Sep 20, 2013

Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif




Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah, tradisional itu inovatif dan inovatif itu tradisional,...dst. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon tradisional dan jargon inovatif. Wahai jargon tradisional dan jargon inovatif dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon tradisional kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon inovatif kelihatannya demikian juga. Aku betul-betul melihat pertengkaran yang sangat seru. Tradisional terlihat menempati kedudukan istimewa, lengkap dengan segala peralatannya untuk menghadapi inovatif. Sedangkan inovatif juga terlihat menempati kedudukan istimewa, lengkap dengan segala peralatannya untuk menghadapi tradisional. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon tradisional:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon tradisional. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada inovatif agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para inovatif tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon inovatif:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon inovatif. Saya menyadari bahwa jargon para tradisional itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada tradisional agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para tradisional. Ketahuilah tiadalah tradisional itu tanpa inovatif. Maka tolonglah wahai orang tua berambut putih agar aku bisa bergaul dengan tradisional.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon tradisional. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon tradisional:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon tradisional. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi inovatif pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada inovatif. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada inovatif maka kedudukanku sebagai tradisional akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi tradisional yang kuat, yaitu sebenar-benar tradisional. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai tradisional sejati maka aku harus mengelola semua tradisi sedemikian rupa sehingga semua tradisiku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar inovatif tidak pernah menggangguku. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para inovatif. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para inovatif. Dari pada jargon inovatif menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon tradisional, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para anggotamu menyampaikan kepadaku.

Jargon guru tradisional :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon guru tradisional senior. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai guru tradisional. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, bisa terpilih sebagai guru inovatif. Ketika aku menjadi terpilih sebagai guru inovatif maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai guru tradisional. Maka setelah aku menjadi guru inovatif aku mulai kehilangan jargon guru tradisional, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon guru inovatif. Namun demikian aku sebetulnya belum siap untuk menjadi guru inovatif. Uku lebih suka menjadi guru tradisional. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai guru tradisional, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: guru itu tidak perlu repot-repot, rpp itu kewajiban yang memberatkan, metode mengajar cukup ceramah, ..dst. Begitu aku menemukan para siswaku itu tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera menggunakan kekuasaanku sebagai guru tradisional. Kekuasaanku sebagai guru tradisional itu mengalir melalui jargon-jargonku: siswa itu harus rajin, siswa itu harus menurut, siswa itu harus giat, siswa itu harus menghafal, ..dst. Tetapi begitu aku menemukan bahwa diriku tidak sesuai dengan jargon-jargon, ternyata muncul jargon-jargonku yang lain: guru itu manusia biasa, belajar itu memerlukan biaya, mengajarku tak ada yang mengawasi, buat apa meneliti,..dst. Maka jargon yang paling populer bagi diriku sebagai guru tradisional adalah: inilah bisaku, inilah kemampuanku. Ternyata muncul jargon populer berikutnya: manusia itu tidak pernah terlepas dari kesalahan, maka demi menjaga statusku sebagai guru tradisional aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para guru inovatif. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai guru tradisional. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon guru tradisional. Maka aku kurang seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...semuanya itu hanya mengganggu ketenangan jargon-jargonku.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon inovatif. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon inovatif:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon inovatif. Jikalau aku terbebas dari segala kecurigaan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya sedang berusaha mendekati para tradisional. Hal ini tidaklah off the record, sampaikanlah kepada guru tradisional. Karena jika engkau katakan hal ini kepada guru tradisional maka mungkin mereka akan memahami inovatif. Padahal segenap jiwa ragaku itu betul-betul ikhlas untuk membantu guru tradisional. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala macam kekolotan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai guru inovatif maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat mendekati guru tradisional. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para tradisional. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para tradisional. Tetapi apalah dayaku sebagai inovatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin menjadi menghadap para jargon guru tradisional.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon guru inovatif, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para tertindasmu menyampaikan kepadaku.

Jargon guru inovatif :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon guru inovatif. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai guru tradisional. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku mempunyai kesempatan melakukan inovasi metode pembelaaranku . Ketika aku memperoleh julukan sebagai guru inovatif aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai guru tradisional. Maka setelah aku mempunyai kesempatan melakukan inovatif aku mulai kehilangan jargon guru tradisional, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon guru inovatif. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai guru inovatif yang hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: guru inovatif itu harus jujur, guru inovatif itu harus peduli, guru inovatif itu harus kreatif, guru inovatif itu harus meneliti, guru inovatif itu harus selalu belajar, guru inovatif itu harus melayani kebutuhan belajar siswa, guru inovatif itu harus mengikuti perkembangan jaman, ...dst. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara pengaruh para guru tradisional itu masih tetap mengalir melalui jargon-jargon nya: tak perlulah sok inovatif, inovatif itu asing bagiku, tradisional itu gak apa apa yang penting kompak, ..dst. Tetapi begitu aku menemukan bahwa guru tradisional tidak sesuai dengan jargon-jargonnya, ternyata muncul jargon-jargonnya yang lain: tradisional itu melestarikan, tradisional itu budaya, tradisional itu sakral, tradisional itu bentengnya kebiasaan, ...dst.
Maka jargon yang paling populer bagi para guru tradisional adalah: yang penting selamat, hidup itu tidak neko-neko, manusia itu hanya mampir ngombhe, apalah gunanya inovasi, inovasi itu tidak penting yang penting amal perbuatannya. Sebagai guru inovatif aku juga menghasilkan jargon populer berikutnya:
mengajar itu totalitas, profesiku adalah guru, hidupku semata-mata aku abdikan pada murid-muridku. Tetapi akupun tidak bisa menutupi kelemahan-kelemahanku. Maka terpaksa aku menjaga statusku sebagai guru inovatif menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para guru tradisional. Agar aku selamat dari pencemoohan para jargon tradisional. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai guru inovatif. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon guru inovatif. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon guru inovatif, agar aku bisa mengajak para guru tradisional untuk melakukan inovasi. Maka aku gembira sekali jika aku mempunyai kesempatan mengikuti seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...untuk memproduksi jargon-jargonku.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan dirinya, sedangkan guru inovatif memerlukan jargon untuk mengajak inovasi para guru tradisional. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana guru tradisional dan guru inovatif dapat hidup bersama-sama dalam jargon-jargonnya. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai engkau para guru tradisional dan guru inovatif, terjemah dan saling menterjemahkanlah agar engkau saling memahami jargonmu masing-masing. Ketahuilah bahwa di batas sana, tradisional itu adalah inovatif, dan inovatif itu adalah tradisional. Maka semua jargonmu itu akan lenyap diperbatasan pikiranmu masing-masing. Saya ingin memperingatkan tradisional, janganlah engkau berlaku sombong dan sok kuasa mempertahankan tradisimu. Ingatlah bahwa di luar sana banyak kejadian memerlukan inovasimu. Saya juga ingin memperingatkan para guru inovatif, janganlah engkau bertindak ceroboh. Dekatilah para guru tradisional itu dengan cara-cara empati. Tiadalah sebenar-benar tradisional sejati bagimu. Dan juga tiadalah sebenar-benar inovatif bagimu. Sebenar-benar bukan jargon adalah kuasa dan milik Tuhan YME.

73 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Tradisional dan Inovatif merupakan dua hal yang sangat berbeda. Tradisional lebih menyukai tentang sesuatu yang telah lama digunakan dan mungkin telah mendarah daging dan tidak menyukai perubahan. Sedangkan Inovatif merupakan sesuatu yang bersifat baru dan sangat menyukai perubahan. Keduanya memang saling bertentangan, tetapi jika kita dapat memadukannya dan menempatkannya sesuai dengan ruang dan waktu maka hidup kita akan labih berwarna. Bagaimana caranya? Yaitu kita harus pandai-pandai memilih apa yang harus diperbaharui dan harus dipertahankan di dalam kehidupan kita. Di era power now seperti ini, kita telah menjumpai banyak sekali hal yang berubah di dalam diri bangsa Indonesia, hampir semua aspek. Hingga aspek-aspek kehidupan yang seharusnya tidak berubah menjadi berubah karena telah tercemari oleh aspek kehidupan bangsa lain. Aspek apakah itu? Ya, karakter kita, budaya bangsa kita, mulai dari sopan santun, tata krama, bahasa, nasionalisme. Perilaku yang seharusnya menjadi ciri dari bangsa kita telah berubah. Itulah contoh hal yang sifatnya tradisional yang harus dipertahankan. Lalu, bagaimana dengan Inovatif? Apa yang dapat kita perbaharui di dalam kehidupan kita, didalam diri kita? Yaitu pemikiran kita, pemikiran kita harus tetap maju sesuai dengan perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan zaman, kita juga harus mempunyai ide-ide baru untuk terus berkreasi. Dengan memadukan kedua unsur tradisional dan inovatif, kita dapat menjadi bangsa yang maju dan berkarakter.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dari elegi diatas saya ingin menggambarkan kisah tentang inovatif dan tradisional dalam dunia pengetahuan. Pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta konsep yang berda diluar diri manusia pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya. Jika dihubungkan dengan dunia tradisonal, pada proses pembelajaran, guru sebagai pemberi pengetahuan kepada siswa, sedangkan pada dunia inovatif, guru hanyalah sebagai fasilitator yang mengantarkan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Dua perbedaan dengan dampak yang signifikan besar dalam hasil yang akan dicapai

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pada elegi di atas yang mengistilakan “jargon tradisional dan inovatif”, yang dapat saya pahami adalah mengenai pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Jargon tradisional ibaratkan pembelajaran yang terlaksana dalam kelas masih berpusat kepada guru, di mana siswa hanya sebagai objek dalam kelas yang hanya menerima ilmu dari guru tanpa terlibat secara langsung dan aktif di dalam kelas. Metode ataupun strategi yang dilakukan oleh guru tentunya pembelajaran yang sifatnya tradisional seperti pembelajaran langsung dengan metode ceramah. Tetapi seiring perkembangan zaman, pembelajaran tradisional sudah kurang tepat lagi untuk saat sekarang ini. Pembelajaran inovatif lah yang lebih dibutuhkan oleh siswa, di mana mereka dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga mereka dapat mengeluarkan pendapatnya, mengksplor pengetahuannya. Apalagi pembelajaran inovatif sesuai dengan K13 yang telah berjalan di Indonesia.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajaran tradisional mungkin masih dilakukan sampai saat ini. Perlu adanya perubahan pembelajaran dari tradisional ke modern yang lebih inovatif agar pembelajaran dapat meningkat lebih baik. Guru masih bersifat tradisional biasanya menjadikan siswanya sebagai obyek dalam pembelajaran. Sedangkan guru yang inovatif selalu menjadikan siswanya sebagai subyek dalam pembelajaran. Pembelajaran selalu memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan lebih menggali kemampuannya. Selain itu juga ada berbagai macam metode pembelajaran dan medianya yang mendorong siswa untuk semangat dan tidak jenuh dalam mengikuti pelajaran.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menyinggung mengenai Tradisional dan Inovatif, kedua hal ini bagus dan cocok untuk digunakan metode mengajar. Orang zaman dahulu cenderung menggunakan cara tradisional untuk menyampaikan materi. Sehingga guru terkesan lebih berkuasa akan ilmunya. Seiring perkembangan zaman dan IPTEK, metode tradisional sudah tidak relevan dan mulai diperbaiki serta dikembangkan agar metode pembelajaran lebih menarik. Metode inovatif inilah yang perlu adanya karena akan memahami keinginan siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Perbedaan selalu ada. Karakeristik guru pun berbeda – beda. Masing – masing karakteristik memiliki prinsip sendiri – sendiri. Tiap prinsip mempunyai alasan yang menguatkan keberadaan prinsip tersebut. Tuhan maha adil. Mereka dapat hidup berdampingan satu sama lainnya. Agar bisa akur keduanya harus saling memahami dan mengerti.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hidup tiadalah yang tidak terlepas dari suatu yang beda, karena dengan perbedaan menjadikan hidup itu lebih berwarna. Kita dapat memaknai baik secara ekstensif maupun intensif. Perubahan dari tradisional ke arah yang lebih inovatif, kreatif, dan kritis merupakan sebuah pilihan dalam hidup agar hidup tidak membosankan namun menyenangkan karena adanya hal baru tersebut serta adanya suatu pilihan.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jika bisa memilih maka saya akan berupaya menjadi guru yang inovatif, dunia pembelajaran tradisional hendaknya kita tinggal karena tidak sejalan dengan arah perkembangan dunia saat ini. Sudah selayaknya guru menjadi seorang yang inovatif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru dengan pembelajaran tradisional tidak sepenuhnya salah, yang salah adalah ketidakadaan kemauan mereka untuk berkembang ke arah yang lebih inovatif.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tradisional atau inovatif, keduanya bagus dan cocok diterapkan dalam pembelajaran. Semua itu tergantung ruang dan waktunya. Orang zaman dahulu cenderung menggunakan cara tradisional dalam menyampaikan materi. Sehingga peran guru lebih dominan atau teacher center, guru merupakan pemberi pengetahuan kepada siswa, tetapi hasilnya mampu menghasilkan orang-orang yang berpendidikan, aparatur pemerintah, jaksa, dokter, guru, dsb. Sedangkan sekarang, apakah cocok jika menggunakan cara tradisional dalam menyampaikan materi?. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, semuanya disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Sekarang ini, IPTEK berkembang pesat, sehingga pembelajaran inovatif yang lebih cocok diterapkan. Pembelajaran yang student center, siswa membangun sendiri pengetahuannya dengan fasilitasi dari guru. Bukan hanya pembelajarannya saja, guru pun juga harus inovatif. Dalam artian, guru menggunakan metode pembelajaran, media, sumber, teknologi, interaksi dalam pembelajaran yang bervariasi, guru yang terbuka terhadap pembaruan, guru yang selalu belajar dan terbuka akan saran dan kritik untuk meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran, guru yang suka melakukan penelitian, dsb.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    menurut saya dalam hal ini tradisional dan inovatif itu berhubungan erat sekali. bagi saya inovatif merupakan pemekaran dari tradisional. dapat dikatakan juga bahwa inovatif itu merupakan tradisional yang berevolusi. hanya saja evolusi yang berkembang dikarenakan pengaruh yang ada pada ruang dan waktu yang seiring dengan perkembangan zaman. jadi tradisional yang tetap stay dengan caranya tidak bisa untuk digunakan terus menerus.

    ReplyDelete
  11. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam kurikulum 2013, guru dituntut menjadi pendidik yang inovatif karena pembelajaran berpusat pada siswa, bukan lagi berpusat pada guru sehingga disaran penggunaan model ceramah sudah mulai dikurangi bahkan ditinggalkan. Dari tulisan Prof. Marsigit yang berjudul “Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif” diketahui bahwa guru inovatif adalah guru yang jujur, peduli, kreatif, meneliti, selalu beljar, memfasilitasi siswa, mengikuti perkembangan jaman, menggunakan berbagai metode pembelajaran yang inovatif, dll.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Inovatif dan tradidional merupakan dua kata yang saling kontradiksi. Berbicara tentang inovatif dengan kata dasar inovasi maka setiap yang ada memerlukan dan perlu melakukan inovasi. Tidak terkecuali untuk dunia pendidikan. Inovasi berupa perubahan paradigma pendidikan dibutuhkan dalam dunia pendidikan guna memenuhi kebutuhan pendidikan yang menyesuaikan pada perkembangan zaman. Perubahan yang dimaksud ini tentunya perubahan yang memiliki tujuan yang bermanfaat. Elemen yang sangat dituntut untuk bersifat inovatif adalah guru yaitu dalam merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru yang masih memegang cara tradisional mungkin memiliki alasan tersendiri, sehingga masih teguh dengan prinsipnya. Namun, alangkah baiknya jika guru inovatif mampu memberikan pemahaman dengan cara terbaik kepada guru tradisional sehingga terjadi perubahan sesuai dengan yang diharpkan. Tentunya apapun kendala yang mengakibatkan guru mempertahankan cara tradisional hendaknya menjadi PR bersama untuk dipecahkan.

    ReplyDelete
  13. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebaik-baiknya pembelajaran adalah segala sesuatu yang mampu memberikan manfaat kepada subjeknya. Pembelajarana tradisional maupun pembelajaran inovatif keduanya saling memberikan dampak yang akan berpengaruh pada proses pembelajaran. Pembelajaran tradisional yang kokoh mempertahankan kekolotannya saja hanya akan memperburuk keadaan yang semakin maju ini. Pembelajaran inovatif juga perlu belajar dari pembelajaran tradisional, sehingga keduanya saling berkolaborasi untuk menciptakan pembelajaran yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  14. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sudah menjadi tugas guru menjadikan siswa dari yang belum tahu menjadi tahu. Guru mempunyai peran yang besar, dan berhak menentukan proses pembelajaran seperti apa yang dikehendakinya di kelas, khususnya dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran tradisional memang sudah dikenal cukup lama dan digunakan sejak dulu. Namun seiring berjalannya waktu dan kemajun zaman, diperlukan suatu inovasi baru dalam pembelajaran di kelas. Guru tidak lagi hanya perlu ceramah di depan kelas, sedangkan siswa memperhatikan atau malah justru asik sendiri, tetapi perlu memberi kesempatan pada siswa untuk belajar sendiri, membangun pengetahuannya sendiri. Baik secara tradisional maupun inovatif, keduanya haruslah dapat saling mendukung, ada kalanya guru perlu membimbing dan menjelaskan tapi pada batasnya, dan biarkan siswa aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menerjemahkan dan diterjemahkan memang merupakan solusi untuk saling memahami prinsip dari masing-masing individu. Ketika berbicara perbandingan antara inovatif dan tradisional, ini merupakan perjalanan ruang dan waktu yang saling berkaitan. Lahirnya pembelajaran inovatif karena sebagai perbaikan tradisional, dan tradisional semestinya menyesuaikan dengan mencari inovasi-inovasi baru. Layaknya dalam pembelajaran, penerapan pembelajaran inovatif oleh guru yang berinovasi tentu sangat dibutuhkan, tetapi perlu hati-hati dalam bertransformasi dari tradisional. Perlu adanya sifat empati untuk mengubahnya.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Artikel yang ditulis diatas adalah sebuah pertengkaran antara tradisional dan inovatif yang selalu berselisih paham tenatng jargon-jargon mereka. Yang mana kita tahu bahwa tradisional itu memiliki pandangan yang berbeda dengan inovatif dimna tradisonal hanya mengandalkan tradisi atau aturan yang sudah di tentuka dahulunya, yang berjalan itu-itu saja,sedangkan inovatif adalah yang mengandalkan berkarya terus menerus, yang ingin selalau mencoba menjadi lebih baik lagi. Walaupun keduanya itu tidak harus sampai bertengkar karena bertengkar itu tidak baik dan bertengkar itu mengahsilkan permusuhan yang mana permusuhan akan berakhirnya memutuskan tali silahturahmi.

    ReplyDelete
  17. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Suatu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik selalu melibatkan berbagai metode dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik guna tercapainya tujuan pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam membangun pengetahuan peserta didik guru menggunakan pembelajaran tradisional dan inovatif, dimana pembelajaran tradisional sering disebut sebagai pembelajaran yang berpusat pada guru, guru dijadikan sebagai satu-satunya sumber belajar. Namun hal itu dapat kita modifikasi pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran modern yang inovatif dengan menggunakan sumber belajar bukan hanya dari guru melainkan dari sumber yang lainnya. Sehingga terciptalah suasana pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan lebih memudahkan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  18. Jika saya tidak salah dalam menankap maksud dari elegi ini, ialah mengenai metode pembelajaran yang tradisional dan inovatif. Jika dilihat ada praktiknya, jelas kedua metode pembelajaran ini berbeda. Untuk menciptakan metode pembelajaran yang inovatif diperlukan kreativitas yang tinggi dari guru untuk mendesain pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada artikel ini yang saya tangkap adalah bagaimana kebiasaan yang sudah terlanjur diterapkan yaitu yang tradisional mempertahankan diri untuk menjaga eksistensinya karena takut akan perubahan yaitu inovatif. Maka sang tradisional membuat jargon-jargonnya sebagai topeng dan inovatif masih terus berusaha menunjukkan diri dengan juga membuat jargon-jargonnya. Namun seberapa banyak jargon dari tradisionlanpun jika memang perubahan itu diperlukan maka lingkungan akan dengan sendirinya tahu wajah dibalik topeng jargon dan mmeulia perubahannya.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam artikel ini memang menunjukkan keadaan guru-guru saat ini. Ada guru-guru yang sebagai orang inovatif dan aja guru-guru yang tradisional. Mereka memiliki kemampun masing-masing, memang guru yang inovatif adalah guru yang dibutuhkan oleh para siswanya, namun kemampuan tradisional pun juga akan tetap dibutuhkan dalam situasi tertentu. Memang sebaiknya dapat saling melengkapi satu sama lain, dengan seperti itu dapat menghasilkan kemampuan siswa yang baik.

    ReplyDelete
  21. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam sebuah pembelajaran kita harus bisa menyesuaikan kebutuhan. Dari elegi diatas ada dua pembelajaran yaitu tradisional dan inovatif. Diharapkan dari kedua pembelajaran itu seorang guru bisa menggunakan pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Kita tidak harus menggunakan pembelajaran tradisional terus menerus tapi kita harus beralih ke pembelajaran yang inovatif yang dipercaya dapat lebih membelajarkan siswa.

    ReplyDelete
  22. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon pertengkaran Tradisional dan Inovatif. Dari tulisan prof Marsigit ini disampaikan bahwa seringkali Guru tradisional yang merasa telah lebih dulu menguasai pendidikan bersikap kolot mengenai hal baru yang diperkenalkan. Guru tradisional takut akan tergesernya posisi oleh Guru inovatif. Pembelajaran tradisional tidak salah, pada jamannya itu tepat digunakan, namun guru harus menyadari bahwasanya jaman sudah semakin berkembang, tuntutan semakin berat, guru bukan lagi penguasa atas murid-muridnya, guru kini adalah fasilitator teruntuk siswanya.
    Guru inovatif pun juga harus berhati-hati dan sabar dalam menyebarkan pembelajaran inovatif, agar dapat lebih mudah diterima oleh guru tradisional sebagai bentuk pengembangan pembelajaran. Guru inovatif juga perlu belajar dengan guru tradisional mengenai hal-hal baik yang dapat dipetik, pengalaman dan lain lain. Jika keduanya telah sejalan, maka pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan jaman tentu tiada perdebatan.

    ReplyDelete
  23. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sekilas, tradisional bertentangan dengan inovatif. Namun pada dasarnya mereka saling melengkapi, dan dapat menjadi sumber inspirasi satu sama lain. dalam dunia pendidikan, ‘inovatif’ dapat mempelajari pengalaman, dampak, sebab-akibat dari ‘tradisional’ ‘tradisional’ dapat mempelajari ilmu dan pengetahuan baru yang relevan dengan keadaan sekarang dari ‘inovatif’. Jadi lebih baik tradisional dan inovatif berjalan saling melenkapi dan mendukung, bukan saling menjatuhkan dan men.judge.

    ReplyDelete
  24. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan dari Bapak Prof Marsigit M.A, menggambarkan tentang bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru dimana guru terkesan hanya sekedar tranfer of knowledge sehingga kurang memfasilitasi siswanya untuk terlibat secara langsung dalam menemukan konsep pengetahuannya melainkan hanya sekedar menghafal. Sehingga diperlukan pembelajaran inovatif yang melayani kebutuhan siswa terutama dalam memfasilitasi siswa-siswanya untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran dari guru yang inovatif yaitu yang jujur, peduli, kreatif, selalu belajar, melayani kebutuhan siswa dan mengikuti perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  25. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan dari Bapak Prof Marsigit M.A, menggambarkan tentang bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru dimana guru terkesan hanya sekedar tranfer of knowledge sehingga kurang memfasilitasi siswanya untuk terlibat secara langsung dalam menemukan konsep pengetahuannya melainkan hanya sekedar menghafal. Sehingga diperlukan pembelajaran inovatif yang melayani kebutuhan siswa terutama dalam memfasilitasi siswa-siswanya untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran dari guru yang inovatif yaitu yang jujur, peduli, kreatif, selalu belajar, melayani kebutuhan siswa dan mengikuti perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  26. Tradisional mungkin mempunyai lawan dengan modern. Misal masak dahulu dengan kayu maka disebut tradisional, sekarang dengan menggunakan kompor gas atau oven disebut modern. Proses dari tradisional menuju modern dapat disebut terjadi Inovasi. Inovatif sebagai tranformasi dari tradisional ke modern. Tradisional perlu menyadari bahwa dalam beberapa hal di dunia ini perlu adanya inovasi. Ada hal-hal yang tetap dilakukan secara tradisional, ada hal-hal yang karena perekembangan jaman dan inovasi hal tersebut berubah. Inovasi tetap disaring utuk hal-hal yang bersifat positif. Di antara keduanya tidak ada yang sempurna, mempunyai kekurangan masing-masing. Keduanya dapat diterapkan dalam hidup ini, sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sumber belajar inovatif adalah sumber belajar yang dianggap baru oleh suatu kelompok dalam membelajarkan siswa. Selama ini yang umum dikenal sebagai sumber belajar adalah buku dan guru. Padahal, semakin lama sumber belajar tradisional ini semakin terbatas, baik jumlah maupun distribusi. Dalam hal ini internet bisa menjadi sarana yang sifatnya lebih untuk melengkapi. Bukan menggantikan peran guru secara keseluruhan. Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di kalangan pendidikan. Semua media ini fungsinya hampir sama dengan buku, yaitu program yang dijalankan untuk menambah pengetahuan. Namun bedanya visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan dengan visualisasi yang ditampilkan media elektronik.

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Media komputer berbasis internet menjadi sumber belajar acuan yang cukup digemari sekarang ini. Selain berfungsi sebagai sumber informasi, melalui situs-situs yang menyediakan beragam materi, internet juga bisa digunakan sebagai media diskusi ilmiah online. Dengan internet, diskusi yang dilaksanakan dapat berlangsung kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Jika keterbatasan akan sumber belajar tradisional menjadi kendala pemerataan kualitas pendidikan, sumber referensi pengetahuan lain harus dicari. Untuk itu, Internet bisa menjadi sumber alternatif belajar siswa. Kendala jarak, waktu, dan lokasi telah dinihilkan dengan adanya internet. Selain itu keragaman jenis informasi yang terdapat di dalamnya kadang melebihi pengetahuan seorang guru atau buku.

    ReplyDelete
  29. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Jargon adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Dalam hal ini ada dua istilah yaitu tradisional dan innovatif, tradisional itu adalah inovatif dan inovatif adalah tradisional. Maka semua jargonmu itu akan lenyap di perbatasan pikiranmu masing-masing. Innovatif lahir dari adanya tradisional yaitu tradisional yang dirubah dengan hal yang baru. Sedangkan tradisional adalah inovatif yang dikembalikan ke asal semulanya sebelum dirubah. Refkleksi yang terbaik dan intropeksi diri dalam mencapai sebuah kesuksesan. Jauh dari penyakit sombong dan senantiasa mengharap riho Allah tiap harinya adalah contoh innovasi kehidupan yang sangat mulia.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang telah banyak diulas sebelumnya bahwa pendidikan saat ini masih menerapkan pembelajaran tradisional. Dari elegi di atas, jargon-jargon guru tradisional antara lain: tradisional itu melestarikan, tradisional itu budaya, tradisional itu sakral, tradisional itu bentengnya kebiasaan. Pembelajaran tradisional memang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan. Akan tetapi untuk menggapai kemajuan, segala sesuatu harus berani berubah (tidak stagnan). Perubahan tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan mengembangkan pendidikan, yaitu menuju pada pembelajaran inovatif. Jargon-jargon guru inovatif, yaitu guru inovatif itu harus jujur, peduli, kreatif, meneliti, selalu belajar, melayani kebutuhan belajar siswa, dan mengikuti perkembangan jaman. Akan tetapi, sebenarnya yang terpenting bukanlah jargon, melainkan komitmen guru dalam memfasilitasi siswa.

    ReplyDelete
  31. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    tradisional dan inovatif memang merupakan dua hal yang berbeda, tetapi perlu kita ingat bahwa pada saat kita dulu belajar dengan menggunakan cara tradisional, kita tetap paham dengan materi yang disampaikan oleh guru, kepada pada saat ini tidak? Karena adanya faktor lain yang berperan mengapa kita tidak selalu bisa menerapkan tradisional ini. Karena sudah adanya perkembangan zaman yang membuat hal-hal yang lama itu tidak bisa digunakan lagi, begitu juga dengan belajar dan mengajar.

    ReplyDelete
  32. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jaman semakin hari semakin berkembang. Teknologi semakin hari juga semakin canggih. Tak ketinggalan pendidikan, pendidikan juga semakin hari semakin berkembang. Oleh karenanya, sebagai guru kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Kita harus mengajar dengan perangkat pembelajaran yang inovatif, metode yang inovatif, agar sesuai dengan perkembangan jaman sehingga pendidikan di Indonesia juga tak kalah bagusnya dengan pendidikan di luar negeri.

    ReplyDelete
  33. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pertengaran antara tradional dan inovatif yang dialami oleh guru saat pembelajaran disekolah. Guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional cenderung sebagai satu-satunya sumber belajar di dalam kelas dengan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan pembelajaran di dalam kelas dan siswa cenderung tidak aktif di dalam pembelajaran. Akan tetapi guru yang menggunakan metode inovatif selalu menggunakan pendekatan pembelajaran yang bervariasi agar suasananya menjadi menyenangkan, siswa diberi kebebasan dalam berdiskusi kelompok.

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Jargon pertengakaran tradisional dan inovatif menjelaskan bahwa pembelajaran yang tradisional lebih kepada guru yang aktif, guru menjelaskan dengan metode ceramah dan pendekatan yang dilakukan berdasar teacher center. seiring perkembangan zaman pembelajaran tradisional dirasa tidak sesuai dengan perkembangan kemampuan berpikir siswa, lahirlah pembelajaran inovatif dimana pembelajaran dilakukan berdasar student center dan siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengeahuannya sendiri dan guru sebagai fasilitatornya.

    ReplyDelete
  35. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    hakikat dari pembelajaran adalah guru memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri bukan guru mentransfer ilmu saja, karena ketika guru hanya mentransfer ilmu siswa mendapatkan ilmu tersebut dengan instan, hal ini kurang baik bagi siswa karena siswa tidak terlatih untuk menganalisis masalah dan kurang terlatih dalam berpikir kreatif dalam pemecahan masalah. pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dengan metode dan media yang kretaif sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh.

    ReplyDelete
  36. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seiring dengan perkembangan zaman, tentu kecakapan-kecakapan(kreativitas) yang menjadi tujuan dari pendidikan akan semakin berkembang. Sehingga kegiatan pembelajaran pun akan berkembang. Yang semula pembelajaran berbasis teacher-centered maka lambat laun harus beralih ke student-centered. Pada artikel di atas dijelaskan bahwa salah satu guru yang inovatif adalah guru yang peduli, jujur, yang dapat memfasilitasi siswa, mengikuti perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  37. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya mengingat kembali bahwa kita memiliki hak untuk berpendapat, tetapi kita tidak bisa memaksakan pendapat kita kepada orang lain. Kita harus memahami keadaan orang lain, belum tentu apa yang kita pikirkan sama dengan yang mereka pikirkan. Oleh karena itu pentingnya mengharga pendapat orang lain

    ReplyDelete
  38. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut kurikulum 2013, seharusnya guru memberikan pembelajaran inovatif. Bukan lagi menggunakan metode konvensional. Tetapi untuk menuju pembelajaran inovatif tidaklah cepat, butuh proses dan persiapan. Kita tahu bahwa konvensional / trandisional itu merupakan kebiasaan, sehingga ketika akan diubah menjadi bentuk yang baru diperlukan proses. Oleh karena itu, kurikulum 2013 belum semua sekolah menggunakannya karena masih banyak persiapan yang dilakukan, bukan hanya guru tetapi juga pihak sekolah. Lebih banyak sosialisasi, workshop, seminar tentang pembelajarn inovatif untuk memeroleh informasi terkait pembelajaran inovatif

    ReplyDelete
  39. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016


    Pada elegi ini digambarkan ada dua guru yang menggunakan pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Guru tradisional adalah guru yang menggunakan metode pembelajaran itu itu saja dan cenderung kurang terbuka pada metode pembelajaran yang baru. sedangkan guru yang inovatif guru yang terbuka dalam metode metode baru dalam pengajarannya

    ReplyDelete
  40. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  41. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tradisional dan inovatif keduanya menempati ruang dan waktu tertentu. Tradisional ke n adalah inovatif bagi tradisional ke n-1. Sedangkan inovatif ke n adalah inovatif bagi inovatif ke n-1. Tradisional itu inovatif. dan inovatif itu tradisional. Namun jika kita menempatkan diri pada masa sekarang, inovatif adalah yang terbaru pada saat ini. Sedangkan tradisional adalah yang sudah ada sebelum inovatif. Saya tidak bisa menyebutkan apa yang menjadi simbol inovatif. Karena bisa jadi inovatif yang saya sebut menjadi tradisional suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  42. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru tradisional selalu menjadikan siswanya sebagai objek pembelajaran. Guru tradisional selalu bertindak otoriter dengan memaksakan kehendaknya terhadap siswa. Dalam mengajar, guru tradisional juga hanya menggunakan metode ceramah saja. Guru tradisional hanya mengandalkan satu sumber belajar saja. Berbeda dengan guru tradisional, guru inovetif jauh lebih bijaksana terhadap siswanya. Dia tidak akan memaksakan kehendaknya kepada siswa karena dia sangat demokratis. Siswa bebas mengembangkan konsep-konsep pengetahuan sesuai pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  43. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru inovatif juga tidak hanya menggunakan metode ceramah saja dalam kegiatan pembelajaran. Dia akan lebih banyak menggunakan metode diskusi karena dengan metode diskusi siswa dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang pengetahuan-pengetahuan yang baru mereka dapatkan. Dalam kegiatan pembelajarn, guru inovatif menggunakan berbagai macam sumber belajar, diantaranya: buku, blog, internet, ICT, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  44. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. tradisional dan inovatif itu memiliki sifat-sifat dan jargon-jargonnya sendiri untuk memntapkan keberadaanya. Dalm dunia peendidikan, pembelajaran yang tradisional itu yang masih berpusat pada guru dengan metode transfer knowledge. Sendangkan pembelajaran yang inovatif itu pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada dan memanfaatkan lingkungan sebagai tempat dan sumber belajar.

    ReplyDelete
  45. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Membahas mengenai yang tradisional dan yang inovatif pasti tidak lepas dari yang namanya IPTEK. terkadang ingin rasanya dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan teknologi seperti misal memanfaatka power point atau alat lainnya. tetapi disini saya juga masih takut jika dengan menggunakan alat tersebut malah akan menyita waktu yang begitu banyak untuk mempersiapkan atau bahkan jika terjadi error sehingga waktu belajar siswapun akan berkurang karena hal tersebut. maka dari itu saya belum berani menggunakan alat teknologi dalam belajar mengajar.

    ReplyDelete
  46. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran yang tradisional mungkin yang dimaksud adalah pembelajaran ekspositori yang masih dominan guru mengajar dan transfer of knowledge kepada siswa. tetapi pembelajaran yang inovatif dan modern adalah pembelajaran yang student center. jadi disini siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Guru bersikap dan bertugas sebagai fasilitator siswa yang sebaik mungkin menyiapkan media pembelajaran guna pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    ReplyDelete
  47. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran matematika memang begitu sangat menarik dan menyenangkan. Karena matematika adalah ratu dan sekaligus pelayan ilmu. semua ilmu didasarkan atas matematika dan matematika dapat membantu ilmu ilmu yang lain. dengan matematika ilmu-ilmu yang lain dapat terbantu dan menjadi lebih mudah. matematika memang spesial.

    ReplyDelete
  48. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakekatnya tidak ada pembelajaran di kelas yang tidak memberikan manfaat bagi siswa maupun gurunya, namun penggunaan metode pembelajaran tersebut terbatas oleh ruang dan waktu, jadi kita tidak bisa menjudge bahwa pembelajaran yang tradisional itu sepenuhnya tidak baik dibandingkan dengan pembelajaran yang inovatif. semuanya dilakukan seiring perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  49. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Inovatif hadir untuk menyempurnakan pembelajaran tradisional yang mana kebebasan mengkonstruk pengetahuan siswa sangat minim. sehingga pembelajaran inovatif akan lebih efektif jika dilakukan di dalam kelas untuk saat ini, karena dewasa ini siswa dituntut untuk meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritisnya. peningkatan kreatifitas tersebut akan lebih baik jika dalam pembelajaran berfokus pada student-centered dengan pendekatan pembelajaran yang ilmiah atau saintifik (inovatif).

    ReplyDelete
  50. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Keberadaan jargon inovatif akan selalu terancam oleh jargon tradisional. Padahal jargon tradisional tidaklah selalu sesuai dengan perkembagan zaman, karena perkembangan selalu bersifat dinamis sehingga para guru haruslah ber jargon inovatif, meskipun nantinya banyak mendapat protes dari para jargon guru tradisional dimana menurut mereka hal-hal baru merupakan sesuatu yang aneh. Hal tersebut banyak terjadi disekeliling dunia pendidikan kita. Jargon inovatif haruslah selalu dikembangkan agar pembelajaran sesuai dengan berkembangnya zaman yang selalu bersifat dinamis.

    ReplyDelete
  51. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan di atas yang berjudul "Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif", menurut saya pembelajaran tradisional ini diterapkan dengan guru sebagai pusat di kelas. Sehingga siswa hanya mengikuti instruksi atau apa yang dikatakan oleh guru. Maka dalam pembelajaran tradisional ini keaktifan guru berbicara maupun bertindak lebih dominan dibandingkan dengan siswa.

    ReplyDelete
  52. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Lalu, pada pembelajaran inovatif menurut saya, pembelajaran ini sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan pembelajaran yang tradisional. Jika dalam pembelajaran tradisional menerapkan teacher centre, maka dalam pembelajaran inovatif ini menerapkan student centre. Sehingga ini akan menjadi siswa semakin berkembang karena bisa aktif langsung mengeluarkan ide-ide kreatif mereka.

    ReplyDelete
  53. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari paparan menurut saya tentang pembelajaran tradisional dan inovatif, kedua model pembelajaran tersebut sebenarnya akan efektif ketika diterapkan di situasi yang akan membutuhkan model pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  54. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran tradisional adalah preses pembelajaran yang berpusatkan pada guru dan bersifat satu arah atau dengan cara ceramah. Sehingga menyebabkan siswa akan bosan dalam pembelajaran. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga guru harus menyiapkan berbagai variasi metode, model, media, alat peraga, dan sebagainya demi menunjang kemampuan berpikir siswa. Sehingga siswa mampu merkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan aktivitas yang telah direncanakan oleh guru yang beragam adanya. Dan daam pembelajarannya pastilah banyak yang mendukung atas kedua tipe pemeblajran ini. Namun pada hakekatnya pendukung tradisional merupan para pendukung yang mengekng siswa-siswanya sehingga dirinya tidak mau membuka tidiri mendapatkan berbagai masukkan.

    ReplyDelete
  55. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari postingan diatas memberi gambaran kepada kita karakteristik guru tradisional. Yaitu guru menggunakan metode yang itu-itu saja, seperti contohnya adalah ceramah. Guru juga bersifat tertutup akan perubahan, dilihat dari kurang terlibatnya guru dalam seminar, workshop, diskusi, dan lain sebagainya. Guru tipe tradisional berprinsip bahwa mengajar adalah sebatas menyalurkan pengetahuan, dengan tidak mementingkan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan meneliti

    ReplyDelete
  56. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru inovatif adalah guru yang mengembangkan pembelajaran inovatif demi perkembangan siswanya. Disini guru inovatif menyadari tujuan diadakannya pembelajaran, yaitu melayani kebutuhan belajar siswa yang mana pencapaian kompetensi nya semakin bertambah mengikuti zaman. Guru inovatif memiliki sifat peduli, kreatif, jujur, harus selalu belajar, dan yang penting adalah guru yang mengembangkan pembelajarannya dengan kegiatan penelitian. Maka sikap yang terlihat pada guru-guru tipe ini adalah terbuka, senang mengikuti seminar, diskusi, dan sebagainya

    ReplyDelete
  57. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dibutuhkan saling menterjemahkan antara tradisional dan inovatif. Juga diperlukan keterbukaan antar keduanya. Tradisional perlu menyadari bahwa zaman semakin berkembang, dan semua nya berinovasi. Agar tidak ketinggalan maka perlu perubahan. Inovatif juga perlu memahami bahwa untuk merubah tradisional menjadi bagian dari mereka perlu penyesuaian, dan empati. Karena tidak ada tradisional sejati, dan inovasi yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  58. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Cara yang tradisional bukanlah tidak baik, akan tetapi diluar sana banyak hal yang menunggu adanya inovasi. Inovasi yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, bukan inovasi yang tanpa manfaat. Guru yang mengajar dengan cara tradisional itu menunjukkan bahwa guru tersebut belum mampu memfasilitasi siswa dalam belajarnya padahal siswa mebutuhkan suatu inovasi dalam belajar.

    ReplyDelete
  59. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    saya setuju dengan orang tua berambut putih, kebijaksanaan lah yang akhirnya menentukan hati guru memilih tradisional maupun inovatif. Akan tetapi, guru juga perlu membuka mata untuk melihat inovasi di luar sana agar pelaksanaan pembelajaran lebih baik.

    ReplyDelete
  60. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adanya tradisional itu penting. Adanya Inovatif diakibatkan karena pemikiran-pemikiran tentang tradisional yang kurang efektif, kurang efisen dan masih banyak lainnya. Yang artinya bahwa tradisional merupakan komponen dasar terbentuknya suatu keinovatifan.

    ReplyDelete
  61. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam kasusnya nyata di dunia pendidikan adalah adanya pembelajaran inovatif dikarenakan pembelajaran tradisional tidak lagi relevan di era zaman sekarang ini, karena di era zaman sekarang ini dunia pendidikan harus membentuk karakter yang kuat untuk dapat bersaing dengan dunia luar. Siswa memiliki sikap percaya diri, berani berpendapat, dan tanggung jawab.

    ReplyDelete
  62. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dewasa ini sudah mulai berkembang pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif itu sendiri merupakan pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran tradisional. Oleh karenanya mereka mempunyai jargon-jargon hidup sendiri agar tetap bisa diterima dengan baik oleh siswa.

    ReplyDelete
  63. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Baik pembelajaran inovatif maupun tradisional sebenarnya adalah pembelajaran yang sama-sama baik. Hanya saja memang dalam guru menerapkan sebuah pembelajaran haruslah disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  64. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu untuk dapat hidup berdampingan. Demikian juga guru tradisional dan inovatif telah menemukan jargon-jargonnya. Maka guru tradisional dan guru inovatif harus bias hidup berdampingan, saling menterjemahkan dan diterjemahkan. Guru inovatif ada karenya adanya keberadaan guru tradisional.

    ReplyDelete
  65. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebaiknya jargon tradisional dan jargon inovatif tidak perlu melakukan pertengkaran, karena tidak akan ada ujungnya. Dilihat dari segi pendidikan, sebaiknya inovatif ini bercermin pada tradisional, apa yang harus diperbaiki agar menjadi lebih baik. Tapi bukan berarti tradisional salah, hanya saja kurang relevan untuk sekarang ini.

    ReplyDelete
  66. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran tradisional memang masih banyak diterapkan oleh sebagian guru. Padahal dengan semakin majunya perkembangan jaman diperlukan inovasi pembelajaran agar pembelajaran tidak selalu teacher center akan tetapi student center. Hal ini tentu untuk dapat menjawab tantangan perubahan jaman yang semakin maju dan modern. Pembelajaran inovatif kini semakin digiatkan agar belajar lebih bermakna. Pembelajaran tradisional perlahan musti diubah dan disesuaikan dengan perubahan jaman, jadilah tetap pembelajaran tradisional akan tetapi yang mengikuti perubahan dan tempatkan siswa sebagai pusat belajar.

    ReplyDelete
  67. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya mengenai pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif adalah suatu hal yang berbeda. apalagi kurikulum 2013 yang digunakan saat ini adalah sangat dominan menerapkan pembelajaran inovatif. namun pada hakekatnya menurut saya bahwa pembelajaran tradisional juga masih tetap bisa digunakan, semuanya tergantung kebutuhan di dalam sebuah kelas tertentu.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Berfikir inovatif adalah jalan pembuka tradisional baru. Tidak ada pembelajaran tradisional manakala tak pernah ada inovatif. Hanya saja ruang dan waktu yang membagi ke dalam level-level yang berbeda. Sehingga konklusi dalam inovatif dan tradisional adalah tradisional adalah inovatif, dan inovatif adalah tradisional. Dalam tataran kehidupan Berfikir inovatif sangatlah diperlukan untuk mengembangkan hal positif dan kualitas suatu hal. namun yang menjadi pegangan adalah pembelajaran tradisional. Yang tak lain adalah Pengalaman. Maka harsu senantiasa melihat tradisional dalam mengembangkan inovatif.

    ReplyDelete
  69. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru tradisional dan guru inovatif memiliki perbedaan yang terletak pada bagaimana cara mereka mengajar dan apa saja perangkat yang mereka gunakan. Guru tradisional akan memberikan pembelajaran dengan metode ekspositori atau metode ceramah. Dengan metode ini guru memberikan semua informasi terkait topik mata pelajaran yang dibahas pada hari itu kepada siswa yang diajarkan. Guru tradisional memposisikan diri sebagai pusat dari pembelajaran hal ini tentu saja dapat menyebabkan interaksi, sifat sosial, tingkat kreatifitas dan kemampuan mengkonstruk sendiri pengetahuan siswa menjadi tidak dapat dilakukan. Guru tradisional dalam proses pembelajaran akan menyebabkan siswa kurang termotivasi, sehingga siswa menjadi pasif dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru di saat proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  70. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru inovatif akan menerapkan metode inovatif dan pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan tingkat motivasi siswa. Guru inovatif memposisika diri hanya sebagai fasilitator dan motivator yang berperan sebagai pemberi fasilitas kepada siswanya, sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Guru inovatif akan membawa proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih interaktif, sehingga selain tingkat keaktifan dan kekreatifan siswa di kelas dapat ditingkatkan, aktivitas sosial juga dapat dilakukan

    ReplyDelete
  71. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Tradisional dan inovatif mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kebaikan. Namun keduanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu keduanya harus saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  72. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan dirinya, sedangkan guru inovatif memerlukan jargon untuk mengajak inovasi para guru tradisional. Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan guru tradisional dan guru inovatif hidup berdampingan bersama jargon-jargonnya. Maka guru tradisional dan guru inovatif hendaklah saling menterjemahkanlah agar dapat saling memahami jargon masing-masing. Maka semua jargon itu akan lenyap diperbatasan pikiran kita masing-masing. Jika kita sebagai guru tradisional, maka janganlah kita berlaku sombong dan tetap mempertahankan tradisi kita karena sesungguhnya di luar sana banyak kejadian memerlukan inovasi kita untuk lebih melejitkan prestasi murid-murid agar mampu mengimbangi teknologi yang makin hari makin berkembang. Jika kita berperan sebagai guru inovatif, maka janganlah kita bertindak ceroboh. Hendaklah kita dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mendekati guru tradisional agar bersedia menciptakan inovasi baru demi kemajuan pendidikan.

    ReplyDelete
  73. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pertengkaran tradisional dan inovatif. seringkali dalam masyakarat menginginkan budaya tradisional untuk selalu dilestarikan. namun disini menurut saya, tradisional perlu untuk diganti dengan sesuatu yang inovatif tergantung pada konteksnya. jaman selalu berubah, sehingga untuk menyeimbangkan dengan perubahan itu, kita perlu sesuatu yang baru yaitu suatu inovasi

    ReplyDelete