Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Hakekat




Oleh: Marsigit

Subyek penanya:
Wahai hakekat, siapakah sebenarnya dirimu itu? Dimana tempat tinggalmu? Bagaimana aku mengenalmu? Seperti apa ciri-cirimu?

Hakekat:
Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu.

Subyek penanya:
Jika engkau paling dalam dan paling luas, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih dalam dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih luas dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.

Subyek penanya:
Jika engkau di dalam diriku, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Aku yang berada dalam dirimu itu sesungguhnya bermacam-macam. Aku bisa satu dan aku bisa banyak. Aku bisa diam dan aku bisa bergerak. Aku bisa bergerak keluar dan aku bisa bergerak ke dalam. Aku bisa permulaan dan aku bisa bukan permulaan. Aku bisa akhiran dan aku bisa bukan akhiran. Aku bisa dalam pikiranmu tetapi aku juga bisa di dalam hatimu. Aku bisa relatif, tetapi aku juga bisa absolut. Aku bisa yang benar dan aku bisa yang salah. Aku bisa yang baik dan aku bisa yang buruk. Aku bisa mandiri dan aku bisa tidak mandiri. Aku bisa tersembunyi, tetapi aku juga bisa tidak tersembunyi. Aku bisa sebab, tetapi aku juga bisa bukan sebab. Au bisa konsisten, aku juga bisa tidak konsisten.

Sunyek penanya:
Jika engkau berada di dalam diriku, bagaimana aku bisa menemui dan berkomunikasi denganmu?

Hakekat:
Untuk menemuiku yang berada dalam dirimu, maka tengoklah pada dirimu. Menengok pada dirimu adalah bercerminlah untuk mengetahui siapa dirimu. Untuk mengetahui siapa dirimu maka bertanyalah kepada orang tua beramut putih.

Subyek penanya:
Wahai orang tua berambut putih, bagaimanakah aku bisa menemui dan berkomunikasi dengan hakekat –hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Banyaklah membaca. Bacaanmu adalah semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaranmu. Maka sesungguh-sungguhnya membaca adalah kesadaran. Jadi sebenar-benar aku ingin mengatakan bahwa cara bagi anda untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat yang berada di dalam dirimu adalah kesadaran itu sendiri.

Subyek penanya:
Jika kesadaran adalah alatku maka bagaimana kesadaran itu mampu menemui dan berkomunikasi dengan hakekat - hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa kesadaran pastilah tentang kesadaran sesuatu.

Subyek penanya:
Saya belum jelas apa yang dimaksud dengan kesadaran sesuatu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar kesaksianku, bahwa kesadaran sesuatu, dapat ditaruh di depan hakekat apapun.

Subyek penanya:
Aku belum jelas. Misal aku ingin mengetahui hakekat satu, hakekat banyak, hakekat diam, hakekat bergerak, hakekat bergerak keluar, hakekat bergerak ke dalam, hakekat permulaan, hakekat bukan permulaan, hakekat akhiran, hakekat bukan akhiran, hakekat dalam pikiranmu, hakekat di dalam hatimu, hakekat relatif, hakekat absolut, hakekat benar, hakekat salah, hakekat baik, hakekat buruk, mandiri, hakekat tidak mandiri, hakekat tersembunyi, hakekat tidak tersembunyi, hakekat sebab, hakekat bukan sebab, hakekat konsisten, dan hakekat tidak konsisten.
Kemudian bagaimana caranya?

Orang tua berambut putih:
Tinggal letakkanlah kesadaranmu tentang di depan mereka semua?

Subyek penanya:
Jadi untuk mengetahui hakekat satu, maka aku harus punya kesadaran tentang satu begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat banyak, maka aku harus punya kesadaran tentang banyak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat diam, maka aku harus punya kesadaran tentang diam begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak keluar, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak keluar begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak ke dalam, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak ke dalam begitu?
..
dst..dst..?

Orang tua berambut putih:
Tepat sekali. Seterusnya silahkan berkomunikasi dengan hakekat-hakekat tersebut

Subyek penanya:
Wahai hakekat satu. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat satu:
Sejak lahir ibumu sudah menunjukkan satu tulunjuk jarinnya kepadamu. Setelah besar, engkau mengatahui bahwa ibumu hanyalah satu. Setelah remaja, engkau mempelajari bahwa Tuhan mu hanya ada satu. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat satu?

Subyek penanya:
Wahai hakekat banyak. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat banyak:
Sejak lahir engkau telah mengetahui banyak orang di sekitarmu. Setelah besar, engkau mempunyai banyak teman-teman. Setelah remaja dan dewasa engkau mempunyai banyak masalah. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat banyak?

Subyek penanya:
Wahai hakekat diam. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat diam:
Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?

Subyek penanya:
Wah..banyak sekali ternyata hakekat-hakekat itu yang harus aku sadari. Wahai orang tua berambut putih, jadi kalau begitu secara umum bagaimanakah aku bisa menyadari semua hakekat-hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Itulah sebenar-benar ilmumu. Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu.

45 comments:

  1. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kata hakikat (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), kebenaran, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

    ReplyDelete
  2. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Hakekat adalah apa yang ada dalam diri sebuah subjek. Setiap objek tidak bisa langsung mengenali hakekatnya, namun dalam rangka mengetahui hakekat dari dirinya sendiri maka dibutuhkan membaca dan membaca agar lebih mengetahui hakekat dari dirinya sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  3. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Diantara cara mudah menggapai hakikat adalah meletakkan kesadaran terhadap apa yang hendak di capai hakikatnya. Tatkala seorang sadar untuk apa dia diciptakan maka itulah sebenar-benarnya hakikat hidup. Menjalankan kewajiban dan menjauhi pantangan agar dapat mencapai tujuan hidupnya. Hanya saja terkadang seorang mempunyai masalah dalam meletakkan kesadarannya. Mengedepankan suatu yang hakikatnya di belakang dan terus berusaha menutupi hal yang harus di kedepankan. Disitu pada hakikatnya dia sedang terjebak mitos alias tertipu.

    ReplyDelete
  4. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi yang dipaparkan diatas, saya menyadari bahwa hakikat adalah sesuatu yang sulit untuk di pahami. Untuk memahami hakikat diperlukan kesadaran dalam diri masing-masing. Kesadaran yang mencakup keseluruhan ruang dan waktu. Untuk memahami itu dibutuhkan adanya pemahaman mengenai diri sendiri secara keseluruhan. Membaca dan terus membaca dapat membantu seseorang menemukan kesadaran akan ruang dan waktu dirinya sendiri yang cukup luas yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memahami hakikat.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran. Untuk dapat menggapai hakekat, perlu adanya kesadaran dalam diri kita masing-masing. Artinya untuk mengetahui sesuatu hal diperlukan pemahaman dan kesadaran mengenai hal tersebut. Dan tentunya upaya yang dilakukan itu membutuhkan proses yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaran kita di depan mereka. Agar kita dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah yang ada dan mungkin ada itu dalam ruang dan waktu. Sesungguhnya ilmu yang tertinggi adalah pengakuan kita bahwa kita tidak dapat mengerti hakekat apapun. Sedangkan serendah-rendah ilmu kita adalah pengakuan kita bahwa kita merasa bisa mengerti hakekat apapun. Sesungguhnya manusia dengan segala keterbatasannya tak akan mampu mengerti hakekat apapun, dan bukan pada tempatnya manusia menyombongkan diri dengan merasa bisa mengerti hakekat tersebut. Sesungguhnya hanya Tuhan yang mengerti hakekat yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  7. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika kita ingin memahami hakekat, kita perlu membaca. Membaca disini adalah membaca dengan arti yang luas, yaitu membaca apa yang ada di dalam diri kita maupun apa yang ada di luar diri kita yaitu sesuatu yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  8. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan kalimat terakhir dari tulisan ini, dapat diketahui bahwa untuk dapat memahami hakekat itu dengan sebenar-benarnya kita perlu meletakkan kesadaran akan suatu hakekat itu sendiri. Dan kita perlu untuk menerjemahkan suatu hakekat tersebut pada diri kira berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Terimakasih bapak, saya terkesan dengan postingan di atas. Jikalau diperbolehkan saya ingin bertanya? Apakah cara dalam menggapai hakikat antara individu satu dengan indicidu lainnya memiliki kemiripan atau berbeda sama sekali?

    Misal saja jalan seorang manusia dalam memiliki kesadaran hakikat diam. Pada postingan di atas dituliskan bahwa "Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?". Berarti bisa saja saya menyadari hakikat diam tidak melalui objek gunung? atau bagaimana?. Tapi pada akhirnya, "Dalam elegi aku juga berusaha menggunakan bahasa konstatif, maksutnya saya berusaha menggambarkan kejadian atau fakta atau fenomena menggunakan gaya bahasaku sendiri". Nah bapak, apakah bahasa konstatif dalam elegi berhubungan dengan kesadaran seseorang dalam mencapai suatu hakikat? Terimakasih

    ReplyDelete
  10. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terkadang kita harus melalui beberapa peristiwa agar dapat mengetahui makna sebenarnya dari suatu keadaan. Sangat sulit mendeskripsikan sesuatu bila kita tidak cukup pengalaman dan ilmu mengenai suatu hal. Seperti elegi di atas, untuk menemukan hakekat-hakekat tidak cukup satu peristiwa dan rujukan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof,berdasarkan postingan ini saya berpendapat bahwa menggapai hakekat adalah bagaimana kita mengenali diri dengan berbagai perkembangan dan pengetahuannya. Sejauh mana perkembangan dan perngetahuan kita disitulah ketercapaian hakekat kita. Hakekat bersifat realtif, hakekat bersifat absolut, sejauh mana sebuah nilai bersifat realtifatau absolut, tergantung dari pencapaian kita.

    ReplyDelete
  12. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Setelah membaca ini, hal yang saya tangkap di sini adalah, si “penanya” berusaha memahami “hakekat”. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan oleh Hegel bahwa akal dan pikiran itu selalu berusaha mencapai “Yang Absolut”. Yang absolut ini hanya bisa dicapai dengan cara berefleksi. Suatu ketika J.G. Fichte menjelaskan “aku murni”/”Das absolute Ich” kepada murid-muridnya dengan berkata “Saudara-saudara pikirkanlah dinding itu, lalu pikirkanlah dia yang memikirkan dinding itu, pikirkanlah dia yang memikirkan dia yang memikirkan dinding itu, pikirkanlah dia yang memikirkan dia yang memikirkan dia yang memikirkan dinding itu, dst.”

    ReplyDelete
  13. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya tertarik dengan salah satu pernyataan yang menyebutkan bahwa untuk memahami hakikat-hakikat, sesorang harus mampu membaca semua yang berada di dalam maupun diluar kesadaranmu. Maka sesungguhnya membaca adalah kesadaran. Manusia ketika telah dewasa memiliki tingkat kesadaran yang lebih baik dibandingkan ketika anak-anak. Maka dari itu orang dewasa lebih mampu memaknai hakikat segala sesuatu dalam kehidupan ini. Dalam hal pembelajaran, guru lebih mengerti hakikat pembelajaran tersebut dibanding para siswanya. Oleh karena itu, guru wajib menyampaikan hakikat pembelajaran yang akan dilakukan kepada anak didiknya.

    ReplyDelete
  14. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pada elegi di atas, hakikat mengatakan," Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu."

    ReplyDelete
  15. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Prof. Seperti yang Bapak tulis di atas bahwa hakikat itu dalam dan luas serta keberadaannya dapat berada di dalam ataupun di luar diri seseorang. Ini menandakan bahwa butuh usaha yang serius untuk mengetahui makna atau hakikat sesuatu.

    ReplyDelete
  16. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi diatas yang dapat saya pahami yaitu bahwa hakekat itu sulit untuk diterjemahkan dengan definisi yang monoton. Dan letaknya bisa dimana saja dan sulit untuk memahaminya. Untuk memahaminya perlu dengan kesadaran. Perlu dengan sepenuh hati. Perlu dengan membaca banyak membaca situasi dan keadaan sekitar. Untuk memahami hakekat sesuatu maka kita harus menaruh kesadaran yang penuh akan hal itu. sadar saja ternyata tidak cukup, maka pelu lah kita menerjemahkan dan diterjemahkan akan sesuatu hal yang ingin kita cari hakekatnya. Maka letakkan diri pada ruang dan waktu yang pas.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berdasarkan elegi di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa untuk memmahami segala sesuatu di dunia ini haruslah berawal dari diri kita sendiri. Banyak belajar, membaca hal-hal yang berkaitan dengan yang ingin kita pahami adalah caranya. Termasuk dalam memahami hakekat, kita harus landasi dengan kesadaran. Kesadaran kita akan sesuatu itulah yang disebut hakekat.

    ReplyDelete
  18. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Dalam diri dan kehidupan seseorang terdapat banyak hakekat. Sebagian besar tidak kita sadari kehadirannya. Menurut saya hal ini terjadi karena kita cenderung melihat sesuatu tanpa melihat dari sudut filasafat. Dalam menjalani kehidupan, kita terlalu nyaman dengan dunia realisme sehingga jarang menengok ke dunia rasionalisme. Hal-hal yang terlihat, nyata, eksis. Sedangkan hal-hal ynag merupakan sifat dari hal tersebut adalah yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk menggapai hakikat kita sebagai seorang manusia, kita harus dalam keadaan sadar dan siap untuk berpikir dan memahami hakikat tersebut. Ketika kita dalam kondisi sadar kita akan bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan kondisi dimana sesuatu itu seharusnya ditempatkan. Tanpa kesadaran kita tidak akan bisa memahami hakikat bahkan kita tidak bisa menyadari tentang keberadaan kita di lingkungan kita. Sebagai seorang guru, kita juga harus memahami hakikat kita untuk bisa memahami siswa dan materi yang akan disampaikan, untuk itu kita harus sadar dan menyadari bahwa kita adalah seorang guru. Sehingga kita bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih dini dan lebih matang.

    ReplyDelete
  20. Dimas Candra Saputra
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Hakikat itu sangat dalam dan sangat luas. Untuk dapat memahami hakikat secara mendalam dan luas itu diperlukan banyak-banyak membaca. Dengan banyak membaca akan menumbuhkan kesadaran dalam memahami sesuatu. Namun, kita harus hati-hati agar kita tidak terjebak oleh kesadaran palsu. Ketika kita berhenti karena merasa telah menggapainya, maka kita akan terjebak mitos. Oleh karena itu, kita harus terus menerus membaca dan berikhtiar dalam menggapai hakikat.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Hakekat itu dasar. Sedangkan hakekat manusia adalah individu, individu adalah merdeka atau bebas, yang artinya punya hati dan pikiran masing-masing. Sehingga setiap yang ada di dunia ini memiliki hakekat masing-masing. Jika kita tidak memahami hakekat dari apa yang akan kita pelajari, terkadang kita akan salah dalam mengartikannya. Oleh karena itu, jika kita ingin memahami sesuatu tersebut, maka harus memahami dulu hakekatnya apa.

    ReplyDelete
  22. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    alangkah menyesalnya saya pak, saya membaca postingan ini setelah mendapatkan nilai 0 waktu tanya jawab minggu lalu. namun saya mulai berfikir mengapa harus menyesal? dari pertanyaan pertanyaan yang bapak lontarkan kmrin saya semakin sadar betapa pentingnya mengenal diri sendiri yang berupa hakikat ini.
    jika kita sudah tau bahwa kita adalah hakikat maka kita tidak akan dengan dungu melakukan hal memang bukan hakikatnya kita sebagai manusia. makin lama saya semakin paham bahwasannya manusia bermain didalam dirinya sendiri dan dialam pikirannya sendiri sadar maupun bawah sadar. sehingga ia pun sesuai dengan kodratnya sebagai hakikat tadi.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Setiap diri dilingkupi oleh hakekat.Untuk memahami hakikat diri sendiri amatlah sulit.Diri kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang ada pada pada diri kita bukanlah diri kita sendiri, melainkan sebuah bayangan yang tak pasti.Karena diri ini bisa berubah-ubah.Yang mampu memahami hakikat dirinya hanyanah Tuhan yang Kuasa.Wassalamulaikum wr wb

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan dialog dalam elegi menggapai hakekat ini saya memahami bahwa hakekat itu adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita mengenali dan memahami diri sendiri. Ketika ingin mengenali hakekat, hendaklah letakkan kesadaran di depan hakekat itu. Dan ketika ingin menggapai hakekat, maka sadarilah tentang hakekat-hakekat itu. Ini berarti dalam mengenali diri sendiri, letakkanlah kesadaran dalam mengenalinya berdasarkan pengetahuan dan ilmu yang dimiliki. Dan sebenar-benar menyadari dan menggapai akan hakekat adalah diri ini mampu mengenali diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  25. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit agas bacaan di atas. Sungguh aneh ketika tes jawab singkat “anda itu apa?” dan jawabannya adalah hakikat. Mungkin inilah jawaban dan penjelasan tersirat nya. Kita adalah hakikat. Hakikat diri kita adalah yang terlihat pada diri kita. Maka hendaklah kita bercermin dan sadar diri supaya kita tahu hakikat diri kita itu seperti apa. Sejak lahir hingga saat ini banyak sekali hakikat yang tercermin dari diri kita, entah benar-benar dari diri kita atau terbentuk karena orang lain. Jumlahnya pun sangat banyak dan kita tidak mampu untuk menghitungnya. Hakikat kita terkadang diri kita namun bisa juga oranglain. Namun, selain hakikat diri kita juga harus memahami dan menghargai hakikat oranglain. Banyak sekali hakikat-hakikat pada diri kita dan orang lain yang harus kita sadari. Jika kita bisa menggapai hakikat, maka seharusnya kita sadar dan aplikasikanlah pada ruang dan waktu yang tepat. Wallahu’alam bishowab.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Mencari dan memahami hakikat bagi saya bukanlah perkara mudah, walaupun kita bisa menunjukan keseriusan dalam mencari hakikat dengan cara mencari buku, namun hakikat terlalu dalam dan terlalu luas. Jika diberi kesempatan izinkan saya bertanya, apakah yang selama ini disebut sebagai hakikat ilmu, hakikat filsafat dan lain sebagainya benar-benar merupakan hakikat atau hanya imajiner terhadap hakikat itu sendiri?

    ReplyDelete
  27. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berdasarkan dari bacaan di atas, yang saya pahami bahwa hakikat adalah yang paling dalam dan paling luas, yang terkadang ada dalam diri namun terkadang ada diluar diri, untuk mengetahui hakikat ”sesuatu” diperlukan kesadaran terhadap hakikat dari “sesuatu” itu sendiri, dalam artian hakikat-hakikat disadari dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  28. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam elegi diatas terlihat jelas bahwa untuk menyadari akan keberadaan hakekat bukanlah hala yang mudah. Seperti dijalaskan bahwa untuk mencapai suatu hakekat kita harus meletakkan semua kesadaran kita didepan hakekat tersebut, agar kita mampu mengetahui akan hakekat itu. Dan dengan melakukan terjemah dan terjemahakan yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hakikat manusia adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah dapat dikatakan bahwa manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di dunia. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki derajat paling tinggi di antara ciptaan yang lain.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hakekat merupakan segala hal yang ada di dunia ini. Baik itu yang berwujud dan hidup, berwujud yang mati, maupun yang tak berwujud atau sifat. Sebenarnya sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bisa mengenal hakekat diri mereka sendiri. Cara mengetahuinya salah satunya adalah dengan melihat metafisik yang berada pada dirinya. Jika kita selalu melihat apa yang ada pada fisik kita saja, maka hakikat akan diri kita tidaklah akan tercapai. Namun, kita hanya mengenal diri kita berdasarkan fisik yang kita ketahui. Oleh akrenanya, untuk mengetahuinya, mulailah membaca hakikat-hakikat yang ada pada diri kita semua dengan cara terus belajar dan menanggalkan sifat kesombongan di dalam diri kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hakekat itu berada dan melekat pada diri seseorang. Hakekat pada dasarnya memiliki banyak arti. Untuk menggapai elegi tersebut, wajiblah seseorang memperoleh ilmu yang lebih. Karena untuk mengartikan suatu hakekat, diperlukan ilmu dengan cara membaca referensi-referensi yang sesuai. Sadar akan arti hakekat yang ada, maka sadar akan jati dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  32. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi menggapai hakekat ini kita belajar bahwa untuk mengenali hakekat maka kita perlu menempatkan kesadaran di depan hakekat tersebut. Bila kita ingin mengenali hakekat satu maka kita harus punya kesadaran tentang satu tersebut. namun masih ada pertanyaan yang mengganjal bagi saya, yaitu mengenai kesadaran, apa itu kesadaran? Bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah kita sudah sadar atau belum?

    ReplyDelete
  33. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Hermenetika.. siklus kehidupan yang terus bergerak, pencarian akan hakikat pun tak kunjung berhenti. Dalam dan semakin mendalam. Selama masih terikat ruang dan waktu, Kita masih akan terus mencari.

    ReplyDelete
  34. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Belajar, membaca, menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap manusia dari lahir hingga liang lahat. Dalam menjalankannya pastilah semua orang menginginkan hasil yang terbaik, untuk itu perlu memiliki keiklasan, ikhlas hati dan ikhlas pikir, mengetahui apa itu ilmu, untuk apa itu ilmu, pada dasarnya memahami hakekat ilmu itu sendiri. Dengan keikhalasan dan memahami hakekatnya pastilah akan menerima hasil yang baik.

    ReplyDelete
  35. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Hakikat adalah sifat yang hakiki atau sebenar-benar sifat yang dimiliki sebuah obyek. Untuk menggapai hakikat dari sebuah obyek kita harus meletakkan kesadaran dihadapan obyek tersebut sebagaimana dikatakan oleh orang tua berambut putih diatas. Ketika seseorang mampu menggapai hakikat sebuah obyek berarti orang tersebut telah benar-benar memahami obyek tersebut. Oleh karena itu untuk memahami suatu obyek kita harus menggapai hakikat dari obyek tersebut, Dan untuk menggapai hakikat dari obyek tersebut kita harus meletakkan kesadaran kita pada obyek tersebut dengan membaca dan terus membaca segala sesuatu yang berkaitan dengan obyek tersebut.

    ReplyDelete
  36. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ulasan yang sangat menarik. Saya dapat mencermati isi yang ada di dalamnya dengan sesungguhnya untuk mengenali hakekat berfokus pada kesadaran. Saya sangat sependapat bahwa kesadaran akan tindakan dan pikiran sangat penting. Tentunya disesuaikan juga dengan sadar akan ruang dan waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk itu sampai maut datang menjemput. Hakekat, membaca yang telah tersirat dan tersurat.

    ReplyDelete
  37. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Membaca elegi menggapai hakekat ini jadi teringat perkuliahan pada pertemuan kedua dan itu pertama kalinya ada tes jawab singkat. Dan pertanyaan pertama dari tes jawab singkat itu adalah “Anda itu apa?”, jika dijawab secara filsafat maka jawabannya “saya adalah hakekat”. Jadi haekat itu tentang berpikir dan berfilsafat. Hakekat ada di dalam diri kita masing-masing. Untuk mengenalai dan memahaminya kita harus berpikir secara sadar untuk menterjemah dan diterjemahkan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  38. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Pada dasarnya pada setiap keadaan terdapat hakekat, hanya saja kita tidak menyadarinya. Oleh karena itu, kita hidupm, membutuhkan kesadaran disetiap keadaan. Selain itu, kita juga membutuhkan banyak bacaab. Bacaan berguna untuk membuka pikiran kita sehingga dapat melihat dari berbagai sudut pandang. Kita juga harus menyadari diri kita sendiri, dengan bercemin kepada diri kita. Perlu diingat bahwa kita hidup segaris dan berputar serta berhermenitika dengan penuh kesadaran untuk menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  39. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hakekat hanya bisa dipahami jika kita berada dalam kesadaran. Hakekat suatu obyek sebenarnya ada di depan mata kita, namun kadang kita tidak sadar. Cara agar kita sadar adalah dengan banyak membaca, mengamati, dan merasakan. Dengan mengerti hakekat suatu obyek maka dengan sendirinya kita juga bisa memahami diri kita, kita bisa merefleksikan diri kita, sehingga bisa mengintrospeksi diri.

    ReplyDelete
  40. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Kebaikan seseorang menurut saya bagaikan hakikat. Maksudnya kadang kita tidak menyadari betapa banyaknya kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain kepada kita. Karena tertutup dengan satu kesalahan yang pernah dilakukan. Itulah manusia dari selembar kertas HVS yang berwarna putih, akan kalah dengan titik hitam yang berukuran 1/1000 dari warna putih dari kertas tersebut. Padahal warna putih tersebut tidak ada batasnya. Oleh karena itu, apabila ingin menggapai hakikat kita harus memperhatikan hal yang luas dan tidak ada batasannya serta menyadari hakikat berada di depan kita agar kita sadar tentang keberadaan hakikat itu.

    ReplyDelete
  41. Junianto
    17709251065
    PM C

    Melalui elegi saya mencoba belajar bagaimana memahami hakikat akan sesuatu. Yang saya pahami dari elegi ini adalah bahwa hakikat yang sebenarnya dari segala sesuatu itu lebih dari apa yang kita ketahui selama ini. Hakikat yang kita ketahui selama ini akan suatu hal masih belum bisa menjelaskan hakikat yang sebenarnya. Untuk menggapai hakikat yang sebenarnya maka kita harus menggunakan segala kesadaran, ikhlas hati, dan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  42. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Untuk mengetahui hakikat maka harus memiliki pemikiran dan intuisi yang luas, karena hakikat adalah sesuatu yang lebih luas dibandingkan apapun dan lebih dalam dari apapun. Tetapi kadang hakikat ada di dalam diri, dan kadang pula di luar diri. Sebenar-benarnya hakikat adalah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  43. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya menyimpulkan bahwa, untuk memahami sesuatu yang ada dalam kehidupan ini itu bermula dari diri kita sendiri. Diri ini, harus terlebih dahulu memiliki kesadaran mengenai apa yang ingin dipahami. Begitu pula sebuah hakikat, untuk memahami hakikat kita harus merefleksikan diri kita sendiri dan menyadari keberadaannya. Untuk menumbuhkan kesadaran tersebut, kita dapat memulainya dengan terus belajar dan belajar serta membaca dan membaca tak lupa berdoa dan berdoa. Terimakasih.

    ReplyDelete
  44. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    hal yang saya dapatkan dari tulisan ini adalah bahwa untuk memahami hakikat sesuatu maka kita harus meletakkan kesadaran tentang hal itu. ada banyak hal yang bisa kita jelaskan dengan membuka pintu kesadaran kita. seperti yang bapak contohkan dengan hakikat satu dan hakikat banyak dan diam. untuk memiliki sensitivitas kesadaran maka diperlukan ilmu pengetahuan, semakin banyak seseorang membaca maka akan semakin banyak pula ilmu yang ia punya untuk membuka cakrawala kesadaran.

    ReplyDelete
  45. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya dapat mengambil pelajaran dari elegi ini, bahwa semua berawal dari kesadaran dari diri masing-masing, dimana dengan kesadaran kita dapat mengetahui apa yang hendak ingin diketahui. Selain kesadaran hal lain yang mendukung adalah ilmu pengetahuan yang dimiliki. Segala ilmu pengetahuan yang dimiliki harus lah dimulai dengan usaha untuk mencarinya, mencari tau hal tersbut dapat dimulai dengan rajin membaca dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman hidup yang terjadi, sehingga dengan hal tersebut kita dapat menjadi pribadi yang mempunyai pengetahuan yang luas.

    ReplyDelete