Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Teman-teman,
Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.
Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.
2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.
3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.
4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.
6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:
1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.
2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.
3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.
Melalui petisi ini, Kami ingin mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan teman-teman terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud secara bersama-sama.

5 Desember 2012

9 comments:

  1. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Perubahan kurikulum dapat dilaksanakan jika kurikulum yang berlaku dianggap sudah tidak efektif dan relevan lagi dengan tuntutan dan perkambangan jaman. Di Indonesia sendiri juga sudah beberapa kali mengalami perubahan kurikulum. Namun yang menjadi masalah adalah perubahan menjadi kurikulum 2013 yang terkesan mendadak membuat banyak masyarakat, siswa, guru menjadi tidak siap. Jadi ada baiknya apabila ada pemberitahuan dari jauh-jauh waktu. Guru juga dipersiapkan, dilatih dan diberi sosialisasi mengenai kurikulum baru tersebut. Guru pun harus benar-benar siap dalam menerapkannya, jika guru saja tidak siap apakabar dengan muridnya.

    ReplyDelete
  2. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Jika memang benar bahwa perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogic, maka sungguh telah terjadi kesemena-menaan dalam dunia pendidikan. Mengapa? Karena guru itu lebih mengenal kondisi lapangan sesungguhnya. Mereka lebih mengetahui kondisi siswa yang akan menjadi objek dari kurikulum.

    ReplyDelete
  3. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Perubahan kurikulum ini, yaitu dari KTSP menjadi K13 memang terkesan agak terburu-buru. Sehingga para pelaku belum siap untuk menerimanya. Jadi menurut saya, wajar jika terjadi penolakan atas kurikulum baru ini.

    ReplyDelete
  4. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Terjadinya penolakan ini merupakan salah satu indikasi bahwa tidak semua pihak telah mengatahui benar dan mengenal kurikulum 2013. Sosialisasi mengenai kurikulum ini sepertinya tidak merata dan kurang maksimal dilakukan. Sehingga niatan baik dari kurikulum ini tidak sampai pada semua pelaku pendidikan.

    ReplyDelete
  5. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    “Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.” Alasan tersebut sangat masuk akal, karena dengan adanya kurikulum baru pasti akan menggunakan buku yang baru pula sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Sehingga akan muncul buku-buku dari berbagai penerbit dengan kurikulum yang baru. Dan sekolah-sekolahpun akan memesan buku-buku itu sebagai fasilitas untuk para muridnya.

    ReplyDelete
  6. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Tema postingan Prof. Marsigit tentang koaalisi menolak Kurikullum 2013 sangat menarik untuk dibahas. Apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan kurikulum 2013? Menurut saya jika dilihat dari maksud dan tujuan penerapan kurikulum 2013 maka kurikulum ini dimaksudkan untuk memdorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun permasalahannya adalah tidak siapnya guru-guru dalam menghadapi perubahan ini. Sehingga sebagus apapun kurikulum tersebut jika gurunya belum siap maka itu tidaklah baik

    ReplyDelete
  7. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Adanya rekomendasi terkait penolakan terhadap kurikulum 2013 tentang peningkatan kualitas guru, saya sangat setuju. Masih banyak guru-guru didaerah yang jarang sekali mendapat pelatihan. Pelatihan guru bukan sekedar penataran seperti sekarang ini, output yang didapat hanya membuat laporan yang sebenarnya sudah banyak, namun ketika diminta untuk mempraktekannya belum tentu bisa. Pelatihan guru haruslah komprehensif. Stelah mendapat materi dari pelatihan, guru harus menjalankan praktek dan bila memungkinkan dimagangkan pada sekolah-sekolah yang menjadi pilot project

    ReplyDelete
  8. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Pro dan kontra tentang kurikulum 2013 terjadi, salah satu penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi kepada guru-guru sebagai orang yang terlibat langsung dalam pelasaksanaan project besar ini. Akibatnya guru-guru merasa kebingungan dalam implementasinya. Mungkin bagi sekolah di perkotaan perubahan kurikulum kemungkinan tidak menjadi masalah, namun bagi yang bertugas didaerah ataupun perbatasan maka perubahan ini pastilah membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama.

    ReplyDelete
  9. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Setiap melakukan perubahan pastilah bertujuan untuk menuju yang lebih baik. Namun alangkah baiknya jika perubahan tersebut sebelum diterapkan terlebih dahulu melalui proses riset dan evaluasi, diteliti secara detail serta dilakukan sosialisasi sehingga baik dari pihak guru maupun siswa tidak merasa terbebani dan tidak banyak menimbulkan pro dan kontra.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.