Mar 10, 2013

Mathematics and Language 4



@ David:

There are many logical implications for separating mathematics and mathematics education: 1. It will be only the utterances of pure mathematicians about pure mathematics, 2. That mathematics educationist have their separate room for their utterances about both education and mathematics, 3. There will be a kind of demarcation that the pure mathematicians should not talk about primary and secondary education. and also 4. That mathematics education in university should be differentiated with that of primary and secondary schools.

From my above description, I agree with your notion for separating mathematics and mathematics education in the case of pure mathematics room and mathematics education in university. However, I do not agree if it means also for primary and secondary mathematics education room; because, for primary and secondary education, there should be a different nature of mathematics.

Agree or not agree, in my perception, at all level of education (primary, secondary and university) there are existing the ontology of constructivism. Even, for advance mathematicians, they should construct the world of mathematics in each of their math research. At the dimensions of constructivism, it is impossible to separate between your mind and your objects of mind; albeit, it is impossible to separate between your mind and your mathematics. Epistemologicaly, I wish to say that mathematics is ultimately you your self; mathematics is ultimately the students themselves.

David, if you expose your style of teaching, why you seemed not interested to expose the style of learning. For me, the last is more challenging. Again I still found your forcing to use pure mathematics criteria to judge School Mathematics; and I still did not find your interest in School Mathematics. I do not agree with the separation of mathematics and mathematics education if they want to speak about education. However, I agree to expel pure mathematics from primary and secondary teaching; it means that the expelling mathematics will be mathematics is for mathematics, mathematics is an art, mathematics is a King, mathematics is beautiful, mathematics is bla...bla...bla...up to the utterances of pure mathematicians. However, I wish to suggest to pure mathematician for not forcing their self-ego perceptions to the world of young learner. Let the young learners have their efforts to construct/build and get their own perceptions of mathematics.

I do not agree with your argument that because mathematics is partly uses methods which are no longer intuitive, nor which can be made to be so, to make an account and legalize pure mathematicians to organize primary and secondary math curriculum. I agree that in secondary education there should get away from the pure subjective approach; I perceive that is is as the transition stage of learning. It needs much more consideration both from educationist and from mathematicians.

Again I find your immanent "orthodoxy" approach i.e. by INTRODUCING the concepts; you still hard perceive the students as an object of teaching.

I do not agree with your introducing "logic" as a concept; rather I agree to facilitate them to learn it as a way of thinking (method), attitude and activities.

Again, I wish to claim that teaching learning of primary and secondary mathematics is not as simple as pure mathematics think. This is totally not about grounding down every single pure mathematics concepts into the lower level of mathematics education; rather this is about students' constructing of their mathematics.

If I and they have talked much in the same level of ontology and we still have many differences perception; I then have a question about their motivation. I wish to claim that motif is the ground below the truth.

42 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    saya setuju dengan pendapat Prof Marsigit bahwa logika akan lebih bermanfaat jika siswa itu memiliki pemahaman dan mampu mempraktekannya, jika hanya dibandingkan dengan menghafalkan rumus2 oleh siswa. banyak pendapat bahwa matematika adalah seni, matematika adalah raja, dan matematika adalah keindahan. perlu diketahui, guru tidak bisa memaksakan keinginan pribadi mereka mengenai persepsi tentang matematika. Guru harus membebaskan siswa untuk melakukan usaha membangun persepsi siswa sendiri terhadap matematika.

    ReplyDelete

  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sejak SMA, saya memang tertarik untuk mempelajari matematika. Ketika kuliah, ada beberapa hal yang perlu saya pertimbangkan apakah ingin mengambil jurusan matematika murni ataukah matematika pendidikan. Tetapi saya pertimbangkan lagi mengenai prospek kerja kedepan hingga akhirnya saya memilih matematika pendidikan. Setelah membaca tulisan ini ada beberapa hal penting tentang matematika murni dan matematika pendidikan, saya kira kedua hal ini tidak dapat dipisahkan. Bagi saya yang memilih pendidikan matematika, matematika murni dapat saya gunakan dalam membuktikan sebuah rumus-rumus tertentu apabila suatu waktu siswa saya menanyakan tentang pembuktian. Bagi teman-teman yang memilih matematika murni dan hendak menjadi guru maka ia pun lebih bisa mengaplikasikan matematika dalam pembelajarannya. Semuanya bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika murni dengan matematika pendidikan pada dasarnya memang berbeda keduanya memiliki ruangnya masing-masing karena merupakan dua hal yang berbeda meskipun pada dasarnya keduanya juga memiliki persamaan yaitu mempelajari terkait bidang matematika. Matematika murni lebih mendetail sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan pada penerapan matematika dalam pembelajaran kepada orang lain. Akan tetapi matematika dan pendidikan matematika tidak dipisahkan untuk ruang matematika dasar dan pendidikan menengah, karena untuk pendidikan dasar dan menengah, harus ada sifat yang berbeda dari matematika.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan objek kajiannya konsentrasinya secara umum terbagi atas dua konsentrasi yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni mempelajari konsep-konsep matematika secara detail yang sifatnya abstrak dan juga sepenuhnya termotivasi lebih pada sebab dan akibat, alasan, berbandingkan sebagai sebuah aplikas Mengingat pentingnya matematika dalam kehidupan dan dalam berbagai bidang pengetahuan lainnya, maka matematika sekolah muncul sebagai alternatif. Sedangkan matematika sekolah lebih mengarah kepada bagaimana mengajarkan matematika agar menarik minat peserta didik. Maka dalam hal ini guru juga dituntut agar dapat membawa konsep matematika ke dalam dunia nyata atau bersifat konkret, dan hal tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan peran guru sebagai fasilitator untuk memfasilitasi siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  5. Matematika dapat dibedakan menjadi matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni berusaha untuk membuat matematika yang konsisten terlepas dari ruang dan waktu. Sedangkan matematika sekolah berusaha untuk mempelajari matematika dari interaksi dengan realitas. Matematika sekolah memperhatikan juga bagaimana guru melakukan pembelajaran dimulai dari perencanaan sampai evaluasi. Aspek sikap, karakter, dan latarbelakang siswa perlu menjadi perhatian guru dalam mengajar. Matematika murni berusaha untuk menunjukkan keindahan dirinya sendiri dan bagaimana siswa digiring untuk mengikuti kearah matematika murni tersebut dengan konsep dan pembuktiannya.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Terdapat beberapa implikasi logis ketika kita memisahkan antara matematika dengan pendidikan matematika. Pertama, pembahasan matematika dapat difokuskan hanya seputar matematika dan tidak menyinggung tntang matematika untuk sekolah dasar dan menengah. Kedua, begitu pula pendidikan matematika berfokus pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dan menengah dan tidak menyinggung tentang matematika murni. Ketiga, akan ada demarkasi bahwa matematika murni tidak harus bicara tentang pendidikan dasar dan menengah. Keempat, pendidikan di universitas harus dibedakan dengan yang ada di sekolah dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika murni dan matematika dalam pendidikan ialah dua hal yang berbeda. Matematika pendidikan lebih menekankan pada pemahaman konsepnya, dari konkrit ke abstrak dan tugas guru yang sudah menguasai materi secara abstrak memikirkan bagaimana cara dari abstraksi menjadi konkrit untuk diberikan pemahaman kepada siswa. Berbeda dengan Matematika murni adalah matematika yang tidak memikirkan tujuan praktisnya sama sekali yang melepaskan dirinya dari keseharian kita. Sehingga ketika guru menghadirkannya di dalam kelas, untuk mereka seusia siswa sekolah jelas tidak mudah tertarik.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Membangun pengetahuan secara deduksi, yang dimulai dengan landasan menetapkan definisi-definisi, kemudian membuat Aksioma dan Teorema, serta membangun strukturnya dengan berusaha tidak melakukan inkonsistensi. Maka, matematika murni merupakan ilmu yang bersifat deduksi yang umumnya dipelajari oleh orang dewasa, atau oleh para mahasiswa di Perguruan tinggi atau oleh para Matematikawan. Sedangkan pendidikan matematika merupakan ilmu matematika dalam konteks pendidikan yang umumnya dipelajari pada jenjang formal dan non formal dimana masih bersifat konkrit yang ada dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, matematika murni lebih abstrak yang umumnya untuk orang dewasa daripada pendidikan matematika umumya untuk anak-anak karena perbedaan disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir seseorang.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Matematika murni adalah matematika untuk tingkat universitas, yaitu seperti apa kuliah matematika dan belajar mendalam tentang apa itu matematika secara keseluruhan. Sedangkan, matematika sekolah adalah belajar tentang apa yang lebih mudah atau dipelajari di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kemudian, matematika murni mempelajari tentang matematika dan implementasinya, namun matematika pendidikan adalah belajar dan melakukan inovasi metode untuk mengajarkan matematika kepada siswa di masa depan. Jadi, kita harus memisahkan antara matematika dan pendidikan matematika. Seperti kita memisahkan matematika murni dan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  10. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada dasarnya terdapat perbedaan antara matematika murni dengan matematika pendidikan. Pada matematika murni lebih mendetail dan mendalam dalam mempelajari matematika sedangkan pada pendidikan matematika lebih menekankan pada pembelajaran matematika untuk siswa. Sedangkan dalam pendidikan matematika yaitu pembelajaran untuk siswa antara siswa sekolah dasar dan menengah tentunya berbeda sesuai tingkatannya. Dalam pembelajaran matematika sekolah hendaknya guru membimbing siswa dalam membangun dan mendapatkan persepsi mereka sendiri mengenai matematika dengan menggunakan intuisi mereka sendiri. Guru hanya memfasilitasi siswa dalam belajar kearah berpikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  11. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dapat dikatakan bahwa dalm pendidikan matematika merupakan hasil modifikasi dari matematika murni. matematika murni sering kita jumpai bahwa tidak bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena dimodifikasi menjadi pendidikan matematika maka matematika tersebut dapat diterapkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dalam pendidikan matematika juga bisa lebih kompleks dikarenakan terjun langsung kepada siswa yang kita tahu bahwa setiap siswa tersebut karakteristiknya berbeda-beda. Dalam menghadapi siswa artikel ini menyarankan bahwa menekankan logika akan lebih bermanfaat jika siswa itu memiliki pemahaman dan mampu mempraktekannya, jika hanya dibandingkan dengan menghafalkan rumus2 oleh siswa. Oleh karena itu, pada saran ini kita sebagai guru harus dapat mengaplikasikannya ke sebuah pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  12. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Baik itu matematika murni atau pun pendidikan matematika, keduanya mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Untuk dapat menuju kepada perkembangan teknologi diperlukan adanya matematika dan pendidikan matematika. Namun ketika tujuannya ingin menanamkan konsep kepada anak – anak, maka yang paling tepat digunakan adalah pendidikan matematika, karena pendidikan matematika tidak hanya memberikan ilmu matematika saja tetapi juga memahami bagaimana mengajarkan matematika itu kepada anak sesuai karakteristiknya.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Keberhasilan proses pembelajaran antara lain ditentukan oleh kemampuan dan strategi pembelajaran oleh guru sebagai penyampai pesan pengetahuan matematika serta kemampuan dan gaya belajar siswa sebagai penerima pesan pengetahuan matematika. Selama proses interaksi seorang guru harus mengondisikan siswa-siswi yang memiliki perbedaan dalam cara memperoleh, menyimpan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Namun, kondisi pembelajaran yang sering terjadi di sekolah adalah masih ditemukan terjadinya kegagalan dalam proses belajar. Banyak siswa yang mengalami kebingungan ketika menerima materi pelajaran dari seorang guru. Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar siswa. Jika diberikan strategi mengajar yang sesuai dengan gaya belajarnya, siswa dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Gaya belajar tidak bersifat kaku. Meski sudah memiliki gaya belajarnya bukan berarti siswa tidak bisa mengembangkan metode belajar yang lain. Jadi, ukuran keberhasilan paling penting adalah jika anak bisa menangkap informasi yang kita sampaikan dan menikmati aktivitas belajarnya.

    ReplyDelete
  14. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menjadi seorang guru memilii tantangan dan halangan yang sangat besar dan luar biasa. Belajar mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana mengajar dalam pola pikir matematika murni. Karena mengajar matematika ditingkat sekolah bukan sekedar menurunkan konsep matematika murni ke tingkat yang lebih rendah untuk dapat diterima tetapi matematika sekolah bertujuan untuk membangun siswa untuk memiliki keterampilan matematika.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setelah membaca artikel tersebut maka dapat saya katakan bahwa sudah saya bahas di beberapa artikel sebelumnya bahwa matematika murni dan matematika pendidikan iktu berbeda, berbedanya itu dari segi objek, akan tetapi subjeknya itu sama, seperti dua mata logam ada gambar dan ada angka walaupun mereka satu akan tetapi mereka berbeda, seperti itulah yang trjadi di anatara matemataka murni dan metamatika pendidikan atau pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang benar bahwa matematika didalamnya terkandung logika. Namun yang dikatakan oleh Mr. David bahwa mengenalkan logika sebagai konsep adalah sesuatu yang salah. Jika konsep itu berdasarkan logika saja, maka pemahaman siswa menajadi kurang bermakna karena siswa hanya menjadi obyek dari logika guru saja. Akan lebih baik jika guru memfasilitasi siswa untuk belajar sebagai metode pembelajaran, sikap, dan aktivitas di dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  17. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Gaya belajar antara matematika murni dengan pendidikan matematika tentu berbeda. Matematika murni mempelajari tentang bagaimana penerapan matematika, logika matematika sedangkan pendidikan matematika masih mengarah ke bagaimana metode mengajar di dalam kelas seperti pendidikan SD, SMP, maupun SMA. Konsep yang dipakai dalam pendidikan matematika adalah cara berpikir siswa lewat intuisi yang mereka kembangkan. Dengan intuisis yang mereka kembangkan dapat mereka bangun sendiri menurut persepsi mereka tentang matematika.

    ReplyDelete
  18. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika murni dan matematika sekolah adalah dua hal yang haruslah dipisahkan. Keduanya digunakan sesuai ruang masing-masing. Tidaklah tepat jika matematika murni diberikan kepada siswa (SD, SMP, SMA). Karena hal tersebut sepenuhnya bersifat abstrak dan kompleks. Matematika sekolahlah yang tepat digunakan karena memperhatikan tahap berpikir, psikis, dan sosial siswa. Dalam pembelajaran matematika, guru perlu mengawali dari tahap konkret menuju ke tahap abstrak. Guru juga harus menggunakan bahasa yang baik, mudah dimengerti dan sesuai dengan dunia anak sehingga dapat membantu anak membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  19. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika murni dan pendidikan matematika memang berbeda, walaupun bahasan yang dipakai sama yaitu tentang matematika , namun jelas ada perbedaan dari dua aspek tersebut, menurut saya matematika murni lebih menekankan bagaimana penggunaan matematika yang bisa digunakan dalam meningkatkan IT, pengetahuan, dll. sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan metode pembelajaran ilmu matematika untuk siswa sekolah

    ReplyDelete
  20. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbedaan lain antara matematika murni dan pendidikan matematika adalah seorang lulusan Pendidikan Matematika dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar (guru) ditingkat sekolah menengah (baik itu SMP maupun SMA), sementara seorang lulusan Matematika dipersiapkan untuk menjadi seorang matematikawan (mathematician) atau ilmuwan bidang Matematika. Tentu saja, kedua-duanya juga bisa meraih pekerjaan sebagai dosen di jurusannya masing-masing. Dalam hal ini, tentu lulusan Pendidikan Matematika jauh lebih memahami perihal bagaimana mengajarkan Matematika kepada siswa-siswi sekolah menengah dan seorang matematikawan (lulusan Matematika murni) dituntut untuk melakukan pengembangan keilmuan sesuai bidang minatnya di jurusan Matematika.

    ReplyDelete
  21. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Matematika murni dan matematika pendidikan pada dasarnya memang berbeda , namun perbedaan nya terletak pada obyek nya , dari segi subjek nya tetap sama yaitu tentang matematika. Terlepas dari itu antara keduanya memiliki manfaat masing masing untung perkembangan matematika.

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Matematika berbeda dengan pendidikan matematika. Pendidikan matematika cakupannya lebih luas yaitu matematika dan pendidikannya juga. Dalam pendidikan beberapa hal yang dibahas seperti kurikulum, pengajaran, belajar dan lain-lain. Di sini kita terbatas pada pendidikan matematika. Dinyatakan oleh Prof. Ernest bahwa gaya belajar siswa akan bergantung pada latar belakang sosial masing-masing. Guru harus memperhatikan dan lebih menghargai bagaimana latar belakang siswaya. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi tentang bagaimana gurur dapat mengetahui keadaan siswanya.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika memiliki karakteristik memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola piker deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengajarkan matematika sekolah kepada siswa.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas memberikan informasi mengenai perbedaan antara matematika murni dengan pendidikan matematika. Matematika murni lebih menekankan pada logika. Sedangkan pendidikan matematika mengajarkan mengenai teknik-teknik atau bekal pembelajaran pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru hendaknya mengajarkan matematika dimulai dengan mengenalkan konsep terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan materi yang lebih dalam.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju bahwa intuisi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa intuisi menjadi suatu titik awal yang bermanfaat bagi siswa jika intuisi tersebut dapat dikembangkan dengan baik. Saya juga terkesan dengan pendapat bapak Marsigit yang menyebutkan bahwa logika akan lebih bermanfaat jika siswa itu memiliki pemahaman dan mampu mempraktikannya, dibandingkan dengan banyaknya rumus-rumus yang mampu dihafalkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada yang mengatakan bahwa matematika adalah seni, matemtika adalah raja, dan matematika adalah keindahan. Kembali lagi, guru tidak bisa memaksakan ego pribadi mereka mengenai persepsi tersebut. Guru harus membebaskan siswa untuk melaukan usaha membangun persepsi mereka sendiri terhadap matematika.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat perbedaan antara pure mathematics dan school mathematics. Yang menjadi dasar pembeda keduanya adalah obyeknya. Yang menjadi objek dalam school mathematics adalah anak kecil. Makna anak kecil disini tentulah eksplisit. Terdapat perbedaan taraf kemampuan antara objek pure mathematics dan school mathematics. Dalam implementasinya tidaklah bijaksana jika mencapur keduanya. Perbedaan dimensi ini akan menyebabkan ketidak nyamanan dan trauma psikologis.

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pada matematika sekolah sifat materinya masih elementer tetapi merupakan konsel esensial sebagai dasar untuk prasyarat konsep yang lebih tinggi, banyak aplikasi dalam kehidupan di masyarakat, dan pada umumnya dalam mempelajari konsep-konsep tersebut bisa dipahami melalui pendekatan induktif. Konsep yang dipelajari bisa didekati dengan menggunakan pengalaman siswa atau benda-benda konkret yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan matematika Perguruan Tinggi adalah matematika yang mempelajari konsep-konsep lanjutan (advanced) dari konsep-konsep matematika sekolah.  Bisa merupakan matematika terapan bisa pula matematika murni (pure mathematic) sebagai suatu disiplin ilmu.

    ReplyDelete
  29. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika dan pendidikan matematika itu harus dibedakan. Matematika digunakan oleh matematikawan dengan objek bahasan yang abstrak, sedangkan pendidikan matematika digunakan oleh siswa untuk mempelajari matematika dengan objek bahasan yang disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari konversasi ini saya mendapatkan bahwa, pure matematika dan matematika sekolah berbeda cara belajarnya. Namun saya masih belum mengetahui bagaimana sebenarnya mempelajari pure matematika, karena background saya adalah sarjana pendidikan matematika. Dosen-dosen saya juga rata-rata berasal dari pendidikan matematika, sehingga saya menduga gaya mengajarnya bukan gaya mengajar di pure matematika. Hal lain yang saya dapatkan dari konversasi ini adalah, kita tidak dapat memisahkan matematika dengan lingkungan, karena belajar matematika juga adalah interaksi antar pikiran, interaksi tersebut merupakan sosial, seperti yang dituliskan Sriraman mengutip tulisan Ernest.

    ReplyDelete
  32. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam perjalanan mengembangkan matematika, kita perlu mengingat ruang dan waktu dalam rasa kesadaran menjalankan segala sesuatu dan bertindak serta memahami hakekat dan proporsi yang sesuai dengan apa yang sedang dihadapi. Pendidikan matematika sebagai matematika yang dekat dengan matematika sekolah dan realistik matematika dapat dikembangkan dengan baik hanya oleh orang-orang yang berkompeten dalam pendidikan matematika, bukan oleh orang-orang yang berkompeten dalam matematika murni. Hal ini karena sifat dasar serta hukum yang dianut dalam matematika murni dan matematika sekolah berbeda.

    ReplyDelete
  33. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam masa sekarang, matematika sekolah dianggap sebagai subkelas dari matematika murni. Padahal matematika murni dan matematika sekolah adalah 2 hal yang berbeda dan memiliki ranah tersendiri. Matematika murni lebih mengarah pada pengembangan ilmu murni matematika serta keterampilan pembuktian matematis, sedangkan matematika sekolah adalah bagaimana cara berkehidupan dengan matematika. Walaupun matematika murni dan matematika sekolah berbeda, tetapi pada dasarnya mereka masih tetap menggunakan ilmu dasar matematika dalam pengembangannya masing-masing. Maka tidaklah mengherankan apabila matematika sekolah di Indonesia saat ini adalah belajar bermatematika murni, kemudian ditransformasi ke dalam matematika sekolah.

    ReplyDelete
  34. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut Ernest matematika dibagi atas keterbatasan matematika, dan teori yang dapat menimbulkan interpretasi yang keliru tentang hubungan kompleks antara matematika dan masyarakat. Gaya belajar siswa akan bergantung pada latar belakang sosial dari masing-masing siswa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh salah satu narasumber diatas. Dalam mengajar latar belakang siswa berbeda-beda mulai dari budaya. Intuisi yang dimiliki siswa bergantung pada pengalaman dan keinginan atau rasa ingin tahu yang tinggi yang dibentuk oleh siswa sendiri.

    ReplyDelete
  35. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Matematika murni dan pendidikan matematika memiliki hakekatnya masing-masing. Keudanya memiliki hakekat yang berbeda. Matematikawan murni dan matematikawan educationis memiliki ranahnya masing-masing. Keduanya haruslah berupaya untuk mengembangkan ranahnya tersebut. Hal ini berimpilikasi pada pandangan bahwa guru harus memahami perbedaan kedua hakekat tersebut sehingga pembelajaran matematika yang dilakukan adalah pembelajaran matematika sekolah, bukan pembelajaran matematika murni, terlebih untuk anak-anak.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbedaan yang mendasar anatar matematika murni dan matematika sekolah yaitu pada metode pembelajarannya, pada matematika sekolah berusaha memfasilitasi siswa dengan suatu media yang kongkrit atau nyata yang dapat membantu siswa untuk menemukan konsepnya, berbeda dengan matematika murni yang mana keadaan subjek sudah memiliki prior knowledge yang tinggi sehingga pembelajarannya tidak menggunakan media yang konkrit lagi namun sudah kepada matematika formal atau langsung difasilitasi secara abstraksi.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dialog di atas menjelaskan mengenai perbedaan antara matematika murni dan matematika untuk pendidikan. Dua hal tersebut adalah berbeda. Matematika murni hanyalah untuk matematikawan murni, sedangkan matematika pendidikan merupakan materi matematika yang perlu diajarkan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu guru harus mampu membedakan antara matematika murni dan matematika untuk siswa sekolah.

    ReplyDelete
  38. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ernest (1998), dikutip dalam Burton (2002), dalam penelitian Kim Beswick (2011) menyatakan bahwa ada perbedaan antara matematika sekolah dan matematika murni dalam kaitannya dengan (a) apakah pengetahuan diciptakan atau pengetahuan itu sudah ada untuk dipelajari, (b) memilih masalah yang harus dikerjakan, (c) menyusun waktu yang lebih dari masalah yang bekerja pada dan (d) tujuan pembelajaran (untuk prestasi pribadi atau untuk menambah pengetahuan umum).

    ReplyDelete
  39. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika murni dan matematika pendidikan adalah dua hal yang berbeda, berbeda dari segi objek, namun jika dilihat dari subjeknya kesua hal ini adalah hal yang sama. Matematika adalah ilmu yang berisi tentang intuisi-intuisi yang didapatkan oleh para guru matematika. Belajar mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  40. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Implikasi atau konsekuensi yang akan terjadi apabila kita membedakan matematika dan pendidikan matematik menurut pak Prof. Marsigit yaitu pertama akan muncul perbicaaraan tersendiri dari para matematikawan murni yang membicarakan hanya matematika murni saja, kedua, pendidik matematika juga memiliki ruang tersendiri untuk membicarakan pendidikan dan matematika secara terpisah, ketiga, akan ada semacam paradigma bahwa matematikawan murni tidak boleh membicarakan pendidikan dasar dan menengah, dan yang ke empat pendidikan di perguruan tinggi ataau universitas harus dibedakan dengan pendidikan dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  41. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dari segi keilmuan, matematika dan pendidikan matematika memang berbeda. Di tataran perguruan tinggi saja ada jurusan matematika dan jurusan pendidikan matematika, yang mana keduanya ada yang beririsan tetapi juga berbeda. Pendidikan matematika lebih fokus kepada bagaimana matematika itu akan diajarkan kepada siswa, sehingga lebih menekankan pada ilmu-ilmu sosial karena mahasiswa harus memahami interaksi yang akan dilakukan dengan para siswa dalam pembelajaran matematika, tetapi dalam hal ini juga mereka harus menguasai pengetahuan dan kompetensi matematika, meskipun tidak sedalam dan sedetail materi matematika pada jurusa mateamtika murni.

    ReplyDelete
  42. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran dan pengajaran matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah tidaklah sesederhana menurut pemikiran pure mathematician. Karena hal ini menyangkut bagaimana siswa mengkonstruksi konsep matematika didasarkan atas psikologi belajar siswa.

    ReplyDelete