Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Hakekat




Oleh: Marsigit

Subyek penanya:
Wahai hakekat, siapakah sebenarnya dirimu itu? Dimana tempat tinggalmu? Bagaimana aku mengenalmu? Seperti apa ciri-cirimu?

Hakekat:
Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu.

Subyek penanya:
Jika engkau paling dalam dan paling luas, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih dalam dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih luas dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.

Subyek penanya:
Jika engkau di dalam diriku, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Aku yang berada dalam dirimu itu sesungguhnya bermacam-macam. Aku bisa satu dan aku bisa banyak. Aku bisa diam dan aku bisa bergerak. Aku bisa bergerak keluar dan aku bisa bergerak ke dalam. Aku bisa permulaan dan aku bisa bukan permulaan. Aku bisa akhiran dan aku bisa bukan akhiran. Aku bisa dalam pikiranmu tetapi aku juga bisa di dalam hatimu. Aku bisa relatif, tetapi aku juga bisa absolut. Aku bisa yang benar dan aku bisa yang salah. Aku bisa yang baik dan aku bisa yang buruk. Aku bisa mandiri dan aku bisa tidak mandiri. Aku bisa tersembunyi, tetapi aku juga bisa tidak tersembunyi. Aku bisa sebab, tetapi aku juga bisa bukan sebab. Au bisa konsisten, aku juga bisa tidak konsisten.

Sunyek penanya:
Jika engkau berada di dalam diriku, bagaimana aku bisa menemui dan berkomunikasi denganmu?

Hakekat:
Untuk menemuiku yang berada dalam dirimu, maka tengoklah pada dirimu. Menengok pada dirimu adalah bercerminlah untuk mengetahui siapa dirimu. Untuk mengetahui siapa dirimu maka bertanyalah kepada orang tua beramut putih.

Subyek penanya:
Wahai orang tua berambut putih, bagaimanakah aku bisa menemui dan berkomunikasi dengan hakekat –hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Banyaklah membaca. Bacaanmu adalah semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaranmu. Maka sesungguh-sungguhnya membaca adalah kesadaran. Jadi sebenar-benar aku ingin mengatakan bahwa cara bagi anda untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat yang berada di dalam dirimu adalah kesadaran itu sendiri.

Subyek penanya:
Jika kesadaran adalah alatku maka bagaimana kesadaran itu mampu menemui dan berkomunikasi dengan hakekat - hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa kesadaran pastilah tentang kesadaran sesuatu.

Subyek penanya:
Saya belum jelas apa yang dimaksud dengan kesadaran sesuatu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar kesaksianku, bahwa kesadaran sesuatu, dapat ditaruh di depan hakekat apapun.

Subyek penanya:
Aku belum jelas. Misal aku ingin mengetahui hakekat satu, hakekat banyak, hakekat diam, hakekat bergerak, hakekat bergerak keluar, hakekat bergerak ke dalam, hakekat permulaan, hakekat bukan permulaan, hakekat akhiran, hakekat bukan akhiran, hakekat dalam pikiranmu, hakekat di dalam hatimu, hakekat relatif, hakekat absolut, hakekat benar, hakekat salah, hakekat baik, hakekat buruk, mandiri, hakekat tidak mandiri, hakekat tersembunyi, hakekat tidak tersembunyi, hakekat sebab, hakekat bukan sebab, hakekat konsisten, dan hakekat tidak konsisten.
Kemudian bagaimana caranya?

Orang tua berambut putih:
Tinggal letakkanlah kesadaranmu tentang di depan mereka semua?

Subyek penanya:
Jadi untuk mengetahui hakekat satu, maka aku harus punya kesadaran tentang satu begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat banyak, maka aku harus punya kesadaran tentang banyak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat diam, maka aku harus punya kesadaran tentang diam begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak keluar, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak keluar begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak ke dalam, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak ke dalam begitu?
..
dst..dst..?

Orang tua berambut putih:
Tepat sekali. Seterusnya silahkan berkomunikasi dengan hakekat-hakekat tersebut

Subyek penanya:
Wahai hakekat satu. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat satu:
Sejak lahir ibumu sudah menunjukkan satu tulunjuk jarinnya kepadamu. Setelah besar, engkau mengatahui bahwa ibumu hanyalah satu. Setelah remaja, engkau mempelajari bahwa Tuhan mu hanya ada satu. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat satu?

Subyek penanya:
Wahai hakekat banyak. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat banyak:
Sejak lahir engkau telah mengetahui banyak orang di sekitarmu. Setelah besar, engkau mempunyai banyak teman-teman. Setelah remaja dan dewasa engkau mempunyai banyak masalah. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat banyak?

Subyek penanya:
Wahai hakekat diam. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat diam:
Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?

Subyek penanya:
Wah..banyak sekali ternyata hakekat-hakekat itu yang harus aku sadari. Wahai orang tua berambut putih, jadi kalau begitu secara umum bagaimanakah aku bisa menyadari semua hakekat-hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Itulah sebenar-benar ilmumu. Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu.

58 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk dapat menemukan hakekat dalam diri hendaknya banyak membaca. Membaca dengan kesadaran. Jadi untuk mengetahui tentang hakekat maka perlu suatu kesadaran. Kesadaran dimiliki ketika sejak lahir. Kesadaran membawa tentang sadar dalam segala sesuatu yang bergerak dan yang tak bergerak. Maka dalam hal ini, hakekat adalah kenyataan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Untuk mengetahui hakekat maka banyaklah membaca semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaran kita (bercermin). Maka sebenar-benarnya membaca adalah kesadaran. Jadi, untuk menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan diri kita itu dalam ruang dan waktu. Lalu bagaimanakah dengan hakekat sadar itu sendiri?

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakikat adalah apa yang kita kenal di sekeliling kita, kesadaran akan dunia sekitar dapat membuat kita mengerti akan hakikat yang sebenarnya. Untuk mengetahui hakekat satu, maka harus punya kesadaran tentang satu, banyak , diam ,bergerak, bergerak keluar ,bergerak ke dalam ,dll. Ketika semua hal tersebut kita dapat maka itulah sebenar-benarnya menggapai hakikat hidup yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    untuk memahami hakekat pada diriku, maka aku harus bisa mengetahui segala tentangku, siapa aku, mau kemana aku, bagaimana aku, apa tujuanku, dll
    pada dasarnya, hakekat diriku hanyalah diriku yang tahu

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hakekat merupakan sesuatu yang paling dalam dan paling luas dari semua yang ada dan yang mungkin ada. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu. Untuk mengetahui hakekat tentang suatu hal, maka kita perlu melakukan refleksi dengan penuh kesadaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Hal ini dapat kita lakukan dengan banyak belajar, membaca membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Berbicara tentang hakekat sama halnya dengan awal dan akhir. Cukup sulit untuk memahaminya. Dimana butuh kesadaran yang besar untuk memahami hakekat. Hakekat adalah sesuatu yang sangat dalam dan luas. Kita sering menggunkan kata hakekat untuk mengambarkan dasar dari suatu hal, namun sesungguhnya jika kita berpikir lebih dalam lagi, kita belum tentu bisa meraih dasar dari hal yang kita gambarkan dengan kata hakekat. Poses penuh makna seperti menerjemahkan sesuatu hanya bisa berhasil dilakukan dengan hati bersih dan pikiran jernih.

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Keberadaan hakekat demikian dekat tanpa bisa dilihat, keberadaan hakekat yang demikian dalam dan luas sehingga menjadikannya sangat hakiki dan tidak mudah dipahami dan ditemui secara pasti. Maka melihat kedalam diri sendiri, berpikir tentang diri sendiri, dan berdialog dengan diri sendiri dalam mecari nilai kebenaran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu merupakan salah satu cara dalam menggapai kebenaran yang hakiki. Bertanaya kepada orang yang mengerti dan selalu membaca. Sebenar-benarnya hakekat dari suatu kebenaran adalah kesadaran untuk meletakkan kesadaran itu sendiri di depan hakekat-hakekat yang ada.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pengertian hakekat tentang sesuatu memang sebenarnya relatif bergantung siapa subyeknya. Itulah mengapa sebenarnya hakekat itu ada dalam dirimu, karena itu merupakan cerminan dari pemikiranmu. Menggapai hakekat perlulah kita menyadari dan menerjemahkan dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memahami hakikat diperlukan adanya kesadaran dalam diri kita masing-masing. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerjemahkan dan diterjemahkan. Maksudnya, untuk mengetahui sesuatu hal diperlukan adanya pemahaman dan kesadaran mengenai hal tersebut. Upaya yang dilakukan memang membutuhkan proses dan waktu yang cukup.

    ReplyDelete

  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berbicara masalah hakekat adalah intisari atau dasar suatu dari sesuatu itu. Maka hakekat itu adalah makna kita yang sebenarnya, yang mana makna itu adalah dasar kita. Maka benar bahwa hakekat itu paling luas dan paling dalam dari segala nya. Hakekat juga bisa berarti banyak , hakekat pada diir kita bukan hanya satu bisa lebih dari satu malahan. Dan jika kita ingin mencari hakekat itu dimana bercerminlah kita maka di dalam cermin itu adalah hakikat dirimu.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Identifikasi aspek Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

    Hakekat merupakan sesuatu yang paling dalam dan paling luas dari semua yang ada dan yang mungkin ada. Hakekat dari sesuatu adalah sesuatu yang sudah tidak terbantahkan lagi keberadaannya.

    Untuk menemukan sebuah hakekat kita perlu melakukan refleksi dengan penuh kesadaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Untuk keperluan ini kita mesti banyak belajar melalui membaca dan bertanya. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah sumber bacaan yang bisa digunakan untuk refleksi.

    Dari elegi ini dapat diambil sebuah pelajaran bahwa kita harus terus belajar melalui membaca berbagai referensi disamping harus bertanya kepada ahlinya.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Untuk menemukan sebuah hakekat kita perlu melakukan refleksi dengan penuh kesadaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Dalam hal ini kita mesti banyak belajar melalui membaca dan bertanya. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah sumber bacaan yang bisa digunakan untuk refleksi. Dari elegi tersebut dapat diambil sebuah pelajaran bahwa kita harus terus belajar melalui membaca berbagai referensi disamping harus bertanya kepada ahlinya.

    ReplyDelete
  13. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan Prof Marsigit mengenai elegi menggapai hakekat, mengajarkan saya bahwa untuk memahami hakekat sesuatu kita harus memiliki kesadaran terlebih dahulu terhadap sesuatu itu dalam diri kita. Begitu halnya ketika kita ingin memahami hakekat diri kita, kita harus memiliki kesadaran tentang segala hal mengenai kita. Tidak mudah memang,untuk mengetahui segala hakekat yang ada, hendaknya kita memperluas dan memperdalam pengetahuan kita dengan membaca.
    Terlebih lagi janganlah kita lupa akan pentingnya mengetahui hakekat hidup, karena jika lupa mungkin kita akan lalai dengan apa yang sebenarnya harus kita lakukan dalam hidup ini, maka bentuklah kesadaran tentang hidup di dunia ini.

    ReplyDelete
  14. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016

    hakekat adalah sesungguhnya. sebenar-benarnya artian. untuk memahami hakekat sesuatu harus memahami benar-benar sesuatu tersebut (secara mendalam dan meluas). dan agar kita dapat memahami sesuatu, maka kita harus meletakkan kesadaran kita di depan sesuatu tersebut. maksudnya, seperti yang telas dijelaskan diatas, untuk memahami hakekat banyak, maka kita harus menyadari banyak itu seperti apa, dan harus mengenali benar-benar arti banyak tersebut. sehingga untuk mengetahui hakekat dari sesutu diperlukan usaha yang lebih atau waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya

    ReplyDelete
  15. Hakekat merupakan intisari, dasar, atau kebenaran. Hakekat dapat disejajarkan dengan ontologi. Segala yang ada dan dipelajari akan mempunyai hakekat. Untuk memahami hakekat dari suatu hal maka perlu mempelajari yang terdalam dan terluas sampai pada tak ada lagi yang melebihinya. Dengan menggunkan akal dan dan pengalaman pengetahuan pada diri sesorang.

    ReplyDelete
  16. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi tersebut tergambar bagaimana kita mengenali hakikat diri kita sendiri dengan menengok pada diri kita dan bercermin tentang siapa kita, bagaimana kita, dan mau apa kita. Terdapat kalimat yang menarik perhatian saya yaitu “Jikalau engkau ingin menggapai hakikat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu” kalimat tersebut menyatakan bahwa jika kita ingin mengenali/menggapai hakikat sesuatu maka kita perlu mengenalinya lebih dekat dan menerjemahkannya. Hal ini jika diibaratkan seorang guru maka agar guru dapat menggapai siswa maka guru perlu berada di depan siswa, menuntun dan memfasilitasi siswa dengan cara menerjemahkan apa keinginan mereka, terutama dalam kegiatan pembelajaran agar tercipta kegiatan belajar yang menyenangkan serta berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  17. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Hakekat merupakan inti dari sesuatu, dengan hakekat itulah sesuatu bereksistensi. Hakekat atau esensi mengacu kepada hal-hal yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Dengan demikian, untuk lebih memahami suatu hakekat dibutuhkan kesadaran dan keikhlasan dalam mempelajarinya sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih terhadap hakekat itu sendiri. Kesadaran dalam diri untuk melakukan sesuatu itu sangatlah penting. ketika kita mau mengetahui sesuatu, sangat diperlukan kesadaran dalam diri untuk membaca dan melakukan hal-hal sebagai upaya untuk mengetahui hal tersebut. Ketika tanpa kesadaran, kita sendiri tidak akan menjadi paham dan tidak tahu hakekat yang sebenarnya. Behitulah hakekat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  18. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakekat adalah yang paling dalam dan yang paling luas. Untuk mengetahui suatu Hakekat membutuhkan kesadaran. Kesadaran akan memahami apa yang ada disekitar kita. Kesadaran akan membaca. Dalam suatu proses pembelajaran, akan mempelajari banyak Hakekat. Sehingga guru dan siswa diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan suatu hal.

    ReplyDelete
  19. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi yang ditulis oleh Prof. Dr. Marsigit di atas, memberikan pelajaran bahwa untuk dapat memahami hakekat sesuatu, misalnya saja hakekat satu, haruslah memiliki kesadaran terlebih dahulu, haruslah bercermin ke diri kita sendiri. Dan dari yang saya pahami, cara untuk memahami hakekat adalah dengan banyak-banyak membaca, termasuk dengan membaca elegi di atas, maka kita mengenal dan harus mencari tahu lebih tentang hakekat.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya belajar bahwa untuk memahami hakekat haruslah dalam kesadaran. Dari kesadaran itu akan timbul proses memahami hingga ke bagian yang paling dalam dan paling luas. Caranya adalah dengan menerjemahkan dan membaca. Membaca disini tak sebatas yang terepresentasi dalam tulisan namun juga yang tak tertulis agar menggapai makna hakekat.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hakekat adalah makna yang sesungguhnya yang terkandung dalam sesuatu hal. Sulit memang untuk mengetahui apa hakekat dari suatu hal. Hakekat biasanya makna yang tersirat, tidak tersurat. Oleh karena itu, dia sulit untuk ditemukan. Untuk menemukannya engkau harus mampu menerjemahkan dan diterjemahkanlah hakekat dan diri kita sendiri dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai hakikat dengan cara memahami dengan sebenar-benarnya dalam hati dan pikiran mengenai segala sesuatu tanpa terbantahkan mengenai segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dalam memahami hakikat diperlukan kesadaran yang dalam dan luas yang berasal dari akal dan pikiran, dengan demikian untuk memperoleh kesadaran yang luas kita harus menjernihkan hati dan pikiran dari hal-hal yang negatif dengan cara banyak membaca dan melakukan kebaikan.

    ReplyDelete
  23. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca elegi di atas, saya merasa bahwa belajar itu bisa kapan saja dan di mana saja. Seperti saat memahami hakekat satu kita bisa diajari sejak kecil, dan ketika sudah besar kita juga memahami hakekat satu. Memahami hakekat diam, kita bisa mengetahuinya di dalam diri sendiri juga bisa dengan melihat di dunia luar. Belajar itu tidak mengenal waktu dan tempat, bisa kapan saja dan di mana saja.

    ReplyDelete
  24. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam menggapai hakekat diperlukan suatu kesadaran dalam diri kita karena hakekat itu sendiri memang luas dan dalam. Sadar akan eksistensi kita, memahami siapa diri kita, memahami lika-liku kehidupan kita. Memahami secara mendalam siapakah kita ini. Setelah itu baru kita dapat melihat sekeliling kita. Memang tidak mudah untuk menggapai hakekat, tnamun tidak ada salahnya sebagai manusia untuk terus belajar dan mecoba. Belajar dengan membaca sebanyak-banyaknya, merenungi, merasakan, dan kembalikan semuanya kepada Allah SWT. Jangan sampai dalam menggapai hakekat nanti akhirnya kita menjadi merasa sombong dan tamak akan kepintaran diri sendiri.

    ReplyDelete
  25. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Hakikat adalah apa yang ada disekitar kita, untuk mengatahuinya diperlukan kesadaran, melalui kesaran akan adanya proses memahami diri, cara untuk memahami hakekat adalah dengan banyak banyak membaca dan berusaha mencari tau tentang hakekat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  26. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya, inti dari hakekat adalah memahami dan merenungi. Hakekat itu seperti dasar, atau apa yang mendasari. Selalin itu hakekat adalah tentang kesadaran atas apa yang ada.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Ilmu yang mempelajari hakekat adalah ontologi. Ontologi merupakan sebuah kajian dalam filsafat. Dahulu sekali, orang berfilsafat hanya dengan ontologi. Sebelum epistemologi dikenalkan. Dalam filsafat modern, ontologi sering kali dimasukkan ke dalam epistemologi. Hal ini karena, tren dan kebutuhan jaman sekarang untuk menjelaskan segala sesuatu melalui evidence dan dengan metodologi yang ilmiah. Ontologi merupakan bidang kajian yang sangat mendasar. Sehingga biasanya disebut “kajian tentang yang ada”. Apapun bisa dikaji melalui ontologi. Bahkan tentang diri manusia. Kajian ontologi sangat mendetail, sehingga dalam mengkaji diri manusia saja ada banyak macam pembagiannya lagi.

    ReplyDelete
  28. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk menggapai hakikat dari sesuatu maka kita harus lebih banyak membaca, bereksperimen, menelaah. Namun walaupun demikian untuk menemukan hakikat itu tidak bisa kita ketahui secara pasti, karena bagaimanapun objek yang sama dikaji orang yang berbeda maka akan mendapatkan jawaban yang berbeda tergantung seseorang itu melihat dari sudut pandang apa, jadi hakikat pasti dari sesuatu kita tidak bisa menemukannya, yang kita bisa hanyalah menduga.

    ReplyDelete
  29. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kesadaran untuk melakukan sesuatu sangatlah penting. Ketika kita ingin mengetahui sesuatu, maka diperlukan kesadaran dalam diri kita untuk membaca dan melakukan hal-hal sebagai upaya untuk mengetahui hal itu. Tanpa kesadaran menjadikan kita tidak akan paham dan tidak tahu hakekat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  30. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakikat adalah dasar, yang paling luas dan dalam. Untuk dapat mengenal dan menggapai hakikat, kita perlu banyak membaca, bertanya, dan bercermin pada diri kita sendiri. Dan semua itu haruslah dilakukan dengan kesadaran. Tanpa kesadaran, apalah jadinya kita? Kita pasti tak bisa banyak membaca dan tidak dapat menggapai hakikat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  31. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti hakikat adalah intisari atau dasar, kenyataan yang sebenarnya. Akan tetapi, pada elegi di atas telah dijelaskan lebih rinci mengenai apa itu hakikat. Hakikat memanglah inti atau dasar, tetapi dapat berada di dalam maupun di luar diri kita, dan untuk benar-benar memahami hakikat sesuatu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

    ReplyDelete
  32. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah belajar dapat dilakukan kapan saja dan terus. Dalam tulisan di atas adalah tentang hakekat, maka contohnya adalah tentang hakekat. Misalnya belajar hakekat satu, dapat dipelajari pada saat kecil, kita memahami melalui benda-benda di sekitar, semakin dewasa masih terus belajar tentang hakekat satu, walaupun dengan materi yang berbeda, ketika kuliah matematika belajar hakekat satu akan sangat kompleks. Begitu seterusnya, begitu pula untuk belajar hal lain.

    ReplyDelete
  33. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hakekat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Manusia Diberikan akal. Dengan nalar intelektual itulah manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan, membandingkan, dan sebagainya. Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang salah dan yang benar. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Jadi hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi yang sudah saya baca di atas, untuk mempelajari atau mengetahui adanya hakekat, perlu adanya kesadaran dari dalam diri kita. Seperti contohnya bahwa kita baru menyadari hakekat angka satu setelah kita membuka kesadaran dari dalam diri kita. Angka satu sudah diajarkan sejak lahir dan bahkan kita baru menyadari saat kita membuka kesadaran kita.

    ReplyDelete
  35. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Dari Elegi Menggapai Hakekat tersebut dapat kita ketahui bahwasannya untuk dapat memahami hakekat memerlukan adanya kesadaran yang berasal dari dalam diri kita dan untuk dapat menyadarinya maka harus dapat menterjemahkan dan diterjemahkan. Semua itu tak lepas dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  36. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. untuk memepalajari hakekat yang ada dan mungkin ada itu perlu dilakukan dengan belajar dan mencari ilmu secara terus menerus. Menurut saya hakekat itu ada pada ilmu yang ada di pikiran.

    ReplyDelete
  37. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekat merupakan sesuatu yang ada pada pribadi manusia itu sendiri, dimana kita dalam menanggapi suatu permasalahan harus memiliki kesadaran diri terlebih dahulu. orang yang tidak sadar akan dirinya sendiri akan menjadi egois sehingga tidak akan menerima pendapat atau kritik dari orang lain.

    ReplyDelete
  38. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk dapat menggapai hakekat dalam diri, diperlukan kesadaran dalam diri kita masing-masing. Kita akan mampu berkomunikasi dengannya dengan memperbanyak membaca, akan tetapi bacaan kita bisa berada di dalam maupun di luar kesadaran diri kita. Karena itu diperlukan suatu kesadaran untuk menggapai ilmu sebanyak-banyaknya., dan memahami hakekat dalam diri.

    ReplyDelete
  39. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu. Bahwasanya kita memang harus melihat banyak hal di sekeliling kita, supaya kita bisa mengenal dan belajar dari keadaan di sekitar kita. Tetapi yang utama kita nampu mngenal diri kita sendiri. Hakikat-hakikat itu setelah kita mampu memahaminya dan mengenalnya, kita pasti dapat menjadi orang yang lebih baik karena kita bisa bercermin dan mengambil semua pembelajaran darinya.

    ReplyDelete
  40. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam memaknai sesuatu hal, maknailah sedalam-dalam arti yang terkandung didlamnya. Begitulah hakekat yang dapat saya jelaskan. Jadi untuk mengeri hakekat dari sesuatu maka pertam-tama harus tahu mengenai sesuatu itu. Dan kemudia merfleksidkannya terhadapat objekyang lebih dalam maknanya dan seterusnya.

    ReplyDelete
  41. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hakekat merupakan hal yang paling luas dan paling dalam. Dimana dalam kita ingin mengetahui hakikat dari sesuatu haruslah kita sadar dengan sesuatu tersebut. Dengan cara menerjemahkan dan membaca.

    ReplyDelete
  42. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hakekat merupakan makna yang kita sendiri dapat membangunnya. Untuk mengetahui apa itu hakekat dari sesuatu kita terlebih dahulu sudah mengenal sesuatu tersebut. Oleh karenanya hakikat dari sesuatu tersebut bisa saja tidak tunggal. Tergantung pandangan kita masing-masing dalam mengartikan.

    ReplyDelete
  43. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Eligi tersebut mengajarkan kita bahwa untuk memahami hakikat harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Ketika kita ingin mempelajari hakikat diri kita sendiri maka kita harus mempunyai kesadaran tentang apa pun pada diri kita. Untuk mempermudah memahami hakikat perlu banyak membaca dan mencari referensi-referensi.

    ReplyDelete
  44. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Meningkatkan pengetahuan harus dimulai dari kesadaran diri kita akan kebutuhan ilmu. Tidak ada kata cukup untuk belajar hal-hal baru. Semakin kita ingin mengetahui sesuatu secara lebih luas maka seharusnya semakin banyak kita membaca dan membaca. Membaca merupakan salah satu cara meningkatkan level menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk memahami hakekat memerlukan kesadaran, antara menerjemahkan dan diterjemahkan, dalam lingkup ruang dan waktu. Maka apabila kita akan memahami hakekat tentang mengajar, maka kita perlu menyadari apa itu mengajar, bagaimana mengajar yang baik, dan apa tujuan mengajar yang akan kita lakukan. Tentulah dalam mencari hakekat mengajar itu diperlukan referensi yang kita terus cari, baca, dan pahami sehingga kita dapat menemukan hakekat mengajar sesungguhnya. Begitu juga untuk hakekat lainnya

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesadaran yang diperlukan harus muncul dalam beberapa tahap, tidak hanya di awal saja, di tengah saja, maupun di akhir saja. Melainkan diperlukan kesadaran yang terus menerus sehingga proses memahami hakekat tersebut tidak terputus dan hanya kita pahami secara setengah-setengah saja, karena hal tersebut akan mempengaruhi perbuatan kita selanjutnya

    ReplyDelete
  47. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakekat adalah apa yang kita kenal di sekitar kita. Untuk mengetahui hakekat maka banyaklah membaca semua yang ada di dalam atau di luar kesadaran kita. Kesadaran dimiliki sejak lahir. Untuk mengetahui hakekat satu maka harus punya kesadaran tentang satu, banyak, diam, bergerak, dll. Ketika hal tersebut sudah didapat, itulah sebenar-benarnya menggapai hakekat hidup yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  48. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Hakekat dapat diartikan apa saja tergantung subyek yang mengartikannya. Keberadaan hakekat itu sangat dekat dengan kita bahkan dalam diri kita sendiri, hakekat bisa dikatakan sebagai cerminan diri kira sendiri, jika didalam hati kita baik maka perilaku kita juga akan baik, tentunya kita harus menjalankan apa yang sudah diperintah Allah dan sesuai dengan tuntunan agama

    ReplyDelete
  49. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi Menggapai hakekat, saya mendapatkan pelajaran bahwa mengutarakan suatu hal itu tidaklah mudah. Hakekat tentang sesuatu hal, akan berbeda sebanyak orang yang memikirkannya. Hakekat tentang suatu hal juga bergantung dengan ilmu seseorang yang memikirkannya. Oleh karena itu, seseorang mendefinisikan sesuatu dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi masing-masing yang mendefinisikannya.

    ReplyDelete
  50. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekat pada dasarnya adalah inti dari suatu topik atau pokok bahasan. Hakekat akan mudah kita pahami jika kita mampu menemukan atau menyimpulkan sendri inti dari sebuah bahasan. Terutama dalam mempelajari matematika, penemuan secara mandiri akan memberikan pemahaman kuat bagi siswa.

    ReplyDelete
  51. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kata hakikat (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), kebenaran, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

    ReplyDelete
  52. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Hakekat adalah apa yang ada dalam diri sebuah subjek. Setiap objek tidak bisa langsung mengenali hakekatnya, namun dalam rangka mengetahui hakekat dari dirinya sendiri maka dibutuhkan membaca dan membaca agar lebih mengetahui hakekat dari dirinya sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  53. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Diantara cara mudah menggapai hakikat adalah meletakkan kesadaran terhadap apa yang hendak di capai hakikatnya. Tatkala seorang sadar untuk apa dia diciptakan maka itulah sebenar-benarnya hakikat hidup. Menjalankan kewajiban dan menjauhi pantangan agar dapat mencapai tujuan hidupnya. Hanya saja terkadang seorang mempunyai masalah dalam meletakkan kesadarannya. Mengedepankan suatu yang hakikatnya di belakang dan terus berusaha menutupi hal yang harus di kedepankan. Disitu pada hakikatnya dia sedang terjebak mitos alias tertipu.

    ReplyDelete
  54. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi yang dipaparkan diatas, saya menyadari bahwa hakikat adalah sesuatu yang sulit untuk di pahami. Untuk memahami hakikat diperlukan kesadaran dalam diri masing-masing. Kesadaran yang mencakup keseluruhan ruang dan waktu. Untuk memahami itu dibutuhkan adanya pemahaman mengenai diri sendiri secara keseluruhan. Membaca dan terus membaca dapat membantu seseorang menemukan kesadaran akan ruang dan waktu dirinya sendiri yang cukup luas yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memahami hakikat.

    ReplyDelete
  55. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran. Untuk dapat menggapai hakekat, perlu adanya kesadaran dalam diri kita masing-masing. Artinya untuk mengetahui sesuatu hal diperlukan pemahaman dan kesadaran mengenai hal tersebut. Dan tentunya upaya yang dilakukan itu membutuhkan proses yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  56. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaran kita di depan mereka. Agar kita dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah yang ada dan mungkin ada itu dalam ruang dan waktu. Sesungguhnya ilmu yang tertinggi adalah pengakuan kita bahwa kita tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmu kita adalah pengakuan kita bahwa kita merasa bisa mengerti hakekat apapun. Sesungguhnya manusia dengan segala keterbatasannya tak akan mampu mengerti hakekat apapun, dan bukan pada tempatnya manusia menyombongkan diri dengan merasa bisa mengerti hakekat tersebut. Sesungguhnya hanya Tuhan yang mengerti hakekat yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  57. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika kita ingin memahami hakekat, kita perlu membaca. Membaca disini adalah membaca dengan arti yang luas, yaitu membaca apa yang ada di dalam diri kita maupun apa yang ada di luar diri kita yaitu sesuatu yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  58. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan kalimat terakhir dari tulisan ini, dapat diketahui bahwa untuk dapat memahami hakekat itu dengan sebenar-benarnya kita perlu meletakkan kesadaran akan suatu hakekat itu sendiri. Dan kita perlu untuk menerjemahkan suatu hakekat tersebut pada diri kira berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete