Sep 20, 2013

Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif




Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah, tradisional itu inovatif dan inovatif itu tradisional,...dst. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon tradisional dan jargon inovatif. Wahai jargon tradisional dan jargon inovatif dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon tradisional kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon inovatif kelihatannya demikian juga. Aku betul-betul melihat pertengkaran yang sangat seru. Tradisional terlihat menempati kedudukan istimewa, lengkap dengan segala peralatannya untuk menghadapi inovatif. Sedangkan inovatif juga terlihat menempati kedudukan istimewa, lengkap dengan segala peralatannya untuk menghadapi tradisional. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon tradisional:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon tradisional. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada inovatif agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para inovatif tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon inovatif:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon inovatif. Saya menyadari bahwa jargon para tradisional itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada tradisional agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para tradisional. Ketahuilah tiadalah tradisional itu tanpa inovatif. Maka tolonglah wahai orang tua berambut putih agar aku bisa bergaul dengan tradisional.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon tradisional. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon tradisional:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon tradisional. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi inovatif pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada inovatif. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada inovatif maka kedudukanku sebagai tradisional akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi tradisional yang kuat, yaitu sebenar-benar tradisional. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai tradisional sejati maka aku harus mengelola semua tradisi sedemikian rupa sehingga semua tradisiku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar inovatif tidak pernah menggangguku. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para inovatif. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para inovatif. Dari pada jargon inovatif menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon tradisional, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para anggotamu menyampaikan kepadaku.

Jargon guru tradisional :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon guru tradisional senior. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai guru tradisional. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, bisa terpilih sebagai guru inovatif. Ketika aku menjadi terpilih sebagai guru inovatif maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai guru tradisional. Maka setelah aku menjadi guru inovatif aku mulai kehilangan jargon guru tradisional, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon guru inovatif. Namun demikian aku sebetulnya belum siap untuk menjadi guru inovatif. Uku lebih suka menjadi guru tradisional. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai guru tradisional, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: guru itu tidak perlu repot-repot, rpp itu kewajiban yang memberatkan, metode mengajar cukup ceramah, ..dst. Begitu aku menemukan para siswaku itu tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera menggunakan kekuasaanku sebagai guru tradisional. Kekuasaanku sebagai guru tradisional itu mengalir melalui jargon-jargonku: siswa itu harus rajin, siswa itu harus menurut, siswa itu harus giat, siswa itu harus menghafal, ..dst. Tetapi begitu aku menemukan bahwa diriku tidak sesuai dengan jargon-jargon, ternyata muncul jargon-jargonku yang lain: guru itu manusia biasa, belajar itu memerlukan biaya, mengajarku tak ada yang mengawasi, buat apa meneliti,..dst. Maka jargon yang paling populer bagi diriku sebagai guru tradisional adalah: inilah bisaku, inilah kemampuanku. Ternyata muncul jargon populer berikutnya: manusia itu tidak pernah terlepas dari kesalahan, maka demi menjaga statusku sebagai guru tradisional aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para guru inovatif. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai guru tradisional. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon guru tradisional. Maka aku kurang seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...semuanya itu hanya mengganggu ketenangan jargon-jargonku.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon inovatif. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon inovatif:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon inovatif. Jikalau aku terbebas dari segala kecurigaan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya sedang berusaha mendekati para tradisional. Hal ini tidaklah off the record, sampaikanlah kepada guru tradisional. Karena jika engkau katakan hal ini kepada guru tradisional maka mungkin mereka akan memahami inovatif. Padahal segenap jiwa ragaku itu betul-betul ikhlas untuk membantu guru tradisional. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala macam kekolotan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai guru inovatif maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat mendekati guru tradisional. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para tradisional. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para tradisional. Tetapi apalah dayaku sebagai inovatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin menjadi menghadap para jargon guru tradisional.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon guru inovatif, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para tertindasmu menyampaikan kepadaku.

Jargon guru inovatif :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon guru inovatif. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai guru tradisional. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku mempunyai kesempatan melakukan inovasi metode pembelaaranku . Ketika aku memperoleh julukan sebagai guru inovatif aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai guru tradisional. Maka setelah aku mempunyai kesempatan melakukan inovatif aku mulai kehilangan jargon guru tradisional, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon guru inovatif. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai guru inovatif yang hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Contoh sederhana dari jargonku itu adalah: guru inovatif itu harus jujur, guru inovatif itu harus peduli, guru inovatif itu harus kreatif, guru inovatif itu harus meneliti, guru inovatif itu harus selalu belajar, guru inovatif itu harus melayani kebutuhan belajar siswa, guru inovatif itu harus mengikuti perkembangan jaman, ...dst. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara pengaruh para guru tradisional itu masih tetap mengalir melalui jargon-jargon nya: tak perlulah sok inovatif, inovatif itu asing bagiku, tradisional itu gak apa apa yang penting kompak, ..dst. Tetapi begitu aku menemukan bahwa guru tradisional tidak sesuai dengan jargon-jargonnya, ternyata muncul jargon-jargonnya yang lain: tradisional itu melestarikan, tradisional itu budaya, tradisional itu sakral, tradisional itu bentengnya kebiasaan, ...dst.
Maka jargon yang paling populer bagi para guru tradisional adalah: yang penting selamat, hidup itu tidak neko-neko, manusia itu hanya mampir ngombhe, apalah gunanya inovasi, inovasi itu tidak penting yang penting amal perbuatannya. Sebagai guru inovatif aku juga menghasilkan jargon populer berikutnya:
mengajar itu totalitas, profesiku adalah guru, hidupku semata-mata aku abdikan pada murid-muridku. Tetapi akupun tidak bisa menutupi kelemahan-kelemahanku. Maka terpaksa aku menjaga statusku sebagai guru inovatif menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para guru tradisional. Agar aku selamat dari pencemoohan para jargon tradisional. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai guru inovatif. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon guru inovatif. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon guru inovatif, agar aku bisa mengajak para guru tradisional untuk melakukan inovasi. Maka aku gembira sekali jika aku mempunyai kesempatan mengikuti seminar, konferensi, workshop, pengajian, diskusi, kampanye, koran, radio, TV, debat ...untuk memproduksi jargon-jargonku.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan dirinya, sedangkan guru inovatif memerlukan jargon untuk mengajak inovasi para guru tradisional. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana guru tradisional dan guru inovatif dapat hidup bersama-sama dalam jargon-jargonnya. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai engkau para guru tradisional dan guru inovatif, terjemah dan saling menterjemahkanlah agar engkau saling memahami jargonmu masing-masing. Ketahuilah bahwa di batas sana, tradisional itu adalah inovatif, dan inovatif itu adalah tradisional. Maka semua jargonmu itu akan lenyap diperbatasan pikiranmu masing-masing. Saya ingin memperingatkan tradisional, janganlah engkau berlaku sombong dan sok kuasa mempertahankan tradisimu. Ingatlah bahwa di luar sana banyak kejadian memerlukan inovasimu. Saya juga ingin memperingatkan para guru inovatif, janganlah engkau bertindak ceroboh. Dekatilah para guru tradisional itu dengan cara-cara empati. Tiadalah sebenar-benar tradisional sejati bagimu. Dan juga tiadalah sebenar-benar inovatif bagimu. Sebenar-benar bukan jargon adalah kuasa dan milik Tuhan YME.

108 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam sebuah pembelajaran kita harus bisa menyesuaikan kebutuhan. Dari elegi diatas ada dua pembelajaran yaitu tradisional dan inovatif. Diharapkan dari kedua pembelajaran itu seorang guru bisa menggunakan pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Kita tidak harus menggunakan pembelajaran tradisional terus menerus tapi kita harus beralih ke pembelajaran yang inovatif yang dipercaya dapat lebih membelajarkan siswa.

    ReplyDelete
  2. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon pertengkaran Tradisional dan Inovatif. Dari tulisan prof Marsigit ini disampaikan bahwa seringkali Guru tradisional yang merasa telah lebih dulu menguasai pendidikan bersikap kolot mengenai hal baru yang diperkenalkan. Guru tradisional takut akan tergesernya posisi oleh Guru inovatif. Pembelajaran tradisional tidak salah, pada jamannya itu tepat digunakan, namun guru harus menyadari bahwasanya jaman sudah semakin berkembang, tuntutan semakin berat, guru bukan lagi penguasa atas murid-muridnya, guru kini adalah fasilitator teruntuk siswanya.
    Guru inovatif pun juga harus berhati-hati dan sabar dalam menyebarkan pembelajaran inovatif, agar dapat lebih mudah diterima oleh guru tradisional sebagai bentuk pengembangan pembelajaran. Guru inovatif juga perlu belajar dengan guru tradisional mengenai hal-hal baik yang dapat dipetik, pengalaman dan lain lain. Jika keduanya telah sejalan, maka pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan jaman tentu tiada perdebatan.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sekilas, tradisional bertentangan dengan inovatif. Namun pada dasarnya mereka saling melengkapi, dan dapat menjadi sumber inspirasi satu sama lain. dalam dunia pendidikan, ‘inovatif’ dapat mempelajari pengalaman, dampak, sebab-akibat dari ‘tradisional’ ‘tradisional’ dapat mempelajari ilmu dan pengetahuan baru yang relevan dengan keadaan sekarang dari ‘inovatif’. Jadi lebih baik tradisional dan inovatif berjalan saling melenkapi dan mendukung, bukan saling menjatuhkan dan men.judge.

    ReplyDelete
  4. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan dari Bapak Prof Marsigit M.A, menggambarkan tentang bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru dimana guru terkesan hanya sekedar tranfer of knowledge sehingga kurang memfasilitasi siswanya untuk terlibat secara langsung dalam menemukan konsep pengetahuannya melainkan hanya sekedar menghafal. Sehingga diperlukan pembelajaran inovatif yang melayani kebutuhan siswa terutama dalam memfasilitasi siswa-siswanya untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran dari guru yang inovatif yaitu yang jujur, peduli, kreatif, selalu belajar, melayani kebutuhan siswa dan mengikuti perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  5. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan dari Bapak Prof Marsigit M.A, menggambarkan tentang bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru dimana guru terkesan hanya sekedar tranfer of knowledge sehingga kurang memfasilitasi siswanya untuk terlibat secara langsung dalam menemukan konsep pengetahuannya melainkan hanya sekedar menghafal. Sehingga diperlukan pembelajaran inovatif yang melayani kebutuhan siswa terutama dalam memfasilitasi siswa-siswanya untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran dari guru yang inovatif yaitu yang jujur, peduli, kreatif, selalu belajar, melayani kebutuhan siswa dan mengikuti perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  6. Tradisional mungkin mempunyai lawan dengan modern. Misal masak dahulu dengan kayu maka disebut tradisional, sekarang dengan menggunakan kompor gas atau oven disebut modern. Proses dari tradisional menuju modern dapat disebut terjadi Inovasi. Inovatif sebagai tranformasi dari tradisional ke modern. Tradisional perlu menyadari bahwa dalam beberapa hal di dunia ini perlu adanya inovasi. Ada hal-hal yang tetap dilakukan secara tradisional, ada hal-hal yang karena perekembangan jaman dan inovasi hal tersebut berubah. Inovasi tetap disaring utuk hal-hal yang bersifat positif. Di antara keduanya tidak ada yang sempurna, mempunyai kekurangan masing-masing. Keduanya dapat diterapkan dalam hidup ini, sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sumber belajar inovatif adalah sumber belajar yang dianggap baru oleh suatu kelompok dalam membelajarkan siswa. Selama ini yang umum dikenal sebagai sumber belajar adalah buku dan guru. Padahal, semakin lama sumber belajar tradisional ini semakin terbatas, baik jumlah maupun distribusi. Dalam hal ini internet bisa menjadi sarana yang sifatnya lebih untuk melengkapi. Bukan menggantikan peran guru secara keseluruhan. Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di kalangan pendidikan. Semua media ini fungsinya hampir sama dengan buku, yaitu program yang dijalankan untuk menambah pengetahuan. Namun bedanya visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan dengan visualisasi yang ditampilkan media elektronik.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Media komputer berbasis internet menjadi sumber belajar acuan yang cukup digemari sekarang ini. Selain berfungsi sebagai sumber informasi, melalui situs-situs yang menyediakan beragam materi, internet juga bisa digunakan sebagai media diskusi ilmiah online. Dengan internet, diskusi yang dilaksanakan dapat berlangsung kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Jika keterbatasan akan sumber belajar tradisional menjadi kendala pemerataan kualitas pendidikan, sumber referensi pengetahuan lain harus dicari. Untuk itu, Internet bisa menjadi sumber alternatif belajar siswa. Kendala jarak, waktu, dan lokasi telah dinihilkan dengan adanya internet. Selain itu keragaman jenis informasi yang terdapat di dalamnya kadang melebihi pengetahuan seorang guru atau buku.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Jargon adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Dalam hal ini ada dua istilah yaitu tradisional dan innovatif, tradisional itu adalah inovatif dan inovatif adalah tradisional. Maka semua jargonmu itu akan lenyap di perbatasan pikiranmu masing-masing. Innovatif lahir dari adanya tradisional yaitu tradisional yang dirubah dengan hal yang baru. Sedangkan tradisional adalah inovatif yang dikembalikan ke asal semulanya sebelum dirubah. Refkleksi yang terbaik dan intropeksi diri dalam mencapai sebuah kesuksesan. Jauh dari penyakit sombong dan senantiasa mengharap riho Allah tiap harinya adalah contoh innovasi kehidupan yang sangat mulia.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang telah banyak diulas sebelumnya bahwa pendidikan saat ini masih menerapkan pembelajaran tradisional. Dari elegi di atas, jargon-jargon guru tradisional antara lain: tradisional itu melestarikan, tradisional itu budaya, tradisional itu sakral, tradisional itu bentengnya kebiasaan. Pembelajaran tradisional memang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan. Akan tetapi untuk menggapai kemajuan, segala sesuatu harus berani berubah (tidak stagnan). Perubahan tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan mengembangkan pendidikan, yaitu menuju pada pembelajaran inovatif. Jargon-jargon guru inovatif, yaitu guru inovatif itu harus jujur, peduli, kreatif, meneliti, selalu belajar, melayani kebutuhan belajar siswa, dan mengikuti perkembangan jaman. Akan tetapi, sebenarnya yang terpenting bukanlah jargon, melainkan komitmen guru dalam memfasilitasi siswa.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    tradisional dan inovatif memang merupakan dua hal yang berbeda, tetapi perlu kita ingat bahwa pada saat kita dulu belajar dengan menggunakan cara tradisional, kita tetap paham dengan materi yang disampaikan oleh guru, kepada pada saat ini tidak? Karena adanya faktor lain yang berperan mengapa kita tidak selalu bisa menerapkan tradisional ini. Karena sudah adanya perkembangan zaman yang membuat hal-hal yang lama itu tidak bisa digunakan lagi, begitu juga dengan belajar dan mengajar.

    ReplyDelete
  12. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jaman semakin hari semakin berkembang. Teknologi semakin hari juga semakin canggih. Tak ketinggalan pendidikan, pendidikan juga semakin hari semakin berkembang. Oleh karenanya, sebagai guru kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Kita harus mengajar dengan perangkat pembelajaran yang inovatif, metode yang inovatif, agar sesuai dengan perkembangan jaman sehingga pendidikan di Indonesia juga tak kalah bagusnya dengan pendidikan di luar negeri.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pertengaran antara tradional dan inovatif yang dialami oleh guru saat pembelajaran disekolah. Guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional cenderung sebagai satu-satunya sumber belajar di dalam kelas dengan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan pembelajaran di dalam kelas dan siswa cenderung tidak aktif di dalam pembelajaran. Akan tetapi guru yang menggunakan metode inovatif selalu menggunakan pendekatan pembelajaran yang bervariasi agar suasananya menjadi menyenangkan, siswa diberi kebebasan dalam berdiskusi kelompok.

    ReplyDelete
  14. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Jargon pertengakaran tradisional dan inovatif menjelaskan bahwa pembelajaran yang tradisional lebih kepada guru yang aktif, guru menjelaskan dengan metode ceramah dan pendekatan yang dilakukan berdasar teacher center. seiring perkembangan zaman pembelajaran tradisional dirasa tidak sesuai dengan perkembangan kemampuan berpikir siswa, lahirlah pembelajaran inovatif dimana pembelajaran dilakukan berdasar student center dan siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengeahuannya sendiri dan guru sebagai fasilitatornya.

    ReplyDelete
  15. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    hakikat dari pembelajaran adalah guru memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri bukan guru mentransfer ilmu saja, karena ketika guru hanya mentransfer ilmu siswa mendapatkan ilmu tersebut dengan instan, hal ini kurang baik bagi siswa karena siswa tidak terlatih untuk menganalisis masalah dan kurang terlatih dalam berpikir kreatif dalam pemecahan masalah. pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dengan metode dan media yang kretaif sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh.

    ReplyDelete
  16. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seiring dengan perkembangan zaman, tentu kecakapan-kecakapan(kreativitas) yang menjadi tujuan dari pendidikan akan semakin berkembang. Sehingga kegiatan pembelajaran pun akan berkembang. Yang semula pembelajaran berbasis teacher-centered maka lambat laun harus beralih ke student-centered. Pada artikel di atas dijelaskan bahwa salah satu guru yang inovatif adalah guru yang peduli, jujur, yang dapat memfasilitasi siswa, mengikuti perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  17. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya mengingat kembali bahwa kita memiliki hak untuk berpendapat, tetapi kita tidak bisa memaksakan pendapat kita kepada orang lain. Kita harus memahami keadaan orang lain, belum tentu apa yang kita pikirkan sama dengan yang mereka pikirkan. Oleh karena itu pentingnya mengharga pendapat orang lain

    ReplyDelete
  18. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut kurikulum 2013, seharusnya guru memberikan pembelajaran inovatif. Bukan lagi menggunakan metode konvensional. Tetapi untuk menuju pembelajaran inovatif tidaklah cepat, butuh proses dan persiapan. Kita tahu bahwa konvensional / trandisional itu merupakan kebiasaan, sehingga ketika akan diubah menjadi bentuk yang baru diperlukan proses. Oleh karena itu, kurikulum 2013 belum semua sekolah menggunakannya karena masih banyak persiapan yang dilakukan, bukan hanya guru tetapi juga pihak sekolah. Lebih banyak sosialisasi, workshop, seminar tentang pembelajarn inovatif untuk memeroleh informasi terkait pembelajaran inovatif

    ReplyDelete
  19. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016


    Pada elegi ini digambarkan ada dua guru yang menggunakan pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Guru tradisional adalah guru yang menggunakan metode pembelajaran itu itu saja dan cenderung kurang terbuka pada metode pembelajaran yang baru. sedangkan guru yang inovatif guru yang terbuka dalam metode metode baru dalam pengajarannya

    ReplyDelete
  20. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tradisional dan inovatif keduanya menempati ruang dan waktu tertentu. Tradisional ke n adalah inovatif bagi tradisional ke n-1. Sedangkan inovatif ke n adalah inovatif bagi inovatif ke n-1. Tradisional itu inovatif. dan inovatif itu tradisional. Namun jika kita menempatkan diri pada masa sekarang, inovatif adalah yang terbaru pada saat ini. Sedangkan tradisional adalah yang sudah ada sebelum inovatif. Saya tidak bisa menyebutkan apa yang menjadi simbol inovatif. Karena bisa jadi inovatif yang saya sebut menjadi tradisional suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru tradisional selalu menjadikan siswanya sebagai objek pembelajaran. Guru tradisional selalu bertindak otoriter dengan memaksakan kehendaknya terhadap siswa. Dalam mengajar, guru tradisional juga hanya menggunakan metode ceramah saja. Guru tradisional hanya mengandalkan satu sumber belajar saja. Berbeda dengan guru tradisional, guru inovetif jauh lebih bijaksana terhadap siswanya. Dia tidak akan memaksakan kehendaknya kepada siswa karena dia sangat demokratis. Siswa bebas mengembangkan konsep-konsep pengetahuan sesuai pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  22. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru inovatif juga tidak hanya menggunakan metode ceramah saja dalam kegiatan pembelajaran. Dia akan lebih banyak menggunakan metode diskusi karena dengan metode diskusi siswa dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang pengetahuan-pengetahuan yang baru mereka dapatkan. Dalam kegiatan pembelajarn, guru inovatif menggunakan berbagai macam sumber belajar, diantaranya: buku, blog, internet, ICT, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. tradisional dan inovatif itu memiliki sifat-sifat dan jargon-jargonnya sendiri untuk memntapkan keberadaanya. Dalm dunia peendidikan, pembelajaran yang tradisional itu yang masih berpusat pada guru dengan metode transfer knowledge. Sendangkan pembelajaran yang inovatif itu pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada dan memanfaatkan lingkungan sebagai tempat dan sumber belajar.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Membahas mengenai yang tradisional dan yang inovatif pasti tidak lepas dari yang namanya IPTEK. terkadang ingin rasanya dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan teknologi seperti misal memanfaatka power point atau alat lainnya. tetapi disini saya juga masih takut jika dengan menggunakan alat tersebut malah akan menyita waktu yang begitu banyak untuk mempersiapkan atau bahkan jika terjadi error sehingga waktu belajar siswapun akan berkurang karena hal tersebut. maka dari itu saya belum berani menggunakan alat teknologi dalam belajar mengajar.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran yang tradisional mungkin yang dimaksud adalah pembelajaran ekspositori yang masih dominan guru mengajar dan transfer of knowledge kepada siswa. tetapi pembelajaran yang inovatif dan modern adalah pembelajaran yang student center. jadi disini siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Guru bersikap dan bertugas sebagai fasilitator siswa yang sebaik mungkin menyiapkan media pembelajaran guna pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    ReplyDelete
  26. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran matematika memang begitu sangat menarik dan menyenangkan. Karena matematika adalah ratu dan sekaligus pelayan ilmu. semua ilmu didasarkan atas matematika dan matematika dapat membantu ilmu ilmu yang lain. dengan matematika ilmu-ilmu yang lain dapat terbantu dan menjadi lebih mudah. matematika memang spesial.

    ReplyDelete
  27. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakekatnya tidak ada pembelajaran di kelas yang tidak memberikan manfaat bagi siswa maupun gurunya, namun penggunaan metode pembelajaran tersebut terbatas oleh ruang dan waktu, jadi kita tidak bisa menjudge bahwa pembelajaran yang tradisional itu sepenuhnya tidak baik dibandingkan dengan pembelajaran yang inovatif. semuanya dilakukan seiring perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  28. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Inovatif hadir untuk menyempurnakan pembelajaran tradisional yang mana kebebasan mengkonstruk pengetahuan siswa sangat minim. sehingga pembelajaran inovatif akan lebih efektif jika dilakukan di dalam kelas untuk saat ini, karena dewasa ini siswa dituntut untuk meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritisnya. peningkatan kreatifitas tersebut akan lebih baik jika dalam pembelajaran berfokus pada student-centered dengan pendekatan pembelajaran yang ilmiah atau saintifik (inovatif).

    ReplyDelete
  29. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Keberadaan jargon inovatif akan selalu terancam oleh jargon tradisional. Padahal jargon tradisional tidaklah selalu sesuai dengan perkembagan zaman, karena perkembangan selalu bersifat dinamis sehingga para guru haruslah ber jargon inovatif, meskipun nantinya banyak mendapat protes dari para jargon guru tradisional dimana menurut mereka hal-hal baru merupakan sesuatu yang aneh. Hal tersebut banyak terjadi disekeliling dunia pendidikan kita. Jargon inovatif haruslah selalu dikembangkan agar pembelajaran sesuai dengan berkembangnya zaman yang selalu bersifat dinamis.

    ReplyDelete
  30. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya mengenai pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif adalah suatu hal yang berbeda. apalagi kurikulum 2013 yang digunakan saat ini adalah sangat dominan menerapkan pembelajaran inovatif. namun pada hakekatnya menurut saya bahwa pembelajaran tradisional juga masih tetap bisa digunakan, semuanya tergantung kebutuhan di dalam sebuah kelas tertentu.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Berfikir inovatif adalah jalan pembuka tradisional baru. Tidak ada pembelajaran tradisional manakala tak pernah ada inovatif. Hanya saja ruang dan waktu yang membagi ke dalam level-level yang berbeda. Sehingga konklusi dalam inovatif dan tradisional adalah tradisional adalah inovatif, dan inovatif adalah tradisional. Dalam tataran kehidupan Berfikir inovatif sangatlah diperlukan untuk mengembangkan hal positif dan kualitas suatu hal. namun yang menjadi pegangan adalah pembelajaran tradisional. Yang tak lain adalah Pengalaman. Maka harsu senantiasa melihat tradisional dalam mengembangkan inovatif.

    ReplyDelete
  32. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru tradisional dan guru inovatif memiliki perbedaan yang terletak pada bagaimana cara mereka mengajar dan apa saja perangkat yang mereka gunakan. Guru tradisional akan memberikan pembelajaran dengan metode ekspositori atau metode ceramah. Dengan metode ini guru memberikan semua informasi terkait topik mata pelajaran yang dibahas pada hari itu kepada siswa yang diajarkan. Guru tradisional memposisikan diri sebagai pusat dari pembelajaran hal ini tentu saja dapat menyebabkan interaksi, sifat sosial, tingkat kreatifitas dan kemampuan mengkonstruk sendiri pengetahuan siswa menjadi tidak dapat dilakukan. Guru tradisional dalam proses pembelajaran akan menyebabkan siswa kurang termotivasi, sehingga siswa menjadi pasif dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru di saat proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  33. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru inovatif akan menerapkan metode inovatif dan pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan tingkat motivasi siswa. Guru inovatif memposisika diri hanya sebagai fasilitator dan motivator yang berperan sebagai pemberi fasilitas kepada siswanya, sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Guru inovatif akan membawa proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih interaktif, sehingga selain tingkat keaktifan dan kekreatifan siswa di kelas dapat ditingkatkan, aktivitas sosial juga dapat dilakukan

    ReplyDelete
  34. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Tradisional dan inovatif mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kebaikan. Namun keduanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu keduanya harus saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  35. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan dirinya, sedangkan guru inovatif memerlukan jargon untuk mengajak inovasi para guru tradisional. Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan segalanya dengan ke-Maha Sempurna-Nya termasuk menciptakan guru tradisional dan guru inovatif hidup berdampingan bersama jargon-jargonnya. Maka guru tradisional dan guru inovatif hendaklah saling menterjemahkanlah agar dapat saling memahami jargon masing-masing. Maka semua jargon itu akan lenyap diperbatasan pikiran kita masing-masing. Jika kita sebagai guru tradisional, maka janganlah kita berlaku sombong dan tetap mempertahankan tradisi kita karena sesungguhnya di luar sana banyak kejadian memerlukan inovasi kita untuk lebih melejitkan prestasi murid-murid agar mampu mengimbangi teknologi yang makin hari makin berkembang. Jika kita berperan sebagai guru inovatif, maka janganlah kita bertindak ceroboh. Hendaklah kita dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mendekati guru tradisional agar bersedia menciptakan inovasi baru demi kemajuan pendidikan.

    ReplyDelete
  36. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pertengkaran tradisional dan inovatif. seringkali dalam masyakarat menginginkan budaya tradisional untuk selalu dilestarikan. namun disini menurut saya, tradisional perlu untuk diganti dengan sesuatu yang inovatif tergantung pada konteksnya. jaman selalu berubah, sehingga untuk menyeimbangkan dengan perubahan itu, kita perlu sesuatu yang baru yaitu suatu inovasi

    ReplyDelete
  37. Nama: Tri Wulaningrum
    Nim: 17701251032
    Prodi/Kelas: PEP S2/ B
    Angkatan: 2017

    Sangat mengagumi (tulisan di atas). Ironi kehidupan guru saat ini diwakilkan oleh deretan kata kata yang indah dan agak rumit untuk saya pahami. Tulisan di atas memotivasi saya untuk belajar dua hal, yaitu belajar konten dalam tulisan ini dan belajar cara penyampaian konten melalui tulisan ini. Apapun itu, kekaguman saya semakin bertambah ketika mata dan otak sampai kepada baris bacaan "Wahai engkau para guru tradisional dan guru inovatif, terjemah dan saling menterjemahkanlah agar engkau saling memahami jargonmu masing-masing." Pesan moral yang indah dan cerdas. Karena memang itulah yang dibutuhkan, saling mengerti, bukan lagi mengedepankan idealisme pribadi. Salam

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin cepat. Guru hendaknya melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Hal tersebut dimaksudkan agar semua siswa dengan berbagai macam karakter dapat terfasilitasi dengan baik. Selain itu, guru hendaknya juga menyadari bahwa tujuan utama seorang guru adalah memfasilitasi seluruh siswanya belajar.

    ReplyDelete
  39. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pada kondisi saat ini, cara mengajar tradisional atau guru hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tidak cocok lagi untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurut teori belajar, proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran dimana siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembelajaran-pembelajaran inovatif agar proses pembelajaran berpusat pada siswa. Pembelajaran inovatif harus disesuaikan dengan keadaan di sekolah, jangan terlalu memaksakan bahwa pembelajaran yang inovatif harus yang mahal, karena dengan begitu, pembelajaran inovatif malah akan menjadi beban. Akan tetapi, kita tidak juga tidak boleh meninggalkan semua hal-hal yang bersifat tradisional, karena di dalam hal-hal yang bersifat tradisional terdapat budaya, kesakralan, dan kebiasaan asli daerah atau negara kita sendiri.

    ReplyDelete
  40. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, saya ingin berpendapat mengenai inovatif dan tradisional. Saat ini guru dituntut untuk lebih inovati f dalam proses pembelajaran, karena seiring dengan perkembangan jaman, siswa-siswa membutuhkan cara belajar yang lebih sesuai. Siswa biasanya akan bosan jika diberi materi hanya dengan ceramah saja. Inovasi-inovasi yang dilakukan bukan berarti merusak nilai tradisional namun lebih kepada penyesuaian terhadap tuntutan kebutuhan.

    ReplyDelete
  41. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya, guru dikatakan tradisional jika ia masih menggunakan cara-cara lama dalam mengajar. Guru tradisional lebih menggunakan metode klasikal yang ‘teacher centered’ dalam mengajar di kelas. Guru inovatif adalah guru yang mampu mengembangkan berbagai variasi metode pengajaran. Guru inovatif memberikan kesempatan siswanya untuk mengkonstruk pengetahuannya dengan metode-metode tersebut. Guru juga dikatakan inovatif ketika ia dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran.

    Sebenarnya sudah sejak dahulu, banyak guru yang sudah tergolong dalam kategori guru inovatif. Justru di era sekarang ini masih banyak guru-guru yang sebenarnya masih tergolong tradisional. Walau sudah banyak referensi metode-metode pengajaran terbaru, mereka masih menerapkan metode klasikal, yang melulu menerangkan di depan kelas. Hal ini dikarenakan tuntutan kurikulum 2013 yang semakin berat dan padat, serta mengejar nilai Ujian Nasional.

    ReplyDelete
  42. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Keberadaan jargon inovatif akan selalu terancam oleh jargon tradisional. Padahal jargon tradisional tidak lagi sesuai dengan perkembagan zaman, karena perkembangan selalu bersifat dinamis sehingga para guru haruslah ber-jargon inovatif, meskipun nantinya banyak mendapat protes dari para jargon guru tradisional dimana menurut mereka hal-hal baru merupakan sesuatu yang aneh. Hal tersebut banyak terjadi disekeliling kita utamanya dalam dunia pendidikan. sesuatau yang inovatif haruslah selalu dikembangkan agar pembelajaran sesuai dengan perkembangan.

    ReplyDelete
  43. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini hal yang saya pelajari adalah kebijaksanaan dalam menghadapi perubahan dan kemajuan jaman pada profesi guru. Dari elegi ini tergambar bahwa ada penolakan dari tradisional terhadap inovasi, dan inovasi terhadap tradisional. Padahal jika direnungkan, taka akan ada inovasi tanpa tradisional, dan sesungguhnya tradisional adalah inovasi dari tradisional sebelumnya. Sesungguhnya tidak ada yang tetap didunia ini kecuali satu yang tetap, yaitu dunia selalu berubah. Tentunya kebijaksanaan dalam menghadapi perubahan itu lah yang penting, terkadang kita memerlukan cara baru ketika cara-cara lama tidak mampu untuk menyelesaikan masalah, terkadang juga cara-cara tradisional lebih efektif dalam mengatasi masalah-masalah dengan kondisi tertentu.

    ReplyDelete
  44. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Memang benar bahwa guru tidak bisa mempertahankan egonya untuk tetap menerapkan pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru di mana peran siswa pasif karena hanya 'menerima' pengetahuan yang diajarkan oleh guru. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, sudah selayaknya guru perlahan-lahan bergerak menuju pembelajaran yang inovatif di mana siswa adalah pusatnya dan siswa dapat berperan aktif dalam 'mengkonstruk' konsep, ide dan pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran lebih berkesan dan membekas dalam benak siswa.

    ReplyDelete
  45. Junianto
    PM C
    17706251065

    Saya sepakat dengan elegi yang mengatakan bahwa semakin kita belajar maka justrue kita akan merasa semakin banyak hal yang belum kita tahu. Rasanya kita semakin haus dengan ilmu. Ketika mendapat pengetahuan baru, pasti kita menginginkan ilmu yang lain. Jargon tradisional dan modern tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Tidak semua hal tradisional itu dinilai buruk dan tidak semua inovatif juga dinilai baik. Jika kita hubungkan dengan pendidik, kita harus pandai dalam memanfaatkan dua hal ini. Keduanya punya kelebihan masing-masing, maka kita harus menggunakan sesuai dengan porsinya. Jadi, tidak ada alas an bagi kita untuk sombong, baik sebagai manusia modern maupun tradisional. Karena, di atas langit masih ada langit, ilmu juga tidak akan pernah habis untuk dipelajari.

    ReplyDelete
  46. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PM A 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Pembelajaran tradisional dan inovatif memiliki alasan untuk eksistensinya masing-masing. Maka sebaiknya keduanya saling terjemah menterjemahkan. Pembelajaran tradisional seringkali memerlukan inovasi untuk menyesuaikan perubahan zaman. Harapannya segala inovasi yang dilakukan lebih dinamis, sesuai dengan apa yang dibutuhan siswa. Sementara itu, pembelajaran inovasi tidak bisa serta merta mengubah pembelajaran tradisional begitu saja karena perubahan tersebut memerlukan proses yang tidak mudah. Banyak sekali masalah yang perlu dicari solusinya dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  47. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menurut saya saat guru inovatif dan tradisional dapat saling berkolaborasi akan sangat apik sekali. Kedua metode tersebut juga dapat saling berdiri sendiri sesuai dengan kebutuhan dan ruang lingkupnya. Adakalanya yang inovasi mendominasi, begitu juga sebaliknya. Bagi saya pribadi, selagi masih berjalan dalam satu koridor yang sama, tidak ada salahnya untuk memberikan tampilan yang terbaik dan berupaya semaksimal mungkin. Meskipun masih ada kekurangan yang menyertai di dalam masing-masing metode yang dijalankan. Satu hal yang perlu digarisbawahi, menurut saya saat kita menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya bukan berarti kita berada dalam jalur yang salah. Penting pula untuk tidak saling menjatuhkan satu sama lain.
    Think smart!

    ReplyDelete
  48. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Bahasan yang cukup relevan dan menarik ketika kita bicarakan pada masa sekarang, dimana masa-masa guru tradisional sudah seharusnya mulai diganti dengan guru inovatif. Sehingga yang terjadi bukanlah guru menerangkan tetapi siswa belajar. Yang terjadi bukanlah guru menganggap siswa sebagai tong kosong yang akan diisi dengan pengetahuan, tetapi guru menganggap siswa sebagai benih yang siap untuk tumbuh dan berkembang menjadi pohon yang berbuah.

    ReplyDelete
  49. Tetapi ingat semua itu butuh proses, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita harus melakukannya dengan cara yang bijak, bukan dengan suatu paksaan. Jika kita memaksakan sesuatu tanpa sebuah persiapan yang jelas maka yang terjadi adalah disaster yang akan menimpa siswa dan dunianya. Oleh karena itu perlulah persiapan untuk menyonsong itu semua, perlulah latihan-latihan, perlulah seminar, perlulah workshop, dan perlu senantiasa belajar dari manapun, bisa dari teman, keluarga, buku, jurnal, dan bahan belajar lainnya. Rajinlah belajar, cintailah belajar karena dari situ kita akan belajar mencintai.

    ReplyDelete
  50. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb
    Elegi ini memiliki kesamaan dari elegi sebelumnya yaitu mengenai jargon standar dan jargon proses meski dilukiskan dengan tokoh yang berbeda.Hal yang bisa dipetik dari elegi tersebut bahwa Tuhan menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.Jadi sangat sulit untuk melangkah sendiri, butuh hubungan timbal balik satu dengan yang lain aga dapat melengkapi layaknya tradisional dan inovatif.Rasa keakuan dalam diri perlu dihindari supaya tidak menimbulkan perpecahan.

    ReplyDelete
  51. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Hal yang dapat saya pahami dari elegi di atas adalah tradisional mempertahankan egonya tentang hak atas jargon, sementara inovatif mempertahankan kesombongannya tentang hak atas jargon. Yang luput dari perhatian kedua unsur tersebut adalah jembatan, dialog, yang menghasilkan pertukaran pemikiran dan gagasan. Hal inilah yang sering luput dari perhatian saya ketika melihat suatu masalah, saya terlalu sibuk mengurusi dua pertentangan tapi sering luput untuk membangun jembatan atas kedua pertentangan tersebut. Filsafat mengajarkan kita tidak hanya untuk berpikir, namun adil sejak dalam pikiran.

    ReplyDelete
  52. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi di atas, saya memahami bahwa antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif mempunyai alasan untuk mempertahankan keberadaannya masing-masing. Seperti yang Pak Prof. sampaikan bahwa antara guru tradisional dan guru inovatif hendaknya saling terjemah menterjemahkan agar memahami perannya masing-masing. Pembelajaran tradisonal hendaknya melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Janganlah selalu menerapkan tradisi dengan berbagai macam alasan karena pembelajaran juga memerlukan inovasi sesuai dengan kebutuhan zaman dan kebutuhan siswa. Dan bagi pembelajaran inovatif, janganlah bertindak gegabah dengan melakukan berbagai inovasi tanpa melakukan tinjauan yang mendalam. Karena mengubah pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif bukanlah sesuatu yang mudah.

    ReplyDelete
  53. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Perkembangan zaman yang begitu pesat dewasa ini menuntut inovasi-inovasi segala aspek, agar dapat mengikuti perkembangan zaman hidup di era serba modern dengan banyak tantangan yang akan dihadapi oleh generasi mendatang menjadi latarbelakang perlunya inovasi baru dikembangkan, begitu pula dalam bidang pendidikan. Proses pembelajaran yang diharapkan diterapkan saat ini adalah pembelajaran inovatif dengan paradigma siswa sebagai pusat dari pembelajaran dan guru diharapkan untuk membuat inovasi-inovasi belajar yang mendukung serta memfasilitasi siswa membangun pengetahuan dan mengembangkan keterampilan mereka. Pembelajaran inovatif dinilai lebih baik, namun bukan berarti pembelajaran tradisional dianggap buruk. Pada dasarnya kedua jenis pembelajaran tersebut memiliki tujuan yang sama baiknya hanya saja untuk memenuhi tantangan masa kini yang akan dihadapi siswa “generasi penerus bangsa” pembelajaran tradisional dirasa belum cukup, itulah kenapa pembelajaran inovatif perlu dilaksanakan.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Membaca elegi ini saya memberikan kesimpulan yang hampir sama dengan perseteruan antara jargon standar dan jargon proses. namun, dalam hal ini saya menggaris bawahi tentang kata tradisional. Saya mengambil tradisional disini adalah memiliki perilaku yang sederhana sesuai dengan ajaran yang diberikan [ada lingkungan mereka. Jadi disini antara tradisional harus beriringan dengan inovasi-inovasi baru agar tidak membosankan. Karena jika kita mempertahankan tradisional tanpa adanya inovasi maka dalam waktu yang dekat akan cepat membosankan. Begitu juga dengan inovasi yang diberikan jangan lah menghilangkan ketradisionalan yang telah diberikan sebelumnya. Karena tradisional disini tidaklah boleh dihilangkan namun juga tidak boleh dipertahankan dengan kondisi yang sama.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  55. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Adanya jargon inovatif karena adanya jargon tradisional. Tidaklah keduanya saling menjtuhkan. Karena benar keduanya jaya di era yang berbeda dengan tuntukan zaman yang berbeda pula. Janganlah bertengkar dan membingungkan mana yang lebih baik. Dan menurut saya mana yang lebih baik? Kembali alagi, keduanya baik di eranya. Era sekarang, guru dituntut untuk meningkatkan dimensi yang lebih tinggi dimana harus berinovasi untuk mencapai suatu standar pendidikan yang tentu berbeda dengan masa yang dulu. Saling mengambil hikmah dari jargon tradisional untuk menciptakan sebuha jargon inovatif yang lebih baik. Bukan bertujuan untuk menjadi yang terbaik, tapi untuk selalu berevaluasi diri serta mengikuti arus globalisasi yang dengan mudahnya masuk pada suatu bangsa.

    ReplyDelete
  56. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terimakasih atas tulisannya pak.
    Perkembangan sangat diperlukan dalam kehidupan, seperti halnya dengan kurikulum. Secara berkala Indonesia mengganti kurikulum untuk tujuan yang lebih baik. Dengan kurikulum yang semakin baik, pembelajaranpun akan berkembang menjadi lebih baik pula, sehingga tujuan belajar dapat tercapai dan siswa akan dengan mudah menyerap setiap materi pelajaran yang nantinya akan sangat berguna dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  57. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya sepakat dengan apa yang Prof Marsigit tulis di bagian akhir dari tulisan ini bahwa guru tradisional dan guru inovatif dapat hidup bersama-sama dengan masing-masing jargonnya. Dalam dunia pendidikan, kita memahami bahwa generasi anak didik sekarang tidaklah sama dengan generasi anak didik 10 tahun yang lalu. Generasi sekarang sudah melibatkan teknologi dalam setiap aktivitasnya, termasuk dalam belajar. Sehingga inovasi-inovasi perlu dilakukan untuk mengimbangi perubahan karakter anak didik ini. Namun, pengembangan inovasi-inovasi ini tidak serta merta kita kemudian meninggalkan jargon tradisional. Karena bagaimanapun juga jargon tradisional tetap memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh jargon inovatif. Akar masa lalu, sejarah, latar belakang, nilai-nilai, adalah bagian jargon tradisional yang harus dijaga.

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Bismillah, terimakasih banyak prof. Marsigit atas ulasan di atas. Seperti yang pernah saya baca pada elegi jargon para subjek, standar, dan guru, ternyata jargon para tradisional juga tidak jauh berbeda karakternya dengan mereka semua. Para jargon tradisional hanya ingin eksistensi mereka tidak pudar ditelan jaman, kreativitas dan keunikan mereka tidak boleh dikalahkan, ciri khas mereka tidak boleh diganti apapun bentuknya. Padahal, dengan adanya jargon inovatif, semakin menunjukkan adanya usaha menggapai logos, tingkat berpikir semakin kreatif karena dari yang telah ada ia coba untuk dimodifikasi. Namun begitulah keegoisan para jargon tradisional, mereka ingin terus dikenal dan sukai sepanjang abad. Mereka tidak mau melek akan kecanggihan dan kemajuan berpikir jaman kontemporer seperti saat ini. Padahal, para jargon inovatif hanya ingin memodifikasi bentuk tradisional menjadi lebih unik, kreatif, dan menarik tanpa menghilangkan identitas dari para jargon tradisional tersebut. Saya setuju bahwa, janganlah sampai para jargon tradisional menutup diri dan sombong hanya karena ingin mempertahankan tradisimu. Sedangkan, semakin tua bumi, harusnya semakin para jargon inovasi yang bergerak melakukan pembaharuan yang relevan namun tetap menghormati para tradisional. Sungguh, tidak ada yang pantas dan berhak sombong dan berkuasa selain Allah swt. Wallahu’alam bishowab.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  59. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Adanya guru inovatif karena adanya guru tradisional, adanya guru tradisional berkembang menjadi adanya guru inovatif. Begitupun suatu pembelajaran modern, adanya pembelajaran modern karena didahului adanya pembelajaran secara tradisional, dan adanya pembelajaran tradisional berkembang menuju suatu yang inovatif menjadi pembelajaran yang modern. Masing-masing pembelajaran baik tradisional maupun modern memiliki keunggulan dan kejayaannya masing-masing pada massanya. Maka adanya pembelajaran modern saat ini karena mengadopsi dari pembelajaran tradisional yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi lebih inovvatif.

    ReplyDelete
  60. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam menilai suatu kita harus memiliki perbandingannya, atau bisa dikatakan untuk menilai suatu tesis kita harus mengetahui anti-tesisnya, sama halnya tradisional dan inovatif, kita mengetahui metode mengajar tradisional karena sudah ada metode mengajar yang inovatif, begitupun sebaliknya kita bisa mengatakan bahwa metode mengajar yang kita gunakan adalah metode inovatif karena berbeda dengan metode sebelumnya yang kemudian kita sebut dengan metode tradisional. Metode mengajar yang sekarang kita anggap inovatif tidak lagi disebut inovatif apabila terus menerus digunakan dengan skema yang sama dan kemudian akan lahir lagi metode inovatif yang baru, sehingga metode yang kita sebut metode inovatif sekarang akan menjadi metode tradisional, karena sudah menjadi tradisi yang selalu digunakan dan sudah ditemukannya metode inovasi terbaru.

    ReplyDelete
  61. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kuncinya adalah terjemah dan menterjemahkan, bisa diartikan pula saling melengkapi. Sebagai contoh guru tradisional bisa mengkolaborasikan dengan pembelajaran yang inovatif, begitu juga guru inovatif juga bisa mengkolaborasikan metode pembelajarannya dengan pembelajaran tradisional. Ini seperti tokoh filsafat Imanuel Kant yang menelurkan filsafat kritisme. Kant mengambil yang baik dari rasionalisme dan juga mengambil yang baik dari empirisme, kemudian berada ditengah-tengah mereka.

    ReplyDelete
  62. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam dunia pendidikan, pembelajaran tradisional dan inovatif masih menjadi kajian yang mendalam. Adanya pembelajaran inovatif juga tak lepas dari evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tradisional. Dengan tidak bermaksud melenyapkan, perkembangan ilmu pendidikan mencoba membawa sistem pendidikan menjadi lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman, Dalam pembelajaran tradisional, pembelajaran sudah dapat dilaksanakan hanya dengan syarat adanya siswa dan guru, serta bantuan buku dan papan tulis. Inovatif tak harus selalu bertentangan 100% dengan tradisional. Akan pendidikan harus tetap ada, yaitu interaksi antara guru dan murid dalam mencapai tujuan bersama. Inovatif berarti menambahkan bumbu-bumbu sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, apakah melalui media atau model-model yang diterapkan.

    ReplyDelete
  63. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Manusia terus melakukan inovasi-inovasi baru dalam kehidupan guna menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Maka sebagai manusia yang hidup pada zaman tersebut kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap segala perubahan harus dilakukan. Begitu juga dalam proses belajar mengajar. Sebagai calon pendidik, kita harus mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan, khususnya dalam pengajaran agar apa yang kita ajarkan serta metode yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik saat ini. Sehingga tuntutan keterampilan hidup dizaman modern ini dapat terpenuhi.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  64. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saat ini didalam penerapan kurikulm 2013 guru dituntut menggunakan pembelajaran inovatif. Namun, pada kenyataannya dilapangan status guru menggunakan pembelajaran inovatif tetapi prakteknya tetap menggunakan pembelajaran tradisional. Hal itu hanya digunakan sebagai syarat administrasi saja. Hal ini disebabkan, pembelajaran tradisional sudah lama diterapkan di Satuan Pendidikan Negara Indonesia sehingga sudah menjadi budaya guru di Negara Indonesia. Oleh karena itu diperlukan perubahan yang bertahap dan pelan-pelan agar bisa mencapai pembelajaran inovatif. Di dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman diperlukan pemikiran-pemikiran yang inovatif. Pemikiran inovatif akan muncul dengan cara berfikir kritis. Perlunya pembelajaran inovatif adalah melatih anak untuk berfikir kritis, sebab pemikiran yang berasal dari diri sendiri akan lebih bermakna dan anak bisa lebih memahami.

    ReplyDelete
  65. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca artikel ini, saya belajar bahwa tradisional dan inovatif harusnya saling melengkapi janganlah merasa menjadi yang paling superior dan merasa yang lain inferior. Semua yang tradisional belum tentu buruk dan semua yang tradisional belum terntu tidak relevan dengan masa kini. Dengan, adanya inovasi yang tradisonal menjadi semakin baik. Misalanya dalam metode pembelajaran. Metode ceramah adalah metode tradisional, metode tersebut masih relevan digunakan untuk saat ini. Dan ceramah akan lebih baik jika dikaitkan dengan hal-hal yang bermakna bagi siswa. Hal itu akan membuat materi yang disampaikan lebih melekat dalam benak siswa. Oleh karena itu, tradisional dan inovatif itu harus saling melengkapi. Terimakasih

    ReplyDelete
  66. Tulisan yang menginspirasi. Bahwa adanya perdebatan antara inovatif dan tradisional. Pada dasarnya kedua jargon memiliki kedudukannya tersendiri. Jargon tradisional pun tidak dapat ditinggalkan, karena nila-nilai yang terdapat padanya juga ada benarnya. Jargon inovatif hanya berusaha untuk menciptakan suasana yang lebih baik, bukan untuk memberatkan, namun agar lebih baik lagi dalam keadaannya. Keduanya jargon tradisional dan inovatif dapat berjalan beriringan sesuai ruang dan waktu nya, tak perlulah memperdepatkan kedua jargon tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  67. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Antara yang tradisional dan yang inovatif tidak perlu ada pertentangan, karena sebenar-benar yang tradisional bisa jadi dulu adalah sebuah inovatif dan yang inovatif bisa jadi suatu saat akan menjadi tradisional. Karena itulag seorang guru harus dapat berbuat bijak menghadapi tradisional dan inovatif. Seorang guru harus menjadi inovatif dalam mengembangkan berbagai metode pembelajaran, media, alat penilaian, dan sebagainya. Tetapi seorang guru juga harus tetap memegang teguh nilai tradisional yakni mengajarkan siswa-siswanya untuk berperilaku sopan santun kepada yang lebih tua, memegang norma yang berlaku.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Tidak semua yang tradisional itu buruk, selalu ada kebaikan dibaliknya. Selalu ada nilai-nilai yang masih dapat diambil pelajaran. Ketrampilan berinovasi dalam kehidupan tentu sangat penting, namun dalam mengembangkan inovasi kita harus juga memperhatikan yang tradisional. Apa-apa saja yang masih relevan. Namun yang tradisional juga harus membuka diri, tidak sombong dan tidak tertutup atas kemajuan sehingga tidak termakan mitos. Keduanya sama-sama memiliki kebaikan dan dapat saling melengkapi.

    ReplyDelete
  69. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pembelajaran inovatif merupakan perbaikan dari pembelajaran tradisional, yang salah satunya dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusat pada murid. Pembelajarn inovatif ini yang diharapkan oleh pemerintah. Setiap siswa berberan penting dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Melalui postingan ini juga terlihat bahwa perkuliahan dikelas ini telah menerapkan pembelajaran yang inovatif dengan cara menerima pendapat dari mahasiswa.

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesuatu yang tidak mudah bagi guru yang sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional untuk beralih ke pembelajaran inovatif. Namun guru harus bersikap terbuka terhadap perubahan yang ada, jika tidak sama saja guru membiarkan diri terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah. Bahwa perkembangan zaman semakin menuntut lahirnya siswa yang kritis dan kreatif dan semua itu akan sulit digapai melalui pembelajaran tradisional. Dengan demikian, guru secara perlahan harus segera beralih kepada pembelajaran yang inovatif namun bukan berarti meninggalkan tradisional sepenuhnya karena seyogyanya masih ada hal-hal postif yang dapat kita ambil dari pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  71. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi diatas mengingatkan saya bahwa tiada tradisional yang sejati dan tak ada kesejatian pada yang inovatif. Kesemuanya memiliki batasan, bergantung pada ruang dan waktunya. Ada hal baik yang tetap harus di pertahankan dari ketradisionalannya menjadi sesuatu yang inovatif dan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Hal yang dibutuhkan dalam konflik semacam ini adalah memahami dan dipahami, sehingga tercipta sinergi yang baik antara yang harus di pertahankan dan yang harus dikembangkan demi menjawab tantangan zaman.

    ReplyDelete
  72. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh


    Perbedaan selalu ada. Karakeristik guru pun berbeda – beda. Masing – masing karakteristik memiliki prinsip sendiri – sendiri. Tiap prinsip mempunyai alasan yang menguatkan keberadaan prinsip tersebut. Tuhan maha adil. Mereka dapat hidup berdampingan satu sama lainnya. Agar bisa akur keduanya harus saling memahami dan mengerti

    ReplyDelete
  73. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  74. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Yang biasa kita sebut sebagai tradisional tidak bukan adalah sebuah inovasi. Hanya saja ia telah mencapai batasan ruang dan waktu. Selama dunia ini masih berotasi dan berevolusi maka akan muncul tradisional-tradisonal yang baru atau kita kenal dengan nama inovasi. Tanpa menghilangkan tapi inovasi ini juga berawal dari tradisional. Inilah yang seharusnya manusia lakukan senantiasa berinovasi agar hidupnya tidak berubah menjadi MITOS.
    Pada dunia pendidikan, saya tertarik dengan tulisan Prof. yang menyajikan 2 sudut pandangan guru tradisional dan guru inovatif. Terbukanya era pendidikan mengharuskan guru harus menyadari bahwa kebutuhan siswa saat ini sudah berbeda. Kemampuan, potensi, standar yang siswa miliki tidak lah sama. Sehingga prinsip kemampuan berbeda, waktu sama, proses sama hasil sama harus di ubah menjadi kemampuan berbeda, waktu sama, proses berbeda, hasil pun berbeda.

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Baik tradisional maupun inovatif memiliki empat tersendiri dengan dimensi ruang dan waktu tersendiri. seiring perkembangan zaman memang inovatif adalah sesuatu yang mutlak ada, karena tiadalah yang tidak akan pernah berubah melainkan perubahan itu sendiri, sehingga inovatif kita budayakan tanpa meninggalkan tradisional. AMbil contoh dalam pembelajaran matematika, inovasi pembelajaran seperti media, metode pembelajaran patut untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas, namun tetap saja nilai-nilai karakter yang telah dihayati sejak dulu tetap diajarkan dan disisipkan alam pembelajaran. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Tradisional dan Inovatif memiliki tujuannya masing-masing yang disesuaikan terhadap ruang dan waktunya. Dengan semakin berkembangnya kemajuan IPTEK, guru-guru diharapkan dapat membuat inovasi-inovasi di bidang pendidikan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melakukan pembelajaran inovatif bukan berarti harus meninggalkan yang tradisional. Ada beberapa hal tradisional yang masih dapat diterapkan atau digabungkan dengan hal-hal inovatif. Seperti pemberian apersepsi dan motivasi dalam pembelajaran. Kedua hal itu perlu guru lakukan sebagai trigger bagi siswa-siswanya. Jadi, tradisional dan inovatif adalah dua hal yang dapat saling melengkapi.

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Semakin dunia perkembangan, maka jargon perkembangan akan selalu muncul. Dulu biasa hanya naik kuda atau unta, sekarang bisa naik kijang atau panter. Zaman berkembang, bukan saatnya lagi mempertentangkan antara tradisional dan inovatif, tiadalah inovatif tanpa tradisional, dan tiadalah tradisional tanpa inovatif, ini hanya masalah sifat penamaan. Maka sebenar jargon adalah sesuai perkembangan berpikir. Baik tradisional maupun inovatif harus saling memahami dan menghargai. Sebenar-benar tradisional adalah inovatif itu sendiri.

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terkait dunia pendidikan, sudah semestinya antara guru tradisional dan guru inovatif saling memahami pikiran masing-masing. Terkadang guru inovatif memiliki stigma negative terhadap guru tradisional; malas,gaji buta, tidak professional, dsb. Stigma ini dsadari oleh subjek stigma dan merasa enjoy juga karena guru tradisional memiliki stigma; yang penting mengajar, kerja, tidak korupsi, tidak neko-neko. Pertentangan ini diperparah dengan system pendidikan yang semakin mengkompori keduanya. Maka memang benar, setiap tesis pasti ada anti-tesis, dan sebenar tesis adalah anti tesis itu sendiri. Maka saling berkompromi dan bekerjasama, saling menasehati akan memperkokoh kerjasama dalam dunia pengajaran.

    ReplyDelete
  79. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Tradisional dan inovatif itu saling berhubungan, karena yang menjadi tradisional itu adalah yang awalnya sebuah inovatif dari guru. Sama seperti kesimpulan pada elegi jargon standar dan proses, maka dalam menaggapai pertentangan jargon tradisional dan inovatif tentunya semua elemen harus berhermenetika karena sejatinya diantara keduanya saling diterjemahkan dan menerjemahkan.

    ReplyDelete
  80. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari membaca elegi di atas menurut saya kesimpulannya ialah kedua metede pembelajaran baik tradisional maupun inovatif sama-sama diperlukan dama kegiatan pembelajaran. Contoh pembelajaran menggunakan metode tradisiona ialah ceramah berisi materi pelajaran yaitu guru sebagai pusat sumber belajar. Hal tersebut baik dilaukan ketika materi yang diajarkan memang materi baru dan merupakan materi abstrak yang akan sulit dipahami siswa tanpa penjelasan rinci dari gurunya.

    Sedangkan contoh metode pembelajaran yang inovatif ialah metode kooperatif yang melibatkan aktifitas siswa dan siswa sebagai pusat atau subjek belajar. Metode ini baik digunakan ketika mempelajari materi yang memiliki kaitan denganmateri sebelumnya atau membutuhkan prior knowledge yang memang suda diperoleh siswa sebelumnya. Karena dengan demikian siswa dapat membangun sendiri jaringan pengetahuannya sehingga imlu baru yang terbentuk lebih bermakna dan tertanam kuat di daam pikirannya. Hendaknya sebagai seorang guru kita dapat menentukan penggunaan metode tradisional maupun inovatif dengan tepat dan bijaksana sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang disampaikan.

    ReplyDelete
  81. Latifah Fitriasari
    PM C

    Tradisional dan inovatif memiliki tujuan masing-masing yang intinya membuat siswa mengalami proses belajar. Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang masih terikat dengan tradisi. Penganut pembelajaran tradisional adalah guru yang tidak suka melakukan inovasi karena menurutnya inovasi tidak menghargai budaya yang ada. Dalam pembelajaran, apabila suatu sisi pembelajaran merasa bahwa dialah yang paling inovatif maka itu adalah kesombongan. Tradisional mempertahankan diri untuk menjaga eksistensinya karena takut akan perubahan yaitu inovatif. Maka sang tradisional membuat jargon-jargonnya sebagai topeng.

    ReplyDelete
  82. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pada metode pengajaran tradisional lebih cenderung ke objectoriented seperti buku, text book, konsep, dan lain-lain, sedangkan pada metode pengajaran inovatif cenderung ke subject oriented (subjeknya adalah siswa), tentang bagaimana siswa berpikir, bagaimana siwa menemukan, bagaimana siswa memecahkan masalah, dan lain-lain. Pembelajaran yang inovatif masih dikembangkan sampai saat ini tujuannya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  83. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Inovasi ialah penemuan ide, gagasan, alat, barang, dan lain-lain yang baru guna memecahkan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Inovasi pendidikan ialah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal yang sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  84. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diperoleh informasi bahwa setiap pembelajran tradisional maupun inovativ memiliki perjargon masing masing. Jargon tersebut saling mendukung pihak masing masing pula. Unutk adanya harmoni antara yang tradisional dan inovatif diperlukan sikap saling menerjemahkan dan menerjemahkan. Hal ini diperlukan unutk memahami jargon masing masing dan tidak saling menjatuhkan.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca elegi pertengkaran antara jargon tradisional dan jargon inovatif, saya dapat menyimpulkan bahwa antara jargon tradisional dan inovatif keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akan tetapi, jika keduanya dapat berjalan seimbang, maka semua jargon itu akan lenyap diperbatasan pikirannya masing-masing

    ReplyDelete
  86. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Zaman sekarang ini, sekolah-sekolah lebih membutuhkan guru yang mengajar dengan metode yang inovatif. Hal ini dikarenakan metode inovatif itu memperlakukan siswa sebagai subjek pembelajaran, bukan sebagai objek seperti ketika guru tradisional memperlakukannya. Siswa dituntut untuk lebih aktif ketika pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, sebaiknya para guru tradisional juga diharapkan dapat mempelajari cara mengajar guru inovatif. Memang tidak mudah merubah cara mengajar kita dari tradisional menuju inovatif, akan tetapi apabila kita berlatih, lama kelamaan akan terbiasa juga. Dengan adanya perubahan mengajar dari tradisional menuju inovatif akan membuat pendidikan di Indonesia semakin maju dan menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  87. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Elegi di atas bercerita tentang guru tradisional dan guru inovatif yang mesing-masing ingin mempertahankan jargonnya. Guru tradisional mempertahankan jargonnya demi eksistensinya. Sedangkan guru inovatif mencoba mempertahankan jarginnya untuk dapat mengajak guru tradisional agar ikut berkembang. Sebenarnya kedua jargon mereka itu dapat saling menterjemahkan dan diterjemahkan. Tidak dapat dipungkiri metode pembelajaran tradisional seperti ceramah terkadang memang efektif untuk pembelajaran tertentu. Sementara itu pembelajaran yang inovatif juga sangat diperlukan mengingat terus berkembangnya kebutuhan pendidikan masa kini. Jadi, sebenarnya mereka dapat berjalan beriringan. Dan tidak perlu menyombongkan diri dengan jargonnya masing-masing.

    ReplyDelete
  88. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Keberadaan jargon inovatif akan selalu terancam oleh jargon tradisional. Padahal jargon tradisional tidaklah selalu sesuai dengan perkembagan zaman karena perkembangan selalu bersifat dinamis sehingga para guru haruslah ber jargon inovatif, meskipun nantinya banyak mendapat protes dari para jargon guru tradisional dimana menurut mereka hal-hal baru merupakan sesuatu yang aneh. Hal tersebut banyak terjadi di dunia pendidikan kita. Jargon inovatif haruslah selalu dikembangkan agar pembelajaran sesuai dengan berkembangnya zaman yang selalu bersifat dinamis.

    ReplyDelete
  89. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk mengubah jargon tradisional menjadi sebuah jargon inovatif akan menghadapi tantangan yang kuat dari para mitos karena kebanyakan jargon tradisional telah mengakar secara kuat dan revolusi besar-besaranlah yang dapat mengubah jargon tradisional menjadi jargon inovatif. Begitu pula dengan strategi mengajar, dimana seorang guru harus berani berubah dari cara mengajar yang tradsional menjadi cara mengajar yang inovatif.

    ReplyDelete
  90. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Perdebatan mana yang lebih unggul diantara tradisional dan inovatif sudah lama terjadi. Namun melalui elegi ini tadi, tergambar bahwa ternyata tradisional dan inovatif itu memiliki kedudukannya masing-masing. Tradisional tidak boleh terlalu membentengi/membatasi dirinya karena dia pun memerlukan keinovatifan dalam menghadapi zaman yang semakin maju. dan inovatif pun harus lebih rendah hati masuk ke dalam tradisional. Sebagai contohnya para guru-guru tradisional seharusnya tidak begitu saja membentengi dirinya dengan metode-metode belajarnya, karena pada zaman saat ini yang dibutuhkan oleh siswa adalah pbm yang kontruktivis maka guru tradisional pun harus membuka dirinya pada keinovatifan pbm, dan pbm inovatif pun jgn langsung begitu saja diberikan kepada guru tradisional, harus diberikan bertahap dan perlahan, serta secara bijak. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  91. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Tidak ada yang seratus persen tradisional dan tidak ada yang seratus persen inovatif. Inovatif memerlukan tradisional dan begitu juga tradisional memerlukan inovatif. Hidup adalah perkara tentang menerjemahkan dan diterjemahkan. Bukankah kita menentukan defifinisi inovatif karena kita juga telah mendefinisikan tradisional.

    ReplyDelete
  92. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya ingin berpendapat mengenai inovatif dan tradisional. Saat ini guru dituntut untuk lebih inovatif dalam proses pembelajaran, karena perkembangan jaman menyebabkan siswa-siswa membutuhkan cara belajar yang lebih sesuai. Siswa biasanya mudah bosan jika menggunakan metode ceramah saja. Inovasi-inovasi yang dilakukan bukan berarti merusak nilai tradisional namun lebih kepada penyesuaian terhadap tuntutan kebutuhan

    ReplyDelete
  93. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pertengkaran antara tradisional dan inovatif sebenarnya tidak perlu terjadi. Mereka berdua sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Saling ketergantungan. Tradisonal berasal dari bahasa latin yaitu “Traditum” yang memiliki makna Transmitted yaitu pewarisan sesuatu dari sutu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan kata modern berasal dari bahasa latin “ Modo” = cara dan “ Ernus” = masa kini. Keduanya memerlukan identitasnya masing-masing. Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan dirinya, sedangkan guru inovatif memerlukan jargon untuk mengajak inovasi para guru tradisional. Sehingga semuanya berjalan secara beriringan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  94. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Menurut saya guru tradisional (yang menggunakan cara-cara tradisional dalam mengajar) memerlukan inovasi, karena hanya mereka yang terjebak mitos yang merasa telah cukup ilmu, yang tidak mau belajar mengembangkan cara mengajarnya, sedangkan guru yang inovatif tidak harus menyerang guru tradisional dengan terlalu membanggakan metode inovatif mereka. mereka tidak boleh lupa bahwa mereka dulu dididik oleh guru-guru tradisional juga yang banyak berjasa pada mereka. sehingga benar bahwa guru inovatif perlu melakukan pendekatan terhadap guru tradisional.

    ReplyDelete
  95. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    tradisional dan inovatif memiliki karakteristik yang berbeda. tedapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. dalam pembelajaran guru didituntut untuk dapat terus berinovasi. baik pembelajaran tradisional maupun pembelajaran inovatif sama-sama memiliki tujuan untuk memaksimalkan siswa untuk memahami suatu materi.

    ReplyDelete
  96. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. tradisional dan inovatif itu memiliki sifat-sifat dan jargon-jargonnya sendiri untuk memntapkan keberadaanya. Dalm dunia peendidikan, pembelajaran yang tradisional itu yang masih berpusat pada guru dengan metode transfer knowledge. Sendangkan pembelajaran yang inovatif itu pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada dan memanfaatkan lingkungan sebagai tempat dan sumber belajar.

    ReplyDelete
  97. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Merasa bahwa dialah yang paling inovatif maka itu adalah kesombongan, karena bisa saja ia sebenarnya masih tradisional oleh inovasi pembelajaran yang lebih inovatif. Begitu juga dengan pembelajaran inovatif di atasnya ini juga tidak berhak mengklaim dirinya ke posisi inovasi yang terinovatif. Melakukan improvisasi ke arah yang lebih baik merupakan penginovasian pembelajaran yang sesungguhnya. Menterjemahkan dan senantiasa diterjemahkan akan sangat membantu penyempurnaan ilmu yang tidak akan pernah sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, namun kita bisa mendekati kesempurnaan itu.

    ReplyDelete
  98. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya tidka sepakat dengan pertengkaran antara tradisional dan inovatif. Keduanya seharusnya disintesakan, sebab tidak semua hal yang sifatnya tradisionil itu tidak berguna, dan tidak semua inovasi itu bermanfaat. Untuk menghindari pertengkaran itu, kita harus berada dalam posisi yang moderat yaitu mempertahankan tradisi yang masih relevan dan bermanfaat bagi kehidupan dan membuang tradisi yang memiliki banyak mudarot, mengambil inovasi yang relevan dengan tradisi dan bermanfaat bagi kemanusiaan, serta membuang inovasi yang memiliki banyak mudarot. Ini semacam mendaiman dua entitas yang dianggap berlawanan.

    ReplyDelete
  99. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Tradisional dan inovatif itu akan baik jika saling berkolaborasi dan saling mendukung. Metode ceramah yang tradisional tidak selamanya berdampak buruk bagi siswa. Disamping itu, metode cooperative learning yang dianggap innovative tidak selamanya berdampak baik pada siswa. Masing-masing metode mengajar tradisional dan innovative memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Keduanya harus saling mendukung satu sama lain. Keduanya bisa diterapkan secara selang-seling atau bervariasi dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  100. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari jargon di atas saya mengambil beberapa hikmah yang bisa diambil. Yaitu Pertengkaran antara tradisional dan inovatif dalam elegi di atas menggambarkan realita yang terjadi saat ini, terkhusus dalam dunia pendidikan. Ada guru tradisional dan guru inovatif. Keduanya memiliki jargonnya masing-masing. Guru tradisional memerlukan jargon untuk mempertahankan eksistensinya, sedangkan guru inovatif menggunakan jargonnya untuk mengajak para guru tradisional untuk berinovasi. Keduanya dapat berjalan secara bersama-sama dengan saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Sehingga, sangat perlu disadari bahwa inovasi adalah sesuatu yang dibutuhkan yaitu dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan iptek juga.

    ReplyDelete
  101. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Kedua jargon antara tradisional dan juga inovatif ini akan baik dalam proses pembelajaran jika keduanya saling dikolaborasikan. Masing-masing jargon memiliki kelebihan dan juga kelemahan masing-masing. Kelebihan dari masing-masing jargon saling dipadukan untuk membuat suatu proses pembelajaran menjadi lebih baik sehingga proses pembelajaran yang dilakukan akan menyenangkan.

    ReplyDelete
  102. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Elegi ini berisi tentang perdebatan antara tradisional dan inovatif. Ada kalimat yang sangat menginspirasi bagi saya : “ Saya ingin memperingatkan tradisional, janganlah engkau berlaku sombong dan sok kuasa mempertahankan tradisimu. Ingatlah bahwa di luar sana banyak kejadian yang memerlukan inovasimu. Saya juga ingin memperingatkan para guru inovatif agar tidak bertindak ceroboh. Dekatilah guru-guru tradisional dengan cara empati”.
    Tradisional dan Inovatif sejatinya memiliki kedudukan masing-masing. Perbedaan selalu ada. Walaupun zaman terus berkembang pesat, kita tidak bisa meninggalkan tradisional begitu saja. Kita tidak bisa memaksakan guru-guru tradisional untuk langsung berubah menjadi guru yang inovatif. Oleh karena itu diperlukan pendekatan kepada guru tradisional dengan cara berempati. Sehingga tradisional dan inovatif dapat saling berkolaborasi, saling belajar untuk membangun pembelajaran yang baik.

    ReplyDelete
  103. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Tradisional dan inovatif memiliki kedudukan tersendiri sesuai ruang dan waktunya. Tradisional alangkah baiknya tidak membatasi dirinya karena dalam kehidupan itu selalu berkembang oleh keinovativan. Contohnya dalam pembelajaran saat ini, pada jamannya pembelajaran tradisional dapat dikatan pembelajaran yang paling efektif, namun berkembangnya jaman muncullah metode pembelajaran inovatif yang lebih efektif untuk digunakan pembelajaran siswa saat ini.

    ReplyDelete
  104. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Sebenarnya tidak perlu ada pertentangan diantara inovatif dan tradisional karena kita mengetahui bahwa dari keduanya memberikan aspek yang berbeda yang sama-sama bermanfaat abgi kita. Ada bebrapa nilai yang ditekankan pada tradisional yang sekiranya kurang ditekankan pada inovatif sedangkan inovatif juga berusaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik. Semua hal tersebut menurut saya tidak perlu diperdebatkan karena kit bisa menggunakan keduanya sesuai dengan situasi yang ada demi tercapainya nilai-nilai dan aspek-aspek secara lebih maksimal.

    ReplyDelete
  105. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pertengkaran antara jargon tradisional dan jargon inovatif ini menggambarkan gejolak yang dialami oleh guru-guru saat bergantinya kurikulum menjadi kurikulum 2013, dimana guru diminta untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, tidak hanya ceramah. Zaman sekarang, guru dituntut untuk lebih inovatif lagi dalam pembelajaran. Sebaiknya guru menggunakan metode-metode yang inovatif demi kepentingan siswa. Akan tetapi, meskipun begitu, bukan berarti bahwa pembelajaran tradisional harus dihilangkan. Pembelajaran tradisional juga perlu dilakukan sebagai pelengkap dari pembelajaran inovatif, begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  106. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Postingan diatas merupakan ungkapan untuk pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran, pendidikan, guru yang bersifat tradisional belakangan ini dipandang sebagai sesuatu yang salah karena membatasi siswa. Oleh karena itu, muncullah jargon inovatif yang dianggap mampu mefasilitasi siswa secara maksimal. Namun pada kenyataannya tradisional dan inovatif haru dapat dijalankan dengan baik. Keduanya saling melengkapi karena siswa juga perlu ceramah atau diskusi dengan guru. Hanya saja, sekarang guru bukan lagi sumber pengetahuan utama siswa.

    ReplyDelete