Mar 20, 2013

Mathematics and Language 9





@David - Just time enough now to thank you for the reply and mention that a venture ("Anthrobotics") built working robotics software demonstrating that the underpinnings of my model, as applied to AI, were indeed workable in simulating human cognitive behavior. And I've not been "rebuffed" (Dozens of Darpa scientists reviewed my software demo, liked it, and recommended that Darpa contractors looking for help in my areas contact me), etc., etc.) , just more like "avoided". More later. 

Mathematics is known as sign language developed through the passages of different civilisations,helping the others it has become complicated.All methods and models become helpless in front of primary / secondary students. teacher has to develop own models and methods to teach. 

@Marty : sorry for the poor choice of words ("rebuff") on my part, as I misunderstood your " they are called 'too complex to exist yet'" from your first post in this thread. I applaud such advances in AI -- which, together with neurophysiology, will provide more advances in our understanding of the mind, and hence allow more fruitful pedagogical theories, than all the speculative philosophy of the mind and all the pedagogical theories heretofore developed. I'm also glad that DARPA, with all its funding possibilities, is getting into it. As I understand it, you are the contact person for Anthrobotics.com.
@prabha rastogi: you are right that presently there are very few pedagogical theories that stand up to the rigours of the classroom. This does not mean, however, that one should abandon the search for a pedagogical theory which is both efficient and practical, while being flexible enough to be adapted to local conditions and personalities. After all, we are still looking for a solution to the Riemann Hypothesis, despite the numerous failures to find the solution so far.
@Margisit: if I understand what you are saying, you wish to give school children simplified mathematics, leaving the more complex mathematics to the universities. The problem is the yet-unsolved problem that, although most people do not need most of the mathematics taught in schools, there will be a small but important percentage of the students who will need the mathematics, and waiting until university is waiting until the brain has passed the development phase most suited to learning the concepts. Since one does not know which children will form this important minority, school systems adopt the strategy of making everyone learns the same mathematics up to a certain point, with some systems trying to make this point as young as possible (such as the fourth year of school) and others waiting until later (e.g., the last years of secondary). Bad solution, of course, but no one has come up with a viable alternative. In any case, models such as Marty's are not meant to be used directly in the classroom, but rather to lead us to a better understanding of the mind, eventually leading to a better pedagogy. 

@ Praba Rastogi: What you exposed indicated that we, as adults or teachers need to change in perceiving mathematics. It is right but it is not only that as you said "Mathematics is known as sign language developed through the passages of different civilisations,helping the others it has become complicated". I also say that for younger learner, according P Ernest, Mathematics is creativity and or even Activity. Philosophically, I further can say that Mathematics is the students themselves. I totally agree with you that the teachers should develop their own method of teaching. More than those, even the teachers need to develop their own learning resources, textbooks, worksheets, including many kinds of model of 'communication'. The teachers should be simultaneously as a teachers but also as a researcher of his classroom.
@ David: I totally agree with your last elaboration. From those I found that we need to change the paradigm of teaching i.e. not giving the students a receipt or model but to facilitate them to construct their own math/model. It is not impossible to facilitate different kinds of students competencies if we still implement traditional/orthodoxy way of teaching. One of the role of IT is to facilitate their need to learn.
@Marty: Still I perceive that any kind of model of math/communication produce by adults can only be a trap for the younger.

10 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    matematika adalah kita, matematika adalah kegiatan, dan matematika adalah tentang komunikasi. Dalam proses belajar mengajar, guru harus mengembangkan metode dan sumber belajar mereka sendiri, buku teks, lembar kerja, termasuk berbagai jenis model komunikasi. Guru juga harus mengubah paradigma mereka dari transfer pengetahuan menjadi memfasilitasi siswa. Guru seharusnya dapat mengubah paradigma mereka dari transfer pengetahuan atau metode penyampaian yang membuat siswa pasif, bosan, dan mengantuk menjadi memfasilitasi siswa untuk membangun matematika siswa. Tidak mungkin untuk memfasilitasi siswa yang memiliki segala macam keunikan jika guru masih menggunakan metode tradisional. Dan salah satu tujuan dari teknologi informasi adalah untuk memfasilitasi kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Matematika dikenal sebagai bahasa isyarat dikembangkan melalui ayat-ayat dari peradaban yang berbeda, membantu orang lain itu telah menjadi rumit. sehingga guru harus mengembangkan keterampilan mereka untuk mengajar matematika dengan metode inovatif sehingga siswa akan merasa tertarik dengan matematika.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pada akhirnya guru bertindak sebagai fasilitator yang membantu siswa-siswanya mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan model atau matematika yang di pelajari. Sehingga siswa harus membangun prior knowledgenya akan matematika dengan baik sehingga informasi-informasi baru akan matematika dapat diterima dengan baik di kemudian hari sehingga informasi baru tersebut dapat dicocokkan dengan prior knowledgenya.

    ReplyDelete
  5. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Prabha Rastogi mengatakan bahwa guru harus mengembangkan model dan metode mengajarnya sendiri dengan kreativitas guru dalam metode mengajarnya, siswa tidak akan merasa bosan dengan pelajaran matematika. Metode pembelajaran yang digunakan guru ketika pembelajaran haruslah disesuaikan dengan karakteristik siswa selain itu antara guru dengan siswanya haruslah ada komunikasi yang baik. Dimana guru menjadi fasilitator bagi siswa untuk menganalisis dan menemukan hal-hal baru dari suatu permasalahan dengan segala potensi yang dimlikinya sehingga olah pikir siswa dapat berkembang.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Salah satu kendala yang dialami oleh guru dalam pembelajaran matematika adalah memberikan pemahaman konsep matematika, hal ini menjadi kesulitan guru akibat melihat kondisi siswa yang berbeda-beda dalam menerima pelajaran. Selain itu adanya anggapan dalam diri siswa bahwa matematika itu pelajaran yang sulit dan menakutkan sehingga semakin sulit untuk memberikan pemahaman konsep tersebut. Namun demikian peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menciptakan inovasi pembelajaran yang cocok dengan karakteristik siswanya. Selain itu guru seharusnya kreatif dalam mengembangkan perangkat pembelajaran seperti membuat LKS sendiri, buku siswa, dsnya. Serta guru harus juga memberikan perhatian terkait perkembangan kemampuan afektif siswa jangan sebatas kemampuan kognitif dan psikomotoriknya.

    ReplyDelete
  7. Di kelas hanya sedikit siswa yang memahami dan menguasai matematika. Dari 32 siswa dalam kelas, hanya 5 – 10 siswa yang memahami dan menguasai matematika menurut pengamatan atau pengalaman ketika sekolah. Walaupun demikian tetap saja matematika diajarkan di sekolah. Agar dari sedikit tersebut dapat memberi perubahan pada peningkatan kehidupan di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Seperti ketika mencari inti sari dari buah-buahan maka dari yang tadinya banyak atau besar maka hasilnya sedikit.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Matematika adalah siswa itu sendiri, karena matematika merupakan kreatifitas dan aktifitas manusia. Antara siswa yang satu dengan yang lain mempunyai kemampuan matematikanya masing-masing. Dan seorang guru harus mengubah maindset mereka tentang bagaimana cara mengajarkan matematika kepada siswa. bukan lagi teacher center tetapi student center, bukan siswa memahami guru tetapi guru yang harus memahami siswa-siswanya, bukan guru yang aktif tetapi siswalah yang harus aktif, dan lain sebagainya. Sehingga siswa akan lebih enjoy ketika mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika adalah diri kita sendiri. Matematika adalah suatu kegiatan/aktifitas. Pembelajaran akan lebih bermakna jika peserta didik menemukan konsepnya sendiri melalui konsep-konsep yang ada sebelumnya yang telah tertanam kuat dalam benak siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana guru sebagai fasilitator sehingga siswa diharapkan dapat berperan semaksimal mungkin sebagai kreator dan inovator dalam membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam pembelajaran matematika guru seharusnya lebih memberi warna dalam model pembelajarannya. Dimana dengan cara mengembangkan perangkat pembelajaran hingga bahan ajarnya. Pada dasarnya guru bukan hanya sebagai pengajar, namun berperan sebagai peneliti juga. Meneliti dalam artian akan membantunya dalam melengkapi apa yang kurang dari pembelajarannya yaitu dengan cara mengajar yang bervariasi. Sehingga akan terwujud apa yang terbaik bagi guru dan siswanya dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete