Sep 25, 2017

*POSITIVISME*


Oleh: Marsigit, UNY
5 Agustus 2017


*Semar*:
E...gus..Aguste Compte? Apa yg melatarbelakangi engkau bikin Positivisme?

*Compte*:
Karena saya melihat ada Agama, pada jaman pertengahan atau jaman gelap, telah disalah gunakan.

*Semar*:
Disalah gunakan bagaimana?

*Compte*:
Dengan dalih Agama tertentu, maka pada jaman itu, orang tidak boleh berpikir merdeka.

*Semar*:
O begitu, lantas?

*Compte*:
Padahal, orang diseluruh dunia itu selalu menghadapi kenyataan yaitu Membangun Dunia. Bagaimana bisa orang membangun dunia, kalau tidak boleh berpikir merdeka. Maka saya buat terapi dengan cara memarginalkan semua Agama.

*Semar*:
Bagaimana tetapinya?

*Compte*:
Saya membuat buku berjudul Positivisme, yang di dalamnya mengandung kritikan bahkan serangan saya kepada semua Agama. Saya katakan: _Agama itu tidak logis, maka Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia_.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzim. Kamu sudah melampaui batas.

*Compte*:
Lho saya tidak ingin menjadi orang munafik. Agama ya diperlukan tetapi tidak utama untuk metode membangun Dunia.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzimu. Lha menurut kamu, untuk membangun Dunia bagaimana metodenya?

*Compte*:
Menurut saya, untuk membangun Dunia kita perlu merubah paradigma. Paradigma baru saya sebut Paradigma Positive yaitu 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi: 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. baru Agama.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzimu. Itu bertentangan dengan dunia Timur, dunia Indonesia, tanah Jawa.

*Compte*:
Lha kalau di Indonesia atau Jawa seperti apa?

*Semar*:
Indonesia yang berlandaskan Pancasila, memandang Struktur Dunia itu berhirarkhi darì atas ke bawah: 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Jadi di Indonesia atau Jawa, Spiritualitas itu mendasari sekaligus menjadi tujuan hidup.

*Compte*:
Bagaimana orang Indonesia atau Jawa, mengelola dan menghadapi kenyataan sekarang?

*Semar*:
Em... agak bingung saya. E..keadaan sekarang macam macam. Orang Indonesia itu lebih 350 juta, jadi macam macam.

*Compte*:
Apakah ada orang Indonesia yang lupa beribadah, dikarenakan dolanan HP?

*Semar*:
Em... ada nggak ya? Saya sendiri pernah lupa sholat karena main Game. Kayaknya ada. E maksud saya ... mungkin agak banyak. Mungkin.

*Compte*:
Kalau begitu jangan salahkan saya. HP itu adalah hasil membangun Dunia. Lupa sholat itu sudah memarginalkan Agama. Jadi orang yang lupa sholat karena dolanan HP itu adalah pengikut saya. Padahal sekarang semakin banyak jumlahnya. Maka apalah arti Aguste Compte seperti saya, karena saya sudah mati pada tahun 1857. Tetapi ajaranku semakin banyak pengikutnya, karena nyata.

*Semar*:
E...hue hue... Gareng, Petruk, lan Bagong, ayo pada sholat berjamangah. Ayo pada diakeh akehke lhe ngaji, maca Kitab Suci. Dolanan HP ya kena ning eling papan lan wektune. Aja padha ninggalke sholat. Ayo pada melu simbah kyai istigosah, dulkodiran, kalimah toyibah, dhikir, wirid lsp. Nek ora, mengko mundhak keselong karo ajarane Aguste Compte. Nau dzubilah mindzalik.

*END*



123 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami pahami terkait positivisme adalah dalam aliran filsafat ini objek adalah sesuatu yang faktual. Satu-satunya bentuk pengetahuan yang valid mengenai kenyataan hanyalah ilmu pengetahuan (Hardiman,2007: 205). Positivisme menolak sama sekali bentuk pengetahuan lain misal etika, teologi, seni, yang melampaui fenomena yang dapat diamati. Maka saya setuju bahwa aliran ini kurang cocok untuk di Indonesia yang berlandaskan Pancasila, dan kami juga merasa sadar bahwa kami juga terbawa arus positivisme ini, karena cukup sering juga lalai dalam beribadah. Terima kasih banyak, Pak. Tulisan ini menjadi pengingat bagi kami untuk lebih baik darap beribadah.

    ReplyDelete
  2. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Terkadang dalam hidup ini seseorang tidak konsisten. Meyakini bahwa untuk membangun dunia diperlukan adanya landasan spiritual dan landasan itu yang paling utama tetapi terkadang melupakan bagaimana landasan spiritual dapat tetap kokoh dan menguatkan setiap landasan lain yang ada. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah cara untuk memperkokoh landasan utama tersebut.

    ReplyDelete
  3. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Elegi ini merupakan jawaban dari pertanyaan saya pada pertemuan kedua dari perkuliahan filsafat ilmu. Dicontoh yang bapak berikan sangat spesifik yaitu HP. Namun, secara global saya mencontohkan dengan hal yang bersifat materi. Jadi, orang yang selalu berorientasi terhadap materi saja, kebanyakan mereka lalai dengan tujuan dan aturan agama yang mereka anut. Jangankan islam, sekarang orang non islam seperti Kristen misalhnya, para pemuda sekarang sudah enggan untuk melakukan ibadah di Gereja yang hanya satu minggu sekali. Jadi, perubahan mereka sangat terlihat. Agama kristen yang hanya mewajibkan ibadah di hari ahad di gereja saja dapat terbuai. Memang, jika dilihat dari rutinitasnya kalah dengan agama islam yang melakukan rutinitas hampir setiap hari setiap waktu. Namun, ternyata hal yang sifatnya materil juga mempengaruhi orang-orang islam. Jadi, sangatlah besar pengaruh hal-hal materi yang ada didunia ini terhadap kebobrokan manusia. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Tuhan kita dari hal-hal yang bersifat materi saja dengan selalu mengingat Tuhan kita dan selalu memohon maaf atas apa yang kita lakukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  4. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP Kelas B 2017

    Teori Positivisme tentu bertentangan dengan landasan bangsa kita yaitu Pancasila dimana sila pertama sudah spiritual, Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi tanpa disadari, teori ini diam-diam masuk dalam kehidupan kita, banyak yang sibuk bekerja dengan alasan mencari rezeki tapi lupa dengan kewajibannya kepada Yang Maha Pemberi Rezeki. Jadi, dapat disimpulkan bahwa teori positivisme menuhankan pikiran dan akal. Semoga kita termasuk golongan yang ALLAH teguhkan hatinya diatas agama-Nya.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Filsafat adalah pendapat para filsuf. Filsafat adalah sebenar-benar dirimu. Filsafat adalah..... Dari sinilah saya belajar bahwa segala sesuatunya adalah tentang diri kita. Maka sebagai manusia yang dibekali akal pikir dan nurani, marilah kita berpikir dan memahami, paham dalam pikir dan paham dalam hati. Pendapat Augus Comte tentang teori positivisme adalah benar bagi mereka yang membenarkannya. Akan tetapi sebagai manusia yang merdeka, kita juga berhak untuk berpendapat, berhak untuk memilih teori atau paham yang akan diikuti, berhak juga untuk menciptakan teori sendiri (alangkah lebih baik jika menciptakan teori yang dapat membangun masyarakat).

    Selain itu, melalui postingan ini, saya melihat bahwa kehidupan terkadang membingungkan, bahkan sering membingungkan. Bahkan terkait landasan. Kita yang mengangung-agungkan landasan yang disucikan pada suatu masa akan berada pada titik bingung juga dengan alasan yang mendorongnya ada pada keadaan itu. Apapun itu, pendapat saya, landasan spiritual adalah yang utama.

    "E...hue hue... Gareng, Petruk, lan Bagong, ayo pada sholat berjamangah. Ayo pada diakeh akehke lhe ngaji, maca Kitab Suci. Dolanan HP ya kena ning eling papan lan wektune. Aja padha ninggalke sholat. Ayo pada melu simbah kyai istigosah, dulkodiran, kalimah toyibah, dhikir, wirid lsp. Nek ora, mengko mundhak keselong karo ajarane Aguste Compte. Nau dzubilah mindzalik"

    ReplyDelete
  6. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya,untuk membangun dunia kita harus merubah pradigma.Pradigma ini disebut sebagai pradigma positive yaitu punya tiga tingkatan,1. Metode positive .2 filsafat. 3 agama.Comte adalah tokoh aliran positivisme yang menyatakan bahwa masyarakat bagaian dari alam dimana metode- metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan.Filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan.Agama adalah suatu jalan kebaikan dan kebenaran yang dapat menguntungkan diri sendiri dan orang lain di dalam kehidupan.Ada orang yang berambisi membangun dunia, namun tak pernah mengubah dirinya,Dan mungkin pernyataan ini sejalan dengan perkataan “ kita harus menunggu diri kita menjadi baik, baru menasehati orang lain,karena banyak orang beranggapan bahwa perbaiki diri sendiri baru menasehati orang lain,Bagaimana filsafat memandang masalah ini?Mohon pencerahannya Bapak.Terimakasih banyak sebelumnya.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Indonesia dengan falsafah Pancasila meletakkan spiritualitas pada nomor pertama. Tapi kenyataannya hanya sebagai wacana belaka. Seperti yang diutarakan Bapak Marsigit di atas, bahwa banyak orang Islam yang meninggalkan ibadah (sholat, mengaji, dll.) karena bermain HP. Jadi spiritualisme yang diagung-agungkan hanya sebatas jargon, kenyataannya penganut positivistlah yang lebih banyak.

    ReplyDelete
  8. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Tulisan bapak di atas sekaligus menjadi pengingat dan bahan introspeksi diri. Kita yang selama ini menyatakan kritik dan pertentangan terhadap aliran positivisme karena tidak sesuai dengan kepribadian dan ideologi kita sebagai bangsa Indonesia. Namun sangat disayangkan, kita hanya menentang lewat lisan saja. masih banyak tingkah laku kita yang justru mengikuti aliran positivisme.

    ReplyDelete
  9. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    S2 PEP Kelas B 2017

    terima kasih atas tulisan yang mencerahkan, Pak. Peradaban dunia saat ini menuju ke arah peradaban sains. Di mana gaya berfikir ilmiah menjadi instrument fundamental dalam membangun sains yang mukhtahir. Saya jadi teringat kata Stephen Hawking di sela-sela pidatonya yang mengatakan bahwa sains lebih menjanjikan daripada agama. Namun bagi saya sifat-sifat agama yang cenderung ke arah dogmatislah yang sesungguhnya menjadi musuh utama dari positivism bukan tentang keyakinan terhadap tuhan. Sungguh bijak para pendiri bangsa membangun ideologi Pancasila sebagai dasar Negara. Pancasila adalah ideologi yang dirancang secara holistik untuk menghadapi segala jenis peradaban. Seperti contoh, sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, saya memahami dalil tersebut sebagai pengingat bahwa manusia memiliki batasan-batasan untuk bertindak dan berpikir. Begitu juga sila-sila selanjutnya yang mngedepankan konsep kemanusiaan, gotong royong, musyawarah dalam proses beradab.

    ReplyDelete
  10. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan percakapan antara Semar dengan Aguste Compte, saya memahami bahwa menurut aliran filsafat positivisme, yang digagas oleh Aguste Compte, memandang agama tidak logis dan tidak dapat digunakan untuk membangun dunia. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa agama tidak punya campur tangan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Bahwa cara pandang sains menolak aktifitas yang berkaitan dengan segala sesuatu yang diluar nalar dan logika manusia. Disini Compte memosisikan agama dalam posisi marginal dengan membawa perubahan paradigma, dimulai dari metode positive, filsafat, dan terakhir agama.
    Memahami hal ini, saya sependapat bahwa positivisme memang tidak sesuai dan bertentangan dengan pandangan orang Indonesia, dimana spiritualitas menjadi dasar dan tujuan hidup. Namun tidak bisa dipungkiri juga, adanya pengaruh positivisme ini memang sangat besar di Indonesia, terlihat dari mulai lalainya dalam beribadah dan terlena dengan arus kekinian. Semoga kita semua selalu terlindung dan terjaga dari segala hal yang melalaikan dari ajaran-Nya.

    ReplyDelete
  11. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Ketika positivisme dibenturkan dengan paradigma ketuhanan tentunya sangat sulit untuk menyatu. Setahu saya (jika salah mohon diluruskan), terutama dalam konteks ilmu sosial, postivisme memandang realitas sebagai suatu entitas yang tunggal yang dapat dilihat dan dapat diukur. Di luar dari itu akan dianggap sebagai khayalan sebagaimana metafisika dan agama. Ketidaksepahaman saya dengan postivisme adalah menjadikan agama sebagai simbol kekolotan. Namun di satu sisi saya setuju, terutama dalam aspek penelitian misal dalam penwlitian penelitian survey, eksperimental, PTK, yang berdiri di atas paradigma postivistik.

    ReplyDelete
  12. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Teori positivisme ini sebenarnya bertentangan dengan Indonesia, tapi belum tentu bertentangan dengn seluruh rakyat indonesia. Bisa kita lihat dari pancasila pada sila pertama sudah Mengenai Ketuhanan YangMaha Esa, ini jelas menomor satukan agama, tetapi ini belum tentu teraplikasi kan utk rakya indonesia, Karena terkadang apa yang saya lihat dengan apa yang saya alami tidak demikian, bermaian HP, kerja, traveling, dan sebagainya semata mata untuk kepuasan diri, setelah itu baru mengutamakan perintah ibadah dari agama. Bisa dilihat dikehidupan sehari-hari teori positivisme ini perlahan masuk dikehidupan kita. Semoga dgn membca ini saya bisa lebih baik lagi utk beribadah kepada Allah Swt. Aamiin...

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pada abad ke 21 saat ini pengaruh global seperti dunia barat sudah sangat cepat dan kuat masuk ke negara ini. Maka dari itu selain peranan aturan baik hukum negara maupun hukum adat peranan agama secara spiritual juga sangat dperlukan sebagai taming untuk menyaring segala pengaruh negatif yang masuk. Begitu juga dengan kehiduan sekarang yang bergelut dengan dunia digital kita tidak boleh menyalahkan teknologi atau media elektronik karena disitulah juga peranan sikaf dan pikiran positivisme kita bertindak. Segala sesuatu hal akan berdampak positif jika kita sebagai individunya menggunakannya sesuai norma dan kepentingan ilmu pengetahuan begitu juga sebaliknya. Sikaf positivisme bisa terbentuk dengan membiasakan diri melakukan hal-hal yang berorientasi muntuk emberikan faedah kepada khalayak dan lingkungan.

    ReplyDelete
  14. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    terimakasih prof, sepengetahuan saya positivisme merupakan ajaran yang berlandaskan realitas, dan nalar belaka. Hal ini tentu terkadang bertentangan dengan paham keagamaan. Pentingnya seorang pemeluk agama di Negara Indonesia dimana negara ini dilandasi oleh Pancasila yang sila pertamanya mengutamakan nilai ketuhanan, sangat dibutuhkan agar generasi penerus lebih cermat dan berhati-hati dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  15. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Terimakasih untuk ilmunya pak. Tulisan ini Memberikan pemahaman yang bisa saya cerna dengan mudah. Semoga kita tergolong ke dalam orang-orang yang taat dalam beribadah dan menggeser ke dalam paham positivisme tersebut.

    ReplyDelete
  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Kemajuan teknologi yang sekarang sedang berkembang dengan sangat pesat mulai kehilangan tujuannya yang sebenarnya. Awalnya ilmu pikir manusia berpikir untuk menciptakan alat-alat yang mampu mempermudah pekerjaan manusia, namun semakin berkembangnya zaman, yang terjadi adalah sebaliknya, banyak manusia yang kehilangan kendali dalam menggunakan teknologi hingga ada yang melupakan kewajiban-kewajiban yang utama kepada Allah SWT. Oleh karena itu, pengendalian diri dan landasan spiritual yang kuat untuk masing-masing pribadi menjadi kunci yang tidak boleh dilupakan.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya mencoba memahami artikel Prof ini dang mengaitkannya dengan realita kehidupan sekarang. Ketika seseorang berargumen tentang paradigma Comte ini tentu sebagian besar orang Inodesia tidak sepakat. Hal ini disebabkan karena kita diajarkan tentang teori ketuhanan bahkan menjadi landasan dalam berperilaku. Pancasila juga menempatkan Tuhan menjadi landasan tertinggi dalam berbangsa dan bernegara. Tetapi ketika kita melihat realita, banyak orang yang “tidak sengaja” menjadi pengikut Comte. Mungkin inilah yang menjadi salah satu sebab moral bangsa kita semakin buruk. Pengaruh teknologi berbanding lurus dengan dampak negative yang ditimbulkan sehingga banyak kejahatan dimana-mana. Jadi, perlu adanya keseimbangan antara pikiran, ucapan, dan perbuatan.

    ReplyDelete
  18. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam artikel ini, saya melihat akan perbedaan mendasar paradigma Comte, dengan paradigma yang dianut orang Indonesia. Namun secara tidak sadar terkadang kita sudah terjebak dalam situasi seperti dalam paradigma tersebut. Seperti contoh diatas tadi.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Teori positivism yang berawal dari kekecewaan terhadap suatu kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, yang salah bukan agama-nya tetapi oknum yang mengatasnamakannya. Jika kita belajar dari seorang “Aguste Compte” yaitu jalankanlah ajaran Agama dengan sebenar-benarnya, jangan karena oknum tertentu kalian kecewa pada suatu Agama.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  20. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr. wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas tulisan di atas. Subhanallah, secara tersirat tulisan di atas memberikan makna dan hikmah yang luar biasa, dimana pada jaman sekarang banyak manusia yang tidak berlandaskan spiritualitas nya untuk menghadapi dan menjalankan kehidupan. Meskipun manusia merupakan tempat salah dan lupa, jangan menganggap remeh suatu perbuatan yang tidak berlandaskan kekokohan agama. Terlalu tinggi untuk membangun dunia, sebagai mahasiswa saja terkadang kita masih terlenakan dengan perilaku dan sikap keduniawian ketimbang melaksanakan perintah Allah swt. Sungguh hal yang mungkin tidak kita sadari bahwa kecanggihan teknologi dan kerumitan urusan dunia sudah menomorduakan urusan kita dengan Allah swt. Jadi, sepandai apapun kita, sepenting apapun kita, sesibuk apapun urusan kita dan setinggi apapun jabatan kita, janganlah lupakan Allah sebagai Sang Pengatur Hidup kita. Marilah kita bersama-sama saling mengingatkan karena tanpa keridhoanNya kita hanya akan menjadi manusia yang hidup sia-sia di dunia. Naudzubillahimindzalik.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  21. INDAH PURNAMA SARI
    17701251035
    PEP B 2017

    AGAMA adalah LANDASAN POKOK dari segala aktivitas didunia ini. teori positivisme dengan tidak sadar membimbing orang untuk berfikir liberal. bagaimana tidak? didalam agama semua kegiatan dari yang paling besar contoh: mengambil keputusan sampai hal yang paling mendasar contoh : kegiatan sehari-hari makan, minum, tidur dsb diatur oleh agama. ada aturan-aturan yang berlaku serta larangan yang membuat manusia hidup lebih teratur dan aman. teori ini jelas membuat orang menjadi budak dunia, sedang Allah SWT mengatakan bahwa diciptakan manusia di muka bumi untuk beribadah kepadaNya. Jika ada yang mengatakan itu terlalu agamis maka saya katakan, didalam islam bekerja memberi nafkah keluarga ataupun belajar (baik ilmu agama maupun akademis) itu termasuk ibadah. jadi ibadah tidak melulu soal solat, sedekah, haji, puasa.
    dalam hal membangun negara jika yang digunakan landasan pemikiran manusia saya yakin bakalan banyak sekali perpecahan disebabkan beragamnya ideologi dari manusia itu sendiri. namun jika landasannya adalah agama maka aturan yang dipakai hanya satu. Turki ialah salah satu contoh negara yang dewasa ini berkembang pesat karena menerapkan hukum-hukum yang telah ditentukan dalam agama. maka dari itu jika kita ingin membangun negeri mari kita sama sama perbaiki diri dalam hal akhirat sehingga duniapun ikut diperbaiki.
    ada nasihat ustad yang benar-benar saya ingat sampai sekrang, beliau berkata "jika kita mengejar dunia alangkah ruginya kita karena akhirat bakalan terbengkalai, sebaliknya jika kita mengejar akhirat maka dunia kita pun akan menjadi lebih teratur karna memang sebenar-benarnya tujuan hidup ialah akhirat".

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Positivisme adalah aliran filsafat yang dikembangkan oleh August komte yang mana teori ini ia keluarkan sebagai bentuk kritiknya pada agama. Bentuk dari positifisme dalam kehidupan kita itu sudah beragam bentuknya, mulai dari pendidikan yaitu pendidikan k13 pendidikan saintifik yang kita harus kritis melihat fenomena. Maka sejatinya suatu teori itu memiliki kelemahan termasuk aliran positivisme ini yang mengenyampingkan agama, dan menggunggulkan pikiran manusia. Padahal ada banyak hal yang memang tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia dan tidak bisa dikritisi hanya bisa di percayai. Yaitu aspek aspek dalam spiritualitas. Sehingga kita pelu berhati-hati dengan fenomena comte ini. Karena segala perilaku yang tanpa mengimbanginya dengan nilai spiritualitas, atau mengabaikan aspek ini maka ia telah tersesat jauh. Semoga kita senantiasa dapat menjadi diri kita dari fenomena comte ini.

    ReplyDelete
  23. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Teori Positivisme sangat bertentangan dengan ideologi Bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila sila pertama yaitu Katuhanan Yang Maha Esa. Namun, pada kenyataannya tanpa disadari teori ini banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Seperti contoh yang Bapak jelaskan, bahwa alat elektronik merupakan suatu godaan manusia untuk sedikit demi sedikit melupakan Tuhan yaitu dengan lebih mementingkan bermain alat elektronik daripada beribadah. Oleh karena itu, marilah kita sadar akan tindakan kita dan mari lebih mementingkan ibadah. Sebab pada dasarnya ibadah merupakan fondasi atas segalanya yang ada di bumi. Pada dasarnya semua yang ada dan hidup di bumi sebenar-benarnya adalah kehendak Tuhan, manusia hanya dapat menjalani kehidupan ini, pasrah serta menyerahkan segala perkaranya kepada Tuhan. Terimakasih Bapak Marsigit.

    ReplyDelete
  24. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Agama itu merupakan hirarki yang paling tinggi. Benar jika banyak jaman sekarang pengikut Compte yiatu mementingkan teknologi daripada ibadah. Sebagai sebab akibat arus globalisasi pembangunan dunia, makhluk hidup seharusnya jangan goyah dengan pendiriannya, yaitu tentang dasar Agama. Setinggi-tinggi ilmu adalah ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Jangan sok pinter dunia, tetapi nol di akhiratnya (membodohi umat yang lain). Karena banyak ditemukan fenomena, orang yang ilmunya tinggi dan memiliki kuasa yang lebih, malah memperalat orang yang dibawahnya untuk ikut ke ajarannya (ajaran sesat). Pandai-pandailah memilih hal yang baik dan jangan lupa dasar dari kehidupan adalah ilmu spiritual.

    ReplyDelete
  25. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Lahirnya positivisme yang klaimnya dilatarbelakangi oleh kekecewaan agama sehingga dia menyerang semua agama menurut saya adalah kurang tepat. Memang benar bahwa lahirnya positivism merupakan bentuk kekecewaan terhadap agama tertentu. Namun tidak dibenarkan bahwa dengan alasan itu ia menyerang semua agama. karena sejarah membuktikan bahwa ada penyelewangan di salah satu agama yang sedang berkembang ketika itu, sehingga terjadi konfrontasi antara pengetahuan dan agama. Padahal dalam ajaran agama yang lain, antara pengetahuan dan agama justru berjalan beriringan. banyak pengetahuan ditemukan dan semakin menambah keimanan, dan banyak juga wahyu-wahyu dari Tuhan yang Nampak (ditampakkan) dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  26. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    dari artikel yang saya baca bahwa positivisme merupakan ajaran yang dibawa oleh Comte yang merupakan landasan untuk membangun dunia dengan tidak menggunakan agama. Teori Positivisme ini akan tentu kita tahu adalah teori yang bertentangan dengan Indonesia. Indonesia menempatkan Agama pada posisi paling atas sehingga menjadikan patokan untuk melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. namun, disadari atau tidak terkadang manusia secara tidak sadar mengikuti teori Comte yang tidak mendahulukan agama. Dari hal tersebut sehingga dibutuhkan keseimbangan antara kegiatan berhubungan dengan Agama dan juga dalam masalah dunia, karena setiap teori ada porsinya dalam penggunaan, kita harus dapat menempatkan penggunaan kecanggihan teknologi yang ada dengan urusan agama.

    ReplyDelete
  27. Seseorang yang merasa bahwa agama telah membuat dirinya untuk tidak boleh berpikir merdeka karena di seluruh dunia itu selalu menghadapi kenyataan yaitu membangun dunia, maka bisa jadi hatinya itu kosong, tidak mampu berfikir siapa yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  28. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menyoal tentang auguste comte, comte membagi perkembangan manusia menjadi tigas tahapan, yakni tahap religius atau teologi yang pada tahap ini agama masih sangat diagungkan, sumber ilmu pengetahuan didapatkan salah satunya melalui ilham yang diterima dari tuhan, kedua metafisis yakni keadaan manusia yang mulai beranjak meninggalkan tuhan, selanjutnya yakni tahap positivistik dimana ilmu pengetahuan dapat diterima sebagai ilmu jika dapat dibuktikan dan masuk akal. Pada tahap ini manusia mulai menggeser kedudukan agama darinya diyakini menjadi suatu penghalang untuk memajukan potensi diri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Benar bahwa gadget pada saat ini seolah menjadi barang primer yang harus dimiliki dan dibawa kemanapun pergi, bahkan beberapa diantaranya rela kemabali ke rumah demi mengambil hp yang tertinggal. Memiliki hp sebagai alat bantu komunikasi maupun alat bantu belajar memang amat menguntungkan, bahkan hal tersebutlah yang harusnya dipahami mengeni hp. Namun teknologi yang terus berkembang seolah menonjolkan hp menjadi sesuatu yang wajib sehingga menggeser hal-hal penting lainnya. Bahkan orang saat aakan melakukan shalat kemudian mendngar hpnya berbunyi memilih untuk mengecek hpnya terlebih dahulu. Hal ini terntulah hal yang tidak dibenarkan, seruan mana yang pertama kali menghampiri, itulah yang petama kali dilakukan. Teknologi, Hp maupun gadget lainnya merupkan keniscayaan yang telah melekat di kehidupan kita, namun alangkah baiknya kita jika mampu bersikap bijaksana dan menempatkan sesuatu pada tempat yang seharusnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Assalmaualaikum Wr.Wb

    Setelah membaca postingan bapak diatas, memang paham positivme bertentangan dengan asas negara indonesia dimana terdapat poin Ketuhanan yang Maha Esa, pertentangan akan paham positivme seharusnya diselaraskan dengan perilaku manusia yang senantiasa bertaqwa kepada Tuhannya sehingga menumbuhkan nilai-nilai sosial yang terpuji. Namun, pada tidak semua manusia mampu menjalankan nilai-nilai agama dengan baik. Pemikiran dari auguste comte memang bertentangan dengan agama, yang dapat kita ambil pelajarannya adalah bagaimana auguste comte dapat mempengaruhi dunia dengan pemikirannya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  31. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Ajaran agama yang universal mengandung kebenaran yang tidak dapat dirubah meskipun masyarakat yang telah menerima itu berubah dalam struktur dan cara berfikirnya. Maksud di sini adalah bahwa ajaran agama itu dapat dijadikan pedoman hidup, bahkan dapat dijadikan dasar moral dan norma-norma untuk menyusun masyarakat, baik masyarakat itu bersifat industrial minded, agraris, buta aksara, maupun cerdik pandai (cendikiawan). Karena ajaran agama itu universal dan telah estabilished, maka agama itu dapat dijadikan pedoman yang kuat bagi masyarakat baik di waktu kehidupan yang tenang maupun dalam waktu yang bergolak.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Dari dialog diatas dapat disimpulkan bahwa Postivisme pada hakikatnya adalah ajaran sosial atau pandangan dunia, yang menganggap bahwa masyarakat yang lebih baik itu dapat dibentuk. Ilmu pengetahuan, dalam pandangan Comte, patut menjadi pemimpin dalam usaha ini. Tentu saja paham positivisme ini sangat bertentangan dengan masyarakat Indonesia yang agamis bahkan taat pada ajaran agamanya dan tidak sejalan dengan UUD dan pancasila. Terutama bagi agama islam, sebagai seorang muslim yang paling utama adalah menjalankan segala perintah tuhan YME dan menjauhi larangannya, artinya bahwa ajaran agama adalah yang pertama dan paling utama seperti yang tertuang pada sila pertama pancasila. Umat islam sangat yakin jika setiap individu menjalankan agamanya dengan taat maka akan tercipta masyarakat yang aman, damai, sejahtera, makmur dan sentosa. Dan hal ini bertentangan dengan pahan positivisme yang menganggap ajaran agama tidak mampu untuk membangun dunia.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Melihat fenomena yang sering terjadi sekarang rasanya perlu ditanamkan kembali makna pancasila yang sesungguhnya, bukan pancasila yang hanya diterpampang sebagai dasar negara saja tapi tidak diamalkan. Spiritualitas pada pancasila adalah hal yang utama, apabila hal yang utama berjalan dengan baik maka insya Allah hal-hal di bawahnya juga akan baik. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang mengutamakan ibadah di atas hal-hal duniawi lainnya.

    ReplyDelete
  34. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perkembangan zaman dengan berbagai kemudahan teknologi memang tidak dapat dibendung lagi. Sehingga paham-paham dan kebiasaan-kebiasaan akibat perkembangan zaman baik dalam teknologi, ilmu pengetahuan, budaya dan lain-lain juga mulai beragam, dan bisa saja akan mengikis paham yang dari dulu ditanam pada setiap generasi. Namun, orang-orang yang berbelok pada paham yang lain itu menunjukan bahwa pemahamannya terhadap paham yang dianutnya belumlah sepenuhnya paham. Maka hendaknya perlu diberikan pendidikan sedini mungkin tentang dampak positiv maupun negatif dari pemahaman yang hanya sekedar tahu belum benar-benar paham.

    ReplyDelete
  35. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.

    Sebelumnya terima kasih bapak atas postingan ini, postingan ini dapat menjadi bahan renunagn dan intropeksi diri mengenai perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan sehari-hari, apakah sebenarnya kita secara tidak sadar sudah terjebak dalam pemikiran Auguste Compte? Dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, kita terkadang tergiur dan terlena dengan kecanggihan-kecanggihan itu. Seperti contoh yang disampaikan tadi yaitu HP, kita begitu mudah terlena dengan hal-hal yang baru dan canggih yang kemudian membuat kita seakan-akan melupakan waktu, waktu untuk beribadah dst, karena hanya fokus pada HP tadi. astagfirullah hal adzim. Jangan jadikan diri kita menjadi pengikut-pengikut A.Compte. Agama/Spiritual haruslah diletakkan pada posisi tertinggi sehingga setiap yang kita pikirkan dan kerjakan merupakan bayang-bayang dari agama/spiritual tadi. Sekian dan terima kasih, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  36. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036


    Positivisme dapat diartikan sebagai aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar. Tokoh yang terkeanla dari positivism adalah Auguste Compte. Menurut Auguste Compte pada jaman gelap orang tidak boleh berpikir merdeka, padahal menurut dia bagaimana seseorang dapat membangun dunia apabila tidak boleh berpikir secara merdeka. Sehingga menurut dia, cara mengubah dunia tersebut dengan cara metode positif, filsafat, dan agama. Tetapi hal tersebut tentu tidak cocok dengan bangsa Indonesia yang mengedepankan agama, urutannya juga berbeda yaitu 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Sehingga apabila kita tidak ingin menjadi pengikut Auguste compte maka kita harus melaksanakan kewajiban Tuhan dan menjauhi lrangan Tuhan.

    ReplyDelete
  37. Semoga kita bisa menempatkan hasil dari membangun dunia pada posisinya. Jangan terlena dengan dunia. Kita tempatkan struktur dunia yang sudah kita percayai sesuai dengan hirarkinya. Spritual (Agama) selalu jadikan nomor 1.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  38. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Aguste Comte si pembuat aliran filsafat positivisme, agama dianggap tidak logis, sehingga tingkatan hierarkinya ada di paling bawah, dibawah metode positivisme dan filsafat. Aliran ini tidak sejalan dengan ideologi pancasila yang meletakkan spiritual sebagai hierarki teratas. Namun secara tidak langsung banyak dari kita yang menjadi pengikut aliran ini.

    ReplyDelete
  39. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi ini memberikan pelajaran besar sekalgus merupakan sindiran pedas atas apa yang banyak terjadi di era ini. Tidak sedikit orang terhipnotis oleh perkembangan jaman dan kemajuan teknologi sehingga melupakan apa yang sebenarnya menjadi kewajiban. Sebagai orang yang hidup di jaman modern, tentu tidak baik jika menampik kemajuan teknologi dan enggan mengikutinya. Namun kita juga harus selalu ingat bahwa di Indonesia, semua yang kita lakukan harus selalu berlandaskan spiritual, berlandaskan agama. Untuk itu sebaik-baik hidup di jaman modern ini adalah kita tetap mengikuti perkembangan jaman namun tetap berlandaskan pada agama atau spiritualitas. Mengedepankan kewajiban dan mengetahui batasan-batasan terhadap apa yang kita kerjakan.

    ReplyDelete
  40. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Jika bebicara tentang positivisme mungkin bisa kita kaitkan dengan ateisme. Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme.Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan. Tentunya aliran ini sangat bertenatangan dengan ideologi negara kita dan harus kita perangi.

    ReplyDelete
  41. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Positivisme menurut Auguste Compte merupakan cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains, berdasarkan pemikirannya inilah muncul Fenomena Comte. Comte berpendapat bahwa agama tidak berguna untuk membangun dunia, karena menurutnya agama itu dianggap tidak logis, paham ini tentu bertentangan dengan ideologi kita yaitu pancasila yang mengutamakan nilai ketuhanan. Semoga kita tidak terpengaruh maupun terjerat dalam fenomena ini, dan tetap berpegang teguh kepada landasan kita dengan meningkatkan spiritual kita.

    ReplyDelete
  42. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Suatu percakapan mengandung sarkasme yang membuat kita semua berpikir, apakah saya sudah menjadi pengikut Compte secara tidak langsung? Tidak bisa dipungkiri dalam kenyataannya banyak orang yang mengaku beragama namun tidak menjalani kehidupan layaknya seseorang yang beriman. Bukti peran spiritual dalam membangun sesuatu memang tak dapat dibuktikan secara otentik, berbeda dengan aspek lainnya. Namun yang harus selalu dipahami adalah kita bernafas tak lepas dari kuasa Allah SWT. Sepertinya saya mulai bertanya pada diri sendiri, apakah saya perlahan-lahan sudah ingin mengikuti Compte? Karena saya sering merasa hidup saya bergantung pada ponsel, bukan pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Pandangan Auguste Comte ini berat tapi memang ada benarnya juga jika dilihat dari kecenderungan perilaku manusia saat ini. Ketergantungan manusia pada teknologi, dunia digital, sudah sedemikian besar. Perkembangan ilmu pengetahuan sedemikian pesat. Riset-riset dilakukan, universitas juga mendorong riset. Dalam perkembangan ini, semestinya manusia mengingat adanya aturan-aturan, kesesuaian ruang dan waktu. Sebab jika tidak, dunia akan mengagungkan pikiran dan lupa akan yang hakiki. Sekali lagi, pentingnya spiritualitas, yang saya sebut sebagai religiusitas. Segalanya bermuara dan hendaknya diterangi oleh religiusitas. Bagaimana sikap dasar dan hati nurani dikembangkan untuk segala yang baik dan indah. Jangan sampai terjebak pada mitos bahwa pengetahuan adalah segalanya.

    ReplyDelete
  44. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Positivisme, aliran filsafat ini memarginalkan agama sehinga tidak sesuai dengan bangsa indonesia yang menganut Pancasila. August Comte, mengemukakan aliran ini sudah berabad-abad yang lalu. Sekarang gejalanyapun mulai merasuki bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang mengaku berlandaskan agama, kadang-kadang masing banyak orang yang terlena dengan gadget sehingga melupakan ibadahnya. Oleh karena itu, kita harus banyak berdoa dan berikhtiar agar tetap teguh untuk memegang agama sebagai landasan hidup. Terimaksih.

    ReplyDelete
  45. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Positivisme merupakan paham yang dibuat oleh Auguste Comte yang menurutnya agama itu merupakan hal yang tidak logis sehingga agama tidak dapat dipakai untuk membangun dunia. Jika mendengar paham postivisme yang dibuat oleh Auguste Comte tersebut tentu kita tidak setuju. Bagi kita yang beriman, agama adalah nomor satu dan menjadi pegangan hidup yang dapat menyelamatkan kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi faktanya, kita di zaman sekarang sebenarnya telah meninggalkan agama dikarenakan produk dari pembangunan dunia. Seperti anak muda sekarang yang lebih suka melanjutkan nongkrong, hangout, bermain HP dan karaokenya pada saat adzan memanggil atau waktu beribadah telah tiba. Secara tidak langsung dan tidak sadar pada saat seperti itu sebenarnya kita telah meninggalkan agama dan mengikuti alur positivisme. Oleh karena itu, kita harus segera sadar dan kembali ingat bahwa agama adalah hal nomor satu yang harus dijaga dalam hidup ini dengan mengikuti perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Positivisme dikembangkan oleh Aguste Comte, seorang filsuf yang mengemukakan bahwa untuk membangun dunia, agama harus dinomor terakhirkan. pandangan seperti itu tidak cocok dengan ideologi yang dianut di Indonesia. Pancasila merupakan ideologi yang dianut di Indonesia yang pada sila pertamanya yang berbunyi "ketuhanan yang maha esa", dari sila pertama tersebut terlihat jelas bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi Agama sebagai dasar atau ideologi negara. Di Indonesia pandangan dari Aguste Compte pernah berkembang pada saat partai komunis indonesia terbentuk di Indonesia. Tetapi Karena tidak cocok dengan ideologi pancasila, maka partai komunis Indonesia dibubarkan dan sampai sekarang masyarakat menjadi anti PKI

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Di Indonesia spiritual diletakkan pada paling atas, di nomor urut pertama. Tetapi dalam kenyataannya saat ini banyak masyarakat yang terlena dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah dalam hal penggunaan HP. Saat ini HP merupakan salah satu produk yang hamper setiap orang punya, bahkan banyak anak kecil yang sudah memiliki HP. Tetapi sayangnya HP justru banyak digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, sehingga menjadikan kita sering melupakan kewajiban-kewajiban kita, salah satunya kewajiban sebagai seorang muslim. Karena itulah kita harus kembali menemukan jalan kita, berpegang bahwa spiritual merupakan hal utama. Karenanyalah HP juga harus kita gunakan untuk mendukung spiritual kita. Semoga kita senantiasa dilindungi dari segala macam bentuk godaan. Amin.

    ReplyDelete
  48. Eka Luthfiana Lathifah
    1779251062
    PPs P.Mat C

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Berdasarkan dialog diatas, dapat saya pahami bahwa yang melatarbelakangi positivisme yaitu terdapat suatu ajaran yang tidak membolehkan berpikir merdeka. Padahal untuk membangun dunia dibutuhkan berpikir merdeka. Terdapat tiga tingkatan untuk membangun dunia, yaitu metode positive, filsafat, dan agama. Namun tiga tingkatan tersebut bertentangan dengan yang diterapkan di Indonesia. dimana di Indonesia spiritual diletakkan pada urutan pertama.
    pada akhir dari dialog diatas kita juga diingatkan tentang spiritual kita, yakni jangan sampai menyalahgunakan HP, apalagi sampai lupa beribadah dikarenakan oleh HP.

    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  49. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Percakapan diatas menceritakan tentang seorang tokoh filsuf yang bernama August Comte, yang menciptakan aliran positivism. Dalam alirannya tersebut ia beranggapan bahwa dalam membangun dunia tidak berdasar kepada agama. Dikarenakan menurut Comte agama itu tidak rasional. Dari pemikiran Comte tersebut sekarang digunakan sebagai dasar oleh berbagai akademisi yang di terapkan dalam metode ilmiah maupun sosial. Akibatnya banyak orang sekarang lebih berfikir duniawi, tidak memikirkan akhirat. Banyak yang berpikir secara logika, tetapi tidak berdasar pada hati. Padahal keluhuran agama sangatlah penting bagi manusia agar tidak merugi duni akhirat, maka dari itu kita harus menjaga diri dan deluarga serta saudra dan lingkungan kita untuk tetap berlandaskan agama.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  50. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Positivisme adalah paham untuk mengesampingkan agama dalam upaya membangun dunia. Paham ini sangat terkenal dikemukakan oleh Augus Compte dengan tulisannya bewrjudul Fenomea Bendungan Compte. Inti dari paham ini bahwa agama itu perlu ada tetapi bukan merupakan kebutuhan utama dalam membangun dunia. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan landasan Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila meletakkan ketuhanan yang maha Esa di sila pertama, yang artinya bahwa tuhan yang Esa atau agama itu berada di posisi pertama yang diperlukan oleh bangsa kita dalam membangun dunia.
    Sayangnya, di zaman modern ini rakyat Indonesia mulai melupakan ideologi Pancasilanya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup modern dan sifat hedonism. Sehingga melupakan ibadah karena mengejar kesenangan dunia. Padahal tanpa landasan agama, pembangunan dunia yang dimaksud akan menjadi kacau. Tidak ada budi pekerti, moral, dan etika, yang ada hanyalah bagaimana cara membangun diri sendiri demi menjadi yang tertinggi. Dengan cara mengeksploitasi bumi kita sehingga memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Oleh karena itu betapa pentingnya agama dalam membangun dunia.

    ReplyDelete
  51. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Setiap manusia memiliki sifat positive dan negative tergantung ia memilih apa pada saat mengambil keputusan tersebut
    Karena yang menjadikan seseorang dibumi itu baik bukan hanya pandangan individual namun adanya habitat yang membentuk
    Karena bersifat kontraditif itulah positive mengada karena telah terpilih

    ReplyDelete
  52. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    ALiran positivisme merupakan aliran yang berpedoman bahwa ilmu pengetahuan sebagai satu-satunya pengetahuan yang benar, sehingga tidak mengakui adanya aliran lain. Termasuk agama, oleh karena itu kita sebagai manusia diberikan akal pikiran, sehingga bisa meilih dan memilah aliran mana yang bisa kita ikuti sebagai suatu perkembangan ilmu pengetahuan, yang sesuai dengan ajaran agama.

    ReplyDelete
  53. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kemerdekaan berpikir adalah hak mutlak setiap orang. Tidak ada satu hal apapun yang dapat menghalangi kekuasaan seseorang dalam berpikir. Dengan berpikir seseorang dapat membuat langkah yang berpotensi akan mengembangkan diri dan lingkungannya. Namun dalam bertindak dan berpikir. Tak dapat dipungkiri, perkembangan yang ada secara sadar dan tidak sadar membuat seseorang memarginalkan agama maka secara langsung ajaran positivisme terus merambat ke seluruh sendi kehidupan. Dengan demikian, seseorang memerlukan paradigma agar tidak hanyut terbawa godaan dunia yang kian semakin deras. Dan sekuat-kuat paradigma adalah yang mengedepankan spritualitas.

    ReplyDelete
  54. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Paham positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Artinya paham ini memerlukan bukti secara empiris dulu agar bisa diterima dan diakui kebenaranya. Paham ini cukup bagus jika digunakandan diterapkan dalam pemecahan soal matematika agar bisa tahu mana jawaban yang benar dan mana jawaban yang belum benar.

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs Pm C 2017
    Kekuasaan adalah hal utama untuk membentuk sesuatu peradaban, bahkan paham. Segala hal akan semakin menjadi mudah jika ada kuasa, presiden mengatur menteri, kepala sekolah mengatur guru-guru, guru mengatur siswa dsb. Akan tetapi ada yang lebih kuat dari kekuasaan, yaitu isme, paham. Tanpa kekuasaan dia mampu mempunyai pengikut yang sangat banyak, contoh ada di tulisan Prof di atas.

    ReplyDelete
  56. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pps. P. Mat B 2017
    Senyum saya cukup mengembang ketika membaca artikel bapak tentang ini. Dulu belajar sejarah tentang positivisme seperti dipaksa mengunyah teori yang rumit. Namun dengan dialog dan gaya bertutur yang mengalir membuat artikel ini sangat menarik dan mudah dipahami. Apalagi mengkonstruktif bahasa yang rumit menjadi sederhana butuh keahlian khusus. Dengan ini, saya mulai memahami bahwa tanpa sadar kita dikepung oleh peradaban dunia. Meski kita mengakui agama sebagai tujuan utama dalam hidup, tetap saja pesona dunia mudah menggoyahkan keyakinan. Jika tidak punya benteng pemikiran dan hati yang kuat juga landasan ilmu yang memadai maka kita akan muda tergerus zaman.

    ReplyDelete
  57. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pps. P. Mat B 2017
    Diantaranya hal yang perlu disyukuri di dunia ini adalah terlahir dalam lingkungan yang mengokohkan agama dan mendukung keimanan. Menjadi warga Negara Indonesia adalah nikmat. Sebab Indonesia memiliki pemahaman meletakan dasar agama pada tujuan utama. Ini berdasarkan falsafah pancasila ke 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana poros segala perbuatan, usaha, keinginan, kenyataan dan segala yang ada dan yang mungkin ada berdasar pada ketetapan Tuhan.

    ReplyDelete
  58. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Positivisme minus seperti inilah, positiv tetapi isinya berupa penyerangan terhadap agama. Agama yang seharusnya diletakkan paling awal, paling ujung, paling utama, malah diletakkan paling bawah, dasar, akhir untuk membangun suatu dunia. Hal itu sangat bertolak belakang sekali dengan prinsip dasar bangsa Indonesia terlebih lagi umat muslim. Tetapi pada kenyataannya memang banyak masyarakat yang sudah terperangkap pada prinsip pembangun dunia yang salah sesuai dengan pendapat Comte. Hal itu terjadi karena mereka tidak menempatkan spiritual pada pikiran dan hati sebagai landasan dalam sikap dan tindakannya. Sehingga apa yang mereka perbuat sama saja dengan hati dan pikirnya yang tidak yakin dan percaya akan kuasa dan segala aturan yang sudah Tuhan berikan.

    ReplyDelete
  59. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dunia yang sekarang kita jalani hanyalah sebuah panggung sandiwara yang di dalamnya terdapat sisi-sisi positif kehidupan maupun sebaliknya. Di dalam mengarunginya kita membutuhkan sebuah landasan sebagai fondamen yang berupa Agama yang mengacu kepada Al-qur’am dan hadist serta negara sebagai wadah roda pemerintahan yang mengacu kepada Pancasila dan UUD 1945. Jika kita menjadikan unsur-unsur tersebut sebagai pegangan hidup baik dalam berfikir maupun bertingkah laku maka kita akan mencapai yang namanya aliran positivism.

    ReplyDelete
  60. Metia Novianti
    17709251021
    P.Mat A S2 2017

    Sungguh besar pengaruh Comte dengan ajaran positivismenya, bahkan hingga saat ini, setelah lebih dari satu abad kematiannya. Ajarannya yang memarginalkan agama, meletakkannya pada tingkatan paling bawah dalam membangun dunia tidak sesuai dengan ajaran di Indonesia yang meletakkan agama dan spiritual pada tingkatan paling atas. Namun, saat ini, banyak yang secara sadar atau tidak sadar telah terjerumus ke dalam ajaran Comte. Mereka lebih mementingkan kehidupan dunia dan melupakan ajaran-ajaran agama. Kita memang perlu mengikuti perkembangan dunia dan teknologi, asalkan tidak lupa pada ajaran-ajaran agama dan norma-norma timur.

    ReplyDelete
  61. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Positivisme ialah empirisme, yang pada segi-segi tertentu sampai kepada sebuah kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Fakta-fakta tersebut diatur sedemikian rupa supaya dapat memberikan semacam asumsi dari ke masa depan. Seperti August Comte yang mencoba mengembangkan Positivisme ke dalam agama atau sebagai pengganti agama. Hal ini terbukti dengan didirikannya Positive Societies di berbagai tempat yang memuja kemanusiaan sebagai ganti memuja Tuhan. Perkembangan selanjutnya dari aliran ini melahirkan aliran yang bertumpu kepada isi dan fakta-fakta yang bersifat materi, yang dikenal dengan Materialisme. Selanjutnya, karena agama(Tuhan) tidak bisa dilihat, diukur dan dianalisa serta dibuktikan, maka agama tidak mempunyai arti dan faedah. Comte berpendapat bahwa suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu sesuai dengan fakta.

    ReplyDelete
  62. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Hidup ini jika dijalani dengan landasan berfikir yang tidak baik ataupun dengan negatif, maka tindakan yang dilakukanpun akan mengarah pada keburukan. Namun jika menjalani hidup dengan landasan berfikir positif. Maka hidupnyapun akan berjalan dalam kebaikan. Karena bagaimana mungkin dunia ini dapat dibangun menjadi lebih baik, oleh pikiran-pikiran yang buruk.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  63. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Positivisme apabila dilihat secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan atau impian. Kajian positivisme dalam di sini lebih mengarah pada sebuah karakter yang mengideologis. Basis ini biasanya berkembang setahap demi setahap yang berujung pada lahirnya sebuah ideologi.

    ReplyDelete
  64. Junianto
    PM C

    Auguste Comte merupakan tokoh yang menganggap bahwa Tuhan tidak bisa kita kaitkan dengan kehidupan. Menurut Comte, agama hanya akan membatasi orang untuk berpikir merdeka. Sehingga agama juga akan membatasi atau bahkan menghambat manusia untuk membangun dunia. Paham ini tentu sangat bertolak belakang dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila justru menempatkan Tuhan sebagai puncak tertinggi dan melandasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, kita percaya bahwa Tuhanlah yang meberikan kita kekuatan untuk membangun dunia berbeda dengan konsep Comte. Bahkan dikatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Tuhan YME.

    ReplyDelete
  65. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Secara spiritual, agama adalah dasar dari semua dasar yang ada. Anpa adanya agama maka hilanglah arahnya. Tanpa sebuah agama maka hilanglah tujuannya. Karena agama adalah pedoman yang dijadikan sebagai pijakan agar hidup terarah dan memiliki kepercayaan (iman) kepada Allah bahwa semua hal adalah kuasa-Nya. Menurut Auguste Comte untuk membangun dunia adalah dengan metode positive, filsafat, baru agama. Menandakan bahwa agama bukanlah nomor satu, karena mereka mengejar dunia dan tidak memandang agama sebagai sesuatu yang penting

    ReplyDelete
  66. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang yang memiliki keimana yang kuat adalah mereka yang tidak mudah terpengaruh dengan perkembangan dunia ini. Perlu di garis bawahi bahwa pengaruh disini adalah merupah aktivitas mereka secara total. Jadi, seseorang yang masuk dalam mengikuti perkembangan dunia ini itu ada 2, yaitu mereka yang merubah aktivitas mereka dan mereka yang tidak merubah aktivitas mereka. Contohnya dalam ibadah, seseorang yang mengikuti perkembangan zaman ini dengan memiliki elektronik yang canggih, namun dia tidak lupa bahwa hal tersebut ukan nomor satu dalam kehidupan mereka, namun ibadahlah yang mnejadi nomor satu hidup di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  67. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Aguste Compte menganggap bahwasannnya dalam membangun dunia atau negara itu tidak membutuhkan agama. Menurutnya agama dapat membatasi kemerdekaan berpikir orang-orang sehingga dapat menghambat perkembangan dunia/negara tersebut. Jangan sampai kita mengikuti ajarannya. Langkah tersebut dapat kita lakukan dengan mengerjakan sholat lima waktu, sering mengaji dan menuntut ilmu. Jangan tergiur dengan adanya teknologi yang canggih hingga melupakan kewajiban kita sebgai umat beragama.

    ReplyDelete
  68. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    terimakasih prof, sepengetahuan saya positivisme merupakan ajaran yang berlandaskan realitas, dan nalar belaka. Hal ini tentu kadang bertentangan dengan aspek keagamaan. Pentingnya seorang pemeluk agama di Negara Indonesia dimana negara ini dilandasi oleh Pancasila yang sila pertamanya mengutamakan nilai ketuhanan. Memeluk kepercayaan terkadang sulit menggunakan nalar yang menganut positivisme karena kebenaran Tuhan merupakan suatu hal yang didasari kepercayaan, dan jangan sampai terkoyak karena pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  69. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Pemikiran seorang yang sungguh menjadi pegangan kaum manusia pada jaman sekarang, yaitu compte dengan paradigmanya membangun dunia yaitu 1. Metode positive, 2 filsafat, 3 agama. Sungguh paradigma yang sangat jauh dengan adat istiadat negara-negara timur menempatkan agama pada titik terbawah. Padahal sesuai hakikatnya agama merupakan titik tertinggi spiritual manusia. Paradigma compte inilah yang telah merusak budaya negara-negara timur. Yang kini kian sama dengan negara-negara barat yaitu kebebasan yang tidak di dasari pada agama. Padahal ini juga tidak dengan pancasila dasar negara infonya.

    ReplyDelete
  70. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya ingat pernah mendengar bapak mengatakan bahwa saat kita menyalahkan auguste compte, satu jari telunjuk kita ke arah COmpte, sedangkan empat jari lainnya ke arah kita sendiri. dan saya setuju, maka dari pada kita semua saling menyalahkan, lebih baik kita fokus pada apa yang telah diajarkan dalam agama kita dan meninggalkan ajaran lain yang tidak sesuai dengan asas spiritual.

    ReplyDelete
  71. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Positivisme adalah filsafat yang dikemukakan oleh Aguste Comte, berdasarkan dari memarginalkan agama bahwa dalam membangun dunia ini agama tidak diperlukan. Melihat kembali sejarah dari Aguste Comte adalah seorang ateis yang sangat tempramen dalam segi emosi, bahkan dia sempat dianggap gila dan dimasukkan kedalam RSJ. Namun dia melarikan diri sebelum dinyatakan sembuh. Saat ini filsafat positivisme sudah sangat terkenal dan dianut oleh berbagai orang dan kalangan. Sehingga nilai-nilai moral dan agama mulai bergeser, hasilnya adalah semakin banyak angkara murka yang merajalela, seperti dongeng dahulu kala.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  72. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    aliran positivisme yang memarginalkan agama mungkin sudah sukses membangun dunia hingga saat ini kita bisa menikmati hasil dari pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. namun, kesuksesan tersebut tidaklah utuh jika dikaitkan dengan paham orang timur, khususnya indonesia. kita adalah umat yang beragama dan di dalam agama kita juga diajarkan untuk menuntut ilmu (membangun dunia) yang termasuk ke dalam ibadah. dari tulisan ini kita dinasehati untuk memprioritaskan ibadah jangan sampai terlena dengan hal-hal yang sifatnya duniawi.

    ReplyDelete
  73. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Positivisme merupakan paham yang mengarah kepada perbuatan atau tindakan yang memiliki nilai etik dan estika yang baik dan benar sesuai dengan norma-norma yang ada pada pancasila. Sesuatu dikatakan positive adalah apabila mempunyak dampak yang baik dan menguntungkan tidak hanya pada diri sendiri melainkan orang lain serta terhadap lingkungan alam sekitar. Dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang bernilai positive secara tidak langsung kita membentuk sebuah identitas diri yang hakiki.

    ReplyDelete
  74. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Setiap tindakan jika didasari ilmu agama akan menjadi hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sepintar dan setinggi apapun derajat manusia hanya akan bertahan sampai usia seseorang tersebut kurang lebih 63 tahun, namun kehidupan setelah seseorang meninggalkan dunia ini yang perlu direnungkan

    ReplyDelete
  75. Nama : Lalu Muhammad Fauzi
    NIM : 17703261003
    Kelas : IP S3 A (P. Mat)

    Dari ungkapan Comte saya dapat menangkap bahwa Positivisme merupakan korban ketegangan konflik antara keyakinan dengan keinginan. Saya juga dapat menangkap dari percakapan tersebut bahwa Perinsip pokok positifisme adalah ilmu yang dapat mengajar kepada kita tentang kenyataan hanyalah ilmu-ilmu positif. Ini adalah ilmu pengetahuan (ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan manusia) yang ditunjukkan pada pengamatan keadaan yang sesungguhnya, untuk mengenal keteraturan hukum didalamnya. Jika dikaitkan Dengan hukum islam, yang kita pahami bahwa hukum bersumberkan dari wahyu Tuhan sekaligus melibatkan penalaran dan analisis manusia yang memahami wahyu itu.

    ReplyDelete
  76. Almaida alvi zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan matematika A 2015

    Aliran positivisme ini seolah-olah menolak keberadaan kekuasaan Tuhan, bisa disebut dalam padangan aliran ini Tuhan tak campur tangan dalam soal alam. Padahal bagi orang-orang yang sadar, kuasa Tuhan ada di setiap aspek kehidupan dan keilmuan. Dengan izin dari Sang Pencipta, peradaban semaju apapun milik manusia bisa hancur dalam sekejap mata, lewat bencana alam maupun akibat ketamakan manusia sendiri.

    ReplyDelete
  77. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Pandangan orang Timur, orang Indonesia dan tanah Jawa sangat berbeda dengan paradigma yang dibangun oleh Aguste Compte. Dimana menurut beliau untuk membangun dunia perlu untuk mengubah paradigma yang dikenal dengan Paradigma Positivisme yaitu dari atas ke bawah secara hirarki yaitu metode positive, filsafat, baru agama. Hal tersebut berbeda di Indonesia yang berlandaskan Pancasila dengan struktur dari atas ke bawah yaitu spiritual, filsafat, ilmu bidang, hukum dan tata cara kemudian kenyataan. Dengan perkembangan jaman munculah teknologi HP yang digunakan oleh setiap orang. Teknologi tersebut bisa memberikan dampak positif dan negatif. Dimana dampak positifnya adalah bisa mendekatkan yang jauh namun dampak negatifnya bisa menjauhkan yang dekat. Selain itu dengan adanya HP bisa membuat orang lupa waktu dan lupa dengan sholat. Untuk itu kita harus bisa mengimbangi penggunaan HP dengan waktu yang dimiliki untuk beribadah. Jangan sampai karena asik bermain HP hingga kita lupa waktu untuk beribadah.

    ReplyDelete
  78. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menurut Aguste Compte, untuk membangun Dunia kita perlu Paradigma Positive yaitu 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi: 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. baru Agama. Hal tersebut bertentangan dengan dunia Timur, dunia Indonesia, tanah Jawa. Indonesia berlandaskan Pancasila yaitu: 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Jadi di Indonesia atau Jawa, Spiritualitas itu mendasari sekaligus menjadi tujuan hidup. Dalam artikel di atas, dijelaskan oleh Prof bahwa aliran positivisme seolah-olah menolak keberadaan agama dalam membangun dunia. Padahal kita sebagai manusia yang beragama mengetahui bahwa kuasa Tuhan ada di dalam aspek kehidupan dan sains.

    ReplyDelete
  79. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya dapat belajar bahwa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, memandang Struktur Dunia itu berhirarkhi darì atas ke bawah: 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Jadi di Indonesia atau Jawa, Spiritualitas itu mendasari sekaligus menjadi tujuan hidup. Dengan landasan hidup yang sedemikian baiknya, namun dalam praktik di kehidupan nyatanya masih saja banyak yang sebenarnya menjadi pengikut memarginalkan agama, dengan dalih membangun dunia. Dan tanpa disadari dengan berkembangnya teknologi, para penikmat teknologi ini sudah memarginalkan agama dengan menewa-dewakan gadget dan teknologi lainnya yang mampu menaglihkan dunia nyata ke dunia maya.

    ReplyDelete
  80. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Aliran positivisme yang dikemukakan oleh Auguste Compte, bahwa dalam membangu dunia ada 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi yaitu : 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. Agama. Hal ini bertentangan dengan dunia timur, dunia Indonesia, tanah Jawa. Di Indonesia, struktur dunia berhirarki dari atas ke bawah : 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu bidang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Aliran positivisme yang dikemukan oleh Auguste Compte seolah-olah merendahkan keberadaan agama. Bagi saya sendiri, agama adalah akal. Dengan agama saya bisa mengenal siapa Tuhan saya, menentukan arah dan tujuan hidup dengan aturan-aturan dan pedoman yang ada di dalamnya, membedakan yang baik dan buruk, membedakan yang benar dan salah.

    ReplyDelete
  81. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Aguste Compte berpandangan bahwa untuk membangun dunia ada 3 tingkatan dari atas ke bawah yaitu aliran Positivisme, Filsafat, baru Agama. Menurut pendapatnya agama bukan menjadi hal yang pertama dalm membangun dunia. Hal tersebut bertentangan dengan dunia timu khususnya Indonesia ynag beranggapan bahwa untuk membangun dunia ada tingkatanya yaitu: 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Agama menjadi tujuan hidup dan dasar dalam menentukan langkah. Untuk itu selalu menjalankan petunjuk yang ada dalam Kitab Suci dan manjauhi larangan yang ada didalamnya.

    ReplyDelete
  82. POSITIVISME
    Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Aliran Positivisme dikemukakan oleh Auguste Compte mempercayai paradigma positivism yaitu dunia dibangun berdasarka hierarki; 1. Metode Positivisme, 2. Filsafat, kemudian baru agama. Hal ini tentu bertentangan dengan cara pandang dunia Timur terutama tanah Jawa yang mengedepankan spiritualisme. Saya sendiri bukan termasuk orang yang mempercayai aliran positivism, naudzubillah tsumma naudzubillah. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang sombong. Jangan sampai kita merasa kita lebih hebat dari Allah Swt. Sesungguhnya pertolongan yang paling utama itu datangnya dari Allah. Kita dapat menciptakan teknologi, itu semua nikmat dari Allah Swt. Sesungguhnya manusia dating ke dunia tanpa membawa apapun, semua yang diterima ataupun dimiliki di dunia ini hanya sekedar titipan. Kita matipun hanya membawa amalan yang kita kerjakan. Bukan harta benda ataupun keluarga. Oleh karena itu, ketika dunia mencapai kejayaan dengan terciptanya teknologi-teknologi yang kita anggap mutakhir itu semua adalah titipan dari Allah Swt.

    ReplyDelete
  83. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Aliran positivism Aguste Comte yang meletakkan agama sebagai tingkat hirarki pailing bawah bertolak belakang dengan Indonesia, karena di Indonesia meletakkan agama sebagai tingkat hirarki paling tinggi. Agama itu dijadikan sebagai tingkat yang paing tinggi, memayungi yang lain, dan menjadi pedoman dalam segala hal, termasuk dalam membangun dunia. Namun sayangnya, saat ini banyak orang yang mengikuti aliran Aguste Comte secara sadar atau tidak sadar. Misalnya, karena bermain gadget menjadi lupa beribadah. Kita boleh mengikuti perkembangan jaman, perkembangan IPTEK. Namun, dalam melakukan segala hal, perlu berlandaskan agama, agar apa yang dilakukan dapat bermanfaat.

    ReplyDelete
  84. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Aguste Compte melatarbelakangi munculnya paham positivism yang berdampak buruk karena sering disalahgunakan oleh orang-orang picik. Aliran positivism ini meletakkan agama pada tingkatan paling bawah, ini tentunya sangat bertentangan dalam kehidupan ini karena seharusnya agama berada di tingakatan paling atas. Agama yang diyakini selalu mengajarkan hal-hal positf, namun oleh para penjajah dimanfaatkan untuk mengendalikan pikiran rakyat, saat ini banyak sekali yang terlena akan kemajuan IPTEK hingga lupa akan kewajiban untuk beribadah kepada Tuhan-Nya.

    ReplyDelete
  85. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    menurut Auguste Comte untuk membangun dunia diperlukannya paradigma. Paradigma itu disebut Paradigma Positive yaitu 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi:
    1. Metode Positive
    2. Filsafat
    3. Agama
    Auguste comte menempatkan Agama di tingkatan paling bawah. Hal ini bertolak belakang dengan kehidupan kita karena seharusnya Agama lah yang ditempatkan ditingkatan yang paling atas. Walaupun begitu mungkin masih banyak yang memarginalkan Agama. Perlu landasan yang kuat dalam Agama agar tidak memarginalkan Agama, jangan sampai dengan berkembang nya IPTEK kita sampai memarginalkan Agama terus menerus.

    ReplyDelete
  86. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof atas tulisannya yang sangat bermanfaat. Dari sini saya sadar, bahwa sudah banyak dari kami yang secara sadar/tidak sadar telah mengikuti ajaran positivisme compte. Semoga dengan semakin banyak yang membaca tulisan ini, maka akan banyak juga yang sadar bahwa agama itu penting dan jangan sampai menunda atau bahwan meninggalkan urusan akhirat demi urusan dunia. Naudzubillah min dzalik.

    ReplyDelete
  87. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari tulisan di atas bahwa idealnya pandangan kita, orang timur atau orang Indonesia sesungguhnya bertolak belakang dengan paham Positivisme yang diajarkan oleh August Compte. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang Indonesia yang secara tidak langsung dan tidak sadar bahwa mereka telah memarginalkan agama, menempatkan agama dalam hierarki terbawah, yang dalam kata lain mengikuti apa yang diajarkan oleh August Compte seabad yang lalu melalui paham Positivisme.

    ReplyDelete
  88. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih Prof atas postingannya. Setelah membaca tulisan Prof, saya jadi menyadari bahwa betapa banyaknya orang-orang yang menentang aliran positivisme Aguste Comte, namun secara tidak sadar justru menerapkan aliran tersebut dalam keseharian. Seperti yang telah dicontohkan oleh Prof, banyak orang-orang yang lupa waktu saat bermain HP sehingga jadi melalaikan sholat. Mampu datang ke sekolah/kampus/kantor tepat waktu tapi kalau sholat di akhir waktu, dsb. Itu secara tidak langsung sama saja seperti menempatkan agama pada nomer sekian. Semoga kita semua dapat terhindar dari kebiasaan-kebiasaan seperti itu. Aamiin.

    ReplyDelete
  89. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih artikelnya, Prof. Saya mendapat banyak pencerahan dari tulisan Prof. Memang benar, kita terkadang tidak menyadari bahwa telah mengikuti ajaran postivisme ini, saya sendiri pun terkadang malu pada diri sendiri, betapa diri ini mudah terlena dengan duniawi, contohnya HP. Terkadang saat bermain HP, sampai-sampai tidak sadar waktu dan menunda sholat. Semoga ke depannya, hal ini tidak terjadi lagi dan kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terakhir, saya teringat sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini, “Dunia itu ibarat bayangan, jika kau kejar maka ia akan meninggalkanmu, sedangkan saat kau tinggalkan, ia akan mengikutimu.”

    ReplyDelete
  90. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas atikel berjudul Positivisme yang telah Bapak share kepada kami. Dari artikel ini saya banyak mendapat ilmu baru yang sebelumnya belum saya terima. Positivisme merupakan paham yang mengarah kepada perbuatan atau tindakan yang memiliki nilai etik dan estika yang baik dan benar sesuai dengan norma-norma yang ada pada pancasila. Sesuatu dikatakan positive adalah apabila mempunyak dampak yang baik dan menguntungkan tidak hanya pada diri sendiri melainkan orang lain serta terhadap lingkungan alam sekitar. Dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang bernilai positive secara tidak langsung kita membentuk sebuah identitas diri yang hakiki. Namun pada kenyataannnya, saat ini ajaran positivisme sudah mulai luntur, dikarenakan kita anak jaman now yang terlena akan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya handphone. Dalam sehari saja tidak terhitung sudah berapa puluh kali kita memantengi hp kita, sampai-sampai kita tidak sadar akan waktu, waktu untuk sholat, makan, da belajar.

    ReplyDelete
  91. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Aliran positivisme dikemukakan oleh Agus Compte. Agus compte berpandangan bahwa Dunia itu berhirarkhi dari atas ke bawah, yaitu : 1. Positivisme, 2. Filsafat, 3. Agama. Agus compte berpandangan bahwa agama bukan menjadi hal pertama dalam membangun dunia. Tentulah hal ini sangat bertentangan dengan di Indonesia. Di Indonesia hierarkhi nya adalah : 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu bidang, 4. Hukum dan tata cara. Jadi di Indonesia itu spiritual merupakan hal yang sangat penting atau menjadi landasan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  92. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Positivisme dirintis oleh Auguste Comte. Meolak aktivitass yang berkaitan dengan teologis dan metatistik. Aliran ini seolah-olah menolak keberadaan kekuasaan Tuhan. Padahal adanya dunia ini karena ciptaan Tuhan. Aliran positivisme memang sangat berbeda dengan kehidupan bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dimana kehidupan spiritualitaslah yang paling utama. Oleh karena itu, bangunlah kehidupan iman, spiritualitas sehingga tidak terjebak dalam kehidupan modern yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan.

    ReplyDelete
  93. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Aliran positivisme yang dikembangkan oleh Auguste Comte merupakan aliran filsafat yang memandang bahwa ilmu alam merupakan satu-satunya ilmu yang benar. Aliran ini menentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu metafisik. Astaghfirullah hal adzim, padahal adanya manusia merupakan salahsatu bukti kekuasaan Allah. Tentulah hal ini bertentangan dengan aliran ini. Indonesia juga merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualisme. Buktinya dalam Pancasila, sila pertama berkaitan tentang Ketuhanan. Hal ini menjadi landasan bahwa dalam bertindak kita harus sesuai dengan perintah Allah.

    ReplyDelete
  94. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1
    Auguste Compte dalam paradigma positivisme nya mengungkapkan bahwa dalam membangun dunia ada tingkatan hirarki dari atas ke bawah yaitu metode positive, filsafat, baru terakhir agama. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran dunia Timur, termasuk Indonesia. Kita menempatkan agama pada posisi paling atas, berfungsi memayungi segala aspek yang ada juga sebagai landasan dalam setiap langkah kita.
    Namun pada kenyataannya saat ini banyak dari kita yang secara tidak sadar mulai mengikuti ajaran positivisme. Banyak dari kita yang menunda-nunda beribadah demi bermain HP, mengerjakan tugas, dan nongkrong bersama teman. Banyak dari kita yang secara tidak sadar telah menempatkan agama pada nomor sekian. Bahkan banyak dari kita yang sudah semakin terlena dengan kehidupan dunia dan mulai melupakan ajaran agama kita. Naudzubillah...
    Semoga kita tidak menjadi salah satu dari mereka. Semoga kita senantiasa bisa menjaga ibadah kita dan menjadikan agama kita menjadi landasan utama kita dalam setiap langkah.
    Aamiin ya robbal ‘alamin,...
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  95. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Membangun dunia yang diajarkan oleh Aguste Compte perlu merubah paradigma yang disebut dengan Paradigma Positive. Paradigma Positive tersebut memiliki hirarkhi (dari atas ke bawah) yaitu 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. baru Agama. Hal tersebut berbeda dengan adat orang/dunia Timur, khususnya orang/dunia Indonesia dan tanah Jawa. Di Indonesia, membangun dunia perlulah berlandaskan Pancasila dengan hirarkhi dari atas ke bawah yaitu 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Jadi di Indonesia atau khususnya tanah Jawa, agama mendasari segala aktivitas dan tujuan hidup. Sedangkan dalam pandangan Aguste Compte, agama tidak berpengaruh dalam aktivitas dan tujuan hidup. Hal ini dapat pula dilihat dalam ajaran dinamisme dan animisme orang barat.
    Semakin berkembangnya teknologi, khususnya handphone, membuat kita dapat lupa akan kewajiban sebagai umat beragama. Seperti dalam artikel ini, beribadahlah dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tuntunan yang ada sesuai dengan agama masing-masing. Artikel ini juga mengajarkan untuk memprioritaskan ibadah, dan tidak terlena akan hal duniawi saja.

    ReplyDelete
  96. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Menurut Aguste Compte, untuk membangun Dunia kita perlu merubah paradigma. Paradigma baru saya sebut Paradigma Positive yaitu 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi: 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. baru Agama
    Astaghfirullahhal adzim. Haruslah agama jangan dijadikan nomor tiga. Karena bagaimanapun juga Agama adalah hubungan kita dengan sang penguasa nyawa kita.
    Seperti contoh yang diberikan di atas, HP, jangan sampai kita terlena dengan adanya HP. Saya sendiri masih perlu banyak intropeksi diri, karena HP adalah keperluan duniawi yang tidak akan di bawa ke akhirat nanti.

    ReplyDelete
  97. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Aliran positivisme yang dikemukakan Aguste Compte merupakan aliran yang tidak percaya dengan agama dan lebih percaya dengan ilmu pengetahuan mungkin dikarenakan hal tersebut agama diletakkan di nomer 3. Ilmu pengetahuan dibuat manusia dan manusia sendiri bahkan diciptakan oleh Allah SWT. Manusia jika tidak menganut agama dengan baik mereka akan tersesat di jalan Allah. Manusia-manusia yang tersesat di jalan Allah biasanya hanya memikirkan kesenangan duniawi seperti harta dan lain sebagainya. Jadi, dalam menuntut ilmu sebaiknya dilandasi dengan ilmu agama.

    ReplyDelete
  98. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    terimakasih Prof atas postingan yang menarik. memang banyak orang yang sudah melupakan beribadah hanya karena sibuk dengan gadget mereka. hal ini akan semakin marak dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat. hal ini bisa dihindari dengan peka terhadap sekitar, peka terhadap orang lain, dan tidak mementingkan dirinya sendiri. saling mengingatkan kepada seseorang yang sudah waktunya beribadah untuk beribadah karena hal sekecil apapun yang kita lakukan dapat membantu orang tersebut untuk tersadar.

    ReplyDelete
  99. Alfiani Indah P. S.
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas artikel yang Bapak tulis karena menjadi pengingat bagi kita agar tidak terlena dengan HP sehingga lalai dalam ibadah. Dari artikel Bapak saya mempelajari bahwa Indonesia memiliki paradigma yang bertentangan dengan paradigma positivisme dimana paradigma Indonesia yang pertama adalah spiritual, sedangkan paradigma positivisme meletakkan spiritual (agama) dalam urutan terakhir untuk membangun dunia. Akan tetapi, banyak juga masyarakat yang menjadi pengikut paham postivisme ini dan malah bertentangan dengan paradigma bangsa Indonesia sendiri. Contohnya adalah lalaidalam sholat karena asyik bermain HP.Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berbenah diri dan jangan terlena dengan HP atau gadget lain.

    ReplyDelete
  100. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Menurut pandangan saya, bukanlah agama yang tidak logis dan tidak dapat digunakan untuk mengembangkan dunia, melainkan manusia-manusianya lah yang menyalahgunakan agama untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan dalih agama. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa menguatkan keyakinan pada diri kita agar tidak terbawa aliran-aliran yang dapat menyesatkan kita dan membawa kita menjauh dari kebenaran.

    ReplyDelete
  101. Menarik, Prof. Indonesia dengan sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa (menomorsatukan agama) memang tidak sesuai dengan teori Positivisme yang menomor sekiankan agama. Dan saya juga tidak sepakat dengan pernyatan Compte yang mengatakan bahwa Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia. Padahal agama itu dasar untuk segalanya, dasar untuk beribadah, berperilaku sedetail dan sekecil apapun, sampai perilaku besar membangun dunia. Bukan agama tidak bisa digunakan untuk membangun dunia karena agama itu tidak logis. Agama dikatakan tidak logis, bagi saya memang ada hal-hal diluar nalar, diluar logika terkait agama yang hanya perlu kita yakini saja. Seperti misalnya, di dalam islam. Agama mengajarkan pada kita untuk yakin Bahwa Allah Maha Melihat. Jadi, Allah punya "mata" untuk melihat dan mengawasi semua hamba-Nya. Namun disini, kita sebagai makhluk tidaklah bisa membayangkan "mata" Allah itu seperti apa, tidak bisa menyamakan dengan mata manusia maupun makhluk yang lain. Hanya perlu yakin bahwa Allah Maha Melihat, entah seperti apa dan bagaimana "mata" Allah itu dan kita tidak akan pernah mampu (dan tidak perlu) untuk memikirkannya. Dan contoh ketidaklogisan ini menurut saya bukan berarti agama tidak bisa digunakan untuk membangun dunia. Jadi saya tidak sepakat dengan dialog Compte "Agama itu tidak logis, maka Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia".

    ReplyDelete
  102. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 2015


    Menarik, Prof. Indonesia dengan sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa (menomorsatukan agama) memang tidak sesuai dengan teori Positivisme yang menomor sekiankan agama. Dan saya juga tidak sepakat dengan pernyatan Compte yang mengatakan bahwa Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia. Padahal agama itu dasar untuk segalanya, dasar untuk beribadah, berperilaku sedetail dan sekecil apapun, sampai perilaku besar membangun dunia. Bukan agama tidak bisa digunakan untuk membangun dunia karena agama itu tidak logis. Agama dikatakan tidak logis, bagi saya memang ada hal-hal diluar nalar, diluar logika terkait agama yang hanya perlu kita yakini saja. Seperti misalnya, di dalam islam. Agama mengajarkan pada kita untuk yakin Bahwa Allah Maha Melihat. Jadi, Allah punya "mata" untuk melihat dan mengawasi semua hamba-Nya. Namun disini, kita sebagai makhluk tidaklah bisa membayangkan "mata" Allah itu seperti apa, tidak bisa menyamakan dengan mata manusia maupun makhluk yang lain. Hanya perlu yakin bahwa Allah Maha Melihat, entah seperti apa dan bagaimana "mata" Allah itu dan kita tidak akan pernah mampu (dan tidak perlu) untuk memikirkannya. Dan contoh ketidaklogisan ini menurut saya bukan berarti agama tidak bisa digunakan untuk membangun dunia. Jadi saya tidak sepakat dengan dialog Compte "Agama itu tidak logis, maka Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia".

    ReplyDelete
  103. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Dasar negara Indonesia itu sendiri adala pancasila yang terdiri dari lima asas. Asas pertama yaitu ketuhanan yang mahas Esa. Yang artinya segala sesuatu yang terjadi di indonesia, semua berlandaskan pancasila terutama sila pertama yang berlandaskan ajaran spiritual. Memang banyak pada era sekarang yang mengesampingkan agama untuk suatu kepentingan jangankan negara seorang individu manusia pun masih sering sekali meninggalkan sholat lantas bagaimana mereka dapat beriman dan menjalani hidup sesuai syariat islam. Dan bagaimana negara bisa ikut serta membangun dunia jika tidak adanya landasan spiritual?

    ReplyDelete
  104. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan matematika A 2018
    18709251013

    Terimakasih atas tulisannya Prof. Tulisan ini menjadi pengingat bagi saya sebagai pembaca. Terkadang sebagai manusia, kita memilki ambisi yang kuat untuk membangun dunia, bekerja dan sibuk mencari apa yang menjadi kebahagiaan masing-masing. Sehingga kita melupakan Yang Maha Pemberi, Yang Maha Penentu. Kita menjadikan dunia yang hanya sementara sebagai fokus utama kita tanpa memprioritaskan yang paling terutama.

    ReplyDelete
  105. Elsa apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Dari tulisan di atas kita disadarkan bahwa selama ini kita mengatakan bahwa agama di atas segalanya itu hanya sebatas teori. Seperti dalam membangun dunia dikoarkan bahwa agama merupakan hal utama. Pada kenyataannya kita sering lalai akan kewajiban agama karena hasil membangun dunia itu sendiri. Seperti yang dicontohkan kita sering lalai akan kewajiban sholat karena sibuk dengan HP. Semoga menjadi pelajaran untuk kita tetap istiqomah mengutamakan kewajiban agama.

    ReplyDelete
  106. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018

    Buku yang berjudul postivisme ditulis oleh Aguste Comte yang di dalamnya mengandung kritikan kepada semua agama. Berbeda dengan yang ada di Indonesia bahwa berlandaskan Pancasila. Tetapi dunia memang berubah dengan adanya perkembangan teknologi yang menyebabkan kecanduan sehingga melupakan kewajiban kita sebagai makhluk Alloh SWT untuk menunaikan ibadahnya.

    ReplyDelete
  107. Bayuk Nusantara KR.J.T
    18701261006
    S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)


    Terima kasih atas pengingatnya, prof. Artikel ini mengingatkan saya khususnya sebagai manusia yang beragama agar tidak melupkan agama. Agama harus menjadi dasar dalam melakukan apapun. Ketika kita ingin memberikan ilmu kepada murid, maka, diri kita harus sudah dilandasi oleh agama sehingga ketika kita mengajar, tidak lepas dari aturan agama. Terima kasih sekali lagi atas pengingatnya, prof.

    ReplyDelete
  108. Seftika Anggraini
    18709251016
    PPs Pend. Matematika A 2018

    Terima kasih sudah diingatkan Prof. Saya sangat setuju untuk penolakan positivisme yang diciptakan oleh Aguste Compte. Tidak seharusnya agama diletakkan pada tingkatan paling akhir. Justru agama seharusnya menjadi pedoman hidup sekaligus tujuan hidup.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  109. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sudah selayaknya kita menempatkan agama sebagai hal yang paling utama. Agama sebagai pedoman hidup untuk mencapai kesuksesan dunia dan akherat. Terima kasih Prof, sudah mengingatkan kami melalui tulisan ini.

    ReplyDelete
  110. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Tenyata, manusia banyak yang secara tidak sadar menjadi pengikut aliran positivisme milik August Comte. Aliran ini begitu berbahaya karena bertujuan untuk memarjinalkan agama, mirip seperti sekulerisme. Bisa saja, rang yang berniat melawan positivisme/sekulerisme malah melakukan aktivitas positivisme/sekulerisme seperti diuraikan di atas. Sehingga, marilah kita perkuat spiritual kita, semakin giat dalam beribadah sehingga terhindar dari hal itu semua.

    ReplyDelete
  111. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Teori postivisme memiliki hirarki dasar yaitu pemikiran manusia dan ini kontradiksi dengan apa yang menjadi dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Dasar utama Pancasila yaitu teori spiritualisme atau dasarnya adalah kepercayaan pada Tuhan yang berarti menggunakan paham-paham atau aturan dari Tuhan.
    Permulaan pengetahuan seharusnya adalah takut akan Tuhan yang selaras dengan pancasila. Mengapa ini selaras karena jika permulaan pengetahuan adalah teori manusia maka tidak membawa kebaikan kekal meskipun bungkusannya terlihat menarik. Hal ini karena manusia itu terbatas. Jika paralogos dari manusia adalah Tuhan mana mungkin pengetahuan didasarkan pada paham manusia semata.

    ReplyDelete
  112. Lukman
    18701264003
    S3 PEP 2018

    Akal yg tersinari nur ilahi, di antaranya dengan wasilah memahami Al-Quran, menjadi jundullah yg diperbantukan kepada pribadi yg bertekad mencintai.

    ReplyDelete
  113. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Menurut saya, dapat dikatakan bahwa positivsme itu dalam pencapaian kebenarannya berasal dari hal nyata atau terjadi di lingkungan sekitar kita. Jika kejadian tersebut hanya berupa perencanaan maka tidak termasuk dalam kajian positivisme. Menurut positivisme, pengetahuan didasarkan pada pengalaman aktual atau pasti, atau mungkin bisa mengenyampingkan metafisik atau spekulasi. Jadi, pemerolehan informasi didasarkan berdasarkan fakta dan melalui metode saintifik sehingga dapat memunculkan pengetahuan formal. Dengan demikian dengan adanya kemajuan teknologi seperti sekarang dapat menggambarkan dukungan dari positivisme ini karena telah adanya pengkajian terhadap perkembangan teknologi. Perkembangan ini berpengaruh terhadap hidup kita, bisa berdampak positif mau pun negatif. Namun, perlu diingat kembali bahwa kita janganlah terlalu memikirkan perkembangan duniawi saja namun perlu pula memikirkan persiapan diri kita untuk di akhirat. Orang yang terlalu fokus mengejar materi atau keduniawawian ada kemungkinan mereka lalai terhadap kewaijiabnnya untuk menaati perintah Tuhan. Hendaknya harus berpandai-pandai dalam menyaring perkembangan iptek.

    ReplyDelete
  114. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Positivisme sebagai bentuk pemikiran yang membatasi pikiran manusia pada hal-hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan yang logis. Hasil dari pengamatan yang logis inilah yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, yang memberi dampak positif dan negatif pada kehidupan manusia. Sementara itu dalam spiritualisme banyak hal yang tidak dapat dijelaskan secara logis, namun harus diyakini dengan hati kebenarannya. Hal inilah yang membuat penganut aliran positivisme mengesampingkan nilai-nilai spiritualisme. Pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak didampingi dengan nilai spritualisme yang dapat merusak kehidupan manusia sebagai bentuk pemanfaatan yang salah dari teknologi.

    ReplyDelete
  115. Samsul Arifin
    18701261007
    S3 PEP 2018

    Positivisme hanya berlandaskan logika..ini sangat membahayakan dan menyesatkan..nilai kebaikan tidak akan terdifinisikan dengan jelas..spiritual, agama adalah alat mendifinisikan nilai kebaikan..
    Ilmu/kepandaian penting, tapi karakter/moral lebih dari itu..

    ReplyDelete
  116. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Kita ketahui di dalam pancasila yaitu sila pertama Ketuhanan yang maha Esa, dimana landasan pertama kita adalah agama/keyakinan kita kepada Allah SWT. Hal tersebut tentu bertentangan dengan aliran Positivisme yang menjadikan agama sebagai tingkatan akhir untuk membangun paradigma kehidupan. Dari dialog di atas bisa menjadi renungan bagi saya pak, apakah di dalam hati kita memang sudah benar-benar menjadikan agama sebagai sesuatu yang utama dan pertama di dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  117. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Terimakasih telah memberikan pelajaran yang membuat saya berfikir lebih dalam mengenai agama, filsafat, dan kemerdekaan. Agama telah disalah gunakan, agama itu tidak logis, dan didalam agama tertentu orang tidak boleg berfikir merdeka. Mengapa positivisme beranggapan demikian? Padahal agama sendiri adalah pedoman bagi kehidupan yang didalamnya terdapat aturan-aturan serta tuntunan kehidupan. Bukankah didalam tuntunan agama telah dijelaskan secara rinci mengenai apa yang menjadi kewajiban untuk setiap umat Tuhan? Telah dijelaskan dalam kitab umat muslim pada surat Al-Baqarah (2:113): "...Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang dia kehendaki kejalan yang lurus." Jika tidak semua agama menuntun untuk membangun dunia dengan alasan: 1. Metode positive, 2. Filsafat, 3. Agama itu salah. Karena dengan dengan agamalah semua mampu dituntaskan. Termasuk membangun dunia. Untuk itu suatu negara memerlukan dasar agar terciptanya kemerdekaan yang sesungguhnya. Seperti Pancasila yang memandang herarki struktur dunia dimana letak spiritual lah yang paling tinggi derajatnya. Didalam Islam sendiri agama telah mengatur segala hal yang ada didunia. Dimana letak filsafat, ilmu bidang, dan hukum serta tata cara sudah terkandung didalamnya. Dimana letak kenyataan? Kenyataan tentunya akan menghasilkan hasil yang baik jika semua dilandaskan atas agama.

    ReplyDelete
  118. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Pada era saat ini, di Indonesia telah memiliki teman terbaik dalam melakukan setiap kegiatan. Tidak hanya kegiatan, bahkan HP telah mengutamakan setiap kegiatan. Dengan adanya tegnologi yang semakin canggih seperti hp, manusia menjadi semakin mudah untuk mengakses apa yang mereka butuhkan. Ya, sekarang ini tegnologi mempermudah manusia untuk melakukan segala hal. Tidak heran jika orang lupa beribadah hanya karena "dolanan hp" karena ideologi yang telah dirusak. Dalam hal ini perlu kita pahami bahwasannya hp telah membawa manusia menjadi pengikutnya sehingga mereka melupakan kewajiban utama didalam hidupnya. Bisa dikatakan bahwa Hp adalah hasil membangun dunia namun hp adalah hasil menghancurkan ideologi. Perlu dipahami, dunia seperti apa yang akan kita bangun? Dunia tanpa agama akan hancur. Untuk itu perlulah suatu negara menerapkan struktur dunia seperti negara Indonesia.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  119. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Terimakasih banyak prof atas artikelnya, pernah saya membaca mengenai makna dari positivisme. Yang saya pahami positivisme merupakan aliran yang membatasi pikiran pada segala hal yang mereka buktikan dengan pengamatan dan berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga para penganut positivisme selalu mendukung dan mengedepankan teori-teori paham realisme, materialisme, naturalisme, filsafat dan empirisme dari pada Spiritual.

    ReplyDelete
  120. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B

    Kemajuan IPTEK saat ini memang sangat pesat tetapi jangan sampai mempengaruhi paham kita terhadap agama. Karena sejatinya ilmu-ilmu agama merupakan pondasi dari kemajuan IPTEK. Seperti dialog bapak yang lainnya, dalam kehidupan jangan hanya menggunakan logika saja tetapi gunakan juga hati karena logika kita akan suatu hal kadang tidak sampai.

    ReplyDelete
  121. Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    S2 Pendidikan Matematika 2018 B

    Positiveme?
    Adanya paham yang cukup logis dan rasional.

    ReplyDelete
  122. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Terimakasih Pak karena telah mengajak kita semua merenung melalui contoh yang dekat dan sederhana. Berbagai hal dapat saja terjadi dalam hidup kita, hal-hal yang kecil, hal-hal yang didasari ketidaksengajaan, termasuk ketidaksengajaan menjadi pengikut Comte. Mungkin beberapa orang masih akan berdalih bahwa mereka tidak meninggalkan (lupa) sholat hanya karena asik main hp, tapi faktanya sebagian orang menunda pelaksanaan waktu sholatnya saat sedang bermain hp. Tidakkah adzan adalah panggilan bagi kita untuk segera bergegas mengesampingkan dunia untuk melaksanakan kewajiban dasar sebagai seorang muslim? Semoga ini bisa menjadi bahan untuk refleksi diri bagi banyak orang.

    ReplyDelete