Sep 25, 2017

Struktur Matematika Intuitif

Oleh: Marsigit UNY
21 September 2017



Setelah pulang dari London, ketika dua anak saya masih SD, 20 tahun yl, saya berpikir bagaimana memberi dongeng sebelum tidur yang mampu mencerdaskan pikiran. Tentu diawali dengan doa.

Pada saat itu saya punya pendapat bahwa berpikir pola dan sistem itu penting.

Maka saya mulai mendongeng segala sesuatu yang berpola.

Dongeng air, air laut ketiup angin jadi mendung, mendung jadi hujan, hujan mengalir kesawah dan sumur, air sumur untuk minum, dst.

Dongeng pola bilangan, dàri contoh kemudian pertanyaan, kemudian jawab lambat, kemudian jawab cepat atau spontan, sbb:
dari yang mudah,

9+2 berapa?
19+2 berapa?
29+2 berapa?

...... berikut jawab cepat (karena cepat, sampai kata berapa tak terucap)

39+2
49+2
59+2
..... dst

(Anak saya senang dan antusias, minta lagi)

Jawab pelan,

8+4 berapa?
18+4 berapa?

... berikut jawab cepat

28+4
38+4
48+4
58+4

.......dst, anak saya minta lagi.

Demikian seterusnya saya beri pertanyaan untuk:

8+3, 18+3, ....dst
8+5, 18+5, .... dst
7+4, 17+4, .... dst
6+5, 16+5, .....dst

Dongeng itu saya ulang ulang, kemudian saya tingkatkan dengan dongeng perkalian sederhana:

3x2, 3×3, 3x4,.... dst
4x2, 4×3, 4x4.... dst
.....

Masing masing sampai kelas VI SD, ke dua anak saya tidak saya program khusus, saya biarkan alami. Supaya tidak ada tekanan/beban psikologis.

Alhamdulillah, ke dua anak saya tsb nilai Ebta SD Matematika mendapat 10. SD dan SMA masuk 10 besar. Keduanya sama sama lulus S1 Elektro UGM. Yang besar sekarang kerja di Perushn Prancis, yg kecil sdh kerja di Persh Batu Bara.

Dua bulan yang lalu, Prof. Maitree Imprasitha PhD dari Thailand, mempresentasikan hasil risetnya tentang Mathematical Structure, di S2 Pasca UNY. Isinya persis yang saya dongengkan kepada anak saya.

Penelitian Prof Maitree Imprasitha PhD, yaitu bagaimana anak mampu menjawab penjumlahan:

8+3, 18+3, ....dst
8+5, 18+5, .... dst
7+4, 17+4, .... dst
6+5, 16+5, .....dst

Kesimpulan Prof Maitree Imprasitha PhD:
Anak mampu menjawab pertanyaan itu bukan dengan cara menghitung atau menambah satu demi satu, tetapi dengan cara menemukan adanya _struktur matematika intuitif.

Jadi ternyata struktur struktur intuitif matematikanya adalah:

8+5 = 10+3
8+4 = 10+2
9+5 = 10+4
7+4 = 10+1

.....demikian seterusnya, itulah yang disebut Struktur Matematika Intuitif.

Tentu yang disebut Struktur Matematika Formal adalah matematika yang dimulai dg definisi, aksioma, teorema, dst: misalnya Struktur Aljabar, Group, Field, dst

Hal yang kelihatannya kecil dan sepele, setelah diteliti ternyata bisa menghasilkan artikel bertaraf internasional.

Demikian semoga bermanfaat.

Salam.

106 comments:

  1. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya dapat membedakan antara struktur matematika intuitf dengan struktur matematika formal. Struktur matematika intuitif lebih bersifat sederhana dan simpel. Untuk membangunnya lebih mengarah pada berpikir pola dan sistem yang praktis. Ini juga berdasarkan pengalaman melalui stimulus tertentu. Segala sesuatu yang diawali dengan doa juga akan berbuah manis. Doa dapat membuka pintu pengetahuan. Usaha-usaha yang diberikan secara berkelanjutan juga akan terbentuk dengan sendirinya. Saya menganggap belajar matematika melalui struktur matematika intuitif sangat menyenangkan dan lebih mudah. Sebaliknya, saat mempelajari struktur matematika formal bagi saya sangat menjemukan dan begitu sistematis. Definisi dan cara penyelesaiannya juga membutuhkan perhitungan yang kompleks. Dalam ulasan ini juga menyiratkan satu makna yaitu melalui hal-hal yang kecil dapat memberikan dampak yang cukup besar. Selain itu, hal-hal kecil dapat membawa kesuksesan yang cukup besar.

    ReplyDelete
  2. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang seringkali hal-hal yang kecil kurang diperhatikan kebanyakan orang. Karena mereka sudah terlanjur fokus pada hal yang besar dan kompleks mungkin. Padahal tanpa mereka sadari, hal yang besar maupun kompleks dimulai atau didasari oleh hal-hal yang kecil. Terimakasih prof memberikan inspirasi bagi kami calon orang tua guna mengenalkan matematika tidak secara saklek seperti materi yang ada, namun diawali dengan dongeng, lalu diarahkan kepada hal yang berbau matematika namun tidak membuat mereka bingung yaitu dengan menerangkan secara berpola. Semoga ilmu yang bapak berikan bisa kami praktikkan dan membuat generasi matematika di masa depan semakin baik dan berkembang khususnya di Indonesia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ilmu yang kami dapat dari tulisan ini adalah anak-anak mampu menghitung dengan cepat karena mampu menemukan struktur matematika intuitif. Anak-anak menemukan suatu pola dengan intuisinya, inilah yang membedakan dengan matematika formal seperti struktur aljabar misalnya, yang diawali dengan definisi, lalu definisi diturunkan menjadi teorema, dst. Anak-anak tidak perlu memahami definisi bilangan itu apa, operasi tambah itu bersifat terbuka atau tertutup dll, berawal dari beberapa contoh, anak-anak mulai memahami polanya mak intuisinya terbentuk sehingga dia bisa menghitung. Maka akan lebih bijak jika dalam belajar matematika kita menggunakan intuisi anak tersebut.

    ReplyDelete
  4. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan tulisan diatas, saya dapat memahami bahwa anak-anak dalam mengenal matematika sederhana seperti menghitung penambahan atau pengurangan dengan cepat karena mereka menemukan struktur matematika intuitif di dalamnya. Di sini anak-anak tidak memerlukan teori atau harus memahami apa itu bilangan, akan tetapi mereka hanya menemukan sebuah pola penjumlahan atau pengurangan bilangan dari contoh yang diberikan. Berdasarkan pola-pola itulah mereka menemukan intuisinya, sehingga mampu menjawab soal penjumlahan dan pengurangan bilangan lainnya, bahkan dengan cara jawab cepat.
    Cara anak-anak dalam menemukan struktur matematika intuitif inilah yang kemudian membedakan dengan struktur matematika formal, seperti dalam mempelajari Struktur Aljabar. Dimana dalam struktur matematika formal, matematika dikenal diawali dengan definisi, aksioma, teorema dan seterusnya.

    ReplyDelete
  5. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Cerita ini mengingatkan saya saat saya kecil.Juga teringat pada sosok wanita yang sangat mencintai saya, sayapun mencintainya namun cintanya lebih besar kepada saya dibandingkan cinta saya kepadanya.Wanita tersebut adalah ibu saya.Sebelum tidur biasanya beliau mendongeng atau bernyanyi dengan memainkan jari jemarinya yang indah di atas kepala saya.Membelai rambut saya sambil melontarkan beberapa pertanyaan,yang kemudian saya menjawabnya sampai saya terlelap tidur.Kadang begitulah cara orang tua mendidik anak dengan tidak memaksakan kehendaknya terhadap anaknya.Biarkan anak belajar apa yang disenanginya bukan apa yang kita kehendaki.Dengan demikian anak dapat menemukan jati dirinya dalam belajar.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas ilmunya dalam melatih anak untuk berpikir berstruktur.
    Menurut saya sangat penting memberikan perlakuan yang sesuai kepada anak ketika masih kecil karena akan menjadi dasar dalam pemikirannya. Apabila kurang tepat dalam memberikan pembelajaran akan berdampak buruk bagi anak kedepannya.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Prof. Masih tentang matematika intuitif yakni pengajaran matematika yang cocok diajarkan kepada anak-anak karena bebas definisi, teorema atau konsep-konsep abstrak lainnya. Dengan mengasah kemampuan matematika intuitif anak-anak sejak dini, diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup dan memudahkan mereka untuk mempelajari matematika formal kelak.

    ReplyDelete
  8. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Menarik sekali membaca artikel di atas. Cerita masa lalu Prof yang menurut saya dapat dijadikan salah satu metode mendidik anak dalam belajar operasi bilangan. Dewasa ini saya cukup miris melihat siswa SMP yang masih mengalami kesulitan menghitung perkalian. Ketika ditanya 8 × 4 mereka nampak sulit dan lama kalii menghitungnya. Kasus lainnya ketika teman saya ada yang sampai pusing bagaimana cara mengajarkan perkalian kepada anak SD. Dari masalah-masalah tersebut ternyata akar permasalahnya sama yaitu siswa belajar perkalian tanpa pola. Pola di sini sangat berpengaruh dalam membentuk struktur. Dari pengalaman-pengalaman siswa menyusun pola, ternyata memberi dampak secara tidak langsung pada kemampuan membentuk struktur matematika intuitif.

    ReplyDelete
  9. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dari hasil pengalam mendongeng tersebut, menunjukan bahwa kegiatan menyampaikan pengetahuan dengan berpola dan menyenangkan sangat bagus dan bisa diterapkan dalam mengajar, termasuk pelajaran matematika. Matematika intuitif dibentuk dari pengubahan pola dasar yang diketahui, sehingga membentuk suatu pola baru yang lebih mudah dimengerti.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Struktur matematika intuitif. Saya benar-benar bersemangat membaca postingan ini. Karena di dalam tulisan ini, saya kembali mengingat masa-masa SD saya. Dan saya baru menyadari, bahwa dahulu kala saya belajar matematika menggunakan struktur matematika intuitif. Dengan membaca postingan ini, saya melihat bahwa struktur matematika intuitif memperlihatkan cara belajar matematika dengan lebih sederhana. Jadi yang terpenting bukan menghitungnya satu persatu, akan tetapi dengan menemukan strukturnya.

    ReplyDelete
  11. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut ilmuan Einstein menyatakan bahwa satu-satunya yang berharga di dunia ini adalah intuisi. beliau berpendapat bahwa suatu penemuan bisa saja lahir melalui intuisi. Ketika suatu pengamatan tidak dapat dilanjutkan dengan deduksi logis karena nampaknya tidak ada jalur logis yang menghubungkan fakta dengan ide teoritis, untuk itu diperlukan suatu lompatan imajinasi bebas melampaui suatu fenomena yang disebut intuisi. Dari pendapat tersebut dapat kita tafsirkan bahwa intuisi memiliki peranan yang sangat penting untuk bidang keilmuan salah satunya pelajaran matematika, karena jika kita tidak bisa mengkoneksikan matematika itu dengan struktur formal maka kita dapat menggunakan intuisi kita kepada peserta didik dalam mengkomunikasi materi matematika menjadi lebih bersifat realistik, salah satunya seperti dongeng yang bapak prof ceritakan kepada putra-putra bapak.

    ReplyDelete
  12. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hal yang kelihatannya kecil dan sepele itu biasanya malah lebih sering dilupakan. Seperti halnya struktur matematika yang memiliki struktur intuitif dan struktur formal. Dari struktur intuitiflah juga bisa menjadi suatu struktur yang formal. Dengan bukan menemukan cara dan hasilnya tetapi lebih menemukan adanya secara simpel. Semoga, hal yang simpel selain matematika pun juga bisa sebagai pembelajaran di hal yang lainnya.

    ReplyDelete
  13. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Anak belajar matematika dari hal yang konkrit menuju hal yang abstrak. Melalui hal yang kongkrit ini siswa akan membangun intuisi terhadap matematika. Oleh karena itu, dalam hal kegiatan belajar mengajar matematika, guru sebaiknya mendesain pembelajaran yang akan memberikan intuisi matematika atau sense of math matematika. Intuisi ini akan sangat bermanfaat jika dibangun sejak anak duduk di sekolah dasar, karena jika anak memiliki intuisi matematika, saat belajar matematika formal dinjengjang yang lebih tinggi, anak akan lebih mudah memanggil prior knowledge melalui intuisinya.

    ReplyDelete
  14. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Tulisan Bapak kali ini pernah saya baca di postingan facebook Bapak sebelumnya. cukup menarik ketika orang tua mampu membelajarkan matematika kepada anak dengan cara yang menyenangkan. ini merupakan PR besar bagi saya sebagai calon ibu dan calon guru untuk memahami bagaimana cara membelajarkan matematika yang asik dan efektif. Memberikan soal-soal terstruktur ternyata sangat membantu anak dalam melatih keterampilan intuitifnya.

    ReplyDelete
  15. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Konsep intuitif dihasilkan dari pengalaman. Struktur matematika intuitif juga terjadi karena adanya pengalaman. Seperti Bapak ceritakan dongeng setiap malam yang mana hal tersebut banyak manfaatnya. Salah satunya, anak dapat menentukan pola bilangan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, anak juga dapat berfikir dengan cepat dalam menghitung. Struktur matematika intuitif sangat membantu belajar matematika sebab di mulai dari pengalaman. Sesuatu yang di mulai dari pengalaman akan lebih mudah untuk di ingat dan di pahami.

    ReplyDelete
  16. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih bapak atas pengalaman dan tulisannya. Kalau boleh saya simpulkan dan sekaligus menjadi pertanyaan bagi saya, apakah yang dimaksud struktur matematika intuitif sama artinya dengan menyederhanakan makna? maksudnya menjelaskan kepada orang lain dengan Bahasa yang lebih mudah dipahami, misalnya dengan membuat pola atau alur. karena jika dibandingkan dengan membaca. membaca bacaan yang memilik pola atau alur biasanya lebih enak dibandingkan dengan bacaan yang tidak memiliki pola, contohnya adalah novel. orang yang tidak suka membaca, kalau diminta membaca novel biasanya cepat selesainya. tapi kalau membaca bacaan yg tidak berpola biasanya lebih lama selesainya, bahkan bias jadi tiak selesai.

    ReplyDelete
  17. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Matematika intuitive menggunakan intuisi dalam menyelesaikan masalah matematika sedangkan matematika formal lebih mengandalkan logika. Sehingga matematika intuitive lebih mudah dipahami dibandingkan dengan matematika formal, tidak mengherankan apabila orang yang memiliki intuisi matematis yang kuat lebih cerdas dan lebih cepat menyelesaikan masalah matematika dibandingkan dengan orang yang hanya memahami matematika secara formal.

    ReplyDelete
  18. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kecerdasan matematika ada dua yaitu kecerdasan intuitif dan reflektif. Kecerdasan intuitif adalah kecerdasan yang datang secara tiba-tiba atau spontan tanpa adanya pengalaman belajar yang dilalui sebelumnya, biasanya pemikiran tersebut muncul pada saat itu juga. Sedangkan kecerdasan reflektif yaitu kecerdasan yang diperoleh dengan melalui serangkaian proses belajar mengajar terlebih dahulu untuk mendapatkan pengalaman belajar. Tugas guru adalah bagaimana mengarahkan kemampuan siswa yang memiliki dua jenis kecerdasan tersebut sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017
    Assalamualaikum, wr.wb.
    Cerita yang telah disampaikan tadi sangat inspiratif dan dapat menjadi salah satu alternatif memberikan dongeng sebelum tidur kepada anak. Dongeng tidak perlu cerita anak yang hanya bersifat fiksi dan nantinya hanya akan memberikan khayalan-khayalan, namun sebaiknya dongeng yang diberikan merupakan sesuatu yang bermakna, yang mampu mengasah atau melatih kemampuan berpikirnya. Dalam matematika anak tidak akan mengerti atau paham jika hanya diberikan definisi, aksioma, teorema, dst., anak perlu banyak berlatih bahkan agar dapat lebih mudah memahaminya lebih baik jika hal itu dimulai sejak dini, misalnya tadi melalui dongeng. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terimakasih pak untuk pengetahuannya mengenai struktur matematika intuitif. saya sangt berfokus pada awal mula sebuah dongeng yang ingin disampaikan kepada seorang bapak kepada anaknya, dan dongeng yang disampaikan adalah dongeng bukan sekedar dongeng tapi dongeng mengenai struktur matematika intuitif, dongeng yg dapat mencerdeskan otak anak sehingga anak menjadi orang yang sukses. Kebanyakan orang tua mendongengkan anaknya hanya dongeng yg bersifat fiksi, tetapi tidak dalam postingan ini, sebuah dongeng yg sederhana dan dekt dengan kehidupan sehari-hari dan itu malah yang sanagt berpengaruh terhadap perkembangan otak anak.

    ReplyDelete
  21. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas pengalaman bapak dalam memberikan pengalaman belajar secara tidak langsung kepada anak bapak sehingga terbiasa dan menjadi orang-orang hebat yang dapat dibanggakan. Dan, cara mengajar bapak bisa diterapkan juga baik dalam mengajar siswa maupun mengajar anak, adik, keponakan yang ada di rumah.

    "Struktur Matematika Intuitif" menjelaskan bahwa berpikir matematika di luar struktur matematika formal. Intuitif atau bisa juga disebut spontanitas, sehingga matematika intuitif mungkin bisa diartikan sebagai berpikir matematika secara spontan, atau memikirkan pemecahan masalah dengan menggunkan cara lainnya yang lebih ringkas namun masih sesuai dengan logika dan menghasilkan penyelesaian yang sama dengan matematika formal.

    ReplyDelete
  22. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dongeng matematika yang sangat indah. Metode dongeng yang perlu dicoba kelak nanti ketika saya sudah memiliki anak. Terimakasih Pak atas ilmunya.

    Dulu ketika saya menghitung selalu seperti itu, ketika penjumlahan lebih dari 10, pasti digenapkan ke 10 dulu baru sisanya berapa, karena menurut saya jika menggunakan tangan atau mengotret/corat-coret dulu di buku akan memakan waktu yang lama. Begitupun dengan penjumlahan yang lebih dai 20, pasti digenapkan ke 2o0 dulu, baru sisanya berapa,.... dst.
    Ternyata waktu itu saya menggunakan struktur matematika intuitif. Saya kira hanya sebuah cara sepele yang bisa membantu saya dalam menghitung, karena tidak ada yang mengajarkan saya cara seperti itu, tetapi ternyata itu sebuah fenomena yang diteliti sampai pada taraf internasional. Sungguh luar biasa.

    ReplyDelete
  23. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Terima kasih pak Prof atas postingannya, memang anak-anak memiliki cara tersendiri untuk memahami suatu hal. Diusia anak-anak cara mereka berpikir tergantung dari apa yang mereka lihat, dalam hal ini benda-benda konkrit. Maka dari itu, orang tua maupun guru disekolah harus menggunakan pendekatan tertentu agar mereka dapat memahami apa yang mereka pelajari. Salah satu contohnya yaitu mengguanakan pendekatan intuitif. Pendekatan intuitif adalah suatu bentuk pemecahan masalah dalam mengajar atau proses belajar mengajar dengan menggunakan bisikan atau gerakan hati untuk mengerti dan mengetahui sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu yang biasanya berbentuk permasalahan dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  24. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Terima kasih, pak. Posting diatas menambah wawasan saya tentang pembelajaran matematika berstruktur dan menyenangkan bagi anak. Saya setuju dengan bapak, bahwa anak SD belum seharusnya ditekan secara psikologis dalam belajar matematika. Begitu pun anak SMP dan SMA. Namun, karena tuntutan jaman, anak SD pun sekarang sudah mulai mengikuti les/ kursus matematika.

    Saya mempunyai pengalaman mengajar les privat matematika seorang anak SD kelas 3. Mengajar anak usia 8-9 tahun seperti ini gampang-gampang susah. Gampang karena materinya mungkin masih sangat sederhana. Susah, karena anak ini orientasinya masih terus ingin bermain dan bercerita. Berdasarkan pengalaman saya, justru orang tua anak yang meminta saya supaya anak tersebut mengerjakan beberapa halaman soal-soal yang ada pada buku acuan/ lembar kegiatan siswa dari sekolah. Saya pun mengikuti permintaan orang tua anak tersebut walaupun waktu yang dibutuhkan melebihi jadwal les yang seharusnya, karena tadi, mengerjakan sambil bercerita. Berdasarkan pengamatan saya juga, anak terkesan terpaksa mengerjakan soal-soal tersebut dan lebih enjoy dalam kegiatan bercerita. Beberapa kali saya bermain tebak-tebakan dengan anak tersebut, dan memang anak tersebut lebih antusias dibandingkan saat dia mengerjakan soal dalam buku.

    Membaca postingan bapak diatas memberikan saya ide untuk mengajarkan matematika dengan tidak hanya menyenangkan, tetapi berstruktur. Postingan bapak diatas juga mengingatkan saya supaya tidak melulu meminta anak mengerjakan tugas/ soal yang ada di buku, tapi pembelajaran menyenangkan yang terstruktur seperti diatas justru bisa lebih menanamkan pemahaman konsep anak.

    ReplyDelete
  25. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih pak, kelak jika saya punya anak (setelah menikah tentunya) saya akan mendongengnya dengan cara tersebut. dan saya tidak akan memaksa mereka mengikuti kursus apapun jika memang bukan keinginan mereka. saya akan membiarkan mereka tumbuh berkembang secara alami sesuai dengan seharusnya tetapi tetap diarahkan namun tidak dengan keotoritesan. setidaknya itu yang saya tangkap dari pengalaman bapak mendidik anak dari kisah diatas. benarlah kata pepatah pengalaman adalah guru paling baik. baik itu pengalaman orang lain maupun pengalaman diri sendiri. maka banyak-banyaklah menshare tentang pengalaman yang menurut kita berguna karna kita tidak tahu siapa saja orang yang terbantu dengan pengalaman positif kita. dan bonusnya adalah pahala, saya benerkan pak? :)

    ReplyDelete
  26. Junianto
    17709251065
    PM C

    Segala sesuatu yang besar pasti dimulai dari hal kecil. Namun, seringkali kita lupa bagaimana cara memulai hal kecil tersebut. Hal-hal yang sederhana jika dilihat dengan sudut pandang ilmu maka akan menjadi sebuah ilmu juga, tetapi jika tidak dipandang dengan ilmu maka hanya akan menjadi fenomena yang biasa saja. Keterbatasan ilmu pengetahuan menjadi salah satu penyebabnya. Dengan adanya postingan Prof ini, saya juga baru mengetahui struktur intuitif siswa dalam berpikir. Hal ini menunjukkan juga bahwa ilmu saya masih sangat terbatas dan perlu belajar terus menerus.

    ReplyDelete
  27. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof,berdasarkan postingan ini saya menyadari betapa pentingnya pembangunan intuisi anak sejak dini. Karena seringkali pembelajaran yang tidak sesuai pada anak dapat menimbulkan "redupnya" intuisi seorang anak. Oleh karena itu metode pembelajaran yang tepat harus lebih diperhatikan.

    ReplyDelete
  28. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Struktur matematika intuitif sangat perlu ditanamkan pada anak-anak. Anak-anak tidak butuh definisi atau formula-formula yang kompleks atau rumit pada pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika yang intuitif pada anak akan membentuk pola-pola penyelesaian masalah yang baik. Matematika dengan perhitungan yang seolah banyak dan sulit, dapat diselesaikan dengan pola-pola atau cara yang sederhana.

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pemahaman seorang anak mengenai segala sesuatu yang ditemuinya tentu saja berbeda-beda. cara berpikir yang sederhana dan apa adanya merupakan tantangan tersendiri bagi guru untuk menemukan cara untuk mengeksplor potensi mereka. Cara mengajar yang tidak tepat dapat menyebabkan pemahaman anak mengenai suatu konsep menjadi kabur dan kurang komprehensif. Terlebih matematika jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat akan menyebabkan matematika dipahami siswa secara terpisah dengan kehidupan keseharian mereka, sehingga matematika dinilai sebagai suatu ilmu atau pelajaran yang menyeramkan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Tulisan yang sangat menarik dan menginspirasi sekali. dari bacaan di atas kita mengetahui bahwa matematika formal dan matematika anak kecil itu berbeda. pada anak kecil, matematika itu adalah menemukan pola, menemukan struktur intuitif. matematika intuitif akan berkembang jika diajarkan rutin terus-menerus dengan latihan, sehingga sesuatu itu melekat dibenak anak. dari tulisan ini juga kita dapat menangkap jika dari hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan artikel internasional yang kemudian bisa di seminarkan dimana saja. sangat menarik dan menginspirasi, terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Marsigit, M. A yang telah memberikan tulisan yang sangat bagus sekali.

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Struktur matematika intuitif seperti pola bilangan, menghitung dengan memperhatikan pola. Ternyata anak malah akan belajar matematika lebih mudah dengan cara ini. Sedangkan jika menggunakan matematika formal yang menggunakan definisi-definisi, aksioma-aksioma, dll maka belum waktunya untuk anak SD kelas bawah, namun meski demikian definisi diperlukan untuk membatasi mana yang masuk konsep dan yang tidak masuk konsep, walaupun harus diminimalisir untuk siswa SD.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sungguh bermakna cara Bapak memberi dongeng kepada anak-anak Bapak sebelum tidur. Dongeng yang selama ini hanya terdefinisi sebatas cerita fiksi di pikiran saya sekarang jadi sangat terbuka untuk model-model yang lain. Ini menjadi inspirasi bagi semua pembaca, bahwa menanamkan rasa cinta terhadap angka dan bilangan pada matematika tidak harus kaku dan duduk di kelas dengan seluruh tuntutan dan ancaman yang menekan anak. Secara perlahan, namun konsisten, anak akan lebih gampang menemukan makna dan pola bilangan seperti yang Bapak lakukan.

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pengetahuan intuitif yang sering diabaikan, namun pada hakikatnya merupakan hal yang telah dilakukan manusia sejak kecilnya. setelah kami membaca postingan Prof. bahwa belajar, mempelajari, dan mengajarkan pengetahuan dengan intuitif tidak secara asal-asalan. Namun, dalam memberikan pengalama-pengalaman terkait harus memiliki pola sehingga dapat dibaca oleh para pembelajar. Dan jika pola tersebut telah mampu dibaca maka pengetahuan tersebut akan terpatri dengan kuat di hati dan pikiran pembelajar. Terima Kasih Prof.
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    ReplyDelete
  34. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. Wb.
    Pengetahuan intuitif selama ini sering diabaikan padahal itu merupakan ilmu yang sangat penting untuk memudahkan kita dalam mendapatkan ilmu pengetahuan selanjutnya yang lebih kompleks dan abstrak. Dari pengetahuan intuitif yang sederhana dapat membawa kita pada sesuatu yang besar. Elegi ini memberikan motivasi dan semangat bagi kita semua bahwa dari penelitian yang sangat sederhana jika kita mau sungguh-sungguh dalam penelitian itu dapat menjadi hasil karya yang luar biasa.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  35. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di dalam perkuliahan, matematika yang kita gunakan ialah matematika formal karena telah diintegrasikan ke bentuk symbol variable dan rumus serta teorema-teorema. Namun. matematika yang dijalani anak sekolah khususnya sekolah dasar ialah matematika intuisif. Yaitu matematika yang diperoleh melalui kegiatan yang mereka lakukan kemudian membangun pengetahuan dengan caranya masing-masing. Sehingga antara satu anak dengan yang lain berbeda dalam membangun pengetahuannya. Guru boleh saya membimbing dalam memahami suatu materi. Tetapi tidak boleh memaksakan pola pikir kepada siswanya apalagi memberikan rumus jadi atau teorema tanpa siswa melakukan kegiatan.
    Jika hal tersebut dilakukan, maka akan merusak intuisi seorang anak. Intuisi yang rusak cenderung malas untuk melakukan kegiatan menemukan dan malas berpikir. Menjadi tidak mandiri karena apa-apa sudah diberi jadi oleh gurunya. Serta kurang teramil dalam berfikir karena mengandalkan guru dalam belajar. Solusinya adalah kita sebagai calon guru, minimal guru bagi anak-anak kita kelak wajib memberikan hak anak untuk mengembangkan intuisinya.

    ReplyDelete
  36. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Tema dalam blog ini menyadarkan kita bahwa dalam memahami suatu konsep siswa memiliki caranya sendiri. Kadang terdapat siswa saat ditanya bagaimana cara mendapatkan konsep tersebut, terdapat siswa yang menjawab tidak tahu dari mananya. Hal itu bukan mengidentifikasi bahwa siswa malas berpikir atau mendapatkan konsep dari orang lain/mencontek. Tetapi memang terdapat cara berpikir yang seperti itu atau sering disebut berpikir intuitif. Berpikir intuitif bisa diartikan cara berpikir dimana seseorang tidak tahu dari mana, kapan, bagaimana konsep itu diperoleh. Sebagai fasilitator guru harus mengakomodasi cara berpikir siswa tersebut dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya. Apabila cara berpikir itu benar siswa dapat melanjutkan intuitifnya tetap apabila intuitif siswa tersebut salah maka sebagai fasilitator guru dapat membantu siswa dalam membenarkan intuitifnya

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dari postingan ini dapat dideskripsikan bahwa stuktur matematika intuitif ialah matematika yang spontan, tanpa analisis, tanpa definisi, teorema, dan sebagainya. Struktur matematika intuitif ini berpotensi sekali untuk meningkatkan skill atau sense matematika anak. Sedangkan struktur matematika formal dimulai dengan definisi, aksioma, dan teorema. Struktur matematika formal ini biasanya digunakan oleh para expert matematika dan ini tidak cocok jika diterapkan kepada anak-anak. Oleh karena itu, sepertinya perlu dilakukan pengembangan atau analisis tentang struktur matematika intuitif siswa.

    ReplyDelete
  38. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Terimakasih Prof. tulisan ini memberikan saya inspirasi tentang bagaimana kita membelajarkan anak tanpa membebani mereka. Tulisan ini juga memberikan pembelajaran penting bahwa pendidikan di usia dini merupakan hal penting dalam menentukan masa depan anak. Pendidikan di usia dini tidak melulu terkait dengan sekolah formal, tambahan pelajaran/les, dan sebagainya, tetapi bagaimana memfasilitasi anak untuk membangun struktur intuitif anak. Struktur intuitif ini dibangun melalui hal-hal sederhana, melalui interaksi anak dengan lingkungannya. Karena itulah menurut saya dalam membangun struktur intuitif ini orang tua memiliki peranan penting. Bagaimana orang tua memberikan pengalaman kepada anak sehingga anak mampu membangun struktur intuitifnya dengan baik. Struktur intuitif yang dibangun sedari kecil inilah yang nantinya akan membantu anak dalam menghadapi matematika formal di kehidupanya kelak.

    ReplyDelete
  39. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari artikel tersebut saya semakin sadar akan pentingnya pembelajaran dari keluarga. Walaupn pembelajaran tersebut sederhana namun saya merasa penuh dengan makna. Dari artikel diatas mengingatkan saya akan masa-masa kecil, dimana setiap malam sebelum tidur saya selalu di beri cerita oleh orang tua. Selain itu pembelajaran yang diberikan dengan komunikasi yang menyenangkan dalam keluarga sangat berkesan. Dari hal yang sepele dan kecil dapat merubah segalanya.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Terimakasih bapak atas inspirasinya, saya baru mendengar istilah “Struktur Matematika Intuitif” namun sebenarnya hal ini sudah saya lakukan besama teman-teman dalam kehidupan sehari-sehari, misalnya dalam salah satu jenis permainan kartu remi yang mengharuskan berjumlah 13. Hal ini bagus sekali bagi para orangtua untuk belajar menerapkan nya dalam pendidikannya di rumah, membantu anak-anak mengembangkan kemampuan intuitifnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  41. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sebuah artikel yang sangat inspiratif Prof. Saya memahami bahwa sebelum kita mengajarkan anak terkait matematika, kita sebagai orangtua haruslah masuk ke dunia anak terlebih dahulu. Ternyata anak-anak mampu berpikir matematis secara baik dengan intuitif. Sungguh sayang rasanya ketika guru di sekolah dasar masih terjebak ke dalam matematika definisi dan teorema.

    ReplyDelete
  42. pada postingan diatas, matematika intuitif terlihat lebih menyenangkan dan relatif lebih mudah dipahami. semoga bisa diaplikasikan dalam pengembangan penedidikan kepada anak-anak agar anak-anak lebih memahami makna dan menjadikan tambahan tingkat kognitif mereka

    Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    ReplyDelete
  43. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perbedaan matematika intuitif dengan matematika formal sangat jelas pada tingkat kemudahan untuk diterima terutama bagi anak-anak. Tanya jawab menggunakan pola membuat anak merasa tertantang untuk menjawab lagi pertanyaan-pertanyaan berikutnya karena mereka merasa senang apabila sudah menemukan polanya. Terima kasih atas pengetahuan barunya prof.

    ReplyDelete
  44. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Belajar matematika tidak selalu mengunakan struktur matematika formal yang dimulai dengan definisi dst. Hal itu kurang cocok jika diterpakan pada anak-anak, karena akan merusak intuisi anak. Sebaiknya mengajarkan matematika kepada anak-anak dapat melalui setuktur matematika intuitif. Melaui sebuah cerita yang berpola, biarkan anak menangkap pola dari cerita yang kita berikan. Sehingga anak mampu menemukan pola dalam matematika melaui intuisinya.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Immanuel Kant merupakan salah satu tokoh yang memiliki berbagai pandangan intusis dalam matematika. dalam jurnal yang berjudul "PERAN INTUISI DALAM MATEMATIKA MENURUT IMMANUEL KANT" yang dibuat oleh prof. Marsigit, disimpulkan bahwa intuisi dan keputusan yang bersifat “synthetic a priori” berlaku bagi geometri maupun aritmetika. Konsep geometri bersifat “intuitif keruangan” dan konsep aritmetika bersifat “intuitif waktu” dan “bilangan”, dan kedua-duanya bersifat “innate intuitions”. Synthetic a Priori lebih mengandalkan pada pengalaman. Artinya apa yang dihasilkan merupakan apa yang dia rasakan atau merasakan langsung kejadian tersebut. Jadi dalam contoh penjumlahan aritmatik pada artikel diatas, siswa akan lebih mudah jika mereka dapat mencari hubungannya dengan kehidupan sehari-hari yang sudah dialaminya

    ReplyDelete
  46. Latifah Fitriasari
    17709251055
    S2 P.Matematika C

    Pada masa anak-anak memori jangka pendek telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan – keterbatasan. Untuk mengurangi keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori (memory strategy) salah satunya lewat cerita atau dongeng sebelum tidur yang dimana terdapat rehearsal (pengulangan) yaitu suatu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan. Sehingga karena terbiasa anak akan memiliki kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.

    ReplyDelete
  47. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, bacaan di atas sangat menarik sekali dan begitu inspiratif. Sederhana namun sangat bermakna, dapat dijadikan salah satu inspirasi alternatif metode mengajarkan anak untuk belajar operasi bilangan. Selain prosesnya tampak sangat menyenangkan namun secara tidak langsung juga sangat berpengaruh dalam membangun serta melatih struktur matematika intuitif anak, belajar melalui hal sederhana dengan mengenali pola-pola sangat memudahkan dan mempengaruhi keberhasilan belajar anak. Sehingga, kelak keterampilan intuitif tersebut memudahkan mereka ketika mempelajari struktur matematika formal.

    ReplyDelete
  48. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Guru matematika jangan terbiasa dengan pembelajaran yang langsung memberikan materi dalam bentuk jadi sehingga siswa tinggal menerima. Hal ini akan cenderung membuat ingatan siswa tentang materi tersebut tidak tahan lama. Akan tetatpi siswa perlu diberi pengalaman belajar menghubung-hubungkan konsep. Suatu konsep diperoleh dari konsep yang lain. Secara eksplisit dalam tujuan p. matematika juga adala kata-kata ‘mengamati polanya’. Melalui proses mengamati polanya, siswa mempunyai kemampuan memprediksi, kemampuan mengantisipasi, dan kemampuan berpikir kritis.
    (Komen ini dituliskan setelah mendapat pembelajaran ‘the idea of a schema’ pada psikologi belajar).
    Terimakasih pak, terimakasih bu atas ilmunya.

    ReplyDelete
  49. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Guru matematika jangan terbiasa dengan pembelajaran yang langsung memberikan materi dalam bentuk jadi sehingga siswa tinggal menerima. Hal ini akan cenderung membuat ingatan siswa tentang materi tersebut tidak tahan lama. Akan tetatpi siswa perlu diberi pengalaman belajar menghubung-hubungkan konsep. Suatu konsep diperoleh dari konsep yang lain. Secara eksplisit dalam tujuan p. matematika juga adala kata-kata ‘mengamati polanya’. Melalui proses mengamati polanya, siswa mempunyai kemampuan memprediksi, kemampuan mengantisipasi, dan kemampuan berpikir kritis.
    (Komen ini dituliskan setelah mendapat pembelajaran ‘the idea of a schema’ pada psikologi belajar).
    Terimakasih pak, terimakasih bu atas ilmunya.

    ReplyDelete
  50. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Sebuah artikel yang sangat inspiratif Prof. Saya memahami bahwa sebelum kita mengajarkan anak terkait matematika, kita sebagai orangtua haruslah masuk ke dunia anak terlebih dahulu. Ternyata anak-anak mampu berpikir matematis secara baik dengan intuitif. Sungguh sayang rasanya ketika guru di sekolah dasar masih terjebak ke dalam matematika definisi dan teorema.

    ReplyDelete
  51. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Sebuah artikel yang sangat inspiratif Prof. Saya memahami bahwa sebelum kita mengajarkan anak terkait matematika, kita sebagai orangtua haruslah masuk ke dunia anak terlebih dahulu. Ternyata anak-anak mampu berpikir matematis secara baik dengan intuitif. Sungguh sayang rasanya ketika guru di sekolah dasar masih terjebak ke dalam matematika definisi dan teorema.

    ReplyDelete
  52. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Dunia ini lebih luas dari ruang kelas"
    kalimat itulah yang terngiang di kepala saya ketika saya membaca postingan ini. Kalimat itu saya kutip dari lagu seorang penyanyi bernama Kunto Aji berjudul Pengingat.
    Belajar memang tidak hanya di ruang kelas. Tak sedikit orang yang mengembangkan bakatnya di luar kelas, di luar sekolah tetapi ternyata lebih dapat mengembangkan dirinya dengan baik. Saya sangat terinspirasi bagaimana Prof. dapat menemukan cara bagi anak Prof. untuk belajar di rumah. Saya ingat betapa dulu saya hanya belajar matematika seorang diri karena orangtua saya tidak sempat membantu saya belajar di rumah. Saya tak begitu termotivasi untuk belajar matematika. Motivasi saya lain, demi mendapat hadiah. Cara orangtua mengajar memang berbeda-beda, tetapi, pendampingan orangtua ternyata memang berdampak sangat baik untuk motivasi anak.
    Kini saatnya kita untuk mulai belajar menerima bahwa belajar itu ya bukan hanya di dalam kelas, tapi mulai dari rumah.

    ReplyDelete
  53. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pentingnya pernanan intisi dalam kegiatan matematika. Hal ini cenderung membantu ketika mereka
    menemukan gagasan-gagasan original atau ketika ingin membuat lompatan karena belum menemukan jalur logis yang menghubungan fakta atau teori. Secara umum pada pengajaran matematika, sangatlah penting guru/dosen memahami interaksi antara intuitif, formal dan aspek-aspek prosedural dalam proses memahami, bernalar dan pemecahan masalah siswa. Jika kekuatan intuitif yang dimiliki siswa diabaikan bagaimanapun terus mempengaruhi kemampuan siswa bermatematika.

    ReplyDelete
  54. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Intuisi berperan penting dalam membantu siswa mengkonstruksi konsep matematika. Matematika merupakan ilmu yang kajiannya berupa objek-objek abstrak, harus dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi ruang dan waktu. Pembelajaran yang dapat melatih intuisi perlu dikembangkan agar intuisi yang dimiliki siswa semakin tajam dan dapat membantu dalam proses pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  55. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel ini sungguh menginspirasi, kelak bisa digunakan ketika menjadi orangtua. Pola di atas merupakan deret aritmatika. Saya pribadi sangat antusias ketika mengerjakan soal berbentuk deret aritmatika dan geometri ketika mengikuti tes potensi akademik.

    ReplyDelete
  56. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs Pm B 2017

    Elegi yang bapak tuliskan diatas memberikan salah satu pelajaran kepada saya. Bahwa mengajarkan anak-anak tidak harus menoton. Harus duduk rapi diatus kursi, tangan terlipat, pensil ditangan dan sebaginya kegiatan yang sering dilakukan. Namun ternyata sebelum tidur saja kita dapat mengajarkan anak-anak. Bahkan dapat mengajarkan matematika yang notabennya dianggap harus selalu serius dan terkadang menoton. Terimakasih banyak atas ilmu yang bapak bagikan ini.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  57. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Berpikir Intuitif adalah proses kognitif yang memunculkan ide sebagai suatu strategi dalam membuat keputusan yang diperkirakan benar sehingga menghasilkan jawaban spontan dalam memecahkan masalah. Jawaban spontan adalah ungkapan baik tulisan maupun lisan, yang dihasilkan subjek dari pemecahan masalah matematika tanpa menggunakan cara berpikir analitik.

    ReplyDelete
  58. Junianto
    PM C
    17709251065

    Struktur matematika intuitif bisa saya pahami sebagai cara berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah. Jika dari kecil siswa sudah diajari cara menyelesaiakan masalah maka ia akan terbiasa dan dalam pikirannya akan terbangun struktur intuitif dengan sendirinya. Ini juga menujukkan bahwa intuitif itu tidak ada secara tiba-tiba dan begitu saja, tetapi ada proses yang panjang dan pengalaman yang dialami seseorang. Tanpa proses dan pengalaman, maka intuitif seseorang juga tidak akan adan dan berkembang.

    ReplyDelete
  59. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terima kasih Prof. atas informasinya. Sungguh elegi yang sangat menarik prof. Insyaallah akan saya terapkan ketika nanti saya memiliki anak Prof. Tapi sebelum mencapai titik tersebut saya akan berusaha komentar tentang elegi ini. Matematika intuitif, intuitif sendri bermakna sebuah dorongan untuk melakukan suatu hal tanpa melalui penalaran dan berfikir atau intelektualitas. matematika intuitif berarti matematika yang muncul tanpa melalui penalaran dan berfikir matematika. Sebagai modal nya anak mengetahui operasi bilangan dibawah bilangan 10. Sehingga untuk penjumlahan 7 + 5 maka anak akan berusaha mencapai 7 ke bilngan 10 dengan menambah kannya 3 sehingga tersisa 2 sehingga 7 + 5 menjadi 10 + 2 adalah 12.

    ReplyDelete
  60. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Artikel ini sangat menginspirasi Prof. Saya memiliki adik laki-laki yang sekarang duduk di kelas 6 SD. Saya ingin mencoba mengajakan matematika dengan cara intuitif seperti itu bukan melalui definisi. Menurut saya struktur matematika intuitif ini membuat anak menemukan sendiri konsep matematika yang hendak ia pelajari. Sehingga pembelajaran lebih bermakna

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Intuisi dalam matematika sangatlah diperlukan guna mengembangkan intuisi dalam kehidupan di dunia ini. Jika dalam matematika mengajarkan untuk diarahkan pada intuisi yang tajam, maka dalam kehidupan akan memberikan dampak yang baik pula dalam menentukan sebuah pilihan yang berat dengan pertimbangan yang matang. Hal ini perlu diperhatikan karena hal ini yang kan membuat seseorang itu memilih apa yang benar berdasarkan pertimbangan yang baik pula dalam hidup mereka
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya selalu kagum dengan cara berpikir bapak, bahkan dongeng sebelum tidur saja anak diajak berpikir tentang matematika. Menariknya, struktur matematika intuitif yang bapak tanamkan sedari kecil ternyata ampuh membaut anak-anak bapak sukses dan berhasil. Terimakasih atas inspirasinya prof. Kalau dilihat lagi, struktur matematika intuitif itu datang harus dari kesadaran dan niat yang benar, strategi yang tepat dengan sifat, karakteristik serta segala macam latar belakang pribadian anak, karena tidak semua anak mau mendengarkan mungkin hanya sekedar dongeng yang diselipkan ilmu matematika. Kemudian, struktur matematika intuitif tidak mapu juga bekerja sendirian, karena seiring berjalannya waktu akan akan tetap mendapatkan struktur matematika formal di sekolah. Sehingga kedua nya sangat berkaitan dan saling mendukung satu sama lain untuk membangun dan membentuk konsep berpikir matematika yang benar.

    ReplyDelete
  63. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Intuitif adalah pemikiran yang tiba-tiba ada yang timbul akibat adanya ide atau berpikir secara spontan yang menghasilkan suatu konsep matematika sebelum diajarkan ke arah yang lebih formal. bukan berarti bahwa berpikir intuitif ini sudah ada sejak lahir atau bawaan, tetapi berpikir intuitif itu ada karena telah melalui beberapa proses berpikir secara kreatif.

    ReplyDelete
  64. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Manusia memiliki yang disebut dengan intuisi. Istilah intuisi dapat diartikan sebagai kemampuan manusia untuk menganalisa sesuatu yang akan dikerjakan atau dilaksanakan, karena dengan memakai intuisi maka pekerjaan yang akan dilakukan dapat kita prediksi hasil dan bentuknya. Proses intuisi harus diimbangi dengan kemampuan abstraksi seseorang. Abstraksi merupakan kemampuan manusia dalam penyimpulan metode berfikir dengan mengacu pada instruksi suatu masalah dan tidak beracuan pada realita (mitos). Sehingga kalau guru tidak siap menerima proses intuisi ataupun abstraksi maka pembelajaran matematika di dalam kelas akan menjadi sebuah bencana bagi siswa, sebaliknya jika guru siap dengan kedua proses tersebut maka pembelajaran matematika menjadi berkah bagi para siswa.

    ReplyDelete
  65. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Intuisi merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan. Karena itulah kemampuan intuisi perlu dikembangkan sedari dini. Intuisi dapat dikembankan melalui aktivitas-aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah yang Prof. Marsigit bagikan dalam tulisan ini. Kegiatan sederhana yang dilakukan oleh orang tua dan anak-anak dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan intuisinya. Intuisi yang dibangun sedari kecil akan membantu seorang anak dalam menghadapi tantangan dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  66. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Tulisan yang sangat bermanfaat, terutama bagi para orang tua yang ingin juga mendidik anaknya dirumah. terima kasih banyak pak. ternyata seperti itu matematika intuitif. berpola dan unik. seperti lah seharusnya siswa belajar, menemukan pola da hubungan, sehingga mereka akan bisa menjawab dengan cepat, tidak menggunakan jari yang relatif lama.

    ReplyDelete
  67. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    orang tua merupakan pendidik utama anaknya. dari tulisan ini saya dapat belajar bahwa intuisi matematika dapat ditumbuhkan sejak dini dengan cara memberikan cerita atau dongeng yang mendidika terkait dengan matematika. saya pernah memberikan game kepada siswa saya untuk menjawab pertanyaan tentang perkalian dan pembagian dengan cepat, dalam waktu 5 detik. alhamdulillah ini berhasil membuat siswa saya merasa tertantang dan ingin mencoba lagi dan lagi. menurut saya pembelajaran memang seharusnya diberikan dengan menarik tanpa membebani psikologis anak. learning is having fun.

    ReplyDelete
  68. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Cara berfikir intuitif yang hadir dalam diri seseorang dapat diterima secara langsung tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu melalui proses formal maupun dukungan empiris. Seseorang dikatakan berpikir secara intuitif bila orang tersebut telah banyak bekerja dalam suatu masalah pada periode waktu yang cukup lama. Ia dapat segera memberikan solusi dari suatu masalah didasarkan atas sesuatu yang pernah ia buktikan secara formal sebelumnya.

    ReplyDelete
  69. M. Zainudin
    16701261019
    PEP
    Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
    Pada umumnya sesuatu yang kecil tak nampak oleh mata, namun kadang sesuatu yang kecil dapat jadi permata bahkan malapetaka

    ReplyDelete
  70. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Dari postingan bapak Prof. Marsigit ini dapat diperoleh informasi bahwa yang dapat menjadi fasilitator anak untuk belajar tidak hanya guru (saat di sekolah), tetapi orang tua juga memiliki andil dalam memfasilitasi anaknya untuk belajar. Lalu, media apa yang dapat digunakan oleh orang tua dalam memfasilitasi anaknya untuk belajar? dongeng. Ya, melalui dongeng, orang tua dapat mengajarkan anak tentang fenomena-fenomena alam dan nilai-nilai masyarakat dan kebudayaan dengan cara yang menarik dan memicu rasa ingin tahu anak.

    ReplyDelete
  71. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Matematika sekolah dan matematika formal merupakan dua hal yang berbeda, baik dari segi konten maupun cara membelajarkannya kepada siswa/mahasiswa. Matematika sekolah lebih menekankan pada penelusuran/pengenalan pola (pattern recognition). Saya tertarik dengan cara bapak Prof. Marsigit dalam membelajarkan matematika sekolah melalui dongeng "pola bilangan" dan dilengkapi dengan pertanyaan dengan respon lambat dan cepat tersebut. Ternyata cara ini efektif dalam memfasilitas anak untuk menemukan struktur matematika intuitif.

    ReplyDelete
  72. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Saya sangat terinspirasi dengan artikel di atas, menurut saya terkadang hal yang cukup dikesampingkan selama ini, terutama di dunia pendidikan sebenarnya malah berdampak besar dalam perkembangan kognitif seorang anak. Membiarkan anak belajar secara intuitif, alami, tanpa tekanan itu yang mungkin dapat merubah pendidikan yang selama ini ada di Indonesia, menurut hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment), siswa Indonesia lemah dalam penalaran dan pemahaman konsep serta logika. Namun mereka hebat dalam penyelesaian kasus matematika yang bersifat procedural. Jika ditelaah sebenarnya bukan hanya salah seorang siswa apabila ia kurang mampu dalam menciptakan inovasi baru, karena kultur yang dibangun sejak dini di dunia pendidikannya masih cenderung konvensional dalam memandang suatu persoalan. Menurut saya alangkah baiknya jika para stakeholder di dunia pendidikan berani membuat gebrakan baru yang dapat membuat siswa lebih terlatih logikanya dari pada hanya menekankan kemampuan yang procedural dan hafalan, karena hal ini tidak terlalu efektif dalam memenuhi tantangan zaman.

    ReplyDelete
  73. Luluk Mauluah
    S3 Dikdas 17706261012


    Matematika intuitif yang saya tangkap dari penjelasan prof Marsigit tersebut seperti matematika pola. Pola matematika memang mendasari cara berpikir logis. Pembahasan pola matematika dapat dimulai dari pola dasar, pola tumbuh/growing pattern, relasi rekurensi dll.
    We encounter patterns all the time-everyday in the spoken and written word, in musical forms and video images, in ornamental designs and natural geometry, in traffic patterns and in objects we build. Our ability to recognize, interpret and create patterns is the key to the world around us (Senegal 1990, p.139) seperti yang disampaikan Reys et al di buku " Helping Children Learn MAth" ha;aman 338.
    Menurut saya, matematika intuitif tidak bisa terlepas dari matematika pola.


    ReplyDelete
  74. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S1- Pendidikan Matematika A 2015

    Artikel yang Prof. Marsigit tulis di atas, sangat mengisnspirasi saya mengenai betapa pentingnya peran intuisi dalam pembelajaran matematika. Intuisi menjadi inti dan kunci bagi pemahaman dan konstruksi matematika. Dalam matematika, tidak cukup hanya mendefinisikan suatu konsep karena mendefinisikan hanya bersifat analitik.
    Selain itu, saya juga sangat tertarik dengan tulisan Prof. Marsigit dengan dongeng sebelum tidur yang dapat mengembangkan strukutur intuitif matematika. Hal ini dapat memberikan inspirasi kepada para orang tua agar memiliki peran yang lebih dalam membantu perkembangan intuisi anak.





    ReplyDelete
  75. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sangat tertarik dengan artikel bapak. Menurut saya, peran orang tua sangatlah penting untuk belajar siswa. karena kita tahu, pendidikan primer atau pendidikan awal anak ada pada keluarga. Struktur matematika Intuitif yang saya pahami disini sepertinya lebih ke pola matematika. Hal ini sangat penting kita ajarkan pada anak sejak dini agar pola pikir anak sudah terasah atau terbiasa. Terlebih pola matematika ini dapat menjadi salah satu dasar untuk mengasah logika matematika anak.

    ReplyDelete
  76. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel yang ditulis oleh Prof. Marsigit diatas, kita dapat mengetahui bahwa orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun pengetahuan dan struktur kognitif anak. Seperti yang kita tahu, sebelum mengenyam pendidikan formal, keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dikenal oleh anak. Dengan demikian penyisipan pembelajaran dalam kegiatan sehari-hari anak memang dirasa perlu dilakukan untuk menyiapkan dasar bagi mereka sebelum masuk ke pendidikan formal. Saya sangat tertarik dengan metode yang dilakukan oleh Prof. Marsigit dengan memberikan dongeng-dongeng yang berpola sebelum anak tidur, karena dengan metode tersebut secara tidak sadar anak dapat membangun struktur matematika intuitif mereka tanpa merasa terbebani akan kewajiban belajar.

    ReplyDelete
  77. Eka Zuliana
    S3 IP konsentrasi Pendidikan Matematika
    17703261019

    intuisi memiliki porsi penting bagi seseorang dalam memecahkan masalah - masalah matematika. Dengan adanya intuisi ide ide cerdas yang kreatif bermunculan. Terimakasih Prof, Artikel yang sangat menarik

    ReplyDelete
  78. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika 2015

    Saya sangat terinspirasi dengan artikel Prof. diatas. Dalam pendidikan anak sebenarnya tidak hanya guru disekolah yang bertanggungjawab atas perkembangan pola pikirnya, tetapi orangtua juga, salah satunya melalui dongeng. Selama ini saya hanya mengetahui bahwa dongeng-dongeng yang dibacakan sebelum tidur itu hanya fiktif belaka, seperti putri salju, kancil dan buaya. Ternyata dongeng sebelum tidur ini dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat mengembangkan pengetahuan intuitif anak.

    ReplyDelete
  79. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Ilmu intuitif memang penting untuk diajarkan pada anak, karena bisa membuat anak lebih mudah memahami suatu hal, termasuk menjawab pertanyaan dengan lebih cepat dan tepat.
    .
    Artikel ini juga menginspirasi saya agar besok bisa membelajarkan anak-anak--minimal anak saya sendiri, agar lebih mengenal suatu pengetahuan, misalkan saja pengetahuan hitung-hitungan dalam matematika, seperti yang ada dalam artikel. Semoga ke depannya, saya bisa semakin tahu bagaimana mengembangkan struktur matematika intuitif atau struktur intuitif lainnya pada anak.

    ReplyDelete
  80. Almaida alvi zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan matematika A 2015
    Pemahaman secara intuisi dapat diterima secara langsung tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu melalui proses formal maupun dukungan empiris. Sehingga untuk mengajarkan matematika pada anak kecil lebih baik secara intuitif, karena anak-anak biasanya melakukan kegiatan tapi tidak mengerti hakekat yang dikerjakan.

    ReplyDelete
  81. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Artikel yang sangat inspiratif, membuat kami mengerti pentingnya mengajarkan hal secara intuitif termasuk dalam matematika. Kemampuan intuisi yang baik dapat membantu anak dalam proses pemecahan masalah. Wadah pertama seorang anak dalam mengembangkan kemampuan intuisi adalah orang tua. Oleh karena itu, perkembangan awal kemampuan intuisi seorang anak bergantung pada orang tua dan menjadi tanggungjawab mereka.

    ReplyDelete
  82. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terimakasih Pak Marsigit, artikel tersebut sangat menginspirasi. Setelah membacanya saya jadi belajar, bahwa suatu hal yang sederhana dapat menumbuhkan pengetahuan intuitif seorang anak. Pengetahuan intuitif memang sangat dibutuhkan bagi seorang anak yang belum mengenal pengetahuan secara definisi. Untuk membangun pengetahuan intuitif tersebut, dibutuhkan peran orang tua dan keluarga karena kita tahu keluarga adalah tempat pertama seorang anak memperoleh pendidikannya.

    ReplyDelete
  83. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan Matematika A

    Artikel struktur matematika intuitif ini mengajarkan akan pentingya intuisi dalam matematika. Dengan menemukan pola yang ada dari struktur intuitif matematika maka anak dapat membangun pengetahuannya dan menjadikan suatu pembelajaran menjadi lebih bermakna atau mudah diingt oleh anak dibandinngkan dengan matematika formal yang dimulai dengan definisi, aksioma taupun teorema. Peranan orang tua sebagai fasilitator dalam belajar dapat mendukung anak dalam belajar, seperti yang disampaikan Prof melalui dongeng sebelum tidur.

    ReplyDelete
  84. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Artikel tersebut sangat mengisnpirasi. Pengetahuan intuitif memang sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Seperti hal nya dalam mengajarkan matematika kepada anak itu menggunakan matematika intuitif. Mengajarkan matematika kepada anak itu hendaknya melalui hal-hal yang dekat dengan mereka. Dengan begitu konsep nya akan tertanam dalam benak mereka. Dengan begitu nantinya akan membantu anak untuk membangun pengetahuan dan struktur kognitifnya. Disini peran orang tua sangat penting untuk mengajarkan pengetahuan intuitif anak. Banyak cara menarik yang bisa digunakan untuk mengajarkan pengetahuan intuitif kepada anak, seperti yang dilakukan oleh Prof. Marsigit dengan melalui dongeng sebelum tidur. Dengan begitu anak akan dapat membangun struktur matematika intuitif tanpa merasa terbebani. Dan anak pun akan merasa senang.

    ReplyDelete
  85. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Anak memiliki kemampuan yang luar biasa yaitu kemampuan intuitif. Kemampuan ini diperlukan dalam pembelajaran matematika sebelum anak mengenal matematika formal. Dengan memanfaatkan pola atau struktur secara intuitif siswa akan membangun konsep matematikanya sendiri. Nah, untuk mengasah kemampuan intuitif siswa perlu campur tangan orangtua atau keluarga dalam membiasakan siswa membentuk struktur matematika intuitif. Pembiasaannya dapat dilakukan seperti yang Prof lakukan, dan hal itu sangat menginspirasi saya tentang bagaimana mengembangkan kemampuan siswa membentuk struktur matematika intuitif siswa.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  86. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Artikel yang di tulis oleh Prof. Marsigit diatas sangat menarik. Bahwa kita bisa mengajarkan anak untuk belajar matematika dengan hal yang menyenangkan sehingga anak menjadi sangat berantusias dan bersemangat. Dari dongeng yang berhubungan dengan pola bilangan ternyata memberikan dampak yang baik bagi anak dalam menyelesaikan ujian matematika SD hingga SMA dan juga menjadi anak yang cerdas. Ternyata dongeng pola bilangan tersebut menjadi hal yang menarik bagi anak dengan cara menjawab cepat. Namun hal tersebut tidak dilakukan anak dengan cara menghitung angka satu persatu, namun dengan membuat struktur intuitif yang membuat anak mudah dalam menyelesaiakan pertanyaan. Merupakan pengalaman yang menarik yang dibagi oleh Prof. sehingga bisa untuk ditiru kemudian hari. Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  87. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih Prof, artikel yang sangat menginspirasi. Dibutuhkan intuisi dalam mengajarkan matematika karena matematika merupakan sesuatu yang abstrak bagi anak. Pembelajaran seperti ini akan memudahkan anak dalam mempelajari matematika dan anak akan menemukan konsep sendiri dalam memahami matematika.

    ReplyDelete
  88. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas cerita yang sangat bermakna di atas. Ini bisa menjadi teladan bagi Saya, ternyata dongeng sebelum tidur tidak hanya terus menerus tentang dongeng-dongeng kehidupan, tetapi juga dongeng matematika. Mendongeng dengan suatu pola dapat membentuk struktur intuitif anak, anak menjadi paham karena telah mengetahui/menemukan sendiri struktur atau polanya, bukan karena pandai (berhitung).

    ReplyDelete
  89. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Cerita yang sangat menginspirasi. Matematika intuitif memang lebih mudah diterima oleh anak-anak karena mereka mengkonstruk sendiri pemikiran mereka tentang konsep-konsep matematika. Hal tersebut juga sangat membantu anak-anak karena dengan mengkonstruk pemahaman sendiri, membuat mereka tidak mudah lupa. Cara untuk mengkonstruk pemahaman mereka tentang matematika atau matematika intuitif dapat dilakukan dengan dongeng sebelum tidur kepada anak-anak.

    ReplyDelete
  90. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015


    Terimakasih prof, tulisannya sangat menginspirasi kami. ternyata pengetahuan intuisi sangat penting untuk pemahaman konsep matematika. dan hal itu tidak sulit diajarkan untuk anak, karena bisa dilakukan dengan mendongengkan anak sebelum tidur. cara tersebut dapat menjadi contoh yang baik untuk para orang tua agar dapat membantu pemahaman intuisi untuk anaknya.

    ReplyDelete
  91. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015

    Setelah membaca artikel Bapak, saya menjadikan saya terinspirasi. Saya menjadi semakin sadar bahwa selain pendidikan formal dan informal masih ada pendidikan informal dimana keluarga sebagai pelaku utama yang berperan penting dalam melakukan proses pendidikan. Dalam pendidikan informal tidak terpengaruh dengan program-program seperti dalam pendidikan formal dan non formal, dan kedekatan dengan orangtua secara langsung akan memberikan kenyamanan dalam psikologi anak. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti artikel diatas dengan kecepatan dalam menjawab pertanyaan yang berbeda-beda saya menjadi mengerti bahwa intuisi bisa menjadi suatu hal yang dominan yang menjadi bahan pertimbangan mengambil sebuah keputusan. Dari artikel diatas juga memberikan gambaran bahwa untuk mengembangkan intuitif anak, tidak harus dalam pendidikan formal dan informal tapi peran keluarga bisa menjadi cara yang dominan dalam megnasah intuitif anak.

    ReplyDelete
  92. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas artikelnya. Artikel itu menambah pengetahuan saya. Matematika merupakan ilmu pasti, sebagai contohnya yaitu 3+3=5+1=2×3=12:2=8-2=6. Terlihat dalam contoh tersebut bahwa untuk mendapatkan jawaban yang sama, tidaklah harus menjumlahkan bilangan yang sama pula dan juga tidak harus menggunakan operasi penjumlahan, kita bisa menggunakan operasi pengurangan, perkalian, maupun pembagian.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  93. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Intuisi yang dimiliki anak memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika karena intuisi tersebut dijadikan sebagai pemahaman anak dalam matematika(mengkontruksikannya). Dari hal tersebut, anak perlu mengembangkan kemampuan intuitif agar dapat memudahkan dalam memahami konsep-konsep matematika, tentu saja peran guru maupun orang tua sangat penting dalam perkembangan kemampuan intuitif anak.

    ReplyDelete
  94. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Cerita yang sangat menginspirasi, Pak. Mengajarkan matematika dengan pola dan dikemas dengan dongeng dilengkapi dengan respon lambat-cepat ternyata merupakan cara yang efektif untuk mengenalkan dan membelajarkan matematika intiutif pada anak-anak.

    ReplyDelete
  95. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel Bapak saya semakin yakin bahwa orangtua memiliki peran sekaligus tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Menyelipkan pembelajaran berpola saat berinteraksi dengan anak tanpa membuat anak merasa tertekan dapat membuat anak belajar melalui pengalaman intuitifnya. Pembelajaran dengan pola dapat melatih logika si anak. Anak akan lebih mudah belajar dengan mengenal pola daripada menghafal.
    Salah satu yang dapat orangtua lakukan adalah dengan menyelipkan pembelajaran yang berpola saat mendongeng. Dongeng tidak melulu tentang kancil mencuri ketimun atau bawang merah bawang putih tetapi juga bisa dengan latihan kecil mengenai Matematika. Sehingga selain dapat qtime dengan anak, kita juga sekaligus melatih pemikiran si anak.

    ReplyDelete
  96. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ma syaa Allah, terimakasih sudah berkenan berbagi cerita, Prof. Sangat menginspirasi bagi para orang tua, calon orang tua, maupun bakal calon orang tua dalam mengenalkan matematika kepada anak-anaknya. Dengan menggunakan pola anak-anak dapat menumbuhkan kemampuan intuitifnya. Hal ini juga dapat menunjukkan kepada anak bahwa matematika bukan sesuatu yang menyeramkan melainkan ilmu yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  97. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Artikel ini sangat menginspirasi saya. Melalui struktur matematika intuitif, ternyata intuisi pada matematika juga penting. Belajar matematika dengan dongeng bisa membentuk intuisi dalam matematika. Intuisi tersebut yang nantinya akan menjadi kunci bagi pemahaman dan konstruksi pengetahuan matematika dalam diri anak. Intuisi tersebut pula membawa anak memiliki kebiasaan yang baik dalam diri anak dalam hal menghitung, membaca, ataupun kegiatan sehari-hari lainnya. Anak akan belajar bagaimana cara menemukan bukan hanya dengan pengetahuan formal yang diperoleh di sekolah. Belajar melalui dongeng juga berarti orang tua memiliki arti penting dalam mengembangkan kemampuan anak. Orang tua disini menjadi fasilitator bagi diri anak. Namun masih terdapat orang tua yang termasuk rendah dalam pendidikan, sehingga menurut saya perlu adanya pemberdayaan bagi orang tua agar beliau bisa menjadi fasilitator yang baik bagi anak.

    ReplyDelete
  98. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1
    Terimakasih Prof sudah membagikan pengalaman Prof dalam mendidik anak. Saya sangat terkesan dan terinspirasi dengan cara Prof Marsigit mendidik anak dengan cara tersebut.
    Guru memang menjadi sosok yang penting sebagai tempat menuntut ilmu anak. Tapi keluarga terutama orangtua menjadi pendidikan pertama dan yang paling utama bagi anak-anaknya.
    Orangtua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik anaknya.
    Pengalaman Prof Marsigit mendidik anak dengan dongeng patut kita coba. Selain bisa meningkatkan pengetahuan intuitif anak, dongeng sebelum tidur tersebut juga bisa mengingkatkan hubungan antara anak dan orangtua.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  99. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih Prof, ceritanya sangat menginspirasi. Mengajarkan matematika dengan pola dan dikemas dengan dongeng sedemikan sehingga anak tidak akan merasa tertekan. Memang orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi pendidikan anak-anaknya.

    ReplyDelete
  100. Alvi Khoirunnisak
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241012

    Saya sangat senang dg artikel Prof. di atas. Artikel ini cukup menggabarkan bagaimana seharusnya kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung. Guru sebagai fasilitator, membiarkan siswa menemukan pola dan membangun sendiri pengetahuannya. Dengan demikian siswa dapat memperoleh pembelajaran bermakna dan dapateningkatkan kemampuan intuitif nya.
    Di sisi lain, Prof juga mengajarkan bahwa orangtua adalah gutu pertama dan utama bagi seorang anak. Keluarga adalah madrasah nya. Maka peran orangtua dalam emningkatkan kemampuan intuitif anak juga sangat penting.
    Terimakasih Prof, semoga ilmu yg Prof bagikan ini menjadi amal kebaikan yg teus mengalir, dapat saya amalkan sebagai ilmu yang bermanfaat pula. Semoga saya kelak dapat menjadi guru seperti yang sudah Prof contohkan. Aamiin

    ReplyDelete
  101. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terima kasih Prof, cerita yang sangat mengagumkan dan menginspirasi. Ternyata mendongeng dengan sistem dan berpola dapat memberikan pengaruh yang baik bagi pola pikir anak. Dengan dongeng yang dilakukan secara berulang-ulang dan tingkatannya semakin hari semakin lebih tinggi akan membuat anak tertarik dan menemukan polanya sendiri. Menurut saya sebaik-baik pengetahuan adalah pengetahuan yang didapat oleh diri sendiri ataupun dengan bantuan orang lain dengan cara menemukan polanya. Seperti yang dijelaskan oleh Prof Maitree Imprasitha PhD : Anak mampu menjawab pertanyaan itu bukan dengan cara menghitung atau menambah satu demi satu, tetapi dengan cara menemukan adanya struktur matematika intuitif. Dan saya juga memetik pesan yang sangat berkesan bagi saya dari bacaan di atas yaitu : Hal yang kelihatannya kecil dan sepele, setelah diteliti ternyata bisa menghasilkan artikel bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  102. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    terimakasih prof atas postingan yang sangat menarik. dalam postingan tersebut terdapat peran penting orangtua untuk meningkatkan intuitif anak. meningkatkan matematika intuitif sejak masih kecil memberikan pengaruh yang cukup besar untuk tumbuh kembang anak bak secara fisik maupun psikologis anak.

    ReplyDelete
  103. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 10:36 PM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Cerita di atas sangat menginspirasi prof, mulai dari belajar matematika melalui pola yang bisa ditemukan dari cerita dongeng. Saya rasa melalui pola belajar matematika akan terasa lebih mudah dan bermakna jika anak dapat menemukan sendiri polanya, dan pemikiran itu akan terus diingat oleh anak hingga dewasa yang berpengaruh positif pada perkembangan anak.

    ReplyDelete
  104. Muhammad Labib Hidayaturrohman
    15301241023
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan,saya setuju atas tindakan bapak bahwa perlu ada nya matematika intuitif. Saya pun dulu berpikir seperti itu, saya sadar sejak dulu, semakin banyak latihan yang saya alami maka saya menjadi penasaran, apa yang terjadi apabila saya melakukan manipulasi, ternyata manipulasi yang saya lakukan ada yang membuat saya lebih mudah menghitung dan memahaminya. Hal tersebut juga didorong oleh guru saya yang mengajarkan saya menggunakan sifat sifat dalam aljabar seperti (a+b)(a-b)=a²-b² yang digunakan untuk menghitung kuadrat dengan lebih cepat, dari situ saya mulai semakin tertarik dengan matematika intuitif. Saya setuju bahwa matematika intuitif sangat penting dipelajari oleh setiap orang karena dari situ kita dapat lebih bisa memahami apa yang kita pelajari, dari situ kita akan lebih mudah memproses apa yang kita pelajari dan melatih kreativitas kita. Hal tersebut perlu dilatih sejak kecil karena perlu waktu yang cukup lama untuk melatih matematika intuitif. Terimakasih

    ReplyDelete
  105. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 205

    Menarik sekali, Prof, terima kasih atas artikelnya. Anak-anak/ siswa akan senang belajar dengan cara seperti itu. Mendorong mereka untuk menjadi bertanya dan belajar, kemudian mendapatkan ilmunya. Pembelajaran yang menginspirasi.

    ReplyDelete