Sep 25, 2017

*ATURAN*



Oleh: Marsigit, UNY


*Limbuk*: Sebenarnya, yang disebut _aturan_ itu apa?

*Cangik*: Hanya ada 2 macam aturan, yaitu: _identitas_ dan _kontradiksi_.

*Limbuk*: Maksudnya?

*Cangik*: _Identitas_ adalah _tepat sama_. Identitas itu ada di langit, turun hanya sampai hati dan pikiran manusia. Tiadalah ada yang bisa _tepat sama_ dengan dirinya sendiri kecuali Tuhan. Atau bisa engkau tepat sama dengan dirimu sendiri, tetapi hanya dimisalkan dipikiran.

*Limbuk*: Sama dengan diri sendiri?

*Cangik*: Kenyataannya, engkau tidak akan pernah sama dengan dirimu sendiri. Belum selesai engkau menunjuk dirimu sendiri, dirimu sudah berubah dari tadi menjadi sekarang. Itulah yang namanya _kontradiksi_. Jadi _kontradiksi_ itu domisilinya ada di _kenyataan_. Karena tidak ada kenyataan sama dengan diri sendiri. Maka sebenar benar kenyataan hidupmu adalah kontradiksi.

*Limbuk*: Gunanya?

*Cangik*: _Aturan Identitas_ turun dari langit ke bumi, dari atas ke bawah, dari pikiran ke kenyataan. Ada 2 _aturan identitas_ yaitu _aturan identitas absolut_yaitu milik Tuhan; dan _aturan identitas relatif_, yaitu pikiran manusia misalnya _tautologi_.
Maka _aturan identitas_ adalah pedoman hidup manusia. Semua perintah Tuhan adalah _aturan identitas absolut_. Semua rumus matematika adalah _aturan identitas relatif_. Semua resep makanan adalah _aturan identitas relatif_. Jika _aturan identitas absolut_ itu: konsisten, tidak berubah ubah dan abadi. Maka _aturan identitas relatif_ , penerapannya sesuai kondisinya.

*Limbuk*: _Aturan kontradiksi_ ?

*Cangik*: _Aturan kontradiksi_ itu ada di bumi, ada di kenyataan. Semua kenyataan bersifat _kontradiktif filsafat_, tetapi bukan _kontradiktif matematika_. Karena matematika tidak boleh kontradiktif. Semua kenyataan itu _kontradiktif bagi manusia_ tetapi tidak bagi Tuhan pencipta Alam. Mengapa? Karena _manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaan, tidak sempurna dalam kesempurnaan_.

*Limbuk*: Masih bingung, kontradiktif?

*Cangik*: Semua kenyataan itu terikat oleh _ruang_ dan _waktu_, bagi manusia. Semua waktu itu berjalan, sebab jika tidak, maka kiamatlah dunia itu. Setiap perjalanan waktu, membawa ruangnya masing masing. Tiadalah di dunia ini ada dua ruang yang tepat sama, jika ada itu hanya diandaikan atau diidealkan saja. Semua fenomena berjalan seiring dengan perjalanan waktunya, yang terikat pada ruangnya yang berbeda. Maka tiadalah ada dua kenyataan yang tepat sama di dunia ini. Itulah aturan kontradiksi.

*Limbuk*: Iya, manfaatnya?

*Cangik*: Semua kenyataan itu adalah bayangan dari langit, bayangan dari aturan absolut Tuhan, bayangan dari aturan identitas absolut. Kenyataan juga bayangan dari aturan identitas relatif manusia. Ada 2 tempat aturan identitas relatif manusia yaitu di _hati_ dan _pikiran_. Dalil Pythagoras itu adalah aturan identitas relatif manusia ada didalam pikiran, maka dia berlaku dulu, sekarang dan yad, dan dimana saja. Doa doa yang kita ucapkan adalah bayangan dari aturan identitas absolut Tuhan.

END

No comments:

Post a Comment