Mar 6, 2013

Mathematics and Language 2





Doug Hainline :
@ Marsigit: Teachers who are themselves poor at mathematics will be poor teachers of mathematics. The best teachers of mathematics are confident about their mathematical abilities (with good reason), and enjoy mathematics.
They need not be mathematicians, but they should take pleasure in beautiful proofs and demonstrations, and in showing these to their students. They should be the kind of people who like to read popularized mathematics books, such as the kind the late Martin Gardner wrote, or that Ian Stewart or Keith Devlin write.

Of course, this is a counsel of perfection. We have to start where we are, and try to ensure, for the moment, that every child is exposed to at least one teacher like this in his or her first years of school, and that there is then some institutionalized path that children who become interested in mathematics can follow: Maths Clubs, for instance.

Of course, good teachers will know, and use, whatever mathematical abilities they discover latent in their students. But mathematics has to be taught. The idea that it is just lying, latent, in our pupils, is wrong (despite Socrates' famously, supposedly, demonstrating this the Meno).

Marsigit Dr MA :
@ Doug: Yes I agree that the teachers who are themselves poor at mathematics will be poor teachers of mathematics. Also I do agree that the best teachers of mathematics are confident about their mathematical abilities (with good reason), and enjoy mathematics.

By the way, I should be very careful with your term "beautiful proofs and demonstrations".

"Beautiful" proofs is your perception; but, your students may perceive differently, e.g. that it is very "bad" proofs.

"Demonstrations" is your behave; but, what your students should behave?

"Showing the formula" is also your behave; and, it's a pity that your students just to look passively.

You seemed to force your life (math) to your students. From my perspective, it is dangerous for your students. So, again I have proved that the problems of math teaching are coming from the adults and not from the younger (students).

For me, the students need to learn mathematics; and not as your notion "But mathematics has to be taught". It is the students who NEED to learn math.

Your last notion indicated that your students are shadowed by your ambition to implant math to young generations.

For me, the younger students are free to learn; it is okay if they do not like math and they do not want to learn math. The problems, again, are not coming from the students but from the adults (teachers)

It is better if the students themselves (not the teacher) who claim beautiful math/formulas and demonstrate them to their mate or even to the teacher.

So, the problem is how the teacher are to facilitate their students in order to learn math happily.

44 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Mungkin apa yang dipikirkan siswa adalah kebalikan dari apa yang dipikirkan oleh guru. Untuk guru matematika, matematika adalah sesuatu yang indah. Namun, tidak demikian dengan pemikiran kebanyakan siswa bahwa matematika itu sulit, menakutkan, dan tidak menyenangkan. Hal tersebut adalah masalah yang harus dihadapi oleh para guru matematika untuk memfasilitasi siswa agar siswa dapat berpikir bahwa matematika itu indah. Guru tidak sebaiknya memaksa siswa untuk mendapatkan pengetahuan darinya. Ini bukan tentang “matematika yang akan diajarkan, tapi tentang siswa yang membutuhkan matematika”. Jadi, masalahnya adalah bagaimana guru memfasilitasi siswa untuk belajar matematika dengan aktif dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup adalah pilihan dan setiap pilihan punya tantangannya masing-masing. Begitupun kita yang memilih unruk menjadi seorang guru, apalagi guru matematika yang menurut saya memiliki tantangannya tersendiri. Tantangannya bukan hanya tentang siswa tapi bagaimana ia dapat membelajarkan para siswanya dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Saya kira ini menjadi hal yang peprlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    sependapat dengan Prof, sebagai guru matematika,guru harus tahu posisi untuk berbagi dan memfasilitasi siswa agar memahami dengan baik. guru harus mengajar dengan jelas, mudah dan inovatif sehingga siswa akan berpikir bahwa matematika adalah menarik, matematika indah dan menyukai matematika dengan sendirinya tidak dipaksa oleh guru.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Permasalahan matematika sebenarnya terletak pada guru selama ini, sebagian besar guru selalu memberikan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya kepada siswa. Siswa cenderung pasif, menerima pembelajaran dari guru, sebagai seorang guru hendaknya harus dapat memahami peserta didiknya. Selain itu guru harus benar-benar menguasai mata pelajaran matematika dan pembelajarannya hendaknya dilakukan dengan metode yang menyenangkan bagi peserta didiknya. Guru sebagai fasilitator tidak melepaskan siswanya begitu saja namun siswa tetap dalam pengawasan guru sehingga ada siswa yang salah dengan konsep akan segera diluruskan oleh guru yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Guru dan siswa memiliki hubungan interaksi timbal balik yang merupakan salah satu syarat mutlak berlangsungnya proses pembelajaran. Dan peran guru sangatlah menentukan keberhasilan siswa belajar dan menerima pelajaran. Karena darinyalah yang merancang arah pembelajaran. Maka dari itu seorang guru seharusnya memiliki kompetensi yang mempuni dalam hal ini memiliki 4 kompetensi guru yaitu enurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kemudian Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    Guru dalam membelajarkan matematika kepada peserta didik, menurut artikel di atas tidak hanya harus menguasai materi yang akan diberikan tetapi juga mengenal karakter peserta didiknya. Mengenal karakter peserta didik bertujuan untuk bagaimana guru memfasilitasi peserta didik dalam hal memilih metode atau strategi pembelajaran yang cocok. Dengan demikian, dalam proses pembelajaran peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan mendapat pembelajaran yang bermakna khususnya pada mata pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  6. Guru matematika harus menguasai konsep matematika. penguasaan konsep matematika memberikan rasa percaya diri pada guru ketika mengajar. Konsep-konsep yang benar yang diajarkan pada siswa. Jika penguasaan guru terhadap matematika rendah maka pengejaran yang dilakukan hanya pada materi yang dikuasainya saja. Hanya sedikit variasi masalah yang diberikan, hanya soal-soal yang mudah saja yang diberikan pada siswa. Penguasaan matematika yang dimiliki guru bukan berarti harus di demonstrasikan, menunjukkan diri bahwa guru dapat menjawab soal yang ada dalam buku. Jika seperti itu maka pembelajaran akan menjadi berpusat pada guru dan siswa menjadi pasif. Beri kesempatan siswa untuk menunjukkan kemampannya, siswa yang mendemontrasikan dan membuktikan. Guru memberi fasilitas masalah yang harus diselesaikan siswa atau bahan ajar dalam pembelajaran beserta konsep yang harus ditempuh dan dikuasai siswa.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Salah satu syarat perlu yang harus dimiliki seorang guru matematika adalah, dia harus menguasai materi yang akan diajarkan kepada siswa, hal itu mutlak adanya. Guru yang tidak menguasai ilmu matematika, tentunya dia juga tidak akan mampu mengajarkan matematika. dan guru yang baik adalah, dia yang percaya akan kemampuan matematika yang dimilikinya, dan menikmati matematika itu sendiri. pastinya seorang guru matematika adalah dia yang senang dengan matematika. jika dia senang, maka dia akan dengan senang hati mengajarkan kepada siswa-siswanya. Jika dia tidak senang, bagaimana dia akan membuat siswanya menyenangi matematika? hal ini tidaklah mungkin.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Mengajar matematika mempunyai tantangan tersendiri bagi seorang guru matematika. Dalam mengajar hendaklah berlandaskan kepercayaan diri yang kuat, karena dengan percayanya dirinya seorang guru tersebut maka akan memudahkan guru bagaimana cara yang terbaik dalam mengajar. Salah satu upaya yang menunjang dalam pengajaran yaitu penggunaan bahasa yang seperti apa yang dapat mudah diserap dan diterima oleh peserta didik dalam menemukan konsep matematika tersebut. Dan yang terpenting dari yang penting ialah harus ikhlas (hati dan pikiran) dalam mengajarkan matematika kepada siswa.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Interaksi guna menjalin komunikasi guru dengan siswa dalam pembelajaran sangat penting untuk mengetahui karakter dan model yang tepat yang dapat digunakan. Penguasaan konsep serta mengajarkan dengan hati diperlukan agar sesuai dengan kaidah yang telah digariskan. Keyakinan guru dalam mengajar maupun belajar perlu ditingkatkan untuk menggapai tujuan belajar serta inovasi demi suatu perubahan agar tidak membosankan. Belajar dalam kenyamanan dan menyenangkan merupakan suatu keharusan agar apa yang mereka tanamkan dapat bertahan.

    ReplyDelete
  10. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam tulisan ini, ada beberapa orang terutama siswa yang kurang menyukai matematika. Kemudian, dikatakan juga bahwa siswa bermasalah dengan matematika dan masalahnya berasal dari orang dewasa yakni guru. Mungkin memang benar tapi mungkin tidak dalam segala hal, karena kadang ada beberapa masalah siswa yang memang berasal dari diri siswa itu sendiri. Tentu saja masalah setiap siswa pasti berbeda. Setiap orang memiliki cara dan gaya untuk belajar, seperti di kelas, setiap siswa memiliki metode untuk belajar matematika sebagai karakter khusus dari mereka. Tapi, masalahnya, dalam satu kelas ada satu guru, dan ada terlalu banyak siswa. Jadi guru harus memilih metode terbaik agar setiap siswa dapat menerimanya dengan mudah.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    The problems of math teaching are coming from the adults and not from the younger (students).
    Siswa bukanlah yang harus disalahkan apabila proses pembelajaran tidak berlangsung baik dimana dapat dilihat dari kesulitan dan ketidakberhasilan siswa dalam belajar. Hal ini matematika harus diajarkan oleh pendidik yang profesional dan siswa perlu belajar matematika. Pepatah yang tidak asing terdengar oleh guru adalah ‘tidak ada siswa yang gagal, namun guru yang belum berhasil.

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Cara guru dalam mengajarkan matematia hendaknya dengan tidak memaksakan siswa. Apabila siswa tidak suka matematika dan mereka tidak ingin belajar matematika terkadang masalah ini tidak berasal dari siswa itu sendiri melainkan dari orang dewasa (guru). Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi ialah karena metode pembelajaran yang di terapkan oleh guru. Mungkin bagi siswa pembelajarannya ialah monoton dan tidak inovatif sehingga siswa sudah merasa jenuh diawal. Oleh sebab itu, hendaknya guru dapat memfasilitasi siswanya dengan baik ketika pembelajaran dan mampu menciptakan pembelajaran yang kratif dan inovatif. Sehingga dalam pembelajaran siswa merasa senang, nyaman, tidak terpaksa, dan tidak tertekan.

    ReplyDelete
  13. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Guru matematika tak hanya pintar dalam mengerjakan, memberi, atau menjelaskan soal-soal dan masalah matematika. Namun Guru matematika juga harus mengerti tentang bagaimana siswa yang diajarkannya. Suka matematika tidak siswanya? Dari artikel ini saya memperoleh pelajaran bahwa guru tidak boleh berambisi untuk menjadikan siswa suka matematika. kenapa demikian? karena jika siswa dipaksa untuk menyukai matematika berarti kesiapan siswa dalam belajar matematika pun karena terpaksa. Jika sudah seperti itu siswa malah akan merasa tertekan dalam belajar matematika. Hal ini lah yang disebut bencana dalam belajar matematika. Oleh karena itu, untuk mengurangi kejadian yang demikian, perlu adanya inovasi dari guru tentang cara mengajarkan matematika.

    ReplyDelete
  14. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pembelajaran di kelas terjadi interaksi antara guru dan siswa. Interaksi itu akan berjalan kurang baik jika siswa tidak mengikuti pelajaran dengan baik atau guru yang kurang bisa menyampaikan dan menguasai materi. Guru tidak bisa memaksa siswa untuk menyukai matematika, namun dengan memberikan semangat dan membenahi cara mengajar mungkin akan mendorong siswa tersebut untuk menyukai matematika dengan sendirinya. Menjadi guru memang ada banyak tantangan. Semoga kita semua dapat menjalani tantangan masing – masing dan semangat dalam menjalaninya.

    ReplyDelete
  15. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam pembelajaran matematika, seorang guru hendaknya tidak memaksakan siswa untuk menyukai pelajaran matematika karena segala sesuatu yang dipaksakan akan memberikan hasil yang tidak baik. Matematika yang dipaksakan akan membuat siswa merasa tertekan dan terbebani. Dengan begitu siswa akan sulit menyerap materi yang diberikan oleh guru. Guru hendaknya mencari suatu solusi agar siswa menyukai matematika dengan kesadaran dirinya tanpa paksaan dari pihak manapun karena pada hakikatnya matematika adalah diri siswa itu sendiri.
    Pembelajaran matematika yang terkesan otoriter sudah sepantasnya ditinggalkan. Guru yang tadinya hanya berperan sebagai penceramah dapat diubah perannya sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi segala kebutuhan siswa dalam hal belajar. Siswa diberi kebebasan untuk mengeksplor gagasan-gagasan yang ada pada dirinya sehingga siswa tidak hanya menerima konsep dari guru akan tetapi siswa juga dapat menemukan dan membangun konsep dengan caranya sendiri. Guru sebagai fasilitator tidak melepaskan siswanya begitu saja. Siswa tetap dalam pengawasan guru, sehingga apabila ada siswa yang salah konsep akan segera diluruskan oleh guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, pembelajaran matematika memerlukan persiapan yang benar-benar matang agar pembelajaran dapat berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  16. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi di atas saya menyimpulkan bahwa siswa harus belajar matematika dalam artiam siswa perlu untuk belajar matematika bukan matematika yang harus diajarkan tapi siswa yang harus butuh matematika. Sehingga nantinya akan muncul persepsi siswa untuk bebas belajar matematika. Dan mereka sendiri yang akan langsung mengagumi keindahan matematika bukan karena keterpaksaan belaka.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sebenarnya saat kita mnegajar penjelasan kita kepada siswa kita itu harus sesuai dengan pemikiran merkea maksudnya harus sepaham kata-kata kita dengan kata-kata yang dapat dipahami oleh siswa, makanya bahasa juga sangat penting dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kebahagiaan yang timbul dari siswa ketika belajar matematika merupakan kesuksesan seorang guru dalam mengajarkan matematika. Hal ini bisa terwujud jika kebahagian itu muncul dari siswa, bukan berdasarkan ambisi guru, yaitu dengan memaksakan kehendak siswa harus berlogika yang sama dengan pemikiran guru. Ini yang salah. Guru harus memberikan kesempatan siswa untuk menemukan formula, sehingga kesan yang diperoleh siswa adalah bahwa dia menemukan sendiri konsep dan merasakan kebahagiaan dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Matematika bisa saja menjadi bencana untuk peserta didik apabila pembelajaran matematika dilakukan melalui proses/ cara/ tahapan yang tidak benar, tidak ada kesiapan, tidak menyenangkan bagi peserta didik, sehingga peserta didik merasa tertekan. Guru harus benar-benar melayani dan memfasilitasi siswanya dengan baik ketika pembelajaran sehingga dalam pembelajaran siswa merasa senang, nyaman, tidak terpaksa, dan tidak tertekan. Dari situlah maka rasa senang siswa terhadap matematika tersebut akan muncul dengan sendirinya, bukan guru yang mengubah pola pikIr siswa-siswanya untuk menyukai matematika.

    ReplyDelete
  20. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam pembelajaran matematika, guru tidak seharusnya memaksakan kehendaknya kepada siswa. Namun, bagaimana guru memotivasi siswa, bagaimana guru mengelola pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan bermakna bagi siswa, sehingga dengan sendirinya siswa akan belajar matematika karena ia memahami bahwa matematika adalah kebutuhan baginya untuk menyelesaikan masalah dalam hidup ini. Disinilah peran guru dituntut untuk memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri, mengelola pembelajaran yang inovatif dan kreatif, menggunakan metode, sumber, media, dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, mengembangkan LKS, mengadakan penelitian tindakan kelas, dsb.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi kepada siswa. Matematika bukan semata-mata diajarkan oleh guru, tetapi siswa yang dituntut belajar matematika. Maksudnya, tugas guru adalah memfasilitasi siswa dengan memeberikan kesempatan pada siswa untuk belajar matematika. Belajar matematika di sini adalah membangun sendiri konsep matematikanya dengan berbagai kegiatan ilmiah. Dengan begitu akan membuat kegiatan belajar matematika lebih menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  22. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Guru harusnya memberi siswa kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Guru hanya sebagai fasilitator, bukan mentransfer ilmu yang dia miliki kepada siswa. Pengetahuan yang dikonstruk sendiri oleh siswa akan lebih diingat oleh siswa sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Guru harus kreatif dalam mengembangkan perangkat pembelajaran agar siswa pun menjadi kreatif pula.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seringkali salah bahwa belajar matematika harus mencoba atihan soal yang banyak. Latihan soal hanya akan memperlancar pola pikir dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan membaca dalam matematika dirasa penting. Yang menjadi dasar seorang mampu dalam menyelesaikan masalah adalah memahami konsep dan teori dasar terlebih dahulu. Hanya dengan membaca diharapkan kemampuan pemahaman konsep menjadi semakin baik. Seorang guru juga harus banyak tahu dan banyak membaca daripada siswanya sehingga guru dapat menjadi fasilitator yang baik untuk siswanya.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari karya Mathematics and Language 2 di atas, mengingatkan kembali tugas seorang guru sebagai fasilitator. Namun, jika kita lihat dengan realita di lapangan sering terjadi fenomena di mana keegoisan guru relatif tinggi. Siswa terlalu dituntut untuk menganggap bahwa matematika itu indah. Apabila kita ibaratkan matematika merupakan sebuah makanan, guru menyuruh siswa menyukai makanan tersebut, tanpa mengetahui bahan, sumber, kebersihan, gizi, proses pembuatan, pengemasan, dan penyajiannya. Jika kegiatan tersebut terus dilakukan, makanan tersebut justru menjadi tidak bermanfaat bahkan dapat berbahaya bagi tubuh siswa. Dengan kata lain, proses pembelajaran menjadi sia-sia. Karena rasa senang siswa terhadap suatu pelajaran tidak bisa kita desain begitu saja, melainkan tumbuh dari diri siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju dengan pendapat di atas bahwa permasalahan matematika bersumber dari orang dewasa (guru, dosen, orang tua) bukan dari anak (siswa). Maksudnya dalam proses pembelajaran masih terdapat kekeliruan, yaitu pemikiran atau persepsi guru masih bersifat tradisional. Perlakuan guru pun masih keliru dan cenderung sombong, tidak adil, dan menjadikan siswa sebagai boneka pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Karya di atas banyak memberikan informasi dan pemahaman mengenai pembelajaran inovatif, di mana guru harus cerdas dalam pembelajaran. Cerdas di sini maksudnya guru memiliki keterampilan dan berperan sebagai jalannya pembelajaran. Guru mengarahkan siswa untuk bereksplorasi, melakukan investigasi, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Tak lupa, guru hendaknya menerapkan hakikat matematika sesuai dengan artikel-artikel bapak Marsigit sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan minat belajar dan rasa cinta siswa terhadap pelajaran matematika akan muncul dengan sendirinya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Saya sependapat dengan Prof. Marsigit bahwa guru harus mampu memfasilitasi siswa dalam belajar matematika agar terciptanya matematika yang menyenangkan dan menarik di mata siswa. Guru harus dapat mengajar dengan metode yang bervariatif, kreatif dan inovatif sehingga siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Dengan pembelajaran yang menyenangkan, maka siswa tidak akan menjadikan matematika sebagai momok yang menakutkan lagi. Siswa akan lebih mudah dalam memahami materi yang di sampaikan gurunya dan tidak lagi merasa terpaksa mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dalam kelas siswa harus merasa bahwa mereka yang butuh untuk belajar matematika. sebab siswalah nanti yang akan menggunkan matematika dalam kehidupan sehari-harinya. Guru harus memfasilitasi siswa sehingga siswa menikmati dan menyukai belajar matematika. guru dapat membuat siswa menyukai matematika dengan membimbing siswa menemukan keindahan matematika.

    ReplyDelete
  29. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika hendaknya dikemas sedemikian sehingga siswa dapat memahami matematika dengan baik. Salah satu caranya yaitu dengan memilih metode dan media yang tepat dan memfasilitasi siswa dalam belajar matematika secara senang hati

    ReplyDelete
  30. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan I 2014

    Guru yang terbaik adalah guru yang percaya diri dengan kemampuan matematika nya dan mampu menikmati matematika yang dia ajarkan. Untuk mencapai itu, butuh persiapan dalam mengajar di kelas. Mulai dari menyusun silabus, promes, prota,RPP, dan perangkat pembelajaran lain. Yang terpenting adalah mampu menguasai konsep yang akan diajarkan di kelas. Keempat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru harus tetap dipegang supaya guru dapat menjadi guru yang ideal

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Mengajar yang menyenangkan adalah ketika murid kita ingin belajar. Saya sering bertemu murid seperti itu, yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap matematika. Bahkan ada yang ingin mengetahui sampai dimana batas matematika. Hal ini bisa terjadi hanya jika kita mengajarkan matematika berdasarkan bahasa anak. Bukan dengan (memaksakan) bahasa kita. Sehingga dia merasa akrab dengan matematika, karena sesuai dengan bahasanya.

    ReplyDelete
  32. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Seorang guru matematika harus bisa mengajarkan konsep matematika tentunya dengan cara berfikir anak sesuai dengan perkembangan usianya. Mungkin dari segi materi pelajaran ini sangat mudah bagi guru. Tetapi cara mentransfer ilmu yang sederhana inilah yang menurut saya seorang guru harus bisa berkreativitas tingkat tinggi dan penuh kesabaran dalam mengajarkannya, kenapa begitu karena pada saat ini cara berfikir anak baru mau kita bentuk atau kita latih. Mulai dari cara penyajian, media penyajian, hingga contoh matematika dalam kehidupan harus bisa menarik perhatian anak dan dapat dengan mudah dipahami olehnya. Dalam pelajaran matematika atau kurikulum matematika yg disusun oleh pemerintah, keberhasilan atau bisa mengikuti atau tidaknya pelajaran matematika tingkat atas akan bergantung dari keberhasilan pemahaman siswa saat sekolah dasar. Kalau saya sebagai guru tidak bisa menanamkan pemahaman konsep matematika kepada anak maka justru saya akan membuat anak kelak membenci matematika (berawal dari tidak bisa menganggap sulit kemudian lama-lama kalau hal tersebut tak terpecahkan solusinya siswa pun akan membenci matematika).

    ReplyDelete
  33. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Tantangan mengajar anak usia puber adalah bagaimana seorang guru harus bijak untuk menyikapi perilaku anak. Di usia siswa SMP, biasanya perilaku anak sudah mulai susah dikendalikan. Kenakalan-kenakalan remaja kerap terjadi seperti tidak memperhatikan guru dan jarang mengerjakan tugas. Minat anak untuk belajar mulai tersingkir dengan minatnya yg lain. Biasanya anak diusia ini tidak ingin dianggap seperti anak kecil tapi justru sikap dan berfikir mereka sebenarnya masih anak2 (tahap peralihan). Dalam belajar matematika pada tingkatan ini tidak perlu lagi memaksa anak untuk belajar, mereka sudah bisa diajak berdiskusi dan menentukan pilihan demi masa depannya. Justru tantangannya mengajar matematika siswa kelas menengah ini ada pada materi ajar yg memiliki tingkat kesulitan tinggi dan hadapkan pada anak yang justru tidak menguasai pemahaman matematika dasarnya dengan jam pelajaran yang terbatas, materi yang banyak, dan harus mengulang kembali pelajaran yg telah lalu ditambah lagi kita harus memaksa siswa belajar sedangkan minat dan bakatnya bukan di matematika. Sebagai seorang guru tentu kita tahu tentang konsep kecerdasan berganda. Kita tahu bahwa anak memiliki kecondoongan berfikir dan minat yg berbeda-beda sehingga kita tidak bisa memaksakan anak untuk menguasai pelajaran yang bukan dari bakat minat dan kecerdasannya.

    ReplyDelete
  34. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tuntutan yang masih terjadi saat ini adalah guru yang meminta seakan-akan menegaskan kepada siswa bahwa matematika itu indah. Akan tetapi, itu hanyalah pandangan guru yang belum tentu semua siswa dapat menerimanya. Bagi siswa, matematika adalah suatu hal yang sangat mengerikan dan dan menakutkan. Guru sebagai fasilitator seharusnya mampu menanamkan pemikiran pada siswa kita bahwa matematika adalah sebuah kebutuhan sehingga mampu mencapai indikator keberhasilan dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  35. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon pendidik, yang harus dilakukan untuk mengurangi peluang siswa beranggapan bahwa matematika itu sulit dan mengerikan adalah dengan memberikan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Perlu persiapan yang matang dalam penyusunan RPP, bahan ajar, strategi, metode maupun pendekatan pembelajaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal. Harapannya, dapat terwujudnya pembeljaran matematika yang bermakna dan siswa dapat menarik kesimpulan bahwa matematika itu indah.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Agar guru dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa maka salah satu langkah yang harus ditempuh guru sebelum memulai pembelajaran dikelas ialah menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

    ReplyDelete
  37. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Matematika siswa bukanlah matematika yang diberikan oleh gurunya ataupun orang lain. agar siswa mampu memahami matematika, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa sehingga matematika siswa adalah matematika yang dibangun oleh siswa itu sendiri. Dengan demikian, siswa akan benar-benar memiliki matematikanya, tidak seperti matematika pemberian guru yang membosankan, menakutkan, serta mudah dilupakan.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Paradigma bahwa guru yang harus aktif berbicara menjelaskan materi secara keseluruhan di depan kelas sudah tidak berlaku lagi dan membuat pengetahuan siswa tidak berkembang, maka dari itu penggunaan metode pembelajaran yang inovatif memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk penegtahuannya dlama menemukan konsep, guru sebagai fasilitator diharapkan mengemas pembeajaran dengan apik, menggunakan media yang tepat untuk menciptakan iklim pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta penggunaan bahasa yang tidak formal karena sulit bagi siswa sekolah menengah untuk mencerna bahasa yang formal.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sering ditemukan anggapan siswa bahwa matematika itu sulit, maka dari itu pengemasan pembelajaran harus tertulis lengkap di dalam RPP oleh guru secara baik, guru diharapkan memberikan motivasi siswa terkait materi, yang mana dapat memicu keingin tahuan siswa dan kebersyukuran siswa bahwa matematika itu ternyata tidak sesulit yang diperkirakan, pembuatan LKS yang sistematis akan mengarahkan siswa untuk memudahkan mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Seorang guru matematika harus selalu mengembangkan kemampuan dan kompetensi matematikanya, dan dapat merasa bahagia untuk doing math. Tetapi yang menjadi objek disini adalah siswa, akan lebih baik jika siswa lah yang merasa senang terhadap matematika dan mampu mendemonstrasikan nya baik didepan teman sekelasnya maupun kepada gurunya. Itulah salah satu tugas terberat guru, bagaimana guru mampu memfasilitasi siswa sehingga siswa dapat senang belajar matematika.

    ReplyDelete
  41. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Memang tidak dipungkiri bahwa ada beberapa peserta didik tidak menyukai matematika. Hal itu dipicu oleh masalah yang dialaminya ketika mempelajari matematika dan bahkan masalah tersebut dari gurunya sendiri. Setiap peserta didik adalah unik dan mereka pun memiliki cara mereka sendiri untuk mempelajari matematika. Sehingga guru harus mampu memilih metode yang paling tepat agar peserta didiknya mudah dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  42. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam hal ini, guru memfasilitasi siswa agar dalam belajar matematika dapat dilakukan dengan senang hati. Guru pun harus melihatkan bagaimana indah dan menariknya matematika kepada para siswanya, seperti seorang guru matematika yang menyukai matematika bagaimana pun kesulitannya. Karena sesuatu yang dianggap guru itu mudah, pasti belum tentu bagi siswanya.

    ReplyDelete
  43. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seorang guru matematika haruslah memiliki kompetensi-kompetensi profesional untuk dapat mendidik siswa agar menjadi generasi yang dapat bersaing di era globalisasi ini. Matematika akan sangat berguna apabila siswa mampu berpikir matematis dan serta memiliki kemampuan-kemampuan matematik yang baik. Guru yang memiliki pengetahuan matematika yang baik serta mumpuni akan lebih mudah mengeksplor bagaimana matematika itu harus diberikan kepada siswanya, daripada guru yang tidak atau kurang mumpuni dalam pengetahuan matematikanya. Guru yang pandai matematika tentu akan lebih PD dalam menyampaikan materi matematika yang diberikan kepada siswa. Namun guru tersebut juga jangan sampai melupakan bahwa apa yang dipahami olehnya belum tentu sama dengan apa yang dipahami siswanya.

    ReplyDelete
  44. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakikat belajar matematika adalah bagaimana siswa mampu membangun dan memahami konsep matematika dengan benar. Guru sebagai fasilitator berperan untuk memfasilitasi siswa agar aktif belajar matematika dan merasa butuh belajar matematika sehingga dapat tercipta pembelajaran matematika yang bermakna dan menyenangkan.

    ReplyDelete