Mar 16, 2013

Mathematics and Language 6




Marty Stoneman :

 I have read this thread, at least the later portions of the posts by Doug, David, and Dr. Marsigit, and I have the following comments to offer, not as a pure mathematician but as a widely interdisciplinary modeler of human cognitive behavior.
First, I quote partially a brief component of some previous posts in the order in which they were posted:

Doug : How children learn the truths of mathematics and how they become, when they do, proficient mathematicians, is still an open question.
We as yet know little of how the brain works, and there are multiple ambiguities when it comes to discussing teaching and learning mathematics.

David : Unfortunately, so far no one pedagogical theory has come up with a pudding worth eating, and so we will be depending on the ad hoc hybrids that characterize most education today -- including in those schools which give lip service to a singular concept but are then forced to alter these ideas in the face of the reality of the classroom.

David (to Dr M): you are contradicting yourself in saying that you are against introducing logic but are for helping the students to think.

Second, my brief comments (and apologies to Dr. Marsigit. if he has meant what I will say)---
I disagree with that we know little of how the brain works …… I 90/10 think Doug is speaking only for academia and academia sucks at (1) SHARING measurable raw evidence collected in that field and terms used to describe same from one field (say, literature or music) with other fields (say, anthropology or linguistics) and also sucks at (2) FUNDING supporting or questioning any science about human behavior which might threaten any major power structure.

Models (like mine, not very humble!) which purport to link natural language evidence - about how people actually talk/write - with mathematics or thinking or logic, even if measurable and falsifiable, are not challenged with examples to explain, they are called too complex to exist yet, etc.

My brief example ---- cultural and other approvals and disapprovals are deeply embedded in natural language use all over the planet; but scientists discussing measurables that are relatively neutral (typically, in math) can have many international conferences (e.g., geophysics) where cultural differences may be set aside and even clan differences.
The youthful can understand some of these math benefits, like neutrality, even in terms of war and peace.

David Reid :
Marty, you make reference to your model to link natural language to logic. There are a great number of interesting ones (one need only to glance at an issue of any of the journals that devote themselves to this -- several of them by the Association of Symbolic Logic). As you have worked (if I understand correctly) in Artificial Intelligence, I would be interested in your model. Could you provide a link to said model?

Marsigit Dr MA :
 @Marty: I am just to grasp what is the kinds of your model. All mathematics concepts are kinds of models. So your model can be a concepts in which I should pursue to understand. Under pressure by uncertainty of your model, intuitively I found the solution i.e. about who and how the model (like yours) is to be constructed. Again, I found here that there are only two sides i.e subject and object of the model. You are my subject of your model; and I am your object of your model. This is exactly the same case of what happened in teaching learning of mathematics. So whatever of your model, the problem is who and how it is constructed. If you wish to develop your model to solve the problems of communicating mathematics, especially for younger learner, I worry that you use your own criteria as the indicators; while the object should follow your scheme. If it is true, I then found that you may being effort to build your own world as it tries to perform hegemony. I totally disagree with any effort of older people (power/capital) teacher/institution to dominate the younger (powerless) people. Pure mathematicians, powerful adult peoples (teacher) as well as powerful interdisciplinary modelers (you) have their potentiality to do hegemony. I may misunderstand with your points. If it did so, you need then make your clarifications or additional information. Further, my question is how the common people be able to develop such model contextually. Your sincerity may lead to uncover further enigmatic.

54 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasinya diasumsikan akan lebih optimal.

    Dalam menyusun model desain pembelajaran seorang guru harus mendasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori-teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana seorang guru dapat mengelola dan mengembangkan komponen-komponen pembelajaran itu dalam suatu desain yang terencana dengan memperhatikan kondisi actual dari unsure-unsur penunjang dalam implementasi pembelajaran yang akan dilakukan, misalnya: alokasi waktu yang tersedia, sarana dan prasarana pembelajaran, biaya, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari tanya jawab di atas saya setuju bahwa jangan sampai model pembelajaran dikomunikasikan dengan tidak sesuai, jangan sampai ketika kita mengembangkan model kita malah membuat kontradiksi dalam pikiran pelajar. Contohnya mengembangkan model untuk memecahkan masalah berkomunikasi matematika, terutama untuk pelajar muda. Jangan sampai model tersebut menjadikan guru sebagai kuasa dan pelajar sebagai patung yang bisa kita rubah sesuai kehendak kita. Saya juga tidak setuju dengan upaya orang tua (power / modal) guru / lembaga yang mendominasi orang muda (siswa).

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu pembelajarn itu ada dua jenis adanya kooperatif dan ada yang kolaboratif yang mana kolaboratif itu menurut saya lebih efesien.. Dengan kolaboratif, siswa dapat sharing pengalaman atau pengetahuan mereka sehingga para siswa dapat saling bertukar pikiran pengetahuan mereka sehingga mereka dapat saling melengkapi pengetahuan mereka masing-masing. Dengan kolaboratif juga kita bisa dengan mudah mengkondisikan siswa itu nanati seperti apa. Dengan kolaboratif juga siswa akan mendapat pengalaman yang baru dalam suasa ppengajaran.

    ReplyDelete
  4. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Semua konsep matematika adalah model. Model inilah yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam matematika. Dalam penyusunan model, ada dua pelaku yaitu sebagai subyek dan obyek. Yang menjadi berbahaya adalah ketika siswa menjadi objek dari model guru. Guru memaksakan ide dan caranya dalam menemukan konsep matematika, sedangkan siswa hanya mematuhi dan bersifat otoriter dari guru. Ini tentu akan berdampak pada pembatasan komunikasi dari siswa. Seharusnya pembelajaran adalah student-centered sehingga siswa menjadi subyek dari modelnya sendiri dan pemahaman konsepnya aka menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Semua konsep mtematika adalah jenis dan model. apapun modelnya, tergantung oleh siapa dan bagaimana model tersebut dibangun. namun bagaimanapun model tersebut dibangun saya tidak setuju apabila pihak yang kuat mendominasi dan memaksa pihak yang lemah. Guru tidak boleh memberikan materi pelajaran seperti memberi doktrin sehingga cara dan pengetahuan siswa harus sama dengan guru. Guru haruslah berperan sebagai fasilitator dalam belajar siswa sehingga sisa dapat menemukan dan mengembangkan pengetahuannya sendiri secara kreatif, cerdas dan mandiri.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika itu adalah sebuah model. Mau seperti apapun modelnya itu tergantung oleh siapa dan bagaimana sebuah model itu dibangun. Begitu juga dengan pembelajaran matematika, mau bagaimana pembelajaran itu berjalan, itu tergantung pada siapa dan bagaimana orang itu membangunnya. Namun perlu dicermati bahwa dalam membangun pembelajaran matematika, guru tidak boleh memaksakan kehendaknya, guru tidak boleh terlalu menguasai atau mendominasi dalam pembelajaran itu. Berilah siswa kesempatan melakukan eksplorasi untuk mendapatkan pengalaman matematika. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan intuisi yang sangat berguna dalam menghasilkan ide-ide atau strategi penyelesaian masalah. Dalam pembelajaran matematika, guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Telah dijelaskan sebelumnya bahwa matematika adalah model. Semua konsep matematika merupakan jenis model. Hal ini menyangkut tentang siapa dan bagaimana model akan dibangun. Atau dengan kata lain, tentang siapa dan bagaimana konsep matematika itu dibangun. Pada pengajaran matematika. Jadi apapun model kita, masalahnya adalah siapa dan bagaimana konstruksi itu. Dapat kita katakan bahwa dalam pembelajaran matematika dituntut siswa untuk mengembangkan modelnya sendiri sehingga dapat membangun atau mengkonstruksi konsep pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam setiap pembelajaran terdapat subjek dan objek. Sebagaimana sifat objek yang selalu dipengaruhi oleh subjek, maka ketika memandang siswa sebagai objek dan subjeknya adalah guru maka output siswa tergantung pada bagaimana input dari guru itu sendiri. menerapkan pembelajaran dengan unsur matematika murni dan unsur matematika pendidikan sangat dapat mempengaruhi pemahaman matematika siswanya sebagai objek.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas berbeda. Orang dewasa sudah mampu berpikir matematika secara abstrak, sedangkan anak-anak tidak. Memang tidak mudah mengajarkan matematika ke anak-anak dimana anak-anak belum bisa menerima konsep matematika yang abstrak. Guru dalam membelajarkan matematika ke siswa harus bisa mengubah konsep yang abstrak menjadi konsep yang konkret agar siswa mudah untuk memahami konsep tersebut. Guru harus mengerti apa kebutuhan siswa dan dapat memilih model pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan dimensi siswanya yang mampu membantu siswanya untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika sangat diperlukan adanya pemahaman konsep dari siswa. Hal ini bertujuan agar siswa mampu berpartisipasi dalam pengembangan matematika lebih lanjut yang pada akhirnya mengaplikasikan matematika tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dari pernyataan di atas dapat disimpulan bahwa, konsep matematika terdiri dari jenis dan model. Saya setuju, dalam membangun suatu konsep, tidak boleh terdapat paksaan dari pihak manapun. Masalah pembangunan konsep tersebut terletak pada siapa dan bagaimana konsep dibangun.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru hendaknya mampu mengembangkan model untuk memecahkan masalah matematika sehingga terjalin komunikasi dengan siswa. Khususnya dalam pembelajaran matematika di kelas, siswa hendaknya diarahkan dan dibimbing untuk mampu menganalisis dan menggunakan matematika dalam kehidupannya, tidak hanya sekedar mampu menggunakan dan menghafal rumus-rumus matematika tersebut dalam upaya mengerjakan soal-soal matematika.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ini sesuai dengan Diknas (2003: 2) mengungkapkan bahwa, pemahaman konsep merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, guru memiliki peran yang penting untuk ikut andil dalam membangun pemahaman konsep. Namun tak lupa, unsur keterpaksaan hendaknya dihindari.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709261050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam pembelajaran dikelas penggunaan model, metode dan pendekatan maupun strategi pembelajaran tentu di handle sepenuhnya oleh guru. Sebelum menentukan model, metode, strategi, dan pendektan hendaknya seorang guru mengetahui permasalahan apa yang ada didalam kelas, segala kelemahan dan kekurang apa yang dimiliki oleh siswa, bagaimana karakteristik siswa, ketersediaan saran prasarana dan kesesuaian materi. Dengan mempertimbangkan hal tadi diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran yang berlasngsung

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika ialah bahwa siswa tak hanya dapat meyelesaikan suatu permasalahan, namun paham mengenai konsep yang digunakan. Bagaimana cara membangun konsep pada siswa. Guru sebagai fasilitator harus mengajar dengan mengggunakan metode pembelajaran dan menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat anak memahami materi dan dapat membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.Sehingga siswa bukan hanya menghafal atau menggunakan rumus saja tetapi siswa memahami konsep dari matematika dan dapat menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakikatnya matematika itu adalah bahasa, yakni bahasa yang dituliskan dalam bentuk simbol. Namun sayangnya banyak kita yang tidak mengetahui akan hal itu terutama bagi para pendidik. Sehingga menyebabkan pembelajaran matematika di kelas terasa menakutkan. Kita selaku pendidik sudah semestinya mengubah minset bahwa matematika itu hanyalah simbol belaka, mari kita jadikan matematika sebagai bahasa yang efektif dan efisien.


    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Memahami matematika itu lebih penting dari menghafal rumus-rumus matematika. bahasa matematika ada pada pemaknaan dari rumus-rumus yang digunakan siswa, bukan hanya hafalan rumus-rumus tersebut. Model matematika tercermin dari hasil pemikiran siswa. Model matematika meliputi uang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  17. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tujuan dari diskusi adalah menemukan solusi dari suatu permasalahan dari sudut pandang masing-masing orang. Jadi memang sulit untuk menyamakan sudut pandang, namun dengan pendapat masing-masing dapat diambil suatu jalan tengah yang adil untuk berbagai pihak

    ReplyDelete
  18. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut pandangan pak Marsigit, matematika murni tidak untuk anak-anak. Namun dari pendapat David, matematika murni sangat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam matematika. Namun, menurut pak Marsigit, kemampuan tersebut tidak dapat meningkatkan kreativitas anak dalam matematika. Sehingga anak hanya bisa sebagai pengguna matematika. Seperti dalam pandangan mekanistik.

    ReplyDelete
  19. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca bacaan di atas, saya setuju dengan pendapat bapak bahwa semua konsep matematika adalah jenis dan model. Apapun modelnya, tergantung oleh siapa dan bagaimana model tersebut dibangun. Namun bagaimanapun model tersebut dibangun saya tidak setuju apabila pihak yang kuat mendominasi dan memaksa pihak yang lemah. Guru tidak boleh memberikan materi pelajaran seperti memberi doktrin sehingga cara dan pengetahuan siswa harus sama dengan guru. Guru haruslah berperan sebagai fasilitator dalam belajar siswa sehingga siswa dapat menemukan dan mengembangkan pengetahuannya sendiri secara kreatif, cerdas dan mandiri.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran bermakna, di antaranya yaitu mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan kondisi siswa di kelas dan materi yang akan diajarkan. Salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran generatif yang merupakan suatu model pembelajaran berbasis konstruktivisme. Melalui proses generalisasi dan formalisasi, model tersebut diarahkan untuk menuju model matematika formal. Pada awalnya siswa akan membangun model dari situasi nyata (soal kontekstual), setelah terjadi interaksi dan diskusi kelas, siswa menyusun model matematika untuk menyelesaikaan soal hingga mendapatkan pengetahuan formal matematika.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran Matematika adalah suatu upaya dalam membantu siswa untuk mengkontruksi (membangun) konsep-konsep atau prinsip-prinsip Matematika dengan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi sehingga konsep atau prinsip itu terbangun kembali. Dengan demikian pembelajaran dapat didefinisikan sebagai upaya proses membangun pemahaman siswa. Pembelajaran disini lebih menekankan pada bagaimana upaya guru untuk mendorong atau memfasilitasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  22. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam bukunya, Skemp menjelaskan tentang otoritas seorang guru. Otoritas tersebut ada kalanya baik untuk siswa dan ada kalanya pula tidak baik. Tidak baik apabila guru terlalu menekankan kemauannya terhadap siswa sehingga siswa tidak bisa mengonstruk pengetahuannya sendiri dan menjadi bergantung kepada guru. Namun itu berbeda apabila guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  23. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam membuat model matematika bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, kaena dalam membuat model matematika juga membutuhkan bahasa yang mudah agar model matematika itu mudah untuk dimengerti. Dalam usaha untuk membangun model matematika pada siswa maka haruslah sesuai dengan kontekstualnya. Hal yang tidak baik jka hanya berpaku pada siswa.

    ReplyDelete
  24. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam model terdapat objek dan subjek model. Apabila kita yang sedang membuat suatu model maka kita sebagai subjek dari model kita, dan model yang kita paparkan kepada orang lain, orang lain itulah sebagai objek model kita. Apabila kita kaitkan ke dalam pembelajaran matematika, seorang guru yang ingin membuat model pemecahan masalah untuk dapat diajarkan atau dikomunikasikan kepada siswa, maka objek model kita adalah siswa kita. Sehingga apabila model itu dapat diterima oleh objek model yaitu siswa maka, bukan model teersebut bukanlah sesuai dengan kriteria guru atau sang subjek kmodel, melainkan model tersebut haruslah memenuhi kriteria objek model yaitu siswa. Meskipun guru memiliki kemampuan yang jauh lebih pandai daripada siswa nya maka gunakanlah kemampuan itu untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka sendiri, bukan untuk mendominasi siswa dalam pembelajaran matematika

    ReplyDelete
  25. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa apapun model pembelajaran yang digunakan, yang menjadi masalah adalah siapa yang mengkonstruksi pengetahuan dan bagaimana pengetahuan dikonstruk. Upaya orang dewasa, baik guru maupun institusi untuk mendominasi siswa tidaklah tepat. Termasuk matematika murni yang dipaksakan pada siswa juga tidaklah sesuai. Maka, alangkah baiknya bila guru tidak memaksakan siswa sesuai dengan ekspektasinya. Pembelajaran yang dilakukan hendaknya berdasarkan kebutuhan siswa sebagai subyek belajar. Tentu ini bukan perkara mudah, terlebih lagi jika mengingat sistem pendidikan yang ada dan kurikulum dari pemerintah yang bersifat tetap.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam model pembelajaran matematika kita sering terjebak pada perlakuan hierarki skema. Di mana relasi antara pengembang model dengan siswa selalu dalam ruang relasi antara objek dan subjek. Sesungguhnya pengembangan model pembelajaran matematika haruslah secara konstruktif, dalam artian membangun pengetahuan matematis secara alamiahnya siswa. Maka dari itu, pengembangan model haruslah kontekstual dan terhindar dari hegemoni pengetahuan.

    ReplyDelete
  27. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Tolak ukur otoritas pedagogik seorang guru adalah kemampuannya dalam mengelola kelas dengan memilih dan menerapkan pendekatan serta model pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa yang diajarkan di dalam kelas. Karena pendekatan atau metode merupakan hal yang cukup krusial dalam menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran yang dilaksanakan. Sehingga guru harus banyak membaca buku-buku tentang inovasi dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika disekolah.

    ReplyDelete

  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Pengembangan pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru terkadang dominan memposisikan dirinya lebih aktif dibandingkan siswa hingga siswa nampak pasif.Biasanya metode yang menoton seperti metode ceramah.Kebanyakan siswa mengeluh dan merasa jenuh akan hal itu.Titik persoalan yang saya temui dalam dialog ini kalau saya tidah salah paham menyangkut pendidikan matematika dan matematika murni . Dimana matematika murni merujuk pada teori Plato.Sangat disayangkan jika generasi muda sebagai generasi penerus harus berkiblat pada setumpuk paraduga yang diasumsikan benar secara umum.Tanpa disadari yang demikian itu secara perlahan dapat melemahkan kemampuan dasar anak dalam memahami matematika.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Terdapat banyak model pembelajaran dalam matematika. Model tersebut dapat digunakan untuk sebagai teknik pembelajaran yang menjelaskan materi, membimbing dalam memecahkan masalah atau soal matematika agar mudah dipahami siswa. Untuk itu, guru juga harus selalu belajar mengembangkan kemampuan atau kompetensi sehingga model pembelajaran kreatif dan inovatif bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. menjadi guru yang dinamis dan terbuka,dinamis yang bisa menerima perkembangan teknologi danbisa menggunakannya, serta terbuka dengan semuasaran yang membangun pembeljaran semakin baik.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sepakat dengan pernyataan Bapak bahwa permasalahan dalam pembelajaran matematika adalah siapa dan bagaimana konsep itu terbentuk entah apapun model pembelajaran yang diterapkan guru. Hal ini erat kaitannya dengan siapa sebenarnya yang menjadi subjek belajar, siswa ataukah guru. Jika siswa dijadikan subjek belajar maka guru harus bisa mengantarkan atau memfasilitasi mereka untuk membangun konsep mereka sendiri.

    ReplyDelete
  31. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    I read an article about How can mathematical modelling by professional
    mathematical model constructors be characterised?. Such research is a qualitative study, which produces a new theory. or in other words using grounded theory method. in the study discusses some cases of mathematical models in institutions. the point is how the mathematical model they apply in their institutions can be an example to be learned in school math. that is what I understand from the contents of the article.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    A teacher should not impose a desire on his or her students including imposing math language to children. Use a mathematical language that fits the student's development. To find a language that appropriate with the development of students then a teacher needs to do research and experiments in order to get the appropriate mathematical language for students.

    ReplyDelete
  33. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Matematika erat kaitannya dengan bahasa. Sebuah bukti bahwa bahasa alami tentang bagaimana orang benar-benar berbicara / menulis dengan "matematika" atau "berpikir" atau "logika", yang berhubungan dengan bahasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk memahami matematika siswa harus diberi kesempatan untuk memahaminya dengan bahasanya sendiri tanpa adanya doktrin atau paksaan dari guru. Jadi, guru tidak memiliki hak untuk memaksakan kehendaknya, guru hanya bertindak untuk memfasilitasi siswa dengan berbagai metode dan membuat siswa menjadi aktif dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

    ReplyDelete
  34. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dalam mempelajari matematika yang harus diutamakan adalah bagaimana membangun konsep pada anak. Guru sebagai fasilitator harus mengajar dengan metode yang dapat membuat anak memahami materi itu tidak hanya untuk menghafalkan saja, namun paham secara konsep. Yang diharapkan adalah mendapat soal matematika apa pun anak dapat menyelesaikannya. Siswa sebagai subjek dalam pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas dan pengalaman siswa terhadap persoalan matematika.

    ReplyDelete
  35. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam postingan ini hal yang dapat saya garis bawahi adalah model yang dikembangkan untuk siswa disesuaikan dengan pola pikir dan bahasa yang dimiliki siswa. Sehingga dengan penyampaian baik antara pemikiran kaum matematika dengan kaum muda matematika dalam hal ini siswa terdapat jembatan yang menghubungkan mereka. Jembatan tersebut adalah dengan kaum matematikawan yang menggunakan kriteria sesuai dengan indikator siswanya. Hal ini akan terlihat lebih sederhana saat kaum matematikawan lebih memikirkan bagaimana saat dia berada di possisi kaum muda apakah dia akan semakin paham aatau akan mangalami lebih banyak kesulitan lagi akibat model yang diberikan.

    ReplyDelete
  36. Junianto
    PM C
    17709251065

    Seringkali yang terjadi adalah guru memposisikan dirinya sebagai subjek dan siswa adalah objek belajar yang akan di transfer ilmu. Dengan cara ini maka sesungguhnya yang membangun konsep adalah guru bukan siswa, padahal yang seharusnya belajar adalah siswa. Dengan demikian, konsep yang dibangun oleh guru kemudian disampaikan kepada siswa tidak akan membekas lama di benak siswa. Inilah realita yang tidak jarang terjadi di lingkungan kita.

    ReplyDelete
  37. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Guru dalam membelajarkan matematika kepada siswanya bertugas sebagai fasilitator atau memberi fasilitas dalam kegiatan belajar mengajar matematika agar siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri. salah satu fasilitas dalam membelajarkan matematika ialah dengan menggunakan model. Model matematika bertujuan agar siswa lebig mudah memahami subyek abstrak dalam matematika khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Bagaimana model itu dibuat, wujudnya, serta penggunaanya juga menentukan dalam memaksimalkan kegiatan belajar anak. Tentunya guru membuat sendiri model matematika yang akan dia gunakan dalam mengajar karena ia sendiri yang paing memahami karakteristik siswanya. Melalui model matematika tersebut guru berbicara kepada siswa. Dengan kata lain model matematika yang dibuat harus sesuai dengan bentuk yang dimengerti siswa. Artinya, model matematika tersebut dapat menjadi bahasa antara guru kepada siswanya dalam membelajarkan materi matematika.

    ReplyDelete
  38. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sebenarnya penggunaan bahasa matematika sudah sering digunakan oleh anak-anak, namun anak-anak tidak menyadari hal tersebut. Bahkan mereka lebih cenderung merasa kesulitan jika harus menerjemahkan bahasa matematika. Disinilah tugas dari para orang dewasa atau guru, yaitu untuk membantu anak-anak kecil untuk menerjemahkan dalam bentuk matematika atau pun sebaliknya.

    ReplyDelete
  39. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Berbagai macam model matematika saat ini banyak digunakan. Namun saya pikir yang paling menarik adalah metode yang dapat membuat siswa dapat mengembangkan ide-ide mereka, sehingga mereka dapat membangun pikiran mereka sendiri dan menenukan jalan mereka untuk belajar matematika. Metode ini akan lebih efektif dan tahan lama serta memberikan dampatk positif bagi para siswa. Mereka akan terbiasa berfikir kreatif dan lebih sensitif / peka menghadapi tantangan hidup.

    ReplyDelete
  40. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Bargabai model pembelajaran tentunya memberikan dampak yang baik bagi siswa yakni memberikan materi pembelajaran yang bermakna sehingga dapat melekat seutuhnya pada siswa. Yang perlu diingat dalam mengembang model pembelajar bahwa tujuan pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi siswa belajar sesuai kemampuannya dan memberikan materi yang kontekstual dan bukan sekedar berorientasi pada hasil dan nilai. Namun, ditekankan pada proses dan kinerja siswa. Terima Kasih

    ReplyDelete
  41. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Metode dalam pembelajran matematika merupakan sesuatu yang diperlukan dilakuakn oleh guru. Metode yang digunakan oleh guru harus seseui dengan kondisi siswa. Metode tersebut diharapkan dapat membantu siswa untuk membentuk pengetahuan matematikanya. Bahasa yang digunakan oleh guru pun juga harus disesuaikan dengan siswa yang dihadapinya.

    ReplyDelete
  42. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Konsep matematika merupakan jenis model. Seseorang dapat menentukan modelnya untuk dikenakan pada orang lain. Sehingga seseorang tersebut menjadi subyeknya dan orang lain menjadi obyeknya. Salah satu contoh adalah guru dan siswa. Guru menjadi subyeknya karena guru yang memiliki wewenang untuk menentukan pembelajaran untuk siswa. Apabila guru merupakan satu-satunya penentu dari setiap langkah yang diambil dalam kegiatan pembelajaran tanpa melibatkan siswanya dan tanpa pertimbangan lain maka akan berbahaya.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    In every lesson there are subjects and objects. As the nature of the object is always influenced by the subject, then when looking at the students as objects and teachers as the subject, then the output of students depends on how the input from the teacher itself. Applying the learning with elements of pure mathematics and elements of school mathematics can greatly affect students' understanding of mathematics as an object.

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Proses pembelajaran adalah hal yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh pada suksesnya pembelajaran. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang siswa tak hanya dapat meyelesaikan suatu permasalahan, namun paham mengenai konsep yang digunakan. Guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang sesaui dengan kondisi kelas. Membuat siswa menjadi aktif. Misalnya guru harus memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun sendiri pengetahuan mereka terhadap konsep-konsep metematika dan guru sebenarnya hanya sebagai fasilitator. Aoleh karena itu, guru harus bijaksana dalam memilih model pembelajaran, memahami karakter siswa, dan memilih bahasa yang sesuai.

    ReplyDelete
  46. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Memahami matematika itu lebih penting dari menghafal rumus-rumus matematika. bahasa matematika ada pada pemaknaan dari rumus-rumus yang digunakan siswa, bukan hanya hafalan rumus-rumus tersebut. Model matematika tercermin dari hasil pemikiran siswa. Model matematika meliputi uang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  47. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Berbeda model pembelajaran, berbeda pula cara penyampaiannya kepada peserta didik. Model pembelajaran dapat mempengaruhi bagaimana peserta didik membangun pemgetahuan dan pemahamannya. Model pembelajaran saat ini begitu banyak dan bervariasi, tinggal bagaimana seorang guru dapat memahaminya dan menerapakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, karakteristik siswa serta sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  48. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah orang yang menikmati kegiatan menutupi sifat orang lain. Guru juga berpotensi untuk menjadi orang yang paling berbahaya ketika guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa, ketika guru menggunakan kekuasaannya dengan berlebihan kepada siswa sehingga siswa tidak memperoleh kesempatan membangun pengetahuannya sendiri tetapi hanya mengikuti kuasa guru saja.

    ReplyDelete
  49. Seperti yang tertulis pada artikel percakapan di atas bahwa dalam pembelajaran ada subjek dan objek. Saya setuju bahwa sebagus apapun model yang dirancang oleh ahli untuk strategi yang terbaik sekalipun, semua itu tergantung dari siapa dan bagaimana melakukan model tersebut. Jika yang melakukan model tersebut adalah orang yang benar-benar memahami dan mampu menerapkannya, serta menjalankan model tersebut secara benar maka diharapkan aka nada hasil yang baik didapatkan dari penerapan model tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  50. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Alur pemahaman siswa mengenai matematika tidak sama dengan pemahaman dalam matematika murni. matematika sekolah perlu diadakan kontekstualisasi dan realisasinya dalam konteks yang lebih nyata. Hal ini karena kita sebagi pendidik akan meletakkan batu pertama pembangunan pengetahuan siswa, maka kita wajib mengantarkannya sedekat mungkin dengan siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Dalam kegiatan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan. Apa pun model yang digunakan, yang terpenting adalah guru harus mampu bersikap bijak dan demokratis dengan memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membangun sendiri pengetahuan-pengetahuan dan pengertian-pengertian mereka terhadap konsep-konsep metematika. Oleh karena itu, agar siswa dapat memahami dan membangun sendiri pengertiannya terhadap konsep matematika tersebut, maka dalam kegiatan pembelajaran harus ada bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi

    ReplyDelete
  52. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Penggunaan model, metode, pendekatan maupun strategi belajar yang tepat dalam imlementasi pembelajaran di kelas tentu dipegang sepenuhnya oleh guru. Sehingga dalam hal ini , sebelum menentukan model, metode, pendekatan maupun strategi, seorang guru hendaknya dapat memperhatikan permasalahan apa yang terjadi di dalam kelas, segala kelemahan dan kekurangan yang dimiliki setiap siswa-siswanya, karakteristik siswa-siswanya, ketersediaan sarana prasaran, kesesuaian materi dsb. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, diharapkan pemilihan model, metode, strategi maupun pendekatan akan dapat mengoptimalkan proses pembelajarans ecara efektif dan menguntungkan siswa dalam hal transfer/komunikasi matematis.

    ReplyDelete