Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Teman-teman,
Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.
Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.
2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.
3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.
4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.
6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:
1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.
2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.
3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.
Melalui petisi ini, Kami ingin mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan teman-teman terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud secara bersama-sama.

5 Desember 2012

20 comments:

  1. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sepakat dengan rekomendasi yang diberikan nomor 3 mengenai peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980) menurut saya, semakin mudah pelajarannya, pada hakekatnya semakin sulit bagaimana cara pengajarannya.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kurikulum 2013 pada awal kemunculannya memang banyak menimbulkan pro dan kontrra. Bahkan yang sering terdengar adalah kontra atau pemolakan kurikulum 2013 untuk diberlakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Alasan-alasan yang telah dikemukakan dalam artikel ini sudah sering terdengar dan dilontarkan oleh orang-orang yang kontra terhadap kurikulum 2013, mulai dari latar belakang kurikulum yang tidak jelas, sampai dugaan bahwa kurikulum 2013 ini hanya menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu seperti penerbit buku yang jelas-jelas bukan sasaran utama diadakannya perubahan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyaknya penolakan yang terjadi di masyarakat ataupun di kalangan para pelaku pendidikan, menjadikan kurikulum 2013 sering sekali mengalami revisi. Dan seakan-akan revisi-revisi yang dilakukan memberikan bukti bahwasanya kurikulum 2013 ini memang belum sempurna untuk diterapkan ke dalam sistem nasional pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 hanyalah sebuah nama baru saja, karena pada dasarnya isi dari kurikulum 2013 ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang pernah ada. Hal ini seakan mengindikasikan bahwa kurikulum 2013 sebenarnya tidak menawarkan solusi yang baru untuk dapat merombak atau mentransfomasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Tetapi semoga saja dengan revisi-revisi yang dilakukan terhadap kurikulum 2013, dapat memberikan harapan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. aminn

    ReplyDelete
  4. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Perubahan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 memang seharusnya dilakukan, sebab idealnya kurikulum berubah dalam kurun waktu lima tahun sekali. Akan tetapi didalam proses perubahan tersebut perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  5. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebenarnya rancangan kurikulum 2013 sudah bagus, namun prakteknya masih banyak terkendala seperti masalah buku, materi, persiapan baik siswa maupun guru karena menggunakan metode yang bersifat student center. Menurut saya, perubahan memang seharusnya dilakukan walaupun di awal terasa seperti menyulitkan. Jika kita tidak melakukan perubahan sekarang, kita akan tertinggal dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete
  6. Terkait dengan poin ke 3 pada petisi di atas, disebutkan bahwa, "Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006." Hal ini sejujurnya membingnungkan saya. Kebingungan saya ini muncul ketika saya mengingat kembali perkuliahan saya sewaktu menempuh pendidikan S1 pada prodi Kebijakan Pendidikan UNY. Saya teringat suatu materi bahwa suatu kebijakan (tidak terkecuali kebijakan pendidikan) lahir melalui paling tidak 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, impelementasi, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi inilah akan didapati suatu keputusan apakah suatu kebijakan akan tetap dilanjutkan tanpa perbaikan datau modifikasi sedikitpun, apakah kebijakan akan dilanjutkan dengan suatu perbaikan atau modifikasi, dan apakah suatu kebijakan akan dihentikan dan digantikan dengan kebijakan yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa suatu kebijakan baru muncul menggantikan kebijakan lama didahului dengan evaluasi (tentunya dengan riset). Dengan munculnya petisi tersebut saya ingin menayakan apakah permasalahan yang dimunculkan pada petisi ini dapat menjadi gambaran bahwa kebijakan yang ada Indonesia berjalan dengan tidak ideal?; kemudian hal kedua yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan tindak lanjut evaluasi itu sendiri sebelum memasuki tahap perencanaan dan implementasi kebijakan yang "baru", yaitu apakah dokumen evaluasi (hasil riset ataupun yang lain) penting untuk dipublikasikan agar masyarakat mengetahui? Jika "iya", bagaimana idealnya publikasi hasil evaluasi suatu kebijakan?

    Tri Wulaningrum
    Mahasiswa PEP S2 Angkatan 2017 Kelas B

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP/B S2 (2017)

    Terkait dengan poin ke 3 pada petisi di atas, disebutkan bahwa, "Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006." Hal ini sejujurnya membingnungkan saya. Kebingungan saya ini muncul ketika saya mengingat kembali perkuliahan saya sewaktu menempuh pendidikan S1 pada prodi Kebijakan Pendidikan UNY. Saya teringat suatu materi bahwa suatu kebijakan (tidak terkecuali kebijakan pendidikan) lahir melalui paling tidak 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, impelementasi, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi inilah akan didapati suatu keputusan apakah suatu kebijakan akan tetap dilanjutkan tanpa perbaikan datau modifikasi sedikitpun, apakah kebijakan akan dilanjutkan dengan suatu perbaikan atau modifikasi, dan apakah suatu kebijakan akan dihentikan dan digantikan dengan kebijakan yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa suatu kebijakan baru muncul menggantikan kebijakan lama didahului dengan evaluasi (tentunya dengan riset). Dengan munculnya petisi tersebut saya ingin menayakan apakah permasalahan yang dimunculkan pada petisi ini dapat menjadi gambaran bahwa kebijakan yang ada Indonesia berjalan dengan tidak ideal?; kemudian hal kedua yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan tindak lanjut evaluasi itu sendiri sebelum memasuki tahap perencanaan dan implementasi kebijakan yang "baru", yaitu apakah dokumen evaluasi (hasil riset ataupun yang lain) penting untuk dipublikasikan agar masyarakat mengetahui? Jika "iya", bagaimana idealnya publikasi hasil evaluasi suatu kebijakan?

    ReplyDelete
  8. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Perubahan kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 menyebabkan banyak kontroversi. Banyak hal yang dinilai belum siap dalam menghadapi perubahan kurikulum 2013. Hal ini dapat dilihat dari belum siapnya guru, fasilitas, bahkan siswa. Namun menurut saya, perubahan kurikulum sangat diperlukan. Dari rentang tahun 2006 ke 2013 melebihi 5 tahun, artinya ilmu pengetahuan dan teknologi serta kondisi masyarakat juga mengalami perkembangan dan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum 2013 hakikatnya baik untuk diterapkan, namun perlu dilakukan persiapan dari berbagai komponen pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan ini saya rasa dibuat ketika sedang hangat-hangatnya diwacanakan perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Menurut saya, perubahan kurikulum sah-sah saja untuk dilakukan karena zaman selalu berkembang sehingga sistem pendidikan pun juga harus berkembang sesuai zamannya. Bayangkan jika kurikulum kita masih kurikulum yangmana proses pembelajaran berpusat kepada guru, padahal teori belajar sudah mengatakan bahwa proses pembelajaran yang baik ialah proses belajar yang berpusat pada siswa. Akan tetapi, perubahan kurikulum tersebut memang harus dilakukan murni karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, bukan karena ada oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan. Selain itu, perubahan kurikulum juga harus diiringi dengan mempersiapkan guru-guru serta fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mendukung perubahan kurikulum tersebut. Dengan begitu, perubahan kurikulum diharapkan tidak memunculkan keluhan-keluhan dari banyak pihak dan dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Untuk kurikulum 2013 ini sudah diwarnai dengan berbagai masukan pro dan kontra yang berasal dari pikiran pemerintah maupun masyarakat. Kesiapan dan ketersediaan sumber daya yang ada sepertinnya belum matang, sehingga pada tahun ini pun terlihat hasil dari pemberlakuan kurikulum tersebut. Oleh karena itu, seharusnya setiap kebijakan dipikirkan lebih matang lagi, agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun. Mengutamakan peserta didik dalam hal pendidikan memanglah baik, namun akan lebih baik lagi jika guru dan peserta didik sama-sama diutamakan. Memang sebaiknya harus ada kesiapan yang matang dari pengajar dan siswa nya.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pelajari tulisan ini adalah dalam kebijakan pemerintah selalu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju begitulah dinamika kehidupan penuh dengan kontradiksi. Petisi ini dimunculkan tanggal 5 Desember 2012, tentunya diawali dengan rasa kekhawatiran masyarakat terhadap penerapan kurikulum 2013 yang terkesan terburu-buru akan menimbulkan banyak efek negatif daripada efek positifnya. Mengenai efek dari penerapan kurikulum 2013 sendiri, kami rasa para guru dan praktisi sudah merasakan pelaksanaan kurikulum tersebut beserta segala dinamikanya yang terjadi, tentu saja pendapat mengenai hal ini juga pasti beraneka ragam.

    ReplyDelete
  12. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Munculnya kurikulum 2013 memang menuai banyak kontroversi.Kontroversi ini tidak lepas dari terkesan terburu-burunya pemerintah menerapakan kurikulm tnpa persiapan yang matang. Alhasil kurikulum ini pun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Belum lagi pergantian kabinet yang begitu cepat menjadikan semakin tidak konsistennya pendidikan di negara ini.

    ReplyDelete
  13. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kurikulum pendidikan yang berlaku merupakan dasar dari implementasi pendidikan. Kurikulum digunakan untuk mengatur pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Pelaksanaan kurikulum melibatkan banyak pihak termasuk guru dan siswa. Guru dan siswa merupakan pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kurikulum yang ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, dalam penyusunan kurikulum hendaknya disesuaikan dengan guru dan siswa. Untuk mengubah kurikulum perlu adanya kesiapan dari semua pihak yang terlibat termasuk guru dan siswa. Sebagian besar guru harus dipersiapkan untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran sesuai kurikulum yang diharapkan. Selain itu, perubahan kurikulum hendaknya didasarkan pada visi, misi, tujuan, dan alasan tertentu bukan hanya sekedar menguntungkan beberapa pihak saja karena pendidikan sangat menentukan kualitas SDM yang menjadi penggerak suatu negara.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof, selamat malam
    Perubahan kurikulum perlu dilakukan untuk menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan ruang dan waktunya. Dalam beberapa hal Kurikulum 2013 memiliki keunggulan, tetapi terdapat hal-hal khusus yang perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu hal yang menjadi penyebab penolakan dari berbagai pihak adalah penerapannya yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Pada awal implementasinya, Kurikulum 2013 masih perlu dievalusi agar lebih matang dalam implementasinya. Sampai saat ini pun, pelaksanaan Kurikulum 2013 masih perlu direview dan dikaji seberapa jauh keberhasilan Kurikulum tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan.

    ReplyDelete
  15. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap perubahan memang pada awalnya selalu menuai reaksi atau tanggapan yang berbeda bagi setiap individu, dengan berbagai alasan dan pertimbangan berdasarkan sudut pandang mereka, kemungkinan reaksi atau tanggapan yang diberikan yaitu penerimaan, penolakan, atau bahkan tidak keduanya. Menurut saya pribadi adalah wajar apabila reaksi yang tunjukkan adalah penerimaan ataupun penolakan. Perubahan pada kurikulum dari KTSP ke K2013 awalnya juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak dan dalam pelaksanaannya pun mengalami berbagai kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan, namun sebagaimana hakikat suatu perubahan, bahwa semua perubahan membutuhkan proses dan semua proses itu membutuhkan waktu, baik untuk menyesuaikan maupun membiasakan diri dengan perubahan tersebut, semoga dengan adanya revisi-revisi yang telah dilakukan dapat memperbaiki maupun melengkapi kekurangan ataupun kelemahan pelaksanaan kurikulum 2013 sebelumnya dan semoga penerapan kurikulum 2013 dapat mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  16. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Secara garis besar saya memiliki semangat yang sama dengan artikel yang sangat menarik di atas. Adapun beberapa alasan mendasar saya terkait dengan penolakan terhadap kurikulum 2013 yaitu:
    Pertama, pembelajaran dalam kurikulum 2013 belum berpusat kepada siswa karena prosedur pembelajaraan yang lebih condong berpusat kepada pemerintah. proses pembelajaran sejatinya mengutamakan kebutuhan perkembangan minat dan bakat siswa. kebutuhan tersebut akan susah diakomodir dengan materi ajar dan proses pembelajaran yang diatur dan disusun oleh pemerintah.
    Kedua, siasatnya pembelajaran menjadi semakin menyenangkan ternyata malah membebani. pembelajaran yang menyenangkan akan sulit dicapai bila jam belajar dan tugas siswa ditambah. suasana pembelajaran terkesan sekedar mengejar target kurikulum yang dibuat pemerintah.
    Ketiga, buku wajib yang bersumber dari pemerintah tidak dapat memuat seluruh proses pembelajaran yang diharapkan siswa, guru dan orang tua sehingga membelenggu proses pembelajaran. Selain itu, keberadaan buku wajib akan menghancurkan kreativitas guru dalam mengajar.
    Keempat, evaluasi pada kurikulum 2013 sangat sulit karena sasarannya tidak terumus dengan baik. Dalam perumusan sasaran kurikulum harus disusun dengan spesifik, terukur, dapat dicapai oleh siswa, masuk akal, dan sesuai dengan alokasi waktu. Sementara itu guru masih sulit memahami penilaian pada kurikulum 2013 karena memang masalahnya berada pada rumusan sasaran kurikulum.
    Kelima, walaupun dalam kurikulum 2013 siasatnya penyeragaman namun implementasinya memberlakukan yang beragam menjadi seragam. Terlihat dalam perumusan konsep yang masih tersentralistik tanpa melibatkan guru-guru di daerah. Begitu pula pada buku ajar dan materi ajarnya terkesan tidak mengemukakan kearifan lokal di beberapa daerah. Perlu disadari bahwa meskipun dalam satu sistem pendidikan tidak berarti satu kurikulum nasional. Semestinya kita dapat mematangkan identitas keberagaman indonesia melalui kurikulum.
    Dalam kasus ini bukan hanya sekolah yang tidak siap tapi kurikulum yang memang terlanjur ‘kacau’, seluruh sekolah belum siap menerapkan kurikulum yang ‘kacau’. lebih baik menyelesaikan masalah daripada memunculkan masalah yang lebih besar.
    Selama ini, kurikulum yang terpusat (sentralistik) akan menjebak guru pada perangkap yang menjadikan guru sebagai manusia bermental kandang sehingga kurang kreatif dan malas berinisiatif. Kendala lain dalam pengimplementasian kurikulum yang terpusat adalah mematikan roh keberagaman dan kearifan lokal.
    Maka dari itu, solusi yang saya tawarkan adalah, dalam penyusunan kurikulum lebih baik jika dibuat oleh guru atau sekolah dengan melibatkan masyarakat. Maka dengan cara tersebut sekolah dapat menjawab kebutuhan setempat. Kegiatan pembelajaraan yang dajarkan akan relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam interaksi sosial masyarakat. Sehingga lulusannya akan bermanfaat bagi masyarakat daerah tersebut. Selain itu, kurikulum yang pelaksanaanya dengan asas kelokalan akan lebih fleksibel pada proses pembelajaran.
    Pemerintah perlu memberikan kepercayaan kepada pihak yang terlibat langsung terhadap siswa karena pada hakikinya merekalah yang lebih berperan dalam hal pendidikan karena mereka lebih tahu dengan pengalaman dilapangan. semoga pemerintah tidak melupakan peran guru, sekolah, dan masyarakat atau orang tua. Karena hal-hal inilah yang harus diupayakan semua pihak untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut saya perubahan kurikulum KTSP ke 2013 terlalu dini. Padahal pelaksanaan KTSP belum merata secara optimal diseluruh wilayah Indonesia terutama di daerah pedalaman kota. Selain itu menurut saya KTSP merupakan kurikulum yang cukup bagus dalam memberikan perbadingan antara kegiatan siswa dan guru di dalam pembelajaran. Maka dari itu, kedepannya untuk menentukan kebijakan dalam melakukan perubahan kurikulum sebaiknya di data secara menyeluruh terhadap ketercapaian dari sebuah kurikulum sebelumnya yang penilaiannya bukan hanya tertumpu pada sekolah-sekolah yang sudah maju, agar setiap perubahan yang dilakukan tidak mengganggu sistem pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan pemahaman yang cukup mendalam.

    ReplyDelete
  18. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013 beberapa tahun yang lalu memang menuai banyak kontroversi. Bagi pihak yang tidak setuju dengan adanya perubahan kurikulum berpandangan bahwa perubahan terjadi secara tergesa-gesa tanpa melakukan riset yang mendalam. Selain itu juga tidak memperhatikan kesiapan baik bagi guru maupun pihak-pihak terkait dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Namun, bagi mereka yang setuju perubahan kurikulum berpandangan bahwa dengan adanya kurikulum baru akan membawa perbaikan dalam bidang pendidikan.
    Menurut saya, perubahan kurikulum dari masa ke masa wajar saja terjadi, mengingat semakin berkembangnya zaman maka semakin berubah dan bertambahnya kebutuhan dalam dunia pendidikan. Sehingga kurikulum yang baru dirancang untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Maka dengan adanya kurikulum 2013 memang diharapkan dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi. Namun, tidak dapat dipungkiri munculnya kurikulum 2013 ini perlu dievaluasi agar penerapannya di lapangan semakin baik.

    ReplyDelete
  19. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Mengenai perubahan kurikulum menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dari orang-orang.Namun yang membingungkan apa sebenarnya yang mendasari sehingga kurikulum yang dari KTSP berubah haluan menjadi kurikulum 201?3.Apakah berdasarkan karakter dan tingkat pengetahuan anak-anak atau ada kemungkinan lain yang mendasar?Sejauh yang saya lihat dengan adanya kurikulum 2013 banyak yang diluar harapan kesannya membingungkan.Keluh dan kesah terkait adanya kurikulum 2103 menghadirkan polemik yang baru bagi dunia pendidikan. Saya sangat setuju dengan rekomendais sebagimana yang telah tertuang dalam postingan ini bahwa perubahan kurikulum tidak didasari dengan pradigma yang jelas.Alangkah lebih baiknya yang menjadi perhatian utama bagaimana menciptakan guru-guru yang profesional guna membangun pendidikan yang lebih baik.

    ReplyDelete