Sep 25, 2017

*POSITIVISME*


Oleh: Marsigit, UNY
5 Agustus 2017


*Semar*:
E...gus..Aguste Compte? Apa yg melatarbelakangi engkau bikin Positivisme?

*Compte*:
Karena saya melihat ada Agama, pada jaman pertengahan atau jaman gelap, telah disalah gunakan.

*Semar*:
Disalah gunakan bagaimana?

*Compte*:
Dengan dalih Agama tertentu, maka pada jaman itu, orang tidak boleh berpikir merdeka.

*Semar*:
O begitu, lantas?

*Compte*:
Padahal, orang diseluruh dunia itu selalu menghadapi kenyataan yaitu Membangun Dunia. Bagaimana bisa orang membangun dunia, kalau tidak boleh berpikir merdeka. Maka saya buat terapi dengan cara memarginalkan semua Agama.

*Semar*:
Bagaimana tetapinya?

*Compte*:
Saya membuat buku berjudul Positivisme, yang di dalamnya mengandung kritikan bahkan serangan saya kepada semua Agama. Saya katakan: _Agama itu tidak logis, maka Agama tidak dapat dipakai untuk membangun Dunia_.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzim. Kamu sudah melampaui batas.

*Compte*:
Lho saya tidak ingin menjadi orang munafik. Agama ya diperlukan tetapi tidak utama untuk metode membangun Dunia.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzimu. Lha menurut kamu, untuk membangun Dunia bagaimana metodenya?

*Compte*:
Menurut saya, untuk membangun Dunia kita perlu merubah paradigma. Paradigma baru saya sebut Paradigma Positive yaitu 3 tingkatan dari atas ke bawah secara hirarkhi: 1. Metode Positive, 2. Filsafat, 3. baru Agama.

*Semar*:
Astaghfirulloh al adzimu. Itu bertentangan dengan dunia Timur, dunia Indonesia, tanah Jawa.

*Compte*:
Lha kalau di Indonesia atau Jawa seperti apa?

*Semar*:
Indonesia yang berlandaskan Pancasila, memandang Struktur Dunia itu berhirarkhi darì atas ke bawah: 1. Spiritual, 2. Filsafat, 3. Ilmu Badang, 4. Hukum dan tata cara, 5. Kenyataan. Jadi di Indonesia atau Jawa, Spiritualitas itu mendasari sekaligus menjadi tujuan hidup.

*Compte*:
Bagaimana orang Indonesia atau Jawa, mengelola dan menghadapi kenyataan sekarang?

*Semar*:
Em... agak bingung saya. E..keadaan sekarang macam macam. Orang Indonesia itu lebih 350 juta, jadi macam macam.

*Compte*:
Apakah ada orang Indonesia yang lupa beribadah, dikarenakan dolanan HP?

*Semar*:
Em... ada nggak ya? Saya sendiri pernah lupa sholat karena main Game. Kayaknya ada. E maksud saya ... mungkin agak banyak. Mungkin.

*Compte*:
Kalau begitu jangan salahkan saya. HP itu adalah hasil membangun Dunia. Lupa sholat itu sudah memarginalkan Agama. Jadi orang yang lupa sholat karena dolanan HP itu adalah pengikut saya. Padahal sekarang semakin banyak jumlahnya. Maka apalah arti Aguste Compte seperti saya, karena saya sudah mati pada tahun 1857. Tetapi ajaranku semakin banyak pengikutnya, karena nyata.

*Semar*:
E...hue hue... Gareng, Petruk, lan Bagong, ayo pada sholat berjamangah. Ayo pada diakeh akehke lhe ngaji, maca Kitab Suci. Dolanan HP ya kena ning eling papan lan wektune. Aja padha ninggalke sholat. Ayo pada melu simbah kyai istigosah, dulkodiran, kalimah toyibah, dhikir, wirid lsp. Nek ora, mengko mundhak keselong karo ajarane Aguste Compte. Nau dzubilah mindzalik.

*END*



No comments:

Post a Comment