Sep 25, 2017

*KEMISTRI*



Oleh: Marsigit UNY

*Limbuk*:
Biyung Cangik, saya mau tanya apa itu kemistri ?

*Cangik*:
Kemistri itu cocok, sesuai, sama sifat, sama tujuan, sama kebutuhan, sama judul, sama tema, sama ... , banyak persamaannya, mengutamakan persamaan, mengesampingkan perbedaan.

*Limbuk*:
Contohnya?

*Cangik*:
Batu itu kemistri dengan pasir, sebab batu bisa menjadi pasir, pasir juga bisa menjadi batu. Jadi kemistri bisa aku katakan sebagai: bisa menjadi.

*Cangik*:
Es berkemistri dengan air. Sesama golongan itu saling berkemistri. Manusia saling berkemistri. Binatàng saling berkemistri. Tumbuh tumbuhan saling berkemistri. Batu batu saling berkemistri.

*Limbuk*:
Apakah ada tingkatan kemistri ?

*Cangik*:
Tentu ada. Paling rendah, kemistrinya benda-benda. Diatasnya, kemistrinya sifat atau keadaan. Diatasnya kemistrinya pergaulan. Diatasnya kemistrinya pikiran. Diatasnya lagi kemistrinya hati. Diatasnya lagi kemistrinya spiritual. Kemistrinya orang dengan sifatnya dapat dikatakan sebagai ukhuwah. Ada tiga macam ukhuwah: wathaniyah, insaniyah, dan Islamiyah.

*Limbuk*:
Kemistri sifat?

*Cangik*:
Manusia secara fisik bisa berkemistri, buktinya ada trasplantasi organ orang satu dengan orang lain. Tetapi manusia punya sifat berkemistri misal sama sama punya sifat sabar.

*Limbuk*:
Apakah ada lawan dari kemistri ?

*Cangik*:
Lawan dari kemistri itu ya tidak kemistri. Setengah dunia itu berkemistri, sedangkan setengahnya lagi tidak berkemistri. Kebaikan berkemistri dengan kebaikan. Tetapi kebaikan tidak dapat berkemistri dengan keburukan. Jadi syurga itu tidak berkemistri dengan neraka.

*Limbuk*:
Bagaimana metode berkemistri?

*Cangik*:
Metode berkemistri itu sesuai dengan sùbjek dan objek kemistri dan tingkatanya. Ilmu Kimia mempelajari kemistrinya benda benda. Ilmu sosial mempelajari kemistrinya pergaulan. Matematika dan psikologi mempelajari kemistrinya pikiran. Ilmu Agama mempelajari kemistrinya umat beragama. Metafisik mempelajari kemistrinya maksud maksud, arti dan tujuan.

*Limbuk*:
Manfaat kemistri?

*Cangik*:
Lho manfaat kemistri jelas sangat banyak. Kemistrinya benda benda bisa bercampur atau bereaksi. Kemistrinya muda mudi bisa menjadi suami isteri. Kemistrinya tumbuh tumbuhan bisa menghasilkan buah. Kemistrinya pergaulan bisa memperoleh petdamaian. Kemistrinya golongan orang bisa meraih cita cita bersama. Kemistrinya umat beragama bisa menambah pahala. Kemistrinya antar negara bisa memperoleh perdamaian dunia. Kemistrinya hati atau perasaan bisa menghasilkan kebahagiaan. Kemistrinya pikiran bisa memperoleh persepsi yang sama. Kemistrinya makanan bisa menyehatkan tubuh. Kemistrinya keluarga bisa menghasilkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Kemistrinya musim bisa menghasilkan panen yang baik. Kemistrinya organ tubuh pertanda badan masih sehat. Kemistrinya ketua dan anggota bisa melancarkan program. Kemistrinya mahasiswa kepada pembimbing bisa mempercepat studi. Kemistrinya kata kata dan bahasa pertanda hidupnya sehat. Kemistrinya anggota ke ketua memperlancar urusan. Kemistrinya pemimpin ke yang dipimpin akan membawa kemajuan. Kemistrinya yang dipimpin ke yang memimpin akan membawa kesejahteraan. Kemistrinya suami isteri akan memberi keluarga sakinah. Kemistrinya penjual ke pembeli akan memberi keuntungan. Kemistrinya umat kepada Tuhan sarana menuju syurga. Kemistrinya keluarga dan saudara bisa menambah rejeki. Kemistrinya keadaan kepada waktunya akan memberikan harmoni. Kemistrinya pikiran kepada kenyataan akan menemukan hakikat hidup. Kemistrinya pikiran akan memberikan kecerdasan. Kemistrinya bumi ke langit akan menimbulkan kedamaian dunia. Kemistrinya langit ke bumi akan menurunkan rahmat dan barokah. Kemistrinya jawaban ke soal menjadikannya lulus ujian. Dst.

*Limbuk*:
Apa syaratnya berkemistri?

*Cangik*:
Syarat berkemistri: niat, doa, ikhlas, rendah hati, tidak sombong, tidak egois, sifat baik, senang, kasih sayang, memaafkan, mencari ilmu, mencari kemampuan, mencari metode, tata cara, menggunakansopan santun, bersilaturahim, saling menolong, saling memahami, saling mengenal, saling bersatu dan tidak mencemooh, berpikiran positif dan berprasangka baik, saling merasakan, saling mendoakan, saling membantu, saling menjaga, menahan diri, bertutur kata baik, tidak menyakiti perasaan, menghormati perbedaan dan mencari persamaan, memaklumi kekurangan orang lain, selalu berikhtiar dalam kebaikan.

END

No comments:

Post a Comment