Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Diri




Oleh Marsigit

Monolog diriku:
Setelah membaca banyak elegi, aku menjadi tidak yakin terhadap diriku sendiri, siapakah diriku itu sebenarnya?

Orang tua berambut putih datang:
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah..dst.

Diriku:
Jadi kalau begitu....

Orang tua berambut putih:
Inilah kesaksianku, bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu. Engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai apapun, atau sama sekali engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai bukan apapun. Namun begitu engkau telah menunjuk dirimu, maka tertutuplah dirimu itu.

Diriku:
Kalau begitu siapakah diriku itu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau belum juga jelas, maka akan aku jelaskan. Sebenar-benar dirimu adalah satu, atau dua, atau banyak, atau semuanya dari berikut ini:
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah..dst.

42 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Diriku adalah aku. Diriku adalah pemikiranku, tindakanku, sifat-sifat ku. Diriku itu satu, tidak ada yang menyamai diriku karena Allah menciptakan setiap makhluk-NYA dengan sifat dan ciri khas berbeda-beda. Sering kali aku menjumpai orang yang salah mengerti tentang diriku pada saat perkenalan awal. Mereka mengira aku pendiam, padahal aku tidak demikian. Aku sangat terbuka, semua orang boleh mengenalku. Selain terbuka, aku juga berusaha jujur. Tetapi banyak teman yang mengatakan bahwa terlalu jujur itu tidak baik. Aku menganggap bahwa kejujuranku sama dengan keterbukaanku. Tetapi ada orang yang mengatakan bahwa jujur dan terbuka itu sangat berbeda. Suatu ketika aku mendapatkan masalah karena keterbukaan dan kejujuran. Karena itu, saat ini aku selalu berhati-hati tentang kedua hal tersebut agar tidak terjatuh kedua kalinya di lubang yang sama.

    ReplyDelete
  2. Diriku bukanlah Aku. Diriku menyesuaikan ruang dan waktuku. Terkadang juga harus menyesuaikan ruang dan waktu orang lain. Diriku yang tadi tidaklah sama dengan diriku yang sekarang. Diriku yang sekarang tidaklah sama dengan diriku yang nanti. Diriku hari ini tidak akan sama dengan yang kemarin dan dengan diriku besok. Semua tentang diriku tergantung dengan ruang dan waktuku. Sekarang aku tengah membuat komen tentang elegi menggapai diri, tetapi nanti saya sudah membaca tentang elegi lainnya. Itu lah sebenar-benarnya tentang diriku. Tetapi satu hal yang harus diingat, bahwa diriku hari ini harus lebih baik dari yang kemarin, dan diriku esok hari harus lebih baik dari diriku yang sekarang. Begitupun seterusnya sehingga diriku dapat bermanfaat bagi orang-orang disekitarku dan yang aku cintai.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    yang saya pahami dari elegi ini bahwa kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun, karena kita bersifat terbuka. Banyak sudut pandang yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan dri kita. Akan tetapi menurut saya tidak hanya diri kita yang dapat mendefinisikan kita, orang lain akan jauh lebih obyektif dalam mendefinisikan diri kita. Mendefinisikan diri kita merupakan salah satu bentuk refleksi diri yang bermanfaat bagi kita.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Bahagia itu ketika kita menjadi diri kita sendiri dengan mengadopsi tingkah laku dan gaya sesorang menjadi panutan positif bagi kita. Terkadang kita merasa tidak percaya diri dengan apa yang kita miliki dari elegi ini mengingatkan kita untuk tetap menjadi diri sendiri untuk menjadi diri sendiri, kita perlu memahami dan mengenal diri kita sendiri . Kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun atau bisa mendefinisikan diri kita sebagai bukan apapun. Diperlukan perenungan yang mendalam untuk memahami siapa diri kita. Mau dibawa ke arah mana diri kita itu tergantung diri masing-masing untuk dapat mengenali diri maka kita perlu juga merefleksi diri, dengan bercermin dan melihat siapa dan bagaimana diri kita.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Elegi menggapai diri menurut saya tentang bagaimana kita mendefinisikan atau memandang diri kita sendiri. Ini tenatang siapa kita di ruang dan waktu tertentu, Sebenarnya siapa diri kita? Jawabannya ada pada masing-masing individu, bagaimana kita memandang diri kita dari perspektif apa memandang diri masing-masing serta bagaimana kebiasaan yang kita lakukan. Akan menjadi apa diri kita ditentukan oleh tujuan hidup masing-masing dan bagaimana kita mencapai tujuan tersebut. Dalam menjalani kehidupan, kita mempunyai banyak pilihan bagaimana kita mendefinisikan diri sendiri dan bagaimana kita menentukan tujuan hidup masing-masing. Setiap orang dapat mendefinisikan diri mereka masing-masing dalam bentuk yang bermacam-macam, karena setiap orang itu unik dan dari keunikan itu tidak heran jika banyak orang mengenal dirinya sendiri dengan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi diri yang dituangkan dengan berbagai karya.

    ReplyDelete
  6. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kadang dengan apa yang telah kita miliki, kita masih kurang memiliki percara diri. Elegi ini mengingatkan kita agar selalu percara diri untuk tetap menjadi diri sendiri. Dalam memahami diri sendiri, kita perlu adanya renungan untuk memahami diri kita. Terdapat pula faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi diri kita, namun tidak sepenuhnya berpengaruh dan sebagai pengendali total, karena pengendali total sebenarnnya ialah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya tertarik dengan elegi diatas pada bagian sebenar – benar dirimu itu adalah relasimu. Aku adalah relasiku. Bagaimana aku membangun relasi, itulah aku. Jika membangun relasi dengan baik maka orang akan juga akan menanggapi relasi dan membangun relasi baik juga dengan kita, tetapi sebaliknya jika relasi yang dibangun tidak baik maka orang juga akan membangun relasi yang tidak baik juga dengan kita. Sebanyak apa relasi kita tergantung dari masing – masing pribadi. Relasi yang baik diharapkan akan saling mnedukung dan membantu dalam hal – hal yang positif. Dengan relasi juga akan menambah saudara. Denga n begitu, dapat dikatakan bahwa relasiku adalah aku.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benar menggapai diri ialah ketika aku mendefinisikan diriku sendiri atau mengabstraksi diriku sendiri tentang yang ada dan yang mungkin ada dalam diriku, tidak akan mampu mendefinisikan diriku karena terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafatku ialah diriku yang berarti pandanganku. Mengenai apa yang akan aku definisi tentang diriku, itu adalah pikiranku. Kekuatan pikiranku lah yang dapat mendefinisikannya. Sehingga masing- masing individu dapat mendefinisikan dirinya masing- masing sesuai ruang dan waktunya. Karena segala sesuatu yang ada dalam diri kita ialah refleksi dari pikiran dan hati kita.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi menggapai diri. Tidaklah mudah untuk mengetahui siapa diri kita. Bagaimana diri kita. Apa yang telah kita lakukan. Benarkah atau salahkah dengan apa yang telah kita perbuat. Namun tak sebaliknya, sangat mudah bagi diri kita untuk menilai orang lain. Kita mudah menyimpulkan bahwa orang itu salah. Kita mudah menilai apa yang dilakukan oleh orang itu tidak benar. Padahal kita tidak tahu apa yang dilakukan itu sudah benar. Menggapai diri, jadikan diri kita seorang yang berguna. Diri kita itu tak terbatas. Jadi apa saja yang akan kita lakukan itu semuanya bisa menjadikan diri kita. Apakah yang kita lakukan itu benar atau salah, itulah diri kita. Kitalah yang melakukan. Jadi, jika diri kita ingin di hormati oleh orang lain, hormatilah orang lain. Jangan melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup adalah pilihan. Yang mana dalam kehidupan itu ada dua jalan ada yang mengarah kekanan dan ada yang ke kiri, dimanajikalau kekanan kearah kebaikan dan kekiri kearah keburukan.. kita tahu bahwa diriku itu adalah Aku, diriku adalah pemikiran ku, diriku adalah tindakan ku, diriku adalah ruang dan waktu ku, itu semua adalah sebuah diri kita yang memang kita sendiri yang menetukan pilihan itu karena sebenar-benar diriku adalah aku yang mencari jalan hidup aku yang mencari kebenaran.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Diriku itu berubah sesuai dengan ruang dan waktuku. Diriku adalah anak dari ayah ibuku ketika di rumah, diriku adalah guru jika di sekolah, diriku adalah mahasiswa jika di kampus, dan lain sebagainya. Diriku tidak bisa lepas dari ruang dan waktuku.
    Elegi ini memberi tahu tentang diri kita. Kita seharusnya bersifat terbuka. Karena diri kita ditentukan oleh keadaan kita sekarang. Kita harus mengembangkan pengetahuan untuk menjadi oleh yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya dapat memahami dari elegi ini bahwa kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun, tergantung pada situasi dan kondisi karena manusia merupakan mahluk sosial yang bersifat terbuka. Banyak sudut pandang yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan dri kita. Akan tetapi menurut saya tidak hanya diri kita yang dapat mendefinisikan kita, orang lain akan jauh lebih obyektif dalam mendefinisikan diri kita. Mendefinisikan diri kita merupakan salah satu bentuk refleksi diri yang bermanfaat bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebenar – benarnya diriku adalah menyesuaikan ruang dan waktu. Diriku tak selalu salah. Diriku tak selalu benar. Karena diriku tak terikat dari ruang dan waktu. Diriku salah, namun dengan ruang dan waktu tertentu akan bernilai benar. Diriku mungkin benar, namun jika tak sesuai dengan ruang dan waktu yang ada maka diriku akan terlihat salah.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari ‘Elegi Menggapai Diri’ tersebut dapat diketahui bahwasannya diri kita itu bersifat terbuka selagi kita belum menunjuk diri kita. Sering kita mendengar retorika “Who Am I?”. Sebenarnya siapakah diri kita itu hanya mampu dijawab oleh kita masing-masing. Tergantung dalam konteks apa pun hanya kita yang mampu menjawab. Karena kejujuran hati manusia hanyalah manusia itu yang tahu. Manusia lain tidak akan tahu apa isi hati manusia lain, kecuali Tuhannya yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Siapakah kita? pertanyaan ini adalah pertanyaan yang memiliki banyak jawaban. Kita bisa mendefinisikan diri kita sesuai dengan fisik yang kita miliki, sifat yang kita miliki, tingkah laku yang kita miliki, bahkan asal-usul yang melekat pada diri kita masing-masing. Jadi apa pun yang kita lakukan, itulah ciri khas dari diri kita masing-masing. Terkadang baik, terkadang pula buruk. Sehingga sebaiknya kita menampilkan diri kita sebagai orang yang baik jika ingin orang lain menganggap diri kita baik, namun sebaiknya jika kita ingin dipandang buruk, maka kita lakukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  17. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berusaha memahami diri sendiri sama halnya dengan memaknai seperti apa wajah kita. Menggapai diri dan menggapai wajah mempunyai kesamaan, yaitu terserah kita, bisa menjadi apapun yang kita mau. Karena kita adalah dewa dari diri dan wajah. Kita bisa baik, kita bisa juga buruk, kita bisa dermawan, kita bisa juga serakah. Saat kita menginginkan diri sendiri menjadi baik, jadikanlah orang-orang bijak sebagai panutannya. Nabi dan Rosul adalah panutan tepat. Sebagai seorang pendidik tentunya menjadi hal penting untuk dapat menempatkan diri. Bagaimana ketika pendidik berada di dalam kelas, bagaimana ketika pendidik berada di luar lingkungan sekolah, bagaimana pendidik bergaul dengan siswa, sesama pendidik, dan masyarakat.

    ReplyDelete
  18. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Elegi menggapai diri. Menilai diri sendiri terkadang memang lebih sulit dari menilai orang lain. Ada tak terhingga definisi tentang siapa diri kita selagi kita belum meunjuk siapa kita.Kita bisa menunjuk sebagai apapun yang kita mau, namun kita harus berusaha obyektif dan benar benar merefleksi diri agar selanjutnya apa yang kita kenali dapat menjadi langkah perbaikan mwnjadi pribadi yang lebih baik lagi. Atau jika dalam pembelajaran agar pembelajaran yang kita lakukan dapat kita perbaiki dan perbaiki lagi.

    ReplyDelete
  19. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Setiap orang dalam hidup adalah berada dalam proses untuk memahami dirinya sendiri. Orang yang telah memahami dirinya dan memahami apa sebenarnya kedudukannya, maka dia telah memahami siapa Tuhannya. Menggapai diri tidaklah mudah, perlu proses dan pembelajaran yang panjang. terkadang beberapa orang kesulitan untuk memahami dirinya sendiri, tetapi haruslah tetap untuk berusaha memahaminya, karena pemahaman tentang diri akan membuat kita sadar, tidak lalai, dan tidak dholim terhadap diri kita sendiri, lingkungan sekitar, serta hal-hal yang berhubungan dengan diri kita.

    ReplyDelete
  20. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Siapa diriku yang sebenarnya?
    Sebenar-benarnya diri kita adalah sesuai ruang dan waktu pada suatu keadaan yang ada dan mungkin ada. Diriku yang dulu bukanlah diriku yang sekarang, diriku yang kemarin bukanlah diriku yang sekarang, diriku yang satu menit yang lalu bukanlah diriku yang sekarang. Maka, diperlukan perenungan yang mendalam untuk memahami siapa diri kita. Dan bahkan untuk melengkapi jawaban akan kepahaman tentang diri kita diperlukan tanggapan dari orang-orang di sekitar kita juga. Dapat dipastikan setiap jawaban dari teman kita pasti berbeda-beda. Oleh karenanya, diriku adalah berbeda-beda.

    ReplyDelete
  21. Siapakah diri ini? Kita mungkin mengatakan hal-hla yang baik tentang diri kita tetapi sulit bagi kita untuk menjelaskan diri ini secara rinci. Menyebutkan yang baik dan menghilangkan yang jelek akan menjadi diri yang kurang baik. Manusia sangat terbatas dan manusia yang jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Hidup adalah perjalanan untuk menggapai diri, dari mitos menjadi logos. Menjadi logos yang tahu batas-batasannya agar tidak terperangkap menjadi mitos. Tidak ada yang layak kita sombongkan dari diri kita, karena segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan yang Tuhan anugerahkan bagi kita.

    ReplyDelete
  22. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sebenar-benarnya diri kita bersifat terbuka maksudnya setiap manusia mempunyai bermilyar-milyar sifat, tidak akan ada habisnya bila sifat itu diuraikan. Kita bisa mendefinisikan diri kita seperti apapun semau kita. Jadi pada akhirnya, kita tidak bisa mendefinisikan secara pasti apa dan bagaimana itu diri kita. Oleh karena itu, sangat sulit untuk menggapai diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  23. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai diri mengenai potensi yang ada dalam diri individu yang bergantung pada apa aktivitas yang dilakukan, apa bahasa yang digunakan dan lain sebagainya. Dan sebenar-benar dirimu adalah sikapmu. Saya sangat setuju, seseorang akan di hargai atau bahkan di acuhkan dalam masyarakat bergantung dengan sikap seseorang dalam bertindak dan bertutur kata. Semakin orang itu menghargai orang lain, maka akan terjadi timbal balik yang sama yaitu ia juga akan dihargai. Dan sebaliknya jika ia tidak menjaga sikapnya maka ia tidak akan pernah dihargai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  24. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Masih banyak manusia yang belum bisa mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya sehingga dia tidak tahu tujuan hidupnya. Kalaulah seseorang itu mengetahui akan dirinya maka tidak akan ada yang namanya mabuk-mabukkan, merokok dan segala sesuatu yang akan menyakiti dirinya. Sehingga tugas pendidik adalah bagaimana pendidik itu bisa menyampaikan ilmunya kepada siswa sehingga siswa bisa menggapai dirinya.

    ReplyDelete
  25. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jadi sebenar-benarnya diriku itu adalah terserah pada diriku, jika diriku melakukan hal yang baik, maka diriku juga akan mendapatnya balasan yang baik, itu juga berlaku sebaliknya jika kita melakukan hal yang buruk maka akan mendapatkan balasan yang buruk pula.
    terimakasih

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Siapakah diri? Diri adalah yang akan bertanggungjawab diakhirat nanti. Bukan tubuh ini, bukan pula ruh ini. Tubuh dan ruh ini hanyalah pinjaman yang suatu saat harus dikembalikan kepada pemiliknya. Diri ini bukan pula wajah. Wajah ini adalah pikiran orang yang melihatnya. Hakikat wajah ini adalah cerminan dari pikiran dan perasaan diri.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Manusia itu memiliki berjuta-juta bahkan bermiliyar-miliar sifat yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Mengenal diri kita sendiri, mengenal hakekat diri kita, sebenar - benar diri kita, tidak akan pernah bisa didefinisikan dengan pasti. Diri kita adalah kita sendiri yang menentukan. Menggapai dirinya dengan cara lebih mengetahui dan mengenal siapa dirinya yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa siapa diriku adalah diriku sendiri. diriku itu berbeda dengan orang lain. Diriku itu ruang dan waktuku yang berbeda dengan ruang dan wktumu. Aku adalah aku yang bukan kamu dan berbeda dari mereka. Aku tidak dapat disamakan dengan dirimu ataupun mereka.

    ReplyDelete
  29. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Diriku adalah diriku, dirimu tidak tahu semua kelemahan yang ada pada diriku, hanya diriku yang tahu semua tentang diriku, maka kesadaran diri sangat penting untuk menutupi kelemahan sehingga menjadi individu yang lebih baik.

    ReplyDelete
  30. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna dari menggapai diri adalah dapat memahami apa yang ada dalam diri kita sendiri. pada kenyataanya untuk menggapai diri adalah sesuatu yang tidak mudah, manusia sering kali dengan menilai orang lain, tetapi tidak bercermin pada dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk memahami dirinya sendiri pun susuah apalagi memahami orang lain. Karena dalam memahami dirinya yang sekarang mereka terhalahing oleh ruang dan waktu. Untuk menunjuk diriku yang sekarang maka diriku akan melewati waktu untuk menujuk diriku pada saat sekarang yaitu diriku yang mendatang. Sehingga manusia tidak adapat menujukkan dirinya karena terbatas oleh ruang dan waktu. Makna lebih dalamnya, bahwa manusai memeliki pengetahuan yang berbeda dari waktu ke waktu, tentunya mengharapkan kemajuan dam berpikirnya itu. Akibatnya untuk menganal hal lain selain dirinya pun demikian tidak dapat langsung mengena hal lain sekaran namun pada ruang dan waktu terdahulu.

    ReplyDelete
  32. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengetahui siapa diriku sama saja dengan memahami sifat, perilaku, pengetahuan, motivasi, pengalaman, dan banyak hal lain yang ada pada diriku. Saat hal tersebut telah dipahami, maka dengan mudahnya diriku dapat bercerita siapa sebenarnya diriku dan mampu menunjukkan eksistensi diriku di lingkungan sekitarnya. Tentu dalam suatu kondisi atau ruang dan waktu tertentu

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca Elegi Menggapai Diri, saya mendapatkan pelajaran bahwa dalam kehidupan ini kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan dan yang kita cita-citakan. Kita bisa meraihnya dengan usaha dan yang disertai dengan doa. Setelah kita menentukan pilihan untuk menjalani hidup ini, maka kita tinggal melakukannya dengan sebaik-baiknya, dengan serius, fokus serta penuh tanggung jawab.

    ReplyDelete
  34. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Diriku bersifat terbuka selama aku belum membatasi siapa diriku. Dalam hal ini aku bisa mendefinisikan diriku sebagai apapun itu dengan berbagai sifat. Bahkan aku juga bisa mendefinisikan diriku buka sebagai apapun. Akan tetapi setelah aku menentukan siapa diriku, maka tertutuplah diriku.

    ReplyDelete
  35. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Diriku memang terbatas oleh ruang dan waktu. Dari sifat diriku yang terbuka aku dapat menjadi apapun menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Akan tetapi setelah mendefinisikan diri tentu aku juga akan memiliki batasan dalam ruang dan waktu tersebut.

    ReplyDelete
  36. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menceritakan tentang bagaimana kita mampu menjadi diri sendiri tanpa mengadopsi diri orang lain. Artinya, kita tidak perlu menjadi orang lain hanya untuk menarik perhatian orang lain. Kita hanya cukup menjadi diri sendiri, biar orang lain yang hatinya ikhlaslah yang menerima kita apa adanya.

    ReplyDelete
  37. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bercermin dan lihatlah pada cermin maka kamu akan menemukan pantulan diri mu pantulan fisikmu. Lihatlah bagaimana teman-temanmu memperlakukanmu, lihatlah sikap dan akhlak jodohmu maka kamu akan tahu cerminan dirimu.

    ReplyDelete
  38. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika kamu bersama sosok yang membanggakan dengan akhlaknya dengan keimananya, tersenyumlah karena cerminmu membahagiakan menentramkan jiwa. Tapi tentu bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan itu semua, perlu untuk memperbaiki diri dengan benar-benar tulus ikhlas dan perjuangan.

    ReplyDelete
  39. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pencarian jati diri terus masih beranjut hingga kita menemukan kebahagiaan yang sejati ketentraman hati yang hakiki. Mencari makna dalam hidup dan mendapatkan tujuan kekal berada di dunia.

    ReplyDelete
  40. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Elegi ini mengandung makna diri kita sebenarnya. Maka cintailah diri kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Yakinlah bahwa segala yang terjadi pada diri kita merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  41. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sebenar-benar dirik kita itu bersifat terbuka, selagi kita belum menunjuk diri kita. Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Sepanjang hidupnya, manusia menggunakan metode reduksi untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu. Sebenar-benar metode reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Manusia tak akan pernah bisa menggapai lengkap, karena sebenar-benar lengkap adalah lengkap absolut. Lengkap absolut adalah kelengkapan yang hanya dimiliki Tuhan YME.

    ReplyDelete
  42. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menggapai diri bukanlah perkara yang mudah. seringkali kita salah menilai diri sendiri. selagi kita belum mennunjuk siapa diri kita, maka kita akan senantiasa selalu bersifat kontradiktif. maka menurut saya, kita perlu untuk menunjuk siapa diri kita, sebagai dasar bagi kita untuk melangkah dalam menjejaki kehidupan ini. dan tentu kita harus konsisten terhadap apa pilihan kita.

    ReplyDelete