Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Hakekat




Oleh: Marsigit

Subyek penanya:
Wahai hakekat, siapakah sebenarnya dirimu itu? Dimana tempat tinggalmu? Bagaimana aku mengenalmu? Seperti apa ciri-cirimu?

Hakekat:
Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu.

Subyek penanya:
Jika engkau paling dalam dan paling luas, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih dalam dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih luas dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.

Subyek penanya:
Jika engkau di dalam diriku, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Aku yang berada dalam dirimu itu sesungguhnya bermacam-macam. Aku bisa satu dan aku bisa banyak. Aku bisa diam dan aku bisa bergerak. Aku bisa bergerak keluar dan aku bisa bergerak ke dalam. Aku bisa permulaan dan aku bisa bukan permulaan. Aku bisa akhiran dan aku bisa bukan akhiran. Aku bisa dalam pikiranmu tetapi aku juga bisa di dalam hatimu. Aku bisa relatif, tetapi aku juga bisa absolut. Aku bisa yang benar dan aku bisa yang salah. Aku bisa yang baik dan aku bisa yang buruk. Aku bisa mandiri dan aku bisa tidak mandiri. Aku bisa tersembunyi, tetapi aku juga bisa tidak tersembunyi. Aku bisa sebab, tetapi aku juga bisa bukan sebab. Au bisa konsisten, aku juga bisa tidak konsisten.

Sunyek penanya:
Jika engkau berada di dalam diriku, bagaimana aku bisa menemui dan berkomunikasi denganmu?

Hakekat:
Untuk menemuiku yang berada dalam dirimu, maka tengoklah pada dirimu. Menengok pada dirimu adalah bercerminlah untuk mengetahui siapa dirimu. Untuk mengetahui siapa dirimu maka bertanyalah kepada orang tua beramut putih.

Subyek penanya:
Wahai orang tua berambut putih, bagaimanakah aku bisa menemui dan berkomunikasi dengan hakekat –hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Banyaklah membaca. Bacaanmu adalah semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaranmu. Maka sesungguh-sungguhnya membaca adalah kesadaran. Jadi sebenar-benar aku ingin mengatakan bahwa cara bagi anda untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat yang berada di dalam dirimu adalah kesadaran itu sendiri.

Subyek penanya:
Jika kesadaran adalah alatku maka bagaimana kesadaran itu mampu menemui dan berkomunikasi dengan hakekat - hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa kesadaran pastilah tentang kesadaran sesuatu.

Subyek penanya:
Saya belum jelas apa yang dimaksud dengan kesadaran sesuatu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar kesaksianku, bahwa kesadaran sesuatu, dapat ditaruh di depan hakekat apapun.

Subyek penanya:
Aku belum jelas. Misal aku ingin mengetahui hakekat satu, hakekat banyak, hakekat diam, hakekat bergerak, hakekat bergerak keluar, hakekat bergerak ke dalam, hakekat permulaan, hakekat bukan permulaan, hakekat akhiran, hakekat bukan akhiran, hakekat dalam pikiranmu, hakekat di dalam hatimu, hakekat relatif, hakekat absolut, hakekat benar, hakekat salah, hakekat baik, hakekat buruk, mandiri, hakekat tidak mandiri, hakekat tersembunyi, hakekat tidak tersembunyi, hakekat sebab, hakekat bukan sebab, hakekat konsisten, dan hakekat tidak konsisten.
Kemudian bagaimana caranya?

Orang tua berambut putih:
Tinggal letakkanlah kesadaranmu tentang di depan mereka semua?

Subyek penanya:
Jadi untuk mengetahui hakekat satu, maka aku harus punya kesadaran tentang satu begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat banyak, maka aku harus punya kesadaran tentang banyak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat diam, maka aku harus punya kesadaran tentang diam begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak keluar, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak keluar begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak ke dalam, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak ke dalam begitu?
..
dst..dst..?

Orang tua berambut putih:
Tepat sekali. Seterusnya silahkan berkomunikasi dengan hakekat-hakekat tersebut

Subyek penanya:
Wahai hakekat satu. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat satu:
Sejak lahir ibumu sudah menunjukkan satu tulunjuk jarinnya kepadamu. Setelah besar, engkau mengatahui bahwa ibumu hanyalah satu. Setelah remaja, engkau mempelajari bahwa Tuhan mu hanya ada satu. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat satu?

Subyek penanya:
Wahai hakekat banyak. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat banyak:
Sejak lahir engkau telah mengetahui banyak orang di sekitarmu. Setelah besar, engkau mempunyai banyak teman-teman. Setelah remaja dan dewasa engkau mempunyai banyak masalah. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat banyak?

Subyek penanya:
Wahai hakekat diam. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat diam:
Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?

Subyek penanya:
Wah..banyak sekali ternyata hakekat-hakekat itu yang harus aku sadari. Wahai orang tua berambut putih, jadi kalau begitu secara umum bagaimanakah aku bisa menyadari semua hakekat-hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Itulah sebenar-benar ilmumu. Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu.

123 comments:

  1. Hakekat merupakan intisari, dasar, atau kebenaran. Hakekat dapat disejajarkan dengan ontologi. Segala yang ada dan dipelajari akan mempunyai hakekat. Untuk memahami hakekat dari suatu hal maka perlu mempelajari yang terdalam dan terluas sampai pada tak ada lagi yang melebihinya. Dengan menggunkan akal dan dan pengalaman pengetahuan pada diri sesorang.

    ReplyDelete
  2. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi tersebut tergambar bagaimana kita mengenali hakikat diri kita sendiri dengan menengok pada diri kita dan bercermin tentang siapa kita, bagaimana kita, dan mau apa kita. Terdapat kalimat yang menarik perhatian saya yaitu “Jikalau engkau ingin menggapai hakikat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu” kalimat tersebut menyatakan bahwa jika kita ingin mengenali/menggapai hakikat sesuatu maka kita perlu mengenalinya lebih dekat dan menerjemahkannya. Hal ini jika diibaratkan seorang guru maka agar guru dapat menggapai siswa maka guru perlu berada di depan siswa, menuntun dan memfasilitasi siswa dengan cara menerjemahkan apa keinginan mereka, terutama dalam kegiatan pembelajaran agar tercipta kegiatan belajar yang menyenangkan serta berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Hakekat merupakan inti dari sesuatu, dengan hakekat itulah sesuatu bereksistensi. Hakekat atau esensi mengacu kepada hal-hal yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Dengan demikian, untuk lebih memahami suatu hakekat dibutuhkan kesadaran dan keikhlasan dalam mempelajarinya sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih terhadap hakekat itu sendiri. Kesadaran dalam diri untuk melakukan sesuatu itu sangatlah penting. ketika kita mau mengetahui sesuatu, sangat diperlukan kesadaran dalam diri untuk membaca dan melakukan hal-hal sebagai upaya untuk mengetahui hal tersebut. Ketika tanpa kesadaran, kita sendiri tidak akan menjadi paham dan tidak tahu hakekat yang sebenarnya. Behitulah hakekat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  4. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakekat adalah yang paling dalam dan yang paling luas. Untuk mengetahui suatu Hakekat membutuhkan kesadaran. Kesadaran akan memahami apa yang ada disekitar kita. Kesadaran akan membaca. Dalam suatu proses pembelajaran, akan mempelajari banyak Hakekat. Sehingga guru dan siswa diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan suatu hal.

    ReplyDelete
  5. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi yang ditulis oleh Prof. Dr. Marsigit di atas, memberikan pelajaran bahwa untuk dapat memahami hakekat sesuatu, misalnya saja hakekat satu, haruslah memiliki kesadaran terlebih dahulu, haruslah bercermin ke diri kita sendiri. Dan dari yang saya pahami, cara untuk memahami hakekat adalah dengan banyak-banyak membaca, termasuk dengan membaca elegi di atas, maka kita mengenal dan harus mencari tahu lebih tentang hakekat.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya belajar bahwa untuk memahami hakekat haruslah dalam kesadaran. Dari kesadaran itu akan timbul proses memahami hingga ke bagian yang paling dalam dan paling luas. Caranya adalah dengan menerjemahkan dan membaca. Membaca disini tak sebatas yang terepresentasi dalam tulisan namun juga yang tak tertulis agar menggapai makna hakekat.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hakekat adalah makna yang sesungguhnya yang terkandung dalam sesuatu hal. Sulit memang untuk mengetahui apa hakekat dari suatu hal. Hakekat biasanya makna yang tersirat, tidak tersurat. Oleh karena itu, dia sulit untuk ditemukan. Untuk menemukannya engkau harus mampu menerjemahkan dan diterjemahkanlah hakekat dan diri kita sendiri dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai hakikat dengan cara memahami dengan sebenar-benarnya dalam hati dan pikiran mengenai segala sesuatu tanpa terbantahkan mengenai segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dalam memahami hakikat diperlukan kesadaran yang dalam dan luas yang berasal dari akal dan pikiran, dengan demikian untuk memperoleh kesadaran yang luas kita harus menjernihkan hati dan pikiran dari hal-hal yang negatif dengan cara banyak membaca dan melakukan kebaikan.

    ReplyDelete
  9. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca elegi di atas, saya merasa bahwa belajar itu bisa kapan saja dan di mana saja. Seperti saat memahami hakekat satu kita bisa diajari sejak kecil, dan ketika sudah besar kita juga memahami hakekat satu. Memahami hakekat diam, kita bisa mengetahuinya di dalam diri sendiri juga bisa dengan melihat di dunia luar. Belajar itu tidak mengenal waktu dan tempat, bisa kapan saja dan di mana saja.

    ReplyDelete
  10. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam menggapai hakekat diperlukan suatu kesadaran dalam diri kita karena hakekat itu sendiri memang luas dan dalam. Sadar akan eksistensi kita, memahami siapa diri kita, memahami lika-liku kehidupan kita. Memahami secara mendalam siapakah kita ini. Setelah itu baru kita dapat melihat sekeliling kita. Memang tidak mudah untuk menggapai hakekat, tnamun tidak ada salahnya sebagai manusia untuk terus belajar dan mecoba. Belajar dengan membaca sebanyak-banyaknya, merenungi, merasakan, dan kembalikan semuanya kepada Allah SWT. Jangan sampai dalam menggapai hakekat nanti akhirnya kita menjadi merasa sombong dan tamak akan kepintaran diri sendiri.

    ReplyDelete
  11. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Hakikat adalah apa yang ada disekitar kita, untuk mengatahuinya diperlukan kesadaran, melalui kesaran akan adanya proses memahami diri, cara untuk memahami hakekat adalah dengan banyak banyak membaca dan berusaha mencari tau tentang hakekat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  12. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya, inti dari hakekat adalah memahami dan merenungi. Hakekat itu seperti dasar, atau apa yang mendasari. Selalin itu hakekat adalah tentang kesadaran atas apa yang ada.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Ilmu yang mempelajari hakekat adalah ontologi. Ontologi merupakan sebuah kajian dalam filsafat. Dahulu sekali, orang berfilsafat hanya dengan ontologi. Sebelum epistemologi dikenalkan. Dalam filsafat modern, ontologi sering kali dimasukkan ke dalam epistemologi. Hal ini karena, tren dan kebutuhan jaman sekarang untuk menjelaskan segala sesuatu melalui evidence dan dengan metodologi yang ilmiah. Ontologi merupakan bidang kajian yang sangat mendasar. Sehingga biasanya disebut “kajian tentang yang ada”. Apapun bisa dikaji melalui ontologi. Bahkan tentang diri manusia. Kajian ontologi sangat mendetail, sehingga dalam mengkaji diri manusia saja ada banyak macam pembagiannya lagi.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk menggapai hakikat dari sesuatu maka kita harus lebih banyak membaca, bereksperimen, menelaah. Namun walaupun demikian untuk menemukan hakikat itu tidak bisa kita ketahui secara pasti, karena bagaimanapun objek yang sama dikaji orang yang berbeda maka akan mendapatkan jawaban yang berbeda tergantung seseorang itu melihat dari sudut pandang apa, jadi hakikat pasti dari sesuatu kita tidak bisa menemukannya, yang kita bisa hanyalah menduga.

    ReplyDelete
  15. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kesadaran untuk melakukan sesuatu sangatlah penting. Ketika kita ingin mengetahui sesuatu, maka diperlukan kesadaran dalam diri kita untuk membaca dan melakukan hal-hal sebagai upaya untuk mengetahui hal itu. Tanpa kesadaran menjadikan kita tidak akan paham dan tidak tahu hakekat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  16. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakikat adalah dasar, yang paling luas dan dalam. Untuk dapat mengenal dan menggapai hakikat, kita perlu banyak membaca, bertanya, dan bercermin pada diri kita sendiri. Dan semua itu haruslah dilakukan dengan kesadaran. Tanpa kesadaran, apalah jadinya kita? Kita pasti tak bisa banyak membaca dan tidak dapat menggapai hakikat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  17. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti hakikat adalah intisari atau dasar, kenyataan yang sebenarnya. Akan tetapi, pada elegi di atas telah dijelaskan lebih rinci mengenai apa itu hakikat. Hakikat memanglah inti atau dasar, tetapi dapat berada di dalam maupun di luar diri kita, dan untuk benar-benar memahami hakikat sesuatu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

    ReplyDelete
  18. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah belajar dapat dilakukan kapan saja dan terus. Dalam tulisan di atas adalah tentang hakekat, maka contohnya adalah tentang hakekat. Misalnya belajar hakekat satu, dapat dipelajari pada saat kecil, kita memahami melalui benda-benda di sekitar, semakin dewasa masih terus belajar tentang hakekat satu, walaupun dengan materi yang berbeda, ketika kuliah matematika belajar hakekat satu akan sangat kompleks. Begitu seterusnya, begitu pula untuk belajar hal lain.

    ReplyDelete
  19. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hakekat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Manusia Diberikan akal. Dengan nalar intelektual itulah manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan, membandingkan, dan sebagainya. Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang salah dan yang benar. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Jadi hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi yang sudah saya baca di atas, untuk mempelajari atau mengetahui adanya hakekat, perlu adanya kesadaran dari dalam diri kita. Seperti contohnya bahwa kita baru menyadari hakekat angka satu setelah kita membuka kesadaran dari dalam diri kita. Angka satu sudah diajarkan sejak lahir dan bahkan kita baru menyadari saat kita membuka kesadaran kita.

    ReplyDelete
  21. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Dari Elegi Menggapai Hakekat tersebut dapat kita ketahui bahwasannya untuk dapat memahami hakekat memerlukan adanya kesadaran yang berasal dari dalam diri kita dan untuk dapat menyadarinya maka harus dapat menterjemahkan dan diterjemahkan. Semua itu tak lepas dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  22. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. untuk memepalajari hakekat yang ada dan mungkin ada itu perlu dilakukan dengan belajar dan mencari ilmu secara terus menerus. Menurut saya hakekat itu ada pada ilmu yang ada di pikiran.

    ReplyDelete
  23. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekat merupakan sesuatu yang ada pada pribadi manusia itu sendiri, dimana kita dalam menanggapi suatu permasalahan harus memiliki kesadaran diri terlebih dahulu. orang yang tidak sadar akan dirinya sendiri akan menjadi egois sehingga tidak akan menerima pendapat atau kritik dari orang lain.

    ReplyDelete
  24. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk dapat menggapai hakekat dalam diri, diperlukan kesadaran dalam diri kita masing-masing. Kita akan mampu berkomunikasi dengannya dengan memperbanyak membaca, akan tetapi bacaan kita bisa berada di dalam maupun di luar kesadaran diri kita. Karena itu diperlukan suatu kesadaran untuk menggapai ilmu sebanyak-banyaknya., dan memahami hakekat dalam diri.

    ReplyDelete
  25. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kata hakikat (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), kebenaran, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

    ReplyDelete
  26. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Hakekat adalah apa yang ada dalam diri sebuah subjek. Setiap objek tidak bisa langsung mengenali hakekatnya, namun dalam rangka mengetahui hakekat dari dirinya sendiri maka dibutuhkan membaca dan membaca agar lebih mengetahui hakekat dari dirinya sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  27. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Diantara cara mudah menggapai hakikat adalah meletakkan kesadaran terhadap apa yang hendak di capai hakikatnya. Tatkala seorang sadar untuk apa dia diciptakan maka itulah sebenar-benarnya hakikat hidup. Menjalankan kewajiban dan menjauhi pantangan agar dapat mencapai tujuan hidupnya. Hanya saja terkadang seorang mempunyai masalah dalam meletakkan kesadarannya. Mengedepankan suatu yang hakikatnya di belakang dan terus berusaha menutupi hal yang harus di kedepankan. Disitu pada hakikatnya dia sedang terjebak mitos alias tertipu.

    ReplyDelete
  28. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi yang dipaparkan diatas, saya menyadari bahwa hakikat adalah sesuatu yang sulit untuk di pahami. Untuk memahami hakikat diperlukan kesadaran dalam diri masing-masing. Kesadaran yang mencakup keseluruhan ruang dan waktu. Untuk memahami itu dibutuhkan adanya pemahaman mengenai diri sendiri secara keseluruhan. Membaca dan terus membaca dapat membantu seseorang menemukan kesadaran akan ruang dan waktu dirinya sendiri yang cukup luas yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memahami hakikat.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran. Untuk dapat menggapai hakekat, perlu adanya kesadaran dalam diri kita masing-masing. Artinya untuk mengetahui sesuatu hal diperlukan pemahaman dan kesadaran mengenai hal tersebut. Dan tentunya upaya yang dilakukan itu membutuhkan proses yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaran kita di depan mereka. Agar kita dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah yang ada dan mungkin ada itu dalam ruang dan waktu. Sesungguhnya ilmu yang tertinggi adalah pengakuan kita bahwa kita tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmu kita adalah pengakuan kita bahwa kita merasa bisa mengerti hakekat apapun. Sesungguhnya manusia dengan segala keterbatasannya tak akan mampu mengerti hakekat apapun, dan bukan pada tempatnya manusia menyombongkan diri dengan merasa bisa mengerti hakekat tersebut. Sesungguhnya hanya Tuhan yang mengerti hakekat yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  31. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika kita ingin memahami hakekat, kita perlu membaca. Membaca disini adalah membaca dengan arti yang luas, yaitu membaca apa yang ada di dalam diri kita maupun apa yang ada di luar diri kita yaitu sesuatu yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  32. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan kalimat terakhir dari tulisan ini, dapat diketahui bahwa untuk dapat memahami hakekat itu dengan sebenar-benarnya kita perlu meletakkan kesadaran akan suatu hakekat itu sendiri. Dan kita perlu untuk menerjemahkan suatu hakekat tersebut pada diri kira berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  33. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Terimakasih bapak, saya terkesan dengan postingan di atas. Jikalau diperbolehkan saya ingin bertanya? Apakah cara dalam menggapai hakikat antara individu satu dengan indicidu lainnya memiliki kemiripan atau berbeda sama sekali?

    Misal saja jalan seorang manusia dalam memiliki kesadaran hakikat diam. Pada postingan di atas dituliskan bahwa "Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?". Berarti bisa saja saya menyadari hakikat diam tidak melalui objek gunung? atau bagaimana?. Tapi pada akhirnya, "Dalam elegi aku juga berusaha menggunakan bahasa konstatif, maksutnya saya berusaha menggambarkan kejadian atau fakta atau fenomena menggunakan gaya bahasaku sendiri". Nah bapak, apakah bahasa konstatif dalam elegi berhubungan dengan kesadaran seseorang dalam mencapai suatu hakikat? Terimakasih

    ReplyDelete
  34. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terkadang kita harus melalui beberapa peristiwa agar dapat mengetahui makna sebenarnya dari suatu keadaan. Sangat sulit mendeskripsikan sesuatu bila kita tidak cukup pengalaman dan ilmu mengenai suatu hal. Seperti elegi di atas, untuk menemukan hakekat-hakekat tidak cukup satu peristiwa dan rujukan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  35. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof,berdasarkan postingan ini saya berpendapat bahwa menggapai hakekat adalah bagaimana kita mengenali diri dengan berbagai perkembangan dan pengetahuannya. Sejauh mana perkembangan dan perngetahuan kita disitulah ketercapaian hakekat kita. Hakekat bersifat realtif, hakekat bersifat absolut, sejauh mana sebuah nilai bersifat realtifatau absolut, tergantung dari pencapaian kita.

    ReplyDelete
  36. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Setelah membaca ini, hal yang saya tangkap di sini adalah, si “penanya” berusaha memahami “hakekat”. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan oleh Hegel bahwa akal dan pikiran itu selalu berusaha mencapai “Yang Absolut”. Yang absolut ini hanya bisa dicapai dengan cara berefleksi. Suatu ketika J.G. Fichte menjelaskan “aku murni”/”Das absolute Ich” kepada murid-muridnya dengan berkata “Saudara-saudara pikirkanlah dinding itu, lalu pikirkanlah dia yang memikirkan dinding itu, pikirkanlah dia yang memikirkan dia yang memikirkan dinding itu, pikirkanlah dia yang memikirkan dia yang memikirkan dia yang memikirkan dinding itu, dst.”

    ReplyDelete
  37. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya tertarik dengan salah satu pernyataan yang menyebutkan bahwa untuk memahami hakikat-hakikat, sesorang harus mampu membaca semua yang berada di dalam maupun diluar kesadaranmu. Maka sesungguhnya membaca adalah kesadaran. Manusia ketika telah dewasa memiliki tingkat kesadaran yang lebih baik dibandingkan ketika anak-anak. Maka dari itu orang dewasa lebih mampu memaknai hakikat segala sesuatu dalam kehidupan ini. Dalam hal pembelajaran, guru lebih mengerti hakikat pembelajaran tersebut dibanding para siswanya. Oleh karena itu, guru wajib menyampaikan hakikat pembelajaran yang akan dilakukan kepada anak didiknya.

    ReplyDelete
  38. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pada elegi di atas, hakikat mengatakan," Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu."

    ReplyDelete
  39. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Prof. Seperti yang Bapak tulis di atas bahwa hakikat itu dalam dan luas serta keberadaannya dapat berada di dalam ataupun di luar diri seseorang. Ini menandakan bahwa butuh usaha yang serius untuk mengetahui makna atau hakikat sesuatu.

    ReplyDelete
  40. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi diatas yang dapat saya pahami yaitu bahwa hakekat itu sulit untuk diterjemahkan dengan definisi yang monoton. Dan letaknya bisa dimana saja dan sulit untuk memahaminya. Untuk memahaminya perlu dengan kesadaran. Perlu dengan sepenuh hati. Perlu dengan membaca banyak membaca situasi dan keadaan sekitar. Untuk memahami hakekat sesuatu maka kita harus menaruh kesadaran yang penuh akan hal itu. sadar saja ternyata tidak cukup, maka pelu lah kita menerjemahkan dan diterjemahkan akan sesuatu hal yang ingin kita cari hakekatnya. Maka letakkan diri pada ruang dan waktu yang pas.

    ReplyDelete
  41. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berdasarkan elegi di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa untuk memmahami segala sesuatu di dunia ini haruslah berawal dari diri kita sendiri. Banyak belajar, membaca hal-hal yang berkaitan dengan yang ingin kita pahami adalah caranya. Termasuk dalam memahami hakekat, kita harus landasi dengan kesadaran. Kesadaran kita akan sesuatu itulah yang disebut hakekat.

    ReplyDelete
  42. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Dalam diri dan kehidupan seseorang terdapat banyak hakekat. Sebagian besar tidak kita sadari kehadirannya. Menurut saya hal ini terjadi karena kita cenderung melihat sesuatu tanpa melihat dari sudut filasafat. Dalam menjalani kehidupan, kita terlalu nyaman dengan dunia realisme sehingga jarang menengok ke dunia rasionalisme. Hal-hal yang terlihat, nyata, eksis. Sedangkan hal-hal ynag merupakan sifat dari hal tersebut adalah yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  43. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk menggapai hakikat kita sebagai seorang manusia, kita harus dalam keadaan sadar dan siap untuk berpikir dan memahami hakikat tersebut. Ketika kita dalam kondisi sadar kita akan bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan kondisi dimana sesuatu itu seharusnya ditempatkan. Tanpa kesadaran kita tidak akan bisa memahami hakikat bahkan kita tidak bisa menyadari tentang keberadaan kita di lingkungan kita. Sebagai seorang guru, kita juga harus memahami hakikat kita untuk bisa memahami siswa dan materi yang akan disampaikan, untuk itu kita harus sadar dan menyadari bahwa kita adalah seorang guru. Sehingga kita bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih dini dan lebih matang.

    ReplyDelete
  44. Dimas Candra Saputra
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Hakikat itu sangat dalam dan sangat luas. Untuk dapat memahami hakikat secara mendalam dan luas itu diperlukan banyak-banyak membaca. Dengan banyak membaca akan menumbuhkan kesadaran dalam memahami sesuatu. Namun, kita harus hati-hati agar kita tidak terjebak oleh kesadaran palsu. Ketika kita berhenti karena merasa telah menggapainya, maka kita akan terjebak mitos. Oleh karena itu, kita harus terus menerus membaca dan berikhtiar dalam menggapai hakikat.

    ReplyDelete
  45. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Hakekat itu dasar. Sedangkan hakekat manusia adalah individu, individu adalah merdeka atau bebas, yang artinya punya hati dan pikiran masing-masing. Sehingga setiap yang ada di dunia ini memiliki hakekat masing-masing. Jika kita tidak memahami hakekat dari apa yang akan kita pelajari, terkadang kita akan salah dalam mengartikannya. Oleh karena itu, jika kita ingin memahami sesuatu tersebut, maka harus memahami dulu hakekatnya apa.

    ReplyDelete
  46. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    alangkah menyesalnya saya pak, saya membaca postingan ini setelah mendapatkan nilai 0 waktu tanya jawab minggu lalu. namun saya mulai berfikir mengapa harus menyesal? dari pertanyaan pertanyaan yang bapak lontarkan kmrin saya semakin sadar betapa pentingnya mengenal diri sendiri yang berupa hakikat ini.
    jika kita sudah tau bahwa kita adalah hakikat maka kita tidak akan dengan dungu melakukan hal memang bukan hakikatnya kita sebagai manusia. makin lama saya semakin paham bahwasannya manusia bermain didalam dirinya sendiri dan dialam pikirannya sendiri sadar maupun bawah sadar. sehingga ia pun sesuai dengan kodratnya sebagai hakikat tadi.

    ReplyDelete
  47. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Setiap diri dilingkupi oleh hakekat.Untuk memahami hakikat diri sendiri amatlah sulit.Diri kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang ada pada pada diri kita bukanlah diri kita sendiri, melainkan sebuah bayangan yang tak pasti.Karena diri ini bisa berubah-ubah.Yang mampu memahami hakikat dirinya hanyanah Tuhan yang Kuasa.Wassalamulaikum wr wb

    ReplyDelete
  48. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan dialog dalam elegi menggapai hakekat ini saya memahami bahwa hakekat itu adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita mengenali dan memahami diri sendiri. Ketika ingin mengenali hakekat, hendaklah letakkan kesadaran di depan hakekat itu. Dan ketika ingin menggapai hakekat, maka sadarilah tentang hakekat-hakekat itu. Ini berarti dalam mengenali diri sendiri, letakkanlah kesadaran dalam mengenalinya berdasarkan pengetahuan dan ilmu yang dimiliki. Dan sebenar-benar menyadari dan menggapai akan hakekat adalah diri ini mampu mengenali diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  49. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit agas bacaan di atas. Sungguh aneh ketika tes jawab singkat “anda itu apa?” dan jawabannya adalah hakikat. Mungkin inilah jawaban dan penjelasan tersirat nya. Kita adalah hakikat. Hakikat diri kita adalah yang terlihat pada diri kita. Maka hendaklah kita bercermin dan sadar diri supaya kita tahu hakikat diri kita itu seperti apa. Sejak lahir hingga saat ini banyak sekali hakikat yang tercermin dari diri kita, entah benar-benar dari diri kita atau terbentuk karena orang lain. Jumlahnya pun sangat banyak dan kita tidak mampu untuk menghitungnya. Hakikat kita terkadang diri kita namun bisa juga oranglain. Namun, selain hakikat diri kita juga harus memahami dan menghargai hakikat oranglain. Banyak sekali hakikat-hakikat pada diri kita dan orang lain yang harus kita sadari. Jika kita bisa menggapai hakikat, maka seharusnya kita sadar dan aplikasikanlah pada ruang dan waktu yang tepat. Wallahu’alam bishowab.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  50. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Mencari dan memahami hakikat bagi saya bukanlah perkara mudah, walaupun kita bisa menunjukan keseriusan dalam mencari hakikat dengan cara mencari buku, namun hakikat terlalu dalam dan terlalu luas. Jika diberi kesempatan izinkan saya bertanya, apakah yang selama ini disebut sebagai hakikat ilmu, hakikat filsafat dan lain sebagainya benar-benar merupakan hakikat atau hanya imajiner terhadap hakikat itu sendiri?

    ReplyDelete
  51. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berdasarkan dari bacaan di atas, yang saya pahami bahwa hakikat adalah yang paling dalam dan paling luas, yang terkadang ada dalam diri namun terkadang ada diluar diri, untuk mengetahui hakikat ”sesuatu” diperlukan kesadaran terhadap hakikat dari “sesuatu” itu sendiri, dalam artian hakikat-hakikat disadari dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  52. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam elegi diatas terlihat jelas bahwa untuk menyadari akan keberadaan hakekat bukanlah hala yang mudah. Seperti dijalaskan bahwa untuk mencapai suatu hakekat kita harus meletakkan semua kesadaran kita didepan hakekat tersebut, agar kita mampu mengetahui akan hakekat itu. Dan dengan melakukan terjemah dan terjemahakan yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  53. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hakikat manusia adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah dapat dikatakan bahwa manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di dunia. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki derajat paling tinggi di antara ciptaan yang lain.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hakekat merupakan segala hal yang ada di dunia ini. Baik itu yang berwujud dan hidup, berwujud yang mati, maupun yang tak berwujud atau sifat. Sebenarnya sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bisa mengenal hakekat diri mereka sendiri. Cara mengetahuinya salah satunya adalah dengan melihat metafisik yang berada pada dirinya. Jika kita selalu melihat apa yang ada pada fisik kita saja, maka hakikat akan diri kita tidaklah akan tercapai. Namun, kita hanya mengenal diri kita berdasarkan fisik yang kita ketahui. Oleh akrenanya, untuk mengetahuinya, mulailah membaca hakikat-hakikat yang ada pada diri kita semua dengan cara terus belajar dan menanggalkan sifat kesombongan di dalam diri kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  55. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hakekat itu berada dan melekat pada diri seseorang. Hakekat pada dasarnya memiliki banyak arti. Untuk menggapai elegi tersebut, wajiblah seseorang memperoleh ilmu yang lebih. Karena untuk mengartikan suatu hakekat, diperlukan ilmu dengan cara membaca referensi-referensi yang sesuai. Sadar akan arti hakekat yang ada, maka sadar akan jati dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  56. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi menggapai hakekat ini kita belajar bahwa untuk mengenali hakekat maka kita perlu menempatkan kesadaran di depan hakekat tersebut. Bila kita ingin mengenali hakekat satu maka kita harus punya kesadaran tentang satu tersebut. namun masih ada pertanyaan yang mengganjal bagi saya, yaitu mengenai kesadaran, apa itu kesadaran? Bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah kita sudah sadar atau belum?

    ReplyDelete
  57. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Hermenetika.. siklus kehidupan yang terus bergerak, pencarian akan hakikat pun tak kunjung berhenti. Dalam dan semakin mendalam. Selama masih terikat ruang dan waktu, Kita masih akan terus mencari.

    ReplyDelete
  58. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Belajar, membaca, menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap manusia dari lahir hingga liang lahat. Dalam menjalankannya pastilah semua orang menginginkan hasil yang terbaik, untuk itu perlu memiliki keiklasan, ikhlas hati dan ikhlas pikir, mengetahui apa itu ilmu, untuk apa itu ilmu, pada dasarnya memahami hakekat ilmu itu sendiri. Dengan keikhalasan dan memahami hakekatnya pastilah akan menerima hasil yang baik.

    ReplyDelete
  59. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Hakikat adalah sifat yang hakiki atau sebenar-benar sifat yang dimiliki sebuah obyek. Untuk menggapai hakikat dari sebuah obyek kita harus meletakkan kesadaran dihadapan obyek tersebut sebagaimana dikatakan oleh orang tua berambut putih diatas. Ketika seseorang mampu menggapai hakikat sebuah obyek berarti orang tersebut telah benar-benar memahami obyek tersebut. Oleh karena itu untuk memahami suatu obyek kita harus menggapai hakikat dari obyek tersebut, Dan untuk menggapai hakikat dari obyek tersebut kita harus meletakkan kesadaran kita pada obyek tersebut dengan membaca dan terus membaca segala sesuatu yang berkaitan dengan obyek tersebut.

    ReplyDelete
  60. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ulasan yang sangat menarik. Saya dapat mencermati isi yang ada di dalamnya dengan sesungguhnya untuk mengenali hakekat berfokus pada kesadaran. Saya sangat sependapat bahwa kesadaran akan tindakan dan pikiran sangat penting. Tentunya disesuaikan juga dengan sadar akan ruang dan waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk itu sampai maut datang menjemput. Hakekat, membaca yang telah tersirat dan tersurat.

    ReplyDelete
  61. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Membaca elegi menggapai hakekat ini jadi teringat perkuliahan pada pertemuan kedua dan itu pertama kalinya ada tes jawab singkat. Dan pertanyaan pertama dari tes jawab singkat itu adalah “Anda itu apa?”, jika dijawab secara filsafat maka jawabannya “saya adalah hakekat”. Jadi haekat itu tentang berpikir dan berfilsafat. Hakekat ada di dalam diri kita masing-masing. Untuk mengenalai dan memahaminya kita harus berpikir secara sadar untuk menterjemah dan diterjemahkan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  62. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Pada dasarnya pada setiap keadaan terdapat hakekat, hanya saja kita tidak menyadarinya. Oleh karena itu, kita hidupm, membutuhkan kesadaran disetiap keadaan. Selain itu, kita juga membutuhkan banyak bacaab. Bacaan berguna untuk membuka pikiran kita sehingga dapat melihat dari berbagai sudut pandang. Kita juga harus menyadari diri kita sendiri, dengan bercemin kepada diri kita. Perlu diingat bahwa kita hidup segaris dan berputar serta berhermenitika dengan penuh kesadaran untuk menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  63. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hakekat hanya bisa dipahami jika kita berada dalam kesadaran. Hakekat suatu obyek sebenarnya ada di depan mata kita, namun kadang kita tidak sadar. Cara agar kita sadar adalah dengan banyak membaca, mengamati, dan merasakan. Dengan mengerti hakekat suatu obyek maka dengan sendirinya kita juga bisa memahami diri kita, kita bisa merefleksikan diri kita, sehingga bisa mengintrospeksi diri.

    ReplyDelete
  64. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Kebaikan seseorang menurut saya bagaikan hakikat. Maksudnya kadang kita tidak menyadari betapa banyaknya kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain kepada kita. Karena tertutup dengan satu kesalahan yang pernah dilakukan. Itulah manusia dari selembar kertas HVS yang berwarna putih, akan kalah dengan titik hitam yang berukuran 1/1000 dari warna putih dari kertas tersebut. Padahal warna putih tersebut tidak ada batasnya. Oleh karena itu, apabila ingin menggapai hakikat kita harus memperhatikan hal yang luas dan tidak ada batasannya serta menyadari hakikat berada di depan kita agar kita sadar tentang keberadaan hakikat itu.

    ReplyDelete
  65. Junianto
    17709251065
    PM C

    Melalui elegi saya mencoba belajar bagaimana memahami hakikat akan sesuatu. Yang saya pahami dari elegi ini adalah bahwa hakikat yang sebenarnya dari segala sesuatu itu lebih dari apa yang kita ketahui selama ini. Hakikat yang kita ketahui selama ini akan suatu hal masih belum bisa menjelaskan hakikat yang sebenarnya. Untuk menggapai hakikat yang sebenarnya maka kita harus menggunakan segala kesadaran, ikhlas hati, dan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  66. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Untuk mengetahui hakikat maka harus memiliki pemikiran dan intuisi yang luas, karena hakikat adalah sesuatu yang lebih luas dibandingkan apapun dan lebih dalam dari apapun. Tetapi kadang hakikat ada di dalam diri, dan kadang pula di luar diri. Sebenar-benarnya hakikat adalah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  67. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya menyimpulkan bahwa, untuk memahami sesuatu yang ada dalam kehidupan ini itu bermula dari diri kita sendiri. Diri ini, harus terlebih dahulu memiliki kesadaran mengenai apa yang ingin dipahami. Begitu pula sebuah hakikat, untuk memahami hakikat kita harus merefleksikan diri kita sendiri dan menyadari keberadaannya. Untuk menumbuhkan kesadaran tersebut, kita dapat memulainya dengan terus belajar dan belajar serta membaca dan membaca tak lupa berdoa dan berdoa. Terimakasih.

    ReplyDelete
  68. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    hal yang saya dapatkan dari tulisan ini adalah bahwa untuk memahami hakikat sesuatu maka kita harus meletakkan kesadaran tentang hal itu. ada banyak hal yang bisa kita jelaskan dengan membuka pintu kesadaran kita. seperti yang bapak contohkan dengan hakikat satu dan hakikat banyak dan diam. untuk memiliki sensitivitas kesadaran maka diperlukan ilmu pengetahuan, semakin banyak seseorang membaca maka akan semakin banyak pula ilmu yang ia punya untuk membuka cakrawala kesadaran.

    ReplyDelete
  69. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya dapat mengambil pelajaran dari elegi ini, bahwa semua berawal dari kesadaran dari diri masing-masing, dimana dengan kesadaran kita dapat mengetahui apa yang hendak ingin diketahui. Selain kesadaran hal lain yang mendukung adalah ilmu pengetahuan yang dimiliki. Segala ilmu pengetahuan yang dimiliki harus lah dimulai dengan usaha untuk mencarinya, mencari tau hal tersbut dapat dimulai dengan rajin membaca dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman hidup yang terjadi, sehingga dengan hal tersebut kita dapat menjadi pribadi yang mempunyai pengetahuan yang luas.

    ReplyDelete
  70. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Hakekat itu sejatinya tidak mudah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hakekat seringkali sulit kita pahami. Hakekat mampu kita pahami jika kita memiliki kesadaran. Ketika ingin memahami hakekat satu maka kita harus menyadari dari mana kita mulai mengenal satu, satu apa saja yang kita kenal, dan sebagainya. Maka dengan menyadari berbagai hal terkait satu yang ada dalam kehidupan kita itulah kita memahami hakekat satu. Maka kesadaran menjadi kunci untuk memahami hakekat, tetapi untuk memiliki kesadaran itu tidaklah mudah karena untuk memiliki kesadaran kita harus mampu melihat berbagai hal dari berbagai sudut pandang dan tidak menyelekan hal-hal kecil disekitar kita karena dari sanalah terkadang kita dapat memahami hakekat.

    ReplyDelete
  71. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Hakekat merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk didefinisikan atau diterjemahkan. Untuk dapat menerjemahkan dan memahami tentang hakekat, seseorang harus benar - benar memiliki kesadaran terhadapnya, menggunakan nalar dan hati nurani. Selain itu dibutuhkan pula pengetahuan dan pengalaman yang banyak untuk dapat memahami suatu hakekat. Sementara itu, pengetahuan dan pengalaman hanya dapat diperoleh dari belajar. Salah satunya dengan cara membaca, tidak hanya membaca buku atau referensi tertulis lainnya, namun juga membaca kondisi dan keadaan sekitar.

    ReplyDelete
  72. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Kita sering menemui kosakata hakekat. Ada hakekat hidup, hakekat diam, hakekat bertanya, hakekat bernafas, dan lain lain. Namun apa sejatinya hakekat itu? Kita dapat mengerti apa yang disebut hakekat dengan memperdalam pengetahuan kita. Kemampuan kita dalam menafsirkan apa itu hakekat tergantung seberapa dalam pengetahuan dan pengalaman yang kita punya. Ketika kita menafsirkan apa itu hakikat, kemudian dalam diri kita menemukan definisi hakekat yang lebih dalam lagi, maka apa yang kita dapat di awal mengenai apa itu hakekat bukanlah hakekat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  73. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Untuk dapat mengetahui, mengenal, dan memahami sesuatu kita harus memiliki kesadaran tentang sesuatu tersebut. Kamu dapat mengenal seseorang karena ia adalah sesuatu yang ada dalam pemikiranmu. Seseorang itu dapat ada dalam pemikiranmu karena kamu memiliki kesadaran akan kehadiran orang tersebut di tengah-tengah kehidupanmu. Maka untuk dapat memikirkan A kamu harus berinteraksi dengan A sehingga kamu menyadari akan dirinya. Dan sesungguhnya pemikiranmu berada dalam kesadaranmu.

    ReplyDelete
  74. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Untuk memahami hakekat pada diriku, maka aku harus bisa mengetahui segala tentangku, siapa aku, mau kemana aku, bagaimana aku, apa tujuanku dan kapan aku melakukannya. Sebenar-benarnya diriku adalah bahasa, bahasa yang ku ucapkan akan mencerminkan diriku dari ucapan orang lain. Pada dasarnya, hakekat diriku hanyalah diriku yang tahu dan yang dicerminkan melalui penglihatan orang lain adalah kelakuanku.

    ReplyDelete
  75. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada dasarnya kesadaran dalam diri untuk melakukan sesuatu itu sangatlah penting. ketika kita ingin mengetahui sesuatu, sangat diperlukan kesadaran dalam diri untuk membaca dan melakukan hal-hal sebagai upaya untuk mengetahui hal tersebut. Ketika tanpa kesadaran, kita sendiri tidak akan bisa paham atau mengerti dan tidak tahu seperti apa hakekat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Semakin membaca elegi semakin menyadarkan saya bahwa segala sesuatu jika ditelusuri secara filsafati akan memberikan kesan yang mendalam dan memberikan pemahaman melampaui ilmu-ilmu yang dipahami secara tekstual maupun kontekstual. Hakikat dari segala sesuatu sangatlah dalam dan luas, serta kita tidak akan dapat memahami sesuatu secara hakiki jika kita tidak mampu memahami diri kita seutuhnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Hakikat jika dikaitkan dengan spiritual, hakikat dapat diartikan sebagai tingkatan seorang hamba yang mengetahui tuhannya lebih dalam dan lebih dekat dibandingkan orang-orang yang mencapai tingkatan syariat atau thariqat. Sedangkan di atas tingkatan hakikat ialah makrifat, yakni tingkatan tertinggi seorang hamba yang dapat mengenal dan mengetahui tuhannya tanpa batasan apapun, tentu saja tidak ada hamba yang menolak sampai pada tingkatan ini, namun tetap saja hal itu sangat sulit dilakukan dan hanya hamba tertentu, hanya hamba pilihanNya saja yang mampu menembus ruang dan waktu lantas mengenal Tuhan mereka tanpa penghalang satupun. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari elegi menggapai hakekat, kita dapat mengetahui bahwa jika ingin menggapai hakekat, kesadaran adalah langkah utama yang harus dilakukan. Meskipun sulit untuk dipahami dan dijelaskan, hakekat adalah sesuatu yang sebenarnya ada diantara kita. Dengan kesadaran, kita akan dapat memahami dan menyadari hakekat. Kesadaran menggapai hakekat akan memerlukan hati dan pikiran, maka gunakanlah sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  79. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam tataran spiritual juga ada tingkatan, hakekat marifat. Dalam tataran filsafat, hakikat adalah makna yang paling dalam yang hanya dapat dicapai melalui kesadaran jiwa. Hakikat dapat dicapai dengan keihlasan hati dan keikhlasan piker. Setiap objek pikiran mempunyai hakikatnya masing-masing. Cara berkomunikasi dengan hakikat adalah dengan menyadarkan terlebih dahulu diri, banyak membca dan mengikhlaskan diri.

    ReplyDelete
  80. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    Hakekat pada dasarnya adalah istilah yang sering kita dengar tetapi tidak banyak dari kita dapat memahami betul arti hakekat itu. Dalam memahami hakekat diperlukan kesadaran dan pengetahuan. Dengan demikian kita dapat memahami hakekat sebagai ‘apa’. Apa itu diam? Apa itu bicara? Apa itu gelap? Apa itu terang? Kita dapat mendefinisikan hal-hal tersebut jika dan hanya jika kita sadar dan kita tahu akan hal itu.

    ReplyDelete
  81. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam filsafat hakekat disebut juga ontologi. Merupakan penjelasan atau deskripsi suatu benda atau suatu hal. Biasanya diawali dengan pertanyaan ‘apa’. Perlu diketahui satu benda atau satu hal apapun itu di dunia ini sangat luas penjabarannya, bahkan memiliki dunianya sendiri. Contohnya batu, batu memiliki pengertian yang sangat banyak bahkan seribu kalimat menjelaskan batu pun tida akan cukup. Maka batu memiliki dunianya sendiri yaitu batu. Penjelasan batu yang sangat banyak itula yang disebut dengan hakekat batu.

    ReplyDelete
  82. Latifah Fitriasari
    PM C

    Banyak orang sangat berkepentingan dengan kata yang satu ini. Di Perguruan tinggi hampir semua dosen dan mahasiswa berhadapan dengan istilah hakekat. Namun tidak semua mahasiswa dan dosen memahami pengertian hakekat dengan baik. Untuk menemukan apa itu hakikat, kita harus banyak – banyak belajar. Dikatakan di atas, untuk mengetahui hakekat mengenai sesuatu, maka kita harus mempunyai kesadaran tentang sesuatu tersebut. Sebagaimana bahwa suatu persoalan walaupun sederhana dapat dilihat dari berbagai cara dan sudut pandang. Hal tersebut dapat dijadikan bahan renungan bagi calon guru dalam mengajar besok.

    ReplyDelete
  83. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diceritakan bahwa sesungguhnya hakekat itu berada dalam diri. Cara berkomuniksi dengan hakekat tersebut adalah dengan melihat diri sendiri, bercermin unutk mengetahui siapakah diri ini sesungguhnya. Kemudian diperlukan membaca bacaan yang banyak baik itu bacaan yang berada didalam mapun diluar kesadaran kita. Sehingga diperlukan unutk sadar membaca unutk menggapai hakikat itu sendiri.

    ReplyDelete
  84. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Elegi ini menjelaskan bahwa hakikat adalah dirimu sendiri. Karena selama manusia tidak mengenal dirinya dan mengetahui potensi serta kemampuannya baik secara fisik maupun mental, maka dia tidak akan mengetahui kedudukan yang sebenarnya di alam semesta ini. Maka kenalilah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  85. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Hakekat adalah diri kita sendiri, kerena berada, tersembunyi dan mengendap dalam diri kita sendiri. Untuk dapat mengetahui dan memahami hakekat maka harus dimulai dari diri kita sendiri, misalnya melalui membaca, berpikir, memperoleh ilmu untuk menyadari siapa diri kita, menyadari seberapa tidak sempurnanya diri kita. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  86. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Hakekat merupakan sesuatu yang paling dalam dan paling luas dari semua yang ada dan yang mungkin ada. Hakekat dari sesuatu adalah sesuatu yang sudah tidak terbantahkan lagi keberadaannya.
    Untuk menemukan sebuah hakekat kita perlu melakukan refleksi dengan penuh kesadaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Untuk keperluan ini kita mesti banyak belajar melalui membaca dan bertanya. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah sumber bacaan yang bisa digunakan untuk refleksi.
    Dari elegi ini dapat diambil sebuah pelajaran bahwa kita harus terus belajar melalui membaca berbagai referensi disamping harus bertanya kepada ahlinya.

    ReplyDelete
  87. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pada hakekatnya, setiap objek pikir yang ada memiliki hakekat. Namun seringkali sulit dipahami apa hakekatnya dan bagaimana mengutarakan hakekat tersebut. Agar paham kita harus mengetahui dan mengenal hal itu telebih dahulu. Dan pada akhirnya dapat mendefinisikannya. Caranya adalah dengan membaca dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir. Maka diperlukan kesadaran akan hati dan pikiran untuk menggapai hakekat.

    ReplyDelete
  88. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Perintah Tuhan yang pertama kali turun adalah Iqro yang berarti “bacalah”. Bacalah disini bukanlah hanya untuk membaca bacaan tetapi membaca sesuaatu di sekeliling kita. Hal-hal di sekeliling kita amatlah luas dan tak berhingga. Sehingga hakekat pun dapat begitu luas dan dapat pula begitu sempit sesuai ruang lingkup hakekatnya masing-masing. Untuk mengetahui hakekat maka kita harus sadar dan peduli akan keadaan di sekeliling kita. Mempelajari titi wancinya juga memepelajari sebagian dari hakekat tersebut. Sebagai subjek kita harus selalu peka akan keadaan di sekeliling kita karena hal itu merupakan perintah Tuhan yang pertama, yakni “bacalah”. Dalam mempelajari sesuatu tentunya ada hal-hal tersirat dan ada pula hal tersurat, tergantung pada bagian mana kita ingin mengenal hal tersebut. Menjadikan spiritual sebagai basic dalam membaca hakekat sehingga dalam mempelajari hakekat dapat bernilai ibadah di sisi-Nya.

    ReplyDelete
  89. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk mengetahui hakekat, maka diperlukan banyak pengetahuan dan keluasan pengetahuan. Kemudian cari sesuatu yang mau dicari hakekatnya. Setelah itu carilah berdasarkan epistimologi, ontologi dan aksiologinya, maka tentunya kemudian kita akan bisa sedikit menguak hakekat dari suatu objek pikir tersebut.

    ReplyDelete
  90. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita sering menemui kata hakekat. Ada hakekat hidup, hakekat diam, hakekat bertanya, hakekat bernapas, hakekat belajar, hakekat mencintai, hakekat berpikir dan lain sebagainya. Namun apa sejatinya hakekat itu? Kita dapat mengerti apa yang disebut hakekat dengan memperdalam pengetahuan kita. Kemampuan kita dalam menafsirkan apa itu hakekat tergantung seberapa dalam pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Ketika kita menafsirkan apa itu hakekat, kemudian dalam diri kita menemukan definisi hakekat yang lebih dalam lagi, kmaka apa yang kita dapat di awal mengenai apa itu hakekat bukanlah hakekat yang sesungguhnya. Jadi apa yang didefinisikan sebagai hakekat tergantung pada seberapa dalam wawasan kita

    ReplyDelete
  91. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Hakikat dapat diterjemahkan sebagai intisari. Memahami hakekat bukanlah hal yang mudah. Seperti nasihat Orang tua Berambut Putih ketika ingin menggapai hakikat maka harus menempatkan kesadaran di depan mereka. Kesadaran untuk menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  92. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sepemahaman saya setelah membaca elegi ini, bahwa menggapai hakekat adalah bagaimana kita mengenali diri dengan berbagai perkembangan dan pengetahuannya. Sejauh mana perkembangan dan perngetahuan kita disitulah ketercapaian hakekat kita. Hakekat bersifat relatif, hakekat bersifat absolut, sejauh mana sebuah nilai bersifat realtif atau absolut, tergantung dari pencapaian kita.

    ReplyDelete
  93. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hakikat berasal dari kata Bahasa Arab yang berarti pokok atau inti. Secara etimologi, hakikat merujuk pada pengertian inti dari sesuatu atau bisa juga puncak atau sumber dari segala sesuatu. Dengan kata lain, hakikat adalah sebagai ungkapan untuk menunjukkan makna yang sebenarnya dan paling mendasar dari suatu benda, kondisi, ataupun pemikiran. Sehingga, dengan melihat definisii tersebut, hakekat sangat perlu kita gapai. Sesuai dengan elegi ini agar kita memiliki pondasi dasar dalam menjalani kehidupan agar tidak terombang-ambing kesana kemari.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  94. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Suatu hakikat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dibagi dalam bereksistensi. Semua faktor utama hakikat itu terintegrasi atau menyatu dalam satu sistem. Dengan kata lain hakekat mengacu kepada hal-hal yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Juga tidak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Suatu hakikat lebih mantap dan stabil serta tidak mendatangkan sifat yang berubah-rubah, tidak parsial ataupun yang bersifat fenomenal yang seringkali berubah sesuai ruang dan waktu.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  95. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Hakekat itu merupakan hal yang sulit diungkapkan. Namun, orang seringkali menggunakan kata tersebut sebagai kesimpulan dari mengungkapkan sesuatu hal. Misalnya, "pada hakekatnya, hidup ini ....". Dari sini dapat kita lihat bahwa walau hakekat ini memang sulit diungkapkan dengan kata-kata, namun banyak orang yang memahami maknanya tanpa bisa mengungkapkan maknanya dengan kata-kata.

    ReplyDelete
  96. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Hakikat dapat diartikan sebagai inti dari sesuatu, yang meskipun sifat-sifat yang melekat padanya dapat berubah-ubah, namun hakekat dari sesuatu tersebut tetap ada. Hakikat dapat juga dipahami sebagai sifat-sifat umum dari suatu hal. Untuk menggapai hakekat dari sesuatu, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam mencari atau menggapai sebuah hakekat itu

    ReplyDelete
  97. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Hakikat merupakan hal yang luas, tidak ada batasannya. Dalam menggapai hakikat, kita harus meletakkan kesadaran kita di depan hakekat itu. Jika kita ingin mengetahui hakikat dari sesuatu, kita harus sadar tentang sesuatu itu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  98. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hakekat merupakan suatu pengetahuan dimana kita mengetahui sebenar-benarnya sesuatu yang kita ketahui. Jika seseorang sudah mencapai pada taraf hakikat, maka orang tersebut telah mendapatkan banyak sekali pengetahuan yang ia kuasai dan pengetahuan yang mengantarkan pemahaman terhadap apa yang dikuasai. Hal ini akan menajdi sesuatu yang baik untuk melanjutkan sampai pad a tingkat makrifat.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  99. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Kesadaran adalah hal utama dalam menuntut ilmu. Tanpa kesadaran maka semua akan berjalan tanpa tujuan dan tak akan mengerti apa yang dilakukan. Dalam belajar suatu ilmu maka sudah harus tahu hakekat ilmu itu. Apa ilmu itu dan untuk apa. Disini haruslah orang yang menuntut ilmu sadar.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  100. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas eleginya, Prof. Saya tertarik dengan pertanyaan dan jawaban “bagaimanakah aku bisa menemui dan berkomunikasi dengan hakekat –hakekat itu? Jawab : Banyaklah membaca. Bacaanmu adalah semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaranmu. Maka sesungguh-sungguhnya membaca adalah kesadaran. Jadi sebenar-benar aku ingin mengatakan bahwa cara bagi anda untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat yang berada di dalam dirimu adalah kesadaran itu sendiri.” Dari pertanyaan dan jawaban tersebut saya menjadi semakin menyadari akan pentingnya kesadaran itu sendiri, yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari, apa tujuan mempelajari, dan segala hal mengenai ilmu itu sendiri.

    ReplyDelete
  101. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi menggapai hakekat ini, dapat diketahui bahwa untuk menggapai hakekat itu memerlukan kesadaran. Untuk menyadari tentang hakekat maka perlu menerjemahkan apa yang ada. Penerjemahan ini membutuhkan pikiran dan hati yang disesuaikan dengan ruang dan waktu yang ada. Selain itu untuk memahami hakekat juga melibatkan pengalaman. Contohnya saja, seperti yang prof sampaikan, tentang hakekat satu, saat lahir seorang ibu sudah menunjukkan telunjuk pada anaknya, yang menunjukkan bahwa ibu itu satu, kemudian seiring dengan waktu anak akan mengetahui bahwa Tuhan itu satu. Terlihat bahwa dalam memahami hakekat itu menyesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  102. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Seringkali kita mendengar kata hakekat, tetapi banyak yang belum benar-benar memahami hakekat itu sendiri. Dalam memahami hakekat diperlukan suatu kesadaran, pengalaman dan pengetahuan tentang hakekat tersebut. Misalnya saja seperti yang Prof sampaikan diatas Apa itu satu? “Sejak lahir ibumu sudah menunjukkan satu tulunjuk jarinnya kepadamu. Setelah besar, engkau mengatahui bahwa ibumu hanyalah satu. Setelah remaja, engkau mempelajari bahwa Tuhan mu hanya ada satu. Demikian seterusnya. “ Apa itu diam? Apa itu bergerak? Dengan demikian kita akan dapat mendefinisikan atau benar-benar memahami hal tersebut ketika kita sadar ataupun tahu akan hal tersebut

    ReplyDelete
  103. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Dari artikel di atas saya belajar bahwa untuk memahami hakikat, dibutuhkan kesadaran. Pengalaman juga mempunyai peranan yang penting dalam mempelajari suatu hakikat.

    ReplyDelete
  104. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  105. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Seringkali menemui kata hakikat. Untuk mengetahui makna hakikat sangatlah diperlukan refleksi dengan penuh kesadaran. Oleh karena itu, diperlukan juga pengetahuan yang luas. Dari elegi diatas kita dapat juga maknai bahwa kita harus terus belajar, bisa dengan membaca berbagai referensi ataupun bertanya kepada ahlinya.

    ReplyDelete
  106. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Istilah hakekat sering sekali saya dengar, namun saya sebenarnnya masih bingung apa yang dimaksud dengan hakekat. Setelah membaca elegi yang Prof tulis, saya menyadari bahwa hakekat merupakan sesuatu yang sangat dalam dan luas. Memahami hakekat bukanlah perkara yang mudah karena sifatnya yang sangat dalam dan luas. Oleh karena itu, untuk dapat memahami hakekat di dalam diri, kita perlu memperbanyak bacaan. Sesungguhnya membaca merupakan kesadaran, sehingga untuk dapat memahami hakekat diperlukan kesadaran.

    ReplyDelete
  107. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Hakekat meiliki arti yang yang mendalam dan juga memiliki arti yang luas. Untuk memahami hakekat dibutuhkan pengetahuan, kesadaran dan juga mpengalaman agar seseorang itu mampu mendefinisikan haekat dengan benar. Hakekat ini setipa orang memiliki arti yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman dan juga tingkat kesadaran seseorang yang mendefinisikan hakekat.

    ReplyDelete
  108. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ma syaa Allah, saya merinding membaca elegi yang disampaiakn oleh Prof. Marsigit terutama pada hakekat diam. Semua yang hidup pasti mati. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT
    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
    “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” [al-‘Ankabût/29:57]
    Namun masih banyak saja orang-orang yang belum berniat mengingat kematian. Masih banyak orang-orang yang berbuat keburukan di bumi disaat yang lain berlomba dalam kebaikan. Terimaksih prof, elegi ini senantiasa mengimbau kepada saya untuk mengingat bahwa suatu saat saya pasti akan mati.

    ReplyDelete
  109. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan Matematika A 2015
    MasyaAllah kalimat berikut ini menurut saya sangat mengena "Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu."
    Banyak yang ingin menggapai hakekat kehidupan tapi mengabaikan hakekat yang ada dihadapannya sendiri.

    ReplyDelete
  110. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada dasarnya, untuk mencapai suatu hakekat khususnya dalam diri sendiri, perlu adanya pengetahuan terkait diri ini. Pada tradisi jawa, kita mengenal dengan istilah sangkar paraning dumadi, yang memiliki makna dari mana kita berasal, apa yang sebenarnya harus kita lakukan dan akan dibawa kemana kehidupan kita setelah ini. Tanpa kita memahami sangkar paraning dumadi, kita tidak akan mampu untuk menggapai suatu hakekat diri secara komprehensif.

    ReplyDelete
  111. Nur’aini Habibah Sa’diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan elegi ini, saya memahami bahwa hakekat sejatinya ada pada diri manusia itu sendiri dan tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Memahami hakekat adalah memahami diri sendiri dengan memiliki kesadaran. Selain itu dalam memahami hakekat dapat dilakukan dengan membaca. Dengan banyak membaca, kesadaran akan suatu hal semakin bertambah dan secara tidak langsung pengetahuan akan hakikat juga bertambah. Hakekat dalam diri manusia terdapat banyak sekali, bergantung pula pada hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  112. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pada dasarnya, hakekat berada dalam diri manusia itu sendiri. Namun, banyak yang tidak menyadari akan kehadiran hakekat tersebut. Untuk memahami hakekat, diperlukan adanya kesadaran dari dalam diri manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  113. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Jika ingin menggapai sesuatu, maka pelajarilah sedalam dalamnya arti yang terkandung di dalamnya. Jadi untuk mengerti hakekat dari suatu hal, maka pertama kita harus tahu terlebih dahulu tentang hal itu, kemudian menggali hal itu dengan lebih dalam lagi dan seterusnya

    ReplyDelete
  114. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hakekat bukanlah sesuatu yang dapat didefinisikan karena hakekat adalah dirinya sendiri. Bagi setiap orang, pengertian hakekat dapat berbeda-beda karena hakekat berada dalam diri manusia. Untuk da memahami hakekat, kita perlu mencari dari banyak sumber bacaan sedangkan untuk memahaminya, kita harus memahami dan memaknai diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  115. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Hakekat merupakan sesuatu yang sangat luas. Hakekat dapat diperoleh manusia dengan cara banyak membaca dengan kesadaran. Dengan kesadaran kita dapat berpikir mengenai arti dari suatu hakekat itu sendiri. Sesungguhnya suatu hakekat itu sudah ditanamkan sejak lahir.

    ReplyDelete
  116. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Menurut KBBI hakikat artinya intisari atau dasar, kenyataan yang sebenarnya. Dari elegi tersebut sebenar-benar hakikat adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa mengenal, menemui dan berkomunikasi dengan hakikat adalah dengan mempertajam kesadaran. Dan bagaimana cara kita agar bisa memperoleh kesadaran adalah dengan berilmu. Maka sebenar-benarnya orang mencari ilmu adalah untuk dapat menggapai suatu hakikat.

    ReplyDelete
  117. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabaraktuh
    Terimakasih Prof atas postingannya. Pada postingan di atas, saya belajar mengenai makna hakekat yang ternyata sangat dekat dengan kehidupan dan aktivitas yang dilakukan. Hakekat memiliki makna kenyataan yang sesungguhnya. Namun terkadang kita tidak menyadari adanya hakekat di sekitar kita. Menikmati hidup dengan ikhlas akan mengetahui hakekat hidup yang sebenarnya. Menjalani kerja dengan senang tanpa mengeluh, akan mengetahui kerja yang sebenarnya. Hanya diri sendiri yang mampu merasakan, mengerti, memahami dan mengetahui hakekat tersebut. Belajar untuk selalu bersahabat dengan hakekat dengan mengikhlaskan, bersyukur dengan segala sesuatu yang kita jalani dan kembalikan semuanya pada ilahi.

    ReplyDelete
  118. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018

    Dari percakapan tersebut, saya belajar tentang komunikasi dengan hakikat adalah dengan cara banyak membaca. Selain itu untuk menemui dan berkomunikasi adalah dengan hakekat yang berada di dalam dalam diri dan kesadaran diri sendiri. Untuk memahamo hakekat itu sendiri kita harus mencerminkan diri sendiri. Bagaimana diri kita dan bagaimana kesadaran diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  119. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb.
    Hakekat, tidak ada sesuatu yang lebih dalam dan lebih luas dari pada hakekat, hakekat adalah hal yang paling mendasar dari sesuatu. Untuk mengetahui bagaimana hakekat dari sesuatu maka hal pertama yang harus dilakukan adalah SADAR, sadar bahwa “sesuatu” tersebut ada, memahami dan sadar bahwa sesuatu tersebut diciptakan ada dan bermanfaat. Untuk menggapai hakekat, hal yang harus dilakukan adalah dengan membaca, membaca apapun, membaca buku, membaca lingkungan, membaca kondisi, membaca perasaan, dll, karena dengan membacalah kita menjadi tau dan sadar bahwa sesuatu tersebut memang ada.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  120. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dalam memahami hakekat harus dengan kesadaran. Hakekat dapat diartikan sebagai inti dari sesuatu, yang meskipun sifat-sifat yang melekat padanya dapat berubah-ubah. Dalam Filsafat Yunani terdapat nama Thales, yang memiliki pokok pikiran bahwa hakekat segala sesuatu adalah air. Air yang cair itu adalah pangkal, pokok, dan inti segalanya. Semua hal meskipun mempunyai sifat dan bentuk yang beraneka ragam, namun intinya adalah satu yaitu air. Hakekat dapat juga dipahami sebagai inti-sari, bisa pula berupa sifat-sifat umum dari pada sesuatu tertentu. Memahami tentang hakekat memang bukan perkara yang mudah.

    ReplyDelete
  121. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B

    Kesadaran merupakan modal menggapai hakekat. Kesadaran dimulai dari menyadari tentang diri sendiri kemudia menyadari apa yang ada dan terjadi di sekitar kita. Untuk dapat menyadarinya seseorang harus mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hatinya. Kenapa harus menggunakan hati juga? Karena hakekat setiap individu bisa berbeda dan dengan hati kita menyadari dan memahami perbedaan tersebut.

    ReplyDelete
  122. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dengan banyak melakukan aktivitas sadar akan suatu perbuatan seperti membaca maka itulah cara untuk menggapai hakekat dari sesuatu/objek. Sedalam-dalam dan seluas-luasnya ilmu pengetahuan selalu terdapat hakekat di dalamnya. Dan sebenar-benarnya hakekat adalah kesadaran akan sesuatu. Dengan kesadaran tersebut kita dapat mengenali dan mengetahui maksud dari hakekat dari suatu objek berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  123. Samsul Arifin
    18701261007/S3 PEP 2018

    Hakekat merupakan inti dari sesuatu. Hakekat berusaha memahami dari arti yang sesungguhnya, yang terkandung dan yang tersirat..Diperlukan kesadaran dan pemikiran yang sangat mendalam utuk mengetahui hakekat seuatu. Kejujuran hati juga sangat menentukan kita memahami hakekat sesuatu.. Banyak membaca, dan terus belajar adalah diantara cara untuk mendekatkan pada pemahaman hakekat..

    ReplyDelete