Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Logos




Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

28 comments:

  1. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Berpikir adalah usaha untuk menambah logos dalam kehidupan. Saat logos semakin tinggi, maka seseorang akan naik dimensinya. Namun demikian, membutuhkan hati yang ikhlas untuk menyeimbangkan semua itu. Saat pikiran bebas memikirkan apa saja, maka hatilah yang hadir memilah mana yang perlu dipercayai dan mana yang sebenarnya adalah logos sesungguhnya. Tujuan dari hal tersebut adalah bahwa dimensi yang sedang kita dituju yaitu dimensi spiritual. Maka menggapai spiritualitas, kita perlu melakukan harmonisasi antara hati dan pikiran. Pikiran yang terlalu dominan akan membuat kita sombong dalam hati, dan hati yang terlalu dominan membuat negatif dalam pikiran.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pemberontakan para logos ini dimaksudkan untuk lebih mengetahui apa yang ada pada diri kita. Apa yang kita inginkan, bagaimana sebenarnya sikap kita, bagaimanacara untuk menjadi lebih baik lagi, dan segala keinginan dalam diri sendiri. tentu tidak mudah untuk mengetahui hati kita. Apalagi hati yang paling dalam. Hati- hati dengan hati yang sudah dirasuki oleh bujuk rayu syaitan. Hati yang sudah ternodai akan memiliki tujuan yang buruk juga. Oleh karena itu lebih pahamilah diri kita sendiri. renungkanlah, refleksikanlah, dan mohon ampunlah atas segala keburukan yang ada dalam diri sendiri. dengan begitu kita dapat mengetahui apa yang benar-benar sedang kita rasakan dan kita butuhkan tanpa adanya rayuan dari syaitan karena jika mudah tergoda dengan rayuan syaitan ada membelokkan hati kita yang baik menjadi buruk.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Hati merupakan sesuatu yang bersih dan di dalamnya terdapat segala jenis ilmu yang jujur. Ilmu jujur yang memberikan banyak fakta tanpa ada manipulasi sedikitpun. Tanda ada tendensi sedikitpun dalam mengambil suatu kesimpulan, itulah logos. Hati adalah tempat logos berteduh, menggunakan hati adalah sebenar-benarnya ilmu. Ketika dalam suatu perjalanan seseorang melakukan hal penuh tendensi makan hal yang paparkan akan mendekat pada pikiran untuk menguntungkan sehingga kemurnian ilmu menjadi luntur. Sedikit saja kelunturan suatu ilmu akan mengubahnya menjadi suatu mitos. Dimana sesuatu lain telah mendominasi ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Elegi ini mengajarkan bahwa pikiran memiliki batas. Pikiran yang sombong adalah pikiran yang sudah merasa cukup dan berhenti untuk berpikir. Memang, agar tidak menjadi mitos pikiran harus kritis. Namun kritis disini bukan berarti harus kritis untuk mengetahui hal-hal yang ada diluar batas pikiran atau hal-hal yang seharusnya sudah menjadi ranahnya hati. Seperti pemberontakan para logos diatas yang ingin mengetahui relung hati, dibalik penampakan,ghaib, noumena, irrasional, awal, akhir, arwah, dst. Dimana semua itu adalah ranahnya hati untuk mengetahui. Contoh kecilnya yaitu mempertanyakan "Jika Tuhan itu ada, maka dimana keberadaanNya, dimana wujud fisikNya ?" sampai kapanpun pikiran tidak akan mampu menemukan jawabannya kecuali hatilah yang bisa merasakanNya.
    Hati untuk mampu merasakan yang ghaib pun, harus didukung oleh logos(pikiran). Misal untuk merasakan keberadaanNya, maka digunakan pikiran untuk berpikir dan melihat tanda-tanda kekuasaaNya.
    Hati yang kotor akan menjelma jadi syaitan sementara pikiran yang sombong akan menjelma menjadi mitos. Maka baik hati maupun pikiran keduanya harus selalu beriringan sesuai batas-batasnya dan keduanya haruslah selalu berada dalam keadaan yang jernih.

    ReplyDelete
  6. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Hati adalah tempat dimana para syaitan sering bersemayam. Hati mudah terbolak balik dalam hitungan detik sehingga syaitan enang untuk tinggal dan mebisikkan hal-hal yang menyesatkan. Pikiran yaitu dimana logika bersmayam. Dimensi tertinggi manusia adalah ketika ia dapat berpikirr dan menggunakan logikanya. Akan tetapi, logika seringkali salah karena sempitnya pengetahuan yang dimiliki manusia. Hati dan logika saling berkesinambungan. Hati dapat mempengaruhi logika begitu juga sebaliknya. Untuk memperkuat hati, maka harus meningkatkan sisi spiritualitas. Sedangkan untuk meningkatkan akal pikiran harus memeprbanyak ilmu.
    Percakapan antara logos 1,2,3…, syaitan, mitos, dan hati mengajarkan kita bahwa memposisikan diri atau berpikir sebagai dewa dapat menyesatkan kita. Hal tersebut membuat syaitan senang bersemayam dalam hati kita dengan menebarkan penyakit-penyakit sombong dan kufur sehingga merasa bahwa kita merupakan superior. Yaitu mampu melakukan segala hal, namun kenyataannya manusia tidak sanggup melakukan banyak hal sekaligus. Logika yang tidak sesuai dengan dimensinya terjebak oleh mitos. Yaitu kepercayaan yang sebenarnya kita buat sendiri. Hal tersebut merupakan sesuatu melampaui ruang dan waktunya. Padahal ruang dan waktu yang terbatas itu merupakan letak dimana manusia berpikir sesuai dengan dimensinya. Oleh sebab itu, semoga kita dapat mengambil pelajaran supaya kita dan mengakui kesalah dan memohon ampun atas kesalahan-keasalahan kita.

    ReplyDelete
  7. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Astaghfirullah. Tanpa disadari, syaitan bisa menjelma menjadi hati kita sendiri. Hal itu yang biasa kita rasakan disaat kita merasa malas melakukan sesuatu dan terjebak dalam jalan-jalan yang tidak lurus. Jangan pernah menentang para logos karena hakekat kita yang tidak pernah bisa diraih hingga setinggi-tingginya dan seluas-luasnya. Sebagai seorang manusia hanya bisa berusaha memahami hakekat sesuai dengan kemampuannya sendiri.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  8. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum wr wb
    Hati dan pikiran terkadang memang tidak berjalan beriringan. Misalkan saat kita berada dalam suatu hal yang sebenarnya jika dipikirkan hal tersebut tidak masuk logika, namun dalam hati kita tetap membuat kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan logika tersebut. Contoh yang demikian terkadang adalah salah satu hal yang menganggu kedamaian hidup manusia. Karena sebenar-benarnya ketenangan hidup saat hati dan pikiran selaras atau seimbang sesuai dengan ketentuan dari sang pencipta Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Logos dan hati adalah dua hal yang selalu harus ada tiap manusia. Ini karena terkadang muncul pertentangan dalam hati yang sering kita alami ketika kita sedang menghadapi suatu permasalahan untuk menentukan sebuah keputusan. Dalam situasi seperti ini ada pengaruh antara mitos dan logos. Logos akan menang jika kita bisa berpikir dengan kritis. Sehingga jika ingin terus berkembang jadilah logos karena logos tidak akan pernah berhenti berpikir untuk mencari sebuah kebenaran.

    ReplyDelete
  10. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Sebenar-benarnya hatiku adalah doa ku. Hati memahami apa yang tidak terucap. Ketika kita tidak mengucapkan apapun, tetapi kita menginginkannya, Allah maha mengetahui hati maka itu terhitung sebagai doa. Maka, tetapkanlah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Logos dapat diciptakan dari apa yang ada dan mungkin ada dalam pikiran kita. Menggapai logos artinya mencapai titik berpikir yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Artinya adanya kesesuaian pikiran, hati, dan tindakan. Hal ini tidaklah mudah untuk diciptakan. Ketika pikiran dan hati dapat berjalan beriringan, ada kemungkinan tindakan belum mampu merealisasikan apa yang diingikan oleh pikiran dan hati. Kondisi lainnya juga dapat muncul ketika apa yang dipikirkan tidaklah selaras dengan hati sehingga tindakan tidak dapat dengan ikhlas menjalankan apa yang ada dalam pikiran dan hati. Terima kasih.

    ReplyDelete
  12. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Logos sebagai ilmu pengetahuan yang ada dalam fikiran kita, membuat kita merasa mengetahui banyak hal. tidak semua hal dapat kita capai dengan logos. Keikhlasan merupakan satu hal yang tidak bisa dipahami dengan logos, tetapi hanya mampu dipahami dengan hati.

    ReplyDelete
  13. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Logos tidak selamanya menjadi logos. Banyak hal yang bisa menyebabkan logos bisa berubah menjadi mitos. Begitu juga sebaliknya, maka agar berhati-hatilah agar logos – logos dalam dirimu tidak berubah menjadi mitos. Mintalah petunjuk dan berdoalah selalu kepada Allah S.W.T.. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Ilmu merupakan usaha sadar untuk meningkatkan pemahaman seseorang. Ilmu juga sebagai proses dari yang awalnya tidak tahu (mitos) menjadi tahu (logos), dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa.

    ReplyDelete
  14. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dari elegy Pemberontaan Para logos saya dapat meyimpulkan bahwa dalam mencari sebuah pembenaran atau keputusan, tidak hanya menggunakan pikiran kita , namun harus disertai dengna hati nurani, ketika seseorang mencari kebenaran tanpa dengan pertimbangan hati nuranya maka orang tersebut telah dikuasai oleh mitos, oleh karena itu kita harus senantiasa meminta petunjuk dan berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari hati yang kotor.

    ReplyDelete
  15. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Syaitan tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu manusia untuk dapat terjebak kedalam mitos-mitosnya. Ketika mitos tersebut telah menguasai diri kita maka mengikuti hawa napsu dan mengabaikan logika adalah hal yang akan kita lakukan. Hal yang harus kita lakukan yaitu berpikir dengan dibarengi dengan hati yang ikhlas. Berpikir dibarengi dengan hati yang ikhlas merupakan cara kita untuk dapat menggapai suatu logos dan menghindarkan diri kita dari adanya mitos. Selain itu, ikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT dengan cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita merupakan hal yang harus selalu kita lakukan untuk mendapatkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  16. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Elegi yang mengingatkan bahwa syaithan selalu hadir dalam setiap hati manusia. Kehadirannnya mampu membuat logos menjadi lupa diri dalam berpikir dan bertindak. Sehingga pemberontakan para logos akan banyak menyakiti. Hati dan logika memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lain, di dalam hati yang bersih memiliki logika yang tinggi dan sehat. Hendaklah kita menjadi manusia yang selalu berusaha memperbaiki diri dari hari ke hari agar hati dan pikiran kita menjadi jernih dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan-godaan syetan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  17. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Tidak ada batasan untuk menuntut ilmu. Sejak manusia lahir hingga meninggalkan dunia wajib untuk menambah Logos. semata-mata tujuannya untuk kebaikan dan untuk beribadah kepada sang maha pemberi ilmu. Namun adakalanya manusia merasa angkuh karena ilmu yang dimilikinya. Oleh karenanya Logos menjadi mitos dan manusia terperangkap bujukan syaitan. Nauzubillah. Semoga kita semua dijauhkan dari sikap angkuh. Berusahalah untuk tetap rendah hati. Terimakasih

    ReplyDelete
  18. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Keberadaan logos ada disetiap kita berpikir. Pemerolehan logos diperlukan hati yang ikhlas. Semakin banyak logos, semakin tinggi logos, maka kita patut berhati-hati terhadap mitos-mitos. Adapun bentuk kewaspadaan yang harus diantisipasi agar logos tidak menjadi mitos yaitu hendaknya mampu menghadapi atau mengendalikan hati, pikiran irrasional, hal ghaib, mimpi, awal, akhir, tak hingga, noumena, penampakan, dan nasib.

    ReplyDelete
  19. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dalam elegi ini menunjukkan bahwa kadang antara hati dan pikiran itu tidak dapat menyatu. Bahkan antara hati dan pikiran kadang menjadi bertentangan. Batas antara hati dan pikiran kita adalah kesombongan. Bila kita telah berada dalam kesombongan maka kita tidak akan dapat melihat lagi kebenaran. Sehingga disinilah fungsi filsafat yang akan membantu kita untuk dapat berfikir secara logis, kritis dan sistematis.

    ReplyDelete
  20. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Pikiran dan hati adalah nikmat dan anugrah Tuhan yang indah. Harusnya bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk beribadah kepadaNya. Jangan sampai kita menjadi sombong dalam memanfaatkan anugrah itu. Ilmu yang ada dalam diri, janganlah menjadikan kita sombong dan mengeraskan hati. Seharusnya, dengan ilmu yang kita miliki menambah rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang tak mampu untuk dihitung.

    ReplyDelete
  21. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sesuatu yang benar menurut kita, belum tentu benar di mata orang lain.
    Sesuatu yang salah menurut kita, belum tentu salah di mata orang lain.
    Sesuatu yang baik menurut kita, belum tentu baik di mata orang lain.
    Sesuatu yang buruk menurut kita, belum tentu buruk di mata orang lain.
    Hidup yang seimbang dan berharmoni adalah makna dari kehidupan yang sebenarnya. "Proses" adalah kata yang tepat untuk menjelaskan apakah hidup itu karena kita manusia. Tetapi kita hanya manusia, yang tidak lepas dari hati, pikiran, jiwa dan raga. Selalu refleksi diri dan berusaha menjadi yang lebih baik adalah salah satu caranya. Selalu memohon ampun kepada Allah lah jalannya.

    ReplyDelete
  22. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Manusia seringkali terlena oleh gelar atau jabatan yang dimilikinya. Gelar atau jabatan itulah yang dapat membuat mereka menjadi sombong. Kesombongan itulah yang membuat mereka menjadi temannya setan. Setan selalu berusaha untuk menjadikan manusia itu melampaui batas. Padahal Allah tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang melampaui batas. Sesuatu yang melebihi batas itu tidak baik, apapun itu. Sebagai contoh, makan yang melampaui batas saja tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan obesitas dan menimbulkan berbagai penyakit. Marilah kita berdoa memohon ampun kepada Allah atas kesombongan-kesombongan yang pernah kita perbuat.

    ReplyDelete
  23. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Di dalam diri manusia ada segumpal daging yang menentukan baik kuruknya manusia, segumpal daging itu yang disebut hati. Manusia sering lupa diri sehingga jatuh pada kesombongan, dan karena kesombongannya, manusia bisa jatuh menjadi mitos yang menjadi temannya syetan. Demikian juga dengan hati jika diliputi rasa emosi dan kemarahan, iri dengki juga akan menjadi temannya syetan, sedangkan kita tahu bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Karena itu kita harus berusaha agar tidak jatuh pada kesombongan dan selalu menjaga hati dari sifat iri dengki dan emosi sehingga tidak menjdi temannya syetan.

    ReplyDelete
  24. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dari elegi ini saya memaknai bawa dalam berpikir (berlogika ) haruslah ada batasan. Batasan nya adalah iman dan takwa (keyakinan). Karena ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati. Hal-hal yang bersifat perasaan, dan ghaib bukanlah hal yang bisa kita pikirkan. Tapi kita rasakan dan kita percayai keberadaannya. Bila kita memaksakan berpikir diluar jangkauan maka hal yanga da dihati (iman)akan melemah karena kita membuat kontradiksi yang super (banyak ) dan tak terjawab yang hal ini justru bisa membuat kita jatuh pada godaan syetan yang terkutuk yang bisa berupa justru kita malah mempercayai mitos. Menuhankan benda-benda adalah salah satu bentuk ketika kita berpikir berlebihan atau justru tak berpikir sama sekali. Jadi dalam hidup ada sesuatu yang harus kita yakini dan ada sesuatu yang kita harus berpikir dahulu agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  25. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Tanpa kita sadari, setan bisa menjelma menjadi hati kita sendiri. Hal itu yang bisa kita rasakan disaat kita merasa malas melakukan sesuatu dan terjebak dalam persimpangan jalan kebenaran. Jangan pernah menentang para logos karena hakekat kita yang tidak pernah bisa diraih hingga setinggi dan seluas ilmu kita. Sebagai seorang manusia hanya bisa berusaha memahami hakekat sesuai dengan kemampuannya masing masing.

    ReplyDelete
  26. Hendra B.
    18701261008
    PEP S3 2018

    sebenar-benar logos yang didasarkan pada hati, maka akan menjadikan logos itu tidak kehilangan identitasnya sebagai logos.

    ReplyDelete
  27. Desi Nurwidawati
    S3 PEP 18701261009

    Befikir logis memang dituntut dalam kehidupan sehari-hari berfikir logis dan berfikir kritis. Berfikir logis tetap ada batasnya, yaitu agama, etika serta norma dalam agama. Berfikir logis tanpa didasari hal tersebut, akan membuat kita bebas berfikir yang ujungnya akan melanggar agama, etika, dan norma masyarakat.

    ReplyDelete
  28. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Ketika menghadapi masalah, kita sering mengalami konflik antara hati dengan pikiran. Hati memainkan peranan penting dalam memberi reaksi emosional seseorang, sedangkan pikiran berusaha tenang dan mencari alternatif jalan keluar terbaik berdasarkan nalar. Reaksi emosional hati terkadang tidak sesuai dengan logika, sehingga disinilah terjadi pertentangan.

    ReplyDelete