Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Diri




Oleh Marsigit

Monolog diriku:
Setelah membaca banyak elegi, aku menjadi tidak yakin terhadap diriku sendiri, siapakah diriku itu sebenarnya?

Orang tua berambut putih datang:
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah..dst.

Diriku:
Jadi kalau begitu....

Orang tua berambut putih:
Inilah kesaksianku, bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu. Engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai apapun, atau sama sekali engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai bukan apapun. Namun begitu engkau telah menunjuk dirimu, maka tertutuplah dirimu itu.

Diriku:
Kalau begitu siapakah diriku itu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau belum juga jelas, maka akan aku jelaskan. Sebenar-benar dirimu adalah satu, atau dua, atau banyak, atau semuanya dari berikut ini:
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah..dst.

12 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Diriku adalah aku. Diriku adalah pemikiranku, tindakanku, sifat-sifat ku. Diriku itu satu, tidak ada yang menyamai diriku karena Allah menciptakan setiap makhluk-NYA dengan sifat dan ciri khas berbeda-beda. Sering kali aku menjumpai orang yang salah mengerti tentang diriku pada saat perkenalan awal. Mereka mengira aku pendiam, padahal aku tidak demikian. Aku sangat terbuka, semua orang boleh mengenalku. Selain terbuka, aku juga berusaha jujur. Tetapi banyak teman yang mengatakan bahwa terlalu jujur itu tidak baik. Aku menganggap bahwa kejujuranku sama dengan keterbukaanku. Tetapi ada orang yang mengatakan bahwa jujur dan terbuka itu sangat berbeda. Suatu ketika aku mendapatkan masalah karena keterbukaan dan kejujuran. Karena itu, saat ini aku selalu berhati-hati tentang kedua hal tersebut agar tidak terjatuh kedua kalinya di lubang yang sama.

    ReplyDelete
  2. Diriku bukanlah Aku. Diriku menyesuaikan ruang dan waktuku. Terkadang juga harus menyesuaikan ruang dan waktu orang lain. Diriku yang tadi tidaklah sama dengan diriku yang sekarang. Diriku yang sekarang tidaklah sama dengan diriku yang nanti. Diriku hari ini tidak akan sama dengan yang kemarin dan dengan diriku besok. Semua tentang diriku tergantung dengan ruang dan waktuku. Sekarang aku tengah membuat komen tentang elegi menggapai diri, tetapi nanti saya sudah membaca tentang elegi lainnya. Itu lah sebenar-benarnya tentang diriku. Tetapi satu hal yang harus diingat, bahwa diriku hari ini harus lebih baik dari yang kemarin, dan diriku esok hari harus lebih baik dari diriku yang sekarang. Begitupun seterusnya sehingga diriku dapat bermanfaat bagi orang-orang disekitarku dan yang aku cintai.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    yang saya pahami dari elegi ini bahwa kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun, karena kita bersifat terbuka. Banyak sudut pandang yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan dri kita. Akan tetapi menurut saya tidak hanya diri kita yang dapat mendefinisikan kita, orang lain akan jauh lebih obyektif dalam mendefinisikan diri kita. Mendefinisikan diri kita merupakan salah satu bentuk refleksi diri yang bermanfaat bagi kita.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Bahagia itu ketika kita menjadi diri kita sendiri dengan mengadopsi tingkah laku dan gaya sesorang menjadi panutan positif bagi kita. Terkadang kita merasa tidak percaya diri dengan apa yang kita miliki dari elegi ini mengingatkan kita untuk tetap menjadi diri sendiri untuk menjadi diri sendiri, kita perlu memahami dan mengenal diri kita sendiri . Kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun atau bisa mendefinisikan diri kita sebagai bukan apapun. Diperlukan perenungan yang mendalam untuk memahami siapa diri kita. Mau dibawa ke arah mana diri kita itu tergantung diri masing-masing untuk dapat mengenali diri maka kita perlu juga merefleksi diri, dengan bercermin dan melihat siapa dan bagaimana diri kita.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Elegi menggapai diri menurut saya tentang bagaimana kita mendefinisikan atau memandang diri kita sendiri. Ini tenatang siapa kita di ruang dan waktu tertentu, Sebenarnya siapa diri kita? Jawabannya ada pada masing-masing individu, bagaimana kita memandang diri kita dari perspektif apa memandang diri masing-masing serta bagaimana kebiasaan yang kita lakukan. Akan menjadi apa diri kita ditentukan oleh tujuan hidup masing-masing dan bagaimana kita mencapai tujuan tersebut. Dalam menjalani kehidupan, kita mempunyai banyak pilihan bagaimana kita mendefinisikan diri sendiri dan bagaimana kita menentukan tujuan hidup masing-masing. Setiap orang dapat mendefinisikan diri mereka masing-masing dalam bentuk yang bermacam-macam, karena setiap orang itu unik dan dari keunikan itu tidak heran jika banyak orang mengenal dirinya sendiri dengan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi diri yang dituangkan dengan berbagai karya.

    ReplyDelete
  6. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kadang dengan apa yang telah kita miliki, kita masih kurang memiliki percara diri. Elegi ini mengingatkan kita agar selalu percara diri untuk tetap menjadi diri sendiri. Dalam memahami diri sendiri, kita perlu adanya renungan untuk memahami diri kita. Terdapat pula faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi diri kita, namun tidak sepenuhnya berpengaruh dan sebagai pengendali total, karena pengendali total sebenarnnya ialah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya tertarik dengan elegi diatas pada bagian sebenar – benar dirimu itu adalah relasimu. Aku adalah relasiku. Bagaimana aku membangun relasi, itulah aku. Jika membangun relasi dengan baik maka orang akan juga akan menanggapi relasi dan membangun relasi baik juga dengan kita, tetapi sebaliknya jika relasi yang dibangun tidak baik maka orang juga akan membangun relasi yang tidak baik juga dengan kita. Sebanyak apa relasi kita tergantung dari masing – masing pribadi. Relasi yang baik diharapkan akan saling mnedukung dan membantu dalam hal – hal yang positif. Dengan relasi juga akan menambah saudara. Denga n begitu, dapat dikatakan bahwa relasiku adalah aku.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benar menggapai diri ialah ketika aku mendefinisikan diriku sendiri atau mengabstraksi diriku sendiri tentang yang ada dan yang mungkin ada dalam diriku, tidak akan mampu mendefinisikan diriku karena terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafatku ialah diriku yang berarti pandanganku. Mengenai apa yang akan aku definisi tentang diriku, itu adalah pikiranku. Kekuatan pikiranku lah yang dapat mendefinisikannya. Sehingga masing- masing individu dapat mendefinisikan dirinya masing- masing sesuai ruang dan waktunya. Karena segala sesuatu yang ada dalam diri kita ialah refleksi dari pikiran dan hati kita.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi menggapai diri. Tidaklah mudah untuk mengetahui siapa diri kita. Bagaimana diri kita. Apa yang telah kita lakukan. Benarkah atau salahkah dengan apa yang telah kita perbuat. Namun tak sebaliknya, sangat mudah bagi diri kita untuk menilai orang lain. Kita mudah menyimpulkan bahwa orang itu salah. Kita mudah menilai apa yang dilakukan oleh orang itu tidak benar. Padahal kita tidak tahu apa yang dilakukan itu sudah benar. Menggapai diri, jadikan diri kita seorang yang berguna. Diri kita itu tak terbatas. Jadi apa saja yang akan kita lakukan itu semuanya bisa menjadikan diri kita. Apakah yang kita lakukan itu benar atau salah, itulah diri kita. Kitalah yang melakukan. Jadi, jika diri kita ingin di hormati oleh orang lain, hormatilah orang lain. Jangan melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup adalah pilihan. Yang mana dalam kehidupan itu ada dua jalan ada yang mengarah kekanan dan ada yang ke kiri, dimanajikalau kekanan kearah kebaikan dan kekiri kearah keburukan.. kita tahu bahwa diriku itu adalah Aku, diriku adalah pemikiran ku, diriku adalah tindakan ku, diriku adalah ruang dan waktu ku, itu semua adalah sebuah diri kita yang memang kita sendiri yang menetukan pilihan itu karena sebenar-benar diriku adalah aku yang mencari jalan hidup aku yang mencari kebenaran.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Diriku itu berubah sesuai dengan ruang dan waktuku. Diriku adalah anak dari ayah ibuku ketika di rumah, diriku adalah guru jika di sekolah, diriku adalah mahasiswa jika di kampus, dan lain sebagainya. Diriku tidak bisa lepas dari ruang dan waktuku.
    Elegi ini memberi tahu tentang diri kita. Kita seharusnya bersifat terbuka. Karena diri kita ditentukan oleh keadaan kita sekarang. Kita harus mengembangkan pengetahuan untuk menjadi oleh yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete