Mar 16, 2013

Mathematics and Language 6




Marty Stoneman :

 I have read this thread, at least the later portions of the posts by Doug, David, and Dr. Marsigit, and I have the following comments to offer, not as a pure mathematician but as a widely interdisciplinary modeler of human cognitive behavior.
First, I quote partially a brief component of some previous posts in the order in which they were posted:

Doug : How children learn the truths of mathematics and how they become, when they do, proficient mathematicians, is still an open question.
We as yet know little of how the brain works, and there are multiple ambiguities when it comes to discussing teaching and learning mathematics.

David : Unfortunately, so far no one pedagogical theory has come up with a pudding worth eating, and so we will be depending on the ad hoc hybrids that characterize most education today -- including in those schools which give lip service to a singular concept but are then forced to alter these ideas in the face of the reality of the classroom.

David (to Dr M): you are contradicting yourself in saying that you are against introducing logic but are for helping the students to think.

Second, my brief comments (and apologies to Dr. Marsigit. if he has meant what I will say)---
I disagree with that we know little of how the brain works …… I 90/10 think Doug is speaking only for academia and academia sucks at (1) SHARING measurable raw evidence collected in that field and terms used to describe same from one field (say, literature or music) with other fields (say, anthropology or linguistics) and also sucks at (2) FUNDING supporting or questioning any science about human behavior which might threaten any major power structure.

Models (like mine, not very humble!) which purport to link natural language evidence - about how people actually talk/write - with mathematics or thinking or logic, even if measurable and falsifiable, are not challenged with examples to explain, they are called too complex to exist yet, etc.

My brief example ---- cultural and other approvals and disapprovals are deeply embedded in natural language use all over the planet; but scientists discussing measurables that are relatively neutral (typically, in math) can have many international conferences (e.g., geophysics) where cultural differences may be set aside and even clan differences.
The youthful can understand some of these math benefits, like neutrality, even in terms of war and peace.

David Reid :
Marty, you make reference to your model to link natural language to logic. There are a great number of interesting ones (one need only to glance at an issue of any of the journals that devote themselves to this -- several of them by the Association of Symbolic Logic). As you have worked (if I understand correctly) in Artificial Intelligence, I would be interested in your model. Could you provide a link to said model?

Marsigit Dr MA :
 @Marty: I am just to grasp what is the kinds of your model. All mathematics concepts are kinds of models. So your model can be a concepts in which I should pursue to understand. Under pressure by uncertainty of your model, intuitively I found the solution i.e. about who and how the model (like yours) is to be constructed. Again, I found here that there are only two sides i.e subject and object of the model. You are my subject of your model; and I am your object of your model. This is exactly the same case of what happened in teaching learning of mathematics. So whatever of your model, the problem is who and how it is constructed. If you wish to develop your model to solve the problems of communicating mathematics, especially for younger learner, I worry that you use your own criteria as the indicators; while the object should follow your scheme. If it is true, I then found that you may being effort to build your own world as it tries to perform hegemony. I totally disagree with any effort of older people (power/capital) teacher/institution to dominate the younger (powerless) people. Pure mathematicians, powerful adult peoples (teacher) as well as powerful interdisciplinary modelers (you) have their potentiality to do hegemony. I may misunderstand with your points. If it did so, you need then make your clarifications or additional information. Further, my question is how the common people be able to develop such model contextually. Your sincerity may lead to uncover further enigmatic.

42 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    untuk memahami matematika dengan baik salah satunya di dapat dengan mengetahui cara rumus matematika. bukti bahasa alami tentang bagaimana orang-orang benar-benar berbicara / menulis dengan “matematika” atau “berpikir” atau “logika”, yang berkaitan dengan bahasa.Jadi, matematika berkaitan dengan bahasa, bahasa berhubungan dengan budaya dan budaya terkait dengan kehidupan, sehingga untuk memahami matematika, kita harus memahami pendekatan hidup.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif siswa. Dengan kolaboratif, siswa dapat sharing pengalaman atau pengetahuan mereka sehingga para siswa dapat saling bertukar pikiran pengetahuan mereka sehingga mereka dapat saling melengkapi pengetahuan mereka masing-masing. Dengan sharing, siswa dapat mengevaluasi diri dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan mencari jawaban yang menggunakan observasi, bukti, dan penjelasan yang diperoleh sebelumnya. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan guru sebagai bahan evaluasi tentang proses model pembelajaran, apakah sudah berjalan dengan sangat baik atau masih kurang.

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika itu adalah sebuah model seperti apapun modelnya itu tergantung bagaimana sebuah model itu dibangun seperti halnya pembelajaran matematika itu juga seperti model, mau bagaimana pembelajaran itu berjalan tergantung bagaimana orang itu membangunnya. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada siswa dengan mengharuskan siswanya untuk menyukai matematika guru juga harus mampu untuk bersikap demokratis terhadap siswanya dalam kegiatan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan dan biarkan siswa memecahkan masalah dan membangun komunikasi mereka sendiri dengan matematika.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah pencapaian pada tujuan yaitu agar siswa mampu memahami sesuatu berdasarkan pengalaman belajarnya. Kemampuan pemahaman ini merupakan hal yang sangat fundamental, karena dengan pemahaman akan dapat mencapai pengetahuan prosedur. Terkait dengan pemahaman konsep matematika dapat diartikan sebagai kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran matematika, di mana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan interpretasi data dan mampu mengaplikasikan konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimilikinya. Penguasaan konsep sangat penting, karena dengan menguasai konsep akan memberikan peluang kepada siswa untuk lebih fleksibel dan menarik minat siswa dalam belajar. Untuk mencapai pemahaman konsep peserta didik dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep – konsep matematika. Namun demikian peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Untuk dapat memahami manusia belajar secara umum atau belajar matematika secara khusus maka perlu penelitian secara holistik. Dimulai dari karakter materi matematika, siswa sebagai pembelajar, teori belajar, otak yang bekerja. Ilmu pengetahuan tentang pembelajaran masih terbuka untuk dilakukan penelitian, masih terbuka untuk diciptakan inovasi yang baru tentang pembelajaran atau teori pembelajaran dari berbagai sudut pandang. Manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan dalam pengetahuan hanya berusaha untuk menggapainya. Manusia dalam mencoba dapat terjadi kesalahan dan memerlukan perbaikan.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Semua konsep matematika merupakan macam-macam dari model. Model meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Konsep matematika sebagai model disebut dengan model matematika. antara satu orang dengan orang yang lain akan memiliki atau menghasilkan model yang berbeda-beda. Oleh karenanya, banyak ilmuwan matematika yang menghasilkan model matematika yang bermacam-macam, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Model yang mereka buat bisa jadi saling menguatkan atau saling bertentangan. Selain di dalam matematika, model juga banyak dijumpai. Model terbagi ke dalam dua sisi, yaitu subjek dan objek. Misalnya, kamu ada subjekku pada modelmu, dan aku adalah objek pada modelmu. Model tersebut tidak akan menjadi masalah ketika pada lingkup orang dewasa. Ketika sudah memasuki dunia anak-anak, maka model tersebut akan sedikit banyak menimbulkan masalah. Model yang dibuat seorang guru belum tentu akan sama dengan model yang dibuat siswa. dan guru yang bijak adalah dia yang dapat memahami siswanya dan tidak memaksa siswa untuk memahaminya.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Salah satu dari tujuan pembelajaran matematika yaitu bagaimana guru mengkonstruksi sebuah konsep dalam pemecahan masalah kepada siswa. Sehingga ketika siswa dihadapkan dengan permasalahan yang lain yang ada keterkaitannya dengan konsep tersebut siswa akan dapat menyelesaikannya, karena siswa disini bukan hanya dapat meneyelesaikan masalah namun paham akan konsepnya.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Model memiliki dimensi yang berbeda. Sudut pandang model tergantung subjek serta ruang dan waktunya. Oleh karena itu, model dibangun sesuai dengan tujuan pembelajaran khususnya matematika. Model harus dapat dipahami secara universal bukan individual serta dapat menempatkan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  9. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika ialah bahwa siswa tak hanya dapat meyelesaikan suatu permasalahan, namun paham mengenai konsep yang digunakan. Jenis dan model yang digunakan terdapat banyak jenisnya. Apapun model yang diterapkan oleh pengajar, hal terpenting adalah bagaimana peran guru. Misalnya guru harus memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun sendiri pengetahuan mereka terhadap konsep-konsep metematika dan guru hanya sebagai fasilitator. Guru tidak boleh memberikan materi pelajaran dengan mendoktrin siswa sehingga cara dan pengetahuan siswa harus sama dengan guru. Hal terpenting sebagai guru ialah guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran tersebut. Menggunakan metode yang ada, guru dapat membuat siswa menjadi aktif dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    berdasarkan artikel tersebut, yaitu membicarakan tentang konsep matematika dan modelnya. Apapun model kita, masalah utamanya adalah bagaimana untuk mengonstruksinya. Untuk mengonstruksi model, harus ada kontribusi dari guru dan murid. Pada situasi seperti ini, guru berperan sebagai fasilitator untuk muris-muridnya. Sehingga murid dapat menemukan konsep matematika dengan sendirinya dan dengan bantuan dari guru.

    ReplyDelete
  11. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Guru matematika tak hanya pintar dalam mengerjakan, memberi, atau menjelaskan soal-soal dan masalah matematika. Namun Guru matematika juga harus mengerti tentang bagaimana siswa yang diajarkannya. Berdasarkan pembicaraan di atas, model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sangatlah penting untuk diperhatikan. Apa pun model yang digunakan, yang terpenting adalah guru harus mampu bersikap bijak dan demokratis dengan memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun sendiri pengetahuan-pengetahuan dan pengertian-pengertian mereka terhadap konsep-konsep metematika. Selain itu yang terpenting juga bagaimana komunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dapat lebih memahami dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Konsep matematika sangat diperlukan untuk dipahami siswa. Bagaimana konsep itu dapat dipelajari dengan baik hendaknya juga harus ada penyampaian yang tepat dari guru. Hal tersebut berkaitan juga dengan model. Guru hendaknya menyusun pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memahami yang disampaikan guru. Konsep dan pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk berpikir lebih luas dan lebih dalam. Oleh karena itu bahasa yang digunakan guru dalam menyampaikan konsep haruslah tepat.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasinya diasumsikan akan lebih optimal.

    Dalam menyusun model desain pembelajaran seorang guru harus mendasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori-teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana seorang guru dapat mengelola dan mengembangkan komponen-komponen pembelajaran itu dalam suatu desain yang terencana dengan memperhatikan kondisi actual dari unsure-unsur penunjang dalam implementasi pembelajaran yang akan dilakukan, misalnya: alokasi waktu yang tersedia, sarana dan prasarana pembelajaran, biaya, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari tanya jawab di atas saya setuju bahwa jangan sampai model pembelajaran dikomunikasikan dengan tidak sesuai, jangan sampai ketika kita mengembangkan model kita malah membuat kontradiksi dalam pikiran pelajar. Contohnya mengembangkan model untuk memecahkan masalah berkomunikasi matematika, terutama untuk pelajar muda. Jangan sampai model tersebut menjadikan guru sebagai kuasa dan pelajar sebagai patung yang bisa kita rubah sesuai kehendak kita. Saya juga tidak setuju dengan upaya orang tua (power / modal) guru / lembaga yang mendominasi orang muda (siswa).

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu pembelajarn itu ada dua jenis adanya kooperatif dan ada yang kolaboratif yang mana kolaboratif itu menurut saya lebih efesien.. Dengan kolaboratif, siswa dapat sharing pengalaman atau pengetahuan mereka sehingga para siswa dapat saling bertukar pikiran pengetahuan mereka sehingga mereka dapat saling melengkapi pengetahuan mereka masing-masing. Dengan kolaboratif juga kita bisa dengan mudah mengkondisikan siswa itu nanati seperti apa. Dengan kolaboratif juga siswa akan mendapat pengalaman yang baru dalam suasa ppengajaran.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Semua konsep matematika adalah model. Model inilah yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam matematika. Dalam penyusunan model, ada dua pelaku yaitu sebagai subyek dan obyek. Yang menjadi berbahaya adalah ketika siswa menjadi objek dari model guru. Guru memaksakan ide dan caranya dalam menemukan konsep matematika, sedangkan siswa hanya mematuhi dan bersifat otoriter dari guru. Ini tentu akan berdampak pada pembatasan komunikasi dari siswa. Seharusnya pembelajaran adalah student-centered sehingga siswa menjadi subyek dari modelnya sendiri dan pemahaman konsepnya aka menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Semua konsep mtematika adalah jenis dan model. apapun modelnya, tergantung oleh siapa dan bagaimana model tersebut dibangun. namun bagaimanapun model tersebut dibangun saya tidak setuju apabila pihak yang kuat mendominasi dan memaksa pihak yang lemah. Guru tidak boleh memberikan materi pelajaran seperti memberi doktrin sehingga cara dan pengetahuan siswa harus sama dengan guru. Guru haruslah berperan sebagai fasilitator dalam belajar siswa sehingga sisa dapat menemukan dan mengembangkan pengetahuannya sendiri secara kreatif, cerdas dan mandiri.

    ReplyDelete
  19. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika itu adalah sebuah model. Mau seperti apapun modelnya itu tergantung oleh siapa dan bagaimana sebuah model itu dibangun. Begitu juga dengan pembelajaran matematika, mau bagaimana pembelajaran itu berjalan, itu tergantung pada siapa dan bagaimana orang itu membangunnya. Namun perlu dicermati bahwa dalam membangun pembelajaran matematika, guru tidak boleh memaksakan kehendaknya, guru tidak boleh terlalu menguasai atau mendominasi dalam pembelajaran itu. Berilah siswa kesempatan melakukan eksplorasi untuk mendapatkan pengalaman matematika. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan intuisi yang sangat berguna dalam menghasilkan ide-ide atau strategi penyelesaian masalah. Dalam pembelajaran matematika, guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Telah dijelaskan sebelumnya bahwa matematika adalah model. Semua konsep matematika merupakan jenis model. Hal ini menyangkut tentang siapa dan bagaimana model akan dibangun. Atau dengan kata lain, tentang siapa dan bagaimana konsep matematika itu dibangun. Pada pengajaran matematika. Jadi apapun model kita, masalahnya adalah siapa dan bagaimana konstruksi itu. Dapat kita katakan bahwa dalam pembelajaran matematika dituntut siswa untuk mengembangkan modelnya sendiri sehingga dapat membangun atau mengkonstruksi konsep pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  21. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam setiap pembelajaran terdapat subjek dan objek. Sebagaimana sifat objek yang selalu dipengaruhi oleh subjek, maka ketika memandang siswa sebagai objek dan subjeknya adalah guru maka output siswa tergantung pada bagaimana input dari guru itu sendiri. menerapkan pembelajaran dengan unsur matematika murni dan unsur matematika pendidikan sangat dapat mempengaruhi pemahaman matematika siswanya sebagai objek.

    ReplyDelete
  22. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas berbeda. Orang dewasa sudah mampu berpikir matematika secara abstrak, sedangkan anak-anak tidak. Memang tidak mudah mengajarkan matematika ke anak-anak dimana anak-anak belum bisa menerima konsep matematika yang abstrak. Guru dalam membelajarkan matematika ke siswa harus bisa mengubah konsep yang abstrak menjadi konsep yang konkret agar siswa mudah untuk memahami konsep tersebut. Guru harus mengerti apa kebutuhan siswa dan dapat memilih model pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan dimensi siswanya yang mampu membantu siswanya untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  23. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika sangat diperlukan adanya pemahaman konsep dari siswa. Hal ini bertujuan agar siswa mampu berpartisipasi dalam pengembangan matematika lebih lanjut yang pada akhirnya mengaplikasikan matematika tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dari pernyataan di atas dapat disimpulan bahwa, konsep matematika terdiri dari jenis dan model. Saya setuju, dalam membangun suatu konsep, tidak boleh terdapat paksaan dari pihak manapun. Masalah pembangunan konsep tersebut terletak pada siapa dan bagaimana konsep dibangun.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru hendaknya mampu mengembangkan model untuk memecahkan masalah matematika sehingga terjalin komunikasi dengan siswa. Khususnya dalam pembelajaran matematika di kelas, siswa hendaknya diarahkan dan dibimbing untuk mampu menganalisis dan menggunakan matematika dalam kehidupannya, tidak hanya sekedar mampu menggunakan dan menghafal rumus-rumus matematika tersebut dalam upaya mengerjakan soal-soal matematika.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ini sesuai dengan Diknas (2003: 2) mengungkapkan bahwa, pemahaman konsep merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, guru memiliki peran yang penting untuk ikut andil dalam membangun pemahaman konsep. Namun tak lupa, unsur keterpaksaan hendaknya dihindari.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709261050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam pembelajaran dikelas penggunaan model, metode dan pendekatan maupun strategi pembelajaran tentu di handle sepenuhnya oleh guru. Sebelum menentukan model, metode, strategi, dan pendektan hendaknya seorang guru mengetahui permasalahan apa yang ada didalam kelas, segala kelemahan dan kekurang apa yang dimiliki oleh siswa, bagaimana karakteristik siswa, ketersediaan saran prasarana dan kesesuaian materi. Dengan mempertimbangkan hal tadi diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran yang berlasngsung

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika ialah bahwa siswa tak hanya dapat meyelesaikan suatu permasalahan, namun paham mengenai konsep yang digunakan. Bagaimana cara membangun konsep pada siswa. Guru sebagai fasilitator harus mengajar dengan mengggunakan metode pembelajaran dan menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat anak memahami materi dan dapat membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.Sehingga siswa bukan hanya menghafal atau menggunakan rumus saja tetapi siswa memahami konsep dari matematika dan dapat menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  29. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakikatnya matematika itu adalah bahasa, yakni bahasa yang dituliskan dalam bentuk simbol. Namun sayangnya banyak kita yang tidak mengetahui akan hal itu terutama bagi para pendidik. Sehingga menyebabkan pembelajaran matematika di kelas terasa menakutkan. Kita selaku pendidik sudah semestinya mengubah minset bahwa matematika itu hanyalah simbol belaka, mari kita jadikan matematika sebagai bahasa yang efektif dan efisien.


    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Memahami matematika itu lebih penting dari menghafal rumus-rumus matematika. bahasa matematika ada pada pemaknaan dari rumus-rumus yang digunakan siswa, bukan hanya hafalan rumus-rumus tersebut. Model matematika tercermin dari hasil pemikiran siswa. Model matematika meliputi uang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  31. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tujuan dari diskusi adalah menemukan solusi dari suatu permasalahan dari sudut pandang masing-masing orang. Jadi memang sulit untuk menyamakan sudut pandang, namun dengan pendapat masing-masing dapat diambil suatu jalan tengah yang adil untuk berbagai pihak

    ReplyDelete
  32. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut pandangan pak Marsigit, matematika murni tidak untuk anak-anak. Namun dari pendapat David, matematika murni sangat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam matematika. Namun, menurut pak Marsigit, kemampuan tersebut tidak dapat meningkatkan kreativitas anak dalam matematika. Sehingga anak hanya bisa sebagai pengguna matematika. Seperti dalam pandangan mekanistik.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca bacaan di atas, saya setuju dengan pendapat bapak bahwa semua konsep matematika adalah jenis dan model. Apapun modelnya, tergantung oleh siapa dan bagaimana model tersebut dibangun. Namun bagaimanapun model tersebut dibangun saya tidak setuju apabila pihak yang kuat mendominasi dan memaksa pihak yang lemah. Guru tidak boleh memberikan materi pelajaran seperti memberi doktrin sehingga cara dan pengetahuan siswa harus sama dengan guru. Guru haruslah berperan sebagai fasilitator dalam belajar siswa sehingga siswa dapat menemukan dan mengembangkan pengetahuannya sendiri secara kreatif, cerdas dan mandiri.

    ReplyDelete
  34. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran bermakna, di antaranya yaitu mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan kondisi siswa di kelas dan materi yang akan diajarkan. Salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran generatif yang merupakan suatu model pembelajaran berbasis konstruktivisme. Melalui proses generalisasi dan formalisasi, model tersebut diarahkan untuk menuju model matematika formal. Pada awalnya siswa akan membangun model dari situasi nyata (soal kontekstual), setelah terjadi interaksi dan diskusi kelas, siswa menyusun model matematika untuk menyelesaikaan soal hingga mendapatkan pengetahuan formal matematika.

    ReplyDelete
  35. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran Matematika adalah suatu upaya dalam membantu siswa untuk mengkontruksi (membangun) konsep-konsep atau prinsip-prinsip Matematika dengan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi sehingga konsep atau prinsip itu terbangun kembali. Dengan demikian pembelajaran dapat didefinisikan sebagai upaya proses membangun pemahaman siswa. Pembelajaran disini lebih menekankan pada bagaimana upaya guru untuk mendorong atau memfasilitasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam pendidikan matematika terdapat pondasi dalam pembelajarannya yaitu formalism, logicism, intuitionism, dan platonism. Dimana keempatnya membuka peluang untuk dapat mengembangkan kemampuan dibidang pengetahuan maupun ketrampilan siswa. Guru memberikan ruang yang luas untuk kreatifitas siswa bukan menjasi memaksa siswa untuk untuk mengubah gagasan ini dalam menghadapi realitas kelas. Guru harus memberikan permasalahan-permasalahan non rutin atau menantang kepada siswa agar siswa dapat menggunakan logikanya. Ketika siswa berupaya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuannya seperti logika ini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan tidak membantu untuk alur logikanya.

    ReplyDelete
  37. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah orang yang menikmati kegiatan menutupi sifat orang lain. Guru juga berpotensi untuk menjadi orang yang paling berbahaya ketika guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa, ketika guru menggunakan kekuasaannya dengan berlebihan kepada siswa sehingga siswa tidak memperoleh kesempatan membangun pengetahuannya sendiri tetapi hanya mengikuti kuasa guru saja.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tolak ukur pembelajaran yang berhasil yaitu siswa dapat memahami konsep terkait materi yang diajarkan. Namun yang terjadi di lapangan, kebanyakam guru sulit memafasilitasi siswa untuk memahami konsep materi, maka dari itu usahakan guru melakukan peneltian untuk mengevalusi element mana yang memiliki kekurangan, sehingga guru dapat menentukan model yang tepat untuk memfasilitasi siswa agar mereka mampu memahami konsep.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Guru harus selalu mengembangkan model pembelajaran yang ada. Model pembelajaran apapun yang digunakan tetap guru harus memperhatikan karakteristik dari siswa. Guru harus mampu mentransformasikan materi matematika yang abstrak menjadi materi yang dapat dipahami dengan mudah oleh siswa, atau disesuaikan dengan tingkat kognitif mereka.

    ReplyDelete
  40. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam bukunya, Skemp menjelaskan tentang otoritas seorang guru. Otoritas tersebut ada kalanya baik untuk siswa dan ada kalanya pula tidak baik. Tidak baik apabila guru terlalu menekankan kemauannya terhadap siswa sehingga siswa tidak bisa mengonstruk pengetahuannya sendiri dan menjadi bergantung kepada guru. Namun itu berbeda apabila guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  41. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam membuat model matematika bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, kaena dalam membuat model matematika juga membutuhkan bahasa yang mudah agar model matematika itu mudah untuk dimengerti. Dalam usaha untuk membangun model matematika pada siswa maka haruslah sesuai dengan kontekstualnya. Hal yang tidak baik jka hanya berpaku pada siswa.

    ReplyDelete
  42. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam model terdapat objek dan subjek model. Apabila kita yang sedang membuat suatu model maka kita sebagai subjek dari model kita, dan model yang kita paparkan kepada orang lain, orang lain itulah sebagai objek model kita. Apabila kita kaitkan ke dalam pembelajaran matematika, seorang guru yang ingin membuat model pemecahan masalah untuk dapat diajarkan atau dikomunikasikan kepada siswa, maka objek model kita adalah siswa kita. Sehingga apabila model itu dapat diterima oleh objek model yaitu siswa maka, bukan model teersebut bukanlah sesuai dengan kriteria guru atau sang subjek kmodel, melainkan model tersebut haruslah memenuhi kriteria objek model yaitu siswa. Meskipun guru memiliki kemampuan yang jauh lebih pandai daripada siswa nya maka gunakanlah kemampuan itu untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka sendiri, bukan untuk mendominasi siswa dalam pembelajaran matematika

    ReplyDelete