Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Diri




Oleh Marsigit

Monolog diriku:
Setelah membaca banyak elegi, aku menjadi tidak yakin terhadap diriku sendiri, siapakah diriku itu sebenarnya?

Orang tua berambut putih datang:
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah..dst.

Diriku:
Jadi kalau begitu....

Orang tua berambut putih:
Inilah kesaksianku, bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu. Engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai apapun, atau sama sekali engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai bukan apapun. Namun begitu engkau telah menunjuk dirimu, maka tertutuplah dirimu itu.

Diriku:
Kalau begitu siapakah diriku itu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau belum juga jelas, maka akan aku jelaskan. Sebenar-benar dirimu adalah satu, atau dua, atau banyak, atau semuanya dari berikut ini:
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah..dst.

29 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia diberi kesempatan untuk memilih. Maka kita sendirilah yang dapat memilih siapa diri kita. Kita sendiri yang dapat menentukan pilihan kita. Kita yang memutuskan langkah kita menuju masa depan. Kita yang tahu potensi diri kita. Kita sendiri yang tau kejujuran kita. Kita yang tau keikhlasan kita. Kita yang tahu keburukan serta kebaikan diri kita. Maka kita sendiri yang menentukan akankah keberadaan kita di dunia ini akan memberikan manfaat bagi orang lain atau memberikan keburukan bagi orang lain. Karena sebenar- benar hidup adalah pilihan dan kita sendiri yang dapat memilih pilihan apa yang akan kita jalani. Dan dalam memilih kita harus ingat bahwa apa-apa yang kita pilih di dunia akan kita pertanggungjawabkan di akhirat. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk untuk memilih jalan kebenaran. Amin.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesungguhnya kita sedang berada di perbatasan. yang membedakan yang satu dan yang lain adalah keputusan. Sebagaimana konsep kehidupan, dipilih dan memilih. Maka bagaimana dirimu adalah keputusanmu. Bagaimana dirimu adalah pilihanmu. Dan sebenar-benar dirimu adalah ilmumu. Perbuatanmu, perkataanmu, interaksimu adalah bayangan dari pemikiranmu. Dengan demikian bukalah diri terhadap sesuatu yang positif agar ilmu terus berkembang dan kebaikan semakin melengkapi.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Menggapai diri adalah sebuah proses. Siapa diri kita sesungguhnya bukanlah hal pasti, sebab kita akan selalu berubah dan perubahan itu abadi melekat pada diri kita. Setiap orang harus selalu berusaha merubah diri agar tidak terjebak mitos. Berubah diri menuju arah yang lebih baik tentunya agar mampu menjadi manusia yang lebih bijak, lebih baik, dan lebih bermanfaat. Oleh sebab itu kita harus senantiasa belajar, menempa diri dengan latihan dan pengalaman, merasa haus dan lapar akan ilmu dan pengetahuan, sehingga kita tidak akan pernah terjebak dalam zona nyaman. Karena sebenar-benar zona nyaman itu adalah jebakan mitos yang membuat manusia tidak berkembang.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Diri kita meliputi segala hal yang berhubungan dengan jiwa dan raga kita. Ketika kita membuka diri kita, maka kita akan mampu memahaminya. Namun ketika kita menutup diri kita, kita tidak akan mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya. Untuk dapat memahami diri kita, kita juga memerlukan bantuan dari lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Sebenar benarnya aku adalah .... , Sebenar-benarnya aku adalah...., Sebenar-benarnya aku adalah ....., Dan masih banyak aku aku aku yang lain ..... . Allah SWT di gambarkan memiliki 99 jamaliyah yang dapat kita contoh untuk diterapkan pada kehidupan dunia. Selain sifat jamaliyah ada juga sifat jalaliyah. Itulah semua karunia dari Tuhan yang maha esa. Melihat aku aku aku yang beranekaragam sungguh terbersit perasaan sangat senang, karena kehidupan di dunia ini sangatlah kompleks, berhubungan dengan 2 orang kembar sekalipun akan tetap berbeda. Yang membedakan diri kita adalah bagaimana menpatkan aku adalah siapa pada posisi bagaimana, dimana, dengan siapa, dan kapan waktunya.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Sebenar-benar dirimu adalah dirimu. Untuk mengetahui siapa dirimu maka ketahuailah apa yang dalam dirimu. Dirimu adalah potensimua, maka galilah potensi dalam dirimu yang menjadikan identitas bagi dirimu. Dirimu adalah pengetahuanmu, maka sedalam dan seluas apa pengetahuanmu akan menunjukkan siapa dan bagaimana dirimu. Dirimu adalah amal perbuatanmu, maka amal perbuatan yang kamu lakukan menujukkan derajatmu di mata Allah, dst. Maka sebenar-benar dirimu adalah pilihanmu untuk dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun. Kita juga dapat mendefinisikan diri kita sebagai bukan apapun. Kunci utamanya adalah kenalilah dirimu terlebih dahulu. Mau dibawa kemana dirimu itu. Hidup itu pilihan. Kita hidup untuk memilih. Segala yang ada di dunia merupakan pilihan, dan pilihan itulah yang akan menentukan diri kita.

    ReplyDelete
  9. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Obyek dari filsafat adalah segala hal yang ada dan yang mungkin ada, maka setiap yang ada yang mungkin ada dapat ditambahi predikat filsafat di depannya, termasuk diri kita. Diri kita termasuk obyek filsafat, maka dapat dikaji secara intrinsik dan ekstrinsik, oleh sebab itulah diri kita memiliki banyak sifat-sifat yang tak terhingga adanya. Apabila kita menunjuk satu sifat saja, maka tertutuplah diri kita, oleh karena itu menjadi diri kita sejatinya terus berhermenetika dengan aktivitas diterjemahkan dan menerjemahkan. Semoga dalam kegiatan bersilaturahmi tersebut kita mampu menempatkan diri hingga mampu mengelola sifat-sifat kita memelihara sifat baik dan mengurangi sifat buruk.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Segala hal berkaitan dengan diri, maka sesungguhnya diri sendiri yang berkuasa. Tuhan sudah memberikan berbagai potensi untuk mengenali diri, menentukan pilihan diri, dan berkuasa atas diri sendiri. Maka sebenar-benar diri adalah keputusan diri, keputusan diri didapat dari merenung, berpikir, refleksi pengalaman, lingkungan.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Diri kita mampu belajar dan terbuka dari segala hal, diri kita yang dimanefestisikan pikiran kita mampu menerima dan belajar segala hal. Sebelum menentukan pilihan mana yang di ambil maka pelajari dan terima semua hal, sesungguhnya diri akan berpikir dan menyeleksi siapa diri sebenarnya. Begitupun proses diri dalam belajar, harus terbuka dan tidak terkungkung oleh ideentitas diri semu, karena belajar memerlukan keihklasan dan keterbukaan

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebenar-benar diriku adalah apa yang aku pikirkan, aku rasakan dan aku lakukan. Jangankan orang lain, bahkan diri kita sendiri pun belum tentu mampu memahami diri sendiri. Yang dapat kita lakukan ialah berusaha membentuk diri sebaik-baiknya dengan cara berpikir, merasakan dan berperilau yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan selama kita tidak malas dan ikhlas dalam menjalaninya. Untuk menjadi mahasiswa yang pandai maka perlu banyak membaca. Untuk menjadi guru yang baik maka perlu banyak membaca. Untuk menjadi hamba yang taat maka perlu banyak membaca. Intinya, belajarlah terus sepanjang hayat agar diri yang terbentuk merupakan diri yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  13. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sangat tidak mudah untuk menemukan siapa diri kita yang sebenarnya. Kita hanya bisa mengenal secara tertulis saja, tanpa tahu yang tersirat di dalamnya. Sebagai salah satu contoh saya jabarkan, tentunya kita tahu siapa nama kita, artinya ketika orang memanggil kita, itulah diri kita. Jika Aku adalah diriku dan sebaliknya diriku adalah Aku, mengapa tidak sedikit dari kita yang menolak diriku sebagai aku. Aku adalah aku, aku bukan dirimu, aku bukan orang lain yang tak kukenal. aku adalah yang paling mengenal dan memahami diriku. aku tidak ingin menjadi dirimu.

    ReplyDelete
  14. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menggapai diri atau menemukan jati diri kita yang sebenarnya bukanlah perkara mudah dan dapat ditemukan dalam waktu yang dingkat, maka diri kita ialah terserah apapun selama kita belum menunjuk apakah kita sebenarnya. Dalam pencarian diri ini kita akan dihadapkan pada berbagai rintangan, yang akan memberikan sedikit kecondongan kemanakah kita akan melabuhkan jati diri kita. Namun kecondongan tersebut akan terus berubah selama kita belum menemukan prinsip memilih diri yang tepat, dan sebaik-baik pembimbing dan pengarah kita ialah Tuhan YME. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  15. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Proses pendidikan yang diadakan akan membantu kita untuk mencapai diri kita. Adapun kita yang masih dalam proses menuju diri, maka perlu bimbingan dan arahan orang lain yang telah menempuh proses yang saat ini kita tempuh, maka dengan proses terjemah dan menerjemahkan yang terjadi dalam proses belajar mengajar kita akan dididik dan diarahkan menuju diri kita. Jikapun tidak, maka proses tersebut hendaklah dievaluasi, mungkin ada elemen yang tidak bekerja sesuai dengan porsinya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini memiliki maksdu bahwa untuk mengapai dir, kita memerlukan banyak hal unutk diketahui, antara lain adalah ruang dan waktu. Dengan mengetahui ruang dan waktu dimana kita berada akan mampu mengenali diri kita, seberapa jauh kita mengenal lingkungan dan sebapa tangap kita dengan waktu yang telah kita habiskan. Sehingga kita mampu menggunakan lingkunga dan waktu unutk hal yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menjelaskan tentang arti siapa diri kita sebenarnya. Sebenar-benarnya diri kita adalah bergantung dengan sifat-sifat dan perbuatan yang kita lakukan. Kita memiliki berbagai sifat yang dapat mencerminkan siapa kita. Diantara sifat-sifat itu terdapat yang baik dan yang buruk. Siapa diri kita tergantung mana sifat yang kita kembangkan apakah sifat baik atau sifat buruk, oleh karena itu hendaknya selalu bijak dalam melakukan segala perbuatan karena hal demikian dapat mempengaruhi siapa diri kita sebenarnya.

    ReplyDelete
  18. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Bercermin dan lihatlah pada cermin maka kamu akan menemukan pantulan diri mu pantulan fisikmu. Lihatlah bagaimana teman-temanmu memperlakukanmu, lihatlah sikap dan akhlak jodohmu maka kamu akan tahu cerminan dirimu. Ketika kamu bersama sosok yang membanggakan dengan akhlaknya dengan keimanannya, tersenyumlah karena cerminmu membahagiakan menentramkan jiwa. Tapi tentu bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan itu semua, perlu untuk memperbaiki diri dengan benar-benar tulus ikhlas dan perjuangan.

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Siapakah diri kita tergantung dimana ruang lingkup pembicaraannya, tergantung dimana kita menempatkan diri dalam suatu keadaan, ruang dan waktu. Dimana dalam penempatan diri kita tersebut tentunya mengandung konsekuensi yang harus kita terima, kita ingin di cap orang lain sebagai apa tergantung pandai-pandainya kita dalam menempatkan diri di dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam hal ini kita bebas untuk menentukan nasib sendiri, kemerdekaan dalam menentukan kemana tujuan hidup yang akan dicapai. Namun ingat janganlah kita lupa berdoa kepada Tuhan karena sebenar-benar perbuatan itu jika mendapat ridho dari Tuhan. Oleh karena itu dalam melakukan sesuatu untuk menggapai tujuan maka yang dituju adalah ridho Tuhan. Maka ingat ridho Tuhan yang paling utama.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah potensi, dia bisa menjadi apa saja sesuai dengan keputusuan yang dipilihnya. Potensi yang ada didalam manusia pun tidak terhingga jumlahnya, dan siapakah dirinya akan bergantung dari potensi apa dan bagaimana dia mengembangkan dan memuncullkannya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Siapa diri kita itu tergantung amal perbuatan diri kita sendiri. Kita bebas mendefinisikan siapa diri kita yang sebenarnya. Diri kita yang sekarang pasti akan berbeda dengan diri kita dimasa mendatang. Semua tergantung dari sudut pandang mana kita mendefinisikan diri kita sendiri. Jadi, siapa diri kita sebenarnya tergantung kita sendiri yang mendefinisikannya

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya memahami bahwa aku atau diriku adalah bersifat relatif. Aku yang masih berkembang, atau aku yang telah membatasi diriku. Aku yang terus mencari, atau aku yang merasa cukup dengan keadaan. Aku yang terus menggali, atau aku yang sudah cukup dengan penemuan. Aku yang tahu dan sadar akan ketahuanku, atau aku yang tidak tahu akan ketidaktahuanku

    ReplyDelete
  24. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dari elegi menggapai diri di atas dapat diketahui bahwa diri kita memiliki sifat terbuka. Seringkali kita bertanya siapa diri kita. Sebenarnya siapakah diri kita itu hanya mampu dijawab oleh diri kita sendiri pula. Karena kejujuran hati manusia hanyalah manusia itu yang tahu. Sering juga disebut God Spot. Manusia lain tidak akan tahu apa isi hati manusia lain, kecuali Tuhan Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Mau dibawa ke arah mana diri kita itu tergantung diri masing-masing mau membawa ke mana. Semuanya kita sendiri yang menentukan. Namun pada hakikatnya segala keputusan ada di tangan Allah, maka berdoalah dengan niat ikhlas agar Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  25. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menurut saya menggapai wajah dan menggapai diri merupakan hal yang mirip, sama-sama usaha untuk menggali dan lebih mengenali diri kita sendiri. kita menjadi seperti apa itu merupakan pilihan kita, bersifat terbuka, namun kita yang harus bisa membatasi diri kita terhadap sesuatu, jangan lengah dan jangan terbuai oleh bayangan-bayangan dunia. terdapat dua pegangan yang dapat kita pegang agar kita mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat yaitu Al-Qur'an dan sunnah Rasul

    ReplyDelete
  26. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa siapa diriku adalah diriku sendiri. diriku itu berbeda dengan orang lain. Diriku itu ruang dan waktuku yang berbeda dengan ruang dan wktumu. Aku adalah aku yang bukan kamu dan berbeda dari mereka. Aku tidak dapat disamakan dengan dirimu ataupun mereka.

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ilmu akan bermanfaat bagi diri kita apabila dengan ilmu yang kita miliki tidak menjadikan kita lupa diri dan sombong, tetapi sebaliknya, yaitu menjadikan diri kita lebih bersyukur dan Ikhlas dalam menjalani hidup. Nilai diri seseorang ditentukan oleh ilmu yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dewi Thufaila
      17709251054
      Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

      Assalamualaikum.wr.wb
      Nilai diri seseorang ditentukan oleh ilmu yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ilmu akan bermanfaat bagi orang lain apabila dengan ilmu itu kita bisa membaur, berkontribusi secara aktif, dan tidak sekedar menjadi obyek di manapun kita berada.
      Wassalamualaikum.wr.wb

      Delete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Menurut saya, menggapai ada sama saja dengan menggapai diri. Diri adalah sesuatu yang tersebunyi. Memberikannya keadaan adalah keniscayaan bagi diri. Oleh karena itu saya akan menggunakan komentar yang sama dari komentar pada elegi menggapai ada. Sesungguhnya kita hidup di dunia ini tidak hanya sebatas hidup, tetapi juga mengada. Mengada dalam arti bahwa, setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk megembangkan potensi kemanusiaannya. Dengan kata lain, pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menggapai ada. Menggapai ada merupakan manifestasi dari tugas manusia sebagai wakil Tuhan di bumi. Wallahu a’lam bishawab.

    ReplyDelete