Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Teman-teman,
Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.
Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.
2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.
3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.
4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.
6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:
1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.
2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.
3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.
Melalui petisi ini, Kami ingin mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan teman-teman terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud secara bersama-sama.

5 Desember 2012

80 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Masalah yang umumnya terjadi pada pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah Pertama, pelatihan dan sosialisasi belum dapat memberikan pemahaman yang baik dan menyeluruh mengenai Kurikulum 2013. Kedua, guru kesulitan mengatur waktu pada perencanaan pembelajaran, merencanakan pembelajaran, merencanakan penilaian sikap, dan memilah pengetahuan dan keterampilan pada penyusunan instrumen penilaian. Ketiga, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran, kesulitan berkaitan dengan perangkat pembelajaran, dan kesulitan mengaktifkan siswa. Keempat, sistem penilaian yang rumit dan perlu waktu yang lama untuk menyusun laporan.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu kurikulum kita selalau berubah setiap tahunnya, malah kalau kita dapat menyimpulkan malah apabila setiap mentri baru selalau brubah kurikulum, padahal kan kalau kta cermati kurukulum ynag lama dengan sekarang tidak ada bedanya, bedanya juga hanya sedikit, itu lah alasan kenapa banyak yang menolak, seharusnya matangkan dulu kurikulum yang ada jangan selalu berubah, kalau dilihat0lihat seenak-enaknya sendiri yang jadi mentri, apa-apa rubah kurikulum. Kita juga tahu alasan yang lain juga seperti;\: 1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku. Semoga sekarang ini jangan ada lagi kurikulum yang berubah.

    ReplyDelete
  3. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2013

    Memang benar ungkapan bahwa perubahan kurikulum hanyalah proyek besar bagi oknum-oknum tertentu saja. Perubahan Kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 ini memang menimbulkan banyak kontroversi. Hal ini dikarenakan persiapan belum matang di berbagai aspek. Yang sangat terlihat jelas adalah pelaksanaan Kurikulum yang terkesan dipaksakan karena pelaksanaannya yang tidak serempak. Kemudian, persiapan guru juga belum matang karena belum ada bekal yang cukup, meliputi pembelajaran saintifik, metode penilaian nya dan juga dari sumber belajarnya. Ini juga berimbas bagi siswa yang masih canggung terhadap perubahan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Penolakan terhadap perubahan kurikulum dari kurikulum KTSP ke kurikulum 2013. Penolakan ini boleh saja dilakukan karena benar bahwa perubahan ini teralu terburu-buru dilakukan. Selain itu, dalam elegi ini dijelaskan lagi bahwa ada beberapa rekomendasi. Di antaranya yaitu pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas guru. Ini juga baik. Namun, untuk perubahan kurikulum lebih baiknya kita pelajari dan coba dulu. Mungkin dengan berjalannya waktu kita dapat lebih memahami tujuan perubahan kurikulum ini. Dan semoga dampak pada pendidikan Indonesia bagus nantinya.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pada awal masa diterapkannya kurikulum 2013 sempat menjadi kontroversi dalam bidang pendidikan. Wacana perubahan kurikulum yang dikeluarkan pemerintah mengundang pro dan kontra atas hal tersebut, banyak terjadi perbincangan dimedia cetak maupun media elektronik yang membahas tentang kurikulum 2013. Sampai pada saar ditetapkannya hal tersebut di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia juga selalu menimbulkan komentar. Penerapan yang terkesan buru-buru, kurang persiapan dan memuat unsur politik didalamnnya menjadi bahasan hangat ada saat itu. namun, sekarang kurikulum sudah diterapkan secara merata di seluruh Indonesia guru dituntut untuk mampu memfasilitasi siswa agar dalam pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini dapat berlangsung dengan efektif dan terarah.

    ReplyDelete
  6. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum pendidikan dikembangkan dalam rangka menuju pendidikan yang lebih baik. Perubahan kurikulum tersebut disesuaikan dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang yang memaksa kita untuk dapat bersaing hingga kancah internasional. Namun, perubahan kurikulum yang tidak diawali dengan persiapan yang matang seringkali menuai kontra dari berbagai pihak, seperti halnya kurikulum 2013 yang terkesan belum siap diterapkan. Oleh karena itu, kurikulum 2013 hingga saat ini masih dilakukan perbaikan dengan harapan dapat memfasilitasi kualitas pendidikan di Indonesia yang lebih baik. Tentu saja, bantuan dari segala pihak sangatlah dibutuhkan.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gagasan kurikulum 2013 adalah gagasan yang luar biasa dengan tujuan menciptakan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Sayangnya, pelaksanaannya terkesan terburu-buru sehingga menimbulkan banyak permasalahan baru. Terlebih dengan adanya revisi kurikulum K13 mengakibatkan pergeseran bahkan perubahan pada KD pembelajaran. Masalah yang timbul salah satunya yaitu kesenjangan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rencana perubahan kurikulum 2013 ini memicu pro dan kontra. Sebuah perubahan sebenarnya dimaksudkan agar diperoleh kemajuan yang lebih baik. Saya sependapat bahwa dalam melakukan perubahan tidak lah instant dan membutuhkan suatu proses. Perubahan kurikulum 2013 ini dinilai masih terburu-buru. Saya akan mengibaratkan proses pendidikan seperti akan membangun sebuah bangunan. Dalam membangun sebuah rumah tentunya dibutuhkan berbagai bahan material yang dalam pendidikan merupakan komponen pembelajaran. Bahan material tersebut diantaranya semen, pasir, kayu, besi, bata, genteng, dan lain-lain. Jika akan menghasilkan rumah yang berkualitas, tentunya harus menggunakan bahan-bahan material yang berkualitas pula. Membangun rumah juga harus diawali dengan membuat desain rumah yang akan dibangun. Desain rumah ini merupakan rancangan bentuk sebuah rumah. Dalam pendidikan, desain rumah ini merupakan kurikulum pendidikan. Apabila kita akan merubah bentuk sebuah rumah, kita tidak hanya sekedar merubah begitu saja. Kita tidak bisa hanya membuat desain baru yang akan menjadi patokan bentuk bangunan rumah baru. Kita juga harus memperhitungkan semua bahan material yang mendukung pembangunan rumah tersebut. Selain itu, tak kalah penting peran tukang juga sangat berpengaruh dalam membangun rumah tersebut. Tukang di sini merupakan peran pemerintah dalam pendidikan. Pemerintah hendaknya harus bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, supaya keputusan yang diambil tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu saja. Dapat disimpulkan bahwa membangun rumah sama halnya dengan membangun pendidikan.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala hal yang baru perlu dilakukan adanya sosialisasi. Sosialisasi mengenai kurikulum 2013 ini belum sepenuhnya merata. Masih banyak guru-guru yang masih merasa bingung mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Perubahan kuriulum hendaknya diiringi dengan perubahan komponen yang lain juga, terutama dalam metode pembelajaran yang cenderung masih bersifat tradisional. Semoga perubahan kurikulum tidak hanya menjadi sebuah program sesaat dan masih perlu adanya evaluasi terhadap pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  10. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pelaksanaan Kurikulum 2013 memang terkesan buru-buru. Hal ini terlihat dari keadaan sekolah pada awal penerapannya. Kurangnya persiapan guru, siswa, dan perangkat pembelajaran menjadi sebab yang sangat terlihat. Menurut saya, Kurikulum 2013 memiliki tujuan yang baik karena memang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Akan tetapi, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa penerapan K-13 ini terkesan buru-buru sehingga terjadi ketidaksiapan dimana-mana.

    ReplyDelete
  11. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang disebutkan di atas, saya sebagai orang yang awam tentang pendidikan pun juga merasakan perubahan kurikulum 2013 yang tergesa-gesa. Asumsi saya adalah, dengan berubahnya pemegang kebijakan akan merubah pula segalanya. Entah karena ada proyek ataupun adanya kepentingan lain yang mendasari. Padahal kurikulum tidak hanya berpengaruh terhadap satu aspek saja, melainkan ke semua aspek, ke semua elemen di masyarakat merasakan perubahan tersebut

    ReplyDelete
  12. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perubahan kurikulum hendaknya melibatkan berbagai elemen yang memiliki peran disana. Harus ada kajian tertentu secara mendalam mengapa kurikulum diubah. Pastilah peran ahli sangat diperlukan. Semakin dalam kajiannya tentu perubahan akan sesuai dengan harapan dan tujuan, yaitu membuat pendidikan lebih baik. Dalam kasus ini, karena kurangnya evaluasi dan kajian menyeluruh dari berbagai pihak mengakibatkan adanya kekurangan dimana-mana terkait implementasi kurikulum 2013. Karena sudah terjalankan, tinggal bagaimana kita menjalankannya dengan baik

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. perubahan kurikulum memang memiliki pro kontra dan dilemanya sendiri. kurikulum hendaknya dipersiapakan secara matang karena kurikulum berkaitan dengan masa depan pendidikan Indonesia. Namun terlepas dari pro kontra yang ada, pemerintah memiliki hak untuk menetapkan kurikulum apa yang akan diterapkan. Dan menurut saya untuk saat ini pemerintah sedikit terlalu gegabah dalam menetapkan kurikulum yang berlaku. Sebab nyatanya kurikulum 2013 telah direvisi berkali-kali sebagai bukti bahwa kurikulum 2013 belum sempurna.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kurikulum merupakan landasan suatu pendidikan. Pembelajaran di sekolah biasanya mengacu pada kurikulum yang ada. Sehingga kurikulum memang sebaiknya harus disusun dengan sebaik mungkin, dengan mempertimbangkan banyak aspek dan diselaraskan dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai. Memang pada dasarnya kurikulum 2013 adalah kurikulum yang belum siap sama sekali karena banyak sekali terdapat kekurangan yaitu dari guru nya dan sapras. Dalam hal sapras yaitu buku pegangan guru dan siswa didapat setelah mealaksanakan kurikulum tersebut setelah 2 bulan aktif belajar selain itu didalam buku tersebut juga terdapat banyak kesalahan. Bukan itu saja kesiapan/pemahaman guru juga belum matang sehingga proses pembelajaran masih didominasi oleh metode pembelajaran cara lama (konvensional) yang mana seharusnya metode pada kurikulum 2013 sudah berorientasi pada student centered yang menciptakan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  15. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru dan pelaksana kurikulum harus segera menyiapkan diri dan beradaptasi dengan pergantian kurikulum ini. Sehingga permasalahan tidak berlarut-larut. Karena kurikulum ini sudah terlanjur diterapkan. Jangan sampai siswa terkena dampaknya. Mereka yang mendapatkan hak untuk dididik perlu difasilitasi agar tidak terganggu pemenuhan hak nya

    ReplyDelete
  16. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pro-kontra kurikulum 2013 memang belum habis perbincangannya, setelah awalnya mendapat penolakan dan sekarang telah diputuskan menjadi kurikulum baru masih ada masalah yang timbul dari pelaksanaannya. Berdasarkan hasil perbincangan saya dengan beberapa siswa SMP dan SMA, mereka merasa guru sudah tidak seperti guru selayaknya. mereka masih merasa guru seharusnya menyalurkan ilmu kepada murid. tanggapan mereka terhadap kurikulum 2013 ini membuat guru seperti acuh terhadap siswa, ketika pembelajaran siswa hanya disuruh mengerjakan tanpa ada penjelasan sedikitpun. oleh karena itu perlu dipahami bahwa kurikulum 2013 itu untuk mengaktifkan siswa bukan untuk membiarkan siswa belajar tanpa difasilitasi, tanpa perangkat pembelajaran RPP dan LKS yang baik, tentu siswa merasa seperti yang telah saya paparkan sebelumnya. Jadi, sebagai pendidik yang mengalami perubahan kuirikulum ini harus memfasilitasi siswanya agar dapat merasakan apa tujuan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  17. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pelaksanaan kurikulum 2013 memang terkesan terburu buru, dengan masa percobaan yang sedikit singkat pemerinta langsung menetapkan kurikulum 2013 tersebut, penolakan terjadi salah satu nya didasari oleh belum siapnya sekolah mengubah semua nya menjadi yang sesuai dengan K 13 karena perubahan itu semua butuh proses.

    ReplyDelete
  18. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    salah satu dasar penolakan nya ditetapkannya K13 adalah karean guru guru sebagian belum siap dengan konsep pendidikan yang baru, dan untuk guru guru yang sudah lama harus mengikuti pelatihan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah agar mengerti dan paham mengenai pembelajran dengan konsep K13, namun kenayataanya,terkadang guru setelah mengikuti pelatihan pun terkadang tidak menerapkan dalam pembelajaran yang sesungguhnya, sehingga baik jika diadakan pemantauan berskala.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sejauh ini ada dua teori mengenai dimensi 4. Pertama, teori yang mengatakan dimensi ke 4 adalah waktu. Kedua, teori yang mengatakan dimensi 4 adalah dimensi yang dibentuk oleh dimensi 3. Tidak bisa digambarkan atau dibuat dalam dunia nyata. Karena dunia (nyata) ini merupakan dimensi 3, yang lebih rendah dari pada dimensi 4. Sehingga akan terjadi reduksi jika dimensi 4 masuk ke dalam dimensi 3. Dalam geometri analitik, ada yang bisa menggambarkan dimensi 4, 5, 6, dan seterusnya hingga dimensi ke n. Namun, hal tersebut tidak representatif dan subjektif dari pandangan masing-masing orang.

    ReplyDelete
  20. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bukan tanpa alasan perubahan kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013, alasan utamanya adalah agar terciptanya individu yang dapat bersaing dengan dunia luar. Seperti yang diketahui bahwa seiring berkembangnya zaman, dunia pendidikan juga dituntut untuk mengikutinya. Tetapi pada kenyataannya penerapan K13 sangat terkesan memang sangat terburu-buru dan memaksa sehingga guru dan siswa pun banyak yang tidak siap. Seharunya terlebih dahulu ada pelatihan dan pembinaan terhadap guru-guru agar penerapan K13 berjalan sesuai secara optimal dan mencapai tujuan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  21. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perubahan kurikulum 2013 didasarkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya atau KTSP, namun pemerintah terlalu terburu-buru untuk menerapkan kurikulum 2013, padahal di lapangan banyak faktor yang belum siap dengan diterapkannya K13, ketidaksiapan guru, siswa, maupun bahan ajar.

    ReplyDelete
  22. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pergantian kurikulum memang perlu untuk mengikuti tuntutan jaman yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Namun, memang pada penerapannya haruslah diperhatikan kesiapan para pendidik, peserta didik, maupun segala pihak yang terkait dari segi psikologis maupun material. Tentu dalam menerapkannya tidak dapat langsung sekali jadi, namun perlu dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete
  23. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dapat dilihat sampai saat ini pelaksanaan kurikulum 2013 lambat laun semakin membaik. Terhitung sejak awal penetapannya hingga saat ini 2017, semua terlihat semakin membaik. Memang benar belum sempurna, namun setidaknya saat ini sudah banyak pihak yang telah terbiasa dan mengenal kurikulum ini secara lebih baik, dan memahami apa hakikat dari pelaksanaan kurikulum ini.

    ReplyDelete
  24. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sepakat dengan rekomendasi yang diberikan nomor 3 mengenai peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980) menurut saya, semakin mudah pelajarannya, pada hakekatnya semakin sulit bagaimana cara pengajarannya.

    ReplyDelete
  25. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kurikulum 2013 pada awal kemunculannya memang banyak menimbulkan pro dan kontrra. Bahkan yang sering terdengar adalah kontra atau pemolakan kurikulum 2013 untuk diberlakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Alasan-alasan yang telah dikemukakan dalam artikel ini sudah sering terdengar dan dilontarkan oleh orang-orang yang kontra terhadap kurikulum 2013, mulai dari latar belakang kurikulum yang tidak jelas, sampai dugaan bahwa kurikulum 2013 ini hanya menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu seperti penerbit buku yang jelas-jelas bukan sasaran utama diadakannya perubahan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  26. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyaknya penolakan yang terjadi di masyarakat ataupun di kalangan para pelaku pendidikan, menjadikan kurikulum 2013 sering sekali mengalami revisi. Dan seakan-akan revisi-revisi yang dilakukan memberikan bukti bahwasanya kurikulum 2013 ini memang belum sempurna untuk diterapkan ke dalam sistem nasional pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 hanyalah sebuah nama baru saja, karena pada dasarnya isi dari kurikulum 2013 ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang pernah ada. Hal ini seakan mengindikasikan bahwa kurikulum 2013 sebenarnya tidak menawarkan solusi yang baru untuk dapat merombak atau mentransfomasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Tetapi semoga saja dengan revisi-revisi yang dilakukan terhadap kurikulum 2013, dapat memberikan harapan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. aminn

    ReplyDelete
  27. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Perubahan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 memang seharusnya dilakukan, sebab idealnya kurikulum berubah dalam kurun waktu lima tahun sekali. Akan tetapi didalam proses perubahan tersebut perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  28. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebenarnya rancangan kurikulum 2013 sudah bagus, namun prakteknya masih banyak terkendala seperti masalah buku, materi, persiapan baik siswa maupun guru karena menggunakan metode yang bersifat student center. Menurut saya, perubahan memang seharusnya dilakukan walaupun di awal terasa seperti menyulitkan. Jika kita tidak melakukan perubahan sekarang, kita akan tertinggal dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete
  29. Terkait dengan poin ke 3 pada petisi di atas, disebutkan bahwa, "Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006." Hal ini sejujurnya membingnungkan saya. Kebingungan saya ini muncul ketika saya mengingat kembali perkuliahan saya sewaktu menempuh pendidikan S1 pada prodi Kebijakan Pendidikan UNY. Saya teringat suatu materi bahwa suatu kebijakan (tidak terkecuali kebijakan pendidikan) lahir melalui paling tidak 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, impelementasi, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi inilah akan didapati suatu keputusan apakah suatu kebijakan akan tetap dilanjutkan tanpa perbaikan datau modifikasi sedikitpun, apakah kebijakan akan dilanjutkan dengan suatu perbaikan atau modifikasi, dan apakah suatu kebijakan akan dihentikan dan digantikan dengan kebijakan yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa suatu kebijakan baru muncul menggantikan kebijakan lama didahului dengan evaluasi (tentunya dengan riset). Dengan munculnya petisi tersebut saya ingin menayakan apakah permasalahan yang dimunculkan pada petisi ini dapat menjadi gambaran bahwa kebijakan yang ada Indonesia berjalan dengan tidak ideal?; kemudian hal kedua yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan tindak lanjut evaluasi itu sendiri sebelum memasuki tahap perencanaan dan implementasi kebijakan yang "baru", yaitu apakah dokumen evaluasi (hasil riset ataupun yang lain) penting untuk dipublikasikan agar masyarakat mengetahui? Jika "iya", bagaimana idealnya publikasi hasil evaluasi suatu kebijakan?

    Tri Wulaningrum
    Mahasiswa PEP S2 Angkatan 2017 Kelas B

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP/B S2 (2017)

    Terkait dengan poin ke 3 pada petisi di atas, disebutkan bahwa, "Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006." Hal ini sejujurnya membingnungkan saya. Kebingungan saya ini muncul ketika saya mengingat kembali perkuliahan saya sewaktu menempuh pendidikan S1 pada prodi Kebijakan Pendidikan UNY. Saya teringat suatu materi bahwa suatu kebijakan (tidak terkecuali kebijakan pendidikan) lahir melalui paling tidak 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, impelementasi, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi inilah akan didapati suatu keputusan apakah suatu kebijakan akan tetap dilanjutkan tanpa perbaikan datau modifikasi sedikitpun, apakah kebijakan akan dilanjutkan dengan suatu perbaikan atau modifikasi, dan apakah suatu kebijakan akan dihentikan dan digantikan dengan kebijakan yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa suatu kebijakan baru muncul menggantikan kebijakan lama didahului dengan evaluasi (tentunya dengan riset). Dengan munculnya petisi tersebut saya ingin menayakan apakah permasalahan yang dimunculkan pada petisi ini dapat menjadi gambaran bahwa kebijakan yang ada Indonesia berjalan dengan tidak ideal?; kemudian hal kedua yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan tindak lanjut evaluasi itu sendiri sebelum memasuki tahap perencanaan dan implementasi kebijakan yang "baru", yaitu apakah dokumen evaluasi (hasil riset ataupun yang lain) penting untuk dipublikasikan agar masyarakat mengetahui? Jika "iya", bagaimana idealnya publikasi hasil evaluasi suatu kebijakan?

    ReplyDelete
  31. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Perubahan kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 menyebabkan banyak kontroversi. Banyak hal yang dinilai belum siap dalam menghadapi perubahan kurikulum 2013. Hal ini dapat dilihat dari belum siapnya guru, fasilitas, bahkan siswa. Namun menurut saya, perubahan kurikulum sangat diperlukan. Dari rentang tahun 2006 ke 2013 melebihi 5 tahun, artinya ilmu pengetahuan dan teknologi serta kondisi masyarakat juga mengalami perkembangan dan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum 2013 hakikatnya baik untuk diterapkan, namun perlu dilakukan persiapan dari berbagai komponen pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan ini saya rasa dibuat ketika sedang hangat-hangatnya diwacanakan perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Menurut saya, perubahan kurikulum sah-sah saja untuk dilakukan karena zaman selalu berkembang sehingga sistem pendidikan pun juga harus berkembang sesuai zamannya. Bayangkan jika kurikulum kita masih kurikulum yangmana proses pembelajaran berpusat kepada guru, padahal teori belajar sudah mengatakan bahwa proses pembelajaran yang baik ialah proses belajar yang berpusat pada siswa. Akan tetapi, perubahan kurikulum tersebut memang harus dilakukan murni karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, bukan karena ada oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan. Selain itu, perubahan kurikulum juga harus diiringi dengan mempersiapkan guru-guru serta fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mendukung perubahan kurikulum tersebut. Dengan begitu, perubahan kurikulum diharapkan tidak memunculkan keluhan-keluhan dari banyak pihak dan dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  33. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Untuk kurikulum 2013 ini sudah diwarnai dengan berbagai masukan pro dan kontra yang berasal dari pikiran pemerintah maupun masyarakat. Kesiapan dan ketersediaan sumber daya yang ada sepertinnya belum matang, sehingga pada tahun ini pun terlihat hasil dari pemberlakuan kurikulum tersebut. Oleh karena itu, seharusnya setiap kebijakan dipikirkan lebih matang lagi, agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun. Mengutamakan peserta didik dalam hal pendidikan memanglah baik, namun akan lebih baik lagi jika guru dan peserta didik sama-sama diutamakan. Memang sebaiknya harus ada kesiapan yang matang dari pengajar dan siswa nya.

    ReplyDelete
  34. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pelajari tulisan ini adalah dalam kebijakan pemerintah selalu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju begitulah dinamika kehidupan penuh dengan kontradiksi. Petisi ini dimunculkan tanggal 5 Desember 2012, tentunya diawali dengan rasa kekhawatiran masyarakat terhadap penerapan kurikulum 2013 yang terkesan terburu-buru akan menimbulkan banyak efek negatif daripada efek positifnya. Mengenai efek dari penerapan kurikulum 2013 sendiri, kami rasa para guru dan praktisi sudah merasakan pelaksanaan kurikulum tersebut beserta segala dinamikanya yang terjadi, tentu saja pendapat mengenai hal ini juga pasti beraneka ragam.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Munculnya kurikulum 2013 memang menuai banyak kontroversi.Kontroversi ini tidak lepas dari terkesan terburu-burunya pemerintah menerapakan kurikulm tnpa persiapan yang matang. Alhasil kurikulum ini pun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Belum lagi pergantian kabinet yang begitu cepat menjadikan semakin tidak konsistennya pendidikan di negara ini.

    ReplyDelete
  36. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kurikulum pendidikan yang berlaku merupakan dasar dari implementasi pendidikan. Kurikulum digunakan untuk mengatur pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Pelaksanaan kurikulum melibatkan banyak pihak termasuk guru dan siswa. Guru dan siswa merupakan pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kurikulum yang ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, dalam penyusunan kurikulum hendaknya disesuaikan dengan guru dan siswa. Untuk mengubah kurikulum perlu adanya kesiapan dari semua pihak yang terlibat termasuk guru dan siswa. Sebagian besar guru harus dipersiapkan untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran sesuai kurikulum yang diharapkan. Selain itu, perubahan kurikulum hendaknya didasarkan pada visi, misi, tujuan, dan alasan tertentu bukan hanya sekedar menguntungkan beberapa pihak saja karena pendidikan sangat menentukan kualitas SDM yang menjadi penggerak suatu negara.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof, selamat malam
    Perubahan kurikulum perlu dilakukan untuk menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan ruang dan waktunya. Dalam beberapa hal Kurikulum 2013 memiliki keunggulan, tetapi terdapat hal-hal khusus yang perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu hal yang menjadi penyebab penolakan dari berbagai pihak adalah penerapannya yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Pada awal implementasinya, Kurikulum 2013 masih perlu dievalusi agar lebih matang dalam implementasinya. Sampai saat ini pun, pelaksanaan Kurikulum 2013 masih perlu direview dan dikaji seberapa jauh keberhasilan Kurikulum tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan.

    ReplyDelete
  38. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap perubahan memang pada awalnya selalu menuai reaksi atau tanggapan yang berbeda bagi setiap individu, dengan berbagai alasan dan pertimbangan berdasarkan sudut pandang mereka, kemungkinan reaksi atau tanggapan yang diberikan yaitu penerimaan, penolakan, atau bahkan tidak keduanya. Menurut saya pribadi adalah wajar apabila reaksi yang tunjukkan adalah penerimaan ataupun penolakan. Perubahan pada kurikulum dari KTSP ke K2013 awalnya juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak dan dalam pelaksanaannya pun mengalami berbagai kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan, namun sebagaimana hakikat suatu perubahan, bahwa semua perubahan membutuhkan proses dan semua proses itu membutuhkan waktu, baik untuk menyesuaikan maupun membiasakan diri dengan perubahan tersebut, semoga dengan adanya revisi-revisi yang telah dilakukan dapat memperbaiki maupun melengkapi kekurangan ataupun kelemahan pelaksanaan kurikulum 2013 sebelumnya dan semoga penerapan kurikulum 2013 dapat mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  39. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Secara garis besar saya memiliki semangat yang sama dengan artikel yang sangat menarik di atas. Adapun beberapa alasan mendasar saya terkait dengan penolakan terhadap kurikulum 2013 yaitu:
    Pertama, pembelajaran dalam kurikulum 2013 belum berpusat kepada siswa karena prosedur pembelajaraan yang lebih condong berpusat kepada pemerintah. proses pembelajaran sejatinya mengutamakan kebutuhan perkembangan minat dan bakat siswa. kebutuhan tersebut akan susah diakomodir dengan materi ajar dan proses pembelajaran yang diatur dan disusun oleh pemerintah.
    Kedua, siasatnya pembelajaran menjadi semakin menyenangkan ternyata malah membebani. pembelajaran yang menyenangkan akan sulit dicapai bila jam belajar dan tugas siswa ditambah. suasana pembelajaran terkesan sekedar mengejar target kurikulum yang dibuat pemerintah.
    Ketiga, buku wajib yang bersumber dari pemerintah tidak dapat memuat seluruh proses pembelajaran yang diharapkan siswa, guru dan orang tua sehingga membelenggu proses pembelajaran. Selain itu, keberadaan buku wajib akan menghancurkan kreativitas guru dalam mengajar.
    Keempat, evaluasi pada kurikulum 2013 sangat sulit karena sasarannya tidak terumus dengan baik. Dalam perumusan sasaran kurikulum harus disusun dengan spesifik, terukur, dapat dicapai oleh siswa, masuk akal, dan sesuai dengan alokasi waktu. Sementara itu guru masih sulit memahami penilaian pada kurikulum 2013 karena memang masalahnya berada pada rumusan sasaran kurikulum.
    Kelima, walaupun dalam kurikulum 2013 siasatnya penyeragaman namun implementasinya memberlakukan yang beragam menjadi seragam. Terlihat dalam perumusan konsep yang masih tersentralistik tanpa melibatkan guru-guru di daerah. Begitu pula pada buku ajar dan materi ajarnya terkesan tidak mengemukakan kearifan lokal di beberapa daerah. Perlu disadari bahwa meskipun dalam satu sistem pendidikan tidak berarti satu kurikulum nasional. Semestinya kita dapat mematangkan identitas keberagaman indonesia melalui kurikulum.
    Dalam kasus ini bukan hanya sekolah yang tidak siap tapi kurikulum yang memang terlanjur ‘kacau’, seluruh sekolah belum siap menerapkan kurikulum yang ‘kacau’. lebih baik menyelesaikan masalah daripada memunculkan masalah yang lebih besar.
    Selama ini, kurikulum yang terpusat (sentralistik) akan menjebak guru pada perangkap yang menjadikan guru sebagai manusia bermental kandang sehingga kurang kreatif dan malas berinisiatif. Kendala lain dalam pengimplementasian kurikulum yang terpusat adalah mematikan roh keberagaman dan kearifan lokal.
    Maka dari itu, solusi yang saya tawarkan adalah, dalam penyusunan kurikulum lebih baik jika dibuat oleh guru atau sekolah dengan melibatkan masyarakat. Maka dengan cara tersebut sekolah dapat menjawab kebutuhan setempat. Kegiatan pembelajaraan yang dajarkan akan relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam interaksi sosial masyarakat. Sehingga lulusannya akan bermanfaat bagi masyarakat daerah tersebut. Selain itu, kurikulum yang pelaksanaanya dengan asas kelokalan akan lebih fleksibel pada proses pembelajaran.
    Pemerintah perlu memberikan kepercayaan kepada pihak yang terlibat langsung terhadap siswa karena pada hakikinya merekalah yang lebih berperan dalam hal pendidikan karena mereka lebih tahu dengan pengalaman dilapangan. semoga pemerintah tidak melupakan peran guru, sekolah, dan masyarakat atau orang tua. Karena hal-hal inilah yang harus diupayakan semua pihak untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  40. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut saya perubahan kurikulum KTSP ke 2013 terlalu dini. Padahal pelaksanaan KTSP belum merata secara optimal diseluruh wilayah Indonesia terutama di daerah pedalaman kota. Selain itu menurut saya KTSP merupakan kurikulum yang cukup bagus dalam memberikan perbadingan antara kegiatan siswa dan guru di dalam pembelajaran. Maka dari itu, kedepannya untuk menentukan kebijakan dalam melakukan perubahan kurikulum sebaiknya di data secara menyeluruh terhadap ketercapaian dari sebuah kurikulum sebelumnya yang penilaiannya bukan hanya tertumpu pada sekolah-sekolah yang sudah maju, agar setiap perubahan yang dilakukan tidak mengganggu sistem pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan pemahaman yang cukup mendalam.

    ReplyDelete
  41. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013 beberapa tahun yang lalu memang menuai banyak kontroversi. Bagi pihak yang tidak setuju dengan adanya perubahan kurikulum berpandangan bahwa perubahan terjadi secara tergesa-gesa tanpa melakukan riset yang mendalam. Selain itu juga tidak memperhatikan kesiapan baik bagi guru maupun pihak-pihak terkait dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Namun, bagi mereka yang setuju perubahan kurikulum berpandangan bahwa dengan adanya kurikulum baru akan membawa perbaikan dalam bidang pendidikan.
    Menurut saya, perubahan kurikulum dari masa ke masa wajar saja terjadi, mengingat semakin berkembangnya zaman maka semakin berubah dan bertambahnya kebutuhan dalam dunia pendidikan. Sehingga kurikulum yang baru dirancang untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Maka dengan adanya kurikulum 2013 memang diharapkan dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi. Namun, tidak dapat dipungkiri munculnya kurikulum 2013 ini perlu dievaluasi agar penerapannya di lapangan semakin baik.

    ReplyDelete
  42. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Mengenai perubahan kurikulum menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dari orang-orang.Namun yang membingungkan apa sebenarnya yang mendasari sehingga kurikulum yang dari KTSP berubah haluan menjadi kurikulum 201?3.Apakah berdasarkan karakter dan tingkat pengetahuan anak-anak atau ada kemungkinan lain yang mendasar?Sejauh yang saya lihat dengan adanya kurikulum 2013 banyak yang diluar harapan kesannya membingungkan.Keluh dan kesah terkait adanya kurikulum 2103 menghadirkan polemik yang baru bagi dunia pendidikan. Saya sangat setuju dengan rekomendais sebagimana yang telah tertuang dalam postingan ini bahwa perubahan kurikulum tidak didasari dengan pradigma yang jelas.Alangkah lebih baiknya yang menjadi perhatian utama bagaimana menciptakan guru-guru yang profesional guna membangun pendidikan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  43. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Perubahan akan selalu terjadi dalam kehidupan. Termasuk dalam kurikulum. Sekarang kita memakai kurikulum 2013 tentu ada pro dan kontranya. Maka ke depan mari sama sama memperbaki keadaan, dengan terus belajar dan berbenah sehingga kurikulum dapat menaungi dan mengayomi guru dan siswa siswa. Baik buruknya suatu kurikulum adalah hal yang perlu dikaji ulang, karena kurikulum yang ada berlum mengkover semua keadaan siswa atau sebagai jalan tengahnya suatu pendidikan, kurikulum yang digaungkan sekarang pun asala muasalahnya juga tidak tahu dari mana, sehingga pengkajian yang matang dan tepat adalah hal yang harus dilakukan sebelum menjadikan suatu kebijakan dalam dunia pendidikan. harapan kurikulum adalah menjadikan siswa dan guru semakin baik dan semakin aktif dalam pembelajaran sehingga harus melalui proses yang ppanjang untuk mnegganti suatu kurikulumyang diberlakukan untuk nasional.

    ReplyDelete
  44. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Ketika kurikulum 2013 dilaunching untuk menggantikan kurikulum 2006 saya berada pada posisi yang tidak mengetahui alasan atau latar belakang perubahan kurikulum ini. Begitu juga dengan pergantian kurikulum di tahun-tahun sebelumnya.
    Saya hanya mendapatkan gambaran mengenai suasana kelas dan suasana pembelajaran yang diharapkan muncul ketika kurikulum 2013 digunakan dalam pembelajaran. Gambaran ini saya dapat dari salah seorang dosen saya ketika S1. Dari ilustrasi yang digambarkan dosen saya tersebut, saya merasa kurikulum 2013 akan cocok jika diterapkan pada pembelajaran sehingga melahirkan optimisme. Namun setelah membaca tulisan dari Prof Marsigit ini saya jadi bertanya-tanya mengenai latar belakang pergantian kurikulum 2006 menuju kurikulum 2013, beserta kondisi genting apa yang membuat perubahan kurikulum akhirnya dipiij sebagai solusi yang diambil pemerintah dalam menghadapi persoalan pendidikan disaat masih banyak solusi lain yang bisa dipilih

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik pada poin penolakan nomor 6, bahwa perubahan kurikulum menguntungkan penerbit buku pelajaran. Memang benar karena dengan bergantinya ktsp menjadi k13 maka buku-buku lama(ktsp) akan tergantikan dengan buku-buku baru(k13), bahkan tahun lalu k13 direvisi sehingga memunculkan kurikulum baru yaitu k13 revisi. Perubahan k13 menjadi k13 revisi menurut saya hanya merubah urutan bab yang dipelajari atau bisa dikatakan bab hanya dibolak balik, tentu ini sangat menguntungkan penerbit buku, karena mereka hanya membolak balik bab saja.

    ReplyDelete
  46. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebagian kebijakan yang dibuat oleh pemerintah akan mendapat penolakan ataupun dukungan. Dalam hal ini saya tidak akan membela atau menolaknya, namun akan melihat masing-masing perbedaan ini. Dari satu pihak seperti yang disampaikan diatas penolakan kurikulum terkesenan tergesa-gesa untuk dirubah, tanpa visi yang jelas dan mengandung unsur bisnis, karena secara garis besar pihak ini merasa belum siap, dan untuk menerapkan kurikulum itu perlu persiapan yang matang, seperti itu kurang lebihnya. Dilain pihak ada pula yang berpendapat bahwa perubahan kurikulum itu suatu keniscayaan yang mana dilihat pula dengan perkembangan zaman yang serba canggih saat ini maka perubahan haruslah cepat dilaksanakan. Membinggungkan juga memang, namun yang perlu diambil jalan tengahnya yaitu bagaimana melihat dari kedua pendapat tersebut mana yang lebih banyak manfaatnya dibandingkan kerugiannya ketika dilaksanakan.

    ReplyDelete
  47. Junianto
    17709251065
    PM C

    Penolakan yang dilakukan oleh koalisi di atas tentu tidak tanpa alasan yang jelas. Berbagai alasan juga sudah disampaikan secara gamblang kenapa kurikulum 2013 ditolak. Manurut pendapat saya, gagasan dalam kurikulum 2013 cukup bagus dan bisa memancing siswa untuk berpikir kritis dalam hal metode yang digunakan. Sayangnya, gagasan yang bagus ini belum begitu matang di persiapkan sehingga dalam pelaksanaannya pun masih belum optimal.

    ReplyDelete
  48. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Kurikulum sebagai pedoman berjalan nya pendidikan memegang peran sentral dalam pendidikan. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu memfasilitasi kebutuhan dan potensi peserta didik. Fenomen perubahan kurikulum KTSP menjadi K13 menurut saya kurang tepat. Karena instrumen-instrumen yang ada pada K13 tak jauh berbeda dengan KTSP. Terdapat beberapa penjabaran yang lebih rinci pada k13 yang sedikit membedakan, namun secara implisit hal semacam ini juga sudah ada pada KTSP hanya tidak dijelaskan secara mendetail. Selain itu penekanan K13 pada pendekatan saintifiknya yaitu 5M, dimana hal ini juga bisa d terapkan pada KTSP. Yang menjadi urgensi menurut saya adalah peningkatan kualitas pendidik sebagai ujung tombak kualitas pendidikan.

    ReplyDelete
  49. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Perubahan kurikulum dari KTSP 2006 ke Kurikulum 2013 mungkin saja disertai dengan niat untuk merubah sistem pendidikan menjadi lebh baik. tapi memang terkesan terburu-buru dan tidak melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang ini. mungkin lebih baik jika difokuskan terlebih dahulu dengan perubahan metode pengajaran guru dari yang bersifat tradisional ke metode yang lebih inovatif (terutama di pelajaran matematika dan sains).

    ReplyDelete
  50. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Koalisi menolak kurikulum 2013, sekarang kurikulum sudah terganti karena alasan politik menolak kurikulum memang wajar karena perbedaan pandangan hanya saja harus memiliki alasan yang jelas dan meilihat pemaparan bapak saya tertarik untuk menolak K2013. Dan nyata pun sekarang sudah kembali ke ktsp 2006 dan tidak berlaku kembali kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  51. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap perubahan tentang kebijakan pemerintah pasti menimbulkan pro dan kontra. Mendiknas menilai bahwa mutu pendidikan kita masih rendah. hal ini terkait dengan survey “Trends in International Math and Science” oleh Global Institute pada tahun 2007. Sehinggga pemerintah merencanakan perubahan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan daya nalar siswa, meningkatkan kreativitas, dan pendidikan karakter. Walaupun mungkin masih banyak kekurangan, namun menurut saya tujuan dari perubahan kurikulum tersebut sangat baik.

    ReplyDelete
  52. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya sangat setuju sekali dengan rekomendasi bapak yang bernomor 2 yaitu orientasi pendidikan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar. Salah satu tujuan negara kita dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pada dasarnya terdapat linearitas anatara kecerdasan dan kesejahteraan. Apabila masyarakat kita cerdas-cerdas maka tidak akan sult untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju. Hal yang biasanya terjadi adalah kadang kita masih sulit mempertahankan identitas diri sendiri jadi ketika di luar negara kita terdapat trend tertentu tentang suatu kurikulum, maka sebelum diterapkan untuk bangsa Indonesia harus ditelaah terlebih dahulu apakah sesuai dengan idetitas dan masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  53. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Perubahan pada dasarnya memang untuk menuju kearan kebaikan. Namun saat perubahan itu dilakukan dengan terburu-buru, tidak bertahap dan secara drastis maka perubahan tersebut akan berjalan kurang maksimal dan bahkan akan menimbulkan masalah yang baru. Perubahan kurikulum sekan-akan “ganti menteri” maka harus ganti kebijakan ganti kurikulum. Padahal yang membuat kebijakan mengenai dunia pendidikan di Indonesia ini tidak selalu beliau pernah terjun langsung malalui kegiatan pembelajaran disekolah. Sehingga kesannya ganti menteri maka ganti kurikulum itu seakan-akan bukan hanya berorientasi pada siswa. Tapi lebih berorientasi pada mendatangkan proyek. Akan lebih baik jika terlebih dahulu melakukan riset mendalam untuk memperbaiki kurikulum yang sedang berjalan dan disertai dengan peningkatan kompetensi guru. Terimakasih

    ReplyDelete
  54. Junianto
    PM C
    17709251065

    Persiapan yang kurang optimal inilah saya kira sebagai akar dari masalh pelaksanaan kurikulum 2013. Sebelum diterapkan pun tidak didahului dengan riset dan evaluasi kurikulum sebelumna yaitu KTSP. Maka dari itu, berbagai elemen yang terlibat dalam pendidikan merasa kesulitan dan keberatan dengan diterapkannya kurikulum 2013. Meskipun demikian, dicabutnya kurikulum 2013 sebaiknya dibarengi dengan persiapan kurikulum baru yang lebih baik, efisien dan efektif.

    ReplyDelete
  55. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Meskipun komentar saya terbilang amat sangat terlambat dan mungkin sudah tidak relevan, namun saya ingin mengutarakan pendapat bahwa, pelaksanaan kurikulum 2013 sejak hampir 4 tahun lalu, tidak selalu mulus dalam pengimplementasiannya. Perubahan dan perevisian kurikulum 2013 dari tahun ke tahun, membuat guru dan dan seluruh masyarakat sekolah menjadi bingung atas ketidak konsistenan dari kebijakan yang telah dibuat. Meskipun alasan adanya perevisian kurikulum ini adalah agar relevan dengan perkembangan jaman masa kini, namun pelaksanaannya selama ini menjadi terlihat kacau karena terlau sering direvisi dan belum tahu output yang dihasilkan seperti apa. Hal itu tidak terjadi pada semua sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 ini, beberapa di antaranya telah setuju dan mampu mengaplikasikan kurikulum 2013 begitupun dengan segala perevisian yang telah terjadi. Namun, masih banyak pula sekolah yang tidak mau mengimplementasikannya karena dirasa siswa-siswa dan sarana dan prasarana be;um memadai, serta ada faktor-faktor lain yang masih menghambat keberlangsungannya. Sehingga alangkah baiknya jikasetiap adanya perubahan kurikulum, harusnya dipikir dengan mantap dan matang, berorientasi pada tjuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa embel-embel niat yang lain atau sesuai pada selera kebutuhan pasar, fokus untuk meningkatkan kualitas guru dan output siswa agar kualitas pendidikan juga meningkat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  56. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pada awal kemunculannya saya juga kurang setuju dengan adanya kurikulum 2013 ini, yaitu kurikulum baru pengganti kurikulum 2006 atau KTSP. Semakin saya mengikuti pelaksanaanya serta atributnya, saya semakin yakin bahwa kurikulum 2013 ini dibuat dengan terburu-buru tanpa proses yang matang. Salah satu contoh nyata yang saya temui terkait dengan kurang matangnya kurikulum 2013 ini ialah terjadi shock teaching pada guru. artinya guru belum siap menerapkan kurikulum 2013 karena tidak adanya pelatihan guru sebelumnya. Sehingga sebagian besar guru akhirnya menyerah dan menggunakan kembali metode belajar yang biasa ia lakukan sebelumnya. Selain itu, tidak semua karekteristik siswa di Indonesia sesuai jika menggunakan pendekatan pemebelajaran saintifik. Di sekolah tertentu yang masih tertinggal. Justru siswa malah menjadi tida paham jika guru menerapkan pembelajaran saintifik. Kembali lagi, ha ini terjadi karena tidak adanya pelatihan secara khusus pada para guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Jika kurikulum ini terus diterapkan, saran saya perbaiki dulu kualitas guru yang ada. Hal ini merupakan tugas bagi pemerintah juga bai guru itu sendiri.

    ReplyDelete
  57. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Perubahan kurikulum dapat dilaksanakan jika kurikulum yang berlaku dianggap sudah tidak efektif dan relevan lagi dengan tuntutan dan perkambangan jaman. Di Indonesia sendiri juga sudah beberapa kali mengalami perubahan kurikulum. Namun yang menjadi masalah adalah perubahan menjadi kurikulum 2013 yang terkesan mendadak membuat banyak masyarakat, siswa, guru menjadi tidak siap. Jadi ada baiknya apabila ada pemberitahuan dari jauh-jauh waktu. Guru juga dipersiapkan, dilatih dan diberi sosialisasi mengenai kurikulum baru tersebut. Guru pun harus benar-benar siap dalam menerapkannya, jika guru saja tidak siap apakabar dengan muridnya. Isunya tahun 2018 juga akan ada perubahan kurikulum yang dinamakan Kurikulum Nasional, sebaiknya perlu dipertimbangkan lagi kemudian segera diambil keputusan dan diadakan sosialisasi.

    ReplyDelete
  58. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kurikulum 2013 diterapkan di Indonesia mulai pertengahan tahun 2013. Kurikulum ini lebih memadatkan dan menambah jam pelajaran. Pergantian Kurikulum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta rancangan pembelajaran yang ada di sekolah sekolah.

    ReplyDelete
  59. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Perubahan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 memang seharusnya dilakukan, sebab idealnya kurikulum berubah dalam kurun waktu lima tahun sekali. Akan tetapi didalam proses perubahan tersebut perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang.
    Sebenarnya rancangan kurikulum 2013 sudah bagus, namun prakteknya masih banyak terkendala seperti masalah buku, materi, persiapan baik siswa maupun guru karena menggunakan metode yang bersifat student center. Menurut saya, perubahan memang seharusnya dilakukan walaupun di awal terasa seperti menyulitkan. Jika kita tidak melakukan perubahan sekarang, kita akan tertinggal dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete
  60. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Adanya pergonta gentian kurikulum di Indonesia bisa menjadikan pandangan bahwa system pendidikan di negeri ini masih dalam masa pencarian. Adanya kurikuum tentu harus dilandasi oleh alas an yang jelas dan penelitian yang valid dan relevan sehingga keputusan akan penerapan suatu kurikulum bukan hanya permainan semata. Berbagai alasan penolakan kurikulum 2013 diatas dan usulan yang disampaikan merupakan indicator kurangnya komunkasi pemerintah dengan para masyarakat khususnya para pendidik yang ada di bawah. Oleh karena itu, jika ada perubahan apapu dalam system kurikulum atau kurikulum itu sendiri sebaiknya dilakukan evaluasi atas kurikulum sebelumnya. Terima Kasih

    ReplyDelete
  61. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apabila kita menganalisis isi kurikulum KTSP dan kurikulum 2013, sebenarnya tidak ada banyak perbedaan mendasar, yang begitu membedakan adalah teknik penilaian pada kurikulum 2013 yang lebih rumit, penggunaan pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran dan juga penghapusan mata pelajaran TIK pada tingkat SMA/MA, dan juga penggunaan bahasa inggris. Reaksi penolakan yang terjadi adalah tentang ketidaksiapan guru untuk menghadapi kurikulum baru dengan pelatihan yang sangat singkat. Apabiladilihat dari sisi politik, kurikulum 2013 seolah-olah hanya utuk memainkan dana pemerintahan, namun sebenarnya penolakan yang terjadi karena tidak siapnya guru-guru di seluruh indonesia.

    ReplyDelete
  62. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kurikulum baru yang telah diterapkan di Indonesia ini menuai banyak kontroversi, ada yang mendukung ada yang menolak. Namun seblum kita menjatuhkan pilihan pada pro atau kontra, perlu ditinjau lebih mendalam lagi kurikulum tersebu. Berdasarkan paparan artikel diatas, saya setuju bahwa perlu diadakan peningkatan kualitas guru. Karena guru merupakn tombak pendidikan, sehingga perlu adanya pelatihan yang meningkatkan kualitas guru itu sendiri.

    ReplyDelete
  63. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hingga kini penerapan Kurikulum 2013 masih belum merata dan sempat dikembalikan ke KTSP dan hanya beberapa sekolah yang diujicobakan menggunakan kurikulum 2013. Peraturan pemerintah mengenai K13 terus menerus berubah dan membuat guru kelimpungan menyesuaikan perangkat. Siswa juga dibuat bingung oleh guru yang juga masih belum terlalu menguasai Kurikulum 2013. Scientific learning juga sangat sulit diterapkan pada setiap mata pelajaran dan materi di dalamnya. Seharusnya perubahan kurikulum dibuat secara bertahap sehingga guru lebih siap menghadapinya.

    ReplyDelete
  64. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. perubahan kurikulum memang memiliki pro kontra dan dilemanya sendiri. kurikulum hendaknya dipersiapakan secara matang karena kurikulum berkaitan dengan masa depan pendidikan Indonesia. Namun terlepas dari pro kontra yang ada, pemerintah memiliki hak untuk menetapkan kurikulum apa yang akan diterapkan. Dan menurut saya untuk saat ini pemerintah sedikit terlalu gegabah dalam menetapkan kurikulum yang berlaku. Sebab nyatanya kurikulum 2013 telah direvisi berkali-kali sebagai bukti bahwa kurikulum 2013 belum sempurna.

    ReplyDelete
  65. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Artikel ini ditulis pada tahun 2013, dan selang empat tahun berlalu, kita dapat melihat bahwa pelaksanaannnya masih jauh dari kata efektif. Mungkin maksudnya memang baik, agar kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan dengan adanya perubahan kurikulum dari ktsp menjadi k13, tapi karena kesiapan yang kurang matang, ujung-ujungnya k13 tidak dapat dioptimalkan. Seharusnya, sebelum diterapkan, pemerintah perlu fokus pada kesiapan-kesiapan di lapangan, seperti buku-buku pelajaran, fasilitas dan yang paling utama dari guru-gurunya sendiri.

    ReplyDelete
  66. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah mungkin dimaksudkan untuk merubah sistem pendidikan Indonesia yang dianggap sudah tidak mampu memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Namun merubah kurikulum yang telah selama ini digunakan dengan kurikulum baru sama seperti dengan merubah pola pikir seseorang, maka seharusnya dalam merubah kurikulum pun harus dilakukan secara perlahan, dan sistemik, namun tidak lupa harus dipersiapkan semua komponen pendidikannya secara matang terlebih dahulu agar tidak kekacauan atau kebingungan ketika guru-guru melaksanakannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain itu, Perubahan kurikulum harus didasari oleh karena hasil kajian, riset, kebutuhan bukan didasari dengan keinginan/kepentingan sekelompok orang saja dan kepentingan pasar saja. Karena jika demikian maka kurikulum yang seperti itu tidaklah cocok dengan ideologi bangsa Indonesia yang menganut paham Demokrasi. Kurikulum yang dibuat harusnya mencerminkan ideologi bangsa Indonesia bukan bangsa lain.

      Delete
  67. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Merubah kurikulum dikatakan memperbaiki kualitas pendidikan namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Kurikum seharusnya disusun dengan matang oleh ahli-ahli yang berkompeten dalam bidang pendidikan dan kurikulum. Kurikulum yang dipaksakan jadi malah akan berakibat tidak baik bagi dunia pendidikan. Penerapan kurikulum yang belum matang seolah menjadikan murid sebagai ajang percobaan, sementara guru terbebani dengan penyesuaian dan tugas tambahan.

    ReplyDelete
  68. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsepsi perubahan kurikulum menjadi K-13 diawal penggagasannya memang menimbulkan ketegangan dari berbagai pihak. Salah satunya dikarenakan dimensi perubahan kurikulum yang dilakukan terlalu banyak sehingga guru merasa kurikulum yang baru sama sekali berbeda, asing dan sukar diterapkan. Padahal jika dikaji lebih dalam, KTSP sebenarnya termuat dan terangkum dalam K-13. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  69. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Banyak yang menyangka bahwa kurikulum K-13 dibayang-bayangi oelh perubahan pemimpin dan konsepsi politik yang dilaksanakan di Indonesia. Namun hal ini tentulah tidak sepenuhnya benar karena sebagai suatu sistem kurukulum memerlukan evaluasi sebagai penyempurnaan pelaksanaanya. Adanya perubahan KTSP menjadi K-13 salah satunya dilatarbelakangi oleh hal ini pula, namun karena adanya orang baru dan pikiran baru maka konsepsi dan perubahan yang diberlakukan terkesan lebih dahsyat dan mengguncang. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  70. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  71. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Perubahan kurikulum mungkin dapat dijadikan penyelesaian dari masalah pendidikan di Indonesia jika dan hanya jika pihak-pihak terkait mampu menjalankannya. Banyak pihak yang mengatakan bahwa sebaiknya sebelum merubah yang sudah ada, akan lebih baik jika menyempurnakan atau memperbaiki kurikulum terdahulu. Menilik dari kurikulum negara Finlandia yang menurut saya "keren", namun apa bisa negara ini mengubah gaya belajarnya menjadi seperti kurikulum yang diterapkan di negara lain jika SDM nya masih belum sepenuhnya mampu mengikutinya, pemerataan fasilitas di setiap daerah dan sekolah, tidak diskriminasi memperlakukan siswa, kontribusi penuh dari orang tua, kecakapan dan kompetensi guru mengajar, dan kebijakan lainnya. Sebelum merubah kurikulum, alangkah bijaksananya jika kita bersama-sama dapat merubah diri dan segala kekurangan tersebut.

    ReplyDelete
  72. Addin D.N.A. Muhajir
    15301241037
    Pendidikan Matematika I 2015 - S1

    Sistem pendidikan di Indonesia masih kental dengan campur tangan politik menjadi suatu permasalahan lain, dan juga hal yang cukup fundamental. Adanya berbagai kepentingan politik (bahkan ekonomi) sangat mempengaruhi sistem pendidikan Indonesia hingga ranah terkecil. Untuk itu, sekadar suatu usulan, ada baiknya pemegang kuasa tertinggi dalam sistem pendidikan juga lah seseorang yang telah mengalami asam garam pendidikan.

    ReplyDelete
  73. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Perubahan ke arah positif memang diperlukan, seperti halnya dalam perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum ini bertujuan untuk memperbaiki atau melengkapi kurikulum yang ada sebelumnya, bukan merubah total kurikulum sebelumnya. Diharapkan dengan adanya perubahan kurikulum ini tujuan pendidikan dapat tercapai dan dapat berjalan optimal.

    ReplyDelete
  74. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Perubahan kurikulum yang dilakukan memiliki tujuan yang baik, untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Namun,perubahan kurikulum yang ada hendaknya juga disosialisasikan secara luas kepada masyarakat luas. Terutama kepada para pelaku dunia pendidikan. Perlu diadakan sosialisasi lebih lanjut, pelatihan khusus kepada para guru agar implementasi kurikulum yang baru dapat berjalan secara optimal sehingga tujuan yang diinginkan dan diharapkan dari perubahan kurikulum dapat tercapai.

    ReplyDelete
  75. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Saat Kurikulum 2013 pertama kali diberlakukan, memang banyak pro kontra yang menyambutnya. Anggapan bahwa perombakan kurikulum dari Kurikulum 2006 ke Kurikulum 2013 tak memiliki dasar dan teburu-buru juga semakin kuat dengan adanya keputusan yang tidak konsisten dalam menerapkan kurikulum baru ini. Tahun 2013 lalu, Kurikulum 2013 yang baru saja diberlakukan diganti lagi ke kurikulum 2006, kemudian kembali lagi ke Kurikulum 2013. Pergantian kurikulum yang secara tiba-tiba terkesan dipaksakan membuat guru menjadi tidak siap, begitu pula dengan siswanya. Kurikulum 2013 yang berencana berpusat kepada siswa tidak berjalan karena guru-guru juga belum terlalu paham akan Kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang baru kala itu.

    Pada tahun 2018 ini, pelaksanaan Kurikulum 2013 pada sekolah-sekolah mulai terlihat, pembelajaran mulai terfokus pada siswa. Namun, masih ada sekolah-sekolah yang masih menggunakan metode ceramah atau konvensional yang tidak sesuai dengan kurikulum 2013 dengan metode yang terkenal adalah saintifik. Hal ini merupakan sesuatu yang dapat dimaklumi karena untuk menuju pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran konvensional membutuhkan waktu dan latihan yang cukup. Guru perlu diberi bimbingan dan harus berlatih agar dapat menjalankan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 dengan lebih optimal.

    ReplyDelete
  76. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Dalam berita diatas, tertulis bahwa dalam pembuatan Kurikulum 2013 belum memiliki landasan dan latar belakang yang kuat sehingga terkesan terburu-buru. Dan ternyata dalam pelaksanaannya pun demikian, banyak sekali kekacauan di awal-awal pelaksanaan pembelajarannya. Maksud baik ingin memperbaiki dan mengembangkan pendidikan menjadi lebih baik, akan tetapi kekacauan pelaksanaan pendidikan yang dialami dari berbagai pihak. Bukan hanya siswa yang mengeluhkan terkait kurikulum tersebut, melainkan juga guru. Hal ini dikarenakan minimnya sosialisasi terkait kurikulum 2013 sehingga guru masih belum memiliki gambaran secara riil terkait bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran yang dimaksud dalam kurikulum 2013. Seharusnya, perubahan kurikulum harus berdasarkan riset yang jelas dari seluruh komponen steckholder terkait. Sehingga apabila memang benar pelu adanya perubahan kurikulum, pemerintah bisa mengetahui bagian mana yang seharusnya perlu di evaluasi demi meningkatkan kualitas dari pendidikan.

    ReplyDelete
  77. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sependapat dengan artikel di atas, sebagai orang yang awam dan siswa tahun terakhir yang menggunakan KTSP saya merasa pergantian kurikulum ini terkesan terlalu terburu-buru, apalagi distribusi perangkat pembelajaran seperti buku pegangan bagi guru dan buku siswa belum merata. Sosialisasi juga belum dirasakan oleh semua kalangan. Walaupun begitu banyak harapan tumbuh seiring pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Semoga dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini dapat mengubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  78. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2105

    Kurikulum merupakan hal mendasar dalam pendidikan, oleh karena itu tidak dapat sembarangan diubah. Pergantian kurikulum perlu persiapan yang matang karena menyangkut pendidikan bangsa. Jika kurikulum tidak sesuai, akan berpengaruh dalam sberbagai segi kehidupan. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa suatu sistem memang harus terus diperbarui agar sesuai dengan perkembangan zaman.

    ReplyDelete