adatinga. Dia cenderung asoal. Lebih dari itu Dia itu ternyata antadiri. Padahal selama ini aku telah menjamakannya, aku telah memberikan semua fasalutasnya.

Pampilu:
Wahai Rakata, maafkan diriku. Menurutku engkau juga sudah termakan oleh stigma. Maka hati-hatilah.
Rakata:
Wahai Pampilu, coba jelaskan, menurutmu stigma itu apa, dari mana dan bagaimana ciri-cirinya?

Pampilu:
Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Artinya secara relatif stigma itu pada umumnya dianggap sebagai keadaan yang tidak baik. Sedangkan asalnya bisa berasal dari subyek atau obyek. Awal mulanya bisa bersifat aktif bisa bersifat pasif. Tetapi stigma itu mempunyai daya dan kekuatan yaitu mampu menyentuh semua subyek dan semua obyek. Maka stigma itu mempunyai sifat-sifat universal. Oleh karena itu begitu dia itu muncul maka dia itu adalah urusan banyak orang, termasuk urusan dirimu. Namun stigma itu mempunyai subyek dan mempunyai obyeknya. Sebagian besar orang akan bersukaria menyambut kedatangan stigma, bukan karena memperoleh kebaikan darinya, tetapi karena sebagian orang itu merasa mendapat kenikmatan dengan adanya stigma itu.

Rakata:
Wahai Pampilu, lalu bagaimana aku harus bersikap terhadap stigma ini dimana subyeknya adalah Ahilu?

Pampilu:
Wahai Rakata. Yang anda perlu hati-hati adalah sifat dan pelaku stigma. Stigma itu mempunyai ciri-ciri yang sangat fleksibel dimana pelakunya bisa berganti setiap saat dan dia bisa menembus ruang dan waktu. Maka jika engkau tidak hati-hati, maka dirimu juga akan terancam menjadi pelaku dari stigma itu.

Rakata:
Konkritnya bagaimana?

Pampilu:
Dalam menghadapi stigma, maka engkau harus memperhatikan subyeknya. Tetapi engkau tidak bisa menggunakan metode tunggal dalam mendekati subyeknya. Mengapa? Karena subyeknya selalu berganti-ganti dalam dimensi ruang dan waktu. Maka cara terbai bagimu adalah engkau perlu mengembangkan metode dinamis dalam ruang dan waktu pula untuk menghadapi variasi subyek stigma.

Rakata:
Hemmm...benar apa katamu. Ternyata setelah aku renungkan aku tidak bisa menggunakan cara tertentu. Jika aku hadapi langsung maka subyek stigma ternyata lenyap dari pandanganku. Jika aku berusaha menghancurkan subyek stigma maka aku juga terkena karena sebagian dari stigmanya telah memakan diriku. Ketika aku gunakan kekuasaanku mana kekuasaan subyek stigma adalah ternata kekuasaanku, artinya aku sama dengan menghancurkan diriku sendiri.
Wah ternyata aku mengalami kebingungan. Terus bagaimana ini Pampilu?

Pampilu:
Kita tunggu dan amati saja bagaiman kiprah dari stigma itu untuk periode berikutnya. Ada kalanya ternyata suatu waktu kita perlu berlndung di balik ruang dan waktu. Maka untuk saat ini aku hanya bisa menyaranan kepada engkau untuk berlindunglah di balik ruang dan waktu dalam menghadapi subyek dari stigma yaitu Ahilu.

Rakata:
Baik, aku setuju dengan saranmu.

38 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Stigma adalah keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Selalu berubah-ubah sesuai dengan ruang dan waktu. Jika kita menghentikan stigma itu sendiri maka kita telah memikirkan stigma itu sendiri sehingga kita akan terjebak oleh stigma itu sendiri. Seperti keadaan dimana seseorang itu termakan oleh omongannya sendiri. apa yang menjadi pantangannya terkadang justru mereka lakukan. Stigma hanya hadir di dalam hati yang sakit, atau hati yang keruh atau kotor. Agar terhindar dari stigma, kita tidak perlu memikirkan stigma tersebut. Akan tetapi cukuplah kita berserah diri kepada Allah SWT. dan senantiasa beristighfar memohon ampunan-Nya agar hati kita senantiasa bersih dan terhindar dari penyakit-penyakit hati.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas yang dapat saya tangkap adalah mengenai pengambilan keputusan. Dalam mengambil keputusan, membutuhkan analisa dan pemikiran yang matang serta mempertimbangkan apa dampak positif ataupun dampak negatif dari keputusan yang akan kita ambil nantinya. Hal ini bertujuan jangan sampai langkah satu keputusan yang telah diambil malah dapat menghancurkan diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, pemahaman saya bahwa gejala stigma sudah ada dimana – mana. Tandanya bahwa orang banyak yang mengejar kekuasaan. Untuk dapat menghindarinya maka harus bersikap bijaksana. Stigma merupakan suatu keadaan yang tidak baik. Stigma mempunyai daya dan kekuatan untuk menyentuh semua subyek dan obyek, sehingga sebagian orang akan merasakan kehadiran stigma. Untuk menghindarinya maka perlu mendekatkan diri kepada Tuhan. Memperkuat iman dan keyakinan kepada Tuhan akan membantu manusia untuk tidak terpengaruh dengan stigma dan mengarahkan hidup menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menjadi pribadi yang baik tidak lah mudah. Banyak sekali hal – hal negatif yang bersarang diseliling kita. Tapi menjadi pribadi yang baik bisa diusahakan dengan selalu membersihkan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    pada elegi yang sebelumnya , stigma itu ada lah suatu perpecahan yang terjadi karena adanya gosip, fitnah dan isu,. Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Artinya secara relatif stigma itu pada umumnya dianggap sebagai keadaan yang tidak baik. maka sebaiknya kita menauhi hal ini, karena memiliki dampak yang buruk terhadap perilaku kita.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hidup adalah pilihan. Hidup akan lebih bermakna jika kita dapat memaknai hidup maka hidupilah hidup. Untuk menggapainya tidaklah mudah, menjadi pribadi yang baik adalah suatu pilihan karena hidup adalah suatu harapan. Yang diperlukan adalah suatu perubahan, perubahan yang lebih baik. Oleh karena itu, selalu berbenah agar tidak menjadi manusia yang merugi di kemudian hari dan tetap tautkan hatimu pada Sang Illahi Robbi, serta bersihkan hati dan pikiranmu dengan istigfar untuk memohon ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi pemberontakan stigma, menurut saya disini pemberontakan stigma berupa suatu proses untuk mendapatkan arti hidup yang sempurna. Stigma, maksudnya adalah persepsi atau pendapat orang lain kepada diri kita, bahwa diri kita ini melakukan hal-hal yang buruk. Kita itu salah. Stigma akan muncul tanpa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, apa faktanya. Meskipun kita tidak salah, orang lain menganggap perbuatan kita salah. Namun kalau kita menanggapinya secara positif, maka kita akan berusaha untuk menjadi lebih baik, untuk keluar dari semua sangkaan, jika kita telah mampu memberontak dari hal-hal tersebut, maka hidup kita akan terasa indah

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saat kita menyaksikan sendiri permasalahan yang melanda negara ini, memang ada yang merasa kasihan tetapi sebagai orang awam hanya bisa diam saja hanya merontak pada pikiran sendiri. Saya juga merasakan keaaan yang sama, saya bingung karena solusi yang kita harapkan tak kunjung datang, jalan satu-satunya yang kita harapkan ialah berharap pada ruang dan waktu. Begitupun stigma, untuk menghadapinya terkadang kita tidak boleh langsung menyerang si subyek stigma, melainkan lagi dan lagi kita harus berpikir kritis dan membersihkan hati, bijak untuk menunggu dengan sabar, hingga waktu yang akan menjawab bagaimana seharusnya kita menyikapi stigma itu. Yang paling penting menjaga diri kita untuk tidak mendekati stigma tersebut. Perubahan harus dilakukan pada diri sendiri bagi yang telah merasa dirinya cenderung pada stigma. Semoga negeri ini semakin baik kedepannya. Aamiiin...

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Stigma merupakan pandangan tentang sesuatu yang kita anggap atau orang lain anggap tidak baik. Jika kita berusaha menghancurkan stigma itu maka sejatinya kita sendiri telah memikirkan stigma bahkan terjebak oleh stigma itu. Yang perlu kita lakukan untuk menghindari stigma adalah dengan tepat tawakkal kepada Allah SWT dan memohon perlindungan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Elegi pemberontakan stigma, menurut saya disini pemberontakan stigma berupa suatu proses untuk mendapatkan arti hidup yang sempurna. Stigma, maksudnya adalah persepsi atau pendapat orang lain kepada diri kita, bahwa diri kita ini melakukan hal-hal yang buruk. Kita itu salah. Stigma akan muncul tanpa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, apa faktanya. Meskipun kita tidak salah, orang lain menganggap perbuatan kita salah. Namun kalau kita menanggapinya secara positif, maka kita akan berusaha untuk menjadi lebih baik, untuk keluar dari semua sangkaan, jika kita telah mampu memberontak dari hal-hal tersebut, maka hidup kita akan terasa indah.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kata “stigma” berasal dari bahasa Inggris yang artinya noda atau cacat. stigma adalah sebuah aib atau ketidaksetujuan masyarakat dengan sesuatu, seperti tindakan atau kondisi (The American Heritage Dictionary, 2012). Dari sini dapat kita simpulkan bahwa stigma merupakan keadaan yang bertentangan dengan yang berlaku pada diri kita sendiri atau orang lain. Karena stigma tidak pernah lepas dari hidup kita, sebenar-benar stigma adalah hidup dan sebaliknya, maka peran kita adalah bagaimana cara agar kita bisa menjadikan stigma negatif menjadi stigma positif dan stigma positif menjadi stigma yang bisa membantu kita dalam mengambil suatu keputusan baik.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    “Stigma itu keadaan yang tidak disukai oleh keadaan baik”. Tidak selamanya keadaan baik itu baik dan keadaan tidak baik itu tidak baik. Semua itu terikat oleh ruang dan waktu. Ketika siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menyeramkan, seiring berjalannya waktu siswa mulai terkesima betapa menyenangkannya belajar matematika. Dengan adanya teori-teori pembelajaran yang mulai digunakan oleh para guru yang menyebabkan keadaan yang tidak baik menjadi baik.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari untaian kalimat di atas saya dapat mengatakan bahwa pengaruh stigma lebih kuat dibandingkan hal positif. Mengapa demikian? Karena stigma memiliki objek subjek. Oleh karena itu segala apa pun yang lebih menjadi jauh lebih menarik dan terpengaruh dibandingkan dengan hal yang berbau positif. Jadi hemat saya, jauhi stigma sebisa mugnkin, sebelum terasuki olehnya.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Stigma dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang. Kita sebagai manusia pun harus bisa bersikap bijak menghadapi keadaan seperti apapun. Kita pun harus berhati-hati agar stigma buruk melekat pada kita dan membuat kebijakan-kebijakan yang ada di dalam diri kita menjadi tidak baik. Bahkan bisa jadi jika kita membiarkannya, stigma buruk akan masuk dalam diri kita.

    ReplyDelete
  16. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Stigma adalah sikap atau sifat yang ada pada diri kita yang membawa ke hal yang negatif. Stigma dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang. Penyakit hati adalah pemicu utama seseorang terbelunggu akan stigma. Penyakit hati tersebut seperti kesombongan, keserakahan, iri, dengki, dsb. Agar terhindar dari stigma, kita harus ikhlas, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menggunakan hati sebagai komandan, dan senantiasa beristighfar memohon ampunan-Nya, semoga kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit hati.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Masyarakat cenderung menerakan stigma tertentu pada golongan orang tertentu. Orang yang pernah menginap di hotel prodeo atau lembaga pemasyarakatan, misalnya, tak ayal mendapatkan stigma negatif dan cenderung disingkiri. Tidak sedikit narapidana yang kesulitan berbaur kembali dengan masyarakat ketika masa hukumannya usai. Akibatnya, alih-alih kembali bermasyarakat secara wajar, mereka malah kembali terjerumus ke dalam dunia kriminal. Karena sesungguhnya pada masa transisi ini 'penghukuman' atas kehidupan mereka terasa lebih berat lagi dibandingkan saat masih berada dalam penjara. Karena semua mata kan memandang dengan curiga pada mereka, alhasil akan sangat sulit bagi mereka untuk mndapatkan pekerjaan lagi. Padahal anak dan keluarga butuh dinafkahi. Untuk mencegah mereka kembali pada dunia lamanya, maka sangat dibutuhkan 'pendampingan' pada masa ini. Bahkan tak sedikit yang sudah tertolak dari keluarganya sehingga tidak ada tempat untuk kembali.

    ReplyDelete
  19. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi sebelumnya, salah satu tokoh mengatakan, “Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku”. Sehingga dapat dikatakan bahwa stigma itu masih tentang sesuatu yang negatif, cenderung kepada nafsu-nafsu buruk. Bagaimana kita menyikapi stigma adalah lebih baik jika kita menghindari hal itu karena menggunjing orang lain itu merupakan hal yang tidak baik apalagi jika kabar itu bukanlah suatu kebenaran atau bahkan aib dari orang lain. Stigma telah terpinggirkan oleh orang-orang yang skeptis karena baunya tidak memiliki sedikit pun benih negatif dan positif. Dan dari mana pandangan ini berasal? Apakah memikirkan sudut pandang lain? Apakah ada tindakan mementingkan diri sendiri? Mari kita membuat banyak pemikiran sebelum menilai apapun. Pelajarannya sangat berharga jika kita bisa melihat dari sudut yang berbeda.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam menghadapi/melawan stigma, kita tidak bisa menggunakan satu cara. Caranya adalah dengan kita mengembangkan metode dinamis dalam ruang dan waktu karena stigma sangatlah bervariasi caranya untuk berusaha masuk ke dalam diri/hati kita. Untuk terhindar dari stigma, manusia hendaknya selalu mendekatkan diri pada Allah agar selalu dijauhkan dari stigma.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi pemberontakan stigma menceritakan mengenai Rakata yang tidak setuju dengan Ahilu karena sikap, cara pikir, tindak tanduk dan perkataan Ahilu yang kurang sepadan dengan pemikiran Rakata. Dan jika belajar dari stigma-stigma yang ada maka seseorang akan mendapatkan pelajaran bahwa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk merefleksi diri atas pengelolaan kekuasaan dan bertindak bijaksana yang telah dilakukannya.

    ReplyDelete
  22. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Stigma memiliki arti sikap atau sifat negatif. Stigma biasanya dilekatkan dengan kata lain, yang menyebabkan kata tersebut dianggap negatif. Karena sifatnya yang negatif, membuat keadaan atau perasaan baik menjadi terganggu. Meskipun demikian, ada hal atau suatu yang baik, namun dilekatkan dengan stigma negatif. Misalnya orang yang bekerja sebagai pembersih jalan, biasanya orang tua meletakkan stigma yang negatif kepada pekerja tersebut saat berbicara dengan anaknya. Misalnya, “nak, kalau kamu tidak belajar dengan baik, nanti kamu kerjanya kayak orang itu lho”. Padahal membersihkan jalan adalah perbuatan yang mulia. Coba kalau tidak ada pekerja pembersih jalan. Jalanan jadi kotor. Tidak selamanya stigma itu dimunculkan oleh objek yang diamati, namun bisa juga dimunculkan oleh stigma dari orang yang mengamati.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. stigma itu melekat pada yang ada dan yang mungkin ada. Stigma itu dapat bersifat postif maupun negatif. Stigma terjadi karena adanya fitnah. Stigma itu tidak disukai oleh kebaikan. Stigma harus disikapi dengan bijaksana, dengan hati dan pikiran yang bersih.

    ReplyDelete
  24. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi pemberontakan stigma.
    Yang saya dapat dari membaca elegi ini adalah ketika ada stigma buruk ditujukan pada diri kita, jadikan hal itu sebagai momentum untuk kembali melakukan refleksi diri, bercermin pada diri sendiri apakah selama ini perilaku kita sudah terpuji atau belum. Selain itu, kita perlu menyikapi stigma dengan bijaksana seraya tetap memohon pertolongan Tuhan.

    ReplyDelete
  25. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia memiliki kekurangannya masing-masing, orang-orang menilai tersebut sebagai suatu stigma terhadap kita, maka dari itu untuk menjauhkan dari stigma tersebut diperlukan suatu tekad yang kuat yaitu meningkatkan presatsi kita, berlomba dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang sudah tak terelakan bahwa setiap manusia akan tergoda dengan para stigma yang selalu menghantui. Manusia hanya dapat meminta pertolongan Tuhan untuk dihindari dari setiap stigma atau prasangka negatif yang menghampiri. Maka teruslah berdoa agar terselamatkan di dunia dan di akhirat. Serta berpikir jernih dan berhati bersih ntuk memaknai maslah yang berbau stigma, dan dengan langkah yang hati-hati menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  28. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma adalah anggapan negatif yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain, sehingga stigma sejatinya berbeda-beda karena pendapat orang satu dengan yang lainnya berbeda. Ketika kita akan memberikan stigma ke orang lain, kita menganggap buruk orang lain, sebaiknya bercerminlah terlebih dahulu, jangan-jangan kitalah yang sebenarnya tidak baik dan menganggap yang baik menjadi tidak baik. Jangan sembarang memberikan stigma ke orang lain, sebelum bercermin pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  29. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma dapat diatasi dengan berpikiran positif dan saling mengklarifikasi apakah memang hal ini termasuk stigma atau tidak. Maka dari itu dibutuhkan sifat hati-hati dalam memberikan stigma kepada orang lain sebelum diklarifikasikan

    ReplyDelete
  30. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Stigma juga dipergunakan dalam istilah "stigma sosial", yaitu tanda bahwa seseorang dianggap ternoda dan karenanya mempunyai watak yang tercela, misalnya seorang bekas narapidana yang dianggap tidak layak dipercayai dan dihormati. oleh karena itu, elegi ini mengajarkan kita bahwa Jangan pernah memaksakan pemikiran yang menurut kita benar itulah yang sebenarnya benar.

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita menjumpai stigma yang beredar di kalangan masyarakat. Bahkan dalam program televisi pun sekarang sehari bisa lebih dari satu kali ditayangkan program yang memberi kesempatan stigma untuk menyebarkan prajurit-prajuritnya. Sungguh sebagai manusia yang terus berjuang dalam kebaikan, kita harus berhasil mengatasi stigma-stigma tersebut.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma merupakan sesuatau yang sangat sangat berbahaya. Stigma mampu menjatuhkan subyeknya atau bahkan suatu perkumpulan hanya dengan sebuah stigma. Hal ini karena kebanyakan dari kita yang justru merasa bangga mengetahui sebuah stigma dan menelannya mentah-mentah tanpa berpikir kritis terlebih dahulu. Perlu pengetahuan agar kita bisa mengatasi stigma.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma berkaitan dengan hal-hal yang negatif. Apabila manusia terkena hal-hal yang negatif, maka dia dianggap terkena stigma. Seseorang yang telah terkena stigma maka dia akan diliputi oleh hawa nafsu yang negatif. Hafa nafsu yang negative ini dapat mempengaruhi orang-orang yang berada di sekelilingnya.

    ReplyDelete
  34. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk dapat menggapai stigma maka harus memperhatikan subyeknya. Dan untuk mendekatinya tidak dapat menggunakan metode tunggal, karena subyeknya yang selalu berganti-ganti dalam ruang dan waktu. Sehingga kita perlu mengembangkan metode dinamis dalam ruang dan waktu untuk menggapai variasi subyek stigma.

    ReplyDelete
  35. Ika Agustina Fitriani
    1430124018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma merupakan pemikiran negatif yang ada pada diri sendiri. Pengaruh pemikiran negatif sangat kuat dibanding pengaruh hal-hal positif. Namun sebagai seorang hamba, kita harus senantiasa berusaha menuju kebaikan dengan mengalahkan stigma yang ada pada diri.

    ReplyDelete
  36. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Stigma yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak baik sudah tersebar dimana-mana dalam kehidupan sehari-hari kita. Stigma ini dapat menembus ruang dan waktu yang bersifat fleksibel dan cenderung merugikan lingkungan di sekitar kita. Stigma ini juga dapat dimiliki setiap orang. Stigma yang dimiliki setiap orang berbeda-beda tingkatannya. Oleh karena itulah hendaknya kita mewaspadai adanya stigma yaitu sesuatu yang tidak baik dalam diri kita.

    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Melalui elegi ini diketahui bahwa stigma merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh keadaan baik. Berhati-hatilah dengan stigma karena stigma mampu menguasai dan menghancurkan diri kita. Agar kita terhindar dari stigma, kita harus bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi situasi apapun yang terjadi, senantiasalah berdoa kepada Tuhan YME, sang juruselamat umat manusia.

    ReplyDelete
  38. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Sesungguhnya stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih atau tidak ikhlas. Jika kita berusaha menghancurkan subyek stigma maka kita juga akan terkena akibatnya, karena sebagian dari stigma tersebut telah memakan diri kita. Maka hindarilah diri kita dari stigma tersebut. Stigma akan datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, maka untuk menghindari para stigma adalah dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Ketika kita gunakan kekuasaan kita maka kekuasaan subyek stigma adalah ternyata kekuasaan kita, artinya kita sama dengan menghancurkan diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus berusaha dan bekerja menjalankan kekuasaan kita dengan menggunakan kecerdasan pikiran dan menggunakan hati nurani yang ikhlas sembari berdoa agar terbebas dari stigma. Stigma selalu bertentangan dengan keadaan kita, maka waspadalah kita terhadap subyek stigma-stigma. Hindarilah subyek stigma dengan berlindung di balik ruang dan waktu dan senantiasa menjaga pikiran kita dan menjaga hati kita agar selalu ikhlas. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma tersebut.

    ReplyDelete