Mar 17, 2013

Mathematics and Language 7



@ Marty, very great and astonishing works on a widely interdisciplinary modeler of human cognitive behavior. Looking at Figure 3. In your model, I then try myself to behave as if I was a data and flowed in the Flowchart; while on the other hand, as a very new and stranger to your work, I strived to examine every single step of my position, using my prior knowledge and experiences of communication. First I felt rather inconvenience due to the model was something very new with also the new criteria; so I strive to fit myself in order to maintain flowing in the model. Next, I felt I lost something i.e. my intuitions and my habitual logic as well as my framework of consciousness and understanding. I found I felt inconvenience with your input and output system, due to my prior experiences have no single pattern of getting input to my communication as the data. My pattern is not a pattern; so in my communication I have a huge un-pattern zed input of data. I prefer to use intention rather than notice; and before knowledge I found my concept. In this stage I also lost my habit of abstracting and idealizing the ideas. I prefer to use perception than recognition. In the next step i.e. the box of decision, again I lost my intuition and I feel strange with the term of decision. I prefer to use judgment than decision; because the first is deeper than the second, while the second tend to be more mechanical. In your decision step I still looking for my something contingent and logical and intuition as well. So too many things for me to suit to your models because I also found that one part and other parts to some extent not in the rule of if-then pattern as you did. I found something holographic and not in a certain pattern; however, it depends of the context, culture and a greater dimensional of communication. In line with my experiences, I also found that there are a lot of unpredictable notions or actions of the younger learner in doing communication. In sum, I found your model be more mechanical and formal rather than psychological, anthropological and philosophical. I found in my life that our communication sometimes enter to normative and even spiritual dimension of communication. Further, I saw a little bit dangerous following your scheme i.e. simplification of communication or life; it leads to elimination of some aspects of human life. As you know I always confront to the case. I am an adult who try to be aware of every single step of communication as it is in your model; I then can not imagine if there are the younger learner who just follow the adults without any considerations. So apologize for my perceiving the model sometimes can be a trap of communication. This is my very early trying to understand of your model; however, I do very appreciate of your great works.

8 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    model yang didasarkan pada kepercayaan dan mempertimbangkan komunikasi atau kehidupan itu mengarah untuk mengembangkan beberapa aspek kehidupan manusia. Orang dewasa tidak harus untuk menekan siswa yang lebih muda untuk memahami matematika karena siswa yang lebih muda harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan mereka sendiri dan persepsi mereka tentang matematika. siswa yang lebih muda harus memberikan bayangkan berpikir dalam mengajar dan model pembelajaran jadi ada pelajar muda yang bisa mengikuti orang dewasa dengan pertimbangan apapun.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup adalah sebuah model. Konsep-konsep matematikapun adalah model. Ketika hidup adalah sebuah model maka kita perlu konsisten akan model tersebut, karena memilih itu gampang, namun susah ketika harus tepat pada pilihan. Ketika memilih sebuah model dengan ragu-ragu atau dengan perasaan yang tidak pasti maka kita tidak akan memahami hidup dengan baik. Jika dikaitkan dengan subjek dan objek maka kita adalah subjek dan model adalah objek. Kita tunduk pada sebuah objek yakni model dan model tunduk pada subjek yaitu kita yang menciptakan model tersebut. Sebagai contoh, jika kita ingin mengembangkan model untuk memecahkan komunikasi matematika, maka kita perlu indikator-indikator dalam keterampilan pemecahan masalah untuk dijadikan dasar dalam memodelkan matematika.

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Komunikasi menjadi hal yang penting dalam pembelajaran matematika, komunikasi merupakan sesuatu yang esensial dan pokok untuk membantu siswa membangun sebuah konsep matematika, komunikasi yang baik antara guru dan siswa juga merupakan faktor penting yang harus ada dalam pembelajaran matematika guru hendaknya mampu berkomunikasi dengan siswa-siswanya dengan adanya komunikasi guru akan mengetahui dan memahami kebutuhan siswa-siswanya sehingga memudahkan guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru sehingga konsep matematika dapat diterima dengan baik oleh siswa. Salah satu caranya adalah adanya komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Penyampaian materi oleh guru dengan bahasa yang mudah dimengerti sangat berperan bagi siswa untuk memahami dan membangun konsep matematikanya. Pemahaman konsep matematika erat kaitannya dengan komunikasi. Dalam Permen Nomor 23 Tahun 2006 dikatakan bahwa pengembangan komunikasi juga menjadi salah satu tujuan pembelajaran matematika dan menjadi salah satu standar kompetensi lulusan dalam bidang matematika. Melalui pembelajaran matematika, siswa diharapkan dapat mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Komunikasi matematik mencakup komunikasi tertulis maupun lisan atau verbal. Komunikasi tertulis dapat berupa penggunaan kata-kata, gambar,tabel, dan sebagainya yang menggambarkan proses berpikir siswa. Komunikasi tertulis juga dapat berupa uraian pemecahan masalah atau pembuktian matematika yang menggambarkan kemampuan siswa dalam mengorganisasi berbagai konsep untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan komunikasi lisan dapat berupa pengungkapan dan penjelasan verbal suatu gagasan matematika. Oleh karena itu berbagai upaya yang bisa dilakukan guru dalam memberikan pemahaman konsep matematika sepertia media pembelajaran sebagai cara mengkomunikasikan konsep secara visual dan sambil menjelaskan secara lisan sehingga siswa tidak sebatas menghayalkan mater yang diberikan.

    ReplyDelete
  5. Matematika dapat dipahami jika komunikasi antara guru dengan siswa terjadi dengan baik. Guru mengetahui dan memahami pengetahuan matematika yang telah dimiliki untuk melangkah menuju pengetahuan yang baru. Guru menggunakan bahasa dan kalimat yang mudah dimengerti dan dipahami siswa. Bahan ajar yang ada selama ini, buku atau LKS, belum mampu untuk membuat siswa memahami apa maksud dari materi tersebut. Tidak seperti halnya artikel berita, atau cerita atau tulisan populer lainnya dengan mudah dapat dipahami oleh pembaca. Matematika sulit untuk membuat pembelajarnya atau pembacanya mudah memahami dari apa yang dibacanya. Karena matematika lebih menggunakan simbol-simbol dan notasi-notasi yang harus dijelaskan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Model merupakan salah satu alat komunikasi dalam matematika. Alat komunikasi yang baik yaitu yang dapat dimengerti oleh orang lain. Sehingga, model matematika yang baik yaitu model yang dapat dipahami oleh orang lain, dengan bahasa matematika universal yang sudah dipahami oleh banyak orang dan sudah menjadi sebuah kesepakatan. Komunikasi matematik memanglah sulit, tetapi tidak berarti bahwa hal itu tidak dapat dipelajari atau dilatih. Butuh latihan terus menerus untuk dapat menguasai kemampuan berkomunikasi dalam matematika. Guru dapat mengembangkan komunikasi matematika siswa baik lisan maupun tulisa. Komunikasi lisan dapat dikembangkan dengan cara siswa disuruh menjelaskan atau mempresentasikan hasil pekerjaannya kepada siswa lain. Sedangkan komunikasi tertulis dapat dilatih dengan cara siswa menuliskan penyelesaian masalah yang dikerjakannya dengan runtut dan jelas dan mudah dimengerti atau dipahami oleh orang lain. Seperti menulis apa yang diketahui di dalam soal, apa yang ditanyakan, kemudian bagaimana langkah-langkah pengerjaanya. Langkah-langkah tersebut juga harus jelas, bila perlu diberikan alasan-alasan yang logis mengapa bisa diperoleh ini, mengapa bisa begitu??

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Terjadinya interkasi dalam pembelajaran matematika jika adanya komunikasi antara guru dengan siswa. Komunikasi yang perannya begitu penting, karena akan menimbulkan kepercayaan antara guru dengan siswa. Dengan demikian, siswa tidak takut untuk bertanya dalam proses pembelajaran dan berani menyampaikan pendapatnya. Sehingga dengan komunikasi yang baik akan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Model adalah kita. Model adalah matematika. Interaksi dalam matematika adalah model. Untuk mendapatkan model yang tepat dalam pembelajaran matematika agar mudah dipahami diperlukan interaksi melalui komunikasi. Model merupakan cara memudahkan kita dalam memahami matematika.

    ReplyDelete