Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Teman-teman,
Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.
Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.
2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.
3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.
4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.
6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:
1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.
2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.
3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.
Melalui petisi ini, Kami ingin mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan teman-teman terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud secara bersama-sama.

5 Desember 2012

56 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ada beberapa alasan mengapa terdapat penolakan terhadap perubahan kurikulum dari Kurikulum 2006 (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Dan salah satu alasan yang paling mendasar adalah perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan tampak terburu-buru. Hal ini membuat visi dan misi sekolah menjadi tidak jelas. Selain itu, perubahan kurikulum tidak melibatkan guru dan ahli pedagogis dalam proses pengembangan kurikulum yang dapat menyebabkan guru dan siswa menjadi korban. Tidak hanya guru, tetapi juga calon guru yang menjadi bingung karena pelajaran yang akan mereka ajarkan dihilangkan dalam kurikulum ini. Sebaiknya para pembuat kurikulum dapat memperbaiki kurikulum berdasarkan penelitian dan evaluasi pada pelaksanaan Kurikulum 2006 yang ada, sehingga perubahan kurikulum dapat menjamin pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Oleh karena itu, ada beberapa saran untuk hal ini antara lain orientasi pendidikan harus mengacu pada konstitusi, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; meningkatkan dan mematangkan kualitas guru, seperti diadakannya pelatihan sebelum perubahan kurikulum dilakukan; dan perubahan kurikulum harus didasarkan pada penelitian yang jelas dan semua mengaitkan pihak-pihak sekolah

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Perubahan kurikulum 2013 di tolak dikarenakan beberapa alasan seperti yang disebutkan diatas. Salah satu alasannya ditolaknya penerapan K13 ialah perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum. Saya sangat setuju dengan alasan ini, dikarenakan keputusan pemerintah mengenai perubahan kurikulum tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Keputusan yang dilaksanakan secara sepihak saja tidak akan berakibat bahwa perubahan tersebut akan membawa ke arah lebih baik, justru malah sebaliknya, tetapi jika dalam pengambilan keputusan perubahan kurikulum 2013 bersama dengan beberapa guru di semua daerah di Indonesia, maka keputusan yang diambil akan sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Sosialisasi perlu untuk dilakukan. Sosialisasi mengenai kurikulum 2013 ini belum sepenuhnya merata. Masih banyak guru-guru yang masih merasa bingung mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Perubahan kuriulum hendaknya diiringi dengan perubahan komponen yang lain juga, terutama dalam metode pembelajaran yang cenderung masih bersifat tradisional. Semoga perubahan kurikulum tidak hanya menjadi sebuah program sesaat dan masih perlu adanya evaluasi terhadap pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  4. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini Indonesia telah menerapkan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Namun pada kenyataannya, pada awal penerapan kurikulum, hanya setelah berjalan satu semester di seluruh sekolah di Indonesia, Menteri Pendidikan Indonesia menyatakan untuk memberhentikan kurikulum tersebut. Meskipun untuk sekolah uji coba yang telah menggunakan kurikulum 2013 selama 3 semester akan tetap menggunakan kurikulum tersebut pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Untuk sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 selama 1 semester, penerapan kurikulum tersebut tidak sesuai harapan. Banyak kendala yang dihadapi yaitu masih terdapat sekolah yang belum mendapatkan buku paket pelajaran dan persiapan guru dan siswa yang belum matang. Terlihat jelas bahwa penerapan ini terkesan terburu-buru karena menurut saya sistem pendidikan sekarang ini kacau dan menimbulkan kerugian di semua pihak.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pend. Matematika Kelas C 2016

    Perubahan kurikulum ktsp menjadi kurikulum 2013 ini memang tidak memiliki landasan yang kuat dan terkesan terburu-buru. Kurikulum 2013 ini diterapkan tanpa adanya latar belakang perubahan secara gamblang dan kuat misalnya saja yang seharusnya sebelum dilakukan perubahan harus ada evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya namun belum ada, tindakan evaluasi pada ktsp. Disekolah saya, yang terletak didesa, belum bisa menggunakan kurikulum 2013 karena masi terbatasnya fasilitas. Haruskah sekolah yang fasilitasnya belum dapat memenuhi K13 dipaksakan menggunakan K13?

    ReplyDelete
  6. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sebelum dilakukan perubahan kurikulum hendaknya guru terlebih dahulu diberi bekal pengetahuan agar dalam menghadapi kurikulum 2013 guru tidak mengalami hambatan karena kurikulum 2013 menuntut siswa untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menyajikan materi yang akan disampaikan. Apabila guru tidak bisa mengemas materi pembelajaran menjadi inovatif maka kurikulum 2013 tidak akan berjalan penolakan terhadap kurikulum 2013 sebernarnya lebih disebabkan oleh perubahan yang terlalu terburu- buru dan terkesan seperti tergesah-gesah dalam dunia bisnis. Baik pemerintah yang terlihat seperti tergesah-gesah untuk harus segera menerapkan K13 ini.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Perubahan kurikulum dari KTSP ke Kurikulum 2013 beberapa waktu yang lalu sempat menimbulkan pro dan kontra, mengingat K13 yang pada awal penerapannya menimbulkan banyak permasalahan. Mulai dari kesiapan guru dan sekolah untuk menerapkan K13, kurangnya sosialisasi dan pelatihan bagi guru, ataupun guru yang merasa sulit untuk melaksanakan K13 karena sudah terbiasa dengan kurikulum lama. Sampai saat sekarang ini pun sejak diterapkannya K13 masih menimbulkan masalah diantaranya tidak meratanya sekolah yang menggunakan k13. Masih banyak sekolah yang menerapkan KTSP dengan alasan fasilitas dan sarana pendukung K13 belum memadai sehingga pihak sekolah masih menggunakan KTSP. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah dan segera menemukan solusi yang tepat, karena hal ini dapat menimbulkan kebingungan bagi peserta didik karena dapat dikatakan ketidakjelasan kurikulum yang diterapkan, karena di satu sisi ada sekolah yang telah menerapkan K13, di sisi lain masih ada sekolah yang menggunakan KTSP. Dan pada tahun 2019 diharapkan dan telah direncankan untuk diterapkan di semua sekolah di Indonesia. Oleh karena itu semua praktisi pendidikan harus siap menghadapi semua itu.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Perubahan dalam kurikulum memanglah hal yang sudah sepatutnya dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun perubahan tersebut hendaknya disesuaikan dengan berbagai elemen yang terlibat di sekolah. Misalnya kesiapan guru dalam penerapan, pemerataan penataran guru terhadap kurikulum baru yang akan diterapkan, ketersediaan sumber dan sarana belajar,pemahaman dari kepala sekolah,guru dan masyarakat tentang kurikulum tersebut. Menurut saya, kurikulum 2013 belum siap untuk diimplementasikan untuk masa sekarang ini. Hal ini dikerenakan keterbatasan pengetahuan semua pihak di sekolah dan masyarakat tentang kurikulum 2013 yang dianggap asing. Selain itu, penataran tentang kurikulum 2013 belum merata bagi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia, sehingga belum memahami secara mendalam tentang kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  9. Perubahan kurikulum pada dasarnya dilakukan dalam usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kurikulum 13 dibuat terasa tanpa kajian yang matang dan mendalam, tiba-tiba datang dan harus diterapkan. Kurikulum 13 belum disusun secara sistematis dan memperhatikan pandangan dari berbagai stakeholder. K13 sangat terasa belum secara utuh merupakan produk yang dapat diterapkan. Terjadi kegamangan dan hambatan dalam penerapannya. Saya setuju bahwa kurikulum harus berubah secara terus menerus, tetapi dengan arah yang jelas dan merupakan perbaikan dari kurikulum sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Penolakan ini pada waktu itu dirasa sudah benar. Terbukti ketika mentri pendidikan telah diganti ternyata kurikulum 2013 memang harus dibenahi kembali. Hal ini terwujud sesuai dengan poin-poin yang bapak telah ungkapkan, yaitu
    1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah. Pemerintah memang tidak memberikan alasan yang jelas mengapa kurikulum harus diganti, padahal selama ini tidak ada kendala yang berarti.
    2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan. Ini berkaitan dengan poin pertama yaitu mengenai alasan serta tujuan.
    3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006. Riset panjang dan valid diperlukan, mengingat kurikulum ini akan diberlakuakan diseluruh Indonesia. Sedangkan Indonesia adalah negara luas dengan beragam suku, budaya, geografis, mederenisasi dan sebagainya.
    4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
    5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban. Banyak guru merasa kewalahan dengan tuntutan pada kurikulum 2013 misal pengenai penilaian yang begitu banyak dan sering. Padalah tiap guru dibebani banyak kelas dengan banyak murid.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Perubahan KTSP menjadi Kurikulum 2013 ini memang tidak memiliki landasan yang kuat dan terkesan terburu-buru. Banyak guru yang tidak memahami bagaimana pelaksanaan Kurikulum 2013. Bahkan untuk sosialisasi dan pelatihannya sangat terkesan terburu-buru, Sabtu diadakan pelatihan dan Senin besoknya sudah diminta untuk mulai dipraktekkan di sekolah masing-masing. Itu jelas tidak mungkin. Oleh karena itu, menurut saya daripada pemerintah sibuk gonta ganti kurikulum, lebih baik jika fokus untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Hal ini dikarenakan sukses atau tidaknya pelaksanaan dari suatu kurikulum dan pembelajaran ditentukan bagaimana guru mengelola pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang telah di susun.

    ReplyDelete
  12. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    K-13 dari awal, proses, bahkan sampai saat ini pun masih diperdebatkan. Demikian pula dengan Metode Scientific yang digunakan dalam K-13 sesuai dengan yang dipaparkan oleh Prof. Marsigit dalam “TINTA MERAH KESALAHAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN”. Maksudnya, teori, rekomendasi, dan perintah melalui K-13 tentang Metode Scientific. Berikut analisis beliau (Prof. Marsigit):
    1) Metode Scientific secara ontologis baru mewakili seperlima metode hidup yang ada. Lima metode hidup itu meliputi: Scientific, Regularity, Developing, Implementing, dan Spirituality.
    2) Metode Scientific secara ontologis baru mewakili setengah jenis keilmuwan yaitu Natural Science (Natureweistessaften), sedangkan yang tidak dapat terwakili adalah ilmu Humaniora (Geistesweissensaften).
    3) Metode Scientific hanya mewakili seperempat struktur hidup manusia dan masyarakat yaitu aspek materialnya saja.
    4) Metode Scientific hanya mewakili seperlima hakikat kemampuan manusia.
    5) Metode Scientific hanya mewakili dua pertiga ranah kompetensi siswa yaitu kognitif dan psikomotor, sedangkan afektif tidak dapat dijangkaunya.
    6) Metode Scientific hanya mewakili separuh kebenaran yaitu sintetik a posteriori. Sedangkan yang lain Analitik a priori.
    7) Metode Scientific hanya mewakili dua pertiga ranah filsafat hidup yaitu ontologi saja tidak sempurna, epistemologi saja tidak sempurna. Yang tidak terwakili adalah etik dan estetika.
    8) Konsep Metode Scientific yang dibuat pemerintah Indonesia melalui Kurikulum 2013, mengalami CACAT dan salah FATAL, sebab menghilangkan HIPOTESIS.
    9) Metode Scientific telah mereduksi semua metode dan fenomena tunggal manusia menjadi satu dan seragam yaitu Generasi Metode Saintifik Bangsa.
    Kesimpulan: Metode Saintifik Indonesia telah meletakkan, dan sedang menciptakan KRISIS KEMANUSIAAN Bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Konflik peredebatan tentang implementasi kurikulum 2013 masih terjadi sampai sekarang ini, menurut pendapat saya sendiri saya merasa kurikulum 2013 belum siap untuk di terapkan di dunia pendidikan Indonesia salah satu alasan saya adalah tidak meratanya kualitas guru diindonesia. Peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980) harus dilakukan. Pada dasarnya kurikulum 2013 sangat baik karena berlandaskan 4C, namun sebelum di implementasikan ada baiknya perbaiki dulu kualitas gurunya. Jika guru sudah berkualias maka kurikulum apa pun yang diterapkan akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

    ReplyDelete
  14. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seiring berkembangnya zaman, perubahan kurikulum diperlukan untuk menjawab segala tantangan zaman. Menurut hasil OECD peringkat Indonesia dalam bidang matematika masih jauh di bawah rata-rata, bahkan Indonesia kalah dengan Thailand dan menempatkan Singapura diurutan pertama. Hal itu cukup membuktikan bahwa kemampuan pemacahan masalah matematika di Indonesia masih rendah, sehingga di rasa perlu mengembangkan kurikulum pendidikan Indonesia karena semakin bertambahnya tuntutan zaman.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013. Pada mulanya saat pertama kali di launching, banyak sekali kritik dari berbagai pihak. pelaksanaannya yang belum mencakup semua, buku yang pada waktu itu hanya kelas 7 dan kelas 10 yg telah mengalami revisi, dan belum siapnya sekolah/guru/siswa nya. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika kini sudah semakin banyak tau dan paham mengenai kurikulum 2013, setelah melihat banyaknya referensi, menurut saya telah semakin terbiasa dan justru memberi respon positif. Meski belum sempurna pelaksanaannya, namun menurut saya segala pihak pendidikan mulai sadar bahwa penting nilai dan prinsip dalam kurikulum 2013 saat ini, untuk mencetak generasi arif, aktif, kreatif, inovatif, dan prestatif.

    ReplyDelete
  16. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perubahan KTSP menjadi K13 tentu bukan tanpa alasan. Saya yakin bahwa perubahan kurikulum dilakukan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, dalam menghadapi perubahan ini, semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan harus memiliki persiapan yang matang. Sementara itu sejauh yang saya tahu, belum ada persiapan yang cukup dalam penerapan K13 ini. Guru masih banyak yang bingung bagaimana menerapkan pembelajaran dengan K13. Guru juga bingung karena sebagaian materi pelajaran berubah, dibolak-balik, bahkan ada mata pelajaran yang tak lagi diajarkan sejak diterapkannya K13 ini. Hal-hal demikian yang membuat penolakan terhadap K13 menjadi tidak terhidarkan. Oleh karena itu, pelatihan dan pembinaan bagi guru perlu dilakukan agar penerapan K13 bisa berjalan dengan optimal.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Perubahan kurikulum selalu mendapatkan respon positif dan negative dan selalu ada dampak baik maupun buruk. Kurikulum setidaknya menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat di masa depan akan penerus bangsa berikutnya. Untuk menciptakan penerus bangsa yang berkualitas setidaknya system dan orang – orang yang menjalankan system tersebut adalah orang – orang telah dilatih agar tidak tertinggal dari segala perkembangan baru yang ada. Orang – orang tersebut disebut guru di dalam bidang pendidikan. Maupun apa pun kurikulumnya, jika guru telah melaksanakannya dengan optimal, niscaya tujuan yang akan dicapai secara maksimal. Oleh karena itu kualitas guru yang harus dioptimalkan terlebih dahulu, karena guru yang berhadapan dengan siswa secara langsung. Pengetahuan yang berawal dan teori dan pengalaman tidak dapat dipisahkan, harus diperoleh sering sejalan.

    ReplyDelete
  18. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Melakukan penggantian kurikulum dibutuhkan persiapan yang matang untuk segala aspek. Dalam perubahan kurikulum 2013 ini menurut saya memang sangat tergesa-gesa. Dapat dilihat dari guru maupun siswa belum siap dengan adanya kurikum ini. Apalagi perubahan kurikulum 2013 ini tidak melibatkan guru dan para pakar pedagogik dalam penyusunan kurikulum. Namun semua ini telah menjadi kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia. Dan sebagai seorang guru yang kreatif, harus siap dengan kondisi apapun. Seiring berjalannya waktu semoga guru dan siswa bisa menyesuaikan perubahan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebagaimana seperti artikel di atas, kurikulum 2013 memang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas, baik dari pendidik, siswa, orang tua siswa, praktisi pendidikan ataupun ICW. Perubahan kurikulum yang terkesan buru-buru, menyebabkan berbagai kalangan menolak diadakannya perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013. Berbagai alasan yang menyatakan ketidaksetujuan muncul untuk menanggapi perubahan kurikulum di Indonesia, diantaranya yaitu belum maksimalnya peningkatan kualitas dari guru.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Perubahan kurikulum adalah sebuah hal yang wajar dala sebuah negara yang berkembang. Karena negara yang berkembang adalah negara yang masih berusaha dan berjuang untuk mengembangkan negara tersebut. Perubahan kurikulum yang terjadi adalah perubahan yang terjadi karena keadaan yang ada di lapangan, yang paling penting adalah esensi dalam pendidikan di Indonesia adalah perubahan cara berpikir dari pendidik juga. Pola pikir endidik yang seharusnya mengharapkan untuk mengembangkan pribadi para siswanya.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ada hal baik dan ada hal yang kurang baik yang saya lihat dari perubahan kurikulum sebelumnya menjadi kurikulum 2013. Tentunya memang benar yang disampaikan pada artikel diatas bahwa akan berdampak kurang baik bagi pihak – pihak tertentu. Perubahan kurikulum hendaknya memang dipikirkan matang – matang dan dipertimbangkan dengan baik, melihat dampak yang akan timbul dikemudian hari. Sebaiknya perlu adanya sosialisasi ke seluruh daerah agar kurikulum dapat diterapkan secara menyeluruh dan dengan pemahaman yang tepat. Jika guru – guru di daerah 3T saja belum mendapatkan sosialisasi dan banyak guru yang belum memahaminya, maka pertanyaannya bagaimana kurikulum itu dapat diterapkan dengan tepat. Sehingga perlu adanya pertimbangan yang matang dan sosialisasi yang menyeluruh untuk dapat menerapkan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  22. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Masalah yang umumnya terjadi pada pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah Pertama, pelatihan dan sosialisasi belum dapat memberikan pemahaman yang baik dan menyeluruh mengenai Kurikulum 2013. Kedua, guru kesulitan mengatur waktu pada perencanaan pembelajaran, merencanakan pembelajaran, merencanakan penilaian sikap, dan memilah pengetahuan dan keterampilan pada penyusunan instrumen penilaian. Ketiga, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran, kesulitan berkaitan dengan perangkat pembelajaran, dan kesulitan mengaktifkan siswa. Keempat, sistem penilaian yang rumit dan perlu waktu yang lama untuk menyusun laporan.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu kurikulum kita selalau berubah setiap tahunnya, malah kalau kita dapat menyimpulkan malah apabila setiap mentri baru selalau brubah kurikulum, padahal kan kalau kta cermati kurukulum ynag lama dengan sekarang tidak ada bedanya, bedanya juga hanya sedikit, itu lah alasan kenapa banyak yang menolak, seharusnya matangkan dulu kurikulum yang ada jangan selalu berubah, kalau dilihat0lihat seenak-enaknya sendiri yang jadi mentri, apa-apa rubah kurikulum. Kita juga tahu alasan yang lain juga seperti;\: 1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku. Semoga sekarang ini jangan ada lagi kurikulum yang berubah.

    ReplyDelete
  24. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2013

    Memang benar ungkapan bahwa perubahan kurikulum hanyalah proyek besar bagi oknum-oknum tertentu saja. Perubahan Kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 ini memang menimbulkan banyak kontroversi. Hal ini dikarenakan persiapan belum matang di berbagai aspek. Yang sangat terlihat jelas adalah pelaksanaan Kurikulum yang terkesan dipaksakan karena pelaksanaannya yang tidak serempak. Kemudian, persiapan guru juga belum matang karena belum ada bekal yang cukup, meliputi pembelajaran saintifik, metode penilaian nya dan juga dari sumber belajarnya. Ini juga berimbas bagi siswa yang masih canggung terhadap perubahan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Penolakan terhadap perubahan kurikulum dari kurikulum KTSP ke kurikulum 2013. Penolakan ini boleh saja dilakukan karena benar bahwa perubahan ini teralu terburu-buru dilakukan. Selain itu, dalam elegi ini dijelaskan lagi bahwa ada beberapa rekomendasi. Di antaranya yaitu pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas guru. Ini juga baik. Namun, untuk perubahan kurikulum lebih baiknya kita pelajari dan coba dulu. Mungkin dengan berjalannya waktu kita dapat lebih memahami tujuan perubahan kurikulum ini. Dan semoga dampak pada pendidikan Indonesia bagus nantinya.

    ReplyDelete
  26. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pada awal masa diterapkannya kurikulum 2013 sempat menjadi kontroversi dalam bidang pendidikan. Wacana perubahan kurikulum yang dikeluarkan pemerintah mengundang pro dan kontra atas hal tersebut, banyak terjadi perbincangan dimedia cetak maupun media elektronik yang membahas tentang kurikulum 2013. Sampai pada saar ditetapkannya hal tersebut di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia juga selalu menimbulkan komentar. Penerapan yang terkesan buru-buru, kurang persiapan dan memuat unsur politik didalamnnya menjadi bahasan hangat ada saat itu. namun, sekarang kurikulum sudah diterapkan secara merata di seluruh Indonesia guru dituntut untuk mampu memfasilitasi siswa agar dalam pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini dapat berlangsung dengan efektif dan terarah.

    ReplyDelete
  27. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum pendidikan dikembangkan dalam rangka menuju pendidikan yang lebih baik. Perubahan kurikulum tersebut disesuaikan dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang yang memaksa kita untuk dapat bersaing hingga kancah internasional. Namun, perubahan kurikulum yang tidak diawali dengan persiapan yang matang seringkali menuai kontra dari berbagai pihak, seperti halnya kurikulum 2013 yang terkesan belum siap diterapkan. Oleh karena itu, kurikulum 2013 hingga saat ini masih dilakukan perbaikan dengan harapan dapat memfasilitasi kualitas pendidikan di Indonesia yang lebih baik. Tentu saja, bantuan dari segala pihak sangatlah dibutuhkan.

    ReplyDelete
  28. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gagasan kurikulum 2013 adalah gagasan yang luar biasa dengan tujuan menciptakan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Sayangnya, pelaksanaannya terkesan terburu-buru sehingga menimbulkan banyak permasalahan baru. Terlebih dengan adanya revisi kurikulum K13 mengakibatkan pergeseran bahkan perubahan pada KD pembelajaran. Masalah yang timbul salah satunya yaitu kesenjangan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rencana perubahan kurikulum 2013 ini memicu pro dan kontra. Sebuah perubahan sebenarnya dimaksudkan agar diperoleh kemajuan yang lebih baik. Saya sependapat bahwa dalam melakukan perubahan tidak lah instant dan membutuhkan suatu proses. Perubahan kurikulum 2013 ini dinilai masih terburu-buru. Saya akan mengibaratkan proses pendidikan seperti akan membangun sebuah bangunan. Dalam membangun sebuah rumah tentunya dibutuhkan berbagai bahan material yang dalam pendidikan merupakan komponen pembelajaran. Bahan material tersebut diantaranya semen, pasir, kayu, besi, bata, genteng, dan lain-lain. Jika akan menghasilkan rumah yang berkualitas, tentunya harus menggunakan bahan-bahan material yang berkualitas pula. Membangun rumah juga harus diawali dengan membuat desain rumah yang akan dibangun. Desain rumah ini merupakan rancangan bentuk sebuah rumah. Dalam pendidikan, desain rumah ini merupakan kurikulum pendidikan. Apabila kita akan merubah bentuk sebuah rumah, kita tidak hanya sekedar merubah begitu saja. Kita tidak bisa hanya membuat desain baru yang akan menjadi patokan bentuk bangunan rumah baru. Kita juga harus memperhitungkan semua bahan material yang mendukung pembangunan rumah tersebut. Selain itu, tak kalah penting peran tukang juga sangat berpengaruh dalam membangun rumah tersebut. Tukang di sini merupakan peran pemerintah dalam pendidikan. Pemerintah hendaknya harus bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, supaya keputusan yang diambil tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu saja. Dapat disimpulkan bahwa membangun rumah sama halnya dengan membangun pendidikan.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala hal yang baru perlu dilakukan adanya sosialisasi. Sosialisasi mengenai kurikulum 2013 ini belum sepenuhnya merata. Masih banyak guru-guru yang masih merasa bingung mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Perubahan kuriulum hendaknya diiringi dengan perubahan komponen yang lain juga, terutama dalam metode pembelajaran yang cenderung masih bersifat tradisional. Semoga perubahan kurikulum tidak hanya menjadi sebuah program sesaat dan masih perlu adanya evaluasi terhadap pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  31. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pelaksanaan Kurikulum 2013 memang terkesan buru-buru. Hal ini terlihat dari keadaan sekolah pada awal penerapannya. Kurangnya persiapan guru, siswa, dan perangkat pembelajaran menjadi sebab yang sangat terlihat. Menurut saya, Kurikulum 2013 memiliki tujuan yang baik karena memang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Akan tetapi, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa penerapan K-13 ini terkesan buru-buru sehingga terjadi ketidaksiapan dimana-mana.

    ReplyDelete
  32. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang disebutkan di atas, saya sebagai orang yang awam tentang pendidikan pun juga merasakan perubahan kurikulum 2013 yang tergesa-gesa. Asumsi saya adalah, dengan berubahnya pemegang kebijakan akan merubah pula segalanya. Entah karena ada proyek ataupun adanya kepentingan lain yang mendasari. Padahal kurikulum tidak hanya berpengaruh terhadap satu aspek saja, melainkan ke semua aspek, ke semua elemen di masyarakat merasakan perubahan tersebut

    ReplyDelete
  33. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perubahan kurikulum hendaknya melibatkan berbagai elemen yang memiliki peran disana. Harus ada kajian tertentu secara mendalam mengapa kurikulum diubah. Pastilah peran ahli sangat diperlukan. Semakin dalam kajiannya tentu perubahan akan sesuai dengan harapan dan tujuan, yaitu membuat pendidikan lebih baik. Dalam kasus ini, karena kurangnya evaluasi dan kajian menyeluruh dari berbagai pihak mengakibatkan adanya kekurangan dimana-mana terkait implementasi kurikulum 2013. Karena sudah terjalankan, tinggal bagaimana kita menjalankannya dengan baik

    ReplyDelete
  34. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. perubahan kurikulum memang memiliki pro kontra dan dilemanya sendiri. kurikulum hendaknya dipersiapakan secara matang karena kurikulum berkaitan dengan masa depan pendidikan Indonesia. Namun terlepas dari pro kontra yang ada, pemerintah memiliki hak untuk menetapkan kurikulum apa yang akan diterapkan. Dan menurut saya untuk saat ini pemerintah sedikit terlalu gegabah dalam menetapkan kurikulum yang berlaku. Sebab nyatanya kurikulum 2013 telah direvisi berkali-kali sebagai bukti bahwa kurikulum 2013 belum sempurna.

    ReplyDelete
  35. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kurikulum merupakan landasan suatu pendidikan. Pembelajaran di sekolah biasanya mengacu pada kurikulum yang ada. Sehingga kurikulum memang sebaiknya harus disusun dengan sebaik mungkin, dengan mempertimbangkan banyak aspek dan diselaraskan dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai. Memang pada dasarnya kurikulum 2013 adalah kurikulum yang belum siap sama sekali karena banyak sekali terdapat kekurangan yaitu dari guru nya dan sapras. Dalam hal sapras yaitu buku pegangan guru dan siswa didapat setelah mealaksanakan kurikulum tersebut setelah 2 bulan aktif belajar selain itu didalam buku tersebut juga terdapat banyak kesalahan. Bukan itu saja kesiapan/pemahaman guru juga belum matang sehingga proses pembelajaran masih didominasi oleh metode pembelajaran cara lama (konvensional) yang mana seharusnya metode pada kurikulum 2013 sudah berorientasi pada student centered yang menciptakan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru dan pelaksana kurikulum harus segera menyiapkan diri dan beradaptasi dengan pergantian kurikulum ini. Sehingga permasalahan tidak berlarut-larut. Karena kurikulum ini sudah terlanjur diterapkan. Jangan sampai siswa terkena dampaknya. Mereka yang mendapatkan hak untuk dididik perlu difasilitasi agar tidak terganggu pemenuhan hak nya

    ReplyDelete
  37. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pro-kontra kurikulum 2013 memang belum habis perbincangannya, setelah awalnya mendapat penolakan dan sekarang telah diputuskan menjadi kurikulum baru masih ada masalah yang timbul dari pelaksanaannya. Berdasarkan hasil perbincangan saya dengan beberapa siswa SMP dan SMA, mereka merasa guru sudah tidak seperti guru selayaknya. mereka masih merasa guru seharusnya menyalurkan ilmu kepada murid. tanggapan mereka terhadap kurikulum 2013 ini membuat guru seperti acuh terhadap siswa, ketika pembelajaran siswa hanya disuruh mengerjakan tanpa ada penjelasan sedikitpun. oleh karena itu perlu dipahami bahwa kurikulum 2013 itu untuk mengaktifkan siswa bukan untuk membiarkan siswa belajar tanpa difasilitasi, tanpa perangkat pembelajaran RPP dan LKS yang baik, tentu siswa merasa seperti yang telah saya paparkan sebelumnya. Jadi, sebagai pendidik yang mengalami perubahan kuirikulum ini harus memfasilitasi siswanya agar dapat merasakan apa tujuan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pelaksanaan kurikulum 2013 memang terkesan terburu buru, dengan masa percobaan yang sedikit singkat pemerinta langsung menetapkan kurikulum 2013 tersebut, penolakan terjadi salah satu nya didasari oleh belum siapnya sekolah mengubah semua nya menjadi yang sesuai dengan K 13 karena perubahan itu semua butuh proses.

    ReplyDelete
  39. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    salah satu dasar penolakan nya ditetapkannya K13 adalah karean guru guru sebagian belum siap dengan konsep pendidikan yang baru, dan untuk guru guru yang sudah lama harus mengikuti pelatihan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah agar mengerti dan paham mengenai pembelajran dengan konsep K13, namun kenayataanya,terkadang guru setelah mengikuti pelatihan pun terkadang tidak menerapkan dalam pembelajaran yang sesungguhnya, sehingga baik jika diadakan pemantauan berskala.

    ReplyDelete
  40. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sejauh ini ada dua teori mengenai dimensi 4. Pertama, teori yang mengatakan dimensi ke 4 adalah waktu. Kedua, teori yang mengatakan dimensi 4 adalah dimensi yang dibentuk oleh dimensi 3. Tidak bisa digambarkan atau dibuat dalam dunia nyata. Karena dunia (nyata) ini merupakan dimensi 3, yang lebih rendah dari pada dimensi 4. Sehingga akan terjadi reduksi jika dimensi 4 masuk ke dalam dimensi 3. Dalam geometri analitik, ada yang bisa menggambarkan dimensi 4, 5, 6, dan seterusnya hingga dimensi ke n. Namun, hal tersebut tidak representatif dan subjektif dari pandangan masing-masing orang.

    ReplyDelete
  41. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bukan tanpa alasan perubahan kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013, alasan utamanya adalah agar terciptanya individu yang dapat bersaing dengan dunia luar. Seperti yang diketahui bahwa seiring berkembangnya zaman, dunia pendidikan juga dituntut untuk mengikutinya. Tetapi pada kenyataannya penerapan K13 sangat terkesan memang sangat terburu-buru dan memaksa sehingga guru dan siswa pun banyak yang tidak siap. Seharunya terlebih dahulu ada pelatihan dan pembinaan terhadap guru-guru agar penerapan K13 berjalan sesuai secara optimal dan mencapai tujuan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  42. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perubahan kurikulum 2013 didasarkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya atau KTSP, namun pemerintah terlalu terburu-buru untuk menerapkan kurikulum 2013, padahal di lapangan banyak faktor yang belum siap dengan diterapkannya K13, ketidaksiapan guru, siswa, maupun bahan ajar.

    ReplyDelete
  43. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pergantian kurikulum memang perlu untuk mengikuti tuntutan jaman yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Namun, memang pada penerapannya haruslah diperhatikan kesiapan para pendidik, peserta didik, maupun segala pihak yang terkait dari segi psikologis maupun material. Tentu dalam menerapkannya tidak dapat langsung sekali jadi, namun perlu dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete
  44. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dapat dilihat sampai saat ini pelaksanaan kurikulum 2013 lambat laun semakin membaik. Terhitung sejak awal penetapannya hingga saat ini 2017, semua terlihat semakin membaik. Memang benar belum sempurna, namun setidaknya saat ini sudah banyak pihak yang telah terbiasa dan mengenal kurikulum ini secara lebih baik, dan memahami apa hakikat dari pelaksanaan kurikulum ini.

    ReplyDelete
  45. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    Seperti yang telah dijelaskan dalam tulisan diatas bahwa perubahan kurikulum lama ke kurikulum yang baru tidak disadari oleh paradigma yang sesuai, sehingga perubahan kurikulum nya terkesan merombak secara penuh atau keseluruhan kurikulum yang telah berlaku. Keadaan ini menjadi tidak baik karena banyak pendidik yang belum siap dengan perombakan yang dilakukan. Hal ini membuat hasil dari perubahan menjadi bertolak belakang dengan tujuan yang hendak dicapai.

    ReplyDelete
  46. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya mengambil salah satu pendapat siswa yang saya ambil mengenai kurikulum 2013 :
    dari sisi pengajarannya dan yang pasti kurikulum 2013 tuh jam pelajarannya lebih padat dari kurikulum yang sebelumnya. Karena, disini kita sebagai murid juga dituntut untuk belajar lebih keras lagi. Padahal setiap pola pikir atau daya tangkap masing-masing anak tuh berbeda, pastinya hasil dari pengajaran tersebut tidak maksimal.
    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/chelyarahel/inilah-pendapat-tentang-kurikulum-2013-di-indonesia_54f5d082a33311b5528b45dc

    ReplyDelete
  47. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ini merupakan masalah kurikulum yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini, karena perubahan kurikulum. Inovasi pembelajaran yang muncul dalam Kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa. Namun ada banyak tantangan dalam penerapannya di sekolah, misalnya pada guru, guru belum menguasai 100% dalam menerapkan seluruh prinsip-prinsip K13.

    ReplyDelete
  48. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, harapan dari terciptanya K13 itu sendiri adalah demi mencapai tujuan pembelajaran maupun tujuan pendidikan nasional. Harapan yang lain juga semoga K13 bisa merata dan menyebar di seluruh sekolah sehingga pemerataan pendidikan juga dapat terwujud.

    ReplyDelete
  49. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Maka, hal ini menjadi tantangan bagi guru maupun calon guru yang nantinya juga akan berada di keadaan seperti ini. Belum meratanya pendidikan juga menjadi tantangan bagi guru untuk terus mengasah kemampuan dan terus menambah ilmu agar dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga tercapainya tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  50. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Implementasi kurikulum 2013 yang terburu-buru mengakibatkan minimnya guru yang mengikuti pelatihan mengajar materi di kurikulum 2013, workshop yang singkat sehingga langsung diberlakukan K13 membuat guru masih belum cukup percaya diri untuk memfasilitasi siswa belajar pada kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  51. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Alasan penolakan kurikulum 2013 ini bisa dari berbagai hal, contohnya adalah pelaksanaan kurikulum 2013 ini terkesan terlalu tergesa gesa, pada kenyataannya sekolah, guru, dan siswa belum begitu paham dan mengerti mengenai pembelajaran kurikulum 2013. Dampaknya adalah adanya pembelajaran yang tidak konsisten, dan beberapa guru melakukan pembelajaran kurikulum 2013 hanya sebatas formalitas saja , namun kenayataannya guru tetap menggunakan pembelajaran seperti biasanya yang dirasa tidak rumit, perlu adanya pelatihan dan sosialisasi lebih lagi mengenai penerapan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 ini agar pelaksanaannya pun dapat totalitas dan hasilnya dapat terlihat jelas seiring berjalannya waktu

    ReplyDelete
  52. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sepakat dengan rekomendasi yang diberikan nomor 3 mengenai peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980) menurut saya, semakin mudah pelajarannya, pada hakekatnya semakin sulit bagaimana cara pengajarannya.

    ReplyDelete
  53. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kurikulum 2013 pada awal kemunculannya memang banyak menimbulkan pro dan kontrra. Bahkan yang sering terdengar adalah kontra atau pemolakan kurikulum 2013 untuk diberlakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Alasan-alasan yang telah dikemukakan dalam artikel ini sudah sering terdengar dan dilontarkan oleh orang-orang yang kontra terhadap kurikulum 2013, mulai dari latar belakang kurikulum yang tidak jelas, sampai dugaan bahwa kurikulum 2013 ini hanya menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu seperti penerbit buku yang jelas-jelas bukan sasaran utama diadakannya perubahan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  54. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyaknya penolakan yang terjadi di masyarakat ataupun di kalangan para pelaku pendidikan, menjadikan kurikulum 2013 sering sekali mengalami revisi. Dan seakan-akan revisi-revisi yang dilakukan memberikan bukti bahwasanya kurikulum 2013 ini memang belum sempurna untuk diterapkan ke dalam sistem nasional pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 hanyalah sebuah nama baru saja, karena pada dasarnya isi dari kurikulum 2013 ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang pernah ada. Hal ini seakan mengindikasikan bahwa kurikulum 2013 sebenarnya tidak menawarkan solusi yang baru untuk dapat merombak atau mentransfomasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Tetapi semoga saja dengan revisi-revisi yang dilakukan terhadap kurikulum 2013, dapat memberikan harapan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. aminn

    ReplyDelete
  55. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Perubahan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 memang seharusnya dilakukan, sebab idealnya kurikulum berubah dalam kurun waktu lima tahun sekali. Akan tetapi didalam proses perubahan tersebut perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  56. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebenarnya rancangan kurikulum 2013 sudah bagus, namun prakteknya masih banyak terkendala seperti masalah buku, materi, persiapan baik siswa maupun guru karena menggunakan metode yang bersifat student center. Menurut saya, perubahan memang seharusnya dilakukan walaupun di awal terasa seperti menyulitkan. Jika kita tidak melakukan perubahan sekarang, kita akan tertinggal dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete