Mar 10, 2013

Mathematics and Language 4



@ David:

There are many logical implications for separating mathematics and mathematics education: 1. It will be only the utterances of pure mathematicians about pure mathematics, 2. That mathematics educationist have their separate room for their utterances about both education and mathematics, 3. There will be a kind of demarcation that the pure mathematicians should not talk about primary and secondary education. and also 4. That mathematics education in university should be differentiated with that of primary and secondary schools.

From my above description, I agree with your notion for separating mathematics and mathematics education in the case of pure mathematics room and mathematics education in university. However, I do not agree if it means also for primary and secondary mathematics education room; because, for primary and secondary education, there should be a different nature of mathematics.

Agree or not agree, in my perception, at all level of education (primary, secondary and university) there are existing the ontology of constructivism. Even, for advance mathematicians, they should construct the world of mathematics in each of their math research. At the dimensions of constructivism, it is impossible to separate between your mind and your objects of mind; albeit, it is impossible to separate between your mind and your mathematics. Epistemologicaly, I wish to say that mathematics is ultimately you your self; mathematics is ultimately the students themselves.

David, if you expose your style of teaching, why you seemed not interested to expose the style of learning. For me, the last is more challenging. Again I still found your forcing to use pure mathematics criteria to judge School Mathematics; and I still did not find your interest in School Mathematics. I do not agree with the separation of mathematics and mathematics education if they want to speak about education. However, I agree to expel pure mathematics from primary and secondary teaching; it means that the expelling mathematics will be mathematics is for mathematics, mathematics is an art, mathematics is a King, mathematics is beautiful, mathematics is bla...bla...bla...up to the utterances of pure mathematicians. However, I wish to suggest to pure mathematician for not forcing their self-ego perceptions to the world of young learner. Let the young learners have their efforts to construct/build and get their own perceptions of mathematics.

I do not agree with your argument that because mathematics is partly uses methods which are no longer intuitive, nor which can be made to be so, to make an account and legalize pure mathematicians to organize primary and secondary math curriculum. I agree that in secondary education there should get away from the pure subjective approach; I perceive that is is as the transition stage of learning. It needs much more consideration both from educationist and from mathematicians.

Again I find your immanent "orthodoxy" approach i.e. by INTRODUCING the concepts; you still hard perceive the students as an object of teaching.

I do not agree with your introducing "logic" as a concept; rather I agree to facilitate them to learn it as a way of thinking (method), attitude and activities.

Again, I wish to claim that teaching learning of primary and secondary mathematics is not as simple as pure mathematics think. This is totally not about grounding down every single pure mathematics concepts into the lower level of mathematics education; rather this is about students' constructing of their mathematics.

If I and they have talked much in the same level of ontology and we still have many differences perception; I then have a question about their motivation. I wish to claim that motif is the ground below the truth.

60 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Keberhasilan proses pembelajaran antara lain ditentukan oleh kemampuan dan strategi pembelajaran oleh guru sebagai penyampai pesan pengetahuan matematika serta kemampuan dan gaya belajar siswa sebagai penerima pesan pengetahuan matematika. Selama proses interaksi seorang guru harus mengondisikan siswa-siswi yang memiliki perbedaan dalam cara memperoleh, menyimpan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Namun, kondisi pembelajaran yang sering terjadi di sekolah adalah masih ditemukan terjadinya kegagalan dalam proses belajar. Banyak siswa yang mengalami kebingungan ketika menerima materi pelajaran dari seorang guru. Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar siswa. Jika diberikan strategi mengajar yang sesuai dengan gaya belajarnya, siswa dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Gaya belajar tidak bersifat kaku. Meski sudah memiliki gaya belajarnya bukan berarti siswa tidak bisa mengembangkan metode belajar yang lain. Jadi, ukuran keberhasilan paling penting adalah jika anak bisa menangkap informasi yang kita sampaikan dan menikmati aktivitas belajarnya.

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menjadi seorang guru memilii tantangan dan halangan yang sangat besar dan luar biasa. Belajar mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana mengajar dalam pola pikir matematika murni. Karena mengajar matematika ditingkat sekolah bukan sekedar menurunkan konsep matematika murni ke tingkat yang lebih rendah untuk dapat diterima tetapi matematika sekolah bertujuan untuk membangun siswa untuk memiliki keterampilan matematika.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setelah membaca artikel tersebut maka dapat saya katakan bahwa sudah saya bahas di beberapa artikel sebelumnya bahwa matematika murni dan matematika pendidikan iktu berbeda, berbedanya itu dari segi objek, akan tetapi subjeknya itu sama, seperti dua mata logam ada gambar dan ada angka walaupun mereka satu akan tetapi mereka berbeda, seperti itulah yang trjadi di anatara matemataka murni dan metamatika pendidikan atau pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  4. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang benar bahwa matematika didalamnya terkandung logika. Namun yang dikatakan oleh Mr. David bahwa mengenalkan logika sebagai konsep adalah sesuatu yang salah. Jika konsep itu berdasarkan logika saja, maka pemahaman siswa menajadi kurang bermakna karena siswa hanya menjadi obyek dari logika guru saja. Akan lebih baik jika guru memfasilitasi siswa untuk belajar sebagai metode pembelajaran, sikap, dan aktivitas di dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Gaya belajar antara matematika murni dengan pendidikan matematika tentu berbeda. Matematika murni mempelajari tentang bagaimana penerapan matematika, logika matematika sedangkan pendidikan matematika masih mengarah ke bagaimana metode mengajar di dalam kelas seperti pendidikan SD, SMP, maupun SMA. Konsep yang dipakai dalam pendidikan matematika adalah cara berpikir siswa lewat intuisi yang mereka kembangkan. Dengan intuisis yang mereka kembangkan dapat mereka bangun sendiri menurut persepsi mereka tentang matematika.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika murni dan matematika sekolah adalah dua hal yang haruslah dipisahkan. Keduanya digunakan sesuai ruang masing-masing. Tidaklah tepat jika matematika murni diberikan kepada siswa (SD, SMP, SMA). Karena hal tersebut sepenuhnya bersifat abstrak dan kompleks. Matematika sekolahlah yang tepat digunakan karena memperhatikan tahap berpikir, psikis, dan sosial siswa. Dalam pembelajaran matematika, guru perlu mengawali dari tahap konkret menuju ke tahap abstrak. Guru juga harus menggunakan bahasa yang baik, mudah dimengerti dan sesuai dengan dunia anak sehingga dapat membantu anak membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  7. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika murni dan pendidikan matematika memang berbeda, walaupun bahasan yang dipakai sama yaitu tentang matematika , namun jelas ada perbedaan dari dua aspek tersebut, menurut saya matematika murni lebih menekankan bagaimana penggunaan matematika yang bisa digunakan dalam meningkatkan IT, pengetahuan, dll. sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan metode pembelajaran ilmu matematika untuk siswa sekolah

    ReplyDelete
  8. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbedaan lain antara matematika murni dan pendidikan matematika adalah seorang lulusan Pendidikan Matematika dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar (guru) ditingkat sekolah menengah (baik itu SMP maupun SMA), sementara seorang lulusan Matematika dipersiapkan untuk menjadi seorang matematikawan (mathematician) atau ilmuwan bidang Matematika. Tentu saja, kedua-duanya juga bisa meraih pekerjaan sebagai dosen di jurusannya masing-masing. Dalam hal ini, tentu lulusan Pendidikan Matematika jauh lebih memahami perihal bagaimana mengajarkan Matematika kepada siswa-siswi sekolah menengah dan seorang matematikawan (lulusan Matematika murni) dituntut untuk melakukan pengembangan keilmuan sesuai bidang minatnya di jurusan Matematika.

    ReplyDelete
  9. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Matematika murni dan matematika pendidikan pada dasarnya memang berbeda , namun perbedaan nya terletak pada obyek nya , dari segi subjek nya tetap sama yaitu tentang matematika. Terlepas dari itu antara keduanya memiliki manfaat masing masing untung perkembangan matematika.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Matematika berbeda dengan pendidikan matematika. Pendidikan matematika cakupannya lebih luas yaitu matematika dan pendidikannya juga. Dalam pendidikan beberapa hal yang dibahas seperti kurikulum, pengajaran, belajar dan lain-lain. Di sini kita terbatas pada pendidikan matematika. Dinyatakan oleh Prof. Ernest bahwa gaya belajar siswa akan bergantung pada latar belakang sosial masing-masing. Guru harus memperhatikan dan lebih menghargai bagaimana latar belakang siswaya. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi tentang bagaimana gurur dapat mengetahui keadaan siswanya.

    ReplyDelete
  11. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika memiliki karakteristik memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola piker deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengajarkan matematika sekolah kepada siswa.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas memberikan informasi mengenai perbedaan antara matematika murni dengan pendidikan matematika. Matematika murni lebih menekankan pada logika. Sedangkan pendidikan matematika mengajarkan mengenai teknik-teknik atau bekal pembelajaran pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru hendaknya mengajarkan matematika dimulai dengan mengenalkan konsep terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan materi yang lebih dalam.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju bahwa intuisi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa intuisi menjadi suatu titik awal yang bermanfaat bagi siswa jika intuisi tersebut dapat dikembangkan dengan baik. Saya juga terkesan dengan pendapat bapak Marsigit yang menyebutkan bahwa logika akan lebih bermanfaat jika siswa itu memiliki pemahaman dan mampu mempraktikannya, dibandingkan dengan banyaknya rumus-rumus yang mampu dihafalkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada yang mengatakan bahwa matematika adalah seni, matemtika adalah raja, dan matematika adalah keindahan. Kembali lagi, guru tidak bisa memaksakan ego pribadi mereka mengenai persepsi tersebut. Guru harus membebaskan siswa untuk melaukan usaha membangun persepsi mereka sendiri terhadap matematika.

    ReplyDelete
  15. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat perbedaan antara pure mathematics dan school mathematics. Yang menjadi dasar pembeda keduanya adalah obyeknya. Yang menjadi objek dalam school mathematics adalah anak kecil. Makna anak kecil disini tentulah eksplisit. Terdapat perbedaan taraf kemampuan antara objek pure mathematics dan school mathematics. Dalam implementasinya tidaklah bijaksana jika mencapur keduanya. Perbedaan dimensi ini akan menyebabkan ketidak nyamanan dan trauma psikologis.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pada matematika sekolah sifat materinya masih elementer tetapi merupakan konsel esensial sebagai dasar untuk prasyarat konsep yang lebih tinggi, banyak aplikasi dalam kehidupan di masyarakat, dan pada umumnya dalam mempelajari konsep-konsep tersebut bisa dipahami melalui pendekatan induktif. Konsep yang dipelajari bisa didekati dengan menggunakan pengalaman siswa atau benda-benda konkret yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan matematika Perguruan Tinggi adalah matematika yang mempelajari konsep-konsep lanjutan (advanced) dari konsep-konsep matematika sekolah.  Bisa merupakan matematika terapan bisa pula matematika murni (pure mathematic) sebagai suatu disiplin ilmu.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika dan pendidikan matematika itu harus dibedakan. Matematika digunakan oleh matematikawan dengan objek bahasan yang abstrak, sedangkan pendidikan matematika digunakan oleh siswa untuk mempelajari matematika dengan objek bahasan yang disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari konversasi ini saya mendapatkan bahwa, pure matematika dan matematika sekolah berbeda cara belajarnya. Namun saya masih belum mengetahui bagaimana sebenarnya mempelajari pure matematika, karena background saya adalah sarjana pendidikan matematika. Dosen-dosen saya juga rata-rata berasal dari pendidikan matematika, sehingga saya menduga gaya mengajarnya bukan gaya mengajar di pure matematika. Hal lain yang saya dapatkan dari konversasi ini adalah, kita tidak dapat memisahkan matematika dengan lingkungan, karena belajar matematika juga adalah interaksi antar pikiran, interaksi tersebut merupakan sosial, seperti yang dituliskan Sriraman mengutip tulisan Ernest.

    ReplyDelete
  19. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam perjalanan mengembangkan matematika, kita perlu mengingat ruang dan waktu dalam rasa kesadaran menjalankan segala sesuatu dan bertindak serta memahami hakekat dan proporsi yang sesuai dengan apa yang sedang dihadapi. Pendidikan matematika sebagai matematika yang dekat dengan matematika sekolah dan realistik matematika dapat dikembangkan dengan baik hanya oleh orang-orang yang berkompeten dalam pendidikan matematika, bukan oleh orang-orang yang berkompeten dalam matematika murni. Hal ini karena sifat dasar serta hukum yang dianut dalam matematika murni dan matematika sekolah berbeda.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam masa sekarang, matematika sekolah dianggap sebagai subkelas dari matematika murni. Padahal matematika murni dan matematika sekolah adalah 2 hal yang berbeda dan memiliki ranah tersendiri. Matematika murni lebih mengarah pada pengembangan ilmu murni matematika serta keterampilan pembuktian matematis, sedangkan matematika sekolah adalah bagaimana cara berkehidupan dengan matematika. Walaupun matematika murni dan matematika sekolah berbeda, tetapi pada dasarnya mereka masih tetap menggunakan ilmu dasar matematika dalam pengembangannya masing-masing. Maka tidaklah mengherankan apabila matematika sekolah di Indonesia saat ini adalah belajar bermatematika murni, kemudian ditransformasi ke dalam matematika sekolah.

    ReplyDelete
  21. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ernest (1998), dikutip dalam Burton (2002), dalam penelitian Kim Beswick (2011) menyatakan bahwa ada perbedaan antara matematika sekolah dan matematika murni dalam kaitannya dengan (a) apakah pengetahuan diciptakan atau pengetahuan itu sudah ada untuk dipelajari, (b) memilih masalah yang harus dikerjakan, (c) menyusun waktu yang lebih dari masalah yang bekerja pada dan (d) tujuan pembelajaran (untuk prestasi pribadi atau untuk menambah pengetahuan umum).

    ReplyDelete
  22. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika murni dan matematika pendidikan adalah dua hal yang berbeda, berbeda dari segi objek, namun jika dilihat dari subjeknya kesua hal ini adalah hal yang sama. Matematika adalah ilmu yang berisi tentang intuisi-intuisi yang didapatkan oleh para guru matematika. Belajar mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  23. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Implikasi atau konsekuensi yang akan terjadi apabila kita membedakan matematika dan pendidikan matematik menurut pak Prof. Marsigit yaitu pertama akan muncul perbicaaraan tersendiri dari para matematikawan murni yang membicarakan hanya matematika murni saja, kedua, pendidik matematika juga memiliki ruang tersendiri untuk membicarakan pendidikan dan matematika secara terpisah, ketiga, akan ada semacam paradigma bahwa matematikawan murni tidak boleh membicarakan pendidikan dasar dan menengah, dan yang ke empat pendidikan di perguruan tinggi ataau universitas harus dibedakan dengan pendidikan dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  24. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dari segi keilmuan, matematika dan pendidikan matematika memang berbeda. Di tataran perguruan tinggi saja ada jurusan matematika dan jurusan pendidikan matematika, yang mana keduanya ada yang beririsan tetapi juga berbeda. Pendidikan matematika lebih fokus kepada bagaimana matematika itu akan diajarkan kepada siswa, sehingga lebih menekankan pada ilmu-ilmu sosial karena mahasiswa harus memahami interaksi yang akan dilakukan dengan para siswa dalam pembelajaran matematika, tetapi dalam hal ini juga mereka harus menguasai pengetahuan dan kompetensi matematika, meskipun tidak sedalam dan sedetail materi matematika pada jurusa mateamtika murni.

    ReplyDelete
  25. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran dan pengajaran matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah tidaklah sesederhana menurut pemikiran pure mathematician. Karena hal ini menyangkut bagaimana siswa mengkonstruksi konsep matematika didasarkan atas psikologi belajar siswa.

    ReplyDelete
  26. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    In university, mathematics and mathematics education are also be distinguished. Mathematics is talked about logic and intuitions are useful in life, such as: calculus, algebra, trigonometry, an so on. Mathematics education is more concern in the method to learn and teach mathematics. Mathematics is need for scientists to develop the mathematical sciences themselves and to set the primary and secondary level curriculum. We cannot underestimate the mathematics of mathematics education itself because many great teachers do not understand the important concepts of mathematics.

    ReplyDelete
  27. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dalam mempelajari matematika maupun pengajaran matematika, diperlukan konstruksi yang bertahap. Dengan kata lain, siswa sekolah dasar maupun sekolah menengah tidak bisa begitu saja diajarkan mengenai sintesis yang rumit seperti pembuktian rumus. Pembuktian memang merupakan hal yang mendasar. Karena merupakan hal yang mendasar, maka dibutuhkan dasar yang kuat pula untuk membangun pengetahuan dalam pembuktian, karena pembuktian-pembuktian akan mengiringi perjalanan perkembangan matematika seseorang.
    Mengajarkan atau memfasilitasi pengajaran matematika formal untuk siswa hanya dapat dilakukan di tahap operasional formal, yaitu ketika anak berusia 17 tahun ke atas. Pada tahap ini, kemampuan berpikir secara abstrak sudah mulai dibangun. Namun mengajarkan pembuktian kepada siswa SD atau SMP tidak akan efektif dan hanya akan membuat siswa tidak menyenangi matematika. Matematika yang cocok untuk siswa SD dan SMP adalah matematika konkrit dan kontekstual.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Matematika murni berbeda dengan matematika sekolah. Membangun pengetahuan matematika pada siswa sekolah tidaklah mudah. Matematika murni tidak dapat diberikan pada siswa sekolah dasar dan menengah. Kita harus menjauhkan matematika di sekolah dari subjektivitas matematika murni. Matematika untuk sekolah perlu memperhatikan aspek pedagodik dan didaktik. Kita harus membiarkan siswa berusaha mengkonstruk dan mendapatkan persepsinya sendiri tentang matematika. Siswa dapat melakukan proses berpikir, bersikap, dan beraktivitas dalam matematika dengan menggunakan intuisinya. Guru berperan sebagai fasilitator siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    As maths is a very broad or wide subject so there became a need to be separated between mathematics and mathematics education, bold fields are totally different, by separating these, one can easily say that i have interest in pure maths or in applied maths. without separating what will he say that i have interest in maths or not interest in maths.

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih pak, saya sangat tertarik dengan artikel ini. Seperti yang bapak tulis di dalam artikel ini mengenai David yang lebih cenderung mengekspos gaya mengajar dibandingkan gaya belajar. Dalam konsep matematika bagi anak-anak haruslah dipandang sebagai proses interaktif, baik dalam relasi pengajar dengan siswa, maupun relasi antara siswa dengan objek yang akan dipelajari. Memandang matematika dalam pendidikan sangat kompleks, maka dari itu kompleksitas hanya bisa dilihat secara jernih jika kita mulai memisahkan matematika murni dengan pendidikan matematika, kemudian dengan mudah memahami karakteristik siswa.

    ReplyDelete
  31. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dua perspektif yang berbeda antara matematika murni dan pendidikan matematika.Dari yang saya amati berdasarkan bacaan tersebut kalau dilihat matematika murni cenderung memposisikan dirinya sebagai suatu yang fenomenal dan pendidkan matematika sering didiskreditkan.Ini munurut saya ada sifat ketidakadilan.Pendidikan matematika memiliki andil yang penting di dalam membangun pengetahuan.Kehadiran pendidikan matematika dengan membiarkan kegiatan belajar berpusat pada siswa dan guru memiliki peran untuk mengayomi siswa di dalam belajar.Menurut saya ini langkah yang tepat guna mambangun generasi muda matetamatika sebagai agen perubahan maka pendidikan matematika sangat diperlukan .



    ReplyDelete
  32. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Tentu terdapat perbedaan antara matematika murni dan sekolah. Dari sisi materi dan metode belajarnya. Matematika sekolah memperhatikan aspek pedagogic, psikologis anak anak. Sedang matematika murni tidak akan berbicara pedagogic, pendidikan guru dan lain lain. untuk matematika sekolah banyak yang harus diperhatikan seperti hubungan siswa dengan guru. sehingga adanya kesiapan dalam pembelajaran karena adanya kesiapan guru dan siswa untuk belajar dan berkomunikasi untuk menciptakan pembelajaran yang baik dan inovasi serta hidupnya suasana kelas

    ReplyDelete
  33. Junianto
    17709251065
    PM C

    Berdasarkan artikel di atas, saya sependapat bahwa matematika untuk anak-anak berbeda dengan matematika orang dewasa. Hal ini, karena tingkat kemampuan anak-anak dan orang dewasa berbeda. Inilah yang terkadang salah dalam pembelajaran, anak-anak justrue diberikan matematika untuk orang dewasa yang abstrak sehingga mereka sulit memahami materi yang di ajarkan.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Matematika ada dua yaitu mathematics of science and mathematics of education. Matematika murni lebih berorientasi terhadap hal-hal teorema dan definisi yang lebih terstruktur dan sistematis tanpa memperhatikan apakah jika ditransfer di dalam pembelajaran siswa paham ataupun tidak. Sedangkan pendidikan matematika lebih berorientasi terhadap perkembangan pedagogik siswa, sehingga apabila dilakukan transfer pengetahuan maka siswa dibimbing untuk memahami pelajaran matematika secara bertahap mulai dari yang sederhana sampai kepada matematika yang bersifat kompleks.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    In my opinion, pure mathematicians and mathematics educators should collaborate in the development of curriculum. mathematics education experts propose curriculum while pure mathematicians participate by watching, correcting if there are errors that can make changes to the concept, and giving opinions.

    ReplyDelete
  36. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Menurut saya hal yang paling sulit dalam menjadi seorang guru adalah bagaimana menyampaikan materi pembelajaran sehingga materi tersbeut dapat menjadi konsep untuk siswa. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kemampuan matematika dan pendidikan matemtika dari seorang fasilitator guru. Saat guru memiliki pengetahuan matematikanya guru dapat memilih model dan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam konsep matematika dalam bahasa yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan tingkatan siswa. Tentu saja bahasa yang digunakan saat di SD berbeda dengan di SMA, dan penggunaan LKS bahkan modul agar siswa dapat memahami konsep tersebut juga berbeda.

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Student learning styles will depend on each social background and this should be considered. Therefore, it is better for a teacher to understand the difference between a student's backgorund and apply a learning process that thinks about it. The social background is also related to the language. Sehinggga, language in the process of learning mathematics also need to be considered.

    ReplyDelete
  38. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dalam proses pelaksanaan pembelajaran matematika memang tidak bisa memaksakan siswa untuk menyukai matematika. Sehingga guru harus inovatif dalam memyampaikan pembelajaran matematika. Selain itu, pembelajaran matematika di SD masih dalam bentuk konkret bukan dalam formal, karena siswa masih dalam tahap memahami dasar matematika dan membutuhkan tahapan-tahapan dalam belajar matematika. Disini guru sebagai fasilisator dan siswa belajar untuk memecahkan persoalan.

    ReplyDelete
  39. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya setuju dengan pernyatan Prof “Agree or not agree, in my perception, at all level of education (primary, secondary and university) there are existing the ontology of constructivism.” Bahwa konstruktivism itu tidak hanya pada pembelajaran siswa di sekolah saja, melainkan sampai mahasiswa di universitas, bahkan sampai kapanpun. Belajar itu pada intinya membangun pengetahuan. Hanya saja, membangun pengetahuan untuk siswa SD dan SMP dapat dimulai dari hal-hal yang kongkrit atau pengalaman dari kehidupan sehari-hari. Hal tersebut tentu berbeda dengan konstruktivism untuk orang dewasa/mahasiswa dimana simbol-simbol, notasi, analitis matematis, dapat langsung digunakan

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Matematika dapat dibedakan menjadi dua, yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Keduanya memiliki ruangnya masing-masing karena merupakan dua hal yang berbeda. Meskipun pada dasarnya keduanya juga memiliki persamaan yaitu mempelajari terkait bidang matematika. Yang membedakan ialah bahwa matematika murni mempelajari tentang matematika secara konseptual, sementara pada pendidikan matematika yang dipelajari tidak hanya mengenai matematikanya tetapi juga bagaimana matematika dapat dibelajarkan kepada orang lain (aspek pedagogik).

    ReplyDelete
  41. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam pembelajaran, siswa seharusnya diberikan materi yang konkret dan ada dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, siswa bisa melakukan aktivitas yang bisa menunjang pemahaman mereka. Dengan aktivitas dan kegiatan yang siswa lakukan diharapkan siswa dapat menemukan konsep mereka sendiri. Beberapa pendekatan pembelajaran yang sudah berkembang seperti Contextual Teaching and Learning dan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia menjadi salah satu sarana yang bisa digunakan dalm pembelajaran.

    ReplyDelete
  42. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam membelajarkan matematika seorang guru hendaknya menyesuaikan dengan budaya atau kebisaan siswanya di dalam lingkungan. Kebiasaan belajar siswa perkotaan akan berbeda dengan siswa pedesaan. Bahkan dalam satu sekolah pun dapat terjadi perbedaan budaya belajar antar kelas di satu jenjang atau grade yang sama. Oleh karena itu guru sebaiknya menggunakan metode bervariasi sesuai dengan budaya belajar siswanya. Begitu pula saat siswa tersebut semakin naik kelas atau grade. Maka cara belajarnya pun harus dibuat berbeda. Jika saat kelas bawah di sekolah dasar anak belajar matematika lebih banyak menggunakan benda nyata agar intuisinya terhadap matematika terbentuk. Maka lambat laun guru mulai mnegenalkan matematika yang hanya bisa dipelajari menggunakan intuisi yang tela terbentuk tersebut. dengan kata lain mulai mengajarkan simbol matematika. Karena semakin dewasa seorang siswa, materi matematika yang dipelajari semakin kompleks.

    ReplyDelete
  43. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing. Menurut saya, matematika murni ataupun matematika pendidikan tetaplah matematika. Selain itu hanya dengan menyesuaikan diri dengan menggunakan matematika murni atau menggunakan matematika pendidikan dan diadaptasi ke objek yang akan dihadapi. Matematika murni tidak cocok di sekolah dasar dan menengah, karena mereka belum mampu menerimanya. Guru harus menggunakan pendekatan yang tepat untuk memberikan matematika kepada siswa.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari segi keilmuan, matematika dan pendidikan matematika memang berbeda. Di tataran perguruan tinggi saja ada jurusan matematika dan jurusan pendidikan matematika, yang mana keduanya ada yang beririsan tetapi juga berbeda. Pendidikan matematika lebih fokus kepada bagaimana matematika itu akan diajarkan kepada siswa, sehingga lebih menekankan pada ilmu-ilmu sosial karena mahasiswa harus memahami interaksi yang akan dilakukan dengan para siswa dalam pembelajaran matematika, tetapi dalam hal ini juga mereka harus menguasai pengetahuan dan kompetensi matematika, meskipun tidak sedalam dan sedetail materi matematika pada jurusan matematika murni.

    ReplyDelete
  45. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berdasarkan dialog diatas , kami mencoba memahami bahwa materi matematika dan pendidikan matematika sangat berbeda. Materi matematika murni cenderung abstrak dan dipelajari oleh siswa pada tingkat kuliah dan pendidikan matematika itu sendiri cenderung diajarkan pada siswa yang duduk di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas. Oleh karena itu, seorang guru ataupun pendidik harus memahami hal ini, jangan sampai membawa model pembelajaran matemtika murni yang ada di universitas yang dipandang belum kontekstual diajarkan pada siswa pada tingkat menengah pertama dan menengah atas karena secara perkembangan kemampuan berpikir , belum secara maksimal menggapai tingkat abstrak. Terima Kasih

    ReplyDelete
  46. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pemahaman matematika baik pada tingkat matematika murni atau matematika sekolah adalah suatu hal yang harus dilakukan. Siswa yang telah tinggi ilmunya juga harus paham akan aoa yng dimaksud oleh matematika murni sedangkan siswa yang masih taraf dasar pun juga harus menguasi matematika sekolah yang menjadi kewajibannya untuk dipahaminya.

    ReplyDelete
  47. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Math for school-level and university level are clearly different. Although both are levels of education but the perpetrators are far different in terms of maturity and ability to accept abstract things. Teaching mathematics requires pedagogical science and which teaches mathematics itself and to achieve an effective transfer of knowledge then the two things he wants to be balanced with one another.

    ReplyDelete
  48. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Matematika ada dua yaaitu pure mathematics dan school mathematics. Pure mathematic adalah matematika murni, dimana ilmu ini sudah bersifat abstrak, yang ada di dalam pikiran. Matematika murni ini diterapkan untuk perguruan tinggi atau mahasiswa. Sedangkan school mathematics adalah matematika sekolah. Dimana ilmu ini bersifat kongkrit, yang ada di luar pikiran. Matematika sekolah diterapkan untuk anak SD, SMP, SMA karena kandungan di dalam matematika sekolah lebih sederhana daripada matematika murni sehingga lebih kongkrit. Sedangkan ada gabungan dari keduanya yaitu quasi mathematics. Oleh karena itu implikasi dalam proses pembelajaran sebaiknya guru harus bijaksana dalam mengelola materi pembelajaran agar pembelajaran dapat diterima siswa dengan baik dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Seorang guru tidak hanya menguasai suatu materi tetapi mempunyai kemampuan menyampaikan ilmu kepada siswa, mempunyai langkah yang efektif dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika dan pendidikan matematika itu harus dibedakan. Matematika digunakan oleh matematikawan dengan objek bahasan yang abstrak, sedangkan pendidikan matematika digunakan oleh siswa untuk mempelajari matematika dengan objek bahasan yang disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  50. Matematika murni dan pendidikan memiliki ranah yang berbeda dalam bidang keilmuannya, walaupun mereka memiliki pandangan yang berbeda, namun tidak semestinya kita memperdebatkan hal ini. Siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Sudah sewajarnya guru untuk dapat menempatkan diri memikirkan strategi yang tepat agar siswa dapat belajar matematika. inilah yang membedakan ilmuwan pendidikan matematika dan matematika murni.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  51. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Guru memang tidak seharusnya mengajarkan matematika murni pada siswa dasar maupun menengah. Matematika murni adalah untuk pebelajar yang lebih tinggi atau lanjut. Pola maupun tingkat berfikir siswa menengah dan dasar harus diperhatikan dengan baik. Di sekolah, matematika sangat penting untuk mengembangkan intuisi siswa. Dan jika matematika murni yang dibawa ke sekolah, maka ini akan berdampak tidak baik pada intuisi siswa.

    ReplyDelete
  52. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Matematika murni dengan matematika pendidikan pada dasarnya memang berbeda. Matematika murni lebih mendetail dalam mempelajari materi-materi matematika sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan pada penerapan matematika dalam pembelajaran kepada orang lain. Selain itu, pada pendidikan matematika untuk siswa sekolah dasar, menengah dan perguruan tinggi tentu berbeda tingkatannya. Cara penyampaiannya pun berbeda dan harus disesuaikan ruang dan waktunya agar dapat dipahami oleh peserta didik.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Matematika murni dan pendidikan matematika memiliki hakekatnya masing-masing. Keudanya memiliki hakekat yang berbeda. Matematikawan murni dan matematikawan educationis memiliki ranahnya masing-masing. Keduanya haruslah berupaya untuk mengembangkan ranahnya tersebut. Hal ini berimpilikasi pada pandangan bahwa guru harus memahami perbedaan kedua hakekat tersebut sehingga pembelajaran matematika yang dilakukan adalah pembelajaran matematika sekolah, bukan pembelajaran matematika murni, terlebih untuk anak-anak.

    ReplyDelete
  54. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Saat ini, matematika yang diajarkan di SMA diturunkan dari matematika perguruan tinggi kemudian matematika SMA diturunkan ke SMP lalu matematika SMP diturunkan ke SD. Sehingga matematika masih bersifat murni. Matematika masih didominasi dengan formalnya. Sedangkan sebenar-benar matematika untuk siswa adalah matematika yang berupa aktivitas dan kegiatan dalam rangka membangun pengetahuan mereka masing-masing. sehingga terjadi ketidaksesuaian dalam penggunaannya. Berdasarkan hal tersebut maka dalam menggunakan matematika penting untuk membedakan antara matematika sekolah dengan matematika murni, meskipun keduanya tidak bisa berdiri masing-masing karena matematika sekolah dan matematika murni merupakan dua hal yang saling melengkapi.

    ReplyDelete
  55. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsep bagaimana siswa mengkonstruk matematikanya sendiri merupakan yang sering kali dilupakan oleh guru, terlebih guru harus bisa survive walau dibebani oelh materi pembelajaran yang padat pada siswa yang sangat heterogen, maka hal yang demikian ini tentu menyisakan problematika tersendiri. Konsentrasi guru lebih difokuskan bagaimana menyampaikan materi yang padat dalam waktu yang terbatas tanpa memperhatikan bagaimana siswa mempelajari materinya dan bagaimana siswa berpikir mengenai konsepsi yang ditawarkan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  56. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Membaca awal postingan ini mengingatkan pada konsep logika fuzzy yang menurut hemat saya ialah konsep yang unik. Logika ini memberikan konsepsi untuk mematikalisasi hal-hal yang sebenarnya dinilai subyetif. Contoh kecantikan seseorang bias diinterpretasikan ke dalam bilangan yang lebih obyektif. konsep lain yang tidak kalah menarik ialh fraktal yang merupakan bagian dari kehidupan yang memiliki keteguhan pola dan pelestarian pola menggunakan konsep matematika. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  57. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Matematika dibedakan menjadi 2 yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Matematika murni mempelajari matematika yang rumit dan pasti. Sedangkan pendidikan matematika mempelajari matematika sekolah yang diperuntukkan untuk siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Matematika sekolah tersebut merupakan alat untuk mengenalkan matematika murni kepada siswa. Guru harus bisa mengenalkan matematika kepada siswa melalui pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran akan berhasil dan mencapai tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  58. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Tentu terdapat perbedaan antara matematika murni (pure mathekmatics) dan matematika sekolah (school mathematics). Hal mendasar yang menjadi pembeda adalah objeknya. Dalam hal ini, objek matematika sekolah adalah anak kecil. Makna anak kecil di sini tentulah dalam makna yang eksplisit. Dimana terdapat perbedaan taraf kemampuan antara objek matematika murni dan sekolah. Sehingga dalam implementasinya, tidak bijaksana untuk mencampuradukkan keduanya. Perbedaan dimensi ini akan menyebabkan ketidaknyaman dan trauma psikologis.

    ReplyDelete