Mar 20, 2013

Mathematics and Language 12



@David: My exchange with you is about dimension of communication. For me, there was no contradiction of my previous statement. You are still in the stage of formal thinking (math way) to translate language phenomena. If you wish to understand the life better by translating language of life, so you need to improve (lift up) your dimension of communication i.e. go into the normative stage. It was very clear, in my perspective, from normative dimension, that technology is the product of adults, however we should be wise to use them to facilitate the younger learner. In the case of interaction with the adults' product, the younger should have their own determination, effort, creativity in the scheme of constructing their life (math). Finish.
Further, still about the term 'contradiction', I will say that as other phenomena, this also has its dimension. The mathematical contradiction is different with the normative contradiction. The contradiction in mathematics means 'inconsistency'; but in the normative dimension, it means not in accord with the Identity rule.

6 comments:

  1. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika adalah bahasa yang memberikan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan. Matematika dipandang sebagai simbol-sombol dan karena ada bahasa maka bahasa itu membahasakan simbol-simbol dalam matematika dimana kebenaran bahasa matematika itu adalah kebenaran yang universal yang didasarkan pada kebenaran-kebenaran sebelumnya. Matematika memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahasa, misalnya dalam bahasa melalui pengamatn kita mengatakan gajah lebih besar daripada semut namun kita merasa sulit membuktikan berapa besar gajah jika dibandingkan dengan semut, nah disinilah peran matematika yang dapat mengukur untuk menemukan sebuah hasil cermat dan tepat.

    ReplyDelete
  2. 171. Mathematics and Language 12
    Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Salah satu komponen penting yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa dengan bahasa kita dapat berinteraksi dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam setiap pembelajaran merupakan salah satu kunci sukses pembelajaran itu sendiri karena proses belajar adalah penyampain pesan pengetahuan terhadap anak didik. Matematika merupakan bahasa artifisial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah, matematika juga merupakan alat berpikir. Suatu ilmu merupakan pengetahuan yang didasari analisis penarikan kesimpulan menurut suatu pola pikir tertentu.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Salah satu objek kajian dalam matematika adalah fakta. Dimana fakta merupakan pemufakatan atau konvensi dalam matematika yang biasanya diungkapkan dalam simbol-simbol tertentu. Simbol-simbol inilah yang menjadi bahasa sebagai alat komunikasi dalam matematika. Misalkan lambang "3" yang dikenal sebagai simbol dari tiga, lambang "3" yang menjadi kesepakatan bersama sehingga bersifat universal dalam matematika. Dalam artikel di atas juga dibahas mengenai kontradiksi. Kontradiksi dalam matematika berarti inkonsitensi atau tidak konsisten. Lebih khusus kontradiksi dalam matematika sekolah diperkenalkan dalam logika matematika.

    ReplyDelete
  4. Dimensi dari pengetahuan matematika menentukan bahasa yang digunakan. Untuk dimensi siswa sekolah dasar akan menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan dimenegrti olehs siswa SD. Kadang guru mempunyai dimensi yang berbeda dengan siswa. Kadang bahasa guru yang dipaksakan pada siswa. Untuk istilah, konsep, pengertian yang baru maka perlu waktu agar siswa memahami.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bahasa memiliki dimensi yang berbeda-beda. Untuk pembelajaran matematika anak-anak dan dewasa digunakan bahasa dengan dimensi yang berbeda pula sesuai dengan tingkatan berpikir mereka serta tingkat kemampuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    2+3 belum tentu sama dengan lima. 2x3 belum tentu sama dengan 6. Hal tersebut bisa terjadi jika terikat oleh ruang dan waktu. Di dunia ini tak lepas dari ruang dan waktu dan di dunia bersifat kontradiksi. Tentunya hal ini hanya dapat dipahami oleh orang dewasa. Benar bagi kita pernyataan 2+3 belum tentu 5 karena terikat oleh ruang dan waktu. Akan tetapi tidak benar jika kita mengajarkan demikian kepada anak-anak. Justru yang akan terjadi malah mereka salah konsep. Mereka tidak akan mampu memahami filosofi tentang ruang dan waktu. Karena pikiran mereka berlandaskan dengan intuisi, dan rentan sekali akan mitos-mitos. Jika mereka diberikan pengetahuan diluar batas kemampuan mereka sebagai anak-anak. Maka yang terjadi hanyalah akan mengacaukan pengetahuan yang telah mereka bangun atau mereka susun.

    ReplyDelete